Tim Program Hibah Bina Desa (PHBD) BEM Fakultas Biologi UGM yang mengusung penerapan aplikasi MG-3, yaitu melon hasil rakitan Laboratorium Genetika Fakultas Biologi untuk peningkatan produksi petani Desa Jamusan dalam memproduksi melon juga mengenalkan sekaligus memberikan pelatihan terkait panganan dengan bahan dasar melon. Hal ini dilakukan untuk memberikan inovasi dan memantik Ibi-Ibu PKK Jamusan untuk berkreasi dan berkarya sekaligus memperoleh pendapatan dalam memanfaatkan buah melon hasil sortiran dari panen petani jamusan ataupun yang tidak terserap oleh pasar.
Pelatihan ini telah dilaksanakan dua kali, yaitu pertama pada tanggal 31 Oktober lalu yaitu kegiatan berupa pengenalan program PHBD, pengenalan panganan dengan bahan dasar melon, dan pelatihan membuat beberapa produk panganan. Produk panganan yang dibuat pada sosialisasi pertama berupa donat melon dan cup cake. Antusiasme Ibu-Ibu Desa Jamusan dalam program ini ditunjukkan dengan jumlah kehadiran mencapai 21 orang dan alhasil harus rela berdesak-desakan di rumah Ibu Sulbi (salah satu warga Jamusan) dalam pengenalan dan pelatihan produk ini. “Alhamdulillah, Ibu-Ibu Jamusan memiliki semangat dan antusiasme yang tinggi dalam program ini. Produk yang kita buat bersama pun sukses dengan rasa yang lezat. Dari pelatihan ini, akan diadakan lagi pelatihan kedua dengan target produk olahan yang lain berupa ice cream dan puding melon” ujar Rima Izzatun Nisa (Biologi agk.2013) sebagai penanggung jawab program pelatihan.
Pelatihan yang kedua, dilaksanakan pada tanggal 8 November dan berlangsung sukses. Program dibuka langsung oleh Dosen Pembimbing PHBD, Bapak Heri Soenarwan di rumah Ibu Sulbi dengan jumlah peserta sebanyak 17 orang. Produk yang dibuat pada program yang kedua berupa Ice cream dan kue sus rasa melon. Produk-produk hasil pelatihan ini kedepannya akan dipasarkan dikalangan mahasiswa Gadjah Mada khususnya sebelum dipasarkan kepada masyarakat luas. “Program ini simple, memanfaatkan melon sortiran hasil panen Bapak-Bapak untuk kemudian diolah oleh Ibu-Ibu, dipasarkan dan memperoleh keuntungan sehingga program PHBD yang kita usung benar-benar bermanfaat bagi seluruh elemen Desa Jamusan” ucap Wiko Arif Wibowo (Biologi agk.2012) selaku ketua tim. Target selanjutnya akan dilaksanakan produksi yang dilakuakan pasca panen yaitu setelah tanggal panen 15-16 November. Struktur organisasi kelompok pengolahan melon ini pun telah dibentuk yang diketuai oleh Ibu Maryati.
“Kedepannya, pengembangan kelompok ini akan kita arahkan untuk menjadi ikon dan ciri khas Desa Jamusan yaitu sebagai sentra budidaya dan pengolahan melon di Yogyakarta” jelas Dita Innata (Biologi agk.2011), Ketua BEM Biologi. Pengembangan hal tersebut akan terus dilaksanakan meskipun program hibah ini telah selesai, karena dalam struktur organisasi BEM Biologi sendiri juga memiliki Dept. Pengabdian Masyarakat yang akan terus mengabdi demi terciptanya mahasiswa yang peduli dan tanggap lingkungan. (Wiko)
