• UGM
  • Portal Simaster
  • IT Center
  • Webmail
  • KOBI
  • Bahasa Indonesia
    • English
  • Informasi Publik
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Biologi
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Visi, Misi & Tujuan
    • Organisasi
    • Staff
      • Tenaga Pendidik
      • Adjunt Professor
      • Tenaga Kependidikan
      • Kepakaran dan Topik Riset Dosen
    • Fasilitas
      • Animal House
      • Kebun Biologi
      • Konsultasi Kesehatan Mental
      • Laboratorium
      • Museum Biologi
      • Perpustakaan
    • Galeri
      • Gedung Fakultas
      • Museum Biologi
      • Penelitian
      • Gama Melon
  • Akademik
    • Program Sarjana
      • Visi, Misi, dan Tujuan
      • Matakuliah S1
      • Pendaftaran Skripsi
      • Pendaftaran Ujian Skripsi
      • Pendaftaran Yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Klaim MK Ekstrakurikuler
    • IUP
    • Program Profesi
      • Apa itu PKKH ?
      • Sejarah Pendirian Program Studi PKKH
      • Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran Program Studi PKKH
      • Kompetensi Lulusan Program Studi PKKH
      • Bahan Kajian dan Profil Lulusan Program Studi PKKH
      • Kurikulum Program Studi PKKH
      • Pendaftaran Mahasiswa Baru PKKH
      • Informasi dan FAQ Program Studi PKKH
    • Program Magister
      • Deskripsi Program Magister Biologi
      • Mata Kuliah S2
      • Struktur Kurikulum Program Magister
      • Info Pendaftaran
      • PENDAFTARAN UJIAN KOMPREHENSIF
      • Pendaftaran Ujian Tesis
      • pendaftaran yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Tracer Study
    • Program Doktor
      • Visi, Misi, Tujuan, & Sasaran Program Doktor Biologi
      • Kurikulum Program Doktor
      • Info Pendaftaran
      • Pendaftaran Ujian Komprehensif
    • Akreditasi dan Jaminan Mutu
  • PENELITIAN & PENGGABDIAN
    • Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology
    • Berkala Ilmiah Biology
    • Pengelolaan Sampah
  • Kerja Sama
  • Alumni
    • Berita Alumni
    • BCADC (Web Alumni)
    • Data Kabiogama Pascasarjana
    • Data Kabiogama Sarjana
  • Beranda
  • Rilis Berita
  • hal. 166
Arsip:

Rilis Berita

Pelaksanaan (lanjutan) Program Pengabdian Tim Hibah TTG-2020 Fakultas Biologi di Desa Hargowilis Kulonprogo Yogyakarta : Pelatihan Praktik Budidaya Lebah Madu, Klanceng, dan Budidaya Kelengkeng Untuk Optimalisasi TTG berbasis Integrated Farm

Rilis BeritaTajuk Senin, 14 September 2020

Pada hari Rabu, 2 September 2020 Tim Hibah TTG-2020 Fakultas Biologi kembali mengadakan agenda di Desa Hargowilis, Kulonprogo. Dalam kegiatan tersebut dilaksanakan pelatihan dan praktik budidaya lebah madu, klanceng, dan budidaya kelengkeng. Acara tersebut dilaksanakan di rumah Pak Jumanto. Pak Jum merupakan salah satu kader masyarakat yang telah berhasil membudidayakan lebah madu. Dekan Fakultas Biologi, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. yang juga sebagai anggota tim TTG-2020 turut hadir dan berkenan langsung membuka pelatihan ini dengan sebelumnya berkesempatan memberikan pengalaman “agrobisnis” dan ilmunya disertai diskusi permasalahan yang sering terjadi dengan Kelompok Tani Sumber Agung Hargowilis. Pelatihan dihadiri peserta kelompok tani dengan jumlah yang terbatas dan dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan.

Acara dilanjutkan dengan pematerian pertama secara umum tentang biologi lebah madu oleh Ibu Dra. Siti Sumarmi, Ph.D. dari Lab. Entomologi. Beliau menyampaikan tentang ciri umum serta karakter morfologis dan anatomisnya dari berbagai jenis lebah madu, serta mengenalkan tentang status lebah sebagai serangga sosial yang mempunyai pembagian peran masing-masing kasta seperti lebah jantan (drone), lebah pekerja (worker) dan ratu lebah (Queen). Dra. Siti Sumarmi, Ph.D juga menyampaikan wawasannya bahwa lebah madu dan klanceng memiliki peluang yang bagus untuk dikembangkan dan dibudidayakan koloninya sekaligus bermanfaat sebagai polinator yang baik dalam proses penyerbukan dan pembungaan suatu tanaman.

Slide 1
Slide 2
Slide 3
Slide 4
Slide 5

Materi kedua disampaikan oleh Bpk. Dr. R.C. Hidayat Soesilohadi, M.S. staf senior Lab. Entomologi mengenai “Ekologi Serangga dan Proses Penyerbukan pada Bunga”. Beliau memaparkan tentang bagaimana proses hidup serangga utamanya lebah ( baik lebah madu, klanceng, dan lebah soliter) di alam serta mekanismenya dalam proses penyerbukan bunga dan produksinya terkait dengan daya dukung lingkungan yang memadahi. Beliau memberikan pandangannya bahwa “diperlukan hubungan yang selaras (saling mendukung) antara karakter morfologis bunga dengan serangga dalam mencari nektar dan tugas “intermediate” lebah sebagai polinator, sehingga mampu terbentuk hubungan timbal balik yang meguntungkan untuk mendapatkan hasil yang optimal”

Setelah istirahat siang, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung budidaya lebah madu dengan topik pemindahan koloni lebah lebah madu dan klanceng dari alam ke peti budidaya. Pelaksanaan praktik dikerjakan langsung oleh kader-kader kelompok tani di bawah bimbingan langsung ahli lebah dari Lab. Entomologi  yaitu Bpk. Drs. Hari Purwanto, MP, Ph.D, dan Drs. Ign. Sudaryadi, M. Kes. dibantu Bpk. Soenarwan Hery Poerwanto, S.Si., M. Kes. Pelatihan ini merupakan tahapan awal dari suatu proses budidaya lebah yaitu dengan melakukan pemindahan koloni lebah dari tempat semula di glodog (batang kelapa) ke dalam kotak/peti budidaya lebah sehingga lebih mudah dikelola budidaya koloninya dan mampu menghasilkan produk madu yang melimpah. Kegiatan praktik berikutnya adalah memindahkan koloni klanceng dari sarang alaminya yang berupa potongan bambu bekas bahan rumah penduduk ke dalam kotak/peti budidaya klanceng yang nantinya akan menjadi sarang baru klanceng untuk memudahkan proses budidaya dan memisah koloninya sehingga menjadi berkembang dan mampu untuk meningkatkan produksi madu juga propolis.

Selain itu, dilakukan pula pelatihan praktik budidaya kelengkeng oleh praktiksi dari RC Sawitsari F. Biologi UGM, Bpk. Yusuf Sulaiman, S.IP. dengan metode grafting (sambung pucuk). Metode ini merupakan metode reproduksi vegetatif dengan teknik penyambungan dua bagian jaringan tanaman diharapkan dapat menghasilkan kualitas tanaman unggul dalam produksinya. Caranya dengan memotong bagian ujung tanaman (induk), bagian pangkal tersebut disayat secara miring, kemudian bagian calon batang tanaman induk satunya yang akan digunakan untuk menyambung disayat juga dengan bentuk yang disesuaikan dan sambungan dibalut rapat dengan menggunakan plastic seal. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan produktivitas tanaman kelengkeng dan juga tanaman-tanaman lain yang berpotensi mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Program Pelatihan TTG-2020 ini tentu saja sangat menguntungkan masyarakat terlebih ketika saat panen madu berhasil. Harapan kedepannya dapat memotivasi masyarakat untuk tergerak membudidayakan lebah madu, klanceng, dan kelengkeng sebagai komoditas baru yang bermanfaat dan meningkatkan perekonomian khususnya di masa pandemi COVID-19 seperti saat ini. Salam lestari~

Adaptasi Kebiasaan Baru Fakultas Biologi dalam Menyelenggarakan PPSMB Metamorphoself 2020 di Masa Pandemi

Rilis BeritaTajuk Sabtu, 12 September 2020

Pelatihan Pembelajar Sukses bagi Mahasiwa Baru (PPSMB) Metamorphoself merupakan agenda tahunan Fakultas Biologi yang ditujukan untuk menyambut dan mempersiapkan Biolog Muda Fakultas Biologi. Mengusung tema “Eksistensi Biologi Berinovasi Menguatkan Era Terintegrasi”, PPSMB Metamorphoself tahun ini dilaksanakan dengan cara yang berbeda karena pandemi COVID-19 yaitu secara asinkronus pada tanggal 6-21 September dan Sinkronus pada 11 dan 12 September 2020. Pada sesi asinkronus, Biolog Muda dapat mengakses seluruh video materi dan quiz yang sudah disiapkan panitia melalui eLOK, Learning Management System yang dikembangkan UGM. Pada Sesi Sinkronus, acara disajikan secara online atau daring menggunakan beberapa platform seperti Google Meet, Zoom meeting, dan Youtube .  Kegiatan hari pertama diawali dengan Opening Ceremony yang disiarkan langsung melalui Youtube Kanal Informasi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada. Opening ceremony diawali dengan kata sambutan dari Koordinator Lapangan, Muhammad Ammar Faris, dilanjutkan oleh Koordinator Gugus PPSMB Fakultas Biologi  yakni bapak Akbar Reza S.Si., M.Sc. dan diakhiri oleh Dekan Fakultas Biologi Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc.

Slide 7
Slide 1
Slide 2
Slide 3
Slide 6
Slide 4
Slide 5

Kegiatan selanjutnya adalah Bincang Pimpinan Fakultas yang ditujukan untuk menjawab pertanyaan Biolog Muda terkait ke-Fakultasan. Para pimpinan Fakultas terdiri dari Dekan yakni Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc, didampingi Wakil Dekan yaitu Rina Sri Kasiamdari, S.Si., Ph.D. sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Niken Satuti Nur Handayani, M.Sc. sebagai Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia, dan Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Masyarakat, Kerja Sama dan Alumni, Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. Acara Bincang pimpinan Fakultas ini dipandu oleh moderator Zuliyati Rohmah S.Si., M.Sc. yang merupakan Dosen Fakultas Biologi dari Laboratorium Struktur dan Perkembangan Hewan.

Acara dilanjutkan dengan Bincang Kelompok Studi(KS)/Lembaga Fakultas Biologi. Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari masing- masing 15 Kelompok Studi/Lembaga yang ada di Fakultas Biologi. Seperti yang disampaikan Prof. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., kelompok studi/lembaga di Fakultas Biologi sangat beragam dengan fokus ilmu yang beragam pula. Perwakilan KS/Lembaga akan menjawab pertanyaan yang sebelumnya telah ditanyakan oleh para Biolog Muda melalui platform eLOK terkait masing-masing KS/Lembaga yang ada.

Rangkaian acara hari pertama ditutup dengan sesi sharing pemandu. Para Biolog Muda yang telah dibagi menjadi 12 kelompok akan melakukan sharing bersama pemandu masing-masing melalui platform Zoom meeting yang diisi dengan membahas terkait bincang KS/Lembaga dan penugasan Lifeplan yang  telah dikerjakan oleh Biolog Muda.

Rangkaian acara PPSMB Metamorphoself 2020 dilanjutkan keesokan harinya, 12 September 2020, yang dibuka dengan Bincang Alumni yang dipandu langsung oleh Luthfi Nurhidayat, S.Si., M.Si. yang juga merupakan Dosen Fakultas Biologi dari Laboratorium Struktur dan Perkembangan Hewan. Pada acara ini dihadirkan tiga alumni Fakultas Biologi sebagai narasumber. Narasumber pertama yaitu Ririn Ramadhany, Ph.D yang merupakan virologist di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Dr. Drs. Wahyu Marjaka, M.Eng. yang merupakan Direktur Mobilisasi Sumberdaya Sektoral dan Regional pada Direktorat Jenderal Pengendalian dan Perubahan Iklim, narasumber terakhir yakni Dwi Nugroho Adhiasto, M.A. yang merupakan Regional Counter Wildlife Trafficking Specialist, Wildlife Conservation Society. Acara bincang alumni ini mengusung tema “Menjadi Biolog Muda yang Kreatif dan Prospektif dalam Persaingan Dunia Kerja”. Menurut para narasumber ilmu biologi dibutuhkan disetiap pekerjaan yang menjadikan prospek kerja lulusan Fakultas Biologi sangat banyak. Namun, untuk menjadi seseorang yang mampu bersaing didunia kerja tidak hanya dibutukan nilai akademik saja namun juga softskill seperti kemampuan berorganisasi dan sebagainya. Selain itu kita juga harus selalu berani mencoba dan tidak menjadi orang pemilih untuk hal akademik. Acara dilanjutkan dengan sesi sharing pemandu seperti pada hari pertama. Pada sesi sharing pemandu hari kedua ini para Biolog Muda berbagi ide kepada teman-teman sekelompoknya tentang penugasan yang telah dikerjakan oleh para Biolog Muda dengan tema “Solusi Isu Abad 21”.

Rangkaian acara PPSMB Metamorphoslef 2020 diakhiri dengan Closing Ceremony yang dipimpin langsung oleh Dekan Fakulas Biologi Prof. Budi Setiadi Daryono, M.Agr. Sc. Tidak lupa pada Closing ceremony juga diumumkan ‘Biolog Muda of The Year’ yang dianugrerahkan kepada Edo Trianto dari kelompok Neil Allison Campbell dan Zidni Meirizka Utami dari kelompok Archibald Vivian Hills. Dilanjutkan dengan video persembahan tari selebrasi dari Biolog Muda dan mozaik semai dari kumpulan foto seluruh Biolog Muda. Semai merupakan lambang awal perjuangan Biolog Muda sebagai Future Biologist dan harapan bahwa Biolog Muda dapat terus berproses menjadi pribadi yang lebih baik dan sukses di Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada.  Mengutip kata-kata Koordinator Gugus PPSMB Fakultas Biologi, Akbar Reza, S.Si., M.Si., dalam kata sambutannya, “Berbanggalah menjadi Biolog Muda dan berbanggalah menjadi bagian dari Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada. Kolaborasi kami genta suara biologi berkontribusi”. Selamat datang Biolog Muda 2020!

Pelatihan Daring Pembuatan Sediaan Tumbuhan dengan metode Non Embedding, kerjasama Laboratorium SPT Fakultas Biologi UGM dan PT Miconos

Rilis BeritaTajuk Jumat, 11 September 2020

Di era pandemi Covid-19 saat ini, pelatihan pembuataan sediaan tumbuhan secara langsung sulit dilakukan, sehingga kegiatan pelatihan daring menjadi sangat diminati. Untuk memenuhi kebutuhan praktisi maupun akademisi terkait pengetahuan tentang pembuatan sediaan tumbuhan, Laboratorium Struktur dan Perkembangan Tumbuhan (SPT) Fakultas Biologi UGM bekerja sama dengan PT Miconos mengadakan ‘Webinar Seminar on line Pembuatan Sediaan Tumbuhan dengan Metode Non Embedding’.  Kegiatan ini juga merupakan realisasi MoU kerjasama antara Fakultas Biologi UGM dengan PT. Miconos. Pelatihan terdiri dari dua sesi, yaitu penyampaian materi mengenai pembuatan sediaan tumbuhan dengan metode non embedding kemudian dilanjutkan dengan  diskusi dan tanya jawab. Materi tersebut disampaikan oleh Drs. Sutikno, S.U. dan Utaminingsih, S.Si., M.Sc.

Slide 1
Slide 2
Slide 3
Slide 4

Pelatihan ini telah sukses dilaksanakan pada tanggal 27 Agustus 2020 melalui aplikasi video conference Zoom. Peserta pelatihan mencapai 43 peserta dari berbagai institusi di seluruh Indonesia, antara lain Universitas Udayana, ITS, Universitas Negri Manado, Unair, UPI, Universitas Atma Jaya, Undip, ULM, Universitas Palangkaraya, IAIN Jember, Universitas Bengkulu, Universitas Sanata Darma, Universitas Riau,  Universitas Mulawarman, Universitas Negri Medan, Universitas Papua, UKIT Sulawesi Utara,  UIN Sunan Kalijaga, dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Mayoritas peserta pelatihan adalah dosen, pranata laboratorium dan mahasiswa. Peserta sangat antusias mengikuti pelatihan daring ini karena mereka banyak mendapatkan gambaran mengenai teknik pembuatan sediaan tumbuhan terutama dengan metode non embedding sehingga dapat menyiapkan laboratorium yang memadai untuk pelaksanaan pembuatan sediaan di institusinya masing-masing. Sebagian besar peserta mengharapkan untuk selanjutnya diadakan pelatihan pembuatan sediaan tumbuhan dengan metode yang lain.

BIOLECTURE SERIES #6: Hormon Tumbuhan: Fungsi dalam Pertumbuhan, Perkembangan, Pembentukan Nodul serta Aplikasi dalam Bidang Florikultura

Rilis BeritaTajuk Kamis, 10 September 2020

Pembangunan pertanian di Indonesia saat ini dan selanjutnya harus dilakukan dengan penerapan teknologi baru seperti bioteknologi dan penggunaan zat pengatur tumbuh. Masalahnya sekarang, mampukah kita menyeleksi teknologi baru ini yang sesuai dengan keadaan Indonesia dalam rangka menunjang pembangunan pertanian yang tangguh dan berkelanjutan. Konsep zat pengatur tumbuh diawali dengan konsep hormon tanaman. Hormon tanaman adalah senyawa-senyawa organik tanaman yang dalam konsentrasi yang rendah mempengaruhi proses-proses fisiologis. Proses-proses fisiologis ini terutama tentang proses pertumbuhan, differensiasi dan perkembangan tanaman. Proses-proses lain seperti pengenalan tanaman, pembukaan stomata, translokasi dan serapan hara dipengaruhi oleh hormon tanaman.

Slide 1
Slide 2
Slide 3
Slide 4
Slide 5
Slide 6
Slide 7

Selama masa pandemi Covid-19 tidak Fakultas Biologi UGM tidak bosannya untuk mendiseminasikan hasil-hasil penelitian dosen dan sharing ilmu sesuai dengan kepakaran masing-masing. Kegiatan tersebut difasilitasi melalui Biolecture Series yang telah diselenggarakan sebanyak 5 kali selama masa darurat Covid-19. Biolecture Series didesain agar para dosen dapat berkolaborasi dengan institusi lain dalam sharing keilmuan sebagai perwujudan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat.  Kali ini Laboratorium Fisiologi Tumbuhan yang menjadi host didalam penyelenggaraan Biolecture, menyusul Laboratorium – Laboratorium lain di Fakultas Biologi UGM. Laboratorium Fisiologi Tumbuhan mengambil tema “Hormon Tumbuhan: Fungsi dalam Pertumbuhan, Perkembangan, Pembentukan Nodul serta Aplikasi dalam Bidang Florikultura” dengan narasumber adalah Dr. Kumala Dewi, M.Sc.St. (Kepala Laboratorium Fisiologi Tumbuhan, Fakultas Biologi UGM): Hormon tumbuhan: Fungsi serta Interaksi dalam Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan, Lucia Kusumawati, S.Si., M.Sc., Ph.D. (Department of Food Technology, Faculty of Life Science, International University Liaison Indonesia): Hormon Tumbuhan dalam Pembentukan Nodul dan yang terakhir adalah Krisna Dwi Aria Wibowo, S.Si. (Direktur Utama PT. Multi Flora Javanika): Penggunaan Hormon Tumbuhan untuk Produksi Florikultura Skala Industri, sedangkan moderator yang memandu acara ini adalah Dr. Endah Retnaningrum, M.Eng (Fakultas Biologi). Webinar ini   diselenggarakan pada hari Kamis, 10 September 2020 pukul 09.30 – 11.30 WIB, menggunakan platform Zoom.

“Biolecture kali ini sangat spesial karena pembicaranya adalah para pakar fitohormon di Indonesia”, papar Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. selaku Dekan Fakultas Biologi UGM saat membuka acara. Biolecture diharapkan dapat menjadi wadah dan sarana bekerja sama antar peneliti dan juga diseminasi hasil riset yang bermanfaat untuk masyarakat.

Dr. Kumala Dewi, M.Sc.St. membawakan materi tentang Hormon Tumbuhan: Fungsi serta Interaksi dalam Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan. Masing-masing hormone memiliki fungsi tersendiri bagi tumbuhan. Mereka semua dapat bekerjasama secara sejalan atau berlawanan arah. Macam-macam hormon ini berguna menunjang pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. “Karena macam hormon tumbuhan cukup banyak, kita perlu tahu satu-persatu bagaimana mekanisme dari setiap hormon”, tambah Kumala. Lucia Kusumawati, S.Si., M.Sc., Ph.D. sebagai presenter kedua memaparkan materi tentang Hormon Tumbuhan dalam Pembentukan Nodul. Bakteri Rhizobium bersimbiosis dengan tanaman dari familia leguminoceae, yaitu tanaman kacang-kacangan dengan membentuk bintil (nodul) pada akarnya  Interaksi hormon yang dihasilkan oleh tanaman dapat mempengaruhi proses pembuatan nodul akar. Selanjutnya pembicara terakhir, Krisna Dwi Aria Wibowo, S.Si. menyampaikan materi tentang Penggunaan Hormon Tumbuhan untuk Produksi Florikultura Skala Industri. Pemilik dari PT. Multi Flora Javanika ini menjelaskan bagaimana fokus utama perusahaannya di bidang tanaman bunga. Banyak sekali macam hormon tanaman yang diaplikasikan ke tanaman bunga. “Bunga dengan karakteristik tertentu juga menggunakan hormon tumbuhan tertentu juga”, tambah Krisna.

Biolecture ini diikuti oleh sekitar 175 pendaftar yang sangat beragam, mulai dari siswa, mahasiswa S1, S2, S3, dosen, guru, masyarakat umum dan peneliti. Instansi juga sangat beragam: SMAS Al Hikam, SMAN 1 Gegesik, Universitas PGRI Panji Sakti, INSTIPER, UIN SUKA, Universitas Tidar,  Universitas Negeri Gorontalo,Universitas Diponegoro, Universitas Udayana, UT, Universitas Mulawarman, Universitas Negeri Surabaya, King Abdulaziz University, UAD, Unila, Unisma Malang, Kementan, Pt Nugen Bioscience, LIPI, IPB, UI, UGM dan lain-lain yang tidak dapat disebutkan satu per satu dari seluruh penjuru tanah air.

Ngobrol Santai ala Fakultas Biologi UGM Seri 7: Khasanah Budaya Jawa dalam Bingkai Ilmu Hayati

Rilis BeritaTajuk Kamis, 10 September 2020

Budaya secara bahasa adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu “buddhayah” yang merupakan bentuk jamak dari “buddhi” (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi, dan akal manusia. Indonesia adalah sebuah Negara kepulauan dengan kurang lebih 17.548 pulau yang membentang. Dengan jumlah pulau yang sangat banyak tersebut, tidak heran jika Indonesia juga kaya akan kebudayaan yang begitu beraneka ragam dari budaya Aceh sampai budaya Papua. Suku Jawa, sebagai salah satu suku bangsa terbesar di Indonesia memiliki kebudayaan yang begitu beraneka ragam.

Slide 1
Slide 2
Slide 3
Slide 4

Fakultas Biologi UGM kembali mengadakan acara Ngobrol Santai (Ngobras) yang ketujuh dengan tema “Khasanah Budaya Jawa dalam Bingkai Ilmu Hayati”. Acara “ngobras” kali ini sedikit berbeda dengan acara ngobras sebelumnya yang menampilkan kisah para alumni untuk menceritakan pengalamannya untuk lanjut studi di luar negeri. Ngobras 7 disiarkan langsung melalui kanal Youtube “Kanal Pengetahuan Fakultas Biologi”. Acara “ngobras” yang digawangi oleh Lisna Hidayati, S.Si., M. Biotech dan Luthfi Nurhidayat, S.Si., M.Sc., dengan moderator Aries Bagus Sasongko, M.Biotech., telah terselenggara dengan sukses pada hari Selasa, 8 September 2020 pukul 19.30 – 21.00 WIB. Antusiasme pemirsa terlihat sangat tinggi terbukti dari jumlah viewer nya mencapai 270 sampai berita ini diterbitkan.

Dua orang narasumber hebat kami adalah Prof. Dr. Purnomo, M.S. (Guru Besar Fakultas Biologi UGM, Ahli Etnobotani) dan Drs. Suparwoto (Alumni Biologi UGM 1976, Pemerhati Keris) Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., juga hadir dalam acara ini untuk memberikan sambutan. “Ilmu Biologi itu cukup luar biasa karena banyak falsafah jawa yang di dalamnya menunjukkan keanekaragaman hayati baik flora dan fauna”, papar Budi.

Latar belakang audience yang hadir pada acara “ngobras” tidak hanya terbatas dari mahasiswa dan dosen di Fakultas Biologi UGM, namun diikuti oleh masyarakat umum, siswa SMA, mahasiswa, dosen, atau peneliti dari berbagai institusi. Buktinya banyak sekali audience yang langsung menuliskan pertanyaannya di kolom komentar, sehingga menambah hangatnya perbincangan malam itu.

Baik Prof. Pur maupun Ki Parwoto, memaparkan secara jelas dan detail mengenai budaya jawa yang ada erat kaitannya dengan ilmu hayati dalam hal ini Ilmu Biologi. “Di biologi saya juga menekuni bidang yang biologi yang kental sekali dengan budaya jawa yaitu etnobotani”, tutur Prof. Pur. Suatu keris banyak sekali memiliki filosofi hidup keseharian buat umat manusia “banyak flora dan fauna yang dapat digunakan sebagai bahan pengawet keris dan ada juga keris yang bentuknya terinspirasi dengan bentuk hewan serta tumbuhan”, tambah Ki Parwoto. Pada kesempatan akhir moderator menambahkan bahwa acara ngobras ini telah membuka pandangan serta wawasan para pemirsa tentang Ilmu Biologi yang memiliki peran yang sangat nyata dalam pelestarian Indonesia dan Budaya jawa khususnya.

Fakultas Biologi UGM bersinergi Pengembangan Eduwisata berbasis Potensi Lokal di Kalurahan Kedungpoh, Kecamatan Nglipar, Gunungkidul

Rilis BeritaTajuk Jumat, 4 September 2020

Eduwisata memiliki prospek yang cerah dimasa depan karena akan selalu diminati oleh wisatawan yang biasanya turut serta membawa keluarga,  Kalangan anak sekolah (pelajar) dan mahasiswa merupakan konsumen yang seringkali memiliki minat besar terhadap eduwisata. Eduwisata merupakan sebuah konsep  suatu kegiatan perjalanan rekreasi atau liburan yang dikemas bersama dengan berbagai aktivitas pendidikan di Kalurahan Kedungpoh.

Team Fakultas Biologi yang terdiri dari Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. (Dekan Fakutas Biologi UGM), Drs. Trijoko, M.Si., Drs. Hari Purwanto, MP., Ph.D., Dr. Bambang Retno Aji, M.Sc. Soenarwan Hery Poerwanto, M.Kes.,dan Dwi Umi Siswanti, S.Si., M.Sc. melakukan kunjungan koordinasi dengan bapak Dwi Yono (Lurah Kedungpoh) beserta perangkatnya untuk  pengembangan eduwisata berbasis potensi lokal di Kalurahan Kedungpoh, Kapanewon Nglipar, Gunungkidul. Pada pertemuan tersebut disepakati bahwa tahap awal pengembangan destinasi  eduwisata di Kedungpoh meliputi eduwisata budidaya lebah madu lokal (Apis cerana) dengan konsep eduwisata yang mengajak belajar tentang aplikasi Budidaya lebah lokal yang ramah lingkungan dengan cara menyenangkan; eduwisata agro merupakan  konsep untuk mengembangkan wawasan  yang menggabungkan prinsip wisata dan pertanian organik terpadu termasuk pupuk organik, biofertilizer, insektisida organik, dan biogas; eduwisata budidaya Gama Ayam Lokal merupakan eduwisata yang  mengajak belajar tentang aplikasi ilmu sains dengan konsep biologi dan terapannya berupa pemuliaan dengan pengembangbiakan untuk mencari sifat-sifat unggul, pemeliharaan, penjagaan kesahatan dan pemanfaatan hasil, eduwisata kebun buah, hortikultura dan taman bunga termasuk yang akan dikembangkan di Dusun Klayar. Dusun Klayar merupakan daerah yang  dikelilingi Sungai Oyo juga memiliki  potensi di bidang perikanan yang rencananya akan dikembangkan budidaya ikan Wader Pari (Rasbora lasteristriata).

Slide 1
Slide 2
Slide 3
Slide 4
Slide 5
Slide 6
Slide 7
Slide 7

Slide 7

Slide 9
Slide 10

Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. menyampaikan bahwa Kalurahan Kedungpoh akan dijadikan desa Binaan (Mitra) Fakultas Biologi dalam pengembangan konsep Eduwisata tersebut.  “Beberapa jenis tanaman Hortikutural juga akan di-support oleh Fakultas Biologi termasuk bibit Gama Melon yang memiliki bebeapa kultivar” tuturnya. Hari Purwanto, MP., Ph.D yang mengembangkan budidaya lebah madu lokal (Apis cerana) di Dusun Kedungpoh Lor juga mengatakan akan mendukung Eduwitasa Kebun Buah dan Taman Bunga di Dusun Klayar dengan mendatangkan lebah madu lokal untuk membantu penyerbukan tanaman yang berbunga. Lebih lanjut Drs. Trijoko, M.Si. yang telah menginisiasi program di Kalurahan Kedungpoh sebagai Pusat Pengembangan Gama Ayam lokal Dwiguna juga akan membantu konservasi ikan lokal di Dusun Klayar khususnya di Sungai Oyo.  Hal tersebut didukung oleh Dr. Bambang Retno Aji, M.Si. yang akan mengadakan pelatihan Budidaya ikan wader kepada pengelola Wisata Klayar dan juga akan memberi bantuan Alat pemijah ikan wader yang telah dipatenkan.  Program tersebut sangat penting dalam mendukung produktivitas ikan wader dan sekaligus untuk konservasi ikan lokal untuk memenuhi kebutuhan konsumsi ikan wader yang sangat digemari oleh masyarakat karena nilai gizi protein yang tinggi dan rasanya yang gurih.

Soenaran Hery Poerwanto, M. Kes. menyampaikan juga bahwa saat ini  sedang dikembangkan pembuatan pupuk organik dengan metode vermicomposting untuk mendukung Pertanian organik terpadu di Dusun Kedungpoh Lor dan kelanjutan program tersebut juga akan dilakukan di  Dusun Klayar. Lebih lanjut, Dwi Umi Siswanti, S.Si., M.Sc yang sudah mengembangkan pembuatan biofertilizer di Dusun Kedungpoh Lor, juga akan melatih pembuatan biofertilizer dari urin ternak dan pembuatan biogas dari limbah kotoran sapi yang melimpah di Dusun Klayar.

Bapak Dwi Yono selaku Lurah Kedungpoh   juga menyampaikan akan  mendukung keselurahan program yang akan dikembangkan di Desa Kedungpoh dan sangat berharap program tersebut untuk terus di dampingi oleh team Fakultas Biologi sampai program tersebut berhasil diwujudkan untuk meningkatkan ekonomi  dan  kesejahteraan masyarakatnya. Masyarakat Kedungpoh juga sangat antusias dalam mendukung program dengan berperan aktif terlibat dalam program tersebut.

Program kegiatan tersebut akan di sinergikan antara Pemda Kabupaten Gunungkidul, Kecamatan Nglipar, Kalurahan Kedungpoh dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) dan Fakultas Biologi UGM serta CSR PLN.

Biotalks#7: “Peran dan Kontribusi Biologi dalam Menghadapi Kejahatan Narkorba”

Rilis BeritaTajuk Kamis, 3 September 2020

Indonesia juga termasuk kedalam Negara yang di serang oleh masalah-masalah maupun isu-isu narkoba. Tidak sedikit dari para pemuda di Indonesia yang terlibat di dalam masalah narkoba. Bahkan pengguna narkoba di Indonesia buan hanya dari kalangan dewasa, tetapi juga dari kalangan pelajar, pegawai atau karyawan, public figure, bahkan aparatur negara pun juga ada yang terlibat dalam kasus-kasus narkoba. Selain itu penggunanya juga tidak hanya yang berasal dari kalangan menengah atas saja bahkan dari kalangan menengah ke bawah pun banyak yang juga terjerat kasus narkoba. Narkotika masih menjadi masalah yang cukup serius di Indonesia. Survei yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) pada 2017 menunjukkan bahwa terdapat lebih kurang 3.367.000 orang yang menggunakan narkoba.

Slide 1
Slide 2
Slide 3
Slide 4
Slide 5
Slide 6
Slide 7

Fakultas Biologi UGM kembali menyelenggarakan biotalks yang merupakan talkshow membahas isu biologi dalam perspektif multi sektor, kali ini mengangkat tema: Peran dan Kontribusi Biologi dalam Menghadapi Kejahatan Narkorba. Biotalks ketujuh ini diselenggarkan pada Kamis, 3 September 2020. Hadir dalam Biotalks#7 ini sebagai narasumber yaitu Prof. Dr. L. Hartanto Nugroho, M.Agr. (Dosen Laboratorium Struktur dan Perkembangan Tumbuhan Biologi UGM; Alumni F. Biologi UGM 1983), Brigjen Pol. Drs. Sumirat Dwiyanto, M.Si. (Kepala BNN Provinsi Sulawesi Barat; Alumni F. Biologi UGM 1985), Kombes Pol. Drs. Heri Istu Hariono (Direktur Reserse Narkoba Sumatera Selatan; Alumni F.Biologi UGM 1985) dan dipandu langsung oleh Dr. Dra. Rr. Upiek Ngesti, W.A., DAP, M.Kes.Hadir juga Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. untuk memberikan sambutan pada Biotalks 7. “Menjaga ketahanan bangsa ini dari kejahatan narkoba merupakan tugas kita semua dan Fakultas Biologi UGM patut berbangga karena banyak Alumninya banyak yang menitih karir di kepolisian.”, ujar Budi.

Prof. Dr. L. Hartanto Nugroho, M.Agr. membawakan materi tentang Kajian Metabolit Sekunder: Tanaman yang berfungsi sebagai Rokok/Narkoba. Narkoba didefinisikan sebagai zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan. Terdapat 3 efek penyalahgunaan narkoba, yaitu depresan, stimulant, dan halusinogen. Penelitian dapat menunjukkan dan mengetahui apa saja kandungan di dalam tumbuhan. Salah satunya adalah kandungan metabolit sekunder. Senyawa yang merupakan hasil dari metabolisme sekunder dapat dimanfaatkan dan disalahgunakan oleh manusia.”Pentingnya pengetahuan itu semua agar ada gambaran bahwa suatu tanaman tersebut termasuk narkoba atau bukan”, tutur Prof. Hartanto.

Pembicara kedua, Brigjen Pol. Drs. Sumirat Dwiyanto, M.Si. Jendral bintang satu ini memulai karirnya di kepolisian sebagai pasukan pengawal pejabat dan tamu negara VIP. Tugas beliau untuk mengawasi dan memastikan keamanan hidangan bagi tamu dan pejabat negara agar tidak membahayakan kesehatan fisik dan mental mereka sehingga tidak berdampak pada pengambilan keputusan. Karir beliau berlanjut sebagai Kanit Lingkungan hidup dimana beliau turut bertugas dalam mengatasi persoalan pencemaran lingkungan di Riau. “Lulusan Biologi memiliki peran penting dalam upaya pemberantasan narkoba dengan pengetahuan biologi tentang senyawa-senyawa metabolit yang berpotensi atau memiliki dampak seperti narkotika dan psikotropika akan sangat membantu upaya kepolisian dalam mengatasi persolan narkoba, baik dalam upaya identifikasi, pemberantasan, hingga pembuatan peraturan perundang-undangan”, ujar Sumirat.

Pembicara terakhir, Kombes Pol. Drs. Heri Istu Hariono. Yang membawakan materi tentang “Peran dan Kontribusi Biologi Dalam Menghadapi Kejahatan Narkoba Ditinjau Dari Aspek Hukum”. Narkoba yang paling banyak ditemukan di Indonesia adalah Ganja, methamphetamine, dan ektasi. “Sewaktu saya datang langsung ke ladang ganja, saya mengamati terdapat hama alami pada tanaman ganja. Kedepan dapat di teliti lebih lanjut oleh Fakultas Biologi UGM agar dapat dikembangkan dan dicarikan solusinya”, Tambah Heri.

“Narkotika itu musuh kita bersama. Mari kita kerja bersama untuk membasminya dari Indonesia!”, tambah Upiek selaku moderator dalam menutup acara Biotalks7 ini. Biotalks#7 ini telah disaksikan oleh penonton yang berasal dari dari berbagai institusi. Kedepannya, Biotalks series akan segera hadir dan dikemas lebih menarik serta menjadi sumber informasi yang mencerahkan sekaligus mencerdaskan masyarakat.

 

 

Pemandatan Covid

Rilis BeritaTajuk Rabu, 2 September 2020

Dalam rangka mengatasi penurunan kemampuan ekonomi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari akibat dampak Covid-19, Tim Peneliti Fakultas Biologi UGM menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) Dari Limbah Rumah Tangga serta Pelatihan Budidaya Lele dan Kangkung Dalam Pot dan Teknik Pembuatan Pakan Lele. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu 29 Agustus 2020 mulai pukul 07.30 dan berakhir sekitar pukul 11.00. Sosialisasi ditujukan kepada masyarakat terdampak Covid-19 di daerah Padukuhan Gejayan, Condongcatur, Depok, Sleman. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari rangkaian kegiatan ‘Program Penelitian Pemandatan Untuk Mitigasi Dan Penanganan Covid-19’ yang diadakan oleh Universitas Gadjah Mada. Program ini bekerja sama dengan Dewan Guru Besar (DGB) UGM guna mendukung upaya diversifikasi dalam rangka ketahanan pangan di kawasan rural (Dusun Gejayan, Condongcatur) dan pedesaan (Desa Madurejo). Tim Peneliti dari fakultas Biologi UGM diketuai oleh Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., dengan anggota peneliti dosen Fakultas Biologi UGM Sukirno, S.Si.,M.Sc.,Ph.D. dan beberapa asisten peneliti.

Slide 1
Slide 2
Slide 3
Slide 4
Slide 5

Sekitar 35 orang hadir dalam acara Pelatihan ini. Jumlah peserta sengaja dibatasi untuk mencegah penyebaran Covid-19. Pelaksanaan kegiatan menerapkan protokol kesehatan secara tertib melalui pengecekan suhu tubuh peserta, penyediaan hand sanitizer, masker dan sarung tangan, serta penerapan protokol sosial distancing. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial Universitas Gadjah Mada terhadap kondisi masyarakat sekitar dan juga sebagai bentuk pengabdian UGM kepada masyarakat. Dalam kegiatan ini dipaparkan teknik pengolahan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik cair (POC) yang bermanfaat dan bernilai ekonomis tinggi dengan pengaplikasian larva lalat hitam (Hermetia illucens) sebagai dekomposer. “Produksi pupuk organik cair selain bernilai ekonomis tinggi juga akan menghasilkan produk sampingan yaitu larva dewasa yang mempunyai kandungan protein tinggi dan sangat baik digunakan sebagai pakan lele” Ujar Sukirno, M.Sc. Selanjutnya pemaparan teknik budidaya lele dan kangkung dalam pot dan pembuatan pakan lele disampaikan oleh Suharjito selaku praktisi budidaya lele. “Teknik pembuatan pakan lele dianggap penting karena harga pakan lele umumnya cukup mahal, padahal dari limbah rumah tangga sehari-hari dapat diproduksi pakan lele yang sama berkualitasnya dengan pakan lele yang dijual di pasaran” Ujar Suharjito.

Selain kegiatan Pelatihan, masyarakat juga diberikan bantuan Ember Digester untuk instalasi pengolahan limbah rumah tangga menjadi POC sebanyak 25 buah serta pot plastik 50L untuk budidaya lele dan kangkung serta bantuan bibit lele ukuran 10 cm dan pakan sebagai pendamping. Masyarakat menyambut antusias kegiatan ini. ‘Konsep pemanfaatan limbah rumah tangga, penanaman aneka tanaman sayur, pengelolaaan kolam lele dan pembuatan kompos cair kami pandang sangat baik dan perlu ditindak lanjuti’ ujar Kepala Padukuhan Gejayan, H. Nuryanto, S.Pd. Dari pihak padukuhan Gejayan sendiri telah sepakat untuk menyiapkan kurang lebih 5 kolam terpal ukuran 100x200x80 cm guna pengembangan budidaya lele. Kedepan diharapkan Fakultas Biologi UGM melalui program Pemandatan ini akan bekerjasama dengan masyarakat Padukuhan Gejayan untuk pendampingan melalui penyediaan benih lele serta pakan hingga panen perdana.

Jurnal Fakultas Biologi UGM Raih Scopus

Rilis BeritaTajuk Selasa, 1 September 2020

Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology (JTBB) adalah sumber informasi resmi yang berkaitan dengan kemajuan studi biologi tropis di Kawasan Asia Tenggara. JTBB menerbitkan karya ilmiah asli yang terkait dengan beragam bidang di keanekaragaman hayati tropis, biologi fungsional, dan bioteknologi. JTTB didirikan pada tahun 2016 oleh Fakultas Biologi UGM dengan Editor-in-Chief adalah Dr. Endah Retnaningrum, M.Eng. setelah Jurnal Berkala Ilmiah Biologi (BIB) yang berdiri tahun 1983 mati suri.

Slide 1
Slide 2
Slide 3
Slide 4

Tahun 2017, JTBB digawangi oleh Dr. Miftahul Ilmi, S.Si., M.Si. sebagai Editor-in-Chief dan pada tahun 2018 berhasil membawa JTBB terindeks di DOAJ dan Terakreditasi SINT​A 2 dari Kemenristek Dikti. JTBB memulai hanya menerbitkan naskah berbahasa Inggris pada tahun 2019. JTBB juga mengajak Editor dari luar negeri dan mulai menerapkan Article Processing Charges serta meningkatkan jumlah artikel menjadi 30 per volume. Prof. Dr. Budi S. Daryono, M.Agr.Sc. selaku Dekan Fakultas Biologi UGM menugaskan Dr. Eko Agus Suyono, S.Si., M.App.Sc. selaku Wakil Dekan P2MKSA dan Dr. Miftahul Ilmi, S.Si., M.Si. selaku Editor-in-Chief JTBB beserta Tim untuk menyiapkan index Scopus dan WoS. “Alhamdulillah JTBB terindeks Scopus dan semoga index WoS segera menyusul”, tutur Budi. Setelah menunggu 1 tahun 2 bulan, maka pada tanggal 31 Agustus 2020 JTBB resmi terindeks Scopus. “Yang pasti mempertahankan dan meningkatkan kualitas artikel yang diterbitkan dengan meningkatkan kualitas proses reviewnya”, tambah Ilmi.

Fakultas Biologi UGM masih memiliki PR besar untuk membangunkan dan mengembangkan kembali jurnal BIB dengan fokus pada karya ilmiah bidang Biologi yang menggunakan Bahasa Indonesia. Selain itu JTBB juga digenjot kembali untuk dapat terindeks WoS.

 

HUT ke-22 Kelompok Studi Entomologi

Rilis BeritaTajuk Senin, 31 Agustus 2020

Acara HUT ke-22 Kelompok Studi Entomologi (KSE) dilaksanakan pada hari Minggu, 30 Agustus 2020. Acara HUT ke-22 KSE dilaksanakan secara online via aplikasi zoom, dikarenakan pandemi Covid-19 yang membatasi untuk berkumpul bersama. Para anggota KSE berkumpul di aplikasi zoom pada jam 14.00 WIB sampai berakhir pada jam 15.30 WITA. Acara ini bertujuan untuk merayakan HUT KSE dan sekaligus melakukan bonding antar sesama anggota. Berbeda dengan tahun-tahun yang lalu, Acara kali ini dibatasi pada kegiatan game online.

Slide 1
Slide 2

Jalannya kegiatan dipandu oleh Diah Rahayu Ningsih (KSE XX), dimulai dengan menyanyikan mars KSE oleh seluruh anggota dan dilanjut penyambutan oleh ketua KSE Nico Chandra (XIX).

Acara dimeriahkan dengan games dan bonding untuk para anggota KSE yang dipandu oleh Diah Rahayu Ningsih (KSE XX). Acara tersebut dilaksanakan secara online  pada situs gartic.io. Games tersebut mengharuskan para anggota KSE untuk menebak gambar oleh seorang anggota lain yang sedang menggambar, sampai salah satu anggota mencapai maksimal poin untuk menang.

Sebagai penutup diisi kesan dan pesan oleh masing-masing anggota KSE yang hadir dan dilanjutkan dengan sesi foto online bersama. Acara kesan dan pesan direkam secara online dan setiap masing-masing anggota diminta untuk menyalakan kamera dan satu per satu diminta untuk menyuarakan kesan dan pesan untuk KSE dalam rangka HUT KSE. Setelah itu, kegiatan HUT ke-22 KSE ditutup dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama secara online.

 

1…164165166167168…224

Akreditasi

Berita Terakhir

  • BIOENTRI 2026: Open House dan Pengenalan Topik Riset Fakultas Biologi UGM Disambut Antusias Mahasiswa
  • Rooted to Rise: Membangun Rencana Strategis sebagai Langkah Awal Perjuangan BiOSC Melalui Rapat Kerja dan Perayaan Lustrum ke-4
  • Rangkaian Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) #2 KSK Biogama
  • Class to Field: Implementasi Keilmuan Anggrek Melalui Rangkaian Diklat Lapangan di Gunung Gajah Oleh Calon Angkatan Diksar XX
  • Sakura Science Program 2026: 18 Sivitas Fakultas Biologi UGM Ikuti Program Akademik di Yamagata University Jepang
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA

FAKULTAS BIOLOGI
Jalan Teknika Selatan, Sekip Utara,
Yogyakarta 55281
biologi-ugm@ugm.ac.id
Telepon/Fax: +62 (274) 580839

Tentang Kami

  • Sejarah
  • Organisasi
  • Staff
  • VISI, MISI & TUJUAN
  • Biodiversitas
  • Informasi Publik

KEMAHASISWAAN

  • Pelayanan Mahasiswa
  • Organisasi Mahasiswa
  • Pengajuan Kerja Praktik Lapangan
  • Izin Penelitian Lapangan
  • Layanan Konseling Mahasiswa

Akademik

  • Peraturan Akademik
  • Pengumuman Akademik

Survei Kepuasan Layanan

  • Survei Layanan Akademik
  • Survei Layanan KASDM
  • Survei Layanan P2MKSA
  • Survei Layanan Laboratiorum
  • Survei Layanan K5L dan Driver

Akreditasi

  • Image 1
  • Image 2
  • Image 3

© 2024 FAKULTAS BIOLOGI UNIVERSITAS GADJAH MADA

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju