• UGM
  • Portal Simaster
  • IT Center
  • Webmail
  • KOBI
  • Bahasa Indonesia
    • English
  • Informasi Publik
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Biologi
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Visi, Misi & Tujuan
    • Organisasi
    • Staff
      • Tenaga Pendidik
      • Adjunt Professor
      • Tenaga Kependidikan
      • Kepakaran dan Topik Riset Dosen
    • Fasilitas
      • Animal House
      • Kebun Biologi
      • Konsultasi Kesehatan Mental
      • Laboratorium
      • Museum Biologi
      • Perpustakaan
    • Galeri
      • Gedung Fakultas
      • Museum Biologi
      • Penelitian
      • Gama Melon
  • Akademik
    • Program Sarjana
      • Visi, Misi, dan Tujuan
      • Matakuliah S1
      • Pendaftaran Skripsi
      • Pendaftaran Ujian Skripsi
      • Pendaftaran Yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Klaim MK Ekstrakurikuler
    • IUP
    • Program Profesi
      • Apa itu PKKH ?
      • Sejarah Pendirian Program Studi PKKH
      • Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran Program Studi PKKH
      • Kompetensi Lulusan Program Studi PKKH
      • Bahan Kajian dan Profil Lulusan Program Studi PKKH
      • Kurikulum Program Studi PKKH
      • Pendaftaran Mahasiswa Baru PKKH
      • Informasi dan FAQ Program Studi PKKH
    • Program Magister
      • Deskripsi Program Magister Biologi
      • Mata Kuliah S2
      • Struktur Kurikulum Program Magister
      • Info Pendaftaran
      • PENDAFTARAN UJIAN KOMPREHENSIF
      • Pendaftaran Ujian Tesis
      • pendaftaran yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Tracer Study
    • Program Doktor
      • Visi, Misi, Tujuan, & Sasaran Program Doktor Biologi
      • Kurikulum Program Doktor
      • Info Pendaftaran
      • Pendaftaran Ujian Komprehensif
    • Akreditasi dan Jaminan Mutu
  • PENELITIAN & PENGGABDIAN
    • Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology
    • Berkala Ilmiah Biology
    • Pengelolaan Sampah
  • Kerja Sama
  • Alumni
    • Berita Alumni
    • BCADC (Web Alumni)
    • Data Kabiogama Pascasarjana
    • Data Kabiogama Sarjana
  • Beranda
  • Penelitian
  • hal. 8
Arsip:

Penelitian

Pemetaan Genom Kloroplas Saccharum hybrid ‘Kidang Kencana’ sebagai Awal Menuju Pemuliaan Tebu Cerdas Berbasis Genom di Indonesia

Penelitian Minggu, 14 Desember 2025

Tebu (Saccharum hybrid) merupakan salah satu tanaman agroindustri komersial yang dibudidayakan di wilayah tropis dan subtropis di seluruh dunia, termasuk Indonesia, karena kemampuannya yang tinggi dalam mengakumulasi sukrosa pada ruas batang. Meskipun memiliki peranan yang besar, tebu termasuk tanaman dengan kompleksitas genom yang tinggi, yang menjadi hambatan utama bagi peningkatan lebih lanjut di era pemuliaan modern terintegrasi, yang menuntut efisiensi dan presisi tinggi. Kompleksitas genom ini tercermin dalam tantangan berkelanjutan terkait pengembangan kultivar tebu modern di Indonesia, di mana kultivar yang saat ini dibudidayakan sebagian besar masih berasal dari hibridisasi konvensional antarspesies antara Saccharum officinarum dan Saccharum spontaneum.

Urgensi tersebut mendorong tim yang diketuai oleh Ganies Riza Aristya, Ph.D., dengan anggota mahasiswa Tiara Putria Judith, untuk menginisiasi pemetaan genom kloroplas pada tanaman tebu yang memiliki kompleksitas genom tinggi. Penelitian ini didukung oleh skema pendanaan Penelitian Pascasarjana–Penelitian Tesis Magister (PPS-PTM) dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Dalam penelitian ini, dilakukan optimalisasi metode ekstraksi DNA berkualitas tinggi menggunakan modifikasi buffer CTAB, sehingga diperoleh DNA dengan kemurnian dan konsentrasi optimal yang siap digunakan untuk high-throughput sequencing menggunakan Oxford Nanopore Technology. Penelitian dengan pemanfaatan teknologi nanopore ONT PromethION menghasilkan data genomik kloroplas lengkap dengan ukuran 142,518 pasang basa yang kemudian dirangkai (assembly) dan dianotasi secara komprehensif menggunakan pendekatan bioinformatika.

Melalui pendekatan ini, penelitian berhasil menghasilkan data mentah genom kloroplas dan melakukan karakterisasi struktur genom serta komposisi gen pada kultivar tebu ‘Kidang Kencana’. Hasil analisis memberikan anotasi plastome yang komprehensif beserta peta genom sirkular, sehingga memetakan gen-gen fungsional yang dikodekan oleh kloroplas. Kegiatan penelitian ini tidak hanya menghasilkan basis data genomik yang sangat bernilai, tetapi juga sedang dalam tahap menghasilkan luaran nyata berupa publikasi penelitian di jurnal internasional bereputasi, video, dan poster diseminasi. Temuan ini tidak hanya memperkaya pemahaman tentang genom tebu lokal, tetapi juga menjadi dasar penting bagi pengembangan smart-targeted breeding berbasis genom, yang memungkinkan peralihan dari metode konvensional menuju pemuliaan tebu yang lebih presisi dan efisien di Indonesia.

Pencapaian ini menegaskan komitmen tim peneliti Fakultas Biologi UGM untuk mendorong inovasi pertanian berbasis sains, membuka peluang bagi pengembangan varietas tebu unggul yang lebih produktif, tahan hama, dan efisien. Hasil penelitian diharapkan menjadi fondasi bagi strategi pemuliaan tebu yang berkelanjutan, mendukung ketahanan pangan nasional, serta memperkuat industri gula di Indonesia. Upaya ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger), melalui peningkatan produktivitas dan kualitas tanaman pangan; SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang genomik tanaman; SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), melalui penerapan teknologi genomik modern dalam pengembangan industri pertanian; SDG 12 (Responsible Consumption and Production), dengan pemanfaatan sumber daya tanaman secara efisien dan berkelanjutan; dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), melalui sinergi riset yang berorientasi pada pemanfaatan ilmu pengetahuan bagi ketahanan industri gula nasional.

Prodi Doktor Fakultas Biologi UGM Adakan Kerjasama dengan NAIST, Jepang melalui Program Internship Penelitian dalam Bidang Metabolomic

Kegiatan MahasiswaPenelitianRilis Berita Rabu, 11 Desember 2024

Pada tanggal 1 Oktober – 30 November 2024, Noor Nailis Sa’adah, mahasiswa Doctoral Fakultas Biologi UGM tahun 2023 Gasal di bawah bimbingan dari Prof. Dr. L. Hartanto Nugroho, M.Agr. (Promotor); Prof. Dr. Yekti Asih Purwestri, M.Si. (co-promotor 1), dan Dr.biol.hom. Nastiti Wijayanti, M.Si. (co-ptomotor 2) melaksanakan kegiatan Internship Penelitian di Nara Institute of Science and Technology (NAIST), Jepang dengan pendanaan dari Iida Scholarship. Program internship penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Plant Secondary Metabolism, Division of Biological Sciences, NAIST di bawah bimbingan langsung dari sensei Prof. Takayuki Tohge. Program ini diinisiasi oleh Prof. Dr. Yekti Asih Purwestri, M.Si. yang merupakan alumni dari NAIST.

Slide content

Program internship ini berfokus pada penelitian tentang “Metabolomic profiling of Medinilla speciosa fruit at different developmental stages using LCMS”. Beberapa materi yang dipelajari selama internship adalah teori basic tentang metabolomic profiling, ekstraksi sampel, running LCMS, anotasi pada kromatogram dan spektrum hasil LCMS, serta analisis data. Anotasi untargeted metabolite merupakan tantangan utama dalam metabolomic profiling. Data kromatogram dan spektrum diproses menggunakan software Xcalibur versi 4.1.3.1.9 (Thermo Fisher Scientific) dengan 4 tahapan, yaitu 1) Qual Browser (QL), 2) Processing Setup (Pc), 3) Sequence Setup (Sq), 4) Quan Browser (Qn).

Selama internship, mahasiswa juga mengikuti kegiatan regular seperti unit meeting dan seminar meeting yang dilaksanakan setiap minggu. Unit meeting merupakan suatu kegiatan progress report penelitian, setiap mahasiswa mempresentasikan data yang telah diperoleh, serta rencana penelitian yang akan dilaksanakan dalam beberapa minggu ke depan. Sedangkan dalam seminar meeting, mahasiswa mempresentasikan tentang project penelitian dan semua data yang telah diperoleh dihadapan semua anggota Lab dan sensei, disertai dengan sesi tanya jawab dari semua peserta yang hadir. Kegiatan unit dan seminar meeting memberikan banyak insight dan pengetahuan baru, khususnya tentang identifikasi faktor-faktor kunci keragaman metabolit sekunder dan peran regulasi dalam metabolisme sekunder tumbuhan yang memungkinkan rekayasa metabolik senyawa bermanfaat.

Beberapa pelajaran yang bisa diambil dari kegiatan internship di NAIST dalah bagaimana suasana akademik/pembelajaran di Jepang, kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, serta bagaimana kerja keras  dalam mencapai goal yang diinginkan. Selain kegiatan akademik, selama di Jepang juga dapat menikmati keindahan alam dan budaya di Jepang, khususnya di kota Nara, Osaka dan Kyoto. Kegiatan ini sangat bermanfaat, khususnya untuk mahasiswa karena mendapatkan ilmu baru dan pengalaman yang sangat berharga, serta mendukung program SDGs no 4 (Pendidikan Berkualitas) dan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Kegiatan ini diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan peserta dan tujuan kampus yang lebih banyak.

[Noor Nailis Sa’adah, Mahasiswa Program Studi Doktor Biologi UGM Angkatan 2023 Gasal]

Research Day 2024 Fakultas Biologi UGM Ditutup dengan Monitoring MBKM dan Pemberian Penghargaan untuk Poster Terbaik

PenelitianRilis BeritaTajuk Senin, 18 November 2024

Yogyakarta, 15 November 2024 – Research Day 2024 Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi ditutup pada tanggal 15 November 2024 dengan meriah dan penuh antusiasme. Penutupan acara yang berlangsung di Gedung B Fakultas Biologi menjadi puncak rangkaian kegiatan dari hari Rabu – Jumat (13 – 15 November 2024) yang mengedepankan inovasi, kolaborasi, dan pengembangan akademik di bidang biologi.

 

 

Acara penutupan Research Day 2024 sebagai agenda Hari Ketiga dimulai dengan Mini Workshop bertemakan metabolomik. Mini Workshop ini menghadirkan PT. Ditek Jaya sebagai mitra yang membahas berbagai aplikasi teknologi dan instrument metabolomik dalam penelitian biologi modern. Diskusi interaktif selama workshop membuka wawasan baru bagi para peserta, baik dari kalangan akademisi, mahasiswa, maupun praktisi biologi. Salah satu sesi yang menarik perhatian dalam Mini Workshop ini adalah praktik langsung atau hands-on penggunaan alat Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) di Laboratorium Biokimia Fakultas Biologi UGM. Sesi ini dirancang untuk memberikan pengalaman praktis kepada peserta dalam memahami cara kerja dan aplikasi teknologi GC-MS, yang merupakan salah satu instrumen penting dalam analisis metabolomik. Dengan pendekatan hands-on, peserta dapat lebih memahami mekanisme kerja alat-alat tersebut, serta cara terbaik untuk mengaplikasikannya dalam riset ilmiah.

Selanjutnya, diadakan juga Biology Exhibition yang menyediakan area pameran instrument dan poster penelitian. Biology Exhibition ini menjadi pusat perhatian dengan menampilkan alat-alat laboratorium canggih serta hasil penelitian terbaru dari mahasiswa dan dosen Fakultas Biologi UGM. Pameran ini menjadi ruang apresiasi atas inovasi dan kerja keras civitas akademika, sekaligus mendorong kolaborasi antarpeneliti.

Sebagai bagian dari agenda strategis, acara ini juga ditutup dengan Monitoring Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Kegiatan monitoring ini mengevaluasi implementasi program MBKM di Fakultas Biologi UGM. Dalam agenda ini, dilakukan presentasi poster dan penilaian peserta MBKM, baik dari Penelitian (Lit-MBKM) maupun Pengabdian kepada Masyarakat (PkM-MBKM). Total terdapat 21 tim PkM-MBKM dan 25 tim Lit-MBKM. Agenda ini dilanjutkan dengan sesi diskusi terbuka. Dengan menghadirkan perwakilan mahasiswa dan dosen pembimbing, sesi ini menjadi refleksi penting untuk meningkatkan kualitas program MBKM ke depan.

Dalam rangkaian Seremonial Penutupan Research Day 2024, dilakukan juga penyerahan kenang-kenangan kepada keenam mitra yang sudah berkolaborasi dengan baik. Acara dilanjutkan dengan penyerahan hadiah kepada Kelompok Studi (KS) terbaik serta kelompok studi yang sudah berkontribusi. Rangkaian Seremonial Penutupan diakhiri dengan pengumuman dan penyerahan hadiah kepada poster terbaik dalam acara Research Day 2024.

Research Day 2024 tidak hanya menjadi ajang berbagi ilmu, tetapi juga mempererat kolaborasi dan semangat inovasi. Fakultas Biologi UGM berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan untuk menjawab tantangan dunia pendidikan dan penelitian biologi di masa depan. [Penulis: Panitia Research Day]

Research Day Hari Kedua Sukses Tarik Lebih dari 300 Pengunjung

PenelitianRilis BeritaTajuk Jumat, 15 November 2024

Yogyakarta, 14 November 2024 – Research Day Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) memasuki hari kedua dengan pencapaian luar biasa. Lebih dari 300 peserta berpartisipasi dalam Biology Exhibition yang digelar sebagai bagian dari acara tahunan ini. Pameran yang menampilkan berbagai inovasi, hasil riset, dan instrumen penelitian di bidang biologi tersebut sukses menarik perhatian pengunjung dari kalangan mahasiswa, akademisi, hingga masyarakat umum.

 

 

Acara yang berlangsung di Gedung B Fakultas Biologi UGM ini menampilkan beragam hasil riset dan eksperimen yang mencakup topik-topik seperti fungsional dan perkembangan, biologi lingkungan dan biodiversitas, serta biologi molekuler dan bioteknologi. Setiap booth pameran menghadirkan penjelasan mendalam mengenai berbagai instrumen canggih penelitian, memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk berdiskusi langsung dengan ahli.

Selain Biology Exhibition, acara Research Day yang sudah berlangsung selama dua hari ini juga meliputi Mini Workshop dengan menghadirkan berbagai mitra instrumen canggih penelitian. Para peserta dapat memperoleh wawasan tentang terobosan dan teknologi terbaru dalam penelitian biologi. Mini Workshop ini dirancang untuk memberikan pelatihan langsung kepada peserta mengenai berbagai instrumen penelitian canggih yang digunakan dalam riset biologi. Tidak hanya berupa presentasi teori, workshop ini juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk melakukan hands-on training dengan alat-alat penelitian canggih.

Berbagai instrumen yang diperkenalkan dalam workshop ini termasuk alat analisis genetik, mikroskopi tingkat lanjut, serta perangkat lunak untuk analisis data biologis dan statistik. Peserta yang terdiri dari mahasiswa, peneliti muda, dan praktisi biologi dapat mengakses alat-alat ini dan mempraktikkan langsung penggunaannya di bawah bimbingan instruktur berpengalaman.

Selain memperkenalkan alat dan teknik riset terbaru, workshop ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan praktis peserta dalam menggunakan teknologi terkini yang penting dalam penelitian biologi. Dengan pendekatan hands-on, peserta dapat lebih memahami mekanisme kerja alat-alat tersebut, serta cara terbaik untuk mengaplikasikannya dalam riset ilmiah.

Research Day Fakultas Biologi UGM diharapkan tidak hanya menjadi ajang pameran hasil riset, tetapi juga sebagai sarana untuk mempererat kolaborasi antara akademisi, industri, dan masyarakat dalam memajukan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang biologi. [Penulis: Panitia Research Day]

Fakultas Biologi UGM Gelar Research Day 2024: From Molecule to Biosphere

Kegiatan MahasiswaPenelitianRilis Berita Kamis, 14 November 2024

Yogyakarta, 13 November 2024 – Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan bangga menyelenggarakan Research Day 2024, sebuah ajang untuk mendiseminasikan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta memperkenalkan teknologi terkini di bidang biologi kepada masyarakat luas. Dengan tema From Molecule to Biosphere, kegiatan ini mengangkat betapa pentingnya ilmu biologi dalam kehidupan manusia, dari penelitian pada tingkat molekuler hingga dinamika ekosistem.
Research Day hari pertama dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Hymne Gadjah Mada, dan Mars Fakultas Biologi. Dr. Ririn Tri Nurhayati, S.IP., M.Si., M.A., Kepala Subdirektorat Program Penelitian dari Direktorat Penelitian UGM, turut hadir memberikan apresiasi terhadap Research Day sebagai platform untuk mentransfer teknologi bagi masyarakat melalui mini workshop yang didukung dengan peralatan canggih. Acara resmi dibuka secara simbolis oleh Dekan Fakultas Biologi, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. Dalam sambutannya, Prof. Budi menyampaikan harapan agar Research Day 2024 dapat memperdalam wawasan ilmiah, mempererat kolaborasi lintas bidang, dan memperkenalkan berbagai inovasi biologi kepada akademisi dan praktisi.
Sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis Fakultas Biologi, Research Day 2024 mendapat dukungan dari mitra seperti CV. Dynata Image Creative, IGF Fakultas Biologi, PT. Ditek Jaya, PT. Indolab Utama, PT. Nutrilab Pratama, PT. Wadya Prima Mulia, dan Elo Karsa Utama.
Mengusung tema Biologi Molekuler, mini workshop hari pertama terbagi menjadi dua sesi yang menyoroti perkembangan penting dalam pemahaman dan penerapan biologi molekuler. Dalam sesi pertama, peserta belajar tentang Promega Maxwell Automated DNA/RNA Extraction dan QC DNA menggunakan Agilent Tapestation, yang penting dalam memastikan hasil penelitian yang akurat pada tingkat molekuler. Sesi kedua mengangkat topik ONT Sequencing & Metabarcoding Data Analysis, yang menjelaskan penggunaan teknologi terbaru dalam analisis data sekuensing dan metabarcoding untuk memahami komposisi mikrobioma serta mengidentifikasi organisme pada tingkat molekuler.
Penguasaan teknologi molekuler seperti ini sangat krusial untuk menghadapi berbagai tantangan di bidang kesehatan, lingkungan, dan pertanian, karena memungkinkan identifikasi cepat mikroorganisme patogen, pemahaman mendalam tentang genetik spesies tertentu, hingga pemetaan ekosistem secara akurat. Penerapan ini mendukung upaya peneliti dalam menyelesaikan masalah pada berbagai skala, mulai dari seluler hingga ekosistem.
Para peserta berkesempatan belajar langsung dari para praktisi dan ahli, yang merupakan mitra Fakultas Biologi UGM. Selain itu, acara ini juga melibatkan beberapa laboratorium unggulan Fakultas Biologi, seperti Laboratorium Mikrobiologi dan Laboratorium Genetika dan Pemuliaan, untuk menghadirkan pengalaman praktis yang kaya bagi peserta.
Dengan tema From Molecule to Biosphere, Research Day 2024 hari pertama menegaskan peran krusial ilmu biologi dalam membangun pemahaman menyeluruh tentang kehidupan, dari metabolisme sel hingga dinamika ekosistem. Fakultas Biologi UGM berharap ajang ini dapat terus mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan aplikasi teknologi dalam berbagai sektor kehidupan. [Penulis: Panitia Research Day]

Tingkatkan Kualitas Publikasi Ilmiah, Mahasiswa Program Doktor Fakultas Biologi UGM Berkesempatan menjadi Visiting Researcher di Humboldt-Universität zu Berlin, Jerman.

Penelitian Selasa, 6 Agustus 2024

Mahasiswa Program Doktor Fakultas Biologi UGM, Hana Widiawati, mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan sebagian penelitian disertasi sebagai visiting researcher di Department of Plant Physiology, Institute of Biology, Humboldt-Universität zu Berlin, Jerman. Hana mengikuti program Peningkatan Kualitas Publikasi Ilmiah (PKPI) yang diselenggarakan oleh Direktorat Sumber Daya, Ditjen Dikti yang diperuntukkan bagi mahasiswa program beasiswa PMDSU.


Program PKPI tersebut berlangsung selama 4 bulan dari bulan Maret 2024 hingga Juli 2024 dibawah bimbingan Prof. Dr. rer. nat. Bernhard Grimm sebagai Host Professor. Kelompok peneliti yang dibimbing oleh Prof. Bernhard Grimm berfokus pada riset mengenai fotosintesis dan biosintesis tetrapyrrole. Pada kesempatan tersebut, Hana melakukan sebagian penelitain disertasi mengenai pengaruh cekaman salinitas terhadap aspek fisiologis terutama proses fotosintesis dan biosintesis klorofil pada tanaman padi. Selain itu, Hana berkesempatan untuk dibimbing dalam penulisan artikel ilmiah dengan harapan dapat meningkatkan kualitas publikasi artikel ilmiah demi tercapainya target luaran PMDSU berupa publikasi artikel ilmiah di jurnal internasional terindeks SCOPUS.

Melalui program PKPI ini, mahasiswa diharapkan mendapatkan pengalaman berharga dalam dinamika akademik pada kancah internasional, serta dapat meningkatan skill riset yang bermanfaat setelah kembali ke Indonesia. Hana menuturkan bahwa banyak pengalaman berharga yang dia peroleh selama mengikuti program PKPI. ”Rasanya senang sekali karena mendapatkan kesempatan untuk merasakan atmosfer akademik di Humboldt-Universitat zu Berlin. Melalui program ini, saya mendapatkan skills baru baik hard skill terkait kegiatan penelitian di laboratorium maupun soft skill dalam mengatasi permasalahan dan manajemen diri”, ujar Hana.

Kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Hana di Department of Plant Physiology, Institute of Biology, Humboldt-Universität zu Berlin, Jerman ini mendukung implementasi salah satu pilar Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu pilar ke 5 tentang Quality Education. Adapun topik penelitian yang dilakukan Hana terkait dengan evaluasi mekanisme asam salisilat dalam mendukung tanaman padi hitam untuk bertahan pada kondisi cekaman salinitas. Hal ini juga mendukung implementasi pilar ke 13 dari SDGs yaitu tentang penanganan perubahan iklim (Climate Action) khususnya dalam bidang pertanian.

Sekembalinya ke Indonesia, Hana kembali melanjutkan proses penelitian dan menyelesaikan naskah disertasinya di bawah bimbingan Prof. Dr. Kumala Dewi, M.Sc.St. selaku promotor sehingga dapat memenuhi syarat kelulusan program Doktor Biologi di Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada.

Open House Fakultas Biologi UGM Fasilitasi Pengenalan Topik Penelitian Dosen ke Mahasiswa

AkademikKegiatan MahasiswaPenelitianRilis Berita Senin, 22 April 2024

Biologi Open House dan Pengenalan Topik Riset 2024 (BIOENTRI) adalah acara pengenalan topik riset yang diselenggarakan oleh Fakultas Biologi UGM. Bioentri ini bertujuan untuk mengenalkan topik – topik riset yang diampu oleh para Fakultas Biologi kepada para mahasiswa. Harapannya, melalui pengenalan topik ini mahasiswa mendapatkan inspirasi untuk skripsi dan thesis mereka, dapat bertemu langsung dengan dosen pembimbing yang linear dengan topiknya, dan mendapatkan pemahaman tentang topik riset.

Acara ini dihadiri oleh para mahasiswa fakultas biologi dan dosen dari berbagai peminatan biologi sebagai narasumber. Acara ini diadakan pada hari Senin, 22 April 2024 s/d Kamis, 25 April 2024 pukul 13.00 – 15.00 di Ruang 1, 2, dan 3 (sesuai pembagian jadwal) Lobby 1 Gedung B Sinarmas Fakultas Biologi UGM. Kegiatan BIOENTRI 2024 ini dipandu oleh MC yaitu Alifiansyah Sutama. Kegiatan ini dimulai dengan pembukaan dan doa, lalu dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne Gadjah Mada, serta Mars Fakultas Biologi secara bersama-sama. Kegiatan dilanjutkan merupakan sambutan dari Prof. Dr. Budi S. Daryono, M.Agr.Sc. selaku Dekan Fakultas Biologi UGM dan dilanjutkan dengan sesi dokumentasi bersama. Acara selanjutnya yaitu kegiatan presentasi masing-masing dosen pembimbing skripsi ataupun tesis.

Open House Fakultas Biologi UGM tidak hanya bertujuan untuk memperkenalkan beragam topik penelitian yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya poin nomor 4 tentang Pendidikan Bermutu (Quality Education). Melalui kegiatan ini, mahasiswa juga dapat memahami bagaimana penelitian yang dilakukan oleh para dosen fakultas ini memberikan dampak positif dalam mencapai berbagai target SDGs lainnya, seperti perlindungan biodiversitas, pemulihan ekosistem (13,14,15), dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui inovasi di bidang bioteknologi dan pengelolaan sumber daya alam (9, 11, 13).

Kegiatan Penelitian Biota Air Tawar di Danau Siran oleh Dosen Fakultas Biologi UGM

PenelitianTajuk Rabu, 27 Desember 2023

Penelitian mengenai keanekaragaman hayati dan status konservasi biota perairan umum termasuk ikan dan krustasea, khususnya biota perairan gambut di Kalimantan Timur, masih kurang terdata dengan baik. Terkait hal tersebut, maka teman-teman dari Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) merencanakan kegiatan penelitian biota air tawar di Danau Siran yang terletak di Desa Muara Siran, Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Penelitian tersebut melibatkan beberapa dosen, mahassiwa dan alumni dari Fakultas Biologi UGM. Dosen yang terlibat dari Laboratorium Sistematika Hewan, yaitu: Donan Satria Yudha, S.Si., M.Sc., dan Rury Eprilurahman, S.Si., M.Sc. Sementara itu mahasiswa yang terlibat adalah Muhamad Afnisa’a Rozaqi (mahasiswa program sarjana) dan Maula Haqul Dafa, S.Pd. (mahasiswa program pascasarjana) serta Hastin Ambar Asti, S.Si., M.Sc. (alumni S1 Fakultas Biologi UGM) dan dibantu oleh Pak Susilo Irwanjasmoro (Yayasan Wagleri). Staf YKAN yang turut terjun sampling di lapangan adalah Eka Cahyaningrum, S.Si. (alumni S1 Fakultas Biologi UGM dan posisi di YKAN sebagai Biodiversity and High Conservation Value Specialist) dan Mohamad Arif Rifqi, S.Si. (Posisi di YKAN sebagai Endangered Species Conservation Specialist).

Kegiatan ini dilakukan karena lanskap Muara Siran sejauh ini merupakan ekosistem lahan gambut terbesar di Kalimantan Timur. Lanskap tersebut meliputi sekitar 30.000 hektar dan menyediakan mata pencaharian bagi masyarakat sekitar serta habitat bagi banyak spesies endemik. Namun, Muara Siran terancam oleh praktik pertanian dan pemanenan biota perairan yang tidak berkelanjutan. Terkait hal tersebut, untuk mendukung pembentukan rencana aksi konservasi perairan di Desa Muara Siran, perlu dilakukan survei keanekaragaman hayati biota perairan tersebut guna memahami peran biota air tawar terhadap kebutuhan ekonomi masyarakat.

Penelitian dilakukan selama 6 hari di lanskap Muara Siran, mulai dari Sungai Kani yang merupakan air gambut sehingga disebut air hitam ke Danau Siran hingga ke Sungai Siran. Sampling biota air tawar dilakukan dua kali sehari, yaitu pagi hari dan malam hari. Data biota air tawar kami dapatkan dengan dua cara, yaitu: sampling langsung menggunakan perangkap, mencatat jenis-jenis biota air tawar yang ditangkap dan atau tertangkap oleh jala maupun perangkap nelayan, serta jenis-jenis ikan dari pasar ikan di Kecamatan Muara Kaman. Data yang didapatkan adalah 56 spesies ikan, 3 spesies udang, 1 spesies kepiting, 2 spesies ular air, 1 spesies ular sanca dan 1 spesies biawak air. Hasil kegiatan ini masih perlu dilakukan analisis lanjutan guna mengetahui keanekaragaman hayati biota perairan tawar serta memahami jenis ikan dan krustasea yang penting secara komersial dan jumlah tangkapan untuk nilai ekonomi jenis tersebut.

Penutupan Research Days 2023, Sejumlah Poster Terbaik Diumumkan sebagai Pemenang

PenelitianPengabdian kepada MasyarakatRilis BeritaTajuk Jumat, 1 Desember 2023

Yogyakarta, 30 November 2023 – Research Days tahun 2023 sukses dilaksanakan dengan melibatkan puluhan judul penelitian, publikasi, dan pengabdian kepada masyarakat serta produk hilirisasi civitas akademika Fakultas Biologi UGM. Agenda tahunan Fakultas Biologi UGM tersebut ditutup oleh Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama dan Alumni bertempat di Selasar Gedung B Fakultas Biologi.



Research Days terselenggara selama 2 hari, 29 dan 30 November 2023 dalam bentuk pameran poster hasil penelitian, publikasi, pengabdian kepada masyarakat, dan produk hilirisasi kolaborasi dosen dan mahasiswa Fakultas Biologi. Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah sharing dosen dan mahasiswa untuk peningkatan kolaborasi dan kemitraan. Selama dua hari pameran, pengunjung dapat berpartisipasi memberikan suara untuk poster terbaik pilihannya. Produk hilirisasi yang dipamerkan dan dijual turut mengundang apresiasi pengunjung diantaranya terrarium, produk penelitian mikroalga, bibit kultur anggrek, dan sebagainya.

“Melalui Research Days ini diharapkan muncul ide-ide dan kolaborasi baru antar mahasiswa juga dosen,” tukas Dr. Eko dalam sambutannya pada penutupan Research Days 2023, Kamis (30/11) sore. Beliau juga menambahkan apresasinya kepada para mahasiswa yang antusias selama Research Days dengan komentar-komentar ketertarikan mahasiswa dengan penelitian di Fakultas Biologi yang amat beragam.

Di akhir acara, pemenang poster terbaik kategori Poster Penelitian dan Poster Pengabdian kepada Masyarakat turut diumumkan. Pada kategori poster, juara 1, 2, dan 3 berturut-turut diraih oleh poster Prof. Dr. Kumala Dewi M.Sc.St., Dr.med.vet. drh. Hendry T.S.S.G. Saragih, M.P., dan Dr. Ardaning Nuriliani, S.Si., M.Kes. sementara untuk kategori Pengabdian kepada Masyarakat diraih oleh Laksmindra Fitria, S.Si., M.Si., Dwi Umi Siswanti, S.Si., M.Sc., dan Dr. Dwi Sendi Priyono, S.Si., M.Si. Dr. Eko selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni memberikan apresiasi hadiah kepada para pemenang.

Research Days diharapkan dapat menjadi pemicu semangat civitas akademika Fakultas Biologi dalam peningkatan riset, publikasi hingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat, sesuai dengan komitmen dukungan terharap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals; SDGs) terutama dalam peningkatan pendidikan yang inklusif (SDG 4) melalui kolaborasi (SDG 17) yang berkelanjutan. Sampai jumpa di Research Days 2024!

Kaji Potensi Mikroalga sebagai Pakan Ikan Sidat, Mahasiswa Biologi Melakukan Kegiatan MBKM di INBIO

PenelitianTajuk Senin, 13 November 2023

Mikroalga merupakan salah satu tanaman air yang memiliki banyak manfaat. Umumnya mikroalga digunakan sebagai bahan tambahan pakan dalam budidaya akuakultur karena dapat berperan dalam penambahan berat badan dan peningkatan ketahanan terhadap penyakit pada ikan. Topik inilah yang diusung oleh tim MBKM Penelitian Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada yang beranggotakan Dimas Anggoro Putranto, Hardian Ridho Alfalah, dan Rahmi Ramadhani Putri.

Pada proyek riset ini, diusung judul “Studi In silico Potensi Mikroalga sebagai Sumber Pakan Immunostimulan pada Ikan Sidat”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi mikroalga Chlorella sp, Nannochloropsis sp, dan Spirulina sp. Kegiatan MBKM penelitian ini berkolaborasi dengan INBIO dalam rangka mengembangkan inovasi dan meningkatkan kemampuan mahasiswa di bidang bioinformatika dan biomolekuler. INBIO (Indonesia Bioinformatics and Biomolecular) merupakan lembaga yang bergerak dalam bidang layanan analisa bioinformatika dan biomolekuler di Indonesia. Selain melakukan penelitian, para mahasiswa juga berkesempatan menjadi intern di Inbio selama satu tahun.

Selama kegiatan MBKM, para mahasiswa melakukan identifikasi mikroalga dan ekstraksi dengan metode maserasi yang akan digunakan untuk analisis kandungan fitokimia dengan GC-MS. Selanjutnya mahasiswa melakukan pencarian protein target di PDB dan pencarian Ligan di pubchem. Mahasiswa juga melakukan preparasi protein dan ligan, serta dilanjutkan dengan proses docking, visualisasi interaksi, dan analisis data.

Menurut Nur Indah Septriani, S.Si., M.Sc., Ph.D. selaku dosen pembimbing, kegiatan ini merupakan langkah awal dalam penelitian lebih lanjut terhadap potensi mikroalga sebagai sumber pakan immunostimulan pada ikan sidat. Dengan penelitian ini, diharapkan dapat menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. “Melalui program MBKM penelitian ini diharapkan mahasiswa dapat memperluas wawasannya tidak hanya di dalam kampus namun juga diluar kampus (institusi institusi terkait) sehingga tercipta suasana pendidikan yang inklusif, dapat dinikmati siapapun darimana pun salnya. Hal ini selaras dengan SDGs nomor 4, yaitu meningkatkan kualitas pendidikan,” ujar Bu Indah.

Pengembangan Organisme Produsen PHB Plastik Masa Depan

PenelitianTajuk Jumat, 10 November 2023

Plastik sudah menjadi sebuah bagian tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia modern, mulai dari pakaian, kemasa makanan, peralatan rumah tangga, hingga bahan bangunan. Dibalik segala manfaatnya plastik juga menjadi ancaman besar terhadap kelangsungan kehidupan di bumi dengan lebih dari 10 juta ton limbah plastik dilepaskan ke lingkungan dan lautan bebas. Berbagai usaha untuk menangani masalah tersebut pun terus dilakukan salah satunya mencari pengganti plastik konvensional yang lebih ramah lingkungan dan sustainable. Salah satu kandidat pengantinya adalah PHB atau polihidroksibutirat yang merupakan sebuah biopolimer yang ditemukan secara alami dalam tubuh berbagai jenis mikroorganisme, dipercaya akan menjadi polimer utama bahan dasar plastik di masa depan menggantikan plastik konvensional yang berbahan dasar minyak bumi karena sifatnya yang  biobased, biosynthesised, dan biodegredable (bahkan dalam lingkungan alami).

Melihat tantangan sekaligus peluang ini 3 mahasiswa Fakultas Biologi UGM yaitu Azizah Tyas Nugrahanty, Bagas Alfian Dwiaryanda, dan Lucia Arum Sekar Meysari melaksanakan Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) yang fokus dalam mengembangkan organisme produser PHB yang efektif dan efisien dengan memanfaatkan teknologi transformasi genetik. Pelaksanakan program MBKM ini dilakukan dibawah bimbingan Ibu Ganies Riza Aristya, S.Si., M.Sc., Ph.D. dari Fakultas Biologi, UGM dan bekerjasama dengan Raden Afif Pranaya Jati, S.P., M.Sc., praktisi dari Institut Bioinformatika Indonesia (INBIO-Indonesia).

Sepanjang penelitian mahasiswa melakukan berbagai kegiatan dari yang bersifat dry lab hingga wet lab. Penelitian diawali dengan diskusi terkait pemilihan vektor dan host mikroorganisme yang akan digunakan. Kemudian, dilakukan desain plasmid vektor transformasi genetik hingga pembuatan primer yang akan digunakan sebagai marker penanda koloni positif melalui colony pcr. Penelitian kemudian dilanjutkan ke tahap wet lab di Laboratorium Genetika dan Pemuliaan UGM, mulai dari preparasi kompeten sel, transformasi genetik dengan metode elektroporasi, PCR koloni yang diikuti elektroforesis untuk mengkonfirmasi koloni positif membawa gen target. Sampai saat ini, tim telah berhasil mengkombinasikan gen sintetik hasil konstruksi plasmid kedalam sel bakteria sebagai kandidat untuk mikrobia penghasil PHB secar alami.

Program MBKM Penelitian: Eksplorasi Lebah Corbiculate (Hymenoptera: Apidae) di Taman Nasional Gunung Merbabu Wilayah Resort Pakis

Penelitian Kamis, 9 November 2023

[Yogyakarta – 9 Nov 23] Dalam upaya mendukung penelitian dan pengembangan kekayaan alam Indonesia, tim peneliti mahasiswa yang tergabung dalam program Penelitian Merdeka Belajar Kampus Merdeka (Lit-MBKM) telah berhasil menyelesaikan penelitian lanjutan di Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) pada tanggal 2-4 Juni 2023. Penelitian ini dipimpin oleh Drs. Hari Purwanto, M.P., Ph.D. dan melibatkan anggota tim peneliti yaitu Aqil Abyan Rahman, Cornelius Devito Deva Pramana Atmaja, dan Nadiva Adelia Nurdin. Selain itu, penelitian ini didampingi oleh R. Hanindyo Adi, S.Si., M.Si., mahasiswa S-3 di lab. Entomologi Fakultas Biologi UGM.

Kegiatan penelitian ini merupakan kelanjutan dari eksplorasi sebelumnya yang telah dilaksanakan pada bulan November 2022, Mei 2023, dan Juni 2023. Tim peneliti telah berhasil menemukan tiga tribe dari lebah corbiculata, yakni Bombini (lebah bangbara gunung), Apini (Lebah madu), dan Meliponini (lebah klanceng) yang tersebar di wilayah TNGMb Resort Pakis pada 15 grid dengan range ketinggian 737-2496 mdpl.

Analisis karakter morfologi telah dilakukan terhadap ketiga tribe lebah corbiculata dan didapatkan bahwa spesies lebah yang ditemukan adalah Bombus rufipes, Apis cerana, dan Tetragonula laeviceps. Berdasarkan analisis molekuler sampel dari TNGMb menggunakan primer 16s, ditemukan bahwa B. rufipes di berkerabat dekat dengan B. eximius dari Thailand, A. cerana berkerabat dekat dengan A. cerana dari Jepang, adapun T. laeviceps berkerabat dekat dengan T. laeviceps dari Yogyakarta. Analisis molekuler masih perlu dilakukan pembandingan yang lebih komprehensif. Analisis morfometri-geometri saat ini sedang dilakukan terhadap sampel untuk dapat melihat bagaimana perbedaan ketinggian memengaruhi adaptasi lebah terutama pada ukuran dan bentuk sayap.

Tim MBKM penelitian lebah merbabu mengucapkan terima kasih kepada Dekan dan Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Alumni, Fakultas Biologi UGM yang telah memberikan izin, fasilitas dan dana kegiatan ini. Kami mengucapkan terima kasih kepada Ir. Junita Parjanti, M.T. selaku kepala Balai TNGMb, Ibu Ekowati selaku pembimbing saat di Kantor Balai, Bapak Wawan selaku Kepala Resort Pakis bersama tim, Bapak Jumari serta tim Warga Mitra TNGMb yang telah mendampingi kami melakukan eksplorasi di Resort Pakis.

 

Membudidayakan Melon Anak Bangsa, Mahasiswa Biologi Melakukan MBKM Guna Memahami Budidaya Melon secara Hidroponik

Penelitian Kamis, 2 November 2023

Sejumlah 5 mahasiswa biologi UGM yakni Rachmawati Dwi Hasanah, Vida Rahma Lathifah, Tiara Amelia Putri, Novia Noor Rachmawati, dan Karso Suryo Putro pada 7-18 Juni 2023 telah melakukan kegiatan Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). Kelima mahasiswa ini dibimbing oleh Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. dan Bapak Gede Sangu Gemi sebagai pembimbing mita MBKM.

Kegiatan MBKM dilakukan secara online (daring) untuk memaparkan materi mengenai berbagai jenis melon dan aplikasi hidroponik. Melon yang digunakan sebagai subjek penelitian MBKM adalah melon kultivar ‘Hikapel’. ‘Hikapel’ merupakan melon hasil persilangan dari kultivar ♀ ‘Sun Lady’-3 dan ♂ ‘Hikadi’. ‘Hikapel’ merupakan salah satu kultivar melon yang dikembangkan oleh Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada. Hikapel memiliki kulit buah yang halus tanpa jaring dengan bentuk buah cenderung bulat. Warna kuning yang mencolok dari hikapel membuat buah ini menjadi popular di kalangan buah melon lainnya.

Kegiatan penanaman melon dilakukan di lahan green house hidroponik Dusun Jamusan, Desa Bokoharjo, Kec. Prambanan, Kab. Sleman, DIY.  Melon kultivar ‘Hikapel’ ditanam menggunakan media tanam cocopeat. Kemudian Teknik hidroponik yang digunakan yaitu drip irrigation system.

Selama kegiatan MBKM, mahasiswa belajar mengenai jenis-jenis teknik hidroponik, berbagai macam medium yang dapat digunakan, dan juga pengaplikasian IoT (Internet of Things) dalam hidroponik. Kemudian kegiatan diakhiri dengan pengambilan data untuk karakter fenotipik dan juga berbagai macam penyimpangan yang terjadi pada ‘Hikapel’ selama penanaman berlangsung seperti mengamati adanya segregasi dan tanaman yang terserang virus.

Mahasiswa Fakultas Biologi UGM Melakukan Penelitian tentang Kultivasi Mikroalga Euglena sp. pada Skala Semi Massal dan Massal

PenelitianTajuk Rabu, 1 November 2023

Sepuluh mahasiswa yang tergabung dalam Microalgae Research team laboratorium Bioteknologi Fakultas Biologi UGM, yaitu A. Najib Dhiaurhaman, Annisa Tsamara Faridah, Dwi Hardianti Luthfiana, Ghina Alyaa, Ismia Wulandari, Khalid Erlangga, Raihan, Samia Nasitatuz Zahra, Siti Mudrikah, dan Tariq Akhdan Purnama telah melakukan kegiatan penelitian Mahasiswa Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang bertempat di Stasiun Penelitian Biodiversitas II Fakultas Biologi UGM untuk Program Kedaireka. Di bawah bimbingan Dr. Eko Agus Suyono, S.Si., M.App.Sc, mereka melakukan penelitian dengan judul besar “Pengembangan Teknologi Flokulan untuk Pemanenan dan Biorefinery Kultur Spirulina dan Euglena sp. di Nogotirto Algae Park, Sleman”.

Mikroalga sendiri telah menunjukkan potensi yang besar dalam bidang Bioteknologi, sehingga banyak dibudidayakan atau dikultivasikan. Di antara beberapa mikroalga yang saat ini banyak dibudidayakan, Euglena sp. menjadi salah satu mikroalga yang sangat menarik untuk diteliti karena menghasilkan banyak senyawa bioaktif serta memiliki ukuran sel yang lebih besar jika dibandingkan dengan mikroalga jenis lainnya, sehingga diharapkan dapat menghasilakn biomassa dan produk biologi dalam jumlah yang besar. Strain Euglena sp. yang digunakan dalam MBKM penelitian kali ini yaitu strain IDN22 dan IDN33 yang telah diisolasi dan dikulturkan di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Biologi UGM.

Kegiatan MBKM dimulai dengan persiapan alat berupa penataan bak kultivasi dan persiapan lahan, serta pembuatan medium petumbuhan untuk kultur mikroalga. Selama kegiatan MBKM berlangsung, para mahasiswa melakukan beberapa kegiatan seperti melakukan pengujian metabolit diantaranya karbohidrat, lipid, protein, dan pigmen. Selain itu, dilakukan pula karakterisasi berbagai metabolit yang telah diuji, serta pemanenan Euglena sp. menggunakan bioflokulan dan kitosan. Para mahasiswa juga melakukan ekstraksi sampel untuk pengujian asam amino, asam lemak dan monosakarida dengan GC-MS. Pengalaman yang didapatkan selama kegiatan MBKM ini, diharapkan dapat menambah pengalamana dan keterampilan mahasiswa dalam melaksanakan tugas akhir mereka serta sebagai bekal setelah lulus kuliah nanti.

 

Mempelajari lebih dalam potensi Rhizopora mucronata sebagai penyerap karbondioksida dalam rangka mitigasi perubahan iklim global

Kegiatan MahasiswaPenelitianRilis BeritaTajuk Kamis, 26 Oktober 2023

Dalam rangka kelanjutan pelaksanaan kegiatan penelitian MBKM tahun 2023 yang berjudul “Analisis pertumbuhan, biomassa karbon, pembungaan dan kandungan hormon pada propagul Rhizopora mucronata Lamk. di Hutan Konservasi Mangrove, Pantai Baros, Bantul, telah dilakukan beberapa aktivitas lapangan maupun laboratorium oleh mahasiswa yang terlibat yaitu Muhammad Rafie (20/461062/BI/10613), Halimatur Rosyida (20/458282/BI/10515), Luthfi Azizatul Ulya (20/458294/BI/10527), Tsabitah Putri Asmalda (20/458322/BI/10555), Azzah Fauziyatul Hana (20/461026/BI/10577), Septiana Tri Utami (20/461086/BI/10637). Aktivitas penelitian ini diketuai oleh Prof. Dr. Kumala Dewi MSc.St. dan didukung oleh mitra dari BRIN yaitu Prof. Dr. Liliana Baskorowati S.Hut. M.P.
Kegiatan MBKM penelitian semester gasal 2023/2024 diawali dengan pertemuan secara online dengan mitra BRIN yaitu Prof. Dr. Liliana Baskorowati S.Hut. M.P. pada tanggal 25 Agustus 2023. Dalam pertemuan tersebut dibahas mengenai apa yang harus dipersiapkan untuk pengambilan sampel selanjutnya dan persiapan pembuatan paper untuk keluaran publikasi dalam jurnal. Kegiatan berikutnya yaitu diskusi pada tanggal 27 September 2023 di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Fakultas Biologi. Dalam kegiatan ini mahasiswa bersama dosen pembimbing dan mitra membahas mengenai abstrak hasil penelitian yang berjudul “Carbon sequestration potency of Rhizophora mucronata Lamk. in mangrove conservation forest, Baros Beach, Bantul, “2nd International Conference on Nature-Based Solution in Climate Change Resilience” yang diselengggarakan oleh kolaborasi Pertamina Foundation dengan Universitas Pertamina, dan akan diselenggarakan pada tanggal 24 November 2023 di Graha Pertamina, Jakarta. Dari kegiatan penulisan full paper ini mahasiswa telah belajar cara menghitung potensi serapan karbon oleh R. mucronata yang ada di hutan konservasi Pantai Baros, selain itu mahasiswa juga telah berlatih untuk menganalisis hubungan antara salinitas serta pH substrat dengan pertumbuhan dan kapasitas penyerapan karbondioksida serta biomassa pada R. mucronata.

 

Kegiatan lapangan telah dilakukan pada tanggal 28 September 2023 yang di dampingi pengelola kawasan konservasi (Sdr. Muhammad Sidiq Nurcholis). Dalam kegiatan ini mahasiswa mengambil sampel daun dan akar pada 5 titik Petak Ukur (PU). Daun yang diambil adalah daun yang terkena matahari dan yang tidak terkena matahari, selanjutnya telah dilakukan pengukuran kadar klorofil secara langsung di lapangan menggunakan klorofil meter. Selain itu uji klorofil juga dilakukan dengan metode ekstraksi daun dan pengukuran absorbansi ekstrak daun dengan spektrofotometer. Dari kedua pengukuran ini mahasiswa dapat mengevaluasi dan membandingkan akurasi pengukuran klorofil antara metode tanpa destruksi (dengan alat klorofil meter) dan dengan destruksi (menggunakan spektrofotometer). Selain uji klorofil telah dilakukan juga pengamatan jumlah stomata daun R. mucronata dari daun yang terpapar langsung sinar matahari dan daun yang ternaungi. Proses ekstraksi propagul juga sudah dilakukan dan sampel sudah di kirim untuk uji kandungan hormon. Dari kegiatan penelitian ini mahasiswa memperoleh pengalaman mengamati tanaman R.mucronata di hutan baros, mengevaluasi kaitan antara kondisi lingkungan dan pertumbuhan serta kemampuan tanaman mangrove dalam penyerapan karbondioksida. Diharapkan dari pengalaman ini mahasiswa memiliki tambahan ilmu yang bermanfaat untuk berpartisipadi dalam berbagai kegiatan terkait mitigasi perubahan iklim global.

Dosen UGM dampingi program pengelolaan ekosistem pesisir dan pemberdayaan masyarakat pesisir di Kotabaru Kalimantan Selatan

PenelitianPengabdian kepada MasyarakatRilis BeritaTajuk Jumat, 21 Juli 2023

Pada tanggal 12-15 Juli 2022, Dosen Fakultas Biologi UGM Akbar Reza, M.Sc bersama Puji Lestari, S. Hut, M.Sc yang merupakan dosen di Departemen Teknologi Hayati dan Veteriner Sekolah Vokasi UGM melaksanakan kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat di Kotabaru, Kalimantan Selatan, tepatnya di Desa Hilir Muara dan Desa Gedambaan. Kegiatan yang merupakan kerjasama lintas sektor antara Social Development Studies Center (SODEC) UGM, Fakultas Biologi UGM, PT. Mubadala Energy, Politeknik Kotabaru dan Pemerintah daerah ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2020. Kegiatan di Desa Hilir Muara berfokus pada pemberdayaan masyarakat pesisir dengan pendampingan utama pada Pokdarlis (Kelompok Sadar Lingkungan Asri), UMKM Desa (Hilir Muara Cinta Bumi), dan Bank Sampah (Bank Cinta Lingkungan Hilir Muara).Beberapa program yang diinisiasi meliputi Pembuatan Greenhouse untuk tanaman bernilai ekonomi dan khas Kalimantan, optimalisasi komposter, termasuk inisasi kerjasama dengan BUMDES dan pendampingan proses perizinan BPOM untuk UMKM lokal. Program-program tersebut diinisiasi atas keprihatinan akan kelestarian ekosistem pesisir yang sesungguhnya memberikan jasa ekosistem yang tinggi, terlebih dalam menghadapi krisis iklim. Lebih lanjut, permasalahan sampah juga menjadi permasalahan untuk daerah-daerah pesisir yang selain mengurangi estetika, juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan dalam jangka panjang,

Slide 1
Slide 2
Slide 3
Slide 4
Slide 5
Slide 6

Kegiatan dilanjutkan di Desa Gedambaan yang berfokus pada kajian keanekaragaman hayati pesisir. Pada kesempatan ini, Akbar Reza, M.Sc sebagai tenaga ahli di bidang Ekologi dan Konservasi dan Puji Lestari, S.Hut, M.Sc sebagai tenaga ahli di bidang Kehutanan bertanggung jawab untuk melakukan justifikasi terkait teknik dan lokasi penanaman mangrove, penentuan petak ukur permanen (PUP), dan metode monitoring sebagai inisiasi untuk monitoring jangka panjang. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini didampingi secara intens oleh Fitra Nofra, S.Si dan Gema Starliantri, S.Hut sebagai Biodiversity Officer dari PT. Mubadala Energy, bekerjasama dengan Politeknik Kotabaru dan Pemerintah Desa Gedambaan sebagai aktor utama. Pada kesempatan yang sama, dilakukan juga perencanaan program penanaman tanaman khas Kalimantan bekerjasama dengan KBH Pulau Laut Sebuku di Blok Jasling area Bukit Mamake.Lebih lanjut, secara jangka panjang program-program ini diharapkan memiliki nilai ekonomi yang dapat mendukung kehidupan masyarakat lokal.

Secara umum, kegiatan penelitian dan program pemberdayaan ini secara simultan mendukung program-program nasional seperti Desa PROKLIM, adaptasi perubahan iklim, dan pelestarian ekosistem karbon biru berbasis masyarakat lokal. Besar harapan agar program-program yang dilaksanakan memang secara nyata mampu membantu masyarakat pesisir sebagai masyarakat rentan terhadap perubahan iklim. Selain itu, program-program diharapkan mampu membawa perubahan, baik dari aspek lingkungan maupun ekonomi

 

Menguak fisiologi mangrove dalam rangka mendukung upaya mitigasi perubahan iklim global

PenelitianTajuk Kamis, 15 Juni 2023

Dalam rangka pelaksanaan kegiatan penelitian MBKM tahun 2023 yang berjudul “Analisis pertumbuhan, biomassa karbon, pembungaan dan kandungan hormon pada propagule Rhizopora mucronata Lamk.  di Hutan Konservasi Mangrove, Pantai Baros, Bantul, telah dilakukan beberapa aktivitas lapangan maupun laboratorium oleh mahasiswa yang terlibat yaitu Muhammad Rafie (20/461062/BI/10613), Halimatur Rosyida (20/458282/BI/10515), Luthfi Azizatul Ulya (20/458294/BI/10527), Tsabitah Putri Asmalda (20/458322/BI/10555), Azzah Fauziyatul Hana (20/461026/BI/10577), Septiana Tri Utami (20/461086/BI/10637), Divka Amanda (20/458276/BI/10509). Aktivitas penelitian ini diketuai oleh Prof. Dr. Kumala Dewi MSc.St. dan didukung oleh mitra dari BRIN yaitu Prof. Dr. Liliana Baskorowati S.Hut. M.P.

Slide 1
Slide 2
Slide 3
Slide 4
Slide 5
Slide 6

Kegiatan diawali dengan briefing tentang pentingnya konservasi mangrove dalam rangka mendukung upaya mitigasi perubahan iklim dan pengurangan level karbon di udara. Kegiatan ini dilakukan di kantor BRIN Mlati, Yogyakarta  pada tanggal 13 Februari 2023 dan penjelasan tentang Kawasan mangrove di hutan konservasi Baros dilakukan oleh Prof. Liliana Baskorowati. Kegiatan lapangan di pantai Baros dilakukan pada tanggal 4 Maret 2023 dipandu oleh beberapa staf dari BRIN dan 2 orang pengelola Kawasan konservasi (Sdr. Muhammad Sidiq Nurcholis dan Sdr Santi). Dalam kegiatan ini mahasiswa belajar mengenal beberapa jenis mangrove yang ada di pantai Baros, mengetahui cara pengukuran tinggi tanaman, luas kanopi serta mengetahui perbedaan pertumbuhan tanaman akibat adanya perbedaan level salinitas. Dalam kegiatan ini juga telah dilakukan sampling propagule dan daun mangrove untuk analisis kandungan hormon dan anatomi.

Kegiatan lapangan berikutnya dilakukan pada tanggal 11 Maret 2023, pada kegiatan ini mahasiswa membuat petak ukur pada tegakan yang didominasi oleh jenis Rhizhopora mucronata dengan ukuran petak ukur sebesar 10 x 10 m, yang kemudian dilakukan pengukuran pertumbuhan berupa tinggi dan diameter batang pada petak ukur tersebut.  Mahasiswa juga melakukan penggambilan sampel tanah untuk dilakukan uji salinitas, kandungan C, N, P serta kandungan bahan organik pada PU yang telah ditentukan. Mahasiswa juga melakukan pengabilan sampel daun dan akar untuk analisis di laboratorium.

Terkait dengan cara pengukuran serapan karbon oleh tanaman, telah dilakukan penjelasan oleh Bpk Pandu Yuda Adi Putra Wirabuana. Kuliah singkat yang dilaksanakan pada tanggal 15 Mei 2023 tentang serapan karbon dilakukan di kantor BRIN Mlati dan diikuti semua mahasiswa yang terlebat serta pembimbing.

Kegiatan lapangan yang ke 3 dilakukan pada tanggal 21 Mei 2023, rencananya akan dilakukan pengamatan jumlah bunga dan buah pada PU yang telah dibuat, namun dikarenakan air laut mengalami pasang maka tidak dimungkinkan masuk ke dalam petak ukur tersebut dengan alasan keamanan dan keselamatan. Oleh karena itu  hanya dilakukan pengambilan sampel bunga untuk pengamatan viabilitas polen.

Adapun kegiatan di laboratorium yang telah dilakukan diantaranya proses ekstraksi untuk analisis kandungan hormon pada propagule, analisis viabilitas polen, analisis anatomi daun serta analisis substrat yang diambil dari level salinitas yang berbeda. Semua kegiatan berjalan dengan baik dan diharapkan diperoleh data hasil penelitian yang baik pula dan dapat dipublikasikan pada jurnal yang sesuai.

Terkenal dengan Keberagaman Relief Satwa, Tim MBKM Etnozoologi Melakukan Penelitian di Candi Prambanan

Berita dan PengumumanKegiatan MahasiswaPenelitianRilis BeritaTajuk Kamis, 15 Juni 2023

Yogyakarta, 13 Juni 2023 – Empat mahasiswa Biologi UGM yang tergabung dalam tim MBKM Penelitian di bawah bimbingan Ibu Zuliyati Rohmah, S.Si., M.Si., Ph.D.Eng. melakukan kegiatan penelitian di Candi Prambanan. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan observasi, identifikasi, dan inventarisasi relief satwa yang tergambar pada panel Candi Prambanan. Penelitian etnozoologi ini dilakukan di Candi Prambanan karena beragamnya satwa yang tergambar pada relief Candi tersebut.

Candi Prambanan merupakan candi Hindu yang sangat dikenal masyarakat luas sebagai destinasi wisata di wilayah D.I. Yogyakarta. Kompleks Candi Prambanan sendiri terdiri atas kompleks Candi Rara Jonggrang, Candi Lumbung, Candi Bubrah, dan Candi Sewu. Kompleks Candi Rara Jonggrang memiliki 3 candi utama, yaitu Candi Brahma, Candi Wisnu, dan Candi Siwa sebagai candi terbesarnya. Dari ketiga tubuh candi tersebut dapat ditemui berbagai arca dan panel yang dihiasi relief-relief berbagai jenis satwa. Relief dan arca yang terukir pada Candi Prambanan kebanyakan berasal dari narasi epos Hindu Ramayana.

Pada panel Candi Brahma, Candi Wisnu, dan Candi Siwa banyak dijumpai relief satwa mitologi berupa Kinara Kinari. Kinara Kinari memiliki morfologi berupa burung dan kepala manusia dimana keduanya digambarkan di antara relief pohon.

Pada panel lain dijumpai juga relief merak, ayam, burung, kucing, macan, kijang, rusa, monyet, dan satwa lainnya dengan berbagai macam bentuk dan karakter. Penggambaran relief satwa pada panel tersebut didasarkan pada behavior dan karakteristik satwa yang hidup di kala itu. Kebanyakan relief satwa yang digambarkan memiliki persamaan secara morfologis dengan satwa-satwa yang masih hidup dan dapat dijumpai pada saat ini. Hal ini memukau para mahasiswa karena kehebatan observasi dan keterampilan tangan masyarakat Jawa yang hidup sekitar abad VIII dan IX untuk menciptakan detail relief-relief tersebut.

Jenis-jenis mamalia seperti rodentia juga digambarkan pada panel relief dengan morfologi ekstremitas seperti kelinci tetapi memiliki penampakan aurikula seperti tikus. Adapun relief satwa laut berdasarkan cerita Ramayana, yaitu pembangunan jembatan untuk melewati samudera ke Negara Alengka.

Dengan adanya kegiatan MBKM ini, mahasiswa diharapkan dapat mengidentifikasi berbagai satwa yang hidup di candi Prambanan melalui ukiran relief pada panel candi. Salah satu tujuan identifikasi pada relief satwa di Candi Prambanan, yaitu untuk mengetahui keanekaragaman hayati yang hidup di masa lampau. Keanekaragaman hayati yang tergambar pada relief Candi ini menunjukkan bahwa Indonesia merupakan negara yang sangat kaya akan biodiversitasnya. Sudah sepatutnya kita hadirkan rasa bangga terhadap tanah air dan memiliki sikap tanggung jawab untuk menjaga biodiversitas yang kita miliki sekarang.

WhatsApp Image 2023-06-19 at 05.31.34
WhatsApp Image 2023-06-19 at 05.31.34 (2)
WhatsApp Image 2023-06-19 at 05.31.35 (2)
WhatsApp Image 2023-06-19 at 05.31.35
WhatsApp Image 2023-06-19 at 05.31.36 (1)
WhatsApp Image 2023-06-19 at 05.31.36 (2)
WhatsApp Image 2023-06-19 at 05.31.38 (2)
WhatsApp Image 2023-06-19 at 05.31.34 (1)
WhatsApp Image 2023-06-19 at 05.31.37
WhatsApp Image 2023-06-19 at 05.31.37 (2)
WhatsApp Image 2023-06-19 at 05.31.37 (1)
WhatsApp Image 2023-06-19 at 05.31.38
WhatsApp Image 2023-06-19 at 05.31.36
WhatsApp Image 2023-06-19 at 05.31.38 (1)
WhatsApp Image 2023-06-19 at 05.31.39

Katak kecil bermulut sempit Microhyla sriwijaya, Katak Jenis Baru dari Belitung dan Lampung, berhasil dideskripsikan oleh Dosen Fakultas Biologi UGM

PenelitianRilis BeritaTajuk Rabu, 15 September 2021

(Foto oleh: Farits Alhadi)

Satu lagi penambahan katak jenis baru dari Indonesia yang ditemukan di Pulau Belitung dan Lampung telah diterbitkan di Jurnal Zootaxa pada 2 September 2021 yang lalu. Pubikasi tersebut merupakan bagian dari penelitian disertasi dosen Fakultas Biologi UGM yaitu Rury Eprilurahman dari Laboratorium Sistematika Hewan. Di bawah bimbingan Prof. Rosichon Ubaidillah, M.Phill., Ph.D. (LIPI), Dr. Amir Hamidy, M.Sc. (LIPI) dan Dra. Tuty Arisuryanti, M.Sc., Ph.D (UGM), Rury melaksanakan penelitian disertasi tentang sistematika katak yang berukuran kecil dari Genus Microhyla menggunakan karakter morfologi, molekuler dan akustik (suara).

Penelitian dan publikasi tersebut merupakan kerjasama yang terjalin baik antara LIPI (saat ini menjadi Badan Riset dan Inovasi Nasional – BRIN) dan Fakultas Biologi UGM dengan melibatkan peneliti dari beberapa institusi lain antara lain Universitas Bengkulu, University of Delhi, Kyoto University, Belitung Biodiversity Observer Foundation, dan University of Texas at Arlington Amerika Serikat.

Menurut Amir, “Publikasi ini merupakan kolaborasi yang baik pada level nasional dan internasional untuk mendeskripsikan jenis baru tersebut karena konsep keahlian suatu jenis tidak dapat hanya sendiri, kita harus menjalin kerjasama dengan para pakar”.

Katak yang ditemukan dan dideskripsikan sebagai jenis baru merupakan anggota dari kelompok jenis Microhyla achatina yang berkerabat dekat dengan Microhyla orientalis. Individu jantan Microhyla sriwijaya memiliki ukuran 12,3 hingga 15,8 mm, moncong tumpul membulat dan memiliki tanda corak di punggung berwarna coklat kemerahan atau oranye dengan tuberkel kulit yang menonjol. Spesimen katak tersebut merupakan koleksi Museum Zoologi Bogor yang ditemukan pada tahun 2018 dan 2019 di perkebunan kelapa sawit Pulau Belitung dan Lampung oleh tim peneliti herpetologi gabungan antar beberapa institusi yang dikoordinir oleh LIPI.  Nama jenis “sriwijaya” diambil mengacu pada nama Kerajaan Sriwijaya yang merupakan kerajaan terbesar di wilayah Melayu pada jamannya.

“Indonesia sebagai wilayah tropis masih menyimpan misteri keanekaragaman hayati yang selalu menunggu untuk diungkap. Dengan ditemukannya Microhyla sriwijaya, Pulau Sumatra dan sekitarnya layak disebut sebagai salah satu hotspot biodiversitas katak Microhyla,” kata Rury.

“Jenis tersebut merupakan jenis ke-47 dari genus Microhyla yang dikenal di dunia sampai saat ini. Survei lebih lanjut di wilayah Sumatra masih sangat diperlukan untuk menambahkan informasi luasan sebaran dan menentukan rekomendasi status konservasinya,” tambahnya.

 

 

Pigmen Bakteri Tanah, Sumber Pewarna Alami Pengganti Pewarna Sintetis Batik

PenelitianTajuk Jumat, 20 November 2020

Siapa yang tak kenal batik? Batik adalah salah satu bentuk kearifan lokal asli Indonesia yang telah ditetapkan sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity, atau warisan budaya lisan dan tak benda oleh UNESCO per tanggal 2 Oktober 2009 yang kemudian dikenal sebagai Hari Batik Nasional. Sejak saat itu, eksistensi batik Indonesia kian melambung hingga kancah internasional. Hal ini berdampak pada nilai ekonomi batik yang semakin meningkat, dibuktikan dengan nilai ekspor batik pada tahun 2015 yang naik sebesar 6,3% dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, atau mencapai USD 3,1 miliar (senilai dengan Rp41 triliun) dengan pasar ekspor utamanya yaitu Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa. Bahkan di Indonesia sendiri, batik kini telah menjadi pakaian yang cukup fashionable untuk semua kalangan. Perkembangan batik yang pesat ini tentunya membawa ‘angin segar’ dari segi perekonomian. Tetapi di sisi lain, meningkatnya produksi batik juga berarti meningkatnya penggunaan pewarna tekstil. Hingga saat ini pun, masih banyak industri batik yang menggunakan pewarna tekstil sintetis seperti indigosol, naftol, rapid, basis, indanthreen, dan procion. Alasan penggunaan pewarna sintetis antara lain karena mudah diperoleh dan mampu memberi warna yang baik saat dipakai untuk mewarnai kain batik. Namun demikian, penggunaan pewarna sintetis ini pun menimbulkan masalah kesehatan dan juga pencemaran lingkungan.

Slide 1
Slide 2
Slide 3

Industri tekstil yang menggunakan pewarna sintetis diakui sebagai salah satu penyumbang polutan terbesar, karena limbah yang dihasilkannya mengandung berbagai macam zat kimia berbahaya dan logam berat yang dapat mencemari sumber air bersih. Sungai Cikijing di Jawa Barat adalah salah satu bukti sumber air yang tercemar limbah pewarna tekstil sintetis. Yang lebih berbahaya lagi adalah, ternyata pewarna tekstil sintetis juga dapat bersifat toksik, mutagenik, bahkan karsinogenik (dapat memicu kanker)! Dengan demikian, untuk mengurangi dampak negatif penggunaan pewarna sintetis ini, salah satunya dapat dilakukan dengan memanfaatkan sumber pewarna alami.

Sebagai negara megabiodiversitas, Indonesia memiliki potensi keragaman sumber daya alam baik hewan, tumbuhan, maupun mikroorganisme yang sangat menjanjikan. Dengan kekayaan ini, alternatif pencegahan dampak negatif dari penggunaan pewarna sintetis melalui ekstraksi pigmen warna dari makhluk hidup menjadi terobosan baru yang sangat mungkin dilakukan. Berbagai penelitian untuk memperoleh pewarna alami pun telah banyak dilakukan, terutama ekstraksi pigmen tumbuhan. Namun, produksi pigmen tumbuhan masih memiliki berbagai kelemahan, seperti ketidakstabilan jumlah produksi pigmen terhadap perubahan intensitas cahaya, temperatur, juga pH tanah. Potensi keanekaragaman mikroorganisme di Indonesia, khususnya bakteri penghasil pigmen, mendasari ide penelitian ini untuk menemukan pigmen warna alami yang lebih stabil, sebagai pengganti pewarna sintetis pada industri tekstil, terutama batik.

Kelompok bakteri tanah merupakan kelompok mikroorganisme penghasil pigmen terbanyak yang dapat diisolasi dengan mudah dari berbagai wilayah. Beberapa spesies bakteri tanah penghasil pigmen warna alami yang kami peroleh di antaranya Serratia marcescens yang memproduksi pigmen prodigiosin berwarna merah, Streptomyces memproduksi pigmen actinorhodin berwarna merah atau biru, Janthinobacterium lividum memproduksi pigmen violacein berwarna ungu, dan Chryseobacterium memproduksi pigmen carotenoid berwarna kuning-oranye. Untuk memproduksi pigmen-pigmen tersebut dalam jumlah besar dapat diakukan dengan optimasi jenis dan pH media. Prodigiosin paling banyak dihasilkan dengan mengkulturkan bakteri Serratia marcescens dalam media peptone glycerol broth pH 9, pigmen actinorhodin paling banyak diproduksi dengan mengkulturkan bakteri Streptomyces dalam media YMG Agar atau Bottcher-Conn’s Medium pH 7, dan pigmen violacein paling banyak diproduksi dengan mengkulturkan Janthinobacterium lividum dalam media yang mengandung pepton dengan pH 9. Pigmen warna yang diproduksi bakteri tersebut dapat digunakan untuk mewarnai berbagai jenis kain mulai dari katun (jenis kain yang paling umum digunakan untuk membatik), poliester, serat akrilik, hingga sutra dan cenderung menghasilkan warna-warna yang lembut. Jika menginginkan warna yang lebih mencolok, dapat dilakukan dengan menambahkan mordan alami (penguat warna). Stabilitas warna pigmen setelah diaplikasikan pada kain juga dapat ditingkatkan dengan merendam kain ke dalam thiourea, agar tidak mudah pudar atau luntur. Kualitas warna dari pigmen bakteri pun sangat mirip dengan pewarna sintetis. Contohnya saja, salah satu pigmen warna merah (prodigiosin) yang diekstraksi dari Serratia marcescens, secara kolorimetri menghasilkan warna yang sangat identik dengan pewarna sintetis tekstil merah standar yang digunakan sebagai pembanding, yaitu Ponceau 4R.

Penelitian ini dilakukan secara daring melalui pengumpulan data dan informasi dari jurnal-jurnal ilmiah ke dalam suatu narrative review oleh salah satu tim PKM-PE Universitas Gadjah Mada yang beranggotakan 3 mahasiwa Fakultas Biologi yaitu Daniel Saputra Wahyudi (2017), Isa Joda Nugraha (2017), dan Moses Atmajadwiputra Polela (2018) dengan Dosen Pendamping Lisna Hidayati, S.Si., M. Biotech. Daniel dan kawan-kawan akan melaju dalam ajang PIMNAS 33 akhir November mendatang.

Mahasiswa Biologi UGM Temukan Spesies Baru Bakteri Penghasil Antibiotik

PenelitianTajuk Senin, 17 Februari 2020

Ambarwati, mahasiswa program doktoral Fakultas Biologi UGM berhasil menemukan spesies baru bakteri penghasil antibiotik. Berangkat dari  banyaknya resistensi bakteri patogen terhadap berbagai macam antibiotik  dia terdorong untuk mengeksplorasi bakteri penghasil antibiotik yakni Streptomyces. Bakteri jenis ini dipilih karena mampu menghasilkan antibiotik terbanyak. Dengan metode sekuensing genom utuh (WGS), dia berhasil menemukan satu spesies bakteri Streptomyces baru penghasil antibiotik. Sampel bakteri yang digunakan berasal dari dataran tinggi Cemoro Sewu, Magetan, Jawa Timur.

“Sekuen hasil WGS dari spesies baru tersebut saat ini dalam proses submit ke National Center for Biotechnology Information (NCBI) dam diajukan namanya sebagai Streptomyces cemorosewuensis sp. Nov,” paparnya, Jumat (14/2) dalam kegiatan diseminasi hasil penelitian program doktor di Fakultas Biologi UGM. Penelitian doktoralnya dipromotori Prof. Ir. Triwibowo Yuwono, Ph.D., dan ko promotor, Prof. Dr. Subagus Wahyuono, MSc, Apt  serta Prof. Sukarti Moeljopawiro, Ph.D.

Ambarwati mengungkapkan ada yang menarik dari spesies baru yang dia temukan ini. Spesies tersebut memiliki potensi penghasil senyawa bioaktif atau antibiotik yang berspektrum luas. Artinya, spesies ini tidak hanya mampu menghambat bakteri gram positif, tetapi juga bakteri gram negatif bahkan anticandida (anti jamur candida).

Temuan lain menunjukkan bahwa spesies bakteri baru ini memiliki 53 kelompok gen penghasil senyawa bioaktif. Streptomyces baru ini menghasilkan 8 senyawa yang telah ditemukan sebelumnya pada Streptomyces lain dengan kemiripan 100 persen dengan 6 senyawa yang telah diketahui strukturnya. Selain itu, spesies baru ini juga berpotensi menghasilkan 9 golongan senyawa baru

“Menariknya spesies baru ini juga berpotensi menghasilkan senyawa malasidin yang memiliki kemampuan menghambat bakteri gram positif patogen yang telah resisten terhadap antibiotik. Sleain itu, juga bisa menyembuhkan infeksi kulit akibat Staphylococcus aureus yang resisten terhadap metilisin,”terangnya.

Dikutip dengan ubahan dari ugm.ac.id

Mahasiswa Biologi UGM Temukan Potensi Antimalaria Pada Mikroalga

PenelitianTajuk Rabu, 15 Januari 2020

Malaria masih menjadi salah satu persoalan kesehatan di dunia, termasuk Indonesia. Penyakit ini menjadi ancaman yang cukup serius karena banyaknya laporan resistensi, khususnya  Plasmodium falciparum di sebagian besar wilayah.

“Munculnya resistensi terhadap lebih dari satu jenis obat antimalaria yang sehari-hari dipakai dalam pengobatan malaria menambah sulit upaya penanggulangan yang dilakukan,” kata Endang Ariyani Setyowati, Senin (13/1) saat memaparkan hasil penelitian doktoralnya di Fakultas Biologi UGM.

Endang mengatakan berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi persoalan resistensi ini. Salah satunya dengan menggunakan obat kombinasi derivat armisini, tetapi hasilnya justru semakin resisten terhadap obat-obatan. Oleh sebab itu, pencarian obat alternatif antimalaria baru melalui mekanisme baru dengan mengekplorasi senyawa bioaktif dari berbagai sumber bahan alam perlu dilakukan secara terus menerus.

Mahasiswa program doktor Fakultas Biologi UGM ini pun berupaya melakukan penelitian untuk menemukan obat alternatif antimalaria dari bahan alam yakni mikroalga. Dari sejumlah penelitian terdahulu diketahui bahwa mikroalga memiliki sejumlah senyawa yang memiliki aktivitas sitotoksik, antitumor, antiviral, antibiotik, dan juga antimalaria.

Dalam penelitian ini Endang menggunakan ekstrak mikroalga dari jenis S. platensis, C. vulgaris, S. costatum , C. calcitrans dan N.oculata untuk menghambat pertumbuhan P. falciparum berdasarkan penghambatan enzim PfMQO, PfNDH2 dan PfDHODH. Hasilnya menunjukkan keempat mikroalga tersebut dapat menghambat perkembangan P.falciparum.

“Ekstrak S. platensis dalam etanol pa dengan enzim PfMQO memberikan penghambatan terbaik pada P. falciparum.  S. platensis tergolong senyawa antimalaria yang aktif dan kuat, mengandung senyawa bioaktif  golongan terpenoid, asam lemak, alkaloid dan flavonoid merupakan sumber senyawa antimalaria yang potensial dan menjanjikan,” papar dosen Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman ini.

Dalam kesempatan tersebut turut dipaparkan hasil penelitian disertasi dari Susintowati yang melakukan kajian ekologis terhadap gastropoda intertidal atau siput yang berada di zona pasang surut yang berada di Taman Nasional Awalas Purwo, Jawa Timur. Hasilnya ditemukan 22.484 individu, 148 spesies, 60 genus, 36 familia dan 10 ordo. Dalam individu-induvidu tersbeut terdapat kesesuaian struktur morfologi adaptif yang dijumpai dalam ekomorfologi Gastropoda intertidal dalam usahanya bertahan terhadap seleksi alam.

Selain itu disampaikan pula hasil penelitian dari Muhammad Dylan Lawrie tentang percepatan pembungaan pada tanaman anggrek Dendrobium capra  J.J. Smith dengan zat pengatur tumbuh dan rekayasa genetika. Penelitian dilakukan untuk membantu konservasi anggrek melalui teknik kultur in vitro dan rekayasa genetik menggunakan CRISPR-Cas9.(Humas UGM/Ika)

Dikutip dari ugm.ac.id

ICOLIB 2019 Biodiversity Molecules to Biosphere: Soroti Dampak Perubahan Iklim Dalam Sektor Agrikultur Indonesia

PenelitianRilis Berita Rabu, 27 November 2019

(27/11)

The 3rd International Conference on Life Science and Biotechnology (ICOLIB) 2019, yang diselenggarakan oleh Departemen Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Jember mengundang beberapa keynote speaker diantaranya Prof. Takatoshi Kiba (Nagoya University), Prof. Kim Jongkee (Chung-Ang University) dan Prof. Budi Setiadi Daryono (Universitas Gadjah Mada). Beberapa pembahasan seputar riset terkait biodiversitas baik melalui sudut pandang molekular dan biosfer menjadi tema pembahasan utama yang dipresentasikan dalam konferensi tersebut.

Slide 1
Slide 2

Pendekatan mengenai pengaruh perubahan iklim terhadap sektor agrikultur terutama di Indonesia menjadi salah satu topik pembahasan. Guru Besar Genetika Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr. Sc. menggunakan sudut pandang molekular tanaman guna menjelaskan dampak perubahan iklim dalam sektor agrikultur Indonesia. Dalam abstrak  berjudul The Dynamics and Evolution of Plant Viruses In Indonesia Influenced by Climate Change hal yang perlu digarisbawahi adalah adaptasi tanaman melon terhadap evolusi virus didorong oleh perubahan iklim terutama di Indonesia. Tergolong kedalam Cucurbitaceae, melon termasuk dalam 50 sub-spesies Cucurbitaceae. Melon termasuk dalam komoditas agrikultur dengan nilai komersial yang tinggi dan produksinya di Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan setiap tahunnya.

Kultivasi melon di Indonesia memiliki beberapa hambatan diantaranya serangan virus, deformasi dan hama. Virus cucumber mosaic virus (CMV), cucumber green mottle mosaic virus (CGMMV) dan papaya ringspot virus strain W (PRSV.W) telah teridentifikasi sebagai penyebab penurunan produktivitas tanaman melon. Pengaruh perubahan iklim dalam sektor agrikultur khususnya dinamika evolusi virus spesifik melon terjadi akibat peningkatan suhu dan perubahan curah hujan tahunan di wilayah belahan bumi Selatan sebesar 2-3%. Sekilas persentase tersebut terlihat kecil namun secara nyata dampak yang dirasakan khususnya petani di Indonesia terbilang signifikan. Persebaran beberapa famili virus seperti tobamovirus dan begomovirus di Indonesia meningkat setiap tahunnya dengan gejala dan tingkat letalitas yang tinggi. “Langkah preventif yang dapat diambil salah satunya adalah identifikasi molekuler dan upaya pengembangan marker molekular gen resisten pada melon dan beberapa tanaman budidaya lain. Peningkatan kesadaran dan teknologi preventif yang terintegrasi baik di tingkat petani, produsen benih dan intitusi riset terkait di Indonesia,” tutur Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc.

Perubahan iklim telah menjadi semakin nyata dengan sejuta akibat yang menunggangi dalam berbagai sektor terutama sektor agrikultur di Indonesia. Langkah preventif dan adaptasi teknologi pertanian terkini baik skala kecil dan industri harus dilakukan guna melindungi kekayaan biodiversitas Indonesia.

Gencarkan Hilirisasi Hasil Penelitian Tim Peneliti Fakultas Biologi UGM Ikuti Boot Camp CPPBT 2019

PenelitianPrestasiRilis BeritaTajuk Sabtu, 13 April 2019

(10/04)

Sebanyak 132 peserta dari sekitar 70 perguruan tinggi dari seluruh Indonesia mengikuti kegiatan Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT) Boot Camp 2019 yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) di Hotel Grand Mercure, Jakarta. Dari ribuan proposal dan serangkaian proses yang panjang, akhirnya hanya terpilih 5 pemenang dari UGM untuk mendapatkan pendanaan Hibah CPPBT tahun 2019, salah satunya diketuai oleh Dekan Fakultas Biologi UGM, Dr. Budi Setiadi Daryono M. Agr. Sc.

Slide 1
Slide 2
Slide 3

Agenda kegiatan selama CPPBT Boot Camp 2019 ini meliputi Seminar, Workshop, Inspirational Talk dan Success Story dari Calon PPBT yang berhasil naik kelas ke Program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT).“Pada pelatihan ini, banyak informasi didapatkan dari berbagai narasumber. Diantaranya mekanisme pendaftaran paten Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan produk, BPOM, sertifikasi halal, SNI, ijin edar pertanian dan sebagainya. Tentunya nanti bermanfaat dalam pengembangan produk dan bisnis yang dimiliki masing-masing inovator. Selain itu, dipelajari juga bagaimana cara untuk menyelesaikan permasalahan dan menciptakan peluang bisnis. Mulai dengan membuat thinking design, business model canvas dan business plan. Tiap peserta diuji dengan membuat Business Plan individu dan kelompok yang kemudian dipresentasikan dan mendapatkan penilaian dari juri Kemenristekdikti”, tutur Muhammad Alif Ishak, S.Si., perwakilan anggota tim peneliti Fakultas Biologi UGM.

Pada kesempatan tersebut, Tim Sebatik yang beranggotakan 9 peserta yang berasal dari UGM, UB, UNPAD, IPB dan UII yang diketuai oleh Muhammad Alif Ishak menjadi Juara I Presentasi Roadmap Kelompok Terbaik dengan membuat Platform “CATROL” Cathering Online. Latar belakang pembuatan platform daring ini adalah keresahan masyarakat terutama kaum ibu yang membutuhkan berbagai macam makanan untuk berbagai acara seperti meeting, arisan dll. Media ini merangkul berbagai macam katering terpilih dalam suatu aplikasi yang memiliki berbagai macam pilihan makanan, kualitas terjamin, praktis dan cepat sehingga dapat memenuhi memenuhi permintaan pelanggan.

Diakhir pelatihan, seluruh peserta Boot Camp CPPBT 2019 mengikuti acara Indonesia Startup Summit 2019 di Jakarta International Expo (JIExpo).

Temu Akbar Perusahaan Pemula Indonesia merupakan upaya dalam membuka jejaring antara startup dengan industri dan investor. Pelatihan ini diharapkan akan menumbuhkan semangat inovasi, kompetitif dan kolaboratf para inovator muda sehingga dapat bersaing di mancanegara. Tentunya diharapkan pula dapat mendukung perekonomian nasional Indonesia.

MicroLab Scientific Series: Actinomycin dan Bakteri Pendegradasi Minyak Bumi

PenelitianRilis BeritaTajuk Kamis, 28 Maret 2019

(18/03)

MicroLab Scientific merupakan diskusi dan sharing penelitian yang diselenggarakan oleh Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Biologi UGM. MicroLab Scientific menjadi sebuah forum untuk menumbuhkan semangat meneliti, sharing metode, dan memperdalam keilmuan mengenai objek-objek mikrobiologi. Dihadiri oleh dosen mikrobiologi, narasumber/peneliti, pakar mikrobiologi dan mahasiswa, dalam kesempatan tersebut terdapat dua topik penelitian yang didiskusikan yaitu Metode Combined-culture untuk Produksi Senyawa Aktif pada Actinomycetes dan Identifikasi Bakteri Pendegradasi Minyak Bumi Mentah pada Sungai Bengawan Solo.

Slide 1
Slide 2
Slide 3
Slide 4

Dalam kegiatan tersebut hadir dua orang narasumber yaitu Abrory A. C. Pramana, S. Si., M. Sc. dan M. Fathi Rizqullah, S.Si. Abrory A. C. Pramana, S. Si., M. Sc. mempresentasikan penelitiannya yaitu Combined-culture: Interaksi Mikrobia untuk Memicu Produksi Senyawa Aktif Khusus dari Actinomycetes. Penelitian ini bertujuan untuk memicu produksi metabolit khusus dari Actinomycetes menggunakan metode combined-culture.

Dilatarbelakangi oleh peningkatan jumlah bakteri yang secara gradual mengembangkan resistensi terhadap antibiotik. Sementara, sejak tahun 2010, jumlah senyawa temuan baru menurun, dimana senyawa-senyawa yang sebelumnya telah ditemukan tidak lagi mampu menyembuhkan penyakit akibat adanya resistensi dari bakteri oleh antibiotik. Salah satu metode yang dilakukan untuk isolasi senyawa baru yaitu dengan metode combined-culture, didasari oleh interaksi antar mikrobia yang mampu memproduksi suatu senyawa baru. Bakteri yang digunakan termasuk dalam golongan Actinomycetes, dengan kluster genomik identik dan dapat menghasilkan senyawa aktif obat. Bakteri yang dikultur dengan metode combined-culture yaitu Streptomyces lividans dan Tsukamurella pulmonis dan menghasilkan salah satu senyawa aktif yaitu Actinomycin. Isolat didapat dari sampel tanah di Hokkaido, untuk selanjutnya dilakukan analisis metabolomik dengan jaringan molekuler untuk mengklasifikasikan senyawa yang dihasilkan oleh combined-culture tersebut. Temuan yang didapat adalah senyawa antibiotik baru dengan aktivitas yang cukup tinggi yaitu Harundomycin dan Sideromycin memiliki berat molekul m/z 904. 2597 dengan similaritas unik terhadap senyawa Thiol.

Presentasi dilanjutkan dengan narasumber kedua M. Fathi Rizqullah, S.Si mempresentasikan penelitiannya mengenai Identifikasi Fenotipik Isolat Bakteri Pendegradasi Minyak Bumi Mentah pada Sungai Bengawan Solo. Dengan tujuan identifikasi dan karakterisasi fenotip isolat bakteri pendegradasi minyak bumi mentah di anak Sungai Bengawan Solo, Lapangan Wonocolo, Kota Cepu, Jawa tengah. Kota Cepu sendiri merupakan kota yang cukup dikenal karena produksi minyaknya. Kontaminasi minyak bumi dapat terjadi sebab kebocoran tangki penyimpanan di bawah dan di atas permukaan tanah, tumpahan selama pengangkutan produk minyak bumi, situs penambangan terbengkalai dan berbagai macam proses industri sangat berbahaya bagi ekosistem air dan tanah serta membutuhkan biaya remediasi yang mahal.

Solusi penanganan limbah hidrokarbon dapat dilakukan dengan bioremediasi. Metode ini lebih murah dan dan tidak menyumbangkan senyawa kimia tambahan ke lingkungan. Agensia hayati yang biasanya digunakan untuk menguraikannya adalah mikrobia. Sampel air anak sungai Bengawan Solo diambil kemudian diisolasi dan dikarakterisasi di Laboratorium Mikrobiologi, Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada. Dua isolat hidrokarbon bakteri pendegradasi berhasil diisolasi dengan kode WCL.K dan WCL.B. Berdasarkan hasil uji koloni, uji sel dan uji morfologi biokimia terhadap dua isolat bakteri tersebut diketahui bahwa bakteri tersebut merupakan anggota genus Klebsiella dan genus Stenotrophomonas. Dengan masa pertumbuhan koloni 4 hingga 7 hari, kedua bakteri tersebut dapat mendegradasi senyawa hidrokarbon dari tumpahan minyak bumi.

MicroLab Scientific sendiri diharapkan dapat menjadi forum rutin diskusi dan sharing penelitian terkait mikrobiologi yang kedepannya diharapkan dapat ditingkatkan jumlah peserta dan cakupan pembahasannya. “Dari presentasi dan diskusi yang telah dilakukan, diharapkan kegiatan ini dapat menjadi wadah bagi para peneliti untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman penelitian di Laboratorium, serta membuka wawasan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada tengah-tengah masyarakat Indonesia” tutur Esa Erhana.

Tim Biovir Fakultas Biologi UGM Tingkatkan Kerjasama Biomedis dengan B2P2VRP Kemenkes

PenelitianTajuk Jumat, 3 Agustus 2018

  1. Menyadari akan besarnya potensi biodiversitas tropika Indonesia sebagai obat-obatan untuk mengobati berbagai penyakit, salah satunya penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus. Untuk menanggapi hal tersebut, Fakultas Biologi membentuk Tim Biovir Fakultas Biologi UGM yang dipimpin oleh Dr. Purnomo, M.S. beserta anggota tim, Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., dan Rury Eprilurahman, M.Sc.. Tim Biovir akan melakukan pendataan flora dan fauna yang mempunyai potensi sebagai herbal, jamu atau obat antivirus yang menginfeksi manusia. Tim Biovir berhasil meraih dana Hibah Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi (PUPT) UGM tahun 2018 guna penelitian selama 5 tahun, yaitu dari 2018 sampai 2023.

Untuk bisa menjalankan projek ini, tim Biovir melakukan kunjungan ke Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Balai Besar Penelitian Dan Pengembangan Vektor Dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) Kementerian Kesehatan. Kunjungan yang diadakan pada Rabu, 1 Agustus 2018 ini bertujuan untuk memperkuat kerjasama riset khususnya pemanfaatan data Ristoja Kemenkes untuk obat dan herbal potensial penyakit yang diakibatkan oleh virus. Dalam kunjungannya, Tim Biovir Fakultas Biologi UGM diterima oleh Direktur/Kepala B2P2VRP Kemenkes di Salatiga yaitu Bapak Joko Waluyo, ST, MScPH.

“Kerjasama antara Fakultas Biologi UGM dengan B2P2VRP Kemenkes telah dilaksanakan sejak lebih dari 20 tahun lalu khususnya di bidang eksplorasi dan sistematika flora yang berpotensi sebagai jamu, herbal dan obat..dan akan terus kita tingkatkan khususnya dibidang identifikasi, koleksi, taksonomi dan sistematika baik konvensional maupun dengan pendekatan biologi molekular juga peningkatan sharing koleksi herbarium ke depannya”, harap Dr. Budi selaku Dekan Fakultas Biologi UGM sekaligus anggota dari tim Biovir Fakultas Biologi UGM.

Anggrek Phalaenopsis Alam di Indonesia Terancam Punah

PenelitianTajuk Kamis, 22 Maret 2018

Tanaman anggrek Phalaenopsis sp. alam di tanah air mengalami ancaman kepunahan. Padahal, anggrek ini memiliki peran penting sebagai induk persilangan dalam budidaya anggrek.

“Keberadaan anggrek Phalaenopsis alam di Indonesia sudah sangat berkurang sehingga perlu dilakukan konservasi,” kata Dr. Mahfut, S.Si., M.Sc., dalam diseminasi hasil penelitiannya di Fakultas Biologi UGM, Selasa (20/3).

Mahfut menyampaikan Phalaenopsis sp. alam teridri dari 63 jenis dan 22 spesies diantaranya terdapat di Indonesia. Sayangnya, anggrek ini di habitat aslinya terancam mengalami kepunahan dan rentan terinfeksi virus.

“Anggrek ini dilaporkan telah terinfeksi 50 jenis virus dan Ondotoglossum ringspot virus (ORSV) merupakan virus yang terbanyak menginfeksi tanaman anggrek phalaenopsis di Indonesia,” ungkapnya.

Melihat kenyataan tersebut, Mahfut menilai upaya konservasi perlu dilakukan melalui pelestarian dan perlindungan tanaman. Upaya pelestarian dapat dilakukan dengan analisis variasi genetik melalui deteksi dan karekterisasi gen Coat Protein (CP) dan rbcL. Sementara itu, usaha perlindungan bisa dilakukan dengan induksi ketahanan Orchid Mycorrhiza  terhadap ORSV.

Mahfut pun melakukan penelitian tentang variasi genetik gen rbcL dan gen CP, serta induksi ketahanan Phalaenopsis alam di Idonesia terhadap ORSV dengan Orchid Mycorrhiza. Dalam penelitian tersebut menggunakan daun Phalaenopsis sp. alam bergejala yang dikumpulkan dari 10 lokasi hutan alam dan kebun raya di Indonesia.

Dari hasil uji diketahui 6 sampel positif terinfeksi ORSV. Selanjutnya, hasil analisis pohon filogenetik gen CP ORSV diketahui dari isolat ORSV di Indonesia yang diuji terpisah dengan isolat ORSV asal negara lainnya. Sedangkan hasil analisis filogenetik gen rbcL kloroplas menunjukkan aksesi asal Jayapura dan Balikpapan memiliki kekerabatan yang dekat.

“Kedua aksesi tersebut tidak mengalami banyak mutasi seperti aksesi lainnya karena keduanya merupakan anggrek Phalaenopsis alam asli setempat dan bukan hasil introduksi sehingga tahan terhadap infeksi ORSV,” paparnya. (Humas UGM/Ika).

Dikutip dari ugm.ac.id

Tim Peneliti Fakultas Biologi Berhasil Identifikasi Wabah Belalang Setan di Gunungkidul

PenelitianTajuk Kamis, 25 Januari 2018

Baru-baru ini, Kabupaten Gunung Kidul digegerkan oleh Belalang Setan yang secara tiba-tiba hadir dalam jumlah yang melimpah. Belalang setan itu sendiri merupakan  belalang anggota Famili Pyrgomorphidae, ordo Orthoptera dengan kepala dan thorak  berwarna gelap kebiruan dan bagian lateralnya kuning cerah,  abdomen bagian tergit dan sternit berseling merah-kuning. Sayap berwarna hijau dengan bercak kuning. Warna-warna pada badannya memberikan peringatan untuk menjauhkan diri dari predator. Belalang setan memiliki perilaku yang unik, yaitu apabila terganggu, maka akan mengeluarkan busa dari bagian thoraksnya. Cairan tersebut memang berbau menyengat, darimana nama belalang itu didapat, namun tidak beracun bagi manusia. Cairan tersebut bermanfaat sebagai salah satu cara mempertahankan diri mereka terhadap mangsanya. Belalang setan adalah belalang pemakan segala. Di Srilanka, belalang tersebut menyukai tumbuhan dadap, kelapa, Areca dan pisang.

Guna menyelidiki penyebab meledaknya jumlah belalang setan di Gunung Kidul, Fakultas Biologi mengirimkan tim peneliti, yang terdiri dari Drs. Sudaryadi, M.Kes, Soenarwan Hery Purwanto, M. Kes., serta Drs. Hari Purwanto, M.P., Ph.D.. Investigasi yang dilaksanakan pada hari Selasa, 23 Januari 2018, ini dilakukan di wilayah perbatasan Karangrejek dan Baleharjo, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul dan beberapa titik lokasi lain di Kecamatan Wonosari, Karangmojo dan Nglipar. Hasil survei di beberapa lokasi tersebut menunjukkan bahwa Belalang setan (Jawa: walang setan), Aularches miliaris (L.) memang banyak ditemukan di perbatasan dusun Baleharjo dan karangrejek.

“Kami menemukan fase dewasa maupun pra-dewasa belalang tersebut dalam jumlah yang cukup banyak pada satu lahan tanaman rumput kalanjana, namun bahkan di tempat lain yang jaraknya sekitar 500 meter dari titik dimana terdapat belalang tidak ditemukan.”, papar tim peneliti Fakultas Biologi UGM.

Belalang setan memiliki siklus hidup yang relatif cukup lama dibandingkan dengan jenis-jenis belalang lainnya. Dalam literatur di atas, disebutkan siklus hidup belalang setan yang dipelihara di laboratorium berkisar antara 9-10 bulan, di mana empat bulan di antaranya dalam fase telur. Dengan demikian dapat diperkirakan bahwa pertumbuhan populasi di lapang, akan bergerak relative lama.

http://web01.opencloud.dssdi.ugm.ac.id/wp-content/uploads/sites/11/2018/01/bs-video-1.mp4

Berdasarkan pengalaman dari tim peneliti Fakultas Biologi ini dan didukung beberapa narasumber dari petani di Gunungkidul, belalang setan sering dijumpai di lapang pada awal musim hujan walaupun jumlahnya relatif sangat sedikit.

“Pada saat ini kami sedang melakukan pengamatan preferensi pakan belalang setan berkaitan dengan kemungkinan ledakan hama, penentuan habitat yang disukai untuk peletakan telur, serta kemungkinan mendapatkan musuh alami dari belalang setan tersebut” papar tim peneliti Fakultas Biologi UGM.

Selain itu, Berdasarkan survey cepat yang dilakukan, tim peneliti Fakultas Biologi menarik kesimpulan sementara bahwa ledakan hama belalang setan di Gunungkidul masih bersifat lokal, terbatas pada wilayah Baleharjo-Karangrejek, namun harus tetap di waspadai karena masih banyak serangga yang berada dalam fase pra-dewasa, artinya dalam beberapa minggu ke depan belalang tersebut masih akan mudah dijumpai.

“Oleh karena itu perlu pemantauan secara periodik. Belalang setan, merupakan belalang yang aktif di malam hari, memiliki pergerakan yang lambat, dengan demikian, bila pengendalian dirasakan bisa dilakukan dengan menangkap secara manual”, himbau tim Peneliti Fakultas Biologi UGM.

 

Fakultas Biologi UGM Usulkan Nama Varietas Baru untuk Kacang Tanah (Arachis hypogaea var. Lurikensis)

PenelitianTajuk Jumat, 12 Januari 2018

Peningkatan ketahanan pangan nasional merupakan salah satu misi yang relevan dengan kaum Biolog di Indonesia. Beragam penelitian coba dikembangkan para peneliti bangsa guna peningkatan kualitas pangan sekaligus kesejahteraan rakyat di tanah air tercinta Indonesia. Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada kembali menunjukkan eksistensi dan konsistensinya dalam mengoptimalkan misi tersebut. Setelah bergaung dengan perakitan 11 varitas baru yang telah berhasil di daftarkan ke Kementrian Pertanian RI, kini Fakultas Biologi UGM melalui Laboratorium Genetika dan Pemuliaan kembali melakukan penelitian mengenai perakitan kacang tanah (Arachis hypogaea var. Lurikensis). Kacang ini memiliki karakter dan keunggulan yang berbeda dengan jenis kacang tanah yang umum di pasaran. Kacang ini memiliki biji dengan jumlah minimal tiga dan maksimal lima, ukuran biji dan polong lebih besar daripada kacang tanah umumnya, dan produktivitas pertanaman juga tergolong tinggi sebanyak kurang lebih 25 polong per tanaman. Lebih utama kacang tanah ini memiliki penciri utama berupa corak lurik atau baercak-bercak berupa garis ungu kecokelatan pada bagian kulit bijinya.

Penelitian terkait kacang tanah ini telah dimulai sejak Juli 2017 di Green House Ngombol, Purworejo bekerja sama dengan salah satu petani setempat. Kini proses penelitiannya masih terus berlanjut.

 
 
 
 
 
 

Mengingat adanya karakter unik berupa lurik pada kulit biji serta minimnya penelitian pada kacang tanah jenis ini maka Dr. Budi Daryono selaku ketua peneliti dan juga Dekan Fakultas Biologi menyatakan visinya kedepan untuk mengajukan nama ilmiah baru khususnya pada tingkat varietas menjadi kacang tanah (Arachis hypogaea var. Lurikensis). “Kami masih terus berupaya untuk mengeksplorasi lebih jauh informasi ilmiah mengenai kacang tanah jenis ini. Bukan tidak mungkin kedepan Fakultas Biologi UGM akan berkontribusi nyata dalam perumusan nama ilmiah baru tingkat varietas menjadi kacang tanah (Arachis hypogaea var. Lurikensis) “ ujar Dr. Budi Daryono.

Hal tersebut juga diperkuat dengan pernyataan Ahli Taksonomi Tumbuhan Fakultas Biologi UGM, Dr. Purnomo yang menyatakan bahwa pengajuan nama varietas bukanlah suatu hal yang mustahil asal dilengkapi dengan beragam data pendukung guna mendapatkan deskripsi pencandraan yang komprehensif. “Hingga saat ini belum ada klasifikasi intraspesifik formal untuk kacang tanah jenis ini. Lebih lanjut, kacang tanah ini sangat potensial untuk dikembangkan menjadi varietas kacang tanah dari Fakultas Biologi UGM dengan nama varietas sesuai rancangan kita asalkan sudah dilengkapi dengan data pendukung pencandraan dari sisi morfologi, anatomi, hingga molekuler”, ujar Dr. Purnomo.

 

MicroLabMeet#7 : Menelisik Keberagaman Bakteri Endosimbion pada Nyamuk Aedes Albopictus dan Uji Aktivitas Metabolit Sekunder Aktinomisetes SM117 Terhadap Virus Newcastle Disease

Penelitian Rabu, 6 Desember 2017

Kamis (30/11/17) lalu, Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Biologi UGM kembali menggelar kegiatan presentasi hasil penelitian mahasiswa yang bertajuk Lab Meeting. Kegiatan dwipekanan ini dihadiri oleh para peneliti, mahasiswa, dan dosen civitas akademika Fakultas Biologi UGM.

Tema Labmeeting kali ini membahas mengenai bakteri endosimbion pada nyamuk Aedes aegypti dan Uji aktivitas metabolit sekunder dari Aktinomisetes SM117. Presentasi dalam pembahasan ini disampaikan oleh Pratama Adi Nugroho YS dan Taufik Suryahadikusuma yang merupakan mahasiswa Fakultas Biologi UGM.

Adi (2017) memaparkan bahwa penelitian yang sedang ia tekuni ini bertujuan untuk melihat keanekaragaman bakteri endosimbion pada Aedes albopictus. Hal ini dilatar belakangi oleh sifat bakteri endosimbion yang dapat bersimbosis secara mutualisme maupun parasitisme (patogen), sehingga dengan adanya bakteri endosimbion yang bersifat patogen pada Aedes albopictus sangat  berpotensi sebagai agensi pengontrol populasi nyamuk Aedes aegypti yang merupakan vektor pembawa penyakit demam berdarah. Sejauh ini baru diketahui bahwa bakteri simbion yang bersifat patogen pada serangga antara lain Wolbachia sp., Bacillus sp. Xenorhabdus sp., Photorhabdus sp., Serratia sp., dan lain-lain. Sehingga Adi mengungkap bahwa bakteri endosimbion pada nyamuk Aedes albopictus ini sangat penting untuk dipelajari lebih lanjut.

Menurut Adi (2017), hasil pengujian aktivitas antibiotik isolat bakteri menunjukkan bahwa terdapat 8 isolat yang memiliki aktivitas antibiotik terhadap S. aureus dan/atau E. coli. Uji aktivitas isolat bakteri terhadap larva Ae. aegypti menunjukkan bahwa isolat BAE-A10 memiliki aktivitas penghambatan paling tinggi terhadap larva Ae. aegypti.

Sementara pada presentasi kedua yang disampaikan oleh Taufik Suryahadikusuma menitik berat pada Uji Aktivitas Metabolit Sekunder Aktinomisetes SM117 terhadap penyakit New Castle Disease. Newcastle Disease atau ND merupakan salah satu penyakit pada unggas yang disebabkan oleh virus. ND pada ayam dapat menyebabkan kelainan pada sistem pernapasan, syaraf, pencernaan, produksi telur, dan bahkan kematian.

Aktinomisetes merupakan mikroorganisme yang berpotensi dalam bidang farmasi. Aktinomisetes dapat memproduksi metabolit sekunder yang berpotensi sebagai bahan baku obat. Pada penelitian ini dilakukan pengujian aktivitas metabolit sekunder aktinomisetes SM117 terhadap virus Newcastle Disease. Aktivitas metabolit sekunder aktinomisetes SM117 diuji dengan menginokulasi campuran vaksin aktif ND La Sota dan metabolit sekunder aktinomisetes SM117 dengan berbagai perlakuan konsentrasi (0,125;0,25;0,5;1 mg/ml) ke dalam telur Spesific Antibody Negative umur 9-11 hari. Setelah diinkubasi 4-5 hari, cairan allantois telur diambil dan dilakukan uji hemagglutinasi (HA).

Menurut Taufik (2017) yang dibimbing oleh Bapak Abdul Rahman Siregar S.Si., M.Biotech. ini mengugkapkan bahwa pada penelitian ini belum teramati adanya aktivitas antivirus Newcastle Disease dari metabolit sekunder aktinomisetes SM117. Hal ini ditunjukkan dengan terjadinya aglutinasi pada semua perlakuan konsentrasi metabolit sekunder aktinomisetes SM117 pada uji HA.

Harapannya segala jenis penelitian ini dapat bermanfaat bagi peneliti khususnya dalam mengembangkan skill dan kemampuan bekerja di dalam laboratorium dan bermanfaat bagi masyarakat pada umumnya sebagai solusi dalam menghadapai masalah di lingkungan sekitar yang kerap kali menghampiri dan butuh kontribusi. **HanifaHanini

MicroLabMeet#6 : Eksplorasi Manfaat Degradasi Slurry Kotoran Sapi sebagai Pupuk Organik dan Uji Aktivitas Metabolit Sekunder Isolat Aktinomisetes SM117 sebagai Antibakteri

Penelitian Selasa, 21 November 2017

Kamis (16/11/17), Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Biologi UGM kembali menyelenggarakan Lab Meeting yang dihadiri oleh civitas akademika yang meliputi peneliti, asisten, dosen dan mahasiswa Fakultas Biologi UGM. Topik yang diangkat pada pertemuan kali ini yaitu mengenai “Degradasi Slurry Kotoran Sapi oleh Bakteri dari Digester Biogas dalam Aerater Tank sebagai Pupuk Organik” dan “Aktivitas Antibakteri Metabolit Sekunder Isolat Aktinomisetes SM 117 Terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus”.

Presenter pertama disampaikan oleh Haris Khoirul Usman yang merupakan mahasiswa Pasca Sarjana Fakultas Biologi UGM. Menurut Haris (2017), yang dibimbing oleh ibu Prof. Dra.Endang Sutariningsih Soetarto, M.Sc. Ph.D ini menyatakan bahwa Slurry merupakan sisa proses digesti biogas yang mempunyai potensi untuk dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Hal ini disebabkan karena slurry biogas mengandung berbagai macam unsur hasil degradasi anaerob seperti Nitrogen, Fosfor, dan Kalium yang dibutuhkan oleh tanaman. Salah satu hara yang dibutuhkan oleh tanaman dalam family solanaceae adalah nitrat sebagai sumber nitrogen, dan slurry biogas diketahui memiliki kandungan amoniak yang tinggi namun rendah nitrat. Sehingga penelitian ini  bertujuan untuk meningkatkan kandungan nitrat pada slurry biogas agar mudah diserap oleh tanaman khususnya family Solanaceae melalui analisis aktivitas bakteri pengoksidasi amoniak dan bakteri pengoksidasi nitrit.

Haris (2017) menyebutkan, selama 15 hari pengamatan, kadar nitrat tertinggi diperoleh pada perlakuan aerasi dengan kecepatan 30 mL/s pada hari ke-12 dengan nilai pH 5,5, amoniak (NH3) < 0,0002 mg/L, nitrit (NO2) 2,6350 mg/L, nitrat (NO3) 569,33 mg/L. sementara pada tahap akhir pengamatan, didapatkan 4 isolat bakteri yang berperan dalam konversi slurry biogas menjadi pupuk organik tinggi nitrat, yang selanjutnya perlu dilakukan identifikasi dan karakterisasi lebih lanjut.

Lain halnya dengan Haris, Penelitian yang dilakukan oleh Lovy Perdani yang merupakan mahasiswa Semester 5 Strata 1 Fakultas Biologi UGM lebih menitik berat pada uji metabolit sekunder yang dihasilkan oleh Bakteri Aktinomisetes. Penelitian yang dibimbing oleh Bapak Abdul Rahman Siregar, S.Si., M.Biotech ini memiliki tujuan untuk mengeksplorasi potensi Aktinomisetes SM 117 sebagai antibakteri terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus sebagai upaya untuk membantu menyelesaikan permasalahan mengenai resistensi dan produksi bahan baku antibiotik di Indonesia yang belum berkembang maksimal.

Menurut Lovy (2017) yang ditemui pasca presentasi menuturkan bahwa ekstrak metabolit sekunder Aktinomisetes SM117 memiliki kemampuan antibakteri dengan kriteria daya hambat yang kuat terhadap bakteri patogen S.aureus dan E.coli. Hal ini dibuktikan dengan adanya zona hambat dengan ukuran diameter beragam yang terbentuk dari ekstrak kasar Aktinomisetes SM117. Analisis data menggunakan kruskal wallis one way ANOVA, menunjukkan hasil yang signifikan pada S.aureus (P < 0,05), dan uji lanjut  dengan LSD menunjukkan adanya beda nyata pada  konsentrasi 0,5 mL (P<0,05).

Harapannya penelitian ini dapat membuka celah baru dalam kemajuan ilmu pengetahuan, khususnya pengembangan pupuk organik yang kaya manfaat serta pengembangan antibiotik baru melalui eksplorasi bakteri Aktinomisetes SM 117 sebagai salah satu upaya menurunkan daya resistensi manusia terhadap antibiotik. Semoga penelitian ini dapat diaplikasikan ke masyarakat sehingga masyarakat luas pun dapat mengambil manfaat dari keberhasilan penelitian ini.**Hanifa Hanini

Gama Melon Berhasil Daftarkan 7 Varietas Melon Baru Hasil Riset Fak. Biologi UGM

Penelitian Jumat, 17 November 2017

Perkembangan ilmu dan teknologi saat ini berlangsung cepat untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia, tidak hanya dari segi teknologi dan komunikasi yang saat ini menjadi tren, namun dari segi diet dan kebutuhan makanan pun menjadi fokus gaya hidup manusia masa kini. Kehidupan manusia saat ini dalam kebutuhan makanan menuntut aspek keamanan pangan dan kandungan senyawa yang berkualitas untuk memelihara kondisi tubuh.

Gama Melon sebagai tim riset dari Laboratorium Genetika dan Pemuliaan Fakultas Biologi saat ini tengah berhasil merilis dan mendaftarkan varietas melon baru hasil riset yang memiliki keunggulan dan keunikan tersendiri pada setiap varietasnya. Dr. Budi Daryono selaku ketua tim peneliti dan juga Dekan Fakultas Biologi menuturkan bahwa melon yang dihasilkan dari Gama Melon merupakan produk hibridisasi dan seleksi gen unggul tanpa menyisipkan gen asing di dalamnya, sehingga bukanlah sebuah produk GMO (Genetically Modified Organism). “ Kami melakukan riset persilangan genetik dan melihat pewarisan gen unggul antar generasi, dari hal tersebut kami menciptakan berbagai macam melon yang unggul dengan tujuannya masing-masing tanpa menjadikannya sebagai produk GMO” ujar Dr. Budi Daryono.

MG-1, Melona, Gama Melon Parfum, Merona, Hikanet, Hikapel Aromatis, Tacapa Gold merupakan 7 varietas baru yang berhasil di daftarkan ke Kementerian Pertanian RI. Varietas baru ini diharapkan dapat turut bersaing mengisi persaingan di perdagangan buah Indonesia yang menghadirkan produk berkualitas untuk memenuhi tuntutan gaya hidup manusia masa kini. Memiliki kualitas yang baik dan kandungan senyawa kimia yang dibutuhkan untuk memelihara kondisi tubuh menjadi fokus Gama Melon dalam perakitan buah, serta ketahanan terhadap penyakit, keamanan penggunaan pupuk dan pestisida serta cuaca ekstrem dalam budidaya juga merupakan hal yang berusaha diatasi agar budidaya melon dapat dilakukan sepanjang tahun.

Masing-masing dari setiap varietas yang telah didaftarkan ini telah dibuktikan dengan uji molekular sebagai varietas yang baru sekaligus memperkaya keragaman genetik melon di Indonesia dengan berbagai macam keunggulan dan keunikan tersendiri, contohnya Melona, merupakan melon yang memiliki lobus dan manis yang kaya akan B-karoten ataupun Gama Melon Parfum (GMP) yang tidak dapat dikonsumsi namun metabolit sekunderdar  ekstrak buah ini berpotensi sebagai anti repellent, anti kanker, dan diabetes mellitus.

MicroLabMeet#5: Identifikasi Bakteri Asam Laktat Penghasil Bakteriosin dari Fermentasi Ikan 'Chao' Sulawesi Selatan

Penelitian Senin, 13 November 2017

Pangan sebagai sebagai sumber energi sangat berperan penting bagi manusia, akan tetapi sifatnya yang mudah rusak oleh kontaminasi mikroba menyebabkan kualitas pangan tersebut menjadi menurun. Berbagai usaha pengawetan dengan penambahan bahan pengawet sintesis dinilai tidak cukup aman untuk digunakan sehingga mendorong para peneliti untuk mencari agen biopreservatif lainnya. Salah satu agen tersebut adalah bakteri asam laktat yang menghasilkan bakteriosin.

Penelitian ini dilakukan oleh Risky Nurhikmayani yang merupakan mahasiswa Pasca Sarjana Fakultas Biologi UGM di bawah bimbingan Ibu Dr. Endah Retnaningrum,M.Eng. Risky yang ditemui saat mempresentasikan penelitiannya pada tanggal 2 November 2017 lalu di laboratorium Mikrobiologi Fakultas Biologi UGM memaparkan bahwa bakteri asam laktat dapat ditemukan pada makanan fermentasi dan di daerah Sulawesi Selatan terdapat makanan khas lokal yang telah difermentasi yang disebut ‘Chao’. Sehingga ia tertarik untuk mendapatkan isolat bakteri asam laktat penghasil bakteriosin, menguji kemampuan bakteri asam laktat dalam menghasilkan bakteriosin serta melakukan karakterisasi dan identifikasi bakteri asam laktat penghasil bakteriosin asal chao secara molekuler.

Tahapan penelitian yang dilakukan oleh Risky (2017) meliputi isolasi bakteri asam laktat, seleksi kemampuan isolat bakteri asam laktat dalam menghasilkan bakteriosin, pengujian aktivitas tertinggi dan uji kemampuan bakteriosin terhadap bakteri patogen Eschericia coli FNCC 0091, Staphylococcus aureus FNCC 0047 serta bakteri pembusuk Pseudomonas fluorescens FNCC 0070. Selanjutnya ekstrak kasar bakteriosin dengan kemampuan menghambat bakteri patogen dan pembusuk diuji aktivitasnya terhadap enzim proteolitik, suhu, pH, detergen dan kloroform. Tahapan terakhir isolat bakteri penghasil bakteriosin kemudian diidentifikasi berdasarkan sifat fenotipik dan molekulernya menggunakan gen penanda 16S rRNA dengan primer 27F (5’-AGAGTTTAGTCCTGGCTCAG-3’) dan 1492R (5- GGTTACCTTGTTACGA CCT-3’).

Saat ini penelitian yang sedang dilaksanakan oleh Risky ini baru di tahap pengujian kemampuan isolat bakteri asam laktat dalam menghasilkan bakteriosin, harapannya penelitian ini dapat menghasilkan informasi ilmiah terbaru mengenai makanan fermentasi “chao” yang dapat menetralisir bakteri patogen Eschericia coli , Staphylococcus aureus dan Pseudomonas fluorescens, sehingga kedepannya penelitian ini tidak hanya dapat diidentifikasi secara fenotipik namun juga secara molekuler, untuk pengembangan ilmu mikrobiologi dan mengembalikan potensi makanan lokal sebagai upaya melestarikan kearifan lokal setempat yang aman dikonsumsi dan kaya nutrisi.** (Hanifahanini).

MicroLabMeet#4: Optimalisasi Potensi Medium Ekstrak Tauge Sebagai Medium Alternatif untuk Pertumbuhan Strain Khamir dan Kapang

Penelitian Senin, 13 November 2017

Kamis,(19/10/17) Laboratorium Mikrobiologi kembali melakukan agenda rutin yang mempresentasikan hasil-hasil penelitian dibidang mikrobiologi. Kali ini presentasi di sampaikan oleh Larasati Kirana Putri, Syamsul Arif Ardhiansyah dan Akhowarizmi Avisienna Kindi Muhamad yang merupakan mahasiswa S1 Fakultas Biologi UGM. penelitian ini dibimbing oleh Bapak Dr. Miftahul Ilmi, M.Sc dan penelitian ini  merupakan karya yang akan dipresentasikan pula pada mata kuliah Seminar di Fakultas Biologi UGM pada November mendatang.

Topik yang dibawakan oleh Laras yaitu mengenai “Profil pertumbuhan Aspergillus oryzae pada medium tauge ekstrak agar”. Penelitian ini lebih menitik beratkan pada pengujian potensi medium alami sebagai medium alternatif pengganti medium komersil. Pasalnya, saat ini medium komersil yang biasa digunakan untuk pertumbuhan kapang seperti medium PDA dan MEA harganya sangatlah mahal. Sehingga perlu adanya pengembangan potensi medium lain sebagai solusi alternatif untuk pertumbuhan kapang. Hasil dari peneltian ini adalah adalah jamur Aspergillus oryzae mampu tumbuh dengan baik dalam medium tauge ekstrak agar sehingga ini dapat menjadi solusi medium alternatif untuk pertumbuhan jamur Aspergillus oryzae untuk penelitian berikutnya.

Sementara pada sesi kedua, presentasi dibawakan oleh Akhowarizmi Avisienna Kindi Muhamad yang mengangkat topik mengenai“Profil Pertumbuhan Saccharomyces cerevisiae dan Kluyveromyces marxianus pada Medium Tauge Extract Broth”. Kindi (2017) dalam penelitiannya menyebutkan bahwa dalam mempelajari suatu mikroorganisme maka harus menumbuhkan mikroorganisme tersebut terlebih dahulu. Akan tetapi saat ini medium yang sering digunakan  antara lain  medium Potato Dextrose Broth dan Malt Extract Broth yang juga memiliki harga yang relatif mahal. Sehingga untuk menanggulangi masalah tersebut maka digunakanlah Tauge Extract Broth sebagai media alternative. Hal ini juga senada dengan alasan penelitian yang dilakukan oleh Syamsul Arif Ardhiansyah yang mengangkat topik mengenai “Optimasi Medium Touge (Vigna radiata) Untuk  Pertumbuhan Khamir Saccharmyces cerevisiae”.

Kindi menyebutkan bahwa saat ini belum diketahui bagaimana laju pertumbuhan yang dihasilkan oleh strain khamir yang ditumbuhkan pada medium tauge bila dibandingkan dengan medium komersial. Pengujian ini menggunakan metode spektrofotometri. Profil pertumbuhan masing-masing kultur diuji pada media TEB, MEB, dan PDB. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu laju pertumbuhan Saccharomyces cerevisiae pada medium TEA sebesar 0,44 sedangkan pada Kluyveromyces marxianus sebesar 0,24. Pada masing-masing medium, baik medium TEB, MEB, dan PDB diketahui bahwa  laju pertumbuhan kedua spesies tersebut berbeda nyata. Sementara Syamsul (2017) menyebutkan bahwa pengukuran optimasi pertumbuhan Saccharomyces cerevisiae pada 13 kombinasi ekstrak tauge dan sukrosa didapatkan hasil kombinasi yang paling optimal adalah 9,49 % tauge dan 6,7 % sukrosa.

Adanya penelitian ini membuktikan bahwa banyak peluang yang dihasilkan oleh plasma nutfah Indonesia untuk dikembangkan menjadi sesuatu hal yang lebih bermanfaat untuk kemajuan ilmu pengetahuan. Dimulai dari hal yang sederhana hingga memperoleh hasil yang menggembirakan merupakan kunci dari berhasilnya proses tranformasi pembelajaran. Semoga dengan adanya penelitian ini dapat memberi ruang munculnya inovasi–inovasi baru lainnya demi pengembangan ilmu pengetahuan kedepannya, khususnya ilmu mikrobiologi**(Hanifahanini)

Memahami mekanisme molekular genetik pada lalat yang melandasi keanekaragaman hayati

Penelitian Kamis, 9 November 2017

Dalam penelitian bidang genetika, penggunaan lalat buah sebagai organisme model sangatlah umum. Serangga dengan nama ilmiah Drosophila melanogaster ini banyak digunakan untuk mempelajari genetika evolusi karena siklus hidupnya yang singkat yaitu sekitar 2 minggu untuk satu generasi, berukuran kecil sehingga tidak membutuhkan ruang terlalu besar, dan telah banyak diteliti oleh para pakar. Mempertimbangkan hal tersebut, salah satu akademisi dari Taiwan,  Dr. Shu-Dan Yeh, melakukan beberapa penelitian terkait mekanisme molekular genetik pada lalat yang melandasi keanekaragaman hayati. Keanekaragaman kehidupan di bumi yang menakjubkan dapat berasal dari evolusi sifat-sifat biologis di berbagai tingkatan, termasuk dalam tingkat gen.

Pakar Genetika Evolusi ini memaparkan terkait penelitian yang telah, sedang dan akan dilakukan di laboratoriumnya dalam General Lecture yang diadakan oleh Fakultas Biologi UGM pada Selasa, 7 November 2017. Kegiatan yang dihadiri oleh mahasiswa S1, S2 dan dosen Fakultas Biologi ini dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Kerjasama Fakultas Biologi UGM, Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. di Ruang Sidang Bawah, Fakultas Biologi UGM.

Asisten Profesor dari Department of Life Sciences, National Central University, Taiwan ini telah melakukan penelitian terkait bagaimana mekanisme evolusi co-option dari bintik pada sayap lalat buah terhadap perilaku lalat jantan terhadap lalat betina. Selain itu, masih dengan lalat buah, Dr. Yeh juga melakukan penelitian terkait evolusi dan fungsi ekspresi microRNA (miR) selama proses metamorfosis lalat buah. Dari penelitiannya, diketahui bahwa MiRNA sangat dilestarikan ke antar generasi dan memainkan peran penting dalam berbagai fungsi biologis. Uniknya, tingkat ekspresi dari MiRNA sangat dinamis secara evolusioner dan mengalami tekanan seleksi yang berbeda selama transisi perkembangannya.

Dalam General Lecture yang dimoderatori oleh Drs. Ignatius Sudaryadi, M.Kes., Dr. Yeh menyampaikan terkait rencana penelitiannya di masa yang akan datang terkait asal usul dan perkembangan dari organ pemendar cahaya pada kunang-kunang. Di akhir presentasinya, beliau juga memaparkan terkait kehidupan akademik dan fasilitas riset yang dapat diakses di National Central University, Taiwan.

MicroLabMeet #2: Leuco Indigo, Solusi Alternatif Pewarna Alami

Penelitian Jumat, 15 September 2017

Akhir-akhir ini permintaan akan bahan pewarna tekstil semakin meningkat. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh tingginya angka produksi bahan tekstil yang membutuhkan berbagai macam warna, khususnya pewarna pada pakaian. Menurut API (2013), kebutuhan pakaian orang Indonesia rata-rata per kapita/tahun sebesar 7,5 Kg termasuk di dalamnya ada batik. Produksi kain batik per tahun itu adalah 20 juta meter. Jadi menurut perhitungan, khusus pakaian batik hampir 15 meter/kapita/tahun, dan untuk memproduksi ini membutuhkan pewarna sintetis. Akan tetapi saat ini pewarna sintetis yang digunakan umumnya tidak memenuhi kaidah lingkungan sehingga limbah buangan pewarna pun kini menjadi masalah yang cukup serius dari segi ekologi.

Untuk menanggulangi masalah tersebut, maka salah satu peneliti dari Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Biologi UGM yaitu Rizka Wardani Subrata yang dibimbing oleh Ibu Dr. Endah Retnaningrum,M.Eng meneliti mengenai Leuco Indigo sebagai salah satu solusi alternatif  sebagai pewarna yang bersifat alami dan soluble terhadap air. Pewarna indigo adalah pewarna alami yang memerlukan reduksi menjadi leuco indigo melalui proses fermentasi oleh mikrobia.

MicroLabMeet#2_gb1Penelitian yang berjudul “Isolasi Mikrobia Potensial Pereduksi Indigo Menjadi Leuco Indigo dari Habitat Pantai dan Cairan Fermentasi Indigenous Daun Indigo (Indigofera tinctoria)” ini bertujuan untuk mengetahui mikrobia potensial pereduksi indigo dari habitat pantai dan cairan fermentasi indigo, mengetahui aktifitas isolat dari habitat pantai dan cairan fermentasi, serta mengetahui karakteristik mikrobia potensial pereduksi indigo menjadi leuco indigo.

Menurut Rizka, penelitian ini dilakukan dengan mengisolasi mikrobia dari pasir pantai, air pantai, batuan pantai serta cairan fermentasi daun Indigofera tinctoria pada medium PYB. Isolat yang diperoleh dari hasil isolasi diseleksi untuk memperoleh isolat potensial pereduksi indigo. Isolat terbaik hasil seleksi, diuji aktifitasnya dengan menggunakan metode spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 620 nm untuk mengetahui pertumbuhan mikrobia dan 390 nm untuk mengetahui konsentrasi leuco indigo. Isolat yang memiliki aktifitas terbaik diidentifikasi dan diinspeksi lalu dikarakterisasi dengan pengujian biokimiawi berupa pewarnaan gram, pewarnaan endospora, uji fermentasi karbohidrat, uji reduksi nitrat dan hidrolisis indol.

MicroLabMeet#2_gb2Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh 37 isolat yang terdiri dari 8 isolat dari air pantai; 8 isolat dari batuan pantai; 11 isolat dari pasir pantai dan 10 isolat dari cairan fermentasi cairan indigo. Hasil seleksi mikrobia pereduksi indigo diperoleh 8 isolat yang memiliki kemampuan terbaik antara lain AL1-K1, AL3-K1, AB3-K5, AB3-K1R, AP3-K3, AP4-K6, LI2-K3 dan LI4-K4.

Berdasarkan hasil pengujian aktifitas diperoleh isolat terbaik adalah AP3-K3 yang terdiri dari strain AP3-K31 dan AP3-K32 dan AP4-K6 yang terdiri dari strain AP4-K61 dan AP4-K62. Hasil pewarnaan gram menunjukkan empat strain tersebut merupakan bakteri gram negatif berbentuk batang, hanya memfermentasi glukosa, tidak membentuk endospora, tidak memiliki kemampuan menghidrolisis cincin indol, negatif mereduksi nitrat kecuali pada strain AP3-K31.

Harapannya penelitian ini dapat bermanfaat untuk mengembangkan industri tekstil di Indonesia yang ramah lingkungan. Sehingga dengan demikian Indonesia dapat mandiri dan berdikari dengan produk yang berbasis ramah lingkungan sebagai salah satu usaha mewujudkan semboyan dunia yang Eco-Green.**(Hanifa Hanini)

Mahasiswa UGM Fakultas Biologi Memanfaatkan Labu Siam (Scheum edule) sebagai Bahan Dasar Pembuatan Salep untuk Biokontrol Efek Panjang Melanoma maligna

Penelitian Jumat, 14 Juli 2017

Melanoma maligna adalah jenis kanker yang menyerang kulit dan bisa menyebar ke organ lain dalam tubuh. Melanoma terbentuk ketika terjadi sesutau yang salah pada sel yang memproduksi melanin (melanocytes) yang memberikan warna pada kulit. Melanoma adalah salah satu efek negatif yang disebabkan karena sinar UV. Melanoma dapat muncul pada kulit yang normal, atau dapat berawal sebagai tahi lalat atau daerah lain pada kulit yang mengalami perubahan wujud. Beberapa tahi lalat yang timbul saat lahir dapat berkembang menjadi melanoma. Tahi lalat pada dasarnya tidak berbahaya, tetapi ada kemungkinan berubah menjadi melanoma, bentuk kanker kulit paling serius karena kemampuannya untuk menyebar.

Perubahan tahi lalat normal menjadi bentuk melanoma terkadang tidak disadari oleh kebanyakan masyarakat. Kanker kulit melanoma ini termasuk dalam jenis kanker kulit paing umum ke-19 di dunia. Menurut WHO, ada sekitar 3300 kasus melanoma baru yang terjadi di Indonesia tiap tahunnya. Walaupun terbilang jarang, tetapi kanker kulit jenis ini bisa bersifat fatal dan menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani dan didiagnosis sejak awal.

Melihat resiko fatal yang disebabkan oleh kanker kulit melanoma ini, sejumlah mahasiswa UGM dari Fakultas Biologi berusaha mencari alternatif solusi. Dwi Jami Indah Nurhasanah, Bening Larasati, Dea Febiansi dan Dhella Apriliandha Roshitafandi mencoba memanfaatkan labu siam untuk dijadikan bahan dasar pembuatan salep sebagai langkah alternatif pengobatan Melanoma maligna. Penelitian dilaksanakan dibawah bimbingan Dr. Budi Setyadi Daryono M.Agr.Sc Ph.D, melalui program Kreativitas Mahasiswa UGM tahun 2017.

Berdasarkan pengamatan, pada umumnya buah labu siam atau biasa disapa dengan sebutan waluh jipang dikalangan masyarakat dimanfaatkan untuk diolah sebagai bahan makanan untuk dikonsumsi. Labu siam merupakan salah satu hasil pertanian Indonesia yang setiap tahun meningkat produksinya. Selain itu, labu siam dapat hidup subur di lingkungan tropis. Labu siam memiliki khasiat yang baik untuk menunjang kondisi tubuh. Namun pemanfaatan labu siam untuk konsumsi menghasilkan limbah kulitnya yang mengandung getah.

Setelah diteliti lebih lanjut, ternyata dalam buah labu siam mengandung senyawa flavonoid dan saponin yang merupakan senyawa metabolit sekunder dan diketahui memiliki sifat aktif sebagai anti-kanker.

Penelitian mereka untuk menguji adanya kedua metabolit sekunder anti-kanker tersebut dilakukan dengan beberapa tahapan. Uji yang dilakukan oleh Indah dan tim terdiri dari uji kualitatif dan uji kuantitatif serta uji antiproliferasi menggunakan sel line yang memiliki sifat proliferasi yang sama dengan sel kanker. Sampel yang diuji berupa ekstrak labu siam dalam bentuk pasta.

Uji kualitatif yang dilakukan adalah uji Kromatografi Lapis Tipis sedangkan Uji Kuantitatif yang dilakukan adalah Uji Spektrofotometri.

“Labu siam yang kami uji dibagi menjadi tiga parameter berdasarkan ukuran buahnya dengan asumsi semakin besar ukuran buah maka umur dari buah tersebut semakin tua” Jelas Indah Kamis (13/7) di UGM

Hasil yang didapat menunjukkan bahwa dari ketiga parameter umur labu siam yang digunakan, ketiganya mengandung senyawa saponin dan flavonoid. Kamudian tahap penelitian dilanjutkan dengan pembuatan salep dan untuk pengujian antiproliferatif didapatkan hasil positif bahwa ekstrak labu siam yang diujikan dapat menghambat pertumbuhan sel.

Pembuatan “Selasih Lalat (Salep Labu Siam untuk Tahi Lalat)” ini merupakan salah satu trobosan unik produk mahasiswa UGM Fakultas Biologi yang memanfaatkan Labu siam untuk mengobati kanker kulit Melanoma maligna serta mendukung pemanfaatan bahan alam sebagai alternatif obat yang masih jarang diketahui oleh masyarakat.

Presentasi Hasil Studi Doktoral Drs. Hari Purwanto, M.P., Ph.D. dan Dr. Miftahul Ilmi, S.Si., M.Sc.

Penelitian Senin, 19 Juni 2017

Dua staf Fakultas Biologi, baru saja menyelesaikan studi doktoralnya. Masing – masing adalah drs. Hari Purwanto, M.P., Ph.D. dari lab Entomologi, dan Dr. Miftahul Ilmi, S.Si., M.Sc. Keduanya menyampaikan hasil penelitiannya selama menempuh studi doktoral kepada civitas akademika Fakultas Biologi UGM yang terdiri dari dosen dan mahasiswa paskasarjana.

Drs. Hari Purwanto, M.P., Ph.D. telah menyelesaikan studinya di Cardiff University, UK dengan fokus riset pada kajian penanggulangan vektor penyakit yang disebabkan oleh beberapa serangga seperti nyamuk, ngengat dan serangga hama lainnya. Beliau meneliti biokontrol terhadap vektor, yakni bakteri yang dapat menyebabkan toxin pada serangga, dan fokusan beliau pada spesies Lysinibacillus sphaericus.

Penanggulangan vektor penyakit selama ini masih lebih dominan dengan menggunakan senyawa kimia, yang justru merupakan solusi yang cukup mahal dan dapat memberikan dampak kerusakan lingkungan. Alternatif yang dapat menjadi prospek yang cukup baik terhadap penanggulangan vektor penyakit ini salah satunya dengan menggunakan organisme yang dapat mengganggu metabolisme terhadap serangga yang menjadi hama ataupun vektor penyakit. Organisme yang menjadi agen penghambat tersebut kita kenal dengan istilah organisme biokontrol, juga dapat digunakan sebagai biopestisida.

Lysinibacillus sphaericus memiliki kemampuan untuk menghasilkan senyawa toxin yang spesifik terhadap beberapa jenis nyamuk. Dr. Hari pada penelitiannya berupaya memetakan gen yang berperan untuk menghasilkan toxin dan juga mempelajari mekanisme toxin yang terjadi.

Pematerian kedua disampaikan oleh Dr. Miftahul Ilmi, S.Si., M.Si. yang baru saja menyelesaikan studi doktoralnya di Faculty of Science and Engineering, University of Groningen, Belanda. Pada kesempatan ini, beliau menyampaikan hasil penelitian beliau yang mengenai, “Enzymatic Biodiesel Synthesis Using Novel Process Intensification Principles”. Penelitian tersebut merupakan bagian dari proyek kerjasama antara pemerintah Indonesia dengan beberapa institusi di Belanda untuk menjawab tantangan energi dunia melalui pengembangan energi terbarukan dari biodiesel.

Dr. Ilmi mencoba untuk meningkatkan proses efisiensi pengolahan biofuel dari bahan hayati dengan penggunaan enzim lipase pada reaktor yang sedang dikembangkan di Groningen. Reaktor yang digunakan, Continuous Centrifugal Contractor Separator (CCCS), merupakan modifikasi alat sentrifugator yang digunakan untuk memisahkan dua fase cairan. Reaktor ini cukup kecil dan diharapkan di masa depan dapat menjadi reaktor portable yang mudah dibawa ke daerah-daerah terpencil. Meskipun demikian, dikarenakan kecepatan sentrifugasi dari reaktor tersebut, perlu diketahui apakah sheer stress yang dihasilkan akan mempengaruhi kinerja dari enzim lipase dalam mengubah substrat menjadi biodiesel. Selain itu, dengan menerapkan konsep zero waste technology, Dr. Ilmi juga mencoba untuk mengolah limbah hasil proses ekstraksi biodiesel menjadi media untuk memproduksi enzim lipase dari fungi.

Penelitian Dr. Ilmi menunjukkan sistem bioreaktor portable yang dikembangakan mampu mengolah minyak dari tumbuhan menjadi biodiesel dengan efisiensi yang tinggi melalui penggunaan enzim lipase. Penggunaan enzim lipase yang di-immobilisasi dapat meningkatkan daya tahan dari enzim, sehingga mengurangi biaya yang dibutuhkan untuk membeli enzim yang fresh pada setiap prosesnya. Selain itu, limbah dari tanaman yang digunakan dalam proses pembuatan biodiesel dapat digunakan sebagai media tumbuh jamur untuk produksi lipase.

Diharapkan, hasil dari penelitian Dr. Ilmi dapat diaplikasikan menjadi “Mobile Biodiesel Production Unit” untuk memfasilitasi produksi biodiesel dari bahan alam yang tersedia di pelosok Indonesia.

Fakultas Biologi UGM launching melon Hikapel sebagai produk riset yang siap diindustrialisasi

Penelitian Senin, 29 Mei 2017

Tim riset Gama Melon melalui penelitiannya yang dimotori oleh Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. meluncurkan melon kultivar Hikapel yang siap masuk dunia industri pada hari sabtu lalu (20/5) dalam kegiatan Gama Melon Expo: Produk Melon Istimewa Indonesia. Melon Hikapel sebagai kultivar baru di Indonesia telah memperoleh SK Pendaftaran dari Kementerian Pertanian RI dengan Nomor: 469/PVHP/2017 dan saat ini tengah diajukan Pelepasan serta Perlindungan Varietas Tanaman (PVT). Melalui legalitas ini, maka melon Hikapel telah resmi ikut bersaing dalam perdagangan komoditas melon di Indonesia.

Melon Hikapel mengusung inovasi baru dari segi ukuran, yaitu handy melon sehingga mudah untuk dibawa kemana saja. Selain itu, melon Hikapel juga memiliki aroma wangi yang khas serta tingkat kemanisan yang tinggi, mengandung vitamin dan mineral khususnya B-karoten yang lebih besar dibandingkan melon lainnya. Disamping itu, dari segi keamanan pangan melon Hikapel tidak terkontaminasi oleh senyawa ethrel yang berbahaya serta les pesticide.

Dalam kegiatan Gama Melon Expo juga mengundang Kementerian Pertanian RI yang diwakili oleh Bpk Tony Kurniadi untuk memberi penjelasan terkait regulasi pendaftaran kultivar baru tanaman serta para praktisi bisnis di dunia industri, diantaranya yaitu PT. Gama Multi Usaha Mandiri, PT Raja Pilar Agrotama, dan Segar Jaya dalam kerjasama pemasaran melon Hikapel. Selain itu, turut hadir Bpk H. Sudjari selaku praktisi budidaya melon di daerah Blitar yang juga mengembangkan desa wisata “Kampung Melon” di Desa Modangan, Kabupaten Blitar. Dalam kesempatan lain di acara ini juga melaunching buku Potensi dan Keanekaragaman Genetik Melon yang dihasilkan melalui riset dan penelitian melon yang dilaksanakan oleh tim Gama Melon.

Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. menekankan bahwa ada banyak hasil riset di Indonesia yang hanya berakhir dalam laporan penelitian dan jurnal publikasi tapi tidak dapat dirasakan langsung oleh masyarakat maupun praktisi bisnis, melalui expo ini diharapkan menjadi trigger bagi peneliti lainnya untuk turut serta melaunching hasil risetnya ke masyarakat. Hal ini juga diamini oleh Eko Priyanto selaku direktur Segar Jaya, perusahaan yang bergerak di bidang produksi komoditas buah dan sayuran di wilayah Jabodetabek. “Melon Hikapel ini sangat potensial, dan saya sangat mengharapkan hasil-hasil riset yang penuh inovasi seperti ini untuk bisa mewarnai industri dan bisnis di Indoensia” ujarnya.

Acara Gama Melon Expo beserta penelitian terkait melon Hikapel ini didanai oleh Hibah Rispro LPDP Kemenkeu tahun kedua dari pelaksanaan durasi penelitian dua tahun. Acara ini merupakan bagian terakhir dari pelaksanaan riset yang akan berakhir pada bulan juli nanti. “Semoga acara ini akan menjadi bagian sejarah dari pemasaran melon Hikapel untuk masuk pada tahap diseminasi, tidak lagi berada pada tahap penelitian” ujar Ganies Riza Aristya, S.Si.,M.Sc. selaku ketua panitia acara.

Fakultas Biologi Mengembangkan Melon Sebagai Bahan Anti Nyamuk

Penelitian Kamis, 8 Desember 2016

Demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi permasalahan utama kesehatan di Indonesia dengan tingginya kasus kematian dan jumlah penderitanya. Kementerian Kesehatan  mencatat jumlah penderita demam berdarah pada Januari-Februari 2016 sebanyak 8.487 dengan jumlah kematian 108 orang. Berbagai upaya untuk mengurangi kasus demam berdarah sudah dilakukan oleh pemerintah bersama masyarakat melalui program pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Namun begitu,angka kasus demam berdarah di Indonesia masih tergolong tinggi.

Prihatin terhadap kondisi ini, sejumlah peneliti yang tergabung di Laboratorium Genetika dan Pemuliaan Fakultas Biologi UGM mencoba mencari terobosan dalam memberantas demam berdarah.  Mereka meneliti dan mengembangkan tanaman yang berpotensi untuk dijadikan sebagai bahan baku obat, termasuk sebagai bahan baku obat anti nyamuk.

“Fakultas Biologi UGM berhasil mengembangkan tanaman melon yang berpotensi digunakan sebagai bahan obat anti nyamuk yaitu Gama Melon Parfum,” jelas Dekan Fakultas Biologi UGM, Dr. Budi Setiyadi Daryono,M.Agr.Sc., Rabu (7/12) di Fakultas Biologi UGM.

Gama Melon Parfum ini merupakan kultivar melon baru yang berhasil dikembangkan Fakultas Biologi UGM. Penelitian kultivar melon baru ini berlangsung sejak tahun 2011diketuai oleh Budi Daryono. Gama Melon Parfum memiliki ukuran kecil dengan berat rata-rata 200-350 gram. Melon ini memiliki ornamen kulit buah yang unik menyerupai batik, menghasilkan aroma harum, hanya saja rasa buahnya pahit.

Gama Melon Parfum mengandung flavonoid dan terpenoid yang tinggi. Kedua senyawa tersebut terbukti ampuh untuk membunuh jentik nyamuk. Selain itu, dengan kandungan volatile yang tinggi menjadikan melon tersebut memiliki aroma yang wangi. Aroma ini tidak disukai oleh nyamuk sehingga bisa dimanfaatkan untuk obat anti nyamuk.

Dari hasil uji efektivitas ekstrak buah Gama Melon Parfum terhadap nyamuk demam berdarah diketahui persentase rata-rata daya proteksi terhadap nyamuk dari ekstrak kulit dan dan daging buah sebesar 95,61 persen dan 99, 35 persen.

“Ini membuktikan bahwa Gama Melon Parfum sangat potensial dikembangkan menjadi lotion anti nyamuk maupun dijadikan serbuk pengganti abate,” kata Budi Daryono.

Gama Melon Parfum ini tidak hanya terbukti ampuh untuk digunakan sebagai anti nyamuk. Namun, penggunaan melon ini dapat menjadi alternatif obat anti nyamuk yang ramah lingkungan.

Budi Daryono menegaskan bahwa Fakultas Biologi UGM terus mendorong penelitian dan penciptaan berbagai inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, industri, dan kepentingan nasional, termasuk dalam bidang biomedis.

“Riset terus kita perkuat dan mendorong Fakultas Biologi menjadi Innovative Faculty serta menjadi pusat unggulan dalam pemanfaatan dan pelestarian keanekaragaman hayati tropika,”pungkasnya. (Humas UGM/Ika)

Mahasiwa Biologi UGM Meneliti Kualitas Kuda Kavaleri Milik TNI

PenelitianRilis Berita Selasa, 21 Juni 2016

Mahasiwa Biologi UGM Meneliti Kualitas Kuda Kavaleri Milik TNI
Mahasiwa Biologi UGM Meneliti Kualitas Kuda Kavaleri Milik TNI

Tiga orang mahasiswa Fakultas Biologi UGM melakukan identifikasi karakteristik morfogenetik kuda sebagai dasar pembuatan Buku Registrasi Kuda (BRK) di Detasemen Kavaleri Berkuda (Denkavkud) TNI AD, Bandung, Jawa Barat. Karakter morfogenetik tercantum dalam BRK dapat digunakan sebagai identitas kuda militer seperti jenis kelamin, warna, ras, ukuran tubuh, serta ciri khusus (marking). Pengetahuan dari karakter tersebut diharapkan akan membantu meningkatkan sistem pengelolaan perkembangbiakan kuda untuk menghasilkan generasi kuda kavaleri yang berkualitas.

Seperti diketahui, Denkavkud merupakan satuan operasional di bawah Pusat Kesenjataan Kavaleri (Pussenkav) Kodiklat TNI AD dengan tugas pokok melaksanakan tugas operasi khususnya patroli pengamanan yang tidak dibatasi oleh medan, menyelenggarakan pembinaan dan pendidikan kuda militer dan personel, menyiapkan satuan kavaleri berkuda untuk kodam-kodam, serta tugas protokoler dan pengembangan olahraga berkuda.

Berdasarkan hasil riset yang dilakukan tiga orang mahasiswa Biologi UGM, yakni Abdurrahman Rasyid, Vindi Noveriella, dan Yuliana Purnamasari diketahui jumlah kuda pada populasi Denkavkud berjumlah sekitar 217 ekor kuda yang dikelola oleh dua Kompi, yaitu Kompi Kavaleri Kuda (Kikavkud) 78 ekor dan 139 ekor dikelola oleh Kompi Peternakan Kuda (Kikavkud) yang juga bertugas dalam pembuatan BRK Denkavkud. “Total 217 ekor kuda pada populasi Denkavkud terdiri dari 114 kuda betina, 86 ekor kuda kebiri, dan 17 ekor kuda jantan,” kata Rasyid dalam keterangan yang dikirim ke wartawan, Selasa (21/6).

Ia menambahkan frekuensi keanekaragaman warna pada populasi kuda Denkavkud adalah bay (0,44), grey (0,16), seal brown (0,13), chestnut (0,1), sooty (0,08),  buckskin (0,07),  black (0,02), palomino (0,01) dan red dun (0,01). Kuda Denkavkud terdiri dari lima macam ras, yaitu Crossbreed, Thoroughbred, Andalussia, Kerdil, dan Akhal-teke. Rata-rata tinggi kuda operasional kavaleri adalah 147 ± 5.54 cm, dan berat tubuh 336 ± 38.96 kg. Macam-macam marking pada bagian wajah berupa stripe, interrupted stripe, blaze, white face, dan star. Sementara itu, marking pada bagian kaki antara lain, crown, coronet, pastern, half pastern, dan white to knee.

Menurut Rasyid penelitian morfogenetik kuda kavaleri ini memetakan kualitas dan kuantitas kuda-kuda dari aspek ilmu biologi sebagai kendaraan perang atau kavaleri. Ia menerangkan di Indonesia kuda sudah populer sejak zaman Hindia-Belanda sebagai kendaraan perang. Sejak resmi dibentuk pada tahun 1953 hingga saat ini, penggunaan kuda sebagai pasukan kavaleri terus digunakan dan dikembangkan oleh TNI AD menjadi Detasemen Kavaleri yang pertama dan satu-satunya di Asia Tenggara. “Penerapan aspek biologi ini dalam upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas kuda kavaleri,” ujarnya.

Dosen pembimbing mahasiswa, Dr. Budi Setiadi Daryono, M. Agr. Sc., mengatakan riset yang dilakukan mahasiswa menjadi pengalaman awal bagi Fakultas Biologi UGM yang melakukan kegiatan Kerja Praktik di instansi kemiliteran. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk kontribusi biologi dalam sistem pertahanan negara. Menurutnya masih banyak peluang dan potensi bidang biologi-kemiliteran yang perlu dipelajari lebih lanjut. “Kerja sama ini diharapkan akan terus berlangsung untuk menambah wawasan ruang lingkup Biologi, menciptakan dan mengembangkan riset sebagai bentuk kontribusi Biologi di bidang kemiliteran,” terangnya. (Gusti)

Fakultas Biologi Memberikan Penghargaan Kepada Kedua Dosen Yang Baru Saja Selesai Menempuh Gelar Doktor

Penelitian Kamis, 7 Januari 2016

penghargaan_kepada_dua_dosen_gelar_doktorFakultas Biologi kini dilengkapi kembali oleh dua dosen yang telah selesai menempuh gelar doktornya, penghargaan berupa presentasi kuliah umum yang diadakan di Fakultas Biologi, menghadirkan kedua dosen tersebut. Pembukaan kuliah umum yang dibuka oleh Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. selaku Wakil Dekan bidang akademik Fakultas Biologi dan dihadiri oleh para guru besar (Profesor), dosen dan mahasiswa S3, Fakultas Biologi pada Rabu, 06 Januari 2016 ini menyambut meriah kehadiran kedua dosen tersebut, beliau adalah Dr. Slamet Widianto (lulusan FKH UGM) yang kini berada di Laboratorium Fisiologi hewan, Fakultas Biologi dan Dr. Hendry Tri Sakti Surya Gunawan Saragih (lulusan Jerman), berada di Laboratorium Struktur dan Perkembangan hewan, Fakultas Biologi. Kedua dosen ini memiliki dedikasi dan semangat yang tinggi melalui studi dan penelitiannya hingga diharapkan dapat mengharumkan Fakultas dan Universitas serta Indonesia di kacah dunia. Penelitian yang berisu pada hewan dan manusia dalam menggugah dunia akan arti penting ilmu pengetahuan.

Disertasi Dr. Slamet Widianto, terpapar bahwa kebutuhan daging ternak di Indonesia terus meningkat akan permintaan, namun demikian pemerintah belum sanggup untuk mencukupinya, sehingga harus import dari luar negeri (Singapura). Hewan ternak yang diimport dari luar negeri terkadang tidak diketahui kondisinya, apakah hewan tersebut dalam kondisi baik ataukah dalam kondisi stress, yang menyebabkan kualitas dari daging tidak enak dikonsumsi (daging keras atau memiliki rasa yang kurang enak). Dalam penanganan manajemen satwa ternak sebenarnya telah diatur dalam UU kesejahteraan satwa (UU animal walfare), SOP ini tersusun dengan jelas bagaimana satwa tersebut dalam kondisi baik dan nyaman dengan kebutuhan pakan, minum, lingkungan serta kesehatannya. Penelitian beliau mendapatkan hasil bahwa kondisi satwa ternak yang stress pada pra-penyembelihan akan berdampak pada kualitas daging. Uji coba ini dilakukan pada sapi ternak di sekitar rumah potong ternak daerah Pleret, Bantul, Yogyakarta melalui metode FTIR – invasive spesies (metode tanpa menyakitkan satwa uji). Sampel penelitian berupa syaraf katekolamin dan hormone kortisol yang diambil dengan jeda waktu pra-penyembelihan antara 8-12 jam, mendapat informasi jelas bahwa hewan ternak yang stress saat pra-penyembelihan menghasilkan kualitas daging yang kurang baik, kekerasan dan kekenyalan daging adalah faktor utama dari kualitas daging yang kurang baik. Stressnya hewan tersebut akibat tidak mengindahkan animal walfare, hewan dengan penuh tekanan dari manusia disekililingnya hingga ruang yang sempit dan masa waktu pemindahan (transportasi saat perjalanan menuju penyembelihan). Uji syaraf katekolamin dan hormone kortisol dengan struktur kimia yang sama yaitu terdapat NH2 dan CH3 menggambarkan analisis spectra yang baik. Korelasi 0,8 dari kedua data tersebut tergambar pada areal pengelompokan dalam spectra yang terjadi saat pra-penyembelihan menjadi informasi penting. Dengan demikian, beliau berpendapat bahwa penanganan manajemen satwa ternak sembelihan dapat dikelola dengan baik dengan mengindahkan UU animal walfare. Beliau berharap, kepada pemerintah agar dapat memonitor kembali mengenai hewan ternak import yang masuk ke Indonesia.

Sementara, disertasi Dr. Hendry Tri Sakti Surya Gunawan Saragih telah menghasilkan 3 publikasi internasional dengan point index scopus lebih dari 5. Penelitian yang berisu pada gangguan jantung dengan judul “PECAM-1: Dependent regulation and protective effect of heme oxygenase-1 in the endothelium”, menyatakan bahwa impact besar pada penelitiannya berada pada Oxygenase-1 dan Endothelium. Penelitian yang mendapat penghargaan terbaik di Universitasnya di Jerman, menjadi inspirasi penting bagi Fakultas Biologi, terutama dalam memotivasi mahasiswa S3 yang saat ini masih melalukan studinya. Penelitian dengan filosofi: “Integreted, Barrier and Modulation” ini memberikan informasi penting akan organ penyusun dalam suatu organisme (manusia), kerjasama atau kolaborasi yang tepat antar satu bagian dengan bagian lainnya menjadi informasi penting pada tubuh dalam menjaga kondisinya agar tetap baik, sementara barrier yang ada sebagai batasan dalam pengendalian agar kondisi tetap terjaga lebih baik. Beliau menggambarkan bahwa sel darah putih yang bekerja dengan baik ketika terjadi peradangan pada salah satu organ tubuh. Hal inilah, yang dibahas mengenai PECAM-1 yang bergerak atau berpindah, akibat gen anti inflamasi yang berubah atau berpindah, dimana gen tersebut berfungsi sebagai integrated. (Ike N.Nayasilana – Mahasiswa S3 Biologi)

Melon Unggul Tacapa Berhasil Didaftarkan di Kementrian Pertanian

Penelitian Jumat, 18 Desember 2015

Melon unggul Tacapa merupakan melon hasil penelitian Fakultas Biologi UGM dengan dua varietas yaitu Tacapa Green Black dengan ciri warna kulit hitam gelap dan Tacapa Silver dengan ciri warna kulit putih keperakan. Melon Tacapa merupakan hasil testcross antara melon kultivar Act4 sebagai induk betina dan PI 371795 sebagai induk jantan. Dikatakan unggul karena buahnya berukuran besar, berat sekitar 1,7-3,2 kg, manis, tahan terhadap jamur tepung penyebab powdery mildew dan potensial untuk dikembangkan di lahan kritis karst dalam upaya konservasi lahan, serta dapat dibudidayakan menggunakan media tanam abu vulkanik.

Ketahanan melon Tacapa khususnya terhadap jamur tepung dapat meminimalisir penggunaan pestisida selama proses penanaman sehingga memperkecil kemungkinan adanya residu pestisida dalam buah melon.  Di sisi lain, demi mendapatkan hasil panen yang baik maka umumnya petani melon menggunakan pestisida untuk mencegah kerusakan atau pembusukan buah pada tanaman. Penggunaan pestisida pada komoditas pertanian yang berlebihan menimbulkan potensi bahaya bagi kesehatan petani dan konsumen. Akibat mengkonsumsi produk hortikultura yang mengandung residu pestisida, maka konsumen dapat terkena gangguan kesehatan seperti kanker, Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) pada anak, gangguan sistem saraf dan melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Setelah berhasil memanenkan di berbagai tempat dan dilakukan uji multi lokasi akhirnya pada tanggal 18 November 2015, Mentri Pertanian melewati Direktur Jendral Holtikultura meneluarkan SK Pemberian Tanda Daftar Varietas Tanaman Holtikultura dengan nomor 165/Kpts/SR.120/D.2.7/11/2015 untuk Tacapa Green Black dan 166/Kpts/SR.120/D.2.7/11/2015 untuk Tacapa Silver. Melon ini masih terus dikembangkan untuk komersialisasi sebagai benih unggul melon Indonesia dengan dukungan Dana Hibah Penelitian IPTEK 2015-2017 Kemenristekdikti untuk Tacapa Silver. Sedangkan Tacapa Green Black  telah diajukan untuk memperoleh hibah penelitian Penelitian Unggul Strategis Nasional (PUSNAS) 2016-2017.

“Akhirnya, melon Tacapa berserta benihnya sudah legal diperdangkan di Indonesia dan melon ini harus terus dikembangkan untuk memperkuat kedaulatan benih Indonesia. Diharapkan melon ini menjadi salah satu produk melon produk Indonesia yang unggul dengan daging buah hijau, sehingga dapat mengurangi ketergantungan benih import”, ungkap perakit melon Tacapa Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc.

Tim Riset GAMA Ayam Fakultas Biologi UGM Menemukan Metode Uji Pakan dan Kualitas Daging Berbasis Otot Pektoral

Penelitian Jumat, 4 Desember 2015

Bandung, (4/12/15) Pertumbuhan konsumsi daging ayam kampung di Indonesia membuat permintaan akan pakan ayam melambung. Penting untuk dikembangkan metode dalam penentuan kualitas daging dan pakan mengunakan pendekatan biologi. Tim Riset GAMA Ayam Fakultas Biologi UGM melakukan Inovasi dengan mengunakan otot pektoral ayam sebagai model pengukuran kualitas daging pada beberapa perlakuan pakan. Parameter performa otot pektoral yang diamati meliputi berat otot, luas area otot, dan diameter miofiber pada ayam uji umur 7 hari.

Dr. Hendry T. S. S. G. Saragih, M.P. sebagai ketua tim riset INSINAS mempresentasikan hasil riset pada acara Seminar Ilmiah INSINAS mengemukaan bahwa pakan ayam dengan kualitas bagus menghasilkan data performa otot Pektoral yang secara signifikan(p<0,05) lebih tinggi dibandingkan dengan pakan dengan kualitas buruk. Beliau memaparkan lebih lanjut bahwa pakan unggul akan memacu mendorong poliferasi sel satelit yang akan mendonorkan inti menjadi miofiber menyebabkan perkembangan otot pektoral lebih tinggi dengan kualitas bagus (Gambar 1). Daging berkualitas merupakan biomasa daging yang berasal jumlah miofiber yang tinggi dan diameter sempit (Gambar 2A), bukan berasal dari jumlah miofiber rendah dan memiliki diameter luas.

Lebih lanjut beliau memaparkan pakan dengan kualitas kurang baik tidak dapat menopang poliferasi sel satelit (Gambar 2B). Penelitian pengujian pakan dan daging ayam dibiayai oleh hibah INSINAS tahun angaran 2015 prospektif untuk dijadikan acuan dalam pengembangan pakan ayam dimasa depan sekaligus diharapkan pada tahun kedua dapat dikembangkan analisis berbasis performa otot pektoralis pada perlakukan hormon pertumbuhan sintesis dan perlakukan glonggongan (ABIP)

Keanekaragaman Hayati Indonesia Jadi Objek Penelitian Peneliti Asing

Penelitian Selasa, 24 November 2015

keanekaragaman-hayati-indonesia-jadi-objek-penelitian-peneliti-asing
Keanekaragaman Hayati Indonesia Jadi Objek Penelitian Peneliti Asing

YOGYAKARTA – Sekitar 250 ribu hingga 30 ribu spesies tumbuhan berpotensi sebagai sumber pangan dan pakan bahkan lebih dari 20 ribu sumber daya hayati berpotensi sebagai bahan obat-obatan tradisional dan modern. Namun begitu, baru 12 persen tanaman dan 5 spesis hewan yang dikembangankan sebaga sumber pangan. Tidak heran Indonesia menjadi objek lokasi penelitian dari peneliti asing. Peneliti Biologi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI),Rosichon Ubaidillah, hingga tahun 2013, trend penelitian asing di Indonesia menunjukka penelitian di bidang biologi paling banyak dilakukan peneliti asing di Indonesia. “Saya kira karena kekayaan sumber daya hayati tersebut,” kata Ubaidillah dalam workshop pengembangan kurikulum Biologi di Fakultas Biologi UGM, Senin (23/11).

Ia meneyebutkan, bidang penelitian selanjutnya yang paling bannyak dilakukan setelah biologi adalah biang ekologi dan primatologi. Selanjutnya penelitian zoologi, antropologi, arkeologi, oseanografi, arsitektur, vulkanologi dan paleoseismologi. Para peneliti asing tersebut paling banyak berasal dari Amerika Sertikat, Jepang dan Jerman.”Sekitar 22 persen dari amerika dan 15 persen dari Jepang,” katanya.

Ubaidillah mengatakan masih banyak keanekragaman hayati yang harus diteliti, tidak hanya oleh dilakukan oleh peneliti asing namun juga dari peneliti dari Indonesia. Ia menilai Indonesia memerlukan banyak peneliti di bidang biologi. Oleh karena itu, penyiapan sumber daya manusia yang berkualitas dari lulusan bidang biologi adalah kunci utama meningkatkan nilai tambah sumber daya hayati.”kita memelukan SDM handal untuk melakukan penelitian dari kekayaan mega diversity,” katanya.

Ia menambahkan kebutuhan akan SDM yang handal di bidang biologi diharapkan membuka peluang makin banyak tersedianya bahan obat-obatan, vaksisn, pangan dan energi sehingga industri berbasis sumberdaya biologi makin berkembang. “SDM yang berkualitas sangat bertumpu pada universitas yang memiliki kurikulum uyang dinamis dan searah dengan pembangunan nasional,” paparnya.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Biologi UGM, Dr. Budi Setyadi Daryono, M.Agr.Sc., mengatakan Fakultas biologi tengah melakukan pengembangan kurikulum dalam rangka pengembangan Fakultas Biologi sebagai pusat unggulan dalam pelestarian dan pemanfaatan keragaman sumber daya hayati tropika. Perubahan kurikulum nantinya akan memberi ruang lebih banyak bagi mahasiswa dalam menguasai keterampilan berkomunikasi, keterampilan bahasa, problem solving, profesionalisme, pembelajar sepanjang hayat, pengayaan ilmu lintas disiplin dan mengintegrasikan ekstra dan ko kurikuler ke dalam kurilum.

Dia menambahkan nilai nilai yang ditanamkan pada mahasiswa lewat perubahan kurikulum tersebut mengenai kesadaran mencintai lingkungan, meningkatkan semangat daya juang dan memperkuat ciri pribadi yang rendah hati.

Sementara dosen dari Charles Darwin University, Dr. Penny Wurm, mengatakan mahasiswa Fakultas Biologi sebaiknya diarahkan menguasai bidang ilmu lintas disiplin sehingga bisa bekerja di berbagai tempat. Dia menyebutkan di universitas Darwin mahasiswa jurusan ilmu lingkungan diarahkan mengasai kompetensi di bidang biodiversity, ilmu lingkungan dan budaya, hidrologi dan geomorfologi. “Semua harus didukung oleh tenaga pengajar yang juga harus kompeten menguasai bidang ilmu tersebut,” katanya. (Humas UGM/Gusti Grehenson)

Penelitian Tentang Genetika Populasi Katak Indonesia Masih Kurang

Penelitian Rabu, 2 Juli 2014

Sebagai bagian dari program akademik di lingkungan fakultas dalam rangka meningkatkan pengetahuan mahasiswa akan kemajuan teknik research dan keilmuan di bidang biologi, Fakultas Biologi UGM mengadakan kuliah umum berkenaan dengan peningkatan informasi mengenai kontribusi data molekular dalam bidang penelitian Herpetologi. Kuliah umum yang berlangsung di Ruang Sidang Bawah Universitas Gadjah Mada pada Jumat (13/06) lalu tersebut mendatangkan para ahli di bidang Biologi Molekular, khususnya dalam sistematika herpetofauna, yaitu Dr. Antonie Fouquet dan Dr. Amir Hamidy.

Dr. Antonie Fouquet adalah salah satu peneliti di The National Center for Scientific Research (CNRS) milik Prancis, yang berkonsentrasi terhadap penelitian mengenai anggota kelas Amphibia khususnya katak di Amazonia. Sementara Dr. Amir Hamidy, yang juga pernah mengenyam pendidikan di Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, merupakan salah satu peneliti di Departemen Zoologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Jakarta. Dr. Antonie Fouquet memaparkan berbagai kontribusi data molekular dalam mengestimasi keragaman Amphibia di Amazonia, serta sejumlah spesies yang Beliau temukan.

Pemaparan selanjutnya disampaikan oleh Dr. Amir Hamidy yang berkonsentrasi pada katak Indonesia.  “Penelitian tentang Genetika Populasi khususnya mengenai spesies dalam Kelas Amphibia sangat jarang dilakukan di sini (Indonesia, red.) dibanding dengan spesies langka yang lain seperti komodo misalnya”, papar Dr. Amir Hamidy dalam kuliahnya. “Tidak ada satupun spesies anggota Kelas  Amphibia yang dilindungi di Indonesia, riset tentang katak Indonesia masih banyak mengkaji tentang penemuan spesies baru dan penamaannya dalam rangka mengkalkulasikan kekayaan biodiversitas kita, belum mengarah ke genetika populasi”, ujarnya lebih lanjut.

Acara tersebut dibuka oleh Dekan Fakultas Biologi UGM, Dr. Suwarno Hadisusanto, S.U., dan dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Kerjasama dan Alumni, Dr. Endang Semiarti, M.S, M.Sc., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., serta jajaran dosen, karyawan  dan sedikitnya seratus mahasiswa program sarjana, pascasarjana, dan Pra-S2 di lingkungan Fakultas Biologi UGM.

“Saya berpikir ini adalah kesempatan yang sangat baik, kampus kita kehadiran dua tamu yang akan berbagi pengetahuan dalam bidang biologi molekuler, khususnya dalam mengestimasi populasi dan diversitas herpetofauna, baik di Amazonia oleh Dr. Antonie Fouquet dan di Indonesia oleh Dr. Amir Hamidy.” ujar Dr. Suwarno Hadisusanto dalam sambutannya. (Dzul/foto: Trisu_KMP_Bioloai_UGM)

PROPOSAL PENELITIAN HIBAH LABORATORIUM DANA MASYARAKAT FAKULTAS BIOLOGI UGM TA 2014

Penelitian Jumat, 14 Maret 2014

Metode Kelayakan, Monitoring dan Evaluasi

 

Desk evaluation, dimana reviewer akan menentukan kelayakan penelitian.

Site visit ke lokasi penelitian dan seminar hasil penelitian

Luaran:

– Laporan penelitian dan poster ukuran A4

– Bahan ajar/Artikel Ilmiah/Makalah seminar/skripsi/tesis

Biaya:

– Maksimum Rp 6.900.000,00 (termasuk pajak)

– Tidak ada pos honorarium untuk peneliti

– Tidak ada fee Fakultas tetapi harus mencantumkan fee laboratorium.

Pelaksanaan:

April – November 2014 (7 bulan)

Batas akhir penyerahan proposal:

– Jumat, 28 Maret 2014, jam 15.00 WIB

– Jumlah proposal : 3 eksemplar lengkap; cover depan plastik mika putih transparan,  cover belakang orange

– Proposal diserahkan ke Lab. Fisiologi Hewan-Dr. Nastiti Wijayanti/Bpk Sabardiman atau ke Sekretariat P2M (eks sekretariat I-MHERE)

Format Penulisan Proposal dapat diunduh di sini (file ms word .docx)

Sharing Hasil Studi Dr. Tri Rini Nuringtyas, S.Si., M.Sc., (S3) dan Donan Satria Yudha, S.Si., M.Sc. (S2).

Penelitian Senin, 17 Februari 2014

Bu Nuning menempuh studi S3 di Leiden University dan lulus pada tahun 2013. Pada kesempatan ini, beliau mempresentasikan hasil studinya dengan judul : “Pyrrolizidine Alkaloid Variation in Jacobaea Plants : from Plants Organ to Cell Level”. Pyrrolizidine alkaloids (PAs) pada genus Jacobaea dipilih sebagai model untuk mempelajari keanakeragaman metabolit sekunder. Berdasarkan biosintesisnya, PAs pada genus Jacobaea dikelompokkan menjadi empat grup, yaitu senecionine-, jacobine,-erucifioline-, dan otosenin-like Pas. Pyrrolizidine alkaloids diketahui sebagai toksin dan detternts yang efektif bagi herbivore dan serangga. Pada penelitian tersebut, beliau menguraikan mengenai variasi Pas yang terdistribusi pada level organ, jaringan dan sel. Beliau menggunakan pendekatan metabolomic untuk mempelajari variasi PAs yang terdistribusi pada level jaringan dan sel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akumulasi PAs pada Jacobaea plants memiliki pola yang spesifik.

Pak Donan, sebagai narasumber kedua, telah menyelesaikan S2 pada tahun 2008 di Negara Prancis. Judul penelitian beliau adalah “Re-evaluation of Ngawi 1 Cranium (Homo erectus, Java, IndonesiaI) Using 3D Images Assistance and Multi-Variance Analysis”. Sebagian besar fosil yang ditemukan di Indonesia, terdiri dari kranium yang tidak lengkap dan diluar konteks stratigrafi. Kranium Ngawi-1 tergolong spesial, karena sebagian besar diselubungi dengan sedimen yang keras pada bagian basalnya. Untuk menganalisis dan mendiskripsikan karakteristiknya tidak mungkin dilakukan tanpa melepaskan atau menghilangkan sedimen tersebut. Oleh karena itu, Pak Donan menggunakan CT scan dan selanjutnya hasil scan tersebut dilakukan analisis dengan 3D software (Amira, Mimics) untuk mendeskripsikan karakteristik bagian basal pada kranium Ngawi-1. Hasil scan membuktikan bahwa karakteristik basal pada kranium Ngawi-1 menunjukkan : tonjolan pada occipital externa dengan crista occipitalis; torus occipitalis; apophysis basilar dengan fossette motochordale; foramen ovale bagian kiri terkikis; dan foramen ovale bagian kanan dengan foramen spinosum. Analisis morfologi dan morfometrik menunjukkan bahwa cranium Ngawi-1 memiliki kemiripan karakteristik yang sangat dekat dengan kelompok Ngandong-Sambungmacan. (up-p2mksa).

Program Academic Exchange dari Saga University

Penelitian Rabu, 8 Januari 2014

  1. Surat pencalonan dari Dekan ditujukan ke Kepala Kantor Urusan Internasional (Bhs Indonesia)
  2. Formulir dari Saga University yang telah diisi
  3. Daftar riwayat hidup
  4. Karangan/Essay
  5. Dua surat keterangan sebagai mahasiswa aktif kuliah semester 5 dalam bahasa Inggris (Certificate of Enrollment)
  6. Surat rekomendasi dari fakultas (Dosen pembimbing dan atau Dekan) dalam bahasa Inggris
  7. Transkrip Nilai dalam bahasa Inggris yang dilegalisir (IPK minimal 3.25)
  8. Bagi mahasiswa yang akan mengambil kelas bahasa Jepang melampirkan JLPT dan lulus N2 atau lebih
  9. Pas foto 3×4 (5 helai)
  10. Surat keterangan sehat
  11. Surat pernyataan dari bank yang menyebutkan sejumlah uang yang dimiliki oleh mahasiswa untuk mendukung belajar di luar negeri
  12. Fotokopi paspor

Berkas pencalonan (rangkap 2 – asli dan fotokopi) disampaikan ke Kantor Urusan Internasional (KUI) UGM yang beralamat di komplek Bulaksumur F 13 Yogyakarta paling lambat 8 Februari 2014.

Penelitian Gama Ayam F. Biologi UGM di International Conference, Thailand

Penelitian Senin, 9 September 2013

ISBENS merupakan kegiatan rutin setiap tahun yang yang diadakan oleh Higher Education yang berpusat di Taiwan, yang merupakan agenda agenda pertemuan para peneliti, tenaga pendidik dan mahasiswa di tingkat internasional yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang penelitian terkini di bidang biologi dan pengetahuan alam yang melingkupi ilmu komputer, matematika, statistika, biologi, genetika, bioinformatika dan biomedis. Dari praktisi hingga akademisi ikut ambil peran dalam event ini.

Higher Education menerima abstrak dari beberapa negara seperti Jepang, Bangladesh, Taiwan, India, Indonesia, Myanmar, Australia dll. Kemudian melalui proses pengajuan aplikasi yang lengkap, berkas akan direview oleh reviewer yang kompeten dibidangnya. Dari ketatnya proses seleksi, salah satu penelitian yang terpilih adalah penelitian yang berjudul “The Inheritance of Phenotype Character on Chickens (Gallus gallus domesticus, Linnaeus 1758) Derived from Crosses Between Backross First Generation Chickens (BC1)” untuk kemudian dipresentasikan dalam conference.

Pada conference yang dilaksanakan pada tanggal 26-28 Juli 2013 tersebut, terdapat beberapa klaster sesi presentasi diantaranya klaster Biology / Biological Engineering/ Zoology, Plant Science , Chemistry / Chemical Engineering, Neuroscience / Pharmacology, dan Mathematics / Geological Sciences. Penelitian yang dipresentasikan adalah penelitian yang merupakan bagian dari penelitian yang dilakukan oleh Dr. Budi Setiadi Daryono, dalam hal ini peneliti juga dibimbing langsung oleh beliau dan bekerja sama dengan Tim Peneliti Ayam Laboratorium Genetika Fakultas Biologi UGM. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan kualitas ayam Pelung sebagai sumber ayam pedaging guna memperbaiki mutu dan mengembangkan ayam kampung atau ayam lokal sebagai sumber daging bagi masyarakat.

Pada sesi presentasi yang diikuti oleh kami, di klaster Biology / Biological Engineering/ Zoology, Plant Science dipimpin oleh Prof. Sivakumar Nallusamy dari Oman. Di forum tersebut presentasi kami mendapat sambutan yang hangat dari peserta conference. Tanggapan baik diberikan oleh peserta conference lain yang rata – rata merupakan peneliti senior, juga kebanyakan doktor dan guru besar di bidangnya masing – masing, ditambah lagi mengetahui saya adalah peserta yang merupkan undergraduate student dari Indonesia, peserta termuda dalam conference. Dan dari paper yang saya presentasikan ada beberapa pertanyaan yang dijadikan bahan diskusi di sesi yang saya miliki.

Jayalah selalu almamaterku, jayalah selalu Fakultas Biologi, jayalah selalu Universitas Gadjah Mada.

(PERPANJANGAN WAKTU) PENGAJUAN PROPOSAL PENELITIAN HIBAH PENELITIAN MAHASISWA DANA KERJASAMA ALUMNI (Dr. SETIADI AWARDS’ 2013)

Penelitian Kamis, 4 Juli 2013

Syarat Pengajuan:

  1. Hard copy proposal 2 eks.
  2. Soft file abstrak dalam bentuk Word/pdf.
  3. Mengisi form data pengusul penelitian dalam bentuk excel.
  4. Soft file abstrak dan form data pengusul penelitian dikirim ke alamat e-mail: nastiti_wijayanti@ugm.ac.id

Proposal dikumpulkan ke Sekretariat UP.P2M-KSA (eks I-MHERE), Gedung KPTU, Lt. 2 (u.p. Sdr. Lisna Hidayati, M.Biotech) atau ke Lab. Fisiologi Hewan (u.p. Dr. Nastiti Wijayanti, M.Si.)

Penerimaan proposal DIPERPANJANG sampai tanggal 19 AGUSTUS 2013

Panduan pengajuan proposal dapat dilihat di sini : fileberkas

Tata Cara Pengajuan Proposal Penelitian Hibah Penelitian Mahasiswa Dana Kerjasama Alumni (Dr. Ario Setiadi Award' 2013) Revisi

Penelitian Senin, 24 Juni 2013

File dalam bentuk ms word dan excel

Tata Cara Pengajuan Proposal Penelitian Hibah Penelitian Mahasiswa Dana Kerjasama Alumni (Dr. Ario Setiadi Award' 2013) Revisi

Penelitian Senin, 17 Juni 2013

Tata Cara Pengajuan Proposal Penelitian Hibah Penelitian Mahasiswa Dana Kerjasama Alumni (Dr. Ario Setiadi Award’ 2013) yang versi revisi di sini

Tata Cara Pengajuan Proposal Penelitian Hibah Penelitian Mahasiswa Dana Kerjasama Alumni (Dr. Ario Setiadi Award' 2013)

Penelitian Jumat, 7 Juni 2013

Tata Cara Pengajuan Proposal Penelitian Hibah Penelitian Mahasiswa Dana Kerjasama Alumni (Dr. Ario Setiadi Award’ 2013) dapat dibaca di sini

Penelitian Dosen Biologi UGM terpilih sebagai The Best Paper Presentation di The 1st Annual International Scholars Conference, Taiwan

Penelitian Rabu, 8 Mei 2013

Dalam seminar tersebut, Ardaning Nuriliani, M.Kes, dosen dari Laboratorium Struktur Perkembangan Hewan mempresentasikan penelitian berjudul “Growth Inhibition, Apoptosis Induction and Antiangiogenesis Activity of Ethanolic Extract of Dendrobium crumenatum Swartz” , dimana penelitian tersebut merupakan penelitian bersama dengan dosen Fakultas Biologi  UGM yang lain yakni Dr.biol.hom Nastiti Wijayanti dari Laboratorium Fisiologi Hewan, dan Dr. Yekti Asih Purwestri dari Laboratorium Biokimia, serta mengikutkan dua mahasiswa yakni Atiek Kusmiyati, dan Rizki Topriani. Penelitian ini berhasil memenangkan penghargaan sebagai “The Best Paper of Health and Pharmacy Cluster” dalam seminar yang diselenggarakan di Taiwan tersebut.

Lampiran foto-foto kegiatan seminar :

 

 

 

Save The Frog Day : Katak, Bioindikator Perubahan Lingkungan

Penelitian Selasa, 7 Mei 2013

Menurut Abrory Agus Cahya Pramana, Ketua KSH, sosialisasi tersebut  bertujuan untuk memberi informasi kepada masyarakat seputar pentingnya menjaga dan mencintai katak dan herpetofauna lainnya begitu juga dengan habitatnya. “Katak dan herpetofauna, seperti ular, dan kadal memiliki peran penting dalam keseimbangan ekosistem dan dapat menjadi biondikator lingkungan”, papar Abrory. Aksi sosialisasi tersebut mendapat respon positif dari pengelola, pengunjung wisata Telogo Muncar, maupun masyarakat perempatan sekitar Jl. C. Simandjuntak, Yogyakarta. “Banyak masyarakat yang menanyakan dan mencoba untuk mengetahui mengenai seberapa besar peranan amfibi dan reptil di lingkungan”, sahut Abrory. Kegiatan bersih lingkungan tersebut diharapkan dapat menambah kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 21 dan 27 April 2013 tersebut diikuti oleh para Anggota Muda dan Dewan Senior Kelompok Studi Herpetologi. Sebagai aksi penutup pada kedua rangkaian acara tersebut, maka dilakukan pembagian stiker yang mengusung tema mengenai Hari Bumi dan Save the Frog Day. Dalam stiker tersebut terdapat pesan-pesan menjaga lingkungan, beserta herpetofauna yang sangat mudah dipahami oleh masyarakat, dan tidak ketinggalan foto-foto lucu amfibi yang merupakan karya jepretan anak-anak KSH juga terdapat dalam stiker tersebut.

Beberapa jenis katak endemik Jawa yang harus dijaga kelestariannya antara lain Leptophryn cruentata dan Rhacoporus javanus. Menurut Yonathan dan Rizqia, Dewan senior KSH, Rhacoporus javanus yang merupakan spesies endemik Jawa, dapat dijumpai di daerah Telogo Muncar. “Rhacoporus javanus di Yogyakarta hanya dapat dijumpai di kawasan Telogo Muncar” tutur Rizqia. Katak dapat dijadikan bioindikator lingkungan, karena ketika lingkungan rusak, maka pada umumnya amfibi jarang menempati daerah tersebut. Kerusakan lingkungan, antara lain akibat pencemaran logam, dapat menyebabkan deformiti atau perubahan bentuk pada morfologi katak yang menempati suatu habitat.  (rd-acp, edt : ard)

Kompetisi Rencana Bisnis & Proposal Penelitian

Penelitian Kamis, 11 April 2013

ITB dan BlackBerry sedang menyelenggarakan sebuah ajang Kompetisi Rencana Bisnis dan Proposal Penelitian dengan tema Smart Society.

Adapun keterangan lebih lanjut bisa dilihat langsung di alamat website bbic.itb.ac.id

TATA CARA PENGAJUAN PROPOSAL PENELITIAN SKEMA HIBAH PENELITIAN DOSEN DANA BOPTN FAKULTAS BIOLOGI UGM TA 2013

Penelitian Senin, 8 April 2013

Penjelasan lebih lengkap dapat dibaca lebih lanjut di file dalam format pdf di bawah ini.

TATA CARA PENGAJUAN PROPOSAL PENELITIAN SKEMA HIBAH PENELITIAN DOSEN DANA BOPTN FAKULTAS BIOLOGI UGM TA 2013

Format untuk penulisan PROPOSAL PENELITIAN FAKULTAS BIOLOGI DANA BOPTN 2013 dapat didownload di sini

TATA CARA PENGAJUAN BANTUAN DANA PENELITIAN TAMAN NASIONAL MERU BETIRI (TNMB) TAHUN 2013

Penelitian Selasa, 5 Maret 2013

Prosedur pengusulan bantuan dana penelitian:

 

  1. Penerima dana penelitian adalah mahasiswa S1 yang sudah menyelesaikan 100 SKS (dibuktikan dengan fotocopy KTM dan KHS mahasiswa) dan telah menyelesaikan mekanisme pengajuan proposal di Fakultas Biologi UGM atau mahasiswa S2 yang telah memenuhi syarat untuk menempuh matakuliah thesis.
  2. Menyerahkan 2 proposal penelitian yang sudah disetujui oleh Dosen Pembimbing dan di sahkan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik untuk kebutuhan pengusulan proposal. Format proposal disesuaikan dengan format fakultas.
  3. Proposal dalam bentuk hardcopy dan kelengkapannya dikirimkan ke TNMB melalui fakultas
  4. Proposal dan kelengkapannya dikirimkan ke: Ibu Lisna Hidayati, M.Biotech (Lab. Biologi Dasar) untuk diproses dan diteruskan ke Kepala Balai TNMB.
  5. Pengumuman penerima hibah dapat dilihat di website TNMB (www.merubetiri.com)
  6. Bagi pengusul yang masuk seleksi, diwajibkan melengkapi surat ijin masuk kawasan konservasi (Simaksi), surat perjanjian penelitian dan administrasi keuangan.

Masing-masing mahasiswa penerima bantuan dana penelitian yang telah disetujui proposalnya memiliki:

HAK:

Dana sebesar Rp. 1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu rupiah) untuk melakukan penelitian di TNMB

KEWAJIBAN:

Menyerahkan 3 skripsi jadi (dalam bahasa Indonesia) kepada fakultas untuk diteruskan ke TNMB.

TOPIK-TOPIK PENELITIAN YANG DIBUTUHKAN TNMB DALAM RANGKA

OPTIMALISASI PENGELOLAAN KEANEKARAGAMAN HAYATI

No

Tema SDAHE

Topik Penelitian

Target

1

Keanekaragaman species

  1. Jenis parasitik pada penyu dan tukik Sukamade

 

  1. Keanekaragaman jenis insecta/mollusca

 

  1. Distribusi/habitat elang jawa

 

  1. Areal jelajah/sebaran/habitat/populasi /genetik banteng

 

  1. Distribusi/keragaman jenis/karakterisasi genetik/kelimpahan/fenologi Rafflesia zollingeriana/pule pandak/bambu manggong/tumbuhan obat TNMB

 

1 judul

 

 

1 judul

 

3 judul

 

3 judul

 

 

6 judul

2

Keanekaragaman ekosistem

  1. Stratifikasi komunitas/clusterisasi penyusun ekosistem hutan TNMB

 

  1. Valuasi potensi hayati di berbagai ekosistem/ekstraksi kandungan kimia berbagai jenis hayati

 

1 judul

 

 

2 judul

3

Sosial, ekonomi dan budaya

Identifikasi pemanfaatan hayati oleh masyarakat sekitar kawasan

 

1 judul

4

Kebijakan konservasi

Implementasi peraturan perundangan dalam pengelolaan zona rehabilitasi TNMB

 

1 judul

 

 

 

SELEKSI CALON PESERTA OLIMPIADE NASIONAL MIPA-PT BIDANG BIOLOGI TAHAP I

Penelitian Kamis, 21 Februari 2013

Syarat Pendaftaran :

1. Peserta adalah mahasiswa dari program studi Strata Satu (S1) UGM, angkatan tahun 2009 atau sesudahnya, dan terdaftar sebagai mahasiswa sampai dengan tanggal 31 Agustus pada tahun pelaksanaan seleksi, berasal dari bidang ilmu Biologi atau yang relevan/serumpun.

2. Peserta belum pernah mendapatkan medali emas atau Juara I dalam ON MIPA-PT atau OSN-Pertamina.

3.  Mengisi Formulir yang sudah disediakan oleh Panitia ketika mendaftar.

Jadwal Seleksi

NO

Kegiatan

Waktu

Ket

1

Pendaftaran seleksi calon peserta ON MIPA-PT Bidang Biologi Tahap I (Tingkat Universitas )

21 Februari – 1 Maret 2013

Di Sekretariat I-MHERE, Gedung KPTU Lt 2, Fakultas Biologi UGM.

2

Pengumuman pendaftar yang dapat mengikuti tes seleksi Tahap I

4 Maret 2013

Melalui website Fakultas Biologi www.biologi.ugm.ac.id

3

Tes ON MIPA-PT Bidang Biologi Tahap I (Tingkat Universitas)

8 Maret 2013

Fakultas Biologi UGM

 

Mengetahui,

Wakil Dekan Bidang Penelitian,Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Kerjasama

 

 

Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc.

NIP. 19621123 198803 2 001

 

Koordinator Seleksi Peserta ON MIPA-PT Bidang Biologi Tingkat Universitas

 

 

Dr. Niken Satuti Nur Handayani, M.Sc

NIP. 19651228 199103 2 006

Format Laporan Hasil Penelitian Hibah Dana Masyarakat Fakultas Biologi UGM 2012

Penelitian Minggu, 18 November 2012

Diumumkan kepada para penerima hibah penelitian laboratorium Dana Masyarakat Fakultas Biologi UGM 2012, berikut adalah format untuk laporan akhir sementara (Laporan Hasil Penelitian Tahap II) untuk dosen dan mahasiswa.

Format laporan untuk kategori dosen, klik pada link berikut :

Pedoman laporan kemajuan thp ii dosen from saridarmasiwi

Format laporan untuk kategori mahasiswa, klik pada link berikut :

Pedoman laporan kemajuan tahap ii mhsw from saridarmasiwi

Mahasiswa Pascasarjana Fakultas Biologi UGM Tingkatkan Kualitas Penelitian di Kebun Biologi, Museum Biologi, dan Biologi Field Station

Penelitian Kamis, 13 September 2012

 

Drs. Sutikno, S.U, Tim leader aktivitas tersebut, mengatakan bahwa melalui Hibah I-MHERE yang dilaksanakan oleh mahasiswa Pascasarjana Fakultas Biologi UGM beserta dosen pembimbingnya diharapkan dapat meningkatkan penelitian seputar Kebun Biologi, Museum Biologi, dan Stasiun Penelitian Sawit Sari serta dapat meningkatan kualitas pelayanan lokasi riset tersebut.

Pada seminar hasil akhir tersebut dipresentasikan enam penelitian mahasiswa Pascasarjana Fakultas Biologi, yaitu Utaminingsih, S.Si, Yus Hargono Cahyaning Yudi, S.Si. & Rohmat Priya Atmaja,S.Si , Sita Ratnawati, S.Si., Utari Saraswati, S.Si., Nungki Amalia Puspa Kirana, S.Si & Ardhiani Kurnia Hidayanti, S.Si., dan Widhianto Tricahyadi, S.Si. Dengan menghadirkan  reviewer  Dr. R.C. Hidayat Soesilohadi, M.S., Dr. Erny Poedjirahajoe, M.P., serta Dra. Neni Trilusiana Rahmawati, M.Kes., Ph.D.

Keenam hasil penelitian tersebut memiliki output khusus  yang dapat meningkatkan  kualitas penelitian di ketiga lokasi  serta menambah data seputar biodiversitas tropis Indonesia. Widhianto misalnya dengan penelitian tentang Gama Ayam, yang bertujuan untuk meningkatan kesejahteraan masyarakat melalui budidaya Gama Ayam secara ekstensif. Sedangkan penelitian Yus & Rohmat, Utaminingsih, dan Utari  masing masing mengungkap tentang potensi tanaman dari genus Piper sebagai antikanker, studi tentang cabai, dan studi seputar virus yang menyerang pepaya di Indonesia. Lain lagi dengan penelitian Sita, Nungki & Ardhiani yang mengeksplorasi keberadaan cacing tanah, bakteri dan kapang dari serasah daun yang berpotensi mempercepat proses pengomposan.

Koordinator PIC  I-MHERE Fakultas Biologi UGM Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc.  saat menutup acara seminar tersebut, mengatakan bahwa walaupun penelitian hibah I-MHERE  telah berakhir, beliau berharap penelitian tersebut dapat tetap berkelanjutan. “Para peniliti juga dapat menyampaikan kepada pihak Fakultas seputar kendala maupun usulan agar dapat meningkatkan kualitas ketiga lokasi penelitian tersebut”, papar beliau. (ard)

Pengumuman Pemenang Hibah Draft Paten I-MHERE

Penelitian Jumat, 27 Juli 2012

Berikut diumumkan nama-nama pemenang Hibah Draft Paten I-MHERE

 

Pengumuman ipr draft grant from saridarmasiwi.

Pameran Penelitian dan Inovasi di Research Week UGM 2012

Penelitian Selasa, 24 Juli 2012

 

Fakultas Biologi UGM bersama dengan 17 fakultas lain turut menyemarakkan pameran ini, dan kali ini Fakultas Biologi menampilkan tema “ Pemanfaatan Biodiversitas Tropika berbasis EfSD dan Environmentally Sustainable Development (ESD) untuk Kesejahteraan Masyarakat” . Stand Fakultas Biologi menampilkan penelitian dari Laboratorium Genetika berupa Gama Melon dan Gama Ayam, Laboratorium Bioteknologi dengan Gama Anggrek, Laboratorium Entomologi dengan produk dari ulat sutra, berbagai spesimen hewan awetan dari Laboratorium Sistematika Hewan dan Struktur Perkembangan Hewan, serta kontribusi dari Unit Kegiatan Mahasiswa di Fakultas Biologi UGM.

Stand Fakultas Biologi cukup menarik animo pengunjung, baik mahasiswa baru ataupun masyarakat umum yang berminat mengenal lebih lanjut mengenai Fakultas Biologi UGM. Selain pameran, Fakultas Biologi UGM juga mengadakan talkshow, yang cukup meriah diselenggarakan di Panggung Graha Sabha Pramana. Melalui partisipasi Fakultas Biologi dalam agenda universitas ini diharapkan dapat lebih mensosialisasikan aktivitas dan dinamika yang ada di lingkup Fakultas Biologi UGM. (-sa)

Pengumuman Pemenang Tim Penyelenggara dan Pengembangan Penelitian Fakultas (TP3F) Mahasiswa

Penelitian Senin, 14 Mei 2012

Untuk itu Saudara dimohon untuk menyerahkan proposal yang telah direvisi baik substasi maupun dana yang disetujui sesuai dengan hasil evaluasi proposal sebanyak 2 eksemplar, warna sampul hijau (depan dan belakang sama) ke Ibu Dwi Umi Siswanti, M.Sc-Laboratorium Fisiologi Tumbuhan, paling lambat pada hari Selasa, 15 Mei 2012. Untuk mempercepat proses administrasi penandatanganan kontrak, para ketua peneliti dimohon mengirimkan terlebih dahulu revisi judul penelitian yang telah di konsultasikan dengan dosen pembimbing ke alamat email: nastitiw@yahoo.com.

Atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih.

DAFTAR PROPOSAL PENELITIAN MAHASISWA 2012 (TP3F)

LOLOS DIDANAI DENGAN DANA MASYARAKAT FAKULTAS 2012

No

Judul

Ketua Peneliti

No Mhsw

Pembimbing

Dana Penelitian (Rp)

1

Aktivitas Harian dan Preferensi Pohon Tidur Lutung Budeng (Trachypithecus auratus E. Geoffroy, 1812) di HutanPlawangan Taman Nasional Gunung Merapi

Yunita Dwi Setyorini

BI/08090

Dr. Retno Peni Sancayaningsih, M.Sc.

3.994.000

2

Karakterisasi Molekuler Isolat bakteri Amilolitik Dari pantai Sundak, Krakal dan Drini, Yogyakarta Berdasarkan Sekuen 16S rDNA

Annas Rabbani

BI/08126

Dr. Yekti Asih Purwestri, M.Si.

4.000.000

3

Isolasi, Skrining, Identifikasi dan Uji Aktivasi bakteri Indegenous Selokan Mataram Pendegradasi Deterjen

Agus Hendriyanto

BI/08111

Drs. Langkah Sembiring, M.Sc.,Ph.D.

3.959.320

4

Distribusi dan Kemelimpahan Herpetofauna di Lereng Selatan Gunung Merapi: Sebagai Pendukung Status taman Nasional

Diah Fitri Ekarini

BI/08291

Donan Satria Yudha, S.Si.,M.Sc.

4.000.000

5

Studi Bioaktif ekstrak Etanolik Marchantia sp. Sebagai Alternatif Pengendali Kimia Nabati Nyamuk Aedes aegypti L

Eza Darisqi

BI/08714

Soenarwan Hery Poerwanto, S.Si., M.Kes.

4.000.000

 

 

 

 

Dengan hormat,

Berdasarkan hasil evaluasi proposal (desk evaluation dan presentasi) oleh Tim Reviewer, dengan ini kami beritahukan bahwa proposal penelitian yang saudara ajukan dapat disetujui untuk dibiayai dengan Dana Masyarakat Fakultas Biologi UGM, Tahun Anggaran 2012. Jangka waktu penelitian selama 6 bulan (Mei – November 2012).

Untuk itu Saudara dimohon untuk menyerahkan proposal yang telah direvisi baik substasi maupun dana yang disetujui sesuai dengan hasil evaluasi proposal sebanyak 2 eksemplar, warna sampul hijau (depan dan belakang sama) ke Ibu Dwi Umi Siswanti, M.Sc-Laboratorium Fisiologi Tumbuhan, paling lambat pada hari Selasa, 15 Mei 2012. Untuk mempercepat proses administrasi penandatanganan kontrak, para ketua peneliti dimohon mengirimkan terlebih dahulu revisi judul penelitian yang telah di konsultasikan dengan dosen pembimbing ke alamat email: nastitiw@yahoo.com.

Atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih.

DAFTAR PROPOSAL PENELITIAN MAHASISWA 2012 (TP3F)

LOLOS DIDANAI DENGAN DANA MASYARAKAT FAKULTAS 2012

No

Judul

Ketua Peneliti

No Mhsw

Pembimbing

Dana Penelitian (Rp)

1

Aktivitas Harian dan Preferensi Pohon Tidur Lutung Budeng (Trachypithecus auratus E. Geoffroy, 1812) di HutanPlawangan Taman Nasional Gunung Merapi

Yunita Dwi Setyorini

BI/08090

Dr. Retno Peni Sancayaningsih, M.Sc.

3.994.000

2

Karakterisasi Molekuler Isolat bakteri Amilolitik Dari pantai Sundak, Krakal dan Drini, Yogyakarta Berdasarkan Sekuen 16S rDNA

Annas Rabbani

BI/08126

Dr. Yekti Asih Purwestri, M.Si.

4.000.000

3

Isolasi, Skrining, Identifikasi dan Uji Aktivasi bakteri Indegenous Selokan Mataram Pendegradasi Deterjen

Agus Hendriyanto

BI/08111

Drs. Langkah Sembiring, M.Sc.,Ph.D.

3.959.320

4

Distribusi dan Kemelimpahan Herpetofauna di Lereng Selatan Gunung Merapi: Sebagai Pendukung Status taman Nasional

Diah Fitri Ekarini

BI/08291

Donan Satria Yudha, S.Si.,M.Sc.

4.000.000

5

Studi Bioaktif ekstrak Etanolik Marchantia sp. Sebagai Alternatif Pengendali Kimia Nabati Nyamuk Aedes aegypti L

Eza Darisqi

BI/08714

Soenarwan Hery Poerwanto, S.Si., M.Kes.

4.000.000

Panduan Pengajuan dan Pembuatan Draft Paten I-MHERE subactivity 2.2.1-III

Penelitian Selasa, 8 Mei 2012

Berikut disampaikan pengumuman dari I-MHERE Subactivity 2.2.1-III mengenai Panduan Pengajuan dan Pembuatan Draft Paten, disertai deskripsi dan contoh terlampir.

Ipr

View more documents from saridarmasiwi.

Prosedur paten

View more documents from saridarmasiwi.

Naskah batako gedeg 12.11.2009 final

View more documents from saridarmasiwi.

Gambar batako gedheg 09 11-12 final

View more documents from saridarmasiwi.

Pengumuman Hasil Seleksi TP3F (Tahap 1)

Penelitian Selasa, 24 April 2012

Bersama ini diberitahukan nama-nama pengusul Proposal Penelitian Hibah Mahasiswa Dana Masyarakat Fakultas Biologi Tahun 2012 yang masuk dalam seleksi Tahap II. Kami mengundang seluruh anggota Tim Peneliti yang lolos seleksi, untuk mempresentasikan Proposal Penelitian pada: 
Hari, tanggal    : Kamis, 3 Mei 2012
Pukul    : 13.00 – 16.15 
Tempat    : Ruang Sidang Bawah, Gedung KPTU Fakultas Biologi UGM

Demi kelancaran seminar, setiap pengusul penelitian diharapkan menghadiri semua rangkaian acara dari awal sampai akhir dan mengumpulkan Ringkasan Usulan Penelitian (1 lembar, ditulis dengan font Arial ukuran 11, jarak 1 spasi) yang berisi: Judul, Nama Ketua dan anggota peneliti, Latar belakang, Tujuan, Cara Kerja, dan Analisis Hasil. Ringkasan tersebut diperbanyak 25 eks dan dibawa pada saat presentasi proposal. Alokasi waktu untuk presentasi adalah 20 menit (penyajian dan diskusi). Peneliti utama yang berhalangan dapat mewakilkannya pada Peneliti anggota. Undangan presentasi dapat diambil pada masing-masing dosen pembimbing.

 

 

Pengumuman seleksi tahap i mhsw

View more presentations from saridarmasiwi

Kyoto University Hakubi Project for Young Researcher

Penelitian Selasa, 17 April 2012

Sehubungan dengan adanya tawaran dari Kyoto University-Jepang maka dengan ini kami menginformasikan kepada para young researcher (associate Proffesor/assistant Proffesor atau dosen yang memiliki gelar doktor yang berminat untuk mengikuti program “Kyoto University Hakubi* Project to Foster and Support Young Researcher 2012. Deadline aplikasi adalah tanggal 8 Mei 2012. Keterangan lebih lanjut dapat dilihat pada website resmi : www.hakubi.kyoto-u.ac.jp/eng/index.html

Form registrasi dapat diunduh di http://www.hakubi.kyoto-u.ac.jp/form/form_en.php

Panduan Publication Award I-MHERE subaktivitas 1.1.

Penelitian Selasa, 17 April 2012

Berikut adalah Panduan Pengusulan Publication Award yang merupakan bagian dari kegiatan I-MHERE subaktivitas 1.1. Bagi staf Fakultas Biologi UGM yang tertarik dipersilahkan untuk mengajukan. Terimakasih.

 

Sub Activity 1.1. Enhancing Quality of Research and Publication on Biodiversity

1.1.3. Publication Award

 

Panduan Pengusulan untuk Penghargaan Publikasi Internasional

 

 

Informasi Umum

  1. Hibah ini hanya tersedia untuk Staf Akademik Fakultas Biologi, UGM; sebagai penulis pertama.
  2. Naskah publikasi yang diusulkan adalah naskah yang sudah diterima/dipublikasikan pada tahun mulai tahun 2010 sampai dengan Juli 2012  di jurnal ilmiah internasional/berkala internasional, dan belum pernah mendapatkan hibah sejenis baik dari dalam maupun dari luar negeri.
  3. Jurnal tujuan adalah jurnal ilmiah internasional/berkala internasional.

 Pengajuan Usulan

  1. Pengusulan dimulai pada tanggal 14Februari 2012 dan ditutup pada tanggal akhir 16 Juli 2012.
  2. Penerima hibah akan diumumkan pada 27 Juli  2012.

 Syarat Pengajuan

  1. Diusulkan oleh penulis pertama (Dosen Fakultas Biologi UGM).
  2. Mengumpulkan reprint naskah.
  3. 3.      Cover dan list of contentdari jurnal/berkala yang memnerbitkan naskah tersebut (bagi naskah yang sudah diterbitkan).
  4. Acceptance letter untuk publikasi yang masih dalam proses penerbitan (bisa berupa pemberitahuan yang disampaikan melalui e-mail).

 

Kondisi Award

  1. Delapan pemenang akan ditentukanmelalui review, berdasar:

–          Impact factor jurnal

–          Keluasan bidang kajian

  1. SebesarIDR 5,000,000 akan diberikan kepada masing-masing pemenang (termasuk pajak).

  

Team Leader

                       

Dr. biol. hom. Nastiti Wijayanti, M.Si.

Pengumuman Kegiatan TP3F

Penelitian Senin, 26 Maret 2012

 

Berikut pengumuman terbaru dari TP3F, pengumpulan proposal diundur hingga hari Rabu, 28 Maret 2012.

1 2012 pengumuman penelitian damas lab

View more documents from saridarmasiwi.

2 2012 pengumuman penelitian mahasiswa

View more documents from saridarmasiwi.

3 2012 undangan monev internal pkm

View more documents from saridarmasiwi.

Kisi kisi hibah penelitian da mas 2012

View more documents from saridarmasiwi.

Tp3 f format proposal hibah-dosen-2012

View more documents from saridarmasiwi.

Tp3 f for-mat proposal hibahmahasiswa – 2012

View more documents from saridarmasiwi.

Pengumuman Pemenang Hibah IMHERE 2.1.4.

Penelitian Kamis, 8 Maret 2012

Berikut nama pemenang hibah I-MHERE 2.1.4. beserta penjelasan. Mohon dijadikan perhatian. Terimakasih

 

Pemenang grantee

View more documents from saridarmasiwi.

Pengumuman: Deadline proposal IMHERE

Penelitian Minggu, 26 Februari 2012

Diumumkan bahwa deadline pengumpulan proposal untuk hibah IMHERE 2.1.4. paling lambat tanggal 25 Februari 2012 pukul 09.00

 

Terimakasih

Program Insentif Riset Unggulan Klaster UGM dan Program Insentif Riset Inkubasi UGM dengan sumber Dana Masyarakat (DAMAS) UGM Tahun Anggaran 2012

Penelitian Selasa, 7 Februari 2012

Proposal 2 (dua) Program Insentif ini dapat dikirim paling lambat Hari Senin tanggal 5 Maret 2012. Panduan penulisan proposal Program Insentif Riset Inkubasi UGM dapat dilihat pada  http ://lppm.ugm.ac.id/info-lppm/405 sedangkan panduan penulisan proposal Program Insentif Riset Unggulan Klaster UGM dapat dilihat pada http://lppm.ugm.ac.id/info-lppm/406.

Hibah penelitian I-MHERE Fakultas Biologi UGM : Mengungkap Biodiversitas Tropis di Kebun Biologi, Museum Biologi, dan Stasiun Penelitian Sawit Sari

Penelitian Jumat, 3 Februari 2012

Menurut  Koordinator PIC  I-MHERE Fakultas Biologi UGM Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc.  Sejak tahun 2010, Fakultas Biologi UGM telah  mengadakan serangkaian kegiatan untuk meningkatkan kualitas Kebun Biologi, Museum Biologi, dan Stasiun Penelitian Sawit Sari. “Fakultas Biologi telah meningkatkan fasilitas di ketiga lokasi tersebut ”, papar Dr. Endang.  Hal senada disampaikan oleh PIC aktivitas 2 Dr. Budi S. Daryono, M.Agr.Sc. yang mengatakan bahwa serangkaian kegiatan dan peningkatan fasilitas telah dilakukan oleh Fakultas Biologi UGM  seperti pengadaan 12 spesies langka di Kebun Biologi, pembangunan gerbang dan polynet di Stasiun Penelitian Sawit Sari, training pengelola Museum Biologi di Museum Bogor, penambahan  koleksi biji-bijian dari seluruh Indonesia, dan penambahan aneka koleksi flora maupun fauna di  Museum Biologi. “Peningkatan fasilitas tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas riset”, papar Dr. Budi.

Drs. Sutikno, S.U, Leader aktivitas tersebut, mengatakan bahwa Hibah I-MHERE tersebut ditujukan kepada mahasiswa S2 dan S

3 Fakultas Biologi UGM beserta dosen pembimbing              tesis/disertasinya.  I-MHERE  Fakultas Biologi UGM menyediakan dana riset  120 juta, masing-masing 20 juta untuk enam pemenang hibah. Melalui riset, diharapakan terdapat peningkatan penelitian seputar tiga lokasi riset tersebut, peningkatan kulitas pelayanan dan  data seputar biodiversitas tropis di Indonesia.

Kebun Biologi yang dikelola oleh Fakultas Biologi UGM, memiliki berbagai koleksi flora dan fauna. Koleksi tumbuhan yang terdapat di Kebun Biologi antara lain Beringin (Ficus benjamina), Meranti (Shorea javanica), Randu Alas (Salmalia malabarica) dan berbagai jenis tumbuhan lainnya. Selain itu, Kebun Biologi  merupakan habitat bagi berbagai jenis burung antara lain Cangak Abu (Ardea cinerea), Koak Malam Kelabu (Nycticorax nycticorax), Kutilang (Pycnonotus aurigaster) dan sebagainya. Sedangkan  Museum Biologi merupakan satu-satunya Museum Biologi Perguruan Tinggi di Indonesia, yang menyimpan koleksi berupa benda-benda hayati dan fosil; sejumlah sekitar 4000 buah specimen. Koleksi tersebut meliputi hewan anggota avertebrata sebanyak 627 spesimen; hewan anggota vertebrata sebanyak 471 spesimen; dan tumbuhan (tingkat rendah-Cryptogamae dan tingkat tinggi-Phanerogamae) sejumlah herbarium kering 1.772 spesies dari 180 familia dan herbarium basah 360 buah; rekonstruksi kerangka bebarapa hewan dan manusia; serta koleksi fosil. (ardh)

 

Program Kreatifitas Mahasiswa

Penelitian Kamis, 2 Februari 2012

TRADISI PRESTASI TIADA HENTI

AYO BUAT PROPOSAL

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

 

  • ARTIKEL ILMIAH (PKM-AI)
  • GAGASAN TERTULIS (PKM-GT)

Kompetensi penulisan ilmiah Mahasiswa S1 dan Diploma dari semua bidang ilmu. Dalam bentuk Artikel Ilmiah dan Gagasan Tertulis dari Hasil Karya Ilmiah Mahasiswa atau Kelompok Mahasiswa. Tulisan mengacu pada format panduan PKM, setiap pesrta wajib mengisi form data PKM.

  1. Karya tulis dalam bentuk hard copy siap terbit (camera ready) masing-masing judul rangkap 3 eksemplar
  2. Sampul warna hijau muda untuk PKM-AI dan coklat untuk PKM-GT
  3. Soft copy dalam bentuk CD dengan format Ms Word dan PDF rangkap 1

Pedoman dapat didownload pada website : http://pkm.dirmawa.ugm.ac.id atau http://dikti.kemdiknas.go.id dengan headline : Pedoman PKM 2011

Entri data melalui website Direktorat Kemahasiswaan http://pkm.dirmawa.ugm.ac.id tanggal 24 s.d Februari 2012. penyerahan karya tulis ke Direktorat Kemahasiswaan tanggal 16 s.d 28 Februari 2012

  • Peserta PKM-GT yang tulisannya dinilai baik oleh tim penilai akan memperoleh insentif Rp. 3.000.000,- dan dipresentasikan pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) XXV tahun 2012
  • Peserta PKM-AI yang tulisannya dinilai baik akan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah dikti dan memperoleh apresiasi DP2M sebesar Rp. 3.000.000,-

Penerimaan Proposal Program Kreativitas Mahasiswa Artikel Ilmiah ( PKM-AI ) dan Program Kreativitas Mahasiswa Gagasan Tertulis ( PKM-GT )

Penelitian Kamis, 26 Januari 2012

 

Karya tulis dikirim ke Direktorat Kemahasiswaan UGM paling lambat tanggal 28 Februari 2012 dengan ketentuan :

1. Entry data karya tulis dilaksanakan di http://pkm.dirmawa.ugm.ac.id pada tanggal 14 s.d. 24 Februari 2012

2. Sebelum Karya Tulis diserahkan ke Direktorat Kemahasiswaan karya tulis dapat dikonsultasikan ke Pembina Penalaran UGM melalui e-mail sebagai berikut:

2.1.   Dr. Med. Indwiani Astuti,                 indwiani@gmail.com

2.2.   Prof. Dr. Ir. Jamasri,                        jamasri_tmugm@yahoo.com

2.3.   Dr. Ir. Wahyu Supartono,                wastono@yahoo.com

2.4.   Dr. Ir. Edi Suryanto, M.sc.,             edi_ugm@yahoo.com

2.5.   Ir. Sri Astuti Soedjoko,                    esti_budiutami@yahoo.com

2.6.   Dra. Avin Fadilla Helmi, M.Si.,            avinpsi@gmail.com

2.7.   Dra. Hayatul Cholsy, S.S., M.Hum,     upikpanjono@yahoo.fr

2.8.   Hempri Suyatna, S.Sos., M.Si.,         hempry@yahoo.com

2.9.   Dr. Edy Meiyanto, M.Si., Apt.,          meiyan_e@ugm.ac.id

2.10. Dr. Ir. Endy Suwondo,                    endys@gadjahmada.edu

2.11. Dr. Ir Taryono,                               taryono@faperta.ugm.ac.id

2.12. Dr. Iip Izul Falah,                             iip_mipa@ugm.ac.id

2.13. Ir. Gatot Murdjito, M.S.,                   gatot_murdjito@yahoo.com

3. Karya Tulis dikirim dalam bentuk hard copy siap terbit (camera ready) masing-masing judul dibuat rangkap 3 (tiga) eksemplar

4. Membuat soft copy dalam bentuk CD dengan format MS World dan PDF 1 (satu) keping

5. Sampul Warna Hijau Muda untuk PKM-AI dan Warna Coklat untuk PKM-GT Perlu kami informasikan bahwa pedoman pengajuan usulan proposal PKM-AI dan PKM-GT dapat di download pada website : http://dikti.kemdiknas.go.id dengan headline : Pedoman PKM 2011.

Hibah Penelitain Mahasiswa Berpotensi Pengabdian Kepada Masyarakat

Penelitian Selasa, 16 Agustus 2011

Hibah Penelitain Mahasiswa Berpotensi Pengabdian Kepada Masyarakat LPPM-Direktorat Kemahasiswaan UGM dengan nilai pengajuan maksimal Rp. 7.500.000,00.

Informasi lebih lanjut dapat langsung dilihat di website : http://www.ppkb.ugm.ac.id

Penerimaan Proposal Program Kreativitas Mahasiswa Tahun 2012 dibiayai 2011

Penelitian Selasa, 16 Agustus 2011

Dengan persyaratan sebagai berikut :

1. Setiap usulan proposal dibuat rangkap 3 (tiga) dengan cover warna :

  • warna putih – PKM-P (bidang penelitian)
  • warna biru – PKM-T (bidang penerapan teknologi)
  • warna kuning – PKM-K (bidang Kewirausahaan)
  • warma merah – PKM-M (bidang pengabdian kepada masyarakat)
  • warna ungu – PKM-KC (bidang karya cipta)

2. Softcopy proposal dimasukkan dalam satu CD/DVD

3. Batas waktu pengajuan usulan selambat-lambatnya tanggal 27 September 2011 diterima di Direktorat Kemahasiswaan UGM, dengan pertimbangan jumlah proposal yang masuk± 1.000 (seribu)  dan proposal yang masuk akan dikoreksi oleh Pembina Penalaran Universitas

4. Sebelum hardcopy usulan PKM diserahkan ke Ditmawa UGM, dimohon ketua entri data melalui http://pkm.dirmawa.ugm.ac.id/pkm

Panduan lengkap dapat dilihat di http://pkm.dirmawa.ugm.ac.id/pkm

BIOLOGICAL AND MOLECULAR CHARACTERIZATION OF A NEW ISOLATE OF CUCUMBER GREEN MOTTLE MOSAIC VIRUS (CGMMV) IN INDONESIA

Penelitian Jumat, 29 Juli 2011

BIOLOGICAL AND MOLECULAR CHARACTERIZATION OF A NEW ISOLATE OF

CUCUMBER GREEN MOTTLE MOSAIC VIRUS (CGMMV) IN INDONESIA

 
Budi Setiadi Daryono1, Tri Joko2, Alin Liana3, Utari Saraswati1
1 Genetics Laboratory, Faculty of Biology, Gadjah Mada University, Yogyakarta 55281 Indonesia (Corresponding e-mail: bs_daryono@mail.ugm.ac.id)
2 Laboratory of Agricultural Biotechnology, Faculty of Agriculture, Gadjah Mada University, Yogyakarta 55281 Indonesia
3 Faculty of Mathematics and Natural Sciences STKIP Pembangunan Indonesia Makasar, Makasar Indonesia

 

ABSTRACT

Cucurbits grow throughout the Java island of Indonesia as dry season crops. However, the cucurbits ultivation has been faced with virus infections that reduce their production. Cucumber green mottle mosaic virus (CGMMV), which a member of the Genus Tobamovirus, has been reported infecting cucurbits in Indonesia. The most common symptoms of infected plants are leaf mosaic and mottling, growth stunting and malformation of leaf and fruit. The purpose of this research were to find out the occurrence of CGMMV infecting cucurbits in Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) and to identify the biological and molecular haracterization. Survey and samples collection were conducted in several fields in Sleman and Kulon progo, DIY during March – June 2009. Serological analysis confirmed that two angled loofah (Luffa acutangula L.) were positively infected by a virus related to Cucumber green mottle mosaic virus (CGMMV), and called CGMMV-ILa isolate. The reaction of indicator plants to CGMMV-ILa were the necrotic local lesion on Chenopodium amaranticolor, Chenopodium quinoa, and Momordica charantia. The mosaic symptoms on Citrullus lanatus, Cucumis sativus, Luffa acutangula, Nicotiana tabacum var. Virginia, and the chlorotic symptoms on Cucumis melo, but the CGMMV-ILa did not infect Lycopersicon esculentum. The coat protein (CP) of purified CGMMV-ILa detected with molecular weight of about 16 kDa by SDSPAGE analysis. Viral and complementary CGMMV-specific primer sets were designed for spanning the genome using previously reported CGMMV sequence. About 500bp of Coat protein (CP) gene of CGMMVILa was amplified by RT-PCR. The nucleotide sequence of CP gene of CGMMV- ILa shared 81% identities with several isolate of CGMMV. Based on these result, we identified CGMMV- ILa as a CGMMV isolate of Luffa acutangula, a member of Tobamovirus.

Keywords: CGMMV, cucurbits, coat protein, RT-PCR

Get Full paper here

Penelitian Variasi Genetik Diperlukan Untuk Pemetaan Keragaman Plasma Nutfah Dalam Usaha Perlindungan Plasma Nutfah Indonesia

Penelitian Sabtu, 25 Juni 2011

Menurut Dian Aruni, S.Si, yang mempresentasikan hasil penelitiannya yang berjudul “Variasi genetik Vanda foetida J.J.S (Orchidaceae) pada Populasi Gunung Dempo dan Hutan Lindung Padiampe Sumatera Selatan Berdasarkan Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD)”. Vanda foetida merupakan anggrek endemik Sumatera Selatan, yang memiliki nilai komersial cukup tinggi. Hanya saja karena penebangan hutan dan eksploitasi berlebihan, kini keberadaan populasi anggrek kebanggaan Indonesia tersebut semakin sedikit dan terancam punah, oleh karena itu diperlukan suatu usaha konservasi genetik, salah satunya melalui penelitian tersebut.

Judul penelitian lain yang ditampilkan dalam seminar tersebut adalah “Klasifikasi Intraspesifik Discorea alata L. Dibanding Spesies Discorea Berdasarkan Molekular dengan Analisis  RAPD” yang disajikan oleh Drs. Purnomo, M.S. Menurut beliau, Indonesia memiliki keanekaragaman jenis Uwi yang sangat tinggi,  Uwi juga dapat tumbuh pada daerah karst, sehingga cocok digunakan sebagai tumbuhan untuk pemanfaatan lahan kritis. “Uwi memiliki banyak potensi untuk terus dikembangkan, antara lain untuk diversifikasi pangan dijadikan sweet potato dan soft drink, dapat dijadikan lem, dan beragam pemanfaatan lainnya”, ujar Drs. Purnomo, M.S. Sampel Uwi yang digunakan dalam penelitian tersebut berasal dari Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Halmahera, Papua dan  berbagai daerah lainnya. “Melalui penelitian tersebut, dapat diketahui variabilitas Uwi di Indonesia berdasarkan teknik RAPD ”, imbuh beliau.

Selain kedua penelitian tersebut, dipresentasikan pula hasil penelitian yang berjudul “Isolasi dan Pengembangan Deteksi Coat Gene CGMMV (Cucumber green mottle mosaic virus) pada  Cucurbitaceae di DIY”, oleh Utari Saraswati, S.Si dan “Karakterisasi Kromosom Jagung (Zea mays L.) Lokal Madura Kultivar Talango dan Manding” oleh Sunu Perdananingtyas. Sebelum acara seminar tersebut ditutup, Ramdhan Nugraha, selaku ketua formasigen berharap agar apa yang telah disampaikan selama seminar tersebut dapat membuka wawasan dan bermanfaat bagi pengembangan ilmu. Laboratorium Genetika Fakultas Biologi UGM hingga saat ini, telah menghasilkan berbagai produk unggulan, antara lain Gama Ayam, Jagung, Biovincristine, Gama Melon Basket (GMB) dan Melodi Gama dengan keunggulannya lebih tahan penyakit dan hama, dan mengandung betakarotin dan vitamin C tinggi. (ardh)

 

Akreditasi

Berita Terakhir

  • Upacara Melepas Wisudawan-Wisudawati Program Sarjana Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada Periode II Tahun Akademik 2025/2026
  • Sosialisasi Program Kerja KSK Biogama 2026
  • Mahasiswa Fakultas Biologi UGM Wakili Indonesia dalam Youth Leaders Exchange and Conference (YLEC) Chapter Bangkok, Thailand 2026
  • Matalabiogama Laksanakan Kegiatan Pendakian di Gunung Bismo, Kabupaten Wonosobo
  • Mahasiswa Magister Biologi UGM melalui Inovasi KARSTIVA.ID Raih Silver Medal dan Poster Favorit pada 2nd International Student Summit 2026
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA

FAKULTAS BIOLOGI
Jalan Teknika Selatan, Sekip Utara,
Yogyakarta 55281
biologi-ugm@ugm.ac.id
Telepon/Fax: +62 (274) 580839

Tentang Kami

  • Sejarah
  • Organisasi
  • Staff
  • VISI, MISI & TUJUAN
  • Biodiversitas
  • Informasi Publik

KEMAHASISWAAN

  • Pelayanan Mahasiswa
  • Organisasi Mahasiswa
  • Pengajuan Kerja Praktik Lapangan
  • Izin Penelitian Lapangan
  • Layanan Konseling Mahasiswa

Akademik

  • Peraturan Akademik
  • Pengumuman Akademik

Survei Kepuasan Layanan

  • Survei Layanan Akademik
  • Survei Layanan KASDM
  • Survei Layanan P2MKSA
  • Survei Layanan Laboratiorum
  • Survei Layanan K5L dan Driver

Akreditasi

  • Image 1
  • Image 2
  • Image 3

© 2024 FAKULTAS BIOLOGI UNIVERSITAS GADJAH MADA

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju