Yogyakarta, 1 Juli 2026 – Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan International Conference on Nusantara Spices and Biodiversity (ICNSB) 2026 yang diselenggarakan bersamaan dengan Seminar Nasional Biologi Tropika (SNBT) ke-10 pada Rabu, 1 Juli 2026 di Auditorium Biologi Tropika, Fakultas Biologi UGM. Kegiatan ICNSB mengusung tema “Reviving the Glory of Nusantara Spices through Biodiversity Research and Sustainable Innovation”, dan merupakan bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-71 Fakultas Biologi UGM.
Konferensi ini menjadi wadah pertukaran ilmiah bagi akademisi, peneliti, mahasiswa, dan praktisi untuk mendiskusikan perkembangan terkini dalam bidang biodiversitas, rempah-rempah Nusantara, serta inovasi berbasis sumber daya hayati yang berkelanjutan. Peserta kegiatan berasal dari berbagai institusi, termasuk perguruan tinggi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta sektor industri. Secara keseluruhan, kegiatan diikuti oleh 114 peserta, dengan 38 presenter yang mempresentasikan hasil penelitian mereka pada sesi ICNSB.
ICNSB 2026 mengangkat tujuh ruang lingkup utama yang mencerminkan pendekatan multidisiplin dalam penelitian rempah dan biodiversitas, yaitu Biodiversity and Systematics; Phytochemistry and Bioactive Compounds; Biotechnology and Genetic Engineering; Genomics, Transcriptomics, and Metabolomics; Medicinal and Pharmacological Potential; Sustainable Cultivation and Smart Agriculture; serta Ethnobotany, Traditional Knowledge, and Bioeconomy. Melalui cakupan tersebut, konferensi ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi lintas disiplin dalam mendukung pemanfaatan keanekaragaman hayati Indonesia secara berkelanjutan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari jejaring kerja sama Indonesia-Netherlands University Consortium for Sustainable Futures (INUCoST) yang melibatkan Universitas Gadjah Mada, Universitas Mulawarman, dan Leiden University. Selain itu, penyelenggaraan ICNSB 2026 juga didukung melalui program Riset Kolaborasi Indonesia (RKI) yang melibatkan sejumlah perguruan tinggi nasional, yaitu Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Kolaborasi tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat riset biodiversitas dan pengembangan sumber daya hayati Indonesia melalui jejaring nasional maupun internasional.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor UGM Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama, Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya penguatan kolaborasi riset dan inovasi berbasis biodiversitas untuk menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan di masa depan. Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pleno yang menghadirkan para pakar dari berbagai institusi internasional dan nasional, kemudian dilanjutkan dengan sesi paralel yang menjadi forum presentasi hasil-hasil penelitian peserta.
Sebagai keynote speaker, konferensi menghadirkan Dr. Roderick Wiebe Bouman, yang membawakan materi terkait potensi biodiversitas dan koleksi ilmiah dalam mendukung penelitian serta konservasi sumber daya hayati. Sementara itu, sesi invited speakers menghadirkan Prof. Chiharu Nakashima, Assoc. Prof. Yaya Rukayadi, dan Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, yang menyampaikan berbagai perspektif mengenai patologi tumbuhan pada komoditas rempah, produk alami dan kesehatan dari rempah, serta data koleksi rempah Indonesia yang dalam on going project INUCoST dan RKI dalam mendukung pengembangan rempah dan sumber daya hayati Nusantara.
Ketua Pelaksana ICNSB 2026, Dr. Wiko Arif Wibowo, S.Si., menyampaikan bahwa konferensi ini merupakan salah satu bentuk implementasi nyata dari berbagai kerja sama riset yang telah terjalin terkait rempah Nusantara. Menurutnya, Indonesia dikenal sebagai salah satu pusat keanekaragaman rempah dunia, namun upaya pendataan, karakterisasi, pengelolaan, konservasi, serta hilirisasi hasil riset masih perlu terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak. “Indonesia memiliki kekayaan rempah yang sangat besar dan menjadi bagian penting dari sejarah serta identitas bangsa. Melalui forum ini, kami berharap penelitian terkait rempah tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga mampu mendukung pengelolaan sumber daya hayati yang berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ungkapnya.
Apresiasi terhadap penyelenggaraan konferensi juga disampaikan oleh Prof. Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc., Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni Fakultas Biologi UGM. Beliau berharap kegiatan ini dapat semakin memperkuat jejaring kerja sama riset antar universitas, lembaga penelitian, dan mitra internasional, sekaligus mendorong kebangkitan kembali kejayaan rempah Nusantara melalui pendekatan ilmiah dan inovasi berkelanjutan.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan ilmiah, panitia juga memberikan penghargaan kepada Best Presenter pada setiap ruang paralel sebagai bentuk apresiasi terhadap kualitas presentasi dan kontribusi ilmiah para peserta. Penghargaan tersebut diharapkan dapat mendorong semangat peneliti muda maupun peneliti profesional untuk terus menghasilkan penelitian yang berdampak bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan pemanfaatan biodiversitas Indonesia.
Secara keseluruhan, penyelenggaraan ICNSB 2026 dan SNBT ke-10 mendukung pencapaian beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan pendidikan dan pertukaran ilmu pengetahuan, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pengembangan riset dan inovasi berbasis biodiversitas, SDG 15 (Life on Land) melalui upaya konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan keanekaragaman hayati, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kolaborasi nasional dan internasional dalam bidang penelitian dan pengembangan sumber daya hayati. Melalui kegiatan ini, Fakultas Biologi UGM terus berkomitmen menjadi bagian dari upaya pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi yang mendukung pemanfaatan biodiversitas Indonesia secara berkelanjutan bagi generasi mendatang.































































