Presentasi Hasil Tugas Belajar Dosen Fakultas Biologi: Dr. Sukirno & Rury Aprilurrahman, M.Sc

Fakultas Biologi kini memberikan penghargaan kembali kepada kedua Dosen yang telah berhasil menyelesaikan studinya, beliau adalah Dr. Sukirno dan Rury Aprilurrahman, M.Sc. Penghargaan berupa presentasi kuliah umum. Kuliah umum dibuka oleh Dekan Fakultas Biologi (Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc) dan dihadiri oleh para guru besar (Profesor), dosen dan mahasiswa S3. Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 01 Desember 2016 menjadi motivasi tersendiri yang perlu dikembangkan dalam dunia akademisi. Penelitian dengan isu genetika molecular yang dipadukan dengan dengan disiplin ilmu lain seperti morfologi, taxonomi dan biogeografi ini menjadi bagian tersendiri hingga diharapkan kedepannya menjadi tim kerja yang sinergis dan saling melengkapi. Harapannya kedua dosen ini juga dapat menjadi bagian dalam tim genetika populasi.

Penyampaian topic mengenai: Molecular Taxonomy and evolution of freshwater Crayfish of Genus Cherax (Decapoda: Parastacidae) from Northern Australia dan New Guinea. Studi tentang taxonomi dan evolusi lobster air tawar terutama dari Papua dan Australia Utara oleh Bapak Ruri, M.Sc dan Morphometrics and molecular studies of palm weevils from Saudi Arabia and Indonesia. Studi hama utama kelapa, sagu dll di Indonesia dan hama utama kurma di negara-negara Timur Tengah, Afrika dan Eropa oleh Dr. Sukirno, menjadi bagian yang menarik dalam ilmu biologi. Banyaknya biodiversitas yang belum terungkap menjadi tantangan tersendiri bagi para ilmuwan khususnya dalam ilmu biologi. Crayfish dan Rhynchophorus spp. yang merupakan objek penelitian beliau berdua misalnya, yang hingga kini masih banyak aspek penelitian yang belum terungkap dan terselesaikan secara ilmu, baik secara biogeografi, taxonomi, ekologi maupun disiplin ilmu biologi lainnya. Sebagai contoh Kumbang jenis Rhynchophorus sp., di Indonesia (yakni Departemen Pertanian) masih belum aware terhadap hama tersebut. Hama yang berada di batang atau basal tanaman hingga mematikan jenis tanaman palmae secara perlahan tetapi pasti menjadi isu penting yang harus diselesaikan, karena posisi atau keberadaan hama yang sulit terpantau oleh kasat mata dan jika terinfeksi sulit dideteksi secara dini. Sementara itu, disisi lain dari ilmu biologi taxonomi beragamnya jenis kumbang Rhynchophorus sp. pada setiap jenis tanaman palmae memberikan informasi monofiletik, yang menyebabkan jenis tersebut berasal dari ancestor yang sama. Begitu halnya dengan jenis Crayfish yang terkadang perbedaan capit yang soft pet menjadi variasi genotip meskipun jenis ini berasal dari ancestor yang sama. Perbedaan morfologi dan warna tubuh berbeda dapat terjadi pada ancestor yang sama.

Studi ekstensif dan data yang representatif selalu dibutuhkan dalam penelitian. Informasi dan pengetahuan tidak akan habis dan mati sampai akhir hayat, semua akan terus berkembang secara pesat, dan disinilah para ilmuwan (scientist) selalu dibutuhkan untuk mengungkap ilmu tersebut.

Agenda

May
3
Wed
all-day The 5th International Conference... @ Eastparc Hotel
The 5th International Conference... @ Eastparc Hotel
May 3 – Sep 16 all-day
The 5th International Conference on Biological Sciences Faculty of Biology Universitas Gadjah Mada Dates and Venue This seminar will be held in September 15-16, 2017 in Eastparc Hotel (Jalan Laksda Adi Soetjipto Km 6,5 Seturan,[...]