Yogyakarta, 7 Maret 2026, Mahasiswa Pecinta Alam Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada melaksanakan kegiatan Grand Launching Kabinet Aranya Satva. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai momentum dimulainya kepengurusan baru sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan visi, misi, serta program kerja yang akan dijalankan selama satu periode kepengurusan. Selain itu, Grand Launching ini juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antaranggota sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan.
Kegiatan ini dilaksanakan di ruangan Biodas Atas Barat Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada. Kegiatan ini dimulai pada pukul 09.30 WIB dan diawali dengan sesi Open Gate di mana para peserta acara mulai memasuki forum hingga target kouta terpenuhi. Pada sesi ini, seluruh anggota dan peserta diberikan waktu untuk mempersiapkan diri sebelum rangkaian acara utama dimulai. Tepat pada pukul 10.00 WIB acara dibuka oleh Master of Ceremony (MC), yaitu Sulung Treze Aqly Islami yang akan menyampaikan rangkaian acara yang telah disiapkan dan memandu jalanya acara dari awal hingga akhir. Kemudian, seluruh peserta bersama-sama menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan Hymne Gadjah Mada, Mars Fakultas Biologi, serta Mars Matalabiogama. Memasuki acara berikutnya, sesi sambutan oleh Ketua Matalabiogama, Faiq Mishbahul Aufa menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan akan kepengurusan yang baru. Dalam sambutannya, ia berharap agar seluruh anggota dapat berperan aktif dalam berpartisipasi mendukung program kerja Kabinet Aranya Satva. Sambutan selanjutnya disampaikan oleh BPO dengan memberi arahan pada kepengurusan yang baru.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi penyampaian program kerja masing-masing divisi dengan memaparkan setiap rencana kegiatan serta target yang akan dicapai dalam satu periode kepengurusan. Pemaparan program kerja dimulai oleh Ketua Kabinet, yaitu Faiq Mishbahul Aufa, kemudian dilanjutkan pemaparan program kerja Sekretaris oleh Alifah Nur Azizah, program kerja Bendahara oleh Arjuma Willa Syaffira, program kerja Humas dan Publikasi oleh Dhila Marta Rahayu, program kerja Ilmu Alam oleh Ihsan Ligarmagani Sahitya, dan diakhiri dengan program kerja Divisi Operasional oleh Fadhiilah Dzaki Janu Nugroho. Setelah sesi pemaparan program kerja selesai, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Pada sesi ini, seluruh peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan maupun tanggapan berkaitan dengan program kerja yang telah dipaparkan. Hal ini bertujuan untuk memberi ruang diskusi antara peserta dan anggota pengurus sehingga program kerja dapat terlaksana dengan jelas. Menjelang akhir acara, seluruh peserta mengikuti sesi dokumentasi bersama oleh anggota yang bertugas. Setelah itu, kegiatan Grand Launching Kabinet Aranya Satva secara resmi ditutup oleh MC pada pukul 11.25 WIB.
Secara keseluruhan, rangkaian acara kegiatan Grand Launching Kabinet Aranya Satva terlaksana dengan baik. Setiap sesi berjalan sesuai dengan rencana yang telah disiapkan. Meskipun demikian, kegiatan ini tetap membuka ruang perbaikan untuk melalukan perbaikan, terutama pada pengelolaan waktu serta pengaturan teknis sehingga jalannya acara dapat berlangsung lebih optimal pada pelaksanaan selanjutnya. Vivat et Floreat! [Penulis: Matalabiogama]
Yogyakarta, 8 Maret 2026, Mahasiswa Pecinta Alam dan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada melaksanakan kegiatan sosial bertajuk “Bagi Buka Harmoni”. Dengan tema “Satu Hati dalam Berbagi, Menciptakan Harmoni di Bulan Suci”. Kegiatan ini dilaksanakan di Panti Asuhan Al Maun, Yogyakarta dengan mahasiswa yang terlibat berjumlah 22 orang merupakan anggota Matalabiogama dan BEM Biologi. Acara ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama yang membutuhkan serta sebagai sarana untuk berbagi rezeki.
Kegiatan diawali pada pukul 14.30 WIB dengan berkumpulnya seluruh panitia di lingkungan Fakultas Biologi yang selanjutnya seluruh panitia akan mengikut briefing terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk meninjau kembali kesiapan perlengkapan serta memastikan pembagian tugas dapat berlangsung dengan lancar dan sesuai rencana. Setelah briefing selesai, seluruh panitia berangkat bersama menuju lokasi acara.
Acara resmi dibuka pukul 16.20 WIB oleh Sulung Treze Aqly Islami dan Quenna Salsabila Ghaisani selaku Master of Ceremony (MC) yang akan menyampaikan rangkaian acara dan memandu jalannya acara dari awal hingga akhir. Setelah sesi pembukaan selesai, acara dilanjutkan dengan sesi sambutan dari Ketua Pelaksana Bagi Buka Harmoni, yaitu Alifah Hasna Raya Putri, Ketua BEM Fakultas Biologi, yaitu Nelson Joseph Dharmawan, serta Ketua Matalabiogama, yaitu Faiq Mishbahul Aufa. Sambutan diakhiri dengan perwakilan pengurus Panti Asuhan Al Maun Yogyakarta sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi mahasiswa pada kegiatan tersebut. Rangkaian dari kegiatan ini dilanjutkan dengan sesi pembacaan Qallam Illahi oleh Ardianto Setiawan dan Mutiara Az Zahra Ailyn Eliora pada pukul 16.45 WIB. Selanjutnya, diikuti sesi games dan kuis yang dilakukan sembari menunggu waktu berbuka. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta sehingga menciptakan interaksi keakraban antara peserta dan mahasiswa. Setelah itu, sesi berbuka bersama seluruh panitia dan peserta dilakukan pukul 18.00 WIB diikuti dengan sholat Maghrib, lalu kegiatan diakhiri dengan sesi makan bersama. Kegiatan ini diakhiri dengan penutupan oleh MC yang menandakan selesainya rangkaian acara “Bagi Buka Harmoni” dan disampaikannya ucapan terima kasih pada seluruh pihak yang telah berpartisipasi.
Secara keseluruhan, kegiatan “Bagi Buka Harmoni” telah berjalan lancar dan sukses dalam menciptakan suasana yang hangat dan penuh sukacita. Setiap sesi berjalan sesuai dengan rencana yang telah disiapkan. Meskipun demikian, kegiatan ini tetap membuka ruang untuk perbaikan, terutama pada pengelolaan waktu dan koordinasi antarpanitia sehingga jalannya acara dapat lebih efisien dan berlangsung optimal pada pelaksanaan selanjutnya. Vivat et floreat! [Penulis: Matalabiogama]
Jama’ah Muslim Mahasiswa Biologi Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan Ramadhan di Biologi (Radiologi) 1447 H dengan salah satu rangkaian kegiatan utama berupa “Kajian Sore Ramadhan di Biologi 1447 H”. Kegiatan ini mengusung tema “Integrating Deen and Science for a Living Earth” yang menekankan pentingnya integrasi antara nilai-nilai keislaman dan ilmu pengetahuan dalam menjaga serta merawat bumi sebagai Amanah dari Allah SWT. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 23 Februari hingga 6 Maret 2026 bertempat di Masjid Al-Hayat Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada.
Kegiatan Ramadhan di Biologi (Radiologi) 1447 H diselenggarakan sebagai wadah untuk meningkatkan pemahaman keislaman sekaligus mempererat ukhuwah di kalangan civitas akademika Fakultas Biologi. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan 23 mahasiswa sebagai panitia, serta didukung oleh 8 dosen yang turut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai hubungan antara nilai-nilai keagamaan dengan bidang biologi. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan kesadaran akan peran manusia sebagai khalifah di bumi dalam menjaga, merawat, dan melestarikan lingkungan hidup berdasarkan perspektif Islam dan sains. Melalui kajian ini, peserta diajak untuk mengintegrasikan nilai-nilai puasa Ramadhan seperti kesabaran, pengendalian diri, dan kepekaan sosial dengan pemahaman ilmiah dalam menyikapi berbagai isu lingkungan dan kehidupan. Nilai-nilai tersebut juga dikaitkan dengan perspektif ilmiah biologi sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan alam yang merupakan bentuk ibadah kepada Allah SWT.
Rangkaian kegiatan dimulai pada sore hari dengan pelaksanaan kajian yang disampaikan oleh para narasumber acara setelah acara dibuka oleh panitia. Dalam kajian tersebut, narasumber membahas keterkaitan antara ajaran Islam dengan ilmu biologi, khususnya mengenai tanggung jawab manusia dalam menjaga keberlangsungan kehidupan di bumi. Selama kajian berlangsung, para peserta mengikuti kegiatan dengan antusias serta aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan kepada narasumber.
Setelah sesi kajian selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penukaran kupon takjil oleh peserta yang kemudian diikuti dengan berbuka puasa bersama di area Masjid Al-Hayat. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan terasa hangat dalam kegiatan tersebut, sekaligus menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah di antara mahasiswa dan dosen.
Melalui kegiatan Ramadhan di Biologi (Radiologi) 1447 H ini, diharapkan para peserta dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai integrasi antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman, serta semakin termotivasi untuk berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab manusia terhadap bumi. [Penulis: JMMB]
Yogyakarta, Sabtu, 7 Maret 2026 – Kelompok Studi Entomologi (KSE) menyelenggarakan kegiatan Rapat Kerja 2026. Rapat Kerja merupakan agenda tahunan yang bertujuan untuk menentukan arah organisasi selama satu tahun ke depan. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang Biodas Atas Timur (BAT) Fakultas Biologi UGM pada pukul 12.30–16.35 WIB. Peserta rapat yang hadir meliputi anggota aktif KSE beserta tamu undangan perwakilan Kelompok studi atau Lembaga eksternal intrafakultas. Rapat Kerja kali ini dipandu langsung oleh Arsya Fagam Pramudya Deas (KSE XXVII) dan Lutfiayu Miftakhul Rizky (KSE XXVII) sebagai master of ceremony (MC).
Rapat dibuka oleh pemandu acara yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua baru KSE 2026, Hafista Deas Saputra (KSE XXV). Selanjutnya, seluruh peserta rapat menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne Gadjah Mada, mars Fakultas Biologi UGM, dan mars KSE. Acara berlanjut ke sesi presentasi program kerja masing-masing divisi. Seluruh divisi KSE, yang meliputi divisi penelitian, divisi bendahara, divisi sekretaris, divisi media dan informasi, divisi jaringan, divisi PSDM, divisi keilmuan, dan divisi kewirausahaan. Tanya jawab diadakan setiap suatu divisi selesai mempresentasikan programnya. Rangkaian pemaparan program kerja ditutup dengan presentasi oleh Ketua KSE bersama Wakil Ketua KSE, Rahma Amalia (KSE XXV).
Rapat Kerja ditutup dengan sesi dokumentasi bersama seluruh peserta yang hadir. Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi bila menengok tingkat kehadiran peserta yang tinggi. Secara keseluruhan, acara berlangsung hangat dan penuh dengan rasa kekeluargaan. Harapannya, Rapat Kerja tahun ini dapat menghadirkan semangat baru bagi kepengurusan kabinet KSE kedepannya. [Penulis: KSE Biologi UGM]
Senin (09/3/26) Fakultas Biologi UGM menyelenggarakan pengajian di bulan Ramadan. Pengajian yang merupakan salah satu kegiatan rutin kali ini diisi ceramah yang disampaikan oleh ustadz drh. Dwi Agus Abadianto. Pengajian yang bertempat di auditorium Biologi Tropika ini dihadiri oleh segenap Dosen, Tenaga Kependidikan, Pengurus Dharma Wanita Persatuan, dan perwakilan Mahasiswa.
Acara dibuka dengan bacaan Kalam Ilahi yang dilantunkan oleh mahasiswa Fakultas Biologi UGM, Abdullah Zhafran Aly Bamsyah. Selanjutnya Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi S. Daryono, M.Agr.Sc. Prof. Budi menyampaikan sambutan yang dimulai dengan ucapan terima kasih atas kehadiran ustadz drh. Dwi Agus serta segenap hadirin yang telah meluangkan waktunya untuk menghadiri pengajian. Bapak Dekan menyampaikan acara pengajian ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan Fakultas Biologi dalam rangka tetap menjaga silaturahim seperti halnya acara syawalan yang juga rutin diselenggarakan setiap tahun. Pada kesempatan kali ini kita mengudang penceramah dari Masjid Jogokariyan yg menjadi role model masjid – masjid di sekitar. “Semoga setelah ini akan tetap terjalin silaturahim Fakultas Biologi dengan Masjid Jogokariyan” Bapak Dekan menutup sambutan.
Selanjutnya diserahkan bingkisan dari Dharma Wanita Persatuan Fakultas Biologi kepada perwakilan Staf Kebersihan dan Staf Keamanan. Penyerahan bingkisan dilakukan oleh Ketua Dharma Wanita, Ibu Nur Puji Mumpuni, S.Si., M.Kes. kepada Ibu Maria sebagai perwakilan dari Staf Kebersihan dan kepada Bapak Dwi Ristanto sebagai perwakilan dari Staf Keamanan. Bingkisan ini merupakan apresiasi Dharma Wanita untuk tenaga kebersihan dan keamanan dalam rangka menyambut hari raya idul fitri.
Memasuki acara inti pengajian yang disampaikan oleh ustadz drh. Dwi Agus Abadianto. Beliau adalah ustadz yang juga Pengurus Harian Masjid Jogokariyan Yogyakarta. Dalam ceramahnya, ustadz menyampaian bahwa Nabi Muhammad SAW pernah mengingatkan 2 (dua) nikmat yang kebanyakan manusia sering lupa. Nikmat tesebut adalah nikmat sehat dan nikmat waktu luang atau kesempatan. “Mari kita syukuri kita masih diberi kesehatan dan kesempatan untuk menghadiri pengajian ini”. Selanjutnya ustadz menyampaikan capaian-capaian Masjid Jogokariyan yang menjadi percontohan dalam hal pengelolaan kesejahteraan dan manajemen masjid. Pelayanan yang dilakukan seperti misalnya penyediaan toilet bersih, buka dan siap menerima tamu selama 24 jam, kuliah subuh yang diadakan setiap hari habis subuh, halal bi halal bagi muslim maupun non muslim sekitar masjid. Pengajian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh dosen Fakultas Biologi, Tyas Ikhsan Hikmawan, M.S., Ph.D.
Acara pengajian ditutup dengan berbuka bersama dengan hidangan yang telah disediakan oleh fakultas. Buka bersama dilakukan di koridor yang baru dibangun oleh Fakultas Biologi UGM, yang menghubungkan Gedung KPTU dengan Gedung A.
Kegiatan pengajian yang dilaksanakan rutin setiap tahun ini merupakan upaya Fakultas Biologi UGM dalam rangka mendukung Suistainable Development Goals (SDGs): Mengakhiri Kelaparan, Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan, Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Kuat.
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada melalui Departemen Pengembangan Keilmuan menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Fakultas Biologi 2026 pada Senin, 23 Februari 2026 secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 20 mahasiswa aktif Fakultas Biologi UGM yang memiliki minat untuk mengikuti ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (PILMAPRES).

Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan Ridho Nur Alam, Mahasiswa Berprestasi Fakultas Biologi UGM tahun 2025, sebagai narasumber yang membagikan pengalaman serta strategi dalam mempersiapkan diri mengikuti seleksi PILMAPRES. Rangkaian acara dipandu oleh Pradiptya Tyaga Ardhani selaku pembawa acara. Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan, kemudian dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi oleh narasumber mengenai pengalaman, strategi, dan tahapan seleksi PILMAPRES. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab bersama peserta.
Pada akhir kegiatan, panitia menyampaikan alur dan persyaratan seleksi PILMAPRES 2026 di tingkat Fakultas Biologi UGM berdasarkan buku pedoman resmi. Melalui kegiatan ini diharapkan mahasiswa Fakultas Biologi UGM dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai proses seleksi PILMAPRES serta semakin termotivasi untuk mengembangkan potensi diri dan berpartisipasi dalam ajang tersebut di tingkat fakultas, universitas, hingga nasional. [Penulis: BEM]
Yogyakarta, 4 Maret 2026 – Tim mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil meraih Bronze Medal dalam ajang 2nd International Student Summit Health Category yang diselenggarakan pada 14–15 Februari 2026 di Malaysia. Kompetisi ini diadakan oleh Sentosa Foundation bekerja sama dengan Universiti Sains Islam Malaysia dan dilaksanakan secara luring (offline). Kompetisi ini diikuti oleh beberapa universitas dari enam negara, yaitu Malaysia, Somalia, Turkmenistan, Kenya, Indonesia, dan Filipina. Ajang tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa internasional untuk mempresentasikan inovasi dan gagasan ilmiah di bidang kesehatan di hadapan dewan juri internasional.
Tim UGM mengangkat karya berjudul “TAKOTELANG: A Synergistic Herbal Tea of Clitoria ternatea Flower and Solanum torvum Root as a Natural Chemopreventive Agent Against Breast Cancer.” Inovasi ini merupakan formulasi teh herbal berbasis bunga telang (Clitoria ternatea) dan akar takokak (Solanum torvum) yang dikembangkan sebagai kandidat agen kemopreventif alami terhadap kanker payudara.
Secara ilmiah, kedua tanaman tersebut diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, antosianin, polifenol, dan triterpenoid yang berpotensi menghambat proliferasi sel kanker, menginduksi apoptosis, serta menekan stres oksidatif. Inovasi ini dikembangkan melalui pendekatan etnosains yang mengintegrasikan kearifan lokal dengan kajian biologi molekuler modern.
Tim ini diketuai oleh Natasyabrina (S1 Biologi Angkatan 2024) dengan anggota Widyadhari Tara Jagaddhita (S1 Biologi Angkatan 2024), Olga Davina Felisha (S1 Biologi Angkatan 2024), Nabilla Raihana Vildha (S1 Farmasi Angkatan 2024), dan Madeline Manik (S1 Farmasi Angkatan 2024). Tim dibimbing oleh Prof. Dr. Rarastoeti Pratiwi, M.Sc.
Melalui inovasi TakoTelang, tim tidak hanya menawarkan solusi preventif berbasis biodiversitas lokal Indonesia, tetapi juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui pengembangan alternatif pencegahan kanker yang lebih terjangkau dan berkelanjutan. Selain itu, inovasi ini juga berkontribusi pada SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) dan SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pemanfaatan sumber daya hayati lokal secara inovatif dan berkelanjutan.
Prestasi ini menjadi bukti komitmen mahasiswa Fakultas Biologi UGM dalam mengembangkan riset berbasis biodiversitas Indonesia serta berkontribusi pada solusi kesehatan global melalui kolaborasi lintas disiplin dan forum internasional. [Penulis: Natasyabrina]
Yogyakarta, 15-16 November 2025 – Tim mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada yang terdiri dari Karina Raihana Salsabila (23/513869/BI/11187), Khilda Aquilatin Nada (23/515256/BI/11220), dan Layly Salsabila (23/513771/BI/11185) berhasil meraih prestasi sebagai peraih medali perak dalam ajang Cipta Nusantara Fest (CNF) 2025 melalui kategori Esai Gizi dan Kesehatan. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Eduhub Incubator dan UKMF MCC FMIPA UNY dengan mengusung tema besar inovasi untuk pembangunan berkelanjutan yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Tim UGM mengusung esai berjudul “PROBEAN: Inovasi Susu Nabati Probiotik Kacang Hijau Berbasis Fermentasi untuk Alternatif Susu Sapi serta Perbaikan Gizi dan Kesehatan di Indonesia.” Karya ini lahir dari keprihatinan terhadap masih tingginya prevalensi intoleransi laktosa, alergi protein susu sapi, rendahnya konsumsi serat, serta angka stunting di Indonesia yang masih berada di atas target global.
Dalam esainya, tim mengembangkan konsep PROBEAN yaitu susu nabati berbasis kacang hijau (Vigna radiata) yang difermentasi menggunakan probiotik seperti Lactobacillus plantarum dan Bifidobacterium bifidum. Kombinasi ini dirancang untuk menghasilkan minuman fungsional bebas laktosa dengan viabilitas bakteri minimal 10⁶ CFU/ml sesuai standar nasional minuman susu fermentasi. Produk ini tidak hanya menjadi alternatif bagi individu dengan intoleransi laktosa dan alergi protein susu sapi, tetapi juga berperan dalam meningkatkan kesehatan usus, memperbaiki penyerapan nutrisi, serta mendukung sistem imun.
Kacang hijau dipilih sebagai bahan utama karena kandungan protein nabati yang tinggi, serat, vitamin, dan mineralnya. Selain itu, pemanfaatan komoditas lokal ini dinilai strategis untuk mengurangi ketergantungan impor susu sapi yang masih mendominasi kebutuhan nasional. Dengan pendekatan fermentasi, PROBEAN memiliki nilai tambah dibandingkan susu nabati konvensional karena mengandung probiotik aktif yang membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus.
Proses pengembangan PROBEAN meliputi tahapan perendaman, ekstraksi susu kacang hijau, pasteurisasi metode HTST, inokulasi probiotik, fermentasi, hingga pengemasan. Skema ini dirancang untuk menjaga stabilitas produk sekaligus memastikan manfaat fungsional tetap optimal selama masa simpan.
Dari sisi dampak, inovasi ini dinilai memiliki potensi kontribusi di berbagai sektor. Pada aspek kesehatan, PROBEAN dapat mendukung program pencegahan stunting melalui penyediaan sumber protein nabati dan probiotik. Pada aspek ekonomi, inovasi ini membuka peluang hilirisasi produk berbasis kacang hijau bagi petani dan UMKM lokal. Sementara pada aspek ketahanan pangan, PROBEAN menjadi langkah strategis menuju diversifikasi sumber protein nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Prestasi ini menunjukkan komitmen mahasiswa Biologi UGM dalam menghadirkan solusi berbasis riset terhadap permasalahan nyata di masyarakat. Ke depan, tim berharap PROBEAN dapat dikembangkan lebih lanjut melalui uji klinis, fortifikasi mikronutrien, serta kolaborasi dengan sektor industri dan pemerintah agar dapat diimplementasikan secara luas sebagai pangan fungsional di Indonesia. [Penulis: Layly Salsabila]
Kata kunci: Cipta Nusantara Fest, gizi masyarakat, intoleransi laktosa, kacang hijau, probiotik, stunting.
Malaysia, 13–16 Februari 2026 – Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang International Student Summit 2026 yang diselenggarakan di Malaysia. Dalam kompetisi internasional tersebut, tim mahasiswa UGM berhasil meraih dua medali perak melalui karya Coaterra dan Heat Potato, serta satu medali perunggu melalui inovasi Astavita.

Tim yang berkontribusi dalam kompetisi ini terdiri atas Fahima Ellya Wulandari, Ayu Nawang Wulan, Sri Garcinia Lathifah, dan Tika Permatasari. Keikutsertaan mereka mencerminkan kolaborasi lintas bidang yang mengangkat solusi inovatif berbasis sains dan keberlanjutan.
Coaterra merupakan inovasi material pelapis pangan berbasis biopolimer yang dirancang untuk memperpanjang umur simpan produk hortikultura dengan menekan kehilangan bobot, mempertahankan kekerasan, serta menghambat pertumbuhan mikroba. Karya ini dibimbing oleh Prof. Dr. Eko Agus Suyono, S.Si., M.App.Sc. dan memperoleh medali perak.
Heat Potato adalah teknologi pemanfaatan bahan alami berbasis kentang sebagai sumber panas ramah lingkungan yang berpotensi digunakan sebagai alternatif pemanas portabel. Inovasi ini dibimbing oleh Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc. dan juga meraih medali perak.
Sementara itu, Astavita merupakan inovasi produk fungsional berbasis bahan alami yang diformulasikan untuk mendukung kesehatan. Karya ini berfokus pada pemanfaatan sumber hayati secara berkelanjutan dan memperoleh medali perunggu, di bawah bimbingan Prof. Dr. Eko Agus Suyono, S.Si., M.App.Sc.
Ketiga karya tersebut mengangkat tema besar keberlanjutan, pemanfaatan sumber daya hayati, serta pengembangan produk ramah lingkungan yang memiliki potensi aplikasi nyata di masyarakat. Prestasi ini diharapkan dapat memperkuat peran mahasiswa UGM dalam menghasilkan inovasi berbasis riset yang berdampak global.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional melalui kreativitas, kolaborasi, dan pendampingan akademik yang kuat. [Penulis: Fahima Ellya Wulandari ]
Yogyakarta, 28 Januari 2026 — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Pelaksana Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Pelatihan Budidaya Anggrek pada Rabu, 28 Januari 2026, bertempat di Ruang 1 dan 2 Gedung B Fakultas Biologi UGM. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota DWP serta sivitas akademika dalam mengenal dan membudidayakan tanaman anggrek.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua DWP Fakultas Biologi UGM, Ibu Nurpuji Mumpuni, S.Si., M.Kes. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pengurus DWP, khususnya Bidang Pendidikan, yang telah berinisiatif menyelenggarakan pelatihan ini. Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada para peserta yang telah meluangkan waktu dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.
“Semoga pelatihan ini memberikan manfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai hobi maupun peluang usaha,” ujar beliau.
Pelatihan ini diikuti oleh sekitar 30 peserta yang terdiri atas Pengurus dan Anggota DWP, dosen, serta tenaga kependidikan Fakultas Biologi UGM. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan, mengingat tanaman anggrek memiliki nilai estetika dan ekonomi yang tinggi.
Sesi materi diawali dengan pemaparan oleh Bapak Ibnu Rochman, anggota Pecinta Anggrek Indonesia (PAI), yang menyampaikan materi Pengenalan Tanaman Anggrek. Dalam paparannya, beliau menjelaskan karakteristik anggrek, jenis-jenis anggrek populer, serta faktor lingkungan yang memengaruhi pertumbuhan anggrek, seperti cahaya, suhu, dan kelembapan.
Selanjutnya, Ibu Sri Sugiyanti, A.Md. menyampaikan materi Teknik Perbanyakan Tanaman Anggrek, yang mencakup teknik perbanyakan vegetatif, pembagian rumpun, serta dasar-dasar perbanyakan melalui kultur jaringan. Materi disampaikan secara aplikatif dengan contoh langsung, sehingga mudah dipahami oleh peserta.
Setelah sesi teori, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan media tanam anggrek. Peserta secara langsung mempraktikkan penyusunan media tanam, pemilihan bahan, serta teknik penanaman yang tepat dengan pendampingan pemateri. Suasana pelatihan berlangsung interaktif, dengan diskusi dan tanya jawab yang aktif antara peserta dan narasumber.
Sebagai penutup, setiap peserta memperoleh satu paket tanaman anggrek yang siap dibesarkan sebagai media praktik lanjutan di rumah. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan minat peserta dalam budidaya anggrek serta mendorong pemanfaatan tanaman hias sebagai kegiatan produktif dan bernilai ekonomis.






































