• UGM
  • Portal Simaster
  • IT Center
  • Webmail
  • KOBI
  • Bahasa Indonesia
    • English
  • Informasi Publik
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Biologi
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Visi, Misi & Tujuan
    • Organisasi
    • Staff
      • Tenaga Pendidik
      • Adjunt Professor
      • Tenaga Kependidikan
      • Kepakaran dan Topik Riset Dosen
    • Fasilitas
      • Animal House
      • Kebun Biologi
      • Konsultasi Kesehatan Mental
      • Laboratorium
      • Museum Biologi
      • Perpustakaan
    • Galeri
      • Gedung Fakultas
      • Museum Biologi
      • Penelitian
      • Gama Melon
  • Akademik
    • Program Sarjana
      • Visi, Misi, dan Tujuan
      • Matakuliah S1
      • Pendaftaran Skripsi
      • Pendaftaran Ujian Skripsi
      • Pendaftaran Yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Klaim MK Ekstrakurikuler
    • IUP
    • Program Profesi
      • Apa itu PKKH ?
      • Sejarah Pendirian Program Studi PKKH
      • Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran Program Studi PKKH
      • Kompetensi Lulusan Program Studi PKKH
      • Bahan Kajian dan Profil Lulusan Program Studi PKKH
      • Kurikulum Program Studi PKKH
      • Pendaftaran Mahasiswa Baru PKKH
      • Informasi dan FAQ Program Studi PKKH
    • Program Magister
      • Deskripsi Program Magister Biologi
      • Mata Kuliah S2
      • Struktur Kurikulum Program Magister
      • Info Pendaftaran
      • PENDAFTARAN UJIAN KOMPREHENSIF
      • Pendaftaran Ujian Tesis
      • pendaftaran yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Tracer Study
    • Program Doktor
      • Visi, Misi, Tujuan, & Sasaran Program Doktor Biologi
      • Kurikulum Program Doktor
      • Info Pendaftaran
      • Pendaftaran Ujian Komprehensif
    • Akreditasi dan Jaminan Mutu
  • PENELITIAN & PENGGABDIAN
    • Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology
    • Berkala Ilmiah Biology
    • Pengelolaan Sampah
  • Kerja Sama
  • Alumni
    • Berita Alumni
    • BCADC (Web Alumni)
    • Data Kabiogama Pascasarjana
    • Data Kabiogama Sarjana
  • Beranda
  • Kegiatan Mahasiswa
  • hal. 79
Arsip:

Kegiatan Mahasiswa

Hijaukan Digilib Cafe, Kelompok Studi Arsitektur Taman (KSAT) Adakan Survey Lokasi

Kegiatan MahasiswaTajuk Rabu, 21 Februari 2018

Digilib Caffe merupakan co-working space yang berlokasi di lantai 2 Gedung Perpustakaan Digital Fisipol UGM. Akhir Januari lalu (31/1), delapan anggota KSAT yang ditugaskan untuk “menghijaukan” Digilib Cafe melakukan survey lokasi. Survey ini merupakan langkah pertama yang dilakukan untuk mengumpulkan informasi dan data sebanyak-banyaknya mengenai Digilib Cafe. Kedatangan anggota KSAT untuk survey disambut hangat oleh barista Digilib Cafe.

Proyek ini terlahir dari obrolan antara Dekan Fisipol dan Dekan Biologi. Keinginan untuk menjadikan Digilib Cafe menjadi lebih hijau telah membuka peluang kerja sama antara Fisipol dan Fakultas Biologi.  Pak Budi (Dekan Biologi) mengambil kesempatan tersebut dan menawarkan sebuah proyek ke Kelompok Studi Arsitektur Taman (KSAT).

“Ini merupakan tantangan baru, ya. Biasanya kita bekerja di sebuah site/lahan, sekarang kita diminta bekerja di dalam ruangan. Meski begitu, alhamdulillah kita dapat dukungan luar biasa dari Pak Budi”, ujar Jundi (Ketua KSAT 2018).

Setelah melakukan survey lokasi, tim melakukan inventarisasi. Hasil inventarisasi dibuat dalam bentuk gambar. Tahap selanjutnya yang akan dilakukan tim adalah analisis konsep dan jenis tanaman yang akan digunakan, serta menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB). Hasil kerja tim akan dipresentasikan dan didiskusikan dengan Dekan Fisipol.

 
 
 
 
 
 

Menurut Nina (ketua tim), tanaman dalam pot yang ada terlihat kurang sehat dan tata letaknya masih kurang pas. “Nanti akan kita diskusikan lagi tanaman apa yang cocok dengan kondisi (ekologis) dalam Digilib Cafe”, ujar Nina.

Dengan berjalannya proyek ini, diharapkan Digilib Cafe menjadi co-working space yang jauh lebih nyaman.

 

Demokrasi dalam Balutan Kebhinekaan Biology Orchid Study Club

Kegiatan Mahasiswa Kamis, 21 Desember 2017

Musyawarah Anggota BiOSC adalah sebuah agenda tahunan yang diselenggarakan untuk meningkatkan rasa demokrasi antar anggota. Pada tahun 2017 ini, Biology Orchid Study Club (BiOSC) menyelenggarakan Musyawarah Anggota selama dua hari, yaitu pada Senin hingga Selasa, tanggal 4-5 Desember 2017 bertempat di Biodas Atas Timur.

Peserta yang hadir merupakan anggota dari Biology Orchid Study Club yang terdiri atas berbagai Angkatan Diksar. Acara diawali dengan pembukaan oleh MC dan dilanjutkan sambutan dari Ketua BiOSC periode 2017, Muhammad Fajar Sidiq serta Ketua Pelaksana kegiatan Musyawarah Anggota BiOSC 2017, Alfisyahrin Hafizh.

 

Tim presidium merupakan pimpinan tertinggi yang berhak mengatur rangkaian dan mekanisme musyawarah agar berjalan kondusif. Meskipun demikian, keputusan tertinggi tetap berdasarkan kesepakatan forum. Tim presidium sementara melaksanakan pembahasan mekanisme/tata tertib Musyawarah Anggota BiOSC 2017 setelah terpilih, lalu diangkat menjadi Tim Presidium Tetap.

Tim Presidium Tetap memiliki wewenang untuk memimpin musyawarah terkait pembahasan Anggaran Dasar serta pembahasan Anggaran Rumah Tangga dilakukan secara musyawarah, guna mencapai mufakat. Selama Musyawarah Anggota BiOSC 2017 ini berlangsung, peserta dapat memberikan usulan dan saran atas Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga yang tidak sesuai, agar dapat diamandemen. Keputusan atas usulan dan saran tercapa berdasarkan kesepakatan bersama forum. Pengkajian ulang serta peninjauan kembali turut dilakukan guna tercapainya kesepakatan akhir yang sah dan sesuai.

Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga yang telah disepakati dicetak dalam bentuk hard copy dan disahkan dengan penandatangan secara langsung oleh Ketua BiOSC, Ketua Presedium tetap, Wakil Ketua Presidium tetap serta Sekretaris Presidium tetap, dan disaksikan oleh Peserta Musyawarah Anggota BiOSC 2017.

Hari kedua Musyawarah Anggota BiOSC yang diadakan pada Selasa, 5 Desember 2017 diawali dengan pembukaan oleh MC. Pada saat pembukaan, MC menjabarkan terdapat dua sesi acara inti. Sesi pertama berupa Laporan Pertanggungjawaban oleh masing-masing pengurus harian BiOSC periode 2017 mengenai evaluasi pelaksanaan program kerja selama periode kepengurusan. Penyampaian Laporan Pertanggungjawaban diawali oleh Ketua BiOSC 2017, dilanjutkan oleh Koordinator Keorganisasian, Sekretaris, Bendahara dan dilanjutkan dengan Penyampaian Laporan Pertanggungjawaban oleh masing-masing Kepala Bidang BiOSC 2017. Setelah semua koodinator dan kepala bidang menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab terkait Laporan Pertanggungjawaban yang telah disampaikan.

Sesi kedua berupa musyawarah terkait indeks prestasi masing-masing pengurus harian dan pemilihan Ketua BiOSC periode 2018, diawali dengan sambutan oleh Ibu Endang Semiarti selaku dosen pembimbing Biology Orchid Study Club. Beliau menyampaikan bahwa organisasi tidak terlepas dari suksesi, siapapun yang menjadi ketua BiOSC selanjutnya, diharapkan dapat terus mengembangkan BiOSC ke arah lebih baik, agar dapat bermanfaat bagi Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada serta masyarakat sekitar.

Indeks Prestasi diberikan berdasarkan kualitas program kerja, kerjasama antar anggota dan banyaknya program kerja yang telah terlaksana. Setelah musyawarah mencapai mufakat, pengurus harian dipersilakan masuk kembali ke ruangan Musyang dan dilakukan pembacaan indeks prestasi masing-masing pengurus.

 

Acara selanjutnya adalah pemilihan ketua BiOSC periode 2018, Himawan Masyhuri dan Fauzana Putri. Kedua calon dipersilahkan untuk menyampaikan visi dan misi dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dipimpin oleh Octaviana Herawati selaku Koordinator Dewan Senior. Setelah itu, kedua calon ditempatkan di ruangan yang berbeda dan musyawarah penentuan ketua BiOSC periode 2018 dimulai. Peserta musyawarah mulai berunding dan menyampaikan pendapat masing-masing mengenai para calon. Mufakat tercapai dengan hasil ketua BiOSC periode 2018 adalah Himawan Masyhuri. Kedua calon kemudian dipersilakan masuk kembali. Acara dilanjutkan dengan serah terima jabatan yang disimbolisasikan oleh penyerahan panji BiOSC dari ketua BiOSC periode 2017 kepada ketua BiOSC periode 2018, serta penandatanganan komitmen kerja. Selanjutnya, Dewan Senior BiOSC 2017 berunding untuk memilih koordinator periode selanjutnya, dengan hasil Fajar Pangestu Jati sebagai koordinator Dewan Senior periode 2018. Acara diakhiri oleh MC dan dilanjutkan sesi foto bersama peserta dan panitia Musyawarah Anggota BiOSC 2017.

Forum Diskusi Ilmiah BEM Fakultas Biologi

Kegiatan Mahasiswa Rabu, 6 Desember 2017

Forum Diskusi Ilmiah (FDI) kembali diadakan oleh BEM Fakultas Biologi pada Rabu (29/11) lalu. Bertempat di ruang Biodas Atas Timur, FDI kali ini mengusung tema “Pengalaman Hidup dapat Mengubah Ekspresi DNA”. Pembicara yang diundang dalam FDI ini adalah Indra Lesmana, M.Sc. dosen dari Laboratorium Genetika dan Pemuliaan , Fakultas Biologi UGM.

Diskusi diawali dengan materi yang disampaikan oleh Mas Indra tentang berita yang menyatakan pengalaman hidup dapat mengubah DNA. Mas Indra meyampaikan agar kita tidak mudah terpengaruh dengan berita sekarang dan harus kritis serta memverifikasi dengan apa yang diberitakan. Mas Indra kemudian menunjukkan jurnal yang terkait dengan perubahan ekspresi DNA yang berkaitan dengan pengalaman hidup. Didalam jurnal yang ditulis oleh Thomas W. Mcdade berjudul Social and physical environments early in development predict DNA methylation of inflammatory genes in young adulthood yang dipublikasikan pada Journal PNAS edisi juli 2017. Publikasi tersebut memuat hasil penelitian Cebu Longitudinal Health and Nutrition Survey (CLHNS) yang dimulai sejak tahun 1983, yang mengamati perbedaan tumbuh kembang 494 anak yang ditinjau dari sosioeconomics status, parental absence, microbial exposures, animal feces, season of birth, dan breastfeeding duration. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada parameter yang diamati tersebut berhubungan dengan metilasi DNA pada gen-gen yang meregulasi inflamasi diataranya CD1D, KLRG1 dan NLRP12. Seperti telah diketahui bahwa inflamasi merupakan respon imun tubuh terhadap iritasi dan infeksi.  Metilasi DNA merupakan salah satu jenis modifikasi yang mempengaruhi ekpresi gen pada kajian epigenetika.

Pembahasan diskusi dilanjutkan dengan membahas epigenetika. Epigenetika ialah kajian tentang perubahan fenotipe atau ekspresi gen yang bukan disebabkan oleh perubahan susunan nukleotida. Dalam epigenetika, perubahan yang terjadi ialah pada modifikasi struktur DNA/ kromosom sehingga mempengaruhi dari regulasi on/off pada proses transkripsi dan translasi. Materi yang diwariskan pada epigenetika adalah modifikasi struktur DNA/kromosom sedangkan pada kajian genetika berupa susunan nukleutida. Modifikasi tersebut dapat berubah pada generasi yang sama ataupun pada generasi selanjutnya sehingga menimbulkan variasi dalam fenotipe yang dibentuk.

Acara kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab peserta FDI dengan mas Indra. Antusiasme para peseta sangat tinggi saat sesi tanya tanya jawab berlangsung. Hingga acara telah ditupup oleh MC, masih banyak peserta yang melanjutkan diskusi dengan mas Indra. Peserta yang hadir tidak hanya dari fakultas biologi ugm, tetapi dari berbagai fakultas di ugm, seperti pertanian dan kedokteran. Dengan adanya FDI ini diharapkan mahasiswa ugm khususnya mahasiswa fakultas biologi dapat berfikir kritis dan dapat membuka wawasan baru untuk membuat suatu riset atau penelitian yang baru dan memiliki dampak besar dan bermanfaat dalam bidang sains.

KIP#8: Kemuliaan Al-Qur’an dan Para Penghapalnya

Kegiatan Mahasiswa Kamis, 30 November 2017

Petunjuk bagi manusia didunia maupun diakhirat adalah Al-Qur’an. Manfaatkanlah waktu kita sebaik mungkin untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat, walapun sekecil apapun. Keutamaan untuk menghapal Al-Quran adalah suatu kebutuhan bagi manusia. Sebagai manusia kita harus merasa butuh terhadap Al-Quran, setelah kita memahami Al-Qur’an maka sebaiknya kita menghapalkannya. Salah satu manfaat menghapal Al-Quran adalah kita dapat lebih memahami esensi dari berbagai hal yang ada didunia ini, supaya kita lebih mudah untuk men-tadaburinya. Menghapal Al- Quran adalah salah satu cara kita untuk menjemput kemuliaan yang dijanjikan oleh Allah.

Adab dalam menghapalkan Al-Quran harus meluruskan niat terlebih dahulu dan senantiasa memuliakan Al-Quran serta berpakaian yang rapi. Saat ingin berinteraksi dengan Al-Quran, kita harus benar-benar membersihkan bathin kita agar menghapal atau mempelajari Al-Quran tidak hanya menjadi sekedar rutinitas saja, namun harus meluruskan niat agar mendapatkan keutamaan dan keberkahan Al-Quran. Sejauh mana kita beradab terhadap Al-Quran makan sejauh itu pula Al-Quran akan beradab terhadap kita. Sebesar apa kita mengutamakan Al-Quran makan sebesar itulah Al-Quran memuliakan kita pula. Al-Quran akan menjaga kita bila kita dapat menjaga hubungan antara kita dan Al-Quran dengan baik.

Memulai untuk menghapal Al-Quran dapat dilakukan dengan meluangkan waktu kita untuk berinteraksi dengan Al-Quran sesibuk apapun kita. Menghapal Al-Quran adalah sebuah proses, bukan sesuatu yang dapat dilakukan dengan instant. Allah menitipkan Al-Quran kepada hamba, maka Allah bisa saja mengambil Al-Quran tersebut dari hambanya bila hambanya tersebut lalai dan tidak mengutamakan Al-Quran. Kita harus belajar untuk mengikatkan diri  dan hati kita dengan Al-Quran, agar Al-Quran senantiasa melekat pada diri kita. Biasakan diri dengan Al-Quran dan luangkan waktu setiap hari walaupun sesingkat apapun untuk berinteraksi dan menghapalkan Al-Quran. Sediakan 3 pembagian waktu untuk  agar dapat membiasakan diri dengan Al-Quran yaitu waktu untuk membaca Al-Quran, menghapal Al-Quran dan muroja’ah Al-Quran setiap harinya. Hal ini akan memudahkan kita dalam menghapalkan Al-Quran.

Seminar Terbuka Biosc: Hasil Penelitian Diklat Lanjut dan Diklat Pemantapan 2017

Kegiatan Mahasiswa Senin, 27 November 2017

Hari Minggu, 26 November 2017, Biology Orchid Study Club (BiOSC) mengadakan Seminar Terbuka BiOSC yang bertempat di ruang 5 Gedung A Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada. Seminar ini merupakan ajang presentasi hasil penelitian para anggota Diklat Lanjut dan Diklat Pemantapan yang telah diadakan 1 tahun terakhir. Kegiatan ini diikuti oleh 55 orang peserta yang berasal dari Angkatan Diksar (AD) 7 hingga AD 12 BiOSC, dan dimulai dari pukul 10 pagi hingga pukul 2 siang.

Diklat Lanjut (DIKJUT) adalah alur kaderisasi untuk meningkatkan jenjang anggota muda menjadi anggota divisi, rangkaiannya meliputi diklat ruang, evaluasi tertulis dan diklat lapangan yang berisi kegiatan eksplorasi. Sementara, Diklat Pemantapan (DIKTAP) adalah alur untuk meningkatkan jenjang anggota ke tingkatan keilmuan tertinggi di BiOSC, yaitu Dewan Senior. Untuk menjadi Dewan Senior, tiap peserta Diktap harus melaksanakan satu penelitian yang berkaitan dengan anggrek, lalu disusun dalam bentuk laporan dan dipresentasikan. Setelah melalui evaluasi oleh para Dewan Senior dalam presentasi tertutup, kali ini baik hasil penelitian DIKJUT dan DIKTAP dipresentasikan secara terbuka di depan seluruh peserta seminar.

Kegiatan ini selain bertujuan untuk menunjukkan hasil penelitian peserta DIKJUT dan DIKTAP, juga sekaligus sebagai pemantik minat penelitian di bidang keanggrekan untuk peserta seminar yang sebagian besar didominasi oleh AD 11 (angkatan 2016) dan AD 12 (angkatan 2017). “Penelitian di bidang anggrek sangat luas cakupannya, dari keanekaragaman, fisiologi, anatomi, biokimia, dan lain-lain. Harapannya seminar ini dapat memberikan inspirasi tentang penelitian apa saja yang bisa dilakukan yang berkaitan dengan anggrek, sekaligus menjadi motivasi bagi kita untuk semangat meneliti anggrek.” ucap Dzikrina Nurunisa, Koordinator Keilmuan BiOSC 2017 dalam sambutannya di awal acara.

Presentasi pertama dilakukan oleh peserta DIKJUT 2017, yang mempresentasikan tentang keanekaragaman anggrek di lokasi sekitar tempat wisata Watu Jaran, Sabrang Kidul, Kulonprogo. Dari hasil eksplorasi yang telah dilakukan, ditemukan sebanyak 14 spesies anggrek. Anggrek yang paling melimpah atau paling banyak ditemukan yaitu Eria retusa.

Presentasi dilanjutkan dengan tujuh peserta DIKTAP 2017 yang membawakan hasil penelitian anggrek melalui berbagai pendekatan bidang ilmu, yaitu biokimia, kultur jaringan tumbuhan, sistematika, keanekaragaman, dan anatomi. Di bidang biokimia ada Febri Yuda Kurniawan: “Perbandingan kadar klorofil dan karotenoid pada Dendrobium crumenatum Swartz, Eria retusa (Blume) Rchb.f. dan Vanilla planifolia Andrews yang ditumbuhkan di dataran rendah Bantul” dan Nindy Senissia Asri : “Pengukuran kadar flavonoid dan uji daya hambat pertumbuhan Streptococcus mutans dari ekstrak etanol daun anggrek Vanilla planifolia Jacks Ex. Andrews.” Di bidang kultur jaringan ada Zulfa Layina: “Uji efektivitas variasi konsentrasi hidrolisat kasein terhadap perkembangan biji Dendrobium capra”. Di bidang sistematika ada Himawan Masyhuri: “Analisis filogenetik anggota Dendrobium Swartz berdasarkan sekuen MatK DNA” dan Ahmad Suyoko: “Analisis filogenetik 6 anggrek spesies anggota genus Phalaenopsis Blume”. Di bidang keanekaragaman ada Fauzana Putri: “Keanekaragaman dan kemelimpahan anggrek di Gunung Dawa, Sabrang Kidul, Pegunungan Menoreh, Kulonprogo DIY”, sedangkan di bidang anatomi ada Arianda Poetri Shofia Rochman: “Profil anatomi daun dan akar Phalaenopsis hibrida pada berbagai tahap pertumbuhan.”

Kegiatan ditutup dengan upacara pelantikan anggota Dewan Senior 2017. Ketujuh peserta DIKTAP 2017 dinyatakan resmi lulus menjadi Dewan Senior. Tiga peserta DIKTAP dengan perolehan nilai tertinggi yaitu Nindy Senissia Asri, Febri Yuda Kurniawan dan Arianda Poetri Shofia Rochman. Terakhir, dilakukan penutupan dan foto bersama.

Menurut Asyroful Muna selaku ketua panitia, acara ini bisa dibilang sukses. “Alhamdulillah berjalan lancar, tidak monoton karena ada komunikasi dua arah, materinya menarik, menambah wawasan untuk angkatan muda karena beberapa materi yang baru, belum pernah diajarkan sebelumnya.” Ungkapan ini didukung oleh Koordinator Dewan Senior, Oktaviana Herawati, “Seminarnya bagus, kondusif, interaktif, informatif. Seminar ini memberikan gambaran kepada anggota BiOSC terutama angkatan muda tentang penelitian yang dapat dilakukan dengan anggrek. Dengan adanya seminar ini, diharapkan mampu memupuk semangat anggota BiOSC untuk melakukan penelitian dalam bidang anggrek dan memajukan BiOSC.”

Diksar KOPMA BIOGAMMA 2017

Kegiatan Mahasiswa Senin, 27 November 2017

Hari Sabtu, 18 November lalu telah dilaksanakan Pendidikan dan Pelatihan Dasar untuk calon anggota KOPMA BIOGAMMA 2017 di Ruang Biodas Atas Timur. Acara ini diawali dengan sambutan dari ketua panitia Penerimaan Anggota Baru KOPMA BIOGAMMA 2107 Ria Oktafianti, dilanjutkan dengan sambutan dari CEO KOPMA BIOGAMMA Achmad Baihaqi. Materi pertama dalam Diksar ini disampaikan oleh Ahmad dari perwakilan Koperasi Pemuda Indonesia (Kopindo), beliau menerangkan untuk menyukseskan suatu koperasi diperlukan pemahaman mengenai tiga hal yaitu membeli bersama, menjual bersama, dan bekerja bersama, jika sudah bisa menerapkan ketiga prinsip tersebut dalam menjalankan koperasi yang dibangun maka akan tercapai koperasi yang sukses. Materi yang kedua disampaikan oleh Rizki dan Albert dari perwakilan Forum Komunikasi Koperasi Mahasiswa (FKKMI) Wilayah V Yogyakarta yang memperkenalkan FKKMI sebagai wadah komunikasi antar seluruh koperasi mahasiswa di Indonesia, anggota-anggota FKKMI serta tugas-tugas dan program kerjanya. Materi yang terakhir atau yang ketiga disampaikan oleh perwakilan Himpunan Koperasi Mahasiswa Yogyakarta (HKMY), dengan lingkup yang lebih sempit daripada FKKMI menjelaskan tentang anggota-anggota HKMY, struktur kepengurusan dari HKMY, serta perbedaan peran HKMY dengan FKKMI dalam memajukan koperasi mahasiswa yang menjadi anggotanya. Antusiasme peserta cukup baik pada sesi tanya jawab dan review setiap selesai pematerian.

Acara terakhir sebelum penutupan, dan merupakan acara yang ditunggu-tunggu oleh calon anggota yaitu pengukuhan anggota KOPMA BIOGAMMA 2017 dilaksanakan atas arahan CEO KOPMA BIOGAMMA 2017 dengan pembacaan janji setia terhadap KOPMA BIOGAMMA dan pemakaian PDH KOPMA BIOGAMMA oleh anggota KOPMA BIOGAMMA G11 dan G12 kepada angkatan baru G13. Harapan dari CEO KOPMA BIOGAMMA kepada anggota baru KOPMA BIOGAMMA 2017 atau G13 adalah agar senantiasa menjalankan amanah yang diterima nantinya dengan baik, selalu setia dan menjalin keakraban dengan anggota KOPMA BIOGAMMA lainnya. Acara pendidikan dan pelatihan dasar ini kemudian diakhiri dengan doa dan salam penutup oleh pembawa acara. Berikut ini beberapa hasil dokumentasi selama kegiatan Diksar KOPMA BIOGAMMA 2017 berlangsung.

KIP#7: Teladan Sepanjang Masa

Kegiatan Mahasiswa Jumat, 24 November 2017

Sebagai seorang muslim, maka seharusnya mampu menjadi seseorang yang memiliki akhlak yang baik. Karena tidak cukup hanya perintah saja, maka Allah menurunkan kepada umat manusia seorang nabi dan rasul untuk menjadi contoh atau teladan yang baik. Kajian Islam Pekanan kali ini berjudul “Teladan Sepanjang Masa” dan disampaikan oleh Ustadz Rizki Amipon Dasa. KIP diikuti oleh mahasiswa Fakultas Biologi UGM yang dimulai pukul 16.00-17.30  WIB di Ruang Biodas Atas Timur Fakultas Biologi UGM.

Allah telah memberikan petunjuk hidup melalui utusan istimewa untuk menyampaikan wahyu-Nya. Seorang muslim harus memercayai dan meyakini bahwa Allah tealh mengutus manusia terbaik. Allah menurunkan Nabi dan  Rasul. Perbedaan dari keduanya yang paling utama adalah, Nabi hanya menyampaikan syariat yang dibawa oleh Rasul sebelumnya, sedangkan Rasul adalah orang yang membawa syariat baru. Meskipun demikian, semua syariat yang dibawa oleh Rasul sama yaitu ajaran tauhid sedangkan perbedaannya hanya terdapat pada tatacara beribadah.

Allah telah mengutus Rasul kepada suatu umat untuk mengesakan dan menyembah Allah SWT. Oleh karena itu, tujuan utama dan misi utama Nabi dan Rasul adalah untuk menegakkan tauhid serta memerangi kesyirikan. Rasulullah SAW adalah seorang manusia biasa seperti manusia yang lainnya. Dalam perjalanan dakwahnya, beliau mengalami berbagai macam ujian dan cobaan hingga beliau sempat bersedih. Oleh karena itu, Allah menurunkan ayat untuk menghibur Rasulullah. Allah berfirman bahwa sebelum Rasulullah SAW sudah ada Nabi dan Rasul terdahulu dan mengalami kesulitan yang sama seperti Rasulullah. Allah berbuat demikian untuk meneguhkan hati Rasulullah. Selain itu Allah mengatakan bahwa Allah mengakui Nabi Muhammad sebagai Rasulullah untuk menghibur hatinya. Selain itu, Allah menegaskan bahwa Rasulullah alah penutup para Nabi dan Rasul. Hal tersebut menjadi keistimewaan bagi Rasullulah SAW.

Keistimewaan yang lain adalah, Rasulullah SAW diutus oleh Allah untuk semua kaum atau untuk seluruh umat manusia. Rasul dan Nabi terdahulu, diutus Allah hanya untuk satu kaum saja. Nabi Muhammad SAW, diperintahkan oleh Allah untuk membawa kabar gembira dan peringatan bagi seluruh umat manusia. Syariat yang berlaku hanyalah syariat yang beliau bawa. Yang menjadi hal terpenting adalah Allah menurunkan Nabi Muhammad SAW  kepada seluruh manusia di bumi, sebagai bukti dan tanda cinta Allah kepada hamba-Nya, karena petunjuk yang beliau bawa adalah petunjuk yang paling sempurna.

Sebagai umat islam, tentu harus memahami dua kalimat syahadat. Kalimat yang kedua mengharuskan kita untuk mengimani dengan sepenuh hati, dengan perkataan dan dengan amal perbuatan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah seorang hamba yang diutus oleh Allah untuk manusia. Karena beliau hanyalah seorang hamba, maka manusia tidak boleh menyembahnya namun, tidak boleh mendustakannya. Dalam hal ini, umat muslim harus memahami bahwa:

  1. Harus mengakui Rasulullah SAW hanyalah manusia biasa
  2. Mengimani Rasulullah sebagai utusan Allah
  3. Tidak boleh didustakan. Kabar-kabar yang beliau bawa, harus diimani
  4. Meninggalkan semua hal yang Rasulullah larang
  5. Mengamalkan ajarannya
  6. Meninggalkan ibadah yang tidak dicontohkan oleh beliau
  7. Mengedepandan sabda Nabi Muhammad SAW dibandingkan dengan yang lain

Selain sebagai utusan-Nya, Allah menurunkan beliau agar menjadi contoh bagi semua kaum. Terdapat teladan yang baik pada diri Rasulullah SAW. Beberapa hal yang perlu kita contoh dari beliau adalah beliau sangat menjaga akidahnya. Rasulullah SAW selalu berhati-hati dalam bersikap dan berbicara sehingga mampu menjauhi kesyirikan. Beliau selalu mengutamakan Allah dibandingkan dengan dirinya sendiri, Meskipun banyak yang membenci Rasulullah SAW, namun beliau selalu santun dan bersikap lemah lembut kepada siapapun bahkan kepada orang-orang yang memusuhi beliau. Beliau tidak pernah berbuat kasar kepada siapapun. Itulah mengapa, banyak umat terdahulu yang menjadikan diri mereka sebagai umat muslim karena perilaku Rasulullah SAW mencerminkan bagaimana indahnya islam. Meskipun gelarnya sebagai Rasul, beliau selalu mandiri. Beliau akan mengerjakan apapun yang beliau bias lakukan, seorang diri. Rasulullah SAW semasa hidupnya membantu istrinya memasak, mencuci baju, bahkan beliau menjait sendiri pakaiannya yang sobek. Sifat lain yang harus kita teladani adalah beliau bersikap zuhud kepada dunia. Meskipun beliau adalah manusia yang paling tinggi derajadnya, tidak lantas menjadikannya manusia yang bermewah-mewah. Beliau adalah orang yang sederhana dan tidak berlebihan. Meskipun Rasulullah memiliki derajad yang tinggi, namun beliau selalu menjadi orang pertama yang mengucapkan salam kepada sesame manusia. Tidak peduli siapapun yang beliau temui, dengan lemah lembut beliau akan mengucapkan salam kepadanya.

Sebelum berkhirnya acara KIP, Ustadz Rizki menyampaikan bahwa sebagai umat muslim, kita harus selalu memegang teguh agama yang Rasulullah bawa. Ustadz berkata

“Sesungguhnya agama memperkokoh setiap ilmu yang dimiliki oleh manusia.”

Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa dalam berdakwah, kita tidak boleh menyerah, bahkan kita dianjurkan tidak menantikan apakah dakwah kita berhasil atau tidak, karena bias jadi setelah kita dipanggil oleh Allah, Allah menurunkan hidayah kepada orang-orang yang dulu kita dakwahi. Pada saat zaman Rasulullah SAW, banyak yang masuk kedalam islam ketika beliau sudah tidak ada lagi di dunia ini.

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap rahmat Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut nama Allah.” (Q.S. Al-Ahzab : 21)

Wallahu’alam bissawaf

Upgrading Budidaya Anggrek

Kegiatan Mahasiswa Senin, 20 November 2017

Tumbuh, Berkembang, Lestari !. Tahun ini Biologi Orchid Study Club (BiOSC) mengadakan Upgrading yang ditujukan kepada Angkatan Diksar (AD) XI.  Tema yang diangkat berupa Budidaya Anggrek yang diharapkan nantinya AD XI BiOSC dapat meningkatkan pengetahuan dalam budidaya anggrek dan meningkatkan pengetahuan serta skill Laboratorium.

Kegiatan ini berlangsung pada hari Sabtu, 11 dan 18 November 2017. Berlangsung di Green House dan Laborataorium Bioteknologi Fakultas Biologi UGM dan dihadiri sebanyak 21 peserta AD XI.

Pada hari Sabtu, 11 November 2017 dilakukan kegiatan di Green House Fakultas Biologi UGM. Kegiatan ini dibuka dengan sambutan dari Dosen Pembimbing BiOSC Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc. “ Upgrading ini diharapkan menjadi langkah awal BiOSC untuk dapat mengembangkan anggrek-anggrek di Indonesia dan dapat melatih anggota BiOSC menjadi lebih terampil dan tangkas dalam budidaya anggrek”, harap Endang.

Kegiatan ini terdiri dari tiga pos yaitu pos Aklimatisasi, pos Perbanyakan Anggrek dan pos Perawatan Anggrek. Pos Aklimatisasi diajarkan cara memindahkan anggrek yang dibotol dan menanamnya dalam pot dengan medium arang dan pakis agar pertumbuhan anggrek dapat optimal “Aklimatisasi merupakan salah satu proses adaptasi adaptasi anggrek dari kondisi invitro ke eksvitro dan metodenya berupa compotting”, ujar Febri.

Pos Perbanyakan Anggrek diajarkan stek, split dan keiki. Stek merupakan membagi menjadi dua bagian batang anggrek yang memiliki tinggi minimal dua meter, split merupakan membagi beberapa rumpun anggrek dan keiki merupakan menumbuhkan individu anggrek baru dari tunas yang muncul dari ruas-ruas batang. “Anggrek tipe pertumbuhan sympodial diperbanyak dengan metode split dan anggrek tipe pertumbuhan monopodial diperbanyak dengan metode stek”, ujar Nindy.

Pos Perawatan Anggrek diajarkan tentang pemeliharaan, penyiraman, pemupukan serta pengenalan dan penanganan hama dan penyakit dari Anggrek. “Kita harus mengenal karakter anggrek yang dipelihara supaya mengetahui penyiraman, pemupukan dan hama dan penyakit yang bakal terdapat pada anggrek yang dimiliki”, ujar Fajar.

Pada hari Sabtu, 18 November 2017 dilakukan kegiatan di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Biologi UGM. Kegiatan ini terdiri dari dua pos yaitu pos Overplanting dan pos Pembuatan Medium. Pos Overplanting diajarkan cara memindahkan anggrek botol yang kondisi rumpunnya sudah penuh ke botol baru yang telah berisi medium VW (Vaccin and Went) dengan kondisi steril. “Selain diajarkan cara prosesnya juga diajarkan teknik aseptisnya untuk mengurangi terjadinya kontaminasi”, ujar Dzikrina.

Pos Pembuatan Medium diajarkan cara pembuatan media menggunakan medium VW dengan komposisi normal yang dituang ke dalam botol saos dan dilakukan sterilisasi menggunakan Autoklaf. “Pembuatan media diawali menyiapkan bahan berupa makronutrien, mikronutrien dan stok besi yang ditambahkan gula dan akuades secukupnya dan dilakukan pengukuran pH 5-6”, ujar Eka.

Kegiatan ini didanai dari program Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Implementasi Education For Sustainable Development (ESD) Dalam Masyarakat yang diketuai oleh Dr.Endang Semiarti, M.S., M.Sc.

Setelah semua kegiatan dilalui, acara secara resmi ditutup oleh Ketua BiOSC Muhammad Fajar Sidik pada tanggal 18 November 2017. “Kegiatan yang telah dilakukan dapat berlangsung secara berkelanjutan sehingga BiOSC dapat menghasilkan produk unggulan anggrek yang berdaya saing dan menjadi identitas diri di Fakultas Biologi UGM”, harap Sidik.

KIP#6: Sudahkah Khusyuk Sholatku?

Kegiatan Mahasiswa Kamis, 16 November 2017

Sholat merupakan rukun islam yang ke-2 setelah mengucapkan dua kalimat syahadat. Allah menebutkan bahwa lewat sholat, seorang muslim dapat dipermudah urusannya dan dijauhkan dari perbuatan munkar. Kajian Islam Pekanan yang dilaksanakan pada Kamis, 9 November 2017 berjudul “Sudahkah  Khusyuk  Sholatku?”. KIP kali ini disampaikans oleh Ustadz Sulhan. Pada pukul 16.00, mahasiswa Fakultas Biologi sudah memasuki ruang Biodas Atas Barat dan siap mengikuti kajian.

Di awal kajian, Ustadz Sulhan menyampaikan bahwa sholat merupakan bentuk ibadah yang langsung kepada Allah. Oleh karena itu, sholat disebut sebagai ibadah maghdhah. Ibadah maghdah merupakan ibadah yang haram dilakukan apabila tidak sesuai dengan dalil yang ada. Oleh karena itu, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam sholat yaitu:

  1. Kondisi sebelum sholat.

Apakah sudah suci? Karena tidak sah sholat seseorang apabila ketika melaksanakannya dalam kondisi yang tidak suci. Terdapat dua hal penting yang harus diperhatikan dalam kesucian sebelum sholat yaitu kesucian hati dan kesucian jasmani. Kesucian hati meliputi akidah. Selain itu, kesucian hati sangat ditentukan dengan niat. Ketika melaksanakan sholat, harus diawali dengan ikhlas. Kesucian jasmani meliputi kesucian tubuh dari hadast besar dan kecil, kesucian pakaian dan norma dalam berpakaian ketika sholat sepeti harus menutup aurat, dan kesucian tempat sholat yang berarti dalam pelaksanaan sholat, tidak dipebolehkan disembarang tempat. Tempat yang digunakan untuk sholat, harus tempat yang suci dari najis.

       2. Wudhu

Poin ini berkaitan dengan kesucian tubuh. Wudhu merupakan hal yang selalu dilakukan sebelum sholat untuk mensucikan diri. Dalam berwudhu, rukun-rukunnya perlu diperhatikan. Cara seseorang dalam melakukan wudhu, akan menentukan bagaimana orang itu sholat. Ketika dalam wudhu tergesa-gesa, maka ketika sholat akan tergesa-gesa pula. Ketika dalam sholat tergesa-gesa, maka tidak akan mendapat kekhusyukan dan kesempurnaan sholat. Oleh karena itu, wudhupun perlu disempurnakan dalam pelaksanaannya. Ketika tersedia air yang cukup melimpah, maka dalam berwudhu tetap harus menghemat penggunaan air. Air digunakan secukupnya saja. Akan tetapi, ketika air yang tersedia hanya sedikit, maka diperbolehkan untuk melakukan tayamum. Allah berfirman dalam Q.S. Al-Maidah : 6 yang artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan sholat, maka basuhlah wajah dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu, dan (basuh) kedua kakimu sampai ke mata kaki. Jika kamu junub maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air, dan menyentuh perempuan (saat laki-laki menyentuh perempuan non mahrom dan saat perempuan menyentuh laki-laki non mahrom), maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajah dan tanganmu dengan debu itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.”

  1. Tuma’ninah.

Ketika sholat, setiap gerakan sholat harus dilakukan secara tuma’ninah atau dilakukan secara sempurna. Maksudnya adalah, gerakan sholat dilakukan dengan tidak tergesa-gesa dan bacaan sholat tidak diucapkan secara terburu-buru. Setiap gerakan sholat harus dipenuhi haknya. “Rukuklah kamu sampai benar-benar rukuk dan sujudlah kamu sampai benar-benar sujud”. Seseorang dapat dikatakan sebagai pencuri gerakan sholat apabila dalam sholat, gerakan yang dilakukannya tidak secara tuma’ninah. Ketika gerakan sholat tidak disempurnakan, maka seseorang tidak akan memperoleh kekhusyukan dalam sholat.

  1. Mengenal dan mamahami bacaan sholat (Ma’rifat)

Untuk meraih kekhusyukan, sangat penting bagi seorang muslim untuk memahami makna bacaan sholat. Ketika memahami bacaan sholat, maka seorang muslim akan merasakan interaksi antara dirinya dan Allah. Ketika hanya Allah yang dituju ketika sholat, maka Allah akan memberikan kekhusyukan di hatinya. Hal ini dapat kita pelajari dari kisah sahabat Rasulullah SAW yaitu Umar Bin Khattab r.a. yang ketika sholat, panah yang menancap dipunggungnya dicabut, tetapi beliau tidak mereasakan sakit sama sekali

Ibadah merupakan perpaduan ekspresi ketaatan dan kecintaan seorang muslim kepada Allah. Seorang muslim harusnya tidak pernah meremehkan sholat. Allah berfirman dalam Q.S. Al-Maun : 4-5 yang artinya:

“Maka celakalah orang-orang yang sholat. (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap sholatnya.”

Lalai di sini bermakna tidak menghargai dan melalaikan pelaksanaan dan waktu-waktu sholat. sikap lalai terhadap sholat ditunjukkan pula dengan kualitas sholat. Ketika melaksanakan sholat tergesa-gesa itu juga bentuk melalaikan sholat. Ketika sholat tergesa-gesa, maka bacaan dan gerakan tidak akan terpenuhi secara sempurna sehingga berdampak kepada tidak khusyuknya sholat.

Ustadz Sulhan menyampaikan bahwa kekhusyukan sholat dapat dicapai dengan memenuhi keempat poin yang telah disebutkan sebelumnya. Ketika dalam sholat dapat merai kekhusyukan, makan berdampak baik dalam dimensi social yaitu seseorang yang khusyuk, dijaga oleh Allah untuk tidak melakukan kemungkaran. Selain itu, keimanan seseorag yang khusyuk akan ditambah oleh Allah. Ketika memiliki hati yang khusyuk, maka Allah limpakan kenikmatan ketenangan dalam hatinya dan ketenangan dalam menghadapi urusan dunia.

Wallahu’alambissawaf

KIP #5: Perjalanan Setelah Mati

Kegiatan Mahasiswa Kamis, 9 November 2017

“Setiap yang bernyawa pasti akan mati.” Itulah firman Allah di dalam Q.S. Al-Ambiyaa : 35.Ketika berbicara tentang kematian, maka sudahkah mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian? Setelah kematian, apakah aka nada perjalanan lain yang akan dialami? Kajian Islam Pekanan kali ini mengangkat judul Perjalanan Setelah Mati yang dibahas bersama Ustadz Baihaqi. KIP telah dilaksanakan dengan lancar pada hari Kamis, 2 November 2017 di Ruang Kuliah V Fakultas Biologi UGM. KIP dimulai pada pukul 16.00 sampai dengan 17.30 yang diikuti oleh mahasiswa biologi angkatan 2017.

Ustadz Baihaqi membuka kajian dengan sebuah petanyanyaan,

“Mengapa ada kematian dan perjalanan setelah kematian?”. Ustadz Baihaqi menjelaskan bahwa kematian itu pasti terjadi. Kematian merupakan salah satu cara untuk menunjukkan mengenai aturan Allah yang telah ditetapkan. Hal ini telah Allah tunjukkan kepada Raja Fir’aun. Raja Fir’aun adalah salah satu contoh orang yang sombong dan berani menantang Allah. Dia menyatakan bahwa dirinya tidak akan mati, bahkan mengaku dirinya adalah Tuhan. Maka Allah timpakan azab kepada Fir’aun dan memberikan hadiah padanya berupa kematian. Dengan izin Allah, jasadnya masih utuh hingga saat ini untuk menjadi pelajaran bagi orang-orang yang berpikir. Dengan kisah inilah, Allah menunjukkan bahwa Dialah Sang Mahapengatur dan Mahapenguasa untuk seluruh jagad semesta. Apabila telah datang ajal seseorang, maka ia tidak akan bisa menunda atau mempercepat kematian tersebut. Allah telah berfirman dalam Q.S. Al-A’raf : 34  yang berbunyi

“ Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun.”

Dalam membahas kematian, jika tidak memahami bahwa kematian adalah ketetapan dari Allah, maka hanya akan didengarkan dan dilupakan begitu saja. Maka penting bagi setiap umat islam untuk memperkuat akidah sehingga perihal kematian adalah suatu ketentuan Allah yang wajib diimani. Selain itu, apabila tidak atau belum memahami bahwa kematian adalah hak Allah, maka akan sulit untuk menerima bahwa ada perjalanan setelah kematian karena belum dapat dibuktikan secara ilmiah. Kematian adalah sesuatu yang tidak dapat dikendalikan oleh siapapun. Sama seperti terjadinya siang dan malam yang tidak seorang pun mampu mengendalikannya. Meskipun tubuh manusia telah diamanahkan untuk menusia itu sendiri, akan tetapi seluruh tubuhnya, terutama jantung yang berdetak didalam tubuh mereka adalah milik Allah. Ketika jantung diminta Allah untuk berhenti berdetak, maka akan berhenti berdetak. Manusia harus mengalami kematian untuk memenuhi aturan Allah.

Ketika telah mengalami kematian, maka manusia akan mengalami perjalanan untuk menuju tempat yang abadi. Ketika manusia meninggal sebelum hari kiamat, maka ia akan berada di alam kubur atau alam barzakh. Alam barzakh atau yaumul barzakh adalah waktu ketika manusia meninggal hingga dibangkitkan pada saat hari kiamat. Orang-orang yang berada di waktu penantian, orang-orang dholim akan memohon kepada Allah untuk dihidupkan kembali untuk melakukan kebaikan. Allah berfirman dan Q.S. Al-Mu’minun : 99-100 yang artinya

“(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang diantara mereka, dia berkata ‘Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku dapat berbuat kebaikan yang telah aku tinggalkan’. Sekali-kali tidak! Sungguh itu adalah dalih yang diucapkannya saja. Dan dihadapan mereka ada barzakh sampai pada hari mereka dibangkitkan.”

Ketika sampai di akhir kehidupan yaitu kiamat, maka semua manusia akan dibangkitkan dan dikumpulkan di yaumul mahsyar. Di yaumul mahsyar maka manusia akan dikumpulkan berdasarkan golongannya, yang bertakwa akan dikumpulkan bersama orang yang bertakwa dan orang-orang yang dholim akan dikumpulkan bersama golongan mereka. Pada saat itu, matahari akan didekatkan sehingga bercucuran keringatnya. Beberapa golongan akan tenggelam karena keringatnya. Seberapa tinggi keringat itu menenggelamkannya bergantung pada dosa-dosa yang dipikulnya. Selanjutnya semua akan memasuki yaumul hisab manusia akan dihitung semua amal baik dan buruk yang telah dilakukan selama ia hidup di dunia. Selanjutnya amalan-amalan yang telah dihitung, ditimbang kadarnya pada yaumul mizan. Ketika timbangan kebaikan yang lebih berat, maka ia akan masuk surge dan apabila timbangan keburukannya lebih banyak, maka ia akan masuk neraka. Terkahir, semua manusia akan melewati jembatan shirat yang berada persis di atas mulut neraka. Saat itu, berbahagialah orang yang selalu mengerjakan kebaikan dan menyesallah orang-orang yang mengerjakan kedholiman.

Ketika tiba saatnya manusia dikembalikan, terdapat tujuh golongan yang akan dinaungi di akhirat nanti. Ketujuh golongan tersebut yang pertama adalah pemimpin yang adil. Pemimpin merupakan amanah terbesar dan terberat bagi manusia, maka ketika pemimpin itu berlaku adil, Allah akan menolongnya di hari kemudian. Kedua adalah pemuda yang tumbuh dan di masa mudanya untuk beribadah. Poin kedua ini yang lebih ditekankan oleh Ustadz Baihaqi sebagai pengingat peserta kajian yang masih menjalani masa mudanya. Pemuda yang dinaungi adalah pemuda yang setiap kali ia tumbuh, ia sedang beribadah kepada Allah. Ibadah bukan hanya sholat, puasa, zakat, dan naik haji. Akan tetapi ibadah merupakan satu kata yang mewakili semua hal yang dicintai Allah dan diridhoi Allah baik perkataan maupun perbuatan, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat. Ibadah bukanlah sesuatu yang terbatas ruang dan waktu. Banyak orang yang salah mengartikan hal tersebut. Ketika di masjid, orang-orang cenderung melakukan hal yang baik, menjaga sikap dan perkataannya karena masjid adalah tempat untuk beribadah. Namun, ketika keluar dari masjid banyak orang yang dengan santainya melakukan perbuatan dosa padahal, beribadah bukan hanya sebatas di masjid saja. Apakah semua yang dilakukan manusia akan luput dari pengawasan-Nya? Tidak sama sekali. Ketiga adalah orang-orang yang hatinya bergantung ke masjid. Keempat adalah orang-orang yang bertemu dan berpisah karena Allah. Dalam hal ini terdapat hadist yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Huraira r.a. yang artinya

“Ya Allah, anugerahi aku akan cinta-Mu dan cinta orang yang cintanya bermanfaat bagiku di sisi-Mu. Ya Allah segala yang Engkau karuniakan kepadaku yang aku cintai, jadikanlah ia sebagai kekuatanku dalam segala hal yang Engkau cintai. Ya Allah segala yang Engkau jauhkan dariku yang aku cintai, jadikanlah ia kehilanganku, untuk segala yang Engkau cintai.”

Kelima adalah seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita cantik, lalu ia berkata “ Aku benar-benar takut kepada Allah.” Keenam adalah orang-orang yang selalu bersodaqah namun tidak ada yang tahu dan yang terakhir adalah orang-orang senantiasa mengingat Allah dalam keadaan sepi dan meneteskan air matanya.

Perjalanan setelah kematian adalah sebuah perjalanan yang sangat panjang dan sangat melelahkan. Oleh karena itu, harus ada kesungguhan untuk menjadi muslim seutuhnya agar mendapat naugan Allah di hari akhir nanti. Ustadz Baihaqi berpesan untuk tidak membatasi ibadah sesuai dengan keinginan atau nafsu pribadi karena semuanya sudah diatur oleh Allah. Maka harus mengerjakan semua yang telah Allah perintahkan dan menjauhi apa yang menjadi larangan-Nya. Di akhir kajian, Ustadz Baihaqi berkata “Janganlah menghabiskan waktu muda dengan hal-hal yang tidak bermanfaat. Oleh karena itu, jadilah pemuda muslim yang sesungguhnya untuk mendapatkan keselamatan yang hakiki.”

Wallahu’alambissawaf.

1…7778798081…102

Akreditasi

Berita Terakhir

  • Pelantikan Ketua Kelompok Studi dan Lembaga Mahasiswa Fakultas Biologi Tahun 2026
  • Penyambutan dan Pengenalan Mahasiswa Baru Program Profesi dan Pascasarjana Periode Semester Genap 2025/2026 Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada
  • Perpustakaan Fakultas Biologi Menyapa Mahasiswa Baru Program Pascasarjana dan Profesi Biokurator Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada Angkatan Genap Tahun Akademik 2025/2026
  • Kolaborasi Peneliti Fakultas Biologi UGM dalam Workshop eDNA untuk Deteksi Patogen Pada Perdagangan Satwa Liar
  • Dari Kampus ke Konservasi: BIOVOX Antar Tim SABA UGM Juara di Kompetisi Riset Nasional
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA

FAKULTAS BIOLOGI
Jalan Teknika Selatan, Sekip Utara,
Yogyakarta 55281
biologi-ugm@ugm.ac.id
Telepon/Fax: +62 (274) 580839

Tentang Kami

  • Sejarah
  • Organisasi
  • Staff
  • VISI, MISI & TUJUAN
  • Biodiversitas
  • Informasi Publik

KEMAHASISWAAN

  • Pelayanan Mahasiswa
  • Organisasi Mahasiswa
  • Pengajuan Kerja Praktik Lapangan
  • Izin Penelitian Lapangan
  • Layanan Konseling Mahasiswa

Akademik

  • Peraturan Akademik
  • Pengumuman Akademik

Survei Kepuasan Layanan

  • Survei Layanan Akademik
  • Survei Layanan KASDM
  • Survei Layanan P2MKSA
  • Survei Layanan Laboratiorum
  • Survei Layanan K5L dan Driver

Akreditasi

  • Image 1
  • Image 2
  • Image 3

© 2024 FAKULTAS BIOLOGI UNIVERSITAS GADJAH MADA

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju