Empat mahasiswa UGM mengikuti International Summer Course 2018 di Nagoya University, Jepang
Kegiatan MahasiswaKerja Sama Kamis, 26 Juli 2018







Empat mahasiswa UGM memperoleh beasiswa International Summer Course (ISC) 2018 bertemakan Biologi Kelautan Tingkat Lanjut di Sugashima Marine Biological Laboratory (Sugashima MBL), Nagoya University, Jepang, dari tanggal 13 hingga 17 Juli 2018. Mahasiswa terpilih yang lolos rangkaian seleksi beasiswa tersebut antara lain Basith Kuncoro Adji (Biologi 2014), Anggun Cinditya Putri (Biologi 2015), Putri Eky Pratiwi (Perikanan 2014), dan Surono Dwi Saputra (Pascasarjana Bioteknologi 2017). Program ini merupakan salah satu bentuk kerjasama antara Fakultas Biologi UGM dan Nagoya University yang telah berlangsung selama 4 tahun terakhir.
ISC di Sugashima MBL merupakan kursus singkat di musim panas yang rutin diadakan oleh Nagoya University, dengan target peserta mahasiswa S1 dan Pascasarjana yang tertarik di bidang Biologi Kelautan termutakhir. ISC tahun ini diikuti oleh 13 partisipan dari beberapa negara seperti Jepang, Vietnam, Singapura, India, dan Mongolia yang berasal dari program G30, kemudian dari Norwegia dan Perancis dari program NUPACE, serta seorang berkebangsaan Filipina yang merupakan mahasiswa doktoral dari Kyoto University dan seorang berkebangsaan Amerika Serikat yang sedang post-doctoral fellowship dari Stone Brook University.
Seluruh partisipan berkesempatan untuk melakukan eksplorasi zona intertidal di Pulau Sugashima guna mencuplik sampel invertebrata laut, kemudian mempelajari taksonomi dasar dari biota laut yang diperoleh dari hasil pencuplikan. Partisipan juga berkesempatan untuk mempelajari proses fertilisasi sekaligus mengamati perkembangan awal dari kelompok hewan Echinodermata dan Ascidians. Selain itu, dalam ISC 2018 ini, partisipan diperkenalkan dan mempraktikkan secara langsung analisis filogeni molekuler, teknik genome editing menggunakan TALEN, serta analisis proteomik termutakhir dalam Biologi Kelautan. Materi tersebut disampaikan oleh Professor dan Direktur Sugashima MBL, yaitu Prof. Hitoshi Sawada, didampingi oleh instruktur lainnya seperti Dr. Lauren Stefaniak, Dr. Maki Shirae-Kurabayashi, dan Dr. Yukinobu Isowa.
Melalui ISC 2018 ini, partisipan dapat meningkatkan kemampuannya dalam riset Biologi Kelautan, memperluas jaringan dan relasi di level internasional, serta berkesempatan untuk saling mengenal budaya dari berbagai negara. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mempererat hubungan dan kerjasama antara Fakultas Biologi UGM dan Nagoya University, serta memungkinkan terwujudnya kolaborasi riset di masa yang akan datang.

Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Genetika dan Pemuliaan, Fakultas Biologi UGM. Metode PCR-ISSR dan RAPD dengan 6 primer acak digunakan untuk mengevaluasi karakter molekular melon Tacapa. Dari hasil penelitian, dengan menggunaan metode ISSR didapatkan tingkat similaritas Tacapa Green Black dan Tacapa Silver sebesar 91,2 %, Tacapa Green Black dan Tacapa Gold sebesar 77,8 %, dan Tacapa Silver dengan Tacapa Gold sebesar 80%. Sedangkan menggunakan metode RAPD dapat diketahui tingkat similaritas Tacapa Green Black dan Tacapa Silver sebesar 93 %, Tacapa Green Black dan Tacapa Gold sebesar 90,5 %, dan Tacapa Silver dengan Tacapa Gold sebesar 92,9 %. Dari data tersebut menunjukkan bahwa melon kultivar Tacapa Gold, Tacapa Green Black dan Tacapa Silver memiliki variasi secara genetik. Selain itu diketahui pula bahwa metode ISSR lebih efektif untuk menganalisis variasi genetik melon Tacapa dibandingkan metode RAPD karena menghasilkan polimorfisme yang paling tinggi dan waktu amplifikasi yang lebih efisien.



dilaksanakan selama 5 hari yaitu dari Selasa 17 April hingga Sabtu 28 April 2018 di Taman Pintar Yogyakarta. Beberapa jenis spesimen yang dipamerkan yaitu terdiri dari spesimen basah dan kering, serta beberapa buku bacaan terkait dengan tema kelautan. Spesimen yang ditampilkan pada KSK Fair tersebut umumnya di koleksi saat melakukan sampling untuk penelitian mengenai keanekaragaman organisme laut. Spesimen organisme laut yang ditampilkan pada kegiatan tersebut meliputi Ganggang hijau (Chlorophyta), beberapa jenis moluska seperti gurita dan Chiton serta beberapa jenis Cangkang, anggota dari Echinodermata seperti landak laut (sea urchin) dan bintang laut (star fish), beberapa jenis ikan seperti taksidermi ikan buntal, beberapa jenis anggota Crustacea seperti kepiting dan masih banyak lagi.




