Kunjungan KOPMA BIOGAMMA Ke Dinas Koperasi Dan UKM Kabupaten Sleman

Pada hari Kamis 8 Juni 2017 KOPMA BIOGAMMA mengadakan audiensi dengan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman dalam rangka pengenalan KOPMA BIOGAMMA. Hal-hal yang dikenalkan antara lain tentang bidang keorganisasian dan bidang usaha. Bidang usaha yang terdiri atas bidang usaha Toko KOPMA BIOGAMMA yang terletak di Fakultas Biologi UGM dan bidang usaha Biocreative yang memproduksi merchandise Fakultas Biologi UGM. Selain itu juga memperkenalkan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan KOPMA BIOGAMMA seperti seminar kewirausahaan, seminar kekoperasian, evaluasi tengah tahun, perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) KOPMA BIOGAMMA dan masalah-masalah yang ada di KOPMA BIOGAMMA.

Selain itu juga dilakukan diskusi tentang status KOPMA BIOGAMMA yang belum menjadi badan hukum, Pihak dinas menjabarkan bahwa untuk menjadi badan hukum diperlukan koordinasi dengan Dinas Koperasi dan UKM untuk sosialisasi terkait badan hukum. Kemudian dilakukan rapat pendirian koperasi, setelah itu pembentukan tatanan organisasi beserta AD/ART kepada notaris untuk ditindaklanjuti dalam  pembuatan akta koperasi. Setelah itu ke Dinas Koperasi dan UKM untuk membuat surat pengantar yang akan digunakan oleh notaris untuk mendaftarkan koperasi tersebut secara online ke Kementerian Koperasi dan UKM.

Bio-RTR Kajian#3: Biologi Bertanya, Islam Menjawab

Kajian Fiqih
Biologi Bertanya, Islam Menjawab
oleh : Ustadz Arfiansyah, Lc.
di Ruang V Fakultas Biologi UGM
Kamis, 18 Mei 2017 pukul 16.00-17.30

Puasa memiliki arti menahan. Dalam puasa Ramadhan ini, kita harus dapat menahan :

  1. Lapar/ dahaga, termasuk di dalamnya sedikit makan dan mengurangi makan. Dalam rasa lapar terdapat ibadah yang luar biasa
  2. Perkataan kotor. Untuk dapat menahan dari perkataan kotor, kita harus banyak tilawah, dzikir, dan ibadah lainnya. Siapa yang memberikan kesaksian palsu, maka kesaksiannya nggak akan di terima selamanya.
  3. Segala yang mengurangi pahala puasa. Rasulullah bersabda, “Berapa banyak orang yang berpuasa, tapi tidak mendapatkan apa-apa selama puasanya, kecuali lapar dan haus”.
    Yang termasuk dalam hal yang dapat mengurangi pahala puasa kita adalah berbuka di tempat-tempat yang menghalangi ibadah kita dan menghabiskan waktu untuk memasak. Maka kita harus menyibukkan diri untuk hal-hal yang dapat mendatangkan pahala, seperti thalabul ‘ilmi, membaca Al-Qur’an, shalat sunnah, dan ibadah lainnya.
    Banyak dari seorang yang berpuasa tapi tanpa sadar mereka berpuasa karena perkataannya.

Untuk menyambut bulan Ramadhan yang hampir datang ini, kita harus mempersiapkan diri kita dengan :

  1. Kepahaman kita pada Ramadhan
  2. Kesehatan tubuh kita
  3. Kondisi spiritual kita

Mengenai niat ketika berpuasa di bulan Ramadhan, ada sedikit perbedaan antarulama. Ada ulama yang mengatakan bahwa satu niat untuk 30 hari puasa di bulan Ramadhan. Sementara ulama lain ada yang mengatakan bahwa niat puasa harus diperbaharui setiap hari.

Bio-RTR Kajian#2: Manajemen Diri Menuju Bulan Suci Ramadhan

MANAJEMEN DIRI MENUJU BULAN SUCI RAMADHAN
oleh : Mas Alfianto
di Musholla Al Hayat Fakultas Biologi UGM
Senin, 15 Mei 2017 pukul 16.00-17.30

Sebagaimana kita ketahui, bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan keutaman. Ada beberapa keutamaan yang ada di bulan Ramadhan, yaitu :

  1. Al Qur’an turun saat bulan Ramadhan, di mana saat diturunkannya ini disebut Nuzulul Qur’an
  2. Syaitan-syaitan dibelenggu, pintu neraka ditutup, dan pintu surga dibuka
  3. Terdapat malam yang penuh dengan kemuliaan dan keberkahan yaitu malam Lailatul Qadr di mana terjadi di malam ganjil pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan
  4. Bulan Ramadhan tepatnya ketika waktu berbuka merupakan waktu dikabulkannya doa orang-orang yang berpuasa

Namun, tidak semua orang dapat merasakan nikmatnya berpuasa di bulan Ramadhan yang disebabkan karena usia yang sudah tua maupun kondisi tubuh yang tidak memungkinkan. Oleh karena itu, terdapat beberapa orang yang diberikan keringan untuk tidak berpuasa yaitu :

  1. Orang yang sakit yang apabila berpuasa justru mendapat mudharat, diberi keringan tidak puasa lalu harus menggantikannya dengan membayar fidyah atau mengqadha puasanya.
  2. Orang yang bersafar (musafir) diberi keringanan tidak berpuasa dan harus mengqadha puasa
  3. Orang yang sudah tua, temasuk orang sakit yang tidak dapat sembuh, dibolehkan untuk tidak berpuasa dan digantikan dengan membayar fidyah
  4. Wanita hamil dan menyusui dapat membayar fidyah sebagai bentuk keringan tidak berpuasa di bulan Ramadhan

Dalam berpuasa kita juga sangat perlu memahami hal apa saja yang dapat membatalkan puasa kia. Berikut ini hal-hal yang membatalkan puasa :

  1. Makan dan minum dengan sengaja
  2. Muntah dengan sengaja
  3. Mendapati haid dan nifas
  4. Jima’ (bersetubuh dengan sengaja)
  5. Keluar mani dengan sengaja

Selain hal yang dapat membatalkan puasa, ternyata ada hal-hal yang kita kira dapat membatalkan puasa, tapi ternyata diperbolehkan. Berikut ini hal yang boleh dilakukan ketika berpuasa :

  1. Mendapati waktu fajar dalam keadaan junub
  2. Bersiwak ketika berpuasa
  3. Berkumur-kumur dan memasukkan air ke hidung tanpa berlebihan
  4. Mencium pasangan
  5. Bekam dan donor darah dengan syarat tidak menyebabkan lemas
  6. Mencicipi makanan, tapi tidak hingga masuk ke kerongkongan
  7. Bercelak dan menggunakan tetes mata
  8. Mandi dan menyiramkan air di kepala agar membuat segar
  9. Menelan sisa-sisa makanan dalam mulut yang sulit untuk dihindari

Adapun untuk menambah pahalan kita selama di bulan Ramadhan, kita dapat melaksanakan sunnah-sunnah berpuasa, seperti :

  1. Mengakhirkan makan sahur
  2. Menyegerakan berbuka puasa
  3. Berdoa ketika berbuka karena merupakan waktu dikabulkannya doa
  4. Memberi makan orang yang berpuasa. Dalam HR At Tirmidzi dikatakan bahwa, “Barangsiapa yang memberi makanan berbuka bagi orang yang berpuasa, maka baginya pahala yang semisal orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut sedikit pun”.
  5. Memperbanyak ibadah ketika Ramadhan

Semoga dengan kita mengetahui hal-hal yang dapat membatalkan puasa, hal yang boleh dilakukan saat puasa, dan sunnah-sunnahnya, kita dapat memaksimalkan ibadah kita selama bulan Ramadhan ini.

KSH bersama Penggiat Konservasi Penyu Pantai Selatan Yogyakarta Memperingati World Turtle Day 2017 di Pantai Goa Cemara

Dalam rangka memperingati world turtle day yang jatuh pada tanggal 23 Mei 2017, Kelompok Studi Herpetologi mengadakan pertemuan dan diskusi tentang Konservasi Penyu. Acara ini berlangsung di Pantai Goa Cemara, Sabtu (20/05) kemarin. Dalam acara tersebut KSH mengundang Relawan Banyu yang merupakan komunitas konservasionis penyu di Pantai Goa Cemara dan Pantai Pelangi serta Masyarakat Kelompok Konservasi Penyu Goa Cemara untuk berdiskusi yang dilanjutkan dengan monitoring pendaratan penyu di pantai tersebut.

Dalam diskusi yang dilakukan, Pak Bagyo selaku ketua Kelompok Konservasi Penyu memaparkan awal mula terbentuknya Kelompok konservasi dikarenakan banyaknya perburuan penyu di kawasan tersebut untuk tujuan konsumsi. Pak Bagyo dan kawan-kawan mulai memikirkan dampaknya yaitu meningkatnya populasi ubur-ubur sebagai mangsa utama penyu. Akibatnya bibit ikan di laut menjadi menurun dan masyarakat nelayan akan kesulitan dalam mencari ikan. Dari latar belakang tersebut lahirlah Kelompok konservasi penyu Goa Cemara pada tahun 2011 yang lambat laun menjadi maju seperti sekarang ini. Di Pantai Goa Cemara, penetasan telur menggunakan metode sarang semi alami, artinya telur dipindahkan ke lokasi baru dengan kondisi yang sama dengan sarang alaminya. Penyu yang sering mendarat di pantai itu adalah penyu abu-abu atau penyu lekang (Lepidochelys olivacea), kemudian pernah didapatkan pula penyu sisik (Eretmochelys imbricata) mendarat untuk bertelur, dan penyu belimbing (Dermochelys coriacea) terdampar, lanjut Pak Bagyo menjelaskan. Mas Yhanu (Relawan Banyu) menjelaskan, Relawan Banyu lahir dari orang-orang yang simpati terhadap kelestarian Penyu di Goa Cemara yang akhirnya menjadi besar dan sering membantu masyarakat kelompok konservasi di Bantul khususnya di Pantai Goa Cemara dan Pantai Pelangi. Kampanye pertama mereka adalah untuk menyadarkan masyarakat Yogyakarta bahwasanya Yogyakarta memiliki penyu. Hal tersebut dikarenakan banyak masyarakat Jogja yang belum mengetahui adanya penyu di Jogja sendiri. Hasil diskusi malam itu adalah disepakatinya bahwa untuk melestarikan penyu di Bantul perlu keterlibatan semua pihak, dimulai dari Pemerintah, masyarakat, akademisi, komunitas, dan pihak-pihak lainnya.

Setelah diskusi dirasa cukup, tim pengamat dibentuk untuk melakukan pengamatan malam. Monitoring pendaratan dilakukan dengan menyusur area pantai selama kurang lebih 2 jam. Penyusuran dilakukan dengan pencahayaan minim, dikarenakan penyu yang akan mendarat akan menganggap cahaya yang ada di pantai sebagai ancaman bagi mereka. Pada monitoring ini, tidak didapatkan penyu yang mendarat. Monitoring ini dilanjutkan dengan melihat tempat penangkaran semi alami.

Acara pada tahun ini kembali menuai sukses meskipun tidak menjumpai seekor penyupun yang mendarat. Namun demikian, dengan disepakatinya keterlibatan seluruh pihak dalam melaksanakan konservasi penyu semoga di masa yang akan datang anak cucu kita masih dapat berjumpa dengan hewan yang anggun dan berumur panjang ini. Selamat hari kura-kura sedunia dan semoga kegiatan ini memberikan pengertian mendalam tentang pentingnya penyu bagi masyarakat dan anggota KSH pada khususnya.

Agenda

May
3
Wed
all-day The 5th International Conference... @ Eastparc Hotel
The 5th International Conference... @ Eastparc Hotel
May 3 – Sep 16 all-day
The 5th International Conference on Biological Sciences Faculty of Biology Universitas Gadjah Mada Dates and Venue This seminar will be held in September 15-16, 2017 in Eastparc Hotel (Jalan Laksda Adi Soetjipto Km 6,5 Seturan,[...]