Arsip:
Kerja Sama
Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada berkolaborasi dalam penyelenggaraan Workshop on The Orchid Gene Editing pada The 10th International Summer Course on The Intersection of Biotechnology and Agriculture: Gene Editing for A Healthier Future yang diselenggarakan oleh Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada. Kegiatan Summer Course berlangsung pada tanggal 4 hingga 15 Mei 2026, sedangkan Workshop on The Orchid Gene Editing dilaksanakan pada tanggal 12–13 Mei 2026.
Workshop ini merupakan bentuk kolaborasi antara Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada dengan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, khususnya Laboratorium Bioteknologi, yang melibatkan Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc., Matin Nuhamunada, Ph.D., Aries Bagus Sasongko, S.Si., M.Biotech., serta mahasiswa yang tergabung dalam tim penelitian gene editing anggrek, yaitu Aviesta Linggabuwana, S.Si., Jefri Saputro, S.Si., Pauline Destinugrainy Kasi, S.Si., M.Sc., Sri Garcinia Lathifah, S.Si., dan Muhammad Riyan Firnanda, S.Si.
Pada hari pertama kegiatan, tanggal 12 Mei 2026, workshop diawali dengan pemaparan materi mengenai perkembangan gene editing pada tanaman pertanian yang disampaikan oleh Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc. Sesi materi berlangsung dengan sangat baik dan mendapatkan antusiasme tinggi dari peserta yang berasal dari 11 negara, yaitu Indonesia, Filipina, Taiwan, Vietnam, Afghanistan, Malaysia, Pakistan, Bangladesh, Kenya, Gambia, dan Thailand. Para peserta tampak aktif menyimak pemaparan materi serta terlibat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik gene editing pada anggrek yang diawali dengan penjelasan metode secara umum dan pembagian kelompok oleh Aviesta Linggabuwana, S.Si. Seluruh peserta kemudian diarahkan menuju laboratorium di Animal Science Learning Center, Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada. Peserta dibagi menjadi dua kelompok, di mana kelompok pertama dipandu oleh Aviesta Linggabuwana, S.Si., Pauline Destinugrainy Kasi, S.Si., M.Sc., dan Sri Garcinia Lathifah, S.Si., sedangkan kelompok kedua dipandu oleh Jefri Saputro, S.Si., dan Muhammad Riyan Firnanda, S.Si. Mahasiswa yang mendampingi peserta merupakan mahasiswa Program Doktor Biologi, Magister Biologi, dan Magister Bioteknologi yang sedang melakukan penelitian terkait gene editing pada anggrek di bawah bimbingan Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc. Materi praktik pada hari pertama meliputi pembuatan sel kompeten Agrobacterium tumefaciens, transformasi gen ke dalam sel kompeten Agrobacterium tumefaciens, serta PCR dan elektroforesis untuk konfirmasi hasil transformasi pada bakteri. Para peserta terlihat sangat antusias dan serius mengikuti sesi hands-on di laboratorium karena sebagian besar baru pertama kali melakukan praktik gene editing pada tanaman secara langsung. Transformasi gen ke bakteri pada hari pertama berjalan dengan baik dan berhasil, yang ditunjukkan dengan munculnya pita DNA pada hasil elektroforesis sebagai indikasi bahwa gen telah berhasil masuk ke dalam bakteri. Selanjutnya, gen yang telah berhasil ditransformasikan diperbanyak di dalam bakteri untuk digunakan pada praktik workshop di hari berikutnya.
Pada hari kedua, tanggal 13 Mei 2026, workshop diawali dengan pengenalan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, khususnya Laboratorium Bioteknologi. Sri Garcinia Lathifah, S.Si., memperkenalkan berbagai fasilitas dan kegiatan penelitian yang dilakukan di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, seperti teknik kultur jaringan anggrek dan analisis molekuler pada anggrek yang meliputi isolasi DNA, PCR, dan elektroforesis. Kegiatan workshop kemudian dilanjutkan dengan penjelasan mengenai transformasi genetik pada tanaman menggunakan teknik agroinfiltrasi yang dipaparkan oleh Pauline Destinugrainy Kasi, S.Si., M.Sc. Setelah sesi pemaparan materi, peserta mengikuti sesi hands-on transformasi genetik menggunakan teknik agroinfiltrasi yang dicontohkan secara langsung oleh Pauline Destinugrainy Kasi, S.Si., M.Sc., kemudian seluruh peserta turut mencoba melakukan teknik agroinfiltrasi pada anggrek secara mandiri. Workshop ditutup dengan sesi diskusi dan penyampaian kesimpulan oleh Aries Bagus Sasongko, S.Si., M.Biotech., serta pengenalan mengenai systems biology oleh Matin Nuhamunada, Ph.D. Melalui kegiatan ini, diharapkan kolaborasi antara akademisi, peneliti, dan mahasiswa dari berbagai negara dapat terus terjalin dan berkembang sehingga mampu mendorong kemajuan riset bioteknologi di bidang pertanian dan peternakan, khususnya pengembangan gene editing pada tanaman yang berpotensi untuk diadaptasi dan diaplikasikan dalam mendukung perkembangan ilmu peternakan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah lahirnya inovasi-inovasi ilmiah yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di masa depan.
Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education melalui peningkatan kapasitas akademis dan keterampilan lab skills, SDG 2: Zero Hunger melalui pengembangan inovasi teknologi gene editing untuk mendukung ketahanan pangan dan kemajuan sektor pertanian-peternakan berkelanjutan, serta SDG 17: Partnership for the Goals melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu dan lintas negara. [Penulis: Aviesta]
Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan kuliah tamu yang menghadirkan Prof. Dr. rer. nat. Bernhard Grimm dari Humboldt-Universität zu Berlin, Jerman. Selain untuk seluruh mahasiswa di kelas Mata Kuliah (MK) Fisiologi Tumbuhan, dosen dan mahasiswa lainnya pun hadir pada perkuliahan yang dilaksanakan dua kali di tanggal 23 April dan 7 Mei 2026 ini. Turut hadir tim pengampu MK Fisiologi Tumbuhan: Prof. Dr. Kumala Dewi, M.Sc.St., Prof. Dr. Diah Rachmawati, S.Si., M.Si., Dr. Dwi Umi Siswanti, S.Si., M.Sc., dan Dr. Siti Nurbaiti, serta Prof. Dr. Yekti Asih Purwestri, S.Si., M.Si. yang menjadi host kunjungan Prof. Bernhard Grimm di Sekolah Pascasarjana Prodi Bioteknologi UGM melalui Hibah EQUITY UGM tahun 2026.
Acara pada tanggal 23 April 2026 dibuka dengan sambutan dari Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni (P2MKSA), Prof. Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan kuliah tamu ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kolaborasi akademik internasional serta memperluas wawasan global mahasiswa. “Kegiatan ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi seluruh peserta untuk memperoleh wawasan dalam bidang fisiologi tumbuhan dari perspektif yang berbeda.” pungkas Prof. Eko. Beliau menambahkan bahwa kehadiran kembali Prof. Bernhard Grimm di Fakultas Biologi UGM, menunjukkan keberlanjutan kolaborasi yang sangat diharapkan dapat terus berkembang. Kepala Laboratorium Fisiologi Tumbuhan, Dr. Dwi Umi Siswanti, M.Sc. menyampaikan ungkapan terima kasihnya kepada Prof Grimm dan Prof Yekti atas kesempatan mendapatkan kuliah umum untuk kelas Fisiologi Tumbuhan.
Dalam paparan kuliah perdananya, Prof. Grimm menyampaikan tentang berbagai macam fitohormon, meliputi sitokinin, auksin, giberelin, asam absisat, dan etilen. Beliau menjelaskan mengenai karakteristik, mekanisme aksi, serta berbagai peran fitohormon tersebut dalam koordinasi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Dengan memberikan contoh-contoh penelitian terkait, membuat perkuliahan ini menjadi lebih menarik dan insightful. Hormon tumbuhan bukan sekadar zat pengatur tumbuh biasa, tapi merupakan sistem komunikasi kompleks yang menentukan bagaimana tanaman merespons lingkungannya. Pada perkuliahan kedua, Prof. Grimm menyampaikan peran pencahayaan terhadap morfogenesis tumbuhan tingkat tinggi. Beliau menjelaskan bagaimana intensitas, arah, dan durasi pencahayaan dapat menjadi sinyal yang ditangkap oleh reseptor cahaya dan berdampak terhadap perkembangan tumbuhan, termasuk arah pertumbuhan, pembukaan stomata, hingga pembungaan. Mahasiswa menunjukkan antusiasme dengan mengajukan berbagai pertanyaan, termasuk penelitian up to date dari topik perkuliahan yang diberikan. “Saya berharap kuliah umum ini dapat dipahami oleh semua mahasiswa dan saya harap kalian sukses studi ke depannya” ungkap Prof. Grimm mengakhiri kuliahnya.
Penyelenggaraan kuliah tamu merupakan salah satu upaya mewujudkan visi Fakultas Biologi yaitu menjadi institusi pendidikan tinggi bidang biologi yang berkelas global, unggul, dan inovatif, khususnya dalam biologi tropika. Fakultas Biologi UGM menunjukkan komitmennya dalam membekali mahasiswa dengan wawasan ilmiah global yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), SDG 4: Pendidikan Berkualitas, dengan memperluas akses pengetahuan dari pakar internasional, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, dengan memperkuat kolaborasi akademik internasional.
Cairo, 12 Februari 2026 — Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan kunjungan kerja sama ke Mesir dengan agenda utama di Badr University in Cairo (BUC). Delegasi Fakultas Biologi UGM dipimpin oleh Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. selaku Dekan Fakultas Biologi UGM, bersama Dr.rer.nat. Abdul Rahman Siregar, M.Biotech selaku Kepala Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Biologi UGM.
Kunjungan di Badr University in Cairo disambut secara resmi oleh Rektor BUC, Prof. Dr. Ashraf Mohamed El-Shihy, serta Dekan Faculty of Veterinary, Food Nutrition and Biotechnology BUC, Prof. Adel Abd El-Khaleq. Pertemuan ini membahas berbagai program kerja sama strategis, di antaranya penyelenggaraan International Summer Course, program Double Degree, serta International Conference bersama. Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan agenda penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Nota Kesepakatan (MoA) antara Fakultas Biologi UGM dan Badr University in Cairo sebagai bentuk komitmen penguatan kolaborasi akademik dan riset kedua institusi.
Sementara itu, kunjungan ke Cairo University merupakan tindak lanjut dari kerja sama yang telah terjalin sebelumnya. Delegasi Fakultas Biologi UGM disambut oleh Prof. Said El-Salamouny dan Dr. Ibrahim. Pembahasan kerja sama difokuskan pada pelaksanaan International Summer Course on Tropical Biodiversity and Sustainable Development yang akan diselenggarakan di Fakultas Biologi UGM, serta rencana pengiriman mahasiswa Cairo University untuk melanjutkan studi jenjang magister (S2) dan doktoral (S3) di Fakultas Biologi UGM. Selain itu, kedua institusi juga membahas penguatan kolaborasi dalam bentuk joint supervision, joint research, dan joint publication.
Melalui kunjungan ini, Fakultas Biologi UGM menegaskan komitmennya dalam memperluas jejaring akademik global dan mendorong kolaborasi internasional yang berkelanjutan di bidang biologi, biodiversitas tropis, bioteknologi, dan pembangunan berkelanjutan. Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan mobilitas mahasiswa dan dosen, memperkuat kualitas riset bersama, serta berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 15 (Ekosistem Daratan), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Yogyakarta, 28 Januari 2026 — Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan sharing session bertajuk UGM–ANU Double Degree Program: Pathways to Global Academic Excellence pada Selasa, 28 Januari 2026. Kegiatan ini menghadirkan Firman Prayogo dari International Strategy & Future Students Division, The Australian National University (ANU) sebagai narasumber utama. Sharing session dilaksanakan secara hybrid, bertempat di Auditorium Biologi Tropika Fakultas Biologi UGM dan melalui Zoom Meeting.
Acara dibuka oleh Prof. Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc., selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni Fakultas Biologi UGM. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa program ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi potensi diri dan memperoleh pengalaman belajar di salah satu perguruan tinggi terbaik dunia.
Sesi sharing dipandu oleh Matin Nuhamudana, Ph.D., selaku Kepala Office of International Affairs Fakultas Biologi UGM. Pada awal sesi, turut hadir secara daring Leonardo Alfonzo, Regional Manager, International Relations and Partnerships – STEMM ANU, yang menyampaikan dukungannya terhadap kolaborasi jangka panjang antara UGM dan ANU yang telah terjalin lama khususnya pada kerja sama akademik.
Dalam paparannya, Firman Prayogo memperkenalkan Australian National University, mulai dari sejarah institusi, program akademik yang ditawarkan, fokus riset unggulan, hingga peluang double degree untuk program sarjana khususnya di bidang Biologi. Selain itu, beliau juga menjelaskan berbagai skema beasiswa dan dukungan pendanaan yang dapat diakses oleh mahasiswa selama menempuh studi di ANU.
Mahasiswa yang hadir, baik secara luring maupun daring, menunjukkan antusiasme tinggi dengan menyimak paparan secara aktif serta berpartisipasi dalam sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif.
Melalui kegiatan sharing session ini, Fakultas Biologi UGM berharap dapat meningkatkan kesiapan mahasiswa untuk berkiprah di lingkungan akademik global melalui program double degree UGM–ANU yang memperkuat kapasitas akademik, jejaring internasional, dan daya saing lulusan. Kegiatan ini sekaligus mendukung pencapaian SDG 4 (Quality Education) dan SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penyediaan pendidikan tinggi berkualitas serta penguatan kemitraan global yang berkelanjutan.
Yogyakarta — Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Sharing Session Study & Research in Australia: University of Technology Sydney–UGM Collaborative Opportunities pada Rabu (21/1). Kegiatan ini berlangsung secara daring dan terpusat di Ruang Sidang Atas Fakultas Biologi UGM, serta dihadiri oleh dosen dan mahasiswa Fakultas Biologi maupun fakultas lain di lingkungan UGM.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kerja sama antara UGM dan University of Technology Sydney (UTS) telah terjalin selama beberapa tahun terakhir, mencakup kolaborasi riset serta kerja sama akademik seperti international summer course yang didanai New Colombo Plan dan program double degree. Melalui kegiatan ini, Prof. Eko berharap mahasiswa UGM dapat memperoleh wawasan yang lebih luas serta termotivasi untuk mengeksplorasi peluang studi dan riset internasional.
Agenda utama sharing session dipandu oleh Matin Nuhamunada, Ph.D., dosen Fakultas Biologi UGM. Kegiatan ini menghadirkan dua pembicara dari University of Technology Sydney, yaitu Prof. Alaina Ammit, Associate Dean (Research) Faculty of Science UTS, dan Prof. Penny Martens, Pro Vice-Chancellor (Higher Degrees by Research) UTS.
Dalam paparannya, Prof. Alaina Ammit memperkenalkan University of Technology Sydney beserta fasilitas pendukung riset yang dimiliki, khususnya di lingkungan Faculty of Science. Paparan tersebut dilanjutkan oleh Prof. Penny Martens yang menjelaskan berbagai program akademik, peluang kolaborasi riset, serta skema beasiswa, termasuk peluang pendanaan melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Selain itu, kedua pembicara juga memperkenalkan bidang keahlian para dosen dan peneliti UTS sebagai potensi mitra kolaborasi bagi mahasiswa dan dosen UGM.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kolaborasi antara UGM dan UTS dapat semakin diperkuat, tidak hanya dalam bidang akademik dan riset, tetapi juga dalam pengembangan sumber daya manusia yang berdaya saing global. Inisiatif ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan akses pendidikan berkualitas dan kolaborasi internasional, SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) melalui penguatan riset dan inovasi, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kemitraan global yang berkelanjutan.
Brunei Darussalam, 9 Desember 2025 — Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali memperluas jejaring kerja sama internasional melalui kolaborasi strategis dengan The University of Brunei Darussalam (UBD), yang terselenggara dengan dukungan penuh dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Brunei Darussalam. Pertemuan ini dihadiri oleh delegasi Fakultas Biologi UGM yang dipimpin oleh Dekan, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., bersama Dr. Bambang Retnoaji, M.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, serta Dr. Slamet Widiyanto, M.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia. Kehadiran delegasi UGM disambut hangat oleh Wakil Duta Besar RI untuk Brunei Darussalam, Roos Diana Iskandar, serta Agus Buana selaku Koordinator Fungsi Pensosbud KBRI. Sementara itu, pertemuan dengan UBD disambut oleh Dean Faculty of Science, Lim Lee Hoon, Ph.D., Faizah Metali, Ph.D. selaku Programme Leader for Environmental & Life Sciences, dan Dr. Ulmar Grafe dari Department of Environmental Life Sciences.
Inisiatif kerja sama ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan program student exchange pada tahun 2024, ketika Fakultas Biologi UGM menerima mahasiswa dari Faculty of Science UBD, Nurjanah Amalia Munaf, untuk mengikuti kegiatan akademik di UGM. Melalui pertemuan kali ini, kedua institusi menyepakati penguatan kolaborasi yang mencakup tiga bidang utama: pertama, pengembangan student exchange program dua arah antara Department of Environmental Life Sciences, Faculty of Science UBD, dan Fakultas Biologi UGM; kedua, pelaksanaan joint supervision bagi mahasiswa Program Sarjana hingga Magister dari kedua universitas; dan ketiga, penyusunan joint publication yang lahir dari penelitian kolaboratif dalam kerangka pembimbingan bersama.
Fakultas Biologi UGM dan UBD menaruh harapan besar agar kerja sama ini dapat membuka kesempatan lebih luas bagi pertukaran pengetahuan, peningkatan kualitas riset, serta penguatan kapasitas akademik di bidang ilmu kehidupan. Kolaborasi ini juga dipandang sebagai kontribusi nyata kedua institusi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education), SDG 15 (Life on Land), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals), melalui pendidikan berkualitas, pelestarian keanekaragaman hayati, serta kemitraan global yang berkelanjutan. Dengan sinergi yang semakin erat, kerja sama ini diharapkan menjadi langkah penting menuju pengembangan riset dan pendidikan biologi yang lebih inklusif dan berdampak luas di kawasan Asia Tenggara.
Yogyakarta, 28 November 2025 — Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan delegasi dari Australian National University (ANU), Australia, dalam rangka perpanjangan kerja sama program Double Degree tingkat sarjana dengan Fakultas Biologi sekaligus penjajakan perluasan kolaborasi strategis dengan UGM. Pertemuan berlangsung di Ruang Tamu Rektor UGM. Delegasi ANU dipimpin oleh Professor Kiaran Kirk selaku Dean, College of Science and Medicine, bersama Professor Stephen Eggins selaku Dean, College of Systems and Society; Professor Maja Adamska selaku Associate Director Education, College of Science and Medicine, Research School of Biology; Associate Professor Jeremy Smith dari College of Systems & Society, School of Engineering; serta Leonardo Alfonzo selaku Regional Manager, International Relations and Partnerships – STEMM.
Dari pihak UGM, pertemuan ini dihadiri oleh Prof. Dr. Puji Astuti, S.Si., M.Sc., Apt., Direktur Kemitraan, Alumni, dan Urusan Internasional UGM yang didampingi oleh Tyas Iksan Hikmawan, Ph.D., Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) UGM. Hadir pula Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., Dekan Fakultas Biologi, bersama Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc., Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama dan Alumni, serta Nur Indah Septriani, Ph.D., selaku Kepala KUI Fakultas Biologi dan Matin Nuhamunada, Ph.D., Sekretaris KUI Fakultas Biologi. Selain itu, pertemuan turut dihadiri oleh Prof. dr. Yodi Mahendradhata, M.Sc., Ph.D., FRSPH, Dekan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan; Prof. Dr.-Ing. Ir. Agus Maryono, IPM, ASEAN Eng., Dekan Sekolah Vokasi; serta Prof. Ir. Ali Awaludin, S.T., M.Eng., Ph.D., IPU, ACPE, Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Fakultas Teknik.
Dalam pertemuan tersebut, Prof. Puji Astuti selaku pimpinan rapat membuka diskusi dengan menyampaikan sambutan hangat serta apresiasi terhadap hubungan panjang antara UGM dan ANU sebagai mitra internasional yang telah lama berkolaborasi. Diskusi kemudian berlanjut pada pembahasan mengenai peluang penguatan dan perluasan kerja sama, termasuk melalui program Enhancing Quality Education for International University Impacts and Recognition (EQUITY WCU) , New Colombo Plan, serta skema kolaborasi akademik yang berpotensi memperoleh dukungan pendanaan LPDP.
Agenda utama pertemuan ini ditandai dengan penandatanganan perpanjangan kerja sama Double Degree Undergraduate Program antara Fakultas Biologi UGM dan College of Science and Medicine ANU. Kerja sama yang telah berjalan sejak 2018 ini kembali diperkuat setelah menghasilkan lulusan pertama, Vanessa dan Sabut, yang telah menyelesaikan studi di UGM dan ANU pada tahun 2025. Dalam kesempatan tersebut, Dekan Fakultas Biologi, Prof. Budi Setiadi Daryono, menyampaikan bahwa keberlanjutan program ini merupakan langkah strategis bagi UGM dalam membuka peluang global bagi mahasiswa, sekaligus memperkuat kompetensi akademik melalui pengalaman belajar internasional yang berstandar tinggi.
Selain perpanjangan kerja sama akademik tingkat sarjana, diskusi juga berkembang pada potensi kolaborasi riset dan program multidisiplin yang melibatkan Fakultas Biologi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan, Fakultas Teknik, serta Sekolah Vokasi. Kedua institusi membahas sejumlah topik riset potensial yang dapat dikembangkan secara bersama-sama, termasuk bidang biologi, kesehatan masyarakat, rekayasa sistem, hingga inovasi teknologi yang mendukung pembangunan berkelanjutan.
Agenda dilanjutkan dengan Faculty Tour ke Fakultas Biologi UGM khususnya pada kegiatan Research Day yang sedang berlangsung. Delegasi ANU diperkenalkan pada berbagai aktivitas, riset maupun kolaborasi yang sudah dijalin oleh Fakultas Biologi UGM.
Mengakhiri diskusi, UGM dan ANU menyampaikan harapan agar kerja sama yang telah terjalin ini tidak hanya memberikan manfaat akademik, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat melalui kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs). Kemitraan ini dinilai selaras dengan SDG 4 mengenai peningkatan kualitas pendidikan melalui mobilitas internasional dan penguatan kapasitas mahasiswa; SDG 9 mengenai pengembangan inovasi dan riset yang berdaya guna; serta SDG 17 mengenai penguatan kemitraan global yang berkelanjutan. Ke depan, kedua institusi berharap kolaborasi ini terus berkembang menjadi model kerja sama internasional yang mampu menghasilkan inovasi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjawab tantangan global.
Yogyakarta, 21 November 2025 — Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan dari Yayasan Indikator Biodiversitas Indonesia (YIBI) bersama World Wildlife Fund (WWF) Indonesia. Kunjungan ini berlangsung dalam rangka peresmian kerja sama antara Fakultas Biologi UGM maupun Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI) dengan YIBI.
Bertempat di Ruang Sidang KPTU Fakultas Biologi UGM, pertemuan tersebut dihadiri oleh Prof. Ir. Ign. Pramana Yuda, M.Si., Ph.D. selaku Ketua YIBI; Barano Siswa Sulistyawan, Ph.D. selaku Wakil Ketua YIBI yang hadir secara daring; Prof. Dr. Jarulis, S.Si., M.Si. selaku Sekretaris YIBI; serta Paskalina Th. Litaay, M.Sc. selaku Bendahara YIBI. Dari WWF Indonesia hadir Muhammad Ali Imron, Direktur Forest & Wildlife WWF Indonesia, bersama Oki Hadian Hadadi serta Saufina Athaya Putri Nugraha, S.PWK dan R.A. Callysta Sevanda Calyacetta selaku Administrative Support dan Data Statistik YIBI. Kunjungan ini disambut oleh Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., Dekan Fakultas Biologi UGM sekaligus Ketua KOBI, didampingi oleh Prof. Dr. Suwarno Hadisusanto selaku Pengarah KOBI dan Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc., Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni Fakultas Biologi UGM.
Dalam membuka diskusi, Prof. Pramana Yuda menyampaikan sambutan positif terhadap kerja sama yang akan dilaksanakan antara YIBI dan Fakultas Biologi UGM. Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Budi, turut menegaskan dukungan penuh terhadap inisiatif kolaboratif tersebut. Melalui kerja sama ini, YIBI, KOBI, WWF Indonesia, dan Fakultas Biologi UGM akan berkolaborasi dalam pengembangan Indeks Biodiversitas Indonesia (IBI), khususnya dalam upaya memperkaya sumber data primer, memperkuat kolaborasi periset, serta memperluas jangkauan penelitian biodiversitas di berbagai wilayah Indonesia.
Direktur WWF Indonesia, Ali Imron, menambahkan bahwa IBI diyakini akan menjadi instrumen penting dan berperan sebagai indikator yang dapat digunakan untuk mengawal agenda pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan peresmian kerja sama antara YIBI dan Fakultas Biologi UGM serta antara YIBI dan KOBI. Melalui peresmian ini, seluruh pihak berharap terbangunnya ekosistem kolaboratif yang semakin kuat dalam pemantauan, pengelolaan, dan pelestarian biodiversitas Indonesia, sehingga hasil penelitian dan data yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan kebijakan, pendidikan, dan pemulihan ekosistem di masa depan.
Sebagai bentuk komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan, kolaborasi ini juga mendukung capaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 13 (Climate Action), SDG 14 (Life Below Water), dan SDG 15 (Life on Land). Selain itu, kerja sama ini selaras dengan SDG 17 (Partnerships for the Goals) dengan memperkuat sinergi antara akademisi, organisasi konservasi, dan lembaga nasional dalam upaya menjaga keanekaragaman hayati sebagai fondasi kesejahteraan bangsa.
Yogyakarta, 30 Oktober 2025 — Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Guest Lecture yang menghadirkan Dr. Axel Dalberg Poulsen dari Royal Botanic Garden Edinburgh, dengan topik menarik berjudul “How Many Gingers Are in Borneo?” di Auditorium Biologi Tropika dan dihadiri oleh dosen serta mahasiswa Fakultas Biologi UGM.
Acara dibuka dengan sambutan dari Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., yang menyampaikan apresiasinya atas kunjungan Dr. Axel ke Fakultas Biologi. Dalam sambutannya, Prof. Budi menyatakan harapannya agar kegiatan ini dapat menjadi pintu kolaborasi lebih lanjut dalam bidang riset dan akademik antara Fakultas Biologi UGM dan Royal Botanic Garden Edinburgh.
Dalam kuliahnya, Dr. Axel memberikan paparan terkait famili Zingiberaceae (jahe-jahean) yang memiliki sekitar 2000 genus di seluruh dunia, dan di Pulau Borneo saja terdapat 24 genus dan sekitar 260 spesies. Namun, angka tersebut bersifat dinamis karena terus berubah seiring penemuan spesies baru atau peninjauan ulang klasifikasi taksonomi. Beliau mengenalkan banyak jenih jahe-jahean yang ia dan koleganya temui di sepanjang Pulau Borneo atau Kalimantan.
Beliau juga menyoroti berbagai tantangan dalam penelitian jahe, antara lain kesulitan pengumpulan sampel di lapangan, keterbatasan akses ke lokasi tipe, serta keterbatasan dalam penelitian molekuler. Selain itu, banyak spesimen lama yang sudah rusak atau tidak dapat digunakan, sehingga diperlukan pengumpulan ulang dari lokasi asli.
Dalam kuliahnya, Dr. Axel turut mengajak mahasiswa berkontribusi dan berkolaborasi dalam penelitian biodivesitas tumbuhan di Indonesia, khususnya jahe. Mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi sepanjang sesi kuliah dan tanya jawab, yang berlangsung interaktif dan inspiratif.
umum ini diharapkan memberikan inspirasi dan pengetahuan kepada mahasiswa, serta sejalan dengan komitmen Fakultas Biologi UGM terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 15: Kehidupan di Darat, melalui peningkatan pemahaman dan konservasi keanekaragaman hayati, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi internasional di bidang riset biodiversitas tropis.
Changhua, Taiwan, 6 November 2025 — Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan kunjungan kerja dan penjajakan kolaborasi akademik dengan National Changhua University of Education (NCUE), Taiwan, dalam rangka memperkuat kerja sama internasional di bidang pendidikan, penelitian, dan mobilitas mahasiswa.
Delegasi Fakultas Biologi UGM dipimpin oleh Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. selaku Dekan, didampingi oleh Prof. Dr. Bambang Retnoaji, M.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan. Delegasi dari Fakultas MIPA yaitu Prof. Roto, Ph.D. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, sementara dari Fakultas Geografi terdapat Dr. Erliss Sulistyarini selaku Wakil Dekan Fakultas Geografi Bidang Akademik dan Kemahasiswaan yang dibersamai oleh Dr. Andung Bayu Sekti, serta Arif Misbahul selaku Director Taiwan Center UGM.
Dari pihak NCUE, delegasi disambut oleh jajaran pimpinan antara lain Prof. Chi-Yen Huang, Ph.D., Dean College of Science sekaligus Director Center for Science Education; Prof. Yeong-Lin Lai, Ph.D., Dean College of Engineering; Prof. Shih-Feng Fu, Ph.D. dari Department of Biology; Prof. Hon-Man Lee, Ph.D., Dea
n of International and Cross-Strait Affairs Office; Associate Prof. Yang, Wen-Ren, Ph.D.; Assistant Prof. Chien-Sing Lee; Hsiu-Gui Chang, Division Head of International and Cross-Strait Affairs; serta Yu-Yen Lee, Coordinator Office of International and Cross-Strait Affairs.
Pertemuan resmi dimulai pada pukul 10.00 waktu Taiwan dan diawali dengan presentasi dari masing-masing dekan. Dalam kesempatan tersebut, Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Budi Setiadi Daryono, memaparkan profil Fakultas Biologi serta prospek kerja sama di bidang biodiversitas, konservasi, dan ilmu-ilmu biologi lainnya. Agenda utama pertemuan mencakup penandatanganan kesepakatan kerja sama akademik antara kedua institusi, khususnya dalam pengembangan program Student Exchange, Double Degree, Co-supervisor, serta skema Fast Track Program. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas peluang mobilitas akademik bagi mahasiswa dan dosen, sekaligus memperkuat riset kolaboratif lintas negara.
Selain itu, pihak NCUE menawarkan kuota beasiswa bagi mahasiswa Fakultas Biologi UGM dengan kapasitas hingga 48 peserta untuk mengikuti program pertukaran pelajar dan magang industri di Taiwan. Program ini juga membuka kesempatan bagi lulusan untuk bekerja langsung di Taiwan dengan masa kontrak awal selama dua tahun dan dapat diperpanjang. Adapun calon mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan bahasa Mandarin minimal pada level A2 sebagai syarat partisipasi.
Sebagai lanjutan dari kegiatan tersebut, delegasi Fakultas Biologi UGM juga melakukan kunjungan kehormatan ke Asia University, Taiwan, dan diterima secara resmi oleh Prof. Chi-Liang Yu, Vice Dean Office of International Affairs, serta Jeanie Mao dari Office of International Affairs. Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama tambahan di bidang riset bersama serta pertukaran staf akademik.
Kunjungan ini menjadi langkah nyata Fakultas Biologi UGM dalam memperluas jejaring internasional, memperkuat daya saing global, dan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik dan profesional di kancah internasional. Upaya ini juga sejalan dengan komitmen Fakultas Biologi UGM dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), serta SDG 15 (Menjaga Ekosistem Daratan) melalui peningkatan kualitas pendidikan biologi, kolaborasi internasional, dan pelestarian keanekaragaman hayati.

























































