Arsip:
SDG 9 : Industri Inovasi dan Infrastruktur
Kamis, 14 Mei 2026, Tim pengabdian masyarakat BIMA Kemdiktisaintek 2026 melaksanakan kegiatan survei lapangan dalam rangka pengembangan program hibah terkait optimalisasi teknologi budidaya dan pemuliaan ayam kampung modern dengan sasaran masyarakat Hargowilis, Kulon Progo, DIY. Tim pengabdian yang diketuai oleh Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. melaksanakan kunjungan ke produsen mesin tetas telur, yaitu Tunas Mekar yang bermitra dengan Peternak Muda Group di Jl. Truntung No.32, RT.01/RW.13, Pengadungan, Tritih Kulon, Kec. Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Selain itu, tim pengabdian juga berkunjung ke peternakan pengguna mesin tetas dari perusahaan tersebut, yaitu Mandiri Farm di Jl. Raya Baturaden, Dusun III, Karangtengah, Kec. Baturaden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Kegiatan survei ini bertujuan untuk mendapatkan informasi teknis terkait performa mesin tetas telur, sistem operasional penetasan, efisiensi produksi Day Old Chick (DOC), serta kendala hingga potensi pengembangan teknologi penetasan unggas lokal. Kegiatan ini juga menjadi upaya menjalin kolaborasi strategis antara perguruan tinggi, pelaku industri peternakan, serta peternak lokal dalam mendukung pengembangan sektor peternakan unggas berkelanjutan berbasis teknologi tepat guna.
Tim pengabdian melakukan observasi langsung terhadap proses produksi mesin tetas di Peternak Muda Group, mulai dari perancangan alat, sistem pengaturan suhu, kelembapan, serta pertukaran udara, hingga mekanisme pemutaran telur otomatis yang menjadi faktor penting dalam keberhasilan penetasan. Melalui observasi ini, tim memperoleh gambaran mengenai potensi teknologi mesin tetas sebagai solusi peningkatan produktivitas peternakan unggas yang lebih mandiri, ekonomis, dan mudah diakses masyarakat. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan survei ke Mandiri Farm sebagai salah satu pengguna mesin tetas produksi Peternak Muda Group. Pada kesempatan tersebut, tim melakukan wawancara terkait pengalaman implementasi penggunaan mesin tetas di lapangan, tingkat daya tetas telur, manajemen pemeliharaan indukan dan penetasan telur, serta dampak penggunaan teknologi terhadap produktivitas usaha peternakan. Hasil observasi di peternakan langsung menunjukkan bahwa penerapan teknologi mesin tetas berkontribusi positif pada peningkatan kapasitas produksi bibit unggas, khususnya ayam, sekaligus mendukung kemandirian peternak dalam penyediaan DOC secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, tim pengabdian memperoleh data dan pengalaman lapangan yang komprehensif sebagai langkah awal pelaksanaan program pemberdayaan kemitraan masyarakat. Kolaborasi antara akademisi, industri, dan peternak diharapkan dapat mendorong akselerasi kemandirian pangan, produktivitas peternakan, serta penguatan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pengembangan inovasi teknologi peternakan ayam kampung modern yang aplikatif dan berkelanjutan. [Penulis: Avriena Lintang A. R.]

Tim Mahasiswa Universitas Gadjah Mada Raih Gold Medal dan The ICGI Special Award pada International Science Project Competition (ISPC) 2026.
Universitas Gadjah Mada kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional melalui karya inovatif bertajuk “ENVIORA ─ Environmental Immobilized Organisms for Remediation of Air”. Inovasi tersebut berhasil meraih Gold Medal sekaligus The ICGI Special Award (Indonesian Centre for Giftedness Innovation) dalam ajang International Science Project Competition 2026.
Karya ini dikembangkan oleh Maureen Andrea Agatha dan Fahima Ellya Wulandari dari Universitas Gadjah Mada di bawah bimbingan Dr. Miftahul Ilmi, S.Si., M.Si.
ENVIORA merupakan inovasi living paint atau cat biologis aktif yang memanfaatkan mikroorganisme Thiobacillus sp. dan Bacillus subtilis untuk membantu mereduksi polutan udara seperti sulfur dioksida (SO₂) dan volatile organic compounds (VOCs), serta hifa jamur (mycelium) sebagai struktur penyangga biologis (biological scaffold). Teknologi ini mengintegrasikan mikroorganisme yang diimobilisasi dalam matriks hidrogel dan biopolimer sehingga permukaan bangunan dapat berfungsi sebagai sistem pemurni udara pasif yang berkelanjutan.
Menurut tim peneliti, inovasi ini hadir sebagai solusi alternatif terhadap permasalahan polusi udara perkotaan yang semakin meningkat akibat urbanisasi dan aktivitas industri. Berbeda dengan teknologi filtrasi konvensional yang membutuhkan energi besar, ENVIORA bekerja secara pasif melalui aktivitas metabolisme mikroba sehingga lebih ramah lingkungan dan berpotensi diterapkan secara luas pada infrastruktur perkotaan.
Pencapaian ini menjadi bukti bahwa inovasi berbasis bioteknologi Indonesia mampu bersaing di tingkat global sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan.
“ENVIORA tidak hanya menawarkan konsep ilmiah, tetapi juga membuka peluang baru dalam pengembangan arsitektur berkelanjutan yang mampu berperan aktif dalam menjaga kualitas udara,” ujar tim peneliti.
Selain meraih Gold Medal, penghargaan khusus dari Indonesian Centre for Giftedness Innovation diberikan atas nilai inovasi, keberlanjutan, serta potensi implementasi teknologi ENVIORA dalam mendukung kota cerdas dan ramah lingkungan di masa depan.
Ke depan, tim peneliti berencana mengembangkan ENVIORA menuju tahap uji lapangan dan optimalisasi formulasi agar memiliki ketahanan lingkungan yang lebih baik serta dapat diaplikasikan secara nyata pada berbagai permukaan bangunan perkotaan.
Dengan capaian ini, Universitas Gadjah Mada kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong riset dan inovasi yang berdampak bagi masyarakat global, khususnya dalam bidang lingkungan dan teknologi berkelanjutan. [Penulis: Fahima Ellya Wulandari]
Yogyakarta, 13 Mei 2026 Prestasi membanggakan kembali diraih oleh dosen Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Endang Semiarti. Beliau menerima penghargaan Recent Citation Impact Award (2022–2025) dari Indonesian Journal of Biotechnology atas kontribusi ilmiahnya melalui publikasi bereputasi internasional.
Penghargaan tersebut diberikan kepada artikel berjudul “Application of CRISPR/Cas9 Genome Editing System for Molecular Breeding of Orchids” yang diterbitkan pada tahun 2020. Berdasarkan data Scopus, artikel tersebut terpilih sebagai salah satu artikel dengan jumlah sitasi tertinggi selama periode 2022–2025.
Artikel ilmiah ini merupakan hasil penelitian kolaboratif internasional antara Fakultas Biologi UGM dan Nagoya University, Jepang. Kolaborasi tersebut terlaksana melalui dukungan pendanaan Hibah PKLN Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia periode 2017–2019 serta pendanaan dari Japan Society for the Promotion of Science (JSPS), Pemerintah Jepang, pada periode yang sama.
Kolaborasi internasional ini turut melibatkan peneliti dari Nagoya University, Jepang, yakni Dr. Yasushi Yoshioka dan Prof. Shogo Matsumoto, yang berkontribusi sebagai co-author dalam publikasi ilmiah tersebut. Selain itu, tim peneliti UGM dalam program pendanaan JSPS 2017–2019 juga melibatkan Prof. dr. Ir. Aziz Purwantoro dan Prof. Dr. Ir. Jaka Widada dari Fakultas Pertanian UGM. Kerja sama ini menjadi salah satu wujud penguatan jejaring penelitian internasional sekaligus mendukung pengembangan riset bioteknologi tanaman.
Capaian ini menjadi bentuk pengakuan atas kontribusi Prof. Endang Semiarti dalam pengembangan riset di bidang bioteknologi, khususnya pemanfaatan teknologi CRISPR/Cas9 untuk pemuliaan molekuler tanaman anggrek. Penelitian tersebut dinilai memberikan dampak ilmiah yang luas dan menjadi rujukan bagi berbagai penelitian lanjutan baik di tingkat nasional maupun internasional.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi publikasi ilmiah yang dinilai memiliki dampak signifikan dalam meningkatkan kualitas dan pengaruh akademik jurnal di tingkat internasional.
Prestasi ini juga sejalan dengan komitmen Fakultas Biologi UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education melalui penguatan kualitas pendidikan tinggi dan publikasi ilmiah, SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure melalui pengembangan inovasi bioteknologi modern, serta SDG 15: Life on Land melalui upaya konservasi dan pengembangan keanekaragaman hayati tanaman, termasuk anggrek, menggunakan pendekatan molekuler yang berkelanjutan.
Sebagai upaya mendorong peningkatan gizi masyarakat berbasis potensi sumber daya lokal, tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Biologi UGM akan melaksanakan program pada tahun 2026 ini dengan tema “Pengembangan Budidaya Labu Susu sebagai Sumber Pangan Nabati Anti Stunting untuk Mewujudkan Kehidupan Tanpa Kelaparan (SDG 2) di Dusun Kebondalem, Madurejo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta”. Kegiatan rapat koordinasi berlangsung pada Kamis, 7 Mei 2026 yang berlokasi di Soto Omah Kudus, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kegiatan ini dihadiri oleh Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. selaku ketua tim pengabdian kepada masyarakat yang memberikan arahan dalam pelaksanaan program ini dan Aryo Seto Pandu Wiranto, S.Si., M.Sc. selaku dosen Biologi UGM yang akan menjadi salah satu narasumber dalam program ini, serta lima mahasiswa Biologi UGM yang terdiri dari Siti Yulianingsih, Pradhika Cikal Malika, Muhammad Meshal Ramadhayesa, Avriena Lintang Aulia Riefa’I, dan Khurin ‘Aini. Kegiatan rapat koordinasi diawali dengan menentukan fokus utama dan tujuan dari program ini untuk mengedukasi masyarakat khususnya Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati dalam budidaya dan pengolahan labu susu menjadi tepung tinggi nutrisi sebagai upaya pencegahan stunting yang selaras dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggug Jawab).
Sebagai bentuk kolaborasi strategis dalam keberhasilan program ini, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. turut mengajak beberapa dosen lainnya seperti Prof. Ir. Supriyadi, M.Sc., Ph.D., Dr. Slamet Widiyanto, S.Si., M.Sc., dan Nurpuji Mumpuni, S.Si., M.Kes. untuk saling berpartisipasi selama program ini berlangsung. Program ini akan dimulai dari tahap pra-praktik budidaya, tahap budidaya labu susu, dan tahap pengolahan tepung labu susu menjadi produk unggulan Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati di Dusun Kebondalem, Madurejo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Produk labu susu dan olahan tepung labu susu nantinya akan dipasarkan di berbagai tempat, khususnya dapat secara konsisten memasarkannya melalui Biomart Fakultas Biologi UGM.
Sekar Jasmine Canitri, mahasiswa Program Studi Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM), bersama tim lintas universitas yang terdiri dari Adillah Rizki Indriyati dari dan Anjar Maulana Afriansah dari Universitas Brawijaya, berhasil meraih Juara 1 dalam ajang National Essay Competition 2026 yang diselenggarakan oleh Akademi Rumah Mahasiswa. Kompetisi ini merupakan perwujudan dari inisiatif pengembangan kapasitas akademik mahasiswa Indonesia yang turut didukung oleh berbagai pihak strategis, di antaranya Direktorat Inovasi dan Kawasan Sains dan Teknologi (DIKST) Universitas Brawijaya, program Diktisaintek Berdampak, Akademi Karya Ilmiah, serta Rumah BUMN. Kolaborasi ini mencerminkan sinergi lintas sektor dalam mendorong inovasi mahasiswa yang berorientasi pada solusi nyata bagi masyarakat. Kompetisi ini mengangkat tema besar mengenai pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 serta inovasi solusi atas berbagai isu strategis di Indonesia, yang mendorong mahasiswa untuk menghadirkan gagasan kreatif, inovatif, dan aplikatif. Babak final kompetisi ini dilaksanakan secara daring pada 28 Februari 2026. Kompetisi tingkat nasional ini
Dalam kompetisi tersebut, Sekar Jasmine Canitri bersama tim mengusung karya berjudul “ReMiner Brush: Pasta Gigi Remineralisasi Aktif Berbasis Nanohidroksiapatit Tulang Ikan Cakalang”. Inovasi ini dilatarbelakangi oleh tingginya prevalensi masalah kesehatan gigi dan mulut di dunia. Secara global, sekitar 3,5 miliar penduduk mengalami gangguan kesehatan gigi dan mulut, dengan prevalensi karies pada anak usia sekolah mencapai 60–90%. Di Indonesia, Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan prevalensi karies sebesar 82,8%, sementara Riskesdas 2018 mencatat angka yang lebih tinggi yaitu 88,8%, terutama pada kelompok usia anak.
Selama ini, upaya pencegahan karies masih didominasi oleh pendekatan berbasis fluoride. Namun, pendekatan tersebut memiliki keterbatasan dari sisi keamanan penggunaan pada anak serta aksesibilitas produk, khususnya di negara berkembang. Di sisi lain, inovasi berbasis teknologi yang berkembang saat ini cenderung meningkatkan harga produk sehingga kurang terjangkau bagi masyarakat luas. Menjawab tantangan tersebut, tim mengembangkan ReMiner Brush, yaitu gel pasta gigi edible berbasis nano-hidroksiapatit (nHAp) yang diekstraksi dari limbah tulang ikan cakalang (Katsuwonus pelamis). Hidroksiapatit merupakan biomaterial yang memiliki kemiripan dengan struktur alami enamel gigi, sehingga mampu mendukung proses remineralisasi secara biomimetik.
Inovasi ini menawarkan berbagai keunggulan. Dari sisi kesehatan, ReMiner Brush berpotensi menurunkan prevalensi karies pada anak usia sekolah, mendukung remineralisasi enamel secara biologis, serta menjadi alternatif produk yang lebih ramah anak sehingga dapat mengurangi dental anxiety. Dari sisi lingkungan, pemanfaatan limbah tulang ikan cakalang mampu mengurangi pencemaran organik sekaligus mendukung konsep ekonomi sirkular. Sementara dari sisi ekonomi, inovasi ini membuka peluang pengembangan rantai nilai baru berbasis limbah perikanan serta mendorong keterlibatan UMKM dalam produksi biomaterial bernilai tambah. Lebih lanjut, inovasi ReMiner Brush turut berkontribusi terhadap pencapaian beberapa tujuan SDGs, di antaranya Good Health and Well-being (SDG 3), Industry, Innovation and Infrastructure (SDG 9), serta Responsible Consumption and Production (SDG 12).
Prestasi yang diraih oleh tim ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas universitas serta pemanfaatan ilmu biologi dan sumber daya lokal mampu menghasilkan solusi inovatif yang berdampak nyata bagi masyarakat. Ke depan, inovasi ReMiner Brush diharapkan dapat dikembangkan hingga tahap implementasi dan komersialisasi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas, khususnya dalam meningkatkan kesehatan gigi anak di Indonesia. [Penulis: Sekar Jasmine Canitri]
Melaka, 28–30 April 2026
Mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada kembali berkesempatan mengikuti forum ilmiah internasional melalui 7th International Plant Breeding and Biotechnology Conference (IPBBC 2026) yang berlangsung pada 28–30 April 2026 di Melaka, Malaysia. Konferensi ini mengangkat tema “Plant Breeding and Biotechnological Innovations for a Resilient Future” dan menjadi wadah bagi peneliti, akademisi, serta mahasiswa dari berbagai negara untuk saling berbagi pengetahuan dan hasil riset di bidang bioteknologi dan pemuliaan tanaman.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Genetics Society of Malaysia (PGM) bekerja sama dengan beberapa institusi seperti Malaysian Agricultural Research and Development Institute (MARDI), Forest Research Institute Malaysia (FRIM). Selama tiga hari pelaksanaan, konferensi diisi dengan berbagai agenda, mulai dari kuliah utama (Norman Borlaug Lecture), Plenary session presentasi oral dan poster serta field trip. Topik yang dibahas pun cukup beragam, mulai dari genomika tanaman, teknik gene editing, hingga pemanfaatan bioteknologi untuk menghadapi tantangan perubahan iklim dan ketahanan pangan. Salah satu sesi utama menghadirkan Prof. Dr. Jacqueline Batley sebagai keynote speaker, yang dikenal sebagai peneliti di bidang genomika tanaman dengan rekam jejak publikasi yang kuat (h-index 68).
Konferensi ini juga diikuti oleh peserta lebih dari dari 10 negara, beberapa di antaranya adalah Malaysia, Indonesia, Nigeria, Pakistan, Jepang, India, Bangladesh, Tiongkok, Ghana dan Filipina. Hal ini ini membuat suasana konferensi menjadi lebih hidup dan beragam karena setiap peserta membawa perspektif dan pengalaman riset yang berbeda. Peserta terdiri dari tiga mahasiswa Program Studi Magister Biologi, Fakultas Biologi UGM, yaitu Muhammad Riyan Firnanda, Sri Garcinia Lathifah, dan Zahrotin Saleha, serta dua mahasiswa Program Studi Magister Bioteknologi, Sekolah Pascasarjana UGM yaitu Jefri Saputro dan Aviesta Linggabuwana. Prestasi aktif ini terwujud tidak terlepas dari pendampingan dan dukungan dari dosen pembimbing yaitu Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc. dan Wahyu Aristyaning Putri, S.Si., M.Sc., Ph.D., serta dukungan pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Pendampingan serta dukungan pendanaan tersebut mendukung partisipasi aktif mahasiswa dalam forum ilmiah internasional serta memperkenalkan riset yang sedang dikembangkan di UGM.
Muhammad Riyan Firnanda menyampaikan hasil risetnya mengenai “Effective Method for DNA Isolation of Coelogyne pandurata Lindl Orchid And The Amplification of AtRKD4 Homologous Gene” dan Sri Garcinia Lathifah dengan risetnya mengenai “Effective Method for DNA Isolation of Paphiopedillum supardii Braem & Loeb Orchid and the Amplification of AtRKD4 Homologous Gene”, yaitu preliminary research untuk penelitian tesis yang berkaitan tentang transformasi genetik, penelitian ini menjadi penting karena sebagai dasar dalam untuk analisis molekuler lanjutan seperti PCR, sequencing, dan konfirmasi hasil transformasi genetik tanaman. Sementara itu, Zahrotin Saleha menyampaikan hasil risetnya berupa integrasi studi metabolomik dan genomik pada fungi endofit dari Brotowali yang potensial sebagai agen anti multi-drug resistant. Peneltian ini merupakan salah satu upaya mencari agen antibiotik baru sebagai dampak dari terus meningkatnya kasus resistensi antibiotik secara global.
Selama mengikuti konferensi, peserta melihat berbagai perkembangan terbaru di bidang bioteknologi yang sebelumnya mungkin hanya dibaca melalui jurnal. Diskusi yang berlangsung juga cukup aktif, terutama pada sesi tanya jawab, di mana peserta saling bertukar pandangan dan pengalaman terkait penelitian yang sedang dilakukan. Peserta juga berkesempatan mengunjungi berbagai exhibition booth dari institusi penelitian, industri, dan lembaga pemerintah, seperti MARDI, HCSCI, Novocraft, MPOB, Nuklear Malaysia, Biomics, Apical serta lembaga dan mitra industri yang terlibat dalam pengembangan teknologi pertanian dan bioteknologi, menampilkan berbagai inovasi dan hasil riset terkini di bidang tersebut. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan field trip ke Universiti Teknologi MARA (UiTM), khususnya di Faculty of Plantation and Agrotechnology UiTM, yang memberikan pengalaman langsung bagi peserta dalam mengenal praktik pertanian serta pemanenan komoditas seperti mangga dan kopi.
Selain itu, konferensi ini juga memberikan gambaran bagaimana riset di bidang pemuliaan tanaman dan bioteknologi memiliki peran penting dalam menjawab isu global, seperti ketahanan pangan dan perubahan iklim. Hal ini membuat peserta semakin memahami bahwa penelitian yang dilakukan tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi juga memiliki dampak yang lebih luas.
Partisipasi dalam IPBBC 2026 ini diharapkan menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk terus berkembang di dunia penelitian dan berani tampil di forum internasional. Pengalaman ini tidak hanya menjadi motivasi untuk menghasilkan karya ilmiah yang lebih berkualitas dan relevan, tetapi juga menjadi pijakan dalam mengimplementasikan inovasi bioteknologi serta pemuliaan tanaman guna memperkuat ketahanan pangan global dan memitigasi dampak perubahan iklim. Melalui kontribusi riset dan penguatan jejaring akademik tersebut, keikutsertaan mahasiswa ini menjadi wujud nyata dalam mendukung tercapainya target pembangunan berkelanjutan, khususnya SDGs nomor 2 (Zero hunger), SDGs nomor 4 (Quality education), SDGs nomor 13 (Climate action), dan SDGs nomor 15 (Life on land) demi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. [Penulis: Zahrotin Saleha]
Sekolah Desain 2026 merupakan program kerja yang diselenggarakan oleh Departemen Media dan Informasi BEM Biologi UGM sebagai wadah untuk mengembangkan keterampilan desain grafis bagi peserta internal BEM Biologi UGM, Keluarga Mahasiswa Fakultas Biologi UGM, dan masyarakat umum yang memiliki minat di bidang desain. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring pada Minggu, 25 April 2026 di Ruang 1 Gedung B Fakultas Biologi UGM pukul 10.35–11.35 WIB dan dihadiri oleh 20 peserta. Sekolah Desain 2026 bertujuan memberikan pelatihan dan pemahaman mengenai prinsip dasar desain grafis, teknik desain yang efektif, serta penggunaan software yang relevan, khususnya Figma sebagai aplikasi desain kolaboratif yang banyak digunakan saat ini. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat mengeksplorasi kreativitas, meningkatkan keterampilan desain, dan memperluas koneksi dengan lingkungan internal maupun eksternal.
Kegiatan diawali oleh pembukaan dari Master of Ceremony, Muhammad Fikri Faidhillah. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ketua Pelaksana Sekolah Desain 2026, Marvelle Jevon Sia, serta Ketua BEM Biologi UGM Kabinet Jivana Pradibta, Nelson Joshep Dharmawan. Sesi utama menghadirkan Godgift Venitta Silaen dari Universitas Gadjah Mada sebagai narasumber yang memiliki banyak pengalaman di bidang media, termasuk desain, dekorasi, dan dokumentasi (DDD) pada acara Gelex serta berbagai pengalaman serupa lainnya. Dalam sesi pematerian, narasumber membahas prinsip umum desain grafis, pentingnya desain sebagai media komunikasi yang efektif, serta pengenalan dan demonstrasi penggunaan Figma. Setelah itu, peserta mengikuti praktik study case berupa pembuatan poster bertema Hari Bumi selama 20 menit agar dapat langsung menerapkan materi yang telah dipelajari. Hasil karya kemudian dikumpulkan melalui Google Form yang telah disediakan panitia dan dipilih tiga poster terbaik untuk mendapatkan apresiasi. Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif, penyampaian kesan dan pesan, dokumentasi bersama, hingga penutupan. Melalui rangkaian kegiatan ini, Sekolah Desain 2026 diharapkan mampu membantu peserta memahami dunia desain grafis dengan lebih baik sekaligus mendorong lahirnya ide-ide kreatif yang bermanfaat. [Penulis: BEM]
Yogyakarta, 22 April 2026 Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada kembali mencatat prestasi membanggakan. Salah satu mahasiswa Program Doktor Biologi, Dr. Stanley Evander Emeltan Tjoa, S.Si., M.Biotek., dinobatkan sebagai lulusan terbaik pada wisuda periode III TA 2025/2026 dengan capaian akademik yang luar biasa.
Stanley berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,0 dan menyelesaikan studinya dalam waktu 2 tahun 5 bulan 14 hari, menjadikannya salah satu lulusan tercepat di program doktoral. Mahasiswa asal Ternate, Maluku Utara ini menempuh pendidikan melalui skema by research sambil tetap aktif bekerja di industri farmasi, tepatnya di PT Konimex.
Di bawah bimbingan Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc.selaku promotor, serta ko-promotor Prof. Dr.Eng. Edi Suharyadi, S.Si., M.Si., M.Eng. dan Prof. Drs. Mudasir, M.Eng., Ph.D., Stanley mengembangkan riset yang menjembatani dunia akademik dan industri, khususnya dalam pengembangan kit ekstraksi DNA tumbuhan berbasis biologi molekuler.
Dalam sambutannya sebagai wakil wisudawan di Grha Sabha Pramana UGM, Stanley menyampaikan bahwa perjalanan akademik bukanlah tanpa tantangan. Ia menyoroti berbagai dinamika yang dihadapi mahasiswa, mulai dari kegagalan eksperimen hingga tekanan dalam mengambil keputusan. Namun, ia menegaskan bahwa setiap tantangan merupakan bagian dari proses pembelajaran yang membentuk ketangguhan dan kebijaksanaan.
“Wisuda bukanlah akhir, melainkan gerbang menuju dunia yang lebih luas, penuh peluang dan tantangan. Setiap kegagalan adalah batu loncatan, dan setiap keberhasilan adalah bukti bahwa usaha tidak pernah mengkhianati hasil” ungkapnya.
Stanley juga menekankan pentingnya nilai adaptif, fleksibel, dan kompromi sebagai kunci keberhasilannya dalam menyelesaikan studi secara optimal, bahkan di tengah kesibukan profesional. Selama masa studinya, ia berhasil menghasilkan 7 publikasi ilmiah internasional, dengan beberapa di antaranya memiliki dampak signifikan di bidangnya.
Prestasi ini sekaligus mencerminkan kualitas pendidikan dan ekosistem riset di Fakultas Biologi UGM yang terus berkembang dan relevan dengan kebutuhan global. Capaian tersebut juga sejalan dengan komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya: SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Sebagai bagian dari komitmen internasionalisasi pendidikan, Program Sarjana dan Pascasarjana Fakultas Biologi UGM juga membuka berbagai peluang program double degree, antara lain:
- Program Sarjana bekerja sama dengan:
-
- The Australian National University (Australia)
- University of Leeds (Inggris)
- Universiti Tun Hussen On Malaysia (Malaysia)
- Program Magister bekerja sama dengan:
- University of Dundee (Inggris)
- University of Leeds (Inggris)
- University of Technology Sydney (Australia)
- Program Doktor bekerja sama dengan:
- Leiden University (Belanda)
Melalui capaian ini, Stanley tidak hanya menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara akademisi dan industri mampu menghasilkan inovasi yang berdampak.
Yogyakarta, 20 April 2026 — Beberapa staff dosen Laboratorium Fisiologi Tumbuhan, Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada telah sukses menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk praktikum bertajuk “Transpirasi pada Tanaman Obat” pada tanggal 15–16 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtanyoma), Jurusan Pertanian, Prodi Agribisnis Hortikultura sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi akademik dan keterampilan praktis di bidang Fisiologi tumbuhan. Dalam setiap sesi praktikum diikuti oleh 30 mahasiswa peserta praktikum.
Pada hari pertama, acara pembukaan dan sambutan diberikan oleh Prof. Dr. Eko Agus Suyono M.App.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Kerjasama. Selanjutnya pada hari kedua pembukaan dan sambutan diberikan oleh Prof. Dr. Bambang Retnoaji MSc. Selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan. Adapun penjelasan teori tentang Transpirasi pada tanaman diberikan oleh Prof. Dr. Kumala Dewi, M.Sc.St., dan kegiatan praktikum didukung oleh tim pengajar yang terdiri dari Dr. Siti Nurbaiti dan Sidiq Permana Putra M.Si. Selain itu laboran (Martono dan A.F. Milasari), dua orang mahasiswa (Ferdi Arif dan Dewi Widiarti) serta Hasni Indriyanti S.Si, juga membantu kelancaran kegiatan paraktikum.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa melakukan pengamatan langsung terhadap proses transpirasi pada tanaman obat, khususnya jahe (Zingiber officinale Rosc.) dan kencur (Kaempferia galanga L), menggunakan metode kertas kobalt klorida sebagai indikator tingkat penguapan air melalui stomata. Melalui pendekatan eksperimen ini, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam memahami mekanisme fisiologis tanaman, terutama bagaimana tanaman mengatur kehilangan air sebagai respons terhadap kondisi lingkungan. Penggunaan tanaman obat sebagai objek penelitian juga memberikan nilai tambah karena relevansinya dalam sektor pertanian dan kesehatan. Prof. Kumala Dewi MSc.St. menyampaikan bahwa variasi perlakuan dalam kegiatan praktikum Transpirasi ini dirancang untuk memperkuat pemahaman konseptual sekaligus keterampilan praktis mahasiswa. “Transpirasi merupakan proses penting dalam kehidupan tanaman, terutama dalam menghadapi berbagai kondisi cekaman seperti kekeringan. Dengan memahami mekanisme ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan strategi budidaya yang lebih adaptif dan berkelanjutan,” ujarnya. Mahasiswa mengikuti kegiatan praktikum dengan cukup antusias dan untuk masingmasing sesi praktikum, 3 orang mahasiswa yang mencapai nilai tertinggi dalam pretest diberikan apresiasi dalam bentuk doorprice.
Kegiatan praktikum ini juga sejalan dengan upaya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya dalam aspek ketahanan pangan (SDG pilar No 2 : Zero Hunger), pendidikan berkualitas (SDG pilar no 4: Quality Education), serta Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (SDG pilar no 12: Responsible Consumption and Production). Pemahaman yang lebih baik mengenai adaptasi tanaman terhadap lingkungan diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan sistem pertanian yang tangguh di masa depan. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Fakultas Biologi berharap dapat terus berperan aktif dalam mencetak generasi muda yang kompeten, inovatif, dan peduli terhadap keberlanjutan lingkungan.
Mahasiswa Fakultas Biologi UGM Raih Penghargaan Nasional berupa Juara 1, Gold Medal, dan Best Poster pada lomba Esai Nasional Nusantara Creative Competition (NCC) 3 tanggal 11 – 12 April 2026. NCC 3 2026 merupakan salah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Setara Prisma Nusantara (Nusantara Muda) Bekerjasama dengan Politeknik TEDC Bandung setiap satu tahun sekali. Kegiatan NCC 3 dilaksanakan secara offline pada jenjang siswa dan mahasiswa yang terdiri dari lomba esai. Perlombaan ini mengusung tema “Ide, Inovasi, dan Keberanian Berpikir Generasi Muda Sebagai Fondasi Kemajuan Nusantara”.

Mahasiswa S1 Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada Angkatan 2022, yaitu Salsabila Arwa Maharani, Winda Lutfiana Hafidz, dan Intan Nur Aprilia, dan berhasil meraih prestasi berupa Juara 1, Gold Medal, dan Best Poster pada Lomba Esai yang diselenggarakan oleh Lembaga Setara Prisma Nusantara (Nusantara Muda) Bekerjasama dengan Politeknik TEDC Bandung 2026 di bawah bimbingan Ibu Wahyu Aristyaning Putri, S.Si., M.Sc., Ph.D. Karya esai ini diajukan dengan subtema “Lingkungan” yang berjudul “Rekayasa Comamonas thiooxidans Berbasis PETase, MHETase, dan LuxCDABE sebagai Biosensor Bioluminesensi dan Agen Biodegradasi PET pada Lingkungan Tercemar Mikroplastik”.
Meningkatnya pencemaran mikroplastik di Indonesia menjadi latar belakang penyusunan karya esai ini. Inovasi yang diangkat berupa rekayasa Comamonas thiooxidans berbasis PETase, MHETase, dan luxCDABE sebagai biosensor bioluminesensi sekaligus agen biodegradasi PET, menawarkan solusi berkelanjutan dalam mendeteksi serta mengurangi pencemaran mikroplastik di lingkungan. Sistem ini memungkinkan deteksi produk degradasi plastik PET secara real-time melalui sinyal bioluminesensi, sekaligus mempercepat proses penguraian polimer PET menjadi senyawa yang lebih sederhana. Inovasi tersebut tidak hanya menghadirkan metode pemantauan lingkungan yang ramah lingkungan dengan biaya rendah, tetapi juga memiliki nilai aplikatif tinggi karena dapat menjadi alternatif dari metode konvensional yang cenderung mahal dan kurang praktis di lapangan. Diharapkan, penerapan biosensor rekombinan ini menjadi strategi berkelanjutan dalam pengendalian pencemaran mikroplastik, serta mendukung perlindungan ekosistem dan kesehatan masyarakat di sekitar area terdampak. Dengan demikian, lingkungan yang terpapar mikroplastik dapat dipantau secara efektif sehingga risiko dampak negatif terhadap organisme hidup dapat ditekan. Lingkungan yang lebih bersih dan aman akan mendorong keberlanjutan ekosistem, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta mendukung pengelolaan sumber daya alam yang lebih bertanggung jawab di masa depan, sehingga mampu mendukung tercapainya SDGs ke-3, ke-6, ke-12, dan ke-14. [Penulis: Salsabila Arwa Maharani]







































