Rakornas KOBI Bahas Penyelamatan dan Pelestarian Kekayaan Sumber Daya Hayati Indonesia

KBRN, Purwokerto: Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar yang memiliki kekayaan alam melimpah terutama keanekaragaman hayatinya dan bahkan sudah diakui dunia. Kekayaan hayati tersebut tidak luput dari kehancuran dan kepunahan akibat salah satunya pemanasan global.

Karena itu, Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI) yang merupakan himpunan penyelenggara pembelajaran perguruan tinggi bidang biologi menggelar rapat koordinasi nasional (Rakornas) di Purwokerto selama dua hari dari 20 – 21 Maret 2017.

Ketua KOBI, Dr. Budi Setiadi Daryono mengatakan, ada tiga isu yang paling krusial untuk dibahas yaitu menjaga, memanfaatkan dan melestarikan kekayaan sumber daya hati yang dimiliki bangsa Indonesia.

“Kekayaan dan keanekaragaman hayati Indonesia yang sudah disampaikan dunia kita menempati nomor dua di dunia dari kehancuran atau kepunahan akibat pemanasan global dan perubahan iklim beberapa tahun terakhir”, ungkapnya kepada RRI sebelum Rakornas di Purwokerto, Senin (20/3/2017)

Menurut Dia, hal itu penting dilakukan karena kalau tidak akan berakibat serius  terhadap kelangsungan hidup organisme.

“Sebetulnya kita sudah dimodali  keanekaragaman dan kekayaan sumber daya hati yang bisa kita manfaatkan di berbagai sektor”, ujar Dr. Budi Setiadi Daryono.

Untuk itu keanekaragaman dan sumber daya hayati tersebut, lanjutnya, perlu dijaga dan dilestarikan.

”Inilah yang harusnya aware dimana satu hal kalau kekayaan dan keanekaragaman hayati kita sudah punah, kita tidak bisa lagi mengembalikannya itu, ya sehingga sebelum punah mari kita jaga, kita manfaatkan dan kita lestarikan sebaik-baiknya apa yang telah dititipkan dan berupa modal yang sangat besar bagi bangsa ini dari Tuhan yang Maha Kuasa”, pungkasnya.

Selain isu menjaga dan melestarikan kekayaan sumber daya hayati Indonesia, Dr. Budi Setiadi Daryono yang juga Dekan Fakultas Biologi Universitas Gajah Mada (UGM) menambahkan, Rakornas juga membahas pemantapan kurikulum nasional.

“Secara prinsip, Rakornas juga membahas pemantapan kurikulum nasional untuk program studi biologi baik di tingkat sarjana maupun tingkat pasca sarjana”, imbuh Dr. Budi Setiadi Daryono.

Rakornas konsorsium Biologi Indonesia itu diikuti 48 perwakilan dari 33 perguruan tinggi dari Sumatera hingga Papua.(RPW/rri.co.id)

Agenda

May
3
Wed
all-day The 5th International Conference... @ Eastparc Hotel
The 5th International Conference... @ Eastparc Hotel
May 3 – Sep 16 all-day
The 5th International Conference on Biological Sciences Faculty of Biology Universitas Gadjah Mada Dates and Venue This seminar will be held in September 15-16, 2017 in Eastparc Hotel (Jalan Laksda Adi Soetjipto Km 6,5 Seturan,[...]