• UGM
  • Portal Simaster
  • IT Center
  • Webmail
  • KOBI
  • Bahasa Indonesia
    • English
  • Informasi Publik
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Biologi
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Visi, Misi & Tujuan
    • Organisasi
    • Staff
      • Tenaga Pendidik
      • Adjunt Professor
      • Tenaga Kependidikan
      • Kepakaran dan Topik Riset Dosen
    • Fasilitas
      • Animal House
      • Kebun Biologi
      • Konsultasi Kesehatan Mental
      • Laboratorium
      • Museum Biologi
      • Perpustakaan
    • Galeri
      • Gedung Fakultas
      • Museum Biologi
      • Penelitian
      • Gama Melon
  • Akademik
    • Program Sarjana
      • Visi, Misi, dan Tujuan
      • Matakuliah S1
      • Pendaftaran Skripsi
      • Pendaftaran Ujian Skripsi
      • Pendaftaran Yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Klaim MK Ekstrakurikuler
    • IUP
    • Program Profesi
      • Apa itu PKKH ?
      • Sejarah Pendirian Program Studi PKKH
      • Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran Program Studi PKKH
      • Kompetensi Lulusan Program Studi PKKH
      • Bahan Kajian dan Profil Lulusan Program Studi PKKH
      • Kurikulum Program Studi PKKH
      • Pendaftaran Mahasiswa Baru PKKH
      • Informasi dan FAQ Program Studi PKKH
    • Program Magister
      • Deskripsi Program Magister Biologi
      • Mata Kuliah S2
      • Struktur Kurikulum Program Magister
      • Info Pendaftaran
      • PENDAFTARAN UJIAN KOMPREHENSIF
      • Pendaftaran Ujian Tesis
      • pendaftaran yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Tracer Study
    • Program Doktor
      • Visi, Misi, Tujuan, & Sasaran Program Doktor Biologi
      • Kurikulum Program Doktor
      • Info Pendaftaran
      • Pendaftaran Ujian Komprehensif
    • Akreditasi dan Jaminan Mutu
  • PENELITIAN & PENGGABDIAN
    • Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology
    • Berkala Ilmiah Biology
    • Pengelolaan Sampah
  • Kerja Sama
  • Alumni
    • Berita Alumni
    • BCADC (Web Alumni)
    • Data Kabiogama Pascasarjana
    • Data Kabiogama Sarjana
  • Beranda
  • Pos oleh
  • hal. 2
Pos oleh :

Admin

Dari Feses hingga Forensik: Dosen Fakultas Biologi UGM menjadi Narasumber Konservasi Genetik Satwa Liar di Taman Nasional Way Kambas

Rilis BeritaTajuk Minggu, 13 Maret 2022

 

Dr. Dwi Sendi Priyono, M.Si, dosen Fakultas Biologi UGM, menjadi narasumber kegiatan peningkatan kapasitas tim terpadu dengan tema “Konservasi Genetik Taman Nasional Way Kambas Melalui Pelatihan Koleksi Material Biologis untuk Uji DNA: DNA Forensik, DNA Lingkungan, Sampel Invasif dan Non-Invasif” yang diselenggaran oleh Balai Taman Nasional Way Kambas bersama mitra yaitu WCS Indonesia, YABI dan AleRT. Peserta kegiatan pelatihan ini berasal dari Pengendali Ekosistem Hutan (PEH), Polisi hutan, staf dari Taman Nasional Bukit Barisan Selatan dan Way Kambas, BKSDA Bengkulu-Lampung, dan Balai Gakum Sumatera Seksi wilayah 3 Lampung, Dinas Lingkungan Hidup Lampung Timur, serta tim lapangan WCSIP, YABI, ALeRT, PKHS dan KHS.

Slide 1
Slide 2
Slide 3
Slide 4
Slide 5

Dwi Sendi Priyono yang memiliki banyak pengalaman di dunia konservasi genetik untuk satwa endemik Indonesia, berbagi pengalaman mulai dari gajah sumatra, harimau sumatra, anoa, hingga DNA forensik untuk membantu penegakkan hukum terkait perdagangan satwa liar. Pada kegiatan yang dilaksanakan selama 2 hari ini (10 dan 11 Maret 2022), Dwi Sendi Priyono memberikan 2 topik materi antara lain: Prinsip dan Teknik Koleksi DNA dari sampel Invasif dan Non-Invasif, Prinsip dan Teknik Koleksi DNA dari Barang Bukti dan Satwa Mati. Sedangkan, 3 pelatihan praktik meliputi: Pelatihan Praktek Koleksi DNA dari sampel Feses, Pelatihan Praktek Koleksi DNA Lingkungan dari sampel air dan sedimen, Praktek Teknik Koleksi DNA dari Barang Bukti dan Satwa Mati. Selain itu, pemateri juga berasal dari Polda Lampung dan Dosen Biologi UI.

Taman Nasional Way Kambas yang merupakan taman nasional dengan beragam flora fauna endemik Indonesia terus berupaya untuk menjaga populasinya. Kegiatan pelatihan konservasi genetik bertujuan mendukung penyelamatan satwa endemik terancam punah yang ada di TN Way Kambas, seperti badak sumatra, harimau sumatra, dan gajah sumatra. Sehingga dengan adanya pelatihan ini, tim lapangan diharapkan mampu melakukan kerjasama dengan masing-masing personil dilapangan, memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup dalam teknik pengambilan data secara tepat dan akurat termasuk dalam pengambilan sampel biologi (invansif dan non-invansif) untuk uji DNA.  Perkembangan teknologi terutama genetik sendiri telah terbukti menjadi alat yang powerfull dalam membantu konservasi, seperti DNA forensik satwa liar, monitoring populasi, level inbreeding, status taksonomi, hingga memberikan rekomendasi manajemen konservasi yang lebih tepat. Pelatihan ini dilaksanakan secara luring di Rumah Sakit Gajah-Pusat Latihan Gajah, dengan protokol kesehatan yang ketat.

NGOBRAL episode 3: Peluang Lulusan Biologi Berkarir di TNI dan POLRI

Rilis BeritaTajuk Senin, 25 Januari 2021

Ngobral #3 merupakan lanjutan acara Ngobral (Ngobrol Bareng Alumni) yang dibuat berseri dan telah sampai pada sesi ketiganya, kolaborasi antara BCADC (Biology Career and Alumni Development Centre) dengan KMFB bekerja sama dengan BEM Biologi yang bertujuan untuk menginspirasi mahasiswa mempersiapkan diri ke jenjang setelah kuliah dan menambah skill diri dengan menghadirkan alumni. Ngobral kali ini mengangkat tema “Peluang Berkarir di TNI dan POLRI” dengan menghadirkan tiga narasumber yang sedang berkarir di TNI dan POLRI pada Sabtu, 23 Januari 2021. Acara dibuka oleh host yaitu Alim El Hakim mahasiswa Biologi angkatan 2017, pada 19.30 WIB yang dilanjutkan dengan pengenalan pembicara yaitu Letkol Ckm Nurhadiyanta, S.Si, M.Si. dari alumni Biologi angkatan 1986 yang sekarang menjabat sebagai Kepala Sub Instalasi Produksi Indonesia Army Cellcure Center RSPAD Gatot Soebroto sekaligus Kaprodi Biologi FMIPA-M UNHAN. Kemudian, IPTU Riana Adhyaksari, S.Si. dari Biologi angkatan 2010 yang sedang berkarir di Bidang Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah. Ketiga, yaitu Letda Laut (KH/W) Disti Ria Larasati. S.Si. dari Biologi angkatan 2010 yang sekarang menjabat sebagai Perwira Pertama Korps Wanita AL, Mabes TNI.

Selanjutnya, pemberian sambutan oleh Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian, dan Kerjasama Fakultas Biologi UGM. Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. menerangkan bahwa TNI dan POlRI saat ini sedang banyak merekrut stafnya dari lulusan perguruan tinggi, salah satunya dari jurusan Biologi. Hal ini menunjukkan bahwa Biologi memiliki peran untuk kemajuan TNI dan POLRI. Beliau juga menuturkan, “Dengan masuknya para alumni Fakultas Biologi di TNI dan POLRI dapat semakin berkembang dan berkontribusi untuk negara tercinta ini”.

Dijelaskan oleh narasumber yaitu IPTU Riana dan Letda Laut Disti jika tahap seleksi untuk TNI maupun POLRI cukup panjang. Proses seleksi mencakup 2 tahap, yaitu tingkat daerah dan tingkat pusat, yang pada masing-masing tahap dilakukan beragam tes diantaranya yaitu seleksi fisik, tes psikologi, pemeriksaan kesehatan, dan tahap administrasi akhir. Disti menegaskan, “Perlu niat yang sungguh-sungguh untuk dapat lolos, pendidikan dasar prosesnya sangat panjang bahkan kontak dengan keluarga juga terbatas” ujarnya. Letkol Ckm Nurhadiyanta, S.Si, M.Si. juga menuturkan banyaknya lini ilmu yang dapat dimasuki oleh lulusan Biologi yaitu diantara biomedis dan kesehatan lingkungan, bagian NUBIKA (Nuklir, Biologi, dan Kimia), atau bahkan menjadi dosen misal seperti beliau yang saat ini menjadi Kaprodi di FMIPA-M UNHAN. Selain itu, Beliau juga menegaskan, “Untuk adik-adik, tolong kemampuan Bahasa Inggris untuk ditingkatkan, karena Bahasa Inggris mampu menjadi pembeda kita karena itu menjadi modal penting ketika kita mau belajar untuk meng-upgrade diri lebih lagi, dikuasai juga,” tuturnya.  IPTU Riana Adhyaksari, S.Si. juga menyampaikan pentingnya pembelajaran selama di kelas dan praktikum saat kita kuliah itu mampu menjadi penunjang ketika ia bekerja di bagian dokumen forensik, “Ketika kita praktikum, terutama mikrobiologi ya, itu kan meneliti hal-hal tak kasat mata sehingga harus teliti, jadi kita meneliti hal-hal yang tak kasat mata kemudian kita memprosesnya, menilai hasilnya seperti apa, itu merupakan hal yang harus dilakukan dengan teliti sekali… selain itu, saat praktikum kita membedah katak, ketika menjadi polisi saya melihat lambung manusia.”

Acara ini berlangsung dengan sukses dengan banyaknya peserta dan ditutup dengan untuk masuk kedalam TNI dan POLRI dapat melalui berbagai jalur diantaranya yaitu SIPSS dan jalur ASN. Serta, tentunya diperlukan persiapan fisik dari jauh-jauh hari secara bertahap.

Nantikan terus Ngobral selanjutnya, sesi selanjutnya kami akan Ngobrol bersama Alumni yang berkarir sebagai ASN di lembaga-lembaga pemerintah. Stay tune!

Prof. Dr. Tjut Sugandawaty Djohan, M.Sc. Sampaikan Pidato Pengukuhan Guru Besar dengan Judul: Ekologi, Tantangan dan Harapan

Rilis BeritaTajuk Senin, 21 September 2020

Pengukuhan Prof. Dr. Tjut Sugandawaty Djohan, M.Sc. sebagai Guru Besar Fakultas Biologi dilakukan dalam Rapat Terbuka Dewan Guru Besar Universitas Gadjah Mada di Balai Senat Universitas Gadjah Mada. Pengukuhan Prof. Dr. Tjut Sugandawaty Djohan, M.Sc. sebagai Guru Besar dalam bidang Ekologi menambah daftar Guru Besar di Universitas Gadjah Mada yaitu sebagai Guru Besar ke-508 dan ke 19 di Fakultas Biologi UGM.

Acara pidato pengukuhan tersebut selain merupakan bagian dari Rapat Terbuka Dewan Guru Besar Universitas Gadjah Mada, juga merupakan salah satu rangkaian kegiatan Dies Natalis Fakultas Biologi ke-65 sekaligus Lustrum ke-13 Fakultas Biologi. Turut hadir dalam acara ini adalah Ketua Dewan Guru Besar UGM, Sekretaris Dewan Guru Besar UGM, Rektor UGM, Ketua Senat Fakultas Biologi UGM dan Dekan Fakultas Biologi UGM. Pada kesempatan yang sama juga hadir Prof. Ir. Siti Malkhamah, M.Sc., Ph.D., Prof. Ir. Radianta Triatmadja, Ph.D., Prof. Dr. drh. Wayan Tunas Artama, Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko, S.Hut., M.Agr.Sc., Prof. Dr. L. Hartanto Nugroho, M.Agr., Prof. Dr. Purnomo, M.S., Prof. Dr. Endang Semiarti, MS, M.Sc.

Pelaksanaan Rapat Terbuka tersebut tidak hanya dilaksanakan secara luring di balai senat, namun juga disiarkan secara daring melalui Youtube Kanal UGM http://ugm.id/Pengukuhan210920 juga Kanal Pengetahuan Fakultas Biologi UGM https://ugm.id/diesbio65. Pelaksanaan secara daring turut mengundang Plt Gubernur Provinsi Aceh, Walikota dan Wakil Walikota Sabang, Sekretaris Daerah Sabang, dan dinas-dinas terkait antara lain DPRK, BAPPEDA, BPKS Sabang. Selain itu, turut menyaksikan secara daring adalah Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng., IPU juga Prof. Emeritus UCL-Belgium dan Former Director of Joint Research Center European Union, Dr. Jean-Paul Malingreau, Co-Founder Orangutan Republik Foundation Dr. Gary L. Shapiro, Prof. Drs. Sutiman Bambang Sumitro, S.U.,D.Sc dari Universitas Brawijaya (UB), Prof. Dr. Yudi Pawitan dari Karolinska Institutet, Prof, Drh, Adji Santoso Dradjat, BSc.Vet, M.Phil, PhD dari Fakultas Peternakan Universitas Mataram, Prof. Dr. H. Agil Al Idrus, M.Si dari FKIP UNRAM, Liz-Varnhagen dari Berkeley, Liston Siregar dari BBC London, juga teman-teman PERMIAS DAVIS.

Pada pidato ini, Prof. Dr. Tjut Sugandawaty Djohan, M.Sc. mengangkat tema Krisis Ekologi, Tantangan dan Harapan. Sebuah judul yang diangkat untuk menggambarkan bahwa kerusakan ekosistem terjadi dalam landscape-seacape dan menjadi ancaman dalam skala global.

Kerusakan ekologi atau bencana ekologi sering menjadi pemberitaan di koran hampir setiap hari. Kerusakan di berbagai ekosistem bahkan sudah dilaporkan sejak Millenium Ecosystem Assessment (MA) pada tahun 2001 yang menunjukkan lebih dari 60% ekosistem global dalam keadaan terdegradasi. Saat ini, kondisi ekosistem terus mengalami tekanan dan perubahan iklim mempurburuk keadaan. Kekeringan dan banjir menjadi bencana kembar setiap tahunnya. Kerusakan ekosistem hutan hujan dan hutan gambut tersebut dalam skala luas sangat berpengaruh pada perubahan iklim, El Nino dan La Nina, sehingga terjadi peningkatan suhu ekstrim, musim hujan ekstrim basah dan musim kemarau ekstrim kering. Kondisi yang sangat kritis ini tentunya menuntut kita sebagai masyarakat dunia memahami Ekologi, apapun bidang kita. “Mengapa kita perlu Ekologi? karena kita hidup pada abad Ekologi, dan kita harus belajar tentang ekologi” Pungkas beliau, menyadur pernyataan dari Krebs tahun 2014. Hal ini karena apa yang buruk terhadap keanekaragaman hayati juga buruk untuk populasi manusia, karena manusia tergantung pada jasa ekosistem.

Pada satu sisi, kita juga wajib untuk terus memiliki harapan meskipun hidup di tengah tantangan, agar kita selalu dapat berusaha bersama-sama dalam memperbaiki ekosistem hutan hujan, hutan bakau dan hutan gambut yang rusak, dan dapat hidup selaras dengan alam. Berbagai upaya telah dilakukan negara-negara didunia, misalnya Rio Earth Summit tahun 1992 hingga UN Decade on Ecosystem Restoration yang ditargetkan tercapai pada 2030. Tidak terkecuali Indonesia, melalui skema insentif Results-Based Payment (RBP), Indonesia dinilai berhasil menurunkan emisi gas rumah kaca dari deforestasi dan degradasi hutan hujan, gambut dan bakau. Indonesia memperoleh dana sebesar 103,8 Juta USD atau sekitar Rp 1,5 Triliun dari Green Climate Fund (GCF) dan 56 juta USD atau sekitar Rp 800 miliar dari pemerintah Norwegia. Hal ini menunjukkan bahwa dengan menjaga ekosistem, Indonesia dapat memperoleh pendanaan untuk mendukung program-program yang tidak hanya digunakan untuk melestarikan ekosistem, tapi juga memastikan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat secara luas, bukan hanya segelintir manusia.

Beliau juga menyampaikan bahwa dalam menghadapi krisis ekologi di ekosistem – ekosistem khususnya ekosistem hutan tropika yang rusak, kita tidak sendirian akan tetapi kita bersama dunia berusaha mengembalikan jasa ekosistemnya. Bersama program SDGs, dan 2021-2030 Decade on Ecosystem Restoration. Jadi ada harapan baru untuk merestorasi ekosistem-ekosistem yang rusak.

Pada kesempatan yang sama, Prof. Dr. Tjut Sugandawaty Djohan, M.Sc. juga menyampaikan peran sentral perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan di saat ini dan masa depan “Oleh sebab itu, maka perguruan tinggi harus mendukung program tersebut dengan mengembangkan  dan menguatkan mata kuliah-kuliah tentang  ekologi agar mahasiswa lulusan, universitas, pemerintah, masyarakat, pebisnis, dan NGO mampu dan siap untuk membantu dunia mengembalikan ekosistem-ekosistem yang rusak, sehingga goals dari SDGs dan 2021-2030 UN Decade on Ecosystem Restoration tercapai” Tegas beliau sebagai penutup dalam Pidato Pengukuhan Guru Besar dalam bidang Ekologi

 

 

 

Adaptasi Kebiasaan Baru Fakultas Biologi dalam Menyelenggarakan PPSMB Metamorphoself 2020 di Masa Pandemi

Rilis BeritaTajuk Sabtu, 12 September 2020

Pelatihan Pembelajar Sukses bagi Mahasiwa Baru (PPSMB) Metamorphoself merupakan agenda tahunan Fakultas Biologi yang ditujukan untuk menyambut dan mempersiapkan Biolog Muda Fakultas Biologi. Mengusung tema “Eksistensi Biologi Berinovasi Menguatkan Era Terintegrasi”, PPSMB Metamorphoself tahun ini dilaksanakan dengan cara yang berbeda karena pandemi COVID-19 yaitu secara asinkronus pada tanggal 6-21 September dan Sinkronus pada 11 dan 12 September 2020. Pada sesi asinkronus, Biolog Muda dapat mengakses seluruh video materi dan quiz yang sudah disiapkan panitia melalui eLOK, Learning Management System yang dikembangkan UGM. Pada Sesi Sinkronus, acara disajikan secara online atau daring menggunakan beberapa platform seperti Google Meet, Zoom meeting, dan Youtube .  Kegiatan hari pertama diawali dengan Opening Ceremony yang disiarkan langsung melalui Youtube Kanal Informasi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada. Opening ceremony diawali dengan kata sambutan dari Koordinator Lapangan, Muhammad Ammar Faris, dilanjutkan oleh Koordinator Gugus PPSMB Fakultas Biologi  yakni bapak Akbar Reza S.Si., M.Sc. dan diakhiri oleh Dekan Fakultas Biologi Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc.

Slide 7
Slide 1
Slide 2
Slide 3
Slide 6
Slide 4
Slide 5

Kegiatan selanjutnya adalah Bincang Pimpinan Fakultas yang ditujukan untuk menjawab pertanyaan Biolog Muda terkait ke-Fakultasan. Para pimpinan Fakultas terdiri dari Dekan yakni Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc, didampingi Wakil Dekan yaitu Rina Sri Kasiamdari, S.Si., Ph.D. sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Niken Satuti Nur Handayani, M.Sc. sebagai Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia, dan Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Masyarakat, Kerja Sama dan Alumni, Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. Acara Bincang pimpinan Fakultas ini dipandu oleh moderator Zuliyati Rohmah S.Si., M.Sc. yang merupakan Dosen Fakultas Biologi dari Laboratorium Struktur dan Perkembangan Hewan.

Acara dilanjutkan dengan Bincang Kelompok Studi(KS)/Lembaga Fakultas Biologi. Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari masing- masing 15 Kelompok Studi/Lembaga yang ada di Fakultas Biologi. Seperti yang disampaikan Prof. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., kelompok studi/lembaga di Fakultas Biologi sangat beragam dengan fokus ilmu yang beragam pula. Perwakilan KS/Lembaga akan menjawab pertanyaan yang sebelumnya telah ditanyakan oleh para Biolog Muda melalui platform eLOK terkait masing-masing KS/Lembaga yang ada.

Rangkaian acara hari pertama ditutup dengan sesi sharing pemandu. Para Biolog Muda yang telah dibagi menjadi 12 kelompok akan melakukan sharing bersama pemandu masing-masing melalui platform Zoom meeting yang diisi dengan membahas terkait bincang KS/Lembaga dan penugasan Lifeplan yang  telah dikerjakan oleh Biolog Muda.

Rangkaian acara PPSMB Metamorphoself 2020 dilanjutkan keesokan harinya, 12 September 2020, yang dibuka dengan Bincang Alumni yang dipandu langsung oleh Luthfi Nurhidayat, S.Si., M.Si. yang juga merupakan Dosen Fakultas Biologi dari Laboratorium Struktur dan Perkembangan Hewan. Pada acara ini dihadirkan tiga alumni Fakultas Biologi sebagai narasumber. Narasumber pertama yaitu Ririn Ramadhany, Ph.D yang merupakan virologist di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Dr. Drs. Wahyu Marjaka, M.Eng. yang merupakan Direktur Mobilisasi Sumberdaya Sektoral dan Regional pada Direktorat Jenderal Pengendalian dan Perubahan Iklim, narasumber terakhir yakni Dwi Nugroho Adhiasto, M.A. yang merupakan Regional Counter Wildlife Trafficking Specialist, Wildlife Conservation Society. Acara bincang alumni ini mengusung tema “Menjadi Biolog Muda yang Kreatif dan Prospektif dalam Persaingan Dunia Kerja”. Menurut para narasumber ilmu biologi dibutuhkan disetiap pekerjaan yang menjadikan prospek kerja lulusan Fakultas Biologi sangat banyak. Namun, untuk menjadi seseorang yang mampu bersaing didunia kerja tidak hanya dibutukan nilai akademik saja namun juga softskill seperti kemampuan berorganisasi dan sebagainya. Selain itu kita juga harus selalu berani mencoba dan tidak menjadi orang pemilih untuk hal akademik. Acara dilanjutkan dengan sesi sharing pemandu seperti pada hari pertama. Pada sesi sharing pemandu hari kedua ini para Biolog Muda berbagi ide kepada teman-teman sekelompoknya tentang penugasan yang telah dikerjakan oleh para Biolog Muda dengan tema “Solusi Isu Abad 21”.

Rangkaian acara PPSMB Metamorphoslef 2020 diakhiri dengan Closing Ceremony yang dipimpin langsung oleh Dekan Fakulas Biologi Prof. Budi Setiadi Daryono, M.Agr. Sc. Tidak lupa pada Closing ceremony juga diumumkan ‘Biolog Muda of The Year’ yang dianugrerahkan kepada Edo Trianto dari kelompok Neil Allison Campbell dan Zidni Meirizka Utami dari kelompok Archibald Vivian Hills. Dilanjutkan dengan video persembahan tari selebrasi dari Biolog Muda dan mozaik semai dari kumpulan foto seluruh Biolog Muda. Semai merupakan lambang awal perjuangan Biolog Muda sebagai Future Biologist dan harapan bahwa Biolog Muda dapat terus berproses menjadi pribadi yang lebih baik dan sukses di Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada.  Mengutip kata-kata Koordinator Gugus PPSMB Fakultas Biologi, Akbar Reza, S.Si., M.Si., dalam kata sambutannya, “Berbanggalah menjadi Biolog Muda dan berbanggalah menjadi bagian dari Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada. Kolaborasi kami genta suara biologi berkontribusi”. Selamat datang Biolog Muda 2020!

Ngobral episode 1: Menyiapkan Diri Bekerja di Perusahaan untuk Lulusan Biologi

AlumniKegiatan MahasiswaRilis BeritaTajuk Selasa, 25 Agustus 2020

Minggu, 23 Agustus 2020, Biology Career Alumni Development Center (BCADC) bekerja sama dengan BEM Biologi Kabinet Selaras Juang menyelenggarakan talkshow berseri yang dilaksanakan secara virtual melalui channel Youtube Kanal Pengetahuan Fakultas Biologi UGM. Talkshow tersebut dikenal dengan nama Ngobral atau Ngobrol Bareng Alumni. Ngobral merupakan suatu talkshow inspiratif yang diisi oleh para alumni Fakultas Biologi UGM bertujuan untuk menambah pengetahuan terkait karir atau pekerjaan pasca lulus dari Fakultas Biologi UGM yang ditujukan khusus untuk mahasiswa Biologi UGM. Sebanyak 239 Mahasiswa Biologi turut aktif berpartisipasi dalam talkshow ini dengan rincian sebagai berikut, Biologi Angkatan 2014 sebanyak 1 orang, Biologi Angkatan 2015 sebanyak 3 orang, Biologi Angkatan 2016 sebanyak 35 orang, Biologi Angkatan 2017 sebanyak 60 orang, Biologi Angkatan 2018 sebanyak 73 orang, Biologi Angkatan 2019 sebanyak 58 orang, dan Biologi Angkatan 2020 sebanyak 6 orang. Jumlah peserta aktif dalam Ngobral pertama ini tergolong cukup stabil, yaitu sebanyak 150 peserta hingga akhir acara.

Slide 1
Slide 2
Slide 3
Slide 4
Slide 5

 

Ngobral pada kesempatan pertama ini mengangkat tema “Menyiapkan Diri Bekerja di Perusahaan untuk Lulusan Biologi”. Talkshow ini dimulai pada pukul 19.30 oleh Alifah Evi Scania selaku pembawa acara. Kemudian dilanjutkan dengan pidato pembukaan oleh Bapak Prof. Dr. Budi S. Daryono, M.Agr.Sc selaku Dekan Fakultas Biologi UGM. Bapak Prof. Dr. Budi S. Daryono, M.Agr.Sc., menyampaikan bahwa acara ini sangat bagus untuk memberikan gambaran kepada mahasiswa biologi bisa bekerja sebagai apa setelah lulus. “Pertanyaan yang sering muncul dari orang tua mahasiswa Fakultas Biologi, bahkan mahasiswa itu sendiri, adalah ‘mahasiswa biologi kalau lulus mau kerja jadi apa sih?’ dan itu akan terjawab dalam acara Ngobral ini” jelas Budi. Pada kesempatan tersebut, Budi juga menginformasikan bahwa Fakultas Biologi telah membuka program S2 dan S3 by research. “Kita telah membuka peluang untuk S2 dan S3 by research jadi alumni yang sudah bekerja di bidang yang ada kaitannya dengan biologi dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan pengembangan keilmuan di tempat kerja sekaligus mendapatkan gelar” jelas Budi.

Talkshow Ngobral ini dilanjutkan dengan sesi sharing oleh para Alumni Fakultas Biologi UGM. Alumni sekaligus pembicara pada talkshow Ngobral kali ini adalah Ibu Kustia Wardani, S.Si. (Biologi Angkatan 2004) selaku Head of Micro Lab PT. Nestle Indonesia, Ibu Yandia Ayu Risma, S.Si. (Biologi Angkatan 2005) selaku Supplier Quality & 3rd Party Manufacturing Manager in Danone SN Indonesia, Bapak Haikal Prima Fadholi, S.Si. (Biologi Angkatan 2010) selaku Service Supervisor Rentokill Initial, dan Ibu Dzikrina Nurunisa, S.Si. (Biologi Angkatan 2014) selaku Leadership Acceleration Program Department RnD PT. Great Giant Pineapple. Masing – masing pembicara memaparkan perjalanan dan kerja keras yang ditempuh untuk sampai pada titik saat ini. “Ketika saya lulus dari biologi, mungkin seperti kebanyakan lulusan biologi, ingin sekolah lagi atau ingin melakukan riset. Namun saya harus realistis bahwa saya harus mencari uang. Oleh karena itu, saya mencari pekerjaan yang ada kaitannya untuk riset” papar Kustia. Selain itu, masing – masing dari narasumber tersebut menyatakan bahwa bekerja di suatu perusahaan dibutuhkan kemampuan beradaptasi yang baik, kejujuran, ketekunan, dan kedisiplinan diri sendiri. “Ketika kita bekerja dalam suatu perusahaan menurut saya hal terpenting adalah kejujuran dan kedisiplinan. Karena dua hal tersebut yang membangun integritas. Dan integritas ini yang sangat dihargai dalam suatu perusahaan” jelas Risma. Faktor lain yang dapat mempengaruhi keberhasilan di dalam dunia karir antara lain, relasi yang dimiliki, kemampuan dalam berkomunikasi, serta kemampuan dalam memimpin suatu tim. Kemampuan tersebut dapat diasah dengan baik melalui organisasi – organisasi yang terdapat dalam lingkungan fakultas maupun universitas. “Organisasi itu memang penting banget, karena ketika pas wawancara di GGP itu ditanyain tentang aktifitasku selama mahasiswa. Dan ketika diterima, pengalaman organisasiku sangat membantu untuk beradaptasi di lingkungan kerja” ujar Dzikrina. Hal itu diamini oleh Haikal yang menyatakan bahwa aktifitas selama kuliah akan sangat bermanfaat di dunia kerja. “Waktu wawancara, saya tidak hanya ditanyai tentang kegiatan apa saja yang saya ikuti, namun juga apa peran dan kontribusi apa yang saya lakukan” tambah Haikal.

Acara Ngobral pertama ini ditutup dengan sesi tanya jawab pada pukul 21.00 yang disambut dengan antusias oleh para peserta. Berdasarkan tanya jawab yang dilakukan oleh peserta dengan narasumber dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya kunci keberhasilan seseorang di dalam dunia pekerjaan ada di dalam diri sendiri. Apabila seseorang yakin, percaya diri, dan berani keluar dari zona nyaman maka, keberhasilan pun akan berada di depan mata.

Biotalks#6: “Peran dan Kontribusi BioPolitik dalam Pengelolaan Sumber Daya Hayati”

AlumniPengabdian kepada MasyarakatRilis BeritaTajuk Kamis, 20 Agustus 2020

Biopolitik memandang kekuasaan sebagai sarana untuk mewujudkan masyarakat yang berpihak kepada kelestarian dan keberlanjutan sumberdaya alam. Terutama dalam kerangka politik, kemudaian sosial, ekonomi, maupun sektor kehidupan lainnya. Maka sebagai negara dengan megabiodiversiti menjadi wajib mempraksiskan nilai-nilai konservasi dalam praktek-praktek kenegaraan. Oleh karena itu, biopolitik menawarkan alat intelektual yang menghargai hukum, dalam hal ini ilmuwan (para ahli biologi) dengan basis kepakarannya memiliki ruang untuk mengarahkan dan mengoreksi jika pemerintah melakukan pelanggaran konstitusi tentang lingkungan hidup. Maka jelaslah bahwa nilai-nilai demokrasi partisipatif dalam konstruksi sosial biopolitik mampu mewujudkan clean government berbasis kelestarian alam.

Slide 2
Slide 3
Slide 4
Slide 5
Slide 6
Slide 7
Slide 8

Fakultas Biologi UGM kembali menyelenggarakan biotalks yang merupakan talkshow membahas isu biologi dalam perspektif multi sektor, kali ini mengangkat tema: Peran dan Kontribusi BioPolitik dalam Pengelolaan Sumber Daya Hayati. Biotalks keenam ini diselenggarkan pada Kamis, 20 Agustus 2020. Hadir dalam Biotalks#6 ini sebagai narasumber yaitu Drs. Bambang Praswanto, M.Sc. (Alumni F.Biologi UGM 1970 dan Pengamat Politik), Agus Sumartono, S.Si. (Alumni F. Biologi UGM 1988; Anggota DPRD DIY th. 2019-2024), Drs. Abdul Hakam Naja, M.M. (Alumni F.Biologi UGM 1984, Anggota DPR RI th. 2003-2014 dan 2018-2019) dan dipandu langsung oleh Dr. Slamet Widiyanto, M.Sc.

Hadir juga Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. untuk memberikan sambutan pada Biotalks 6. “Kehadiran dan kontribusi Biologi dan alumninya sangat diperlukan untuk mewujudkan pembangunan dan pengelolaan Sumber Daya Hayati yang berkelanjutan melalui peran sertanya dalam menyusun dan mengevaluasi kebijakan2 yang dilaksanakan oleh pemerintah”, ujar Budi.

Drs. Bambang Praswanto, M.Sc. membawakan materi tentang Kontribusi biologi dalam organisasi dan pengambilan kebijakan politik. Beliau merupakan satu-satunya alumni biologi UGM yang menjadi Majelis Wali Amanat UGM. “Ilmu biologi sangat potensial untuk bisa berkontribusi dalam politik. Ilmu biologi penting menjadi salah satu pertimbangan dalam mengambil kebijakan politik terutama dalam menjawab tantangan masa depan, terutama dibidang pangan dan energi”, tutur Bambang.

Pembicara kedua, Agus Sumartono, S.Si. menyampaikan materi tentang Pembangunan Berkelanjutan di DIY. “Ilmu lingkungan yang saya dapatkan sewaktu kuliah di Biologi UGM menjadi penting bagi kami sebagai praktikisi yang menata publik”, ujar Agus. Tantangannya kemiskinan, kualitas lingkungan, ketersediaan air dan pertumbuhan ekonomi. Peran Biolog untuk membantu pengembangan pembangunan berkelanjutan, Intervensi bioteknologi untuk meningkatkan kualitas produktifitas sumber daya alam yang dapat diperbaharui, Pengelolaan sumber daya alam yang  berkelanjutan, Mengurangi alih fungsi lahan pertanian pangan dengan intensifikasi lahan, Menginisiasi sinergi antara riset, industri dan distribusi.

Pembicara terakhir, Drs. Abdul Hakam Naja, M.M. menjelaskan bahwa biologi harus menjadi dasar pengambilan keputusan terkait Sumber Daya Hayati. Peran ahli biologi diperlukan dalam memberikan pertimbangan dalam membuat kebijakan penanganan kasus di bidang pertanian dan bidang-bidang lainnya. “Biologi tetap harus terus memperkuat riset-riset dasar agar kiprahnya semakin dipercaya dan dilibatkan dalam penanganan masalah bangsa”, ungkap Hakam. Dalam konteks pembangunan, biologi merupakan ilmu yang penting karena dengan biologi para pembuat kebijakan dapat memahami manusia dan kesejahteraanya dengan lebih baik sehingga biologi sangatlah pantas menjadi pijakan dalam membuat kebijakan politik. Namun, terdapat tantangan untuk terus meningkatkan perannya agar para pembuat kebijakan memiliki gambaran utuh dan menerima keberadaan ilmu biologi untuk turut berperan aktif dalam pengambilan kebijakan.

Biotalks#6 ini telah disaksikan oleh penonton yang berasal dari dari berbagai institusi. Kedepannya, Biotalks series akan segera hadir dan dikemas lebih menarik serta menjadi sumber informasi yang mencerahkan sekaligus mencerdaskan masyarakat.

PELATIHAN BUDIDAYA WADER PARI WUJUD EDUKASI KEPADA MASYARAKAT DI MASA PANDEMI

Pengabdian kepada MasyarakatRilis BeritaTajuk Jumat, 14 Agustus 2020

Aquatic Research Group dibawah bimbingan Dr. Bambang Retnoaji M.Sc melaksanakan kegiatan pengenalan dan pelatihan budidaya ikan wader pari bersama dengan masyarakat Dusun Karangmojo, Desa Trirenggo, Kecamatan Bantul, Bantul, Yogyakarta pada hari minggu tanggal 9 Agustus 2020. Kegiatan ini diinisiasi oleh Bapak Agus Sumartono S.Si selaku pengayom kelompok masyarakat bersama dengan Aquatic Research Group dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, seperti pemeriksaan suhu tubuh, cuci tangan, penggunaan masker dan physical distancing. Pengenalan dan pelatihan budidaya ikan wader pari ini sangat penting dilakukan sebagai solusi alternatif pemulihan ekonomi masyarakat yang begitu terdampak di masa pandemi covid-19 saat ini.

Slide 2
Slide 3
Slide 4
Slide 5

 

Kegiatan diawali dengan sekilas pengenalan tentang informasi biologis ikan wader pari, perkembangan budidaya ikan yang telah dilakukan dan strategi pemeliharaan yang dipaparkan oleh Dr. Bambang Retnoaji M.Sc, setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan dan demonstrasi pemijahan ikan wader pari yang dilaksanakan oleh tim Aquatic Research Group. Selain pelatihan, pada kesempatan ini juga diperkenalkan prototype alat pemijahan ikan wader pari yang telah dikembangkan oleh aquatic research group bekerjasama dengan kelompok petani ikan “Santan Mina Lestari” yang mendapat bantuan dana kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility) dari PLN Peduli. Komitmen PLN menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, mengupayakan tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi dan menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan selaras dengan tujuan penelitian ikan wader pari yang dilakukan oleh Aquatic Research Group, Laboratorium Struktur Perkembangan Hewan, Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada yaitu untuk mengedukasi dan memberikan outcome hasil penelitian yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat luas.

Sesi diskusi dan tanya-jawab menjadi bagian akhir dari acara ini, dapat dirasakan antusiasme warga yang tinggi terhadap budidaya ikan ini karena relatif baru dan belum ada kelompok tani di daerah Bantul yang coba membudidayakan ikan ini, pada kesempatan akhir dilakukan penyusunan kegiatan keberlanjutan program pelatihan meliputi pembagian wilayah kolam serta persiapan untuk distribusi benih dan indukan yang akan digunakan kelompok untuk memulai budidaya.

Kedepan kegiatan pelatihan untuk melakukan diseminasi teknologi budidaya ikan lokal ini sangat penting untuk dapat dikembangkan secara luas, dan diterapkan untuk kesejahteraan masyarakat serta kelestarian sumber daya alam hayati Indonesia. Bambang menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk mengimplementasikan hasil penelitian tentang budidaya wader yang selama ini dikembangkan oleh tim Aquatic Research Group, kepada masyarakat luas. “Semakin banyak masyarakat yang mengetahui  metode budidaya ikan wader ini dan kemudian melaksanakannya, maka hal ini akan sangat bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan sekaligus untuk mendukung Ketahanan Pangan Nasional, khususnya di Yogyakarta, akan segera tercapai” Ujar bambang.

ONLINE BIOLECTURE SERIES #3: Application of Metabolomics in Plant Biology

Pengabdian kepada MasyarakatRilis BeritaTajuk Rabu, 22 Juli 2020

Masa Pandemi tidak menyebabkan Fakultas Biologi UGM kendor dalam mendiseminasikan hasil-hasil penelitian dosen dan sharing ilmu sesuai dengan kepakaran masing-masing. Kegiatan tersebut difasilitasi melalui Online Biolecture Series (OBS) yang telah diselenggarakan sebanyak 3 kali selama masa darurat covid-19. Online Biolecture Series didesain agar para dosen dapat berkolaborasi dengan institusi lain dalam sharing keilmuan sebagai perwujudan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat.  Kali ini Laboratorium Biokimia yang menjadi host didalam penyelenggaraan OBS, menyusul Laboratorium Struktur Perkembangan Hewan dan Struktur Perkembangan Tumbuhan. Laboratorium Biokimia mengambil tema “Application of Metabolomics in Plant Biology” dengan narasumber adalah:

  1. Mohamad Rafi, M.Si. (Departemen Kimia, FMIPA, IPB) dengan judul materi “Quality Control Method of Herbal Raw Material and Product using Metabolomics-based Strategy”
  2. Tri Rini Nuringtyas, M.Sc. (Fakultas Biologi UGM) dengan judul materi “Metabolomics as a Tool to Investigate Biotic and Abiotic Stress Tolerance in Plants”

Sedangkan moderator adalah Dr. Yekti Asih Purwestri, M.Si. (Fakultas Biologi UGM). OBS ini telah diselenggarakan pada hari Rabu, 22 Juli 2020 pukul 10.00 – 12.00 WIB, menggunakan platform Zoom dan disiarkan streaming dengan Youtube melalui tautan http://ugm.id/Metabolomics.

Slide 1
Slide 2

Slide 2

 

Biolecture ini diikuti oleh sekitar 400 orang dengan latar belakang yang sangat beragam, mulai dari masyarakat umum, mahasiswa S1, S2, S3, dosen, guru, dan peneliti. Selain itu, asal Instansi juga sangat beragam: BPOM, LIPI, Akademi Farmasi Surabaya, Universitas Halu Oleo, Universitas Mulawarman, IPB, Universitas Terbuka, UB, Universitas Muhammadiyah Metro, Universitas Jambi, PT Astra Agro Lestari, UPI, UGM, SMA Negeri 3 Cibubur, MAN 1 Tangerang, UI, Inoversitas Negeri Manado, Universitas Nusa Cendana, Universitas Bangka Belitung, SMAN 14 Bekasi, UAJY, UNESA, IIK Kediri, BBPPTP SURABAYA, Balitas, dan lain-lain dari Sabang sampai Merauke yang tidak dapat disebutkan satu per satu. “Biolecture series ini sangat luar biasa, karena dapat menjadi wadah dan sarana bekerja sama antar peneliti dan juga diseminasi hasil riset yang bermanfaat untuk masyarakat”, papar Budi selaku Dekan Fakultas Biologi UGM saat membuka acara.

Penuhi Kebutuhan Pelatihan di Bidang Mikroteknik, Laboratorium SPH Fakultas Biologi UGM dan PT Miconos adakan Pelatihan Daring Pembuatan Sediaan Histologis Hewan

Pengabdian kepada MasyarakatRilis BeritaTajuk Minggu, 12 Juli 2020

Kegiatan pelatihan di bidang mikroteknik masih sangat diminati untuk memenuhi kebutuhan praktisi, akademisi, maupun mahasiswa tentang pengetahuan pembuatan sediaan histologis walaupun di era pandemi Covid-19 ini. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Laboratorium Struktur Perkembangan Hewan (SPH) Fakultas Biologi bekerja sama dengan PT Miconos mengadakan “ Pelatihan Daring Pembuatan Sediaan Histologis Hewan Metode Paraffin” dengan menyesuaikan metode penyampaian pelatihan di masa pandemi COVID-19. Kegiatan ini juga merupakan realisasi kegiatan MoU kerjasama antara Fakultas Biologi UGM dengan PT. Miconos. Materi pelatihan meliputi Teknik Preparasi Organ/Jaringan Metode Parafin (Washing-Embedding); Dasar-dasar Pemotongan Sediaan (Sectioning); Dasar-dasar Pewarnaan (staining) dan Mounting. Materi-materi tersebut disampaikan oleh Dr. Bambang Retnoaji, M.Sc., Zuliyati Rohmah, M.Si., Ph.D., Ardaning Nuriliani, M.Kes., dan Luthfi Nurhidayat, M.Sc.

 

Slide 1
Slide 2
Slide 3
Slide 4

 

Pelatihan ini telah sukses dilaksanakan pada tanggal 7 dan 9 Juli 2020 melalui aplikasi video conference Zoom. Peserta pelatihan mencapai 68 peserta dari berbagai institusi di seluruh indonesia, antara lain IPB, Universitas Siliwangi, ITB, UAD, Universitas Mulawarman, ITS, Universitas Negeri Manado, RSUD Siti Fatimah Sumsel, Universitas Singaperbangsa Karawang, Universitas Negeri Medan, Univeritas Muhammadiyah Sumatera Utara, UIN Sumatera Utara, UNAIR, Universitas Bengkulu, UNPAD, UNISBA, Universitas Cendrawasih, Universitas Trinita, Universitas Kristen Indonesia Tomohon, UNDIP, Universitas Sanata Dharma, UIN Walisongo Semarang, dan Universitas PGRI Madiun. Mayoritas peserta pelatihan adalah dari kalangan dosen, pranata laboratorium dan mahasiswa. “Kami berterima kasih kepada Fakultas Biologi UGM dan PT Miconos, karena dengan diadakannya pelatihan ini di masa pandemi kami bisa sekalian mendapatkan gambaran untuk menyiapkan laboratorium yang memadai untuk pelaksanaan pembuatan sediaan” Ujar salah satu peserta pelatihan. Salah satu peserta yang lain mengharapkan untuk selanjutnya juga diadakan pelatihan yang sama namun untuk sediaan tumbuhan.

Ngobrol Santai ala Fakultas Biologi UGM Seri 3: “Tips Diet Sehat di masa Pandemi Covid-19 ala Dosen Fakultas Biologi UGM”

Pengabdian kepada MasyarakatRilis BeritaTajuk Selasa, 7 Juli 2020

Adanya pandemi Covid-19 menyebabkan pembatasan aktifitas di luar ruangan bagi masyarakat, termasuk dosen di Fakultas Biologi UGM. Umumnya kondisi ini akan menyebabkan ketidakseimbangan asupan makanan dengan energi yang dikeluarkan melalui aktivitas. Hal tersebut ditandai dengan terjadinya peningkatan berat badan. Oleh karena itu, Fakultas Biologi UGM mengadakan acara Ngobrol Santai (Ngobras) seri ketiga dengan tema “Tips Diet Sehat di masa Pandemi Covid-19 ala Dosen Fakultas Biologi UGM” untuk berbagi pengalaman kepada masyarakat tentang program diet, yang dijalani oleh narasumber, melalui platform youtube livestreaming (http://ugm.id/ngobras3) pada hari Selasa 7 Juli 2020 pukul 19.30 WIB. Acara Ngobras seri kali ini menghadirkan narasumber Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. dan Aries Bagus Sasongko, M.Biotech sebagai narasumber, serta Lisna Hidayati, M.Biotech. sebagai host. Narasumber merupakan dosen Fakultas Biologi yang sebelum Pandemi Covid-19 mengalami kesulitan dalam menjaga pola makan, namun saat ini justru keduanya mampu menjaga pola makan dan mengalami penurunan berat badan.

Ngobras 3a
ngobras 3b

 

Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, dalam sambutannya mengatakan bahwa dengan diberlakukannya WFH (Work From Home) dimasa pandemi ini banyak dosen Fakultas Biologi yang mengaku mengalami kenaikan berat badan. “Rata-rata dosen di Fakultas Biologi UGM mengalami kenaikan berat badan setelah bulan Ramadhan” papar Budi. “Disaat yang lain mengalami kenaikan, justru ada 2 dosen mengalami penurunan berat badan yang cukup signifikan, yaitu Pak Eko dan Mas Bagus” lanjut Budi.

Selama acara berlangsung, kedua narasumber berbagi pengalaman ketika dimasa lalu pernah memiliki berat badan yang ideal kemudian akhirnya mengalami penambahan berat badan yang sangat signifikan. “saat kuliah di australi dulu saya memiliki berat badan yang ideal, sekitar 60 an kilo lah. Namun setelah mulai bekerja kembali di Fakultas Biologi saya mengalami kenaikan berat badan dan sebelum pandemi ini mencapai 90an kilo” papar Eko. Hal tersebut juga terjadi pada Bagus yang dulu memiliki berat badan 70an kilo kemudian naik mencapai 100 kilo. Dengan motivasi yang berbeda, kedua Narasumber tersebut menjadikan pandemi Covid-19 ini sebagai kesempatan untuk memperbaiki pola makan dan akhirnya sukses menjalani diet sehat. “saya mengatur kembali pola makan dengan membatasi asupan karbohidrat secara konsisten di masa pandemi ini” papar Bagus. Hal tersebut juga diamini oleh Eko yang juga melakukan hal yang sama. “Saya tidak memikirkan tentang penurunan berat badan. Saya hanya ingin menjadi lebih sehat dan turunnya berat badan saya anggap sebagai bonus” tambah Eko. Kedua narasumber merasakan banyak manfaat dengan menjalani diet sehat selama masa pandemi ini. “Selain tubuh menjadi lebih enteng, saya juga jadi mudah dalam mencari ukuran baju” tutur Bagus.

Acara ini disaksikan tidak hanya oleh dosen, staff dan mahasiswa Fakultas Biologi UGM saja namun juga disaksikan oleh  masyarakat umum, seperti dosen Universitas Udayana, UIN jakarta, ITS serta pemirsa dari latar belakang lainnya. Tidak kurang dari 270 pemirsa yang menyaksikan acara ini selama acara berlangsung. Hasil rekaman acara Ngobras seri 3 ini dapat disaksikan kembali pada tautan ini.

Ditengah Disrupsi Pandemi Covid19, Prodi Sarjana Fakultas Biologi UGM Mendapat Pengakuan Sebagai Program Studi Biologi Yang Unggul

AkademikTajuk Sabtu, 20 Juni 2020

Memasuki Usia ke 65 tahun, Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, yang juga merupakan Fakultas Biologi tertua di Indonesia, semakin mengokohkan posisinya sebagai pusat Pendidikan biologi yang terbaik di negeri ini. Memiliki 3 prodi, Program Sarjana, Program Magister, dan Program Doktor, Fakultas yang didirikan tahun 1955 ini, telah memberikan pendidikan terbaik bagi calon biologiwan/biologiwati Indonesia. Pengakuan terhadap kualitas kurikulum yang dimiliki oleh Fakultas Biologi UGM, terutama untuk Program Sarjana terwujud dengan diberikannya predikat UNGGUL kepada Fakultas Biologi UGM melalui SK Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi no. 3227/SK/BAN-PT/Akred-Itnl/S/V/2020.

 

Slide 1
Slide 2

 

Sertifikat Akreditasi yang disampaikan pada tanggal 20 Mei 2020 ini melengkapi deretan pengakuan terhadap kualitas pendidikan dan pengajaran Program Studi Sarjana Biologi Fakultas Biologi UGM, yang sebelumnya pada tahun 2018 memperoleh pengakuan dari Badan Akreditasi Internasional ASIIN (Akkreditierungsagentur für Studiengänge der Ingenieurwissenschaften, der Informatik, der Naturwissenschaften und der Mathematik) yang bermarkas di Jerman dan juga selalu mendapatkan Akreditasi A dari BAN-PT selama ini. Penilaian Akreditasi ini berlaku sampai dengan 30 September 2023.

Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., menyampaikan bahwa Akreditasi Unggul ini bukan merupakan titik akhir tapi harus menjadi pemacu bagi Prodi Sarjana Biologi untuk terus berusaha meningkatkan kualitas dan mengembangkan Fakultas Biologi sebagai kampus Biologi terbaik di Indonesia. Sementara itu, Dr. rer.nat. Andhika Puspito Nugroho, M.Si, selaku Kaprodi Program Sarjana Biologi menyampaikan bahwa Akreditasi Unggul yang diterima oleh Fakultas Biologi merupakan hasil kerja keras dan kerja sama seluruh civitas academica Fakultas Biologi UGM dalam mengawal kegiatan akademik yang bermutu.

Tanggap COVID-19, Fakultas Biologi UGM dan Kabiogama kembali Salurkan Paket Bantuan Tahap III

Rilis BeritaTajuk Minggu, 19 April 2020

Dampak pandemi COVID-19 masih terus dirasakan semua pihak. Tak terkecuali mahasiswa Program Sarjana dan Magister Fakultas Biologi UGM. Minggu (19/4/2020) Fakultas Biologi UGM dan Kabiogama kembali memberikan bantuan Tahap III berupa sembako sejumlah 17 paket dan pulsa sejumlah 33 paket kepada mahasiswa Sarjana dan Pascasarjana Fakultas Biologi UGM yang terdampak darurat COVID-19.

Bantuan sembako diserahkan secara simbolis kepada mahasiswa oleh Unit Pelaksana  Kemahasiswaan Fakultas Biologi UGM, Abdul Razaq Chasani, S.Si., M.Si., Ph.D., yang juga sebagai Sekretaris Kabiogama.  “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Keluarga Besar Fakultas Biologi UGM dan Kabiogama yang telah memberikan bantuan, semoga bantuan tersebut dapat meringankan beban sivitas biologi yang membutuhkan bantuan” Ujar Abdul Razaq.

Slide 1
Slide 2

 

Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr., Sc., berpesan agar seluruh sivitas Fakultas Biologi UGM untuk selalu menjaga kesehatan dan mengikuti protokol yang telah ditetapkan pemerintah. Semoga pandemi COVID-19 ini segera berakhir.

Penyaluran bantuan sembako dilaksanakan mulai pukul 09.00 hingga 10.00 WIB di Biomart melalui pintu utara Gedung B Fakultas Biologi UGM, yang dihadiri perwakilan Keluarga Mahasiswa Pascasarjana (KMP) Biologi dan Tenaga Kependidikan Fakultas Biologi UGM.

Fakultas Biologi UGM dan Kabiogama memberikan Sumbangan Tahap II kepada Mahasiswa dan Tenaga Kependidikan Terdampak Darurat COVID-19

Rilis BeritaTajuk Minggu, 12 April 2020

Menindaklanjuti pemberian sumbangan Tahap I yang dilaksnakan pada Minggu 4 April 2020, Sabtu(11/4/2020) dilaksanakan pembagian bantuan logistik dan bantuan pulsa Tahap II kepada  mahasiswa Program Sarjana, Program Magister dan Tenaga Kependidikan Fakultas Biologi UGM sebagai tindak lanjut kepedulian Fakultas Biologi UGM dan Kabiogana sehubungan dengan terjadinya pandemi COVID-19.

Slide 1
Slide 2
Slide 5
Slide 3
Slide 4

 

Bantuan logistik pada Tahap II ini berjumlah 78 paket untuk mahasiswa dan 21 paket untuk Tenaga Kependidikan. Sedangkan bantuan pulsa dikirim melalui rekening sejumlah 43 mahasiswa masing-masing sebesar Rp200.000,-. Bantuan sembako diserahkan secara simbolis kepada mahasiswa oleh Dekan Fakultas Biologi UGM (Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr., Sc.) beserta Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan (Rina Sri Kasiamdari, S.Si., Ph.D). “Amanah donasi dari Keluarga Besar Fakultas Biologi UGM dan Kabiogama terus mengalir sampai hari ini, sehingga akan terus kami salurkan ke mahasiswa untuk mencukupi kebutuhannya” Ujar Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr., Sc.

Pembagian logistik dilaksanakan pada pukul 09.00-12.00 WIB bertempat di Gerbang Utara Gedung B Fakultas Biologi UGM, dengan sistem Drive thru. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM F. Biologi), Keluarga Mahasiswa Pascasarjana (KMP F. Biologi), dan Tenaga Kependidikan Fakultas Biologi UGM juga turut serta dalam membantu pelaksanan pembagian bantuan logistik ini.

POSTER KARYA MAHASISWA FAKULTAS BIOLOGI UGM: MENGENAL COVID-19

Rilis BeritaTajuk Selasa, 7 April 2020

1

1

2

2

3

3

4

4

 

“TAK KENAL MAKA TAK BISA MELAWAN”

Poster-poster ini adalah hasil karya para mahasiswa Fakultas Biologi UGM yang semester ini sedang menempuh mara kuliah Fisiologi Terapan. Mata kuliah pilihan yang diampu oleh Laboratorium Fisiologi Hewan Fakultas Biologi UGM ini membahas tentang berbagai ilmu dan riset yang terkait dengan fisiologi hewan dan manusia, terutama tentang biomedis. Beberapa cabang ilmu pendukung diperkenalkan sebagai topik materi kuliah, antara lain: Patofisiologi, Toksikologi, Farmakologi, Laboratory Animal Science, Hematologi, Perilaku, Neurosains, Fisiologi Olahraga, Bioenergetika, dan lain-lain.

Isu wabah coronavirus mulai menghangat pada saat pembahasan materi Patofisiologi. Pas benar. Dari situlah muncul ide dari dosen pengampu, Bu Laksmindra Fitria , untuk membuat class project: bersama-sama mahasiswa merancang sesuatu yang bisa disumbangkan kepada masyarakat luas untuk mengenal Covid-19 secara lebih baik termasuk memberikan informasi tentang apa, mengapa, dan bagaimana kita sebaiknya menghadapi kondisi saat ini.

Ini adalah hasil karya mahasiswa di tengah keterbatasan ruang dan waktu akibat lockdown. Mereka yang selama ini terbiasa berkerumun  untuk menggarap tugas kelompok kini harus berkomunikasi dengan cara lain. Belum lagi mereka harus beradaptasi dengan cara belajar yang baru: kuliah daring, mengerjakan berbagai tugas, dan  juga masih harus mempersiapkan Ujian Tengah Semester.

Acungan dua jempol untuk para generasi muda yang ternyata tak hanya memikirkan diri sendiri tetapi juga ingin berkontribusi untuk mewujudkan Indonesia yang sehat, terbebas dari wabah ini. Salut.

Semoga poster-poster cantik ini bermanfaat untuk kita semua.

 

Hadirilah Research Day 2019 Biologi UGM hari Jum’at, 20 Desember 2019

Berita dan PengumumanTajuk Senin, 9 Desember 2019

Fakultas Biologi UGM akan mengadakan Research Day 2019 yang dilangsungkan pada tanggal 20 Desember 2019 . Acara tersebut akan memamerkan lebih dari 50 poster penelitian dari tim hibah kolaborasi dosen dan mahasiswa Biologi UGM 2019. Acara ini juga akan menampilkan pameran buku dan video hasil penelitian dan pengabdian masyarakat Biologi UGM. Tidak hanya itu, Research Day 2019 Fakultas Biologi UGM juga diisi dengan Kuliah Umum bertemakan Sumber Daya Kelautan oleh beberapa ahli, serta diseminasi hasil riset doktoral Almh. Ratih Aryasari, M.Si. sebagai bentuk penghormatan Fakultas Biologi UGM kepada beliau.

Research Day 2019 Fakultas Biologi UGM terbuka untuk umum dan gratis. Untuk calon peserta kuliah umum dan diseminasi hasil riset harap registrasi segera di http://ugm.id/researchday  sebelum hari Kamis, 19 Desember 2019.

Kuliah Umum Alumni oleh Dr. Drs. Tri Atmowidi M.S: Serangga, Penyeimbang Ekosistem Pertanian

AlumniTajuk Senin, 30 September 2019

Serangga merupakan salah satu kelompok hewan yang memiliki jumlah spesies dan biomasa tertinggi disamping tumbuhan. Hal tersebut menjadikan serangga memiliki banyak jenis spesies dengan perannya masing-masing. Dalam hal ini Dr. Drs. Tri Atmowidi M.S ahli biosistematika dan ekologi hewan Institut Pertanian Bogor (IPB) memberikan kuliah umun yang bertempat di Auditorium Tropika Fakultas Biologi UGM. Materi yang dibahas adalah, “Peran Serangga di Ekosistem Pertanian”(26/09).

Serangga di dunia memiliki banyak peran, salah satunya sebagai polinator. Polinator adalah serangga-serangga yang membantu 40% penyerbukan tanaman. Lebah dan tawon (Hymenoptera), kumbang (Coleoptera), lalat (Diptera), kupu-kupu dan ngengat serta hoverflies atau lalat bunga adalah serangga yang turut berperan sebagai polinator. Spesies lalat bunga yang biasanya disebut dengan Erystiles dengan panjang 4-8 mm dan Rhingia rostrate dengan panjang 11-12 mm. Lalat bunga ini biasanya mengisap nektar dari bunga tubular yang dalam.

Tri juga memamparkan mengenai jenis-jenis lebah dan perannya, seperti lebah jenis soliter merupakan lebah penyerbuk yang berada di tumbuhan semak perdu. Terdapat lebah jenis honeybees yang berperan sebagai penyerbuk ekosistem pertanian dan lebah stingless bees (tidak memiliki sengat) yang potensial dalam ekosistem pertanian.

“Peran penting lebah dalam ekosistem dengan penyerbukan akan meningkatkan produksi tanaman hutan dan tanaman pertanian. Selain itu lebah dengan jenis Honeybees dan Bumblebees, adalah serangga yang memiliki peran penting sebagai polinator, selain itu lebah juga sangat mudah berkembang serta memiliki daya tarik dan penting secara ekonomi” jelasnya.

Serangga yang berperan sebagai polinator terbukti mampu menyerbuki tanaman pertanian, seperti uji coba pada tanaman caisim, peningkatan hasil produksi pada setiap komponen tanaman lebih dari 60%. Uji coba di serangga juga dilakukan pada tanaman tomat yang memiliki peningkatan hasil per komponen diatas 60% dan panjang pada tanaman tomat meningkat mencapai 48%.

Peningkatan serangga yang berperan sebagai polinator merupakan hal penting bagi keseimbangan ekosistem. Di Benua Eropa, populasi yang berperan sebagai serangga polinator kurang dari 50%. Di Indonesia sendiri terdapat daerah-daerah, seperti Banten dan Subang yang membudidayakan salah satu spesies polinator, yaitu lebah.

“Serangga memiliki peran menjaga keseimbangan ekosistem yang akan menentukan populasi lainnya. Maka dari itu usaha konservasi lebah dan bahan pakan (habitat) perlu digalakkan untuk menjaga kelestarian” ujarnya.

Melepas Rindu di Reuni Akbar KABIOGAMA

AlumniRilis Berita Senin, 16 September 2019

(Yogyakarta, 14 September 2019) Keluarga Alumni Biologi Universitas Gadjah Mada atau KABIOGAMA, adakan reuni akbar. Reuni dalam rangka dies natalis Falkutas Biologi UGM yang ke-64 ini berlangsung dari jam 17.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB, bertempat di Gedung B Fakultas Biologi UGM. Bertemakan “Temu Kangen dan Nostalgia”, acara ini dihadiri oleh berbagai alumni Fakutas Biologi lintas generasi, dari angkatan 1969 hingga angkatan yang pada tahun ini lulus dengan jumlah hampir mencapai 150 orang. Selain itu, reuni ini juga dihadiri oleh teratai atau paguyuban dosen-dosen purna tugas Fakultas Biologi UGM.

Reuni KABIOGAMA dimulai dengan sambutan dari Ketua Umum PP KABIOGAMA, Prof. Dr. Kadarwati Budiharjo, S.U. dan Dekan Fakultas Biologi Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. Dilanjutkan penyerahan kenang-kenangan berupa bunga anggrek dan kenang-kenangan dari Angkatan 1969 yang juga merayakan reuni emas di Yogyakarta. Selain itu, Rangkaian kegiatan pada reuni tahun ini cukup berkesan selain menyanyikan lagu kenangan dan tebak gambar kenangan, panitia reuni KABIOGAMA mengadakan lelang berupa lukisan-lukisan hasil dari anggota KABIOGAMA sebagai bentuk charity untuk operasional KABIOGAMA dan Mesjid Al-Hayat.

Antusias para tamu terlihat jelas dalam reuni tahun ini, banyak dari mereka yang melepas rindu dan mengabadikanya lewat foto. Seperti Ibu Vinta dari angakatan 1993 yang berfoto ria dengan para tamu dari angkatan yang sama dengan beliau. Beliau juga menyampaikan, “Harapan saya, selain untuk menjaga kebersamaan. Kegiatan ini juga bisa menjadi  networking antar angakatan dalam dunia kerja atau pendidikan, seperti kerjasama dalam melakukan penelitian dan yang lainnya” Diakhiri dengan domprize dan menyanyi bersama ,kegitan ini sangat banyak memberikan hal-hal positif. Selain silaturahmi yang terjaga, para KABIOGAMA juga tetap dapat mengenang hal-hal indah semasa menimba ilmu di Falkutas Biologi UGM.

 

 

 

 

 

 

Dalam Rangka Dies Natalis Ke-64, Fakultas Biologi UGM Adakan Donor Darah

Rilis BeritaTajuk Jumat, 13 September 2019

Yogyakarta, 12 September 2019 – Fakultas Biologi Universitas Gajah Mada dalam rangka Dies Natalis yang ke-64 mengadakan kegiatan donor darah di Auditorium Biologi Tropika. Kegiatan yang rutin diadakan setiap tahun ini berkerja sama dengan PMI Sleman dan dibantu oleh Keluarga Mahasiswa Pascasarjana (KMP) serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Biologi UGM. Indra Lesmana S.Si., M.Sc., selaku koordinator acara ini, mengatakan, “Tujuan acara ini adalah berbakti sosial kepada masyarakat. Kita ingin rangkai acara Dies Natalis memiliki manfaat bagi banyak orang, dengan target peserta adalah civitas akademika Fakultas Biologi UGM ”.

Dengan tagline, “Mari Senyum dan Berbagi Cinta dengan Setetes Darah”, kegiatan ini mampu menarik perhatian dari berbagai kalangan. Tidak kurang dari 105 peserta ikut berpartisipasi dan terkumpul lebih dari 67 kantong darah dalam kegiatan ini. Tidak hanya dari civitas Fakultas Biologi saja yang ikut berpartisipasi, namun ada banyak partisipan yang berasal dari luar Fakultas Biologi UGM turut menyumbangkan darahnya, antara lain peserta yang berasal dari UII dan UNISA.

Slide 1
Slide 2
Slide 3
Slide 4

Ibu Tri, selaku staf PMI yang ikut membantu dalam kegiatan ini, menyatakan bahwa kegiatan donor darah yang berlangsung dari pukul 8.00 hingga 12.00 ini berjalan lancar. “Pelaksanaan donor darah cukup tertib, seluruh partisipan mengikuti alur dengan rapi” papar Tri. Hal tersebut disebabkan adanya nomer antrian yang disediakan panitia pada saat pendaftaran.

Adanya sosialisasi mengenai kriteria peserta donor darah mengurangi tingkat gagalnya patisipan dalam melakukan donor. “Sering kali banyak banyak masyarakat yang ingin donor, namun mereka tidak paham apa-apa saja yang harus dipersiapkan” ujar Indra. Adanya sosialisasi ini berdampak pada tidak adanya partisipan yang jatuh pingsan atau lemas pasca melakukan donor darah.

Peserta menunjukan reaksi yang bermacam-macam. Seperti salah satu partisipan yang baru pertama kali mencoba yang merasakan ngilu pada tangannya sata melakukan pengambilan darah. Ada juga yang merasa kecewa saat gagal mendonorkan darahnya karena kondisi tubuhnya tidak memenuhi persyaratan, namun dia akan mencoba lagi di lain kesempatan. Dari reaksi-reaksi tersebut, dapat dilihat bahwa banyak civitas akademika yang peduli dengan sesama. Selain dapat membantu orang yang membutuhkan, donor darah juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Jadi mari kita melakukan donorkan darah secara rutin! Karena dengan darah kita, akan ada banyak nyawa yang terselamatkan. (Rahma)

PENGUMUMAN PENDAFTARAN CALON ASISTEN PRAKTIKUM TEKNIK BIOKIMIA TAHUN AJARAN 2019/2020

AkademikBeasiswa dan LowonganBerita dan Pengumuman Senin, 12 Agustus 2019

Bagi mahasiswa Fakultas Biologi UGM yang telah mengambil mata kuliah Biokimia dan Teknik Biokimia dengan nilai minimum B, mempunyai IPK minimal 3.00, dan tertarik menjadi Asisten Praktikum Teknik Biokimia dimohon untuk mendaftarkan diri dalam Seleksi Asisten Praktikum Teknik Biokimia dengan cara:

Mengisi formulir pendaftaran dan meng-upload dokumen persyaratan secara online, melalui http://ugm.id/AsBiokimia , paling lambat tanggal 18 Agustus 2018 pukul 24.00 WIB.

Dokumen persyaratan meliputi:

  1. Surat lamaran menjadi asisten yang ditujukan kepada Kepala Laboratorium Biokimia ditulis tangan pada kertas folio bergaris. Pada bagian pojok kanan atas, ditempeli pas foto berwarna terbaru ukuran 3 x 4,
  2. Transkrip Nilai (KHS lengkap)

Sebagai informasi, seleksi meliputi desk evaluation/administrasi, tes tertulis, wawancara dan microteaching. Jadwal seleksi asisten bersifat tentative sebagai berikut:

  1. Pengumuman seleksi administrasi : Senin, 19 Agustus 2019
  2. Tes tertulis : Selasa, 20 Agustus 2019
  3. Pengumuman lolos tes tertulis : Rabu, 21 Agustus 2019
  4. Wawancara dan microteaching : Kamis/Jumat, 22/23 Agustus 2019
  5. Pengumuman lolos wawancara : Senin, 26 Agustus 2019
  6. Rapat asisten : Selasa/Rabu, 27/28 Agustus 2019

Materi tes tertulis dan wawancara adalah Buku Petunjuk praktikum Biokimia dan Teknik Biokimia dan referensi lain yang relevan.

Atas perhatian dan kerja samanya diucapkan terima kasih.

Pelatihan Pembelajar Sukses bagi Mahasiswa Baru (PPSMB) Metamorphoself 2019 Fakultas Biologi UGM: Hari Kedua

Kegiatan MahasiswaRilis BeritaTajuk Rabu, 7 Agustus 2019

Hari ke-2 PPSMB Metamorphoself diawali dengan sesi Talkshow oleh pembicara mahasiswa yang telah berprestasi baik secara akademik maupun non-akademik. Talkshow dibawakan oleh moderator Shafira Arini Sundari (2016) dengan empat pembicara yakni Alfino Sebastian (2015), Aisya Alma Asmiranti Kartika (2016), dan Ainurrizqi (2017) masing-masing selaku Mahasiswa Berprestasi Fakultas Biologi, Cargill Global Scholarship Awardee, dan atlet judo UGM. Keempat pembicara tersebut telah banyak mengharumkan nama Fakultas Biologi di kancah nasional maupun internasional, baik dalam bidang akademik maupun non akademik, termasuk keaktifan di dalam organisasi dan kejuaraan di bidang olahraga. Para mahasiswa sepakat bahwa untuk berprestasi tidak memerlukan apapun selain kemauan diri serta doa, sehingga setiap individu dapat sukses sesuai dengan karakter masing-masing. Talkshow juga diadakan dengan pembicara alumni menginspirasi di bidang yang berbeda, hal ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan terkait prospek kerja alumni yang sering menjadi pertanyaan mahasiswa maupun orang tua. Talkshow alumni dibawakan oleh moderator Akbar Reza S.Si., M. Sc. Yang merupakan dosen Laboratorium Ekologi dan Konservasi. Pembicara alumni yang diundang yakni Kepala Laboratorium Virologi Puslitbang Biomedis Dan Teknologi Dasar Kesehatan Kemenkes, Ibu Ririn Ramadhany, Ph.D; Direktur Pemasaran Borobudur Bapak Dr. Drs. H. Agus Rochiyardi, M.M; dan pemilik usaha kerajinan boneka Garnish Ibu Dra. Sudarningsih Rosidi, M.Si.. Banyak perjuangan yang telah mereka lalui untuk mencapai posisi suksesnya saat ini, bagaikan ‘tip of the iceberg’ tutur moderator yang akrab disapa Pak Abbay. Para alumni menyampaikan bahwa kegagalan memiliki posisinya sendiri dalam jalan meraih kesuksesan, justru dengan kegagalan itulah kita memperbaiki dan semakin mengenal diri sendiri untuk mengejar passion dan meraih cita-cira sukses. Pada PPSMB hari ke-2 juga diisi materi oleh perpustakaan Fakultas Biologi terkait prosedur peminjaman koleksi hingga pelatihan akses e-journal melalui laman perpustakaan UGM.

Slide 1

Slide 1

Slide 2

Slide 2

Slide 3

Slide 3

Slide 4

Slide 4

Slide 5

Slide 5

Slide 6

Slide 6

Rangkaian closing ceremony dimulai dengan outbound, para mahasiswa baru dibagi menjadi beberapa kelompok untuk melakukan fun games bersama pemandu. Kemudian setelah berhasil menyelesaikan tantangan tersebut mereka mendapat potongan puzzle yang kemudian disusun sesuai urutan hingga membentuk kalimat “Selamat Datang Mahasiswa Baru Fakultas Biologi 2019”. Tiga belas KS/Lembaga pun mendapat kesempatan untuk memperkenalkan diri secara singkat, supaya para mahasiswa baru bisa mengetahui bahwa ada banyak kegiatan mahasiswa yang bisa dipilih selama berkuliah di Fakultas Biologi. Acara menjadi semakin seru ketika para panitia dan mahasiswa baru melakukan flashmob Jingle PPSMB Metamorphoself, diakhiri dengan ledakan confetti dan pancuran air. Apresiasi kemudian diberikan kepada tiga mahasiswa atas poster terbaik dan kelompok terbaik, serta Gamada of the year putra dan putri. Acara PPSMB Fakultas Biologi 2019 kemudian secara resmi ditutup oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Biologi dan dilanjutkan dengan foto bersama. Semoga kedepannya para mahasiswa baru dapat berproses dengan penuh semangat selama berkuliah di Fakultas Biologi. Selamat Datang Gamada Biologi 2019!!!

[wonderplugin_video videotype=”mp4″ mp4=”https://biologi.ugm.ac.id/wp-content/uploads/sites/11/2019/08/WhatsApp-Video-2019-08-07-at-16.23.32.mp4″ webm=”” poster=”” lightbox=0 lightboxsize=1 lightboxwidth=960 lightboxheight=540 autoopen=0 autoopendelay=0 autoclose=0 lightboxtitle=”” lightboxgroup=”” lightboxshownavigation=0 showimage=”” lightboxoptions=”” videowidth=600 videoheight=400 keepaspectratio=1 autoplay=0 loop=0 videocss=”position:relative;display:block;background-color:#000;overflow:hidden;max-width:100%;margin:0 auto;” playbutton=”https://biologi.ugm.ac.id/wp-content/plugins/wonderplugin-video-embed/engine/playvideo-64-64-0.png”]

Pelatihan Pembelajar Sukses bagi Mahasiswa Baru (PPSMB) Metamorphoself 2019 Fakultas Biologi UGM (Hari Pertama)

Rilis BeritaTajuk Rabu, 7 Agustus 2019

Rangkaian acara PPSMB Metamorphoself 2019 Fakultas Biologi UGM telah dimulai pada hari Selasa, 7 Agustus 2019. Tema yang diambil adalah “Eksplorasi Diversitas Hayati Nusantara”. Tujuan dari PPSMB ini menyambut dan mempersiapkan mahasiswa baru agar mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru dan optimal mengembangkan kompetensi serta karakter dirinya dalam mengikuti pembelajaran di UGM secara umumnya dan Fakultas Biologi secara khususnya. Kegiatan PPSMB ini diharapkan mampu menjadi gerbang awal bagi mahasiswa baru dalam pengembangan potensi dan  karakter diri masing-masing menjadi pribadi yang lebih berkualitas, dengan terealisasikannya sepuluh (10) nilai-nilai dalam diri setiap mahasiswa, yakni ketuhanan, nasionalisme, kefakultasan, kepemimpinan, keharmonisan, peduli informasi, kreativitas, kewirausahaan, pengabdian, dan kelestarian lingkungan.

 

Slide 1
Slide 2
Slide 3

 

Pada hari pertama ini, para mahasiswa baru telah berkumpul di Jalan Taman Biologi pada pukul 7 pagi, diawali dengan  presensi dan sesi pertemuan kelompok untuk perkenalan. Acara dilanjutkan dengan pembukaan secara resmi yang ditandai dengan lima kali pukulan gong oleh Dekan Fakultas Biologi, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. Dalam sambutannya, beliau mengatakan bangga menerima 234 mahasiswa baru biologi, termasuk 11 mahasiswa IUP yang baru tahun ini dibuka oleh Fakultas Biologi UGM.

Setelah resmi dibuka, terdapat materi yang disampaikan secara langsung oleh Dekan Fakultas Biologi mengenai visi dan misi fakultas. Pak Budi juga menekankan bahwa para mahasiswa baru sudah sepantasnya untuk berbangga menjadi bagian dari Fakultas Biologi oleh karena raihan prestasi dan akreditasi yang luar biasa. Materi kefakultasan juga disampaikan oleh Rina Sri Kasiamdari, S.Si., Ph.D. selaku Wakil Dekan bidang Akademik dan Kemahasiswaan yang menjelaskan mengenai sistem akademik serta kegiatan-kegiatan kemahasiswaan. Dr. Niken Satuti Handayani, M.Sc. selaku Wakil Dekan bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia memberikan pengenalan fasilitas, sarana prasarana, hingga penjelasan mengenai UKT serta beasiswa. Sedangkan  terkait bentuk kerja sama dengan universitas di luar negri hingga alumni yang sukses di jenjang karir tertentu disampaikan oleh Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. selaku Wakil Dekan bidang Penelitian, Pengabdian Masyarakat, Kerja sama dan Alumni. Terdapat juga materi dari ketua POTMA Biogama oleh Bapak Dr. Alexander Agung, S.T., M.Sc. yang secara jelas menggambarkan mengenai struktur organisasi serta prosedur pengajuan proposal pengajuan dana kepada POTMA. Selain sesi materi, terdapat juga sesi Tour de Faculty yang bertujuan untuk memberi pemahaman terkait denah Fakultas Biologi, dilanjutkan dengan cerdas cermat kefakultasan yang menjadi ajang kompetisi secara sehat sekaligus menguji kembali pengetahuan yang didapat mahasiswa baru selama sesi materi. PPSMB Metamorphoself Biologi akan kembali esok hari!

Dari Riset Dasar, Biologi UGM Hasilkan Karya Cipta Desain Batik Unik

AlumniRilis BeritaTajuk Selasa, 4 Desember 2018

Dies Natalis ke- 69 Universitas Gadjah Mada pada 1-2 Desember 2018 diisi dengan beberapa kegiatan salah satunya adalah Festival Batik. Dalam Festival Batik tersebut Fakultas Biologi UGM diwakili oleh Dr. Budi Setiadi Daryono M.Agr.Sc., Prof. Nyoman Puniawati, Dr. Regina Melianawati (alumnus doktor Biologi UGM) dan Widya Mudyantini S.Si., M.Si. (mahasiswi Program Doktor Biologi UGM) menampilkan hasil karya cipta batik Biologi UGM.

Slide 1
Batik Histo Ikan

Batik Histo Ikan

Motif Jantung Ikan 
Batik Histo Ikan

Batik Histo Ikan

Motif Pembuluh Darah Ikan 
Batik Histo Ikan

Batik Histo Ikan

Motif Insang Ikan 
Batik Histo Ikan
Slide 7
Slide 6

Batik yang ditampilkan dalam Festival Batik tersebut sangat berbeda dari batik pada umumnya dari sisi motif. Batik Histo Ikan yang dipamerkan memiliki pola jaringan histologi ikan. Berbeda dengan motif batik pada umumnya seperti motif sri katon, kawung, nitik ataupun abstrak. Batik ini sedang dalam proses pendaftaran Hak Cipta dimana salah satu persyaratan yang harus dipenuhi adalah kegiatan launching atau peluncuran. Keunikan dan nilai cipta yang tinggi ditunjukkan motif histologi ikan yang diproduksi melalui teknik batik cap.

Motif merupakan hasil penelitian program Doktoral Fakultas Biologi UGM oleh Regina Melianawati dibawah bimbingan salah seorang ko-promotornya yaitu Prof. Nyoman Puniawati. Beberapa preparat yang dihasilkan yaitu insang, jantung dan pembuluh darah ikan dijadikan sumber inspirasi bagi motif batik tersebut. Pengubahan preparat menjadi motif batik dilakukan oleh Widya Mudyantini yang mengimplementasikan motif tersebut menjadi cetakan tembaga untuk digunakan dalam teknik batik cap.

Dalam Festival Batik UGM tersebut Batik Histo Ikan yang dipamerkan merupakan hasil kerjasama dengan mitra produsen batik di wilayah Laweyan, Solo, Jawa Tengah. Inventor Hak Cipta tersebut terdiri atas tiga orang yaitu Regina Melianawati, Widya Mudyantini dan Prof. Nyoman Puniawati. Hak Cipta yang dalam proses pendaftaran nantinya akan diserahkan kepada Fakultas Biologi UGM sebagai pemegangnya. “Cinta almamater sebagai bentuk sumbangsih kami pada Fakultas Biologi UGM melalui Hak Cipta tiga motif batik dari preparat jaringan ikan kerapu”, tambah Widya Mudyantini. Mengenai Hak Cipta sendiri menurut Regina Melianawati sangatlah penting sebagai bentuk perlindungan dan pengakuan terhadap suatu kekayaan intelektual.

Ketika ditanya mengenai latar belakang karya cipta tersebut “niat kami membumikan Biologi, semoga Biologi semakin dikenal masyarakat, tidak hanya jadi ilmu yang bagi pelajar dianggap banyak hafalannya. Melalui gambar, memahami lebih mudah daripada menghafal, selain itu harga jual yang terjangkau diharapkan menarik minat konsumen dari berbagai kalangan sehingga lebih dikenal”, jawab Widya Mudyantini.

Menurut Regina Melianawati “kehadiran batik dengan motif berbasis keilmuan Biologi diharapkan dapat memperkaya khazanah motif batik di Indonesia. Disamping itu, juga diharapkan dapat lebih membumikan Biologi di tengah masyarakat, terlebih apabila motif batik Biologi tersebut telah memasuki komersialisasi”, tutur beliau.

Ketika ditanya hal yang sama Dr. Budi Setiadi Daryono M.Agr.Sc. mengungkapkan implementasi pola-pola organik di alam contohnya preparat ke dalam bentuk goresan malam di atas kain menghasilkan karya yang memiliki nilai cipta dan originalitas tinggi. Dalam kesempatan yang sama dicetuskan pula “perlu dikembangkan kurikulum Biologi berbasis Batik Ilmiah hasil riset-riset di Biologi”, jawab beliau.

Fakultas Biologi UGM Dukung Pasar Ndelik di Puri Mataram dengan Penggunaan Pewarna Alami Makanan

Pengabdian kepada MasyarakatTajuk Senin, 26 November 2018

Pariwisata menjadi salah satu ujung tombak perekonomian dunia. Di Indonesia, pariwisata diestimasi akan menyumbang US$ 16 miliar pada tahun ini.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis tengah tahun ini, kunjungan wisatawan mancanegara mengalami kenaikan 12.92% dengan angka 9.06 juta kunjungan. Sementara itu, di Yogyakarta higga Juni tercatat total 1.859.888 pengunjung yang terdiri dari wisatawan mancanegara 113.993 orang dan wisatawan domestik 1.745.895 orang. Tren positif ini disambut baik oleh berbagai kalangan, salah satunya dengan pembukaan destinasi wisata baru yang mengedepankan pengalaman menyenangkan seperti banyaknya lokasi foto dan lezatnya hidangan khas daerah.

Pasar Ndelik, yang berada dalam kawasan Puri Mataram, menjadi produk wisata menjanjikan di lingkup Yogyakarta. Terletak di Dusun Jugang Pangukan, Tridadi, Sleman, area Pasar Ndelik menawarkan atraksi berupa makanan tradisional dan proses jual belinya. Mengandalkan Pandel sebagai pengganti fisik rupiah, penjual di Pasar Ndelik juga menekan penggunaan plastik dalam transaksinya. Walaupun demikian, masih banyak potensi yang perlu digali dari para penjual di Pasar Ndelik. Maka dari itu, Lisna Hidayati, M. Biotech. dan koleganya melakukan pengabdian dengan tema utama penggunaan pewarna alami. Aries Bagus Sasongko, M. Biotech., salah satu anggotanya, mengungkapkan bahwa penggunaan pewarna makanan dari bahan alam seperti kembang telang, daun suji, dan kunyit akan meningkatkan kepercayaan konsumen dalam membeli produk makanan minuman di Pasar Ndelik.

Slide 1
Slide 2
Slide 4
Slide 3
Slide 5
Slide 6

Kegiatan pengabdian ini memiliki tujuan teknologi tepat guna. Diawali dengan pelatihan penggunaan pewarna alami, pematerian mengenai kemasan alami, penanganan komplain konsumen, perhitungan laba rugi, filosofi makanan, hingga perhitungan kalori makanan sudah disampaikan. Pada kesempatan ini, kegiatan pengabdian sudah mencapai puncak acaranya dengan berbagai agenda. Acara dimulai dengan zumba bersama masyarakat sekitar dilanjutkan sambutan oleh Dekan Fakultas Biologi UGM dan Wakil Bupati Kabupaten Sleman. Pada kesempatan ini, Wabup menyampaikan bahwa masyarakat harus gemar melakukan aktivitas fisik serta berharap Pasar Ndelik bisa menjadi tujuan wisata yang sangat terkenal hingga ranah internasional. Acara dilanjutkan dengan prosesi nandur bareng yang secara simbolis dilakukan oleh Wakil Bupati Kabupaten Sleman, Dra.Hj.Sri Muslimatun, M.Kes., Dekan Fakultas Biologi UGM, Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., dan Direktur Bumdes Tridadi Makmur, H. Agus Khaliq serta pihak sponsor. Acara yang dibantu oleh Keluarga Mahasiswa Pascasarjana, alumni dan mahasiswa Fakultas Biologi UGM serta didukung oleh Hatmoko Batik, JCI Yogyakarta, Pusaka Nusantara, Perempuan Berkebaya dan Puri Mataram ini dilanjutkan dengan lomba masakan tradisional yang menyasar penjual di Pasar Ndhelik. Pada lomba ini, peserta diharapkan mampu mengimplementasikan semua materi yang telah disampaikan. Penjurian dilakukan oleh Dwi Larasatie Nur Fibri, Ph.D. selaku perwakilan panitia, Nurpuji Mumpuni, S.Si.,M.Kes. selaku Ketua Dharmawanita Fakultas Biologi UGM, Johan Wiryanto, selaku perwakilan dari Kepala Desa Tridadi menghasilkan juara I yaitu dari kelompok Dewi Sikandi, juara II dari kelompok Dewi Woro Sembrodo, juara III diraih oleh Dewi Sri, juara harapan I oleh Dewi Kunti, juara harapan II oleh Dewi Sinta serta juara favorit dari kelompok Tara. Acara dilanjutkan dengan Mbathik bareng dan roadshow Pasar Ndelik. Luthfi Nurhidayat, M. Sc. berujar bahwa saat ini Puri Mataram terus berbenah untuk menjadi salah satu destinasi utama keluarga, salah satunya dengan panganan tempo dulu yang ramah lidah. “Wah saya merasa senang sekali setiap hari minggu saya berjualan disini selalu ramai. Saya juga bisa menambah wawasan tentang banyak hal. Pokoknya saya semakin termotivasi untuk menjadi penjual yang bijak, bisa ngasih tau pembeli asal usul makanannya dan juga ramah lingkungan” kata Susmiati, penjual di Pasar Ndelik. “Saya baru pertama kali kesini dan menangkap kesan kalau konsep wisata disini sangat baik, karena menonjolkan nostalgia Yogyakarta sekaligus destinasi foto modern. Tentu, saya akan kesini lagi mengajak teman saya” ujar Kensrie, salah satu pengunjung.

Slide 1
Slide 2
Slide 3

Acara diakhiri dengan foto bersama. Dengan adanya program pengabdian ini, diharapkan akan adanya peningkatan kualitas dan akses menuju destinasi, penguatan data dan informasi serta peningkatan atraksi yang terintegrasi baik di Pasar Ndelik maupun Puri Mataram. –ABK-

Makanan tradisional: “Sebatas ‘ndeso’ kah?”

Uncategorized Rabu, 21 November 2018

IMG_1172
IMG_1177
IMG_1197
IMG_1192

Makanan tradisional merupakan salah satu pondasi pariwisata Yogyakarta dengan berbagai jenisnya. Mulai dari makanan, minuman, makanan ringan, hingga proses pembuatan produk bisa dijual sebagai aset pariwisata. Walaupun demikian, banyak pihak pembeli yang menganggap makanan tradisional tersebut hanya memiliki nilai konsumsi dan estetika saja. Padahal, makanan tradisional memiliki nilai filosofis yang tinggi pula. Maka dari itu, untuk menguatkan nilai filosofis dari makanan tradisional, tim TTG UGM-Pengembangan Makanan Tradisional melaksanakan pelatihan. Pelatihan dilaksanakan pada hari Rabu, 21 November 2018 dengan mengundang Widodo, S. TP. dari Fakultas Teknologi Pangan UGM untuk memberikan pemahaman kepada penjual makanan tradisional di area Pasar Ndhelik, Puri Mataram. Mengangkat tema “Makanan Tradisional dan Filosofinya”, pelatihan ini merupakan agenda keenam dari rangkaian acara yang akan berakhir pada 25 November nanti.

“Sejauh ini, para penjual hanya terbagi menjadi beberapa kelompok saja tanpa adanya nama kelompok. Dengan pemberian nama kelompok yang mengadopsi dari nama-nama dewi khas cerita pewayangan, diharapkan masyarakat umum memiliki rasa ingin tahu yang lebih mengenai nama-nama tersebut, sehingga para penjual mampu bercerita lebih banyak tentang produknya.”harap Widodo.

Pada pelatihan ini, pelaksanaan diskusi cukup intens karena banyak saran dari Widodo yang disambut antusias oleh ibu-ibu penjual di Pasar Ndhelik. Dimulai dari bagaimana cara penyajian, pengelompokan makanan, penentuan porsi, pemilihan komposisi makanan, hingga proses penjualan dengan konsep “njawani” diterima dengan baik oleh para penjual.

Para penjual menyampaikan beberapa keluhan seperti komplain pembeli mengenai harga makanan. “Banyak yang ngomong kok mahal e bu, disini lima ribu padahal diluar cuma tiga ribu” kata kelompok Dewi Taro. Walaupun demikian, pembeli akhirnya memberikan pendapat bahwa makanan tersebut enak dan merasa impas dengan suasana yang didapatkannya. Selain harga, tenaga yang melayani pembeli juga dirasa kurang, seperti diungkapkan oleh kelompok Dewi Sri. Saran yang disampaikan oleh Widodo yaitu dengan cara menyiapkan makanan yang sudah siap saji, sehingga tidak perlu ribet mengatur berbagai komponen makanan. Selain itu, Widodo juga menyampaikan agar ibu-ibu penjual semakin banyak membaca mengenai kisah dewi-dewi yang menjadi nama kelompoknya. Sehingga aset yang dijual di Pasar Ndhelik tidak hanya makanan dan suasananya saja, namun juga interaksi kepada konsumen berupa cerita dewi-dewi dan proses pemasakan makanan tradisional.

 

Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa, Lab Biokimia adakan Pelatihan Biokimia Analitik

Rilis Berita Jumat, 9 November 2018

WhatsApp Image 2018-11-09 at 13.18.35
WhatsApp Image 2018-11-09 at 13.18.33
WhatsApp Image 2018-11-09 at 13.18.35 (1)
WhatsApp Image 2018-11-09 at 08.24.07
WhatsApp Image 2018-11-09 at 08.24.07 (1)
WhatsApp Image 2018-11-09 at 08.24.07 (2)
WhatsApp Image 2018-11-09 at 08.24.08 (1)
WhatsApp Image 2018-11-09 at 08.24.08

Laboratorium Biokimia Fakultas Biologi UGM tahun ini kembali mengadakan Pelatihan Biokimia Analitik tentang teknik-teknik dasar dan metode penelitian yang umumnya digunakan dalam penelitian biologi. Pelatihan ini dilaksanakan dalam bentuk 2 paket pelatihan.Paket I merupakan pelatihan mengenai Ekstraksi, Fraksinasi, dan Kromatografi Lapis Tipis. Paket II merupakan pelatihan mengenai Isolasi DNA, Polymerase Chain Reaction (PCR), dan Elektroforesis. Paket Pelatihan Biokimia Analitik ini dikhususkan untuk mahasiswa Fakultas Biologi baik jenjang S1, S2 maupun S3. Kegiatan pelatihan Biokimia Analitik 2018 merupakan bentuk dari pengabdian Lab Biokimia untuk meningkatkan kompetensi lulusan Biologi baik dalam segi ilmu maupun skill teknik-teknik di laboratorium. Secara umum, pelatihan ini diminati mahasiswa Fakultas Biologi UGM dilihat dari animo yang tinggi dari peserta yaitu jumlah peserta paket I sebanyak 33 orang dan paket II sebanyak 42 orang. Seluruh staf Laboratorium Biokimia baik dosen maupun tenaga pendidik terlibat dalam pelatihan ini. Dr. Rarastoeti Pratiwi, Dr Yekti Asih Purwestri, Dr. Tri Rini Nuringtyas, Dr. Woro Anindito Sri Tunjung dan Lisna Hidayati, M.Biotech secara aktif memberikan kuliah, mendampingi peserta melakukan percobaan, berdiskusi dan sharing pengalaman dalam melakukan teknik laboratorium, tip dan trik agar berhasil mendapat data dan trouble shoting menghadapi masalah-masalah di laboratorium.

Pelatihan Biokimia Analitik 2018 Paket I dilakukan tanggal 06 November dan 09 November 2018. Peserta mendapatkan penjelasan teknis cara kerja, hands on sample dan materi kuliah tentang cara mengekstrak bahan alam dan separasinya menggunakan metode kromatografi. Peserta melakukan ekstraksi secara maserasi dan soxhletasi dari sampel berupa daun gaharu, daun jeruk purut, bunga rosela, dan biji jinten hitam. Digunakan solven berupa kloroform, etil asetat, dan n-heksan disesuaikan dengan kepolaran bahan alam yang akan diestrak. Hasil ekstraksi kemudian difraksinasi menggunakan metode Vacuum Liquid Chromathography (VLC). Hasil ekstraksi juga diseparasi dengan kromatografi lapis tipis untuk mendapatkan kromatogram dan mengidentifikasi golongan senyawa setelah dilakukan pewarnaan. Semua kegiatan tersebut dilakukan di Laboratorium Biokimia Fakultas Biologi UGM. Peserta sangat antusias mengikuti pelatihan ini dan mendapatkan hasil dari percobaan yang mereka lakukan.

Pada pelatihan Biokimia Analitik paket II dilakukan isolasi DNA, PCR dan elektroforesis. Peserta melakukan isolasi DNA menggunakan kit maupun lisis buffer untuk sampel darah tikus dan daun tembakau. Kemudian dilakukan amplifikasi house keeping gene dari sampel tersebut, dilanjutkan separasi genom dan produk PCR menggunakan metode elektroforesis dan visualisasi hasil separasi. Peserta dapat memilih sampel sesuai dengan minat dan penelitian yang mereka lakukan. Pada pelatihan ini selain dilakukan praktik hand on secara langsung juga dilakukan pemaparan materi serta diskusi. Peserta mengaku puas setelah mengikuti pelatihan dan berharap ilmu dan skil yang mereka dapatkan dari pelatihan dapat diterapkan untuk penelitian mereka.

KOLABORASI UGM DAN KOMUNITAS PASAR NDELIK DALAM MENINGKATKAN NILAI EKONOMI MAKANAN TRADISIONAL DENGAN PEWARNA DAN KEMASAN ALAMI

Pengabdian kepada MasyarakatRilis Berita Jumat, 2 November 2018

IMG_0968
IMG_1022
IMG_1050
IMG_1079
IMG_1039
IMG_1052
IMG_1092

Yogyakarta, daerah yang identik dengan produk “ndeso”, baik berupa kebudayaan maupun kuliner telah menarik hati wisatawan untuk senantiasa singgah dan menikmati kelembutan nuansa temaram yang romantis. Selain kekhasan nuansanya, Yogyakarta juga menyimpan banyak potensi makanan tradisional, sebut saja bakpia, gudeg, gebleg, dan masih banyak lagi. Terlebih saat ini makanan tradisional mulai menunjukkan kembali tajinya di dunia kuliner, seperti banyaknya tempat wisata yang berkolaborasi dengan warga setempat untuk mengangkat kearifan lokal berupa penampilan karya seni maupun makanan tradisional.

Salah satu contoh tempat wisata yang cukup kondang yaitu Pasar Ndhelik, Puri Mataram yang ada di daerah Sleman. Di Pasar Ndhelik, tiap minggunya diadakan proses transaksi menggunakan Pandel yang menggantikan fungsi fisik uang. Pandel yang sudah didapatkan dapat ditukarkan dengan berbagai jajanan khas yang tersedia di Pasar Ndhelik, seperti Pecel, Nasi Biru, Jenang Gendhul, dan berbagai jenis minuman. Dengan potensi yang tersedia untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, maka Lisna Hidayati, M.Biotech., dosen Fakultas Biologi UGM dan timnya melakukan kegiatan pengabdian berupa Pelatihan Teknologi Tepat Guna (TTG) dengan tema Pengembangan Produk Pangan Tradisional Alami dengan Teknologi Tepat Guna untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Kampung Flory. Kegiatan ini dilaksanakan berkelanjutan mulai dari 05 Agustus 2018 hingga nanti 18 November 2018 dengan target komunitas penjual di Pasar Ndhelik.

Dibantu oleh KMP Pascasarjana Fakultas Biologi UGM, kegiatan pelatihan TTG ini sudah menginjak agenda kelimanya pada hari Jumat tanggal 2 November 2018. Kegiatan ini diawali dengan pematerian dari Aries Bagus Sasongko, M.Biotech dan Lisna Hidayati, M. Biotech. yang membagikan wawasannya mengenai Budidaya Tanaman Pangan dan Pewarna Makanan Alami. Penggunaan pewarna alami memang lebih rumit dan memakan biaya produksi yang tinggi, namun dengan penggunaan pewarna alami dapat memberikan warna yang lebih lembut dan meningkatkan aroma makanan. “Selain warna yang lebih ramah mata, penggunaan pewarna alami juga dapat meningkatkan harga jual makanan karena para penjual dapat menambahkan informasi tersebut, sehingga konsumen akan lebih percaya untuk mencicipi makanan yang dijual.” ujar Bagus.

Materi kedua yang disampaikan yaitu Kalori dalam Makanan yang disampaikan oleh Woro Anindito Sri Tunjung, Ph.D. untuk meningkatkan minat konsumen dalam mengunjungi Pasar Ndhelik. “Pencantuman jumlah kalori dalam makanan sudah menjadi tren di luar negeri terkait dengan meningkatnya perhatian masyarakat terhadap diet. Jadi, tidak hanya label halal saja yang perlu diperhatikan.” ujar Luthfi Nurhidayat sebagai Fasilitator. Diskusi mulai berjalan menarik saat ibu-ibu peserta diminta untuk menghitung Body Mass Index (BMI) untuk menentukan kategori indeks massa tubuhnya, apakah termasuk ideal atau jauh dari ideal. Selain diskusi mengenai BMI, Woro juga menambahkan perhitungan tentang berbagai kalori yang tersedia dalam makanan tiap 100 gram. Dengan demikian, diharapkan ibu-ibu peserta dapat memberikan informasi tambahan ke konsumen berupa jumlah porsi yang disarankan untuk dimakan. Sehingga, tidak hanya makanan saja yang ditawarkan di Pasar Ndhelik, namun konsumen juga akan merasa diperhatikan dalam mempertimbangkan jenis makanan yang akan dimakan.

Pematerian dilanjutkan oleh Dr. Ir. Supriyadi dan Dwi Larasatie Nur Fibri, S.T.P., M.Sc., Ph.D dari FTP UGM yang menyampaikan subyek mengenai Kemasan Alami. Pemberian materi ini ditujukan untuk menekan penggunaan plastik dalam proses jual beli makanan di Pasar Ndhelik sekaligus memberikan kesadaran kepada ibu-ibu peserta mengenai manfaat penggunaan kemasan alami dibandingkan kemasan plastik. Pasar Ndhelik, yang memang menjual makanan tradisional dan keramahannya memang sangat cocok untuk mengaplikasikan kemasan alami ini. Penggunaan daun jati, pisang, dan waru sudah banyak diteliti dan memberikan hasil yang menjanjikan sebagai kemasan alami. Walaupun kemasan ini kurang praktis, namun penggunaan kemasan alami dapat meningkatkan pula daya tahan makanan secara alami dan pada akhirnya akan berimplikasi pada meningkatnya harga jual makanan.

Pelatihan ditutup dengan foto bersama. Salah satu peserta, Mariyatin, mengungkapkan bahwa dirinya sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini. “Banyak sekali manfaat yang saya peroleh selama pelatihan ini. Selain bagaimana menambahkan berbagai jenis pewarna alami yang tidak merubah rasa, saya juga dapat mengerti bagaimana proses pengemasan dan perhitungan kalori dalam makanan. Sehingga nanti saat bertemu dengan konsumen, bisa bilang kalau makanan ini tidak membuat gemuk.” ujarnya.

BERSINERGI DENGAN KOMUNITAS PENJUAL PASAR NDELIK, KAMPUNG FLORY MELALUI PELATIHAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA

Uncategorized Senin, 29 Oktober 2018

Foto dengan narasumber
Foto dengan narasumber 2
Suasana pelatihan

Dalam rangka kegiatan pengabdian kepada masyarakat, gabungan beberapa Dosen Fakultas Biologi dan Fakultas Teknologi Pertanian UGM yang diketuai oleh Lisna Hidayati, S.Si. M.Biotech kembali melaksanakan kegiatan pengabdian yang bertema “Pengembangan Produk Pangan Tradisional Alami dengan Teknologi Tepat Guna untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Kampung Flory”. Kegiatan pengabdian tersebut berisikan pelatihan-pelatihan yang diperuntukan kepada komunitas penjual Pasar Ndelik, Kampung Flory. Pasar Ndelik ini meyediakan berbagai makanan tradisional yang buka setiap hari Minggu dari pukul 08.00 – 14.00 WIB.

Pada tanggal 26 Oktober 2018, telah dilaksanakan Pelatihan TTG (Teknologi Tepat Guna) ke-4 di Puri Mataram, Kampung flory. Kegiatan pelatihan tersebut dimulai pukul 10.00 – 16.00 WIB. Kegiatan tersebut diikuti oleh 15 peserta dengan narasumber dari TIM UGM dan 4 narasumber mitra kerja sama. Kegiatan diawali dengan pematerian oleh Aries Bagus Saspngko, M. Biotech (TIM UGM) dan Drs. Suranto Yudobusono,  Ak., CA dari KKMB (Konsultan Keuangan Mitra Bank) Yogyakarta, tentang Perhitungan Harga Pokok dan Laba-Rugi dalam UMKM. “Ibu-ibu Pasar Ndelik memerlukan pendampingan manajemen keuangan untuk mengoptimalkan pendapatan dari penjualan makanan tradisional di pasar Ndelik”, ungkap Aries Bagus Sasongko, salah satu anggota tim pengabdian ini.

Selanjutnya setelah ISHOMA, acara dilanjutkan dengan pematerian oleh Dwi Larasati Nur Fibrie, Ph.D. (TIM UGM) dan Nurdeana Cahyaningrum S.TP dari BPTP DIY tentang Kualitas Bahan Pangan. “Kualitas bahan pangan adalah kunci produk makanan yang berkualitas. Selain cara memilih bahan, peserta juga dibekali cara menyimpan bahan yang dapat mempertahankan kualitas”, tambah Dwi, dosen FTP UGM yang juga anggota tim pengabdian ini.

Narasumber terakhir yang memberi pematerian ialah Lisna Hidayati (TIM UGM) serta Nuju Widodo dan Ibrahim Hasan dari JCI Yogyakarta tentang Strategi Pemasaran dan Customer Care. “Senang melihat peserta yang tetap antusias dan semangat berdiskusi meskipun hari sudah mulai sore. Semoga mereka bisa menerapkan ilmu yang sudah di dapat. Pelatihan selanjutnya diagendakan pada hari Jumat, 2 November 2018”, tambah Lisna.

Kegiatan pelatihan TTG harapannya dapat bermanfaat bagi seluruh peserta yang merupakan penjual di Pasar Ndhelik, Kampung Flory. Sehingga, para peserta dapat memiliki wawasan yang lebih dalam mengenai managemen laba-rugi, kualitas bahan pangan dan strategi pemasaran.

Empat mahasiswa UGM mengikuti International Summer Course 2018 di Nagoya University, Jepang

Kegiatan MahasiswaKerja Sama Kamis, 26 Juli 2018

ISC 2018 2
ISC 2018 1
ISC 2018 3
ISC 2018 4
ISC 2018 5
ISC 2018 7
ISC 2018 8

Empat mahasiswa UGM memperoleh beasiswa International Summer Course (ISC) 2018 bertemakan Biologi Kelautan Tingkat Lanjut di Sugashima Marine Biological Laboratory (Sugashima MBL), Nagoya University, Jepang, dari tanggal 13 hingga 17 Juli 2018. Mahasiswa terpilih yang lolos rangkaian seleksi beasiswa tersebut antara lain Basith Kuncoro Adji (Biologi 2014), Anggun Cinditya Putri (Biologi 2015), Putri Eky Pratiwi (Perikanan 2014), dan Surono Dwi Saputra (Pascasarjana Bioteknologi 2017). Program ini merupakan salah satu bentuk kerjasama antara Fakultas Biologi UGM dan Nagoya University yang telah berlangsung selama 4 tahun terakhir.

ISC di Sugashima MBL merupakan kursus singkat di musim panas yang rutin diadakan oleh Nagoya University, dengan target peserta mahasiswa S1 dan Pascasarjana yang tertarik di bidang Biologi Kelautan termutakhir. ISC tahun ini diikuti oleh 13 partisipan dari beberapa negara seperti Jepang, Vietnam, Singapura, India, dan Mongolia yang berasal dari program G30, kemudian dari Norwegia dan Perancis dari program NUPACE, serta seorang berkebangsaan Filipina yang merupakan mahasiswa doktoral dari Kyoto University dan seorang berkebangsaan Amerika Serikat yang sedang post-doctoral fellowship dari Stone Brook University.

Seluruh partisipan berkesempatan untuk melakukan eksplorasi zona intertidal di Pulau Sugashima guna mencuplik sampel invertebrata laut, kemudian mempelajari taksonomi dasar dari biota laut yang diperoleh dari hasil pencuplikan. Partisipan juga berkesempatan untuk mempelajari proses fertilisasi sekaligus mengamati perkembangan awal dari kelompok hewan Echinodermata dan Ascidians. Selain itu, dalam ISC 2018 ini, partisipan diperkenalkan dan mempraktikkan secara langsung analisis filogeni molekuler, teknik genome editing menggunakan TALEN, serta analisis proteomik termutakhir dalam Biologi Kelautan. Materi tersebut disampaikan oleh Professor dan Direktur Sugashima MBL, yaitu Prof. Hitoshi Sawada, didampingi oleh instruktur lainnya seperti Dr. Lauren Stefaniak, Dr. Maki Shirae-Kurabayashi, dan Dr. Yukinobu Isowa.

Melalui ISC 2018 ini, partisipan dapat meningkatkan kemampuannya dalam riset Biologi Kelautan, memperluas jaringan dan relasi di level internasional, serta berkesempatan untuk saling mengenal budaya dari berbagai negara. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mempererat hubungan dan kerjasama antara Fakultas Biologi UGM dan Nagoya University, serta memungkinkan terwujudnya kolaborasi riset di masa yang akan datang.

Perluas Jejaring Kerja Sama, Fakultas Biologi UGM Fasilitasi Kegiatan Benchmarking Prodi Magister Biologi FMIPA Universitas Cenderawasih

Kerja SamaRilis Berita Senin, 16 Juli 2018

Beberapa dosen dan mahasiswa Program Studi Magister Biologi Fakultas MIPA Universitas Cenderawasih melakukan benchmarking di Fakultas Biologi UGM pada tanggal 9-13 Juli 2018. Pada pembukaan acara, Dekan Fakultas MIPA Universitas Cenderawasih, Dr. Dirk Y. P. Runtuboi, M.Kes., mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan gambaran tentang pengelolaan Fakultas dan pengelolaan program studi magister di Fakultas Biologi UGM. “Prodi Magister Biologj kami merupakan program studi relatif baru dan perlu banyak belajar” Ujar Dirk. “Fakultas Biologi UGM sudah berdiri jauh sebelum kami dan tentunya lebih maju daripada kami. Oleh karena itu kami sangat ingin bekerja sama dan belajar kepada Fakultas Biologi UGM”. Pada kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Biologi UGM, Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., menyatakan bahwa Fakultas Biologi menyambut baik kegiatan ini. “Kerja sama sangat diperlukan Fakultas Biologi UGM untuk terus berkembang dan memberikan manfaat untuk institusi pendidikan yang sama-sama ingin berkembang” Ujar Budi. “Kami harap kegiatan ini dapat mengawali kerja sama di berbagai bidang dengan Fakultas MIPA Universitas Cenderawasih di tahun-tahun berikutnya” pungkas Budi.

 

 

Kegiatan benchmarking ini meliputi serangkaian pematerian tentang pematerian Pengelolaan Fakultas Biologi UGM, Pengelolaan Program Magister Fakultas Biologi UGM, dan Pengeolaan Perpustakaan. Selain itu kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa Program Magister FMIPA UNCEN untuk merapakan kuliah dan praktikum di laboratorium Mikrobiologi dan di laboratorium Ekologi dan Konservasi. Mereka juga belajar dan praktek tentang penulisan karya ilmiah dan penelusuran jurnal ilmiah menggunaan Mendeley. Ike Golda M Siregar, salah satu peserta mahasiswa, mengatakan bahwa banyak hal baru yang mereka dapatkan dari kegiatan ini. “Kami belajar banyak hal yang tidak kami dapatkan di program studi kami, dan semoga kegiatan ini dapat berlanjut di tahun-tahun berikutnya.” Ujar Ike.

Fakultas Biologi UGM Meningkatkan Kompetensi Laboran Biologi Universitas Negeri Medan Melalui Pelatihan Pembuatan Sediaan Jaringan Hewan dan Embrio Hewan.

Rilis Berita Kamis, 31 Mei 2018

Kompetensi laboran merupakan hal yang penting untuk mendukung pelaksanaan Pendidikan dan Penelitian di laboratorium. Salah satu kompetensi yang dibutuhkan laboran, terutama di bidang struktur dan perkembangan hewan, adalah pembuatan sediaan hewan, baik jaringan maupun embrio. Laboratorium Biologi FMIPA Universitas Negeri Medan melihat adanya potensi yang dimiliki berupa peralatan yang relatif lengkap sehingga peningkatan kompetensi laboran mutlak diperlukan untuk mengoptimalkan penggunaan peralatan tersebut. Hal tersebut mendorong Laboratorium Biologi FMIPA Universitas Negeri Medan mengirim salah satu laboran untuk mengikuti pelatihan pembuatan sediaan jaringan hewan dan embrio hewan di Laboratorium Struktur dan Perkembangan Hewan Fakultas Biologi UGM.

Pelatihan tersebut dilaksanakan selama 4 hari pada tanggal 1-4 Mei 2018. Pembuatan sediaan jaringan hewan, yang dilakukan selama pelatihan, menggunakan metode paraffin. Materi dan praktek yang diberikan pada metode ini meliputi prosedur necropsy dan fiksasi organ; prosedur washing, dehidrasi, infiltrasi paraffin dan embedding; prosedur sectioning; serta prosedur pewarnaan sediaan menggunakan pewarna Hematoxylin Eosin dan pewarna MAF. Pembuatan sediaan embrio, yang menjadi materi pelatihan, adalah pembuatan sediaan whole mount embrio ayam yang meliputi prosedur pengambilan dan fiksasi embrio ayam, serta pewarnaan embrio ayam. Peserta pelatihan juga diberi pengayaan pengetahuan tentang kemikalia yang umum atau rutin diperlukan untuk pembuatan sediaan jaringan hewan maupun embrio hewan. Peserta pelatihan diharapakan dapat mengaplikasikan apa yang telah didapatkan selama pelatihan setelah kembali ke Laboratorium Biologi FMIPA Universitas Negeri Medan.

Pelatihan Pembuatan, Pengamatan dan Analisis Otolith Ikan: Membaca umur dan Siklus hidup Ikan dengan Otolith

Rilis Berita Kamis, 31 Mei 2018

Otolith merupakan struktur yang mengandung kalsum dan terdapat pada telinga dalam, terutama pada bagian yang disebut dengan apparatus vestibularis. Apparatus vestibularis merupakan organ keseimbangan dan otolith merupakan bagian yang vital untuk mendukung fungsi tersebut. Otolith pada ikan ternyata juga mampu memberikan informasi yang sangat penting terkait dengan umur dan siklus hidupnya. Otolith juga mampu menggambarkan kondisi perairan yang menjadi tempat hidup ikan maupun tempat singgah selama ikan bermigrasi.

Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan Palembang mulai melihat potensi penelitian otolith ikan untuk mempelajari siklus hidupnya. Kerja sama dengan salah satu institusi pendanaan riset dari jepang mendorong balai riset di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan RI ini untuk megembangkan riset tentang otolith ikan ini. Hal tersebut menjadi alasan Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan Palembang mengirim salah satu staff nya bernama Vipen Adiansyah untuk mengikuti pelatihan Pembuatan, Pengamatan dan Analisis Otolith Ikan di Laboratorium Struktur dan Perkembangan Hewan Fakultas Biologi UGM.

Pelatihan tersebut dilaksakan pada tanggal 21-25 Mei 2018. Materi pelatihan meliputi prosedur pembedahan dan pengambilan otolith; prosedur pembuatan sediaan otolith; metode pewarnaan sediaan otolith; Teknik pengamatan dan pengambilan gambar otolith; serta teknik editing gambar dan analisis otolith menggunakan software image J.

Kuliah Tamu “A Role of Extracellular Environment in Collective Migration of Organ Progenitors” OLEH Dr. Ryutaro Akiyama dari NAIST, Jepang

Rilis Berita Kamis, 17 Mei 2018

Jumat (11/5), Fakultas Biologi menyelenggarakan kuliah tamu yang disampaikan oleh Dr. Ryutaro Akiyama dengan judul “A role of extracellular environment in collective migration of organ progenitors”. Dr. Akiyama adalah peneliti dari Nara Institute of Science & Technology (NAIST), Jepang dan merupakan kolega dari Dr. Bambang Retno Aji (Dosen Fakultas Biologi) dalam riset perkembangan hewan dengan menggunakan model uji berupa Zebra Fish. Bertempat di Auditorium Fakultas Biologi, kuliah tamu tersebut dihadiri oleh Dosen dan Mahasiswa Fakultas Biologi UGM sebagai bentuk pengembangan wawasan dan ilmu pengetahuan dalam bidang struktur dan perkembangan hewan.

Dr. Akiyama mengawali kuliah tamu dengan menjelaskan dasar teori dari bidang riset yang beliau tekuni. Organ yang kita miliki, seperti jantung, hati, dan paru-paru, tersusun dari kumpulan sel yang saling berinteraksi satu dengan lainnya. Setelah fertilisasi, zigot yang berupa satu sel akan membelah, bermigrasi, dan berdifferensiasi untuk membentuk berbagai macam organ. Peristiwa ini disebut sebagai morfogenesis organ. Untuk mengetahui bagaimana proses tersebut dapat terjadi, Dr. Akiyama berusaha menjawab pertanyaan tersebut dengan meneliti bagaimana sel-sel tersebut saling berkomunikasi satu dengan yang lainnya selama proses perkembangan. Lebih dalam, Dr. Akiyama menjelaskan hasil penelitiannya dalam mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan dalam proses morfogenesis organ, terutama dalam migrasi kolektif sel pada lateral line primordium di Zebra Fish.

Untuk melakukan penelitian dalam bidang perkembangan hewan, diperlukan organisme model yang baik supaya didapatkan data yang representatif. Meskipun tikus telah digunakan sebagai hewan coba yang sering digunakan di dunia medis, penggunaan tikus dalam studi perkembangan memerlukan waktu yang lama, biaya yang lebih mahal, dan relatif lebih sulit untuk diamati. Oleh karena itu, Dr. Akiyama dan Dr. Bambang menggunakan Zebra Fish sebagai model dalam perkembangan hewan. Dibandingkan dengan tikus, Zebra Fish memiliki waktu generasi yang lebih singkat, alat dan informasi genetik yang lebih lengkap serta mudah diamati. Ke depan, Fakultas Biologi akan mengembangankan Zebra Fish Research Center untuk melakukan penelitian dalam bidang perkembangan dan morfogenesis organ.

 

Praktikum Penguatan Konten (PPK) 2018 Prodi Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifudin Jambi

Rilis Berita Senin, 30 April 2018

Seratus tiga puluh mahasiswa Prodi Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifudin Jambi berkunjung di Fakultas Biologi UGM pada tanggal 18-19 April 2018. Kunjungan tersebut dalam rangka melaksanakan Praktikum Penguatan Konten (PPK) 2018. Tidak kurang dari 5 topik praktikum yang dilakukan pada kegiatan ini meliputi praktikum kultur jaringan tumbuhan; praktikum reproduksi dan perkembangan hewan; praktikum mikrobiologi; praktikum taksonomi vertebrata; dan praktikum taksonomi tumbuhan tingkat rendah.

Reny Safita , M. Pd, Ketua Prodi Tadris Biologi FTK UIN STS Jambi, dalam sambutannya menyatakan bahwa mahasiswa Prodi Tadris Biologi FTK UIN STS Jambi perlu mendapatkan pengalaman melaksanakan praktikum di Fakultas Biologi UGM. “ Laboratorium di tempat kami terbatas sehingga pelaksanaan praktikum juga tidak optimal, sehingga dengan adanya kegiatan ini diharapkan mahasiswa mendapatkan ilmu yang belum mereka dapatkan ketika di Prodi Tadris Biologi FTK UIN STS Jambi” jelas Reny. Di akhir sambutannya, Reny menghimbau mahasiswa Prodi Tadris Biologi FTK UIN STS Jambi untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan baik. “untuk mahasiswa Prodi Tadris Biologi FTK UIN STS Jambi, kami harapkan dapat dengan serius melakukan praktikum sehingga kesempatan untuk belajar di Fakultas Biologi UGM ini dapat dimanfaatkan dengan baik” pungkas Reny.

Pada kesempatan yang sama Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr. Sc., Dekan Fakultas Biologi UGM menyampaikan bahwa Fakultas Biologi UGM sangat senang bisa memfasilitasi kegiatan Praktikum Penguatan Konten (PPK) selama 4 tahun terakhir. Budi juga menambahkan bahwa bentuk kerja sama ini dapat ditingkatkan lagi di masa mendatang, tidak hanya dalam berupa praktikum dan sit in. “Kedepannya kami berharap kerja sama dapat ditingkatkan terutama dalam hal pengembangan kurikulum, penelitian dan lain sebagainya” jelas Budi. “Kami merasa terhormat apabila Fakultas Biologi UGM dapat berperan dalam peningkatan kualitas pendidikan dan penelitian di Prodi Tadris Biologi FTK UIN STS Jambi” pungkas Budi.

 

Akreditasi

Berita Terakhir

  • Upacara Melepas Wisudawan-Wisudawati Program Sarjana Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada Periode II Tahun Akademik 2025/2026
  • Sosialisasi Program Kerja KSK Biogama 2026
  • Mahasiswa Fakultas Biologi UGM Wakili Indonesia dalam Youth Leaders Exchange and Conference (YLEC) Chapter Bangkok, Thailand 2026
  • Matalabiogama Laksanakan Kegiatan Pendakian di Gunung Bismo, Kabupaten Wonosobo
  • Mahasiswa Magister Biologi UGM melalui Inovasi KARSTIVA.ID Raih Silver Medal dan Poster Favorit pada 2nd International Student Summit 2026
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA

FAKULTAS BIOLOGI
Jalan Teknika Selatan, Sekip Utara,
Yogyakarta 55281
biologi-ugm@ugm.ac.id
Telepon/Fax: +62 (274) 580839

Tentang Kami

  • Sejarah
  • Organisasi
  • Staff
  • VISI, MISI & TUJUAN
  • Biodiversitas
  • Informasi Publik

KEMAHASISWAAN

  • Pelayanan Mahasiswa
  • Organisasi Mahasiswa
  • Pengajuan Kerja Praktik Lapangan
  • Izin Penelitian Lapangan
  • Layanan Konseling Mahasiswa

Akademik

  • Peraturan Akademik
  • Pengumuman Akademik

Survei Kepuasan Layanan

  • Survei Layanan Akademik
  • Survei Layanan KASDM
  • Survei Layanan P2MKSA
  • Survei Layanan Laboratiorum
  • Survei Layanan K5L dan Driver

Akreditasi

  • Image 1
  • Image 2
  • Image 3

© 2024 FAKULTAS BIOLOGI UNIVERSITAS GADJAH MADA

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju