• UGM
  • Portal Simaster
  • IT Center
  • Webmail
  • KOBI
  • Bahasa Indonesia
    • English
  • Informasi Publik
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Biologi
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Visi, Misi & Tujuan
    • Organisasi
    • Staff
      • Tenaga Pendidik
      • Adjunt Professor
      • Tenaga Kependidikan
      • Kepakaran dan Topik Riset Dosen
    • Fasilitas
      • Animal House
      • Kebun Biologi
      • Konsultasi Kesehatan Mental
      • Laboratorium
      • Museum Biologi
      • Perpustakaan
    • Galeri
      • Gedung Fakultas
      • Museum Biologi
      • Penelitian
      • Gama Melon
  • Akademik
    • Program Sarjana
      • Visi, Misi, dan Tujuan
      • Matakuliah S1
      • Pendaftaran Skripsi
      • Pendaftaran Ujian Skripsi
      • Pendaftaran Yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Klaim MK Ekstrakurikuler
    • IUP
    • Program Profesi
      • Apa itu PKKH ?
      • Sejarah Pendirian Program Studi PKKH
      • Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran Program Studi PKKH
      • Kompetensi Lulusan Program Studi PKKH
      • Bahan Kajian dan Profil Lulusan Program Studi PKKH
      • Kurikulum Program Studi PKKH
      • Pendaftaran Mahasiswa Baru PKKH
      • Informasi dan FAQ Program Studi PKKH
    • Program Magister
      • Deskripsi Program Magister Biologi
      • Mata Kuliah S2
      • Struktur Kurikulum Program Magister
      • Info Pendaftaran
      • PENDAFTARAN UJIAN KOMPREHENSIF
      • Pendaftaran Ujian Tesis
      • pendaftaran yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Tracer Study
    • Program Doktor
      • Visi, Misi, Tujuan, & Sasaran Program Doktor Biologi
      • Kurikulum Program Doktor
      • Info Pendaftaran
      • Pendaftaran Ujian Komprehensif
    • Akreditasi dan Jaminan Mutu
  • PENELITIAN & PENGGABDIAN
    • Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology
    • Berkala Ilmiah Biology
    • Pengelolaan Sampah
  • Kerja Sama
  • Alumni
    • Berita Alumni
    • BCADC (Web Alumni)
    • Data Kabiogama Pascasarjana
    • Data Kabiogama Sarjana
  • Beranda
  • Rilis Berita
  • hal. 188
Arsip:

Rilis Berita

Seminar Bio-Ekonomi Outlook 2019: Potensi Ekonomi berbasis Biodiversitas

Rilis BeritaSeminar Jumat, 28 Desember 2018

Indonesia merupakan negara dengan biodiversitas flora dan fauna terbesar kedua setelah Brazil. Oleh karenanya, Indonesia juga disebut sebagai negara megabiodiversity. Namun sayangnya, kekayaan biodiversitas tersebut belum dikelola secara optimal karena beberapa dekade sebelumnya masih dipandang sebelah mata. Kekayaan biodiversitas saat ini terus tergerus oleh kerusakan ekosistem flora dan fauna, yang beberapa diantaranya disebabkan oleh illegal logging, pembakaran hutan, penambangan mineral dan bahan bakar berbasis fosil. Kehilangan biodiversitas dapat menimbulkan kerugian yang cukup besar untuk kepentingan masa depan, karena biodiversitas merupakan cadangan sumber daya yang signifikan untuk keberlangsungan generasi mendatang. Laju kerusakan ekosistem dan kehilangan biodiversitas bisa dikatakan cukup tinggi. Hal ini dapat dilihat dari penambahan daftar flora dan fauna yang masuk dalam kategori endangered. Hingga tulisan ini disusun, telah ada paling tidak sejumlah 1567 spesies flora dan fauna di Indonesia yang masuk dalam endangered species (http://earthsendangered.com).

Untuk mencegah dan mengurangi laju kehilangan biodiversitas, pemerintah Indonesia bersama dengan UNDP (United Nation for Development Program) menyelenggarakan program pembiayaan untuk konservasi dan reservasi biodiversitas. Namun sayangnya, hingga saat ini alokasi yang dianggarkan masih jauh dari mencukupi yaitu baru sekitar 6% dari kebutuhan dan Indonesia baru berperan sebesar 0,5% setiap tahunnya. BIOFIN Indonesia merupakan bentuk kerjasama pemerintah Indonesia dan UNDP untuk menstimulasi pembiayaan konservasi biodiversitas di Indonesia. “Indonesia memiliki 552 unit Kawasan konservasi dengan total luas mencapai 27,12 juta Ha atau 21% dari luas Kawasan hutan Indonesia, dengan ketersediaan sumber daya genetik yang sangat tinggi” ucap Dida Gardera dalam paparannya di seminar tersebut. Biodiversitas tidak hanya bernilai ekonomi karena wujud atau produk yang dihasilkan saja, namun biodiversitas memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi karena perannya sebagai penyerap karbon, reservasi energi terbarukan, dan lainnya.

Robert Manurung, salahsatu narasumber dalam seminar dalam paparannya menyatakan bahwa bioekonomi tidak hanya berwujud nilai hasil produksi saja, namun produk-produk sampingan yang sering disebut sebagai limbah bahkan dapat memiliki nilai ekonomi yang berpuluh kali lipat dari nilai produk utamanya, jika kita mau dan mampu mengolahnya. Misalnya padi, hingga saat ini mayoritas beranggapan bahwa produk yang paling mahal yang dihasilkan padi adalah beras. Namun, jika kita mau mengolah limbah padi seperti jerami untuk produksi silica, dan kulit padi untuk biodiesel maka nilai intrinsik beras hanya menjadi sepersepuluh dari dua produk sampingan tadi. Selain itu, apabila pertanian dan perkebunan dikelola berdasarkan atas konservasi siklus materi dan energi, maka penggunaan pupuk sintetis dapat ditekan dan hasil produknya berlipat dibanding dengan yang mengandalkan pupuk.

Untuk menggalang pembiayaan biodiversitas, pemerintah Indonesia dalam hal ini BIOFIN Indonesia berusaha untuk menggandeng berbagai elemen untuk berperan serta seperti BUMN dan perusahaan-perusahaan privat melalui penggalangan dana CSR. Sebagai salahsatu contoh, Bank Rakyat Indonesia (BRI) hingga saat ini telah memiliki 46 desa binaan di berbagai pulau di Indonesia. “Hingga 2018, BRI juga telah menyalurkan dana sebesar Rp 104 milyar untuk konservasi dan pemberdayaan biodiversitas” papar Agus Rachmadi.

Menyongsong era industri 4.0, biodiversitas merupakan potensi yang sangat besar. Namun pertumbuhan ekonomi dari sektor berbasis biodiversitas (pertanian, perkebunan, dan perikanan) masih relative rendah, yaitu sebesar 4%. Pertumbuhan ekonomi 2018, menunjukkan bahwa saat ini sektor yang menjadi andalan adalah transportasi, teknologi informasi dan komunikasi, serta konstruksi dengan pertumbuhan masing-masing sebesar 8 %, 7%, dan 6%. Hal ini disampaikan Berly Martawardaya dalam paparannya. Beliau juga menyampaikan bahwa tahun 2018 nilai investasi untuk basis ekonomi biodiversitas juga masih sangat rendah, menduduki ranking ke-6 setelah investasi dalam bidang konstruksi. Transportasi dan telekomunikasi menduduki rangking pertama dengan total nilai investasi Rp 44 trilyun.

Seminar BIOFIN, Indonesia Bioeconomy Outlook 2019, ini di selenggarakan di Hotel Borobudur Jakarta pada 20 Desember 2018. Pada kesempatan ini, dua staff Universitas Gadjah Mada yaitu Dr. biol.hom. Nastiti Wijayanti, S.Si., M.Si. (mewakili LPPM UGM), dan Sukirno, S.Si., M.Sc., Ph.D. (mewakili Fakultas Biologi UGM) berkesempatan untuk berperan dalam seminar tersebut. Seminar ini juga dihadiri oleh perwakilan beberapa NGO, BUMN, dan Bank.  (Sukirno)

Selesaikan Program Doktoral di Jepang bersama Anak?

AlumniRilis Berita Kamis, 27 Desember 2018

Biology Career and Alumni Development Center (BCADC) kembali menyelenggarakan Alumni Talks pada Kamis 27 Desember 2018, sebuah agenda rutin tiap dua bulan dengan menghadirkan alumni Fakultas Biologi UGM untuk hadir berbagi inspirasi. Pada kesempatan ini, Dr. Ajeng Kusumaningtyas Pramono, Biologi 2005, membagikan pengalamannya selama melanjutkan studi master dan PhD di King Abdullah University of Science and Technology (KAUST) serta Tokyo Institute of Technology. Pembicaraan menjadi semakin menarik karena beliau melanjutkan studi PhD di Jepang berdua bersama anak. Hal tersebut dikupas secara mendalam oleh Dr. Ajeng terutama dalam memilih negara yang cocok untuk membawa keluarga, memilih supervisor yang tidak hanya ahli di bidangnya tapi juga memiliki perspektif yang baik untuk yang sudah berkeluarga, hingga memilih universitas, kota atau lokasi tempat tinggal yang sangat berkaitan erat dengan biaya hidup.

“Bijaklah dalam memilih supervisor, karena supervisor itu ibarat “suami atau orang tua” kita selama menemuh studi. Supervisor jauh lebih penting dari ranking Universitas” Pungkas Dr. Ajeng menekankan pemilihan supervisor adalah titik krusial saat ingin melanjutkan studi khususnya PhD.

Dalam kesempatan yang sama, beliau juga menekankan pentingnya komunikasi dan terbuka dengan pembimbing agar dapat menyelesaikan studi dengan lebih lancar. Hal ini dicontohkan beliau saat mencoba mengkomunikasikan kehamilannya sesaat sebelum memulai studi dan akhirnya kehamilan tersebut tidak menjadi hambatan setelah dikomunikasikan dengan supervisor. Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya berpikiran terbuka dan memiliki teman diskusi, mengingat rate of failure untuk menempuh PhD itu relative tinggi bahkan hingga 50% dan banyak rekan-rekan beliau yang mengalami depresi hingga tidak mampu melanjutkan studinya

“Kita harus memiliki rekan seperjuangan, karena selama menempuh studi khususnya PhD itu penuh tantangan dan banyak yang mengalami depresi, termasuk saya” Ujar Dr. Ajeng yang disambut gelak tawa para peserta

Saat ini Dr. Ajeng bekerja di Bio-energy.co.jp sebuah perusahan daur ulang limbah makanan di Jepang dan jika ditanya apa impian beliau selanjutnya “Saya masih mencari kesempatan menjadi pengajar di Indonesia, after all, in Latin doctor is ‘teacher’ “Tegas Dr. Ajeng

 

 

 

 

Alamsyah Prabayu Pimpin Mapagama dalam UGM Research Expedition (URE II) Negeri Piliana, Maluku 2018

Rilis BeritaTajuk Minggu, 23 Desember 2018

Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Gadjah Mada (Mapagama) dengan ketua Alamsyah Prabayu (Biologi) telah sukses melakukan ekspedisi di Gunung Binaiya, Negeri Piliana, Kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah, Kepulauan Maluku, Provinsi Maluku dan terletak di kawasan Taman Nasional Manusela. Ekspedisi ini memiliki tiga tema besar untuk diselidiki yaitu abiotik, biotik dan budaya.

Tema abiotik sendiri meliputi analisis Geosite dan Geomorphosite Negeri Piliana yang diketuai oleh Muhammad Ilham (Ilham) dan Sistem Konstruksi Rumah Adat Alifuru di Negeri Piliana yang diketuai oleh Toto Karsius Karo-Karo (Toto). Tema biotik meliputi Pola Konsumsi Bahan Pangan Bersumber Karbohidrat di Negeri Piliana diketuai oleh Sitaresmi (Sita) dan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Negeri Piliana diketuai oleh Alamsyah Prabayu (Alam), dan untuk kultur terdiri dari Kerentanan Sosial Ekonomi Rumah Tangga Miskin Negeri Piliana diketuai oleh Nabila Huwaida (Nabnab), dan yang terakhir tentang Pola Kepemimpinan dan Adat di Negeri Piliana diketuai oleh Deswita Ayu Wandira (Deswita). Ketiga tema tersebut merupakan bagian dari tema utama yaitu Binaiya dalam Tradisi dan Modernisasi.

Slide 1
Slide 2
Slide 3

Tim beranggotakan 13 orang dengan Koordinator Tim dan Penelitian Alamsyah Prabayu (Biologi), Koordinator Lapangan Michael (Hukum), Sie Konsumsi Sitaresmi (FTP), Sie Dokumentasi Sholeh Firmansyah (MIPA), Sie Transportasi Adam Willy (FIB), Sie Komunikasi Aqila Syaharani (FIB), Sie Logistik Toto Karsius (Vokasi), Sekretaris Nabila Huwaida (FEB), Bendahara Alfira Ihda (Vokasi), Sie Survey dan Perizinan Kresna Muharam (MIPA), Sie P3K Eni Paryani (Geografi) serta Koordinator Petualangan Gunung Binaiya Deswita Wandira (FIB), Petualangan Jelajah Gua Eni Paryani.

Kegiatan URE II ini untuk melanjutkan ekspedisi yang dituangkan di rancangan strategis MAPAGAMA dan penerapan TriDharma perguruan tinggi serta mengupayakan peningkatan SDM kompeten melalui kegiatan dan penelitian di wilayah golongan 3T, terdepan, terbelakang, dan tertinggal.

Ketika ditanya mengenai perubahan individual setelah mengikuti kegiatan URE II Prabayu menganggap bahwa pandangannya terhadap luasnya dan tingginya keanekaragaman budaya di Indonesia semakin meningkat. Baginya masih banyak masyarakat di pelosok negeri yang membutuhkan kegiatan yang positif seperti ekspedisi URE II yang berlanjut, guna membantu perancangan desa wisata di Piliana “Sadar bahwa kuliah saja tidak akan dapat membantu, mendengar, dan melihat hal yang serba kekurangan yang tidak pernah saya rasakan guna membantu saudara saudara di timur sana”, tutur Prabayu

“Saya mengikuti kegiatan URE II karena ingin melihat dunia luar, dan membantu memecahkan permasalahan yang ada di kaki Gunung Binaiya lewat penelitian saya, dan Maluku adalah rencana dari rancangan strategis sekaligus disana menyimpan tradisi yang masih dijaga walaupun tergerus oleh modernisasi”, lanjut Prabayu

Ketika ditanya mengenai peran mahasiswa Biologi sendiri Prabayu menganggap mahasiswa biologi sangat bisa membantu untuk daerah Piliana atau di wilayah kaki Gunung Binaiya sebagai tenaga pendidik. “Tenaga pendidik disana sangat amat kurang, sebagai peneliti karena sumber alam yang luar bisa, penelitian mengenai penyakit stunting karena tingginya angka penderita penyakit tersebut. Serta bisa belajar tentang pemanfaatan hutan untuk keberlangsungan hidup di kemudian hari dari masyarakat setempat”, jawab Prabayu.

Ketika ditanya mengenai dukungan keluarga  Prabayu mengungkapkan dukungan yang besar serta kebanggaan keluarga atas kegiatan dan manfaat dari kegiatan tersebut.

Tentunya keberlanjutan ekspedisi tersebut harus didukung oleh segenap dosen dan mahasiswa, khususnya Biologi untuk dapat berperan aktif dalam pemberdayaan sumberdaya alam, manusia dan juga penelitian di daerah-daerah terdepan Indonesia.

Fakultas Biologi UGM Lepas Lima Mahasiswa Student Exchange Universiti Tun Hussein Onn Malaysia 2018

Rilis BeritaTajuk Sabtu, 22 Desember 2018

Kegiatan pelepasan kelima mahasiswa Student Exchange Fakultas Biologi UGM diadakan di ruang KPTU hari Jumat (21/12/18). Dalam acara ini hadir Dr. Budi Setiadi Daryono M.Agr.Sc., Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc., Rina Sri Kasiamdari, S.Si., Ph.D., Dr.rer.nat. Andhika Puspito Nugroho, S.Si., M.Si., Matin Nuhamunada, S.Si., M.Sc. dan Emi Dwi Suryanti, S.Si., M.Sc..

Hanis Binti Azman, Mohd Amril Ramzi Bin Mohd Rahimi, Nurin Husnina Binti Mohd Faid, Nuril Afiqah Binti Mohd Azman dan Nur Raihan Binti Maheran telah mengikuti perkuliahan selama kurang lebih 5 bulan semenjak Agustus 2018. Dalam sambutannya Dr. Budi Setiadi Daryono M.Agr.Sc sebagai Dekan Fakultas Biologi mengungkapkan rasa terimakasihnya  dan kebanggaannya atas partisipasi kelimanya dalam perkuliahan di Biologi. “On the behalf of faculty we would like to express our gratitude in your participation and we expect that all of you will participate in International Conference of Biological Science (ICBS) 2019”, tutur beliau.

Dalam sambutannya turut pula disampaikan harapan agar kerjasama ini akan terus berlanjut dan dapat ditingkatkan sebagai jembatan yang mempersatukan kedua universitas. Sebagai sebuah program inisiasi tentunya masih terdapat beberapa evaluasi seperti yang disampaikan oleh kelima mahasiswa tersebut.

Slide 1
Slide 2
Slide 3
Slide 4
Slide 5
Slide 6

Ketika ditanya mengenai tanggapannya mengikuti perkuliahan kelimanya mengungkapkan beberapa hal yang menarik diantaranya perlu adanya student guide.  Student guide atau buddy nantinya dapat mempermudah mahasiswa luar untuk bersosialisasi dan mempercepat adaptasi. Ketika ditanya mengenai suasana perkuliahan dan lingkungan mereka merasa lingkungannya sangat friendly dan suportif. Ketika ditanya mengenai matakuliah tersulit kelimanya menjawab limnologi dan sistematika mikrobia. “We spent almost an entire week just to finish one lab report”, jelas Nurin. Hal ini tak ayal menimbulkan gelak tawa.

Dalam pelaksanaan di tahun kedepan direncanakan peningkatan jumlah pertukaran mahasiswa. Dalam sambutan penutupnya Rina Sri Kasiamdari S.Si, Ph.D. dan Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. mengungkapkan terbukanya kesempatan melanjutkan studi S2 di Fakultas Biologi. Harapannya kegiatan yang memperkuat kerjasama kedua universitas ini dapat terus ditingkatkan dan dilanjutkan sebab dapat menjadi upaya melebarkan jaringan bagi Universitas Gadjah Mada dan Fakultas Biologi khususnya.

Detik-detik Perebutan Gelar Juara Turnamen Futsal Dosen dan Pegawai UGM 2018

PrestasiRilis BeritaTajuk Jumat, 21 Desember 2018

Turnamen futsal dosen dan pegawai UGM dalam rangka peringatan Dies Natalis UGM ke-69 2018 diadakan di Gelanggang Mahasiswa hari Rabu (19/12/18).

Dalam turnamen tersebut Fakultas Biologi mengirimkan kloter pemain terbaiknya untuk berkompetisi. Tim Fakultas Biologi UGM diantaranya Luthfi Nurhidayat, Eka Mega Sempurna, Ngadi, Nasta’in, Dwi Nuryanto dan Mulyono.

Slide 1
Slide 2
Slide 3

Fakultas Biologi berkompetisi di babak semifinal namun dikandaskan oleh tim Bolo Kurowo WRP2M dengan skor 2-0. Dalam perebutan juara ketiga Biologi (Hijau) vs FEB (Oranye) terjadi pertarungan sengit, balas membalas kedudukan terjadi hingga babak akhir pertandingan. Perolehan skor di babak pertama  diungguli oleh Fakultas Biologi dengan skor 3-2. Kurun waktu 15 menit di babak kedua dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh tim FEB untuk membalik perolehan skor. Skor hingga akhir babak kedua akhirnya imbang 5-5 dengan gol yang dicetak Luthfi di menit-menit akhir.

Penentuan juara akhirnya dilanjutkan dengan adu penalti. Dalam adu penalti akhirnya Fakultas Biologi harus puas di posisi keempat dengan skor akhir 9-8 untuk FEB.

Sportivitas yang tinggi dijunjung oleh masing-masing tim. Tidak lupa dukungan dari suporter Biologi yang kerap kali dihiasi gelak tawa, menjiwai kemeriahan turnaman tersebut.

Grand Opening Biomart Fakultas Biologi UGM ‘A New Healthy Mart’

Rilis BeritaTajuk Kamis, 20 Desember 2018

Grand Opening Biomart Fakultas Biologi UGM (20/12/18) dihadiri oleh Rektor Universitas Gadjah Mada, Dekan Fakultas Biologi beserta jajaran, Dekan Fakultas Peternakan (inspirator), Dekan Geografi dan MIPA, mitra, pengurus Dharma Wanita Persatuan, dosen, tenaga kependidikan, alumni dan mahasiswa.

Acara yang dipandu oleh Akbar Reza S.Si M.Sc. diawali dengan tarian Nawung Sekar mahasiswi. Tarian ini menjadi simbol bagi pembukaan Biomart layaknya kuncup bunga yang diharapkan seiring berjalanannya waktu akan mekar dan mewangi. Pembukaan Biomart belum mencapai seratus persen namun akan terus dikembangkan seperti yang diungkapkan oleh Dr. Budi Setiadi Daryono M.Agr.Sc.

Pembukaan Biomart sendiri merupakan hasil kerjasama dengan beberapa pihak diantaranya Mandiri melalui CSR, BNI, Plaza Agro, Fakultas Peternakan UGM dan beberapa pihak lainnya.

Slide 1
Slide 2
Slide 3
Slide 4
Slide 5

Acara yang diselenggarakan di Gedung B Fakultas Biologi ini berlangsung meriah dihiasi dengan BioArt. BioArt sendiri sebagai bentuk ekspresi keanekaragaman hayati dan kreativitas mahasiswa dan dosen dari 12 laboratorium di Fakultas Biologi. “Hasil kolaborasi mahasiswa dan dosen setiap laboratorium menghasilkan BioArt”, tutur Dr. Budi Setiadi Daryono M.Agr.Sc.

Dalam sambutannya Rektor Universitas Gadjah Mada mengungkapkan rasa kebanggaan universitas terhadap pembentukan Biomart dan mengharapkan agar hal ini dapat diterapkan oleh fakultas-fakultas yang lain.

Produk Biomart sendiri merupakan hasil inovasi dan penelitian dosen-mahasiswa Fakultas Biologi UGM. “Selaras dengan visi dan misi universitas dimana mahasiswa diharapkan sebagai Agent of Economic Development“, tutur Prof. Ir. Panut Mulyono M.Eng D.Eng. Produk yang dijual di Biomart diantaranya anggrek, batik histo ikan, susu fapet dan tas dari bahan mendong (Fimbristylis umbellaris) serta beberapa produk jajanan.

Dalam sambutan penutupnya Rektor Universitas Gadjah Mada mengharapkan adanya pengembangan socioentrepreneurship yang digerakkan oleh mahasiswa dan inovasi penelitian. ” Mahasiswa tidak hanya menjadi pegawai instansi, tetapi dapat menjadi pengusaha dan menunjang perekonomian masyarakat luas”, tutur Prof.Ir.Panut Mulyono M.Eng D.Eng.

Find more about Biomart on instagram @biomartugm

Luncurkan Biomart Fakultas Biologi UGM Berdayakan Konsep Science Art Melalui BioArt

Rilis BeritaTajuk Kamis, 20 Desember 2018

Soft Launching Biomart Fakultas Biologi UGM yang diadakan Jumat (09/11/2018) kemarin turut diikuti dengan peluncuran BioArt. BioArt merupakan poster hasil karya mahasiswa dari setiap laboratorium yang menggunakan konsep seni berbasis sains atau Science Art.

Latar belakang penggunaan konsep ini selain sebagai estetika juga sebagai media komunikasi terkait ilmu biologi. Biomart sendiri telah dirancang semenjak 2016 sebagai langkah komersialisasi produk hasil inovasi mahasiswa, dosen, maupun Usaha , Mikro Kecil, dan Menengah (UMKM).

Biomart sendiri akan resmi diluncurkan pada Kamis (20/12/2018) bersama dengan BioArt.

Slide 1
Slide 2
Slide 3

“Untuk perkembangan selanjutnya, Biomart diharapkan mampu menyediakan produk organik yang dapat dinikmati langsung oleh konsumen”, tutur Dr. Budi Setiadi Daryono M.Agr.Sc.

Regenerasi Kepengurusan 2019/2020 Kelompok Studi FORMASIGEN Biologi UGM adakan Musyawarah Anggota (Musyang) 2018

Kegiatan MahasiswaRilis BeritaTajuk Jumat, 14 Desember 2018

Bertempat di Laboratorium Genetika dan Pemuliaan Fakultas Biologi UGM (14/12/18), Forum Mahasiswa Genetika (FORMASIGEN) mengadakan musyawarah anggota untuk menggantikan kabinet yang telah menunaikan tugas kepengurusannya di 2018/2019. Kepengurusan tahun 2018 sendiri berbeda dengan tahun sebelumnya dengan adanya penetapan FORMASIGEN sebagai Kelompok Studi dibawah KMFB melalui Surat Keputusan Dekan Fakultas Biologi UGM.

Romantisme Gen sebagai nama kabinet tahun pertama Kelompok Studi FORMASIGEN diketuai oleh Chalvia Zuyyina (2015) tutup buku pada akhir tahun 2018 ini.  Acara dimulai pukul 13.00 WIB diawali dengan sambutan oleh Pembina FORMASIGEN Ganies Riza Aristya S.Si, M.Sc. didampingi oleh dua penasihat yaitu Indra Lesmana S.Si, M.Sc. dan Wiko Arif Wibowo S.Si.

Slide 1
Slide 2
Slide 3

Musyang dilanjutkan dengan paparan hasil kerja Kabinet Romantisme Gen selama periode 2018. Beberapa program kerja yang sukses dilaksanakan yaitu GeneTalk, FORMASIGEN Goes to Solo dan Musyawarah Anggota. Ketika ditanya mengenai program kerja favorit Kepala Departemen Kerumahtanggaan FORMASIGEN, Fauzana Putri mengungkapkan bahwa GeneTalk sebagai program tersukses tahun ini dengan mengundang Rocky Putra M.Sc. alumni LPDP yang sangat inspiratif. Musyang dihadiri oleh kurang lebih 37 anggota FORMASIGEN yang berasal dari beragam angkatan mulai dari 2014 hingga 2016. Agenda utama musyang FORMASIGEN yaitu pemilihan ketua. Kandidat berasal dari angkatan 2016 terdiri atas Muhammad Malhan, Nurrachmad Bagas I., Ajeng Meydia N. dan Adib Fakhrudin Yusuf.

Beberapa rencana dikemukakan oleh masing-masing kandidat. Ketika ditanya mengenai kiat meningkatkan kenyamanan anggota di laboratorium menurut Nurrachmad Bagas I. untuk menjalin kebersamaan di laboratorium masih terkendala ragam angkatan anggota FORMASIGEN sendiri. Menurut Ganies Riza Aristya S.Si, M.Sc. “Lab. Genetika dan Pemuliaan merupakan basecamp bagi anggota FORMASIGEN yang menyediakan fasilitas bagi setiap anggota”. Musyawarah lalu berunding untuk menentukan kandidat ketua terbaik. Beberapa kriteria yang wajib dipenuhi menurut Ganies Riza Aristya S.Si, M.Sc. yaitu komitmen bagi FORMASIGEN, alokasi waktu di laboratorium dan keakraban dengan setiap anggota. “Witing Tresno Jalaran Soko Kulino, cinta tumbuh karena terbiasa, itu prinsipnya”, tutur Ganies Riza Aristya S.Si, M.Sc.

Musyawarah kemudian menentukan Adib Fakhrudin Yusuf (2016) sebagai ketua FORMASIGEN periode 2019/2020.

Slide 1
Slide 2
Slide 3

Beberapa tantangan organisasi yang berdiri semenjak tahun 2005 ini terkait status kelembagaannya sekarang sebagai Kelompok Studi yaitu ragam kegiatan yang berhubungan dengan genetika itu sendiri, rekrutmen anggota dan pentingnya pembuatan AD/ART.

“Klasifikasi keanggotaan FORMASIGEN harus ditentukan batasannya”, tutur Fauzana Putri.

Ketika ditanya mengenai harapan di tahun selanjutnya Ganies Riza Aristya S.Si, M.Sc. mengatakan media dan jejaring sosial untuk pensebarluasan informasi terkait kegiatan FORMASIGEN harus diperkuat.

Rekrutmen FORMASIGEN diketahui bersifat close recruitment bagi mahasiswa dengan bimbingan dosen dari Lab. Genetika dan Pemuliaan. Namun tidak menutup kesempatan bagi anggota dengan ketertarikan terhadap genetika seperti disampaikan oleh Ganies Riza Aristya S.Si, M.Sc. “keanggotaan FORMASIGEN tidak bersifat eksklusif dan sama dengan yang lain. Keanggotaan FORMASIGEN adalah bagi mahasiswa yang mencintai genetika. Keanggotaan FORMASIGEN sendiri ada dua, biasa dan luar biasa. Keanggotaan luar biasa merupakan keanggotaan bagi mahasiswa yang mencintai genetika namun tidak dibawah bimbingan dosen genetika”.

Sinergi dan kontribusi setiap anggota FORMASIGEN diperlukan dalam pengembangan dan penerapan visi dan misi yang telah dicanangkan oleh FORMASIGEN. Status sebagai Kelompok Studi merupakan fondasi kuat bagi FORMASIGEN untuk dapat berkontribusi secara aktif di dalam pengembangan dan penerapan keilmuan genetika secara luas.

Peran Fakultas Biologi UGM dalam Pengembangan Situs Purbakala Sangiran, Sragen, Jawa Tengah

Rilis BeritaTajuk Kamis, 13 Desember 2018

Studi lapangan yang diselenggarakan oleh Laboratorium Sistematika Hewan Fakultas Biologi UGM (3/12/18) mengunjungi beberapa klaster museum yang terdapat di wilayah Sangiran. Sangiran merupakan wilayah seluas 56 km persegi di wilayah Sragen, Jawa Tengah. Sangiran pertama kali dipetakan oleh Gustav Heinrich Ralph von Koenigswald berkebangsaan Belanda pada tahun 1934. Sangiran terdiri atas empat klaster museum yaitu Klaster Krikilan, Klaster Manyarejo, Klaster Bukuran dan Klaster Ngebung. Fosil yang ditemukan terdiri atas fosil hewan vertebrata diantaranya fragmen fosil Elephantidae, Cervidae, Rhinocerotidae, dll dengan beberapa fosil spesies langka bernilai tinggi yaitu golongan hewan karnivora dan manusia purba (hominid). Selain fosil dapat ditemukan pula artefak peninggalan purbakala seperti alat serut, kapak perimbas dll.

Fosil manusia sendiri bernilai sangat tinggi karena dapat menjadi kunci evolusi manusia khususnya manusia purba di wilayah Jawa. Beberapa fosil manusia tersebut dapat dilihat di Museum Bukuran.

Fosil yang ditemukan dapat berasal dari penggalian arkeologi oleh peneliti ataupun hasil dari temuan warga. Kegiatan ekskavasi di wilayah situs Sangiran sendiri sifatnya terbatas dan penggalian ilegal dapat mengakibatkan hukuman pidana penggalian atau pencurian fosil. Nilai situs Sangiran yang sangat penting menjadikannya salah satu situs warisan dunia oleh UNESCO pada tahun 1996 World Heritage (No. 593, dokumen WHC-96/Conf.201/21).

Situs Sangiran dan klaster museum yang terdapat di wilayah tersebut sendiri menjadi salah satu sumber lapangan kerja bagi masyarakat yang berjualan cinderamata dan akomodasi perjalanan. Situs tersebut telah menarik wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang ingin melakukan rekreasi edukasi. Bagi peneliti sendiri khususnya Fakultas Biologi UGM situs tersebut nilainya sangat penting bagi kemajuan penelitian kepurbakalaan terutama dalam bidang paleontologi.

Dalam wawancara yang dilakukan kepada Donan Satria Yudha S.Si, M.Sc. mengungkapkan dalam kesempatan tersebut bahwa Museum Sangiran dan Museum Biologi UGM telah menjalin kerjasama yang berlangsung cukup lama.

Slide 1
Slide 2
Slide 3
Slide 4
Slide 5
Slide 6
Slide 7
Slide 8

Beberapa kerjasama yang telah terjalin antara Museum Sangiran dan Fakultas Biologi UGM diantaranya adalah identifikasi fosil menggunakan tenaga ahli dari mahasiswa dan dosen. Kerjasama yang terjalin semenjak tahun 2004 hingga sekarang diawali dari kegiatan identifikasi fosil, ekskavasi dan preservasi fosil di wilayah situs Sangiran. Beberapa ekskavasi menonjol yang berhasil ditemukan diantaranya tengkorak dan gigi manusia purba.

Pengukuhan kerjasama antara Museum Biologi UGM dan Museum Sangiran telah dan sedang menunggu proses persetujuan oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan (Dirjen Kebudayaan). Namun proses tersebut mendapatkan sedikit hambatan disebabkan rotasi dan mutasi pimpinan Museum Sangiran.

Museum Biologi sendiri harus segera mempersiapkan diri menyambut kerjasama tersebut. Donan Satria Yudha S.Si., M.Sc. mengungkapkan bahwa pendanaan bagi museum Biologi pada tahun anggaran 2019 harus ditingkatkan agar mampu mendukung perkembangan museum Biologi dan melayani  kegiatan kerjasama dengan museum Sangiran.

Solusi yang telah ditempuh oleh beliau yaitu menyusun proposal pendanaan dalam lingkup Fakultas, Universitas maupun kepada Corporate Social Responsibility (CSR) yang menurut beliau akan lebih fleksibel dan efektif untuk kegiatan ekspansi museum. Ekspansi dan revitalisasi nantinya mencakup penambahan spesimen taksidermi dan rangka, pemugaran display, pembuatan diorama, peningkatan interior gedung museum dan manajemen pengunjung harian serta promosi kerjasama penelitian dan kepariwisataan. Besaran yang dimaksud variatif tergantung jumlah yang diajukan. Dalam pembuatan proposal sendiri Donan Satri Yudha S.Si,M.Sc. bekerjasama dengan senior experten service Jerman, dr. rer.nat. Ulrich Schmidt sebagai reviewer. Desain dan denah museum terbaru sudah melalui tahapan assessment oleh dr. rer.nat. Ulrich Schmidt. Proposal telah dinaikkan ke tingkat dekanat untuk dapat diproses lebih lanjut.

Dalam kesempatan yang sama Donan Satria Yudha S.Si., M.Sc. menuturkan harapan beliau agar proposal tersebut dapat diproses ke tingkat yang lebih tinggi untuk dapat membuka kesempatan bagi pengembangan museum biologi. Pada tahun 2019 sendiri beliau mengharapkan adanya perubahan Museum Biologi yang signifikan dan dalam tempo yang singkat. Keahlian dan kemampuan Biologi di dalam melakukan identifikasi fosil harus ditunjang dengan saran dan prasarana yang mumpuni. Target yang ditetapkan nantinya menurut penuturan beliau “proses revitalisasi dan peningkatan Museum Biologi akan dilakukan secara bertahap dalam jangka waktu tiga hingga enam bulan bila proposal tersebut disetujui, dengan fokus pada interior museum sebagai prioritas kemudian pembaruan spesimen koleksi”.

Tingkatkan Performa Kerja Fakultas Biologi UGM adakan Kegiatan Outbond “Bekerja dengan Bahagia”

Rilis BeritaTajuk Selasa, 11 Desember 2018

Sabtu (8/12/18) Fakultas Biologi UGM mengadakan kegiatan Outbond dengan tema Bekerja dengan Bahagia. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh civitas akademik Biologi baik tenaga kependidikan dan tenaga pendidik, pegawai serta petugas keamanan.

Kegiatan ini diawali dengan sambutan oleh Dekan Fakultas Biologi Dr. Budi Setiadi Daryono, M. Agr. Sc. lalu dilanjutkan dengan sarapan bersama.

Kegiatan outbond dilaksanakan di lingkungan Fakultas Biologi UGM dengan beberapa pembagian kegiatan. Agenda kegiatan pertama yaitu foto bersama struktur kepengurusan dan laboratorium Biologi UGM yang dilakukan di Taman Biologi (Jatabi).

Slide 1
Slide 2
Slide 3
Slide 4
Slide 5
Slide 6
Slide 7
Slide 8
Slide 9
Slide 10
Slide 11
Slide 12
Slide 13
Slide 14
Slide 15

Agenda kedua dilanjutkan dengan kegiatan permainan bertujuan meningkatkan kerjasama dan koordinasi. Dipandu oleh tim dari Fakultas Psikologi UGM kegiatan ini diawali dengan membentuk lingkaran, beberapa perwakilan dosen dan pegawai yang ditunjuk diminta memperagakan gerakan. Gerakan tersebut kemudian harus diikuti oleh seluruh peserta yang tujuannya untuk meningkatkan koordinasi dan kekompakkan peserta. Kemudian seluruh peserta diminta untuk membentuk beberapa bentuk seperti lingkaran, persegi, segitiga dan bintang. Permainan dilanjutkan dengan aba-aba untuk membentuk beberapa kelompok kecil yang komposisinya ditentukan seperti tiga perempuan dan tiga laki-laki atau enam perempuan dan enam laki-laki sesuai aba-aba dari panitia.

Agenda permainan yang dilakukan di Selasar Gedung B Fakultas Biologi UGM ini kemudian dilanjutkan dengan membentuk lima kelompok yang diseleksi berdasarkan permainan sebelumnya terdiri atas enam perempuan dan enam laki-laki. Kelima tim tersusun atas tim Biogas, Biokimia, Biomart, Biola dan Biota.

Setiap kelompok diwajibkan untuk duduk berbaris dan ditugaskan untuk memindahkan bola dari ujung terdepan hingga belakang dengan menggunakan wadah plastik menuju ember koleksi. Setiap peserta dilarang untuk mengambil lebih dari satu bola, memegang bola dengan tangan, wajib menghadap kedepan ketika memindahkan bola dan dilarang mengambil bola lagi sebelum bola sebelumnya sampai di ember koleksi. Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh histeria dan diakhiri dengan kemenangan tim Biokimia. Selanjutnya dengan tim yang sama, setiap tim ditantang dalam perlombaan ‘F1’. Dalam perlombaan ini setiap tim wajib memutari arena balapan yang ditentukan panitia sesuai urutan tertentu sebanyak 12 kali. Setiap peserta dari anggota tim harus mempersiapkan anggotanya seperti halnya dalam area pitstop. Setiap peserta wajib mengenakan sarung, ponco, sarung tangan, masker dan tampa sebagai setir. Perlombaan ini berlangsung dengan histeria yang luar biasa diiringi gelak tawa dari setiap peserta. Perlombaan diakhiri dengan kemenangan dari tim Biomart sebagai tim tercepat.

Agenda kegiatan dilanjutkan dengan makan dan siang dan ishoma. Pukul 13.00 kegiatan dilanjutkan dengan kumpul bersama di ruang seminar Gedung B Fakultas Biologi UGM. Kegiatan tersebut diisi oleh Taufik Achmad Dwi Putro, S.Psi., M.Psi. dosen  Fakultas Psikologi UGM. Dalam seminarnya beliau mengungkapkan beberapa hal yang menyangkut kiat mengatasi stress di lingkungan kerja, bekerjasama dengan sesama rekan kerja dan mencapai tujuan bersama. “Dari beberapa riset dan hasil konsultasi yang pernah saya lakukan menunjukkan bahwa kebahagiaan seseorang di tempat kerja akan mempengaruhi kinerja individu tersebut dan performa tim”, ujar beliau.

Setiap anggota seminar kemudian diminta untuk memberikan tanggapan setelah dilakukan penayangan video motivasional. Dalam video tersebut disampaikan pesan yang mendalam yaitu What Goes Around Comes Around. Beberapa peserta mengungkapkan pendapatnya mengenai cara mengatasi permasalahan di tempat kerja diantaranya Dr. Slamet Widianto, S.Si., M.Sc. yang mengungkapkan bahwa harus adanya trust antara sesama rekan kerja, selain itu Dr. Suharyanto, M.Sc., S.U. menambahkan bahwa harus adanya komunikasi tatap muka antara rekan kerja.

“Kebersamaan adalah salah satu modal utama dan satu kekuatan untuk mewujudkan cita-cita dan harapan, dan bekerja dengan bahagia adalah pasangan indah dari suatu kebersamaan, semoga kebersamaan dan kebahagiaan senantiasa menyertai kehidupan kita semua, amin”, tutup Dr. Budi Setiadi Daryono, M. Agr. Sc.

Kegiatan tersebut kemudian ditutup dengan ucapan terimakasih dan sambutan penutup oleh Titin Fauziah, S.E., M.B.A. sebagai ketua panitia acara tersebut. Kegiatan tersebut diharapkan akan meningkatkan performa kerja dan sinergitas antara setiap civitas akademika Fakultas Biologi UGM sehingga visi dan misi yang ingin dipenuhi akan terlaksana dengan semakin baik dan maksimal.

1…186187188189190…222

Akreditasi

Berita Terakhir

  • Soroti Tantangan Malaria Indonesia Timur, Mahasiswa Magister Biologi UGM Raih Juara Nasional
  • Pendaftaran Program Internalisasi Nilai-nilai Pioner (PIN PIONER) UGM 2026
  • Jadwal KKN-PPM UGM Periode 1 dan 2 Tahun 2026
  • Dosen Tunghai University Taiwan Bagikan Riset Genetika Kupu-Kupu di Guest Lecture Fakultas Biologi UGM
  • Musyawarah Anggota KSAT 2025
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA

FAKULTAS BIOLOGI
Jalan Teknika Selatan, Sekip Utara,
Yogyakarta 55281
biologi-ugm@ugm.ac.id
Telepon/Fax: +62 (274) 580839

Tentang Kami

  • Sejarah
  • Organisasi
  • Staff
  • VISI, MISI & TUJUAN
  • Biodiversitas
  • Informasi Publik

KEMAHASISWAAN

  • Pelayanan Mahasiswa
  • Organisasi Mahasiswa
  • Pengajuan Kerja Praktik Lapangan
  • Izin Penelitian Lapangan
  • Layanan Konseling Mahasiswa

Akademik

  • Peraturan Akademik
  • Pengumuman Akademik

Survei Kepuasan Layanan

  • Survei Layanan Akademik
  • Survei Layanan KASDM
  • Survei Layanan P2MKSA
  • Survei Layanan Laboratiorum
  • Survei Layanan K5L dan Driver

Akreditasi

  • Image 1
  • Image 2
  • Image 3

© 2024 FAKULTAS BIOLOGI UNIVERSITAS GADJAH MADA

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju