Taman Sains dan Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2), Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, menerima kunjungan kerja Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut B. Pandjaitan, bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., serta sejumlah pimpinan perguruan tinggi dan peneliti dari berbagai institusi. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan ekosistem riset, hilirisasi sektor herbal dan hortikultura, serta pengembangan teknologi nasional. Kegiatan dilaksanakan di kawasan TSTH2, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan, pada Sabtu (26/9).
Kegiatan turut dihadiri oleh Direktur TSTH2, Dr. Sri Fatmawati, Ph.D.; Rektor Institut Teknologi Del (IT Del), Prof. Dr. Arnaldo M. Sinaga, S.T., M.InfoTech.; Wakil Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS); Kepala Subdirektorat Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Inovasi, dan Kerja Sama Pusat Studi, Direktorat Penelitian UGM, Indrayanti, S.Psi., M.Si., Ph.D., Psikolog; para peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Institut Pertanian Bogor (IPB), serta perwakilan pemerintah daerah Kabupaten Humbang Hasundutan.
Fakultas Biologi UGM turut berpartisipasi melalui kehadiran Dr. Wiko Arif Wibowo, S.Si. Keterlibatan UGM dalam kunjungan tersebut menjadi bagian dari penjajakan dan penguatan potensi kolaborasi penelitian dengan TSTH2 dan IT Del, khususnya dalam pengembangan riset berbasis biodiversitas, genomika, dan pemanfaatan sumber daya hayati.
Dalam sesi presentasi dan diskusi, Dr. Sri Fatmawati, Ph.D., memaparkan profil TSTH2 beserta arah pengembangannya sebagai pusat unggulan riset herbal dan hortikultura. TSTH2 memiliki koleksi sekitar 402 spesies tanaman herbal dengan sejumlah komoditas strategis yang menjadi prioritas pengembangan, antara lain bawang merah, kentang, bawang putih, cabai, dan kopi. Kawasan TSTH2 memiliki total luas lahan sekitar 11.938 hektare yang dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, antara lain pembangunan sistem drainase, produksi bibit, pengembangan agroforestri kopi, serta pembangunan demplot untuk berbagai komoditas.
Selain komoditas strategis tersebut, TSTH2 juga memberikan perhatian terhadap komoditas endemik dan eksotis yang memiliki potensi pengembangan di kawasan Toba, termasuk andaliman dan kemenyan. Keberagaman sumber daya hayati tersebut membuka peluang penelitian multidisiplin, mulai dari karakterisasi biodiversitas, pengembangan varietas dan bahan tanam, genomika, hingga pengembangan produk berbasis sumber daya lokal.
Sesi berikutnya diisi oleh Dr. Merry Meryam Martgrita, S.Si., M.Si., yang memaparkan perkembangan penelitian multi-omik untuk mendukung hilirisasi produk herbal berbasis sains. Paparan tersebut menunjukkan pentingnya pendekatan riset terintegrasi dalam menghubungkan potensi sumber daya hayati dengan pengembangan produk yang memiliki dasar ilmiah dan nilai tambah.
Pendekatan multi-omik dapat menjadi salah satu landasan untuk mengidentifikasi karakteristik molekuler sumber daya hayati, memahami potensi biologis suatu komoditas, serta mendukung pengembangan produk berbasis bukti ilmiah. Hal tersebut sejalan dengan arah pengembangan TSTH2 yang mengintegrasikan biodiversitas, riset, teknologi, dan hilirisasi.
Selanjutnya, Prof. Dr. Arnaldo M. Sinaga, S.T., M.InfoTech., selaku Rektor IT Del, memaparkan struktur organisasi pengelolaan TSTH2. Kawasan TSTH2 merupakan Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) yang dikelola oleh IT Del. Dalam struktur pengelolaannya, KHDTK berada di bawah koordinasi Wakil Rektor III yang sekaligus menjalankan fungsi sebagai Kepala KHDTK.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut B. Pandjaitan, dalam arahannya menyampaikan harapan agar TSTH2 dapat berkontribusi dalam pengembangan ekosistem dari sektor hulu hingga hilir dengan memanfaatkan ketersediaan lahan, infrastruktur, dan teknologi yang telah dibangun. Ia juga mendorong terbangunnya kolaborasi dan sinergi antarpenguruan tinggi dalam mengoptimalkan potensi kawasan tersebut.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., menyampaikan bahwa inisiasi TSTH2 merupakan langkah yang baik untuk dikembangkan sebagai fasilitas penelitian yang komprehensif. Keberadaan fasilitas dan sumber daya yang tersedia di TSTH2 diharapkan dapat mendukung pengembangan penelitian serta memperkuat ekosistem sains, teknologi, dan inovasi di Indonesia.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, tim UGM juga melakukan kunjungan ke IT Del untuk bersilaturahmi sekaligus mendiskusikan peluang kolaborasi penelitian bersama Dr. Merry Meryam Martgrita, S.Si., M.Si., selaku Dekan Fakultas Bioteknologi IT Del.
Kunjungan tersebut mencakup peninjauan fasilitas laboratorium genomika IT Del yang memiliki hubungan kerja sama dengan Integrated Genomics Facility (IGF) Fakultas Biologi UGM. Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya membangun jejaring penelitian dan membuka peluang sinergi lebih lanjut dalam pemanfaatan teknologi genomika untuk mendukung penelitian sumber daya hayati dan pengembangan produk berbasis biodiversitas.
Keterlibatan UGM dalam kunjungan TSTH2 diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi penguatan jejaring penelitian antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pengelola kawasan dalam mengembangkan potensi biodiversitas Sumatera Utara melalui pendekatan sains dan teknologi yang terintegrasi.
Kegiatan kunjungan dan penjajakan kolaborasi penelitian ini mendukung beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 – Zero Hunger (Tanpa Kelaparan), SDG 9 – Industry, Innovation and Infrastructure (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 15 – Life on Land (Ekosistem Daratan), dan SDG 17 – Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).



