• UGM
  • Portal Simaster
  • IT Center
  • Webmail
  • KOBI
  • Bahasa Indonesia
    • English
  • Informasi Publik
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Biologi
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Visi, Misi & Tujuan
    • Organisasi
    • Staff
      • Tenaga Pendidik
      • Adjunt Professor
      • Tenaga Kependidikan
      • Kepakaran dan Topik Riset Dosen
    • Fasilitas
      • Animal House
      • Kebun Biologi
      • Konsultasi Kesehatan Mental
      • Laboratorium
      • Museum Biologi
      • Perpustakaan
    • Galeri
      • Gedung Fakultas
      • Museum Biologi
      • Penelitian
      • Gama Melon
  • Akademik
    • Program Sarjana
      • Visi, Misi, dan Tujuan
      • Matakuliah S1
      • Pendaftaran Skripsi
      • Pendaftaran Ujian Skripsi
      • Pendaftaran Yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Klaim MK Ekstrakurikuler
    • IUP
    • Program Profesi
      • Apa itu PKKH ?
      • Sejarah Pendirian Program Studi PKKH
      • Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran Program Studi PKKH
      • Kompetensi Lulusan Program Studi PKKH
      • Bahan Kajian dan Profil Lulusan Program Studi PKKH
      • Kurikulum Program Studi PKKH
      • Pendaftaran Mahasiswa Baru PKKH
      • Informasi dan FAQ Program Studi PKKH
    • Program Magister
      • Deskripsi Program Magister Biologi
      • Mata Kuliah S2
      • Struktur Kurikulum Program Magister
      • Info Pendaftaran
      • PENDAFTARAN UJIAN KOMPREHENSIF
      • Pendaftaran Ujian Tesis
      • pendaftaran yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Tracer Study
    • Program Doktor
      • Visi, Misi, Tujuan, & Sasaran Program Doktor Biologi
      • Kurikulum Program Doktor
      • Info Pendaftaran
      • Pendaftaran Ujian Komprehensif
    • Akreditasi dan Jaminan Mutu
  • PENELITIAN & PENGGABDIAN
    • Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology
    • Berkala Ilmiah Biology
    • Pengelolaan Sampah
  • Kerja Sama
  • Alumni
    • Berita Alumni
    • BCADC (Web Alumni)
    • Data Kabiogama Pascasarjana
    • Data Kabiogama Sarjana
  • Beranda
  • Kegiatan Mahasiswa
  • hal. 87
Arsip:

Kegiatan Mahasiswa

PORSENIGAMA 2015

Kegiatan Mahasiswa Senin, 21 Desember 2015

Malam puncak penganugerahan sudah berlalu pada tanggal 5 Desember 2015 kemarin, namun kebahagiaan dan kenangan yang menyertai delegasi Fakultas Biologi masih dirasakan hingga sekarang. Fakultas Biologi melalui Departemen Minat dan Bakat BEM F. Biologi mengumpulkan mahasiswa dengan talenta-talenta yang mumpuni untuk bersaing dalam Pekan Olahraga Seni Universitas Gadjah Mada yang mempertandingkan 18 fakultas dan 1 sekolah vokasi.

Pada tahun ini, panitia pelaksana Porsenigama mengambil tema Sportivitas dan Kreativitas untuk Solidaritas tanpa Batas. Fakultas Biologi mengirimkan mahasiswa untuk bertanding di perlombaan cabang seni maupun olahraga. Di cabang seni, perlombaan yang diikuti yaitu : band, fotografi, seni rupa, tari tradisional, dan vocal group. Sementara untuk cabang olahraga yaitu : atletik, basket, berkuda, bulu tangkis, catur, futsal, karate, renang, tenis meja, tenis lapangan, dan sepak bola. Dari semua cabang yang diikuti, Fakultas Biologi memperoleh 2 medali perunggu melalui Yuliana Purnamasari (2013) dari cabang olahraga berkuda dan Bhaskoro Arifin (2013) dari cabang karate.

Walaupun tidak bisa menjadi juara umum, Fakultas Biologi perlu berbangga karena mampu mengirimkan mahasiswa dengan talenta yang luar biasa di hampir semua cabang olahraga maupun seni yang diselenggarakan oleh pihak panitia Porsenigama 2015. Dalam setiap cabang perlombaan yang diikuti, turut pula dihadiri oleh pendukung kebanggaan yaitu Spermania. Walaupun hanya menyumbangkan suara dan semangat, namun kekeluargaan dan sifat empati yang ada dalam diri Fakultas Biologi masih terjaga. Hal ini mencerminkan semangat luar biasa yang ada pada diri mahasiswa, mengingat banyaknya agenda praktikum, pembuatan laporan, dan agenda kelompok studi maupun lembaga yang selalu menyertai.

Diharapkan pada agenda Porsenigama tahun depan, mahasiswa dari Fakultas Biologi dapat mengikuti semua agenda perlombaan Porsenigama dan beberapa bulan sebelumnya diberi pelatihan secara rutin baik melalui Departemen Minat dan Bakat BEM F. Biologi maupun dengan mendatangkan pelatih yang memang handal.Dengan demikian, hasil perlombaan bisa lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya dan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya baik bagi mahasiswa yang bersangkutan maupun bagi fakultas. #BiologiBisa

Kunjungan BiOSC ke RRI Pro 2 Yogyakarta : “Puspa Pesona Bangsa yang Perlu Diupayakan Kelestariannya”

Kegiatan Mahasiswa Senin, 21 Desember 2015

Pada hari Sabtu, 19 Desember 2015 Biology Orchid Study Club (BiOSC) melakukan kunjungan ke RRI (Radio Republik Indonesia) Pro 2 Yogyakarta 102.5 FM dalam rangka menjalin kerjasama serta memenuhi undangan menjadi narasumber salah satu program radio tersebut yaitu berbicara mengenai lingkungan hidup yang biasa diadakan setiap hari Sabtu. Hadir pada pukul 09.50 WIB, BiOSC yang diwakilkan oleh Hasim Ashari, Indah Amalia, Indri Arina Khasanati, dan Muhammad Fauzi Arif langsung disambut hangat oleh Ifa yang merupakan penyiar radio yang selanjutnya memandu jalannya perbincangan, beserta dua orang rekannya.

Berlangsung selama satu jam pada pukul 10.00-11.00 WIB, bincang-bincang dilakukan secara santai dan dengan pokok bahasan yang menarik dan mudah dipahami oleh masyarakat luas. Diawali dengan perkenalan, berbagai macam hal mengenai anggrek dibicarakan selanjutnya yaitu cara hidup anggrek, persebaran anggrek di Indonesia maupun di Yogyakarta, hingga cara perawatan dan pencegahan hama dan penyakit pada anggrek. Keempat perwakilan BiOSC tersebut berusaha memperkenalkan puspa pesona bangsa ini kepada masyarakat dan mengajak masyarakat untuk turut membudidayakan anggrek dalam upaya pelestarian anggrek di Indonesia. Memiliki sekitar 5.000 dari 30.000 jenis anggrek, Indonesia boleh saja berbesar hati dengan kekayaan nusantara ini, namun rasa bangga tersebut seharusnya tidak mengurungkan niat untuk tetap melestarikannya karena tentu banyak hal yang membuat bunga ini tidak mudah tumbuh dan berkembang begitu saja. Terdapat beberapa faktor-faktor yang dapat menghambat perkembang biakannya, seperti hama yang menyerang tanaman, faktor lingkungan, nutrien dan lain sebagainya.

Perbincangan ditutup dengan himbauan dan ajakan yang ditujukan dari BiOSC kepada masyarakat Indonesia untuk bersama-sama membantu melestarikan anggrek Indonesia dan mengembalikan puspa pesona bangsa ini agar tetap populer dan lestari di tanah ibu pertiwi, agar kelak tidak hanya kita yang dapat menikmati keindahan bunga ini namun juga dapat dikenalkan kepada keturunan-keturunan kita kelak.

Mari kita jaga dan rawat kekayaan nusantara kita, puspa pesona bangsa, anggrek Indonesia.

Sekian. Salam Tumbuh, Berkembang, Lestari!

Diklat Lapangan Kopma BIOGAMMA 2015: Meneladani Kearifan Lokal Koperasi Mina Bahari, Pantai Depok, Bantul, Yogyakarta

Kegiatan Mahasiswa Rabu, 16 Desember 2015

Minggu, 29 November 2015, Kopma BIOGAMMA melakukan Diklat Lapangan sebagai salah satu rangkaian acara final dalam kegiatan open recruitment 2015. Diklat Lapangan tahun ini dilaksanakan di Pantai Depok, Bantul, Yogyakarta dengan melakukan kunjungan ke Koperasi Mina Bahari “Koperasi Berbasis Kearifan Lokal”.

Peserta berkumpul di Fakultas Biologi UGM pukul 07.00 dan berangkat menuju Pantai Depok pada pukul 08.30. Perjalanan memakan waktu satu jam. Setelah tiba di Pantai Depok, peserta kemudian menuju salah satu rumah makan untuk mengikuti pematerian tentang Koperasi Berbasis Kearifan Lokal dari Koperasi Mina Bahari. Narasumber pada pematerian ini adalah Bapak Kus selaku Bendahara dari Koperasi Mina Bahari. Beliau mempresentasikan tentang awal mula berdirinya Koperasi Mina Bahari hingga kini memiliki anggota sebanyak 800 orang. Koperasi Mina Bahari memiliki beberapa sub unit yang masih berada di satu kompleks Pantai Depok. Sub unit tersebut antara lain sub unit simpan pinjam, sub unit parkir dan retribusi, sub unit WASERDA (Warung Serba Ada), sub unit pabrik es, dan sub unit PKL (Pedagang Kaki Lima), dan sub unit pasar). Peserta mengikuti pematerian dengan antusias dan melontarkan beberapa pertanyaan diakhir pematerian.

Setelah mengikuti pematerian, dilanjutkan dengan presentasi hasil Kopma Challenge. Kopma Challenge merupakan suatu tantangan bagi calon anggota Kopma BIOGAMMA untuk me-manage keuangan dan waktu. Tantangan yang diberikan berupa pemberian modal dari Kopma BIOGAMMA dan peserta diminta untuk mengelola modal tersebut dengan cara berjualan dan mengelola usahanya dalam skala kecil yang mencangkup lomponen-komponen dalam wirausaha. Peserta diminta untuk mempresentasikan bagaimana proses kopma challenge tersebut dan hasil yang didapat. Setelah presentasi kopma challenge, acara dilanjutkan dengan makan siang bersama yang kemudian diteruskan dengan sholat zuhur berjamaah.

Acara dilanjutkan dengan outing ke sub unit Koperasi Mina Bahari. Peserta di bagi menjadi 2 kelompok besar. Kelompok pertama mewawancarai sub unit parkir dan retribusi, sedangkan kelompok kedua mewawancarai sub unit pabrik es. Hasil wawancara tersebut kemudian dipresentasikan. Setelah presentasi, acara kemudian dilanjutkan pelantikan calon anggota Kopma BIOGAMMA. Pelantikan dilakukan secara simbolis dengan menyematkan PDH Kopma BIOGAMMA kepada dua orang perwakilan yakni Rudy dan Qisthi, mahasiswa Biologi 2015.

Setelah pelantikan, acara dilanjutkan dengan berfoto bersama di Pantai Depok. Kemudian, peserta dan panitia kembali ke Fakultas Biologi.

Dengan diadakannya acara diklat lapangan ini, diharapkan agar calon anggota Kopma BIOGAMMA dapat lebih memahami asas kekeluargaan yang menjadi dasar dari Koperasi. Selain itu, peserta dapat menerapkan nilai-nilai kearifan lokal Koperasi Mina Bahari di Fakultas Biologi.

DIKSAR X BiOSC: “Pesona Anggrek Indonesia Sebagai Kekayaan Nusantara”

Kegiatan Mahasiswa Rabu, 2 Desember 2015

diksar_x_biosc-pesona_anggrek_kekayaan_nusantara
DIKSAR X BiOSC: “Pesona Anggrek Indonesia Sebagai Kekayaan Nusantara”

Biology Orchid Study Club kembali membuka penerimaan anggota baru bagi Angkatan DIKSAR X melalui Pendidikan dan Pelatihan Dasar (DIKSAR) yang kali ini mengusung tema besar “Eksplorasi Anggrek Indonesia”. DIKSAR ini membawa harapan agar anggota BiOSC dan mahasiswa pemerhati anggrek semakin mengenal, mencintai dan melestarikan anggrek-anggrek alam Indonesia. Banyaknya anggrek alam Indonesia yang menjadi kajian penelitian asing membuat BiOSC mengangkat tema ini agar anggrek Indonesia berjaya dalam negerinya sendiri. Kegiatan penerimaan anggota baru ini dimulai dari bulan September hingga November dengan rangkaian Biologi Festival, Meet and Greet, Eksperia #1, Eksperia #2, Eksplorasi Anggrek Kampus, Mini Eksplorasi, Technical Meeting dan Diklat Lapangan.

Biologi Festival [19/09/2015] merupakan kerjasama antara BEM Fakultas Biologi dengan kelompok studi yang ada di Fakultas Biologi UGM sebagai tahap pengenalan. Agenda ini memberikan kesempatan kepada kelompok studi untuk memperkenalkan fokus kajian sebagai daya tariknya. Dalam hal ini stand BiOSC mengenalkan berbagai kajian unggulan BiOSC, kegiatan utama BiOSC serta mengenalkan anggrek-anggrek alam.

Mahasiswa baru yang tertarik untuk menjadi anggota BiOSC selanjutnya mengikuti rangkaian Meet and Great sebagai tahap pengenalan lebih lanjut. Mereka yang telah mengumpulkan form pendaftaran dikumpulkan menjadi 6 kelompok kecil dengan seorang kakak pemandu yang akan menjembatani informasi dari panitia. Dalam Meet and Great ini calon anggota BiOSC dikenalkan dengan anggota-anggota BiOSC dan mengenalkan divisi kajian yang ada di BiOSC.

Tahap pematerian atau Eksperia untuk calon anggota baru BiOSC merupakan tahap perisiapan pertama sebelum terjun di lapangan. Calon anggota baru dikenalkan dengan apa itu anggrek mulai dari terminologi hingga sistematikanya, teknik eksplorasi dan survival di lapangan hingga materi fotografi dan sketsa. Tema besar Diklat “Eksplorasi Anggrek Indonesia” dikonsep dalam pematerian Eksperia #1 dan Eksperia #2. Bertempat di Ruang IV pada tanggal 3 Oktober 2015 sesi Eksperia #1 dihadiri oleh Dosen Pembimbing BiOSC, Dr. Endang Semiarti , M.S., M.Sc. dan 42 calon anggota BiOSC. Pematerian indoor ini mengenalkan materi dasar keanggrekan, teknik fotografi dan teknik ilustrasi anggrek dengan sketsa. Kemudian untuk mempraktekan teknik fotografi, sketsa dan identifikasi peserta dibawa ke green house anggrek Fakultas Biologi UGM dan menerapkan materi yang telah diperoleh secara langsung. Berbeda dengan Eksperia #1, Eksperia #2 lebih mengenalkan materi survival dilapangan mulai dari tahap persiapan, teknik packing, teknik survival dan teknik eksplorasi. Peserta dikenalkan cara membangun bivak dan bagaimana bertahan apabila tersesat. Teknik survival saat eksplorasi ini menjadi sangat penting karena Diklat Lapangan yang akan dilaksanakan di akhir rangkaian berada di alam bebas.  Selain itu dalam Eksperia #2 para peserta diajarkan tentang etika konservasi sebagai kode etik eksplorasi.

Rangkaian selanjutnya, Eksplorasi Anggrek Kampus merupakan kegiatan pengenalan anggrek-anggrek yang ada di lingkungan Universitas Gadjah Mada. Para peserta diharapkan bisa mengetahui keanekaragaman anggrek yang berada di lingkungan kampus serta menerapkan teknik identifikasi anggrek. Kemudian selain Eksplorasi Anggrek Kampus, para peserta berlatih teknik identifikasi juga pada Mini Eksplorasi dan Kunjungan Nursery. Mini Eksplorasi dilaksanakan di Taman Nasional Gunung Merapi sedangkan kunjungan ke Nursery Titi Orchid di Pakem, Sleman, Yogyakarta. Pada Mini Eksplorasi, peserta dikenalkan pada medan eksplorasi secara langsung dan dituntut untuk lebih mengenal anggrek di alam dan mengidentifikasinya.

Kegiatan selanjutnya merupakan tahap persiapan sebelum terjun di lapangan dan sebagai tahap akhir dari rangkaian kegiatan penerimaan anggota baru BiOSC, yaitu Technical Meeting DIKSAR BiOSC. Pada hari Kamis, 29 Oktober 2015 peserta calon anggota baru BiOSC diinformasikan mengenai peraturan-peraturan yang harus ditaati termasuk etika konservasi, persiapan perlengkapan, dan persiapan kelompok serta persiapan angkatan. Setelah semua rangkaian telah dilaksanakan, tahap puncak dari rangkaian DIKSAR BiOSC, yaitu Diklat Lapangan yang dilaksanakan dalam tiga hari mulai hari Jumat hingga Minggu, 6-8 November 2015 bertempat di Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulonprogo. Pada tahap ini, calon anggota BiOSC melakukan eksplorasi anggrek secara langsung di alam dengan berbekal materi yang telah sampaikan selama rangkaian DIKSAR. Kemudian di hari terakhir, secara resmi para peserta yang berjumlah 42 orang dilantik menjadi Anggota BiOSC Angkatan DIKSAR (AD) X dan telah dinyatakan bergabung dengan keluarga besar BiOSC. Hal ini merupakan gerbang awal perjalanan anggota AD X BiOSC untuk menimba ilmu keanggrekan. Dan diharapkan nantinya anggota AD X mampu mengembangkan dan melestarikan anggrek Indonesia sebagai kekayaan nusantara.

ANGGREK NUSANTARA, LUAR BIASA!
BiOSC! TUMBUH, BERKEMBANG, LESTARI!

Mengenal Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Fakultas Biologi UGM

Kegiatan Mahasiswa Senin, 23 November 2015

Foto bersama Dekan Fakultas Biologi UGM, Pemateri, dan Peserta Seminar
Foto bersama Dekan Fakultas Biologi UGM, Pemateri, dan Peserta Seminar

Yogyakarta – Fakultas Biologi UGM memperkenalkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) kepada Mahasiswanya melalui kegiatan “Seminar HKI” yang diselenggarakan oleh Keluarga Mahasiswa Pascasarjana (KMP) di Ruang Sidang Bawah Fakultas Biologi UGM (20/11/15). Seminar HKI dihadiri oleh Mahasiswa S1, S2, dan S3 Fakultas Biologi UGM.

Seminar yang bertemakan “HKI sebagai aset non-fisik Fabiogama” tersebut menghadirkan Dra. Sri Sulistyani, M.Sc. (Pemeriksa Paten Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual), Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. (pemilik paten Bio-Catharantus) dan Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc. (pemilik paten metode transformasi genetik tanaman anggrek) sebagai narasumber.

Kegiatan Seminar HKI dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Suwarno Hadisusanto, S.U. Dalam sambutannya, Suwarno menilai bahwa masyarakat Indonesia memiliki tingkat kesadaran yang lebih rendah akan HKI dibanding Negara-Negara lain, selanjutnya ia juga berharap melalui kegiatan ini HKI dapat lebih memasyarakat.

“Sebenarnya kita memiliki banyak potensi Hak Cipta dan Paten. Namun karena kesadaran akan HKI yang kurang, menyebabkan kita tidak pernah mengurusi perlindungan hukumnya. Kita masih kalah dengan Negara-negara lain, sebut saja China dan Jepang hingga Singapura itu berbondong-bondong dan serius mengurusi Hak Cipta dan Patennya.” Terang Suwarno. “Saya menyambut baik kegiatan Seminar HKI ini dan menaruh harapan yang besar agar Hak Cipta dan Paten dapat memasyarakat, terutama agar kekayaan-kekayaan Indonesia tidak lagi diklaim oleh Negara-negara tetangga.” Tegasnya.

Hak Kekayaan Intelektual adalah hak eksklusif yang diberikan suatu hukum atau peraturan kepada seseorang atau sekelompok orang atas karya ciptaannya atau invensinya. HKI memiliki banyak manfaat mulai dari apresiasi terhadap karya hingga menghasilkan kekayaan.

“Hal pertama yang menjadi manfaat HKI adalah apresiasi atas kerja keras kita. Selanjutnya ia bisa membuat kita menjadi kaya. Sebut saja, Raditya Dika, Penulis Milyarder oleh karena Hak Cipta atas buku-bukunya. Bagi Dosen/Peneliti, HKI itu bisa menjadi KUM untuk kenaikan pangkat dan juga royalti jika sudah masuk industri.” Ujar Pak Budi yang juga tercatat sebagai pemilik merk ‘melon hikapel’ yang sudah masuk industri.

Hak Kekayaan Intelektual juga dapat berupa penemuan metode baru, seperti paten metode transformasi genetik yang dimiliki oleh Bu Endang. “Paten itu bukan hanya berkenaan dengan produk baru. Teknik atau metode juga dapat dipatenkan. Suatu metode yang bisa dilakukan dengan mudah, dengan waktu yang lebih singkat, dan dengan biaya yang lebih murah, serta dengan hasil yang lebih maksimal, bisa dipatenkan,” Jelas Bu Endang yang juga tercatat sebagai pemilik paten metode transformasi genetik oleh WIPO (World Intellectual Property Organization).

Apa saja invensi yang bisa dipatenkan sebagai aset non-fisik fabiogama? Bu Any (panggilan akrab Bu Sri Sulistyani) memaparkan dua kategori yang bisa dipatenkan oleh fabiogama.

Penyerahan kenang-kenangan oleh Dekan Fakultas Biologi UGM kepada Pemateri Seminar
Penyerahan kenang-kenangan oleh Dekan Fakultas Biologi UGM kepada Pemateri Seminar

“Ada dua kategori yang bisa dipatenkan oleh fabiogama. Kategori pertama adalah Produk, misalnya strain mikroorganisme, sekuen DNA, vektor rekombinan, ekstrak tanaman, serta komposisi makanan/pakan, dan sebagainya. Kategori kedua adalah Proses, misalnya proses isolasi, proses memproduksi senyawa yang menggunakan mikroorganisme, proses pembuatan makanan, serta penggunaan mikroorganisme untuk mengontrol hama, dan sebagainya,” Terang Bu Any seraya mengajak dan memotivasi Dosen/Peneliti dan Mahasiswa Fakultas Biologi UGM untuk lebih giat lagi berusaha dan berupaya mengurus HKI atas setiap karya intelektualnya.

Seminar HKI ditutup dengan acara penyerahan kenang-kenangan oleh Dekan Fakultas Biologi UGM kepada Dra. Sri Sulistyani, M.Sc. yang dilanjutkan dengan foto bersama peserta seminar.

Peluang Besar Entomolog Muda, Bukan untuk Berhenti Belajar Namun Harus Terus Berkarya

Kegiatan Mahasiswa Kamis, 22 Oktober 2015

Pelantikan Kenaikan Jenjang Kelompok Studi Entomologi 2015

Sambutan Pembina KSE, Dr. R.C. Hidayat Soesilohadi, M.Si
Sambutan Pembina KSE, Dr. R.C. Hidayat Soesilohadi, M.Si

KSE telah melantik 16 anggota yang menjadi Imago dan 15 anggota yang menjadi Pupa. Dalam pelatikan dihadiri pembina KSE, Dr. R.C. Hidayat Soesilohadi, M.Si yang memberikan sambutan sekaligus melakukan pelantikan. “Entomologi merupakan ilmu langka di Indonesia, baru sedikit ahlinya, maka ini menjadi peluang besar bagi kalian untuk berkecimpung dan berkarya disana. Selamat atas kenaikan tingkat yang kalian peroleh,” ucap Kepala Laboratorium Entomologi Fakultas Biologi UGM dalam sela-sela sambutanya.

Pupa dan Imago Baru Kelompok Studi Entomologi
Pupa dan Imago Baru Kelompok Studi Entomologi

Kamis, 7 Oktober 2015 sekelompok mahasiswa terlihat memadati rerumputan swadaya yang sekarang menjadi salah satu sentral kegiatan mahasiswa terutama untuk berdiskusi, belajar, maupun rapat. Mahasiswa-mahasiswa tersebut menggunakan seragam dan berbagai atribut sejenis, corak khas hijau tua dan merah. Mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Studi Entomologi yang sedang memadati Rerumputan Swadaya.

Pembina, Ketua KSE, Ketua Imago beserta Pupa dan Imago baru 2015
Pembina, Ketua KSE, Ketua Imago beserta Pupa dan Imago baru 2015

Anggota KSE berkumpul bukan tanpa maksud, hari itu adalah pelantikan jenjang Imago dan Pupa. Di KSE terdapat 3 jenjang keilmuan, pertama adalah larva sebutan untuk anggota yang baru dilantik dari Diklat Penetasan, tahun ini kabarnya terdapat 26 Mahasiswa Biologi angkatan 2015 dan 2014 yang mendaftar sebagai anggota baru KSE.  Kedua adalah Pupa, merupakan larva yang telah menerima materi yang diperoleh dari KUINS (Kuliah Instar), dan dinyatakan lulus dalam ujian Pupasi. Tingkat keilmuan tertinggi adalah Imago yang merupakan anggota Pupa yang telah melalui pematerian KOLONI, dan telah lulus dalam ujian Metamorfosis Akhir (MA).

Selain prosesi pelantikan, dilaksanakan juga pesta buah sebagai rasa syukur dan kegiatan keakraban anggota KSE. “Proses belajar ini akan terus berlangsung, selamat atas pencapaiannya, bukan berarti berhenti untuk belajar, akan tetapi belajar dan mencari pengalaman yang harus diperbanyak. Selamat berkontribusi dan menebar manfaat!” oleh Dodik Dermawan, Ketua Kelompok Studi Entomologi. (dode12-amp13)

Percepatan Belajar Ilmu Serangga dalam “Metamorfosis: Serangga untuk Kehidupan Lebih Baik”

Kegiatan Mahasiswa Rabu, 21 Oktober 2015

KSE Ikuti Kongres IX dan Seminar Nasional PEI 2015

Delegasi KSE dalam Kongres IX dan Seminar Nasional PEI 2015
Delegasi KSE dalam Kongres IX dan Seminar Nasional PEI 2015

Tepat pada Hari Kamis-Sabtu, 1-3 Oktober 2015 anggota Kelompok Studi Entomologi (KSE) Fakultas Biologi UGM  mengikuti percepatan belajar ilmu serangga dalam Kongres IX dan Seminar Nasional PEI (Perhimpunan Entomologi Indonesia) 2015. Kongres dan Seminar Nasional yang bertemakan “Metamorfosis: Serangga untuk Kehidupan Lebih Baik” di Universitas Brawijaya, Malang dibuka oleh Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito.

Acara tersebut diikuti oleh mahasiswa dan dosen dari berbagai universitas di Indonesia serta perwakilan perusahaan-perusahan pertanian dan perkebunan di Indonesia. KSE mengirimkan delegasi Tim Presentasi Makalah Penelitian 3 orang, Etik Susanti (2013), Amelia Nugrahaningrum (2013), Ardita Tri Anugrah Budaya (2014) dan Tim Linnean Games 4 orang yang bergabung dengan Himpunan Mahasiswa Hama dan Penyakit Tanaman (HPT) Fakultas Pertanian UGM, Muhammad Nu’manuddin (2014), Eric Anindita (2013), Kezia Yulia Christian (2012), Martina Faika Harianja (2012).

Sesuai dengan tema acara tersebut, serangga tidak hanya dipandang dari sisi penelitian tetapi juga dari sisi seni. Hal ini dibuktikan dari ukiran-ukiran serangga dan wayang serta lukisan-lukisan capung terlihat indah yang dipajang di didnding jalan masuk menuju hall utama. Diadakan pula workshop ukir dari kaca untuk membuat model serangga.

Keberlangsungan babak final Linnean Games
Keberlangsungan babak final Linnean Games

Linean games yang diikuti oleh delapan tim dari beberapa universitas yaitu UGM, UB, IPB, dan  UPN berlangsung meriah. Anggota KSE bergabung dengan TIM HPT dari Fakultas Pertanian UGM untuk membentuk tiga tim yaitu UGM 1, UGM 2, UGM 3. Tim UGM 1 dan UGM 2 berhasil lolos dari babak penyisihan dan melenggang ke babak final.

Di babak final, persaingan semakin ketat. Tim UGM 2  yang terdiri atas Eric Anindita (KSE), Afriandi Setiawan (HPT), dan Nadyah Hidayati (HPT) akhirnya memperoleh juara dua sedangkan tim UGM 2 yang terdiri atas Martina Faika (KSE), Muhammad Nu’mannudien (KSE), dan Tri Retno W.  (HTP) mampu meraih juara 3.

Presentasi makalah penelitian oleh Etik Susanti (2013)
Presentasi makalah penelitian oleh Etik Susanti (2013)

Kemudian pada presentasi makalah, Terdapat 101 penelitian yang dipaparkan dalam presntasi makalah. Etik Susanti mewakili tim penelitian KSE, dengan judul “Keanekaragaman dan Pola Distribusi Kumbang Kotoran Diurnal pada Kandang Ternak Komunal Ngemplak, Sleman, D.I.Yogyakarta”  yang beranggotakan Amelia Nugrahaningrum, Dini Pramesti, Ardita Tri Anugrah Budaya, Eric Anindita, dan Dr. R.C.Hidayat Soesilohadi. Makalah tersebut masuk ke dalam kategori ekologi serangga. Penelitian tersebut dilakukan untuk mengetahui keanekargaman, kemiripan, dan pola distribusi kumbang kotoran yang berada di tiga kandang ternak komunal di Kecamatan Ngemplak, Sleman. (an13-amp13)

Selengkapnya…. http://kongres9.pei-pusat.org/

Program Revitalisasi Taman Fakultas Biologi UGM

Kegiatan Mahasiswa Rabu, 21 Oktober 2015

Program Revitalisasi Taman Fakultas Biologi UGM
Program Revitalisasi Taman Fakultas Biologi UGM

Dalam rangka mengubah taman Ruang Kuliah IV menjadi lebih asri dan nyaman, pada hari Sabtu, 10 Oktober 2015 lalu, Kelompok Studi Arsitektur Taman atau KSAT mengadakan kegiatan revitalisasi taman di fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, berlokasi di depan ruang kuliah IV. Pada Sabtu pagi, para adopter tanaman dikumpulkan di ruang kuliah perpustakaan untuk diberi pengarahan berupa cara menanam tanaman hias. Selain itu, para adopter juga diperlihatkan site plan taman yang nantinya akan direvitalisasi. Kegiatan revitalisasi ini diikuti oleh 63 adopter yang semuanya merupakan civitas akademika Fakultas Biologi.

program_revitalisasi_taman_biologi_ugm_gb2Acara kemudian dilanjutkan dengan penanaman tanaman hias oleh adopter. Tanaman hias tersebut berupa Hydrangea macrophylla, Pachystachys lutea, Anthurium andreanum, Calathea multicolor, Evodia suaveolens, dan Nephrolepis sp. Tanaman hias dibagi menjadi dua kloter. Tanaman hias kloter pertama yang ditanam adalah Hydrangea macrophylla sejumlah 9 buah yang kemudian dilanjutkan dengan penanaman Pachystachys lutea sejumlah 15 buah, diikuti oleh penanaman Anthurium andreanum yang diadopsi sebanyak 12 buah. Acara kemudian dilanjutkan dengan menanam Calathea multicolor sejumlah 13 buah, Evodia suaveolens sejumlah 6 buah, dan yang terakhir adalah penanaman Nephrolepis sp. sebanyak 8 buah. Meski pada hari itu cuaca sangat terik, namun hal itu tidak mengurangi antusiasme adopter untuk menanam sendiri tanaman adopsinya. Rangkaian kegiatan hari itu ditutup dengan istirahat makan siang bersama.

Dengan diadakannya revitalisasi taman ini, diharapkan agar civitas akademika Fakultas Biologi dapat lebih mengenali lingkungan kampusnya. Selain itu, diharapkan juga agar civitas akademika dapat tergerak hatinya untuk menaruh kepedulian yang lebih kepada lingkungannya sehingga dapat berperan aktif dalam menghijaukan dan merawat lingkungan kampus Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada.

MG-3 Lebih Dekat ke Masyarakat dengan “LANTPYCATION”

Kegiatan Mahasiswa Senin, 5 Oktober 2015

Beberapa Contoh Produk Olahan Melon Lantpycation
Beberapa Contoh Produk Olahan Melon Lantpycation

Melodi Gama-3 (MG-3) merupakan Kultivar Melon Unggul hasil Rekayasa Tim FORMASIGEN (Forum Mahasiswa Genetika) dari Laboratorium Genetika Fakultas Biologi UGM. Hasil riset tersebut kemudian diaplikasikan kepada masyarakat lewat sebuah Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian Masyarakat yang berjudul “LANTPYCATION” Melon (Cucumis melo L.) Kultivar MG-3 sebagai Penerapan Penelitian & Diversifikasi Pangan untuk Pemberdayaan Kelompok Tani Jamusan, Kec. Prambanan.

Dipilihnya Desa Jamusan sebagai tempat pelaksanaan program ini dilatar belakangi oleh Desa Jamusan merupakan salah satu daerah yang menjadi sentra produksi melon di Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Akan tetapi, saat ini masyarakat Desa Jamusan masih menemui banyak kendala dalam bertani melon. Hal ini disebabkan oleh kualitas melon yang kurang baik, budidaya tanaman yang belum tertangani dengan maksimal serta minimnya pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan hasil produksi melon pasca panen yang tidak terserap oleh pasar.

Program Lantpycation ini diinisiasi oleh tim PKM Fakultas Biologi UGM dengan nama Tim me-Gama (Melon Gadjah Mada). Bersinerginya program ini dilaksanakan dengan menerapkan 2 arah pemberdayaan yang disebut dengan “Twist Empowerement”. Pemberdayaan pertama ditujukan kepada Bapak-Bapak Petani Desa Jamusan yang diberi arahan mengenai manajemen pertanian dan budidaya tanaman melon MG-3 yang baik. Sementara pemberdayaan kedua ditujukan kepada Ibu-Ibu Tim PKK Desa Jamusan yang diberikan pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan melon pasca panen dalam bentuk diversifikasi olahan produk melon sehingga dpat menjadi produk yang menarik dan bernilai ekonomis.

program_lantpycation_gb1Metode yang digagas dalam pelaksanaan program LANTPYCATION (Plant, Apply, and Diversification) ini yaitu diawali dengan sosialisasi program kegiatan, penyuluhan, pelatihan tentang manajemen dan budidaya melon, pengelolaan, pendampingan serta pemasaran produk hasil olahan melon. Hasil pelaksanaan metode ini menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan masyarakat Desa Jamusan mengenai kualitas melon yang baik, tata cara manajemen pertanian dan budidaya melon
yang tepat, serta padat karya dalam menciptakan diversifikasi olahan melon sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakatny. Harapan dari pelaksanaan kegiatan ini yaitu Desa Jamusan dapat menjadi Desa Sentra Budidaya Melon kedepannya.

Sejauh ini untuk diversifikasi pangan hasil olahan melon, terdapat 8 Jenis varian produk olahan melon yang terdiri dari CupCake Melo, Pudding Melo, Roghut Melo, Pizza Melo, Pie Melo, Kue Suri, Pancake Melo dan Bapel Melo. Sementara untuk hasil pemberdayaan Kelompok Tani Melon Bapak-Bapak Desa Jamusan kini telah mampu memproduksi buah Melon MG-3 dengan kualitas yang baik sehingga mampu bekerja sama dengan beberapa instansi pemasaran buah melon di Yogyakarta di bawah naungan Fakultas Biologi UGM, diantaranya UMKM Katering, Formasigen, PT. Superindo, dan PT. Alamanda Sejati Utama untuk pemrosesan ekspor Melon MG-3 ke Singapura.

Pengabdian bukanlah suatu perkara yang akan mudah dijalani oleh seseorang disepanjang hidupnya. Mengabdikan diri, pikiran, waktu dan tenaga akan selalu menjadi kunci utama tulusnya sebuah pengabdian itu sendiri.  Niat, kebulatan tekad, cita-cita yang luhur dan keikhlasan yang besar  tak lekang tergores di sepanjang kegiatan ini. Harapannya, program kegiatan ini dapat terus berlangsung di masyarakat sebagai bukti nyata perwujudan Aplikasi Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk Indonesia. **Hanifa Hanini

KSE River Project 2015: Mengukur Kualitas Sungai, Mengukir Ilmu Serangga, di Sepanjang Sungai Winongo DIY

Kegiatan Mahasiswa Senin, 5 Oktober 2015

Persiapan pemberangkatan anggota KSE sampling di Sungai Winongo
Persiapan pemberangkatan anggota KSE sampling di Sungai Winongo

Minggu, 20 September 2015, Kelompok Studi Entomologi (KSE) Fakultas Biologi UGM melakukan pengambilan sampel (sampling) serangga air dan macrozoobenthos di sepanjang Sungai Winongo DIY. Kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu kegiatan besar Komunitas Sungai Winongo bekerja sama dengan Kelompok Studi Entomologi yang bertujuan untuk mengetahui kualitas air Sungai Winongo DIY. Diikuti oleh separuh anggota aktif Kelompok Studi Entomologi, berjumlah 32 orang ditemani 1 orang alumni KSE, dibagi menjadi 7 untuk 7 titik sampling di sepanjang Sungai Winongo.

“Karena serangga ada dimana-mana, pun di aliran sungai juga ada. Entomolog muda mari kita turun untuk terus berkarya!” semangat Silmi, salah satu anggota muda KSE dalam kegiatan ini.

Titik sampling 1 terletak di Girikerto, Turi, Sleman. Lokasi tersebut berada di lingkungan perkebunan salak, sekeliling sungai merupakan tebing-tebing batuan yang tersedimentasi namun topografi sungai berkanopi. Udara sekitar masih segar, arus air sungai tidak terlalu deras dan masih jernih karena masih sangat jarang terdapat saluran pembuangan limbah penduduk.

Pengambilan sampel di titik sampling 2 Sungai Winongo
Pengambilan sampel di titik sampling 2 Sungai Winongo

Titik sampling 2 terletak di Jombor, Mlati, Sleman. Wilayah aliran sungai yang memiliki topografi berkanopi. Pada bagian timur sungai terdapat vegetasi tumbuhan bambu, liana, pohon pisang, dan tumbuhan paku yang berjajar di pinggiran aliran sungai. Sebelah barat sungai terdapat vegetasi tumbuhan paku dan beberapa enceng gondok. Di tepian sungai terdapat tumpukan sampah warga sehingga kondisi perairan sungai cukup keruh dan sedikit bau busuk.

Titik sampling 3 terletak di Bener, Sleman (dekat SMA Negeri 2 Yogyakarta). Keadaan sungai kotor, dan bau busuk karena banyak rumah warga yang mengalirkan limbahnya ke sungai tersebut. Selain itu, ada pula aktivitas warga seperti memancing, mandi, hingga buang air. Aliran sungai cukup deras karena permukaannya berupa turunan, sedikit sekali pepohonan dan sungai tidak berkanopi.

Titik sampling 4 terletak di Serangan, Yogyakarta (dekat SMA Negeri 1 Yogyakarta), tepatnya di bawah Jembatan Serangan. Aliran sungai berada sangat dekat dengan pemukiman penduduk, air yang tenang terlihat jernih, substratnya berwarna gelap. Pada tepi sungai ditumbuhi oleh tanaman liar seperti bayam. Disepanjang badan sungai tersebut terlihat banyak tumpukan sampah rumah tangga, seperti sisa-sisa bahan makanan, bungkus plastik, dan banyak pipa saluran pembuangan yang dialirkan menuju badan sungai tersebut.

Titik sampling 5 terletak di dekat Pasar Niten, Bantul. Substrat dalam sungai cukup beragam, terdapat banyak sampah di tepian tapi masyarakat rajin membersihkan, “Saat kami tiba di lokasi tersebut, kami melihat warga sedang bergotong royong membersihkan sungai. Positifnya adalah sungai menjadi bersih, mencegah terjadinya banjir. Namun, saat warga masuk ke dalam sungai dan permukaan sungai menjadi keruh, maka macroozoobenthos yang terdapat di dalamnya menjadi sulit ditemukan.” sambung Nu’man salah satu anggota KSE.

Titik sampling 6 terletak di Sumberharjo, Bambanglipuro, Bantul. Lokasi sampling terletak di lingkungan pertanian padi dan tebu serta perkampungan. Sekeliling sungai dipenuhi oleh vegetasi bambu. Air sungai berwarna keabu-abuan hingga hijau tua dan berbau menyengat karena masyarakat sekitar membuang sampah ke sungai tersebut. Substrat sungai tertutupi oleh kain dan perkakas halus rumah tangga lainnya. Ditemukan banyak gundukan sampah di pinggir sungai, bahkan ada juga yang membuang bekas penyembelihan ayam di aliran sungai tersebut.

Pengambilan sampel di titik sampling 7 Sungai Winongo
Pengambilan sampel di titik sampling 7 Sungai Winongo

Titik sampling 7 terletak di bawah jembatan Pantai Samas. Lokasi sampling didominasi oleh substrat lumpur dan sedikit bebatuan, dengan arus aliran sungai yang sangat tenang. Sungai cukup dalam karena aliran sungai tersebut di bagian hilir, kedalaman mencapai 100 cm. Sungai tidak berkanopi dan air berwarna hijau.

Pengambilan sampel dimulai pukul 10.00-14.00 WIB dilakukan di 5 segmen dari hilir ke hulu pada tiap wilayah titik sampling. Pada tiap segmen, sampling dilakukan selama 1 menit. Sebelum melakukan pengambilan sampel, dilakukan pengukuran parameter lingkungan, seperti kedalaman dan lebar sungai, debit air, kecepatan arus, topografi sungai, koordinat sungai. Sampling dilakukan dengan menggunakan aquatik net, pemilihan serangga air dan macrozoobenthos menggunakan alat nampan dan kuas, magnifying bila diperlukan. Penyimpanan sampel sementara di dalam botol flakon yang diisi dengan formalin secukupnya dan diberi label untuk tiap-tiap segmen titik sampling.

“Manfaat dari kegiatan ini adalah untuk banyak pihak, untuk KSE sendiri bisa memperdalam keilmuan tentang serangga air dan metode-metode sampling yang digunakan, untuk komunitas Sungai Winongo DIY bisa terbantu dalam mengontrol kualitas sungai, dan data yang diperoleh bisa digunakan oleh masyarakat luas.” tanggapan Putri, salah satu anggota KSE dalam kegiatan ini.

Serangga air dan macrozoobenthos hasil sampling tersebut dikumpulkan kemudian diidentifikasi. Kegiatan ini dilakukan sebanyak 2 kali dalam setahun, yaitu pada musim kemarau dan musim penghujan.

“Terimakasih untuk Komunitas Sungai Winongo yang telah menawarkan kegiatan dalam bentuk kerja sama ini. Kegiatan yang sangat bermanfaat untuk kami, semoga selanjutnya bisa terus terjalin silaturahmi,” ucap Amelia koordinator kegiatan KSE river project. (amp2013)

1…8586878889…101

Akreditasi

Berita Terakhir

  • Wisuda Pascasarjana Fakultas Biologi UGM Tandai Lahirnya Lulusan Fast Track
  • Soroti Tantangan Malaria Indonesia Timur, Mahasiswa Magister Biologi UGM Raih Juara Nasional
  • Pendaftaran Program Internalisasi Nilai-nilai Pioner (PIN PIONER) UGM 2026
  • Jadwal KKN-PPM UGM Periode 1 dan 2 Tahun 2026
  • Dosen Tunghai University Taiwan Bagikan Riset Genetika Kupu-Kupu di Guest Lecture Fakultas Biologi UGM
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA

FAKULTAS BIOLOGI
Jalan Teknika Selatan, Sekip Utara,
Yogyakarta 55281
biologi-ugm@ugm.ac.id
Telepon/Fax: +62 (274) 580839

Tentang Kami

  • Sejarah
  • Organisasi
  • Staff
  • VISI, MISI & TUJUAN
  • Biodiversitas
  • Informasi Publik

KEMAHASISWAAN

  • Pelayanan Mahasiswa
  • Organisasi Mahasiswa
  • Pengajuan Kerja Praktik Lapangan
  • Izin Penelitian Lapangan
  • Layanan Konseling Mahasiswa

Akademik

  • Peraturan Akademik
  • Pengumuman Akademik

Survei Kepuasan Layanan

  • Survei Layanan Akademik
  • Survei Layanan KASDM
  • Survei Layanan P2MKSA
  • Survei Layanan Laboratiorum
  • Survei Layanan K5L dan Driver

Akreditasi

  • Image 1
  • Image 2
  • Image 3

© 2024 FAKULTAS BIOLOGI UNIVERSITAS GADJAH MADA

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju