• UGM
  • Portal Simaster
  • IT Center
  • Webmail
  • KOBI
  • Bahasa Indonesia
    • English
  • Informasi Publik
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Biologi
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Visi, Misi & Tujuan
    • Organisasi
    • Staff
      • Tenaga Pendidik
      • Adjunt Professor
      • Tenaga Kependidikan
      • Kepakaran dan Topik Riset Dosen
    • Fasilitas
      • Animal House
      • Kebun Biologi
      • Konsultasi Kesehatan Mental
      • Laboratorium
      • Museum Biologi
      • Perpustakaan
    • Galeri
      • Gedung Fakultas
      • Museum Biologi
      • Penelitian
      • Gama Melon
  • Akademik
    • Program Sarjana
      • Visi, Misi, dan Tujuan
      • Matakuliah S1
      • Pendaftaran Skripsi
      • Pendaftaran Ujian Skripsi
      • Pendaftaran Yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Klaim MK Ekstrakurikuler
    • IUP
    • Program Profesi
      • Apa itu PKKH ?
      • Sejarah Pendirian Program Studi PKKH
      • Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran Program Studi PKKH
      • Kompetensi Lulusan Program Studi PKKH
      • Bahan Kajian dan Profil Lulusan Program Studi PKKH
      • Kurikulum Program Studi PKKH
      • Pendaftaran Mahasiswa Baru PKKH
      • Informasi dan FAQ Program Studi PKKH
    • Program Magister
      • Deskripsi Program Magister Biologi
      • Mata Kuliah S2
      • Struktur Kurikulum Program Magister
      • Info Pendaftaran
      • PENDAFTARAN UJIAN KOMPREHENSIF
      • Pendaftaran Ujian Tesis
      • pendaftaran yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Tracer Study
    • Program Doktor
      • Visi, Misi, Tujuan, & Sasaran Program Doktor Biologi
      • Kurikulum Program Doktor
      • Info Pendaftaran
      • Pendaftaran Ujian Komprehensif
    • Akreditasi dan Jaminan Mutu
  • PENELITIAN & PENGGABDIAN
    • Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology
    • Berkala Ilmiah Biology
    • Pengelolaan Sampah
  • Kerja Sama
  • Alumni
    • Berita Alumni
    • BCADC (Web Alumni)
    • Data Kabiogama Pascasarjana
    • Data Kabiogama Sarjana
  • Beranda
  • Rilis Berita
  • hal. 174
Arsip:

Rilis Berita

Profesor dari Universitas Leiden Memberikan Kuliah Tamu Tentang Biodiversitas di Fakultas Biologi UGM

Rilis BeritaTajuk Kamis, 19 Maret 2020

Prof. Dr. Ir. Peter van Bodegom, seorang profesor dari environmental biology, Leiden University berkesempatan menjadi dosen tamu dalam Guest Lecture berjudul “Biodiversity from Space”. Acara ini dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Kerjasama, Fakultas Biologi UGM, Dr. Eko Agus Suyono, M.App. Dalam presentasinya Prof Peter menyampaikan bahwa Biodiversitas tidak terjadi secara acak, biodiversitas tertata rapi dengan urutan pada bagian equator jumlah biodiversitas tertinggi dan menjadi semakin rendah ketika menjauhi equator atau mendekati kutub. Dijelaskan juga mengenai Spesies Diversity dan Functional Diversity; Species Diversity adalah jumlah spesies yang ditemukan di suatu lokasi atau di suatu daerah. Sedangkan Functional Diversity adalah keanekaragaman dalam proses biologi dan kimia dalam fungsi sebagai alur energi dan siklus materi yang biasanya tampak melalui karakteristik spesies.

Slide 1
Slide 2

Acara yang dilaksanakan pada hari kamis, 12 Maret 2020 di Ruang kelas 1, Gedung B Fakultas Biologi UGM tersebut dipenuhi oleh mahasiswa S1, S2 dan S3, yang kebanyakan dari konsentrasi Ekologi. Kegiatan kuliah tamu ini merupakan tindak lanjut dari MoU yang telah dilaksanakan oleh UGM dan Universitas Leiden di Belanda. Turut hadir dalam kuliah tamu tersebut, Prof. Tjut Sugandawaty Djohan, M.Sc. Ph.D. dari Lab Ekologi, bersama beberapa dosen dari yang sama. Terjadi diskusi yang menarik dari Prof Peter dan mahasiswa Biologi dalam pertemuan tersebut, yaitu antara lain mengenai penggunaan IT untuk melihat keragaman biodiversitas dari satelit, kemampuan kita untuk menggunakan keilmuan biologi dengan keilmuan sistem informasi itu penting sehingga dapat menghasilkan data yang akurat, real time, dan dapat berupa time series.

Kesimpulan dari kuliah tamu ini adalah semua data dinamika biodiversitas yang diperoleh dari kegiatan remote sensing dan kegiatan dengan GIS lainnya tidak akan ada maknanya jika tidak diikuti dengan pemahaman kita tentang biodiversitas dan adanya alat untuk memonitoring hal hal sebagai berikut, misalnya; mengenai apakah perkebunan sawit berpengaruh terhadap tingginya biodiversitas atau malah sebaliknya? Seberapa cepat perubahan kondisi biodiversitas terjadi dan dimana lokasinya? Selain itu juga untuk menjadi alat proteksi untuk melakukan daerah yang memiliki biodiversitas yang tinggi.

Dua Hari Kuliah Tamu Bersama Jūratė Žaltauskaitė Dosen Ilmu Lingkungan dari Vytautas Magnus University, Lithuania di Fakultas Biologi, UGM

Rilis BeritaTajuk Senin, 16 Maret 2020

Dalam salah satu rangkaian kegiatan sosialisasi beasiswa Erasmus plus ke UGM, Assoc. Prof. Dr. Jūratė Žaltauskaitė seorang dosen senior dari departemen Environmental Science, Vytautas Magnus University, Lithuania, berkenan hadir dan menjadi dosen tamu selama 2 hari di Fakultas Biologi UGM. Kuliah tamu yang diadakan sejak hari senin, 9 Maret hingga 10 Maret 2020 bertemakan tentang lingkungan. Kuliah tamu perdana pada hari senin dilaksanakan di Auditorium Biologi Tropika, berjudul Introduction to VMU and Environment Research kuliah tamu ini dihadiri oleh banyak mahasiswa dari jenjang S1, S2 dan S3. Dalam kuliah tamunya, Jūratė banyak bercerita dan berbagi pengalaman tentang cara mendapatkan beasiswa Erasmus plus dan kuliah di VMU Lithuania. Pertanyaan mahasiswa adalah seputar kuliah di negara Lithuania dan jurusan jurusan yang dapat dimasuki oleh seorang lulusan S1 Biologi dan S2 Biologi. Untuk mahasiswa S3 mereka lebih banyak bertanya kemungkinan join research dan sandwich program.

Slide 1
Slide 2

Kuliah tamu pada hari Selasa 10 Maret 2020 dilakukan 2 sesi, yaitu sesi pagi dan sesi siang. Sesi pagi dilaksanakan di auditorium biologi tropika, dengan judul “Climate change observations in higher latitudes and effects on plants”. Dalam kesempatan tersebut, hadir kaprodi S2 Biologi, Dr. Diah Rachmawati, M.Si dan beberapa dosen lainnya. Sekitar 50 mahasiswa dari S1, S2 dan S3 ikut serta menghadiri acara tersebut. Dalam presentasinya Jūratė menyebutkan bahwa kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan di muka bumi ini sangat ditentukan oleh iklim, alasannya adalah adanya data mengenai adanya fenomena fenologi pada beberapa tanaman dan hewan yang menunjukkan adanya bukti nyata bahwa ekosistem memberikan respon nyata terhadap perubahan iklim. Mahasiswa cukup aktif dan antusias dalam mengikuti diskusi dalam kuliah tamu ini, beberapa pertanyaan yang dapat dirangkum adalah sebagai berikut; yaitu seorang mahasiswa bertanya bagaimana peran universitas dan karya nyata universitas untuk dapat berkolaborasi dengan masyarakat mengenai perubahan iklim ini? Jūratė menjawab bahwa universitas dapat membuat mini workshop atau seminar mengenai kondisi terkini bumi dan perlunya masyarakat untuk mempersiapkan diri. Kita perlu menghindari penggunaan pupuk dan pestisida terlalu banyak untuk meminimalisir dampak perubahan iklim global.

Kuliah tamu pada sesi kedua berjudul “Effect of total cadmium and lead concentrations in soil on the growth, reproduction and survival of earthworm Eisenia fetida” dilaksanakan pada siang hari jam 1 siang di Gedung B, lantai 1 ruang 1. Dalam kuliahnya, Jūratė menyebutkan bahwa cacing merupakan spesies kunci utama yang menentukan biomasa tanah, sehingga cacing tanah sangatlah penting dalam rantai makanan tanah. Sebagai agen bioremidiasi, produksi coccon cacing tanah sangatlah penting terkait dengan kandungan logam berat yang ada di tanah, karena logam berat tersebut akan mempengaruhi kematangan seksual pada cacing, jumlah telur dan berat badan cacing. Jika cacing terpapar logam berat selama 28 hari, maka masa recovery dari cacing tersebut adalah 28 hari juga, meskipun begitu cacing tidak dapat menghilangkan seluruh logam berat yang sudah masuk dalam dirinya. Kesimpulan dari kuliah tamu ini adalah bahwa kita harus bijaksana dalam menggunakan antibakteri dan antifungi, sehingga tidak akan mengganggu dan merusak keseimbangan alam.

Peran Ilmu Paleo Etnobotani dan DNA Barcode Pada Fosil Dalam Bidang Arkeologi dibahas Oleh Dua Pakar Fakultas Biologi UGM di Pertemuan Rutin Tahunan Balai Arkeologi Yogyakarta

Rilis BeritaTajuk Kamis, 12 Maret 2020

Dosen Fakultas Biologi UGM yaitu Prof. Dr. Purnomo dan Dra. Tuty Arisuryanti, M.Sc., Ph.D. pada tanggal 9 Maret 2020 diundang oleh Balai Arkeologi Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai pembicara pada Temu Ilmiah Rutin 2020.

Prof. Dr. Purnomo memaparkan materi mengenai “Paleo-Etnobotani dalam Riset Arkeologi”. Beliau mengulas tentang hubungan Paleo-Etnobotani dan riset Arkeologi yang sedang dilakukan di Balai Arkeologi DIY dengan bukti-bukti kajian botanis yang digunakan dalam kajian arkeologis. Bukti fosil yang dapat diamati meliputi untuk kajian tersebut antara lain kayu, pollen, spora, buah, biji, dan fitolith dari daun dan lain-lain. Dari kegiatan manusia jaman dahulu juga dapat dimanfaatkan untuk analisis bukti fosil tanaman budidaya, coprolite (faecal), analisis lambung, tulang, gigi, demikian pula artefak atau relief dari pahatan manusia pada dinding candi dan pemukiman goa pada jaman dahulu. Buku-buku kunopun dapat menjadi sumber inormasi dalam identifikasi tetumbuhan. Melalui bukti-bukti tersebut di atas, maka rekonstruksi vegetasi jaman lampau dapat dilakukan dengan riset yang seksama. Berdasarkan pada identifikasi flora saat ini, fisik dan kimia tanah, serta fosil tumbuhan alam dan budidaya, maka semua akan memperjelas sejarah vegetasi masa lampau. Pada fosil tumbuhan, diskusi dilakukan terfokus berkisar pada bukti polen dan fitolith.

Slide 1
Slide 2

Sementara Dra. Tuty Arisuryanti, M.Sc., Ph.D. membahas “DNA barcode untuk identifikasi spesies”. Metode DNA barcode berbasis Teknik PCR adalah suatu kajian molekuler pada suatu fragmen DNA pendek dari suatu target gen yang telah ditentukan sebagai barcode, contohnya yaitu gen mitokondria COI pada hewan dan beberapa gen kloroplas (MatK dan Rbcl) pada tumbuhan. Metode DNA barcode merupakan metode cepat untuk identifikasi suatu spesies terutama pada spesies-spesies kompleks. Namun demikian kajian morfologis dan anatomis tetap tidak boleh diabaikan dalam identifikasi suatu spesies, sehingga saat ini integrasi dan sinergi antara kajian morfologis-anatomis dan molekuler merupakan hal yang seharusnya dilakukan dalam identifikasi suatu spesies. Berkaitan dengan kegiatan penelitian arkeologi terutama pada identifikasi hewan fosil dengan tulang atau gigi sebagian besar masih dalam kajian karena DNA pada matriks tulang sangat resistan terhadap perubahan lingkungan apalagi yang sudah berumur lebih dari ribuan tahun bahkan yang sudah menjadi fosil.

Ilham Wisnu Aji, Staff Pusat Keamanan Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (PK4L) Fakultas Biologi UGM Mendapatkan Penghargaan dari Polres Sleman Yogyakarta

Rilis BeritaTajuk Rabu, 11 Maret 2020

UGM terus berkiprah di masyarakat. Tidak hanya dosen dan mahasiswa, tetapi tenaga kependidikan pun bisa berkiprah di masyarakat. Salah satu kiprah tenaga kependidikan saat ini adalah peran aktif salah satu anggota PK4L Fakultas Biologi UGM yang bernama Ilham Wisnu Aji dalam memcahkan kasus pengrusakan Pos Polisi Lalu Lintas perempatan Kentungan Yogyakarta. Mas Ilham, sapaan akrabnya merupakan tenaga kontrak PPK yang memperoleh penghargaan dari Polres Sleman, Yogyakarta.

Slide 2
Slide 1

Ilham dipilih oleh Polres Sleman sebagai tokoh inspiratif  karena kontribusinya di masyarakat dalam membantu tugas kepolisian dalam pengungkapan tindakan pengrusakan Pos Polisi di Perempatan Kentungan.

Kronologi kejadian berawal ketika pada hari Selasa tanggal 10 Maret 2020 saat berangkat bekerja dari rumah menuju Fakultas Biologi UGM, pada pukul 05:30 pagi di perempatan traffic light Kentungan dari arah utara, ketika lampu merah dan posisi berhenti Mas Ilham melihat dan merekam ada seseorang yang melempari pos polisi lalulintas Kentungan dengan batu. “Setelah lampu hijau, saya membuntuti tersangka ke dalam gang di sekitar Jalan Kaliurang dan sempat kehilangan jejak pelaku, namun akhirnya saya ketemu lagi saat keluar gang. Kemudian saya buntuti hingga ke dalam lingkungan kos pelaku”, cerita Mas Ilham. Setelah itu, video hasil rekaman tersebut diupload di grup Info Cegatan Jogja (ICJ), yang kemudian diketahui bahwa salah satu admin tersebut adalah anggota kepolisian. Berdasarkan informasi tersebut, kepolisian menindaklanjuti dan pada pukul 07.18 menghubungi Mas Ilham untuk menjadi saksi dari kejadian tersebut. Pelaku sudah diamankan di Polres Sleman, ujar Ilham.

“Apa yang dilakukan Mas Ilham dapat menjadi inspirasi kita bersama, bahwa kita harus saling bantu untuk setiap urusan, meskipun itu bukan urusan atau pekerjaan kita, dan dari kejadian tersebut selaras dengan tugas yang di emban mas Ilham yaitu sebagai anggota PK4L Fakultas Biologi UGM”, imbuh Mulyanto, S.T., M.M selaku Kepala Kantor Administrasi Biologi UGM. “Sebagai pribadi saya tidak mengharapkan penghargaan dari siapapun tetapi jika mendapatkan penghargaan akan dengan senang hati diterima”, pungkas Ilham

Peneliti Wader Pari Fakultas Biologi UGM Menjadi Narasumber Kegiatan Restoking Sumberdaya Perikanan dan Kelautan DIY

Rilis BeritaTajuk Selasa, 10 Maret 2020

Pada hari Kamis, 20 Februari 2020 dan Rabu, 26 Februari 2020 peneliti wader pari Fakultas Biologi UGM dari Lab. Struktur Perkembangan Hewan, Dr. Bambang Retnoaji, M.Sc. menjadi narasumber dalam kegiatan restoking sumberdaya perikanan dan kelautan pada program konservasi ekosistem dan pengawasan sumberdaya kelautan dan perikanan. Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan dari kegiatan sebelumnya yaitu MoU yang dilaksanakan oleh Fakultas Biologi UGM dan Dinas Kelautan dan Perikanan DIY pada tanggal 3 Februari 2020 di Fakultas Biologi UGM. MoU tersebut membahas tentang kerjasa sama dan implementasi teknologi dalam mendukung budi daya massal ikan wader pari.

Paparan pertama dilangsungkan di Aula Kantor Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, sedangkan paparan kedua dilaksanakan di Warung Sate Thoyib, Ring Road Timur, Ds. Manding, Kec. Sabdodadi, Kab. Bantul. Kedua paparan tersebut dihadiri oleh masing masing sekitar 30 orang yang terdiri dari penggiat konservasi, nelayan, anggota pokmaswas, tokoh masyarat, aparat desa dan perwakilan dinas KKP setempat. Dalam paparannya, Dr. Bambang Retnoaji, M.Sc. menyampaikan bahwa alasan dikembangkannya alat budidaya wader pari ini dilatarbelakangi dari tingginya permintaan pasar terhadap ikan wader. Kondisi ini membuat ikan wader banyak dieksploitasi secara masif di alam tanpa diimbangi upaya konservasi yang tepat, sehingga mengancam keberadaan ikan wader yang sudah jarang ditemukan. Ditambah reproduksinya hanya berlangsung sekali dalam semusim.

Acara yang dikemas serius santai tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Dinas KKP provinsi DIY, dan juga oleh anggota komisi B DPRD DIY, Bapak Agus Sumartono, S.Si. dan dari Polairud POLDA DIY, AKBP Riwanto. Dalam sambutan dan paparannya, perwakilan dari Dinas KKP DIY menyampaikan mengenai “Arah Kebijakan Restoking Sumberdaya Kelautan dan Perikanan DIY” dan pentingnya peran serta masyarakat dalam pemeliharaan lingkungan dan pelestarian sumber daya alam Indonesia, khususnya di Provinsi DIY. Paparan dari komisi B DPRD DIY dan dari Polairud POLDA DIY membahas mengenai “Dukungan Dewan dan juga dari POLDA DIY Dalam Kegiatan Restoking ikan lokal di perairan DIY”. (Anita Raharjeng)

Mahasiswa Fakultas Biologi UGM ikuti Young Founders Conference Entrepreneur di Berlin Jerman

Rilis BeritaTajuk Senin, 9 Maret 2020

Kamis,  30 Januari 2020 Mahasiswa Indonesia dari Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada yaitu Anna Firdhousi Nuzula angkatan 2017 berangkat ke Jerman dalam rangka mengikuti program beasiswa mandiri dari Youth For Understanding yang diikuti sejak tahun 2019 semester ganjil lalu di bulan Agustus – Oktober. Suatu program yang sama dengan Westerwelle Foundation for International Understanding mendorong kolaborasi lintas negara, antara kaum muda yang menjadi pelopor penggerak pengembangan budaya di Indonesia.

Cakupan dan Nilai Beasiswa Westerwelle Foundation akan menanggung biaya penerbangan pulang-pergi Indonesia – Jerman, akomodasi, dan konsumsi selama menghadiri Young Founders Conference Entrepreneurs di Berlin. Sementara untuk biaya konsumsi sehari hari, asuransi kesehatan dan visa ditanggung mandiri. Dari sini peserta mendapatkan program bimbingan gratis selama 1 minggu untuk belajar budaya dan business yang ada di Jerman, dan yang pasti pengalaman yang sangat berharga selama 9 hari di Jerman. Peserta YFU(Youth For Understanding) perwakilan Indonesia terdiri dari 6 anak yang berasal dari Sumatera dan Jakarta. Selama di Jerman rombongan ini dibersmai oleh mahasiswa Indonesia yang sudah lama berkuliah di Jerman.

Slide 1
Slide 2
Slide 3

Westerwelle Foundation meluncurkan sebuah proyek untuk menemukan cara-cara inovatif untuk mempromosikan Vocational Training secara internasional. Bersama dengan Sinal do Vale dan The DO School, Westerwelle Foundation mengundang 6 orang ke Jerman dan menantang mereka untuk menghasilkan ide dan konsep vocational training yang lebih menarik di negara berkembang. Tujuan agenda ini adalah untuk memungkinkan negara-negara berkembang termasuk Indonesia meningkatkan sistem vocational training mereka tanpa harus terlebih dahulu memenuhi berbagai prasyarat dan persyaratan yang khas untuk “Sistem Pelatihan Kejuruan Ganda”.

Hari pertama di Jerman, peserta di sambut dengan baik oleh pihak Young Founder Konference YFU dan diberikan kemudahan dalam segala aktivitas yang ada baik dalam pemilihan penginapan maupun makan. Peserta diberi kesempatan mengunjungi Wisma Indonesia yang ada di Jerman. Setiap harinya agenda yang ada dibuat untuk diskusi, Tour the University dan persentasi.

Peserta menginap di kota Köthen. Köthen merupakan suatu kota tua yang mana dahulu penduduk asli disana tidak pernah mau menerima orang asing, jadi dulunya disini terdapat banyak Demo Aslender. Dulu,  di hari Sabtu dan Minggu mahasiswa disini tidak boleh keluar dengan berbagai alasan yang ada. Dari segi arsitektur bagunan Köthen terlihat seperti kota tua,  dengan suasana yang masih klasik. Berbeda dengan  Berlin yang seperti kota besar, banyak terdapat mall, bangunannya sudah modern seperti luar negeri pada umumnya. Ketika diskusi mengenai makanan, di Indonesia kita sering menjumpai nasi Padang di berbagai daerah, tetapi kalau di Jerman untuk budaya makan disini kita akan banyak menjumpai namanya Dilan dooder, namun dengan harga yang tidak akan sama dengan nasi Padang. Selain itu terdapat Warung Arab yang letaknya tidak jauh dari tempat peserta menginap.

 

Senin, 3 Februari 2020, peserta berkunjung ke suatu industri sepatu yang ada di kota Berlin. Peserta ditunjukkan proses pembuatan sepatu dan alat-alat yang digunakan untuk produksi, pabrik ini bekerja sama dengan tim dari negara Brasil. Keesokan harinya, peserta diberi kesempatan untuk menampilkan salah satu kesenian budaya Indonesia, perwakilan Indonesia membawakan tarian Saman dari Aceh. Kesempatan ini dihadiri oleh banyak mahasiswa yang ada di Jerman dalam acara ‘Internationaler Studententag’.

Hari terakhir dalam program ini, peserta diberi kesempatan untuk mempresentasikan konsep terakhirnya yaitu “UpNetwork“. Tujuan jaringan ini adalah untuk menyatukan kaum pemuda dengan perusahaan dan dengan berbagai solusi inovatif. Sebagai platform global, UpNetwork lebih mengidentifikasi peluang pelatihan dalam keterampilan yang relevan dengan industri inovatif dan kemudian meneruskan peluang ini ke lembaga lokal, yang disebut “UpSites“. Kemudian akan ditawarkan program pelatihan dan menghubungkan kaum muda dengan perusahaan lokal.

Dengan cara ini, UpNetwork berupaya berkontribusi untuk memerangi pengangguran kaum pemuda global diseluruh dunia.  Dengan pelaksanaan yang demikian diharapkannya menemukan ide-ide yang berkelanjutan dan dapat diukur sehingga dapat diimplementasikan dalam berbagai regulasi kehidupan masyarakat secara global.

Jum’at, 7 Februari 2020 perwakilan YFU dari Indonesia kembali ke tanah air. Harapan dari pelaksanaan program ini yaitu adanya jaringan-jaringan global yang lebih bisa menyatukan pemuda dengan budaya yang ia punya, perusahaan yang telah berkembang, dan industri inovatif di tingkat lokal yang tetap selalu berusaha untuk mengembangkan karakter budaya Indonesia.

Peran Fakultas Biologi UGM dalam Penelitian Arkeologi

Rilis BeritaTajuk Jumat, 6 Maret 2020

Balai Arkeologi Daerah Istimewa Yogyakarta (Balar Jogja) menyelenggarakan kegiatan Evaluasi Hasil Penelitian Arkeologi (EHPA) 2020. Dalam kegiatan tersebut, Balar Jogja mengundang Dekan Fakultas Biologi UGM untuk menghadiri rapat dan seminar EHPA. Rapat EHPA berlangsung dari tanggal 26 sd 28 Februari 2020 di Lotus Ballroom, Hotel Grand Aston Yogyakarta. Dekan Fakultas Biologi UGM turut diundang, karena antara Balar Jogja dan Fakultas Biologi UGM telah memiliki Perjanjian Kerja Sama (PKS). Dalam PKS tersebut, kami dari Fakultas Biologi UGM membantu  ekskavasi arkeologis dan melakukan identifikasi temuan flora dan fauna hasil ekskavasi arkeologis Balar Jogja.

Slide 1
Slide 2

Dekan Fakultas Biologi UGM kemudian menugaskan Dosen dari Fakultas Biologi UGM, yang juga Kepala Museum Biologi UGM, yaitu Donan Satria Yudha, M.Sc. untuk menghadiri kegiatan EHPA tersebut secara penuh. Hal tersebut dikarenakan studi master Donan adalah di bidang prasejarah dan geologi kuarter, di Museum National of Natural History, Paris Perancis dan saat ini, Donan menjadi Kepala Museum Biologi UGM, sehingga dia orang yang tepat untuk menghadiri kegiatan EHPA tersebut.

Pada tanggal 17 Juli s.d. 5 Agustus 2019, Donan juga telah membantu penelitian dan ekskavasi yang dilakukan Balar Jogja. Penelitian Balar Jogja tersebut berjudul “Strategi Subsistensi Pada Masa Prasejarah di Gua-Gua Gunung Sewu Bagian Barat: Sebuah Pendekatan Zooarchaeology”. Penelitian dan ekskavasi dilakukan di Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunung Kidul, D.I. Yogyakarta. Donan melakukan identifikasi temuan fauna dari hasil ekskavasi. Terdapat sekitar 839 fragmen fosil hewan vertebrata yang berhasil diidentifikasi. Fragmen fosil yang teridentifikasi berupa: rodent, primates, reptiles seperti ular dan kadal, artiodactyla dan beberapa tulang ikan.

Hasil penelitian dan ekskavasi tersebut dipresentasikan oleh Ibu Rizka Purnamasari, S.S. (PIC Kegiatan Penelitian), pada hari Kamis 27 Februari 2020, pada sesi kedua. Dalam presentasinya Bu Rizka menyebutkan bahwa: identifikasi temuan fosil fauna vertebrata hasil identifikasi dilakukan oleh Pak Donan dengan spesimen pembanding (referensi) koleksi rangka vertebrata milik Museum Biologi UGM dan Laboratorium Sistematika Hewan, Fakultas Biologi UGM. Kami dari Museum Biologi dan Laboratorium Sistematika Hewan, Fakultas Biologi UGM memang memiliki koleksi rangka fauna vertebrata yang cukup lengkap. Kami memiliki rangka badak, rangka anjing, kucing, babi hutan, berbagai jenis rodent (pengerat), biawak, ular, ikan, hingga cangkang moluska. Rangka-rangka tersebut memang merupakan bagian dari perkuliahan dan praktikum kami.

Penutup kegiatan EHPA berisi sambutan dari Kepala Balai Arkeologi Daerah Istimewa Yogyakarta, yaitu Bapak Drs. Sugeng Riyanto, M.Hum. Beliau mengatakan bahwa pada penelitian arkeologi selanjutnya, akan terus mengadakan kerjasama penelitian dan studi bersama, agar mendapatkan hasil yang komprehensif dan mendalam. Beberapa penelitian yang dapat dikerjasamakan antara lain: studi genetik tumbuhan masa lampau yang digunakan sebagai bahan obat herbal, identifikasi variasi tanaman pangan yang digunakan oleh masyarakat jaman kerajaan, dan masih banyak lagi. Kami dari Museum Biologi dan Fakultas Biologi menyambut baik pernyataan tersebut dan siap bekerjasama.

 

Sharing Session and Dissemination : Student Mobility to Yamagata University

Rilis BeritaTajuk Kamis, 5 Maret 2020

Selasa (3/3) telah dilaksanakan sharing session dan diseminasi dari kegiatan Student Mobility Fakultas Biologi UGM ke Yamagata University Jepang yang berlangsung tanggal 16-22 Februari 2020. Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium Biologi Tropika Fakultas Biologi UGM. Sharing Session ini dibuka oleh Dekan sekaligus Guru Besar Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., Ph.D. Pada kesempatan tersebut, Prof. Budi menyampaikan bahwa kerjasama dan terlaksananya Student Mobility ke Yamagata University ini merupakan suatu ‘mimpi yang terwujud’. Student Mobility ini merupakan program yang pertama kali terjalin dengan Yamagata University. Sebelumnya, Fakultas Biologi juga telah melaksanakan program Student Mobility ke Universitas Tun Husein Malaysia (UTHM).

Slide 2
Slide 1
Slide 3
Slide 4

Acara dimulai pukul 11.00 WIB. Acara dikemas melalui sharing session santai, dengan bentuk konsumsi ‘ala tea party Jepang’ serta doorprize oleh-oleh khas Jepang. Setelah sambutan serta pembukaan dari Dekan Fakultas Biologi, acara sharing session dilanjutkan dengan pemutaran aftermovie dan penjelasan kegiatan saat student mobility secara umum oleh rombongan yang berangkat, diwakili oleh Ibu Zuliyati Rohmah, S.Si., M.Si., Ph.D. Beliau menyampaikan beberapa hal terkait program yang telah terlaksana, termasuk kesempatan beasiswa yang ditawarkan oleh pihak Yamagata university. Acara kemudian dilanjutkan dengan diseminasi project penelitian yang telah dilaksanakan mahasiswa. Mengangkat tema “Asian Biodiversity Revealed by DNA Barcoding”,melalui program yang terlaksana melalui hibah Sakura Science Grant dari Japan Science and Technology Agency , para mahasiswa berkesempatan untuk mempelajari teknik barcoding DNA dari berbagai spesies tanaman dan tumbuhan.
Selain diseminasi project penelitian, pada kesempatan tersebut rombongan mahasiswa yang bernagkat juga menceritakan pengalaman yang mereka rasakan selama seminggu menjadi ‘mahasiswa’ di Jepang. Ada beberapa perbedaan kultural yang mereka alami, seperti jadwal yang padat, kebiasaan berjalan kaki yang mereka jalani selama disana, sampai adaptasi terhadap budaya tertib dan disiplin yang telah mendarah daging pada budaya masyarakat Jepang. Adaptasi terhadap cuaca dingin yang mencapai -2℃ serta salju juga menjadi pengalaman berharga bagi mereka.
Sharing session yang dihadiri mahasiswa lintas angkatan Fakultas Biologi UGM tersebut, berakhir pada pukul 12.00 WIB. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat menjadi sesi berbagi informasi dan ilmu pengetahauan dari mahasiswa-mahasiswa Biologi yang berkesempatan melakukan kegiatan Internasional. Selain itu, diharapkan juga melalui agenda-agenda seperti ini, dapat memotivasi mahasiswa lain untuk berpartisipasi aktif pada kegiatan-kegiatan selain perkuliahan di kelas.
Fakultas Biologi senantiasa mendorong dan mendukung segenap civitas akademikanya untuk senantiasa mengembangkan diri dalam rangka mewujudkan visi fakultas biologi UGM, yaitu menjadi Fakultas dengan program studi yang unggul di tingkat internasional, sebagai pusat pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang biologi, khususnya biologi tropika, yang berorientasi pada kepentingan bangsa dan berdasarkan Pancasila (RN).

Dosen Biologi Hadiri Seminar Pra Kajian Balai Konservasi Borobudur

Rilis BeritaTajuk Rabu, 26 Februari 2020

Dosen Fakultas biologi UGM, Drs. Heri Sujadmiko, M.Si dari laboratorium Sistematika Tumbuhan menghadiri Seminar Pra Kajian Balai Konservasi Borobudur pada tanggal 13-15 Februari 2020 di Hotel Crystal Lotus Yogyakarta. Seminar ini dibuka oleh Kepala Balai Konservasi Borobudur Tri Hartono, dalam sambutanya beliau menyampaikan bahwa Balai Konservasi Borobudur memiliki fungsi pengembangan metode dan teknik konservasi.  Selain itu juga memiliki fungsi pelaksanaan kajian konservasi terhadap aspek sipil, arsitektur, geologi, biologi dan kimia. Beliau berharap bahwa hasil kajian yang akan dilaksanakan bisa langsung diaplikasikan terhadap cagar budaya sehingga bisa langsung diterapkan dan dimanfaatkan di BPCB di seluruh Indonesia.

Slide 1
Slide 2

Pada Tahun 2020 Balai Konservasi Borobudur melaksanakan 9 kajian diantaranya :

  1. Konsolidasi Lukisan Dinding Gua Tahap I
  2. Penggunaan Resin Alam untuk Konsolidasi Artefak Kayu
  3. Kajian Zat Allelopati Tumbuhan Untuk Konservasi Cagar Budaya Berbahan Batu Andesit
  4. Evaluasi Kebocoran Candi Borobudur
  5. Kajian Distribusi Pengunjung di Zona 1 Candi Borobudur
  6. Pengaruh Kendaraan Bermotor terhadap Bangunan Cagar Budaya Kolonial
  7. Rencana Pelestarian Situs Samberan
  8. Identifikasi Material Cat Pada Lukisan Berbahan Kanvas
  9. Analisis Struktural Bangunan Kolonial Menggunakan Metode Finite Elemen dan Digital Fotogrametri

Para Peserta seminar membantu memberi kajian dan saran dari topik sembilan kajian tersebut di atas. Diharapkan hasil kajian kedepan bisa dijadikan Prosedur Operasi Standar (POS) oleh Direktorat Perlindungan Kebudayaan untuk didorong menjadi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sehingga bisa dimanfaatkan oleh banyak pihak.(baskoro)

Mahasiswa Fakultas Biologi UGM Selesai Melaksanakan Student Mobility Melalui Sakura Science Grant 2020 di Yamagata University Japan

Rilis BeritaTajuk Selasa, 25 Februari 2020

Sabtu (15/02), tim Students Mobility Goes to Yamagata University Japan yang terdiri dari 10 orang mahasiswa disertai dengan 1 dosen pendamping berangkat menuju Yamagata University. Rombongan berangkat sabtu malam (15/02) dari Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta menuju Bandara International Soekarno Hatta. Keesokan paginya, rombongan melanjutkan perjalanan ke Haneda Airport Tokyo. Sesampainya di Tokyo, rombongan disambut oleh Miyazawa sensei, untuk kemudian melanjutkan perjalanan menuju Yamagata. Setelah beberapa kali berganti kereta, perjalanan menuju Yamagata dilanjutkan dengan menggunakan shinkansen, kereta cepat Jepang yang kecepatannya bisa mencapai 300km/jam. Minggu malam (16/02), rombongan akhirnya sampai di Yamagata University, dan langsung disambut oleh rintik hujan dan dinginnya suhu Yamagata, yang malam itu mencapai 5℃. Di kampus, rombongan disambut oleh Prof. Jun Yokoyama, atau biasa dipanggil Yokoyama sensei.

Slide 1
Slide 2
Slide 5
Slide 3
Slide 4

Yamagata University terletak di bagian utara Jepang, tepatnya di Prefektur Yamagata. Universitas ini berdiri pada tahun 1949, dan terdiri dari 6 fakultas, yaitu Faculty of Education, Art and Science, Faculty of Enggineering, Faculty of Science, Faculty of Medicine, Faculty of Agriculture, serta Faculty of Literature and Social Sciences. Keenam fakultas ini terbagi kedalam 4 kampus, yaitu Kojirakawa Campus, Tsuruoka Campus, Lida Campus dan Yonezawa Campus. Faculty of Science yang menjadi tujuan dari rombongan berada di Kojirakawa Campus.

Senin pagi (17/02), Yokoyama sensei mendampingi rombongan untuk melakukan Campus Tour di Kojirakawa Campus. Rombongan berkesempatan untuk mengunjungi perpustakaan, shokudo, atau bisa disebut kantin kampus yang menjadi tempat makan mahasiswa, serta Yamagata University Museum..Selain melakukan Campus Tour, rombongan bersekempatan pula untuk mengunjungi beberapa laboratorium yang ada di Faculty of Science Yamagata University, diantaranya Lab Ecology and Plant Evolution serta Lab Plant Physiology. Rombongan juga berkesampatan untuk melihat langsung alat-alat penelitian canggih yang dimiliki masing-masing lab. Senin siang, program lectures dan lab courses dengan tema “Asian Biodiversity Revealed by DNA Barcoding” secara resmi dimulai. Courses  yang diselenggarakan melalui program Sakura Science Grant ini dimulai dengan lecture yang diberikan oleh Prof. Naoyuki Fujiyama, Fujiyama sensei dengan tema “On The Species Diversity of Insect in Asia” dilanjutkan oleh lecture dari Yokoyama sensei dengan tema “Plant Diversity in East to Southeast Asia” dan “Systematics and DNA Barcoding”.

Ketiga materi tersebut merupakan materi pengantar untuk lab project yang akan dikerjakan oleh mahasiswa Fakultas Biologi UGM bersama mahasiswa Faculty of Science Yamagata University, yang terdiri dari Daiki-san, Machiko-san, Nanami-san, dan Suika-san. Lab project yang dikerjakan oleh para mahasiswa merupakan Lab Project mengenai DNA Barcoding. Mahasiswa dari kedua universitas dibagi menjadi 5 kelompok dan akan melakukan barcoding DNA pada 4 genus tumbuhan dan 1 genus serangga. Kelompok tumbuhan yang digunakan adalah Cyclamen (Primulaceae), Phalaeonopsis, Ficus (Moraceae), Viola (Violaceae) serta kelompok serangga dari famili Coccinellidae. Project ini dimulai dengan isolasi DNA pada hari kedua, dilanjutkan dengan elektroforesis, PCR, dan sequencing di hari ketiga. Pada hari keempat, course dilanjutkan dengan analisis data menggunakan program MEGA X dan BLAST di NCBI serta pembuatan report. Pada hari terakhir, yaitu jumat pagi (21/02), dilakukan presentasi hasil project yang dilanjutkan dengan penutupan resmi course disertai pemberian sertifikat bagi seluruh peserta course.

Jumat siang (21/02), rombongan melanjutkan perjalanan ke Tokyo menggunakan shinkansen dengan didampingi Yokoyama sensei. Seluruh mahasiswa dan sensei yang terkait dengan program ini turut mengantar rombongan sampai ke Yamagata Station. Mereka juga turut menemani rombongan untuk berkeliling di sekitar Station untuk membeli berbagai souvenir khas Yamagata. Jumat malam (21/02), rombongan sampai di Kamata, Tokyo. Pada malam harinya, rombongan melakukan last dinner bersama Yokoyama sensei, sebelum pada keesokan paginya (22/02) melanjutkan perjalanan ke Haneda Airport menggunakan kereta untuk kemudian pulang ke Indonesia.

Pada Student Mobility ini, rombongan yang terdiri dari Alfi Fatona Putri (Biologi 2016), Farial Alwaini (Biologi 2017), Ainurrizqi (Biologi 2017), Rania Nawra Thifali Izdihar (Biologi 2017), Yakini Al Khaaliq (Biologi 2017), Aulia Sigit Ardianto (Biologi 2018), Nareta Defiani (Biologi 2018), Hafshah Alydarafa (Biologi IUP 2019), Jordie Nicholas Siahaan (Biologi IUP 2019), dan Aisyah Rahmah Tantri (Biologi IUP 2019) dan didampingi oleh Dosen Fakultas Biologi UGM, Zuliyati Rohmah, S.Si., M.Si., Ph.D. berkesempatan untuk mempelajari banyak hal mengenai Jepang. Selain mengikuti course, rombongan juga berkesempatan untuk mempelajari sejarah, kebiasaan, budaya, hingga sistem akademik yang ada di Jepang, yang tentunya memilki persamaan dan perbedaan dengan Indonesia.

Harapannya, program seperti ini dapat menjadi awal untuk program kerjasama lanjutan antara Fakultas Biologi UGM dengan Faculty of Science Yamagata University. Program yang terlaksana melaui hibah Sakura Science Grant dari Japan Science and Technology Agency diharapkan dapat memberikan gambaran bagi mahasiswa asing mengenai studi di Jepang (RN).

1…172173174175176…225

Akreditasi

Berita Terakhir

  • Tim Mahasiswa Fakultas Biologi UGM Raih Bronze Medal pada 2nd International Student Summit 2026
  • Angkat Inovasi Susu Nabati Probiotik Kacang Hijau, Tiga Mahasiswa Biologi UGM Raih Medali Perak di Lomba Esai Cipta Nusantara Fest
  • Mahasiswa UGM Raih Dua Medali Perak dan Satu Medali Perunggu pada International Student Summit 2026 di Malaysia
  • Dharma Wanita Persatuan UP Fakultas Biologi UGM Selenggarakan Pelatihan Budidaya Anggrek
  • Upacara Melepas Wisudawan-Wisudawati Program Sarjana Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada Periode II Tahun Akademik 2025/2026
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA

FAKULTAS BIOLOGI
Jalan Teknika Selatan, Sekip Utara,
Yogyakarta 55281
biologi-ugm@ugm.ac.id
Telepon/Fax: +62 (274) 580839

Tentang Kami

  • Sejarah
  • Organisasi
  • Staff
  • VISI, MISI & TUJUAN
  • Biodiversitas
  • Informasi Publik

KEMAHASISWAAN

  • Pelayanan Mahasiswa
  • Organisasi Mahasiswa
  • Pengajuan Kerja Praktik Lapangan
  • Izin Penelitian Lapangan
  • Layanan Konseling Mahasiswa

Akademik

  • Peraturan Akademik
  • Pengumuman Akademik

Survei Kepuasan Layanan

  • Survei Layanan Akademik
  • Survei Layanan KASDM
  • Survei Layanan P2MKSA
  • Survei Layanan Laboratiorum
  • Survei Layanan K5L dan Driver

Akreditasi

  • Image 1
  • Image 2
  • Image 3

© 2024 FAKULTAS BIOLOGI UNIVERSITAS GADJAH MADA

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju