Beriku kami sampaikan Pengumuman Pelaksanaan Ujian Susulan UAS Semester genap TA 2018 2019 selengkapnya dapat diunduh disini
Uncategorized Selasa, 25 Juni 2019
Beriku kami sampaikan Pengumuman Pelaksanaan Ujian Susulan UAS Semester genap TA 2018 2019 selengkapnya dapat diunduh disini
Kegiatan Mahasiswa Sabtu, 1 Juni 2019
Pada hari Rabu, 29 Mei 2019, kelompok studi anggrek Fakultas Biologi UGM, BiOSC, melakukan kunjungan ke Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Az Zuhriyah 2 Sleman, Yogyakarta. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka menjalankan program kerja dari bidang Humjar dan PSDM yaitu “Biorama #4″. Biorama merupakan singkatan dari BiOSC Ramadan Bersama. Kegiatan Biorama tahun ini sedikit berbeda dengan tahun – tahun sebelumnya karena pada Biorama#4 ini diadakan pengenalan anggrek kepada anak-anak Panti dan Pondok Pesantren Az Zuhriyah 2 dengan tajuk ” Tebar Kebaikan dan Kebahagiaan “.




Acara tersebut diikuti oleh 25 anak-anak panti, pengurus panti, anggota BiOSC, dan pembina BiOSC, Ibu Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc. Acara diawali dengan pembukaan oleh Ketua Biorama#4 yaitu M Daffa ‘Irvani, sambutan pembina BiOSC, dan sambutan dari pembina panti, Bapak Syafak. Ibu Endang menyampaikan kegiatan ini dimaksudkan supaya adik-adik di Panti dapat mengenal tanaman anggrek lebih dekat sebagai ciptaan Allah yang sangat indah dan membudidayakannya di Pondok Pesantren Az Zuhriyah2. Acara dilanjutkan dengan pemberian donasi kepada Panti Asuhan berupa uang dan tanaman Anggrek yang diserahkan oleh Bu Endang kepada Bapak Syafak selaku pengurus panti. Acara dilanjutkan dengan pematerian tata cara menanam anggrek yang disampaikan oleh kakak-kakak anggota BiOSC kepada anak-anak panti, setelah itu, anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok dengan didampingi oleh anggota dari BiOSC. Mereka diminta untuk kerja berkelompok dan berlomba menanam anggrek serta menghiasnya. Permainan dilanjutkan dengan main tebak-tebakan ringan seputar anggrek kepada masing-masing kelompok. Adik-adik panti terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Pematerian dan permainan diakhiri dengan pemberian hadiah kepada kelompok yang berhasil menghias anggrek dengan bagus dan menjawab pertanyaan dengan benar.
Memasuki adzan maghrib, acara dilanjutkan dengan buka bersama dan melaksanakan sholat maghrib berjamaah. Acara ditutup dengan pamitan dan dilanjutkan dengan foto bersama. Kegiatan Biorama#4 ini diharapkan dapat memberikan edukasi baru bagi anak-anak panti mengenai anggrek sebagai puspa pesona Indonesia, dan bagi anggota BiOSC sendiri diharapkan dapat menjadi sarana untuk berbagi kebahagiaan dan keberkahan bulan Ramadhan untuk meningkatkan rasa kemanusiaan dan persaudaraan dengan sesama.
Kegiatan Mahasiswa Selasa, 28 Mei 2019
Sabtu (18/5) Kelompok Studi Entomologi (KSE) Fakultas Biologi UGM mengadakan kunjungan ke Roemah Kupu di daerah Banguntapan ,Bantul, Yogyakarta. Roemah kupu merupakan salah satu sentra kerajinan resin serangga dan insektarium di Bantul yang berbasis home industry. Kegiatan ini diinisiasi oleh Divisi Kewirausahaan KSE yang bertujuan untuk menambah ilmu mengenai pembuatan resin serangga dalam produksi gantungan kunci dan pigura. Kegiatan ini dimulai dengan pemberian sambutan dan oleh Nafiatul Ummah (KSE XIX) selaku Kepala Divisi Kewirausahaan dan pengenalan KSE juga sambutan oleh M. Fikri Al Rasyid (KSE XVIII) selaku Ketua KSE Biogama 2019.


Slide 1


Selanjutnya ialah pengenalan Roemah Kupu sekaligus pemaparan oleh Bapak Lukito Setiadi selaku pemilik Roemah Kupu dan mengenai proses produksi resin dan insektarium. Menurut pemaparan yang telah diberikan , proses pembuatan resin dimulai dari cara mendapatkan serangga, proses killing dan pinning serangga, proses pencetakan resin, dan penghalusan resin. Kegiatan dilanjutkan dengan melihat secara langsung proses pembuatan resin dengan teknik katalis, tahap penghalusan dan pemotongan menggunakan gerinda dan amplas serta tahap pengkilapan menggunakan mesin buatan yang ditambahan bahan langsol. Para peserta yang terdiri dari KSE XVIII, XIX dan XX terlihat antusias melihat proses pembuatan resin serangga. Hasil produksi biasanya dijual pada pasar lokal maupun diimpor keluar negri sesuai dengan pesanan dengan kisaran harga sepuluh ribu hingga ratusan ribu rupiah tergantung pada jenis kerajinan yang dibuat. Kegiatan diakhiri dengan pemberian plakat dan kenang – kenangan serta foto bersama oleh para peserta.
Kegiatan Mahasiswa Selasa, 21 Mei 2019
Pada hari Sabtu (18 Mei 2019), Kelompok Studi Arsitektur Taman (KSAT) Fakultas Biologi UGM menyelenggarakan kegiatan Workshop Botanical Painting Days yang berkolaborasi dengan Indonesian Society of Botanical Artists (IDSBA). Acara ini dihadiri oleh 20 orang peserta dan 6 orang dari anggota IDSBA, dengan 3 pembicara yaitu Eunike Nugroho (IDSBA), Abdul Razaq Chasani S.Si, M. Si (Laboratorium Sistematika Tumbuhan Fakultas Biologi UGM), dan Vidya Metta Murti (KSAT 2015). Botanical Painting Days ini dilaksanakan di Ruang Sidang Atas Fakultas Biologi UGM. Peserta berjumlah 20 orang tersebut berasal dari Yogyakarta, Solo, Semarang, Bandung dan Surabaya.





Sesi pertama dimulai dengan pematerian oleh Abdul Razaq Chasani S.Si, M.Si mengenai Morfologi Tumbuhan. Morfologi tumbuhan yang dibicarakan meliputi morfologi luar dan dalam tumbuhan, asal usul organ, bentuk dan susunan, tata letak dan bagiannya, serta perkembangan termasuk metamorfosis organ. Kemudian dilanjutkan sesi pematerian oleh Vidya Metta Murti mengenai perkenalan Kelompok Studi Arsitektur Taman yang menitikberatkan mengenai arsitektur lanskap dan keanekaragaman tanaman. Arsitektur Lanskap dan keanekaragaman adalah subdivisi keilmuan KSAT yang berkaitan dengan gambar botani dan gambar perspektif untuk merepresentasikan tanaman atau spesimen yang digunakan.
Pemateri ketiga adalah dari Eunike Nugroho yang membicarakan tentang botanical art dan cara pembuatan botanical art itu sendiri. Seusai pematerian, kegiatan dilanjutkan dengan praktek menggambar yang dipandu oleh Eunike Nugroho sendiri dan 6 anggota IDSBA.
Praktek menggambar dilakukan dengan mengamati spesimen dedaunan segar dan digambar dengan media pensil dan cat air. Praktek menggambar berlangsung hingga pukul 16.55 WIB, kemudian dilanjutkan dengan penutupan berupa sesi foto peserta bersama karya yang telah dibuat.
Kegiatan Mahasiswa Selasa, 21 Mei 2019
Oceans days merupakan salah satu kegiatan Kelompok Studi Kelautan (KSK) Biogama yang bertujuan untuk memperingati Hari Laut Sedunia yang jatuh pada tanggal 8 Juni setiap tahunnya.Oceans days 2019 diperingati pada hari Sabtu , 18 Mei 2019 di Ruang Seminar Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada.Peringatan Ocean day tahun ini mengangkat tema Fight The Monster We Created : Plastic dan dihadirkan dalam bentuk Talkshow.Talkshow kali ini mengundang 2 pembicara,yaitu Bapak Arif Rudiyanto,S.Si. selaku Direktur Yayasan Kanopi Indonesia dan Retno Suryandari dari Greenpeace Indonesia.



Acara Oceans days dimulai pada pukul 14.00 WIB dan acara dipandu oleh Farhan Wali Bachtier (DXVIII) dan Farial Alwaini (DXVIII) selaku pembawa acara.Acara dimulai dengan pemberian sambutan oleh Wynona Zahra Aqila (DXVIII) selaku Ketua Pelaksana,dilanjutkan sambutan oleh Achmad M. Huda (DXVII) selaku Ketua KSK Biogama 2019.Kemudian sambutan sekaligus pembukaan acara secara resmu dari Ibu Rina Sri Kasiamdari,S.Si.,Ph.D selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan dan Bapak Drs.Trijoko,M.Si. selaku Dosen Pembina Kelompok Studi Kelautan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada.Setelah sambutan selesai,acara dilanjutkan dengan sesi talkshow.Talkshow dipandu oleh Ikhsan Maulana (DXVII) .Talkshow dibagi menjadi 2 sesi,yaitu sesi 1 dan sesi 2.Pada sesi 1,talkshow dimulai dengan pemaparan materi dari Bapak Arif Rudiyanto kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan kemudian dilanjutkan dengan breaktime yang diisi dengan waktu sholat dan ice breaking yang dipimpin oleh Amalia Eka Puspita (DXVIII) dan Arief Budhiman (DXIX).Setelah itu dilanjutkan dengan talkshow sesi 2 yang dibawakan oleh Retno Suryandari dari Greenpeace Indonesia.Kedua narasumber memaparkan kepada peserta mengenai bagaimana polusi plastik dan keberadaannya semakin mengancam kehidupan,terutama kehidupan mahluk hidup di laut dan pembicara memberikan pemaparan mengenai aksi nyata yang dapat dilakukan mahasiswa untuk membantu atau berupaya mengurangi penggunaan plastik.Talkshow dilanjutkan oleh pertanyaan – pertanyaan yang diajukan oleh moderator dan peserta.Peserta terlihat sangat antusias dalam berdiskusi dengan pembicara.
Talkshow berakhir pada pukul 17.30 WIB dan ditutup dengan pemberian plakat dan foto bersama.Lalu acara dilanjutkan dengan pembagian makanan dan minuman untuk acara buka bersama.Panitia Oceans day 2019 mengucapkan terimakasih atas antusiasme pembicara dan peserta dalam memeriahkan peringatan Hari Laut Sedunia tahun ini.Semoga ilmu yang telah disampaikan dapat diterima dan diaplikasikan serta dibagikan kepada siapapun.Karena lautku,lautmu,laut kita bersama.Our Ocean for Our Future!
Jales Viva,Jales KSK!
Pengabdian kepada MasyarakatTajuk Senin, 20 Mei 2019
Selasa (14/05) Fakultas Biologi UGM diwakili oleh Dr. Bambang Retnoaji, M.Sc., mengikuti kegiatan Focus Group discussion (FGD), yang diselenggarakan oleh Komite Penelitian dan Pemantauan Merkuri (KPPM). Kegiatan FGD tersebut dilaksanakan di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Jl. D.I. Panjaitan Kav. 24, Kebon Nanas, Jakarta Timur. FGD tersebut dilaksanakan dengan agenda penyusunan roadmap penelitian dan pemantauan Merkuri pada lintas kementerian/Lembaga, yang dihadiri oleh perwakilan-perwakilan dari berbagai Lembaga anggota KPPM, perwakilan Institusi Pemerintah, NGO, dan dari Perguruan Tinggi.


Universitas Gadjah Mada, merupakan salah satu institusi yang mempunyai kepedulian yang tinggi dan terlibat aktif dalam memecahkan permasalahan masyarakat Indonesia, salah satunya dengan terlibat dalam pemecahan masalah yang timbul dengan adanya penambangan emas yaitu penggunaan merkuri. Universitas Gadjah Mada sudah melakukan banyak kegiatan penelitian mengenai penggunaan merkuri melalui beberapa program yang dilaksanakan oleh, salah satunya Tim lintas fakultas yang beranggotakan dari Fakultas Biologi, Fakultas Pertanian, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK), dan Fakultas Teknik, serta melalui program-program penelitian dan melalui kegiatan KKN-PPM, yang dilaksanakan di berbagai wilayah penambangan emas, termasuk yang dilaksanakan di daerah Kabupaten Sumbawa Barat.
Persoalan pencemaran merkuri di lingkungan merupakan persoalan serius yang harus diatasi bersama-sama oleh semua komponen Bangsa. Sampai saat ini masyarakat banyak yang belum mempunyai pengetahuan yang memadai mengenai bahaya penggunaan merkuri. Pencemaran Merkuri baik dalam bentuk metil maupun alkil dilingkungan, yang kemudian akan ter-akumulasi pada tubuh secara berkelanjutan, akan dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan tubuh. Gangguan kesehatan yang ditimbulkan oleh kontaminasi merkuri, dapat menyebabkan kerusakan permanen pada organ tubuh manusia seperti otak, hati, dan ginjal. Selain itu, paparan merkuri dapat mempengaruhi kekebalan tubuh organisme sehingga akan sangat berbahaya bagi kesehatan.
Pencemaran merkuri merupakan problematika yang harus dapat diatasi secara menyeluruh. Keberadaan dan pemakaian merkuri dalam pertambangan harus dikurangi, dan merkuri yang sudah menyebar ke lingkungan harus dapat di remidiasi. Pendekatan berbagai aspek, termasuk aspek Teknologi, bioteknologi, sosial, ekonomi, psikologi dan kebijakan sangat penting untuk dipadukan agar permasalahan merkuri bisa dipecahkan secara tuntas. Oleh karenanya, Keberadaan Komite Penelitian dan Pemantauan Merkuri (KPPM) dan kegiatan-kegiatan untuk mengatasi pencemaran merkuri yang sudah dilakukan oleh Universitas Gadjah Mada melalui kegiatan penelitian maupun program pengabdian masyarakat, harus didukung dan dilanjutkan.
Kerja SamaTajuk Senin, 6 Mei 2019
Hikapel, sebagai salah satu produk melon unggul yang diciptakan dari penelitian di Laboratorium Genetika dan Pemuliaan Fakultas Biologi UGM kini tengah memasuki tahapan komersialisasi pada fase produksi massal. Hal tersebut menjadi lompatan besar bagi Hikapel untuk dapat masuk ke pasar sehingga dapat dinikmati oleh masyarakat Indonesia secara luas. Saat ini, produksi Hikapel masih sangat terbatas yang dilakukan oleh tim Gama Melon dengan basis produksi di Yogyakarta.
Hikapel sebagai prototipe industri berhasil menjadi produk yang diterima industri melalui hibah RISPRO-LPDP pada tahun 2015-2017, dan selanjutnya melalui hibah teknologi yang dimanfaatkan industri pada tahun 2018-2019 ini diharapkan proses scale up Hikapel dapat berjalan yaitu dengan dilakukannya kerjasama produksi bersama perusahaan dan start up dibidang agro, Nudira Fresh. Perihal tersebut, pada hari Senin kemarin, tanggal 29 April 2019 ketua peneliti Gama Melon, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. meninjau langsung proses trial penanaman yang telah dilakukan di farm Nudira Fresh yang berlokasi di Pangalengan, Kab. Bandung.





Hikapel yang telah diperkenalkan sejak tahun 2015 lalu memperoleh feedback positif berupa permintaan di pasar yang tinggi, melalui test market untuk wilayah Yogyakarta sendiri kebutuhan akan Hikapel mencapai 8-9 kwintal/minggu namun permasalahan ada pada kapasitas produksi yang belum memadai. Selain itu, melalui penuturan langsung Prof. Budi Daryono menyampaikan bahwa kendala utama ada pada aspek lingkungan, yaitu selain tekanan cuaca juga hama dan penyakit tanaman membuat budidaya konvensional tidak bisa diandalkan untuk produksi. “Produk ini telah divalidasi unggul dari aspek genetika dan pasar mengkategorikan melon ini sebagai melon premium, aspek budidaya-lah yang masih menjadi kendala hingga saat ini, maka dari itu untuk proses scale up kami membutuhkan mitra yang memiliki teknologi budidaya yang mampu mengatasi tekanan lingkungan, baik cuaca maupun hama dan penyakit tanaman” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, tim Nudira Fresh, Pak Yunus menyampaikan bahwa memang saat ini untuk industri agro sudah saatnya mengubah orientasi, tidak lagi asal tanam dan kemudian kebingungan menjual saat panen, namun harus mampu mulai mengarahkan konsep plant factory dimana komoditas yang akan diproduksi, estimasi panen, kapasitas produksi, dan aspek pemasaran sudah diperhitungkan dengan matang. Nudira Fresh sendiri merupakan perusahaan yang bergerak dalam budidaya komoditas unggul menggunakan sistem hidroponik yang dikombinasikan dengan teknologi IoT (Internet of Things). Terkait prospek pasar melon, Pak Yunus sendiri menuturkan bahwa permintaan untuk melon unik di wilayah Jabodetabek mencapai 70 ton/minggu sehingga Hikapel ini adalah bentuk inovasi yang diharapkan mampu diproduksi skala besar untuk memenuhi permintaan pasar.
Pada kesempatan yang sama beberapa calon investor yang dikomandoi oleh Pak Sany Rahardjantho yang telah tertarik terhadap melon Hikapel sejak tahun 2017 juga turut hadir untuk melihat langsung dan berdiskusi terkait Hikapel. Semoga melalui Hibah Teknologi yang Dimanfaatkan Industri (Inovasi) tahun kedua dari Hikapel ini dapat berjalan seiring dengan dukungan dari berbagai mitra industri dalam mewujudkan Hikapel sebagai kultivar melon Indonesia yang unggul untuk dinikmati oleh masyarakat.