Fakultas Biologi UGM bermitra dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Biologi SMA Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan yang bertajuk “Workshop Intensif MGMP Biologi SMA: Pendalaman Materi Esensial, Strategi Penyampaian Topik Kompleks dan Praktikum Terintegrasi untuk Mewujudkan Pendidikan Berkualitas (SDG 4)” melalui skema Hibah Pengadian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2025. Acara yang digelar di Auditorium Biologi Tropika Fakultas Biologi UGM pada hari Kamis, 16 April 2026 mulai pukul 13.00 WIB ini merupakan pembukaan dari rangkaian kegiatan yang akan berlangsung hingga bulan November 2026. Kegiatan dihadiri oleh 27 peserta dari 40 guru yang diundang (67,5%) yang merupakan perwakilan dari berbagai kapanewon se-Sleman.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan pendalaman materi esensial dan topik kompleks dalam mata pelajaran Biologi, terutama tema Genetika dan Fisiologi Manusia. Selain itu nantinya akan dilanjutkan dengan kegiatan pendampingan praktik biologi sel dan molekuler serta teknik preparasi dan analisis sampel darah yang diintegrasikan dengan topik pendalaman materi/teori. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang menjadi narasumber dalam kegiatan workshop ini adalah: Prof. Dr. Niken Satuti Nur Handayani, M.Sc., Dr. Laksmindra Fitria, S.Si., M.Si., dan Indra Lesmana, S,Si., M.Sc. Tim juga melibatkan anggota dari komponen mahasiswa mulai dari Program Sarjana, Magister, hingga Doktoral, yang akan membantu dalam pelaksanaan praktikum, yaitu: Khilda Aquilatin Nada, Audrey Azalia Jovita, Elisabet Lintang Permata, Nafisa Qotrunnada Arif, Alifa Tafrinjiyah, Angeline Steffany Sirami, S,Si., dan Firdaus, S.Pd., M.Sc.
Acara dibuka oleh Ketua Tim PkM Fakultas biologi UGM yaitu Prof. Niken, dilanjutkan dengan sambutan oleh Ketua MGMP Biologi SMA Kabupaten Sleman yaitu Ibu Persita Pupung Hariadi, S.Pd., M.Pd. Acara dilanjutkan dengan pematerian oleh Prof. Niken tentang prinsip dasar genetika sel dan molekuler. Antusiasme peserta tercermin dari banyaknya pertanyaan yang diajukan sehingga membangun diskusi yang interaktif. Acara berikutnya adalah pembahasan terkait agenda kegiatan selanjutnya yang direncanakan akan diselenggarakan di sekolah secara bergiliran, Selain itu dibahas pula mengenai aktivitas pendampingan olimpiade, praktikum, penelitian, dan kegiatan lain untuk diterapkan oleh para guru kepada siswanya masing-masing sebagai bentuk tindak lanjut kolaborasi antara kedua belah pihak.
Manfaat yang diperoleh dari kegiatan workshop ini bagi Fakultas Biologi UGM sebagai lembaga pendidikan tinggi adalah menjadi wadah diseminasi dan hilirisasi keilmuan yang memastikan perkembangan ilmu tidak hanya berhenti di laboratorium. Selain itu, kegiatan ini menunjukkan pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Sustainable Development Goal yaitu mewujudkan kontribusi nyata terhadap pendidikan berkualitas (SDG 4) dengan meningkatkan kompetensi tenaga pendidik di garda terdepan. Dengan membekali guru metode pengajaran yang menekankan Critical Thinking dan Higher Order Thinking Skills (HOTS), Fakultas Biologi UGM secara tidak langsung mempersiapkan siswa SMA sebagai input calon mahasiswa yang memiliki fondasi sains dan semangat riset yang kuat.
Di sisi lain, bagi pihak MGMP Biologi SMA Kabupaten Sleman, kegiatan ini bermanfaat untuk memberikan nilai tambah yang signifikan bagi profesionalisme guru dan kualitas pembelajaran di kelas, melalui Pembaruan Kompetensi Konten (Content Knowledge). Guru mendapatkan pendalaman materi esensial (Fisiologi) dan topik kompleks (Dogma Sentral dan Ekspresi Gen) yang seringkali sulit dijelaskan karena keterbatasan referensi visual dan teknis di sekolah. Selain itu para guru memperoleh Peningkatan Keterampilan Teknis (Pedagogical Content Knowledge) melalui praktikum di laboratorium. Guru akan memperoleh pengalaman praktik secara langsung sehingga memberikan rasa percaya diri sebagai pengajar dan pendidik untuk membimbing para siswa dalam kegiatan praktikum serupa atau menjelaskan aplikasi klinis biologi secara lebih konkret.
Mahasiswa Fakultas Biologi UGM Raih Penghargaan Nasional berupa Juara 1, Gold Medal, dan Best Poster pada lomba Esai Nasional Nusantara Creative Competition (NCC) 3 tanggal 11 – 12 April 2026. NCC 3 2026 merupakan salah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Setara Prisma Nusantara (Nusantara Muda) Bekerjasama dengan Politeknik TEDC Bandung setiap satu tahun sekali. Kegiatan NCC 3 dilaksanakan secara offline pada jenjang siswa dan mahasiswa yang terdiri dari lomba esai. Perlombaan ini mengusung tema “Ide, Inovasi, dan Keberanian Berpikir Generasi Muda Sebagai Fondasi Kemajuan Nusantara”.

Mahasiswa S1 Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada Angkatan 2022, yaitu Salsabila Arwa Maharani, Winda Lutfiana Hafidz, dan Intan Nur Aprilia, dan berhasil meraih prestasi berupa Juara 1, Gold Medal, dan Best Poster pada Lomba Esai yang diselenggarakan oleh Lembaga Setara Prisma Nusantara (Nusantara Muda) Bekerjasama dengan Politeknik TEDC Bandung 2026 di bawah bimbingan Ibu Wahyu Aristyaning Putri, S.Si., M.Sc., Ph.D. Karya esai ini diajukan dengan subtema “Lingkungan” yang berjudul “Rekayasa Comamonas thiooxidans Berbasis PETase, MHETase, dan LuxCDABE sebagai Biosensor Bioluminesensi dan Agen Biodegradasi PET pada Lingkungan Tercemar Mikroplastik”.
Meningkatnya pencemaran mikroplastik di Indonesia menjadi latar belakang penyusunan karya esai ini. Inovasi yang diangkat berupa rekayasa Comamonas thiooxidans berbasis PETase, MHETase, dan luxCDABE sebagai biosensor bioluminesensi sekaligus agen biodegradasi PET, menawarkan solusi berkelanjutan dalam mendeteksi serta mengurangi pencemaran mikroplastik di lingkungan. Sistem ini memungkinkan deteksi produk degradasi plastik PET secara real-time melalui sinyal bioluminesensi, sekaligus mempercepat proses penguraian polimer PET menjadi senyawa yang lebih sederhana. Inovasi tersebut tidak hanya menghadirkan metode pemantauan lingkungan yang ramah lingkungan dengan biaya rendah, tetapi juga memiliki nilai aplikatif tinggi karena dapat menjadi alternatif dari metode konvensional yang cenderung mahal dan kurang praktis di lapangan. Diharapkan, penerapan biosensor rekombinan ini menjadi strategi berkelanjutan dalam pengendalian pencemaran mikroplastik, serta mendukung perlindungan ekosistem dan kesehatan masyarakat di sekitar area terdampak. Dengan demikian, lingkungan yang terpapar mikroplastik dapat dipantau secara efektif sehingga risiko dampak negatif terhadap organisme hidup dapat ditekan. Lingkungan yang lebih bersih dan aman akan mendorong keberlanjutan ekosistem, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta mendukung pengelolaan sumber daya alam yang lebih bertanggung jawab di masa depan, sehingga mampu mendukung tercapainya SDGs ke-3, ke-6, ke-12, dan ke-14. [Penulis: Salsabila Arwa Maharani]
Malang, 12–15 April 2026 — Dekan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., bersama Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia, Dr. Slamet Widiyanto, S.Si., M.Sc., menghadiri Rapat Kerja (Raker) MIPAnet Tahun 2026 yang diselenggarakan di Fakultas MIPA Universitas Negeri Malang (FMIPA UNM). Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 12 hingga 15 April 2026.
Raker MIPAnet merupakan forum tahunan strategis yang mempertemukan para pimpinan fakultas bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk membahas penguatan kolaborasi, peningkatan kualitas pendidikan, serta pengembangan riset dan pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan diawali dengan sesi pembukaan yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal MIPAnet, Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si. Selanjutnya, rangkaian pemaparan materi menghadirkan narasumber nasional yang kompeten di bidangnya. Materi mengenai kebijakan terbaru disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Sri Suning Kusumawardani selaku Direktur Sumber Daya Ditjen Dikti Kemdiktisaintek, yang membahas Permendiktisaintek Nomor 52 Tahun 2025 tentang profesi, karier, dan penghasilan dosen, dengan sesi dimoderatori oleh Prof. Dr. Hj. Hasniah Aliah, M.Si., Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Materi berikutnya mengangkat strategi membangun kolaborasi internasional yang disampaikan oleh Prof. Dr. Hadi Suwono, M.Si., Dekan FMIPA Universitas Negeri Malang. Sesi ini dimoderatori oleh Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., selaku Dekan Fakultas Biologi UGM, yang turut berperan aktif dalam memfasilitasi diskusi antar peserta terkait penguatan jejaring global.
Selain itu, sesi mengenai tata kelola laboratorium memberikan wawasan terkait pengelolaan fasilitas riset yang efektif, efisien, serta berstandar internasional guna mendukung kegiatan pendidikan dan penelitian. Agenda utama raker juga mencakup pembahasan program kerja MIPAnet ke depan guna memperkuat sinergi antar anggota.
Partisipasi Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Biologi UGM dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen institusi untuk terus berkontribusi aktif dalam jejaring nasional, khususnya dalam pengembangan bidang MIPA. Kehadiran ini juga diharapkan dapat memperluas peluang kerja sama antar perguruan tinggi, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.
Selain agenda rapat, kegiatan juga diisi dengan kunjungan laboratorium serta kunjungan industri yang memberikan wawasan tambahan terkait praktik terbaik dalam pengelolaan fasilitas dan penguatan link and match antara dunia akademik dan industri.
Melalui keikutsertaan dalam Raker MIPAnet 2026, Fakultas Biologi UGM menegaskan perannya sebagai bagian dari komunitas akademik nasional yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan mutu serta daya saing global.
Ke depan, penguatan kolaborasi melalui jejaring seperti MIPAnet diharapkan semakin mendorong peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di Fakultas Biologi UGM. Upaya ini tidak hanya berkontribusi pada pengembangan ilmu biologi di Indonesia, tetapi juga sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas dan penguatan kemitraan global (SDG 4 dan SDG 17).
Prestasi gemilang ditorehkan oleh tiga mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam ajang IGNITE FUTURE FEST 2026 yang diselenggarakan oleh Futura Innovation Hub bekerja sama dengan UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada 3–6 April 2026. Tim mahasiswa Fakultas Biologi UGM yang diketuai oleh Widya Arum Prastanti, bersama Husna Nadia dan Regina Siska Ekaristi Nainggolan, berhasil meraih Honorable Medal pada esai kategori Gizi & Kesehatan dengan judul “Abon BioFerra: Inovasi Pangan Fungsional Berbasis Belut dan Ampas Tahu sebagai Upaya Pencegahan Anemia.”
Esai yang ditulis mengangkat isu serius tentang tingginya prevalensi anemia di Indonesia. Kondisi ini berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia, menurunkan daya tahan tubuh, performa belajar, serta meningkatkan risiko komplikasi kehamilan. Tim ini menilai bahwa pendekatan suplementasi tablet tambah darah selama ini belum sepenuhnya efektif karena rendahnya kepatuhan konsumsi dan efek samping yang dirasakan masyarakat. Oleh karena itu, mereka merancang solusi berbasis pangan fungsional yang dapat diintegrasikan langsung ke dalam pola konsumsi harian.
Gagasan utama yang mereka tawarkan adalah Abon BioFerra, sebuah inovasi pangan fungsional berbentuk abon yang memanfaatkan dua bahan utama: belut sebagai sumber zat besi heme dengan bioavailabilitas tinggi, serta ampas tahu yang merupakan limbah industri pangan namun masih kaya akan protein dan serat. Pemilihan bentuk abon didasarkan pada tingkat penerimaan masyarakat Indonesia yang sudah sangat akrab dengan produk abon, baik dari segi rasa, kepraktisan, maupun daya simpannya yang lama. Selain itu, pemanfaatan ampas tahu juga mengusung prinsip ekonomi sirkular dan keberlanjutan lingkungan. Hal ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger), SDG 3 (Good Health and Well-being), dan SDG 12 (Responsible Consumption and Production).
Keberhasilan tim ini tidak lepas dari kedalaman analisis, orisinalitas gagasan, serta kemampuan mereka dalam mempresentasikan solusi yang aplikatif dan berkelanjutan. Para juri memberikan apresiasi tinggi terhadap pendekatan holistik yang mengintegrasikan isu gizi, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi lokal dalam satu produk pangan.
Dalam langkah selanjutnya, tim BioFerra berharap inovasi ini tidak hanya berhenti sebagai gagasan dalam kompetisi, tetapi benar-benar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas, terutama kelompok rentan seperti ibu hamil dan remaja putri. Mereka juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk akademisi, pemerintah, dan industri pangan, untuk mewujudkan pencegahan anemia yang lebih efektif, terjangkau, dan berkelanjutan di Indonesia. [Penulis: Widya Arum Prastanti]
Tim dari Mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada berhasil meraih prestasi membanggakan pada ajang Sriwijaya Innovation National Essay and Poster Award SINEPA 2026 dengan memperoleh Juara 1 kategori esai jenjang perguruan tinggi pada subtema pertanian. Tim tersebut terdiri dari Widya Arum Prastanti sebagai ketua, serta beranggotakan Okcarinda Wahyu Romadani dan Rahma Amalia, dengan dosen pendamping Dr. Wiko Arif Wibowo, S.Si. Prestasi ini menjadi wujud kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan inovasi melalui karya tulis ilmiah yang relevan terhadap permasalahan aktual di sektor pertanian Indonesia.

Kompetisi tingkat nasional ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dengan tujuan mendorong lahirnya gagasan inovatif dan solutif dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan. Pada subtema pertanian, peserta dituntut untuk mampu merancang solusi yang aplikatif terhadap permasalahan ketahanan pangan nasional. Adapun gelombang 3 pendaftaran dibuka pada 17 Februari–3 Maret 2026, kemudian dilanjutkan tahap penilaian pada 4 – 7 Maret 2026, dan selanjutnya pengumuman juara dilaksanakan pada 9 Maret 2026.
Dalam kompetisi tersebut, tim mahasiswa Fakultas Biologi UGM mengangkat esai yang membahas konsep TriBioFit Smart Agro Network, yaitu model sistem pengendalian hama berbasis desa yang mengintegrasikan bioinsektisida hayati dengan monitoring berbasis data serta koordinasi kolektif petani. Gagasan ini dilatarbelakangi oleh permasalahan penurunan produksi padi nasional yang salah satunya disebabkan oleh serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) serta sistem pengendalian hama yang masih bersifat individual dan reaktif di tingkat lapangan.
TriBioFit dikembangkan sebagai inovasi bioinsektisida hayati berbasis kombinasi jamur entomopatogen Beauveria bassiana dengan bahan alami seperti biji jarak (Jatropha curcas) dan gulma siam (Chromolaena odorata). Inovasi ini tidak hanya berfungsi sebagai agen pengendali hama yang ramah lingkungan, tetapi juga diintegrasikan dalam sistem berbasis desa yang memungkinkan pencatatan, analisis, serta pengambilan keputusan secara kolektif.
Melalui pendekatan ini, pengendalian hama tidak lagi dilakukan secara parsial, melainkan secara serempak dalam satu hamparan berbasis data lapangan. Sistem ini juga dilengkapi dengan fitur monitoring, evaluasi, serta perencanaan tindakan berjenjang yang bertujuan meningkatkan efektivitas pengendalian sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pestisida sintetis. Dengan demikian, konsep ini diharapkan mampu mendukung stabilitas produksi padi, meningkatkan efisiensi biaya produksi, serta menjaga keseimbangan agroekosistem.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam mendukung pertanian berkelanjutan. Selain itu, gagasan yang dihasilkan diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut melalui implementasi di tingkat desa sebagai model pertanian berbasis komunitas dan data di era Society 5.0. Pemikiran dalam karya tulis ilmiah ini memberikan kontribusi terhadap SDGs nomor 11 (Sustainable cities and communities), 12 (Responsible consumption and production), dan 15 (Life on land). [Penulis: Okcarinda Wahyu Romadani]
Pada 11 April 2026, Mahasiswa Pecinta Alam Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (Matalabiogama) mengadakan pendakian di Gunung Andong via Temu Kidul yang terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Gunung ini memiliki ketinggian sekitar 1.726 meter di atas permukaan laut. Peserta yang mengikuti pendakian Gunung Bismo ini berjumlah sebelas orang yang terdiri dari D XXVII dan AM XXVIII. Pendakian ini dipimpin oleh Faiq Mishbahul Aufa selaku Ketua Pelaksana yang bertanggung jawab serta mengkoordinasi seluruh anggota hingga kegiatan pendakian selesai.
Pendakian diawali dengan persiapan secara menyeluruh. Dimulai dari persiapan fisik peserta dan pemeriksaan perlengkapan, seperti barang pribadi, jas hujan, sepatu, P3K, dan logistik. Selain itu, peserta juga mendapa tarahan teknis terkait jalur pendakian yang akan ditempuh. Seluruh peserta akan diwajibkan untuk berkumpul terlebih dahulu di Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada pada pukul 19.00 WIB. Setelah itu, dilanjutkan dengan briefing singkat dan doa bersama sebelum keberangkatan. Perjalanan dimulai pada pukul 20.00 WIB hingga tiba di basecamp pada pukul 22.00 WIB. Selanjutnya, peserta memanfaatkan waktu untuk beristirahat.
Pendakian Gunung Andong via Temu Kidul dimulai pada pukul 04.00 WIB dengan memastikan seluruh persiapan telah lengkap. Pada pendakian ini terdapat tiga pos sebelum tiba di puncak. Pada Pos 1 jalur yang dilalui melewati permukiman warga dan kawasan perkebunan dengan kondisi jalan yang tidak terlalu menanjak. Perjalanan dari Pos 1 menuju Pos 2 didominasi oleh jalur yang menanjak. Di jalur akhir, terdapat dua batu besar yang saling berdempetan sebagai penanda Pos 2, dikenal dengan nama Watu Dempet. Setelah itu, kondisi jalur yang dilalui dari Pos 2 menuju Pos 3 lebih menanjak. Saat perjalanan menuju puncak, jalur yang dilalui berupa jalan setapak yang terdiri dari bebatuan dan tanah dengan kondisi yang semakin menanjak dan terjal. Di jalur ini, seluruh peserta diimbau untuk berhati-hati karena rawan terpeleset dan tersandung. Nantinya, melalui jalur via Temu Kidul, seluruh peserta akan sampai pada puncak pada pukul 06.30 WIB estimasi waktu tempuh sekitar 2 jam 30 menit dengan berjalan santai. Setibanya di puncak, peserta memanfaatkan waktu untuk beristirahat dan mendokumentasikan kegiatan. Perjalanan turun dilakukan pada pukul 10.00 WIB dengan waktu yang ditempuh selama 1 jam 30 menit menuju basecamp. Setelah itu, seluruh peserta akan bersiap-siap untuk kembali menuju Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada pada pukul 14.00 WIB dan tiba pada 16.30 WIB.
Secara keseluruhan kegiatan pendakian Gunung Andong via Temu Kidul berjalan dengan lancar dan sesuai dengan rencana. Setiap persiapan kegiatan dilakukan dengan baik melalui pemeriksaan menyeluruh. Meskipun demikian, evaluasi tetap dilakukan khususnya pada manajeman waktu dan komunikasi antaranggota sehingga dapat menjadi perbaikan bagi kegiatan berikutnya. Vivat et Floreat! [Penulis: Matalabiogama]
Pelatihan “Analisis Kuantitatif dan Kualitatif pada Sediaan Histologi (Imunohistokimia dan Analisis Semikuantitatif)” telah dilaksanakan pada tanggal 9–10 April 2026 di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peneliti mengenai teknik imunohistokimia, yaitu analisis histologis berbasis metode parafin yang memanfaatkan prinsip imunologi (antibodi) untuk mendeteksi protein atau antigen spesifik dalam jaringan. Selain itu, pelatihan juga menekankan pentingnya optimasi metode, kontrol mutu, serta pemecahan masalah dalam proses preparasi dan analisis sediaan yang mendukung terjaminnya pendidikan berkualitas (SDGs 4.)
Selama dua hari pelaksanaan, Dr. Ardaning Nuriliani, S.Si., M.Kes. dan Sefi Nur Anggaeni, S.Si. sebagai salah satu peserta dari Laboratorium Struktur Perkembangan Hewan, Fakultas Biologi, UGM mendapatkan materi komprehensif yang mencakup dasar-dasar imunohistokimia dan kontrol mutu, teknik optimasi serta troubleshooting pewarnaan, hingga analisis hasil pewarnaan imunohistokimia. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi praktikum, termasuk analisis semikuantitatif melalui konversi fraksi area imunopositif menjadi skor, serta praktik langsung pewarnaan jaringan hepar, lien, cerebellum, dan medulla spinalis tikus menggunakan penanda Iba1 sebagai marker makrofag dan mikroglia. Pendekatan ini memberikan pengalaman aplikatif yang memperkuat pemahaman teoritis peserta. Narasumber dalam pelatihan ini adalah dr. Rina Susilowati, Ph.D. dan Dian Eurike Septyaningtrias, S.Ked., M.Sc., Ph.D.
Melalui pelatihan ini, peserta memperoleh wawasan mendalam mengenai interpretasi hasil imunohistokimia secara semikuantitatif berdasarkan intensitas dan distribusi warna positif pada jaringan. Kegiatan ini dinilai sangat bermanfaat dalam meningkatkan kompetensi di bidang histologi dan patologi, khususnya dalam mendukung penelitian berbasis analisis jaringan yang mendukung penguatan kehidupan sehat dan sejahtera (SDGs 3). Apresiasi disampaikan kepada Fakultas Biologi UGM atas dukungan baik moril maupun material yang memungkinkan partisipasi dalam kegiatan ini, dengan harapan ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan dalam pengembangan penelitian biologi ke depan serta memperkuat kolaborasi dengan FKKMK, UGM yang mendukung SGDs 17 (Kemitraan untuk mencapai tujuan).
Kontributor: Ardaning Nuriliani, Sefi Nur Anggaeni
Yogyakarta, 11 April 2026 — TUK Bioteknologi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada kembali menyelenggarakan kegiatan Uji Kompetensi Kualifikasi Skema Kultur Jaringan II yang dilaksanakan pada Sabtu, 11 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Sidang Atas, Ruang Kuliah 7, serta Laboratorium Bioteknologi Fakultas Biologi UGM.
Kegiatan ini menghadirkan asesor dari LSP Pertanian Malang, yaitu Ibu Ari Setyowati, M.P., yang bertugas melakukan asesmen terhadap kompetensi peserta sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Acara dipandu oleh MC, Matin Nuhamunada, Ph.D. dan diawali dengan laporan oleh Ketua Pelaksana Uji Kompetensi Kultur Jaringan, Ibu Wahyu Aristyaning Putri, Ph.D. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni, Prof. Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. Kegiatan ini kemudian secara resmi dibuka oleh Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc.
Lima belas peserta yang mengikuti uji kompetensi ini berasal dari 9 universitas dan perusahaan di Indonesia. Peserta terbagi kedalam dua jalur uji, yaitu portofolio dan observasi. Pada sesi pagi, seluruh peserta melaksanakan ujian tertulis kemudian dilanjutkan dengan wawancara untuk peserta jalur portofolio. Pada sesi siang, untuk peserta jalur observasi, dilaksanakan ujian praktik untuk menguji keterampilan teknis peserta dalam bidang kultur jaringan.
Pelaksanaan kegiatan ini sejalan dengan komitmen Fakultas dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pendidikan berkualitas (SDG No. 4), pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi (SDG No. 8) dan industri, inovasi, dan infrastruktur (SDG No. 9).
Melalui kegiatan uji kompetensi ini, diharapkan peserta memperoleh pengakuan kompetensi yang dapat mendukung pengembangan karier profesional sekaligus memperkuat daya saing di dunia kerja, baik di sektor akademik maupun industri.
Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat fakultas di Universitas Gadjah Mada tahun 2026 telah dilaksanakan melalui rangkaian seleksi yang berlangsung sejak 19 Februari hingga 7 Maret 2026. Tahapan diawali dengan pendaftaran dan pengumpulan berkas pada 19 Februari hingga 3 Maret 2026, kemudian dilanjutkan dengan seleksi berkas oleh juri pada 4–7 Maret 2026, serta technical meeting peserta pada 5 Maret 2026.
Pada tahap seleksi berkas, peserta menyampaikan Capaian Unggulan (CU) yang dilengkapi dokumen pendukung, Naskah Gagasan Kreatif (GK) dengan tema “Asta Cita” sesuai bidang keilmuan, serta sertifikat kemampuan bahasa Inggris (TOEFL ITP/IELTS/ACEPT/TOEIC/TOEP). Tahap seleksi final dilaksanakan melalui wawancara validasi Capaian Unggulan (CU) serta presentasi Gagasan Kreatif (GK). Berdasarkan keseluruhan rangkaian seleksi serta hasil penetapan pada 12 Maret 2026, Natasyabrina, mahasiswa Fakultas Biologi angkatan 2024, ditetapkan sebagai Mahasiswa Berprestasi (Mapres) 1 tingkat Fakultas Biologi Tahun 2026. Dalam kompetisi tersebut, Natasyabrina mengangkat gagasan kreatif berjudul “Inovasi Smart Label Biodegradable Berbasis Antosianin Buah Jamblang (Syzygium cumini) untuk Monitoring Kesegaran Ikan pada Implementasi Program Makan Bergizi Gratis.”
Sebagai kelanjutan seleksi pada tingkat universitas, Natasyabrina bersama 18 mahasiswa berprestasi lainnya dari berbagai fakultas di lingkungan Universitas Gadjah Mada mengikuti kegiatan Supercamp yang diselenggarakan selama satu hari penuh pada 4 April 2026 di FMIPA UGM. Kegiatan tersebut diawali dengan sambutan Sekretaris Direktorat Kemahasiswaan UGM, Dr. Drs. Mustofa Anshori Lidinillah, M.Hum., dan dilanjutkan dengan tahapan seleksi akhir yang mencakup wawancara Capaian Unggulan serta presentasi Gagasan Kreatif. Dari rangkaian tersebut, diperoleh mahasiswa terbaik pada tingkat Universitas Gadjah Mada Tahun 2026.
Yogyakarta, 6 April 2026 — Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology (JTBB), Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada (UGM), telah sukses menyelenggarakan JTBB ASEAN Editor–Researcher Strategic Workshop 2026 secara hybrid pada tanggal 4–5 April 2026. Workshop ini merupakan bagian dari JTBB Advancement Program 2026 yang didanai oleh Hibah EQUITY dari UGM. Kegiatan ini dihadiri oleh tim editorial JTBB sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas dan kuartil jurnal, serta mengundang para peneliti dari berbagai negara di kawasan ASEAN, sejalan dengan fokus regional JTBB yang menitikberatkan pada isu biodiversitas dan bioteknologi di ASEAN. Workshop ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat jejaring akademik sekaligus meningkatkan relevansi dan daya saing JTBB di tingkat internasional, yang juga berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDG 4 Quality Education melalui peningkatan kualitas publikasi ilmiah, SDG 9 Industry Innovation and Infrastructure melalui penguatan ekosistem riset dan inovasi, SDG 15 Life on Land melalui dukungan terhadap penelitian biodiversitas, serta SDG 17 Partnerships for the Goals melalui kolaborasi lintas negara di kawasan ASEAN.
Workshop ini menghadirkan lima pembicara terkemuka sebagai representasi dari negara-negara ASEAN, yaitu Prof. Madya Ts. Dr. Muhammad Abdul Latiff Bin Abu Bakar dari Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (Malaysia), Prof. Jonathan A. Anticamara, Ph.D. dari University of the Philippines Diliman (Filipina), Dr. Faizah Haji Metali dari Universiti Brunei Darussalam (Brunei Darussalam), Prof. Kornsorn Srikulnath, Ph.D. dari Kasetsart University (Thailand), serta Assoc. Prof. Dr. Do Tan Khang dari Can Tho University (Vietnam). Melalui forum ini, JTBB berupaya memperkuat keterlibatan dengan komunitas riset ASEAN dengan menjembatani komunikasi antara editor, peneliti, dan asosiasi ilmiah, sekaligus memetakan tren riset serta dinamika publikasi di kawasan untuk memastikan keselarasan dengan fokus editorial jurnal. Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperluas dan mendiversifikasi basis penulis dan reviewer JTBB, khususnya pada bidang-bidang riset spesifik, serta meningkatkan visibilitas dan dampak sitasi sebagai bagian dari upaya berkelanjutan menuju target peringkat Q1 pada tahun 2030.
Pada hari pertama, 4 April 2026, workshop difokuskan pada pemaparan wawasan dari para pembicara terkait tren penelitian terkini, tantangan dalam publikasi ilmiah, serta peluang kolaborasi lintas negara di kawasan ASEAN. Diskusi yang berlangsung memberikan gambaran komprehensif mengenai lanskap penelitian regional dan membuka peluang bagi JTBB untuk semakin adaptif dalam merespons perkembangan ilmu pengetahuan. Selanjutnya, pada hari kedua, 5 April 2026, tim editorial JTBB melaksanakan diskusi internal untuk mengolah berbagai insight yang telah diperoleh dari para narasumber. Hasil dari sesi ini menjadi dasar dalam penyusunan rencana strategis JTBB ke depan, khususnya dalam upaya peningkatan kualitas jurnal dan percepatan pencapaian target indeksasi pada kuartil Q1.
Melalui penyelenggaraan workshop ini, JTBB menegaskan komitmennya untuk terus berkembang sebagai jurnal ilmiah bereputasi internasional yang tidak hanya responsif terhadap dinamika riset di kawasan ASEAN, tetapi juga aktif membangun ekosistem kolaborasi yang inklusif antara editor dan peneliti. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat posisi JTBB sebagai platform publikasi ilmiah yang kredibel dan berdampak, sekaligus mendukung kemajuan riset biodiversitas dan bioteknologi di tingkat regional.







































