• UGM
  • Portal Simaster
  • IT Center
  • Webmail
  • KOBI
  • Bahasa Indonesia
    • English
  • Informasi Publik
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Biologi
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Visi, Misi & Tujuan
    • Organisasi
    • Staff
      • Tenaga Pendidik
      • Adjunt Professor
      • Tenaga Kependidikan
      • Kepakaran dan Topik Riset Dosen
    • Fasilitas
      • Animal House
      • Kebun Biologi
      • Konsultasi Kesehatan Mental
      • Laboratorium
      • Museum Biologi
      • Perpustakaan
    • Galeri
      • Gedung Fakultas
      • Museum Biologi
      • Penelitian
      • Gama Melon
  • Akademik
    • Program Sarjana
      • Visi, Misi, dan Tujuan
      • Matakuliah S1
      • Pendaftaran Skripsi
      • Pendaftaran Ujian Skripsi
      • Pendaftaran Yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Klaim MK Ekstrakurikuler
    • IUP
    • Program Profesi
      • Apa itu PKKH ?
      • Sejarah Pendirian Program Studi PKKH
      • Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran Program Studi PKKH
      • Kompetensi Lulusan Program Studi PKKH
      • Bahan Kajian dan Profil Lulusan Program Studi PKKH
      • Kurikulum Program Studi PKKH
      • Pendaftaran Mahasiswa Baru PKKH
      • Informasi dan FAQ Program Studi PKKH
    • Program Magister
      • Deskripsi Program Magister Biologi
      • Mata Kuliah S2
      • Struktur Kurikulum Program Magister
      • Info Pendaftaran
      • PENDAFTARAN UJIAN KOMPREHENSIF
      • Pendaftaran Ujian Tesis
      • pendaftaran yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Tracer Study
    • Program Doktor
      • Visi, Misi, Tujuan, & Sasaran Program Doktor Biologi
      • Kurikulum Program Doktor
      • Info Pendaftaran
      • Pendaftaran Ujian Komprehensif
    • Akreditasi dan Jaminan Mutu
  • PENELITIAN & PENGGABDIAN
    • Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology
    • Berkala Ilmiah Biology
    • Pengelolaan Sampah
  • Kerja Sama
  • Alumni
    • Berita Alumni
    • BCADC (Web Alumni)
    • Data Kabiogama Pascasarjana
    • Data Kabiogama Sarjana
  • Beranda
  • Kegiatan Mahasiswa
  • hal. 80
Arsip:

Kegiatan Mahasiswa

KIP 4: Makna Syahadatain

Kegiatan Mahasiswa Kamis, 2 November 2017

Sebagai seorang muslim, sudah menjadi kewajiban untuk mengetahui dan memahami rukun islam. Rukun islam pertama yang harus dilakukan oleh seorang muslim adalah membaca dua kalimat syahadat. Akan tetapi, tidak cukup membacanya saja namun harus dipahami. Kajian Islam Pekanan pada hari Kamis, 26 Oktober 2017 membahas tentang makna syahadatain yang dibawakan oleh Ustadz Arfinsyah. KIP dilaksanakan pada pukul 16.00 di Ruang Kuliah Perpustakaan Fakultas Biologi UGM.

Pertama yang disampaikan oleh Ustadz Arfinsyah adalah urgensi syahadatain. Dua kalimat syahadat merupakan pintu masuk islam. Allah berfirman dalam Q.S. Alhujurat : 15 yang artinya

“Sesungguhnya orang-orang mukmin yang sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwanya di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.”

Orang yang masuk islam, maka harus bersyahadat. Syahad tidak cukup diucapkan, namun harus diimani dengan mempercayai sepenuh hati, diucapkan dengan lisan dan dibuktikan dengan amal perbuatan. Apabila dari ketiga hal yang disebutkan dalam beriman, maka akan menjadi orang yang munafik. Urgensi yang kedua adalah syahadat sebagai inti sari ajaran islam karena dalam kalimat tersebut mencangkup akidah tauhid yaitu mengesakan Allah. Ketiga, syahadat merupakan titik tolak perubahan yaitu dari kejahilyahan menuju cahaya. Orang yang mengucapkan kalimat syahadat maka seharusnya bisa menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya, menjadi manusia yang lebih lembut dan santun serta mampu menebarkan kebaikan dan mencegah perbuatan yang mungkar. Yang keempat, syahadat sebagai hakikat dakwah Rasul yaitu untuk menyampaikan ajaran tauhid untuk tidak menyekutukan Allah. Kelima, syahadat sebagai keutamaan yang besar. Barangsiapa yang mengucapkan kalimat syahadat pada saat sakaratul maut, maka syurga baginya.

Dengan mengucapkan dua kalimat syahadat, maka kita telah membuat komitmen dan janji kepada Allah. Kandungan kata syahadah adalah ikrar (pengakuan), sumpah, dan janji. Di dalam syahadat mengadung iman yaitu meyakini dan membenarkan sepenuh hati sehingga mampu diucapkan dengan tegas dan senantiasa membuktikannya dalam kehidupan sehari-hari. Makna lain dari syahadat adalah istiqamah tentang keyakinannya bahwa Allah adalah Rabb seluruh alam semesta. Iman tidak akan pernah goyah meskipun dipuji, dihina, dan dicaci; dilihat atau tidak dilihat; saat pagi atau sore hari, seperti yang difirmankan Allah pada Q.S. Fussilat : 30 yang artinya

“Sesungguhnya orang-orang yang berkata “Tuhan kami adalah Allah “ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata) “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.”

Sebagai mahasiswa, sikap istiqamah harus diterapkan pada kehidupan sehari-hari untuk kebaikan yaitu istiqamah untuk menunjukkan sebagai mahasiswa yang berkualitas. Istiqamah akan berdampak pada perasaan yang berani (tidak minder), ketenangan hati dan sikap yang optimis. Ketika seorang muslim senantiasa merasa diawasi oleh Allah sehingga dia selalu berupaya untuk melakukan kebaikan secara terus menerus, maka Allah akan senantiasa menjamin hidupnya, mencukupi kebutuhan hidupnya, dan Allah meningkatkan derajadnya. Oleh karena itu, sebagai seorang muslim harus menjadikan Allah sebagai orientasi pertama di atas apapun.

Akan tiba suatu zaman ketika manusia seperti makanan kerupuk di nampan besar, jumlahnya banyak akan tetapi tidak bermanfaat. Ketika muslim memahami dan mengamalkan makna kalimat syahadat ini, akan tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Pemuda muslim seharusnya menjadi pemuda yang aktif, kreatif dan inovatif serta optimis. Pemuda muslim harus menyadari bahwa dirinya merupakan bagian dari dakwah. Apabila generasinya tidak terlalu baik, maka dia harus menjadikan generasi keturunannya menjadi lebih baik dari generasi sebelumnya. Karena muslim tidak boleh menghasilkan generasi yang lemah. Ustadz Arfiansyah menutup KIP dengan beberapa pesan bagi para peserta kajian.

“Jalanilah aktivitas sebagai muslim dengan kapasitas mahasiswa yang aktif, kreatif, dan inovatif. Sebagai mahasiswa UGM maka wajib untuk menjaga baik tujuan dan cita-cita UGM dan yang paling penting, sebagai seorang mahasiswa, jangan pernah mengukur kebahagiaan hanya dari keberhasilan semata, namun kebahagiaan yang hakiki adalah ketika Allah mempermudah jalan kita untuk selalu taat kepada Allah.“

Wallahuálambissawaf

DIKSAR BiOSC AD XII : ”Exploring Our Orchid Biodiversity”

Kegiatan Mahasiswa Rabu, 1 November 2017

Tumbuh, Berkembang, Lestari!. Untuk menampung minat, bakat, dan ketertarikan mahasiswa tentang dunia keanggrekan, tahun ini Biology Orchid Study Club(BiOSC) kembali mengadakan open recruitment bagi calon angkatan diksar (AD) XII BiOSC melalui Pendidikan dan Pelatihan Dasar (DIKSAR). Tema yang diangkat pada tahun ini adalah “Exploring Our Orchid Biodiversity” diharapkan dengan tema tersebut AD XII BiOSC dapat lebih mengetahui anggrek khas yang ada di Indonesia, khususnya anggrek alam di wilayah Yogyakarta.

Alur kaderisasi anggota baru yang berlangsung sejak bulan Agustus sampai Oktober dimulai dengan rangkaian Biologi Festival, Meet and Greet, Pendidikan dan latihan ruang 1 (Dikru 1), Pendidikan dan latihan ruang  2 (DIkru 2), Mini Eksplorasi dan Kunjungan Nursery, Technical Meeting dan Diklat Lapangan.

Rangkaian pertama adalah Biologi Festival, dalam acara ini mahasiswa baru khususnya, diberi kesempatan untuk mengunjungi stand-stand KS yang ada di Fakulas Biologi UGM. BiOSC berpartisipasi dengan mengisi stand dengan memberikan pengenalan singkat mengenai kajian BiOSC, mengadakan kegiatan interaktif seperti menyusun puzzle anggrek dan mini kuis anggrek.

Pendidikan dan latihan ruang 1 (DIKRU 1) dilaksanakan dengan pemberian materi dasar keanggrekkan dan habitat anggrek. Selanjutnya, materi pada pendidikan dan latihan ruang 2 (DIKRU 2) lebih fokus tentang keorganisasian di BiOSC dan teknik eksplorasi serta fotografi-ilustrasi yang bertempat di ruang Biodas Atas Barat Fakultas Biologi UGM.

Kegiatan selanjutnya adalah Mini Eksplorasi yang diadakan di Taman Nasional Gunung Merapi. Diharapkan dengan kegiatan tersebut, peserta dapat mengidentifikasi anggrek di habitat aslinya dan mengetahui medan eksplorasi secara langsung. Pada hari yang sama setelah melakukan mini eksplorasi, peserta mengunjungi Nusery Titi Orchid di Pakem, Sleman, Yogyakarta.Peserta terlihat sangat antusias melihat banyak anggrek spesies yang mekar pada saat itu. Dengan kunjungan tersebut peserta dapat memiliki pandangan  yang lebih luas mengenai anggrek yang bisa dibudidayakan serta memiliki nilai komersiil yang tinggi.

Tahap terakhir dari rangkaian penerimaan calon anggota AD XII BiOSC adalah Diklat Lapangan output dari rangkaian ini adalah peserta dapat membedakan tumbuhan anggrek dengan tumbuhan lainnya. Diklat Lapangan berlangsung pada tanggal 27-29 Oktober 2017 bertempat di Hutan Wanagama Gading, Playen, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam kegiatan ini peserta melakukan ekplorasi pada 2 jalur berbeda dan setelah itu, dilanjutkan dengan presentasi hasil eksplorasi dan diskusi. Dari hasil eksplorasi tersebut diperoleh data keanekaragaman aggrek di wilayah Hutan Wanagama yaitu, Aerides odorata, Dendrobium secundum, Dendrobium capra, Rhynchostylis retusa, Chiloschista javanica, Luisia zollingeri, dan Polystachya concreta.

Setelah semua rangkaian dilalui, sebanyak 31 peserta Pendidikan Dasar AD XII dilantik menjadi Anggota BiOSC dan secara resmi dinyatakan bergabung dengan keluarga BiOSC oleh Ketua BiOSC Muhammad Fajar Sidik pada tanggal 29 Oktober 2017. Diharapkan, Anggota AD XII BiOSC tetap semangat dalam menimba ilmu keanggrekan sehingga mampu meneliti, mengembangkan dan melestarikan Anggrek Indonesia, khususnya anggrek alam di sekitar wilayah Yogyakarta.

Mempererat Ukhuwah dengan Silaturrahim ke Rumah Bapak Eko Agus Suyono

Kegiatan Mahasiswa Senin, 30 Oktober 2017

Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Sabtu, 21 Oktober 2017 atau bertepatan pada 1 Shafar 1439 H Bidang Alumni dan Jaringan (BAJa) Jamaah Mahasiswa Muslim Biologi mengadakan Silaturrahim ke Rumah Dosen yaitu ke kediaman Bapak Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Kerjasama Fakultas Biologi. 17 orang mengikuti Silaturrahim ini yang terdiri dari beberapa Pengurus Harian, dan Anggota Inti JMMB. Bertitik kumpul di Mushola Al-Hayat Fakultas Biologi, perjalanan memakan waktu selama kurang lebih 45 menit berkendara motor.

Acara dimulai pukul 14.00 WIB hingga pukul 16.30 WIB diisi dengan ramah tamah oleh Bapak Eko sambil beristirahat sejenak selepas perjalanan yang cukup panjang. Kemudian dilanjutkan dengan pembukaan oleh Andi Alfi Syahrin, Biologi 2014 yang merupakan Ketua Umum JMMB masa kepengurusan 1438 H sembari mengungkapkan maksud kedatangan ke rumah Bapak Eko. Tak lama kemudian suara Adzan Ashar pun berkumandang sehingga diskusi dijeda dulu dan dilanjutkan lagi selepas Sholat Ashar berjamaah di masjid terdekat.

Selepas Sholat Ashar berjamaah, semuanya kembali ke rumah Pak Eko dan diskusi pun berlanjut sambil menikmati hidangan yang telah disediakan oleh Pak Eko sekeluarga. Diskusi dilanjutkan dengan cerita tentang keluarga Pak Eko, pengalaman ketika masih berkuliah di Fakultas Biologi salah satunya sejarah diadakannya Sholat Jumat pertama kali di Musholla Al-Hayat, hingga pandangan Pak Eko pribadi terhadap JMMB dan dakwah di Fakultas Biologi pada umumnya. Pak Eko juga menceritakan banyak pengalaman di masa masa ketika masih menjadi mahasiswa dan dosen muda selepas lulus dari Fakultas Biologi dimana pada masa itu dakwah dakwah keislaman terkesan dibatasi, minim dukungan dan masih panasnya suasana perpolitikan negara yang berimbas pada kebijakan dan pandangan masyarakat terhadap Islam pada masa itu. Pak Eko menyampaikan bahwasanya setiap generasi aktifis dakwah kampus tidak akan lepas dengan dinamika objek dakwah maupun subjek dakwah yang mana dinamika tersebut akan berbeda beda sesuai perkembangan zaman. Sehingga semangat dakwah harus senantiasa dijaga agar tetap membara.

Tak terasa waktu menunjukkan pukul 16.30 WIB silaturrahim pun ditutup dengan foto bersama di halaman rumah Bapak Eko. Harapan kedepannya kegiatan Silaturrahim ke Rumah Dosen ini bisa istiqamah diadakan setiap tahun dan mampu menjadi ajang refreshing, silaturahim dan sharing sharing dengan civitas akademika Fakultas Biologi dan mengingatkan bahwasannya kita harus senantiasa menjaga ukhuwah islamiyah kita sebagai saudara se-muslim dan semoga kita bisa istiqamah berjalan di jalan dakwah ini yang mana sekarang ini barulah latian dan permulaan dari dakwah dakwah kedepannya di kehidupan sebenarnya ketika dewasa nanti Aamiin.

Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

KIP#3: Adab Menuntut Ilmu

Kegiatan Mahasiswa Kamis, 26 Oktober 2017

Dalam menuntut ilmu, terdapat adab-adab yang harus dipenuhi agar ilmu menjadi hal yang berkah bagi seorang muslim. Akan tetapi, banyak yang belum memahami dan belum mengaplikasikan adap tersebut dalm kehidupan sehari-hari terutama pada saat belajar di sekolah, di perguruan tinggi atau di majelis ilmu yang lain. Oleh karena itu, Kajian Islam Pekanan pada hari Jumat 20 Oktober 2017 dengan tema Adap Menuntut Ilmu yang disampaikan oleh Ustadz Andi Alif Rahman. KIP dilaksanakan pada pukul 16.00-17.30 di Biodas Atas Timur Fakultas Biologi UGM.

Sebelum mengulas lebih jauh tentang adab menuntut ilmu, Ustadz Andi mengingatkan tentang bagaimana cara Allah memberikan nikmat terbesar kepada hambanya antara lain adalah diberikan kesempatan untuk berbuat baik terakhir kalinya, diberikan musibah sebagai tanda sayanag Allah pada hamba-Nya dan diberikan kesempatan dan hidayah untuk belajar ilmu agama. Allah memberikan perintah untuk selalu berbuat baik. Segala macam perbuatan yang diperintahkan Allah dan menghadirkan ridho-Nya adalah suatu kebaikan. Dalam beribadah sehari-hari, maka ada dua hubungan yang akan terbentu yaitu habluminallah yaitu berhubungan dengan Allah dan habluminannas yaitu berhubungan dengan manusia. Hubungan dengan manusia, merupakan salah satu bentuk hubungan tidak langsung terhadap Allah. Dalam hubungan antaramanusia, oleh Allah memberikan aturan lebih banyak.

Di dalam Quran Surah Al Ashr menegaskan bahwa orang-orang yang beruntung adalah orang-orang yang memiliki hubungan yang baik dengan Allah maupun dengan sesame manusia. Manusia yang baik dapat diibaratkan seperti sebuah pohon yaitu memiliki akar yang menghujam ke dalam tanah. Artinya seseorang memiliki akidah yang kokoh. Memiliki batang yang kuat yang berarti semua ibadah yang dilakukan tidak terpengaruh oleh apapun selain mengharap ridho dari Allah. Memiliki ranting yang banyak dan meneduhkan, artinya manusia memiliki kahlak yang baik. Memiliki dan menghasilkan buah yang banyak yang berarti bahwa manusia yang baik adalah yang mampu memberikan manfaat kepada orang lain. Akan tetapi semuanya tidak aka nada artinya di mata Allah apabila seseorang tidak memiliki akidah yang benar dan kuat.

Salah satu bentuk mencintai Allah adalah mampu berjihad untuk Allah. Berjihad tidak harus berperang. Sebagai seorang pelajar, jihad terbesar yang dimiliki adalah mencari ilmu dan mendatangkan manfaat dari ilmu yang diperoleh. Oleh karena itu, sebagai pelajar muslim, harus memiliki akhlak yang baik dalam belajar. Salah satu ciri seorang muslim dalam mencari ilmu adalah menghormati guru atau orang yang memberikan ilmu. Contoh relevan sebagai seorang mahasiswa adalah memperhatikan dosen ketika menjelaskan materi perkuliahan, tidak sibuk dengan kegiatan lain saat perkuliahan berlangsung, dan ikut aktif di kelas ketika dosen mempersilahkan untuk berdiskusi. Ketika seorang muslim mampu menghargai ilmu, mampu menghargai yang memberikan ilmu, maka Allah akan mendatangkan keberkahan baginya. Selain itu, dalam mencari ilmu, harus diawali dengan doa untuk memohon kepada Allah agar ilmu yang diperoleh dapat dipahami dan dapat digunakan untuk kebaikan bagi diri sendiri dan orang lain. Bahkan Rasul selalu berdoa kepada Allah yaitu “Ya Allah tambahkanlah ilmuku dan berilah kefahaman kepadaku”. Adab lain yang harus diperhatikan adalah mencatat ilmu yang diberikan. Ilmu ibarat binatang buas dan tulisan adalah pengikatnya. Oleh karena itu, seseorang bisa saja lupa dengan ilmu yang diberikan sehingga mencatat ilmu lebih baik untuk menghindari hal tersebut. Ustadz Andi menutup KIP ini dengan sebuah pesan untuk selalu menghargai orang yang memberikan ilmu dan beliau menyampaikan

“Penghianatan terbesar seorang pelajar terhadap gurunya adalah ketika ia tertidur di saat gurunya sedang menjelaskan ilmu”.

KIP #2: Aktivis Prestatif

Kegiatan Mahasiswa Senin, 9 Oktober 2017

Masalah klasik yang sering dihadapi oleh mahasiswa baru ketika memasuki dunia perkuliahan adalah pilihan untuk mengikuti organisasi di kampus atau fokus terhadap pendidikan akademik. Oleh karena itu, pada hari Kamis 28 September 2017 Kajian Islam Pekanan hadir dengan judul “Aktivis Prestatif” dengan pembicara Fathin Naufal Nur Islam (Teknik Industri UGM 2013) untuk memberikan jawaban atas keresahan para mahasiswa. Sebelum pukul 16.00 WIB, peserta KIP sudah memasuki Ruang V Fakultas Biologi UGM untuk mengikuti kajian.

Kak Naufal memulai acara inti dengan dua pertanyaan. Pertanyaan pertama adalah apakah arti dari mahasiswa aktivis? Dan apakah arti dari mahasiswa berprestasi? Beberapa peserta menjawab kedua pertanyaan tadi. Kak Naufal menyampaikan bahwa saat menjadi mahasiswa aktivis hal pertama yang akan didapat adalah sotf skill dan mahasiswa berprestasi adalah mahasiswa yang menghasilkan sebuah “karya” atau yang didapatkan adalah hard skill. Biasanya saat seseorang berprestasi, maka salah satu outputnya adalah sertifikat. Akan tetapi, prestasi bukan hanya sebatas sertifikat. Sertifikat hanyalah bukti yang sah atas prestasi yang telah didapatkan. Sertifikat memang penting, namun bukanlah yang utama. Akan tetapi kondisi pada saat ini terutama di Indonesia yang menuntut seseorang untuk mendapatkan banyak sertifikat agar mampu menjadi orang yang sukses padahal hal tersebut kurang tepat. Kondisi tersebut menciptakan pribadi yang berambisi mendapatkan sertifikat bagaimanapun caranya dan yang paling memprihatinkan, sering kali tidak peduli apakah ilmu yang didapat dikuasai atau tidak.

Satu pertanyaan lagi dilontarkan oleh Kak Naufal tentang sebuah statement yang sering dikatakan oleh beberapa orang yaitu “IPK dan sertifikat itu tidak penting, yang lebih penting adalah soft skill.” Apakah kalimat tersebut benar? Jawabannya adalah salah. Kak Naufal menyampaikan bahwa pandangan tersebut salah karena baik hard skill dan soft skill penting untuk mencapai tujuan dalam dunia kerja maupun dalam kehidupan bermasyarakat meskipun prosentase antara hard skill dan soft skill yang digunakan berbeda.

Sebagai seorang muslim seharusnya mampu menjadi pribadi yang berprestasi dan memiliki akhlak yang terpuji. Akhlak dalam konteks ini juga meliputi soft skill. Apabila pemuda muslim tekun dan ulet dalam bidangnya maka suatu negara akan menjadi negara yang maju. Kenyataannya di Indonesia, produk dalam negeri masih kalah bersaing dengan produk-produk luar negeri. Mulai dari makanan hingga barang-barang elektronik didominasi oleh produk luar negeri. Pemuda Indonesia banyak yang kurang berkembang karena orientasi yang dikejar adalah hard skill berupa nilai, IPK dan sertifikat.

Sering kali, mahasiswa baru khawatir apabila akademik mereka terutama nilai, menjadi turun ketika menjadi aktivis di organisasi. Banyak yang khawatir apabila tugas banyak yang tidak terselesaikan karena harus menyelesaikan tugas di organisasi. Kunci dari seimbangnya akademik dan non akademik adalah kemampuan seseorang dalam managemen waktu. Seorang muslim seharusnya memiliki kemampuan dalam mengatur waktu karena salah satu sifat yang wajib dimiliki oleh seorang muslim adalah teratur dalam urusan.

Dalam menjalani proses kehidupan, pasti akan mengalami fase di bawah seperti belum berhasil mencapai sesuatu yang diinginkan. Akan tetapi tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah. Seperti yang telah Allah firmankan dalam Al-Quran Surah Yusuf ayat 87 yang berbunyi :

“ Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir. “

Para pemuda sering kali melupakan untuk selalu berdoa dan berharap pada Sang Mahapemilik waktu. Padahal Allahlah yang menentukan keputusan apakah kita diizinkan untuk mendapatkan apa yang ditargetkan. Seorang muslim harus senantiasa berikhtiar dengan sebaik-baiknya dan sisanya, harus diserahkan kepada Allah. Kak Naufal menegaskannya dalam salah satu motto hidupnya “Do the best, the rest, leave it to Allah“ . Kak Naufal menambahkan, orang-orang yang berhasil adalah orang-orang yang tidak gentar bermimpi besar. Mimpi besar dan tekad yang kuat serta sikap tawakal kepada Allah, maka akan menuntun pada keberhasilan. Seperti tokoh muslim yaitu Muhammad Al-Fatih yang mampu menaklukkan konstantinopel. Materi inti KIP ini akhiri oleh Kak Naufal dengan sebuah kata-kata motivasi;

“Bukan kemampuan yang membuatmu yakin, namun keyakinanlah yang membuatmu mampu.” (Fathin Naufal Nur Islam)

Pengakraban Mahasiswa Pascasarjana Biologi

Kegiatan Mahasiswa Kamis, 5 Oktober 2017

Minggu, 17 September 2017, Keluarga Mahasiswa Pascasarjana (KMP) Fakultas Biologi UGM mengadakan acara pengakraban yang dilaksanakan di desa Wisata Turi, Pulosari Yogyakarta. Semua peserta berangkat menggunakan dua bus pada pukul 07.00 menuju desa wisata bersama panitia. Kegiatan dibuka pukul 08.00 Pendopo 2 dewi Pule dengan agenda acara berupa pembukaan, perkenalan dan pembagian keompok outbond. Sebelum memulai keselurhan rangkaian acara ketika tiba di desa wisata peserta mendapatkan snack berupa jajanan pasar yang disediakan oleh desa wisata. Acara dilanjutkan dengan games dan ice breaking yang dipandu oleh dua guide dari desa wisata. Ada beberapa permainan yang dilakukan untuk pemanasan sebelum outbond dan melatih kekompakan semua peserta. Acara outbond dimulai setelah games selesai. Peserta yang telah dibagi dalam kelompok kecil berjalan bersama guide untuk menyelesaikan setiap tantangan outbond yang identik dengan air.

Tantangan pertama adalah melewati jembatan gantung di atas sungai. Pada sesi ini nyaris tidak ada peserta yang berhasil. Kemudian dilanjutkan dengan susur sungai sambil melewati beberapa permainan. Pada sesi susur sungai ini secara keseluruhan peserta berjalan melalui sungai. Tantangan yang harus dilalui adalah jaring laba-laba yang megasah keberanian serta ketangkasan, menjaga lilin tetap menyala di tengan guyuran air untuk melatih kerjasama, melalui terowongan yang terbuat dari tali-temali, melalui ban vertikal, mengeluarkan bola plastik dari dalam pipa, dan terakir peserta mendaki ke sungai bagian atas sebelum akhirnya kembali ke pendopo. Setelah outbond selesai semua peserta diberikan kesempatan untuk mandi dan makan bersama. setelah acara makan agenda selanjutnya adalah pentas seni yang di sajikan oleh mahasiswa angkatan 2017 dan tim akustik KMP. Mahasiswa angkatan 2017 dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil dan melakukan pertunjukan seperti menyanyi dan membaca puisi.

Acara pengakaban ini bertujuan agar keseluruhan mahasiswa dapat saling mengenal dan lebih akrab satu sama lain. Baik antar angkatan atau dalam satu angkatan. Hal ini sangat penting agar terbentuk kerjasama selama menjalani masa kuliah dan mengurangi individualitas. Semua mahasiswa yang masuk di jurusan Biologi adalah satu kesatuan seperti keluarga yang diharapkan dalam saling membantu dan bekerjasa untuk menjalani perkuliahan serta memajukan Fakultas Biologi UGM khususnya pascasarjana.

Diklat Ruang II : Mengenal Lebih Dekat Kelompok Studi Entomologi, Serangga dan Teknik dalam Ruang Lingkupnya

Kegiatan Mahasiswa Rabu, 4 Oktober 2017

Diklat Ruang II yang dilaksanakan Sabtu, 23 September 2017 di Ruang V Fakultas Biologi UGM, menjadi salah satu rangkaian dari Open Recruitment KSE XIX. Diklat Ruang II ini lebih menekankan pada materi yang berkaitan dengan keilmuan dan bidang di KSE, manajemen serangga dan teknik survival. Diharapkan, dengan adanya Dikru II ini calon Larva KSE XIX lebih mengenal keilmuan KSE dan siap dalam mengikuti kegiatan selanjutnya yaitu Diklat Lapangan.

Materi pertama disampaikan oleh Eric Anindita (KSE XV) mengenai manajemen serangga. Materi yang disampaikan berupa cara sampling serangga, killing, mounting, sampai proses drying atau pengeringan. Selain itu, pemateri juga menjelaskan mengenai macam-macam trap atau alat penjebak serangga yang digunakan untuk sampling. Pada akhir sesi, calon Larva KSE XIX mempraktikkan langsung cara penyusunan alat sampling seperti killing bottle, cara killing dan mounting serangga dalam kelompok-kelompok kecil dengan satu orang pemandu.

Acara dilanjutkan dengan pematerian yang kedua, mengenai tiga bidang di KSE oleh Putri Dwi Mulyani. Dalam pemaparan tiga bidang tersebut, disampaikan fokus studi dari setiap bidang yaitu Biodiversitas, Kesehatan, dan Pertanian. Tidak hanya itu, pada sesi ini pemateri juga memberikan contoh-contoh atau penerapan ilmu di setiap bidangnya.

Selanjutnya materi fotografi serangga yang disampaikan oleh Joko Setiyono, alumni dari Biolaska UIN Sunan Kalijaga. Materi ini meliputi teknik-teknik dalam fotografi, hal penting yang harus ada dalam foto serangga, dan sharing pengalaman fotografi yang pernah dialami oleh pemateri.

Sesi terakhir Dikru II, diisi dengan pematerian terkait dengan manajemen dalam survival. Materi disampaikan oleh perwakilan dari Mapagama UGM, Varent, sebagai salah satu informasi yang dapat diterapkan ketika diklat selanjutnya, yaitu Diklat Lapangan dan Diklat Penetasan.

Pada setiap sesi, calon Larva KSE XIX saling berebut untuk mengajukan pertanyaan dan tampak antusias dalam mengikuti seluruh rangkaian Dikru II. Dikru II ini diakhiri pada pukul 12.00 WIB. Rangkaian Dikru II ditutup dengan doa dan foto bersama.

Diklat Ruang 1 Open Recruitment KSE XIX : Mengenal Kelompok Studi Entomologi dan Bidang Kajiannya

Kegiatan Mahasiswa Rabu, 4 Oktober 2017

Diklat Ruang (Dikru) I dilaksanakan pada hari Sabtu, 9 September 2017 di Ruang Biodas Atas Timur, Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian Open Recruitment KSE setelah Meet and Greet. Pada Dikru I ini, peserta diberikan berbagai macam materi dasar seperti pengenalan serangga, pengenalan ilmu keentomologian, mengenai diri sendiri dan kegiatan lain yang berkaitan dengan bidang entomologi.

Pada awal Dikru 1, terdapat penanyangan video dokumenter kegiatan KSE dan pemaparan deskripsi diri. Penanyangan video bertujuan memberikan gambaran kegiatan KSE kepada calon Larva. Sementara, deskripsi diri diharapkan mampu memberikan kesempatan kepada calon Larva untuk lebih mengenal dirinya dan teman-teman sekitarnya.

Sesi materi 1 diisi oleh Septi Mutia Handayani memberikan materi mengenai keentomologian. Pada materi ini, dijelaskan pengenalan dan 7 ordo besar serangga. Kemudian, dilanjutkan pemaparan dari pembicara kedua yaitu Amelia Nugrahaningrum mengenai biotilik. Pada sesi ini, pembicara menyampaikan cara sampling, hewan makro, sungai dan kerjasama KSE dalam hal biotilik. Peserta tampak antusias dengan mengajukan berbagai macam pertanyaan. Salah satunya mengenai cara perhitungan dan penentuan serangga sebagai indicator kualitas air dalam biotilik.

Selanjutnya, pembicara ketiga Dini Pramesti menyampaikan tentang biomimetik, terutama tentang serangga dan teknologi, self branding, modal, dan kepercayaan yang diperlukan pada saat mencari kerja. Kemudian, ditayangkan video mengenai misi air force Amerika yang menciptakan teknologi terinspirasi dari coleoptera (kumbang) dan lalat untuk memantau kriminalitas atau tersangka.

“Lebih baik kita menciptakan kerja daripada nunggu pemerintah (PNS). Sebenarnya, ada banyak cara untuk kreatif dalam bidang ilmu biologi,” tutur Dini Pramesti.

Diklat Lapangan : Dekat Dengan Alam, Sarana Pengenalan dan Penerapan Manajemen Serangga

Kegiatan Mahasiswa Rabu, 4 Oktober 2017

Diklat Lapangan KSE dilaksanakan pada hari Minggu, 24 September 2017 di Bumi Perkemahan Babarsari. Kegiatan dimulai pada pukul 08.00 WIB meliputi tahap persiapan dan pengecekan barang, keberangkatan menuju lokasi, pelaksanaan sampling, mounting, dan identifikasi. Pada diklat lapangan ini, calon Larva KSE XIX mempraktikan langsung berbagai macam teknik sampling serangga, baik serangga air maupun darat. Selain itu, pada salah satu pos, terdapat praktik pelaksanaan biotilik di sungai yang dekat dengan bumi perkemahan.

Seluruh calon Larva KSE XIX yang mengikuti diklat dibagi menjadi 6 kelompok berdasarkan ordonya masing-masing, yaitu Coleoptera, Hymenoptera, Diptera, Odonata, Hemiptera, dan Orthoptera. Setiap kelompok dipandu oleh dua orang larva KSE XVIII sebagai penunjuk jalan.

Dalam pelaksanaan diklat lapangan ini, terdapat enam pos berbeda yang harus dilalui oleh setiap kelompok. Calon Larva KSE XIX diberikan penjelasan mengenai materi di pos tersebut dan mempraktikannya.  Enam pos tersebut terdiri dari pos sampling berkanopi, sampling tidak berkanopi, pitfall trap, dung trap, sampling serangga air, dan biotilik. Serangga yang diperoleh dari hasil sampling di setiap pos, dimasukkan ke dalam kotak sampling (toolbox) yang dibawa oleh setiap kelompok.

Pada pukul 12.00 WIB, seluruh kegiatan di bumi perkemahan Babarsari selesai dilakukan. Peserta kembali ke Fakultas Biologi dengan membawa serangga hasil sampling. Selanjutnya, dilakukan proses mounting serangga, identifikasi dan drying. Nantinya, serangga yang telah kering, disusun dalam bentuk insektarium. Setelah proses drying selesai dilakukan, diklat lapangan ditutup dengan doa dan foto bersama.

Koperasi mahasiswa berkarya, koperasi jaya!

Kegiatan Mahasiswa Rabu, 26 Juli 2017

Penyerahan hadiah dan sertifikat pemenang lomba
Penyerahan hadiah Juara 2 kepada Achmad Baihaqi oleh bapak kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Ir. Teguh Budiyanta
Foto bersama dalam seminar koperasi dengan tema “Menolak Lupa Jati Diri Koperasi”

Pada tanggal 6 Juli 2017, dalam rangka memperingati hari lahir ke 70 koperasi Indonesia, Forum Komunikasi Koperasi Indonesia (FKKMI) wilayah V Yogyakarta mengadakan lomba foto dengan tema pemuda kader koperasi Indonesia yang diikuti oleh seluruh koperasi mahasiswa yang ada di Yogyakarta. Lomba diadakan dari tanggal 6 hingga 12 Juli 2017, pemenang lomba akan diumumkan pada tanggal 12 Juli 2017 bertepatan dengan hari lahir Koperasi Indonesia. Achmad Baihaqi selaku anggota KOPMA BIOGAMMA berhasil menjadi juara 2 pada lomba foto yang diadakan oleh Forum Komunikasi Koperasi Mahasiswa Indonesia (FKKMI) wilayah V Yogyakarta. Penyerahan hadiah dan sertifikat diberikan pada tanggal 22 Juli 2017 pada kegiatan seminar dengan tema “Menolak Lupa Jati Diri Koperasi” yang diadakan Forum Komunikasi Koperasi Mahasiswa Indonesia (FKKMI) dalam rangka memperingati hari Koperasi yang juga dihadiri oleh perwakilan koperasi mahasiswa se-Yogyakarta. Hadiah dan sertifikat diserahkan oleh bapak Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman bapak Ir. Teguh Budiyanta. Semoga dengan adanya prestasi ini dapat menjadikan KOPMA BIOGAMMA menjadi lebih baik lagi dan menjadi awal terbukanya pintu prestasi KOPMA BIOGAMMA.

1…7879808182…102

Akreditasi

Berita Terakhir

  • Pelantikan Ketua Kelompok Studi dan Lembaga Mahasiswa Fakultas Biologi Tahun 2026
  • Penyambutan dan Pengenalan Mahasiswa Baru Program Profesi dan Pascasarjana Periode Semester Genap 2025/2026 Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada
  • Perpustakaan Fakultas Biologi Menyapa Mahasiswa Baru Program Pascasarjana dan Profesi Biokurator Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada Angkatan Genap Tahun Akademik 2025/2026
  • Kolaborasi Peneliti Fakultas Biologi UGM dalam Workshop eDNA untuk Deteksi Patogen Pada Perdagangan Satwa Liar
  • Dari Kampus ke Konservasi: BIOVOX Antar Tim SABA UGM Juara di Kompetisi Riset Nasional
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA

FAKULTAS BIOLOGI
Jalan Teknika Selatan, Sekip Utara,
Yogyakarta 55281
biologi-ugm@ugm.ac.id
Telepon/Fax: +62 (274) 580839

Tentang Kami

  • Sejarah
  • Organisasi
  • Staff
  • VISI, MISI & TUJUAN
  • Biodiversitas
  • Informasi Publik

KEMAHASISWAAN

  • Pelayanan Mahasiswa
  • Organisasi Mahasiswa
  • Pengajuan Kerja Praktik Lapangan
  • Izin Penelitian Lapangan
  • Layanan Konseling Mahasiswa

Akademik

  • Peraturan Akademik
  • Pengumuman Akademik

Survei Kepuasan Layanan

  • Survei Layanan Akademik
  • Survei Layanan KASDM
  • Survei Layanan P2MKSA
  • Survei Layanan Laboratiorum
  • Survei Layanan K5L dan Driver

Akreditasi

  • Image 1
  • Image 2
  • Image 3

© 2024 FAKULTAS BIOLOGI UNIVERSITAS GADJAH MADA

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju