Fakulti Sains Gunaan UiTM Cawangan Perak, Kampus Tapah, Malaysia Lakukan Kunjungan ke Fakultas Biologi UGM untuk Inisiasi Kolaborasi Internasional

Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan akademik dari Fakulti Sains Gunaan, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Perak, Kampus Tapah, Malaysia pada Rabu, 24 September 2025, bertempat di Gedung Auditorium Biologi Tropika, Fakultas Biologi UGM, pukul 10.30–12.00 WIB.


Pihak Fakultas Biologi UGM diwakili oleh Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama dan Alumni, didampingi oleh Prof. Dr. Yekti Asih Purwestri, S.Si., M.Si. dan Dr. Tri Rini Nuringtyas, S.Si., M.Sc. dari Laboratorium Biokimia. Sementara itu, delegasi dari UiTM dipimpin oleh Dr. Fathiah Abdullah (Ketua Pusat Pengajian) bersama Dr. Noor Fadhilah Muhamad Sahapini (Koordinator Program), serta para dosen dan staf: Dr. Emi Norzehan Mohamad Mahbob, Dr. Siti Sumaiyah Sheikh Abdul Aziz, Dr. Ahmed Nazeer Che Mat, Dr. Siti Nasuha Mohd Rafien, Puan Nurul Amni Abdullah, Puan Mazlini Mazian, Puan Rabiatul Adawiyah Abdul Wahab, Puan Nurul Nazwa Mohammad, Puan Nadia Nisha Musa, dan 14 mahasiswa.

Dalam pertemuan ini, kedua fakultas saling memperkenalkan profil dan capaian masing-masing, sekaligus membahas peluang kerja sama yang dapat dikembangkan ke depan. Beberapa inisiasi kolaborasi yang didiskusikan meliputi program mobility (inbound/outbound), student exchange, summer program, joint research, co-supervision, sabbatical, post-doctoral, external examiner, teaching/lectures, co-teaching, professional training, industrial connection, serta consulting.

Dr. Eko Agus Suyono dalam sambutannya menyampaikan harapan agar kerja sama ini tidak hanya berhenti pada diskusi awal, melainkan dapat segera diwujudkan melalui perjanjian yang lebih formal. “Setelah pertemuan ini, kami ingin berdiskusi lebih lanjut dengan pimpinan Fakulti Sains Gunaan, UiTM, untuk menyusun Memorandum of Agreement (MoA) sehingga kolaborasi dapat segera direalisasikan,” ungkapnya.

Selain sesi diskusi, delegasi UiTM juga melakukan kunjungan laboratorium untuk melihat secara langsung sarana riset di Integrated Genome Factory (IGF) Fakultas Biologi UGM—pusat layanan sekuensing DNA/RNA terintegrasi—serta ke Pusat Studi Bioteknologi Pascasarjana UGM. Kunjungan ini memberikan gambaran nyata tentang kapasitas riset dan fasilitas unggulan yang dapat mendukung kerja sama internasional antara kedua institusi.

Kunjungan ini sekaligus mendukung komitmen Fakultas Biologi UGM dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:

  • SDG 4: Quality Education, melalui pengembangan program pertukaran mahasiswa, co-teaching, dan pelatihan profesional.
  • SDG 9: Industry, Innovation, and Infrastructure, melalui kerja sama riset bersama dan keterhubungan dengan industri.
  • SDG 17: Partnerships for the Goals, dengan memperkuat jejaring internasional antara UGM dan UiTM untuk menghadirkan dampak lebih luas bagi pendidikan dan penelitian.
Melalui kunjungan ini, diharapkan hubungan antara Fakultas Biologi UGM dan Fakulti Sains Gunaan UiTM semakin erat serta mampu membuka peluang kolaborasi strategis yang bermanfaat bagi kedua institusi, mahasiswa, dan masyarakat global.

PRAKTIK PENGOLAHAN HASIL BUDIDAYA TANAMAN PEKARANGAN MENJADI PRODUK BERNILAI JUAL

Dalam rangka meningkatkan nilai ekonomis hasil panen budidaya tanaman pekarangan, Tim PkM-MBKM 2025 diketuai oleh Prof. Dr. Diah Rachmawati, S.Si., M.Si. telah menyelenggarakan praktik pengolahan hasil budidaya tanaman pekarangan menjadi produk bernilai jual kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Amanda pada hari Minggu, 21 September 2025 di Padukuhan Kepuh Wetan, Kalurahan Wirokerten, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tim PkM-MBKM Fakultas Biologi UGM yang beranggotakan Jovanka, Khansa Fauziah Rachman, Samantha Sonya Putri, dan Dhea Amelia memberikan materi cara mengolah hasil budidaya terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan praktik bersama-sama mengolah hasil budidaya tanaman rosella (Hibiscus sabdariffa L.), telang (Clitoria ternatea L.), jahe (Zingiber officinale Roscoe), dan serai (Cymbopogon citratus (DC.) Stapf). Pada kegiatan ini dilakukan pengolahan hasil budidaya berupa sirup dan selai rosella, teh rosella, telang, jahe, dan serai, serta mie telang.


Kegiatan ini diawali dengan pemaparan materi langkah-langkah pembuatan sirup dan selai rosella, teh rosella, telang, jahe, dan serai, serta mie telang yang dimulai dari pengeringan hasil panen, persiapan bahan hingga pengolahannya. Berikutnya, dilakukan demonstrasi pembuatan sirup rosella menggunakan rosella yang sudah dikeringkan, kemudian sisa rosella digunakan untuk membuat selai rosella sehingga meminimalisir sampah yang dihasilkan. Kegiatan dilanjutkan dengan pembuatan teh dari rosella, telang, serai, dan jahe dengan kombinasi sesuai selera dan kreativitas masing-masing anggota KWT Amanda. Tim PkM-MBKM bersama anggota KWT Amanda juga bersama-sama membuat mie dengan pewarna bunga telang, mulai dari membuat adonan, memipihkan dan mencetak adonan mie, serta dimasak dengan berbagai bumbu dan topping seperti sawi, bakso, sosis, dan telur. Adonan mie diolah dengan dua cara, yaitu dikukus kemudian dikeringkan, dan direbus untuk langsung dimasak. Semua produk olahan diolah tanpa pengawet. Kegiatan dilanjutkan dengan menyantap bersama-sama olahan hasil budidaya yang sudah dibuat bersama.

Dalam kegiatan praktik pengolahan hasil budidaya ini, anggota KWT Amanda sangat antusias mengikuti setiap langkah pembuatan produk dari rosella, telang, serai, dan jahe yang nantinya dapat dilakukan secara mandiri oleh para anggota KWT Amanda saat tanaman sudah panen. Anggota KWT Amanda juga aktif bertanya dan ikut membuat produk olahan sehingga kegiatan berjalan secara interaktif. Selain itu, mereka juga sangat menikmati hasil olahan yang sudah dibuat sehingga dapat menjadi inspirasi produk olahan hasil budidaya yang disukai berbagai kalangan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan dan ketahanan pangan (SDG 2) serta menghasilkan produk olahan yang dapat meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan masyarakat (SDG 3). Pengembangan produk bernilai tambah membuka peluang usaha baru serta memperkuat ekonomi berbasis sumber daya lokal (SDG 9) serta kolaborasi ini memperkuat hubungan antara tim pelaksana dan masyarakat mitra (SDG 17).

Biologi untuk Lingkungan dan Kemanusiaan: Fakultas Biologi UGM Rayakan 70 Tahun Kiprah Menuju Keberlanjutan Global

Yogyakarta, 18 September 2025 – Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan upacara puncak peringatan Lustrum XIV sekaligus Dies Natalis ke-70 pada Kamis (18/9) di Auditorium Biologi Tropika. Dengan mengusung tema “Biology for Environment and Humanity”, acara ini menegaskan komitmen Fakultas Biologi UGM dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan peningkatan kualitas hidup manusia, baik di tingkat nasional maupun global. Acara puncak ini juga disiarkan langsung melalui kanal YouTube Fakultas Biologi UGM, sehingga dapat diikuti oleh masyarakat luas.

Rapat Terbuka Senat dihadiri secara daring oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi riset biologi tropika untuk menjawab tantangan masa depan di bidang pangan, energi, dan lingkungan. Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K), Ph.D., turut memberikan apresiasi atas capaian Fakultas Biologi dalam menghasilkan inovasi berbasis biologi tropika yang nyata manfaatnya bagi masyarakat. Rektor UGM juga menegaskan bahwa UGM melalui Fakultas Biologi telah menunjukkan komitmennya sebagai Pusat Unggulan Biologi Tropika Nasional dan Internasional.

Dalam pidato ilmiah, Drs. Heri Susanto, S.Si., M.M., Managing Director Rentokil Initial (Indonesia, Sri Lanka & Maldives), membawakan paparan berjudul “Peran dan Pemanfaatan Biologi dalam Industri Pest Management di Indonesia dan Dunia”. Ia menekankan pentingnya penerapan ilmu biologi dalam pengelolaan hama terpadu guna mendukung ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, serta keberlanjutan industri yang berwawasan lingkungan.

Sementara itu, Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi S. Daryono, M.Agr.Sc., dalam laporannya memaparkan berbagai capaian fakultas selama lima tahun terakhir, termasuk penguatan riset bioteknologi tropika, pengembangan kurikulum internasional, serta kontribusi alumni di berbagai bidang. Ia juga mengumumkan soft launching rencana pembangunan Gedung Bio Medic Center, yang digadang menjadi pusat unggulan baru dalam pengembangan riset dan layanan biologi medis berbasis biodiversitas tropika,

Agenda Rapat Senat Terbuka merupakan acara inti dari rangkaian kegiatan Lustrum XIV dan Dies Natalis ke-70 yang telah berlangsung sejak Mei 2025. Sebelumnya telah dilaksanakan berbagai kegiatan yaitu Fun Walk, Bedah Buku dan Donor Darah, Seminar Nasional Biologi Tropika, International Summer Course, hingga Temu Alumni dan Panggung Kreasi BioToprak. Seluruh kegiatan ini bertujuan mempererat jejaring sivitas akademika, alumni, dan mitra, sekaligus memperkuat kontribusi Fakultas Biologi UGM sebagai pusat unggulan biologi tropika di tingkat nasional maupun internasional.
Dalam kegiatan ini juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan PT. Biogen, Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta, Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Tema Biology for Environment and Humanity menjadi pengingat bahwa inovasi biologi harus senantiasa diarahkan untuk solusi berkelanjutan bagi bumi serta kesejahteraan umat manusia,” ujar Prof. Budi S. Daryono.

 

Kaji Aplikasi Pharmacogenomics dan Kanker Herediter, IGF Fakultas Biologi UGM Perkuat Potensi Kolaborasi Pemanfaatan Teknologi Genomik di BB Binomika Kemenkes RI

Jakarta, 16 September 2025 – Integrated Genome Factory (IGF), fasilitas riset dan layanan genomik di bawah naungan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM), turut berpartisipasi aktif dalam Seminar “Application of Oxford Nanopore Adaptive Sampling in Precision Medicine: Pharmacogenomics and Hereditary Cancer”. Acara yang diselenggarakan oleh Balai Besar Biomedis dan Genomika Kesehatan (BB Binomika) Kementerian Kesehatan RI di Auditorium Gedung Eijkman RSCM Jakarta ini menjadi platform strategis untuk mendalami perkembangan terkini genomic medicine di Indonesia.


Seminar ini menghadirkan pakar ahli yakni Simon Dunbar dari Oxford Nanopore Technologies dan Levana Sani dari Nalagenetics, yang memaparkan secara komprehensif alur kerja pharmacogenomics (PGx) dan analisis panel kanker herediter (hereditary cancer). Fokus utama pembahasan adalah pemanfaatan teknologi sekuensing generasi terbaru, khususnya metode adaptive sampling yang memungkinkan analisis genom menjadi lebih efisien dan terarah pada gen-gen target (pharmacogenes) atau penanda genetik lainnya. Proses ini secara efisien memperkaya (enrichment) data dari wilayah genom yang menjadi fokus, tanpa memerlukan persiapan sampel di laboratorium yang rumit dan memakan waktu (seperti PCR atau hybrid-capture). Sebagai tindak lanjut dari deteksi yang dapat dilakukan dengan teknik adaptive sampling ini, Levana Sani kemudian memaparkan sistem pelaporan (reporting) dari Nalagenetics yang terintegrasi untuk dapat menerjemahkan hasil deteksi pada upaya pengobatan (actionable items). Hal ini akan memudahkan dokter, peneliti dan atau pasien memahami kondisi lebih tepat untuk rekomendasi penanganan lebih lanjut.

Kehadiran perwakilan dari IGF Fakultas Biologi UGM dalam seminar ini tidak hanya bertujuan untuk menyerap pengetahuan, tetapi juga untuk menjajaki peluang kolaborasi yang lebih erat. Dalam diskusi yang berlangsung di sela-sela acara, IGF membahas potensi kerja sama lanjutan dengan para pemangku kepentingan untuk pemanfaatan fasilitas sekuensing genomik yang dimiliki. IGF siap mendukung kebutuhan riset dan klinis nasional dengan teknologi seperti Promethion 24 (Oxford Nanopore Technologies), yang merupakan salah satu instrumen terdepan untuk pemetaan genom skala besar.

“Partisipasi kami dalam forum penting yang diinisiasi oleh BB Binomika Kemenkes ini menegaskan komitmen IGF untuk menjadi bagian dari ekosistem genomik nasional, terkhusus untuk bidang genomic medicine” ujar Indra Lesmana, M. Sc selaku pengelola fasilitas. “Kami membuka pintu seluas-luasnya untuk kolaborasi, terutama dalam pemanfaatan kapasitas teknologi dan keahlian yang kami miliki di UGM untuk mendukung agenda kesehatan nasional.”

Partisipasi ini diharapkan dapat menjadi fondasi bagi kolaborasi strategis antara IGF Fakultas Biologi UGM dengan institusi pemerintah, akademik, dan riset di Indonesia, mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan inovasi layanan kesehatan berbasis genomik yang mana mendukung Sustainable Development Goals (SDG)s point 3: Good Health and Well-Being dan SDG point 9: Industry, Innovation and Infrastructure. (Aditya Aryandi Setiawibawa, M. Sc)

Tentang Integrated Genome Factory (IGF)

Integrated Genome Factory (IGF) adalah fasilitas riset dan layanan genomik yang berlokasi di Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada. Didukung oleh teknologi sequencing generasi terbaru, IGF melayani kebutuhan analisis genomik untuk para peneliti dari dalam dan luar UGM, serta berkomitmen untuk mendukung kemajuan riset ilmu hayati di tingkat nasional dan internasional. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi igf-sequencing.com.

Diklat Ruang Arsitektur Lanskap Calon Seedling, Kelompok Studi Arsitektur Taman (KSAT) 2025

Dalam rangka Open Recruitment KSAT, telah dilaksanakan kegiatan Diklat Ruang Arsitektur Lanskap bagi Calon Seedling KSAT pada Sabtu, 6 September 2023. Sebagai diklat ruang pertama untuk para calon anggota baru, acara ini menyajikan pematerian dasar mengenai Arsitektur Lanskap dan unsur-unsurnya. Kegiatan ini diadakan secara luring di Ruang 4B Fakultas Biologi UGM dan diisi oleh pemateri dari Sub-Divisi Keilmuan Arsitektur Lanskap KSAT. Tujuan utama dari diklat ini adalah untuk memberikan pengenalan mendalam tentang bidang Arsitektur Lanskap kepada para calon anggota baru.


Kegiatan Diklat Ruang Arsitektur Lanskap diawali dengan sesi pembukaan yang dipandu oleh dua MC dari KSAT 2024, Anggita Rahmayanti dan Iin Nur Rafika. Sesi kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi inti oleh tim pemateri dari Sub-Divisi Keilmuan Arsitektur Lanskap, yaitu Ghefira Nur Fatimah (KSAT 2022) dan Dzakiyya Ishmah Ramadhani (KSAT 2022). Materi yang disampaikan sangat komprehensif, mencakup pengertian, ruang lingkup, dan peran biologi dalam arsitektur lanskap, hingga aspek teknis seperti notasi desain, notasi tanaman, dan kepenulisan arsitektur. Pemateri juga menjelaskan berbagai jenis taman berdasarkan fungsi dan gayanya. Setelah sesi materi, para Calon Seedling dibagi menjadi tiga kelompok untuk mengerjakan tugas praktik lapangan (outdoor) yang bertujuan untuk meperdalam pemahaman melalui pengalaman nyata. Tugas ini melibatkan penggambaran simbol dan notasi taman di beberapa lokasi di area Fakultas Biologi, seperti taman samping Masjid Al Hayat, taman samping MSIBC, dan taman samping Auditorium Geografi. Setiap kelompok kemudian mempresentasikan hasil pekerjaan mereka. Selain itu, kegiatan juga dimeriahkan dengan sesi permainan seru dan makan bersama. Acara ditutup dengan doa penutup dan sesi dokumentasi bersama seluruh peserta.

Pelaksanaan Diklat Ruang Arsitektur Lanskap KSAT telah berlangsung dengan sukses. Kegiatan ini diharapkan dapat membekali Calon Seedling KSAT dengan pemahaman fundamental tentang Arsitektur Lanskap, sekaligus mendorong mereka untuk berinteraksi dan berkolaborasi dalam rangkaian kegiatan selanjutnya. Semoga KSAT terus berkembang “Berakar Kokoh Menembus Peradaban”, menjadi kelompok studi yang memberikan kontribusi signifikan. Dengan demikian, KSAT dapat terus menyebarkan manfaat bagi lingkungan, civitas akademika, dan masyarakat secara lebih luas. [Penulis: Panitia Open Recruitment KSAT 2025]

Mahasiswa Pascasarjana Biologi UGM Raih Best Speaker di International Conference IYLS 2025 di Malaysia

Mahasiswa Program Pascasarjana Biologi, Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Indah Sukma Ningsih, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan Best Speaker dalam ajang International Youth Leadership Summit (IYLS) 2025 yang digelar oleh LEADS Foundation pada 1–4 Juni 2025 di Malaysia.


Konferensi internasional yang mengusung tema “Leader: A Youth Led Movement for Global Change” ini menghadirkan puluhan delegasi muda untuk berbagi ide, gagasan, dan solusi inovatif dalam menjawab tantangan global. Pada kesempatan tersebut, Indah yang dibimbing oleh Prof. Dr. Endah Retnaningrum, S.Si., M.Eng., mempresentasikan karya berjudul “Waste Ranger: An Interactive and Participatory Digital Platform as a Sustainable Waste Management Solution.”

Dalam paparannya, Indah mengangkat isu serius terkait pengelolaan sampah di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (2024), Indonesia menghasilkan 31,9 juta ton sampah pada tahun 2023, dengan sekitar 35,67% di antaranya belum terkelola secara optimal. Kondisi tersebut memicu berbagai bencana ekologis, mulai dari banjir, pencemaran udara, kerusakan ekosistem darat, hingga degradasi ekosistem laut yang berakibat pada kematian spesies endemik.

Untuk menjawab permasalahan ini, Indah merancang Waste Ranger, sebuah platform digital berbasis edukasi dan partisipasi yang ditujukan bagi generasi muda. Platform ini memadukan teknologi dengan aksi nyata melalui fitur-fitur interaktif seperti Ranger Alert (ajakan memilah sampah), Ranger Smart (edukasi melalui video interaktif), Peta Misi pemetaan lokasi TPA di 38 provinsi), Jejak Aksi (unggah aksi lingkungan dengan sistem penghargaan bintang), Quiz Interaktif, serta Profil Pengembang sebagai ruang kolaborasi. Melalui inovasi ini, Waste Ranger diharapkan mampu menggerakkan anak muda untuk bersama-sama menjadi agen perubahan dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Ide ini mendapat apresiasi tinggi dari dewan juri karena dinilai solutif, aplikatif, serta relevan dengan isu global. Tidak hanya menghadirkan gagasan yang kuat, Indah juga mampu menyampaikan presentasi dengan komunikatif dan inspiratif, sehingga berhasil meraih predikat Best Speaker dalam forum bergengsi tersebut.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus menghadirkan inovasi berbasis sains yang berdampak nyata bagi masyarakat. Harapannya, Waste Ranger dapat dikembangkan lebih lanjut dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan,” ungkap Indah.

Prof. Dr. Endah Retnaningrum selaku pembimbing turut menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut. “Prestasi Indah membuktikan bahwa mahasiswa UGM mampu bersaing di tingkat internasional dengan ide yang inovatif sekaligus aplikatif. Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi nyata di kancah global,” ujarnya. Dengan capaian ini, Indah Sukma Ningsih tidak hanya mengharumkan nama Universitas Gadjah Mada, tetapi juga membawa semangat bahwa generasi muda Indonesia memiliki peran penting dalam menjawab permasalahan lingkungan global melalui inovasi, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi. [Penulis: Indah Sukma Ningsih]

Mahasiswa Pascasarjana Biologi UGM Raih Medali Perunggu di Kompetisi Biologi Internasional MIBC 2025

Mahasiswa program pascasarjana biologi, Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada menorehkan prestasi yang gemilang di ajang Internasional Essay Competition the Maliki International Biology Competition (MIBC) 2025 dengan tema “Empowering The Future Through Biological Innovation yang berlangsung pada tanggal 31 Agustus 2025 di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Lomba International yang diikuti oleh Indah Sukma Ningsih dibawah bimbingan Prof. Dr. Endah Retnaningrum, S.Si., M.Eng membawa ide tentang “Alfocarb: Avocado Seed Low Glycemic Resistant Carbohydrate For Obesity Management”. Lomba international yang diikuti oleh 72 peserta dari berbagai negara dan diseleksi menjadi 15 finalis hingga Indah mendapatkan bronze medal, tak terlepas dari fokus seorang mahasiswa pascasarjana ini dalam meneliti pangan fungsional.


ALFOCARB merupakan inovasi pangan fungsional yang memanfaatkan biji alpukat, limbah pertanian yang selama ini kurang dimanfaatkan, menjadi sumber pati resisten rendah glikemik. Melalui proses fermentasi dengan Actinomycetesyang dikombinasikan dengan pemanasan bertekanan (autoclaving) dan pendinginan, kadar pati resisten meningkat signifikan. Pati ini berperan menjaga kestabilan gula darah, membantu manajemen obesitas, sekaligus mendukung kesehatan pencernaan melalui produksi asam lemak rantai pendek di usus besar.

Menurut Indah, riset ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap tingginya prevalensi obesitas di dunia, termasuk Indonesia, yang kini mencapai 23,4% pada usia dewasa. “Melalui riset ini, saya ingin menghadirkan solusi yang tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan masyarakat, tetapi juga ramah lingkungan. Pemanfaatan biji alpukat sebagai sumber pangan fungsional adalah wujud inovasi yang lahir dari potensi lokal Indonesia,” ungkapnya.

Dosen pembimbing, Prof. Endah Retnaningrum, turut memberikan apresiasi atas capaian tersebut. “Indah telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam penelitian dan inovasi. Karya ini membuktikan bahwa potensi lokal bisa menjadi solusi atas permasalahan global, baik di bidang kesehatan maupun lingkungan,” tuturnya.

Prestasi ini menambah daftar capaian mahasiswa UGM di tingkat internasional sekaligus menegaskan peran Fakultas Biologi dalam mendorong riset dan inovasi yang relevan dengan tantangan global. Kedepannya, indah diharapkan inovasi ini dapat dikembangkan lebih lanjut agar memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas. [Penulis: Indah Sukma Ningsih]

Keluarga Mahasiswa Pascasarjana (KMP) Fakultas Biologi UGM Sukses Gelar BioLens 2025: Wadah Kreativitas dan Apresiasi Biodiversitas Melalui Fotografi

PRIOSITY: Our Biodiversity is Priority

Yogyakarta, 14 September 2025 – Oleh: Oliv Nurul Kanaya

Pada Sabtu dan Minggu, 13–14 September 2025, Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada sukses menyelenggarakan Biologi Lensa (BioLens) 2025 dengan tema “PRIOSITY: Our Biodiversity is Priority.” BioLens merupakan program kerja Divisi Pemikat (Pengembangan Minat dan Bakat) Keluarga Mahasiswa Pascasarjana yang bertujuan memfasilitasi mahasiswa pascasarjana Fakultas Biologi UGM untuk mengasah bakat dan meningkatkan kreativitas di bidang fotografi, sekaligus memperdalam pemahaman mengenai biodiversitas melalui fotografi. Acara berlangsung selama 2 hari. Hari pertama berlangsung di Ruang Sidang Lantai 3 Gedung A Fakultas Biologi UGM, dengan agenda penyampaian materi, latihan memotret, dan sesi diskusi. Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan di Ledok Sambi dengan agenda lomba fotografi, penjurian, dan awarding, yang menjadi puncak apresiasi bagi karya terbaik para peserta.


Hari pertama kegiatan, Sabtu, 13 September 2025, dibuka dengan sambutan hangat dari Ketua Pelaksana, Desi Anggarini, S.Si., kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan resmi BioLens 2025 oleh Ketua KMP Fakultas Biologi UGM yang diwakili oleh Wakil Ketua, Sais Sularsah, S.Pd., yang dalam pesannya menekankan pentingnya keterampilan fotografi sebagai sarana kreativitas dan apresiasi terhadap biodiversitas. Sambutan berikutnya disampaikan oleh perwakilan Dewan Pengawas KMP, Ersi Larasati, S.Si., yang memberikan motivasi dan semangat bagi para peserta.

Memasuki sesi Bagian Inti, BioLens 2025 menghadirkan Muhammad Iqbal Masardhi, fotografer berpengalaman di bidang dokumentasi satwa liar, serta fotografi dan videografi perjalanan. Dalam kesempatan ini, ia membawakan materi bertajuk “Belajar Dasar Fotografi Menggunakan Smartphone” Peserta diajak mengenal dasar-dasar penting seperti pencahayaan, fokus, dan komposisi, serta tips praktis memotret dengan ponsel, dimulai dari cara memegang smartphone dengan stabil, mengatur fokus, memanfaatkan grid, hingga menangkap momen bergerak. Acara kemudian berlanjut ke sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para peserta antusias mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari teknik memotret di dalam ruangan, pemanfaatan fitur HDR untuk hasil yang lebih optimal. Tidak ketinggalan, dibahas pula tips pengaturan cahaya dan sudut terbaik untuk pengambilan gambar di laboratorium

Acara kemudian berlanjut dengan sesi praktik fotografi di sekitar Fakultas Biologi UGM, di mana peserta dibagi menjadi tiga kelompok untuk langsung menerapkan materi yang telah dipelajari. Suasana semakin meriah ketika pemateri memberikan kuis berisi lima pertanyaan seputar materi, yang disambut antusias oleh seluruh peserta dan diakhiri dengan pembagian hadiah bagi pemenang. Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyampaian teknis dan ketentuan untuk hari berikutnya oleh ketua pelaksana BioLens, menandai akhir sesi dengan suasana hangat dan penuh semangat belajar.

Hari kedua BioLens 2025, Minggu, 14 September 2025, Kegiatan dimulai dengan peserta berkumpul di Fakultas Biologi UGM sebelum bersama-sama melanjutkan perjalanan menuju pendopo Ledok Sambi. Setelah pengarahan mengenai lokasi pengambilan gambar dan ketentuan lomba yang disampaikan oleh Ketua Pelaksana, para peserta diberi waktu sekitar 90 menit untuk mengeksplorasi area Ledok Sambi dan mengabadikan momen melalui lensa ponsel mereka.

Tahun ini, BioLens menghadirkan konsep baru dengan mewajibkan peserta memotret tiga kategori berbeda, yakni flora, fauna, dan human interest. Suasana berlangsung meriah, dengan peserta tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Setelah sesi pemotretan, karya peserta dikumpulkan melalui Google Form untuk dinilai secara objektif oleh tiga dewan juri, yaitu M. Iqbal Masardhi, yang juga menjadi pemateri pada kegiatan ini, Wahyul Fatwatul Umam A.S., yang memiliki pengalaman sebagai juri dan pemateri BioLens II 2024 sekaligus juara II BioLens I, serta Agung Laksono Yudha, yang sebelumnya berpengalaman menjadi juri pada BioLens I dan II tahun 2024.

Pada sesi penilaian, setelah melalui diskusi hangat dan proses penjurian yang penuh antusiasme, dewan juri akhirnya menetapkan tiga pemenang dengan karya foto terbaik: 1) Irvanda Mustofa Arif, 2) Badrun Mahera Agung, dan 3) Zidni Istiqfarin. Ketiganya menerima hadiah dan apresiasi di hadapan seluruh peserta. BioLens 2025 ditutup dengan penyerahan sertifikat dan kenang-kenangan kepada pemateri, penghargaan bagi para pemenang, serta testimoni penuh semangat dari mereka. Acara diakhiri dengan jargon khas BioLens, Capture the Diversity,” dan sesi foto bersama yang meninggalkan kesan hangat serta motivasi baru untuk terus mengasah kreativitas melalui fotografi.

 

Contact Person:
Desi Anggarini (085261628142)
Instagram: @kmpfabiogama
YouTube: KMP Biologi UGM
Email: kmp.biologi@ugm.ac.id

Translate »