• UGM
  • Portal Simaster
  • IT Center
  • Webmail
  • KOBI
  • Bahasa Indonesia
    • English
  • Informasi Publik
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Biologi
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Visi, Misi & Tujuan
    • Organisasi
    • Staff
      • Tenaga Pendidik
      • Adjunt Professor
      • Tenaga Kependidikan
      • Kepakaran dan Topik Riset Dosen
    • Fasilitas
      • Animal House
      • Kebun Biologi
      • Konsultasi Kesehatan Mental
      • Laboratorium
      • Museum Biologi
      • Perpustakaan
    • Galeri
      • Gedung Fakultas
      • Museum Biologi
      • Penelitian
      • Gama Melon
  • Akademik
    • Program Sarjana
      • Visi, Misi, dan Tujuan
      • Matakuliah S1
      • Pendaftaran Skripsi
      • Pendaftaran Ujian Skripsi
      • Pendaftaran Yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Klaim MK Ekstrakurikuler
    • IUP
    • Program Profesi
      • Apa itu PKKH ?
      • Sejarah Pendirian Program Studi PKKH
      • Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran Program Studi PKKH
      • Kompetensi Lulusan Program Studi PKKH
      • Bahan Kajian dan Profil Lulusan Program Studi PKKH
      • Kurikulum Program Studi PKKH
      • Pendaftaran Mahasiswa Baru PKKH
      • Informasi dan FAQ Program Studi PKKH
    • Program Magister
      • Deskripsi Program Magister Biologi
      • Mata Kuliah S2
      • Struktur Kurikulum Program Magister
      • Info Pendaftaran
      • PENDAFTARAN UJIAN KOMPREHENSIF
      • Pendaftaran Ujian Tesis
      • pendaftaran yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Tracer Study
    • Program Doktor
      • Visi, Misi, Tujuan, & Sasaran Program Doktor Biologi
      • Kurikulum Program Doktor
      • Info Pendaftaran
      • Pendaftaran Ujian Komprehensif
    • Akreditasi dan Jaminan Mutu
  • PENELITIAN & PENGGABDIAN
    • Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology
    • Berkala Ilmiah Biology
    • Pengelolaan Sampah
  • Kerja Sama
  • Alumni
    • Berita Alumni
    • BCADC (Web Alumni)
    • Data Kabiogama Pascasarjana
    • Data Kabiogama Sarjana
  • Beranda
  • Rilis Berita
  • hal. 189
Arsip:

Rilis Berita

Fakultas Biologi Memfasilitasi Perkuliahan Bagi Mahasiswa Terdampak Bencana

Rilis BeritaTajuk Selasa, 4 Desember 2018

Fakultas Biologi UGM (4/12) melepas lima mahasiswa sit in dari Program Studi Biologi Fakultas MIPA Universitas Tadulako Sulawesi Tengah. Kepulangan kelima mahasiswa tersebut mengakhiri periode sit in mereka di Fakultas Biologi UGM yang telah dilakukan dari tanggal 1 November hingga 30 November 2018.

Universitas Tadulako merupakan salah satu fasilitas pendidikan yang terdampak dari gempa yang meluluhlantakkan Palu, Sulawesi Tengah pada 28 September 2018 silam berkekuatan 7,4 SR. Fasilitas belajar mengajar mengalami kerusakan yang sangat parah sehingga kegiatan perkuliahan menjadi terhenti sementara. Kemenristekdikti memberikan hibah kepada mahasiswa Universitas Tadulako untuk mengikuti kegiatan perkuliahan di Perguruan Tinggi Negeri seluruh Indonesia sesuai dengan program studinya. Universitas Gadjah Mada turut berperan serta dalam kegiatan tersebut dengan membuka program pendidikan untuk persaudaraan. Program tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan menyediakan fasilitas perkuliahan (sit in) tanpa dipungut biaya bagi mahasiswa yang terdampak bencana (Dikutip dari UGM Siapkan Fasilitas Perkuliahan Gratis Bagi Mahasiswa Korban Bencana).

Kelima mahasiswa tersebut yaitu Natassya Nadya Immanuel, Firdasari, Anna Maria Santi Lamello, Rina Ayu Dita Sari Udayana dan Rosha Angreny Hasta. Kelima mahasiswa tersebut mengikuti kegiatan perkuliahan di Fakultas Biologi diantaranya dalam mata kuliah Paleozoologi, Fisiologi Hewan, Genetika Mikrobia, Fisiologi Tumbuhan Lanjut, Fisiologi Hewan dan Struktur dan Produk Jaringan Sekretori Tumbuhan.

Selama mengikuti perkuliahan di Fakultas Biologi UGM kelimanya juga ikut serta dalam kegiatan guest lecture dan tidak diharuskan mengikuti praktikum. Fasilitas yang didapatkan selain perkuliahan yaitu penginapan (UGM Residence), penggunaan fasilitas perpustakaan dan internet (Fakultas Biologi) serta tiket pulang pergi dan biaya hidup yang diakomodasi oleh Kemenristekdikti.

Kegiatan pelepasan kelimanya dilakukan oleh Dekan Fakultas Biologi UGM (Dr. Budi Setiadi Daryono M.Agr.Sc.), Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan (Rina Sri Kasiamdari, S.Si., Ph.D), Ketua Program Sarjana (Dr. Rer.nat. Andhika Puspito Nugroho, S.Si., M.Si) dan Kepala Seksi Akademik dan Kemahasiswaan (Emi Dwi Suryanti, S.Si., M.Sc.).

Slide 1
Slide 2

Dalam pesannya kepada kelima mahasiswa sit in Universitas Tadulako tersebut Dekan Fakultas Biologi UGM berharap agar ilmu yang diperoleh selama kegiatan perkuliahan di Fakultas Biologi UGM dapat bermanfaat. Dalam kesempatan yang sama Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan menyampaikan terbukanya kesempatan bagi kelima mahasiswa tersebut nantinya dapat melanjutkan S2 di Fakultas Biologi UGM.

Dalam keterbatasan dari gempa yang meruntuhkan fasilitas fisik pendukung perkuliahan, kelima mahasiswa tersebut tidak berpasrah diri. Semangat mencari ilmu tetap ditegakkan. Seperti kata peribahasa “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina” sepertinya memang itu yang dapat diteladani dari mereka.

Dari Riset Dasar, Biologi UGM Hasilkan Karya Cipta Desain Batik Unik

AlumniRilis BeritaTajuk Selasa, 4 Desember 2018

Dies Natalis ke- 69 Universitas Gadjah Mada pada 1-2 Desember 2018 diisi dengan beberapa kegiatan salah satunya adalah Festival Batik. Dalam Festival Batik tersebut Fakultas Biologi UGM diwakili oleh Dr. Budi Setiadi Daryono M.Agr.Sc., Prof. Nyoman Puniawati, Dr. Regina Melianawati (alumnus doktor Biologi UGM) dan Widya Mudyantini S.Si., M.Si. (mahasiswi Program Doktor Biologi UGM) menampilkan hasil karya cipta batik Biologi UGM.

Slide 1
Batik Histo Ikan

Batik Histo Ikan

Motif Jantung Ikan 
Batik Histo Ikan

Batik Histo Ikan

Motif Pembuluh Darah Ikan 
Batik Histo Ikan

Batik Histo Ikan

Motif Insang Ikan 
Batik Histo Ikan
Slide 7
Slide 6

Batik yang ditampilkan dalam Festival Batik tersebut sangat berbeda dari batik pada umumnya dari sisi motif. Batik Histo Ikan yang dipamerkan memiliki pola jaringan histologi ikan. Berbeda dengan motif batik pada umumnya seperti motif sri katon, kawung, nitik ataupun abstrak. Batik ini sedang dalam proses pendaftaran Hak Cipta dimana salah satu persyaratan yang harus dipenuhi adalah kegiatan launching atau peluncuran. Keunikan dan nilai cipta yang tinggi ditunjukkan motif histologi ikan yang diproduksi melalui teknik batik cap.

Motif merupakan hasil penelitian program Doktoral Fakultas Biologi UGM oleh Regina Melianawati dibawah bimbingan salah seorang ko-promotornya yaitu Prof. Nyoman Puniawati. Beberapa preparat yang dihasilkan yaitu insang, jantung dan pembuluh darah ikan dijadikan sumber inspirasi bagi motif batik tersebut. Pengubahan preparat menjadi motif batik dilakukan oleh Widya Mudyantini yang mengimplementasikan motif tersebut menjadi cetakan tembaga untuk digunakan dalam teknik batik cap.

Dalam Festival Batik UGM tersebut Batik Histo Ikan yang dipamerkan merupakan hasil kerjasama dengan mitra produsen batik di wilayah Laweyan, Solo, Jawa Tengah. Inventor Hak Cipta tersebut terdiri atas tiga orang yaitu Regina Melianawati, Widya Mudyantini dan Prof. Nyoman Puniawati. Hak Cipta yang dalam proses pendaftaran nantinya akan diserahkan kepada Fakultas Biologi UGM sebagai pemegangnya. “Cinta almamater sebagai bentuk sumbangsih kami pada Fakultas Biologi UGM melalui Hak Cipta tiga motif batik dari preparat jaringan ikan kerapu”, tambah Widya Mudyantini. Mengenai Hak Cipta sendiri menurut Regina Melianawati sangatlah penting sebagai bentuk perlindungan dan pengakuan terhadap suatu kekayaan intelektual.

Ketika ditanya mengenai latar belakang karya cipta tersebut “niat kami membumikan Biologi, semoga Biologi semakin dikenal masyarakat, tidak hanya jadi ilmu yang bagi pelajar dianggap banyak hafalannya. Melalui gambar, memahami lebih mudah daripada menghafal, selain itu harga jual yang terjangkau diharapkan menarik minat konsumen dari berbagai kalangan sehingga lebih dikenal”, jawab Widya Mudyantini.

Menurut Regina Melianawati “kehadiran batik dengan motif berbasis keilmuan Biologi diharapkan dapat memperkaya khazanah motif batik di Indonesia. Disamping itu, juga diharapkan dapat lebih membumikan Biologi di tengah masyarakat, terlebih apabila motif batik Biologi tersebut telah memasuki komersialisasi”, tutur beliau.

Ketika ditanya hal yang sama Dr. Budi Setiadi Daryono M.Agr.Sc. mengungkapkan implementasi pola-pola organik di alam contohnya preparat ke dalam bentuk goresan malam di atas kain menghasilkan karya yang memiliki nilai cipta dan originalitas tinggi. Dalam kesempatan yang sama dicetuskan pula “perlu dikembangkan kurikulum Biologi berbasis Batik Ilmiah hasil riset-riset di Biologi”, jawab beliau.

Rizky Muchtar: Nakhoda Baru BEM Biologi UGM 2019/2020

Rilis BeritaTajuk Jumat, 30 November 2018

M. Rizky Muchtar Hidayat lahir di Semarang 13 Oktober 1998, berdomisili di Palu, Sulawesi Tengah selama 15 tahun. Rizky Muchtar yang akrab disapa rekannya dengan Kimo merupakan salah satu dari empat bersaudara dengan orang tua yang berprofesi sebagai wiraswasta.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) terpilih yang sudah lama melintang di bidang keorganisasian semenjak Sekolah Menengah. Pada tahun 2012 menjadi Seksi Bidang (SekBid) Minat dan Bakat OSIS tingkat SMP. Pada tahun 2015 diamanahkan menjadi Seksi Bidang (SekBid III) Minat dan Bakat Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Perjalanan karirnya berlanjut setelah 4 tahun di sekolah menengah diawali lolos SBMPTN menuju Fakultas Biologi UGM.

Rizky Muchtar merupakan angkatan 2016 Fakultas Biologi UGM yang sekarang sedang menjalani masa studi di semester 5. Tanggungan kegiatan studi tidak menghambat langkahnya dalam berkontribusi di luar kegiatan studi. Kimo merupakan anggota aktif dari beberapa organisasi kemahasiswaan Fakultas Biologi UGM diantaranya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Jama’ah Mahasiswa Muslim Biologi (JMMB) dan Kelompok Studi Kelautan (KSK).

Terpilihnya Rizky Muchtar sebagai Ketua BEM Fakultas Biologi UGM pada masa kepengurusan 2019/2020 bukan tanpa alasan. Perbandingan perolehan suara dua cakabem pada pemilihan tempo hari terbilang tipis. Hasil penghitungan suara tanggal 29 November 2018 kemarin menunjukkan M. Rizky Muchtar Hidayat dengan perolehan 246 suara dan M. Bayu Hidayat sebanyak 227 suara (Data KPUM Biologi UGM).

Kedua kandidat bertarung visi dan misi selama masa kampanye. Visi yang dibawakan oleh Rizky Muchtar yaitu terciptanya KMMB sebagai ruang dialektika yang demokratis dan sinergitas dalam satu Biologi. Visi ini mencoba menjabarkan suatu ruang komunikasi yang bersifat dua arah dengan masukan dan luaran antara angkatan, civitas dan antar lembaga di Fakultas Biologi UGM.

Misi yang dibawakan oleh Rizky Muchtar terdiri atas 4 poin sebagai berikut:

  1. Elaborasi pergerakan yang masif
  2. Merangkul civitas, angkatan, kelompok studi dan lembaga yang semakin dekat bersinergi
  3. Peningkatan intelektualitas dan potensi mahasiswa berdasarkan minat, bakat dan keilmuan
  4. Tata laksana organisasi berdasarkan atas asas penelitian, pengabdian dan kekeluargaan.

Dalam wawancara tersebut ada beberapa topik menarik yang dibahas. Menurut penuturan Kimo terdapat beberapa perubahan drastis yang memerlukan solusi yang kreatif. Salah satu dari problematika yang dibahas yaitu mengenai kaderisasi anggota di organisasi kemahasiswaan. Surat edaran rektor UGM yang membebaskan angkatan baru dari beban organisasi di tahun pertama menimbulkan beberapa polemik. Angkatan baru dapat berpartisipasi dalam organisasi kemahasiswaan di tahun kedua sehingga mengubah kegiatan regenerasi kader di organisasi kemahasiswaan salah satunya BEM. “Kita harus dapat meyakinkan dekanat khususnya bahwa kegiatan kaderisasi di tahun pertama bebas dari praktik ilegal yang membahayakan”, tutur Rizky Muchtar.

Slide 1
Slide 2
Slide 3
Slide 4

Pelantikan dirinya secara resmi sebagai Ketua BEM Biologi UGM akan dilakukan pada bulan Desember atau Februari melalui kegiatan Launching KMB bersama dengan pelantikan kepengurusan senat, lembaga dan kelompok studi lain Fakultas Biologi UGM.

Sebagai Ketua BEM sendiri ketika ditanya mengenai BEM, “BEM lembaga pergerakan, pengabdian dan kekeluargaan”, jawabnya.

Dalam waktu dekat Kimo akan melakukan kegiatan perombakan kabinet dengan tahun ini akan memasukkan Sekretaris Jenderal kedalam susunan kepengurusan. Sekretaris Jenderal sendiri sempat ditiadakan pada masa kepengurusan sebelumnya digantikan Menko Pergerakan. Ketika ditanya mengenai kemungkinan nama kabinet “Kabinet Romansa Kebaikan saya setuju saja tetapi nanti dimusyawarahkan lebih lanjut”, jawabnya.

Rizky Muchtar turut mengutarakan harapan selanjutnya bagi BEM dan rekan-rekan seperjuangan “BEM sebagai penggerak sinergitas keluarga mahasiswa Fakultas Biologi UGM. Siapapun kepengurusannya diharapkan dapat saling menguatkan dan mengencangkan kepalan tangannya untuk dapat berkontribusi bagi KMFB”, tuturnya.

Dalam perjalanan kedepan diharapkan dapat membawa perubahan bagi isu dan persoalan kemahasiswaan yang semakin dinamis dengan dukungan segenap civitas.

Organisasi Kemahasiswaan di Fakultas Biologi adakan Regenerasi melalui PEMILWA

Rilis BeritaTajuk Rabu, 28 November 2018

“Datang dari Barat, Datang dari Timur, Mahasiswa!” Tidak berlebihan rasanya seruan tersebut ditujukan pada perhelatan demokrasi kampus terbesar di Universitas Gadjah Mada tahun ini.

Pemilihan Capresma dan Cakabem Fakultas Biologi UGM tahun ini melibatkan mahasiswa aktif dari berbagai angkatan. Angkatan aktif termasuk mahasiswa yang aktif melakukan studi mulai dari angkatan 2014-2018. Menurut salah seorang panitia yang diwawancarai pada Selasa 27 November 2018 mengenai partisipasi mahasiswa “sudah tidak apatis lagi, dengan angkatan pemilih terbanyak berasal dari angkatan 2015”, pungkas Rahmah Izzati.

Pemilihan Capresma dan Cakabem sendiri berlangsung mulai hari Senin, 26 November 2018 hingga Rabu, 28 November 2018.

Slide 1
Slide 2
Slide 3
Slide 4

Pemilihan Umum Mahasiswa (PEMILWA) yang diselenggarakan tersebut bertujuan menentukan Capresma, Cakabem dan DPM-UP partai di lingkup sains. Penggantian melalui pemilihan umum mahasiswa tersebut merupakan ajang regenerasi susunan kepengurusan organisasi mahasiswa di fakultas ataupun universitas. Kandidat Ketua BEM Fakultas Biologi 2018 sendiri yaitu Rizky Muchtar (Kepala Departemen Advokasi) dan Muhammad Bayu Hidayat (Kepala Departemen Pengabdian Masyarakat). Keduanya bertarung visi dan misi untuk memperebutkan kursi nomor 1 di Organisasi Mahasiswa tersebut. Bila terpilih salah satu dari mereka akan menggantikan Ketua BEM sebelumnya yaitu Lalu Gunawan Fadliansyah.

Ketika ditanya mengenai harapannya terkait partisipasi mahasiswa dalam PEMILWA tersebut Rahmah Izzati sebagai panitia KPUM berharap agar rekan-rekan mahasiswa dapat secara sadar dan aktif menggunakan hak suaranya “utarakan suara kalian”, tutup Rahmah Izzati.

Fakultas Biologi UGM hasilkan 5048 alumni

Rilis BeritaTajuk Jumat, 23 November 2018

Acara wisuda bagi mahasiswa/i Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada diselenggarakan pada hari Kamis 22 November 2018. Upacara pelepasan sarjana biologi UGM tersebut dilakukan oleh Dr. Budi Setiadi Daryono M.Agr.Sc., Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc., Dr. Slamet Widianto, S.Si., M.Sc. dan Dr.rer.nat. Andhika Puspito Nugroho, S.Si., M.Si.

Slide 1
Slide 2
Slide 3
Slide 4

Dalam acara tersebut sebanyak 31 orang lulusan yang berasal dari angkatan 2011 hingga 2014 telah menjadi wisudawan (10 orang) dan wisudawati (21 orang). Jumlah lulusan terbanyak berasal dari angkatan 2014 berjumlah 25 orang. Dalam acara tersebut 2 wisudawan dan 6 wisudawati dari angkatan 2014 memperoleh predikat cum laude dengan IPK tertinggi yaitu 3,83. IPK rata-rata angkatan 2014 yaitu 3,42. Rerata lama studi Biologi S-1 periode wisuda tersebut yaitu selama 4 tahun 3 bulan.

Wisudawan/i telah menjadi delegasi Fakultas Biologi di berbagai ajang kompetisi baik nasional dan internasional. Beberapa diantaranya yaitu Arvita Fatmadanni, S.Si dan Fadilah Husnun, S.Si yang mendapatkan juara II dan Penyaji Terbaik Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional Biologi “Innovation and Research Competition” Jember dan Muhammad Alif Ishak, S.Si sebagai juara II Lomba Karya Tulis Ilmiah “Innovative Idea, Creative Construction, Perfect Practice of Biotechnology for Better Indonesia” Surakarta. Dalam ajang internasional Madina Alfi Manaroh, S.Si meraih predikat Best Presentation of The Thailand Intercultural Camp, Thailand dan Yovita Permata Budi, S.Si. dalam Conference of Indonesian Students Association, South Korea.

Periode wisuda ini menambah jumlah lulusan sarjana Biologi Universitas Gadjah Mada dengan jumlah lulusan hingga sekarang mencapai 5048 sarjana.

 

Dekan Fakultas Biologi: Tour of Tri Dharma

Rilis BeritaTajuk Rabu, 21 November 2018

Tri Dharma Perguruan Tinggi merupakan tanggung jawab bagi setiap civitas akademika yaitu mahasiswa, tenaga kependidikan dan dosen untuk diamalkan. Tri Dharma Perguruan Tinggi terdiri atas tiga poin yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan serta pengabdian kepada masyarakat.

Dalam implementasinya dapat berbentuk penelitian, pengajaran, kerjasama berbasis pengembangan ilmu pengetahuan dan sinergi antar elemen masyarakat, praktisi pendidikan atau lembaga pendidikan tinggi baik nasional maupun internasional. Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada sebagai fakultas biologi tertua di Indonesia dianggap sebagai pelopor pendidikan biologi dan pendidikan tinggi biologi. Fakultas Biologi pun turut menjadi pemimpin dibuktikan dengan penunjukkannya menjadi ketua Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI). Atas latar belakang tersebut Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada melakukan berbagai kegiatan penelitian, pengajaran dan kerjasama skala nasional dan internasional.

Dalam kurun waktu Maret hingga November 2018 Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada diwakili oleh Dr. Budi Setiadi Daryono M.Agr.Sc selaku Dekan dan dosen Fakultas Biologi UGM beserta tim, telah melakukan kegiatan pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Periode tersebut diisi dengan beberapa kegiatan diantaranya seminar di DETI Fakultas Teknik UGM (16 Maret), Kuliah Umum Jurusan Biologi UNILA (3 April), kunjungan DIRLIT LPPM UGM (14 April), Kuliah Umum Pendidikan Biologi UMS (5 Mei), Seminar TeknoBIO UAJY(13 Juli), Kunjungan Kerjasama dengan National Central University Taiwan (23 Juli), Training Genmol Lab. GenMul (24 Juli), Kunjungan Kerjasama dengan Murdoch University of Australia (1 Sept), Seminar di Biologi UNCEN (4-5 Oktober), Kuliah Umum di FMIPA Universitas Samudra Aceh (30 Oktober), Kuliah Umum di Pendidikan Biologi UIM (25 Oktober), Kuliah Umum di UIN Wali Songo Semarang (8 November), Seminar Internasional di UTHM Johor (11-13 November) dan Diskusi Umum WWF (16 November).

Slide 1
Slide 2
Slide 3
Slide 4
Slide 5
Slide 6
Slide 7
Slide 8

Dalam diskusi bersama WWF turut hadir Direktur dan Manager WWF Indonesia (Dr. Lukas Laksono A. dan Thomas Barano S.) juga Prof. Jatna Supriatna pakar lingkungan dan biodiversitas Indonesia. Diskusi yang dilakukan merupakan sebuah upaya mencari solusi atas artikel Living Planet Report 2018, mengenai degradasi lingkungan dan biodiversitas dunia, dimana manusia (Homo sapiens) sebagai spesies utama pelaku pengrusakan tersebut.

Sebagai wujud kontribusi dan sinergi Dr. Budi Setiadi Daryono M.Agr.Sc. dalam kegiatan The International Conference on Biodiversity 2018 diundang sebagai keynote speaker dan invited speaker. Mengingat tahun 2019 akan diadakan ICBS Fakultas Biologi UGM “semoga kerjasama yang erat antara Biogama dan UTHM juga UTAR Malaysia serta beberapa pihak lain diantaranya ANU, CDU, Murdoch University of Australia, Nagoya, TUA, Yamagata and Ehime University of Japan, Leiden dan Naturalis Museum Netherlands, Oxford University UK dan Humboldt University of Germany dapat terus berkembang dan berkah bagi semua”, ujar beliau.

Dalam kegiatan kuliah umum di Universitas Samudra Langsa Aceh tujuan yang dihendaki adalah pengembangan kompetensi keilmuan dengan Kuliah Tamu pada Jurusan MIPA. “Sebagai Provinsi paling Barat di Indonesia tidak lepas peran dari mahasiswa tersebut harapan bangsa di kemudian hari yang dibekali dengan pengetahuan agama, adab dan ilmu”, ujar beliau.

Kegiatan berbagi ilmu dan sharing pengalaman kepada putra-putri terbaik Papua dalam acara Seminar di Universitas Cenderawasih (UNCEN) dihadari oleh Rektor Universitas Cenderawasih dan Dekan FMIPA UNCEN serta perangkat Pemda Kota Jayapura. Sebagai bentuk kerjasama dan sinergi membangun dan maju bersama  Papua.

Kunjungan Kerjasama Internasional di Murdoch University of Australia ditekankan bahwa hal tersebut merupakan upaya dalam mewujudkan rencana dan cita-cita meningkatkan kualitas akademik dan riset. Kerjasama yang terjalin menyentuh beberapa aspek yaitu International Undergraduate Program (IUP), International Summer Course Program, Joint Degree for Master and Ph.D Program serta Students and Staff Exchange dengan Graduate School of Murdoch University Australia. “Are Your Ready?”, sahut beliau.

Kerjasama Internasional turut dilakukan dengan National Central University Taiwan dalam bidang International Summer Course, Students and Staff Exchange, Dual Degree for Master and Ph.D serta Research Collaboration and Joint Publication. Kegiatan dalam kurun waktu Maret hingga November tersebut bertujuan untuk meningkatkan sinergi baik di kancah nasional maupun internasional. Sebagai sebuah bentuk pengamalan terhadap Tri Dharma Perguruan Tinggi juga sebagai batu loncatan peningkatan mutu pendidikan tinggi biologi Universitas Gadjah Mada secara khusus dan turut serta berkontribusi bagi universitas lain di taraf nasional maupun internasional secara luas.

“Kegiatan tersebut selain dalam rangka meningkatkan kerjasama baik secara nasional maupun internasional antar fakultas dan universitas, juga bertujuan memotivasi, mensinergikan dan menginspirasi jurusan prodi Biologi dan FMIPA pendidikan tinggi melalui Fakultas Biologi UGM sebagai model kepemimpinan. Dengan sertifikasi ASIIN yang telah menetapkan standar internasional bagi Fakultas Biologi UGM dan sebagai fakultas biologi tertua di Indonesia sudah sepantasnya menunjukkan kepemimpinan melalui inovasi dan karya“, ujar Dr. Budi Setiadi Daryono M.Agr.Sc.

Kegiatan tersebut akan terus didorong untuk semakin memperkuat relasi dan menunjang peningkatan kualitas pendidikan tinggi, khususnya prodi biologi di Indonesia.

 

 

 

Tingkatkan Kompetensi Mahasiswa, Lab Biokimia adakan Pelatihan Biokimia Analitik

Rilis Berita Jumat, 9 November 2018

WhatsApp Image 2018-11-09 at 13.18.35
WhatsApp Image 2018-11-09 at 13.18.33
WhatsApp Image 2018-11-09 at 13.18.35 (1)
WhatsApp Image 2018-11-09 at 08.24.07
WhatsApp Image 2018-11-09 at 08.24.07 (1)
WhatsApp Image 2018-11-09 at 08.24.07 (2)
WhatsApp Image 2018-11-09 at 08.24.08 (1)
WhatsApp Image 2018-11-09 at 08.24.08

Laboratorium Biokimia Fakultas Biologi UGM tahun ini kembali mengadakan Pelatihan Biokimia Analitik tentang teknik-teknik dasar dan metode penelitian yang umumnya digunakan dalam penelitian biologi. Pelatihan ini dilaksanakan dalam bentuk 2 paket pelatihan.Paket I merupakan pelatihan mengenai Ekstraksi, Fraksinasi, dan Kromatografi Lapis Tipis. Paket II merupakan pelatihan mengenai Isolasi DNA, Polymerase Chain Reaction (PCR), dan Elektroforesis. Paket Pelatihan Biokimia Analitik ini dikhususkan untuk mahasiswa Fakultas Biologi baik jenjang S1, S2 maupun S3. Kegiatan pelatihan Biokimia Analitik 2018 merupakan bentuk dari pengabdian Lab Biokimia untuk meningkatkan kompetensi lulusan Biologi baik dalam segi ilmu maupun skill teknik-teknik di laboratorium. Secara umum, pelatihan ini diminati mahasiswa Fakultas Biologi UGM dilihat dari animo yang tinggi dari peserta yaitu jumlah peserta paket I sebanyak 33 orang dan paket II sebanyak 42 orang. Seluruh staf Laboratorium Biokimia baik dosen maupun tenaga pendidik terlibat dalam pelatihan ini. Dr. Rarastoeti Pratiwi, Dr Yekti Asih Purwestri, Dr. Tri Rini Nuringtyas, Dr. Woro Anindito Sri Tunjung dan Lisna Hidayati, M.Biotech secara aktif memberikan kuliah, mendampingi peserta melakukan percobaan, berdiskusi dan sharing pengalaman dalam melakukan teknik laboratorium, tip dan trik agar berhasil mendapat data dan trouble shoting menghadapi masalah-masalah di laboratorium.

Pelatihan Biokimia Analitik 2018 Paket I dilakukan tanggal 06 November dan 09 November 2018. Peserta mendapatkan penjelasan teknis cara kerja, hands on sample dan materi kuliah tentang cara mengekstrak bahan alam dan separasinya menggunakan metode kromatografi. Peserta melakukan ekstraksi secara maserasi dan soxhletasi dari sampel berupa daun gaharu, daun jeruk purut, bunga rosela, dan biji jinten hitam. Digunakan solven berupa kloroform, etil asetat, dan n-heksan disesuaikan dengan kepolaran bahan alam yang akan diestrak. Hasil ekstraksi kemudian difraksinasi menggunakan metode Vacuum Liquid Chromathography (VLC). Hasil ekstraksi juga diseparasi dengan kromatografi lapis tipis untuk mendapatkan kromatogram dan mengidentifikasi golongan senyawa setelah dilakukan pewarnaan. Semua kegiatan tersebut dilakukan di Laboratorium Biokimia Fakultas Biologi UGM. Peserta sangat antusias mengikuti pelatihan ini dan mendapatkan hasil dari percobaan yang mereka lakukan.

Pada pelatihan Biokimia Analitik paket II dilakukan isolasi DNA, PCR dan elektroforesis. Peserta melakukan isolasi DNA menggunakan kit maupun lisis buffer untuk sampel darah tikus dan daun tembakau. Kemudian dilakukan amplifikasi house keeping gene dari sampel tersebut, dilanjutkan separasi genom dan produk PCR menggunakan metode elektroforesis dan visualisasi hasil separasi. Peserta dapat memilih sampel sesuai dengan minat dan penelitian yang mereka lakukan. Pada pelatihan ini selain dilakukan praktik hand on secara langsung juga dilakukan pemaparan materi serta diskusi. Peserta mengaku puas setelah mengikuti pelatihan dan berharap ilmu dan skil yang mereka dapatkan dari pelatihan dapat diterapkan untuk penelitian mereka.

Gedung B Fakultas Biologi UGM Menjadi Green Building Pertama di UGM

Rilis BeritaTajuk Jumat, 9 November 2018

Gedung B (Gedung Sinar mas) Fakultas Biologi UGM memiliki luas lebih dari 5.800 m2 yang terdiri atas 5 lantai dan diantaranya berisikan 3 ruang kelas, laboratorium sistematika tumbuhan, laboratorium fisiologi tumbuhan, laboratorium mikroteknik tumbuhan, laboratorium taksonomi tumbuhan, laboratorium biologi umum, teaching laboratorium, perpustakaan dan ruang monitoring. Gedung telah diresmikan pada 8 Oktober 2017 silam dan dihadiri langsung oleh segenap tamu undangan, seperti Ketua MWA UGM, Prof. Dr. Pratikno, Managing Director Sinar Mas, G. Sulistiyanto, Rektor UGM, Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D., dan Board Member of Sinar Mas yang juga Chairman Sinar Mas Agribusiness & Foods, Franky O. Widjaja.

Gedung B yang mulai beroperasi pada tahun lalu akhirnya berhasil mendapatkan Sertifikat Green Building dari Green Building Council Indonesia – EDGE (Excellence In Design For Greater Efficiencies) sebagai sistem sertifikasi bangunan hijau yang dikembangkan oleh IFC (International Finance Corporation) melalui seremonial penyerahan sertifikat dalam Dies Natalis Fakultas Biologi yang ke-63 pada bulan September lalu. Penyerahan sertifikat EDGE dilakukan oleh Gandi Sulistiyanto selaku Managing Director PT. Sinar Mas Group kepada Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. selaku dekan Fakultas Biologi UGM. “Sertifikasi Green Building ini menjadi momentum bagi kita untuk menjaga semangat dalam mendorong dan mengembangkan Gedung B sebagai salah satu Pusat Riset Biodiversitas Tropika di Indonesia sekaligus menjadi model Pemanfaatan dan Pengelolaan Gedung dengan konsep Eco and Edu Green” ujar Dekan Fakultas Biologi ini.

Bangunan hijau (green building) didesain untuk mereduksi dampak lingkungan terbangun pada kesehatan manusia dan alam, melalui: efisiensi dalam penggunaan energi, air dan sumber daya lain; perlindungan kesehatan penghuni dan meningkatkan produktifitas pekerja; mereduksi limbah / buangan padat, cair dan gas, mengurangi polusi / pencemaran padat, cair dan gas serta mereduksi kerusakan lingkungan. Secara umum definisi bangunan hijau menurut Office of the Federal Environmental Executive (AS), adalah bangunan yang meningkatkan efisiensi bangunan dan lahannya terhadap penggunaan energi, air, dan bahan, dan mengurangi dampak negatif terhadap kesehatan, lingkungan melalui penataan tapak, desain, konstruksi, operasional, pemeliharaan serta akibat produk limbahnya.

 

 

 

 

 

 

Dirancang dan dibangun oleh PT. Omega Minerba Gan, Gedung Fakultas Biologi menurunkan biaya operasional dengan bantuan perangkat peneduh eksternal, lemari air siram tunggal, dan atap berlantai tanah liat. Fitur hijau bangunan telah diterapkan tanpa biaya tambahan ke universitas, sehingga menghasilkan jumlah keuntungan positif ketika tagihan listrik dipertimbangkan. Selain fitur hijau, bangunan ini juga mengadopsi standar bangunan tahan gempa serta standar aksesibilitas bagi penyandang cacat. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui: https://www.edgebuildings.com/projects/faculty-of-biology-building-b/

Tim Biovir Fakultas Biologi selenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan Tema “Potensi Flora dan Fauna Khas Indonesia sebagai Antivirus”

Rilis BeritaTajuk Selasa, 6 November 2018

Penyakit tropis, terutama virus, berpotensi untuk menjadi epidemi global dan diprediksi akan terus meluas akibat perubahan iklim. Beberapa virus tropis yang perlu diwaspadai adalah virus Dengue, virus Zika, Rotavirus (diare), dan beberapa virus lain yang
disebarkan oleh vektor serangga (Arbovirus). Salah satu potensi untuk mengatasi penyakit tropis yang disebabkan virus adalah dengan mengeksplorasi bahan aktif yang disediakan di alam.

Pada tanggal 5 November 2018 bertempat di Ruang Sidang Atas Fakultas Biologi UGM, Tim Biovir Fakultas Biologi UGM menyelenggarakan Focus Discussion Group (FGD) dengan tema “Potensi Flora dan Fauna Khas Indonesia sebagai Antivirus”. Kegiatan FGD  diadakan dalam rangka mendapatkan informasi tentang flora dan fauna khas Indonesia yang berpotensi sebagai antivirus, serta langkah-langkah yang harus dilakukan lebih lanjut oleh Tim Biovir Fakultas Biologi UGM sehingga nantinya didapatkan sebuah database untuk flora dan fauna berpotensi antivirus di Indonesia.  Kegiatan tersebut mendatangkan narasumber dari berbagai instansi, seperti Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat-Obatan Tradisional (B2P2TOOT Tawangmangu), Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP), Lembaga Biologi Molekular Eijkman, Balai Besar Riset dan Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan (BBRP2BKP), serta dihadiri oleh Dosen dan Kepala Laboratorium Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada.

Acara FGD tersebut dibuka oleh Direktur Penelitian Universitas Gadjah Mada, Bapak Prof. Dr. Mustofa, Apt. M.Kes dan juga diisi sambutan dari Dekan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, Bapak Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc.,. Kemudian acara dilanjutkan dengan pemaparan-pemaparan dari Tim Biovir Universitas Gadjah Mada dan narasumber dari berbagai Balai Penelitian di Indonesia. Pemaparan pertama disampaikan oleh Prof. Dr. Purnomo, M.S yang mewakili dari Tim Biovir, “sampai saat ini Tim Biovir telah bekerjasama dengan beberapa instansi dan mengumpulkan berbagai jenis tumbuhan berkhasiat sebagai antivirus yang kebanyakan didominasi oleh tumbuhan dari Famili Zingeberaceae,” ujar beliau. Pemaparan berikutnya disampaikan oleh Ibu Dr. Ir. Yuli Widiastuti, M.P dari B2P2TOOT yang menyatakan bahwa selama ini penelitian tentang tumbuhan khusus untuk antivirus di Indonesia belum di kerjakan, sehingga besar harapan beliau bahwa Tim Biovir ini nantinya mampu menyediakan data base untuk tumbuhan yang berpotensi sebagai antivirus. Lebih lanjut beliau juga menyampaikan bahwa pengerjakan database tidak perlu menunggu sampai data terkumpul semua, tetapi dari sekarang sudah harus dikerjakan meskipun baru di dapatkan nama spesies. “Sebaiknya database tersebut sudah mulai dikerjakan dari sekarang dan dibuat dengan bekerjasama dengan instansi atau balai penelitian yang terkait sehingga meminimalisir redudansi data, serta memanfaatkan pengetahuan etnomedisin dari masyarakat dalam pengambilan sampel,’ imbuh beliau yang juga merupakan peneliti dalam Riset Tanaman Obat dan Jamu (RISTOJA).

“Studi tentang etnis atau suku dari tumbuhan yang digunakan sebagai antivirus perlu dilakukan. Karena terdapat kasus pada dua suku yang berbeda tingkat keparahan suatu penyakit juga berbeda, dan ternyata setelah ditelusuri struktur sel epitel dari kedua suku tersebut berbeda,” urai Bapak Triwibowo Ambar Garjito, S.Si, M.Kes. selaku narasumber dari B2P2RSV. Beliau juga menyampaikan materi mengenai Arbovirus, yaitu virus yang paling banyak menyerang manusia dengan vektor penyakit berupa serangga. Beliau juga sependapat dengan Ibu Dr. Ir. Yuli Widiastuti, M.P bahwa database Tim Biovir dapat di akses bersama sehingga akan didapatkan database yang benar-benar lengkap tanpa ada pengulangan data.

Bapak R. Tedjo Sasmono, Ph.D dari Lembaga Penelitian Eijkman juga menyampaikan bahwa sebaiknya dilakukan persiapan yang matang sebelum memulai penelitian, “sebelum melakukan penelitian sebaiknya virus yang akan dikendalikan lebih dispesifikkan dan diketahui karakternya, mencari informasi teknologi untuk pengendalian virus tersebut sudah ada atau belum, ketersediaan sumberdaya manusia, komitmen dari semua instansi yang terkait, dan juga pembiayaan, “ urai beliau. “Hal tersebut bertujuan supaya penelitian dari Tim Biovir benar-benar menghasilkan database tumbuhan antivirus yang memang dibutuhkan oleh masyarakat,” imbuhnya lagi. Pemaparan terakhir disampaikan narasumber dari, Prof. Dr. Ir. Ekowati Chasanah, M.Sc. yang menyampaikan tentang potensi dari fauna laut untuk antivirus. “Beberapa fauna laut yang diindikasikan berpotensi antara lain teripang dan makroalga yang telah diteliti memiliki senyawa Lectin yang berfungsi sebagai antivirus,” urai beliau yang juga merupakan ketua peneliti dari lembaga penelitian KKP.

Kegiatan FGD ditutup dengan penyimpulan yang diwakili oleh Prof. Dr. Purnomo, M.S yang menyatakan bahwa masih banyak hal yang perlu dilakukan sampai nanti data base flora dan fauna khas Indonesia yang berpotensi antivirus terbentuk. “Banyak hal yang masih harus dilakukan oleh Tim Biovir dalam rangka pengembangan database untuk flora dan fauna khas Indonesia yang berpotensi antivirus. Salah satunya yaitu segera menyiapkan tim khusus untuk pengelolaan data awal yang harus dimasukkan dalam database yang berupa nama spesies, foto, etnis, dan khasiat sebagai obat antivirus. Selain itu, juga masih diperlukan koordinasi lebih lanjut dengan instansi Balitbangkes dan KKP dalam rangka melengkapi data spesies flora dan fauna yang masih diperluka,’ jelasnya yang juga merupakan ketua coordinator Tim Biovir Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada.

KOLABORASI UGM DAN KOMUNITAS PASAR NDELIK DALAM MENINGKATKAN NILAI EKONOMI MAKANAN TRADISIONAL DENGAN PEWARNA DAN KEMASAN ALAMI

Pengabdian kepada MasyarakatRilis Berita Jumat, 2 November 2018

IMG_0968
IMG_1022
IMG_1050
IMG_1079
IMG_1039
IMG_1052
IMG_1092

Yogyakarta, daerah yang identik dengan produk “ndeso”, baik berupa kebudayaan maupun kuliner telah menarik hati wisatawan untuk senantiasa singgah dan menikmati kelembutan nuansa temaram yang romantis. Selain kekhasan nuansanya, Yogyakarta juga menyimpan banyak potensi makanan tradisional, sebut saja bakpia, gudeg, gebleg, dan masih banyak lagi. Terlebih saat ini makanan tradisional mulai menunjukkan kembali tajinya di dunia kuliner, seperti banyaknya tempat wisata yang berkolaborasi dengan warga setempat untuk mengangkat kearifan lokal berupa penampilan karya seni maupun makanan tradisional.

Salah satu contoh tempat wisata yang cukup kondang yaitu Pasar Ndhelik, Puri Mataram yang ada di daerah Sleman. Di Pasar Ndhelik, tiap minggunya diadakan proses transaksi menggunakan Pandel yang menggantikan fungsi fisik uang. Pandel yang sudah didapatkan dapat ditukarkan dengan berbagai jajanan khas yang tersedia di Pasar Ndhelik, seperti Pecel, Nasi Biru, Jenang Gendhul, dan berbagai jenis minuman. Dengan potensi yang tersedia untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, maka Lisna Hidayati, M.Biotech., dosen Fakultas Biologi UGM dan timnya melakukan kegiatan pengabdian berupa Pelatihan Teknologi Tepat Guna (TTG) dengan tema Pengembangan Produk Pangan Tradisional Alami dengan Teknologi Tepat Guna untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Kampung Flory. Kegiatan ini dilaksanakan berkelanjutan mulai dari 05 Agustus 2018 hingga nanti 18 November 2018 dengan target komunitas penjual di Pasar Ndhelik.

Dibantu oleh KMP Pascasarjana Fakultas Biologi UGM, kegiatan pelatihan TTG ini sudah menginjak agenda kelimanya pada hari Jumat tanggal 2 November 2018. Kegiatan ini diawali dengan pematerian dari Aries Bagus Sasongko, M.Biotech dan Lisna Hidayati, M. Biotech. yang membagikan wawasannya mengenai Budidaya Tanaman Pangan dan Pewarna Makanan Alami. Penggunaan pewarna alami memang lebih rumit dan memakan biaya produksi yang tinggi, namun dengan penggunaan pewarna alami dapat memberikan warna yang lebih lembut dan meningkatkan aroma makanan. “Selain warna yang lebih ramah mata, penggunaan pewarna alami juga dapat meningkatkan harga jual makanan karena para penjual dapat menambahkan informasi tersebut, sehingga konsumen akan lebih percaya untuk mencicipi makanan yang dijual.” ujar Bagus.

Materi kedua yang disampaikan yaitu Kalori dalam Makanan yang disampaikan oleh Woro Anindito Sri Tunjung, Ph.D. untuk meningkatkan minat konsumen dalam mengunjungi Pasar Ndhelik. “Pencantuman jumlah kalori dalam makanan sudah menjadi tren di luar negeri terkait dengan meningkatnya perhatian masyarakat terhadap diet. Jadi, tidak hanya label halal saja yang perlu diperhatikan.” ujar Luthfi Nurhidayat sebagai Fasilitator. Diskusi mulai berjalan menarik saat ibu-ibu peserta diminta untuk menghitung Body Mass Index (BMI) untuk menentukan kategori indeks massa tubuhnya, apakah termasuk ideal atau jauh dari ideal. Selain diskusi mengenai BMI, Woro juga menambahkan perhitungan tentang berbagai kalori yang tersedia dalam makanan tiap 100 gram. Dengan demikian, diharapkan ibu-ibu peserta dapat memberikan informasi tambahan ke konsumen berupa jumlah porsi yang disarankan untuk dimakan. Sehingga, tidak hanya makanan saja yang ditawarkan di Pasar Ndhelik, namun konsumen juga akan merasa diperhatikan dalam mempertimbangkan jenis makanan yang akan dimakan.

Pematerian dilanjutkan oleh Dr. Ir. Supriyadi dan Dwi Larasatie Nur Fibri, S.T.P., M.Sc., Ph.D dari FTP UGM yang menyampaikan subyek mengenai Kemasan Alami. Pemberian materi ini ditujukan untuk menekan penggunaan plastik dalam proses jual beli makanan di Pasar Ndhelik sekaligus memberikan kesadaran kepada ibu-ibu peserta mengenai manfaat penggunaan kemasan alami dibandingkan kemasan plastik. Pasar Ndhelik, yang memang menjual makanan tradisional dan keramahannya memang sangat cocok untuk mengaplikasikan kemasan alami ini. Penggunaan daun jati, pisang, dan waru sudah banyak diteliti dan memberikan hasil yang menjanjikan sebagai kemasan alami. Walaupun kemasan ini kurang praktis, namun penggunaan kemasan alami dapat meningkatkan pula daya tahan makanan secara alami dan pada akhirnya akan berimplikasi pada meningkatnya harga jual makanan.

Pelatihan ditutup dengan foto bersama. Salah satu peserta, Mariyatin, mengungkapkan bahwa dirinya sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini. “Banyak sekali manfaat yang saya peroleh selama pelatihan ini. Selain bagaimana menambahkan berbagai jenis pewarna alami yang tidak merubah rasa, saya juga dapat mengerti bagaimana proses pengemasan dan perhitungan kalori dalam makanan. Sehingga nanti saat bertemu dengan konsumen, bisa bilang kalau makanan ini tidak membuat gemuk.” ujarnya.

1…187188189190191…222

Akreditasi

Berita Terakhir

  • Soroti Tantangan Malaria Indonesia Timur, Mahasiswa Magister Biologi UGM Raih Juara Nasional
  • Pendaftaran Program Internalisasi Nilai-nilai Pioner (PIN PIONER) UGM 2026
  • Jadwal KKN-PPM UGM Periode 1 dan 2 Tahun 2026
  • Dosen Tunghai University Taiwan Bagikan Riset Genetika Kupu-Kupu di Guest Lecture Fakultas Biologi UGM
  • Musyawarah Anggota KSAT 2025
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA

FAKULTAS BIOLOGI
Jalan Teknika Selatan, Sekip Utara,
Yogyakarta 55281
biologi-ugm@ugm.ac.id
Telepon/Fax: +62 (274) 580839

Tentang Kami

  • Sejarah
  • Organisasi
  • Staff
  • VISI, MISI & TUJUAN
  • Biodiversitas
  • Informasi Publik

KEMAHASISWAAN

  • Pelayanan Mahasiswa
  • Organisasi Mahasiswa
  • Pengajuan Kerja Praktik Lapangan
  • Izin Penelitian Lapangan
  • Layanan Konseling Mahasiswa

Akademik

  • Peraturan Akademik
  • Pengumuman Akademik

Survei Kepuasan Layanan

  • Survei Layanan Akademik
  • Survei Layanan KASDM
  • Survei Layanan P2MKSA
  • Survei Layanan Laboratiorum
  • Survei Layanan K5L dan Driver

Akreditasi

  • Image 1
  • Image 2
  • Image 3

© 2024 FAKULTAS BIOLOGI UNIVERSITAS GADJAH MADA

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju