Moyudan, Sleman, 16 September 2026 – Kelompok mahasiswa yang tergabung dalam “Tim Mahasiswa PkM Kampung Satwa” melakukan kegiatan survei pendataan jenis-jenis tanaman herbal di Kebun Pertanian Terpadu yang dikelola oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Kampung Satwa yang berlokasi di RT 06/RW 16 Padukuhan Kedung Banteng, Kalurahan Sumberagung, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta 55563. Tim diketuai oleh Ahmad Saddam Husein, S.Pd., M.Sc. (mahasiswa Program Studi Doktor Biologi angkatan 2025), beranggotakan Ani Saputri, S.Si., Inez Maylida, S.Si., Naufal Rafif Zain, S.Si. (mahasiswa Program Studi Magister Biologi angkatan 2025), dan Faizatun Nisa Fil Khoiri, Shela Nur Alifah (mahasiswa Program Studi sarjana Biologi angkatan 2023). Tim ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari “Tim PkM Hibah Desa Mitra Tahun 2026 Kampung Satwa” yang merupakan kolaborasi antara mahasiswa dan dosen yang diketuai oleh Prof. Dr. Ratna Susandarini, M.Sc. dan beranggotakan Drs. Heri Sujadmiko, M.Si., Abdul Razaq Chasani, S.Si., M.Si., Ph.D., Dr. Rury Eprilurahman, S.Si., M.Sc., dan Dr. Laksmindra Fitria, S.Si., M.Si.
Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 16 September 2026 ini merupakan kegiatan lanjutan dari sosialisasi yang telah dilaksanakan pada Hari Sabtu, tanggal 23 Mei 2026 dalam rangka mendukung pelaksanaan Program Inisiasi Kampung Herbal dengan slogan “Satu Rumah Satu Herbal”.
Baca selengkapnya di” https://biologi.ugm.ac.id/2026/08/24/fakultas-biologi-ugm-inisiasi-kampung-herbal-bersama-kwt-kampung-satwa/
Kegiatan ini menyasar ibu-ibu KWT Kampung Satwa yang merupakan pencetus ide awal program transformasi lahan kosong menjadi Kebun Pertanian Terpadu yang lebih produktif. Melalui kegiatan ini dilakukan pendataan jenis-jenis tanaman herbal yang telah dibudidayakan secara mandiri oleh warga, serta identifikasi jenis-jenis tanaman herbal yang berpotensi dikembangkan di pekarangan rumah. Pendataan ini akan menjadi dasar dalam pengadaan, budidaya, pengembangan, dan pengolahan tanaman herbal yang sesuai dengan kondisi lahan dan kebutuhan masyarakat setempat.
Survei dilakukan secara langsung dari rumah ke rumah, meliputi 44 rumah yang ada di Kampung Satwa. Teknis kegiatan meliputi wawancara dengan perwakilan keluarga dan observasi langsung di pekarangan terkait pendataan jenis-jenis tanaman herbal yang sudah ada, identifikasi jenis tanaman herbal yang belum ada tetapi dibutuhkan atau diinginkan oleh warga, serta pengumpulan informasi mengenai pemanfaatan dan pengolahan tanaman herbal yang telah dilakukan selama ini. Dalam kegiatan ini, Tim Mahasiswa didampingi oleh Ibu RT 06 dan empat orang perwakilan KWT. Di akhir pendataan, tim membagikan cenderamata untuk masing-masing responden.
Selain pendataan, kegiatan ini juga diarahkan untuk membangun dan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan tanaman herbal secara optimal. Tanaman herbal yang dibudidayakan di lingkungan rumah tangga tidak hanya berpotensi dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga sendiri, namun juga dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi apabila dikelola dengan baik, terutama melalui proses pengolahan pascapanen yang tepat.
Hasil pendataan ini akan menjadi bahan pertimbangan untuk tahapan program berikutnya yaitu: penyediaan bibit tanaman herbal potensial yang dilanjutkan dengan pelatihan budidaya penanaman dan perawatan tanaman herbal, agar masyarakat mampu melakukan praktik budidaya secara berkelanjutan di pekarangan masing-masing maupun di kebun terpadu. Sebagai pemantik dan gambaran prospeksi ke depan, tim juga berencana akan menyelenggarakan pelatihan lanjutan untuk mengarahkan pada peningkatan keterampilan warga terkait pengolahan pascapanen tanaman herbal menjadi produk khas Kampung Herbal. Pengembangan produk herbal tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai guna tanaman herbal sekaligus membuka peluang pemanfaatan potensi lokal sebagai bagian dari kegiatan ekonomi produktif masyarakat. Selain itu juga akan mendukung program pengembangan Kampung Satwa sebagai destinasi edu-ekowisata.
Melalui rangkaian kegiatan Inisiasi Kampung Herbal dengan slogan “Satu Rumah, Satu Herbal” ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan pekarangan rumah secara produktif, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota KWT dalam budidaya dan pengolahan tanaman herbal, serta membangun kemandirian masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya hayati di lingkungan sekitar. Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya SDG5 tentang Kesetaraan Gender melalui pemberdayaan dan peningkatan kapasitas perempuan dalam kegiatan produktif berbasis masyarakat, serta SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan potensi tanaman herbal menjadi produk bernilai tambah dan mendukung pengembangan UMKM Masyarakat.





























































