Tim dari Fakultas Biologi UGM yang diwakili oleh Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc selaku ketua tim dan dekan Fakultas Biologi UGM beserta tim Gama Melon menggelar penyuluhan dan pelatihan menejemen pemanenan dan pemasaran labu susu serta monitoring dan evaluasi (MONEV) di Dusun Kebondalem, Desa Madurejo. Program ini merupakan tindak lanjut Hibah Pengabdian Kepada Masyarakat berbasis Penerapaan Teknologi Tepat Guna Labu Susu. Tujuan pelatihan ini yaitu untuk mengenalkan cara memenejemen pemanenan dan pemasaran Labu Susu agar dapat meningkatkan perekonomian masarakat dan lolos seleksi pasar.
MONEV dilakukan oleh LPPM pada tanggal 20 September 2018 untuk mengetahui kelancaran Hibah Pengabdian Kepada Masyarakat berbasis Penerapaan Teknologi Tepat Guna Labu Susu yang sedang dilakukan. Pelatihan dilakukan pada hari Minggu, 23 September 2018. Pelatihan ini dihadiri oleh Petani, Ketua Tani dan perwakilan Kelompok Wanita Tani dan PKK Dusun Kebondalem. Dalam kesempatan ini, Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. memaparkan tentang cara memenejemen pemanenan dan pemasaran agar hasil yang didapatkan lolos dalam seleksi pasar modren. Menurut Dr. Budi, labu susu ini memiliki harga jual yang tinggi jika di jual ke pasaran (Carrefour) tetapi untuk pemasarannya sendiri diperlukan SOP. Labu susu yang siap panen warnanya kecoklatan dan pangkal buahnya sudah kering. Labu susu yang lolos seleksi pasar hanya yang berbentuk seperti gitar / buah pir (dumbbell), untuk labu susu yang bentuk nya seperti leher angsa, membulat dan paprika tidak lolos seleksi pasar namun bisa diolah menjadi bahan pangan seperti mie, cup cake, bolu, dll. Beberapa teori genetika dasar juga dipaparkan kepada masyarakat agar dapat diterapkan dilapangan.
Pelatihan menejemen pemanenan dan pemasaran labu susu ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat terutama dari Ketua Kelompok Tani Desa Madurejo. “Saya sebagai ketua kelompok tani di desa ini dan secara pribadi sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas kedatangan tim dari Fakultas Biologi UGM ke desa kami guna mengajarkan cara memenejemen pemanenan dan pemasaran Labu susu. Semoga dengan adanya pelatihan ini masyarakat bisa terbantu dan insyaallah kami dengan senang hati membantu dan menerapkan program yang telah dilaksanakan. Kami mengucapkan banyak sekali terima kasih kepada Bapak Budi yang selalu membersamai kami” papar Maryanto selaku ketua Kelompok Tani Desa Dusun Kebondalem, Desa Madurejo.
Pelatihan dimulai pukul 09.00 WIB, acara dibuka oleh Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc. dilanjutkan dengan pematerian oleh Ir. Kadarso, M.S.. Materi yang disampaikan meliputi cara budidaya anggrek dengan sistem aeroponik dan hidroponik yang dapat dilakukan pada jenis tanaman anggrek Dendrobium, Grammatophyllum, Cattleya dan Phalaenopsis. Kemudian dijelaskan mengenai alat dan bahan yang diperlukan, yaitu bibit tanaman anggrek, arang kayu, larutan pupuk, talang air plastik, lem paralon, kain flanel, pot plastik ukuran 10 cm dan lain-lain. Masyarakat juga dijelaskan mengenai cara pengenceran pupuk, penanaman tanaman anggrek dan prosedur pemeliharaan anggrek terkait penempatan tanaman pada lingkungan tumbuh yang benar, pengkabutan air dan pemupukan, pengendalian hama dan penyakit pada tanaman anggrek. Setelah pematerian selesai, masyarakat diajak untuk mempraktikkan secara langsung pembuatan instalasi penanaman anggrek secara aeroponik dan hidroponik yang dipandu langsung oleh Ir. Kadarso, M.S. Selain itu masyarakat juga diberikan pemahaman bahwa dengan menggunakan teknik ini akan mempermudah dalam perawatan anggrek, lebih efisien dan juga lebih murah sehingga diharapkan masyarakat mampu merawat anggrek dengan lebih baik.


































