• UGM
  • Portal Simaster
  • IT Center
  • Webmail
  • KOBI
  • Bahasa Indonesia
    • English
  • Informasi Publik
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Biologi
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Visi, Misi & Tujuan
    • Organisasi
    • Staff
      • Tenaga Pendidik
      • Adjunt Professor
      • Tenaga Kependidikan
      • Kepakaran dan Topik Riset Dosen
    • Fasilitas
      • Animal House
      • Kebun Biologi
      • Konsultasi Kesehatan Mental
      • Laboratorium
      • Museum Biologi
      • Perpustakaan
    • Galeri
      • Gedung Fakultas
      • Museum Biologi
      • Penelitian
      • Gama Melon
  • Akademik
    • Program Sarjana
      • Visi, Misi, dan Tujuan
      • Matakuliah S1
      • Pendaftaran Skripsi
      • Pendaftaran Ujian Skripsi
      • Pendaftaran Yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Klaim MK Ekstrakurikuler
    • IUP
    • Program Profesi
      • Apa itu PKKH ?
      • Sejarah Pendirian Program Studi PKKH
      • Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran Program Studi PKKH
      • Kompetensi Lulusan Program Studi PKKH
      • Bahan Kajian dan Profil Lulusan Program Studi PKKH
      • Kurikulum Program Studi PKKH
      • Pendaftaran Mahasiswa Baru PKKH
      • Informasi dan FAQ Program Studi PKKH
    • Program Magister
      • Deskripsi Program Magister Biologi
      • Mata Kuliah S2
      • Struktur Kurikulum Program Magister
      • Info Pendaftaran
      • PENDAFTARAN UJIAN KOMPREHENSIF
      • Pendaftaran Ujian Tesis
      • pendaftaran yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Tracer Study
    • Program Doktor
      • Visi, Misi, Tujuan, & Sasaran Program Doktor Biologi
      • Kurikulum Program Doktor
      • Info Pendaftaran
      • Pendaftaran Ujian Komprehensif
    • Akreditasi dan Jaminan Mutu
  • PENELITIAN & PENGGABDIAN
    • Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology
    • Berkala Ilmiah Biology
    • Pengelolaan Sampah
  • Kerja Sama
  • Alumni
    • Berita Alumni
    • BCADC (Web Alumni)
    • Data Kabiogama Pascasarjana
    • Data Kabiogama Sarjana
  • Beranda
  • Pos oleh
  • hal. 2
Pos oleh :

admin

Fakultas Biologi UGM menginspirasi Warga Dusun Pajangan Ciptakan Konten Positif dan Aman di Media Sosial

Pengabdian kepada Masyarakat Kamis, 10 Oktober 2024

WhatsApp Image 2024-11-08 at 09.35.36 (1)
WhatsApp Image 2024-11-08 at 09.35.35
WhatsApp Image 2024-11-08 at 09.35.36

Yogyakarta, 5 Oktober 2024 – Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali melanjutkan komitmennya dalam meningkatkan keterampilan digital masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kali ini, warga Dusun Pajangan, Desa Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta, mendapat pembekalan dari Zuliyati Rohmah, S.Si., M.Si., Ph.D. Eng., dosen Fakultas Biologi UGM, mengenai cara bermedia sosial secara aman dan menjadi konten kreator yang kreatif serta positif. Kegiatan ini adalah bagian dari program Desa Mitra Fakultas Biologi UGM dengan Desa Wedomartani, yang bertujuan memperkuat literasi digital di kalangan masyarakat desa agar dapat mengikuti perkembangan zaman dengan bijak.

Bu Zuliyati membagikan berbagai panduan praktis tentang bagaimana memanfaatkan media sosial secara aman dan bertanggung jawab, menghindari risiko-risiko negatif yang kerap terjadi di dunia maya, serta menciptakan konten yang bermanfaat bagi masyarakat luas. “Kami berharap warga Pajangan dapat menggunakan media sosial tidak hanya untuk hiburan, tetapi juga untuk menyampaikan informasi yang positif dan berdaya guna bagi komunitas” ujarnya.

Kegiatan sosialisasi ini memiliki dampak luas yang sejalan dengan beberapa tujuan utama Sustainable Development Goals (SDGs). Pertama, melalui pendidikan literasi digital ini, kegiatan ini mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas, dengan membuka akses kepada informasi dan keterampilan digital yang relevan bagi masyarakat desa. Kedua, dengan mengajarkan keterampilan untuk menjadi konten kreator, warga memiliki peluang untuk berwirausaha dan menciptakan konten sebagai bagian dari ekonomi digital, yang berkontribusi pada SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.

Selain itu, melalui pemahaman tentang keamanan digital, warga diharapkan mampu berpartisipasi dalam lingkungan media yang lebih aman dan bertanggung jawab, yang mendukung SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh. Kolaborasi antara Fakultas Biologi UGM dan Desa Wedomartani juga mencerminkan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, di mana kerja sama yang harmonis antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat mewujudkan tujuan bersama menuju pembangunan yang berkelanjutan.

Dengan adanya sosialisasi ini, Fakultas Biologi UGM berharap dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat Dusun Pajangan dan mendukung perkembangan digital yang inklusif dan aman.

Tim Fakultas Biologi UGM Menginisiasi Dialog Inovatif dengan Petani Milenial Kalurahan Karangmojo

Pengabdian kepada MasyarakatRilis Berita Selasa, 20 Februari 2024

YOGYAKARTA, INDONESIA — February 19, 2024 — Tim Dosen yang diketuai oleh Dosen Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) yang menarik dengan para petani milenial Kalurahan Karangmojo, Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul. Acara ini merupakan bagian dari inisiatif Fakultas Biologi untuk mendorong dialog dan kolaborasi antara dunia akademik dan praktisi di lapangan guna meningkatkan pertanian berkelanjutan.

FGD tersebut diadakan pada tanggal 18 Februari 2024, di ruang rapat Balai Penyuluhan Pertanian Kapanewon Karangmojo. Para petani milenial yang hadir mewakili berbagai latar belakang dan pengalaman dalam bidang pertanian, mulai dari petani organik hingga petani teknologi terdepan. Mereka bersama-sama berbagi ide, pengalaman, serta tantangan yang mereka hadapi dalam menjalankan usaha pertanian di era modern. Tim Dosen yang mengawal FGD ini merupakan tim interdipliner interfakultas, yang meliputi Fakultas Biologi (Zuliyati Rohmah, S.Si., M.Si., Ph.D. Eng. dan Ludmilla Fitri Untari, S.Si., M.Si.), Fakultas MIPA (Umi Mahnuna Hanung, S.Si., M.Si.) dan Fakultas Farmasi (Dr. Cintya Nurul Apsari, S.T.P., M.Si.).

Diskusi yang digelar selama FGD dan kunjungan lapangan mencakup berbagai topik, termasuk penggunaan teknologi dalam pertanian, praktek pertanian organik, manajemen sumber daya alam, serta strategi pemasaran produk pertanian. Hasil dari diskusi ini akan menjadi dasar untuk pengembangan program-program pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang lebih relevan dan responsif terhadap kebutuhan petani milenial.

Fakultas Biologi UGM berharap bahwa FGD ini akan menjadi awal yang berkelanjutan dari kemitraan yang erat antara universitas dan para petani milenial, serta membawa dampak positif yang nyata bagi kemajuan sektor pertanian di Indonesia. Kegiatan ini memiliki kaitan erat dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang diadopsi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dialog dan kolaborasi yang dilakukan oleh Fakultas Biologi UGM dengan petani milenial dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani (SDG 1: Tanpa Kemiskinan) serta mendukung pertanian berkelanjutan yang meningkatkan ketahanan pangan dan nutrisi (SDG 2: Tanpa Kelaparan). Inisiatif ini juga mengembangkan program pendidikan yang lebih relevan bagi petani milenial (SDG 4: Pendidikan Berkualitas), mendukung pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di sektor pertanian (SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta mendorong inovasi dan modernisasi praktik pertanian (SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Fokus pada praktik pertanian organik dan manajemen sumber daya alam mendukung produksi dan konsumsi yang berkelanjutan (SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan pertanian berkelanjutan yang dibahas dalam FGD berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim (SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim). Selain itu, kolaborasi antara Fakultas Biologi UGM dan petani milenial merupakan contoh nyata dari kemitraan yang mendukung pencapaian tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Terkenal dengan Keberagaman Relief Satwa, Tim MBKM Etnozoologi Melakukan Penelitian di Candi Prambanan

Berita dan PengumumanKegiatan MahasiswaPenelitianRilis BeritaTajuk Kamis, 15 Juni 2023

Yogyakarta, 13 Juni 2023 – Empat mahasiswa Biologi UGM yang tergabung dalam tim MBKM Penelitian di bawah bimbingan Ibu Zuliyati Rohmah, S.Si., M.Si., Ph.D.Eng. melakukan kegiatan penelitian di Candi Prambanan. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan observasi, identifikasi, dan inventarisasi relief satwa yang tergambar pada panel Candi Prambanan. Penelitian etnozoologi ini dilakukan di Candi Prambanan karena beragamnya satwa yang tergambar pada relief Candi tersebut.

Candi Prambanan merupakan candi Hindu yang sangat dikenal masyarakat luas sebagai destinasi wisata di wilayah D.I. Yogyakarta. Kompleks Candi Prambanan sendiri terdiri atas kompleks Candi Rara Jonggrang, Candi Lumbung, Candi Bubrah, dan Candi Sewu. Kompleks Candi Rara Jonggrang memiliki 3 candi utama, yaitu Candi Brahma, Candi Wisnu, dan Candi Siwa sebagai candi terbesarnya. Dari ketiga tubuh candi tersebut dapat ditemui berbagai arca dan panel yang dihiasi relief-relief berbagai jenis satwa. Relief dan arca yang terukir pada Candi Prambanan kebanyakan berasal dari narasi epos Hindu Ramayana.

Pada panel Candi Brahma, Candi Wisnu, dan Candi Siwa banyak dijumpai relief satwa mitologi berupa Kinara Kinari. Kinara Kinari memiliki morfologi berupa burung dan kepala manusia dimana keduanya digambarkan di antara relief pohon.

Pada panel lain dijumpai juga relief merak, ayam, burung, kucing, macan, kijang, rusa, monyet, dan satwa lainnya dengan berbagai macam bentuk dan karakter. Penggambaran relief satwa pada panel tersebut didasarkan pada behavior dan karakteristik satwa yang hidup di kala itu. Kebanyakan relief satwa yang digambarkan memiliki persamaan secara morfologis dengan satwa-satwa yang masih hidup dan dapat dijumpai pada saat ini. Hal ini memukau para mahasiswa karena kehebatan observasi dan keterampilan tangan masyarakat Jawa yang hidup sekitar abad VIII dan IX untuk menciptakan detail relief-relief tersebut.

Jenis-jenis mamalia seperti rodentia juga digambarkan pada panel relief dengan morfologi ekstremitas seperti kelinci tetapi memiliki penampakan aurikula seperti tikus. Adapun relief satwa laut berdasarkan cerita Ramayana, yaitu pembangunan jembatan untuk melewati samudera ke Negara Alengka.

Dengan adanya kegiatan MBKM ini, mahasiswa diharapkan dapat mengidentifikasi berbagai satwa yang hidup di candi Prambanan melalui ukiran relief pada panel candi. Salah satu tujuan identifikasi pada relief satwa di Candi Prambanan, yaitu untuk mengetahui keanekaragaman hayati yang hidup di masa lampau. Keanekaragaman hayati yang tergambar pada relief Candi ini menunjukkan bahwa Indonesia merupakan negara yang sangat kaya akan biodiversitasnya. Sudah sepatutnya kita hadirkan rasa bangga terhadap tanah air dan memiliki sikap tanggung jawab untuk menjaga biodiversitas yang kita miliki sekarang.

WhatsApp Image 2023-06-19 at 05.31.34
WhatsApp Image 2023-06-19 at 05.31.34 (2)
WhatsApp Image 2023-06-19 at 05.31.35 (2)
WhatsApp Image 2023-06-19 at 05.31.35
WhatsApp Image 2023-06-19 at 05.31.36 (1)
WhatsApp Image 2023-06-19 at 05.31.36 (2)
WhatsApp Image 2023-06-19 at 05.31.38 (2)
WhatsApp Image 2023-06-19 at 05.31.34 (1)
WhatsApp Image 2023-06-19 at 05.31.37
WhatsApp Image 2023-06-19 at 05.31.37 (2)
WhatsApp Image 2023-06-19 at 05.31.37 (1)
WhatsApp Image 2023-06-19 at 05.31.38
WhatsApp Image 2023-06-19 at 05.31.36
WhatsApp Image 2023-06-19 at 05.31.38 (1)
WhatsApp Image 2023-06-19 at 05.31.39

Penguatan Mutu Pendidikan: Unit Jaminan Mutu Fakultas Biologi Diundang Menjadi Reviewer Naskah Akademik Berbasis OBE untuk Prodi Sarjana Biologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Berita dan PengumumanKerja Sama Sabtu, 10 Juni 2023

Batu, 7 Juni 2023-Outcome Based Education (OBE) merupakan pendekatan pendidikan yang berfokus pada hasil atau outcome yang ingin dicapai oleh mahasiswa. Di perguruan tinggi Indonesia, OBE telah menjadi perhatian utama dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan implementasi OBE, diharapkan lulusan perguruan tinggi memiliki kompetensi yang sesuai dengan tuntutan pasar kerja. Hal ini akan meningkatkan daya saing lulusan perguruan tinggi Indonesia baik di tingkat nasional maupun internasional.

Dalam OBE, perguruan tinggi menetapkan kompetensi yang diharapkan dicapai oleh mahasiswa setelah menyelesaikan program studi tertentu.  Dalam OBE, perguruan tinggi juga fokus pada pengembangan soft skills, seperti kemampuan berkomunikasi, keterampilan berpikir kritis, dan kerjasama tim. Selain itu, OBE juga mendorong integrasi teknologi dalam pembelajaran, sehingga mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan digital yang relevan dengan perkembangan industri.

Sebagai bukti turut serta aktif dalam peningkatan Mutu Pendidikan di Indonesia, Fakultas Biologi UGM sebagai salah satu Fakultas Biologi tertua Indonesia melalui Unit Jaminan Mutu diminta untuk melakukan Review kurikulum berbasis OBE dari Prodi Sarjana Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang pada tanggal 5-7 Juni 2023. Rekomendasi penugasan UJM Fak. Biologi UGM sebagai pendamping Akreditasi ASIIN ini disampaikan oleh Ketua KOBI (Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr. Sc.) melalui surat no 78/KOBI/2023.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan di Aston Inn Batu tersebut, UJM Biologi UGM menyampaikan hasil review dan saran perbaikan dokumen ke Prodi Biologi FST UIN. Naskah Akademik tersebut akan menjadi dasar bagi prodi sarjana Biologi FST untuk menyusun Self-Assessment Report (SAR) untuk akreditasi ASIIN.

Makna dan Cerita Fabel pada Panel Relief Candi, Mahasiswa Biologi UGM Melakukan Identifikasi dan Inventarisasi Relief Satwa yang Tergambar pada Panel Candi Sojiwan

Kegiatan MahasiswaRilis Berita Senin, 15 Mei 2023

Yogyakarta, 13 Mei 2023 – Mahasiswa Biologi UGM yang tergabung ke dalam tim MBKM di bawah bimbingan Ibu Zuliyati Rohmah, S.Si., M.Si., Ph.D.Eng., melakukan identifikasi dan inventarisasi relief satwa yang tergambar di Candi Sojiwan berdasarkan kajian etnozoologi. Kegiatan ini dilakukan untuk memperoleh informasi jenis-jenis relief satwa pada Candi Sojiwan dan makna dari panel relief yang tergambar. Kegiatan MBKM ini diawali dengan observasi di bagian luar candi utama Candi Sojiwan dan didampingi oleh Ibu Riris Purbasari, S.S., M.A. sang arkeolog sebagai mitra dari BPCB Jawa Tengah sekaligus narasumber terkait penjelasan panel relief cerita.

Candi Sojiwan merupakan candi peninggalan umat Buddha yang ditandai dengan adanya stupa di samping candi utama dan simbol bunga teratai pada salah satu panel candi. Kegiatan ini diawali dengan observasi dan identifikasi panel-panel relief cerita di bagian luar Candi Sojiwan, dimana penuh dengan beragam bentuk relief hewan dengan cerita fabel dibaliknya. Masyarakat yang hidup pada zaman dahulu membuat kisah cerita melalui fabel untuk menyampaikan pesan tertentu sehingga tidak menyinggung perasaan orang lain. Beberapa cerita fabel yang digambarkan pada panel candi tersebut antara lain garuda dengan kura-kura, banteng dengan singa, burung berkepala dua, seekor anjing dengan seorang perempuan, dan seorang pemburu dengan seekor singa.

Salah satu panel relief cerita di Candi Sojiwan yang menarik bagi para mahasiswa adalah seorang pemburu dan seekor singa yang ketakutan dan tidak jadi menyerang sang pemburu. Panel tersebut memiliki makna bahwa kita tidak perlu takut dengan hal-hal yang menghadang apabila kita berada di jalan yang benar. Hal ini mengajarkan bagaimana menghadapi tantangan dan situasi dengan berani dan kepercayaan diri sehingga hal tersebut tidak merugikan diri sendiri.

Para mahasiswa sangat antusias melakukan observasi tentang bagaimana candi dapat dibangun secara kokoh dan tetap bersih meskipun batu yang digunakan sudah berumur ratusan tahun. Ibu Zuliyati  menjelaskan tentang teknik kuncian batu candi yang dapat melekat satu sama lain. Menurut beliau, masyarakat Jawa terdahulu telah mengembangkan peninggalan yang mencerminkan kemakmuran pada pemerintahan pada masa itu. Ibu Riris, juga menjelaskan perawatan batu candi dilakukan dengan pencucian candi menggunakan tekanan air serta campuran sereh merah untuk mematikan lichen agar terlepas dari batu dan mudah dihilangkan.

Dilaksanakannya kegiatan MBKM ini, diharapkan para mahasiswa mendapatkan informasi dan gambaran mengenai satwa-satwa yang hidup berdampingan dengan masyarakat Jawa di abad VIII dan IX. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan skill mahasiswa dalam pengaplikasian ilmu Biologi di bidang Arkeologi.

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:8.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:107%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,sans-serif;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:Arial;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;
mso-ansi-language:EN-US;
mso-fareast-language:EN-US;}

Kegiatan Identifikasi dan Inventarisasi Relief ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan melalui proses-proses transfer ilmu yang dilakukan oleh Ibu Zuliyati kepada para mahasiswa, sehingga akan
meningkatkan kualitas keilmuan dari mahasiswa tersebut dan dapat membantu pula meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan (SDG 4).

sojiwan 2
sojiwan 3
Sojiwan 4
Sojiwan 5

Bukti Akulturasi Keagamaan Hindu-Buddha, Tim MBKM Kajian Etnozoologi Fakultas Biologi Melakukan Observasi di Candi Plaosan

Kegiatan MahasiswaRilis Berita Sabtu, 29 April 2023

Yogyakarta, 29 April 2023 – Kegiatan MBKM yang bertujuan untuk mengkaji keanekaragaman hewan yang tergambar di relief candi berdasarkan pendekatan etnozoologi ini, tim MBKM di bawah bimbingan Ibu Zuliyati Rohmah, S.Si., M.Si., Ph.D.Eng. yang beranggotakan empat mahasiswa Biologi, yakni Annisa Nur Maghfiroh, Bernadetha Erdha Treviana, Sofia Juniananta Susan Maiseka, dan Marcelina Cindy Ivani Kumara melakukan kegiatan MBKM bersama Ibu Riris S.S., M.A. sebagai mitra dari BPCB Jawa Tengah. Kegiatan ini dilakukan dengan observasi pada salah satu peninggalan dan bukti adanya akulturasi agama Hindu-Buddha pada masa pemerintahan Rakai Pikatan yang berasal dari Kerajaan Mataram Hindu, yakni Candi Plaosan.

Candi Plaosan merupakan candi bertemakan agama Buddha dan telah mengalami akulturasi dengan agama Hindu. Candi ini dihiasi dengan panel relief yang memiliki fungsi sebagai pemberi cerita dan pengisi ruang. Candi utama pada candi ini memiliki dua anterium atau ruang yang terdapat arca Dhyani Buddha berbentuk manusia dengan kondisi kepala telah hilang. Salah satu relief yang menarik perhatian tim mahasiswa ini adalah relief burung beo dengan berbagai macam posisi dan karakter bentuk yang dapat dijumpai di bagian pelipit atas pada ruangan tersebut. Dugaan pertama kami, burung tersebut merupakan burung beo, akan tetapi terdapat mahkota di kepala dan dengan kaki zygodactyl yang merupakan ciri khas burung kakak tua yang termasuk satwa Wallacea.  Sehingga kami berkesimpulan burung tersebut adalah burung beo yang mungkin ditemui di pulau Jawa ini.

Sementara itu, Ibu Riris S.S., M.A., menyebutkan bahwa perbedaan posisi burung dimungkinkan karena adanya perbedaan seniman pembuat relief tersebut, yakni seniman pola dan seniman finishing. Selain itu, bentuk karakter dan posisi burung beo yang berbeda juga dapat diinterpretasikan sebagai stop motion picture seperti yang kita kenal saat ini. Relief burung beo yang tergambar pada Candi Plaosan tersebut menunjukkan identitas relief yang terdapat pada candi dengan latar belakang agama Hindu. Selain itu, adanya relief tersebut menunjukkan bahwa pada abad IX, burung beo ada secara melimpah dan dikenal baik oleh masyarakat di pulau Jawa. Akan tetapi, saat ini keberadaan populasi burung ini di alam liar semakin mengecil dan mungkin sudah punah di alam liar.

Melalui kegiatan MBKM ini, diharapkan para mahasiswa mendapatkan informasi dan wawasan mengenai bukti peninggalan yang sebagai simbol masuknya keagamaan Hindu-Buddha di Indonesia khususnya di pulau Jawa. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta dan hormat terhadap peninggalan nenek moyang.

Sakura Science Program 2023: Hari Terakhir

Rilis Berita Kamis, 23 Februari 2023

Sakura Science Program-Yamagata University-Laporan Perjalanan: Hari 6

Pagi (22/02/2023) itu dimulai dengan langit cerah dan suhu Yamagata masih dingin  (-5℃). Seperti biasa, Kami memulai pagi kami dengan perjalanan menuju Universitas Yamagata dari jam 08.00 dan tiba pukul 09.00 pagi, siap untuk sarapan yang dibawakan oleh Profesor Yokoyama.

Setelah sarapan yang lezat, kami semua menuju ke laboratorium untuk mempersiapkan tugas kami untuk hari itu. Semalam, hasil PCR sudah selesai dan kami semua menuju lab DNA untuk mengambil hasilnya. Asisten laboratorium membantu kami mentransfer file ke komputer kami untuk kemudian siap diproses. Kami mengunduh dan menginstal aplikasi MEGA 11 yang digunakan untuk menyelaraskan urutan DNA. Hasil dari PCR diolah menggunakan  MEGA 11 dan pencarian melalui database NCBI. Tugas kami selanjutnya adalah membuat pohon filogenetik dari hasil

yang dikumpulkan dan dibandingkan dengan hasil yang telah terekam di Genebank bersama dengan spesies dengan genus berbeda dari famili yang sama. Kami kemudian beristirahat pada pukul 12 siang untuk sholat dan makan siang. Makan siang kali ini adalah makan siang kami yang terakhir selama program Sakura Science ini.

Berakhirnya makan siang, dilanjutkan dengan persiapan untuk memulai presentasi hasil. Persiapan dilakukan dengan menyiapkan materi berupa PPT berisi pendahuluan, metode, hasil, dan kesimpulan sesuai dengan genus tanaman dari masing-masing kelompok. Presentasi pun dimulai pukul 14.00. Setiap kelompok telah menampilkan presentasi yang dikemas dengan apik. Terdapat 5 kelompok dengan masing-masing genus tanaman anggrek yaitu Bulbophyllum, Vanda, Cymbidium, Dendrobium, dan Phalaenopsis. 

Setelah seluruh kelompok selesai menampilkan presentasi hasil dan menjawab semua pertanyaan dari Para Professor, Selanjutnya Profesor Jun Yokoyama menyerahkan sertifikat kepada kami karena telah berhasil menyelesaikan Sakura Science program 2023. Sertifikat ini langsung ditandatangani oleh ketua Badan Sains dan Teknologi Jepang, Dr. Hashimoto Kazuhito.

Hari terakhir kemudian ditutup dengan pesta kecil di Kafetaria Universitas Yamagata. Pesta kecil dihadiri oleh para peserta Sakura Science Program 2023, Profesor Jun Yokoyama, Profesor Miyazawa, Profesor Fujiyama, Dr. Kanao, dan beberapa mahasiswa bimbingan dari Profesor Yokoyama dan Profesor Miyazawa. Beragam makanan dan minuman disajikan dalam pesta kecil sebagai penutupan dari program. Mulai dari buah-buahan, kue, makanan khas Jepang “Taiyaki”, sushi, sashimi, hingga minuman berupa milk tea, ocha, jus jeruk, teh, dan lainnya. Setelah menyantap seluruh hidangan, kami kembali menuju hotel untuk beristirahat dan mempersiapkan barang untuk kembali ke Yogyakarta, Indonesia di hari esok  (Dan&Sab).

WhatsApp Image 2023-02-27 at 15.04.22
WhatsApp Image 2023-02-27 at 15.04.46
WhatsApp Image 2023-02-27 at 15.04.26
WhatsApp Image 2023-02-27 at 14.58.02
WhatsApp Image 2023-02-27 at 14.58.01
WhatsApp Image 2023-02-27 at 14.58.01 (1)
WhatsApp Image 2023-02-24 at 10.57.31
WhatsApp Image 2023-02-24 at 10.57.33
WhatsApp Image 2023-02-24 at 10.57.32 (2)
WhatsApp Image 2023-02-24 at 11.01.10
WhatsApp Image 2023-02-24 at 11.01.10 (1)
WhatsApp Image 2023-02-24 at 11.01.12
WhatsApp Image 2023-02-24 at 11.01.10 (2)

Naik Turun: Belajar untuk Tidak Menyerah dalam Riset Sambil Tetap Menikmati Keramahan Yamagata

Rilis BeritaTajuk Selasa, 21 Februari 2023

Sakura Science Program-Yamagata University-Laporan Perjalanan: Hari 5

Di hari kelima (20/02/2023) ini, Kami berkumpul di kampus sekitar pukul 08.30. Hal pertama yang kami lakukan adalah sarapan. Menu sarapan hari itu adalah bento ayam katsu. Setelah kami menikmati makanan yang lezat, kami menuju ke laboratorium.  Sebelum kami melanjutkan percobaan, profesor memberi kami merchandise dari Universitas Yamagata.  Merchandise yang diberikan termasuk tas jinjing, pulpen, mug, dan peta universitas Yamagata.  Para mahasiswa yang telah mempersiapkan souvenir pun memberikan cinderamata dari Indonesia kepada para siswa Universitas Yamagata.

Begitu kami masuk ke laboratorium, kami menerima hasil PCR dari percobaan kemarin.  Kami melanjutkan percobaan dengan melakukan Elektroforesis dengan gel Agarose.  Setelah mencampur loading buffer dan sampel PCR, siswa mulai memasukkan sampel ke dalam sumur. Selama proses ini, para mahasiswa cukup gugup karena sulit untuk menstabilkan mikropipet dan menyuntikkan sampel ke dalam sumur.  Beberapa berhasil memasukkan sampel ke dalam sumur pada percobaan pertama, sementara yang lain perlu mengulangi proses tersebut beberapa kali sebelum mereka dapat memasukkan sampel ke dalam sumur.  Ketika semua kelompok selesai dengan sampel mereka, mereka memulai elektroforesis.  Elektroforesis berjalan selama 20 menit pada 110 volt.

Try again

Terdapat  dua kelompok yang selesai terlebih dahulu dan berhasil mendapatkan visualisasi dari transiluminator UV yang bagus.  Sedangkan 3 kelompok lainnya tidak mendapatkan hasil yang baik, sehingga mereka harus mengulang percobaan elektroforesis.  Pada percobaan kedua, mereka menggunakan sampel DNA, menggantikan sampel PCR dari percobaan sebelumnya.  Hasil elektroforesis dari sampel DNA menunjukkan adanya DNA pada sampel, sehingga kami menyimpulkan bahwa masalahnya ada pada proses PCR yang dilakukan tempo hari.  Karena alasan khusus ini, ketiga kelompok harus mengulang percobaan PCR.

 Sementara tiga kelompok lainnya mengulang percobaan PCR, Dua kelompok yang telah berhasil melanjutkan percobaan mereka.  Kedua kelompok ini selanjutnya memurnikan produk PCR dan mempersiapkan sample untuk proses sequencing.

 

Setelah makan siang, ketiga kelompok memasukkan sampel baru mereka ke dalam thermal cycler  PCR.  Sedangkan dua kelompok melakukan pemurnian produk PCR.  Selama percobaan ini, sampel diperlakukan dengan heat-shock menggunakan thermal cycler pada suhu 95°C selama 2 menit.  Setelah itu, mereka mengatur strip di atas plate dan memasukkannya ke dalam pendingin.  Setelah selesai, sampel ditempatkan di penganalisis genetik  SeqStudio (Thermo Fisher) untuk analisis sekuensing yang mengakhiri percobaan untuk Dua kelompok.

 Sampel PCR untuk tiga kelompok lainnya baru siap pada saat Dua kelompok memasukkan sampel mereka pada SeqStudio.  Setelah menyelesaikan PCR mereka, ketiga kelompok kemudian melakukan elektroforesis lagi.  Hasil elektroforesis ketiga kelompok kali ini menunjukkan hasil yang cukup baik untuk melanjutkan eksperimen.  Karena waktu itu sudah larut, kami akan melanjutkan percobaan keesokan harinya. (Syal&Saf). 

https://biologi.ugm.ac.id/wp-content/uploads/sites/11/2023/02/WhatsApp-Video-2023-02-21-at-15.09.33.mp4

 

Langkah Pertama dalam memahami Biodiversitas Tumbuhan di Asia dengan pendekatan Biologi Molekular

Rilis BeritaTajuk Senin, 20 Februari 2023

Sakura Science Program-Yamagata University-Laporan Perjalanan: Hari 4

Minggu (19/02/2023) merupakan hari keempat program kami di Universitas Yamagata. Kami berkumpul di kampus pada pukul 8 pagi seperti biasa dan memulai hari dengan gyudon yang lezat sebagai sumber energi yang dibutuhkan untuk aktivitas hari ini. Meski gerimis terus-menerus menunjukkan suhu yang lebih tinggi, angin tetap membuat udara terasa dingin. Namun, cuaca ini tidak menghalangi agenda seru hari ini yang merupakan awal dari rangkaian eksperimen bertajuk “Memahami Keanekaragaman Hayati Asia dengan Teknik Biologi Molekular Lanjutan”.

Eksperimen ini direncanakan berlangsung selama tiga hari diakhiri dengan presentasi hasil kami. Setelah dibagi menjadi 5 kelompok yang masing-masing berisi 3 orang, Profesor Jun Yokoyama memberi kami pengantar tentang apa yang akan kami lakukan serta memberi kami buku petunjuk experimen tersebut. Setiap kelompok diminta memilih salah satu dari lima genus tanaman yang disediakan (Vanda, Bulbo, Dendrobium, Cymbidium, Phalaenopsis). Setiap anggota kelompok akan mengambil sampel tanaman yang termasuk dalam genus yang dipilih. Kemudian, dengan mengikuti instruksi yang diberikan dalam manual, sampel diproses secara menyeluruh dengan serangkaian larutan buffer dan beberapa sesi sentrifugasi dengan tujuan mengisolasi DNA untuk selanjutnya dilakukan reaksi berantai polimerase (PCR). Proses ini akan dilanjutkan dengan elektroforesis. di hari berikutnya.

Dengan mengisolasi DNA tumbuhan dan mengubahnya menjadi data yang dapat dibaca, kita dapat membandingkan persamaan dan perbedaan antara setiap tumbuhan dalam satu genus. Dengan demikian, kita mendapat gambaran tentang apa yang menyebabkan terjadinya evolusi antar spesies dan bagaimana biodiversitas bisa berada dalam satu genus, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya pada kuliah kemarin.

Mempersiapkan proses isolasi DNA bukanlah tugas yang mudah, terutama karena kebanyakan dari kami belum terbiasa dengan prosesnya. Meskipun kami sangat bersemangat untuk mencoba sesuatu yang baru, dibutuhkan konsentrasi dan kehati-hatian yang luar biasa dalam penggunaan  bahan kimia yang terlibat dalam percobaan; salah satu yang harus kami perhatikan adalah meminimalkan kontak untuk menghindari kontaminasi, yang sekecil apa pun yang dapat membahayakan hasil. Banyaknya langkah yang perlu dilakukan membuat kepanikan dan kecemasan kami meningkat, terutama di bagian awal eksperimen. Namun kegugupan tersebut mereda dengan bantuan para mahasiswa Yamagata yang menggunakan keahlian mereka untuk membimbing kami melakukan eksperimen yang baru bagi kami ini. Mereka memastikan eksperimen kami tidak akan gagal dan keramahan mereka menghilangkan semua tekanan. Mereka bahkan membantu kami melakukan beberapa bagian percobaan yang rumit untuk menghemat waktu dan meringankan masalah kami. Kami sangat bersyukur memiliki mereka sebagai asisten lab kami. Salah satu bagian terbaik tentang memiliki mereka sebagai asisten lab kami adalah percakapan menyenangkan yang kami lakukan tentang pertukaran budaya. Kami mempelajari sesuatu yang baru dan menarik tentang satu sama lain di setiap menit; dari mempelajari frasa sederhana dari bahasa masing-masing hingga berbicara tentang masakan lokal.

Sore harinya, di sela-sela eksperimen yang masih berlanjut, kami mendapat kari ayam hangat dan gurih dengan naan sebagai makan siang. Setelah kami menyelesaikan isolasi DNA, kami menyimpannya untuk selanjutnya melakukan PCR dan dengan penuh semangat menunggu hasilnya besok, berharap upaya kami akan membuahkan hasil. Pukul 17.30, kami kembali makan malam di restoran India dari malam sebelumnya, di mana kami makan kari yang kami pesan sebelumnya, sambil mengobrol dengan asisten lab yang bergabung dengan kami malam itu. Dengan berakhirnya makan malam yang menyenangkan ini, kami kemudian berpisah dan memutuskan untuk menjelajahi kota, sebelum akhirnya kembali ke penginapan. (Niki&Reiz)

1676946708032
1676946708051
1676946708070
1676946708102
1676946708120
1676946708142
1676946708173
1676946708266
1676946708275
1676946708286
1676946708358
1676946783364

Merengkuh Alam yang berbeda: Petualangan di Gunung Zao, Yamagata Jepang

Rilis BeritaTajuk Minggu, 19 Februari 2023

Sakura Science Program-Yamagata University-Laporan Perjalanan: Hari 3

Sabtu pagi yang dingin berangin (18/02/2023) di Yamagata, mahasiswa Fakultas Biologi UGM yang tergabung dalam Sakura Science Program bersiap-siap mengawali hari. Pada hari ketiga yang penting ini, para mahasiswa Sakura Science Program berkumpul di Universitas Yamagata pada pukul 7 pagi. Agenda hari itu adalah menjelajahi atraksi alam musim dingin di Gunung Zao. Daerah pegunungan Gunung Zao adalah gugusan gunung berapi yang terletak di perbatasan antara Prefektur Yamagata dan Prefektur Miyagi. Kelompok gunung berapi ini memiliki keanekaragaman hayati hewan dan tumbuhan yang kaya dan merupakan salah satu area paling populer untuk bermain ski dan mata air panas.

Tepat pukul 8 pagi, kami naik bus selama 40 menit ke Gunung Zao. Dalam perjalanan ke sana, kami disuguhi nasi kotak panas dengan ikan, acar dan sayuran sebagai lauk untuk menu sarapan. Dalam perjalanan ini, kami didampingi oleh Prof. Yokoyama dan Prof. Fujiyama, serta beberapa mahasiswa Prof. Yokoyama dan Prof. Fujiyama. Perjalanan kami didampingi oleh Mr. Arai sebagai direktur tur kami. Setelah tiba di kaki gunung Zao, kami kemudian dibawa ke toko persewaan alat olahraga musim dingin untuk mengganti pakaian kami menjadi pakaian gunung. Kami berganti sepatu bot, jaket dan celana hiking, sarung tangan, dan topi beanie. Setelah kami semua mengenakan perlengkapan gunung, kami kemudian berjalan sekitar 10 menit ke kaki Gunung Zao di mana stasiun kereta gantung berada. Kami diberi sepatu trekking salju dan sepasang tongkat pendakian dan lalu naik ke puncak gunung dengan kereta gantung. Perjalanan kami berhenti di stasiun teratas di ketinggian 1.387 mdpl, kami mengenakan perlengkapan dan berjalan di sepanjang trek dan menjelajahi alam Gunung Zao yang bersalju.  Bagi sebagian besar dari kami, ini adalah pertama kalinya melihat dan bermain salju, jadi semua orang bersenang-senang. Kami juga belajar banyak wawasan dan pengetahuan baru tentang zona dan iklim salju, seperti yang diceritakan Pak Arai kepada kami bahwa Gunung Zao dikatakan sebagai dewa monster yang tertidur terutama jika kita melihatnya dari atas; bagaimana gunung ini memiliki lapisan salju yang begitu dalam dan memiliki permafrost; atau ketika Prof Yokoyama menunjuk ke arah kami kuncup salju dari pohon pinus yang akan mekar di musim semi.

https://biologi.ugm.ac.id/wp-content/uploads/sites/11/2023/02/WhatsApp-Video-2023-02-20-at-09.56.31.mp4

Setelah puas bermain salju, kami turun gunung Zao dan pergi ke restoran Turki untuk makan siang. Di sana, kami menikmati makanan tradisional Turki yang disajikan dalam gaya Jepang, seperti kebab, semangkuk ayam, bungkus daging sapi, ikan, kentang goreng, dan kaarage ayam. Setelah itu, rombongan kami melanjutkan perjalanan ke toko persewaan alat olahraga tempat kami berganti pakaian kembali. Kami kemudian menjelajahi kota yang berada di kaki Gunung Zao.

 

Selama penjelajahan kami di kota itu, kami mengunjungi toko suvenir yang menjual oleh-oleh asli daerah tersebut. Sebagian besar dari kami berbelanja dengan bahagia untuk diri sendiri dan orang yang terkasih di Indonesia. Setelah menikmati suasana kota yang meriah dan dingin, rombongan kami kemudian naik bus untuk perjalanan kembali ke Yamagata.

Perjalanan kembali ke Yamagata berlangsung singkat dan sunyi, yang memakan waktu sekitar tiga puluh menit, karena kami semua tidak membuang waktu dan telah lelah karena petualangan kami. Sesampainya di universitas, kami diberikan waktu bebas selama 30 menit dimana kami dapat menjelajahi universitas Yamagata dengan bebas dan berkumpul kembali untuk makan malam pada pukul 6 sore.

Hari itu diakhiri dengan makan malam di sebuah restoran India yang terletak di kota Yamagata dimana kami disuguhkan makanan asli India seperti kari dan roti naan. Petualangan hari Sabtu kami berakhir dengan perut kenyang dan kaki lelah. (Maks&Zid)

WhatsApp Image 2023-02-20 at 09.56.18
WhatsApp Image 2023-02-20 at 13.18.17
WhatsApp Image 2023-02-20 at 09.56.32 (2)
WhatsApp Image 2023-02-20 at 06.08.21
WhatsApp Image 2023-02-20 at 13.18.17 (1)
WhatsApp Image 2023-02-20 at 09.56.30
WhatsApp Image 2023-02-20 at 09.56.32
WhatsApp Image 2023-02-20 at 09.56.32 (1)
WhatsApp Image 2023-02-20 at 13.19.31
WhatsApp Image 2023-02-20 at 13.19.26
WhatsApp Image 2023-02-20 at 13.19.31 (1)
WhatsApp Image 2023-02-20 at 13.19.29 (1)
WhatsApp Image 2023-02-20 at 13.19.28
WhatsApp Image 2023-02-20 at 13.19.28 (2)
WhatsApp Image 2023-02-20 at 14.52.53
WhatsApp Image 2023-02-20 at 14.54.16
WhatsApp Image 2023-02-20 at 14.54.16 (1)
WhatsApp Image 2023-02-20 at 14.50.50
WhatsApp Image 2023-02-20 at 14.51.16
WhatsApp Image 2023-02-20 at 14.51.31
WhatsApp Image 2023-02-20 at 14.51.44

Mempelajari Biosistematika dan Biodiversitas Serangga Melalui Pandangan Universitas Yamagata, Jepang

Rilis BeritaTajuk Sabtu, 18 Februari 2023

Sakura Science Program-Yamagata University-Laporan Perjalanan: Hari 2

Pada Jumat (17/02/2023) pagi yang mendung, Peserta Sakura Science Program berangkat ke lokasi Universitas Yamagata.  Agenda hari ini adalah empat sesi kuliah oleh Prof. Jun Yokoyama, Profesor Yutaka Miazawa, Prof. Naoyuki Fujiyama, Dr. Taisuke Kanao.  Dua sesi kuliah di pagi hari dan dua sesi di sore hari.  Profesor Jun Yokoyama yang pertama menyampaikan kuliahnya tentang “Bagaimana Mendeskripsikan Keanekaragaman Tumbuhan” atau “How to Describe Plant Diversity”.  di dalamnya, ia menjelaskan bahwa secara tradisional keanekaragaman tumbuhan biasanya dideskripsikan. Awal mulanya, tanaman yang dideskripsikan adalah tanaman bermanfaat bagi manusia.  Tanaman obat dan yang dapat dimakan paling banyak diilustrasikan dan didokumentasikan pada zaman kuno.  Di zaman modern, spesies baru didokumentasikan mengikuti seperangkat aturan yang ketat.  Secara formal peraturan ini dimulai dengan “Systema Naturea” oleh Carl Linnaeus.  Memperkenalkan klasifikasi kerajaan tumbuhan, kerajaan hewan, klasifikasi batu.  Namun sekarang jika spesies baru ingin dideskripsikan, seseorang harus: menemukan spesies baru, membandingkan dengan spesies yang sudah dideskripsikan, pemilihan spesies jenis, persiapan nama, penerbitan makalah, dan peer review.

Setelah itu Profesor Yokoyama melanjutkan kuliah tentang berbagai konsep spesies dan kladistik.  Salah satunya adalah konsep spesies filogenetik yang menyatakan bahwa organisme yang diturunkan dari nenek moyang yang sama memiliki sifat-sifat yang diturunkan dari nenek moyang yang sama tersebut.  Mengakhiri kuliah dengan pendekatan mana yang diperlukan untuk mendapatkan data untuk analisis filogenetik diperlukan data molekuler dari DNA dan Protein.

Kuliah kedua disampaikan oleh Profesor Yutaka Miyazawa dengan topik “Pengantar Fisiologi Molekuler Tumbuhan: Mekanisme Molekuler Hidrotropisme Akar, respon tanaman adaptif terhadap kondisi miskin air.  Di dalamnya ia menjelaskan fenomena yang dikenal sebagai hidrotropisme di mana jaringan tanaman tumbuh menuju daerah dengan gradien kelembaban yang lebih tinggi.  Proses tropik selain fototropisme dan gravitropisme tidak sepenuhnya dipahami.  Dengan demikian untuk mempelajari mekanisme hidrotropisme, seseorang harus menemukan apa yang menyebabkan pertumbuhan tersebut.  Dengan menganalisis isi jaringan yang tumbuh, pola-pola dapat ditemukan. Melalui analisis pertumbuhan akar Arabidopsis thaliana, beberapa ratus gen yang bertanggung jawab atas seluruh proses pertumbuhan telah ditemukan.  Karena banyaknya pekerjaan yang diperlukan dan bereksperimen pada mereka semua untuk menemukan gen mana yang terutama bertanggung jawab atas hidrotropisme.  Pendekatan yang berbeda diambil.  Mutan yang tidak menunjukkan pertumbuhan hidrotropik diisolasi dan dibandingkan dengan spesimen tipe liar.  Ada dua gen yang tidak diekspresikan dalam tipe mutan, selanjutnya disebut MIZ1 dan MIZ2. MIZ1 mempengaruhi pertumbuhan stela akar dan jaringan luar.  Ketika tidak ada akar Arabidopsis thaliana hanya dipengaruhi oleh gravitropisme; bila diekspresikan secara normal seperti pada tipe liar, akar akan tumbuh secara normal mengikuti gradien kelembaban yang lebih tinggi;  ketika akar yang diekspresikan berlebihan akan mendekati air dengan kecepatan yang jauh lebih cepat.  Meskipun hidrotropisme muncul pada spesies tumbuhan lain, gen dan respons yang terjadi sama sekali berbeda dengan Arabidopsis thaliana.

Kini selesai sesi pertama perkuliahan, para mahasiswa Sakura Science Program diajak makan siang di kantin kampus.  Kami diberi ramen panas dan pangsit udang . Setelah makan siang, Dengan para siswa puas dengan makanan ramen yang lezat bersama Profesor Jun Yokoyama, mereka kembali ke fakultas sains untuk melanjutkan kuliah berikutnya dengan profesor Naoyuki Fujiyama.  Kuliah bersama Professor Naoyuki Fujiyama mengangkat topik keanekaragaman serangga Asia yang terdiri dari 3 bagian utama.  Pelajarannya diawali dengan pertanyaan yang diajukannya kepada para mahasiswanya, yaitu “apakah keragaman spesies serangga tertinggi berada di Asia?”, yang kemudian dilanjutkan dengan jawaban sementara yaitu “tidak pasti”.

Ia kemudian melanjutkan pelajarannya dengan menjelaskan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keanekaragaman hayati serangga.  Dalam beberapa penjelasannya, ia menjelaskan bahwa semakin luas wilayahnya maka keanekaragaman jenisnya akan semakin banyak.  Iklim juga mengambil bagian dari faktor keragaman serangga.  Misalnya, iklim tropis akan mengandung lebih banyak spesies phytophagus karena keanekaragaman spesies tanaman inangnya.  Setelah semua penjelasannya, ia kemudian kembali ke pertanyaannya kepada para mahasiswa dan kemudian memberikan jawaban barunya yang menjelaskan bahwa keanekaragaman serangga bisa jadi merupakan yang tertinggi di Asia, karena faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keanekaragaman hayati, mulai dari luas, jumlah pulau, iklim, sejarah geologi, dan keanekaragaman jenis tumbuhan.

Bagian kedua dari kuliah Profesor Naoyuki Fujiyama adalah keanekaragaman kumbang kepik herbivora Indonesia.  Penjelasannya menunjukkan bahwa pusat penyebaran kumbang kepik herbivora berasal daerah tropis, dan berasal dari Afrika.  Selain itu, Cucurbitaceae adalah inang leluhur, dan sebagian besar spesies Asia bergantung pada Solanaceae.  Dan bagian terakhir dari kuliah profesor Naoyuki Fujiyama adalah studi kasus kumbang kepik herbivora tentang informasi apa yang dapat kita ketahui dari data sekuens DNA.  Setelah kuliah Profesor Naoyuki Fujiyama, para siswa diberikan istirahat sepuluh menit sebelum melanjutkan ke kuliah berikutnya dan juga kuliah terakhir hari itu yaitu penjelasan Dr. Taisuke Kanao tentang Termitologi.

Dalam kuliah Dr. Taisuke Kanao, Ia menjelaskan bahwa rayap (termite) adalah pengurai, hama, dan serangga sosial.  Selanjutnya, sudah hampir 3100 spesies rayap dikenal.  Kasta rayap terbagi dari ratu, raja, pekerja, tentara, bidadari & alate.  Setiap kasta memiliki tugas masing-masing, mulai dari ratu yang bertugas untuk bertelur dan mengatur koloni dengan feromon.  Raja di mana dia kawin dengan ratu, para pekerja di mana mereka harus merawat ratu, telur dan larva dan mengumpulkan makanan.  Dan kemudian ada prajurit yang melindungi koloni dan terakhir nimfa & alate di mana mereka adalah ratu dan raja masa depan.  Di sela-sela penjelasannya, Dr. Taisuke Kanao menampilkan pelestarian ratu rayap kepada para siswa, dan ukurannya mengejutkan para mahasiswa karena ukurannya bisa dibandingkan dengan ibu jari manusia.

Dr. Taisuke Kanao kemudian menjelaskan istilah tamu di dunia rayap, dari synectrons, pendatang yang dianiaya/dilawan oleh rayap karena kemungkinan besar adalah pemangsa rayap.  Synoeketes, yang merupaka adalah tamu yang diabaikan oleh rayap, dan synophylis yang pada dasarnya adalah “tamu sejati” rayap karena mereka terintegrasi ke dalam masyarakat sosial rayap.  Setelah itu, Dr. Taisuke Kanao melanjutkan pembahasan tentang filogeni rayap.  Topiknya terdiri dari evolusi termitophily di Aleochharinae, yang menjelaskan bahwa mereka berevolusi setidaknya 14 kali. Terdapat kKonvergen morfologi dan hubungan inang, dan juga kesalahan sistematika Aleocharinae.

Setelah masing-masing materi selesai disampaikan, kami menyampaikan cendera mata dari Yogyakarta dan Fakultas Biologi UGM, yang kemudian dilanjut dengan sesi foto bersama.  Kuliah terakhir berlangsung hingga pukul 16.00 WIB.  Setelah itu para mahasiswa akan diberikan waktu istirahat hingga waktu makan malam tiba pada pukul 17.30. Pada waktu bebas ini, kami menikmati lingkungan sekitar kampus dan berbelanja makanan ringan. (NAdh&Ibar)

 

Berjalan menuju Yamagata University
Bersiap mengikuti sesi Kuliah dengan semangat
Sesi 1. Kuliah dengan Prof. Jun Yokoyama
Sesi 2. Kuliah dengan Profesor Yutaka Miazawa
Menuju Kafetaria
Makan Siang Ramen hangat
Menikmati Lingkunagn kampus Yamagata University
Sesi 3. Kuliah Prof. Naoyuki Fujiyama
Kenang-kenangan untuk Prof. Naoyuki Fujiyama
Kenang-kenangan untuk Dr. Taisuke Kanao dari Fak. Biologi UGM
Sesi 4. Kuliah dengan Dr. Taisuke Kanao

Awal dari sebuah petualangan: Kisah Hari Pertama Sakura Science Program 2023

Rilis BeritaTajuk Sabtu, 18 Februari 2023

Sakura Science Program-Yamagata University-Laporan Perjalanan: Hari 1

Setelah proses perjalanan penuh tantangan berakhir pada hari kedatangan kami, esok hari pun datang. Pagi itu, tim kami berkumpul tepat jam 8 di lobi hotel, sesuai dengan perjanjian malam sebelumnya. Karena letak Universitas Yamagata yang dekat dengan hotel kami, kami memutuskan untuk berjalan kaki sebagai moda transportasi selama masa tinggal di kota yang terletak di Prefektur Yamagata. Kami disambut oleh Prof. Jun Yokoyama dan langsung diarahkan ke ruang kelas untuk sesi sarapan pagi. Setelah itu, kami mengikuti program orientasi sebagai delegasi Sakura Science Program 2023.

Sebagai persiapan untuk mengikuti program SSP 2023, Prof. Jun Yokoyama dengan sangat baik hati memberikan presentasi terperinci tentang jadwal program kami, hingga menjelaskan seluruh hal mengenai kota dan universitas Yamagata. Dimulai dengan kegiatan di hari pertama hingga hari kesembilan, kami akan mendapat kesempatan untuk belajar  mengenai hal yang berkaitan dengan biologi molekuler, biodiversitas, dan kegiatan laboratorium yang akan mengembangkan pemahaman kami mengenai topik tersebut.

Kami melanjutkan pembelajaran hari pertama ini dengan sesi yang membahas kondisi cuaca Jepang yang tidak biasa bagi penduduk pulau tropis seperti kita, dan diberi tahu bahwa Yamagata merupakan kota yang memiliki perbedaan ekstrim antara iklim musim dingin dan musim panas. Sementara, cuaca Indonesia sendiri berbanding terbalik – dengan suhu konstan 30 °C sepanjang tahun – dimana pihak lain yakni musim dingin Yamagata mencapai dibawah 0°C dan musim panas mendekati 27°C. Perbedaan ini tidak terbatas hanya pada iklim kota Yamagata saja, tetapi juga pada tingkat curah hujan, perubahan suhu, dan gelombang radiasi yang terjadi selama siklus 12 bulan.

Prof. Jun Yokoyama juga menyebutkan perbedaan yang ditemukan dalam kondisi iklim kita, akan menjadi faktor utama keanekaragaman hayati yang ada, terutama diversitas tumbuhan. Pelajaran ini merupakan bagian penting untuk program yang kami lakukan, kami difasilitasi dengan lebih banyak pengetahuan yang akan memberikan fondasi bagi kami untuk penelitian biologi molekuler yang akan dilakukan mulai hari minggu.

Namun, kami harus mengakhiri sesi tersebut karena jam makan siang sudah tiba pada pukul 1.30 siang. Kali ini kami dihidangkan porsi makan besar dan hangat, semangkuk nasi dengan salad dan sup sebagai lauk pauk kami, dengan sepiring ayam katsu isi tomat dan keju ditemani spaghetti Bolognese untuk memperkaya cita rasa. kami mengakhiri paruh pertama hari ini dengan perut kenyang sembari berbagi cerita di meja makan.

Setelah makan siang di kantin kampus, kami pun kembali berjalan menuju ke kelas untuk belajar tentang biodiversitas di Yamagata. Profesor Jun Yokoyama menjelaskan mengenai keragaman di berbagai daerah di Jepang, salah satunya adalah daerah pegunungan di Yamagata. Kami diberitahu bahwa daerah di Jepang memiliki jenis tanaman yang berbeda karena faktor-faktor yang disebutkan di sesi sebelumnya.

Setelah sesi kuliah selesai, Profesor Jun Yokoyama membawa kami berkeliling kampus. Terdapat banyak fasilitas lab seperti lab perilaku hewan, lab perkembangan tumbuhan, dan masih banyak lab lainnya dengan fasilitasnya. Kami mendapat kesempatan untuk mengunjungi lab-lab tersebut. Profesor menjelaskan tentang fasilitas dan alat-alat yang ada di masing-masing lab. Profesor Jun Yokoyama dan rekan-rekannya juga menunjukkan kepada kami sebuah ruangan yang dipenuhi dengan peralatan lab canggih dengan teknologi terkini.

Untuk kegiatan terakhir, kami melakukan perjalanan ke Museum Universitas Yamagata yang terletak di gedung yang berbeda. Kemudian kami berjalan-jalan di sekitar gedung kampus. Saat itu cuacanya sangat dingin (-4 °C) dan berangin, tapi pada saat yang sama kita bisa menikmati pemandangan indah bersalju. Kami memutuskan untuk mengambil beberapa foto diri dan foto pemandangan tentunya. Di museum kami mendapat kesempatan untuk melihat hewan yang diawetkan. Profesor Yokoyama juga menjelaskan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan sejarah Yamagata University.   

Setelah mengunjungi museum, kami pergi ke kantin untuk makan malam bersama. Makan malam kami adalah nasi kari ayam hangat dengan salad. Kami menikmati jam makan malam ini, makanan yang disajikan juga sangat enak. Setelah itu kami keluar untuk melihat lingkungan sekitar kampus. Suhu saat itu sekitar -5°C.

Setelah sesi belajar hari itu selesai, kami jalan-jalan di sekitar hotel, di mana kami mengunjungi beberapa toko untuk membeli camilan dan makanan ringan, kemudian kami kembali ke hotel untuk beristirahat. (Zeph-Fel)

WhatsApp Image 2023-02-16 at 15.29.50
WhatsApp Image 2023-02-16 at 15.29.50 (1)
WhatsApp Image 2023-02-16 at 13.20.00
WhatsApp Image 2023-02-17 at 23.40.28
WhatsApp Image 2023-02-17 at 23.40.56
WhatsApp Image 2023-02-17 at 23.41.20

Memulai Perjalanan: dari Kehangatan Yogyakarta ke Kota Yamagata yang Bersalju

Rilis BeritaTajuk Kamis, 16 Februari 2023

Sakura Science Program-Yamagata University-Laporan Perjalanan: Hari 0

Tanggal 15 Februari dini hari, tim Sakura Science Program 2023 Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada bertemu di Bandara Internasional Sukarno Hatta. Lima belas mahasiswa dan dua dosen tersebut bersiap untuk memulai perjalanan ke Yamagata di Sakura Science Program. Setelah briefing terakhir dan upacara pelepasan (9/2/2023) oleh Dekan Fakultas Biologi UGM Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., ini adalah pertama kalinya tim kami bertemu secara lengkap.

Kami bertemu pada jam 3 pagi. Semua orang terlihat sangat bersemangat dengan perjalanan ini. Beberapa mahasiswa didampingi oleh orang tua mereka, yang juga tampak gembira dan bahagia atas pengalaman anak-anak mereka belajar di luar negeri dengan kelompok. Setelah menyerahkan bagasi di konter check-in, kami kemudian berpisah dengan orang tua dan keluarga mahasiswa di depan gerbang Pabean. Para mahasiswa mengambil langkah pertama dalam perjalanan ini dengan restu dan doa dari orang tua mereka.

Penerbangan kami yang sangat tenang dan hanya mengalami turbulensi yang sangat kecil. Pukul 15.00, kami mendarat di Bandara Narita. Kami harus melewati beberapa pos pemeriksaan panjang karantina Covid-19 yang dijaga kemudian pos imigrasi, dan bea cukai. Untungnya kami telah mempersiapkan check in ini dengan mengisi Visit Japan (https://www.vjw.digital.go.jp). Di masa depan check-in otomatis seperti ini akan dilakukan secara meluas.

Prof Jun Yokoyama, telah melakukan perjalanan jauh dari Yamagata untuk menjemput kami di Narita. Kami bertemu dengannya langsung setelah kami keluar dari bea cukai. Prof. Yokoyama menyambut kami dengan sangat hangat dan membawa kami ke stasiun kereta bawah tanah untuk membawa kami dari Bandara Narita ke Stasiun Tokyo. Setelah lebih dari 6 jam penerbangan, anggota tim kami masih bersemangat. Dengan barang bawaan kami yang besar, kami naik dan turun beberapa tangga di stasiun kereta bawah tanah untuk mengejar kereta. Sayangnya, salah satu anggota kami kehilangan tiket kereta bawah tanah, jadi Prof. Yokoyama menemani anggota tersebut dan membiarkan kami naik shinkansen sendiri. Dengan keterbatasan waktu yang kami miliki, dan kebetulan kami tidak menyadari bahwa kereta Shinkansen kami terdiri dari 2 kereta yang akan terpisah di Stasiun Fukushima. Kami naik kereta kedua. Setelah mendorong barang-barang kami dari gerbong ke-4 ke gerbong ke-10, kami baru menyadari bahwa tidak ada cara bagi kami untuk sampai ke gerbong tujuan kami yaitu gerbong 17. Kami sangat stres dan bingung. Untungnya, kami dapat menghubungi Prof Yokoyama, dan dia berbicara dengan petugas gerbong tentang cara terbaik bagi kami untuk pindah ke kereta yang benar di depan. Salah satu mahasiswa (Alifya) juga sangat membantu dengan kemampuan bahasa Jepangnya dan memberi tahu kami bahwa kami harus keluar dari stasiun berikutnya dan berlari ke kereta depan. Dengan ide itu, kami semua berkerumun di dekat pintu keluar dengan semua barang bawaan kami dan bersiap untuk berlari ke pintu depan kereta terdekat. Kami sangat terburu-buru karena kami hanya punya waktu kurang dari satu menit untuk menuju ke kereta yang benar. Ini adalah pengalaman unik untuk berlari dengan barang bawaan besar dan memastikan kami semua (16 orang) naik kereta dalam kurun waktu kurang dari 1 menit.

Akhirnya, di stasiun Omiya, kami berlari sekuat tenaga, untuk sampai ke kereta depan. Selama berlari inilah, kami benar-benar dapat melihat bahwa kereta Shinkansen tersebut terdiri dari dua kereta dengan kepala lokomotif berbeda yang berjalan bersama (kereta Yamabiko dan kereta Tsubasa). Kami akhirnya berhasil naik kereta Tsubasa yang seharusnya kami naiki, dan sekali lagi mendorong barang bawaan kami dari gerbong 11 ke 17, tapi kali ini kami melakukannya dengan lega, karena keenambelas dari kami berhasil sampai ke kereta Tsubasa dengan selamat. Kami akhirnya tiba di Stasiun Yamagata pada pukul 21.59 dan bertemu dengan mahasiswa Prof Yokoyama yang bernama Yuji Yamamoto. Dia membawa kami ke sebuah hotel tempat beberapa anggota tim akan menginap selama program Sakura ini berlangsung, yang berjarak 11 menit berjalan kaki dari stasiun kereta. Setelah semua anggota yang menginap di hotel itu, mendapat kunci kamar, mengambil bento makan malam mereka, dan pergi beristirahat ke kamar, Yuji-san kemudian memimpin enam anggota tim lainnya untuk pergi ke Universitas Yamagata.

Kami berjalan selama 25 menit lagi dari hotel ke wisma Universitas Yamagata. Itu adalah malam yang sangat sunyi di Yamagata. Kami bisa melihat salju menutupi semua permukaan dan berkumpul di sisi jalanan kosong sepanjang perjalanan menuju kampus. Kami tiba di asrama hampir tengah malam. Namun, karena ini merupakan pengalaman baru untuk memasuki asrama universitas Jepang, kami sangat bersemangat untuk belajar tentang lingkungan baru ini dan untungnya, Yuji-san dengan ramah menjelaskan dan menjawab pertanyaan kami mulai dari cara menyiapkan air panas hingga memilah sampah. Setelah itu, kami kemudian masuk ke kamar masing-masing dan menikmati bento halal yang dapat kami yang panaskan menggunakan hot pocket. Itu adalah makan malam yang sangat lezat dan memuaskan untuk kami yang kelaparan. Kami tidur nyenyak dan akan siap untuk hari berikutnya.

WhatsApp Image 2023-02-11 at 20.45.43
WhatsApp Image 2023-02-15 at 07.34.03
WhatsApp Image 2023-02-16 at 22.21.25
WhatsApp Image 2023-02-16 at 22.22.28
WhatsApp Image 2023-02-16 at 22.21.41
WhatsApp Image 2023-02-16 at 22.44.11
WhatsApp Image 2023-02-16 at 22.44.10

Visi, Misi, Tujuan, & Sasaran Program Doktor Biologi

Akademik Kamis, 17 Februari 2022

Visi

Visi Program Doktor Program Studi Doktor Biologi Fakultas Biologi selaras dengan visi Fakultas Biologi, yakni menjadi program studi yang unggul, sebagai pusat pendidikan, pengembangan penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang biologi, khususnya biologi tropika, yang berdasarkan Pancasila dan berorientasi pada kepentingan bangsa.

Misi

Misi Program Doktor Program Studi Doktor Biologi Fakultas Biologi adalah:

  1. Menyelenggarakan Program Doktor yang berkualitas sesuai dengan tuntutan zaman dalam rangka mencerdaskan dan memberdayakan bangsa, serta memelihara integrasi nasional.
  2. Meningkatkan kualitas penelitian yang menopang pendidikan, kemajuan ilmu dan teknologi.
  3. Meningkatkan pengabdian kepada masyarakat atas dasar tanggung jawab sosial demi kepentingan rakyat dengan menghasilkan lulusan yang unggul dan berwawasan luas, bermoral, tangguh, berjiwa pemimpin, dan menjaga jati diri bangsa.
  4. Menjalin kerjasama secara berkelanjutan dengan lembaga pendidikan, penelitian, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat global.
  5. Meningkatkan manajemen yang transparan dan berkualitas secara berkelanjutan.
Tujuan

Tujuan Program Doktor Program Studi Doktor Biologi Fakultas Biologi UGM adalah menyelenggarakan program Doktor melalui rangkaian proses pembelajaran, sehingga menghasilkan lulusan dengan kompetensi sesuai Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

Sasaran

Sasaran Program Doktor Program Studi Doktor Biologi Fakultas Biologi adalah menghasilkan Doktor di bidang Biologi yang:

  1. Mampu membawakan diri sebagai pribadi yang memiliki integritas tinggi, terbuka dan tanggap terhadap setiap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pembangunan masyarakat.
  2. Unggul dan kompetitif di tingkat nasional maupun internasional yang bermartabat dan bermoral Pancasila.
  3. Menguasai teori, konsep, metode dan kaidah-kaidah serta pendekatan biologi yang dibuktikan dengan naskah disertasi.
  4. Mampu mengkomunikasikan pemikiran dan hasil karyanya kepada sejawat maupun masyarakat secara luas.
  5. Mampu mengembangkan konsep ilmu di bidang keahliannya melalui penelitian.
  6. Mampu melakukan pendekatan multidisipliner dalam berkarya di bidang keahliannya.

Akreditasi

Berita Terakhir

  • Angkat Inovasi Susu Nabati Probiotik Kacang Hijau, Tiga Mahasiswa Biologi UGM Raih Medali Perak di Lomba Esai Cipta Nusantara Fest
  • Mahasiswa UGM Raih Dua Medali Perak dan Satu Medali Perunggu pada International Student Summit 2026 di Malaysia
  • Dharma Wanita Persatuan UP Fakultas Biologi UGM Selenggarakan Pelatihan Budidaya Anggrek
  • Upacara Melepas Wisudawan-Wisudawati Program Sarjana Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada Periode II Tahun Akademik 2025/2026
  • Sosialisasi Program Kerja KSK Biogama 2026
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA

FAKULTAS BIOLOGI
Jalan Teknika Selatan, Sekip Utara,
Yogyakarta 55281
biologi-ugm@ugm.ac.id
Telepon/Fax: +62 (274) 580839

Tentang Kami

  • Sejarah
  • Organisasi
  • Staff
  • VISI, MISI & TUJUAN
  • Biodiversitas
  • Informasi Publik

KEMAHASISWAAN

  • Pelayanan Mahasiswa
  • Organisasi Mahasiswa
  • Pengajuan Kerja Praktik Lapangan
  • Izin Penelitian Lapangan
  • Layanan Konseling Mahasiswa

Akademik

  • Peraturan Akademik
  • Pengumuman Akademik

Survei Kepuasan Layanan

  • Survei Layanan Akademik
  • Survei Layanan KASDM
  • Survei Layanan P2MKSA
  • Survei Layanan Laboratiorum
  • Survei Layanan K5L dan Driver

Akreditasi

  • Image 1
  • Image 2
  • Image 3

© 2024 FAKULTAS BIOLOGI UNIVERSITAS GADJAH MADA

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju