• UGM
  • Portal Simaster
  • IT Center
  • Webmail
  • KOBI
  • Bahasa Indonesia
    • English
  • Informasi Publik
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Biologi
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Visi, Misi & Tujuan
    • Organisasi
    • Staff
      • Tenaga Pendidik
      • Adjunt Professor
      • Tenaga Kependidikan
      • Kepakaran dan Topik Riset Dosen
    • Fasilitas
      • Animal House
      • Kebun Biologi
      • Konsultasi Kesehatan Mental
      • Laboratorium
      • Museum Biologi
      • Perpustakaan
    • Galeri
      • Gedung Fakultas
      • Museum Biologi
      • Penelitian
      • Gama Melon
  • Akademik
    • Program Sarjana
      • Visi, Misi, dan Tujuan
      • Matakuliah S1
      • Pendaftaran Skripsi
      • Pendaftaran Ujian Skripsi
      • Pendaftaran Yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Klaim MK Ekstrakurikuler
    • IUP
    • Program Profesi
      • Apa itu PKKH ?
      • Sejarah Pendirian Program Studi PKKH
      • Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran Program Studi PKKH
      • Kompetensi Lulusan Program Studi PKKH
      • Bahan Kajian dan Profil Lulusan Program Studi PKKH
      • Kurikulum Program Studi PKKH
      • Pendaftaran Mahasiswa Baru PKKH
      • Informasi dan FAQ Program Studi PKKH
    • Program Magister
      • Deskripsi Program Magister Biologi
      • Mata Kuliah S2
      • Struktur Kurikulum Program Magister
      • Info Pendaftaran
      • PENDAFTARAN UJIAN KOMPREHENSIF
      • Pendaftaran Ujian Tesis
      • pendaftaran yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Tracer Study
    • Program Doktor
      • Visi, Misi, Tujuan, & Sasaran Program Doktor Biologi
      • Kurikulum Program Doktor
      • Info Pendaftaran
      • Pendaftaran Ujian Komprehensif
    • Akreditasi dan Jaminan Mutu
  • PENELITIAN & PENGGABDIAN
    • Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology
    • Berkala Ilmiah Biology
    • Pengelolaan Sampah
  • Kerja Sama
  • Alumni
    • Berita Alumni
    • BCADC (Web Alumni)
    • Data Kabiogama Pascasarjana
    • Data Kabiogama Sarjana
  • Beranda
  • Kegiatan Mahasiswa
  • hal. 85
Arsip:

Kegiatan Mahasiswa

Temu GAMADA Muslim: Biolog Muda, Muslim dan Prestatif

Kegiatan Mahasiswa Senin, 15 Agustus 2016

Temu Gamada Muslim
Talkshow 1
Talkshow 2
Ice Cream Party

Jama’ah Mahasiswa Muslim Biologi kembali mengadakan acara dalam rangka menyambut mahasiswa baru tahun 2016 yang sering kita kenal dengan sebutan “Temu Gamada Muslim” yang dirangkai dengan tema “Bangga Menjadi Biolog Muslim Prestatif”  Tema ini diangkat mengingat jenjang mahasiswa adalah jenjang yang potensial untuk mengembangkan diri dan menyelami pribi menjadi seorang muslim yang prestatif  terkhusus pada bidang biologi. Acara ini dilaksanakan pada hari Jum’at, 10 Agustus 2016 di ruang seminar dan ruang sidang bawah Fakultas Biologi. Mahasiswa baru yang hadir sebanyak 92 orang terdiri dari 59 putri dan 33 putra.

Temu gamada muslim dibuka dengan tilawah oleh Lalu Gunawan (2015) dan Fadhil Azhari (2015). Kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh ketua PMB Jundi (2015). Seanjutnya disambung dengan acara talkshow.

Acara yang bertemakan “Bangga Menjadi Biolog Muslim Prestatif” ini menghadirkan dua orang pembicara yang ahli dibidangnya masing – masing, yakni Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. dan Dr. med. ved. drh. Hendry T.S.S.G. Saragih. M.P. Kedua pembicara berbagi pengalaman mereka kepada mahasiswa terkhusus gamada muslim biologi 2016 melalui acara talkshow menarik yang dimoderatori oleh Fajar Priyambada (2011) dengan pembawa acara Satrio Nurullah (2014) dan M. Fathi R. (2014).

Talk show pertama dengan pembicara Budi Setiyadi Daryono selaku dosen di fakultas Biologi UGM yang sekaligus menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Biologi. Beliau memulai steatment dengan surah Ar-Rahman : 55

“fabiayialaaairabbikumatukadziban”
Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan?

Menjadi seorang biolog merupakan anugerah tersendiri. Melihat banyak sekali aspek yang bisa dikaji dan diperdalam lebi jauh dalam bidang biologi. “Sebenernya biologi itu banyak aspeknya, banyak nikmat Allah SWT yang berkaitan dengan makhluk hidup. Sehingga objek yang akan dikaji begitu tersebar luas. Tanpa disadari Rasulullah pun adalah seorang biolog. Berdasarkan kisah, pernah suatu ketika Rasulullah dapat menenangkan seekor unta, beliau dapat menundukkan unta tersebut. Ini karena Rasulullah mengetahui perilaku unta tersebut. Hal ini mencirikan rasulullah seorang biolog yang mana Rasulullah memiliki kepiawaian  bagaimana seharusnya memperlakukan hewan sebagaimana layaknya seorang biolog.”Ujar beliau.

Tak hanya sekedar biolog, tetapi menjadi biolog yang prestatif adalah acuan dari kegiatan ini. Bapak Budi mengatakan bahwa prestatif merupakan bagaimana seseorang menghasilkan suatu karya yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar juga ekosistem. Seperti karya beliau yang mengmbangkan berbagai varietas melon di Fakultas Biologi. “Gajah saja mati meninggalkan tanduk, kita seorang manusia jangan sampai setelah mati tidak meninggalkan apa apa.” Intinya kalau ada niat baik dan tentunya usaha, in syaa Allah prestasi itu datang sendiri dengan tidak dibarengi kesombongan.

Beranjak ke sesi selanjutnya berbicara mengenai kiat-kiat beliau sampai akhirnya mencapai titik kesuksesan seperti saat ini. Pak Budi dengan gamblang membeberkan kiat-kiatnya selama ini. Berawal dari niat, niatkan semua apa yang dilakukan adalah bagian dari ibadah. Kemudian upayakan mengisi waktu dengan aktifitas positif. Selanjutnya berusaha keras, semuanya diupayakan semaksimal mungkin dengan sungguh sungguh. Karena Allah menyukai seorang muslim yang kuat. Kuat secara fisik, kuat secara ilmu, kuat secara amal. Dan pada akhirnya jangan sampai dibarengi dengan kesombongan.

Rangkaian talkshow sesi pertama ditutup dengan statement dari beliau “ Kesuksesan tidak diperoleh secara instan, semua butuh proses, jangan terburu – buru, semua butuh kesabaran, sungguh – sungguh, keseriusan, bekerja hanya mengharap keridhoan Allah maka semua kesuksesan akan datang kepada kita. Dan tentunya semua atas izin Allah, in syaa Allah.”

Talkshow sesi kedua berlanjut dengan narasumber yang tak kalah mengagumkan yakni Dr. med. ved. drh. Hendry T.S.S.G. Saragih. M.P. yang sekaligus merupakan salah satu dosen di fakultas biologi. Talkshow kedua lebih mentitik beratkan pada “bagaimana menyeimbangkan antara aktif berorganisasi tanpa melupakan kewajiban kuliah dan agama” topic ini diangkat senada dengan background dari narasumber yang semasa kuliahnya dahulu sudah aktif dalam organisasi namun tetap bisa berprestasi.

Beberapa pertanyaan diajukan oleh moderator, semua dijawab dengan sangat inspiratif. Pengalaman yang beliau sampaikan, seakan – akan mengajak para pendengarnya untuk tidak hanya menjadi mahasiswa yang berkutat hanya pada masalah akademik, “akademik memang sangat penting tapi masih banyak hal yang juga tak kalah penting dan menarik yang dapat meningkatkan kapasitas pribadi.” Ujar beliau.

Beliau juga menyampaikan bahwa dalam dunia kerja, sangat jelas ada perbedaan antara mehasiswa yg aktif dalam organisasi dengan mahasiswa yang hanya menjadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah – pulang, kuliah – pulang). Mahasiswa yang aktif dalam berorganisasi, pengalaman yang didapatkan selama organisasi lah yang mendidiknya menjadi terlatih. Namun tidak juga dipungkiri, banyak mahasiswa yang kebablasan organisasi dan akademiknya terbengkalai. Disini yang perlu dibenah adalah managemen waktu. Management waktu adalah sesuatu yang sangat penting.

“Mengikuti kegiatan organisasi menjadikan kita memiliki visi yang lebih terarah. Sesibuk apapun, manage waktu sangat diperlukan. Sesibuk apapun, tetap ibadah kepada Allah harus diutamakan.” Sambung pak Hendry.

“Jangan menjadi mahasiswa rumahan, cobalah menjadi mahasiswa yang punya visi kedepan. Manage waktu itu perlu, akademik jangan ditinggalkan serta ibadah tetap dijalankan”   petikan kata motivasi diatas merupakan closing statement yang diberikan narasumber kepada para mahasiswa baru biologi 2016.

Acara kembali dibuka dengan penampilan nasyid dari JMMB. Setelah itu pengumuman KIP (Kajian Islam Pekanan) yang merupakan suatu kegiatan yang wajib bagi mahasiswa baru.

Tibalah di penghujung acara, para peserta disuguhkan dengan sesi “ice cream party” yang mana sekaligus merupakan penutup dari rangkaian acara Temu Gamada Muslim 2016.

Pendidikan dan Pelatihan Lapangan 2016 BiOSC: Curug Setawing, Kulonprogo, DIY

Kegiatan Mahasiswa Rabu, 15 Juni 2016

BiOSC, Yogyakarta. Tidak terasa tiga bulan telah dilalui oleh anggota muda BiOSC yang mengikuti DIKLAT LANJUT 2016 BiOSC. Rangkaian Diklat Lanjut BiOSC dimulai dengan kegiatan Big Intensive Group (BIG)  dan Small Intensive Group (SIG) pada bulan April hingga Mei lalu. Dan untuk menguji tingkat pemahaman peserta DIKJUT, kini tiba rangkaian puncak yaitu Diklat Lapangan 2016 BiOSC. Diklat Lapangan dilaksanakan pada tanggal 27-29 Mei 2016 di Curug Setawing, Kulonprogo. Kulonprogo merupakan tempat yang tepat sebagai sarana untuk memberi kesempatan peserta DIKJUT  mempelajari anggrek dan melihat anggrek secara langsung di alam dengan berbekal ilmu yang telah didapatkan selama BIG dan SIG. Konsep Diklat Lanjut 2016 ini mengusung sikap kemandirian peserta  sehingga peserta diharapkan mampu bekerja secara mandiri ketika berada di alam.

Peserta yang mengikuti Diklat Lapangan ini berjumlah 38 orang, daan setelah memenuhi syarat-syarat kelulusan para peserta DIKJUT dapat bergabung ke dalam 3 divisi BiOSC yakni Divisi Budidaya, Divisi Penelitian dan Divisi Konservasi.

Pada hari Jumat, 27 Mei 2016 setelah melakukan sholat Ashar, para peserta dan panitia berkumpul di Jalan Taman Biologi untuk melakukan persiapan keberangkatan. Sebelumnya, para peserta  memperoleh beberapa pengarahan dari Fajar Pangestu Jati selaku ketua panitia dan Hasim Ashari selaku ketua BiOSC. Kemudian para peserta DIKJUT 2016 memasuki kendaraan yang sudah disediakan dan bersiap berangkat menuju lokasi Diklat Lapangan dan didampingi panitia.

Setelah kurang lebih 2 jam perjalanan, tibalah para peserta dan panitia di lokasi DIKJUT. Kemudian dilanjutkan dengan pengangkutan barang dan mendirikan tenda. Dan pada pukul 18.00 WIB, peserta dan panitia bergantian untuk melaksanakan sholat maghrib dan isya secara berjamaah dan dilanjutkan dengan makan malam bersama.

Acara selanjutnya dilakukan briefing eksplorasi oleh koordinator lapangan yang bertujuan untuk menjelaskan pembagian jalur dan mempersiapkan barang-barang yang dibutuhkan selama eksplorasi pada esok hari. Setelah briefing eksplorasi acara selanjutnya adalah pentas seni yang menampilkan peserta DIKJUT. Pentas seni ini bertujuan untuk lebih mendekatkan peserta DIKJUT  satu sama lain. Suasana akrab dan ceria sangat terasa baik oleh peserta dan panitia DIKJUT, terlebih lagi adanya api ungun yang menambah suasana hangat.

Sabtu, 28 Mei 2016 pagi setelah sholat subuh dan sarapan, para peserta menuju jalur masing-masing. Sesuai dengan konsep DIKJUT kali ini selama eksplorasi peserta tidak didampingi oleh panitia. Selama eksplorasi peserta dituntut untuk mandiri dalam mendata setiap keanekaragaman anggrek alam yang ada di kabupaten Kulonprogo. Eksplorasi dilakukan selama 6 jam. Kemudian, peserta diwajibkan melengkapi identifikasi anggrek yang ditemukan selama eksplorasi yang akan dipresentasikan didepan dewan senior BiOSC pada malam harinya. Acara dilanjutkan sholat maghrib, sholat isya dan makan malam. Malam harinya, dilaksanakan presentasi tertutup masing-masing kelompok. Presentasi tertutup ini bertujuan agar lebih efektif dan agar para peserta lebih dapat memahami apa yang disampaikan dewan senior BiOSC.

Berdasarkan hasil eksplorasi, didapatkan data keanekaragaman anggrek alam di wilayah Curug Setawing adalah sebagai berikut:

Tabel 1. Data spesies anggrek yang ditemukan di 3 jalur eksplorasi di wilayah Curug Setawing, Kulonprogo, DIY

JALUR 1 JALUR 2 JALUR 3
1.         Nervilia aragoana2.         Acriopsis cf. liliifolia

3.         Vanilla cf. planifolia

4.         Zeuxine sp.

5.         Malaxidinae

6.         Dendrobium crumenatum

7.         Liparis sp.

8.         Perystilus cf. goodyeroides

9.         Nervilia punctata

10.     Eria retusa

 

1.        Liparis cf. parviflora2.        Acriopsis cf. liliifolia

3.        Vanilla cf. planifolia

4.        Malaxidinae

5.        Zeuxine sp. (urat putih)

6.        Zeuxine sp. (urat hijau keunguan)

7.        Dendrobium crumenatum

8.        Eria cf. retusa

9.        Malaxidinae

10.    Peristylus cf. goodyeroides

11.    Geodorum cf. densiflorum

12.    Nervilia punctata

13.    Habenaria sp.

 

1.      Liparis parviflora2.      Dienia cf. ophrydis

3.      Geodorum cf. densiflorum

4.      Eria cf. retusa

5.      Dendrobium crumenatum

6.      Nervilia punctata

7.      Nervilia aragoana

8.      Vanilla cf. planifolia

9.      Cymbidium sp.

10.  Zeuxine sp.

11.  Malaxidinae

12.  Acriopsis sp.

13.  Taeniophyllum sp.

14.  Spathoglottis plicata

Minggu, 29 Mei 2016 dini hari, dilaksanakan evaluasi peserta dan komitmen. Evaluasi dan komitmen ini bertujuan agar para peserta dapat mengevaluasi diri dan tidak mengulangi kesalahan serta menjalankan komitmen. Kemudian dilanjutkan pelantikan divisi untuk para peserta. Peserta yang bergabung di Divisi Budidaya berjumlah 15 orang, di Divisi Konservasi berjumlah 11 orang, dan di Divisi Penelitian berjumlah 12 orang. Setelah beberapa menit berkumpul bersama koordinator divisi, peserta dan panitia kembali ke tenda dan melaksanakan sholat subuh, lanjut memasak dan sarapan. Kemudian beres-beres tenda dan dilanjutkan foto bersama masing-masing divisi. Setelah semua kegiatan dilaksanakan, peserta dan panitia bersiap-siap pulang. Perjalanan dari Curug Setawing, Kulon Progo menuju ke Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada menempuh waktu kurang lebih 2 jam perjalanan.

DESA MITRA Biology Orchid Study Club: Taman Sungai Mudal, Dusun Banyunganti Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo, DIY.

Kegiatan Mahasiswa Rabu, 15 Juni 2016

BiOSC, Yogyakarta. Berlandaskan Tri Darma Perguruan Tinggi yang salah satunya adalah Pengabdian kepada Masyarakat, di tahun 2016 ini, Biology Orchid Study Club memiliki program kerja unggulan yaitu Desa Mitra yang merupakan program kerjasama antara BiOSC, Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) Yogyakarta dan Tim PKM-M Anggun Ayu. Program ini dilakukan bertujuan untuk memperkenalkan anggrek kepada masyarakat sekitar objek wisata Taman Sungai Mudal, Dusun Banyunganti Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo, DIY.

Mengingat kondisi agroklimat yang sesuai untuk pertumbuhan anggrek-anggrek alam, sehingga keanekaragaman anggrek di wilayah ini cukup tinggi. Selain itu, BiOSC telah memiliki data keanekaragaman anggrek di dusun tersebut berdasarkan hasil eksplorasi BiOSC saat kegiatan di lapangan. Ditambah potensi adanya objek wisata Taman Sungai Mudal yang menyedot banyak pengunjung pada akhir pekan membuat wilayah ini sangat potensial untuk dikembangkan. Sehingga program desa mitra ini bertujuan untuk memberikan kesadaran bagi masyarakat untuk mengangkat potensi anggrek yang dimiliki wilayahnya dan memadukannya dengan objek wisata yang sudah ada, karena sebagian besar masyarakat mengenal anggrek sebagai benalu dan rerumputan kecuali Vanilla sp., yang sudah dibudidayakan. Terdapat beberapa program yang akan dilakukan untuk untuk menunjang tujuan tersebut di antaranya adalah pengenalan dan pelatihan budidaya anggrek, pelatihan kewirausahaan anggrek, pembuatan taman edukasi anggrek, pembuatan rumah anggrek dan kaderasasi pembentukan masyarakat peduli anggrek.

Program yang sudah dilaksanakan adalah pengenalan anggrek dan budidayanya, harapannya adalah masyarakat bisa lebih mengenal anggrek dan potensi budidayanya untuk dikembangkan ke dunia ekonomi. Program kedua adalah pelatihan kewirausahaan anggrek meliputi pelatihan souvenir dan pembuatan baju lukis anggrek, untuk memperluas pandangan masyarakat mengenai potensi pengembangan usaha anggrek yang dilakukan pada tanggal 04 mei 2016. Dan pembuatan rumah anggrek sudah terlaksana berkat swadaya masyarakat sekitar. Untuk program pembuatan taman edukasi anggrek yaitu berupa penanaman anggrek di sekitar wilayah taman sungai mudal yang dilengkapi papan informasi tentang anggrek tersebut dan kaderisasi masyarakat peduli anggrek yang bertujuan agar masyarakat dapat secara mandiri mengelola potensi anggreknya tersebut. Kedua program ini masih dalam proses pengerjaan dan finalisasi. Semoga program ini bukan hanya program yang hanya berlangsung beberapa bulan saja tapi program yang berkelanjutan untuk menjaga kelestarian dan pengembangan anggrek. Salam tumbuh Berkembang Lestari.

Belajar Ekspresi dan Pewarisan Gen Bersama Mahasiswa Genetika

Kegiatan Mahasiswa Minggu, 13 Maret 2016

Seminar rutin FORMASIGEN dilaksanakan dengan baik pada hari Jumat tanggal 11 Maret 2016 pukul 13.00 – 15.00 WIB di Laboratorium Genetika dan Pemuliaan Fakultas Biologi UGM. Acara ini dipandu MC yaitu Dian Sartika dengan semangatnya yang luar biasa mengatur jalannya acara ini hingga selesai.

Dua pembicara yaitu Annas Rabbani, S.Si., M.Sc. dan Anjar Tri Wibowo, S.Si., M.Sc., Ph.D. turut meramaikan seminar tersebut. Annas menjelaskan penelitiannya tentang “Hubungan Kekerabatan Melon (Cucumis melo L.) ‘Hikadi’ berdasarkan Gen Cucumis Mutator-like Transposable Element. Pada penelitian diteliti transposon yang merupakan suatu DNA yang memiliki kemampuan untuk berpindah-pindah dari suatu tempat ke tempat lain dalam kromosom yang sama maupun berbeda. Kehadiran transposon pada suatu kromosom inilah yang apabila terekspresi dapat menyebabkan perubahan fenotipe pada suatu individu. Beliau mengungkapkan bahwa pada melon, transposon ditemukan dalam ukuran yang sangat besar yaitu 15.000 bp. Penelitian beliau tersebut menunjukkan bahwa karakter pola kulit pada melon ‘Hikadi’ dipengaruhi oleh banyaknya transposon pada melon tersebut.

Pembicara selanjutnya adalah Anjar Tri Wibowo, S.Si., M.Sc., Ph.D. yang berjudul “Adaptasi dan Regulasi Epigenetik pada Tumbuhan”. Pada penelitiannya, beliau mengungkapkan bahwa apabila suatu tumbuhan dihadapi oleh cekaman stres secara terus menerus maka, pada generasi berikutnya, tumbuhan tersebut akan bersifat lebih resisten terhadap cekaman. Pada kasus ini, dilakukan perlakuan stress pada tumbuhan yang berupa kadar garam tinggi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa adanya resistensi terhadap kadar garam tinggi diperlihatkan pada keturunan F1 namun tidak pada keturunan F2. Hal ini berkaitan dengan adanya regulasi epigenetik yang berupa metilasi DNA. Metilasi DNA inilah yang merupakan regulasi epigenetik yang berkaitan dengan respon ekspresi gen terhadap cekaman kadar garam.

Memasuki sesi selanjutnya, Anjar memberikan tips-tips menarik mengenai beasiswa untuk melanjutkan studi S2 dan S3 antara lain : Adanya passion dan motivasi yang kuat untuk melanjutkan kuliah sesuai minat, menjadi mahasiswa yang memiliki prestasi di bidang akademik, memiliki pengalaman berorganisasi dan memiliki network yang baik, mempunyai international IELTS/TOEFL, menyiapkan statement of purpose sebaik mungki, menghubungi dosen dan relasi profesional untuk mendapatkan recommendation letter yang terbaik, hubungi calon supervisor dan universitas yang dituju untuk mendapatkan letter of acceptance serta masukkan sebanyak mungkin lamaran (sesuai minat) dan JANGAN MENYERAH!!

Memasuki sesi terakhir yaitu, peluncuran lagu mars FORMASIGEN perdana yang dibawakan oleh Saudari Akmarina selaku pencipta lirik lagu mars Formasigen. Dengan penuh semangat, Saudari Akmarina menyanyikan mars FORMASIGEN dengan lirik sebagai berikut:

“Kami mahasiswa Biologi Gadjah Mada
Penelitian adalah jiwa kami
Tak lelah trus mengungkap
Kekayaan genetik Indonesia
Jaya Mahasiswa genetika
Fakultas Biologi tercinta
Formasigen tak pernah menyerah
Formasigen kan terus berkarya
Formasigen untuk Indonesia”

Cipta makna lagu       : Rindi Antika
Cipta lirik lagu            : Aqmarina Fitri Ramadhani

Dengan berakhirnya lantunan lagu mars FORMASIGEN maka, berakhir sudah acara seminar FORMASIGEN ini. Acara ini ditutup dengan penyerahan sertifikat dan kenang-kenangan yang dilakukan oleh Bu Tuti serta foto bersama seluruh civitas yang hadir dalam acara ini.

Pada kesempatan terpisah Wadek bidang Akademik dan Kemahsiswaan Fakultas Biologi UGM, Dr. Budi Setiadi Daryono berpesan supaya dengan pelaksanaan seminar Formasigen yang cukup terjadwal ini diharapkan seluruh mahasiswa Biologi dapat lebih semangat lagi untuk berkarya dan berjuang demi meraih jenjang studi selanjunya.

KMP Satu! Interpretasi Menyatukan KMP Sebagai Wadah Berorganisasi dan Belajar

Kegiatan Mahasiswa Sabtu, 5 Maret 2016

KMP Satu! Interpretasi Menyatukan KMP Sebagai Wadah Berorganisasi dan Belajar
KMP Satu! Interpretasi Menyatukan KMP Sebagai Wadah Berorganisasi dan Belajar

Organisasi merupakan salah satu wadah yang dimanfaatkan banyak pihak untuk mengembangkan kemampuan-kemampuan dasar yang dimiliki setiap individu. Berorganisasi adalah bagian yang cukup essensial dalam pembentukan karakter dengan memaksimalkan jiwa sosial yang dimiliki setiap manusia. Hal ini juga disadari oleh mahasiswa Pascasarjana Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) sehingga pada tahun 2012 terbentuklah organisasi Keluarga Mahasiswa Pascasarjana (KMP) Biologi UGM.

Dari awal terbentuknya, KMP terus mengalami transformasi menjadi organisasi yang eksisten yang bukan hanya mewadahi mahasiswa dalam mendapatkan informasi seputar perkuliahan tetapi juga memberikan wadah kepada mahasiswa untuk dapat memberikan bantuan, edukasi serta berbagi dengan masyarakat umum lewat pengabdian masyarakat dan juga membantu masyarakat luas mendapat informasi yang jelas mengenai prosedur untuk mendaftar sebagai mahasiswa Pascasarjana Fakultas Biologi UGM serta informasi-informasi lain terkait dengan program Pascasarjana Fakultas Biologi UGM, hingga pada generasi ketiga kepengurusan KMP ini dilaksanakan Pemilihan Raya (PEMIRA) untuk memilih Ketua KMP baru yang akan melanjutkan transformasi KMP menjadi organisasi yang dapat unggul baik dalam bidang keilmuan maupun keorganisasiannya.

Jumat 26 Februari 2016, dilaksanakanlah Pelantikan sekaligus Rapat Kerja (RAKER) untuk satu tahun kepengurusan KMP kedepan. Acara yang dimulai pada pukul 14.15 dihadiri oleh Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. dan Kepala Program Studi Pascasarjana Dr. Diah Rachmawati, M.Si. Pada acara ini Pak Budi dan Bu Diah menyampaikan sambutan serta harapan mereka untuk kemajuan KMP kedepan. Dalam sambutan ini Bu Diah selaku Kaprodi menegaskan

“KMP sebagai organisasi yang mewadahi mahasiswa pascasarjana harus terus mampu membangun sinergitas yang baik antara mahasiswa pascasarjana dan prodi, sehingga harapannya kegiatan KMP sebisa mungkin tidak mengganggu kegiatan studi akademik tetapi mendukung penuh aktualisasi pengembangan diri mahasiswa” pungkasnya.

Hal yang senada juga disampaikan Pak Budi dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan KMP jangan sampai mengganggu kegiatan studi. Apresiasi diberikan kepada mahasiswa yang mau terlibat dalam kepengurusan KMP karena sudah berani meluangkan waktunya untuk mengurus KMP dan melakukan menejemen waktu antara studi dan berorganisasi. Beliau juga menyampaikan filosofinya tentang berorganisasi harus belajar dari filosofi Pisang,

“Tumbuhan Pisang jika belum berbuah meskipun dipotong tidak akan mati dan ketika berbuah akan menyiapkan tunas-tunas barunya” ungkap beliau.

Harapannya ketika sebuah organisasi berjalan harus ada hasil dan manfaat yang dirasakan oleh mahasiswa itu sendiri serta juga masyarakat luas yang terlibat, dan yang paling penting adalah menyiapkan kader-kader penerus KMP selanjutnya. Pada akhir sambutannya Pak Budi berharap bahwa ketika menanam sesuatu dalam organisasi semoga hasilnya dapat dilihat di kemudian hari.

Acara selanjutnya yaitu pelantikan dan ikrar Ketua KMP 2016 terpilih Thoriq Teja Samudra oleh Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan. Setelah dilakukan pelantikan dan ikrar dari ketua KMP yang baru, kemudian dilakukan serah terima jabatan dari pengurus KMP 2015 yang diwakili oleh Firdaus. Dalam kesempatan ini pula Thoriq selaku ketua KMP yang baru menyampaikan sambutan sekaligus launching program kerja KMP 2016. Dalam sambutannya Thoriq menyampaikan bahwa KMP merupakan pengembangan wawasan keilmuan keorganisasian, pengabdian masyarakat, dan sinergi kekeluargaan dengan organisasi lain. Dalam kesempatan yang sama beliau melaunching tema kepengurusan KMP 2016 “KMP SATU!” dengan filosofi interpretasi menyatukan KMP sebagai wadah berorganisasi dan belajar.

Acara kemudian dilanjutkan dengan Rapat Kerja untuk satu tahun kepengurusan kedepan. Beberapa program kerja yang akan dilaksanakan adalah Upgrading pengurus KMP yang akan dikoordinir oleh departemen Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM), KMP Biologi berbagi oleh Departemen Pengabdian Masyarakat (DIMAS) dan seterusnya.

Acara rapat kerja terlaksana dengan lancar dengan berbagai masukan dari pengurus KMP 2016 untuk pengembangan KMP. Semoga Kepengurusan KMP 2016 dapat membawa transformasi baru yang lebih Baik serta membanggakan bagi almamater tercinta dengan berbagai prestasi. Amin. (Pingkan Krista dan Aditya Rahman)

Musyawarah Kerja JMMB 1437 H : Pengurus Baru Semangat Baru

Kegiatan Mahasiswa Kamis, 3 Maret 2016

Alhamdulillah hirabbil’alamiin pada hari ini, Ahad tanggal 28 Februari 2016 (19 Jumadil Awal 1437 H) di Ruang VI Fakultas Biologi UGM telah resmi dilantik Pengurus Harian dan Majelis Syuro JMMB UGM 1437 H oleh Anggota Kehormatan Muhammad Muslih Muhtadi. Dibacakan nama-nama pemegang kepengurusan baru yang telah diikrar untuk bekerja sepenuh hati, meluangkan waktu, dan ikhlas untuk mengemban amanah yang diberikan untuk JMMB.

Adapun kepengurusan JMMB saat ini diketuai oleh Pungky Ramadhan R., didampingi oleh Sekretaris Jendral yaitu Emy Setyani dengan bidang-bidang yaitu Bidang Syiar Islam diketuai oleh Arifa Yunia R., Bidang Pelayanan Umat diketuai oleh Fadila Husnun, Bidang Alumi dan Jaringan diketuai oleh Andi Alfi Syahrin, Bidang Media dan Opini diketuai oleh Rahma Nabilla, Bidang Kemandirian Finansial diketuai oleh Dewi Anggraeni, Biology Muslim Study Club diketuai oleh Ahmad Andi, dan Bidang Pengembangan Muslimah diketuai oleh Farah Nadia K.. Selain bidang, Kepengurusan ini akan dibantu oleh Sekretaris yaitu Warisatul Ilmi, Bendahara yaitu Nisa Raudatul Auli, serta Biro Kaderisasi dan Psikologi Organisasi (BKPO) yang terdiri dari Divisi Peningkatan Kualitas yang dikoordinator oleh Muhammad Siswantoro, Divisi Pembinaan dan Penjagaan oleh Emi Latifah, Divisi Pendataan dan Pengaryaan oleh Nadia Izzatunnisa, serta Divisi Kesejahteraan oleh Khilodatus Silmi.

Majelis Syuro yang telah terbentuk dengan anggotanya yaitu Rendi Mahadi, Fitri Cahyani, Abdurrahman Rasyid, Setya Handayani, dan Mardiana Fitriani akan mendampingi, membimbing, dan mengawasi jalannya kepengurusan JMMB 1437 H kedepannya.

Setelah pelantikan selesai, dilanjutkan dengan presentasi mengenai program kerja yang akan dijalankan pada periode kepengurusan baru dari Sekretaris Jendral, Sekretaris, Bendahara, BKPO, dan Bidang-Bidang serta diadakan penerimaan saran dan masukan dari peserta Musyawarah Kerja agar proker yang telah disusun dapat berjalan dengan baik nantinya.

Semoga kepengurusan baru ini memiliki kinerja yang lebih baik dari kepengurusan sebelumnya. Harapannya, JMMB selalu terwujud sebagai “ONE BIG FAMILY” dimana selalu mampu merapatkan barisan agar kokoh serta saling menjaga satu dan yang lain. Pesan dari Pungky Ramdhan R. untuk tidak melakukan kesalahan yang dilakukan di tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, beliau juga berpesan agar semua pengurus JMMB senantiasa bekerja keras, membantu, meluangkan waktu serta pikiran untuk menyukseskan program kerja yang telah disusun.

Kita adalah keluarga. Bukankah kebersamaan itu ada di dalam sebuah keluarga? Tak mengapa jika prioritas kita berbeda, tapi bukankah kewajiban dakwah kita sama? Bukankah karena itulah kita terhimpun dalam satu ‘keluarga’? Maka tetaplah setia di sisi JMMB. Sedetik waktu yang kita berikan sangatlah berharga. Karena sungguh, meskipun tempat hati tertambat berbeda, tetapi bukankah kita telah memilih untuk berjihad di satu jalan yang sama? Oleh karena itu, “Kami tunggu kontribusi teman-teman di JMMB” -Pungky Ramadhan. (ZL/BiMO’37)

KSH Charity Day 2016

Kegiatan Mahasiswa Kamis, 25 Februari 2016

Minggu, (21/02) Kelompok Studi Herpetologi berkunjung ke Pondok Pesantren Anak Yatim dan Fakir Miskin Umar Bin Khottob Piyungan, Bantul, DIY. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian pertama dalam memperingati hari ulang tahun KSH yang ke 24. Kunjungan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran santri akan pentingnya herpetofauna. Santri tersebut kelak akan menjadi elemen penting dalam masyarakat yang sadar akan peranan herpetofauna dan meluruskan persepsi masyarakat yang menyimpang mengenai herpetofauna. Kegiatan ini sekaligus bakti sosial kepada para santri di pesantren tersebut. Acara tersebut disambut bahagia oleh warga pesantren. Baik santri putra maupun putri berkumpul di aula tempat acara berlangsung. Acara berlangsung tepat waktu yakni pukul 08.20 WIB sampai 11.45 WIB.

Rangkaian acara tersebut meliputi (1) pembukaan oleh MC, (2) sambutan ketua KSH, (3) sambutan Bapak Pengurus Pondok Pesantren, (4) dan pematerian Herpetofauna. Pematerian tersebut berupa 5 materi mengenai divisi yang ada di KSH, dimana setiap materi disampaikan selama 15 menit dengan rincian pematerian amfibi berjudul “Amfibi dan Kebersihan Lingkungan” , pematerian crocodylia dengan judul “Parental Care Pada Buaya” , pematerian Testudinata dengan judul “Penyu Sang Penjelajah Samudera” , ice breaking, pematerian Lacertilia dengan judul “Keunikan Lacertilia” , pematerian serpentes dengan judul “Pengenalan Ular.” Kegiatan dilanjutkan dengan (5) specimen show, (6) hadrah oleh santri, (7) penyerahan baksos dan kenang-kenangan, dan (8) diakhiri dengan doa bersama. Pematerian herpetofauna tersebut dimaksudkan agar para santri mengenal lebih baik herpetofauna yang selanjutnya menjadi dasar pandangan yang lebih baik dan pemantik akan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan.

Pada saat pematerian, para santri memperhatikan dengan baik apa yang dijelaskan. Selain itu juga mereka aktif dan tanggap untuk menjawab pertanyaan, meskipun masih terlihat malu-malu. Mereka juga terlihat bersemangat, terdengar dari suara mereka yang kompak ketika cek semangat dan jargon. Tidak kalah semangat lagi ketika acara specimen show, para santri terlihat senang ketika melihat spesimen-spesimen yang dibawa KSH ke lokasi, jenis specimen yang dipamerkan antara lain kura-kura, ular python, dan kadal. Namun tentu saja dari semua santri yang ada, masih terdapat beberapa santri yang takut.

Menjunjung Langit, Menapak Bumi: Wajah Baru Kepengurusan Kelompok Studi Herpetologi pada Tahun 2016

Kegiatan Mahasiswa Selasa, 23 Februari 2016

Berorganisasi di masa kuliah merupakan salah satu wadah untuk mengembangkan softskill mahasiswa. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan organisasi kemahasiswaan adalah fasilitas belajar berorganisasi saat menjejaki dunia kerja kelak. Salah satunya adalah Kelompok Studi Herpetologi (KSH) Fakultas Biologi UGM yang merupakan organisasi keilmuan yang concern pada bidang ilmu herpetologi (bidang ilmu yang mempelajari reptil dan amfibi). Selain belajar untuk berorganisasi, KSH juga memiliki keunggulan dalam bidang kajian keilmuannya. Harapannya seluruh anggota KSH dapat unggul dalam keilmuan maupun keorganisasiannya.

Pada 19 Februari 2016, KSH mengadakan rapat kerja untuk satu tahun kepengurusan 2016 di Ruang Kuliah Biodas Atas Barat. Acara ini dilaksanakan mulai pukul 13.30 WIB hingga pukul 17.30 WIB. Dengan mengusung nama kabinet Menjunjung Langit Menapak Bumi, kepengurusan tahun 2016 bercita-cita agar KSH menjadi kelompok studi yang melanglang buana dengan menunjukkan eksistensinya di bidang penelitian. Harapannya dapat melakukan publikasi internasional dengan berbekal pengetahuan lokal yaitu penelitian keanekaragaman lokal. Kepengurusan tahun 2016 dipegang oleh Elpri Eka Permadi angkatan 2103 sebagai Ketua, R. M. Farchan Fathoni angkatan 2014 sebagai Sekretaris, Diana Fadhilah angkatan 2013 sebagai Bendahara, Abdul Fattah angkatan 2014 sebagai Kepala Departemen Hubungan dan Pelayanan Masyarakat, Herofi Azhar angkatan 2013 sebagai Kepala Departemen Keorganisasian dan Luthfi Fauzi angkatan 2013 sebagai Kepala Departemen Litbang.

Rapat kerja ini membahas program kerja yang akan dilaksanakan dalam satu tahun kepengurusan 2016.Beberapa program kerja yang dilaksanakan pada tahun ini yaitu Ekspedisi di Pegunungan Menoreh, KSH Ranger, majalah herpetosiana, pematerian herpetofauna dengan target masyarakat, seminar internal, KSH sehat, pembuatan kaos herpetofauna dan calana lapangan serta program kerja kultural lainnya.

Ekspedisi KSH merupakan salah satu upaya untuk menggali lebih banyak kekayaan sumber daya hayati di wilayah DIY dan Jawa Tengah. Jika IPB sudah banyak mengungkap berbagai kekayaan hayati di Jawa Barat, maka UGM pun mampu untuk mengungkap betapa kayanya sumberdaya hayati di wilayahnya sendiri, khususnya oleh KSH dengan reptil dan amfibinya. Ekspedisi ini merupakan lanjutan dari ekspedisi sebelumnya yang telah dilaksanakan di lereng barat Taman Nasional Gunung Merapi.

KSH Ranger merupakan upaya pelayanan kepada masyarakat berupa jasa penyelamatan herpetofauana yang dianggap mengganggu masyarakat. Misal, “jika ada tokek atau ular yang dikhawatirkan mengganggu atau takut berbahaya maka jangan ragu hubungi KSH”, begitu celoteh anak KSH. Ini merupakan salah satu program andalan KSH sebagai sarana latihan mahasiswa dalam mewujudkan Tridarma Perguruan Tinggi poin pengabdian masyarakat. KSH bercita-cita untuk menggunakan sistem aplikasi smartphone dalam pengembangan program KSH Ranger ini. Jika anda perlu ojek tinggal buka smartphone anda, maka KSH menganjurkan jika ada reptil atau amfibi yang dianggap mengganggu maka buka smartphone anda dan bisa menghubungi melalui FB: Ksh Ugm, Twitter: @kshugm, IG: @kshbiogama. Semoga cita-cita kami untuk mengembangkan aplikasi berbasis android dapat terwujud dengan segera.

Pematerian Herpetofauna juga merupakan perwujudan dari Tridarma Perguruan Tinggi poin pengabdian kepada masyarakat. Pematerian menyasar sekolah, yayasan, komunitas, organisasi kemahasiswaan maupun masyarakat umum. Pematerian ini juga bertujuan mengaktualisasi perspektif masyarakat mengenai reptil dan amfibi. Kebanyakan masyarakat di Indonesia menganggap bahwa reptil dan amfibi merupakan hewan yang menjijikan, berbahaya dan harus dimusnahkan. Padahal banyak sekali peran herpetofauna di alam, seperti menjaga keseimbangan ekosistem, indikator lingkungan dan pengendali hama. KSH mengajak masyarakat untuk menjada kelestarian herpetofauna dengan tidak memburu secara berlebihan ataupun merusak habitat alaminya.

Acara rapat kerja alhamdulillah terlaksana dengan lancar dengan berbagai masukkan yang sangat membangun. Semoga kepengurusan KSH 2016: Menjunjung Langit Menapak Bumi dapat membawa wajah baru KSH yang lebih baik. Dapat membanggakan almamater tercinta dengan prestasinya. Sekian. (Elpri Permadi)

HUT 1 Dekade BiOSC

Kegiatan Mahasiswa Selasa, 23 Februari 2016

Tidak terasa, tepat pada 1 Februari 2016, Biology Orchid Study Club memasuki usia 10 tahun. Untuk sebuah organisasi, 1 dekade bukan lagi usia yang muda, melainkan sudah memasuki usia dewasa. Sebagai ungkapan rasa syukur, BiOSC merayakannya dengan mengadakan kegiatan “Bakti Sosial dan Sharing Alumni” yang telah diselenggarakan pada Sabtu dan Minggu, 20 dan 21 Februari 2016.

Hari pertama, Sabtu 20 Februari 2016, Bakti Sosil dilaksanakan di Panti Asuhan Atap Langit, Bantul, Yogyakarta. Acara dibuka dengan sambutan dari ketua panitia Nugroho (2014), ketua BiOSC 2016, Hasim Ashari (2013), dan pimpinan Panti Asuhan Atap Langit, ibu Sri. Bersama dengan anak-anak dari Panti Asuhan Atap Langit, acara dilanjutkan dengan pemotongan kue.

Dalam acara tersebut anak-anak diajak bemain sambil belajar berbagai macam spesies anggrek. Anak-anak usia 6 hingga 14 tahun terlihat antusias mengenal lebih dalam tentang anggrek. Mereka juga diajarkan langsung bagaimana cara spliting anggrek dengan baik dan benar. Sebagai kenang-kenangan, setiap anak diberi anggrek untuk dapat mereka simpan dan pelihara. Selain itu, anak-anak diberi hadiah berupa makanan ringan.

Acara ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh ibu Sri. Beliau merasa senang dan berterima kasih melihat masih banyak orang yang peduli dengan anak-anak yang kurang beruntung ini. Beliau mengingatkan agar kita berubah menjadi pribadi yang lebih baik, bermanfaat dan bermanrtabat bagi sesama. Senantiasa bersyukur dan tidak patah semangat karena masih banyak orang yang tidak seberuntung kita. Di akhir acara, BiOSC diwakili oleh Hasim Ashari (2013), memberikan sumbangan dan bingkisan berupa pakaian, buku, mainan, dll., pemberian dari seluruh civitas akademika Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada.

Rangkaian acara dilanjutkan pada Minggu, 21 Februari 2016. Acara dimulai pukul 09.30 dan dihadiri oleh Dosen Pembimbing BiOSC, Dr. Endang Semiarti, M. S., M. Sc. Pada acara peringatan HUT BiOSC yang ke 10 ini, beliau berpesan bahwa untuk membuat BiOSC dapat lebih dikenal dapat dimulai dengan kontribusi dan prestasi dari setiap anggotanya. Selain itu, beliau berpesan agar hubungan BiOSC dengan kelompok studi lain dapat tetap berjalan dengan baik dan saling menguntungkan.

Sebagai puncak rangkaian perayaan HUT BiOSC yang ke 10, acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan foto bersama. Kemudian dilanjutan dengan pentas seni dari setiap angkatan mulai dari Angkatan Diksar 8 (AD 8) hinggan AD 10. Alumni BiOSC yang ikut hadir meramaikan pun didaulat sebagai juri. Ahirnya AD 9 keluar sebagai pemenang pensi kali ini.

Sebelum memasuki acara Sharing Alumni, terlebih dahulu terdapat penayangan video ucapan selamat dan harapan untuk ulang tahun BiOSC 1 dekade ini. Dilanjutkan dengan Sharing Alumni bersama pembicara I Made Saka Wijaya (AD 5), Wilis Efri M (AD 6), dan Dylan Lawry (AD 4), serta dimoderatori oleh Asruwaidah F (AD 7). Seluruh rangkaian acara perayaan HUT BiOSC ke 10 di akhiri dengan pemberian kenang-kenangan kepada ketiga pembicara juga alumni Biology Orchid Study Club. BiOSC! Tumbuh berkembang lestari!

Diskusi Ilmiah BiOSC#1: Riset Anggrek dan Undang-Undang Perlindungan Anggrek

Kegiatan Mahasiswa Senin, 22 Februari 2016

BiOSC, Yogyakarta. Senin lalu, tepatnya tanggal 15 Februari 2016, setelah tepat satu minggu mulai menjalani kegiatan perkuliahan kembali, Biology Orchid Study Club (BiOSC) Fakultas Biologi UGM mengadakan satu agenda yang bersifat Diskusi Ilmiah. BiOSC mengangkat tema untuk Diskusi Ilmiah #1 yaitu “Riset Anggrek dan Undang-undang Perlindungan Anggrek”. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Biodas Atas Barat pada pukul 14.00-17.00 WIB.

Diskusi ilmiah tersebut dibuka oleh Divisi Konservasi dengan 3 orang perwakilan yaitu Meisa (AD VIII), Sidiq (AD IX) dan Fajar (AD IX) yang mempresentasikan tentang jurnal ilmiah konservasi di bidang keanggrekan dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh preserta diskusi. Kemudian acara tersebut dilanjutkan dengan diskusi bersama dengan seorang Peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di bidang konservasi anggrek, yaitu Destario Metusala. Beliau merupakan salah satu peneliti hebat di Indonesia yang berkonsentrasi di bidang konservasi anggrek dan saat ini tengah menempuh pendidikan Strata 3 di Universitas Indonesia. Peneliti yang akrab disapa Kak Rio ini juga salah satu penemu spesies anggrek dari genus Oberonia sp. berukuran 1 mm – 1,5 mm yang merupakan anggrek terkecil di dunia.

Diskusi mengenai konservasi anggrek bersama dengan Kak Rio sangat menarik bagi anggota Biology Orchid Study Club yang hadir saat itu. Diskusi juga mengarah ke topik perundang-undangan perlindungan biodiversitas yaitu PP No. 7 Tahun 1999 yang akan direvisi pada beberapa bulan mendatang. Kegiatan diskusi ini juga dapat menjadi suatu wadah tertampungnya pendapat-pendapat dari anggota BiOSC mengenai kegiatan konservasi anggrek yang dapat disampaikan kepada Kak Rio dan nantinya dapat disampaikan ke Pemerintah Pusat.

Dari Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 tersebut juga terdapat kurang lebih 30 spesies anggrek yang dilindungi oleh negara. Dan berdasarkan informasi dari Kak Rio, kategori anggrek yang dapat termasuk daftar dilindungi adalah anggrek yang susah dibudidayakan, toleransi adaptasinya sempit, dan ditemukan di suatu area/habitat yang tidak terlindungi.

Dari kegiatan diskusi tersebut, semakin membuka wawasan dan menyadarkan anggota-anggota BiOSC bahwa kekayaan biodiversitas Indonesia harus dilindungi dan dilestarikan keberadaannya, salah satunya kelestarian anggrek-anggrek asli Indonesia yang berjumlah hampir 5 ribu jenis anggrek. Dan diharapkan bahwa Kelompok Studi BiOSC dapat bekerja sama dengan banyak pihak guna memberikan peran nyata bagi bidang konservasi anggrek di Indonesia.

1…8384858687…101

Akreditasi

Berita Terakhir

  • Wisuda Pascasarjana Fakultas Biologi UGM Tandai Lahirnya Lulusan Fast Track
  • Soroti Tantangan Malaria Indonesia Timur, Mahasiswa Magister Biologi UGM Raih Juara Nasional
  • Pendaftaran Program Internalisasi Nilai-nilai Pioner (PIN PIONER) UGM 2026
  • Jadwal KKN-PPM UGM Periode 1 dan 2 Tahun 2026
  • Dosen Tunghai University Taiwan Bagikan Riset Genetika Kupu-Kupu di Guest Lecture Fakultas Biologi UGM
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA

FAKULTAS BIOLOGI
Jalan Teknika Selatan, Sekip Utara,
Yogyakarta 55281
biologi-ugm@ugm.ac.id
Telepon/Fax: +62 (274) 580839

Tentang Kami

  • Sejarah
  • Organisasi
  • Staff
  • VISI, MISI & TUJUAN
  • Biodiversitas
  • Informasi Publik

KEMAHASISWAAN

  • Pelayanan Mahasiswa
  • Organisasi Mahasiswa
  • Pengajuan Kerja Praktik Lapangan
  • Izin Penelitian Lapangan
  • Layanan Konseling Mahasiswa

Akademik

  • Peraturan Akademik
  • Pengumuman Akademik

Survei Kepuasan Layanan

  • Survei Layanan Akademik
  • Survei Layanan KASDM
  • Survei Layanan P2MKSA
  • Survei Layanan Laboratiorum
  • Survei Layanan K5L dan Driver

Akreditasi

  • Image 1
  • Image 2
  • Image 3

© 2024 FAKULTAS BIOLOGI UNIVERSITAS GADJAH MADA

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju