Tiga hal utama dalam konservasi yaitu perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman hayati dan plasma nutfah, serta pemanfaatan sumberdaya alam secara lestari. Menurut Prof. Harini, ilmu biologi terutama pendidikan konservasi sangat dibutuhkan sebagai dasar pemikiran untuk menjaga kelestarian sumber daya hayati yang ada. Selain itu diperlukan pula etika yang baik dari masing-masing individu. “ Mulailah menghargai kehidupan. Dengan begitu orang akan mempunyai etika, sehingga orang tersebut akan berpikir dan bertindak untuk menjaga dan mengembangkan sumber daya hayati yang ada di sekitarnya”, ungkap Prof. Harini.
Interaksi antar organisme melalui rantai makanan mampu menciptakan keseimbangan dalam ekosistem. Keseimbangan ini perlu kita jaga. Organisme baik yang ada di permukaan atnah maupun di bawah tanah membutuhkan habitat yang nyaman. Sebagai contoh, tumbuhan bawah (understory) merupaka tempat penting untuk serangga tanah. Serangga tersebut dapat dikonservasi dengan tetap mempertahankan kerapatan vegetasi dan keragaman vegetasi agar tercipta iklim mikro yang sesuai untuk kehidupan organisme. Mulailah untuk dapat membaca kondisi lingkungan di sekitar kita.
Menurut Dr. Triadiarti kita perlu menjelajah beberapa tempat, misalnya ,hutan yang ada di Indonesia dan menganalisis keanekaragaman hayatinya serta belajar mengkonservasi spesies langka yang ditemukan di tempat itu. “Pengalaman eksplorasi harus menjadi garda terdepan untuk mengembangkan ilmu yang telah diperoleh”, tutur Beliau.
Ingat!! Bila terjadi kepunahan satu spesies, maka spesies tersebut tidak akan dapat diciptakan lagi.
(Dewi/Foto:Dawam/KMP F.Biologi UGM)
