• UGM
  • Portal Simaster
  • IT Center
  • Webmail
  • KOBI
  • Bahasa Indonesia
    • English
  • Informasi Publik
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Biologi
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Visi, Misi & Tujuan
    • Organisasi
    • Staff
      • Tenaga Pendidik
      • Adjunt Professor
      • Tenaga Kependidikan
      • Kepakaran dan Topik Riset Dosen
    • Fasilitas
      • Animal House
      • Kebun Biologi
      • Konsultasi Kesehatan Mental
      • Laboratorium
      • Museum Biologi
      • Perpustakaan
    • Galeri
      • Gedung Fakultas
      • Museum Biologi
      • Penelitian
      • Gama Melon
  • Akademik
    • Program Sarjana
      • Visi, Misi, dan Tujuan
      • Matakuliah S1
      • Pendaftaran Skripsi
      • Pendaftaran Ujian Skripsi
      • Pendaftaran Yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Klaim MK Ekstrakurikuler
    • IUP
    • Program Profesi
      • Apa itu PKKH ?
      • Sejarah Pendirian Program Studi PKKH
      • Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran Program Studi PKKH
      • Kompetensi Lulusan Program Studi PKKH
      • Bahan Kajian dan Profil Lulusan Program Studi PKKH
      • Kurikulum Program Studi PKKH
      • Pendaftaran Mahasiswa Baru PKKH
      • Informasi dan FAQ Program Studi PKKH
    • Program Magister
      • Deskripsi Program Magister Biologi
      • Mata Kuliah S2
      • Struktur Kurikulum Program Magister
      • Info Pendaftaran
      • PENDAFTARAN UJIAN KOMPREHENSIF
      • Pendaftaran Ujian Tesis
      • pendaftaran yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Tracer Study
    • Program Doktor
      • Visi, Misi, Tujuan, & Sasaran Program Doktor Biologi
      • Kurikulum Program Doktor
      • Info Pendaftaran
      • Pendaftaran Ujian Komprehensif
    • Akreditasi dan Jaminan Mutu
  • PENELITIAN & PENGGABDIAN
    • Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology
    • Berkala Ilmiah Biology
    • Pengelolaan Sampah
  • Kerja Sama
  • Alumni
    • Berita Alumni
    • BCADC (Web Alumni)
    • Data Kabiogama Pascasarjana
    • Data Kabiogama Sarjana
  • Beranda
  • Seminar
  • hal. 3
Arsip:

Seminar

Mahasiswa UGM Kaji Potensi Kulit Bawang Bombai Kuning untuk Penyembuhan Luka Bakar

Kegiatan MahasiswaPrestasiRilis BeritaSeminar Senin, 15 Juli 2024

Luka bakar adalah jenis cedera yang melibatkan kerusakan jaringan akibat transfer energi berupa adanya kontak langsung dengan panas, radiasi, bahan kimia, ataupun listrik. Luka bakar termasuk cedera yang sulit disembuhkan dan penanganannya berkaitan dengan stabilisasi pasien, pencegahan infeksi, serta optimalisasi pemulihan fungsional. Penderita luka bakar berisiko mengalami komplikasi infeksi dan sistemik bergantung pada luas dan kedalaman luka bakar, usia dan kondisi umum penderita, serta adanya penyakit penyerta. Di Indonesia, luka bakar memiliki prevalensi yang cukup tinggi mencapai 1,3% dari seluruh populasi Indonesia.

 

 

Menyadari signifikansi dari pengembangan pengobatan luka bakar, lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam Tim Acenofer menciptakan pendekatan baru dalam menangani masalah tersebut dengan memanfaatkan limbah kulit bawang bombai dalam bentuk sediaan nanofiber berlapis dua atau biasa disebut bilayer nanofiber. Penelitian ini dilakukan oleh tim yang terdiri atas Naufal Ahmad Fauzy (Farmasi 2021) sebagai ketua, bersama empat orang rekan yaitu Zulfa Nailil Muna (Fisika 2022), Puspita Nur Rahmawati (Biologi 2022), Tika Nur Amini (Biologi 2022), dan Erwinda Dwi Chofifah (Biologi 2022), dengan bimbingan dari Ibu drh. Retno Murwanti, MP, Ph.D.

Penelitian ini diajukan dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta atau PKM-RE dan telah berhasil memperoleh dukungan pendanaan untuk kelangsungan penelitian secara keseluruhan. Dukungan diberikan langsung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan atau Belmawa.

“Aktivitas penelitian yang dilakukan sangat menarik karena kami bisa turut serta dalam meneliti kandungan ekstrak dan mengujinya kepada hewan uji tikus. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya” tutur Tika.

“Dalam penelitian ini, kami menggunakan kulit bawang bombai kuning karena memiliki kandungan kuersetin yang tinggi. Penggunaan limbah kulit yang tidak terpakai juga akan turut serta dalam menjaga kelestarian lingkungan. Dalam penelitian ini, kami melakukan modifikasi sediaan berupa bilayer nanofiber atau nanofiber lapis dua untuk meningkatkan penetrasi ekstrak ke dalam luka dan mencegah terjadinya infeksi” ungkap Naufal selaku ketua tim mengenai penelitian yang sudah dilakukan.

Dalam proses penelitian, dilakukan beragam tahapan selama periode 4 bulan. Mulai dari proses ekstraksi, pembuatan sediaan, karakterisasi, pengujian secara in vivo, dan analisis data. Proses karakterisasi dilakukan dengan beragam parameter mulai dari analisis SEM, FTIR, uji kuat tarik, dan uji sudut kontak. Pengujian in vivo dilanjutkan dengan analisis histopatologi untuk mengamati proses penyembuhan yang terjadi di dalam lapisan kulit.

“Penelitian yang kami lakukan menunjukkan hasil yang cukup menarik. Nanofiber berhasil dibuat dengan kualitas yang baik, tidak mudah rusak, memiliki struktur dengan ukuran yang sesuai, dan hasil pengujian in vivo yang menunjukkan penutupan luka oleh sediaan” ucap Zulfa.

Penggunaan kulit bawang bombai diharapkan dapat menjadi pengobatan alternatif dengan memanfaatkan kekayaan alam Indonesia dengan dilanjutkannya penelitian menuju tahapan uji klinis dan dikomersialisasikan menjadi pengobatan yang dapat digunakan oleh masyarakat luas. [Penulis: Erwinda Dwi Chofifah]

Sosialisasi Program Penelitian Pemandatan untuk Mitigasi dan Pengananan Pandemi Covid-19 #2: Pentingnya Diversifikasi Pangan

Rilis BeritaSeminarTajuk Senin, 10 Agustus 2020

Tim Fakultas Biologi dalam program penelitian pemandatan untuk mitigasi dan penanganan pandemi covid-19 melanjutkan program sosialisasi keduanya di Desa Madurejo, Kab. Prambanan pada tanggal 9 Agustus 2020 di kediaman Romli Jihan sebagai salah satu anggota kelompok tani Tunas Jaya. Acara sosialisasi dilaksanakan pada sore hari yaitu pukul 16.00 – 17.30 WIB dihadiri oleh 13 anggota kelompok tani Tunas Jaya sebagai perwakilan kelompok untuk membatasi jumlah peserta dalam masa pandemi.

Slide 1
Slide 2
Slide 3

Program mitigasi dan penanganan covid-19 dari Fakultas Biologi yang juga bekerja sama dengan Dewan Guru Besar (DGB) mengusung tema pemberdayaan masyarakat dalam tema pangan secara menyeluruh, yaitu meliputi stabilitas pemenuhan pangan keluarga di kawasan urban (Desa Condongcatur) dan diversifikasi dalam rangka ketahanan pangan di kawasan rural (Desa Madurejo). Pada sosialisasi program yang kedua ini menekankan topik ketahanan pangan pada kelompok tani Tunas Jaya, Desa Madurejo, Kec. Prambanan. Secara histori, Desa Madurejo merupakan salah satu Desa Binaan Fakultas Biologi UGM yang telah melaksanakan program diversifikasi pangan melalui produk labu susu sejak 3 tahun yang lalu. “Kami sangat menghaturkan terima kasih kepada UGM yang masih hadir di tengah masyarakat dalam masa pandemi ini, termasuk memberikan arahan kepada kami bagaimana ketahanan pangan sangat perlu untuk menjadi perhatian di tengah kondisi ini” ujar Maryanto selaku ketua kelompok tani Tunas Jaya dalam sambutannya.

Antusiasme peserta sosialisasi terlihat pada sesi diskusi bebas dan ringan terkait kendala dan permasalahan budidaya labu susu sebagai target diversifikasi pangan. Para petani mengharapkan adanya keberlanjutan program yang ditunjang dari kemandirian benih dan bantuan pemasaran produk olahan tepung labu susu. Selain itu, Prof. Budi Setiadi Daryono selaku ketua peneliti yang memberikan materi sosialisasi juga memperkenalkan program pengolahan sampah/limbah rumah tangga menjadi pupuk organik cair (POC) dan pakan ternak lele mendapat respon positif dari kelompok tani Tunas Jaya. “Program pelatihan pengolahan sampah atau limbah rumah tangga juga akan kita berikan, dimana nantinya akan dihasilkan pupuk organik cair dan pakan ternak untuk ikan lele” ujar Prof. Budi dalam pemateriannya.

Rangkaian kegiatan ini selanjutnya akan memasuki fase pelatihan yang direncanakan akan dilaksanakan setelah tanggal 17 Agustus mengingat sebelum tanggal tersebut setiap desa akan disibukkan dengan pelaksanaan kegiatan dalam menyemarakkan hari kemerdekaan. Kegiatan dari program mitigasi dan penanganan covid-19 ini akan dilaksanakan hingga bulan Desember dan diharapkan dapat bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan ekonomi dan menstimulasi proses adaptasi kebiasaan baru di tengah-tengah masyarakat dalam menghadapi pandemi, khususnya pada bidang pangan.

Dosen Fakultas Biologi UGM menjadi Narasumber dalam Kuliah Umum di Universitas Timor, Kefamenanu NTT

Rilis BeritaSeminarTajuk Senin, 25 Februari 2019

Donan Satria Yudha, M.Sc., dosen Fakultas Biologi UGM, yang juga Kepala Museum Biologi UGM menerima surat permohonana untuk menjadi narasumber dalam kuliah umum di Universitas Timor (UNIMOR), Kefamenanu (Kefa), Nusa Tenggara Timur. Menurut Bapak Remigius Binsasi, dosen biologi di UNIMOR: Bapak Donan Satria telah menjelajah sebagian besar wilayah Indonesia melalui kegiatan Ekspedisi NKRI yang jalankan oleh Kopassus TNI AD. Dalam ekspedisi tersebut didapatkan pengalaman mengetahui kondisi dan potensi daerah-daerah terpencil dan perbatasan. Selain itu, Donan Satria dengan timnya telah membuat satu aplikasi android berupa identifikasi “Amfibi dan Reptil Jogja”. Kedua pengalaman itu dirasa cukup untuk memberikan masukan dan arahan kepada generasi muda yang kuliah di Universitas Timor.

Slide 1
Slide 2
Slide 3
Slide 4

Universitas Timor (UNIMOR) adalah universitas negeri kedua setelah Universitas Nusa Cendana (UNDANA) di NTT. UNIMOR memiliki keunikan, karena merupakan satu-satunya universitas negeri di perbatasan antara RI dengan Timor Leste. UNIMOR menjadi universitas negeri pada tahun 2014 silam. UNIMOR terus bergerak maju dan mulai mengembangkan diri. Salah satu upaya pengembangan diri UNIMOR adalah dengan mengundang dosen-dosen dari universitas lain ke UNIMOR untuk memberikan bekal kepada mahasiswa melalui kuliah umum. Kali ini, dosen Prodi Saintek yang berada dibawah Fakultas Pertanian UNIMOR, mengundang Donan Satria untuk mengisi kuliah umum.

Kuliah Umum di UNIMOR bertema “Peningkatan Daya Saing Generasi Muda di Daerah Perbatasan Dalam Menghadapi Era Industri 4.0”. Kegiatan Kuliah Umum tersebut dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 21 Februari 2019, di Gedung Serba Guna, Universitas Timor, Kefa, NTT. Donan Satria membawakan materi berjudul “Pemanfaatan Teknologi Era Industri 4.0 oleh Generasi Muda di Perbatasan guna Pengembangan Kesejahteraan Wilayah”. Kuliah umum tersebut berisi ajakan kepada mahasiswa UNIMOR untuk: (1) memetakan dan memiliki basis data keanekaragaman hayati di wilayah Kefa, (2) memetakan potensi wisata alam dan budaya. Data keanekaragaman hayati kemudian dicocokkan dengan jenis-jenis langka, endemik dan dilindungi undang undang. Potensi wisata alam dan budaya, kemudian dapat dikembangkan menjadi ekowisata. Ekowisata yang berbasis teknologi 4.0, yaitu menggunakan jaringan internet dan aplikasi guna mempromosikan wilayah perbatasan. Beberapa ide donan yaitu: biota unik, endemik, langka wilayah perbatasan bisa dijadikan daya tarik pengunjung untuk melakukan wisata alam. Wisata alam dapat berupa pengamatan biota langsung dari habitat alaminya; mahasiswa pertanian bisa membuat agrocenter, berupa wisata memetik tanaman buah dan pertanian, memasak tanaman lokal, dsb; selain itu wisata budaya berupa merasakan kehidupan budaya asli dengan membuat rumah-rumah tradisional sebagai penginapan, jalan-jalan di area perbukitan, pantai dimana semua dihubungkan dengan aplikasi android.

Seminar Bio-Ekonomi Outlook 2019: Potensi Ekonomi berbasis Biodiversitas

Rilis BeritaSeminar Jumat, 28 Desember 2018

Indonesia merupakan negara dengan biodiversitas flora dan fauna terbesar kedua setelah Brazil. Oleh karenanya, Indonesia juga disebut sebagai negara megabiodiversity. Namun sayangnya, kekayaan biodiversitas tersebut belum dikelola secara optimal karena beberapa dekade sebelumnya masih dipandang sebelah mata. Kekayaan biodiversitas saat ini terus tergerus oleh kerusakan ekosistem flora dan fauna, yang beberapa diantaranya disebabkan oleh illegal logging, pembakaran hutan, penambangan mineral dan bahan bakar berbasis fosil. Kehilangan biodiversitas dapat menimbulkan kerugian yang cukup besar untuk kepentingan masa depan, karena biodiversitas merupakan cadangan sumber daya yang signifikan untuk keberlangsungan generasi mendatang. Laju kerusakan ekosistem dan kehilangan biodiversitas bisa dikatakan cukup tinggi. Hal ini dapat dilihat dari penambahan daftar flora dan fauna yang masuk dalam kategori endangered. Hingga tulisan ini disusun, telah ada paling tidak sejumlah 1567 spesies flora dan fauna di Indonesia yang masuk dalam endangered species (http://earthsendangered.com).

Untuk mencegah dan mengurangi laju kehilangan biodiversitas, pemerintah Indonesia bersama dengan UNDP (United Nation for Development Program) menyelenggarakan program pembiayaan untuk konservasi dan reservasi biodiversitas. Namun sayangnya, hingga saat ini alokasi yang dianggarkan masih jauh dari mencukupi yaitu baru sekitar 6% dari kebutuhan dan Indonesia baru berperan sebesar 0,5% setiap tahunnya. BIOFIN Indonesia merupakan bentuk kerjasama pemerintah Indonesia dan UNDP untuk menstimulasi pembiayaan konservasi biodiversitas di Indonesia. “Indonesia memiliki 552 unit Kawasan konservasi dengan total luas mencapai 27,12 juta Ha atau 21% dari luas Kawasan hutan Indonesia, dengan ketersediaan sumber daya genetik yang sangat tinggi” ucap Dida Gardera dalam paparannya di seminar tersebut. Biodiversitas tidak hanya bernilai ekonomi karena wujud atau produk yang dihasilkan saja, namun biodiversitas memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi karena perannya sebagai penyerap karbon, reservasi energi terbarukan, dan lainnya.

Robert Manurung, salahsatu narasumber dalam seminar dalam paparannya menyatakan bahwa bioekonomi tidak hanya berwujud nilai hasil produksi saja, namun produk-produk sampingan yang sering disebut sebagai limbah bahkan dapat memiliki nilai ekonomi yang berpuluh kali lipat dari nilai produk utamanya, jika kita mau dan mampu mengolahnya. Misalnya padi, hingga saat ini mayoritas beranggapan bahwa produk yang paling mahal yang dihasilkan padi adalah beras. Namun, jika kita mau mengolah limbah padi seperti jerami untuk produksi silica, dan kulit padi untuk biodiesel maka nilai intrinsik beras hanya menjadi sepersepuluh dari dua produk sampingan tadi. Selain itu, apabila pertanian dan perkebunan dikelola berdasarkan atas konservasi siklus materi dan energi, maka penggunaan pupuk sintetis dapat ditekan dan hasil produknya berlipat dibanding dengan yang mengandalkan pupuk.

Untuk menggalang pembiayaan biodiversitas, pemerintah Indonesia dalam hal ini BIOFIN Indonesia berusaha untuk menggandeng berbagai elemen untuk berperan serta seperti BUMN dan perusahaan-perusahaan privat melalui penggalangan dana CSR. Sebagai salahsatu contoh, Bank Rakyat Indonesia (BRI) hingga saat ini telah memiliki 46 desa binaan di berbagai pulau di Indonesia. “Hingga 2018, BRI juga telah menyalurkan dana sebesar Rp 104 milyar untuk konservasi dan pemberdayaan biodiversitas” papar Agus Rachmadi.

Menyongsong era industri 4.0, biodiversitas merupakan potensi yang sangat besar. Namun pertumbuhan ekonomi dari sektor berbasis biodiversitas (pertanian, perkebunan, dan perikanan) masih relative rendah, yaitu sebesar 4%. Pertumbuhan ekonomi 2018, menunjukkan bahwa saat ini sektor yang menjadi andalan adalah transportasi, teknologi informasi dan komunikasi, serta konstruksi dengan pertumbuhan masing-masing sebesar 8 %, 7%, dan 6%. Hal ini disampaikan Berly Martawardaya dalam paparannya. Beliau juga menyampaikan bahwa tahun 2018 nilai investasi untuk basis ekonomi biodiversitas juga masih sangat rendah, menduduki ranking ke-6 setelah investasi dalam bidang konstruksi. Transportasi dan telekomunikasi menduduki rangking pertama dengan total nilai investasi Rp 44 trilyun.

Seminar BIOFIN, Indonesia Bioeconomy Outlook 2019, ini di selenggarakan di Hotel Borobudur Jakarta pada 20 Desember 2018. Pada kesempatan ini, dua staff Universitas Gadjah Mada yaitu Dr. biol.hom. Nastiti Wijayanti, S.Si., M.Si. (mewakili LPPM UGM), dan Sukirno, S.Si., M.Sc., Ph.D. (mewakili Fakultas Biologi UGM) berkesempatan untuk berperan dalam seminar tersebut. Seminar ini juga dihadiri oleh perwakilan beberapa NGO, BUMN, dan Bank.  (Sukirno)

Peneliti Fakultas Biologi Sinergikan Riset Tebu Indonesia Di Ajang Seminar Internasional Di Filipina

Rilis BeritaSeminarTajuk Kamis, 25 Oktober 2018

Pada tanggal 19- 20 Oktober 2018 tiga mahasiswi Fakultas Biologi yaitu Bening Larasati, Christy Ariesta dan Cindy Gresyllia Permadani berkesempatan mengikuti Konferensi International Conference on SAFE (Sustainable Agriculture, Food and Energy) #6 yang diinnisiasi oleh Pampage State Agricultural University (PSAU), Philippines Centre for Postharvest and Mechanization (PhilMech), dan Central Bicol State Universit of Agriculture (CBSUA) di Manila, Filipina, sebagai presenter. Kegiatan konferensi yang bertemakan “Inclusive Agri-food Energy Production for Comuntiy Empowerment in a Changing World“ ini diawali dengan kegiatan pre-conference tour pada tanggal 19 Oktober dengan mengunjungi IRRI (International Rice Research Institute) yang merupakan pusat penelitian padi terbesar di Asia, UPLB dan juga salah satu tempat wisata popular di Filipina yaitu Tagaytay.

Pintu masuk ke IRRI

Pintu masuk ke IRRI

Lahan Penanaman padi di IRRI

Lahan Penanaman padi di IRRI

Pameran morfologi biji padi  pada museum IRRI

Pameran morfologi biji padi pada museum IRRI

Pameran koleksi varietas padi unggulan di IRRI

Pameran koleksi varietas padi unggulan di IRRI

Hari selanjutnya pada tanggal 20 Oktober diselenggarakan konferensi yang bertempat di I’M Hotel, Makati, Filipina. Kegiatan dimulai dari pukul 7.30 hingga 18.00 waktu setempat yang terbagi kedalam dua sesi. Sesi pertama pada pukul 9.00 hingga 14.00 merupakan sesi diskusi dan presentasi hasil penelitian oleh Key Note Speakers yang merupakan Guru Besar dari berbagai negara seperti Sri Lanka, Filipina, Thailand, Vietnam, Taiwan, USA, Irak, India, dan Malaysia.Pada sesi kedua pukul 14.00 hingga 18.00 merupakan sesi presentasi kelas paralel yang dibagi ke delapan ruangan kelas presentasi dan diskusi hasil penelitian. Konferensi Internasional ini merupakan sarana bagi peneliti untuk bertukar pikiran melalui hasil penelitian mengenai agrikultur, pangan, dan energi yang terbaharui.

Konferensi Internasional SAFE#8

Konferensi Internasional SAFE#8

Mahasiswa delegasi Fakultas Biologi UGM

Mahasiswa delegasi Fakultas Biologi UGM

Suasana sesi 1 konferensi

Suasana sesi 1 konferensi

Presentasi mahasiswa delegasi Fakultas Biologi UGM

Presentasi mahasiswa delegasi Fakultas Biologi UGM

Tiga mahasiswa delegasi Fakultas Biologi UGM dibawah pembimbingan ibu Ganies Riza Aristya, S.Si., M.Sc., berkesepatan untuk mempresentasikan hasil penelitian kami yang berjudul Evaluation of Pest Control Based on Morphological Character Variation on 20 Varieties and Genetic Variation Based on RAPD of Sugarcane (Saccharum officinarum L.) in Indonesia. Adapun dari presentasi ini kami mendapat masukan dari berbagai pihak untuk penelitian yang lebih komprehensif dan harapannya hasil peneltian ini akan di publikasikan pada International Journal of  Advanced Science, Engineering and Information Technology (IJASEIT) ISSN: 2088-5334 (SCOPUS-INDEXED JOURNAL) atau  IOP Proceeding (Scopus-indexed Proceeding). Kami selaku mahasiswa delegasi Fakultas Biologi UGM mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kami dalam kegiatan Konferensi Internasional ini diantaranya Ditmawa Universitas Gadjah Mada, Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, Potma Fakultas Biologi UGM, Tanoto Foundation dan Kegiatan Kerja sama Penelitian, Pengkajian, dan Pengembangan Pertanian Strategis (KP4S), Badan Pengembangan dan Penelitian Pertanian Republik Indonesia sehingga kegiatan ini dapat berjalan lancar.

Analisis Genetika Molekuler Mampu Ungkap Mutasi pada Pembawa Thalassemia

Kegiatan MahasiswaRilis BeritaSeminarTajuk Jumat, 19 Oktober 2018

Formasigen kembali menghadirkan Seminar Rutin ‘GenTalk’ pada Rabu, 17 Oktober 2018 . Sudah bukan menjadi rahasia lagi bahwa Laboratorium Genetika dan Pemuliaan, Fakultas Biologi UGM telah menghasilkan berpuluh-puluh peneliti unggul setiap tahunnya. Hal ini tidak hanya didukung dengan metode yang semakin maju, namun hasil penelitiannya pun telah banyak digunakan sebagai acuan maupun referensi di berbagai penelitian di Indonesia. Berangkat dari hal tersebut, Laboratorium Genetika dan Pemuliaan melakukan terobosan dengan menghadirkan seminar rutin yang dikenal dengan GenTalk.

Slide 1
Slide 2
Slide 3
Slide 4

Seminar ini berupa seminar rutin hasil penelitian dari berbagai peneliti maupun dosen di Laboratorium Genetika dan Pemuliaan, Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada. Kegiatan Seminar rutin ini dilaksanakan sejak 2012 dengan tujuan menambah wawasan bagi para peneliti di dalam maupun luar Universitas Gadjah Mada yang tertarik  dalam bidang Genetika dan Pemuliaan.

GenTalk kali ini mengundang tiga alumnus Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada sebagai narasumber yaitu Ahmad Al Arif, S.Si. (2014), Muh. Nashrurokhman, S.Si. (2014), dan Chyntia Putri, S.Si. (2014) dengan mengangkat tema “Pengembangan Bentuk Deteksi Mutasi pada Thalassemia dan Hamoglobinopati”. Acara dimulai pukul 16.00 WIB di Laboratorium Genetika dan Pemuliaan, Fakultas Biologi, UGM. Acara dibuka oleh Himawan Masyhuri selaku MC. “Harapannya acara-acara seperti ini dapat dilaksanakan semakin rutin bahkan dua minggu sekali, ungkapnya”.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan hasil penelitian dari ketiga alumnus Fakultas Biologi, UGM tersebut. Ahmad Al Arif, S.Si. memaparkan mengenai Patofisiologi, Jenis, serta Dasar Molekuler Thalassemia dan Hemoglobinopati. Pola hereditas Thalassemia dan Hemoglobinopati. Distribusi dan frekuensi pembawa Thalassemia di Indonesia. Pemaparan mengenai pentingnya upaya pencegahan serta deteksi  melalui pemeriksaan Complete Blood Count, apusan darah perifer, serta analisis hemoglobin. Deteksi mutasi Thalassemia dan Hemoglobinopati dengan diagnosis klinis maupun data klinis.

Kemudian pemaparan dilanjutkan oleh Muh. Nashrurokhman, S.Si. dan Chyntia Putri, S.Si. yang menjelaskan mengenai metode deteksi Thalassemia maupun Hemoglobinopati secara molekuler antara lain dapat dengan menggunakan sekuensing, RFLP (Restriction Fragment Length Polymorphism), T-ARMS-PCR (Tetra Primer Amplification Refractory Mutation System), Tm-Shift Real Time PCR, dan HRMA (High Resolution Melting Temperature).

Acara berlangsung sangat menarik, dibuktikan dengan antusiasme peserta seminar yang mengajukan beberapa pertanyaan dan diskusi singkat. Chalvia Zuyyina, Ketua Formasigen periode tahun 2018, mengungkapkan dengan diadakannya acara seperti ini, diharapkan mampu meningkatkan ide-ide maupun kreatifitas dari mahasiswa serta peneliti sekaligus sebagai ajang mempererat tali silaturahmi antar peneliti.

Dekan College of Science ANU Sampaikan Kuliah Tamu di Fakultas Biologi UGM

Rilis BeritaSeminarTajuk Senin, 1 Oktober 2018

Obat-obatan, antibiotik dan resitensi merupakan hal yang sangat umum di dunia farmasetikal. Hal ini berkaitan dengan kemampuan mikroorganisme dalam beradaptasi setelah terpapar antibiotik atau obat-obatan dalam dosis yang non-letal. Pada kuliah umum berjudul “Waging Chemical Warfare on Microorganism: Drugs and Drug-resistance”, Prof Kiaran Kirk, peneliti sekaligus Dean of College of Science, Australian National University Australia memaparkan secara umum bagaimana suatu obat-obatan dan antibiotik bekerja pada manusia dan bagaimana resistensi dapat terjadi secara terus menerus akibat adanya proses mutasi.

Dalam kesempatan ini, Prof. Kiaran Kirk juga memaparkan bahwa dari sisi industri farmasetikal, terjadi penurunan tren dalam penemuan antibiotik baru. Hal ini disebabkan 2 hal, tingginya investasi yang dibutuhkan serta tidak menguntungkan dari sisi financial returns. Hal ini tentu berkaitan erat dengan resitensi dari mikroorganisme itu sendiri. Sehingga, antibiotik baru yang berhasil dibuat mungkin hanya akan bertahan dalam waktu yang tidak lama di pasar disebabkan menurunnya efektifitas antibiotik tersebut akibat resistensi. Sebagi contoh, Prof.Kiaran Kirk memaparkan Chloroquine yang merupakan salah satu antimalaria paling fenomenal namun sekarang sudah tidak efektif lagi karena resistensi dari parasit malaria.

Lebih lanjut, secara spesifik Prof. Kiaran Kirk juga menyampaikan capaian terbaru sekaligus tantangan dalam penemuan vaksin malaria saat ini. Malaria merupakan salah satu penyakit yang masih menjadi tantangan umat manusia saat ini. Menurut data dari WHO, Malaria merenggut lebih dari 600.000 orang setiap tahunnya. Selain karena persebarannya sangat cepat, saat ini belum ditemukan antimalaria yang efektif. Salah satu metode terbaru yang saat ini digunakan adalah melakukan skrining menggunakan robot untuk menguji ratusan ribu senyawa kimia yang efektif membunuh parasit malaria. Salah satu contoh senyawa kimia yang ditemukan adalah Spiroindolone KAE609 yang saat ini sedang dalam fase akhir clinical trials. Senyawa ini bekerja dengan menghambat sodium (Na+) pump di dalam sel sehingga kadar sodium di dalam sel meningkat dan membunuh parasit malaria. Meksipun demikian, dari penelitian di laboratorium menunjukkan bahwa sudah ada indikasi resitensi dari parasit Malaria sehingga membutuhkan KAE609 dengan dosis yang lebih tinggi dari sebelumnya.

“Dalam dunia antimikrobia, atau secara spesifik anti parasit malaria, resistensi akan selalu terjadi dan tidak bisa dihindari karena berkaitan dengan mutase di dalam sel. Oleh karena itu, tantangan ke depan kita harus semakin memahami bagaimana obat-obatan dan antibiotik bekerja, bagaimana resitensi bekerja dan bagaimana mendesain clinical treatment sehingga meminimalisir resistensi” Pungkas Prof. Kiaran Kirk sekaligus menutup kuliah umum yang merupakan bagian dari tindak lanjut kerjasama antara ANU dan Fakultas Biologi dalam hal student dan staff mobility serta kerjasama riset.

Rekaman kuliah dapat dilihat di channel Kanal Pengetahuan Fakultas Biologi UGM

http://ugm.id/LectureKirk

Seminar Karya Tulis dan Publikasi Ilmiah: “How to improve Good Writing for Publishing in National and International Research Journal

Rilis BeritaSeminarTajuk Senin, 1 Oktober 2018

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini semakin mendorong berkembangnya penelitian-penelitian ilmiah. Kemajuan penelitian harus diiringi dengan peningkatan kualitas penulisan ilmiah sehingga menghasilkan suatu publikasi yang baik yang dapat merepresentaikan temuan hasil penelitian. Dalam rangka upaya meningkatkan kualitas publikasi, Keluarga Mahasiswa Pascasarjana (KMP) menyelenggarakan kegiatan seminar karya tulis dan publikasi ilmiah dengan tema “How to improve Good Writing for Publishing in National and International Research Journal”. Sebanyak 86 mahasiswa pascasarjana Fakultas Biologi mengikuti kegiatan ini, dengan 16 diantaranya mahasiswa yang sedang menempuh studi doktoral. Acara yang juga dihadiri dan dibuka oleh Dr. R.C. Hidayat Soesilohadi M.S dan Rina Sri Kasiamdari, S.Si., Ph.D. sebagai perwakilan dari Ketua Program Studi Doktor Biologi dan Dekan Fakultas Biologi UGM. Dalam sambutannya, Bu Rina mengharapkan melalui kegiatan seminar ini dapat meningkatkan jumlah publikasi mahasiswa yang sedang menempuh studi S2 maupun S3 di Fakultas Biologi UGM.

Acara yang dilaksanakan pada Sabtu, 29 September 2018 ini mengundang tiga narasumber dengan tiga topik menarik yang berbeda. Narasumber pertama adalah I Made Andi Arsana, Ph.D dari Teknik Geodesi UGM yang juga menjabat sebagai kepala Kantor Urusan Internasional UGM. Narasumber kedua adalah Dr. Tri Rini Nuringtyas, M.Sc dari Fakultas Biologi yang juga kepala Divisi Publikasi dan Jurnal, Badan Penerbit dan Publikasi UGM. Dan narasumber ketiga adalah Ferianto S.Si dari Pusat Inovasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Materi pertama disampikan oleh Pak Made dengan dengan tema “Finding a Gap: mencari, memilih dan menulis topik penelitian dengan potensi ‘novelity’”. Dosen Teknik Geodesi yang pernah menempuh studi S2 dan S3 di Australia ini menyampaikan bahwa menulis dalam jurnal adalah sebagai muara dari perjalanan riset yang panjang. Dalam memulai suatu penelitian maka perlu menentukan topik yang baik, beliau memaparkan terdapat tiga aspek yang harus dipenuhi dalam dalam memilih topik, yaitu originality (asli, tidak menjiplak), novelty (sesuatu yang baru), dan priority. Beliau juga menyampaikan trik yang dapat dilakukan untuk mengawali sebuah riset yaitu dengan memperhatikan riset-riset sebelumnya untuk menemukan celah topik penelitian, menemukan sudut pandang yang berbeda pada hasil riset lama yang telah dilakukan. Seperti kalimat yang pernah diungkapkan oleh Marcel Proust “The real voyage of discovery consists not in seeking new landscapes, but in having new eyes.” Beliau juga memberikan tips penting untuk mengelola pembimbing untuk menjalin hubungan akademik dan non akademik yang baik dan harmonis. Di akhir penyampaiannya beliau menyampaikan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk memulai menulis jurnal

Pada sesi seminar kedua, materi disampaikan oleh Dr. Tri Rini Nuringtyas, M.Sc dari Fakultas Biologi dengan tema How to write a good research paper. Beliau membahas mengenai gambaran singkat mengenai karya tulis ilmiah, berbagai kriteria  jurnal terindeks, jurnal terakreditasi,  hal-hal yang harus dihindari dalam penulisan karya tulis ilmiah (plagiarism), dan jurnal predator. Pemaparan utama mengenai kiat-kiat agar karya tulis ilmiah hasil penelitian dapat memenuhi kriteria yang diinginkan oleh penerbit sehingga output jurnal ilmiah sebagai syarat kelulusan program pascasarjana Fakultas Biologi UGM dapat dipenuhi oleh mahasiswa.

Beliau juga memaparkan bahwa setelah melakukan penelitian dan mendapatkan data maka langkah selanjutnya adalah publikasi. Publish paper tidak hanya kepentingan administratif kelulusan tetapi juga sebagai track record penelitian yang penting sebagai passport to your community. Beliau juga memberikan tips yang dapat dilakukan untuk menentukan dimana jurnal kita dapat dipublikasi. Konten harus bagus dan jelas, harus dapat dengan mudah dimengerti, dan menulis sesuai dengan struktur jurnal yang sesuai. Bagian yang paling penting adalah judul, abstrak dan keyword sebagai impresi pertama dari jurnal yang kita buat, sehingga pembuatannya harus komprehensif dan menarik sehingga dapat merepresentasikan penelitian dengan baik.

Narasumber yang terakhir adalah Ferianto S.Si, beliau yang pernah menempuh studi strata-1 di Fakultas Biologi UGM ini menyampaikan topik mengenai Pemahaman dan Mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual. Topik ini sesuai dengan kapasitas beliau yang saat ini bekerja di Pusat Inovasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Materi yang disampaikan terkait dengan pengetahuan umum mengenai Hak Kekayaan Intelektual (HKI), jenis dan kriteria HKI. Materi utama yang akan disampaikan adalah mengenai deskripsi umum tentang paten, kriteria penelitian yang dapat diproses menjadi paten, serta persyaratan dan proses dalam pengajuan paten.

Beliau yang saat ini juga sedang menempuh studi magister di Hukum Manajemen UGM ini juga menjelaskan  betapa pentingnya pengetahuan mengenai HAKI karena hasil dari penelitian dapat berupa jurnal atau artikel yang menyumbang pada kemajuan ilmu pengetahuan, akan tetapi juga dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat langsung untuk masyarakat berupa produk atau inovasi tertentu. Hal tersebut akan sangat penting karena hasil lisensi dapat digunakan untuk pembiayaan penelitian selanjutnya. Anggapan mengenai HAKI adalah sesuatu yang rumit perlu diubah melalui pemberian materi mengenaik HAKI hari ini.

 

 

Kuliah Umum Prof. Tomohide Natsuaki: "Detection and Identify of Plant Virus Infection in Plant"

Rilis BeritaSeminar Senin, 21 Agustus 2017

kuliah_umum_Natsuaki_gb2Tepat sehari setelah Hari Kemerdekaan RI, Fakultas Biologi UGM bersama dengan Fakultas Pertanian berkesempatan menyelenggarakan kuliah umum. Kuliah umum kali ini disampaikan oleh Prof. Tomohide Natsuaki dengan tema Detection and Identify of Plant Virus Infection in Plant. Prof Tomohide Natsuaki merupakan salah satu ahli plant virus terbaik dunia dengan ratusan publikasi ilmiah di jurnal bergengsi. Saat ini beliau juga menjabat sebagai Dekan Faculty of Agriculture Utsunomiya University  Jepang.

Berbeda dengan kuliah umum biasanya, kuliah umum kali ini juga diisi dengan presentasi singkat tentang penelitian mahasiswa bimbingan Prof. Natsuaki dan penjabaran singkat mengenai plant insect oleh Prof Sonoda. Kuliah diawali oleh penjelasan Prof Tomohide Natsuaki mengenai teknik terbaru dalam mendeteksi dan mengidentifikasi infeksi virus pada tanaman yaitu dengan menggunakan Next Generation Sequencing (NGS) dan Loop Mediated Isothermal Amplification (LAMP). Kedua teknik tersebut memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing. LAMP merupakan teknik baru yang memungkinkan identifikasi jenis virus langsung di lapangan. Kuliah kemudian dilanjutkan dengan penjabaran singkat riset di Laboratorium Prof Natsuaki, antara lain tentang mutasi pada initiation factor Potexvirus yang terbukti berperan dalam resistensi tanaman inang dan karakterisasi jenis begomovirus pada tanaman tomat dan cucurbitaceae di Indonesia.

kuliah_umum_Natsuaki_gb1Utsunomiya University merupakan salah satu universitas di Jepang yang telah lama menjalin kerjasama dengan Universitas Gadjah Mada. Hal ini dibuktikan dengan prof Natsuaki yang rutin UGM dalam 5 tahun terkahir. Dalam kunjungannya kali ini beliau juga sempat melakukan field trip pada tanggal 16 -17 Agustus 2017. Pada kegiatan tersebut beliau mengunjungi lahan melon, cabai, dan terong di Bantul, Kulonprogo, dan Magelang. Selain untuk melakukan identifikasi jenis virus yang menginfeksi lahan pertanian di Jogja, beliau sekaligus melakukan uji coba efektifitas alat baru, yaitu LAMP.

Pada kesempatan kali ini, Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc selaku Dekan Fakultas BIlogi UGM , menyempatkan diri secara khusus untuk hadir dan membuka acara ini. Beliau berharap ikatan yang kuat ini terus terjalin antara UGM dan Utsunomiya University kedepannya.  Tidak hanya itu, Dr. Budi juga berharap bahwa dengan mengikuti kuliah ini maka mahasiswa akan semakin sadar dan peduli akan ancaman infeksi virus pada tanaman yang dapat membahayakan produktivitas pertanian di Indonesia. Sebagai negara tropis, Indonesia merupakan ‘sarang’ penyakit baik yang berasal dari bakteri, jamur, dan virus. Ditambah lagi dengan fakta bahwa Indnesia adalah negara agraris sehingaga sudah saatnya masyarakat peduli dan memiliki pengetauan tentang plant pathology khususnya plant virus.

Pakar Herfetofauna Dunia Berbagi Ilmu dan Pengalaman di Fakultas Biologi UGM

Rilis BeritaSeminar Rabu, 16 Agustus 2017

Kuliah_umum_Prof.Alex_150817_gb1Salah satu pakar Herfetofauna dunia yaitu Prof. Dr. Alexander Haas peneliti di Center for Natural History, University of Hamburg, Jerman hadir dan memberikan kuliah umum di Fakultas Biologi UGM pada hari Selasa,  15 Agustus 2017. Kali ini kuliah disampaikan oleh Prof. Dr. Alexander Haas dengan judul Approaches to the biodiversity and morphology of the frogs in the Sunda region.

Tujuan kuliah umum ini  dalam rangka menambah pengetahuan mahasiswa baik Program Sarjana dan Pascasarjana di Fakultas Biologi khusunya tentang teknik dan kemajuan penelitian amfibi di dunia saat ini. Kegiatan berlangsung selama hampir dua jam bertempat di Auditorium Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada dan diikuti oleh mahasiswa dan dosen di lingkungan Universitas Gadjah Mada maupun peserta umum.

Lebih dari 25 tahun, Prof. Dr. Alexander Haas berkonsentrasi terhadap penelitian kelompok amfibi khususnya berudu katak di Sunda Region (Sumatera, Kalimantan dan Jawa). Pemaparan diawali dengan menceritakan tentang CeNak (Center for Natural History) yaitu sebuah pusat penelitian berbasis museum  (Mineralogical, Paleontological and Zoological) dan pengalamannya melaksanakan penelitian di Asia. Prof. Alex menceritakan berbagai penelitian yang telah dilaksanakannya bersama mahasiswanya di wilayah Malaysia dan Indonesia terutama di Pulau Sumatera tentang evolusi kelompok berudu Gastromyzophorus.

Pemaparan selanjutnya dilanjutkan lebih spesifik lagi tentang bagaimana pentingnya mempelajari keanekaragaman amfibi berbasis morfologi. Menurut beliau “Penelitian dapat dilakukan pada individu dewasa maupun larvanya yaitu berudu. Teknik yang dapat dilakukan meliputi Micro-Computer Tomographie (µCT), Histology, Episcopic microtomy, 3D-visualizations, Finite Element Analyse (FEA), Multibody dynamics (MBD) dan Phylogenetic systematics” ujar Alex.

Kuliah_umum_Prof.Alex_150817_gb2Pada kesempatan tersebut hadir Dekan Fakultas Biologi UGM, Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., sekaligus membuka acara kuliah umum. Dalam sambutannya Dekan menyampaikan: “Saat ini mahasiswa memiliki peluang besar dalam meneliti dan hal ini dapat didukung pula dengan berbagai skema beasiswa maupun pendanaan baik dalam negeri maupun luar negeri. Kehadiran Prof. Alexander memberikan kesempatan bagi kita untuk belajar dan lebih mengenal amfibi dari perspektif morfologi dan molekular menggunakan metode yang terkini karena Indonesia memiliki kekayaan genetik yang besar di dunia termasuk kekayaan Herfetofaunanya”. Acara tersebut dikoordinasi oleh Rury Eprilurahman, M.Sc. selaku U.P. Kemahasiswaan bekerjasama dengan Kelompok Studi Herpetologi (KSH) Fakultas Biologi UGM.

Diseminasi Pakar Neurobiologi dari Idaho, Amerika Serikat

Rilis BeritaSeminar Kamis, 6 Juli 2017

Fakultas Biologi UGM kembali menguatkan jejaring internasionalnya, tidak hanya dengan meningkatkan jumlah kuliah tamu dari partner universitas di luar negeri, namun juga dengan menguatkan kolaborasi pendidikan. Guna mempererat kolaborasi antar institusi, Dr. Richard Luke Daniels dari The College of Idaho, Amerika Serikat, datang ke Fakultas Biologi UGM sebagai tenaga pengajar sukarela asing American – Indonesian Exchange Foundation (AMINEF). Pakar Neurobiologi dan Biologi Molekular/Selular ini telah tinggal di Indonesia selama 6 bulan, dari 10 Januari – 10 Juli, 2017, dalam program Fulbright Scholar Teaching. Pengalamannya selama beliau tergabung dalam beberapa kegiatan akademik dan hal-hal yang berkesan dalam kehidupannya selama di Indonesia dipaparkan dalam diseminasi yang dilaksanakan pada Rabu lalu (5/7) di Auditorium Fakultas Biologi UGM di hadapan staf dan dosen Fakultas Biologi UGM.

Meskipun hanya bergabung selama kurang lebih satu semester di Fakultas Biologi UGM, Dr. Luke telah berkontribusi dalam proses pembelajaran di Fakultas Biologi UGM dengan mengajar di 20 pertemuan pada beberapa mata kuliah S1 seperti Teknik Biokimia, Biokimia Lanjut, Struktur Perkembangan Hewan, Histologi, Ekofisiologi Hewan, dan Fisiologi Hewan Lanjut serta mata kuliah Biokimia jenjang S2. “Saya juga telah mengisi 10 lokakarya, antara lain adalah 8 lokakarya Bioinformatika untuk dosen-dosen di Fakultas Biologi UGM, 1 lokakarya kepenulisan ilmiah, dan 1 lokakarya Bioinformatika untuk umum”, kata Pria berkebangsaan Amerika serikat ini.

Selain memberi kuliah, Dr. Luke juga membuka kesempatan diskusi kepada Dosen dan mahasiswa Fakultas Biologi UGM dalam penulisan manuskrip ilmiah hingga formulasi proyek penelitian. Disamping itu, beliau juga mengambil 90 jam kelas Bahasa Indonesia di Wisma Bahasa dan melakukan 5 presentasi pada berbagai event di beberapa institusi di UGM maupun diluar UGM seperti di Surya University, UNY, Fulbright SE Asia mid-year conference, dan AMINEF Indonesia PDO.

Dengan ditemani oleh istri, Ailie Marie Daniels, dan kedua anaknya, Kohen Luke Daniels dan Elijah Paul Daniels, Dr. Luke tidak hanya menikmati dinamika akademik di Fakultas Biologi, namun juga memiliki banyak hal yang berkesan, terutama dari perbedaan budaya antara Amerika Serikat dengan Indonesia. “Saya sempat khawatir karena saya akan berada di lingkungan yang berbeda, namun setibanya di Indonesia, saya merasakan keramah-tamahan orang Indonesia dan saya tidak memiliki masalah berarti dalam berkomunikasi”, ucap Dr. Luke tentang kesan pertamanya di Indonesia. Selain itu, Dr. Luke juga mengambil pelajaran dari sepeda motor, alat transportasi yang sangat umum digunakan di Indonesia. Ketika sains mampu mengungkap berbagai fenomena alam dan membawa kita ke dunia yang baru, begitu juga dengan sepeda motor yang bisa membawa kemanapun kita pergi.

Dr. Luke memaparkan bahwa kolaborasi penelitian dengan institusi internasional bisa meningkatkan kebermanfaatan penelitian yang ditunjukkan dengan lebih tingginya sitasi artikel ilmiah yang ditulis oleh penulis dari beberapa institusi di beberapa negara dibandingkan jika hanya ditulis oleh penulis dari institusi lokal. Untuk mewujudkannya, Dr. Luke juga berharap untuk bisa dapat kembali lagi ke Indonesia dan terus menjalin kerjasama dengan Fakultas Biologi UGM.

Mahasiswa UGM ikuti SB7.0 The Seventh International Meeting on Synthetic Biology

Rilis BeritaSeminar Kamis, 22 Juni 2017

Mahasiswa Biologi UGM kembali menunjukkan partisipasinya di tingkat internasiional, Sahal Sabilil Muttaqin (Biologi, 2013) mempresentasikan poster risetnya yang berjudul “Utilization of Synthetic Biology as Indonesia industrial revival effort : Metabolic Engineering  of Carotenoids pathways in Arhrospira maxima” di SB7.0 The Seventh International Meeting on  Synthetic Biology, yang merupakan pertemuan ke 7 para peneliti di bidang biologi sintetis dari seluruh dunia.

Event yang biasanya diselenggarakan 3 tahunan  ini pada tahun 2017 mengambil tempat di National University of Singapore (NUS) Singapura pada tanggal 13-16 Juni 2017, beberapa tahun sebelumnya berada di Hongkong, London, dan Zurich.

SB7.0 mempertemukan lebih dari 100 pembicara tingkat internasional, 220 poster riset terpilih, para pengusaha bioteknologi dari seluruh dunia, dan praktisi bidang sains. Acara yang digelar di University Cultural Centre NUS selama 4 hari ini membahas ide-ide terbaru dalam biologi sintetis dan dampaknya bagi masyarakat, fondasi sains, dan rekayasa, pengaruh biologi sintetis pada perkembangan seni dan ilmu sosial, mengkaji kemungkinan penggunaan biologi sintetis terhadap konservasi dan perlindungan biodiversitas, aplikasi biologi sintetis di bidang medis, penggunaan CRISPR-Cas9 (gene editing), penelitian Yeast 2.0 dan Genome Projects,  keamanan produk hasil rekayasa, sharing berbagai komunitas, dan strategi institusi riset dan negara dalam mengembangkan biologi sintetis.

Menurut Sahal , “SB7.0 Merupakan acara yang membuka diskusi interaktif  berbagai perspektif mengenai biologi sintetis (Synthetic Biology) dan melihat arah synthetic biology di masa depan”. Konferensi yang melibatkan lebih dari 900 peserta dari seluruh dunia ini juga diikuti oleh beberapa wakil berkebangsaan Indonesia seperti Dr. Ocky Radjasa, Ph.D dari Kementerian Riset dan Dikti, Dr. Sastia Prama putri, Ph.D asisten Profesor bidang metabolomics Osaka University, Ari Dwijayanti Mahasiswa doktoral Imperial College London, Rizki Mardian, Ph.D dari Boston University, Rahmat Kemal, M.Sc dari Indonesia International Institute for Life Sciences (I3L) serta beberapa peneliti Biofarma.

“Dalam konferensi ini saya mempresentasikan profiling gen-gen apa yang bisa digunakan untuk merekonstruksi dan mendesain ulang jalur metabolisme karotenoid dari berbagai mikroalgae dan membahas potensi  Arthrospira maxima sebagai salah satu pabrik karotenoid yang bisa dimanfaatkan untuk synthetic biology. Karotenoid seperti beta-karoten memiliki aktivitas Vitamin A dan juga bermanfaat sebagai anti-oksidan.” Ujar sahal

Synthetic biology (Biologi sintetis) sendiri merupakan bidang ilmu interdisipliner yang bertujuan mendesain dan merekonstruksi parts, device, dan sistem biologi baru, serta mendesain ulang sistem biologis yang sudah ada untuk tujuan yang bermanfaat. Synthetic Biology di Indonesia masih relatif baru dikenal dan belum banyak yang menggeluti, padahal di dunia merupakan salah satu bidang yang diminati karena dianggap sebagai perkembangan rekayasa genetika tingkat lanjut.

Peran Ilmu Biologi dalam Bisnis Bioteknologi Klinis

Rilis BeritaSeminar Senin, 5 Juni 2017

Para peneliti di bidang biomedis berpacu dengan waktu untuk menemukan solusi dari permasalahan klinis. Berbeda dengan penelitian di ilmu kedokteran yang merupakan ilmu terapan, ilmu dasar biologi memegang peranan penting untuk menguatkan pondasi penelitian biomedis. Penelitian dengan pendekatan yang tradisional memakan waktu bahkan lebih dari 17 tahun untuk bisa dimanfaatkan langsung oleh penderita penyakit tertentu. Namun dengan pengembangan metode baru, bukan tidak mungkin, penemuan obat maupun metode pengobatan bisa menjadi lebih singkat sehingga bisa lebih segera dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

Dalam kuliah umum “From Basic to Biotech Business: Path to Clinic ” yang disampaikan oleh Prof. R. Majunantha Kini pada Jumat (2/6) lalu, beliau memaparkan dalam kunjungan kedua kalinya di di Auditorium Fakultas Biologi UGM setiap detil tahapan penelitiannya, dari yang paling dasar hingga mencapai penemuan obat yang dapat menyelamatkan nyawa banyak pasien.

Kerap kali dalam penanganan medis, terjadi penggumpalan darah yang menyebabkan tersumbatnya pembuluh darah yang dapat berakibat fatal terhadap pasien. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Professor pemegang puluhan paten dari Laboratorium Ilmu Protein, Department of Biological Science, National University of Singapore, ini telah memanfaatkan senyawa kimia yang terkandung dalam binatang.

Siapa sangka binatang yang umumnya diketahui sebagai binatang berbahaya karena sengatan atau racunnya, seperti ular, kalajengking, lebah, nyamuk dan lintah, ternyata bisa mengandung bahan kimia aktif yang menjadi obat anti penggumpalan darah. Dalam prosesnya, Professor Kini menempuh berbagai tahapan penelitian, dari pembuatan model struktur protein, mensintesis protein, hingga melakukan pengujian senyawa tersebut ke pasien. Setelah memastikan keefektifan dan keamanannya, senyawa kimia tersebut bisa masuk menjadi komoditas bisnis.

“Untuk memulai bisnis, secara umum ada 3 kunci yang diperlukan, yaitu ide, uang, dan personil”, tambah peneliti di salah satu Laboratorium yang mengkaji struktur dan fungsi protein terbaik di Dunia di hadapan mahasisa S1, S2, dan dosen Fakultas Biologi UGM. Paparan beliau terkait tahapan suatu penelitian biologi protein diharapkan membuka wawasan peserta kuliah umum bahwa penelitian ilmu dasar biologi sangat memegang peranan penting untuk menentukan tahapan lebih lanjut hingga bermuara di produksi dan bisnis.

Coral Triangle: Potensi dan masa depan Terumbu Karang Indonesia

Rilis BeritaSeminar Senin, 29 Mei 2017

Ketika berbicara mengenai kekayaan laut Indonesia, pada umumnya orang akan berfikir akan melimpahnya jumlah dan jenis ikan. Namun, terlepas dari hal itu, laut Indonesia juga kaya akan terumbu karang dan bunga karangnya. Sebagian dari Indonesia, terutama Indonesia bagian timur, termasuk kedalam segitiga terumbu karang atau yang disebut juga dengan Coral Triangle (CT).

Mengetahui akan potensi keanekaragaman sumberdaya laut Indonesia, tiga peneliti dari Naturalis Biodiversity Center, sebuah lembaga penelitian Belanda, datang dan memberi pemaparan pada hari Rabu (17/5) di Ruang Sidang Atas, Fakultas Biologi UGM dihadapan dosen, mahasiswa S1 dan S2. Meski peneliti dari Naturalis telah melakukan ekspedisi sejak lebih dari 100 tahun yang lalu, masih banyak sekali jenis terumbu karang yang belum terungkap.

“Kita bahkan tidak tahu, berapa banyak jumlah pasti terumbu karang yang Indonesia miliki”, ucap pembicara pertama pada kuliah umum, Dr. Bert W. Hoeksema, yang juga merupakan peneliti senior dalam bidang sistematika dan taksonomi kelautan.

Bert juga memaparkan akan peranan penting terumbu karang, yaitu sebagai habitat, tempat berlindung bagi organisme lain dan sumber makanan. Pembicara kedua, Nicole de Voogd, juga menyampaikan bahwa bunga karang atau sponge yang juga hidup di terumbu karang juga memiliki potensi sebagai sumber bahan kimia alami yang bisa digunakan sebagai obat-obatan.

“Bunga karang yang merupakan organisme kunci dalam ekosistem laut juga berperan sebagai filter alami yang mampu menyaring virus dan bakteri” tambah Nicole yang telah banyak melakukan penelitian terkait bunga karang di Kepulauan Seribu dan Ternate.

Masih berkaitan dengan bunga karang, pembicara ketiga, Dr. Willem Renema, memaparkan bahwa dalam sejarah panjangnya, pusat hotspot keanekaragaman terumbu karang terus bergeser dan kondisi lingkungan banyak berperan dalam proses ini. Pada 40 juta tahun yang lalu, pusat biodiversitas terumbu karang terdapat di kawasan Eropa, namun kini, seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, terdapat di Coral Triangle di sekitar Indonesia timur.

Sayangnya, kekayaan sumberdaya terumbu karang Indonesia kini sedang dalam kondisi yang terancam. Pemanasan global, aktifitas nelayan yang sering kali tidak terkontrol dan tidak ramah lingkungan, urbanisasi dan proses sedimentasi telah banyak merusak terumbu karang baik secara langsung maupun tidak langsung. Berdasarkan penelitian yang telah dikerjakan oleh Nicole di Ternate, banyak bunga karang yang ditemukan pada tahun 1896 tidak lagi ditemukan pada tahun 2009. Hal ini terus berjalan dan jika tidak ditangani, bukan tidak mungkin Indonesia akan kehilangan kekayaannya sendiri.

“Sebagai saintis, yang perlu kita lakukan adalah melakukan eksplorasi untuk mengetahui apa yang kita miliki sehingga kita bisa melakukan tindakan konservasi”, saran Bert.

Indonesia Perlu Membangun Basis Data Nasional Keanekaragaman Hayati

Rilis BeritaSeminar Selasa, 23 Mei 2017

Indonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia. Sayangnya, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal.

“Salah satunya dikarenakan belum adanya pangkalan data keanekaragaman hayati Indonesia,” kata pakar sistematika tumbuhan Fakultas Biologi UGM, Abdul Razaq Chasani,S.Si., M.Sc., dalam Pelatihan Bioinformatika di kampus setempat, Senin (22/5).

Pelatihan Bioinformatika ini diharapkan dapat mengembangkan kemampuan bioinformatika dalam mendukung penelitian-penelitian keanekaragaman hayati Indonesia. Tidak hanya itu, diharapkan dapat terbentuk jejaring kerja sama untuk berbagai program dalam mengungkap dan melindungi keanekaragaman hayati Indonesia.

Abdul Razaq menyebutkan belum adanya basis data keanekaragaman hayati ini menyebabkan Indonesia rentan mengalami pencurian sumber daya hayati. Karenanya, penyusunan basis data sangat diperlukan dan menjadi langkah awal dalam upaya penyelamatan kekayaan hayati di Indonesia.

Menurutnya, perlu ada pelibatan berbagai pihak dalam membangun basis data nantinya. Mulai dari masyarakat, peneliti, dan berbagai pihak-pihak terkait.

“Melalui basis data ini dapat digunakan untuk memonitor dinamika keanekaragaman hayati, apakah menurun atau melimpah. Dengan begitu, kebijakan analisis dan pengembangan mengacu pada data ini,” jelasnya.

Dekan Fakultas Biologi UGM, Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., menyampaikan hal senada. Indonesia membutuhkan basis data biodiversitas dalam level genomik hingga eksositem.

“Sebenarnya data keanekaragaman hayati Indonesia sudah ada, tetapi belum terintegrasi dan hanya untuk pemanfaatan dalam waktu pendek,” tuturnya.

Budi menyebutkan selama ini data keanekaragaman hayati Indonesia masih tersebar, belum terpadu menjadi basis data nasional. Oleh sebab itu, penting menyusun basis data yang  terintegrasi, bersifat real time berbasis website dan dapat diakses oleh para peneliti.

“Pengembangan basis data keanekaragaman hayati nasional ini perlu dilakukan untuk melindungi biodiversitas Indonesia,”tegasnya.

Pelatihan yang digelar selama dua hari, 22-23 Mei 2017 ini turut menghadirkan Associate Professor, The College of Idaho, USA, Luke Daniels, Ph.D., sebagai narasumber. Selain itu, juga Tuty Arisuryanti, Ph.D., ahli genetika Fakultas Biologi UGM.(Humas UGM/Ika)

Ikan Sidat: Komoditas Menjanjikan dan Upaya Konservasi

Rilis BeritaSeminar Senin, 22 Mei 2017

Di Indonesia, ikan sidat mungkin masih terdengar asing dibandingkan sumberdaya perikanan lainnya. Namun, di negeri matahari terbit, Jepang, sidat merupakan salah satu ikan yang mewah karena harga belinya yang tinggi. Hal ini bukan karena tanpa alasan, kandungan nutrisi, seperti vitamin dan protein, dari ikan sidat yang relatif lebih tinggi dibandingkan ikan dan daging lainnya menjadikan ikan ini sebagai komoditas yang di incar.

Permintaan pasar yang tinggi akan sidat menyebabkan jumlah tangkapan ikan sidat di jepang dan di eropa menurun seiring berjalannya waktu.  “Penyebab berkurangnya ikan sidat di alam antara lain adalah penangkapan ikan berlebih, polusi, perubahan kondisi laut, penyakit, kerusakan habitat dan konstruksi bendungan yang menghampat proses migrasi ikan ini”, papar Dr. Noritaka Michioka di Ruang Sidang Bawah Fakultas Biologi UGM pada hari jumat (19/5).

Hal ini memotivasinya untuk melakukan penelitian untuk mendukung konservasi dan perbanyakan ikan sidat tanpa bergantung tangkapan sidat di alam. Dalam kuliah umum yang disampaikan oleh peneliti dari Laboratorium Biologi Perikanan, Fakultas Pertanian, Universitas Kyushu, Jepang ini, beliau menyampaikan bahwa beberapa spesies ikan sidat berada dalam daftar merah IUCN sebagai spesies yang terancam. Beliau juga menambahkan peran dari biologi, “Satu-satunya jalan untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan melakukan survey area pemijahan dan melakukan produksi ikan sidat”.

Dr. Michioka juga telah melakukan ekspedisi sejak 1991 untuk mengetahui lokasi pasti dari area pemijahan ikan sidat guna mengetahui karakter dari habitat ikan ini. Melalui ekspedisi panjang yang dipenuhi kegagalan, Dr. Michioka akhirnya berhasil menjadi penemu ikan sidat dewasa di laut lepas untuk pertama kalinya di dunia. Ikan sidat ternyata melakukan pemijahan di kawasan pulau Mariana, tepatnya di gunung bawah laut disekitarnya.

Di akhir kuliah umumnya, beliau berharap untuk dapat menjajaki kerjasama riset terkait ikan sidat di Indonesia dengan UGM karena Indonesia memiliki banyak jenis ikan sidat namun ukuran populasinya yang lebih kecil dibandingkan dengan ikan sidat yang berada di kawasan beriklim sedang.

Keikutsertaan Dosen Fakultas Biologi UGM dalam Kegiatan “Indonesian Amphibian IUCN Red List Assessment Workshop 2017”

Rilis BeritaSeminar Senin, 22 Mei 2017

Pada tanggal 25 April 2017, dua staf dosen Fakultas Biologi UGM, yaitu: Bapak Rury Eprilurahman, M.Sc., dan Bapak Donan Satria Yudha, M.Sc., menerima undangan mengikuti lokakarya “Indonesian Amphibian IUCN Red List Assessment 2017” oleh panitia lokakarya dan dari Perhimpunan Herpetologi Indonesia. Acara lokakarya ini dilaksanakan di Ruang Sidang Sylva, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor, Darmaga, Bogor, 16680, pada tanggal 16 s/d 18 Mei 2017. Alasan dilaksanakan lokakarya ini adalah untuk melakukan pembaruan data mengenai status konservasi amfibi di Indonesia, dan tujuan utamanya adalah menelaah 255 jenis amfibi dari Indonesia (yang meliputi jenis-jenis yang menyebar di Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara) yang nantinya akan dimasukkan untuk publikasi pada bulan Agustus 2017 dan akan keluar dalam pembaruan IUCN Red List pada bulan November 2017. Lokakarya ini dilaksanakan oleh “Amphibian Red List Authority (ARLA)” bekerja sama dengan Fakultas Kehutanan IPB dan Perhimpunan Herpetologi Indonesia (PHI) serta didukung oleh Yayasan Belantara dan APP.

Acara ini dibuka oleh Dr. Ir. Mirza Dikari Kusrini, M.Si. (dosen Fakultas Kehutanan, IPB dan yang terutama sebagai Amphibian Red List Authority member Tier I; ARLA Indonesia coordinator for the assessment). Peserta lokakarya ini ada yang merupakan alumni Fakultas Biologi UGM, seperti: Dr. Evy Ayu Arida dan Dr. Amir Hamidy (LIPI, Museum Zoologicum Bogoriense, Laboratorium Herpetologi) dan Burhan Tjaturadi (Peneliti Herpetofauna Indonesia).

Dekan Fakultas Biologi UGM mengijinkan kedua dosen tersebut untuk mengikuti lokakarya, sebagai bukti bahwa penelitian dosen Fakultas Biologi dapat berkontribusi pada status konservasi amfibi Indonesia. Penelitian mengenai amfibi oleh dosen Fakultas Biologi, telah banyak dilakukan sehingga dapat memberikan kontribusi yang baik bagi penelaahan status konservasi terbaru setelah 12 tahun berlalu. Karena telaah status konservasi amfibi Indonesia terakhir dilakukan di tahun 2004.

International Conference on Applied Science and Health (ICASH) 2017: “Improving Health and Well Being for Better Society”

Rilis BeritaSeminar Kamis, 2 Maret 2017

International Conference on Applied Science and Health (ICASH) 2017 merupakan kegiatan konferensi internasional yang diselenggarakan atas kerjasama antara Mahidol University dengan Indonesian Scholar Colloquium (InSchool), DL-Enterprise, Universitas Aisyiyah Yogyakarta dan Universitas Dipenogoro yang dilaksanakan pada tanggal 23 Februari 2017 di Mahidol University, Salaya Campus, Phutthamonthon, Nakhon Pathom, Thailand. Pada pertemuan ini, semua partisipan yang merupakan peneliti muda dari berbagai bidang akan mewujudkan solusi untuk pembangunan Indonesia yang lebih baik baik dari bidang kesehatan, dan lain-lain. Pada kegiatan ini terpilih 67 paper terbaik untuk sesi oral presentation dan 68 paper untuk sesi poster presentation. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Undergraduate, Magister, Doctoral, dan Lecturer dari Indonesia, Thailand, dan beberapa negara internasional.

Pada kesempatan ini Universitas gadjah Mada mengirimkan tiga orang delegasi mahasiswa Undergraduate Fakultas Biologi yang telah dinyatakan lolos seleksi untuk mempresentasikan paper mereka yang berjudul “Potential Chemopreventive Agent : Study of Apoptosis in the Extracts of Sponge-Associated Fungi from Yogyakarta against Cervical Cancer HeLa Cell Line”. Adapun delegasi tersebut yaitu Eka Ramadhani (Biologi 2013), Aditya Nur Subchan (Biologi 2014) dan Fajar Priyambada (Biologi 2011). Penelitian ini merupakan hasil dari kegiatan PKM-Penelitian pada tahun 2015 yang juga dikerjakan oleh Abrory Agus Cahya Pramana, S.Si (Biologi 2010) dan Nur Rofika Ayu Shinta Amalia, S.Si (Biologi 2012) dan dibawah bimbingan Dr.biol.hom. Nastiti Wijayanti, M.Sc.

Pada kegiatan ini tim dari Fakultas Biologi adalah satu-satunya delegasi dari Universitas Gadjah Mada dan satu-satunya tim yang merupakan mahasiswa Undergraduate. “Suatu kehormatan bagi kami sebagai delegasi UGM dapat terpilih dan menghadiri konferensi internasional ini dikarenakan kami merupakan satu-satunya tim yang berasal dari mahasiswa Undergraduate dan dapat mempresentasikan hasil penelitian kami di depan reviewer dari Thailand, Jepang, Indonesia, dan para peserta conference. Sebelum dinyatakan lolos sebagai peserta, kami harus mengerjakan beberapa revisi demi kebaikan penulisan paper penelitian tersebut. Hal ini tentunya menjadi tantangan dan pengalaman yang sangat berharga bagi kami”, ujar Eka Ramadhani.

Adanya kegiatan ini dapat membuka kesempatan bagi kami untuk mendapatkan banyak relasi dengan para ahli, peneliti, dan dosen-dosen dari berbagai Universitas. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus diadakan dan diikuti oleh teman-teman dari Universitas Gadjah Mada, khususnya Fakultas Biologi guna meningkatkan kemampuan dalam segi publikasi ilmiah.

Guest Lecturer “Publishing Scientific Paper in International Jurnal”

Rilis BeritaSeminar Jumat, 2 Desember 2016

Guest Lecturer “Publishing Scientific Paper in International Jurnal”
Prof. Masashi Kawaichi, MD. Ph.D (NAIST, Japan)
29 November 2016 di Fakultas Biologi UGM

guest_lecturer_prof-masashi_japanPenulisan karya ilmiah menjadi kunci utama keberhasilan seseorang dalam memaparkan hasil penelitian dan pengkajian yang telah dilakukan oleh sesorang atau tim dengan kaidah dan etika keilmuan yang ditaati. Keberhasilan mahasiswa dalam menulis berangkat dari kecil seperti penulisan laporan pengamatan atau penelitian, penulisan skripsi, thesis hingga disertasi. Menulis menjadi salah satu tantanggan dan keunikan dari setiap mahasiswa untuk mengungkapkan hasil dibidangnya. Sebagaimana pengalaman, kemampuan dan keahlian dapat berkembang dan fokus ketika tertuang dalam tulisan. Tantangan yang dihadapipun tidaklah sedikit dalam menulis, seperti dalam penguasaan bahasa, kemampuan kosa kata hingga penyusunan struktur kalimat menjadi sebuah palagraf yang sempurna dalam tulisan.

Kuliah tamu yang dilaksanakan oleh Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada pada hari Selasa, 29 November 2016 di ruang Auditorium, dengan mendatangkan pembicara dari Nasa Institute of Science and Technology (NAIST), Jepang yaitu Prof. Masashi Kawaichi, MD, Ph.D. Acara ini dihadiri oleh para dosen dan mahasiswa program Master dan Doktoral Program Pascasarjana Biologi Fakutas Biologi UGM. Kegiatan yang bertemakan “Preparing a manuscript for international publication” merupakan tema yang tepat saat ini untuk mengajak para mahasiswa menuangkan segala hasil penelitian yang dapat dipertanggung jawabkan dalam bentuk tulisan, seperti yang dipaparkan oleh beliau bahwa menulis adalah hal utama seorang ilmuwan. Mahasiswa yang ada di Universitas Jepang dituntut untuk menulis jurnal international minimal 5 paper dan bahkan lebih, yang kesemuanya memiliki standard index scopus. Mahasiswa yang berhasil menulis dengan jumlah paper terbanyak akan mendapat dukungan dan penghargaan dari Universitas berupa beasiswa. Penghargaan atas novelty yang dihasilkanpun menjadi peluang penghargaan tersendiri bagi seseorang. Univeritas di Jepang juga tidak segan-segan memberikan penghargaan Profesor jika memang seseorang tersebut mampu menghasilkann hasil karya terbaiknya.

Beliau sadar bahwa menulis jurnal internasional sangatlah sulit, kemampuan seseorang dalam hal bahasa inggris haruslah baik. Namun demikian, improvisasi bahasa inggris dapat dilakukan sejak dini dengan beberapa tahap mulai dari membiasakan untuk belajar listening, Speaking, Reading dan Writing. Semoga ilmu yang telah disampaikan bermanfaat dan menjadi motivasi tersendiri dalam menghasilkan karya ilmiah.

KSK Biogama Meraih Student Abstract and Presentation Award di International Conference on Marine Biodiversity (CoMBI 2016), Bali

Rilis BeritaSeminar Rabu, 16 November 2016

The 1st  International Conference on Marine Biodiversity (CoMBI 2016)  adalah konferensi Internasional pertama yang diadakan oleh Indonesian Biodiversity Research Center (IBRC), Universitas Udayana yang bekerja sama dengan United State Agency International Development (USAID). Konferensi Internasional ini diselenggarakan pada tanggal 31 Oktober – 1 November 2016 di Sanur Paradise Plaza Hotel, Sanur, Denpasar, Bali. Tema yang diangkat oleh CoMBI 2016 adalah “Advancing Scientific Tools and Capacity Building for Conservation and Sustainable Use of Marine Biodiversity”.

CoMBI memberikan kesempatan kepada para peneliti, akademisi, para pembuat kebijakan, praktisi, dan mahasiswa atau pelajar untuk bertukar informasi mengenai biodiversitas kelautan dan daerah pesisir serta memperluas jaringan antara universitas, organisasi yang bergerak di bidang kelautan, Non-Government Organization (NGO), dan pemerintah. Keynote speaker yang diundang pada konferensi ini terdiri dari Prof. Paul H. Harber dari Univeristy of California Los Angeles, USA, Prof. Jamaluddin Jompa dari Hasanudin University, Indonesia, Dr. Rachel Ravago-Gotanco dari Marine Science Institute, University of the Philippines, Diliman, Prof. Hendrik Luesch, PhD dari College of Pharmacy, University of Florida, dan Ir. Matheus Eko Rudianto, M.Bus.IT dari Penelitian dan Perkembangan Pesisir, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Republik Indonesia.

Konferensi ini diikuti oleh peserta dari 8 negara, salah satunya adalah Kelompok Studi Kelautan Fakultas Biologi UGM. KSK Biogama mengirimkan 28 orang delegasi dengan 13 judul penelitian yang terdiri atas 2 judul dari Kelas Keilmuan Algae, 6 judul dari Kelas Keilmuan Echinodermata, 3 judul dari Kelas Keilmuan Pisces, dan 2 judul dari Kelas Keilmuan Crustacea yang dipresentasikan dalam bentuk oral presentation dan poster presentation. Dalam kesempatan ini, KSK Biogama berhasil meraih Student Abstract and Presentation Award dengan judul penelitian “Ecological Assessment of Coral Reef Ecosystem and Reef Fish Biodiversity in Sekotong, West Lombok oleh Kelas Keilmuan Pisces.

Keikutsertaan KSK Biogama dalam CoMBI 2016 ini diharapkan menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata KSK dalam menambah khasanah keilmuan dalam bidang kemaritiman. Selain itu, KSK Biogama dapat memperluas jaringan khususnya dengan organisasi pemerintahan dan organisasi non-pemerintah yang bergerak di bidang kelautan sehingga kedepannya dapat terjalin kerja sama yang baik dalam rangka mewujudkan kemajuan kemaritiman Indonesia. Semoga kegiatan ini dapat memberikan motivasi khususnya kepada anggota KSK dan para mahasiswa untuk mempublikasikan hasil penelitiannya dalam forum ilmiah baik nasional maupun internasional serta diharapkan capaian ini dapat menjadi batu loncatan lain bagi KSK untuk meraih prestasi internasional selanjutnya.

Jales Viva, Jaya KSK!

Kuliah Umum bersama Prof. R. Manjunatha Kini: "Inspiration from Nature: Far-Reaching Impact of Toksin Research"

Seminar Kamis, 27 Oktober 2016

Rabu, 26 Oktober 2016, Fakultas Biologi UGM mengadakan kuliah umum dengan tema “ Inspiration from Nature: Far-Reaching Impact of Toksin Research” yang disampaikan oleh Prof. R. Manjunatha Kini. Prof. Kini merupakan profesor dari Departement of Biological Sciences, National University of Singapore. Kuliah umum bertempat di Ruang Sidang Atas, Lantai 3, Fakultas Biologi UGM dan dihadiri oleh mahasiswa dan dosen. Acara tersebut dimulai dengan sambutan dari Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Kerja Sama, Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc.

Prof. Kini, pada kuliah umum tersebut, menyampaikan materi yang menjadi fokus penelitian beliau yaitu mengenai hubungan struktur-fungsi protein: toksin pada bisa ular, famili protein fosfolifase A2 (PLA2), serine proteases, waprin dan vespryn. Beliau menjelaskan bahwa penelitian yang ada sebelumnya mengenai toksin masih mengenai tingkat toksisitas, gejala patologis yang ditimbulkan, dan antivenom. Toksin umumnya diketahui orang sebagai senyawa berbahaya yang terdiri dari berbagai protein kompleks. Toksin dapat menimbulkan penyakit atau kerusakan jika berinteraksi dengan  enzim atau reseptor seluler pada jaringan tubuh. Toksin dapat dihasilkan dari beberapa organisme seperti ular, kalajengking, laba-laba, pohon jarak, dan jamur. Senyawa ini digunakan oleh organisme tersebut sebagai mekanisme pertahanan diri dan untuk menangkap mangsa. Beliau melihat sisi lain dari toksin yang dapat dimanfaatkan yaitu  sebagai agen diagnostik penyakit pada manusia dan menghasilkan obat-obatan. Penelitian mengenai toksin dapat meliputi hubungan struktur-fungsi protein dan mekanisme kerjanya untuk diketahui manfaat sebagai therapeutics agent. Untuk mencapai tujuan tersebut, Prof. Kini melakukan isolasi, purifikasi, sekuensing dan karakterisasi senyawa toksin pada bisa ular. Terdapat beberapa contoh novel toksin yang telah dikarakterisasi yaitu, senyawa Ohanin yang diisolasi dari ular King Kobra (Ophiophagus hannah) yang menyerang pada sistem saraf pusat (hyperalgesic effect) dan senyawa Candoxin, isolasi dari ular Weling (Bungarus candidus) yang dapat menyebabkan blokade pada neuromuscular namun dapat kembali ke kondisi normal dengan penambahan anticholinesterase neostigmine.

Pada sesi selanjutnya, Prof. Kini memberikan penjelasan mengenai program graduate student di National University of Singapore dan juga beasiswa yang disediakan. Departement of Biological Sciences terbagi menjadi 4 Research Focus yaitu: (a) Environmental Biology and Biodiversity, (b) Molecular, Cell, and Developmental Biology, (c) Biophysical Science, dan (d) Mechanobiology. Informasi lebih lanjut dapat dilihat pada laman http://www.dbs.nus.edu.sg/education/graduates_prospective/index.html. Prof. Kini berharap kedepannya akan lebih banyak mahasiswa UGM yang melanjutkan studi dan penelitian di Departement of Biological Sciences, National University of Singapore yang merupakan universitas terbaik di Asia. Acara kuliah tamu ditutup dengan penyerahan sertifikat dan kenang-kenangan dari Fakultas Biologi UGM kepada Prof. Kini serta sesi foto bersama.

Kuliah Tamu Prof. Dr. Herman Spaink

Seminar Kamis, 13 Oktober 2016

kuliahtamuprof-dr-hermanspaink-101016Senin (10/10), Fakultas Biologi dan Fakultas Farmasi UGM bekerja sama mengadakan kuliah tamu yang disampaikan oleh Prof. Dr. Herman Spaink dengan judul “New Understanding in The Biology of Tubercolosis Disease Progression”. Prof. Dr. Herman Spaink merupakan Direktur Institute of Biology Leiden (IBL), Universiteit Leiden. Bertempat di Auditorium Fakultas Biologi UGM, seminar tersebut dihadiri oleh dosen dan mahasiswa UGM dari berbagai fakultas dan program studi. Kuliah tamu tersebut dipandu oleh Dr. Sylvia Utami Tunjung Pratiwi, M.Si., Apt., sebagai moderator. Dr. Sylvia merupakan dosen Fakultas Farmasi UGM sekaligus Liaison Officer Leiden Science Indonesia Office (LESIO) cabang UGM Yogyakarta.

Prof. Spaink mengawali kuliah tamu dengan pemaparan IBL dan  hubungan kerjasama yang dijalin antara IBL dan UGM (Fakultas Biologi dan Fakultas Farmasi). Selanjutnya, Prof. Spaink memaparkan tentang penelitiannya mengenai penyakit tuberkulosis sampai tingkat molekuler. Penelitian yang dilakukan menggunakan zebrafish sebagai hewan model untuk mempelajari mekanisme infeksi bakteri dan kerja sistem imun dalam mengatasinya. Tuberkulosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh serangan bakteri Mycobacterium tuberculosis yang merupakan salah satu penyakit paling mematikan pada manusia. Bakteri ini umum dikenal sebagai penyebab penyakit TBC yang menyerang paru-paru, sedangkan pada kenyataannya bakteri ini dapat menyerang organ lain seperti tulang dan otak. Mycobacterium tuberculosis merupakan bakteri yang sangat berbahaya dan membutuhkan high biosafety dalam pelaksanaan penelitian. Oleh karena itu, Prof. Spaink menggantikan penggunaan M. tuberculosis dengan kerabatnya yaitu M. marinum. Tujuan utama dari penelitian tersebut adalah mengetahui gen-gen yang terlibat dalam mekanisme resistensi dan sensitivitas tubuh terhadap M. tuberculosis sebagai upaya menemukan pengobatan  dan antibiotik tuberkulosis yang efektif. Sampai saat ini, Prof. Spaink dan timnya telah menguji 20 gen kandidat dan menemukan bahwa gen Ptpn6/Shp1 sebagai gen yang paling berpengaruh terhadap respon sistem imun terhadap infeksi bakteri tuberkulosis. Penekanan ekspresi gen Ptpn6/Shp1 terbukti memberikan efek peningkatan aktivitas innate immune system terhadap bakteri tuberkulosis.

Acara kuliah tamu ditutup dengan penyerahan sertifikat dan kenang-kenangan dari Fakultas Biologi dan Fakultas Farmasi UGM kepada Prof. Spaink serta sesi foto bersama. Prof. Spaink menyempatkan diri untuk berdiskusi dengan mahasiswa terkait kesempatan studi di IBL di penghujung acara. Hal ini berkaitan dengan kesempatan melanjutkan studi di IBL bagi mahasiswa, dosen, dan alumni Fakultas Biologi dan Fakultas Farmasi UGM yang merupakan salah satu bagian dari kerjasama Fakultas Biologi dan Fakultas Farmasi UGM dengan IBL, Universiteit.

Empat Srikandi UGM mengikuti International Summer Course 2016 di Nagoya University, Jepang

Seminar Senin, 22 Agustus 2016

Peserta dari UGM berfoto dengan Professor Hitoshi Sawada, peneliti ahli, dan seluruh peserta ISC 2016 di Sugashima Marine Biology Laboratory
Professor Hitoshi Sawada menjelaskan cara mengambil sampel gonad dari Sea Urchin untuk dipelajari tahapan perkembangannya
Peserta ISC 2016 dari UGM bersama peneliti ahli mengambil sampel di pesisir pantai Pulau Sugashima

UGM kembali sukses mendelegasikan mahasiswanya untuk menggali ilmu dan mencari pengalaman di luar negeri. Pada tanggal 3-10 Juli 2016, tiga mahasiswi Fakultas Biologi UGM dan satu mahasiswi Fakultas Pertanian Jurusan Perikanan mengikuti kegiatan International Summer Course (ISC) 2016 di Nagoya University, Jepang. Ketiga mahasiswa biologi tersebut adalah Pretty Khoirunnisa (‘2013), Elory Leonard (‘2014), dan Annisa Resa (‘2014). Sedangkan, mahasiswa Pertanian yang mengikuti ISC ini adalah Nihlah Chalidah (‘2012). Kegiatan ISC 2016 ini merupakan kegiatan yang kedua kalinya diadakan setelah ISC 2015 yang juga diikuti oleh 5 mahasiswa Fakultas Biologi. Program ini merupakan wujud kerja sama berkelanjutan Fakultas Biologi UGM dengan Nagoya University yang telah dimulai sejak tahun 1995.

ISC 2016 yang bertemakan “Advanced Marine Biology” merupakan program kuliah singkat yang diadakan oleh Sugashima Marine Biology Laboratory (SMBL), Graduate School of Science, Nagoya University. Di bawah arahan Professor Hitoshi Sawada, laboratorium ini memiliki konsentrasi studi mengenai biologi kelautan. Seluruh peserta  berkesempatan untuk mempelajari dasar taksonomi hewan, tahapan perkembangan Sea Urchin dan Ascidian, teknik analisis molekular menggunakan Western Blotting dan Immunostaining, serta Genome Editing Techniques yang merupakan perkembangan mutakhir biologi molekular.

Melalui program ini diharapkan peserta dapat mengembangkan pola pikir saintis dan skill untuk melakukan eksperimen dalam bidang biologi kelautan melalui berbagai kegiatan yang dilakukan yaitu perkuliahan dengan  para peneliti ahli, pengambilan sampel di pesisir Pulau Sugashima, dan eksperimen menggunakan berbagai peralatan canggih dalam laboratorium. ISC 2016 ini juga diikuti oleh 9 mahasiswa G30 Nagoya University yang berasal dari 7 negara antara lain Belanda, Taiwan, Malaysia, Mongolia, USA,  Spanyol, dan Thailand. Oleh sebab itu, keempat peserta dari UGM dapat memiliki kesempatan untuk mengembangkan koneksi dan mendapatkan pengalaman bekerja sama di level internasional. Ilmu yang didapatkan dari program tersebut diharapkan bermanfaat untuk mengembangkan penelitian dan eksplorasi di bidang kelautan Indonesia, sehingga dapat memajukan bangsa Indonesia ke depannya. Diharapkan juga kerjasama antara Fakultas Biologi UGM dan Nagoya University dapat berlangsung secara berkelanjutan dan dapat membuka kesempatan bagi mahasiswa UGM lainnya dalam membuka cakrawala pengetahuan dalam skala internasional.  Menyambut kembalinya para mahasiswi dari ISC 2016 Jepang, Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc. Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian dan Kerja sama Fakultas Biologi UGM menyatakan sangat senang dan bangga bahwa mahasiswa UGM memang hebat dan sejajar dengan teman-temannya dari negara lain. Bu Endang menambahkan “Dengan ilmu dan ketrampilan yang diperoleh selama summer course diharapkan mahasiswa dapat memanfaatkannya untuk penelitian skripsi dan studinya di Indonesia, bahkan setelah lulus S1 dapat melanjutkan studi S2 nya di Jepang atau negara lain dengan beasiswa LPDP dan lainnya yang sekarang banyak ditawarkan. Kesuksesan mahasiswa sebagai generasi penerus akan menjamin kesuksesan bangsa dan negara di masa yang akan datang”. (Pretty Khoirunnisa)

Kuliah Tamu Eva Albers, Ph.D.

Seminar Kamis, 24 Maret 2016

Hari Kamis (17/03/2016) Fakultas Biologi dikunjungi oleh Eva Albers, Ph.D. Eva Albers merupakan Associate Professor di Industrial Biotechnology, Departement of Biology and Biological Engineering, Chalmers Univerity of Technology. Eva memberikan kuliah tamu dengan tema “ Algae Biorefinary Using Microalgae and Seaweed”.  Eva menyampaikan bahwa tantangan masyarakat saat ini adalah menyelesaikan  masalah energy, ketersediaan pangan, dan polusi lingkungan. Hal tersebut melatarbelakangi penelitian yang sedang dikembangkannya saat ini yaitu produksi berkelanjutan bahan kimia, bahan bakar dan beberapa bahan menggunakan proses bioteknologi dan biomassa sebagai bahan bakunya. Oleh karena itu, Eva mengembangkan biorefinery di Swedia untuk menghasilkan green product yang dapat digunakan untuk keperluan manusia. Pengembangan biorefinery yang dilakukan eva menggunakan biomassa yang terdapat pada Alga. Alga merupakan jenis baru biomassa dan merupakan teknologi baru yang potensial untuk dikembangkan. “Alga memiliki pertumbuhan yang cepat dan dapat dikembangkan di lahan yang tidak digunakan untuk produksi tanaman pangan, misalnya di laut” Ujar Eva.  Eva juga menjelaskan bahwa Alga, khususnya rumput laut, memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi baik dari dinding sel maupun dari simpanan karbohidrat. Karbohidrat yang didapat dari rumput laut tersebut dapat difraksinasi kembali untuk mendapatkan gula yang dapat difermentasi untuk dijadikan produk bahan bakar. Selain karbohidrat dan protein, Alga, khususnya mikroalga, juga dapat menghasilkan pigmen karotenoid (Lutein). Lutein dapat dimanfaatkan sebagai suplemen kesehatan, tambahan untuk makanan, dan kosmetik yang bernilai tinggi. Hal tersebut menggambarkan bahwa biomassa yang ada pada alga, baik rumput laut maupun mikroalga, sangat potensial dikembangkan untuk memproduksi green product dengan nilai yang tinggi. Selain itu proses pemanfaatan biomassa tersebut menghasilkan entropi sangat sedikit dan hal tersebut sangat bagus untuk keberlangsungan lingkungan.

Empat Mahasiswa UGM Mengikuti Konferensi Internasional di Korea Selatan

Seminar Senin, 1 Februari 2016

konferensi_ilmiah_SICEAS-SICLSBE_4Delegasi_UGMSeoul International Conference on Engineering and Applied Science (SICEAS) dan The Seoul International Conference on Life Sciences and Biological Engineering (SICLSBE) merupakan rangkaian kegiatan konferensi internasional yang diselenggarakan oleh Higher Education Forum di Seoul, Korea Selatan pada tanggal 6-7 Januari 2016. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempresentasikan hasil penelitian, membagikan informasi, berdiskusi terkait isu terbaru, dan mempublikasikan hasil penelitian dalam jurnal internasional. Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan berbagai negara ini mengirimkan delegasi yang berasal dari mahasiswa S1, Master, Doktor, PhD maupun Professor.

            Pada kesempatan ini Universitas Gadjah Mada mengirimkan tiga delegasi dari mahasiwa S1 Fakultas Biologi dan seorang mahasiswa S2 Fakultas Kedokteran yang telah lolos pada seleksi abstrak dan paper sebelumnya. Delegasi UGM yang berhasil lolos untuk mempresentasikan hasil penelitian secara oral dalam The Seoul International Conference on Life Sciences and Biological Engineering (SICLSBE) adalah Shofura Fityah Mutaharrikah (Fakultas Biologi), Rini Nur Azizah (Fakultas Biologi), dan Alfian Silvia Krisnasari (S2 Fakultas Kedokteran), sedangkan pada Seoul International Conference on Engineering and Applied Science (SICEAS) adalah Istiqomah Sari Kumarawati (Fakultas Biologi). Hasil penelitian yang dipresentasikan dalam kegiatan tersebut adalah Comparative Effectiveness Culture Medium Fuel ‘Bold Basal Medium’ Plankton Communities of Freshwater Aquaculture Pool Cangkringan, Yogyakarta (Shofura Fityah Mutaharrikah), Identification of Staphylococcus aureus in Indonesian Herbal Medicine “Jamu” Capsule in Comparison with “Jamu” Syrup (Rini Nur Azizah), The Effect of Diazepam on the Hepatic and Duodenal Tissue of Rattus norvegicus, Berkenhout 1769 (Alfian Silvia Krisnasari) dan Phylogenetic Analysis of Lactic Acid Bacteria in Glutinuous Rice “Tapai Ketan” by Bioinformatic Tools in Relation with its Bacteriocin Product (Istiqomah Sari Kumarawati). Pada kegiatan tersebut Universitas Gadjah Mada mengirimkan delegasi S1 paling banyak karena peserta lain berasal dari jenjang minimal Master.

            Adanya kegiatan semacam ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa lainnya agar aktif dan turut serta berperan dalam perkembangan research dunia. “Sekali ikut konferensi maka kita akan terdorong untuk ikut kembali dalam kesempatan yang lain. Kedepannya semoga kita sebagai mahasiswa semakin produktif dalam research sehingga Indonesia juga akan semakin maju dalam bidang penelitian. Semoga Pemerintah dan Instansi terkait mau memperhatikan mahasiswa-mahasiswa potensial Indonesia” ungkap Alfian.

Kunjungan Prof Masaru OhmeTakagi

Seminar Senin, 25 Januari 2016

Kunjungan_Prof_Masaru_OhmeTakagiRabu, 20 Januari 2016, Prof. Masaru Ohme-Takagi, Direktur Institute of Environmental Research and Technology Graduate School of Science & Engineering, Saitama University, Japan mengunjungi Fakultas Biologi UGM untuk melakukan diskusi dan inisiasi kerja sama antara kedua institusi tersebut. Kunjungan tersebut merupakan salah satu bentuk realisasi Memorandum of Understanding (MoU) antara UGM dengan Saitama University (2013-2018). Selain Prof. Masaru Ohme-Takagi, delegasi yang mengunjungi Fakultas Biologi UGM adalah Bapak Hisashi Saka, Presiden Astage Inc. perusahaan yang mensuport international exchange di Jepang, Bapak Heri Purwanto dan Andhika dari Japan Interstudy Center Indonesia (JIC). Delegasi ini disambut oleh Dekan Fakultas Biologi dalam sebuah diskusi kerja sama yang dihadiri oleh para Wakil Dekan, lKepala Laboratorium atau Perwakilannya dan staf Kantor Urusan Internasional Fakultas Biologi.

Dalam sambutannya Dekan Fakultas Biologi, Prof. Dr. Suwarno Hadisusanto, menyatakan bahwa Fakultas Biologi menyambut baik kunjungan delegasi Institute of Environmental Research and Technology Graduate School of Science & Engineering, Saitama University, Japan tersebut dan merupakan awal yang baik untuk membicarakan bentuk kerja sama yang akan dilakukan kedua institusi di masa mendatang. Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Masyarakat, Kerja Sama dan Alumni Fakultas Biologi, Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc., menyampaikan bahwa kerja sama dapat dilakukan dalam bentuk kerja sama penelitian, staff/student exchange, staff mobility, join publication/supervision dan lain sebagainya.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Masaru Ohme-Takagi menyampaikan bahwa Saitama University sedang berupaya memperluas kerja sama dengan beberapa universitas di luar Jepang dan merupakan kesempatan yang bagus untuk dapat memulai kerja sama antara Institute of Environmental Research and Technology Graduate School of Science & Engineering, Saitama University dengan Fakultas Biologi UGM dalam bentuk kerja sama penelitian, staff/student exchange, bahkan program Double Degree. “Kami memiliki beberapa program internship yang dapat memfasilitasi mahasiswa internasional yang ingin merasakan iklim pendidikan di Saitama University selama 2-4 minggu. Kami juga memiliki program Lab to Lab yang dapat memfasilitasi kerja sama antar laboratorium dari berbagai universitas di luar Jepang dan kesempatan tersebut terbuka untuk berbagai bentuk kerja sama baik kerja sama penelitian, staff/student exchange, join publication/supervision dan lain sebagainya”.

Hal tersebut ditanggapi oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Biologi, Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. “Merupakan hal yang menggembirakan bagi Fakultas Biologi untuk dapat melakukan berbagai macam bentuk kerja sama dengan Institute of Environmental Research and Technology Graduate School of Science & Engineering, Saitama University. Namun, khusus untuk program Double Degree perlu untuk ada pembicaraan lebih lanjut secara khusus dan belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Hal tersebut menyangkut regulasi pendidikan tinggi di kedua negara dan perlu memperjelas sistem transfer kredit perkuliahan”, Jelas Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc.

Dalam kunjungannya, Prof. Masaru Ohme-Takagi juga menyempatkan diri untuk memberikan kuliah tamu yang bertemakan “Transcription factors are useful tool for the manipulation of plant traits” kepada Dosen dan mahasiswa (S1, S2, dan S3) Fakultas Biologi UGM. Beliau juga memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk dapat kuliah di luar negeri, khususnya di Jepang. “Di Saitama University ada program internship untuk mahasiswa asing. Saya harap salah satu dari mahasiswa di sini ada yang mau mencoba 2-4 minggu untuk belajar di Saitama University dan kalau cocok bisa melanjutkan studi di sana.”

Luthfi Nurhidayat

Kunjungan Prof Tsukaya, Graduate School of Science, The University of Tokyo

Seminar Jumat, 11 Desember 2015

Kunjungan_Prof_Tsukaya-Graduate_School_of_Science-The_University_of_TokyoHari Senin, 7 Desember 2015, Fakultas Biologi dikunjungi oleh Prof. Hirokazu Tsukaya. Prof. Tsukaya merupakan Professor di Department of Biological Sciences, Graduate School of Sciences University of Tokyo, Japan. Beliau berkunjung di Fakultas Biologi dalam rangka membicarakan kerjasama antara Department of Biological Sciences, Graduate School of Sciences University of Tokyo dengan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada. Professor kelahiran Kanagawa 18 Oktober 1964 tersebut disambut oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama , Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, serta staf OIA Fakultas Biologi UGM. Pada diskusi kerja sama tersebut dibahas kemungkinan-kemungkinan kerja sama yang dapat dilakukan kedua belah pihak. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc., mengatakan bahwa merupakan suatu kehormatan bagi Fakultas Biologi UGM untuk dapat bekerja sama dengan Graduate school of Science, The University of Tokyo. Prof. Tsukaya berharap kerja sama dalam bidang pendidikan dan penelitian dapat segera dilakukan.

Prof. Tsukaya, selain membicarakan kerja sama, juga memberikan kuliah tamu bertajuk “Genetic mechanisms of unusual shapes of leaves” di Auditorium Fakultas Biologi UGM. Pada Kuliah tamu yang dihadiri oleh dosen dan puluhan mahasiswa Fakultas Biologi tersebut, Prof. Tsukaya menyampaikan berbagai hasil penelitiannya mengenai morfogenesis daun dengan marka genetic. Prof. Tsukaya menyampaikan 3 risetnya antara lain determinasi sisi adaxial dan abaxial pada daun yang menentukan bentuk daun, mekanisme penentuan bentuk daun selain adaxial dan abaxial, dan mekanisme pembentukan leaf-like stem yang disebut juga cladode.

Di akhir pemaparan kuliah tamunya, Professor yang ternyata bisa berbicara bahasa Indonesia tersebut juga menjelaskan mengenai internship dan berbagai peluang bagi mahasiswa Fakultas Biologi UGM untuk dapat melanjutkan studi di Graduate School of Sciences The University of Tokyo.

(Luthfi Nurhidayat)

ICBS BIO-UGM 2009

Seminar Kamis, 25 Juni 2009

International Conference on Biological Science
Faculty of Biology Universitas Gadjah Mada
ICBS BIO-UGM 2009

ADVANCES IN BIOLOGICAL SCIENCE:
Respect to Biodiversity from Molecular to Ecosystem for Better Human Prosperity

Faculty of Biology, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Indonesia
16-17 October 2009
in relationship with the 60th Anniversary of UGM
 
Further information, click here.

Akreditasi

Berita Terakhir

  • Upacara Melepas Wisudawan-Wisudawati Program Sarjana Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada Periode II Tahun Akademik 2025/2026
  • Sosialisasi Program Kerja KSK Biogama 2026
  • Mahasiswa Fakultas Biologi UGM Wakili Indonesia dalam Youth Leaders Exchange and Conference (YLEC) Chapter Bangkok, Thailand 2026
  • Matalabiogama Laksanakan Kegiatan Pendakian di Gunung Bismo, Kabupaten Wonosobo
  • Mahasiswa Magister Biologi UGM melalui Inovasi KARSTIVA.ID Raih Silver Medal dan Poster Favorit pada 2nd International Student Summit 2026
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA

FAKULTAS BIOLOGI
Jalan Teknika Selatan, Sekip Utara,
Yogyakarta 55281
biologi-ugm@ugm.ac.id
Telepon/Fax: +62 (274) 580839

Tentang Kami

  • Sejarah
  • Organisasi
  • Staff
  • VISI, MISI & TUJUAN
  • Biodiversitas
  • Informasi Publik

KEMAHASISWAAN

  • Pelayanan Mahasiswa
  • Organisasi Mahasiswa
  • Pengajuan Kerja Praktik Lapangan
  • Izin Penelitian Lapangan
  • Layanan Konseling Mahasiswa

Akademik

  • Peraturan Akademik
  • Pengumuman Akademik

Survei Kepuasan Layanan

  • Survei Layanan Akademik
  • Survei Layanan KASDM
  • Survei Layanan P2MKSA
  • Survei Layanan Laboratiorum
  • Survei Layanan K5L dan Driver

Akreditasi

  • Image 1
  • Image 2
  • Image 3

© 2024 FAKULTAS BIOLOGI UNIVERSITAS GADJAH MADA

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju