Ibu Kota Nusantara (IKN) yang telah ditetapkan berada di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara dirancang untuk dibangun dengan konsep forest city atau kota berhutan. Dalam konsep tersebut, sebagai besar kawasan IKN tersusun atas ruang terbuka hijau, baik berupa hutan kota (city forest) dan taman kota di area Kawasan Inti Pusat Pemerintahan maupun di area sekelilingnya. Penerapan konsep forest city tersebut, yang dirancang 75% berupa ruang terbuka hijau bahkan juga mensyaratkan adanya taman kecamatan dan taman kalurahan. Dalam rangka mewujudkan konsep tersebut, Universitas Gadjah Mada mendapatkan kepercayaan dari pihak Otorita Ibu Kota Nusantara untuk menyusun perencanaan pengelolaan kehutanan di wilayah IKN. Tim UGM yang diberi tugas berasal dari berbagai fakultas dan bidang ilmu, yaitu dari Fakultas Kehutanan, Teknik, Hukum, dan Biologi.
Dosen Fakultas Biologi yang tergabung dalam tim tersebut adalah Prof. Dr. Ratna Susandarini, M.Sc. dari Laboratorium Sistematika Tumbuhan. Peran serta dosen bidang Sistematika Tumbuhan dalam tim tersebut adalah dalam penentuan komposisi tumbuhan yang sesuai untuk tiap tipe area ruang terbuka hijau di IKN. Penentuan spesies pohon, perdu, semak, dan herba yang menyusun vegetasi pada berbagai tipe ruang terbuka hijau mempertimbangkan beberapa aspek, diantaranya adalah mempertahankan biodiversitas dengan memasukkan spesies tumbuhan endemik Kalimantan serta tumbuhan yang memiliki fungsi ekologis dan estetis. Tim UGM yang melaksanakan tugas tersebut telah mengadakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di Balikpapan pada tanggal 9 November 2023, dan dilanjutkan ke survei lapangan pada 10 November 2023.
Kegiatan FGD Rencana Induk Keanekaragaman Hayati IKN yang diselenggarakan secara hibrid diikuti oleh perwakilan dari instansi pemerintah yang mengelola hutan, akademisi, dan organisasi non pemerintah yang selama ini berinteraksi dengan masyarakat di wilayah IKN. Masukan dari para pihak dan pemangku kepentingan yang dijaring melalui FGD tersebut akan menjadi pertimbangan dalam penyusunan dokumen perencanaan pengelolaan kehutanan dan panduan lanskap ruang terbuka hijau di IKN. Pada kesempatan survei lapangan, beberapa area yang dikunjungi meliputi kawasan mangrove, lahan yang akan dibangun hutan kota, dan Taman Wisata Alam Bukit Bangkirai sebagai ekosistem referensi.
Kegiatan penyuluhan bertajuk “Pengenalan tentang manfaat dan pembuatan minuman kombucha serta teknik peningkatan pertumbuhan sayuran dengan biostimulan pada ibu-ibu PKK RT 01 dan RT 02 dusun Blotan, Wedomartani, Sleman.” telah dilakukan pada hari Jum’at, tanggal 3 November 2023 pukul 15:30 sd 17:00 di pendopo Dusun Blotan. Acara ini dilaksanakan dalam rangka pelaksanaan kegiatan MBKM Pengabdian Kepada Masyarakat th 2023 yang diketuai oleh Prof. Dr. Kumala Dewi MSC.St dan didukung oleh dua orang mahasiswa yaitu Alfina Damayanti (20/458260/BI/10493) dan Estherina Claudya Manurung (20/461037/BI/10588).
Paparan tentang manfaat minuman kombucha dan cara pembuatannya dijelaskan oleh Prof. Dr. Endah Retnaningrum. M.Eng. Dalam penjelasannya disebutkan bahwa minuman kombucha merupakan salah satu produk fermentasi yang kaya akan antioksidan dan probiotik. Minuman ini populer di banyak negara, karena manfaatnya yang berlimpah, mulai dari menjaga kesehatan saluran pencernaan hingga menurunkan risiko terjadinya penyakit jantung. Minuman kombucha dapat dibuat dari seduhan teh maupun dari berbagai jenis ekstrak buah-buahan termasuk juga dari seduhan rosella, bunga telang, sereh dan sebagainya. Pembuatan minuman kombucha dimulai dengan menyiapkan larutan teh atau ekstrak buah-buahan yang ditambah gula dan direbus sampai mendidih, kemudian didinginkan dan selanjutnya dimasukkan dalam toples steril dan difermentasi dengan SCOBY (Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast). Scoby adalah koloni mikroorganisme yang terdiri dari bakteri asam asetat dan khamir untuk membantu proses fermentasi kombucha. Bakteri asam asetat dominan yang terdapat pada kombucha antara lain dari genus Acetobacter dan Gluconobacter, serta khamir genus Saccharomyces, Schizosaccharomyces, dan Zigosaccharomyces. Khamir akan menggunakan gula pada substrat dan mengkonversinya untuk menghasilkan alkohol. Selanjutnya alkohol akan diubah menjadi asam asetat oleh bakteri asam asetat. Toples ditutup dengan kain steril dan proses fermentasi dilakukan selama 4-14 hari. Semakin lama fermentasi maka rasa minuman kombucha akan semakin asam dan rasa manis akan semakin berkurang. Lama fermentasi yang disarankan adalah 14 hari karena gula telah benar-benar difermentasi. Dalam kegiatan ini peserta sangat antusias mencicipi minuman kombucha yang dibuat. Beberapa peserta juga tertarik dan membawa sampel minuman kombucha, serta Scoby untuk dicoba difermentasi dirumah masing-masing.
Paparan tentang biostimulan dijelaskan oleh Prof. Dr. Kumala Dewi MSc.St. Saat ini ketersediaan pupuk sintetik makin berkurang dan harga pupuk sintetik cukup tinggi. Untuk memperoleh produk sayuran yang baik dapat diupayakan dengan penambahan biostimulan yang mengandung asam-amino serta hormon. Dari contoh tanaman yang telah disiapkan yaitu sawi bakso dan sawi pokcoy terlihat bahwa tanaman yang diberi biostimulan tumbuh lebih subur, daun lebih hijau dan lebar serta berbunga lebih cepat dibanding tanaman kontrol. Biostimulan juga aman untuk tanaman karena dibuat dari bahan organik. Aplikasi biostimulan dengan dosis tertentu dapat mempertahankan pertumbuhan dan hasil tanaman tetap baik walaupun dosis pupuk sintetik dikurangi sampai setengahnya. Dari acara penyuluhan ini para ibu-ibu anggota PKK merasa senang dengan tambahan ilmu yang diberikan dan diharapkan perannya dalam mendukung kehidupan masyarakat yang sehat serta kelestarian lingkungan pertanian dapat terus dilanjutkan.
Jumat, 10 November 2023, Tim Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat-Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (PkM-MBKM) Fakultas Biologi UGM yang diketuai oleh Prof. Dr. Rarastoeti Pratiwi, M.Sc. (Ibu Raras), dengan tiga anggota mahasiswa yakni: Aisya Syam Mahanani, Lathifa Haya Nuraziza, dan Oktaviani Setiati, telah melaksanakan kegiatan “Pelatihan Pembuatan Minuman Kesehatan Berbahan Kering dan Penyampaian Hasil Kegiatan PkM-MBKM 2023”. Kegiatan ini dilaksanakan di Rumah Data Kependudukan Malangrejo, Kelurahan Wedomartani, Ngemplak, Sleman, D.I.Yogyakarta pada pukul 15.30 – 17.30 WIB. Acara ini dihadiri oleh Dukuh Malangrejo (Bapak Sarbini) yang didampingi oleh Ibu Lurah Wedomartani (Ibu Titik Puji Lestari), serta ibu-ibu Kelompok Wanita Tani dan kader posyandu yang terlibat dalam kegiatan ini.
Kegiatan pelatihan dan penyampaian hasil yang dilaksanakan merupakan kelanjutan sekaligus sebagai kegiatan penutup program PkM-MBKM di tahun 2023. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan diversitas produk olahan minuman sehat dengan mengkombinasikan tanaman pewarna alami seperti bunga telang dan kunyit. Produk olahan minuman kering ini dinilai lebih awet untuk disimpan dan lebih praktis untuk dikonsumsi sesuai kebutuhan. Selain itu, produk ini lebih mudah untuk mendapatkan izin edar apabila ingin dipasarkan karena masa simpannya yang lama hingga lebih dari 7 hari. Pada kegiatan pelatihan yang dilaksanakan, digunakan 4 jenis resep minuman herbal yang nantinya dapat dimodifikasi kembali oleh Ibu-ibu KWT sesuai selera masing- masing. Empat jenis resep tersebut berupa resep wedang rempah, teh telang lemon madu, teh telaga manis, dan juga teh bugar. Sedangkan pada kegiatan penyampaian hasil kegiatan, laporan akhir diserahkan kepada padukuhan dalam bentuk booklet yang disertai dengan daftar barang hibah program PkM-MBKM tahun 2023. Kegiatan ini juga mendukung program Sustainable Development Goals (SDGs) untuk tujuan ke 3 yakni kehidupan sehat dan sejahtera (good health and well-being)
Kegiatan pelatihan dan penyampaian hasil kegiatan diawali dengan pembukaan dari Ibu Lurah Wedomartani, Bapak Dukuh Malangrejo, dan Ketua Kegiatan. Setelah sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan hasil kegiatan selama dua semester terlebih dahulu yang disampaikan oleh Ketua Kegiatan, yakni Ibu Raras. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan booklet hasil kegiatan dan daftar barang hibah program PkM-MBKM tahun 2023 secara simbolik sebagai penanda berakhirnya kegiatan program PkM-MBKM di Padukuhan Malangrejo tahun 2023. Setelah penyerahan hasil akhir dilaksanakan, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan minuman kesehatan berbahan kering. Pelatihan ini diawali dengan demo dan penjelasan mengenai teknik preparasi bahan kering oleh mahasiswa anggota tim PkM-MBKM Fakultas Biologi 2023, dimulai dari pemilihan bahan rimpang yang sesuai, pencucian bahan, pengirisan, pengeringan dengan teknik kering-angin, hingga pengeringan dengan menggunakan oven. Setelah demo preparasi bahan kering, pelatihan dilanjutkan dengan pembuatan empat resep yang telah disediakan, yaitu resep wedang rempah, teh Telang Lemon Madu, teh Telaga Manis (telang, kapulaga, kayu manis) dan juga teh Bugar (campuran berbagai rempah). Dalam kegiatan ini, Ibu- Ibu KWT berperan aktif dan antusias mengikuti proses pembuatan minuman-minuman herbal tersebut. Setelah seluruh resep sudah siap dinikmati, dilaksanakan uji organoleptik (tingkat kesukaan dalam rasa) bersama-sama peserta pelatihan.
Pada awal dan juga akhir kegiatan, dilaksanakan pretest dan posttest untuk menguji pemahaman masyarakat, khususnya ibu-ibu anggota KWT, mengenai pelatihan yang telah dilakukan pada sore hari tersebut. Dari hasil pretest dan posttest tersebut, didapatkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman masyarakat sebesar 80.71% mengenai teknik preparasi bahan kering dan resep-resep yang telah dijelaskan dalam pelatihan. Acara ini kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi untuk mengakhiri kegiatan penutupan PkM MBKM tahun 2023. Segenap tim PkM MBKM di Malangrejo mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat untuk menyukseskan program ini dan berharap semoga program yang telah dilaksanakan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di padukuhan Malangrejo.
Konferensi yang diselenggarakan dalam konteks Program Pendidikan Thalassemia International Federation (TIF), menampilkan dua program paralel – Program Ilmiah untuk Profesional di bidang pendidikan dan kesehatanan, serta program untuk Pasien/Orang Tua. Dua Dosen Fakultas Biologi UGM, Dr. Niken Satuti Nur Handayani, M.Sc. dan Indra Lesmana, M.Sc. mengikuti Program Ilmiah yang mencakup berbagai topik mengenai Optimal Multidisciplinary Care, New Research Advances for Innovative Therapies and Cure, dan Emerging Concerns for Thalassemia, Sickle Cell Disease, and Other Rare Anemias, yang membahas upaya dan cara meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup pasien.
Konferensi diselenggarakan di Grand Hyatt Hotel, Kuala Lumpur, Malaysia pada tanggal 3-5 November 2023 diikuti peserta yang berasal dari lebih dari 60 negara di seluruh dunia. Pada kesempatan ini Dosen Fakultas Biologi UGM menampilkan poster dengan judul Mutation spectrum of β-globin gene in patients with β-thalassemia at dr. R. Goeteng Taroenadibrata Hospital, Purbalingga, Central Java, Indonesia dan judul lain yaitu The hidden beta thalassemia mutation in hemoglobin fraction analysis : HBB. IVS-II-666 (C>T) ditampilkan bersama Grup Thalassemia UGM.
Berbagai diskusi mengenai isu-isu yang sangat penting berkaitan dengan program peningkatan kapasitas yang akan memungkinkan partisipasi dan advokasi pasien yang proses pengambilan keputusan dan kebijakan pemerintah dalam pengelolaan dan pencegahan munculnya kasus baru sangat bermanfaat untuk evaluasi sejauh mana pengelolaan dan kebijakan penanganan kasus thalassemia di Indonesia. Diselenggarakan oleh the Thalassaemia International Federation (TIF) bekerjasama dengan the Federation of Malaysian Thalassaemia Societies, the Malaysian Society of Haematology, the Malaysian Society of Paediatric Haematology & Oncology yang berada di bawah naungan Kementerian Kesehatan Malaysia, konferensi ini memberikan kesempatan luar biasa bagi semua pihak untuk menjembatani perspektif dari berbagai disiplin ilmu dan untuk menjawab tantangan peningkatan kesehatan dan kualitas kehidupan mereka yang terkena hemoglobinopati. Selain itu memberikan kesempatan pula bagi para peneliti untuk bertukar pikiran dan bekerjasama dalam memecahkan permasalahan dalam penanganan hemoglobiopati.
Keikutsertaan dalam kegiatan ini mendukung SDG’s pilar 3, yaitu Kesehatan yang baik dan kesejahteraan (good health and well-being). Menerapkan gaya hidup yang sehat, serta mendukung kesejahteraan bagi semua untuk segala rentang usia; dan pilar 17 yaitu Kemitraan untuk mencapai tujuan (partnership for the goals). Memperkuat ukuran implementasi dan merevitalisasi kemitraan global untuk pembangunan berkelanjutan.
Kombucha merupakan salah satu minumam fermentasi yang mengandung bakteri asam asetat yang bersifat probiotik serta bermanfaat sebagai minuman tradisional maupun minuman herbal. Keberadaan bakteri asam asetat dengan sifat probiotik dalam produk kombucha menjadikan produk tersebut bersifat fungsional bagi tubuh manusia antara lain mampu menjaga kesehatan saluran pencernaan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, serta menjaga imun tubuh. Selama penyimpanan, kualitas produk kombucha dapat menurun akibat kondisi dan lama penyimpanan yang tidak sesuai.
Tim Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Penelitian, Fakultas Biologi, UGM yang diketuai oleh Prof. Dr. Endah Retnaningrum, M, Eng dan didukung oleh tiga orang mahasiswa yaitu Audy Syavanova, Khilin Shafa Nisa, dan Virsandhita Althafio Ribowo dari 28 Agustus sampai 23 Oktober 2023 telah melakukan kegiatan penelitian pengujian produk fermentasi kombucha lemon teh “Kopi Oemah Martani”. Kualitas produk kombucha dengan penyimpanan suhu ruang dan penyimpanan suhu kulkas, masing masing dengan waktu simpan selama 0, 7 dan 14 hari dibandingkan berdasarkan observasi beberapa parameter uji. Parameter uji yang dianalisis meliputi nilai pH, kadar gula, kadar asam asetat, jumlah bakteri asam asetat, jumlah khamir serta jumlah bakteri coliform. Hasil pengujian tersebut menunjukkan produk kombucha lemon teh yang disimpan pada suhu kulkas selama 7 hari menunjukkan kualitas paling baik dengan rasa serta aroma yang paling disukai responden.
Yogyakarta, 7 November 2023 – Fakultas Biologi UGM menerima kunjungan delegasi asal National Central University (NCU), Taiwan diantaranya Prof. Adam Huang dari Department of Biomedical Sciences and Engineering, dan Prof. Fu-Guo Robert Liu dari Department of Life Sciences. Kunjungan tersebut diterima di Ruang Sidang KPTU Fakultas Biologi UGM oleh Dr. Bambang Retnoaji, M.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Slamet Widiyanto, M.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia, Sukirno, Ph.D. selaku Kepala Program Studi Sarjana, Nur Indah Septriani, Ph.D. selaku Kepala Kantor Urusan Internasional Fakultas Biologi, dan Tyas Ikhsan Hikmawan, Ph.D. selaku Sekretaris Kantor Urusan Internasional Fakultas Biologi UGM.
Kunjungan NCU ke Universitas Gadjah Mada kali ini bertujuan untuk menjaring mahasiswa UGM dalam sesi wawancara untuk program internasional mereka yang bekerja sama dengan UGM. Dalam kunjungannya ke Fakultas Biologi, Prof. Adam dan Prof. Fu-Guo memaparkan terkait departemen mereka masing-masing serta kolaborasi yang dapat diinisiasi dengan UGM terutama dengan Fakultas Biologi.
Fakultas Biologi sudah menjalin kolaborasi dengan NCU melalui student interview dan mini symposium yang telah dilaksanakan pada Selasa (12/9) lalu, bersama dengan National Health and Research Institute (NHRI), Taiwan. Pada pertemuan kali ini khususnya dibahas terkait inisiasi Double Degree untuk program sarjana, magister, hingga doktor khususnya dengan Department of Life Sciences NCU. Fakultas Biologi juga turut menyampaikan potensi kolaborasi dalam kegiatan International Conference (ICBS) maupun International Summer Course yang rutin diselenggerakan oleh Fakultas Biologi. Prof. Fu-Guo menyambut baik inisiasi kerja sama tersebut dan diharapkan dapat menjadi jembatan yang baik dalam peningkatan pendidikan di kedua institusi.
Kolaborasi Fakultas Biologi dengan NCU dalam pelaksanaan Mini Symposium dan Scholarship Interview menunjukkan komitmen Fakultas Biologi dalam perannya dalam pembangunan berkelanjutan sesuai dengan Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu kehidupan sehat (SDG 3), kualitas pendidikan yang inklusif untuk semua kalangan (SDG 4), serta kemitraan dalam mencapai tujuan yang berkesinambungan (SDG 17).
Angkat ide bertajuk “Smart Integrated Education System of Agrotourism Community Services”, dosen Fakultas Biologi UGM, Ganies Riza Aristya, Ph.D., berhasil menyabet penghargaan Outstanding Flagship Project dalam RCE Awards for Innovative Projects on Education for Sustainable Development (ESD) 2023. RCE Awards merupakan penghargaan yang mengapresiasi program dan proyek yang berfokus pada pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. Kontribusi ini sebagai wujud nyata dalam mengatasi tantangan pembangunan berkelanjutan di daerah. Program yang direkognisi adalah program yang melibatkan transformasi pengajaran dan penelitian serta menunjukkan kontribusi aktif masyarakat, hingga keterlibatan mitra maupun pemangku kepentingan terkait.
Berfokus pada pembangunan Desa Sendangsari dan Desa Sidomulyo, Pengasih, Kulon Progo, Ganies dan Tim KKN UGM yang ia bina menyoroti potensi agrikultur kedua desa tersebut dalam membangun Desa Wisata berbasis pertanian berkelanjutan. Potensi tersebut sekaligus tantangan, dimana produk lokal yang potensial, secara kualitas dan kuantitas, mengalami penurunan usai pandemi COVID-19 lalu. Dukungan teknologi dan pendidikan hingga pengembangan produk UMKM menjadi sorotan dalam pengembangan desa yang masyarakatnya masih bergantung pada sektor pertanian tersebut. Hal ini selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals; SDGs) dalam peningkatan pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi masyarakat (SDG 8). Ganies turut menyoroti keterlibatan Kelompok Wanita Tani yang berperan aktif dalam pengolahan dan pengelolaan hasil tani, mendukung kesetaraan gender dalam pembangunan ekonomi desa (SDG 5).
Agrowisata merupakan konsep yang menggabungkan aktivitas pertanian dengan pariwisata yang ramah lingkungan dan turut berkontribusi dalam ekonomi komunitas lokal di dalamnya. Smart Integrated Education System atau Sistem Pendidikan Cerdas Terpadu, oleh Ganies diaplikasikan dalam pengembangan agrowisata, berupaya untuk mengangkat potensi masyarakat lokal melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan (SDG 4), keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan, hingga penggunaan teknologi yang inovatif. Di samping itu, konsep tersebut turut mendukung kesadaran terhadap konservasi dan pelestarian lingkungan dan pertanian yang berkelanjutan, baik untuk masyarakat setempat maupun wisatawan (SDG 14 dan 15).
Ide ini diharapkan dapat mewujudkan sektor agrowisata yang berkelanjutan, meningkatkan kesadaran pelestarian lingkingan sekaligus mempromosikan budaya setempat dan memberikan manfaat ekonomi pada masyarakat setempat.
Dekan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, S.Si.,M.Agr.Sc.,Ph.D., berkesempatan menjadi narasumber utama dalam Pelatihan Teknik Poliploidisasi dan Budidaya dalam meningkatkan produksi bawang merah. Pelatihan ini diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian Universitas Islam Madura pada hari Rabu, 6 November 2023, mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB di Kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kostratani Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono,S.Si.,M.Agr.Sc.,Ph.D., sebagai seorang pakar biologi, hadir sebagai narasumber dalam pelatihan tersebut memberikan materi yang berfokus pada Teknik Poliploidisasi dan Budidaya Bawang Merah. Materi yang disampaikan bertujuan untuk memberikan wawasan dan keterampilan kepada para petani dalam upaya meningkatkan produksi bawang merah. Kegiatan pelatihan ini merupakan bagian dari Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa) Tahun 2023 dengan tema “Optimalisasi Produksi dan Pemasaran Bawang Merah Melalui Teknologi Bio-Poliploidisasi, Pengering Tenaga Surya Tipe Piramid, dan Digital Marketing Sebagai Upaya Peningkatan Pendapatan Petani Bawang Merah di Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep.”
Pelatihan ini ditujukan untuk para petani, dengan tujuan utama adalah mengembangkan dan menyebarluaskan teknologi poliploidi yang sederhana dan efektif. Selain meningkatkan hasil budidaya bawang merah, pelatihan ini juga mendukung komoditas unggulan Pulau Madura.Setelah penyampaian materi, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Pada sesi ini para audiensi yang mana dihadiri oleh para petani berpartisispasi aktif dalam diskusi sehingga acara berlangsung interaktif dan menarik.
Adanya pelatihan tersebut menunjukkan dukungan terhadap pelaksanaan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam perwujudan pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi yang layak sekaligus kehidupan yang sejahtera (SDG 8 dan SDG 3). Kerjasama antara Dekan Fakultas Biologi UGM dengan Fakultas Pertanian Universitas Islam Madura diharapkan dapat memperkuat silaturahmi dan memberikan dampak positif pada kedua belah pihak. Pelatihan ini juga diharapkan dapat meningkatkan hasil budidaya bawang merah, yang sejalan dengan upaya mendukung pembangunan berkelanjutan dan kemitraan untuk mencapai tujuan (SDG 17).
Berkaitan dengan kelanjutan pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka, Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada tahun 2023 di dusun Blotan, yang diketuai oleh Prof. Dr. Kumala Dewi MSc.St, dan didukung oleh dua orang mahasiswa yaitu Alfina Damayanti (20/458260/BI/10493) dan Estherina Claudya Manurung (20/461037/BI/10588), telah dilakukan kegiatan penyuluhan tentang (1) Pewarna alami makanan dan kain serta (2) Pengolahan sampah organik dengan ember tumpuk. Kegiatan penyuluhan dilaksanakan di Pendopo dusun Blotan pada hari Kamis, tanggal 12 Oktober 2023 pukul 15:30 sampai 17:00 wib. Hadir dalam kegiatan tersebut ketua PKK RT 01 blotan dan 12 ibu-ibu anggota PKK RT01. Materi penyuluhan disampaikan oleh Prof. Dr. Kumala Dewi MSc.St.
Dalam paparannnya dijelaskan keuntungan dan kerugian penggunaan pewarna sintetik dibanding pewarna alam. Penggunaan pewarna alam baik dalam hal pembuatan makanan atau minuman maupun untuk pewarnaan kain batik akan mendukung program Sustainable Development Goals (SDGs) terutama tujuan no 2 yaitu mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan perbaikan gizi serta mendorong pertanian berkelanjutan. Pewarna alam yn,g dikenalkan dalam penyuluhan ini diantaranya bunga telang (Clitorea ternatea L), rosela (Hibiscus sabdarifa L) yang berturut-turut dapat digunakan untuk memberi warna biru atau merah pada makanan maupun minuman, Disamping itu juga ada jenis-jenis tanaman lain yang dapat digunakan untuk pewarna makanan seperti kunyit, daun suji maupun beras hitam. Selain memberi warna alami, penggunaan seduhan bunga telang, kelopak rosela, maupun beras hitam juga dapat mendukung kesehatan karena masing-masing mengandung senyawa yang bermanfaat sebagai antiokdisan seperti antosianin dan vitamin C. Dengan menanam sendiri bunga telang, rosela ataupun tanaman lain yang bermanfaat juga dapat menambah keasrian lingkungan. Terkait dengan pewarna kain, dijelaskan oleh Prof. Kumala Dewi MSc.St bahwa daun tanaman indigo (Indigofera tinctoria L) yang tergolong legum dapat diproses untuk menghasilkan pewarna Indican yang memberi warna biru pada kain. Penggunaan pewarna alam untuk kain juga dapat mengurangi pencemaran perairan yang sering terjadi disekitar industri batik yang menggunakan pewarna sintetik. Penanaman Indogofera juga mudah dan tanaman ini dapat bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah.
Selain penjelasan tentang pewarna alam, dipaparkan pula tentang pengolahan sampah organik rumah tangga untuk dibuat pupuk cair menggunakan ember tumpuk. Hal ini dilakukan dalam upaya mendukung penyelesaian masalah sampah yang beberapa waktu terakhir ini menjadi trending news karena lahan-lahan penampungan sampah rumah tangga sudah penuh. Pemilahan jemis sampah rumah tangga perlu dlakukan secara disiplin oleh setian anggota rumah tangga. Sampah organik dapat dikumpulkan dalam ember tumpuk dan dengan bantuan lalat Hermetia illucens yang bertelur dalam sampah tersebut, maggot dapat memakan sampah dan dan terbentuk pupuk cair maupun padatan sisa sampah. Keduanya dapat digunakan untuk pupuk tanaman sayuran yang ditanam dalam polybag maupun ditanam di lahan. Dari hasil analisis yang pernah dilakukan, pupuk cair dari pengolahan sampah organik dengan ember tumpuk dan bantuan maggot lalat hitam, mengandung hormon juga asam-asam amino yang bermanfaat untuk mmacu pertumbuhan tanaman.
Dalam acara penyuluhan ini juga disajikan makanan kecil agar-agar yang diberi warna dengan pewarna alami biru (dari bunga telang) dan merah (dari rosella), selain itu juga diberikan 5 unit ember tumpuk untuk dapat digunakan dalam praktek pengolahan sampah organik rumah tangga. Peserta penyuluhan sangat antusias dalam menanggapi penyuluhan melalui beberapa pertanyaan yang didiskusikan dan bagi yang menerima ember tumpuk akan melaporkan penggunaannya dalam bentuk video serta produk pupuk cair yang dihasilkan. Dari kegiatan penyuluhan kepada ibu-ibu PKK di dusun Blotan ini, peran wanita dalam mendukung keamanan pangan bagi keluarga serta kelestarian lingkungan diharapkan dapat terbangun dan berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Merdeka Belajar Kampus Merdeka (PKM-MBKM) tahun 2023 dengan judul Penguatan Kemandirian Kelompok Wanita Tani Pedukuhan Kepuh Wetan Kalurahan Wirokerten melalui Budidaya dan Pengolahan Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) telah dilaksanakan pada hari Sabtu, 4 November 2023 dengan pemaparan mengenai pengolahan, strategi pemasaran, serta branding produk yang bernama “Tiramanda” sebagai nama produk yang diperoleh dari kata jamur tiram dan KWT Amanda.
Dalam kegiatan tersebut Ketua Tim, Prof. Dr. Diah Rachmawati, S.Si., M.Si. memaparkan budidaya jamur tiram dan produk olahannya sangat prospektif untuk dikembangkan dalam rangka penguatan kemandirian dengan berwirausaha secara mandiri dan turut berkontribusi dalam peningkatan perekonomian masyarakat (SDG 8). Selanjutnya, Dr. Siti Nurbaiti, S.Si. bersama 4 orang mahasiswa Ika Izma Putri, Kusnadianta Yudha Pratama, Dana Abruri, Airlangga Wibisono memberikan materi mengenai cara pembuatan produk olahan dari jamur tiram beserta resep pembuatannya, cara berwirausaha dengan memaparkan analisis SWOT dan analisis ekonomi, cara packaging produk olahan, strategi pemasaran dan branding produk yang dimulai dengan membuat logo brand produk.
Setelah pemaparan materi dilanjutkan dengan kegiatan praktik pengolahan jamur tiram menjadi beberapa produk olahan jamur tiram yaitu dimsum, nugget dan sate jamur tiram. Ketiga olahan ini dipilih berdasarkan potensi olahan jamur tiram, kemudahan dalam membuat olahan jamur tiram, serta prospek pemasarannya. Pengolahan tersebut dilakukan bersama-sama oleh tim PKM-MBKM serta KWT Amanda untuk mencoba resep yang telah dirancang sebelumnya. Pengolahan dilanjutkan dengan packaging dengan mencontohkan cara membungkus dan mengemas hasil olahan jamur dengan baik dan benar pada packaging yang telah ditempel oleh sticker brand “Tiramanda”. Masing masing olahan jamur tiram memiliki warna yang berbeda dan khusus pada logo brand agar mempermudah pembeli untuk membedakan jenis olahan jamur tiram dan menarik perhatian pembeli. Selama kegiatan berlangsung, ibu ibu KWT sangat antusias proses praktik pembuatan olahan jamur tiram dengan memodifikasi resep yang nanti akan disesuaikan dengan target konsumen. Pada akhir kegiatan, dilakukan pembuatan video testimoni resep pengolahan jamur tiram oleh tim PKM-MBKM bersama KWT Amanda yang kemudian ditutup dengan foto bersama.



































