Samsudin ‘Pendongeng Bersepeda’, KMP Fakultas Biologi UGM dan KSH Fakultas Biologi UGM lakukan Edukasi Dini Fauna Indonesia di SD Tumbuh 1 Yogyakarta

Yogyakarta (27/3); Keluarga Mahasiswa Pascasarjana (KMP) Fakultas Biologi UGM dan Kelompok Studi Herpetologi (KSH) Fakultas Biologi UGM, Senin (27/3) pagi lalu adakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema Edukasi Fauna Indonesia di SD Tumbuh 1 Yogyakarta. Kegiatan ini menghadirkan Samsudin ‘Pendongeng Bersepeda’.

Samsudin pendongeng bersepeda yang juga aktivis lingkungan ini tiba di Yogyakarta dalam misinya mendongeng konservasi melintasi Pulau Jawa, sebelumnya Samsudin telah mengayuh sepedanya ke beberapa kota di Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan, diantaranya Lampung, Bengkulu, Jambi, Pekanbaru, Duri, Sumatera Utara, Aceh, Samarinda, Tenggarong dan Balikpapan. Samsudin bersepeda untuk menyebarkan pendidikan dini tentang Konservasi Satwa dan Hutan di Indonesia. Dalam perjalanannya melintasi Pulau Jawa ini, Yogyakarta merupakan salah satu kota destinasi Samsudin untuk mendongeng tentang Konservasi Satwa dan Hutan Indonesia.

“Ayo! Ini hewan apa namanya? Ada yang tahu?” tanya Samsudin kepada siswa SD Tumbuh 1 Yogyakarta. Sontak para siswa menjawab kompak, “Itu hewan Badak pak!”. “Wuih! Hebat! Iya benar, ini namanya Baja dan Batra. Baja singkatan dari Badak Jawa dan Batra singkatan dari Badak Sumatera” lanjut Samsudin. Dalam dongengnya, Samsudin menggunakan media wayang yang berbahan dasar kertas. Kali ini Samsudin menceritakan cerita tentang penebangan hutan dan perburuan satwa langka di Indonesia. Selain Badak Jawa dan Badak Sumatera, Samsudin juga membawa tokoh-tokoh wayang kertas lainnya, diantaranya Gajah Sumatera, Harimau Sumatera, Orangutan, Bekantan, Pesut Mahakam, Beruang dan tokoh-tokoh lainnya.

Kegiatan ini merupakan kegiatan kerjasama antara KMP Fakultas Biologi UGM dan KSH Fakultas Biologi UGM yang bertujuan untuk mengedukasi siswa-siswa dalam upaya pengenalan dan perlindungan satwa di Indonesia. Dalam kesempatan ini,  KSH Fakultas Biologi juga mengenalkan hewan-hewan dari kelompok amphibi dan reptil kepada siswa-siswa SD Tumbuh 1 Yogyakarta.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Sekolah SD Tumbuh 1 Yogyakarta  Rina Febri Pertiwi menyampaikan kesan positif dilakukannya kegiatan ini, “Kami sangat senang dengan kegiatan ini, terlebih pak Samsudin juga menyinggahi sekolah kami sebagai destinasinya, siswa-siswa sangat senang dengan kehadiran kakak-kakak dari KMP dan KSH Fakultas Biologi UGM, semoga kerja sama ini masih dapat dilanjutkan untuk kedepannya” terang Rina.

KMP Fakultas Biologi UGM pada periode ini menitikberatkan kegiatannya pada kegiatan yang sifatnya kolaboratif sebagai wujud sinergisitas dalam penerapan interdisiplin ilmu yang juga menjadi perhatian Universitas Gadjah Mada. Selain kegiatan yang sifatnya kolaborasi, KMP Fakultas Biologi UGM juga akan lebih banyak berkegiatan bersama masyarakat sebagai salah satu wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

KARIOLOGI #2 Kajian Rutin Biologi: Sempurnanya Wudhu Kesempurnaan Sholat

Pada hari Rabu tanggal 15 Maret 2017, telah dilaksanakan Kajian Rutin Biologi yang disampaikan oleh Ustadz Sulkhan Zainuri dengan tema fiqih wudhu. Materi yang disampaikan adalah tata cara ibadah wudhu diantaranya adalah rukun, sunnah, dan hal-hal yang membatalkan wudhu. Rukun-rukun wudhu berdasarkan Q.S. Al Maidah 6 dan dari berbagai dalil yaitu:

  1. Niat
    Segala sesuatu hendaklah diniatkan segala sesuatu sangat bergantung kepada yang diniatkan. Talafudz yaitu mengucapkan niat, namun bukan sesuatu yang disyariatkan. tetapi niat itu sendiri merupakan sesuatu yg diniatkan
  2. Mengusap muka
  3. Membasuh kedua tangan sampai siku
  4. Masurodz yaitu mengusap kepala atau mengusapkan tangan pada kepala. Dari Rasulullah SAW, Rasulullah mengusap dimulai dari depan sampai belakang kembali lagi kedepan.
  5. Membasuh kedua kaki sampai mata kaki

Sementara beberapa sunnah yang dapat dikerjakan saat berwudhu adalah

  1. Assiwaq yaitu menggosok gigi menggunakan siwak, sikat gigi, dll
  2. Membasuh kedua telapak tangan ketika mengawali wudhu sebanyak 3x
  3. Berkumur dan istinsyaq dengan satu gerakan berkumur sambil memasukkan ke hidung kemudian mengeluarkannya berfungsi untuk membersihkan kotoran-kotoran pada hidung
  4. Menyela-nyela jari tangan dan kaki, dari hadist Ibnu Abbas: “Menyela-nyela tangan dan kaki bagian dari sunnah. Mengulanginya 3x juga bagian dari sunnah. Memulai dari sebelah kanan adalah sunnah.” Rasulullah selalu membasuh bagian kanan terlebih dahulu kemudian sebelah kiri.
  5. Al Muwallaq yaitu berkesinambungan, terus, dan tidak disela- sela dengan gerakan-gerakan yang lain.
  6. Mengusap telinga mengusap dengan ibu jari.
  7. Menyela-nyela jenggot bagi laki-laki.

Hal-hal yang dapat membatalkan wudhu adalah

  1. Apabila sesorang mencium bau yg berasal dari dubur maka ia harus mengulang wudhu.
  2. Kencing dan keluarnya mani (wajib mandi).
  3. Ketika tertidur nyenyak.
  4. Menyentuh kemaluan tanpa penghalang

Dan pada sesi tanya jawab, terdapat beberapa pertanyaan yaitu:

  1. Ketika ada bagian yang diperban dan tidak boleh terkena air, apakah harus tayamum?
    Jawab:
    Selama kita masih dimungkinkan untuk diusap dibolehkan, dikiaskan dengan imamah (usap),  dipercikkan air kemudian diusapkan. Tayamum dilakukan saat tidak memungkinkan untuk diusap.
  1. Bagaimana jika kita berwudhu dengan air mustakmal?
    Jawab:
    Selama dia tidak ada perubahan rasa warna dan bau, maka tidak akan memmpengaruhi  dan masih bisa dipergunakan
  1. Bagaimana jika kita tertidur saat khutbah? Apakah harus mengulang wudhu?
    Jawab:
    Jika kondisinya sudah tidur pulas maka wajib mengulang wudhu
  1. Jika saat berwudhu ada kotoran ditangan, apakah harus dibasuh saat itu juga atau bagaimana?
    Jawab:
    Selama tidak merusak urut-urutan di wudhu maka itu sesuatu yang dibolehkan. Dan ketika memang ada sebab, maka itu juga diperbolehkan.
  1. Istinsyak apakah boleh dilakukan satu metode itu, apakah boleh dilakukan dgn cara lain?
    Jawab:
    Rasulullah SAW hanya melakukan yg dengan satu gerakan.

Ekspedisi Sulawesi Tenggara KSK 2017: Explore, Learn, Discover

Ekspedisi Satu Nyali merupakan salah satu kegiatan besar Kelompok Studi Kelautan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (KSK Biogama) yang dilaksanakan dua tahun sekali. Ekspedisi Sulawesi Tenggara KSK Biogama 2017 merupakan ekspedisi kelima setelah sebelumnya dilaksanakan di Karimunjawa dan Lombok Barat. Ekspedisi kali ini berlokasi di Pulau Wangi-Wangi, kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Ekspedisi Sulawesi Tenggara ini bertemakan “Explore, Learn, and Discover” Tujuan dari ekspedisi sendiri yaitu untuk eksplorasi dan konservasi kelautan yang berkelanjutan.

Ekspedisi yang diketuai Citra Septiani angkatan Diksar XV (DXV) sebagai koordinator panitia dan Marwandhana Letto (DXV) sebagai Koordinator lapangan dilaksanakan pada tanggal 27 Desember 2016 hingga 12 Januari 2017. Pada tanggal 22 Desember, Tim Ekspedisi mengadakan agenda Gelar Pasukan untuk memantapkan persiapan menjelang ekspedisi. Persiapan yang dilakukan adalah melengkapi dan mengecek kembali peralatan masing-masing Kelas Keilmuan yang akan digunakan untuk penelitian. Pada agenda ini juga dilakukan pelepasan  secara simbolis Tim Ekspedisi 1 Nyali oleh Dekan Fakultas Biologi UGM, Dr. Budi Setiadi Daryono M.Agr.Sc. serta Drs. Trijoko, M.Si. selaku pembina KSK Biogama. Tiga hari setelahnya, yaitu tanggal 25 Desember 2016, 4 orang tim pendahulu (Nur Rachman, Fikrie Maulana Ramadhan, Ferinta Rahmayanti, dan Afifah) bertolak ke Wakatobi. Tim Ekspedisi 1 Nyali yang berjumlah 29 anggota (termasuk 4 orang tim pendahulu) berangkat menggunakan transportasi bus ke pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya dilanjutkan perjalanan menggunakan kapal menuju Wakatobi. Perjalanan dilakukan dari tanggal 27 Desember sampai tanggal 31 Desember 2016. Tim Ekspedisi 1 Nyali tiba di Wakatobi pada tanggal 31 Desember pagi hari dan disambut oleh tim pendahulu serta mitra KSK dari Kampus Konservasi Kelautan STP Wakatobi.

Kegiatan pertama ekspedisi setelah sampai di Wakatobi yaitu survey oleh perwakilan kelima tim penelitian (tim penelitian Algae dan Lamun, Crustacea, Echinodermata, Mollusca, serta Pisces dan Coral). Selanjutnya, kegiatan penelitian dilakukan dari tanggal 1 Januari 2017. Penelitian yang dilakukan yaitu penelitian mengenai ekosistem dan biodiversitas laut di Pantai Liya, Soumbu, Waha, Wailumu, dan Patuno yang dilakukan selama 4 hari yaitu tanggal 1, 2, 4, dan 6 Januari. Selain penelitian, adapun tim penelitian Pisces dan Coral melakukan sharing dan diskusi tentang mengestimasi besar ikan yang dibutuhkan untuk metode pengamatan ikan bersama Pak Putu (Urusan Keanekaragaman Hayati) dari Balai Taman Nasional Wakatobi. Agenda ekspedisi disamping penelitian yaitu kunjungan ke Loka Rekayasa Kelautan yang bertujuan untuk memperluas wawasan mengenai dunia kerja di bidang kelautan. Selain itu tim mengadakan kegiatan short course mengenai cetacean dan terumbu karang yang dibawakan oleh Bapak Putu Suastawa (Taman Nasional Wakatobi) dan ekowisata desa oleh Bapak Saharudin (WWF Wakatobi) pada tanggal 3 Januari. Selanjutnya, pada tanggal 5 Januari, Tim Ekspedisi menyambung rasa ke SD MIS Mola, Kampung Bajo, Wanci, Wakatobi. Acara ini disebut sebagai Ekspedisi Berbagi. Tim Ekspedisi 1 Nyali memberikan edukasi interaktif persuasif terkait kelautan dan kesehatan lingkungan, pentingnya menjaga laut dan tidak membuang sampah di laut serta menyulut antusias anak-anak Kampung Bajo dalam lomba menghias tong sampah. Kegiatan terakhir yaitu tim melakukan pendekatan kepada masyarakat suku Bajo Wakatobi dalam rangka mengenal lebih dekat mengenai masyarakat pesisir.

Selama 8 hari di tanah Wakatobi, Tim Ekspedisi 1 Nyali menginap di Asrama Kampus Konservasi Sekolah Tinggi Perikanan Pulau Wangi-Wangi dan selalu dibimbing serta dibantu oleh rekan-rekan dari Asrama Kampus Konservasi yakni Mbak Mega dan Mas Yasin. Kelancaran kegiatan ekspedisi tak lupa berkat bantuan dari mitra-mitra yaitu Pemerintah Kabupaten Wakatobi, Dinas Perikanan dan Kelautan, Taman Nasional Wakatobi, Dinas Pariwisata, Loka Rekayasa Kelautan, MIS Mola Selatan, Waha Tourism Community (WTC), dan World Wide Fund (WWF-Wakatobi), khususnya kepada Bapak Sugiyanta sebagai project leader WWF Wakatobi yang juga alumni Fakultas Biologi UGM, atas bantuan beliau selama persiapan ekspedisi sejak Januari 2016 yang lalu.

Pada akhirnya, kegitan ekspedisi ini diharapkan dapat membawa manfaat yang besar bagi KSK Biogama, yaitu mendapatkan data mengenai biodiversitas laut Pulau Wangi-Wangi Wakatobi, mempererat kekeluargaan sesama tim dan dapat menjadi aksi nyata peneliti muda dalam rangka eksplorasi dan konservasi kelautan yang berkelanjutan. Semoga KSK Biogama dapat terus melakukan ekspedisi di pulau-pulau Nusantara yang lain dan dapat terus berkontribusi bagi kemajuan kelautan Indonesia.

EKSPEDISI? SATU NYALI!!!

MICROSD#1 2017: Learn Together Through Comfortable Discussion

MicroSD atau Micro Scientific Discussion adalah salah satu program Divisi Keilmuan KSK Biogama yang merupakan kegiatan diskusi ringan tentang kelautan melalui sudut pandang yang berbeda. MicroSD menghadirkan pembicara yang ahli di bidangnya, dan melibatkan peserta dari berbagai latar disiplin ilmu yang menaruh perhatian terhadap perkembangan kelautan Indonesia. Dalam satu periode kepengurusan, MicroSD diselenggarakan sebanyak 2 kali.

MicroSD#1 yang diselenggarakan 8 Maret 2017 dan bertempat di Palung Kontrakan KSK Biogama mengangkat tema “ROBOT-ROBOT LAUT: PENGGUNAAN BERBAGAI JENIS ROBOT DALAM PENELITIAN KELAUTAN” yang mengundang Fathian Hafiz (EEIC Teti UGM) sebagai pembicara dalam diskusi tersebut. Diskusi ini membahas tentang kelautan dari sudut pandang teknologi atau lebih tepatnya robot laut, termasuk sejarah perkembangannya, penggunaannya dalam berbagai aspek termasuk penelitian dan broadcast use (The blue planet and National Geographic), Keuntungan dan kerugian adanya robot, maupun masa depan robot laut di luar maupun dalam negeri.

Diskusi yang dihadiri dari berbagai peserta, diantaranya berasal dari Fakultas Biologi, Fisipol dan Elins UGM tersebut berlangsung nyaman dan sangat menarik. Terlihat ketika memasuki sesi tanya jawab antusiasme para peserta sangat tinggi sehingga tecipta atmosfer diskusi yang interaktif.

Di akhir sesi diskusi tersebut Ahmad Ardi selaku ketua KSK BIOGAMA menyerahkan cinderamata berupa sertifikat kepada Fathian Hafiz Aulia, dan kemudian diakhiri dengan foto bersama seluruh peserta diskusi. Terimakasih kepada Fathian Hafiz Aulia dan seluruh peserta diskusi dari KSK, FISIPOL, dan Elins UGM. Semoga diskusi tersebut menambah khazanah ilmu pengetahuan dan menjalin silaturahmi di antara semua pihak.

Agenda

There are no upcoming events.