Kompetisi Esai Mengenang Raden Saleh
Informasi selengkapnya dapat diakses di: http://mengenangradensaleh.wordpress.com/
Rilis Berita Senin, 23 Juli 2012
Kompetisi Esai Mengenang Raden Saleh
Informasi selengkapnya dapat diakses di: http://mengenangradensaleh.wordpress.com/
Rilis Berita Rabu, 4 Juli 2012
Workshop ini menghadirkan 3 pembicara yang merupakan pakar dan praktisi di bidang Intellectual Property Right yaitu Prof. Dr. Keith Jones dari University of Idaho Research Foundation, Prof. Dr. Karna Wijaya dari FMIPA UGM serta Dr.Ir. Robinson Sinaga, Pemeriksa Paten, Direktorat Paten, Ditjen HKI, Kementerian Hukum dan HAM
Melalui diskusi yang menarik, Prof. Keith Jones memaparkan pengalaman proses mendapatkan paten di Amerika serta menekankan pentingnya suatu badan khusus dalam universitas yang menangani permasalahan hak kekayaan intelektual dan proses paten, dengan melibatkan akademisi sebagai unsur dalam organisasi tersebut. Hal ini ditambahkan oleh Prof. Karna Wijaya yang menjelaskan mengenai hak kekayaan industri dan pengalamannya dalam mendaftarkan hasil karyanya untuk dipatenkan. Diskusi berlangsung semakin menarik ketika menghadirkan praktisi dari Direktorat Kementrian Hukum dan Perundangan RI, Dr.Ir. Robinson Sinaga yang memaparkan mengenai proses pendaftaran dan seleksi hasil karya yang akan di patenkan di Indonesia. Diskusi ini ditutup dengan diskusi grup dan finalisasi draft paten pada hari kedua (26/7) bagi para peserta yang ingin mematenkan hasil karyanya.
Dalam hal ini, I-MHERE Project juga memberikan grant bagi 4 orang peserta yang berhasil mengikuti workshop ini selama 2 hari penuh serta mensubmit draft yang akan dikirim.
Rilis Berita Selasa, 12 Juni 2012
Diberitahukan bahwa Fakultas Biologi UGM menyelenggarakan Pelatihan Budidaya Anggrek tanggal 9-13 Juli 2012. Pelatihan tersebut ditawarkan secara gratis kepada civitas akademika UGM, petani, pelaku usaha dan hobbyist. Peserta diabatasi sejumlah 50 orang. Informasi lebih lanjut dapat dilihat pada leaflet terlampir.
Rilis Berita Selasa, 5 Juni 2012
Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya mengadakan “Lomba dan Pameran Foto Indonesia 2012” memperebutkan Piala Presiden dalam rangka memperingati HUT Proklamasi Kemerdekaan ke 67 RI tahun 2012, dengan sub tema “Cinta Indonesia, Dari Mata Ke Hati”.
Untuk keterangan lebih lanjut silakan klik poster ini.
Rilis Berita Rabu, 16 Mei 2012
Kegiatan ini meliputi :
Penjelajahan :
a. Tim Sus menjelajah Tanjung Datu (Provinsi Kalbar) s.d. Pulau Sebatik (Provinsi Kaltim) sepanjang 2.004 km.
b. Tim Jelajah Sub Korwil sesuai wilayah Korwil.
c. Tim Jelajah Laut Rawa Sungai dan Pantai oleh Tim Marinir sepanjang 3.000 km
Penelitian :
a. Kehutanan.
b. Flora Fauna.
c. Geologi dan Potensi Bencana.
d. Perbatasan.
Komsos (Komunikasi Sosial) :
a. Karya Bhakti.
b. Bhakti Sosial.
c. Penghijauan.
d. Ceramah Kebangsaan.
Dalam kegiatan ini Fakultas Biologi UGM mengikutkan peserta 9 dosen yaitu:
8 mahasiswa dan alumni yaitu :
Rilis Berita Rabu, 9 Mei 2012
Pada acara yang bertempat di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), di Bukit Glagahsari Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, Dekan Fakultas Biologi UGM, Dr. Retno Peni Sancayaningsih, M.Sc menyampaikan pematerian seputar pentingnya kegiatan restorasi. Menurut beliau, penanaman pohon sama dengan menghasilkan sumber energi dan sumber daya alam yang baru. “ Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, tetapi masih sering diekspor untuk diolah di negara lain. Setelah jadi produk jadi masyarakat justru menjadi penikmat/pengimpor dari negara lain. Hal seperti itu sama dengan menyerahkan kemerdekaan kita”, papar beliau.
Menurut Akbar Reza, Ketua BEM Fakultas Biologi UGM, poin kunci dari acara restorasi tersebut, tidak hanya pada saat penanaman, tetapi justru pada keberlanjutnnya yaitu monitoring. Hal senada juga dikemukakan oleh Ketua Panitia Hari Bumi Fakultas Biologi UGM, Eza Darizki yang mengatakan bahwa pasca penanaman akan diadakan monitoring perawatan secara berkala. “Monitoring akan dilakukan seminggu sekali selama tiga bulan, meliputi penyiraman, tambal sulam bibit, dan register ulang”, ujar Eza.
Hutan Koesnadi masih dalam tahapan reboisasi atau penanaman kembali komponen tumbuhan guna mengembalikan fungsi utama lahan agar produktif. Dalam hal ini UGM banyak melibatkan multipihak untuk terjun dan membantu terselenggaranya pembuatan Hutan Koesnadi hingga perawatannya kelak. Tujuan lainnya yakni sebagai fasilitas untuk menunjang segala aktivitas akademik mahasiswa UGM yang dituntut untuk terjun langsung ke lapangan sebagai sarana belajar di alam dan mengenal alam secara langsung.
(ard&pan.hr bumi F.Bio UGM)
Foto by : pan.hr bumi F.Bio UGM
Rilis Berita Minggu, 1 April 2012
Yogyakarta – Fakultas Biologi UGM mengadakan kegiatan Presentasi Pemenang Hibah Research Grant on Biodiversity to Improve Quality and the Use of Arboretum, Museum Biology, and Sawit Sari Field Station. Kegiatan yang merupakan program Indonesia Managing Higher Education for Relevance and Efficiency (I-MHERE) Sub Aktivitas 2.1.4.-III, berlangsung di Ruang Sidang Fakultas Biologi UGM, Jumat (30/3).
Dalam sambutannya, ketika membuka kegiatan, Dekan Fakultas Biologi UGM, Dr. Retno Peni Sancayaningsih, M.Sc., mengatakan bahwa terdapat 28 proposal penelitian yang masuk, namun setelah melalui seleksi oleh tim reviewer, akhirnya hanya enam proposal yang lolos didanai. “Kompetisinya cukup bagus jika dilihat dari jumlah proposal yang masuk, pada awalnya kami hanya mentarget minimal ada 18 proposal masuk, namun ternyata jumlah proposal ada 28 ”, kata beliau. Diakhir sambutannya, Dr. Peni, berharap agar kedepannya ketiga lokasi tersebut, dapat terus dieksplorasi dan diteliti. “Ada atau tidak ada hibah, silahkan tiga lokasi tersebut dimanfaatkan untuk penelitian”, sahut beliau.
Menurut Drs. Sutikno, S.U, Tim Leader kegiatan, tujuan dari Research Grant ini adalah meningkatkan kualitas tiga lokasi penelitian, yaitu Kebun Biologi, Museum Biologi, dan Stasiun Penelitian Sawit Sari. “Program ini diharapkan dapat memberi kontribusi ke tiga lokasi penelitian tersebut, sehingga masyarakat dapat lebih mengetahui fungsi dari tiga lokasi tersebut”, papar beliau. Ditempat yang sama, Direktur eksekutif I-MHERE UGM Dr. Ir. Cahyono Agus Dwi Koranto, M.Agr.Sc, mengatakan bahwa tahun 2012 ini merupakan tahun terakhir dari program Research Grant IMHERE, sehingga penelitian tahun ini diharapkan dapat bersifat berkelanjutan. Selain hal tersebut, Dr. Cahyono menegaskan bahwa target luaran dari penelitian ini adalah publikasi nasional maupun internasional. “UGM harus dapat mempublikasi sebanyak mungkin hasil penelitian, dengan banyaknya publikasi, maka kedepannya akan mudah untuk meraih kembali reward dana penelitian untuk Universitas”, ujar beliau.
Pada acara tersebut, turut hadir pula ketiga reviewer, yaitu Dr. Erny Poedjirahajoe, M.P.(Fakultas Kehutanan), Dra. Neni Trilusiana Rahmawati, M.Kes.,Ph.D (Fakultas Kedokteran), serta Prof. Dr. Ir. Y. Andi Trisyono, M.Sc. (Fakultas Pertanian). Enam penelitian yang akan dilaksanakan di ketiga lokasi tersebut berjudul : Studi Mikrosporogenesis Cabai Merah Besar (Capsicum annuuum L.) Akibat Cekaman Kekeringan di Stasiun Penelitian Sawitsari, oleh Utaminingsih ; Peran Bakteri dan Kapang Selulolitik Sebagai Agensia Composting Serasah Dari Kebun biologi Dan Kebun Penelitian Sawit Sari, oleh Nungki Amalia & Ardhiani K.H ; Keragaman Cacing Tanah di Kebun Biologi UGM Berdasarkan Identifikasi dan Karakterisasi Molekular Serta Kemampuan Cacing Tanah Dalam Pengelolaan Sampah Organik, oleh Sita Ratnawati ; Estimasi Nilai Heritabilitas Produktivitas Telur Gama Ayam Dengan Metode Pemeliharaan Ekstensif Terkontrol, oleh Widhianto ; Peningkatan Kualitas Museum Biologi, Kebun Biologi, dan Kebun Sawitsari Berdasarkan Screening Aktivitas Antikanker 10 Spesies Genus Piper Terhadap Sel Kanker T47D, oleh Yus Hargono & Rohmat Priya ; dan Deteksi dan Karakterisasi Molekular Papaya Ringspot Virus (PRSV) Pada Tanaman Pepaya di DIY, oleh Utari S.
(ard)
Rilis Berita Sabtu, 24 Maret 2012
Indonesia merupakan Negara megabiodiversitas yang kaya akan berbagai jenis hewan, tumbuhan, maupun mikroorganisme. Disisi lain pencemaran lingkungan semakin luas terjadi. Pencemaran lingkungan mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan hidup, sehingga akan berdampak pula pada habitat makhluk hidup, sehingga diperlukan suatu usaha perbaikan kuailtas lingkungan untuk menyangga kekayaan keanekaragaman makhluk hidup agar tetap lestari dan terhindar dari kepunahan. Menanggapi hal tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Biologi UGM mengadakan Seminar Nasional yang mengangkat topik Bioteknologi sebagai Sarana Optimalisasi Biodiversitas Nusantara untuk Mengatasi Penurunan Kualitas Lingkungan, pada hari Sabtu, (24/3) bertempat di Ruang Seminar Fakultas Biologi UGM.
Key note speakers pada acara tersebut adalah Ir. Irfan Dwidya Prijambada, M.Eng, Ph.D, selaku Ketua Program Bioteknologi Pasca Sarjana UGM dan Drs. Bambang Darmodjo, M.S., Kepala Balai Taman Nasional Meru Betiri , Jember, Jawa Timur. Acara yang disajikan dalam bentuk talk show tersebut dihadiri oleh sekitar 100 orang peserta dari berbagai elemen, antara lain pelajar, guru, mahasiswa, dosen, pemerintah, maupun masyarakat umum.
Drs. Bambang menjelaskan bahwa Taman Nasional merupakan kawasan yang memiliki peranan penting untuk menjaga kelestarian alam. ”Pengelolaan Taman Nasional dilaksanakan berdasarkan prinsip konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya (KSDAHE), sesuai dengan UU No. 5 Tahun 1990”, jelas beliau. Drs. Bambang juga memberi contoh tentang beberapa kegiatan pengelolaan KSDAHE di Taman Nasional Meru Betiri Jember, antara lain Pengelolaan Penyu, Banteng, Rafflesia, Penangkaran Rusa dan berbagai kegiatan lainnya.
Sementara, Ir. Irfan mengemukakan topik berjudul bioteknologi untuk remediasi lingkungan tercemar akibat kegiatan pertambangan logam. Ir. Irfan mengatakan bahwa kegiatan penambangan dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan. “Salah satu penyebab pencemaran lingkungan adalah penggunaan logam berat dalam proses penambangan”, papar beliau. Salah satu usaha untuk memperbaiki lingkungan yang tercemar adalah dengan usaha bioremidiasi menggunakan bakteri dan atau tanaman. “Beberapa jenis bakteri memiliki kemampuan untuk mentransformasi logam berat, sehingga logam menjadi tidak terlalu bahaya dilingkungan, begitu pula beberapa jenis tanaman mampu menghilangkan bahan pencemar yang terdapat di dalam tanah”, imbuh beliau. Ir. Irfan juga memberi contoh rekayasa genetika pada tanaman Arabidopsis sehingga tanaman tersebut dapat menurunkan kadar pencemaran raksa (Hg).
I Gede Angga Pramudita, ketua panitia penyelenggara, berharap agar kegiatan seminar nasional tersebut dapat membuka cakrawala tentang pentingnya pengembangan penelitian biologi & bioteknologi untuk menjaga kelestarian alam. “Dengan adanya seminar nasional ini, semakin menunjukan bahwa terdapat banyak prospek di bidang biologi”, papar Angga. Hal senada disampaikan oleh Ketua BEM Biologi UGM, Akbar Reza, yang berharap agar melalui seminar tersebut masyarakat maupun kaum akademisi dapat lebih peka terhadap permasalahan lingkungan dan dapat menularkan semangat kepada sesama agar dapat melakukan tindakan konkret untuk menyelesaikan permasalahan lingkungan. (ardh)
Rilis Berita Rabu, 14 Maret 2012
Berikut adalah pengumuman hasil wawancara para delegator IPR.
Rilis Berita Kamis, 1 Maret 2012
Rekan alumni Fakultas Biologi UGM, dimohon untuk turut berpartisipasi dalam program online tracer study yang dilaksanakan oleh UGM pada link berikut http://repository.kjm.ugm.ac.id/~tracer