• UGM
  • Portal Simaster
  • IT Center
  • Webmail
  • KOBI
  • Bahasa Indonesia
    • English
  • Informasi Publik
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Biologi
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Visi, Misi & Tujuan
    • Organisasi
    • Staff
      • Tenaga Pendidik
      • Adjunt Professor
      • Tenaga Kependidikan
      • Kepakaran dan Topik Riset Dosen
    • Fasilitas
      • Laboratorium
      • Kebun Biologi
      • Perpustakaan
      • Museum Biologi
      • Konsultasi Kesehatan Mental
    • Galeri
      • Gedung Fakultas
      • Museum Biologi
      • Penelitian
      • Gama Melon
  • Akademik
    • Program Sarjana
      • Visi, Misi, dan Tujuan
      • Matakuliah S1
      • Pendaftaran Skripsi
      • Pendaftaran Ujian Skripsi
      • Pendaftaran Yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Klaim MK Ekstrakurikuler
    • IUP
    • Program Profesi
      • Apa itu PKKH ?
      • Sejarah Pendirian Program Studi PKKH
      • Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran Program Studi PKKH
      • Kompetensi Lulusan Program Studi PKKH
      • Bahan Kajian dan Profil Lulusan Program Studi PKKH
      • Kurikulum Program Studi PKKH
      • Pendaftaran Mahasiswa Baru PKKH
      • Informasi dan FAQ Program Studi PKKH
    • Program Magister
      • Deskripsi Program Magister Biologi
      • Mata Kuliah S2
      • Struktur Kurikulum Program Magister
      • Info Pendaftaran
      • PENDAFTARAN UJIAN KOMPREHENSIF
      • Pendaftaran Ujian Tesis
      • pendaftaran yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Tracer Study
    • Program Doktor
      • Visi, Misi, Tujuan, & Sasaran Program Doktor Biologi
      • Kurikulum Program Doktor
      • Info Pendaftaran
      • Pendaftaran Ujian Komprehensif
    • Akreditasi dan Jaminan Mutu
  • PENELITIAN & PENGGABDIAN
    • Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology
    • Berkala Ilmiah Biology
    • Pengelolaan Sampah
  • Kerja Sama
  • Alumni
    • Berita Alumni
    • BCADC (Web Alumni)
    • Data Kabiogama Pascasarjana
    • Data Kabiogama Sarjana
  • Beranda
  • Pengabdian kepada Masyarakat
  • hal. 33
Arsip:

Pengabdian kepada Masyarakat

Inisiasi Program Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Pengembangan Lele Lahan Sempit di Kalurahan Caturtunggal, Depok Sleman

Pengabdian kepada MasyarakatTajuk Selasa, 14 Desember 2021

Melalui Program Pengabdian Kepada Masyarakat Merdeka Belajar Kampus Merdeka (PkM MBKM), masyarakat Caturtunggal didampingi oleh 4 mahasiswa yaitu Raquellynda Fadilla Syafannisa, Nata Dwi Anisa Nizma, Pradnya Paramtia dan Nabila Ramiza Puteri serta dosen Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, yaitu Nur Indah Septriani, M.Sc., Ph.D., melakukan program percontohan pengembangan budidaya lele lahan sempit berbasis pengembangan pakan alternatif. Adapun komposisi pakan alternatif yang digunakan dalam pendampingan budidaya lele terdiri atas, tepung ikan, susu afkir, tepung kanji, minyak jelantah, air dan daun papaya.

Slide 1
Slide 2

Tujuan dari program ini adalah masyarakat Caturtunggal mampu memanfaatkan lahan sempit rumahnya untuk budidaya lele demi mewujudkan ketahanan pangan, serta memberikan solusi pengembangan pakan alternatif yang murah, berkualitas dan ramah lingkungan.

Program PkM MBKM dilaksanakan dari bulan Maret – November 2021. Pendampingan intensif program budidaya lele di lahan sempit dilakukan oleh fasilitator (dosen dan 3 mahasiswa dari Fakultas Biologi UGM) kepada 3 anggota remaja masjid, yaitu Pak Agus, Mas Fikri dan Mas Riki dan 1 orang anggota PKK, yaitu Ibu Siti, yang berasal dari Dusun Karangwuni dan karanggayam Desa Caturtunggal dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Masyarakat didampingi secara intensif dalam melakukan budidaya lele menggunakan ember berukuran 80 liter dengan padat tebar 50 ekor/ember, membandingkan pakan toko dengan pakan alternatif, serta membandingkan sistem bioflok dan tanpa bioflok (penggunaan EM4) pada pakan. Pengecekan oleh fasilitator dilakukan seminggu sekali dengan mengecek pertumbuhan lele, mengukur kualitas air, membantu mengganti air, dan mendapatkan sharing pengalaman dari masyarakat.

Berdasarkan hasil evaluasi, masyarakat menyatakan bahwa penggunaan pakan alternatif serta penggunaan probiotik sangat berguna untuk mempertahankan kualitas air budidaya serta mengurangi kematian, meskipun masih ada kekurangan yaitu pertumbuhan dan nafsu makan lele lebih rendah daripada lele yang diberi pakan toko. Sehingga kedepannya perlu ada kajian lagi tentang komposisi pakan alternatif yang ramah lingkungan namun juga bisa meningkatkan pertumbuhan lele dengan cepat. Pakan alternatif juga diharapkan tidak cepat tenggelam ketika diberikan sehingga tidak bisa dipantau apakah pakan sudah habis dimakan atau belum.

Kendala yang dihadapi dalam melaksanakan program ini adalah masih ada beberapa warga yang tidak bersedia membudidayakan lele di rumahnya karena alasan tidak ada tempat, bau yang tidak sedap, serta tidak menyukai ikan lele untuk di konsumsi. Meskipun demikian, masyarakat yang berpartisipasi sebagai pilot project ini dapat memberikan respon yang positif sehingga harapannya dapat memberikan contoh bagi warga yang lainnya.

Pembahasan Naskah Nota Kesepahaman dan Tindak Lanjut Laboratorium Biokimia Fakultas Biologi UGM terhadap Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Dusun Malangrejo, Kapanewon Ngemplak

Pengabdian kepada Masyarakat Selasa, 14 Desember 2021

Kamis (9/12/2021), Tim PkM Laboratorium Biokimia telah melaksanakan tindak lanjut mengenai rencana kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) di Padukuhan  Malangrejo, Kelurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman. Kegiatan PKM dihadiri oleh Dr. Rarastoeti Pratiwi, M.Sc. (Bu Raras) dengan anggota dosen dan tendik di Laboratorium Biokimia. Aprilia, siswa magang di Laboratorium Biokimia juga terlibat dalam kegiata PkM ini. Acara dimulai pada pukul 13.00 WIB dan diawali dengan pembukaan dan dilanjutkan dengan penyampaian rencana kegiatan PkM tahun 2022, pembahasan draf nota kesepahaman bersama (MoU) antara Fakultas Biologi UGM dengan Kelurahan Wedomartani, survei kondisi awal lahan pekarangan dan lahan tidur serta memotret kondisi literasi masyarakat akan gizi, kesehatan dan pangan fungsional. “Kami berharap selain tim dari lab Biokimia dapat membantu padukuhan Malangrejo, juga memungkinkan tim lain dari Fakultas Biologi dapat membantu padukuhan lain di Kelurahan Wedomartani  .”, tutur Raras sebagai ketua tim PkM.

Slide 1
Slide 2

Dalam pertemuan ini, diputuskan bahwa ruang lingkup yang akan dikembangkan adalah pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakatm khususnya untuk Kelompok Wanita Tani (KWT). Pak Sarbini, selaku Dukuh Malangrejo sangat mendukung kegiatan tersebut dan berharap akan banyak dampak positif yang didapatkan dari kegiatan PkM ini. Selain itu, kegiatan juga akan melibatkan kaum muda yang terhimpun dalam Karang Taruna. “Kami juga akan membuat modul berdasarkan kelompok masyarakat terutama untuk anak-anak (PAUD dan TK), remaja (SLTP dan SLTA) serta untuk ibu-ibu rumah tangga,” tutur Nuning, salah satu dosen di Laboratorium Biokimia. Hasil diskusi lainnya yaitu bahwa program ini rencana akan berlangsung lima tahun dengan tiga rencana kegiatan, yaitu:

  • Rancana kegiatan 1: Peningkatan Literasi Masyarakat tentang Gizi dan Pangan Fungsional
  • Rencana kegiatan 2: Pemanfaatan lahan pekarangan untuk menunjang kesehatan keluarga di masa pandemi
  • Rencana kegiatan 3: Pemanfaatan lahan pekarangan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga

Kegiatan diakhiri dengan survei lahan yang akan digunakan untuk penanaman tanaman pangan fungsional pendukung ketahanan pangan yang akan dikelola oleh kelompok KWT.

Lahan yang akan digunakan adalah pekarangan rumah dan juga lahan tidur yang tidak ditanami. “Pemanfaatan lahan di pekarangan rumah akan memudahkan dalam pemeliharaan dan pengelolaan tanaman. Misalnya kita bisa menggunakan tekni vertikultur dengan memanfaatkan pagar depan rumah untuk ditanami”, imbuh Yekti, dosen Laboratorium Biokimia.

Rencana Kerja Sama Desa Sikunang-Dieng, PT. Geo Dipa Energi dan Fakultas Biologi UGM: Menilik konservasi melalui Kopi

Pengabdian kepada MasyarakatTajuk Selasa, 14 Desember 2021

Siapa yang tidak tahu Wisata Dieng, kawasan dengan dataran tinggi nan sejuk ini menjadi salah satu destinasi wisata yang menyajikan keindahan alam pegunungan. Kawasan ini memiliki banyak telaga, kawah, lembah, mata air dan perbukitan sehingga menjadi objek wisata yang potensial. Dataran tinggi Dieng tak hanya menyajikan keindahan dan keunikan tempat wisatanya, namun juga memiliki beberapa produk unggulan dari pertanian, seperti carica, purwaceng, hingga kentang Dieng. Namun, di sisi lain dari keindahan ini, terdapat ancaman nyata seiring berjalannya ekstensifikasi konversi hutan menjadi perkebunan kentang. Kentang sendiri merupakan tanaman semusim, sehingga setelah panen, tanah di lereng menjadi lahan terbuka dan dapat berakibat terjadi erosi ketika turun hujan. Bahkan sempat terjadi banjir lumpur di tahun 2003 pembukaan lahan secara masif ini. Selain itu, dalam kurun 7 tahun terakhir, Balai Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sekitar 367 kejadian tanah longsor, 113 korban jiwa, serta kerugian material lainnya.

Slide 1
Slide 2
Slide 3
Slide 4
Slide 5
Slide 6

Bencana lain yang muncul selain akibat longsor adalah hilangnya keanekaragaman hayati akibat konversi hutan. Perlu upaya dan kesadaran bersama untuk menyelesaikan ancaman ini. Dengan latar belakang permasalahan inilah, muncul inisiasi kerja sama kemitraan antara masyarakat desa Sikunang-Dieng, dengan PT. Geo Dipa Energi sebagai mitra yang memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar lokasi kerjanya, dengan Fakultas Biologi UGM.

Inisiasi kerja sama upaya konservasi kawasan Dieng dimulai dengan survei lokasi untuk memetakan potensi langkah konservasi serta diskusi ringan dengan Pak Amin, selaku Lurah Desa Sikunang, Dieng. Pak Amin menyampaikan bahwa warganya sudah mulai menyadari akan bencana yang akan muncul akibat imbas perkebunan kentang yang sudah merambah kawasan hutan. Pak Amin dan warganya berencana mengembangkan pertanian kopi melalui kelompok tani kopi seperti “Bismo Mulyono”, serta memberdayakan unit-unit desa lain untuk mendorong upaya ini. PT. Geo Dipa sendiri berencana juga akan membantu penyediaan bibit kopi untuk digunakan oleh warga kawasan Dieng. Tentunya kopi ini dapat dijadikan solusi atas permasalahan yang terjadi. Selain kopi sebagai komoditas yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi, kopi memiliki potensi nilai tanaman konservasi. Kopi juga dapat menunjang pariwisata. Kopi dapat  memiliki akar tunggang hingga 3 meter, akar lateral hingga 2 meter dan membentuk anyaman akar ke segala arah.

Dosen-dosen Fakultas biologi UGM yang diwakili oleh Prof. Dr. Suwarno Hadisusanto, SU, Akbar Reza, M.Sc, dan Dr. Dwi Sendi Priyono, M.Si mendukung langkah yang diambil warga untuk mendorong upaya konservasi di kawasan Dieng. Adapun rencana-rencana tersebut antara lain memberikan pelatihan dengan mendatangkan pakar, memfasilitasi penguatan kelembagaan petani, serta kebutuhan lainnya yang memungkinkan untuk dikembangkan. Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi solusi dalam menjaga biodiversitas melalui upaya konservasi dengan tetap menjadi nilai-nilai sosial, ekonomi, dan wisata di kawasan Dieng.

Inisiasi Kerjasama Program PkM-MBKM 2022 bersama Badan Penyuluh Pertanian (BPP) Patuk Gunung Kidul

Pengabdian kepada Masyarakat Selasa, 14 Desember 2021

Sebagai bentuk komitmen dalam pelaksanaan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), tim dosen Fakultas Biologi UGM yang terdiri dari Dr. Aprilia Sufi Subiastuti, S.Si,  Dr(Cand). Wiko Arif Wibowo, dan 3 orang mahasiswa, melakukan kunjungan ke Badan Penyuluh Pertanian (BPP) Patuk, Kabupaten Gunung Kidul. Kunjungan pada Kamis, 9 Desember 2021 ini bertujuan untuk berdiskusi dengan penyuluh pertanian setempat terkait rencana pelaksanaan pengabdian Masyarakat di Gunung Kidul pada tahun 2022. Kunjungan ini diawali dengan paparan dari Dr. Aprilia Sufi Subiastuti, S.Si terkait profil Fakultas Biologi UGM dan program pengabdian masyarakat yang telah dilakukan oleh Fakultas Biologi UGM dengan berbagai desa mitra. Paparan ini diharapkan dapat memberi gambaran bagi penyuluh pertanian setempat jika mungkin ada salah satu teknologi yang dimiliki Fakultas Biologi UGM sesuai dengan permasalahan masyarakat setempat. Selepas paparan dari tim dosen, dilanjutkan dengan diskusi dengan tim dari BPP Gunung Kidul. Pihak BPP menyampaikan beberapa hal tentang kondisi umum pertanian di masyarakat Gunung Kidul, jumlah Kelompok Tani, Kelompok Ternak, dan Kelompok Wanita Tani (KWT), dan beberapa permasalahan pokok pertanian di masyarakat Gunung Kidul.

Slide 1
Slide 2

Komoditas pertanian utama wilayah Kapanewon Patuk adalah tanaman coklat, durian, kopi, dan bawang merah. Pihak BPP menyampaikan bahwa yang menjadi permasalahan pada budidaya tanaman coklat adalah belum adanya teknologi untuk meregenerasi tanaman coklat, sehingga tanaman yang digunakan para petani coklat adalah tanaman berusia tua. Akibatnya, produksi coklat terus menurun dan tingginya infeksi hama dan penyakit ketika budidaya. Selain itu, masalah lainnya adalah ada indikasi infeksi hama atau penyakit baru pada tanaman durian yang menyebabkan daging buah durian tetap keras dan tidak manis meskipun sudah memasuki waktu panen. Pihak BPP berharap melalui kerjasama dengan Fakultas Biologi UGM akan memperoleh solusi dari permasalahan tersebut melalui penelitian ilmiah yang komprehensif.

Secara umum pihak BPP menyambut baik niat kerjasama dari tim dosen Fakultas Biologi UGM. Sebelumnya, pihak BPP juga telah melakukan kerjasama dengan Fakultas Pertanian UGM, Fakultas Pertanian Universitas Tidar, dan beberapa universitas swasta di Yogyakarta. Sebagai tindak lanjut, pihak Fakultas Biologi akan menyusun MoU kerjasama dengan BPP Gunung Kidul untuk kegiatan PkM-MBKM pada tahun 2022.

 

Evaluasi dan Diskusi Kelanjutan Program PkM-MBKM 2021: Aplikasi Teknik Budidaya Klanceng (Stingless-bee) dan Inovasi Pemasaran Produk Berbasis Less Contact Economy sebagai Strategi Awal Penguatan Perekonomian Akibat Dampak Pandemi Covid-19 di Desa Hargowilis

Pengabdian kepada Masyarakat Selasa, 14 Desember 2021

Pada bulan Juni hingga November 2021 telah dilakukan program Pengabdian kepada Masyarakat Merdeka Belajar Kampus Merdeka di Hargowilis, Kulon Progo bersama kelompok Petani “Gunung Agung”. Kelompok Petani “Gunung Agung” merupakan kelompok warga yang mayoritas memiliki mata pencaharian sebagai petani yang berada di Dusun Klepu. Dusun Klepu merupakan salah satu dusun di Desa Hargowilis dengan wilayah perbukitan dan bersebelahan dengan area Hutan Lindung Kulon Progo. Masyarakat umumnya bergantung pada hasil perkebunan, namun pendapatan masyarakat tersebut kurang menentu setiap bulannya. Tanaman hortikultura yang ditanam oleh masyarakat meliputi durian, kelengkeng, papaya, sawo, mangga, kelapa, nanas, jambu biji, rambutan, dan berbagai jenis tanaman lainnya dengan sistem polikultur.

Dusun Klepu memiliki ekosistem yang sesuai untuk budidaya lebah klanceng. Klanceng (Stingless bees; anggota Suku Melliponini) merupakan salah satu serangga penyerbuk yang banyak digunakan dalam upaya dalam peningkatan produksi buah oleh petani. Klanceng merupakan salah satu jenis objek yang dikembangkan dan diteliti oleh Laboratorium Entomologi Fakultas Biologi. Pada tahun 2020 dalam Program Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Pemanfaatan Hasil Penelitian dan Penerapan Teknologi Tepat Guna, budidaya klanceng dikenalkan pada kelompok tani dan masyarakat Desa Hargowilis sebagai penyerbuk tanaman kelengkeng dengan konsep Integrated Farm. Program tersebut merupakan tindak lanjut dari pengadaan kelengkeng varietas ‘Sleman’ melalui program Program Hibah Bina Desa di Desa Hargowilis tahun 2019. Pengembangan usaha peternakan klanceng memiliki potensi yang besar dalam meningkatkan ekonomi masyarakat dari hasil – hasil budidayanya berupa madu, bee pollen, dan propolis yang bernilai jual tinggi.

Pada program Pengabdian kepada Masyarakat MBKM ini telah dilakukan pematerian mengenai budidaya klanceng dan pelatihan budidaya klanceng secara offline lengkap dengan booklet panduannya, serta pelatihan pengemasan dan pemasaran produk klanceng secara online. Sebagai penutup kegiatan PkM MBKM di Desa Hargowilis ini dilakukan evaluasi serta diskusi keberlanjutan program oleh Bapak Drs. Ign. Sudaryadi, M.Kes. selaku ketua tim program PkM-MBKM dengan lima Mahasiswa Fakultas Biologi UGM : Nabila Shafura, Nurul Hidayah, Yulfiza Evan, Wahyu Febriani, dan Uzda Nabila dengan kelompok Tani ‘Gunung Agung” pada hari Minggu, 5 Desember 2021 pukul 13.30 – 15.00 WIB. Diskusi yang dilakukan diantaranya adalah mengenai permasalahan yang dihadapi masyarakat dalam pelaksanaan pertanian, serta potensi yang bisa dikembangkan. Permasalahan yang dihadapi masyarakat diantaranya adalah belum maksimalnya budidaya kelengkeng oleh masyarakat dimana pohon kelengkeng mengalami pertumbuhan yang lambat, kegagalan budidaya tanaman mata ikan sebagai bahan baku pellet ikan dengan kombinasi tepung maggot yang diduga terjadi akibat air PAM yang tercemar, serta kegagalan budidaya lalat BSF (Black Soldier Fly). Diperlukan adanya perbaikan sistem dan metode budidaya untuk mengatasi masalah tersebut. Potensi pertanian lain yang bisa dikembangkan melalui program selanjutnya diantaranya adalah pemaksimalan budidaya kelengkeng, pengembangan peternakan ayam, serta pengembangan wisata pendidikan (edu-wisata) dengan di dukung kearifan lokalnya daerah Hargowilis. Salam lestari~

 

 

Inisiasi Kerja Sama Fakultas Biologi UGM dan Kampung Satwa dalam Pengolahan Limbah/Sampah menjadi Pupuk Kompos

Pengabdian kepada MasyarakatPengelolaan Sampah Senin, 13 Desember 2021

Limbah/sampah merupakan masalah umum dalam setiap aktivitas manusia. Salah satunya berasal dari kegiatan pemeliharaan hewan, baik hewan kesayangan, hewan ternak/produksi, maupun hewan percobaan. Pemeliharaan hewan percobaan yang meliputi tikus, mencit, dan marmut di fasilitas hewan Animal House Fakultas Biologi UGM secara kontinu menghasilkan limbah bedding, yaitu alas tidur hewan berupa sekam atau serutan kayu yang bercampur feses/tinja dan urin. Selama ini belum ada pengolahan khusus terhadap limbah tersebut karena keterbatasan lahan dan tenaga. Limbah mentah (tanpa pengolahan) yang berasal dari hewan sehat/noninfeksius hanya dititipkan ke pihak kebersihan dan pengelola limbah/sampah UGM. Padahal, jika diolah dengan baik, limbah tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alami (kompos) yang berkualitas. Hal inilah yang melatarbelakangi kegiatan inisiasi kerja sama pengolahan limbah kotoran hewan dengan Kampung Satwa.

 

Kampung Satwa (KS) yang berlokasi di Kedung Banteng, Sumberagung, Moyudan, Sleman, DIY telah menjadi mitra Fakultas Biologi UGM sebagai Desa Binaan. Salah satu program KS adalah menjadi lokasi konservasi satwa ex situ sekaligus menjadi desa wisata untuk tujuan rekreasi dan edukasi yang berbasis ekologi. Saat ini KS memiliki sejumlah koleksi satwa dari kelompok ikan, herpetofauna, aves, dan mammal. Selain penguatan sarana dan prasarana, KS juga perlu mempersiapkan diri dalam pengelolaan limbah sekaligus sebagai upaya penataan lingkungan sekitar supaya senantiasa tampak asri.

Setelah berkoordinasi dengan tokoh KS, yaitu: Ibu Warsiastuti (Lek Wasik) dan Bapak Hanif Kurniawan (Mas Aan), pada Hari Sabtu tanggal 11 Desember 2021 Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Biologi UGM berkunjung ke KS untuk menindaklanjuti rencana kerja sama pengolahan limbah pemeliharaan hewan menjadi kompos. Anggota tim terdiri atas: Tim Dosen (Laksmindra Fitria, S.Si., M.Si., Rury Eprilurahman, S.Si., M.Sc., Dr. Dwi Sendi Priyono, S.Si., M.Si., dan Annas Rabbani, S.Si., M.Sc.) serta Tim Mahasiswa (Isma Cahya Putri Gunawan, Wilda Bunga Tina Sanjaya, dan Maura Indria Meidianing) sebagai perwakilan dari peneliti dan volunteer yang aktif membantu pemeliharan hewan di Animal House. Acara dihadiri oleh sejumlah perwakilan pengurus KS yang terdiri dari: Bapak RT, ibu-ibu dari Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Dasawisma, serta bapak-bapak dari Kelompok Tani (Poktan) dan Pengurus Satwa (Keeper).

Gayung pun bersambut. Rencana disambut dengan antusias. Selain ingin mempelajari teknik pengolahan limbah pemeliharaan hewan coba yang ditawarkan, bapak-bapak Poktan juga ingin menerapkannya untuk pengolahan kotoran ternak mereka. Tak mau kalah dengan bapak-bapak, pihak ibu-ibu juga mengusulkan untuk dilakukan pelatihan pengolahan sampah dapur dan guguran daun dari pepohonan yang tumbuh lebat menaungi kampung. Pada dasarnya warga KS telah berupaya mengolah sendiri kotoran ternak mereka yang terdiri dari ayam, kambing, dan sapi, namun masih belum berhasil. Sementara itu, sampah dapur masih dibuang begitu saja hingga membusuk atau diberikan kepada hewan ternak, sedangkan guguran daun sebagian besar masih dibakar.

Pertemuan yang dilakukan di panggung terbuka nan asri dan sejuk (Gambar) membuahkan kesepakatan antara kedua belah pihak untuk diadakan pertemuan berikutnya guna memberikan tambahan ilmu, pelatihan/praktik secara langsung, dan pendampingan dalam pengolahan limbah/sampah menjadi kompos coklat dan kompos hijau. (BLX)

Perpustakaan Biologi Kunjungan ke PKBM Ibnu Hajar sebagai Mitra PkM-MBKM Fakultas Biologi UGM untuk Penguatan Literasi Edukasi di Pusat Kegiatan Pembelajaran Masyarakat (PKBM) Desa Sirahan, Salam, Magelang, Jawa Tengah

Pengabdian kepada Masyarakat Jumat, 10 Desember 2021

PKBM Ibnu Hajar di Desa Sirahan, Salam, Magelang dijadikan sebagai wadah / Pusat kegiatan pengembangan masyarakat dari berbagai kalangan dengan berbagai program unggulan yang dimilikinya dibawah PKBM Ibnu Hajar.  Program PKBM Ibnu Hajar, antara lain Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Bacaan Masyarakat (TBM), ujian kesetaraan Paket B dan C, serta berbagai sektor pengembangan diri yang keseluruhannya mencakup  13 sektor (kebon). Sektor-sektor pengembangan diri diantaranya adalah : [1] Kebon Pasinaon yang menjadi sektor pembelajaran masyarakat mencakup giat literasi di berbagai bidang dalam IPTEK seperti biologi, pertanian, peternakan, perkebunan, IT, dan bidang terkait lainnya. [2] Kebon Pawon yang menjadi sektor pengembangan kemampuan memasak, dan [3] Kebon Lakon yang menjadi sektor pengembangan kemampuan bermain peran. Selain itu, masyarakat Dusun Sirahan yang mayoritas bermata pencaharian petani yang memiliki ketertarikan dan perhatian terhadap sastra, terkhusus sastra Jawa, tergabung dalam komunitas Lintang Panjer. Bahkan Lintang Panjer telah menerbitkan buku “Antologi Geguritan”, yaitu puisi atau syair berbahasa Jawa. PKBM Ibnu Hajar sudah berencana menggelar launching terbitnya buku tersebut, hanya saja tertunda oleh kondisi pandemi.

Slide 1
Slide 2
Slide 3
Slide 4
Slide 5
Slide 6
Hal inilah yang menjadi ketertarikan Perpustakaan Fakultas Biologi untuk mengadakan kegiatan kunjungan di penghujung tahun 2021 ini ke PKBM Ibnu Hajar, tepatnya pada tanggal 8 Desember 2021 dengan tujuan memperkuat kerjasama yang sudah berjalan (MoU) dalam peningkatan program literasi edukasi dalam PKBM Ibnu Hajar, Desa Sirahan, Salam, Magelang yang sudah terpilih sebagai salah satu mitra PkM Fakultas Biologi UGM.   Kunjungan tim Perpustakaan Fakultas Biologi UGM ini diikuti oleh 5 Staf perpustakaan dan 3 mahasiswa Volunteer-Sahabat Perpustakaan. Kunjungan Tim ini didampingi langsung oleh PJ Perpustakaan Bpk. Drs. Ign. Sudaryadi, M.Kes. dan disambut hangat oleh Pengurus PKBM Ibnu Hajar yang diwakili oleh Ibu Dra. Ida Fitri Lusiana. Pertemuan dan diskusi diterima di Rumah Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kebon Pasinaon, yang merupakan salah satu ruang kegiatan dari 13 sektor (Kebon) pengembangan diri dari PKBM Ibnu Hajar. Kegiatan literasi edukasi kebon pasinaon dibuka oleh Ibu Rusna Nuraini, A.Md., salah satu pustakawan Perpustakaan Fakultas Biologi UGM dengan mengenalkan profil perpustakaan beserta anggotanya, meliputi staf dan mahasiswa volunteer-Sahabat perpustakaan, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi singkat mengenai “Internet Sehat dan Aman” oleh salah satu mahasiswa volunteer, Wahyu Febriani. Acara Perkenalan dari PKBM Ibnu Hajar juga dilakukan dengan dibuka oleh Ibu Sri Danang Pusparini S.H. selaku ketua PKBM Ibnu Hajar.

Dalam kunjungan tersebut, Dra. Ida Fitri Lusiana menuturkan mimpi dan harapannya dalam bidang pendidikan sehingga terwujudlah PKBM Ibnu Hajar yang berdiri sejak tahun 2006. Tingginya semangat inovasi dalam bidang pendidikan, PKBM Ibnu Hajar telah meraih berbagai penghargaan, baik pada tingkat Kabupaten maupun Nasional. PKBM Ibnu Hajar juga telah menerima kunjungan relawan dari Jepang dan Jerman yang turut membantu pengembangan PKBM Ibnu Hajar itu sendiri. “Terkadang mimpi-mimpi itu hanya bisa terwujud jika kita saling bergandengan tangan,” ungkap Ibu Ida ketika menceritakan perjalanan berdirinya PKBM Ibnu Hajar.

Kunjungan ini merupakan kunjungan perdana bagi Perpustakaan Fakultas Biologi UGM yang berkomitmen untuk membantu pengembangan PKBM Ibnu Hajar. Harapannya, Perpustakaan Fakultas Biologi UGM dapat membantu mengembangkan program-program yang telah dimiliki PKBM Ibnu Hajar, terutama di bidang penguatan literasi sehingga turut berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, melalui semangat inovasi pendidikan yang dibawa oleh PKBM Ibnu Hajar.Salam literasi!

Inisiasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka Fakultas Biologi UGM Di Dusun Blotan, Wedomartani, Sleman dalam Usaha Peningkatan Urban Farming Dan Pengembangan Agro-Industri

Pengabdian kepada MasyarakatTajuk Jumat, 10 Desember 2021

Berkaitan dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di desa binaan yang direncanakan akan dilakukan di dusun Blotan, Wedomartani-Sleman, dua orang dosen dari Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada yaitu Prof. Dr. Kumala Dewi MSc.St. dan Dr. Endah Retnaningrum, M. Eng telah melakukan diskusi dengan mitra petani dan pelaku UMKM pada hari Rabu, tanggal 8 Desember 2021, pukul 10:00 sd 12.30. Kegiatan diskusi dilakukan di pendopo milik bapak Suwardi (ketua RT 01 Dusun Blotan) dengan dihadiri sebanyak 10 warga masyarakat sebagai perwakilan kelompok petani dan kelompok pelaku UMKM. Dari diskusi direncanakan akan dilakukan berbagai kegiatan pembinaan, penyuluhan dan keterlibatan mahasiswa dalam rangka pelaksanaan merdeka belajar. Adapun kegiatan pembinaan terkait dalam proses budidaya tanaman jagung mulai dari pengolahan tanah, perawatan tanaman, proses panen dan pasca panen. Dalam hal pembuatan emping jagung juga banyak hal yang masih perlu dikembangkan terkait dalam hal hiegienis dan penjaminan kualitas saat pemasakan, pengepresan jagung, pengeringan dan pengemasan. Masalah limbah juga masih perlu diatasi baik dari sisi pertanian tanaman jagung maupun produksi emping jagung agar dalam kegiatan agro-industri pedesaan ini juga dicapai zero waste. Dengan demikian diharapkan kegiatan Urban farming serta agro-industri pedesaan ini merupakan salah satu metode yang dapat mendukung tercapainya ketahanan pangan serta memberi dampak positif untuk pengembangan dan perbaikan kondisi sosial, ekonomi serta lingkungan sekitar di Dusun Blotan.

Slide 1
Slide 2

Kegiatan ini merupakan salah satu usaha dalam menghadapi tantangan pemenuhan kebutuhan pangan yang merupakan salah satu target yang dihadapi hampir semua negara, terlebih dengan adanya perubahan iklim global yang mengakibatkan di suatu saat terjadi cuaca panas yang ekstrem dan disaat lain curah hujan terlalu tinggi. Keadaan ini menyebabkan penurunan hasil panen baik padi, jagung ataupun tanaman pangan lainnya. Diperkirakan jika tidak ada upaya adaptasi yang efektif terhadap perubahan iklim global, maka nilai hasil panen di seluruh dunia akan turun sebesar 30% pada tahun 2050 (https://unfoundation.org/blog/post/climate-change-and-the-future-of-food/). Urban agriculture atau Urban Farming merupakan kegiatan pertanian di daerah perkotaan untuk memenuh kebutuhan pangan. Kegiatan ini juga merupakan salah satu alternatif dalam upaya mitigasi perubahan iklim global. Urban farming dapat membawa system pertanian lebih dekat pada konsumen dan memberi peluang lapangan kerja baru dengan adanya UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah).

Upaya kegiatan Urban Farming “Hartowijaya Agri Mandiri” telah dibentuk dan dilakukan secara mandiri oleh warga Dusun Blotan dengan dikoordinir oleh Ibu Cecilia dan Bapak Clive Pickering. Petani Dusun Blotan juga telah menciptakan atmosfer kegiatan positif sehingga terbentuk rantai pertanian dan industri dari hulu ke hilir di desa tersebut. Kegiatan agro-industri tersebut merupakan salah satu bentuk sustainable short supply system yang penting untuk lebih dikembangkan. Melalui konsep agro-industri pedesaan sekelompok pelaku pertanian dan UMKM dapat bekerja sama. Contoh riil yang telah terlaksana di Dusun Blotan yaitu penanaman jagung P21 oleh pelaku pertanian “Hartowijaya Agri Mandiri” yang kemudian dijual di UMKM “Rahma Manggala” pembuat emping jagung. Lokasi pertanian jagung dan produksi emping jagung juga cukup dekat, sehingga mampu menekan biaya transportasi, selain itu pembuatan kripik jagung juga dilakukan setiap hari sehingga produsen pun tidak memerlukan gudang penyimpanan hasil panen jagung. Dengan demikian efisiensi kegiatan Urban Farming dan Agro-Industri dapat diterapkan dari hulu ke hilir.

Fakultas Biologi UGM Merintis Digitalisasi Program Pengabdian kepada Masyarakat di Kampung Satwa

Pengabdian kepada Masyarakat Rabu, 8 Desember 2021

Melalui perjanjian kerjasama yang sudah dilakukan, Fakultas Biologi UGM aktif mendampingi pengembangan Kampung Satwa di Kedung Banteng Sumberagung Moyudan Sleman sebagai tujuan wisata pendidikan ramah lingkungan. Melalui pendanaan Hibah Pengabdian kepada Masyarakat berbasis Pendidikan bagi Pembangunan Berkelanjutan DPKM UGM, dua Dosen Fakultas Biologi UGM Abdul Razaq Chasani, Ph.D. dan Donan Satria Yudha, M.Sc., berhasil melakukan rintisan program pengabdian kepada masyarakat secara digital.

Slide 1
Slide 4
Slide 2
Slide 3

Program dilaksanakan secara bertahap, diawali dengan pembuatan home page dan education page Website Kampung Satwa beserta Services Hosting yang digunakan serta Channel Kampung Satwa TV pada Tahun 2020. Sedangkan pada tahun 2021 ini, program lebih difokuskan pada pembuatan beberapa konten yang bermanfaat bagi pengembangan Kampung Satwa maupun bagi seluruh masyarakat pemerhati lingkungan di Indonesia.

Sebagai dokumen digital keberadaan Kampung Satwa dikenalkan melalui konten Profil Kampung Satwa (https://www.youtube.com/watch?v=-QV_ZzyPxW0&t=8s). Kemudian sebagai panduan pengembangan wilayah dan fasilitas fisik dibuat masterplan Kampung Satwa berupa animasi tiga dimensi (https://www.youtube.com/watch?v=vrlZp6l5ErY). Sedangkan untuk pembelajaran bagi masyarakat luas terutama para pemerhati lingkungan berhasil diproduksi dua video edukasi yang dikemas sebagai film pendek. Kedua film pendek tersebut berjudul Manten Invasif (https://www.youtube.com/watch?v=azAUkspnQWQ&t=16s) untuk mengingatkan bahaya ikan invasif di perairan Indonesia dan Mancing Pondasi (https://www.youtube.com/watch?v=nsRxfQQfqR4) untuk mengingatkan betapa tidak ramahnya bangunan talud bagi kehidupan sungai di Indonesia.

Sebagai komitmen kerjasama antara Fakultas Biologi UGM dan Kampung Satwa maka kedepan akan dibuat berbagai dokumen digital maupun film edukasi yang diharapkan akan bermanfaat bagi seluruh masyarakat di Indonesia.

Penguatan kerjasama dan implementasi program PkM-MBKM di Kalurahan Wirokerten

Pengabdian kepada MasyarakatTajuk Selasa, 7 Desember 2021

Dalam rangka untuk penguatan kerjasama pengabdian kepada masyarakat dengan desa mitra, Tim yang diketuai oleh Dr. Diah Rachmawati, S.Si., M.Si. bersama mahasiswa Isma Cahya Putri Gunawan, Deby Rossa Amalia, dan Salsabila Prasma Aisy melakukan kunjungan untuk evaluasi keberlanjutan kegiatan program merdeka belajar kampus merdeka  di Pedukuhan Kepuh Wetan, Kalurahan Wirokerten, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, DIY pada Hari Minggu Tanggal 5 Desember 2021. Kegiatan dihadiri oleh Ibu-ibu dasawisma dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Amanda.

Slide 3
Slide 4
Slide 5
Slide 2

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Dr. Diah Rachmawati, S.Si., M.Si., kemudian dilanjutkan sambutan dari Ibu Marwati sebagai Ketua Kelompok Wanita Tani Amanda. Tim PkM-MBKM menyampaikan hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Merdeka Belajar Kampus Merdeka (PkM MBKM) Tahun 2021 ‘Pemanfaatan lahan pekarangan dengan budidaya tanaman sayuran untuk mendukung ketersediaan pangan keluarga’. Kegiatan PkM-MBK yang telah dilakukan meliputi 1) penyuluhan media tanam, pupuk organik serta potensi dan prospek budidaya tanaman sayuran di lahan pekarangan, 2) Praktik pembuatan pupuk organik cair dan kompos, 3) Praktik penyiapan media tanam untuk budidaya tanaman sayuran dalam pot, 4) Pendampingan dan peninjauan keberhasilan praktik budidaya. Dari hasil monev menunjukkan pengetahuan dan ketrampilan ibu-ibu semakin meningkat dan telah mencoba mempraktikkan budidaya sayuran seperti cabai, tomat dan terong dalam pot.

Kegiaan ini juga menyaring ide dan saran untuk keberlanjutan kerjasama pengabdian kepada masyarakat. Terdapat beberapa ide dan saran yang disampaikan untuk kegiatan yang akan datang, diantaranya adalah pengembangan teknik hidroponik dalam budidaya tanaman sayuran, inovasi pengolahan bahan pangan, dan pengenalan e-commerce untuk meningkatkan pemasaran produk-produk olahan.

Dalam sesi diskusi, ibu Marwati selaku ketua Kelompok Wanita Tani menyampaikan besar harapannya untuk keberlanjutan kerjasama dalam rangka optimalisasi dan penguatan potensi yang dimiliki.  Kelompok Wanita Tani Amanda di Pedukuhan Kepuh Wetan Kalurahan Wirokerten berkeinginan mengembangkan budidaya sayuran secara hidroponik namun dalam pelaksanaannya menghadapi kendala terkait nutrien untuk media tanaman yang relatif mahal dan pemilihan jenis tanaman yang tepat untuk dibudidayakan secara hidroponik. Mereka berharap dapat diberikan pelatihan media dan teknik budidaya tanaman sayuran secara hidroponik dalam upaya penguatan ekonomi masyarakat. Selain itu juga beberapa anggota memiliki usaha diversifikasi pangan antara lain emping melinjo, keripik tempe, empeyek dan yangko untuk menopang ekonomi keluarga namun dalam pemasarannya belum optimal, sehingga pengenalan e-commerce sangat diperlukan untuk meningkatkan pemasaran produk-produk olahan agar dapat dijangkau oleh masyarakat luas.  Selanjutnya Dr. Diah Rachmawati menyampaikan bahwa ide dan saran sangat berguna untuk menyusun kegiatan dalam implementasi kurikulum MBKM melalui kegiatan membangun desa.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan kedepannya kegiatan PkM-MBKM di Pedukuhan Kepuh Wetan, Kalurahan Wirokerten dapat terus berlanjut. Selain itu diharapkan pada kegiatan selanjutnya ide dan saran dari masyarakat dapat diwujudkan. Adanya kegiatan ini juga dapat membangun silaturahmi antara masyarakat Pedukuhan Kepuh Wetan dengan Tim PkM-MBKM Fakultas Biologi UGM.

1…3132333435…39

Akreditasi

Berita Terakhir

  • Dosen Tunghai University Taiwan Bagikan Riset Genetika Kupu-Kupu di Guest Lecture Fakultas Biologi UGM
  • Musyawarah Anggota KSAT 2025
  • FAKULTAS BIOLOGI UGM GELAR WORKSHOP AKADEMIK DAN KEMAHASISWAAN 2026
  • Fakultas Biologi UGM Jajaki Peluang Kerja Sama dengan Badan Karantina Indonesia
  • Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Biologi UGM Selenggarakan Pelatihan Mikrobiologi Pangan bagi Auditor Keamanan Pangan
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA

FAKULTAS BIOLOGI
Jalan Teknika Selatan, Sekip Utara,
Yogyakarta 55281
biologi-ugm@ugm.ac.id
Telepon/Fax: +62 (274) 580839

Tentang Kami

  • Sejarah
  • Organisasi
  • Staff
  • VISI, MISI & TUJUAN
  • Biodiversitas
  • Informasi Publik

KEMAHASISWAAN

  • Pelayanan Mahasiswa
  • Organisasi Mahasiswa
  • Pengajuan Kerja Praktik Lapangan
  • Izin Penelitian Lapangan
  • Layanan Konseling Mahasiswa

Akademik

  • Peraturan Akademik
  • Pengumuman Akademik

Survei Kepuasan Layanan

  • Survei Layanan Akademik
  • Survei Layanan KASDM
  • Survei Layanan P2MKSA
  • Survei Layanan Laboratiorum
  • Survei Layanan K5L dan Driver

Akreditasi

  • Image 1
  • Image 2
  • Image 3

© 2024 FAKULTAS BIOLOGI UNIVERSITAS GADJAH MADA

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju