Yogyakarta, 22 Agustus 2025 – Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada meresmikan coworking space baru sebagai fasilitas penunjang kegiatan akademik, riset, dan kolaborasi bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan. Peresmian ditandai dengan pidato laporan oleh Dekan Fakultas Biologi, sambutan sekaligus pemotongan pita oleh Dekan bersama Ketua Senat Fakultas Biologi UGM.
Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset dan Sumbe Daya Manusia Fakultas Biologi UGM, Dr. Slamet Widiyanto, S.Si., M.Sc., menyampaikan bahwa pembuatan Coworking space ini dibangun dengan tujuan menghadirkan ruang kolaboratif modern yang mendukung pembelajaran abad 21, di mana mahasiswa dan sivitas akademika dapat mengembangkan kreativitas, berdiskusi lintas disiplin, serta melahirkan inovasi. Ruang tersebut dilengkapi dengan meja berbagai ukuran, kursi kayu, sofa set, dan kursi sofa letter S, yang dirancang untuk mendukung suasana nyaman, fleksibel, dan ramah lingkungan.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., Ph.D., menegaskan bahwa pembangunan coworking space ini merupakan bagian dari komitmen Fakultas Biologi dalam mendukung program green building Universitas Gadjah Mada sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian beberapa target Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 4 (Quality Education), SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure), dan SDG 11 (Sustainable Cities and Communities).
Lebih lanjut, Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., Ph.D., menegaskan berpesan kepada mahasiswa agar memanfaatkan coworking space ini sebaik mungkin sebagai ruang tumbuh bersama, tempat bertukar gagasan, dan sarana melatih kepemimpinan serta inovasi. “Gunakanlah fasilitas ini bukan hanya untuk belajar individu, tetapi juga untuk membangun jejaring, memperkuat solidaritas, dan menyiapkan diri menghadapi tantangan masa depan,” pesan Dekan kepada mahasiswa.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap fasilitas yang dibangun di Fakultas Biologi tidak hanya berfungsi praktis, tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan, efisiensi energi, dan kolaborasi lintas generasi. Coworking space ini adalah ruang bersama yang menghidupkan semangat belajar sekaligus menguatkan rasa kebersamaan,” ujar Dekan Fakultas Biologi UGM dalam sambutannya. ”Coworking space ini akan memperkuat peran Fakultas Biologi sebagai pusat pendidikan, riset, dan pengabdian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.”
Dengan diresmikannya coworking space ini, Fakultas Biologi UGM menegaskan komitmennya untuk terus menyediakan fasilitas yang mendorong inovasi, keberlanjutan, dan semangat kolaborasi demi mencetak lulusan unggul yang siap menjawab tantangan global.
Yogyakarta, 20 Agustus 2025 – Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan dari Divisi Jurnal Universitas Pattimura dalam rangka memperkuat jejaring dan berbagi pengalaman terkait pengelolaan jurnal ilmiah di lingkungan perguruan tinggi. Pertemuan ini berlangsung pada Rabu, 20 Agustus 2025 di Ruang Sidang KPTU Fakultas Biologi UGM.
Dari pihak Fakultas Biologi UGM, diskusi dihadiri oleh tim editor Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology (JTBB), yaitu Dr. Miftahul Ilmi selaku Editor in Chief, Dr. Ardaning Nuriliani selaku Managing Editor, dan Salwa Shabria Wafi, S.Tr.Li selaku Administrator dan Copyeditor.
Sementara itu, rombongan Divisi Jurnal Universitas Pattimura dipimpin oleh Dr. Pieter A. Riupassa, Ketua Rumah Jurnal Universitas Pattimura sekaligus Editor Jurnal Rumphius. Hadir pula jajaran editor lain, yaitu Bapak Yopi A. Lesnussa, M.Si selaku Editor in Chief Jurnal Barekeng, Bapak Taufan Talib, M.Si selaku Editor in Chief Jurnal Jupitek, serta Bapak Berny Tomasouw sebagai Editor Jurnal Barekeng.
Kegiatan diawali dengan presentasi singkat oleh Dr. Miftahul Ilmi yang memaparkan strategi pengelolaan Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology (JTBB), termasuk pencapaian yang diraih serta tantangan yang masih dihadapi dalam menjaga kualitas publikasi dan meraih pengindeksan internasional. Paparan ini kemudian dilanjutkan dengan sharing session dari perwakilan Divisi Jurnal Universitas Pattimura yang berbagi pengalaman mengenai dinamika dan tantangan dalam pengelolaan jurnal di lingkungan Universitas Pattimura.
Diskusi berlangsung dengan fokus pada peningkatan kualitas publikasi, dan strategi pengelolaan jurnal baik secara internal antar tim editor maupun eksternal dengan fakultas maupun universitas. Pertemuan ini juga menjadi ajang pertukaran pengalaman mengenai tantangan dan peluang dalam pengelolaan jurnal ilmiah di lingkup fakultas dan universitas.
Selain memperkuat kerja sama antarperguruan tinggi, kegiatan ini juga berkontribusi pada pencapaian pendidikan berkualitas melalui peningkatan mutu publikasi ilmiah sebagai sumber pembelajaran (SDG 4), serta mendukung penguatan infrastruktur ilmu pengetahuan dan inovasi riset di Indonesia (SDG 9). Kehadiran kedua institusi dalam forum ini juga mencerminkan semangat kemitraan untuk pembangunan berkelanjutan melalui kolaborasi antarlembaga (SDG 17).
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kerja sama yang lebih erat antara Universitas Pattimura dan Universitas Gadjah Mada dalam memajukan kualitas publikasi ilmiah di Indonesia, sekaligus mendukung peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang bereputasi internasional.
Kontributor: Salwa
Dalam acara Biofest pada hari Minggu, 10 Agustus 2025 telah dilaksanakan rangkaian kegiatan pertama dari Open Recruitment KSAT 2025 yang bertema Adventure: The Magic Game Begins dimana seluruh anggota Kelompok Studi Arsitektur Taman Fakultas Biologi UGM mempromosikan kelompok studi ini melalui stand dan penampilan festival. Melalui acara ini, KSAT berkesempatan memperkenalkan seluruh program kerja yang disampaikan dalam bentuk presentasi indoor, stand informasi, permainan, dan lain-lain. Kegiatan ini telah terlaksana dari pukul 08.00-14.00 WIB di sisi selatan Masjid Al-Hayat Fakultas Biologi UGM.
Kegiatan KSAT Biofest dimulai di Auditorium Tropika dengan menampilkan mini drama oleh Adika Pramudya Nugraha dan Roger Marcelino Johanes Therik dilanjutkan presentasi perkenalan program kerja oleh Anggita Rahmayanti serta Lintang Sekar Madya Ratri yang ditemani oleh maskot Anak Ayam Kuning KSAT bernama Snukum. Kemudian diadakan pertunjukan drama kolaborasi dengan KS/L Fakultas Biologi lainnya. Setelah menonton, pertunjukan, bioda mendatangi stand KSAT untuk penyampaian informasi dan tanya jawab mengenai keseruan kegiatan dan manfaat apabila bergabung dengan KSAT. Dihadirkan pula beberapa permainan seperti menulis pohon harapan, menyusun puzzle, dan permainan bola gelas. Selanjutnya dilaksanakan sesi Music Corner sebagai penutup acara Biofest 2025 dengan KSAT membawakan lagu Jogja Istimewa dari Jogja Hip Hop Foundation.
Kegiatan KSAT Biofest 2025 berjalan dengan baik dan memuaskan. Dengan terlaksananya acara ini, diharapkan banyak bioda yang tertarik untuk mendaftar dan bergabung dengan KSAT sehingga KSAT dapat terus mewariskan ilmu terkait arsitektur taman dan melaksanakan kegiatan yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar, civitas akademika, hingga ke masyarakat luas. KSAT Berakar Kokoh Menembus Peradaban! [Penulis: Panitia Open Recruitment KSAT 2025]
Lokasi: The Alana Hotel & Convention Center, Yogyakarta
Waktu: 19-20 Agustus 2025
Empat mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada yang aktif dalam riset pengelolaan hama serangga berkesempatan menghadiri The 4th Indonesia Pest Academy & APMA National Conference 2025 yang berlangsung pada 19–20 Agustus 2025 di The Alana Palagan Hotel & Convention Center, Yogyakarta. Acara ini diinisiasi oleh Indonesia Pest Academy (IPA) bekerja sama dengan Asian Pest Management Association (APMA) dan ASPPHAMI. Keempat mahasiswa tersebut adalah Aryo Seto Pandu Wiranto, Sidiq Permana Putra, dan Syarafina Ratna Putri dari program doktor (S3), serta Alfido Listyo Kartiko dari program sarjana (S1). Undangan ini diberikan oleh Bapak Heri Susanto, alumni Fakultas Biologi UGM Angkatan ‘86 dan sekaligus juga Managing Director dari Rentokil Initial Indonesia, perusahaan global yang bergerak di bidang pengendalian hama.
Konferensi ini mengusung tema “Sustainable Urban Pest Management” dan menghadirkan 14 pembicara nasional dan internasional, termasuk Prof. Chow-Yang Lee (University of California, Riverside), Prof. dr. Adi Utarini (UGM), Prof. Intan Ahmad (ITB), Dr. Bramantyo Wikantyoso (BRIN), dan Dr. Partho Dhang (Filipina). Selama dua hari, para peserta mengikuti berbagai sesi ilmiah dan diskusi panel yang membahas isu-isu strategis dalam pengelolaan hama.
Topik utama yang dibahas mencakup regulasi pengendalian vektor dan fumigasi oleh Kementerian Kesehatan RI dan Badan Karantina Indonesia, ukuran pasar industri pengendalian hama, serta tren merger dan akuisisi global dalam industri pengendalian hama. Konferensi ini juga menyoroti ledakan populasi tikus sawah dan dampaknya terhadap lingkungan pemukiman dan industri, menekankan perlunya strategi pengurangan risiko bencana yang efektif.
Salah satu solusi inovatif yang dibahas adalah penggunaan teknologi Wolbachia dalam pengendalian demam berdarah, yang menunjukkan hubungan antara perubahan iklim dan penyakit menular. Selain itu, strategi pengelolaan terpadu untuk kecoa Jerman dan rayap juga dieksplorasi, menekankan penggunaan sumber daya yang efisien dalam praktik pengendalian hama.
Peran digitalisasi dalam pengelolaan hama terpadu juga menjadi fokus, terutama pentingnya dalam sistem audit keamanan pangan. Hal ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam memastikan akses terhadap air bersih dan sanitasi, karena pengelolaan hama yang efektif berkontribusi pada lingkungan hidup yang lebih sehat.
Partisipasi mahasiswa Fakultas Biologi UGM dalam konferensi ini tidak hanya memperkuat jejaring akademik dan industri, tetapi juga menunjukkan komitmen institusi dalam mendukung riset yang relevan dengan tantangan global dan pembangunan berkelanjutan. Kehadiran mereka menjadi representasi kontribusi generasi muda dalam membangun masa depan pengelolaan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Sebagai kesimpulan, Indonesia Pest Academy & APMA National Conference 2025 menjadi platform penting untuk pertukaran pengetahuan dan kolaborasi antara para ahli dan mahasiswa. Wawasan yang diperoleh dari acara ini pasti akan mempengaruhi penelitian dan praktik di masa depan dalam pengelolaan hama berkelanjutan, berkontribusi pada tujuan yang lebih luas dalam keberlanjutan lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Kamis (14/8/25) Fakultas Biologi UGM menyelenggarakan sarasehan bagi purnakarya baik purnakarya dari unsur Dosen maupun Tenaga Kependidikan. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka Dies Natalis ke-70 yang sekaligus Lustrum XIV Fakultas Biologi UGM. Acara yang bertempat di Stasiun Penelitian Sawitsari dan dimulai pukul 08.00 ini dihadiri oleh para purnakarya dan pegawai yang masih aktif, serta perwakilan dari Dharma Wanita Persatuan Fakultas Biologi UGM.
Acara dibuka dengan jalan santai bersama yang diikuti oleh seluruh peserta. Jalan santai mengambil rute sepanjang jalan di sekitar Stasiun Penelitian Sawitsari dengan jarak tempuh sekitar 600 meter, diikuti oleh seluruh peserta dengan riang gembira dan saling melakukan obrolan di sepanjang perjalanan. Jalan santai ini dilakukan dalam upaya tetap menjaga kesehatan dan kebugaran, selaras dengan tema sarasehan kali ini yaitu Sehat dan Bugar Sepanjang Hayat.
Setelah jalan santai, acara dilanjutkan di lokasi di Stasiun Penelitian Sawitsari yang dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, hymne Gadjah Mada, dan mars Biologi.
Selanjutnya disampaikan sambutan-sambutan. Sambutan yang pertama disampaikan oleh koordinator panitia sarasehan, Abdul Razaq Chasani, S.Si., M.Si., Ph.D. Dalam sambutannya Bapak Razaq yang juga menjabat sebagai Ketua Departemen Biologi Tropika Fakultas Biologi UGM menyampaikan harapan agar kegiatan sarasehan ini dapat dijadikan ajang bagi yang masih aktif dapat meneladani apa yang telah dikerjakan oleh Bapak/Ibu purnakarya. Sarasehan kali ini dihadiri oleh kurang lebih 70 Bapak/Ibu purnakarya dan 30 pegawai yang masih aktif. “Tempat duduk dibuat meja bundar dengan harapan Bapak/Ibu purnakarya dapat berbincang dengan pegawai yang masih aktif. Karena bagaimanapun kita semua dapat berhasil seperti sekarang ini adalah karena peran Bapak/Ibu yang sudah purnakarya”.
Sambutan kedua disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia Fakultas Biologi UGM, Dr. Slamet Widiyanto, S.Si., M.Sc. Dr. Slamet menyampaikan bahwa sarasehan bagi purnakarya ini adalah yang kedua yang diselenggarakan oleh Fakultas Biologi dalam rangka Dies ke-70 dan Lustrum XIV. “Sarasehan ini diselenggaralan dalam rangka menjalin silaturahmi yang lebih baik lagi antara Bapak/Ibu purnakarya dengan kami yang masih aktif, semoga Bapak/Ibu dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik dan bahagia”. Di akhir sambutannya, Dr. Slamet menyampaikan permintaan maaf jika dalam penyelenggaraan masih banyak kekurangan.
Sambutan ketiga disampaikan oleh perwakilan purnakarya, Drs. Trijoko, M.Si. Bapak Trijoko menyampaikan terima kasih atas undangan kegiatan yang sangat menyenangkan. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan imun tubuh dan dapat menjalani hidup dengan penuh kesehatan dan kebahagiaan. Pak Trijoko juga menyampaikan bahwa Fakultas Biologi UGM telah mencapai kiprah yang luar biasa dalam keilmuan dan keilmiahan serta prestasi yang lain, yang mana hal ini dapat dicapai karena peran serta para purnakarya.
Memasuki acara inti, disampaikan paparan materi oleh Dr. dr. Zaenal Muttaqien Sofro, Circ&Med, AIFM. Beliau merupakan dosen FKKMK UGM yang sekaligus sebagai pakar fisiologi. Mengawali paparannya, dr. Zaenal menyampaikan bahwa masa lalu adalah kunci bagi masa mendatang, kondisi sekarang tidak lepas dari para pendahulu kita. Sejak usia 30 tahun fisik kita mengalami penurunan, dan manusia ada yang cepat dan ada yang lambat mengalami penurunan. Hal ini dipengaruhi oleh salah satunya adalah pola makan dan aktifitas fisik. FFA (Fusiform Face Area) adalah area yang bisa menterjemahkan wajah orang, ketika misal seseorang sedang tersenyum, sedang marah dan sebagainya. Untuk sehat syarat utama adalah aman, tidak merasa terancam, tidak merasakan life rate. Dalam paparannya dr. Zaenal juga memberikan pelatihan singkat untuk menjaga kesehatan saat bangun tidur, yaitu miring ke kanan setengah menit, selanjutnya duduk setengah menit, kemudian berdiri jinjit delapan kali. Jantung tidak boleh dibebani beban tambahan saat bangun tidur langsung berdiri. “we are not human being having spiritual experience, we are spritual being having human experience”.
Peserta semakin bersemangat dan berbahagia dengan mengikuti games kecil yag dipandu oleh panitia. Semua peserta diminta untuk menebak foto-foto jaman dahulu, menebak nama berikut kegiatan apa yang sedang dilakukan di foto yang ditayangkan. Bagi yang dapat menebak, disediakan hadiah kecil dari panitia. Panitia juga membagikan doorprize bagi peserta, dan acara ditutup dengan makan siang sambil bernyanyi bersama.
Kegiatan sarasehan yang diisi dengan doa bersama, jalan santai, dan makan siang bersama ini juga dalam rangka mendukung Sustainable Development Goals (SDGs): 2. Tanpa Kelaparan, 3. Kehidupan Sehat dan Sejahtera, 16. Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh.
Rangkaian Pelatihan Sitogenetika, Genetika Molekuler, dan Bioinformatika #7 yang diselenggarakan oleh Laboratorium Genetika dan Pemuliaan, Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, resmi berakhir pada hari Sabtu, 16 Agustus 2025. Hari terakhir pelatihan berfokus pada praktik klasifikasi data genetik dan analisis hasil sekuensing.
Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB dengan registrasi ulang peserta dan pembukaan oleh MC. Selanjutnya, Prof. Dr. Niken Satuti Nur Handayani, M.Sc. menyampaikan materi klasifikasi data genetik sebagai landasan teori sebelum praktik. Peserta kemudian mengikuti sesi secondary analysis yang dipandu oleh Adisa, di mana mereka diajak untuk menganalisis data hasil sekuensing secara langsung.
Pada sesi kegiatan ini, terdapat sesi promosi singkat dari Integrated Genome Factory (IGF), kemudian acara berlanjut dengan praktik intensif klasifikasi varian genetik. Pada sesi ini, peserta dilatih mengolah data dan menginterpretasikan hasil sekuensing untuk mengidentifikasi variasi genetik. Selain itu juga terdapat sesi promosi dari sponsor yaitu Indolab dan Kairos. Adapun rangkaian pelatihan akhirnya ditutup secara resmi dengan penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta oleh panitia.
Melalui empat hari penyelenggaraan, pelatihan ini telah mencakup berbagai aspek penting, mulai dari preparasi DNA, PCR dan elektroforesis, library preparation and sequencing, hingga analisis data bioinformatika dan klasifikasi varian. Kombinasi teori dan praktik yang diberikan diharapkan mampu meningkatkan kompetensi peserta dalam bidang genetika molekuler dan bioinformatika, sehingga dapat menunjang penelitian, pemuliaan, dan konservasi sumber daya hayati. Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen Fakultas Biologi UGM untuk mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), terutama poin 4 (Pendidikan Berkualitas) dan poin 15 (Menjaga Ekosistem Daratan), melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam riset genetika dan konservasi keanekaragaman hayati.
Yogyakarta, 15 Agustus 2025 — Laboratorium Genetika dan Pemuliaan, Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada kembali menggelar Pelatihan Sitogenetika, Genetika Molekuler, dan Bioinformatika #7 yang memasuki hari ketiga. Pada hari ketiga ini, kegiatan difokuskan pada Paket 3 pelatihan yaitu praktik sekuensing DNA yang mencakup tahapan dari ekstraksi hingga persiapan library sequencing. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Micro Teaching dengan menghadirkan sesi komprehensif yang memadukan teori dan praktik langsung.
Agenda dimulai dengan registrasi peserta, pembukaan, serta sambutan dari Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., selaku Dekan Fakultas Biologi UGM. Sesi materi diawali oleh Indra Lesmana, S.Si., M.Sc., yang membawakan topik mengenai konsep dasar sekuensing DNA dan pengenalan teknologi Next Generation Sequencing.
Selanjutnya, peserta mengikuti rangkaian praktik wet lab yang dimulai dari ekstraksi DNA, PCR, dan elektroforesis untuk melihat hasil amplifikasi. Setelah jeda ishoma, kegiatan berlanjut dengan sesi utama library preparation and sequencing yang dilaksanakan hingga sore hari. Praktik ini memungkinkan peserta memahami langkah teknis penting sebelum DNA dianalisis menggunakan platform sekuensing modern.
Hari ketiga ditutup dengan pengarahan dari MC terkait agenda pelatihan berikutnya. Dengan berjalannya Paket 3 ini, peserta diharapkan mampu menguasai keterampilan mendasar yang diperlukan dalam penelitian genetika molekuler, khususnya di bidang sekuensing DNA. Selain itu, kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama poin 4 (Pendidikan Berkualitas) dan poin 15 (Menjaga Ekosistem Daratan), melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang riset genetika, pemuliaan, serta konservasi keanekaragaman hayati.
Yogyakarta, 13 Agustus 2025 — Laboratorium Genetika dan Pemuliaan, Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Pelatihan Sitogenetika, Genetika Molekuler, dan Bioinformatika #7 di Ruang Sidang II serta Laboratorium Genetika dan Pemuliaan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi peserta dalam teknik analisis genetik, baik melalui pendekatan sitogenetika maupun genetika molekuler, untuk mendukung riset, pemuliaan, dan konservasi tumbuhan maupun hewan.
Acara dibuka pukul 08.00 WIB kemudian dilanjutkan dengan kegiatan praktik sesuai paket pelatihan masing-masing. Paket 1 pelatihan melakukan analisis data teknik preparasi kromosom dan analisis kariotipe dari sampel yang sudah diproses di hari sebelumnya. Kegiatan berikutnya adalah persiapan dan analisis sampel menggunakan metode flow cytometry. Analisis flow cytometry dilakukan di Fasilitas Penelitian Bersama dengan pendampingan instruktur.
Paket 2 pelatihan melakukan analisis variasi genetik dari data sekuens yang sudah diproses di hari sebelumnya. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak Mesquite, MEGA, DnaSP, Network/PopART, dan GenAlex. Praktik analisis data dipandu langsung oleh Prof. Dra. Tuty Arisuryanti, M.Sc., Ph.D. dengan didampingi instruktur. Analisis variasi genetik berfokus pada pemanfaatan genetika untuk tujuan konservasi.
Kegiatan hari kedua ditutup pada pukul 15.00 WIB dengan pemberian sertifikat dan dokumentasi. Melalui kombinasi materi teoritis dan praktik langsung, pelatihan ini diharapkan dapat membekali peserta dengan keterampilan teknis, analitis, dan aplikatif di bidang genetika, sehingga mampu mendukung penelitian dan inovasi di bidang pemuliaan serta konservasi sumber daya hayati. Kegiatan ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 (Pendidikan Berkualitas), poin 14 (menjaga ekosistem laut), dan poin 15 (Menjaga Ekosistem Daratan) melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang riset genetika dan konservasi.
Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada berkesempatan menerima kunjungan ilmiah dari Dr. Cecilia Winata, Kepala Laboratorium Genomik Perkembangan Zebrafish di International Institute of Molecular and Cell Biology, Warsaw. Dalam kuliah tamu bertajuk “Understanding the Heart Using Zebrafish as a Model Organism,” yang berlangsung pada Kamis, 14 Agustus 2025, Dr. Winata membagikan hasil riset mendalam mengenai perkembangan jantung dengan pendekatan genomik menggunakan zebrafish sebagai organisme model.
Dr. Winata menekankan pentingnya memahami proses perkembangan jantung untuk mengungkap penyebab penyakit jantung bawaan (congenital heart disease). Dalam hal ini, zebrafish menjadi model yang sangat berguna karena memiliki detak jantung yang sebanding dengan manusia, serta transparansi embrionya yang memudahkan observasi secara langsung.
Beberapa poin penting yang disampaikan dalam kuliah ini meliputi:
- Dinamika transkriptom kardiomiosit dan lanskap kromatin: Riset ini memetakan perubahan ekspresi gen dan struktur kromatin selama perkembangan jantung, yang mengungkapkan tahapan penting dalam proses tersebut.
- Profil transkriptom dari sinoatrial ring: Struktur ini merupakan pacemaker alami jantung zebrafish. Analisis yang dilakukan menunjukkan adanya program genetik yang konservatif maupun baru, yang relevan dengan sistem pengatur ritme jantung pada manusia.
- Analisis wilayah atrioventrikular canal: Melalui pendekatan genomik dan fisiologis, ditemukan blok-blok molekuler yang membentuk pacemaker sekunder, memberikan pemahaman baru terhadap koordinasi kontraksi jantung.
- Peran SNP (Single Nucleotide Polymorphism): Dr. Winata menjelaskan bahwa variasi genetik kecil seperti SNP berperan penting dalam perkembangan jantung serta potensi risiko terhadap penyakit jantung bawaan dan aritmia.
Dalam penutup, Dr. Winata membuka peluang kolaborasi riset dengan Fakultas Biologi UGM, termasuk bagi mahasiswa yang tertarik untuk melakukan penelitian atau magang di laboratoriumnya di Warsaw.
Kuliah tamu ini tidak hanya memperkaya wawasan mengenai biologi perkembangan jantung, tetapi juga menjadi jembatan menuju kolaborasi ilmiah internasional yang memperkuat peran Fakultas Biologi UGM dalam pengembangan ilmu hayati dan biomedis di tingkat global.
Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta Magelang menyelenggarakan In House Training (IHT) bagi Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) pada 12–13 Agustus 2025. Kegiatan yang bertempat di Polbangtan Yoma Jl. Kusumanegara No.2, Tahunan, Umbulharjo, Yogyakarta dibuka secara resmi oleh Sevi Melati, SP., M.Sc., PLP Ahli Muda yang mewakili Polbangtan Yogyakarta Magelang dan diikuti oleh 9 PLP. Pada kesempatan tersebut, Sevi Melati menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kompetensi PLP, memastikan pengelolaan laboratorium berjalan sesuai standar, serta menjamin keselamatan, dan mutu layanan laboratorium untuk menjamin Pendidikan Berkualitas (SDG No. 4).
Pelatihan menghadirkan narasumber dari Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada yang membawakan materi secara komprehensif dan aplikatif. Pada hari pertama Dr. Ardaning Nuriliani, S.Si., M.Kes. menyampaikan materi Prosedur Operasional Standar (SOP) Penggunaan Alat Laboratorium dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Laboratorium. Sementara itu, Eka Mega Sampurna, A.Md. memberikan pelatihan Pemeliharaan dan Kalibrasi Alat Laboratorium disertai Simulasi Praktik Penggunaan Alat untuk memperkuat pemahaman peserta melalui pembelajaran langsung. Materi – materi tersebut secara langsung dan tidak langsung berperan dalam menjaga Kehidupan Sehat dan Sejahtera (SDG No. 3). Pada hari kedua, Dr. Maryani, M.Sc. membawakan materi terkait Manajemen Laboratorium, termasuk Pencatatan dan Pelaporan Inventaris Alat. Selain itu, beliau juga memandu peserta dalam praktik Pembuatan Preparat Jaringan Tumbuhan meliputi akar, batang, dan daun. Seluruh sesi dirancang interaktif, memadukan teori, diskusi, dan praktik, sehingga peserta dapat menguasai keterampilan teknis sekaligus memahami aspek manajerial laboratorium untuk menunjang Pendidikan Berkualitas (SDG No.4).
Pelaksanaan IHT ini menunjukkan bahwa Polbangtan Yoma berkomitmen mendukung peningkatan kapasitas PLP agar mampu mengelola laboratorium secara efektif, aman, dan efisien yang sesuai dengan tujuan untuk memberikan Pendidikan Berkualitas (SDG No. 4). Keterampilan yang diperoleh peserta ke depan diharapkan tidak hanya menunjang kegiatan praktikum dan penelitian, tetapi juga memperkuat peran laboratorium sebagai pusat pembelajaran dan inovasi di bidang pertanian yang tentu sangat erat kaitannya dengan Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (SDG No. 12) dan Ekosistem Daratan (SDG No. 15). Kegiatan IHT ini ditutup oleh Asih Farmia, SP., M.Agr.Sc. dengan pesan semoga pelatihan ini membawa banyak manfaat bagi PLP. Selain itu, hadirnya Fakultas Biologi, UGM dalam mendukung kegiatan ini diharapkan dapat menginisiasi kerjasama antara Polbangtan Yoma yang dikuatkan dalam Nota Kesepahaman sehingga akan lebih mempercepat tercapainya Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (SDG No. 17). (Kontributor: Ardaning Nuriliani, Maryani, Eka Mega Sampurna).





























































