Arsip:
Kerja Sama
Yogyakarta, 25 Oktober 2025 – Fakultas Biologi UGM menyelenggarakan kuliah tamu yang menghadirkan ahli konservasi satwa liar dari Australian National University (ANU), Australia, Dr. George Olah. Kuliah tersebut berlangsung di Auditorium Biologi Tropika Fakultas Biologi UGM dan dihadiri oleh mahasiswa hingga dosen Fakultas Biologi UGM.
“Ini adalah kesempatan yang baik untuk kolaborasi berkelanjutan antara Fakultas Biologi UGM dengan Australian National University, Australia” Dr. Bambang Retnoaji selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan dalam sambutannya Jumat (25/10). Dr. Bambang juga tak lupa menyampaikan pada mahasiswa untuk aktif menuntut ilmu selama perkuliahan tersebut berlangsung.
Dr. George merupakan ahli konservasi satwa liar dari Fenner School of Environment and Society ANU. Risetnya berfokus pada ekologi tropis, konservasi genetik, dan manajemen konservasi khususnya konservasi burung. Dr. George juga terlibat dalam berbagai proyek konservasi di Indonesia salah satunya dengan Yayasan Kakatua Indonesia.
Dr. George memaparkan presentasi kuliahnya dengan tajuk “The role of conservation genetics in the study of parrot conservation”. Ahli ekologi dan konservasi menyampaikan terkait pohon filogeni parrot atau burung kakatua, hingga statusnya yang sebagian jenis diantaranya berada di ambang kepunahan. Ancaman kepunahan tersebut disebabkan oleh aktivitas pertanian, perburuan, pembalakan hutan, perubahan iklim, adanya spesies invasif, dan aktivitas manusia yang mempengaruhi keberadaan kakaktua. Ancaman besar lainnya yaitu maraknya perdagangan illegal terhadap burung-burung eksotis tersebut. ASEAN dan Indonesia sendiri menjadi salah satu lokasi maraknya perdanganan illegal tersebut. Dr. George mengajak para mahasiswa untuk sadar dan perpartisipasi dalam upaya penanggulangan perdanganan illegal hewan liar melalui berbagai upaya konservasi dan peningkatangan kesadaran masyarakat.
Para peserta antuasias dalam mengikuti perkuliahan tersebut hingga kritis dalam sesi tanya jawab selanjutnya. Melalui kuliah umum tersebut diharapkan dapat menjadi pendorong inovasi khususnya para civitas akademika dalam kontribusi riset pelestarian ekosistem yang berkelanjutan (SDG 4 dan 15) melalui kolaborasi antara Fakultas Biologi UGM dan Australian National University (SDG 17).
Yogyakarta, 3 Oktober 2024 – Laboratorium Bioteknologi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada baru-baru ini menerima kunjungan resmi dari PT. East West Seed Indonesia dalam rangka menjajaki kerjasama penelitian di bidang pemuliaan tanaman, khususnya sayuran. Dalam pertemuan ini rombongan tamu dari PT. East West Seed Indonesia dipimpin oleh Muryanto, S.P. M.Si. selaku General Manager RND for Non-Breeding, didampingi timnya dari Departemen Bioteknologi yaitu Boy Valenza Damiri, S.Si., M.Sc., M Nur Fatkhurrohman, S Si., dan Sandi Arya Rumintang, S.Si., M.Si. Rombongan diterima oleh Tim peneliti Lab Bioteknologi Fakultas Biologi UGM, yaitu Prof. Dr. Endang Semiarti M.S., M.Sc. selaku Kepala Laboratorium, didampingi 3 orang staf dosen/peneliti Wahyu Aristyaning Putri, M.Sc., Ph.D., Dr. Eng. Thoriq Teja Samudra, M.Sc., dan Aries Bagus Sasongko, M. Biotech.
Dalam kunjungan yang merupakan kunjungan pertama bagi PT. East West Seed Indonesia ke Laboratorium Bioteknologi Fakultas Biologi UGM ini, dibahas sejumlah opsi kerjasama potensial yang berfokus pada pemuliaan tanaman sayur serta interaksi antara tanaman dan mikroorganisme. Diskusi ini mencakup kemungkinan penelitian terhadap beberapa komoditas unggulan yang lain seperti semangka, melon, labu, paria, kacang panjang, caisim dan gambas/ oyong.
Pembahasan Kerjasama dan Potensi Penelitian
East West Seed Indonesia, sebagai perusahaan yang konservatif dalam isu rekayasa genetika menyatakan siap memberikan kontribusi dalam bentuk kerjasama riset unggulan ataupun mengirimkan stafnya untuk belajar di Fakultas Biologi UGM. Fokus penelitian diantaranya adalah pengembangan protokol Double Haploid di tanaman sayuran, riset di bidang in vitro selection dan mutagenesis, serta eksplorasi interaksi antara tanaman sayuran dan mikroorganisme yang dapat mendukung peningkatan hasil panen dan ketahanan tanaman.
Dalam pertemuan ini, disepakati bahwa beberapa bentuk kerjasama yang paling potensial adalah kerjasama penelitian yang dilakukan di laboratorium Bioteknologi – PT. East West Seed Indonesia. Tim UGM akan difasilitasi dengan dukungan in-kind dari pihak Perusahaan (penyediaan plasma nutfah, fasilitas laboratorium, serta alat dan bahan penelitian), sementara tim peneliti/ mahasiswa Fakultas Biologi UGM hanya perlu menanggung biaya hidup secara mandiri selama proses penelitian di lapangan tersebut berlangsung.
Prof. Endang juga menambahkan bahwa bentuk kerjasama yang akan dilakukan dengan PT. East West Seed Indonesia akan diajukan dalam bentuk perjanjian umum dan berfungsi sebagai payung kerjasama. “Kerjasama ini akan dirancang fleksibel dengan berbagai opsi yang dapat disesuaikan, mulai dari kontribusi dalam bentuk bibit hingga penelitian di lapangan,” ujar Prof. Endang.
Dari Pihak PT. East West Seed Indonesia juga mengharapkan agar Prof. Dr. Endang Semiarti M.S., M.Sc. juga dapat berkunjung ke PT. East West Seed Indonesia untuk berbagi pengetahuan (sharing knowledge), inspirasi dan semangat khususnya bagi para peneliti muda di sana.
Kunjungan ini merupakan langkah awal yang positif dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri, dengan tujuan menghasilkan inovasi di bidang pemuliaan tanaman yang bermanfaat bagi sektor pertanian Indonesia. Hal ini selaras dengan tujuan Fakultas Biologi UGM untuk mendukung tujuan pembangungan berkelanjutan nomor 15 yaitu life on land dimana pemuliaan tanaman sayur bisa meningkatkan kualitas hidup manusia. (Thoriq)
Leiden, 25 September 2024 – Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada kembali memperluas rekognisinya di kancah internasional melalui kolaborasi dengan salah satu universitas terbaik dunia, Leiden University, Belanda. Bertempat di Gorlaeus Building, Faculty of Science, Leiden University, Fakultas Biologi UGM resmi menjalin kerja sama Perjanjian Doktoral Bersama (Joint Doctoral Degree Agreement) dengan Graduate School, Faculty of Science, Leiden University. Penandatanganan resmi dilaksanakan oleh Dekan Faculty of Science, Leiden University, Prof. dr. Jasper Knoester didampingi oleh Prof. Mirwan Ushada, S.TP., M.App.Life.Sc. selaku Direktur Peneilitian UGM dan Luthfi Nurhidayat, M.Sc. selaku Dosen Fakultas Biologi UGM sekaligus mahasiswa Ph.D. di Institute of Biology, Leiden University. Perjanjian tersebut sebelumnya telah ditandatangani oleh Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. pada agenda Dies Natalis Fakultas Biologi ke-69, maupun oleh Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D.
Prof. Jasper menyampaikan harapannya bahwa penandatangan MoA ini akan membuat kerjasama antara UGM dan Leiden khususnya kedua Fakultas dapat semakin erat dan segera ada tindak lanjut dengan adanya mahasiswa Ph.D.
Melalui kesempatan tersebut, Prof. Mirwan menyampaikan kolaborasi Leiden University dan Universitas Gadjah Mada terlah berlangsung sebelumnya khususnya untuk kolaborasi INUCoST (Indonesian Netherland University Consorsium on Sustainable Future) yang tahun depan akan berfokus pada tema kesehatan, maupun kolaborasi pembentukan Fasilitas Riset Zebrafish. Direktur Penelitian UGM tersebut berharap kolaborasi tersebut dapat diperkuat dengan adanya mahasiwa Ph.D. yang meneliti menggunakan fasilitas tersebut untuk mendukung pengembangan penelitian di bidang kesehatan dan pengujian produk alami Indonesia.
Pada pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Dr. Pieter Schipper selaku Head Academic Affairs Science, Prof. dr. Herman Spaink yang sekaligus merupakan adjunct professor di Fakultas Biologi UGM, serta Prof. Paul Kessler dari Hortus Botanicus Leiden University.
Melalui kolaborasi tersebut diharapkan dapat kontribusi terhadap perkembangan penelitian dengan pendidikan di Indonesia, sejalan dengan dukungan terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals; SDGs) khususnya dukungan terhadap pendidikan yang inklusif melalui kemitraan yang berkelanjutan (SDG 4 dan SDG 17).
Yogyakarta, 27 Agustus 2024 – Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyelenggarakan Kuliah Umum bersama ahli ekologi konservasi dari School of Life and Environmental Sciences, Deakin University, Australia yaitu Prof. Raylene Cooke, dan Prof. John White. Perkuliahan tersebut dilaksanakan di Ruang Kelas 2, Gedung B, Fakultas Biologi UGM, dan dihadiri oleh mahasiswa sarjana hingga doktor dari Fakultas Biologi UGM.
“Ini adalah kesempatan yang baik untuk kolaborasi berkelanjutan antara Fakultas Biologi UGM dengan Deakin University, Australia” tukas Prof. Budi selaku Dekan Fakultas Biologi UGM dalam sambutannya Selasa (27/8). Prof. Budi juga menyampaikan kepada para mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan ini menggali ilmu yang informasi sebanyak-banyaknya.
Tyas Ikhsan Hikmawan, Ph.D. selaku Dosen Fakultas Biologi UGM yang bertindak sebagai moderator pada kesempatan tersebut selanjutnya memperkenalkan kedua panelis dalam kuliah tamu. Prof. Raylene Cooke merupakan ahli ekologi dan konservasi biologi dengan fokus studinya terkait predator dan respons mereka terhadap dinamika perubahan lingkungan seperti urbanisasi. Prof. John sendiri merupakan ahli ekologi yang berfokus pada respon spesies terhadap gangguan di ekosistem baik gangguan alami, maupun yang disebabkan oleh manusia.
Kedua ahli ekologi dari Deakin University Australia tersebut menyajikan presentasi yang bertajuk “Silent Killers! The impact of rodenticides on native wildlife and human health across the Asia-Pacific. Are rodenticides the modern DDT?”. Pada kesempatan tersebut, keduanya menyoroti penggunaan pestisida yang naik signifikan seiring dengan kenaikan populasi manusia di dunia. Hal tersebut berimbas tidak hanya pada sektor agrikultur namun juga ekosistem spesies seperti satwa liar hingga kesehatan manusia.
Mengutip karya Rachel Carson (1962) dalam bukunyaa “Silent Spring”, Prof. John menyebutkan DDT atau dichloro-diphenyl-trichloroethane, insektisida sintetis yang dikenal sebagai bahan kimia menakjubkan “wonder chemical” namun memiliki efek besar terhadap ekologi hingga kesehatan manusia dan saat ini sudah dilarang pengunaannya di sebagian besar negara dunia. Prof. John menyoroti efek DDT yang terakmulasi hingga rantai makanan tingkat tinggi seperti predator menunjukkan bagaimana DDT tidak terurai dengan cepat dan terkonsentrasi dalam jaringan lemak hewan. Hal ini dinilai menjadi menyebab penurunan jumlah burung predator di dunia.
Rodentisida, Prof. John menyebutkan, menjadi potensi silent killer selanjutnya dimana penggunaannya cukup massif umumnya di rumah tangga hingga industry agrikultur, mengingat tikus merupakah hama yang mengancam pangan dengan signifikan. Sayangnya, rodentisida tidak hanya mematikan tikus namun juga meracuni rantai makanan di atasnya, para predator yang menjadikan tikus sebagai salah satu target buruannya. Beberapa diantaranya menjadi fokus riset Prof. John dan Prof. Raylene yaitu Elang hingga Burung Hantu.
Prof. Raylene dalam presentasinya menunjukkan second-generation anticoagulant rodenticide (SGAR) banyak ditemukan dalam berbagai spesies di alam liar. Hal tersebut berimbas pada kematian banyak spesies yang menunjukkan akumulasi SGAR tinggi meracuni liver mereka. Melalui isu tersebut, kedua ahli ekologi turut mengajak kolaborasi riset ARMS atau Anticoagulant Rodenticide Monitoring System dengan peneliti di kawasan Asia Pasifik. Riset tersebut diharapkan akan bisa berkontribusi dalam penanganan kematian hewan liar akibat rodentisida maupun pengambilan kebijakan terkait.
Para peserta antuasias dalam mengikuti perkuliahan tersebut hingga kritis dalam sesi tanya jawab selanjutnya. Melalui kuliah umum tersebut diharapkan dapat menjadi pendorong inovasi khususnya para civitas akademika dalam kontribusi riset pelestarian ekosistem yang berkelanjutan (SDG 4 dan 15) melalui kolaborasi antara Fakultas Biologi UGM dan Deakin Univerisity khususnya School of Life and Environmental Sciences (SDG 17).
Yogyakarta, 27 Agustus 2024 – Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan dari ahli ekologi konservasi School of Life and Environmental Sciences, Deakin University, Australia yaitu Prof. Raylene Cooke, dan Prof. John White. Turut hadir pula rekan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dr. Ristiyanto, Dr. Arlyna Budi Pustika, dan Dr. Farida Handayani. Kunjungan tersebut disambut hangat oleh Fakultas Biologi yang dihadiri Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni, Dr. Bambang Retnoaji, M.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Slamet Widiyanto, M.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia, Dr.rer.nat Andhika Puspito Nugroho selaku Kepala Program Studi Magister, Rina Sri Kasiamdari, Ph.D. selaku Ketua Program Studi Profesi Kurator Keanekaragaman Hayati, Nur Indah Sepriani, Ph.D., dan Tyas Iksan Hikawan, Ph.D. selaku Ketua dan Sekretaris Office of International Affairs Fakultas Biologi, serta beberapa dosen Fakultas Biologi yang pernah menempuh pendidikan di negara kangguru Australia; Dr. Maryani, dan Dra. Tuty Arisuryanti, M.Sc., Ph.D.
Dr. Eko menyambut hangat pertemuan tersebut. Beliau menyampaikan kunjungan tersebut dapat menjadi momen yang baik dalam inisiasi kolaborasi akademik maupun riset dari kedua institusi. Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama dan Alumni tersebut selanjutnya memaparkan profil Fakultas Biologi UGM, mengenalkan setiap program studi hingga kolaborasi yang dapat diinisiasi bersama.
Prof. Raylene dan Prof. John mengapresiasi agenda pertemuan tersebut. Kedua ahli ekologi asal Deakin University itu antuasias dengan Program Profesi Kurator Keanekaragaman Hayati yang ada di Fakultas Biologi, serta inisiasi double degree baik tingkat sarjana, magister dan doktor yang dapat dikolaborasikan dengan School of Life and Environmental Sciences, Deakin University, terlebih UGM sendiri sudah menjalin kerja sama nota kesepahaman dengan Deakin sejak 2020 lalu.
Pada diskusi tersebut juga membahas rencana kolaborasi riset antara Deakin University, Fakultas Biologi UGM, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang berfokus pada pemetaan rodentisida di Asia Pasifik, salah satunya di Indonesia. Hal tersebut turut disampaikan Prof. John dan Prof. Raylene melalui kuliah umum pada Selasa (27/8) siang yang berfokus pada riset ARMS atau Anticoagulant Rodenticide Monitoring System dengan peneliti di kawasan Asia Pasifik. Skema kolaborasi direncanakan akan melibatkan periset dan mahasiswa dari Deakin University, Fakultas Biologi UGM, dan BRIN melalui KONEKSI atau Knowledge Partnership Platform Australia-Indonesia, program pendanaan riset kolaborasi Indonesia dengan Pemerintah Australia. Di samping itu, kolaborasi melalui double degree dengan dukungan LPDP juga turut diinisiasi.
Pertemuan tersebut diharapkan dapat menjadi inisiasi kolaborasi antara School of Life and Environmental Sciences, Deakin University dengan Fakultas Biologi UGM Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta melalui kolaborasi akademik maupun riset yang berkelanjutan (SDG 4 dan 17) khususnya dalam riset ekologi dan konservasi untuk keberlanjutan ekosistem (SDG 15).
Yogyakarta, 27 Agustus 2024 – Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar diskusi penting bersama Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) untuk membahas kerja sama penelitian dalam pengembangan produk hilirisasi porang. Pertemuan ini diadakan pada hari Selasa, 27 Agustus 2024, dari pukul 15.30 hingga 17.30 WIB di Ruang Sidang KPTU, Fakultas Biologi UGM, dengan kehadiran perwakilan dari HKTI, Pak Pahotan Sitonang.
Diskusi ini difokuskan pada potensi besar porang sebagai komoditas strategis dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional. Tanaman Porang (Amorphophallus muelleri) adalah sejenis umbi-umbian yang banyak tumbuh di wilayah tropis, termasuk Indonesia. Porang dikenal karena kandungan glukomanan yang tinggi dalam umbinya, yang memiliki banyak manfaat, terutama dalam industri pangan, farmasi, dan kosmetik. Glukomanan dari porang sering digunakan sebagai bahan dasar untuk produk-produk seperti tepung, serta bahan pengental dan pengikat dalam berbagai produk. Pak Tohang menekankan pentingnya pengembangan porang yang lebih optimal dan bagaimana Fakultas Biologi UGM dapat menjadi mitra strategis dalam mencapai tujuan ini (SDGs 17).
Dari Fakultas Biologi UGM, diskusi dihadiri oleh dosen yaitu, Prof.Dr. Purnomo, M.S. Dr.; Aries Bagus Sasongko, S.Si., M.Biotech.; dan Dr. Eng. Thoriq Teja Samudra, S.Si., M.Sc., serta dua tenaga pendidik,yaitu Eka Mega Sampurna, A.Md., dan Annisa Mawarni, S.Si. Dalam pertemuan ini, pihak UGM menyatakan komitmennya untuk mendukung pengembangan porang melalui penelitian kultur jaringan dan penyimpanan benih unggul kultur in-vitro. Fokus penelitian ini adalah menghasilkan varietas porang berkualitas tinggi serta memastikan keberlanjutan ketersediaan benih bagi para petani (SDGs 8 dan SDGs 9).
Kolaborasi ini bertujuan untuk tidak hanya meningkatkan produktivitas dan kualitas porang, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia di pasar global sebagai produsen utama porang berkualitas. Fakultas Biologi UGM dan HKTI berkomitmen untuk mempercepat hilirisasi hasil penelitian, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh petani dan masyarakat luas.
Yogyakarta, 21 Agustus 2024 – Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada menerima kunjungan dari Professor dari Kyushu University Jepang, Prof. Noritaka Mochioka. Kunjungan tersebut diterima di Ruang Sidang KPTU Fakultas Biologi UGM oleh Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni, Dr. Bambang Retnoaji, M.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, serta Dosen dari Laboratorium Struktur Perkembangan Hewan Fakultas Biologi, Nur Indah Septriani, M.Sc., Ph.D., dan Zuliyati Rohmah, Ph.D.
Kunjungan ini merupakan kali kedua Prof. Noritaka Mochioka singgah ke Fakultas Biologi UGM setelah 2017 lalu. Beliau juga hadir sebagai narasumber kuliah tamu pada beberapa kesempatan sebelumnya. Pada kunjungan ini, Prof. Noritaka mengungkapkan antusiasmenya untuk pengembangan riset terkait sidat dengan Nur Indah Septriani, Ph.D. yang juga merupakan lulusan dari Kyushu University Jepang.
Dr. Eko menyambut baik kedatangan Prof. Noritaka Mochioka. Dalam kunjungan tersebut disampaikan berbagai inisiasi kerja sama yang dapat dikolaborasikan dengan Kyushu University termasuk diantaranya pertukaran pelajar hingga double degree. Sebelumnya, Fakultas Biologi UGM juga menjalin kerja sama yang baik dengan skema student exchange melalui Program Sakura Science dengan Yamagata University, Jepang.
Prof. Noritaka Mochioka juga berkesempatan memberikan kuliah umum, bertempat di Auditorium Biologi Tropika Fakultas Biologi UGM, dimoderatori oleh Nur Indah Septriani, Ph.D. Beliau menyampaikan kuliah umum dengan tajuk “Life History and Conservation of Freshwater Eel”. Dr. Eko selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni, turut hadir memberikan sambutan pengantar pada kuliah umum tersebut.
Prof. Noritaka Mochioka mengawali perkuliahan dengan paparan bagaimana hasil laut menjadi komoditi yang penting bagi masyarakat Jepang. Baik hasil laut yang umum dikonsumsi maupun yang kurang umum seperti pufferfish atau ikan buntal yang beracun, diolah menjadi layak untuk konsumsi. Beliau memfokuskan risetnya terkait eel atau sidat atau yang umum dikenal sebagai unagi. Prof. Noritaka Mochioka menyoroti diversitas, persebaran sidat di Jepang dan dunia hingga kualitas nutrisinya yang tinggi, namun harga yang belum cukup terjangkau. Beliau fokus dalam pengembangan sidat yang bernutrisi tinggi namun dapat dijangkau oleh masyarakat luas.
Kuliah umum dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Peserta sangat antuasias mengikuti perkuliahan tersebut dan tertarik untuk mempelajari sidat. Diharapkan kuliah umum tersebut dapat menjadi wadah inspirasi kolabrasi sekaligus menguatkan hubungan kerja sama terutama antara Fakultas Biologi UGM dengan Kyushu University Jepang di masa mendatang, sejalan dengan komitmen terhadap Sustainable Development Goals untuk peningkatan pendidikan yang inklusif dan perluasan kerja sama (SDG 4 dan 17) sekaligus kontribusi terhadap pelestarian ekosistem laut (SDG 14) dan pengembangan pangan fungsional yang terjangkau semua kalangan (SDG 12).
Yogyakarta, 21 Agustus 2024 – Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Padjajaran (Unpad) dalam rangka kegiatan benchmarking Program Studi Profesi Kurator Keanekaragaman Hayati (PKKH). Kunjungan ini berlangsung pada hari Rabu, 21 Agustus 2024, pukul 15.00 hingga 16.15 WIB, bertempat di Ruang Sidang KPTU, Fakultas Biologi UGM.
Rombongan dari FPIK Unpad yang terdiri dari 6 dosen dan 4 mahasiswa disambut hangat oleh jajaran pimpinan Fakultas Biologi UGM. Perwakilan Dosen FPIK Unpad yang hadir antara lain Dra. Sri Astuty, M.Sc.; Dr. Yeni Mulyani, S.Si., M.Si.; Dr. H. Sunarto, S.Pi., M.Si.; Buntora Pasaribu, S.Pi., M.Sc., Ph.D.; Dr. Eri Bachtiar, S.Si., M.Si.; dan Dr. Yuniarti, MS, S.Pi., M.Si.
Dari pihak Fakultas Biologi UGM, kegiatan ini dihadiri oleh Dr. Bambang Retnoaji, M.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan; Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama dan Alumni; serta Rina Sri Kasiamdari, S.Si., Ph.D. yang merupakan Kepala Program Studi Profesi Kurator Keanekaragaman Hayati. Selain itu, turut hadir pula dua staf dari Unit P2MKSA Fakultas Biologi UGM.
Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari dan memahami lebih dalam terkait Program Studi Profesi Kurator Keanekaragaman Hayati yang baru saja berjalan di Fakultas Biologi UGM. Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak berdiskusi mengenai kurikulum, pengelolaan program studi, serta peluang kerja sama dalam bidang akademik dan penelitian (SDGs 4).
Dr. Eko dalam sambutannya menyatakan, “Kami menyambut baik kedatangan rekan-rekan dari FPIK Unpad dan berharap kegiatan benchmarking ini dapat menjadi langkah awal dari kerja sama yang lebih erat di masa depan, khususnya dalam pengembangan program studi yang berfokus pada konservasi dan pengelolaan keanekaragaman hayati (SDGs 14 dan SDGs 15).”
Di sisi lain, Dr. Yuniarti sebagai Ketua Program Studi dari FPIK Unpad mengungkapkan rasa terima kasihnya atas sambutan yang hangat dari Fakultas Biologi UGM. Beliau juga menyampaikan harapannya agar hasil dari kegiatan benchmarking ini dapat diterapkan dalam pengembangan program studi di FPIK Unpad.
Kegiatan kunjungan diakhiri dengan penyerahan cinderamata dari kedua belah pihak serta sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan. Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara kedua institusi dalam upaya memajukan pendidikan dan penelitian di bidang keanekaragaman hayati di Indonesia (SDGs 16 dan SDGs 17).
Yogyakarta, 12 Agustus 2024 – Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan hangat menyambut peserta student exchange untuk semester ganjil 2024 dalam sebuah upacara yang diadakan hari ini. Tahun ini, Fakultas Biologi menerima 6 mahasiswa dari Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), 1 mahasiswa dari Universitas Brunei Darussalam, dan 1 mahasiswa dari Toyo University, Jepang. Acara ini menegaskan komitmen UGM dalam mendorong kolaborasi akademik internasional dan pertukaran budaya.
Acara ini dihadiri oleh anggota fakultas terkemuka, termasuk Dekan Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr., Sc., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Dr. Bambang Retnoaji, M.Sc., dan Wakil Dekan Bidang Kerjasama, Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Alumni Dr. Eko Agus Suyono, M.App., Sc. Kehadiran tokoh-tokoh penting ini menyoroti pentingnya program student exchange dalam meningkatkan keunggulan akademik dan mendorong pemahaman lintas budaya.
Dalam sambutannya, Dekan Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono menyatakan antusiasmenya terhadap program ini, dengan menekankan bahwa pertukaran ini sangat penting untuk memperluas wawasan mahasiswa dan membekali mereka dengan kompetensi global yang diperlukan untuk karier masa depan mereka. Ia juga menekankan pentingnya program semacam ini dalam berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya di bidang Pendidikan Berkualitas (SDG 4), Pengurangan Ketimpangan (SDG 10), dan Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (SDG 17).
Wakil Dekan Dr. Bambang Retnoaji menyoroti manfaat akademis dari program pertukaran ini, yang memungkinkan mahasiswa untuk mendapatkan wawasan unik tentang keanekaragaman hayati tropis, upaya konservasi, dan praktik pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Sementara itu, Dr. Eko Agus Suyono menegaskan komitmen Fakultas untuk memperkuat kerjasama internasional melalui penelitian dan pengabdian masyarakat, sejalan dengan visi UGM untuk menjadi universitas kelas dunia.
Para peserta student exchange akan terlibat dalam berbagai kegiatan akademik dan ekstrakurikuler selama masa tinggal mereka, termasuk kuliah, studi lapangan, dan pengalaman pengenalan budaya. Kegiatan-kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang keanekaragaman hayati Indonesia yang kaya serta tantangan dan peluang dalam pembangunan berkelanjutan.
Tangerang, 10/08/2024. Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) berkolaborasi dengan Universitas Prasetiya Mulya mengadakan Business Gathering dengan tema From Biology to Applied Science, Higher Education- Industrial Partnership for Climate Change Action di Auditorium Universitas Prasetiya Mulya BSD, Tangerang Selatan.
Bussiness Gathering ini dilakukan untuk mempertemukan antara akademisi, mitra industri, pemangku pemerintah untuk mengahadapi perubahan iklim global. Dalam acara ini dilakukan juga talkshow dan Forum Group Discussion (FGD) antara akademisi dan pelaku industri, membahas permasalahan climate change dalam dunia Industri. Dekan Fakultas Biologi UGM Prof. Dr. Budi S. Daryono, M.Agr.Sc. berharap agar acara ini bisa ditindaklanjuti untuk kolaborasi dan sinergi antara akademisi dan peta industri.
“Harapan kami terbentuk komunikasi yang baik antara kampus dan mitra industri dan penentu kebijakan yang kedua adalah tindaklanjutnya berupa kolaborasi di dalam permasalahan utama yaitu global climate change. Sehingga nanti ujungnya kita bisa menurunkan atau bahkan mencegah terjadinya dampak global change tidak hanya di Indonesia tp juga dunia”. Acara Bussiness Gathering ini juga bertujuan untuk peningkatan kualitas perguruan tinggi. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Direktorat Kemitraan dan Relasi Global UGM Prof. Dr. Puji Astuti, S.Si., M.Sc., Apt..
“Ketika bertemu dengan mitra industri, kualitas pendidikan tinggi yang ditentukan dari kualitas akademik dan penelitiannya juga menentukan kualitas lulusannya. Lulusan ini yang kita sebut sebagai graduate employibility yang akan menentukan bagaimana pendidikan di perguruan tinggi itu bisa terserap di dunia kerja” tuturnya.
Rektor Universitas Prasetiya Mulya Prof. Dr. Djisman S. Simandjuntak menyambut baik acara ini sebagai tindak lanjut dari nota kesepahaman yang sudah ditandatangani bersama anatara UGM dan Universitas Prasetiya Mulya di UGM. Beliau berharap melalui acara ini dapat mencari hasil research ilmu berbasis biologi dan ilmu pengetahuan untuk dikonversikan menjadi bisnis yang berbasis ilmu pengetahuan. “Kita dari depan sudah memikirkan bagaimana acara ini bisa dipupuk dan berlanjut. Berlanjut tanpa hasil juga tidak ada gunanya. Jadi kami dari Universitas Prasetiya Mulya sangat commited untuk mendukung keberhasilan untuk konversi ilmu pengetahuan menjadi bisnis yang berguna bagi nusa dan bangsa”.
Menurut Koordinator Staff Khusus Presiden RI yang juga sebagai Sekjen KAGAMA Dr. Anak Agung Gde Ngurah Ari Dwipayana, M.Si. mengatakan kegiatan ini adalah upaya hilirisasi research yang harus didukung untuk kemajuan industri. “Kita harus follow up kita harus dorong menjadi semacam MOU, karena ujungnya harus menjadi produk industri yang memiliki nilai tambah. Karena itu yang kita butuhkan hari ini. Dalam konteks tingkat nasional bangsa dan negara industri kita harus betul-betul didukung knowledge dan juga inovasi yang dihasilkan” tutup Ari Dwipayana.















































