Arsip:
SDG 17 : Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Cairo, 12 Februari 2026 — Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan kunjungan kerja sama ke Mesir dengan agenda utama di Badr University in Cairo (BUC). Delegasi Fakultas Biologi UGM dipimpin oleh Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. selaku Dekan Fakultas Biologi UGM, bersama Dr.rer.nat. Abdul Rahman Siregar, M.Biotech selaku Kepala Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Biologi UGM.
Kunjungan di Badr University in Cairo disambut secara resmi oleh Rektor BUC, Prof. Dr. Ashraf Mohamed El-Shihy, serta Dekan Faculty of Veterinary, Food Nutrition and Biotechnology BUC, Prof. Adel Abd El-Khaleq. Pertemuan ini membahas berbagai program kerja sama strategis, di antaranya penyelenggaraan International Summer Course, program Double Degree, serta International Conference bersama. Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan agenda penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Nota Kesepakatan (MoA) antara Fakultas Biologi UGM dan Badr University in Cairo sebagai bentuk komitmen penguatan kolaborasi akademik dan riset kedua institusi.
Sementara itu, kunjungan ke Cairo University merupakan tindak lanjut dari kerja sama yang telah terjalin sebelumnya. Delegasi Fakultas Biologi UGM disambut oleh Prof. Said El-Salamouny dan Dr. Ibrahim. Pembahasan kerja sama difokuskan pada pelaksanaan International Summer Course on Tropical Biodiversity and Sustainable Development yang akan diselenggarakan di Fakultas Biologi UGM, serta rencana pengiriman mahasiswa Cairo University untuk melanjutkan studi jenjang magister (S2) dan doktoral (S3) di Fakultas Biologi UGM. Selain itu, kedua institusi juga membahas penguatan kolaborasi dalam bentuk joint supervision, joint research, dan joint publication.
Melalui kunjungan ini, Fakultas Biologi UGM menegaskan komitmennya dalam memperluas jejaring akademik global dan mendorong kolaborasi internasional yang berkelanjutan di bidang biologi, biodiversitas tropis, bioteknologi, dan pembangunan berkelanjutan. Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan mobilitas mahasiswa dan dosen, memperkuat kualitas riset bersama, serta berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 15 (Ekosistem Daratan), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Yogyakarta, 6 Februari 2026 — Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan kegiatan kuliah tamu internasional secara hybrid yang bertempat di Auditorium Biologi Tropika Fakultas Biologi UGM serta disiarkan secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini dihadiri oleh dosen dan mahasiswa Fakultas Biologi UGM, rekan BRIN, serta peserta dari berbagai universitas di Indonesia.
Kuliah tamu menghadirkan dua narasumber dari Kangwon National University, Korea Selatan, yaitu Prof. Jin Hee Han dan Dr. Jun Hojong. Acara diawali dengan sambutan oleh Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini serta menyambut hangat para narasumber dan peserta. Dalam sambutannya, beliau juga menekankan bahwa kunjungan ini merupakan kali pertama bagi Prof. Jin Hee Han dan Dr. Jun Hojong ke Yogyakarta dan UGM, sehingga menjadi momentum penting untuk mempererat jejaring akademik internasional.
Sesi kuliah tamu dipandu oleh Matin Nuhamunada, Ph.D., selaku Kepala Office of International Affairs Fakultas Biologi UGM yang juga merupakan dosen dan peneliti di Laboratorium Bioteknologi. Paparan pertama disampaikan oleh Prof. Jin Hee Han dengan judul “Mosquitoes-Based Flavivirus Monitoring in Korea”, yang membahas strategi pemantauan flavivirus berbasis nyamuk di Korea serta implikasinya terhadap kesiapsiagaan kesehatan masyarakat.
Paparan kedua disampaikan oleh Dr. Jun Hojong dengan judul “Ligand Receptor Interactions Underlying Human Adaptation on Non-Laverania Malaria Parasites”. Dalam paparannya, Dr. Jun mengulas mekanisme molekuler interaksi antara ligan dan reseptor yang mendasari adaptasi manusia terhadap parasit malaria non-Laverania, serta implikasinya dalam memahami dinamika evolusi parasit dan pengembangan riset penyakit infeksi.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Biologi UGM menegaskan komitmennya dalam memperkuat kolaborasi akademik global dan mendorong pengembangan riset di bidang penyakit infeksi, bioteknologi, dan kesehatan masyarakat. Pertukaran pengetahuan yang terjalin turut berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Diharapkan kegiatan ini menjadi langkah awal bagi terwujudnya kolaborasi riset, pertukaran akademik, dan inovasi bersama antara UGM dan Kangwon National University di masa mendatang.
Yogyakarta, 28 Januari 2026 — Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan sharing session bertajuk UGM–ANU Double Degree Program: Pathways to Global Academic Excellence pada Selasa, 28 Januari 2026. Kegiatan ini menghadirkan Firman Prayogo dari International Strategy & Future Students Division, The Australian National University (ANU) sebagai narasumber utama. Sharing session dilaksanakan secara hybrid, bertempat di Auditorium Biologi Tropika Fakultas Biologi UGM dan melalui Zoom Meeting.
Acara dibuka oleh Prof. Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc., selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni Fakultas Biologi UGM. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa program ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi potensi diri dan memperoleh pengalaman belajar di salah satu perguruan tinggi terbaik dunia.
Sesi sharing dipandu oleh Matin Nuhamudana, Ph.D., selaku Kepala Office of International Affairs Fakultas Biologi UGM. Pada awal sesi, turut hadir secara daring Leonardo Alfonzo, Regional Manager, International Relations and Partnerships – STEMM ANU, yang menyampaikan dukungannya terhadap kolaborasi jangka panjang antara UGM dan ANU yang telah terjalin lama khususnya pada kerja sama akademik.
Dalam paparannya, Firman Prayogo memperkenalkan Australian National University, mulai dari sejarah institusi, program akademik yang ditawarkan, fokus riset unggulan, hingga peluang double degree untuk program sarjana khususnya di bidang Biologi. Selain itu, beliau juga menjelaskan berbagai skema beasiswa dan dukungan pendanaan yang dapat diakses oleh mahasiswa selama menempuh studi di ANU.
Mahasiswa yang hadir, baik secara luring maupun daring, menunjukkan antusiasme tinggi dengan menyimak paparan secara aktif serta berpartisipasi dalam sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif.
Melalui kegiatan sharing session ini, Fakultas Biologi UGM berharap dapat meningkatkan kesiapan mahasiswa untuk berkiprah di lingkungan akademik global melalui program double degree UGM–ANU yang memperkuat kapasitas akademik, jejaring internasional, dan daya saing lulusan. Kegiatan ini sekaligus mendukung pencapaian SDG 4 (Quality Education) dan SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penyediaan pendidikan tinggi berkualitas serta penguatan kemitraan global yang berkelanjutan.
Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Workshop Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni (P2MKSA) Tahun 2026 pada Senin, 26 Januari 2026, bertempat di Auditorium Biologi Tropika, Fakultas Biologi UGM. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dosen Fakultas Biologi UGM dan merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap awal tahun sebagai forum koordinasi dan sinkronisasi program P2MKSA.
Workshop ini bertujuan untuk melakukan evaluasi capaian kinerja bidang P2MKSA tahun 2025 sekaligus menyusun rencana dan strategi pelaksanaan program tahun 2026. Melalui kegiatan ini, Fakultas Biologi UGM mendorong penguatan sinergi antar sivitas akademika dalam mendukung peningkatan kualitas penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kerja sama, serta peran alumni.
Kegiatan dibuka dan disambut oleh Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. Dalam sambutannya, Dekan menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras seluruh dosen dan staf dalam mengelola bidang P2MKSA Fakultas Biologi UGM.
“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi serta kerja keras Bapak dan Ibu dosen maupun staf dalam mengelola bidang P2MKSA. Capaian yang telah diraih Fakultas Biologi UGM hingga saat ini merupakan hasil kolaborasi dan komitmen bersama yang patut kita syukuri dan terus kita tingkatkan,” ujar Prof. Budi.
Rangkaian workshop diawali dengan Review Capaian Target Capaian Kinerja (TCK) Tahun 2025 serta Penyampaian Rencana TCK Bidang P2MKSA Tahun 2026 yang disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni Fakultas Biologi UGM yaitu Prof. Dr. Eko Agus Suyono, S.SI., M.App.Sc. Pada sesi ini dipaparkan evaluasi capaian kinerja tahun sebelumnya serta arah kebijakan dan prioritas program P2MKSA Fakultas Biologi UGM pada tahun 2026.
Materi selanjutnya adalah Strategi Kolaborasi Penelitian dan Publikasi dengan Mitra Internasional yang disampaikan oleh Prof. Dr. Eng. Ir. Deendarlianto, S.T., M.Eng. dari Fakultas Teknik UGM. Sesi ini memberikan wawasan mengenai penguatan jejaring internasional, peluang kolaborasi riset, serta strategi peningkatan publikasi ilmiah di tingkat global.
Workshop kemudian dilanjutkan dengan sesi Pengumuman Hibah Internal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Biologi yang disampaikan oleh Dr. Wiko Arif Wibowo, S.Si.; Dr. Dwi Umi Siswanti, S.Si., M.Sc.; Dr. Aprilia Sufi Subiastuti, S.Si.; dan Dr. Eng. Thoriq Teja Samudra, S.Si., Bio.Cur., M.Sc. Pada sesi ini, disampaikan penjelasan terkait skema hibah internal, mekanisme pengajuan, jumlah pendanaan, serta strategi penyusunan proposal penelitian dan pengabdian.
Pelaksanaan Workshop P2MKSA Tahun 2026 ini sejalan dengan komitmen Fakultas Biologi UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kapasitas dosen dan tata kelola akademik, SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) melalui pengembangan riset dan inovasi, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui peningkatan kerja sama nasional dan internasional.
Yogyakarta — Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Sharing Session Study & Research in Australia: University of Technology Sydney–UGM Collaborative Opportunities pada Rabu (21/1). Kegiatan ini berlangsung secara daring dan terpusat di Ruang Sidang Atas Fakultas Biologi UGM, serta dihadiri oleh dosen dan mahasiswa Fakultas Biologi maupun fakultas lain di lingkungan UGM.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kerja sama antara UGM dan University of Technology Sydney (UTS) telah terjalin selama beberapa tahun terakhir, mencakup kolaborasi riset serta kerja sama akademik seperti international summer course yang didanai New Colombo Plan dan program double degree. Melalui kegiatan ini, Prof. Eko berharap mahasiswa UGM dapat memperoleh wawasan yang lebih luas serta termotivasi untuk mengeksplorasi peluang studi dan riset internasional.
Agenda utama sharing session dipandu oleh Matin Nuhamunada, Ph.D., dosen Fakultas Biologi UGM. Kegiatan ini menghadirkan dua pembicara dari University of Technology Sydney, yaitu Prof. Alaina Ammit, Associate Dean (Research) Faculty of Science UTS, dan Prof. Penny Martens, Pro Vice-Chancellor (Higher Degrees by Research) UTS.
Dalam paparannya, Prof. Alaina Ammit memperkenalkan University of Technology Sydney beserta fasilitas pendukung riset yang dimiliki, khususnya di lingkungan Faculty of Science. Paparan tersebut dilanjutkan oleh Prof. Penny Martens yang menjelaskan berbagai program akademik, peluang kolaborasi riset, serta skema beasiswa, termasuk peluang pendanaan melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Selain itu, kedua pembicara juga memperkenalkan bidang keahlian para dosen dan peneliti UTS sebagai potensi mitra kolaborasi bagi mahasiswa dan dosen UGM.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kolaborasi antara UGM dan UTS dapat semakin diperkuat, tidak hanya dalam bidang akademik dan riset, tetapi juga dalam pengembangan sumber daya manusia yang berdaya saing global. Inisiatif ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan akses pendidikan berkualitas dan kolaborasi internasional, SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) melalui penguatan riset dan inovasi, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kemitraan global yang berkelanjutan.
Yogyakarta, 9 Januari 2026 — Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan kegiatan kuliah tamu internasional secara hybrid, bertempat di Auditorium Biologi Tropika Fakultas Biologi UGM serta disiarkan secara daring melalui Zoom Meeting. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 200 peserta yang terdiri atas dosen dan mahasiswa Fakultas Biologi UGM serta peserta dari berbagai universitas lain di Indonesia.
Kuliah tamu menghadirkan dua narasumber dari Department of Life Science, Tunghai University, Taiwan, yaitu Dr. Li-Wei Wu dan Dr. Bo-Cheng Wang, yang merupakan peneliti aktif di bidang biodiversitas dan genetika konservasi. Kegiatan diawali dengan sambutan oleh Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni Fakultas Biologi UGM, yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini serta menyambut hangat para narasumber dan peserta. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa Fakultas Biologi UGM memiliki banyak ahli di bidang entomologi dan genetika, sehingga diharapkan kegiatan ini dapat menjadi pintu awal bagi kolaborasi riset dan akademik di masa mendatang.
Sesi kuliah tamu dipandu oleh Sukirno, Ph.D., selaku Ketua Program Studi Sarjana Fakultas Biologi UGM, yang juga merupakan dosen dan peneliti di Laboratorium Entomologi. Paparan pertama disampaikan oleh Dr. Li-Wei Wu dengan judul “Applying DNA Sequence and Data Analysis of Butterflies to Biodiversity and Evolutionary Researches”. Materi yang disampaikan berfokus pada phylogeography kupu-kupu Taiwan dan kerabatnya, molecular systematics, serta conservation genetics, yang memberikan gambaran komprehensif mengenai pemanfaatan data molekuler dalam studi evolusi dan keanekaragaman hayati.
Paparan kedua disampaikan oleh Dr. Bo-Cheng Wang dengan judul “Is an Endangered Species Truly at Risk?”. Dalam paparannya, Dr. Wang membahas hasil penelitian whole-genome resequencing pada kupu-kupu ekor layang berekor lebar (Papilio maraho), yang bertujuan untuk menilai tingkat risiko kepunahan spesies tersebut secara lebih akurat berbasis data genomik.
Sepanjang sesi perkuliahan hingga diskusi, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi, tercermin dari banyaknya pertanyaan dan diskusi interaktif yang berlangsung. Melalui kegiatan ini, Fakultas Biologi UGM berharap dapat memperkuat jejaring internasional, membuka peluang kolaborasi riset, pertukaran akademik, serta pengembangan kapasitas di bidang biodiversitas dan genetika konservasi. Kegiatan ini juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan pendidikan berkualitas berbasis kolaborasi global, SDG 15 (Life on Land) melalui upaya konservasi keanekaragaman hayati, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kemitraan internasional di bidang pendidikan dan penelitian.
Yogyakarta, 8 Januari 2026 — Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Workshop Akademik dan Kemahasiswaan di Auditorium Biologi Tropika, Gedung KPTU Lantai 1. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dosen Fakultas Biologi UGM sebagai upaya penguatan mutu pendidikan tinggi yang berkelanjutan dan selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Workshop dibuka oleh Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., yang menegaskan pentingnya sinergi dosen dalam pembaruan kurikulum, peningkatan kualitas pembelajaran, serta tata kelola akademik yang adaptif dan inklusif. Upaya tersebut merupakan wujud kontribusi Fakultas Biologi UGM terhadap SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyelenggaraan pendidikan tinggi yang unggul dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan.
Pada sesi utama, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Bambang Retnoaji, S.Si., M.Sc., memaparkan Target Capaian Kinerja (TCK) Akademik dan Kemahasiswaan Tahun 2025, yang mencakup peningkatan capaian pembelajaran, penguatan rekognisi program studi, serta perluasan akses pendidikan. Kebijakan ini sejalan dengan komitmen pencapaian SDG 4 dan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penguatan sistem pembelajaran dan tata kelola akademik berbasis mutu.
Workshop juga menghadirkan sesi refreshing sistem informasi Outcome-Based Assessment (SIOBA) oleh Zuliyati Rohmah, S.Si., M.Si., Ph.D.Eng. sebagai bagian dari penguatan implementasi Outcome-Based Education (OBE). Pendekatan OBE mendukung peningkatan kualitas dan akuntabilitas pendidikan secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi fakultas terhadap SDG 4 (Pendidikan Berkualitas).
Selanjutnya, kegiatan difokuskan pada monitoring, evaluasi, dan persiapan perkuliahan pada seluruh program studi. Program Studi Sarjana dipaparkan oleh Sukirno, S.Si., M.Sc., Ph.D., Program Studi Magister oleh Prof. Dr. Diah Rachmawati, S.Si., M.Sc., Program studi Profesi oleh Prof. Dra. Tuty Arisuryanti, M.Sc., Ph.D., serta Program Studi Doktor oleh Prof. Rina Sri Kasiamdari, S.Si., Ph.D. Diskusi lintas program studi ini mencerminkan penguatan kolaborasi internal yang mendukung SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Melalui workshop ini, Fakultas Biologi UGM menegaskan komitmennya untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi, sekaligus berkontribusi aktif dalam pencapaian SDG 4, SDG 9, dan SDG 17 guna mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional dan global.
Yogyakarta, 5 Januari 2026 — Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan PT Mutuagung Lestari Tbk. (MUTU International) menyelenggarakan Pelatihan Mikrobiologi Pangan bagi Auditor Keamanan Pangan pada 5–8 Januari 2026, bertempat di Fakultas Biologi UGM.
PT Mutuagung Lestari Tbk. (MUTU International) merupakan perusahaan terkemuka di Indonesia yang menyediakan jasa pengujian, inspeksi, dan sertifikasi untuk berbagai sektor industri sejak tahun 1990, termasuk layanan sertifikasi berbasis standar internasional seperti ISO dan CHSE.
Pelatihan ini diselenggarakan sebagai upaya untuk memastikan ketersediaan auditor keamanan pangan yang kompeten, khususnya dalam memahami aspek mikrobiologi pangan yang menjadi salah satu elemen kunci dalam penilaian sistem keamanan pangan berbasis standar internasional.
Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 5 (lima) orang peserta, yaitu Afri Setyawan, S.P.; Robiq Firly Alfian, S.Si.; Luthfiah, S.Si.; Yuni Nurhayati, S.Si.; dan Farhan Hasbullah, S.P., M.M. Para peserta berasal dari latar belakang pendidikan Kimia (3 orang) dan Pertanian (2 orang). Pelatihan dirancang secara komprehensif dengan mengombinasikan pembelajaran tatap muka, penyampaian teori, serta praktik laboratorium mikrobiologi pangan, sehingga peserta memperoleh pemahaman konseptual sekaligus pengalaman aplikatif.
Dalam sambutannya, perwakilan PT Mutuagung Lestari Tbk., Bapak Sigit H. Prabowo, S.Si., menyampaikan bahwa PT Mutuagung Lestari Tbk. merupakan lembaga sertifikasi keamanan pangan yang diakui oleh FSSC Foundation. FSSC (Food Safety System Certification) merupakan skema sertifikasi sistem keamanan pangan berbasis standar internasional yang diakui secara global dan digunakan secara luas oleh industri pangan untuk memastikan penerapan sistem keamanan pangan yang konsisten, terpercaya, dan sesuai dengan persyaratan internasional.
Sebagai lembaga sertifikasi yang diakui oleh FSSC Foundation, PT Mutuagung Lestari Tbk. berkewajiban memastikan bahwa auditor yang terlibat memiliki kompetensi teknis yang memadai, termasuk pemahaman yang kuat terhadap mikrobiologi pangan sebagai salah satu aspek krusial dalam proses audit keamanan pangan. Lebih lanjut disampaikan bahwa kompetensi auditor yang selaras dengan standar global menjadi kebutuhan yang tidak terpisahkan dalam menjaga kepercayaan industri dan para pemangku kepentingan. Oleh karena itu, pelatihan ini menggandeng Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Biologi UGM sebagai bagian dari pemenuhan persyaratan kompetensi auditor keamanan pangan.
Materi pelatihan mikrobiologi pangan dibuka oleh Ibu Sari Darmasiwi, S.Si., M.Biotech., Ph.D., dosen Fakultas Biologi UGM dengan keahlian di bidang Mikrobiologi Bahan Makanan, sebagai narasumber utama. Kegiatan ini juga melibatkan tim pengampu Mikrobiologi Bahan Makanan Fakultas Biologi UGM, yaitu Prof. Dr. Endah Retnaningrum, S.Si., M.Eng.; Dr. rer. nat. Abdul Rahman Siregar, S.Si., M.Biotech.; dan Arief Muammar, S.Si., M.Sc., yang turut berpartisipasi sebagai narasumber. Selain itu, kegiatan ini juga didukung oleh asisten mahasiswa Fakultas Biologi UGM Program Pascasarjana Aryan Mustamin, S.Si. dan mahasiswa program sarjana Maya Amalia Putri Ariani.
Melalui pelatihan ini, Fakultas Biologi UGM dan PT Mutuagung Lestari Tbk. berharap dapat memperkuat sinergi antara dunia akademik dan lembaga sertifikasi, serta berkontribusi dalam peningkatan kualitas dan kredibilitas auditor keamanan pangan guna mendukung penerapan sistem keamanan pangan yang andal dan berdaya saing global.
Penulis : Sari Darmasiwi
Yogyakarta, 22 Desember 2025-Bencana alam yang melanda wilayah Aceh dan sekitarnya beberapa waktu lalu telah menimbulkan dampak yang signifikan, tidak hanya bagi masyarakat setempat, tetapi juga bagi mahasiswa yang berasal dari daerah terdampak. Kondisi tersebut menjadi perhatian dan keprihatinan bersama sivitas akademika Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada terhadap keberlangsungan studi dan kesejahteraan mahasiswa.
Sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moral kepada mahasiswa Fakultas Biologi UGM yang terdampak bencana Aceh dan sekitarnya, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unsur Pelaksana Fakultas Biologi UGM menyalurkan bantuan kepada enam mahasiswa terdampak yang merupakan mahasiswa aktif Program Sarjana, Magister, dan Doktor Fakultas Biologi UGM. Penyerahan bantuan dilakukan oleh Ketua DWP Fakultas Biologi UGM, Ibu Nurpuji Mumpuni, S.Si., M.Kes., disaksikan oleh Dekan Fakultas Biologi UGM serta Ketua Tim Kerja Akademik dan Kemahasiswaan, dan dilaksanakan di Ruang Sidang KPTU Fakultas Biologi UGM.
Dalam sambutannya, Ketua DWP Fakultas Biologi UGM menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan merupakan wujud empati dan solidaritas keluarga besar Fakultas Biologi UGM kepada para mahasiswa.“Bantuan ini mungkin tidak seberapa, namun kami berharap dapat menjadi penyemangat, memberikan dukungan moral, serta membantu meringankan beban yang dirasakan oleh para mahasiswa yang terdampak bencana. Semoga mereka senantiasa diberikan kekuatan, kesehatan, dan kelancaran dalam melanjutkan studi,” ujarnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Biologi UGM dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada DWP atas kepedulian yang telah diberikan. “Kami mengucapkan terima kasih kepada DWP Fakultas Biologi UGM atas perhatian dan kepeduliannya. Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat nyata, membantu proses pemulihan, serta menguatkan semangat mahasiswa terdampak agar tetap fokus menempuh pendidikan dan terus berprestasi di tengah kondisi yang menantang,” tuturnya.
Kegiatan penyaluran bantuan ini selaras dengan komitmen Fakultas Biologi UGM dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan), SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), serta SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas), melalui penguatan solidaritas sosial, kepedulian kemanusiaan, dan keberlanjutan pendidikan bagi mahasiswa.
Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai kebersamaan, empati, dan kepedulian sosial di lingkungan Fakultas Biologi UGM semakin terjaga serta menjadi penguat bagi seluruh sivitas akademika dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk bencana alam.
Yogyakarta, 27–29 November 2025 — Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada sukses menghadirkan nuansa baru dalam agenda tahunan Research Day 2025 yang bertema “Root to Radiance: Bridging the Beauty of Science and the Theory of Art”, sebuah program yang dirancang untuk mengintegrasikan Biologi yang ilmiah dengan kehalusan seni dalam satu panggung apresiasi biodiversitas. Diselenggarakan selama tiga hari dan terbuka gratis untuk umum, acara ini mengajak publik menyadari bahwa ilmu pengetahuan, pengabdian pada masyarakat, dan seni tidak berjalan sendirian; ketiganya dapat berpadu menjadi pengalaman yang memperkaya nalar sekaligus mengimplementasikan kedekatan ilmu dan kehidupan bermasyarakat.
Research Day 2025 menampilkan pameran poster penelitian dan pengabdian sebagai bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam riset biologis serta pendampingan masyarakat. Setiap poster tidak hanya mempresentasikan metode dan hasil penelitian, tetapi juga menunjukkan bagaimana akademisi muda bergerak bersama masyarakat, memperkuat literasi lingkungan, dan menghadirkan solusi terhadap isu-isu ekologis melalui program pengabdian yang berkelanjutan. Di tengah kompleksitas tantangan lingkungan hidup saat ini, dokumentasi karya akademisi menjadi seruan bahwa pengetahuan harus hadir di ruang publik dan bekerja untuk kehidupan.
Sejalan dengan itu, dimensi berikutnya menghadirkan apresiasi flora melalui pameran seni botani, fotografi, dan karya lukis yang mengacu pada kaidah ilmiah. Keindahan morfologi tumbuhan ditangkap dalam detail presisi—urat daun yang halus, pewarnaan yang akurat, hingga struktur yang diabadikan melalui fotografi ilmiah. Seluruh karya ini menyampaikan pesan bahwa keanekaragaman hayati tidak hanya dapat dipahami melalui angka dan data, melainkan juga dirayakan melalui bahasa visual yang memancarkan keanggunan aneka puspa bangsa.
Kolaborasi bersama IDSBA (Indonesian Society of Botanical Artists), UFO UGM, USER UGM, serta kontributor umum menjadikan pameran ini ruang temu berbagai perspektif: ilmuwan yang bekerja dengan observasi, seniman yang berkarya dengan rasa, dan publik yang belajar menyerap keduanya secara seimbang.
Keterlibatan pengunjung tidak berhenti pada apresiasi visual. Melalui berbagai workshop, acara ini menghadirkan pengalaman interaktif: IDSBA memberikan pelatihan (workshop) ilustrasi botani yang menumbuhkan kepekaan pada anatomi tumbuhan; Aicare menghadirkan mini workshop berbasis teknologi dan keberlanjutan; KiosIjo menyajikan welcome drink brewing tea yang memperkenalkan kekayaan flora herbal Indonesia melalui pendekatan sensorik; sementara Herbaria menampilkan Live Show Press Flowers yang menunjukkan bagaimana herbarium dibentuk menjadi dokumentasi estetis yang bertahan melampaui waktu. Seluruh program ini dirancang untuk membangkitkan rasa ingin tahu, menstimulasi kreativitas, dan membuka ruang dialog antara pengetahuan dan pengalaman.
Tema “Root to Radiance” sendiri menjadi simbol perjalanan dari akar pengetahuan yang kokoh menuju pancaran apresiasi yang meluas. Ia menyiratkan bahwa kecemerlangan tidak lahir begitu saja, melainkan tumbuh dari fondasi riset, kerja sosial, dan kesadaran ekologis. Kegiatan ini mendorong publik untuk melihat flora bukan hanya sebagai objek alam, tetapi sebagai bagian integral dari identitas ekologis yang harus dihargai dan dilestarikan. Dengan membiarkan sains berbicara melalui seni, dan seni berlabuh pada landasan ilmiah, acara ini mengajak setiap pengunjung memaknai ulang hubungan manusia dengan alam.
Melalui kolaborasi lintas disiplin dan akses publik yang sepenuhnya gratis, Fakultas Biologi UGM berharap Research Day 2025 tidak hanya menjadi pameran, tetapi sebuah gerakan kecil yang menumbuhkan kepedulian, membuka ruang dialog, dan membangun jembatan antara dunia akademik dengan masyarakat luas. Di tengah urgensi pelestarian biodiversitas Indonesia, kegiatan ini menjadi panggilan untuk melihat lebih dekat, merayakan, dan menjaga pesona ragam puspa yang selama ini menopang kehidupan.
Dokumentasi: Suasana pameran poster, pameran seni, kegiatan sponsor, dan foto dengan suasana happy
























































