


[Penulis: Annisa Nur Baety dan Aulia Robiatul Adawiyah]
Malaysia menjadi saksi keberhasilan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam kompetisi bergengsi 2nd International Youth Summit yang berlangsung pada tanggal 9-10 November 2024. Salah satu delegasi UGM berhasil membawa pulang penghargaan Bronze Medal setelah mempresentasikan inovasi bertajuk “Harnessing Genetic Transformation and Gene Cassete Strategy: Advancing Polyhydroxybutyrate (PHB) Production for Sustainable Bioplastic” sebuah gagasan kreatif yang menjadi jawaban atas permasalahan limbah plastik global yaitu PHB Team yang beranggotakan Lucia Arum Sekar Meysari, Azizah Tyas Nugrahanty dan Ganies Riza Aristya dari Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada.
Kompetisi yang diikuti oleh peserta dari berbagai negara ini mengusung tema besar inovasi generasi muda dalam menyelesaikan isu-isu global. Dalam ajang ini, PHB Team menyoroti permasalahan lingkungan akibat limbah plastik yang tidak terurai, yang menjadi ancaman serius bagi ekosistem laut dan darat. Dalam presentasi mereka, PHB Team mengajukan konsep pembuatan plastik biodegradable berbasis mikroorganisme yang mudah terurai di lingkungan. Lebih dari itu, solusi ini tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga ekonomis, karena bahan-bahan yang digunakan mudah didapat dan memiliki potensi untuk dikembangkan. Kompetisi ini tidak hanya menilai inovasi dari sisi ide, tetapi juga presentasi, relevansi ilmiah, dan potensi implementasi nyata. Dengan penguasaan materi yang matang dan data pendukung yang kuat, PHB Team berhasil memukau juri internasional.
Meskipun menghadapi persaingan ketat dengan peserta dari negara lain, PHB Team menunjukkan semangat yang luar biasa dalam mempresentasikan ide mereka. Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi tim yang solid, persiapan intensif, dan bimbingan dari dosen serta mentor yang berpengalaman. Kemenangan ini menjadi motivasi bagi mahasiswa UGM untuk terus berinovasi dan membawa nama Indonesia di kancah internasional. Mereka berharap gagasan ini dapat dikembangkan lebih lanjut dan diimplementasikan secara nyata di masyarakat.
Sebagai langkah awal menuju masa depan yang lebih berkelanjutan, inovasi tim dalam menghasilkan solusi biodegradable plastik membawa angin segar dalam mengatasi permasalahan global terkait limbah plastik. Upaya ini tidak hanya berkontribusi pada pengurangan dampak negatif terhadap lingkungan, tetapi juga sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya tujuan ke-12 tentang produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab serta tujuan ke-13 terkait aksi terhadap perubahan iklim. Kemenangan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas disiplin, penelitian yang inovatif, dan visi untuk masa depan hijau dapat memberikan dampak nyata. Semoga keberhasilan ini menginspirasi lebih banyak pihak untuk terus menciptakan solusi inovatif demi mewujudkan dunia yang lebih lestari.


Tim mahasiswa dari Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada, kembali mencetak prestasi gemilang dengan meraih Juara Harapan 1 dan Juara Favorit pada Pekan Ilmiah Nasional (PILNAS) 2024 yang diselenggarakan oleh PT Lomba Pena Indonesia pada 12 September 2024 dengan tema kegiatan “OPTIMALISASI DAN “KOLABORASI GENERASI MUDA TERHADAP BANGSA INDONESIA”. Prestasi ini merupakan langkah tepat UGM untuk bersinar di kancah ilmiah nasional, terutama dalam inovasi dan kemajuan ilmu biologi terkini. Tim ReGen Plastic dari Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, yang terdiri dari Achmad Chehab Abubakar sebagai ketua , Ferdinan Florian, Adrianus Dinata dan Andreas Wibisiono, mahasiswa angkatan 2022 dibawah bimbingan Ganies Riza Aristya, S.Si., M.Sc., Ph.D., mempresentasikan karya ilmiah berjudul “Rekayasa Jalur Metabolik Ideonella sakaiensis untuk Meningkatkan Efisiensi Sintesis PHB dari Plastik PET.”
Dalam penelitian yang dipresentasikan oleh tim ReGen Plastic, dijelaskan bahwa plastik PET yang banyak digunakan dalam kemasan makanan dan minuman sangat sulit untuk terurai di alam. Sementara itu, Indonesia menyumbang lebih dari 1,29 juta ton limbah plastik PET setiap tahunnya. Untuk itu, solusi jangka panjang yang lebih berkelanjutan sangat dibutuhkan untuk mengatasi akumulasi limbah tersebut. Salah satu solusinya adalah penggunaan bakteri Ideonella sakaiensis sebagai biorecycler plastik PET menjadi PHB yang lebih ramah lingkungan.
Melalui pendekatan rekayasa genetika, tim ReGen Plastic melakukan penyisipan gen-gen kunci dalam biosintesis PHB ke dalam bakteri Ideonella sakaiensis. Dengan menyisipkan plasmid sehingga ekspresi gen-gen tersebut, produksi PHB berhasil ditingkatkan dan menjadi lebih efisien.
Penelitian ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) yang diusung oleh UGM, khususnya poin 12 tentang produksi dan konsumsi berkelanjutan serta poin 14 yang menekankan pentingnya menjaga ekosistem laut dari polusi plastik. Dengan meningkatkan efisiensi produksi PHB dari sampah plastik PET, tim ReGen Plastic berharap penelitian ini dapat memberikan dampak signifikan dalam mengurangi polusi plastik di Indonesia dan menciptakan alternatif plastik ramah lingkungan.
Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-37, yang diselenggarakan pada 14-18 Oktober 2024 di Universitas Airlangga, Surabaya, mengusung tema “Berkompetisi Mengasah Kreativitas Mahasiswa Bertalenta Indonesia menjadi Pribadi yang Solutif, Inovatif dan Produktif”. Acara ini merupakan puncak kegiatan ilmiah mahasiswa berskala nasional sebagai forum pertemuan ilmiah untuk berinteraksi dan berbagi pengetahuan serta komunikasi produk kreasi antar mahasiswa.
Tim PKM-RE UGM Biocane dengan ketua Tiara Putria Judith dari Fakultas Biologi UGM dengan anggota lintas program studi diantaranya Salfa Athallah Agtari Nabillah (Biologi 2021), Thoriq Abdul Halim (Biologi 2021), Fahmi Arsyad (Teknik Pertanian 2021), dan Hernita Fika Ardiyati (Teknologi Pangan Hasil Pertanian 2022) dibawah bimbingan Ibu Ganies Riza Aristya, S.Si., M.Sc., Ph.D., yang mengusung riset berjudul “Inovasi DNA Barcoding Sebagai Molecular Detection Dalam Eskalasi Screening Genetik Unggul Tebu (Saccharum officinarum L.) Lokal Indonesia” berhasil memperoleh Juara 2 atau Penghargaan Setara Perak dalam kategori Poster PKM-RE-4.
Poster merupakan media transfer informasi yang dioptimalkan oleh Tim Biocane dalam menyampaikan hasil penelitian secara visual. Melalui kombinasi gambar dan tulisan singkat, poster ini berfungsi sebagai alat untuk mengkomunikasikan ide dan temuan riset secara efektif. Selain itu, poster ini juga mengundang audiens untuk berdiskusi lebih dalam, sehingga dapat tercipta wawasan baru mengenai keunggulan pendekatan DNA barcoding dalam mengatasi samarnya identifikasi secara konvensional pada kandidat parental hibridisasi potensial tebu di Indonesia. Sejalan dengan tema PIMNAS ke-37 yang mendorong inovasi dan produktivitas, Tim Biocane menargetkan pemberian solusi bagi sektor pertanian yang solutif dan inovatif. Semoga prestasi ini menjadi tonggak awal bagi eksplorasi riset yang semakin cemerlang di masa depan.
Tim mahasiswa dari Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada, kembali mencetak prestasi gemilang dengan meraih Silver Medal dalam ajang bergengsi 3rd International Conference of Biological Science (ICoBioS) 2024. Prestasi yang diusung selaras dengan tema kegiatan “Recent Updates in Bioinformatics, Synthetic Biology, and Nanobio Science for a Better Future” yang diselenggarakan di Universitas Brawijaya, Malang, pada 27-28 September 2024. Prestasi ini menegaskan posisi UGM di kancah ilmiah global, terutama dalam inovasi dan kemajuan ilmu biologi terkini. Tim dari Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, yang terdiri dari Thoriq Abdul Halim, Tiara Putria Judith, dan Salfa Athallah Agtari Nabillah, mahasiswa angkatan 2021 dibawah bimbingan Ibu Ganies Riza Aristya, S.Si., M.Sc., Ph.D., mempresentasikan penelitian berjudul “Comparative Analysis of DNA Barcodes Based on Nuclear and Chloroplast Genes for Phylogenetic Reconstruction of Sugarcane (Saccharum officinarum L.) in Java Island.”
Malang, 29 September 2024. Tim mahasiswa Fakultas Biologi UGM berhasil meraih nominasi dalam 3rd International Conference of Biological Science x Open Bioproject Competition yang diselenggarakan di Universitas Brawijaya, 28-29 September 2024.
Tim yang beranggotakan Angela Puspa Larasati (Biologi, 2021), Abisha Yoofi Yudhatama (Biologi, 2021), Abigail Yemima (Biologi, 2021) dan dibimbing oleh Yustinus Maladan, S.Si., M.Si. mengangkat penelitian berjudul, “Design of HIV-1 Epitope-based Vaccine from Glycoprotein-41(Gp41) through Bioinformatics Approach”. Penelitian tersebut berhasil memperoleh Bronze Medal pada kategori Research Competition for College Student.
Penelitian yang dilakukan berfokus dalam pengembangan vaksin HIV-1 berbasis epitop secara in silico. Melalui bioinformatika, dilakukan prediksi epitop menargetkan Limfosit T dan Limfosit B, molecular dynamics, molecular docking, serta simulasi sistem imun sehingga dihasilkan desain vaksin terhadap HIV-1 yang stabil dan berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut. [Penulis: Abisha Yoofi Yudhatama]
Yogyakarta, 25 September 2024 – Tim mahasiswa dari Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada berhasil meraih prestasi gemilang dengan meraih Juara 3 dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah ALCOFE XVIII 2024 yang diselenggarakan oleh Universitas Sebelas Maret (UNS) secara luring di Aula Gedung Werkudara Perpustakaan UNS. Lomba yang berskala nasional ini berlangsung dari tanggal 27 Juni hingga 17 Juli 2024 untuk tahap registrasi dan pengumpulan abstrak, tahapan pengerjaan full paper pada 27 Juli hingga 17 Agustus 2024 sebanyak 2 gelombang, pengumuman finalis setelah pengumpulan full paper pada 26 Agustus 2024, dan ditutup dengan presentasi Grand Final LKTI ALCOFE pada tanggal 24 September 2024, dilanjutkan dengan Fieldtrip hingga Awarding Session dan Farewell pada esoknya, 25 September 2024.
Tim yang bernama “CIRCEL US” atau permaknaan dari “Circular Economy of Edible for Us” terdiri dari K. William Hendri Panjaitan (angkatan 2021), K.H. Mahadhevy Ryrathna Vidhantyka (angkatan 2022), dan Adi Citra Prima Pranata (angkatan 2022), di bawah bimbingan dosen Tyas Ikhsan Hikmawan, S.Si., M.S., Ph.D. mengusung karya tulis berjudul “POTENSI EDIBLE PACKAGING BIOFILM DARI LIMBAH KULIT KAKAO SEBAGAI PENGGANTI PLASTIK KEMASAN MAKANAN”.
Dalam karya tulisnya, tim CIRCEL US mengangkat isu tentang 651 juta ton Kakao yang diproduksi tahun 2022 menjadi salah satu komoditas ekspor yang berkontribusi penting menyumbang devisa negara Indonesia selain minyak dan gas. Kebanyakan pemanfaatan buah kakao coklat hanya pada biji buahnya seperti untuk pembuatan coklat, sehingga menyisakan kulit buah kakao sebagai limbah. Limbah kulit kakao (LKK) merupakan salah satu limbah perkebunan yang jarang dimanfaatkan lagi. Padahal kulit buah kakao mengandung lemak dan karbohidrat kompleks (kadar selulosa) yang cukup tinggi sebesar 37% sehingga dapat dimanfaatkan sebagai biomaterial edible film, terutama di bidang industri makanan dan farmasi. Kandungan nutrien pada LKK cukup baik, yakni bahan kering sebesar 88%, protein kasar 11,71%, serat kasar 20,79%, lemak 11,80% dan bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) 34,90%.
Tercatat konsumsi plastik di Indonesia dapat disumbang per orangnya mencapai 22,5 kg/tahun (belum termasuk kalkulasi jumlah total penduduk yang besar di Indonesia), dengan paling banyaknya sampah kemasan plastik berasal dari konsumsi produk makanan dan minuman pada tahun 2022. Aplikasi edible biofilm atau EPB dengan memanfaatkan limbah organik merupakan salah satu upaya menggalakkan ekonomi sirkular dan usaha pelestarian lingkungan dengan meminimalisir penambahan kemasan plastik di alam. Edible Packaging Biofilm (EPB) ini bisa dimanfaatkan di berbagai sektor, seperti salah satunya untuk pembungkus makanan. Dengan upaya pengolahan limbah kulit kakao menjadi EPB yang bernilai guna lebih baik, diharapkan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat dan menciptakan kondisi lingkungan hijau dengan produk ramah lingkungan dan mudah terurai sehingga penggunaan kemasan plastik harian dapat lebih ditekan.
EPB dari LKK dapat menghasilkan kemasan makanan terbarukan yang bebas dari bahan plastik sehingga sampah yang didominasi oleh plastik mengalami penurunan yang signifikan bila diterapkan secara berkelanjutan. Dukungan dan pengawasan dari badan lingkungan dan pemerintah sepenuhnya mempengaruhi aliran produksi dan efek konsumsi EPB dan perubahan dampak yang terjadi saat dikembalikan ke lingkungan. Banyaknya masyarakat Indonesia yang menggantikan kemasan plastik menjadi kemasan berbasis EPB akan mempercepat siklus keberlanjutan dalam penurunan sampah plastik. Dalam hal ini, EPB dapat dimodifikasi seiring berjalannya waktu sehingga dapat dikembangkan dan diresmikan oleh pemerintah setempat bahwa kemasan alami yang diperoleh dari limbah organik memiliki standar keamanan untuk mengonsumsi makanan sekaligus dengan kemasan EPB.
Berdasarkan sumber penelitian yang telah dikaji, terbukti bahwa EPB berpotensi sebagai pengganti kemasan plastik dan mengurangi dependensi seseorang dalam penyumbangan limbah plastik. Pemrosesan kemasan EPB berdaya sumber organik dan mudah diterapkan melalui pemanfaatan limbah kulit kakao (LKK). Pasca konsumsi produk EPB tersebut, dapat dipertimbangkan sebagai landasan penting sebagai faktor penguat prinsip ekonomi sirkular dan sejalan dengan upaya global dalam pengembangan energi baru terbarukan dalam mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs) poin 8, 12, dan 15, yaitu mendapatkan pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, dan menjaga ekosistem daratan.
Lomba ini diikuti oleh 84 tim pendaftar dari 51 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta yang berasal dari seluruh provinsi tersebar di Indonesia. Prestasi yang diraih oleh tim CIRCEL US ini menunjukkan komitmen kami dalam mengembangkan penelitian yang inovatif dan aplikatif. Prestasi ini juga menjadi bukti bahwa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada terus berupaya untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkelanjutan, sesuai dengan tujuan SDGs UGM dalam membangun sinergi antarsektor untuk menghadapi tantangan ekonomi sirkular di era modern. [Penulis: K William Hendri Panjaitan]
Yogyakarta, 12 September 2024 – Tim mahasiswa dari Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada berhasil meraih prestasi gemilang dengan meraih Juara 1 dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah NRE FEST 2024 yang diselenggarakan oleh Universitas Sumatera Utara (USU) secara luring di Gelanggang Mahasiswa USU. Lomba yang berskala nasional ini berlangsung dari tanggal 24 Juni hingga 14 Juli 2024 untuk tahap registrasi dan pengumpulan abstrak, tahapan pengerjaan full paper pada 10 hingga 20 Agustus 2024, dan ditutup dengan presentasi Grand Final pada tanggal 11 September 2024.
Tim yang bernama “MY HEART” terdiri dari K. William Hendri Panjaitan (angkatan 2021), Firchamy Vuqi Aulia (angkatan 2022), dan Raja Steve Sudjatmiko Panggabean (angkatan 2023), di bawah bimbingan Dr. Eng. Thoriq Teja Samudra, M.Sc. mengusung karya tulis berjudul “Optimalisasi Penyerapan Karbon Berbasis Fotosintesis Chlamydomonas reinhardtii Melalui Pendekatan Gen PEPC1 Untuk Meningkatkan Biomassa Lipid Sebagai Bahan Baku Biodiesel Terbarukan”.
Dalam karya tulisnya, tim MY HEART mengangkat isu tentang emisi karbon dioksida (CO₂) yang bersumber dari bahan bakar fosil terus mengalami peningkatan secara global hingga mencapai 1,1% pada tahun 2023. Emisi tersebut mencetak nilai yang sangat tinggi hingga 36,8 miliar ton. Peningkatan emisi ini, khususnya yang terjadi di Indonesia, salah satunya disebabkan oleh penggunaan bahan bakar transportasi. Emisi CO₂ yang terus meningkat secara signifikan ini memiliki dampak yang besar pada semakin banyaknya masalah di lingkungan. Pada tahun 2020, sektor transportasi menyumbang 22,4% dari total emisi CO₂ dunia yang dihasilkan oleh listrik dan panas (43%). Untuk mengurangi tingkat emisi CO₂, negara-negara maju dan banyak negara berkembang telah menerapkan berbagai kebijakan dan regulasi adaptasi sejak awal 1970-an ketika harga minyak global meningkat secara signifikan.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi tingkat emisi CO2 yaitu dengan menggunakan energi baru terbarukan melalui pemanfaatan Chlamydomonas reinhardtii. C. reinhardtii merupakan mikroalga yang dapat memproduksi lipid sebagai bahan baku pembuatan biodiesel. Mikroalga ini juga memiliki potensi untuk menyerap emisi karbon yang ada di lingkungan melalui mekanisme fotosintesis. Meskipun demikian, CO₂ uptake oleh mikroalga dapat memiliki kendala sehingga kadar lipid yang dihasilkan belum optimum untuk bahan baku biodiesel. Oleh karena itu, diperlukan optimalisasi produksi lipid melalui mikroalga C. reinhardtii dengan menggunakan pendekatan modifikasi gen.
Modifikasi dari strain C. reinhardtii dilakukan dengan supresi gen PEPC1 sehingga meningkatkan carbon flux pada sel C. reinhardtii. Peningkatan carbon flux dalam sel meiliki arti positif karena artinya CO2 yang mampu diserap oleh C. reinhardtii menjadi lebih efisien. Hal ini juga berimbas pada peningkatan kandungan lipid yang dihasilkan oleh C. reinhardtii. Adanya penelitian ini merupakan bentuk kontribusi pada mitigasi emisi karbon, mendukung pencapaian target Zero Emission 2060, serta menyediakan bahan baku yang lebih efisien untuk produksi biodiesel. Hal ini sejalan dengan upaya global dalam pengembangan energi baru terbarukan dan mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs) poin 7 dan 13, yaitu energi bersih dan terjangkau, serta penanganan perubahan iklim.
Lomba ini diikuti oleh 226 tim pendaftar dari 79 universitas dan politeknik yang berasal dari 27 provinsi di Indonesia. Prestasi yang diraih tim MY HEART ini menunjukkan komitmen mereka dalam mengembangkan penelitian yang inovatif dan aplikatif. Prestasi ini juga menjadi bukti bahwa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada terus berupaya untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkelanjutan, sesuai dengan tujuan SDGs UGM dalam bidang energi baru terbarukan. [Penulis: K. William Hendri Panjaitan]
Mahasiswi jenjang S1 Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada angkatan 2022 atas nama Kotimah berhasil meraih Juara 3 dalam ajang essay competition Perta Event yang diadakan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB University). Perta Event essay competition merupakan ajang perlombaan yang ditujukkan kepada seluruh mahasiswa aktif dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Perlombaan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam berpikir kritis dan menganalisis permasalahan di sekitar dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Pada tahun ini, Perta Event mengangkat tema “Smart Generation, Brilliant Future” dengan berfokus kepada peran gen Z dalam mencetuskan solusi inovatif dari permasalahan di berbagai bidang, seperti lingkungan, pendidikan, teknologi, sosial budaya, dan ketahanan pangan. Kompetisi ini dilaksanakan mulai tanggal 13 Agustus 2024 dengan melibatkan serangkaian tahapan, meliputi tahap administrasi dan pengumpulan naskah essay, kemudian dilanjutkan dengan tahap presentasi.
Setelah melalui rangkaian seleksi administrasi dan pengumpulan naskah karya essay, Kotimah berhasil masuk ke dalam 5 besar karya terbaik dan berkesempatan untuk mempresentasikan gagasan idenya secara daring pada Selasa, 17 September 2024. Kotimah mengangkat sub-tema lingkungan, dengan menyoroti permasalahan pencemaran dari limbah industri khususnya limbah pewarna sintetis yang kian hari memberikan dampak buruk bagi lingkungan. Pada ajang lomba ini, Kotimah mencetuskan sebuah ide inovatif berupa penggunaan mikrobia dari hasil fermentasi larutan teh dan gula sukrosa sebagai penghasil pewarna alami dan dapat menjadi pengganti dari pewarna sintetis. Oleh karena itu, Kotimah berharap inovasi pewarna alami dari mikrobia ini dapat diimplementasikan mulai dari skala kecil (masyarakat) hingga skala besar (industri) di Indonesia untuk mewujudkan lingkungan hijau yang berkelanjutan. [Penulis: Kotimah].
Kanker serviks menjadi salah satu penyakit yang sangat mengkhawatirkan bagi masyarakat Indonesia. Pada tahun 2020, kasus kanker serviks di Indonesia mencapai 36.633 jiwa. Angka ini berhasil menempatkan kanker serviks menjadi kanker dengan jumlah penderita terbanyak kedua setelah kanker payudara, serta peringkat ketiga dalam urutan kanker dengan angka kematian tertinggi. Sampai saat ini, penanganan penyakit kanker dapat dilakukan dengan kemoterapi, radioterapi, dan operasi. Namun, obat kemoterapi yang umum digunakan dalam pengobatan kanker memiliki efek samping yang dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya. Sebagian besar penyebab kanker serviks adalah infeksi persisten HPV (Human papillomavirus) yang mengekspresikan onkoprotein E6 dan E7. Kedua onkoprotein tersebut menginisiasi disregulasi mekanisme apoptosis sel, memacu siklus sel, dan menyebabkan imortalitas sel. Infeksi persisten oleh HPV berujung pada inflamasi kronis yang memicu mutasi sel. Oleh sebab itu, dibutuhkan pengembangan alternatif pengobatan kanker serviks dengan efek samping yang minimum.
Melihat urgensi dari permasalahan tersebut melatarbelakangi dilakukannya penelitian oleh lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada, yang terdiri dari Aditya Latiful Azis (Biologi 2022), Asy Syifa Paras Ceria (Biologi 2022), Shabrina Farras Tsany (Kedokteran 2021), Rahmalia Diani Saffana (Kedokteran 2021), dan Faqih Fikri Nuryanto (Farmasi 2023) dengan dosen pembimbing Woro Anindito Sri Tunjung, M.Sc., Ph.D. Penelitian yang dilakukan oleh tim Cisaheal bertujuan untuk melakukan eksplorasi potensi obat herbal antikanker serviks menggunakan kombinasi ekstrak biji salak pondoh (Salacca zalacca (Gaertn.) Voss) dan kulit jeruk pamelo (Citrus maxima (Burm.) Merr.). Penelitian yang dilakukan didanai oleh Kemendikbudristek dan merupakan bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Riset Eksakta (PKM-RE).
Pemilihan biji salak pondoh dan kulit jeruk pamelo sebagai agen antikanker serviks bukan tanpa alasan. Biji salak pondoh diketahui mengandung senyawa polifenol, alkaloid, dan terpenoid, yang berpotensi memiliki aktivitas antioksidan. Sementara itu, pada kulit jeruk pamelo ditemukan senyawa flavonoid dan likopen, yang berpotensi memiliki sifat sitotoksik pada sel kanker. Pemanfaatan obat herbal sebagai alternatif terapi diyakini memiliki efek samping yang relatif lebih kecil dibandingkan obat modern. Dengan demikian, kombinasi biji salak pondoh dan kulit jeruk pamelo berpotensi menjadi pengobatan alternatif kanker serviks dengan efek samping yang minimum.
“Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi potensi alam yang ada di Indonesia sebagai antikanker serviks. Salak dan jeruk menjadi dua pilihan yang tepat untuk dikaji. Pada bagian biji salak dan kulit jeruk pamelo terkandung metabolit sekunder yang berpotensi dalam pengobatan antikanker serviks. Selain itu, produksi dan konsumsi salak dan jeruk pamelo menunjukkan tren meningkat setiap tahunnya di Indonesia. Hal tersebut berpotensi meningkatkan jumlah limbah organik. Dengan demikian, kami berharap dengan adanya penelitian ini dapat memperluas alternatif pengobatan pada kanker serviks menggunakan bahan yang ramah lingkungan dan minim efek samping” ujar Adit selaku ketua tim.
Sebagai upaya membuktikan efikasi kombinasi ekstrak biji salak pondoh dan kulit jeruk pamelo, dilakukan beberapa tahapan uji, yaitu skrining profil fitokimia, uji in silico, uji aktivitas antiinflamasi, uji sitotoksisitas dan uji antiproliferasi dengan MTT assay, uji penghambatan migrasi sel HeLa, serta uji apoptosis. Penelitian ini dilaksanakan selama 4 bulan. “Berdasarkan hasil penelitian yang telah kami lakukan, terbukti kombinasi ekstrak biji salak pondoh dan kulit jeruk pamelo memiliki aktivitas antiinlamasi, menghambat migrasi sel HeLa, dan mampu memicu apoptosis pada sel kanker serviks (HeLa)” ungkap Shabrina terkait hasil penelitian yang telah dilakukan.
Dari penelitian yang telah dilakukan, diharapkan kombinasi ekstrak biji salak pondoh dan kulit jeruk pamelo dapat menjadi alternatif terapi pada kanker serviks dengan memanfaatkan potensi alam Indonesia. Selain itu, pemanfaatan limbah biji salak dan kulit jeruk pamelo diharapkan dapat mendukung program zero waste Indonesia. [Penulis: Aditya Latiful Azis]
Yogyakarta, 28 Agustus 2024 – Fakultas Biologi kembali menyaksikan prestasi gemilang dengan lulusnya Rania Naura Anindhita, B.Sc. (Hons.), mahasiswa International Undergraduate Program Angkatan 2019. Rania meraih penghargaan Outstanding Research dari Fakultas Biologi untuk penelitian inovatifnya yang berfokus pada “Eco Lindi”. Karya inovatifnya pada Eco Lindi dianugerahi penghargaan sebagai “Trash Control Heroes” dari Bupati Sidoarjo, sebuah penghargaan yang mengakui upayanya dalam menangani masalah sampah dan mendorong keberlanjutan. Hasil penelitian inovatif terkait Eco Lindi ini kemudian dikonversi menjadi mata kuliah skripsi yang mengantarkan Rania meraih gelar sarjana sains internasional B.Sc. (Hons.)
Di balik kesuksesan Rania, terdapat bimbingan dan dukungan dari Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc, Dekan Fakultas Biologi UGM dan Prof. Dr. Endah Retnaningrum, M.Eng. Konversi penelitian menjadi mata kuliah skripsi ini merupakan inisiasi dari Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc, sebagai bentuk pengakuan atas dampak signifikan yang diberikan oleh penelitian Eco Lindi selama 2,5 tahun terakhir. Penelitian ini tidak hanya menarik perhatian luas dari media, tetapi juga telah menghasilkan kolaborasi dengan tujuh tempat pembuangan sampah di berbagai daerah di Indonesia. Melalui penelitiannya, Rania menemukan bahwa Eco Lindi secara signifikan mengurangi emisi gas rumah kaca, termasuk CO2 dan metana, sekaligus mengelola bau limbah dengan mengurangi emisi H2S.
Fakultas Biologi UGM mengucapkan selamat kepada Rania Naura Anindhita, B.Sc. (Hons.) atas pencapaiannya yang luar biasa dan berharap agar prestasinya dapat menjadi sumber inspirasi serta motivasi bagi mahasiswa dan peneliti lainnya dalam upaya menciptakan solusi untuk tantangan lingkungan di masa depan. [Penulis: Aulia]
Mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada atas nama Ronald Wihan Pradana (Biologi 2021) berhasil meraih Gold Medal pada ajang Olimpiade Sains Tingkat Nasional yang bertajuk Olimpiade Sains Nusantara (OSN). OSN 2024 merupakan ajang olimpiade tingkat nasional yang diselenggarakan oleh YAYASAN PRESMANIA (Prestasi Maju Indonesia). Pada ajang olimpiade ini diikuti oleh total 1000 mahasiswa yang tersebar di seluruh universitas dari Sabang hingga Merauke dengan total 100 perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM). Kali ini, mahasiswa Fakultas Biologi, Ronald Wihan Pradana berhasil meraih medali emas dalam ajang bergengsi Olimpiade Sains Nusantara (OSN) tingkat nasional. Keberhasilan ini membuktikan kualitas sumber daya manusia Indonesia, khususnya di bidang sains. Dalam ajang Olimpiade Sains Nusantara (OSN) tingkat nasional yang baru saja usai, mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mengukir prestasi gemilang. Dengan mengungguli peserta dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia, mahasiswa UGM berhasil meraih medali emas.
Ronald Wihan Pradana, mahasiswa angkatan 2021 Jurusan Biologi, berhasil menunjukkan keunggulannya dalam bidang Biologi. Melalui ajang olimpiade yang inovatif dan penampilan dalam pengerjaan yang memukau, Ronald Wihan Pradana berhasil memukau dewan juri dan membawa harum nama almamater. Kemenangan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk dosen pembimbing, fakultas, dan universitas. Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. menyampaikan rasa bangganya atas prestasi yang diraih oleh mahasiswa. “Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa kami memiliki kualitas yang sangat baik dan mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional,” ujarnya. Medali emas yang diraih oleh mahasiswa Fakultas Biologi UGM dalam ajang OSN bukanlah hasil kebetulan. Di balik keberhasilan ini, terdapat perjuangan panjang dan proses belajar yang intensif. Ronald Wihan Pradana menceritakan bahwa Ronald memulai persiapan sejak bulan Januari 2024. Dengan bimbingan dosen pembimbing, Dwi Umi Siswanti, S.Si., M.Sc., Ronald melakukan penelitian mendalam mengenai “Biofertilizer Sebagai Agen Bioremediasi Residu Seng (Zn) Pada Lahan Tanaman Cabai (Capsicum Annuum L.) Paska Aplikasi Fungisida Anorganik Skala Lapang”. Selain itu, Ronald juga mengikuti berbagai pelatihan dan seminar untuk meningkatkan kemampuannya. “Perjalanan menuju OSN tidak selalu mulus. Saya pernah mengalami kesulitan dalam memahami beberapa materi yang sulit dalam biologi, dikarenakan biologi merupakan ilmu dasar yang sangat kompleks dimana dalam biologi sendiri terdiri dari beberapa aspek yang meliputi manusia, tumbuhan, hewan, lingkungan, mikrobiologi dan lain-lain. Namun, dengan dukungan dari teman-teman dan dosen, saya berhasil mengatasi semua tantangan tersebut,” ujar Ronald. [Penulis: Ronald Wihan Pradana]
Osteoartritis (OA) adalah penyakit tulang yang menyerang berbagai sendi, termasuk sendi lutut, dan menjadi penyebab utama morbiditas, keterbatasan aktivitas fisik, serta kecacatan. Pada tahun 2020, jumlah penderita OA di dunia mencapai 595 juta jiwa atau 7,6% populasi, sementara di Indonesia pada tahun 2018 mencapai 55 juta jiwa atau 24,7% populasi. OA disebabkan oleh faktor usia, jenis kelamin, genetika, dan ras, serta diperparah oleh malposisi sendi, infeksi, obesitas, dan sindrom metabolic. Pengobatan OA lutut saat ini menggunakan obat farmakologis seperti analgesik dan antiinflamasi nonsteroid (NSAID), tetapi obat-obat tersebut dapat menimbulkan efek samping dan ketergantungan. Bedah adalah metode pengobatan yang paling efektif, tetapi tidak semua pasien dapat menjalani prosedur ini.
Berangkat dari permasalahan tersebut, di bawah bimbingan drh. Retno Murwanti, M.P., P.hD Tim PKM-RE Peek a Boo yang diketuai oleh Rima Arvisya Natania Putri dari Biologi Angkatan 2022 dengan anggota Regina Nilamsari, Reny Ras Ninta Br Tarigan, Widha Nur Yuliharjanti, dan Felicia Averine mengembangkan terapi yang mampu mencegah terbentuknya OA. Terapi ini melibatkan pembuatan nanoemulsi ekstrak fermentasi kacang kara benguk (M. pruriens). Nanoemulsi merupakan teknologi nanomedis yang mampu meningkatkan bioavailabilitas, stabilitas termodinamika, perlindungan dari degradasi, dan peningkatan absorbsi senyawa makromolekul.
Rima dan anggotanya memanfaatkan kacang kara benguk karena spesies ini merupakan komoditi lokal Indonesia yang potensinya belum dimaksimalkan. Spesies ini diketahui memiliki kemampuan meningkatkan aktivitas antiinflamasi dan antioksidan, berkat kandungan senyawa metabolit sekundernya seperti flavonoid, alkaloid, fenol, dan terpenoid, yang dapat membantu mencegah pembentukan dan perkembangan OA. Sampel kacang dan tempe yaang telah dikoleksi dari Kabupaten Kulon Progo, kemudian diubah menjadi tiga sediaan ekstrak meliputi ekstrak kontrol, ekstrak kacang kara benguk terfermentasi L. plantarum dan L. casei, serta ekstrak tempe kara benguk. Setelah dilakukan pengujian terhadap aktivitas antioksidan dan kadar flavonoid total, maka diputuskan ekstrak tempe kara benguk yang akan menjadi bahan baku nanoemulsi.
Setelah formulasi nanoemulsi, Rima dan tim kemudian melakukan pengujian organoleptik, pH, viskositas, PSA, dan PDI untuk memastikan sediaan telah memenuhi syarat obat oral. Adapun untuk menganalisis efektivitas sediaan, tim ini menggunakan Rattus norvegicus yang terinduksi OA dengan memanfaatkan ezim papain. Selanjutnya, hewan uji dianalisis dengan metode pengukuran diameter lutut, Walking Track Analysis, analisis radiografi, analisis histopatologis, dan analisis produksi sitokin proinflamasi dengan metode ELISA.
Rima menyampaikan bahwa hasil yang diperoleh timnya menunjukkan bahwa nanoemulsi kacang kara benguk dengan konsentrasi 100mg/mL, 200mg/mL, dan 400mg/mL secara signifikan mampu mencegah terbentuknya OA. Bersama dengan dosen pendamping, Rima berharap hasil penelitian yang ia dan tim lakukan dapat meningkatkan nilai guna kacang kara benguk melalui standarisasi nanoemulsi, mengembangkan nanoemulsi yang mampu mencegah terbentuknya OA, dan menjadi sumber informasi terbaru terkait pemanfaatan kacang kara benguk untuk terapi OA. [Penulis: Rima Arvisya Natania Putri]
Bunga Telang (Clitoria ternatea) merupakan tanaman merambat menahun yang terkenal akan keindahan bunganya yang berwarna putih, biru, dan ungu, serta tergolong dalam famili Fabaceae atau polong-polongan. Tanaman ini dapat tumbuh subur di berbagai dataran Indonesia karena perawatannya yang mudah dan dapat tetap tumbuh meskipun dibiarkan liar begitu saja. Bunga telang dipercaya memiliki berbagai manfaat karena memiliki kandungan antioksidan dan antimikroba yang potensial seperti antivirus, antiinflamasi, antidiabetes, dan antikanker.
Pekarangan Perumahan Guwosari Blok 1 diketahui memiliki banyak tanaman telang. Namun, potensi yang ada tersebut tidak dimanfaatkan dengan optimal sehingga bunga yang tumbuh hanya dibiarkan jatuh dan berceceran tanpa diolah dengan baik. Di samping itu, lingkungan desa Guwosari sendiri juga memiliki kondisi yang cukup gersang dan berdebu sehingga hal ini dapat memunculkan ancaman kesehatan apabila dibiarkan begitu saja. Adanya permasalahan dan potensi bunga telang yang banyak di lingkungan sekitar Perumahan Guwosari Blok 1 tersebut, membuat kelima mahasiswi UGM yang tergabung dalam Tim Telang Ungu meliputi Dian Indah Pertiwi (Biologi 2022), Devita Ariyani (Biologi 2022), Eka Meilasari (Sekolah Vokasi 2022), Nanda Ayu Putri (Sekolah Vokasi 2022), dan Nadia Ulfah (FKKMK) dengan didampingi oleh Dr. Jumeri M. Wikarta, STP., M,Si. melalui Program Kreativitas Mahasiswa dengan bidang Pemberdayaan Masyarakat (PKM-PM) berhasil menggandeng ibu-ibu PKK Perumahan Guwosari Blok 1 untuk mengoptimalisasi pemanfaatan bunga telang dengan cara mengolahnya menjadi produk minuman probiotik teh kombucha, sabun cair, dan pupuk cair organik menggunakan metode bioteknologi.
Pelaksanaan program pemberdayaan ini terdiri dari sosialisasi program, budidaya tanaman telang, praktik pembuatan minuman probiotik kombucha, sabun telang, dan pupuk organik, sosialisasi sertifikasi SPP-IRT, sertifikasi halal self declare, dan sosialisasi pembuatan akun Shopee sebagai media pemasaran untuk keberlanjutan program Telang Ungu.
Tim PKM-PM Telang Ungu berharap bahwa pengolahan bunga telang menjadi berbagai produk dapat memberikan manfaat dan mengatasi permasalahan yang ada di desa Guwosari. Nanda mengatakan “Minuman probiotik kombucha dari bunga telang yang dijadikan sebagai konsumsi pribadi memiliki manfaat untuk peningkatan imunitas karena kandungan antioksidan yang dapat melindungi dari radikal bebas dan antioksidan yang bisa mengurangi kadar gula darah dalam tubuh sehingga dapat menjaga imunitas dan kesehatan warga”.
“Sabun cair cuci tangan yang berasal dari ekstrak bunga telang mengandung antibakteri Staphylococcus aureus sehingga dapat digunakan untuk mencegah berbagai permasalahan kulit seperti bisul, kemerahan, bengkak, dan nyeri. Sementara itu, pembuatan produk pupuk cair dapat menjadi solusi masalah lingkungan yaitu memperbaiki kondisi tanah. Hal ini dikarenakan pupuk cair bunga telang mengandung berbagai mikroorganisme yang dapat mendegradasi tanah dan memperbaiki struktur tanah menjadi lebih subur” jelas Eka. Selain itu, pembuatan pupuk cair organik dari SCOBY merupakan bentuk pemanfaatan dari limbah pembuatan kombucha telang berupa SCOBY yang sudah tua atau tidak aktif.
Adanya kegiatan pemberdayaan yang dilakukan ini memberikan respon yang positif dari ibu-ibu PKK Perumahan Guwosari Blok 1. “Terima kasih kami sudah diberi ilmu dan pelatihan yang bermanfaat oleh mahasiswa dan dosen, kami jadi merasakan kuliah dan ilmu dari UGM” ungkap Sumiyati salah satu satu anggota PKK Perumahan Guwosari Blok 1. [Penulis: Dian Indah Pertiwi]
Berdasarkan data World Health Organization (WHO), 149 juta anak di seluruh dunia mengalami stunting. Tingginya angka stunting ini dapat menyebabkan mortalitas tinggi, anak dengan Intelligence Quotient (IQ) dan sistem imun yang rendah serta kedepannya anak dengan stunting berpotensi untuk mengalami berbagai sindrom metabolik. Salah satu upaya untuk mencegah stunting pada anak yaitu dengan pemberian makro dan mikro nutrien yang bermanfaat bagi tumbuh kembang anak. Nutrisi ini dapat diperoleh dari superfood. Superfood merupakan makanan kaya nutrisi untuk memelihara kesehatan yang dihasilkan dari bahan-bahan bioaktif di dalamnya.
Terdapat berbagai isu yang dapat mempengaruhi produksi superfood di pasaran diantaranya masalah kualitas, kondisi cuaca, dan ketidakstabilan harga di pasaran. Buah-buahan dan sayur-sayuran segar dapat mengalami penurunan kualitas substrat bagi berbagai bakteri patogenik seperti Listeria monocytogenes, E. coli, dan Salmonella spp. Produksi sayur dan buah di pasaran pun masih bergantung pada kondisi cuaca yang dapat mempengaruhi hasil panen. Selain itu, ketidakstabilan harga yang tinggi juga dapat mempengaruhi konsumen untuk memperoleh sayuran di pasaran. Oleh karena itu dibutuhkan alternatif pengganti superfood yang beredar di pasaran, salah satunya dengan Euglena. Euglena dapat menjadi kandidat superfood karena aman dikonsumsi manusia serta dapat hidup pada berbagai kondisi lingkungan.
Euglena menghasilkan berbagai bioproduk yang dapat mendukungnya sebagai superfood yaitu asam amino esensial, polyunsaturated fatty acids (PUFA), serta metabolit bioaktif. Sayangnya, produksi metabolit euglena masih rendah dibandingkan superfood di pasaran, sehingga untuk meningkatkan metabolit aktif dibutuhkan proses poliploidisasi untuk meningkatkan produksi metabolitnya. Secara alami, euglena hanya menghasilkan polyunsaturated acid sebesar 44 mikrogram/miligram, asam amino 47% dan paramylon berkisar 100 mg.
Dengan adanya permasalahan tersebut, Novia Noor Rachmawati dari Program Studi Biologi angkatan 2020 bersama empat mahasiswa lainnya, yakni Tiara Amelia Putri (Biologi 2020), Haris Dwi Nugroho (Biologi 2021), Sabrina Gita Pramesti (Kimia 2021), dan Tabina Amanda Aurelia Surya (Teknik Kimia 2022), mengeksplorasi superfood pencegah stunting dari mikroalga Euglena sp. strain lokal melalui metode pemuliaan genetika induksi poliploidi kolkisin yang dapat merubah set kromosom organisme. Mereka tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) UGM yang bergerak di bidang Penelitian Eksakta di bawah bimbingan Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr. Sc.
Novia menuturkan, “Kami menggunakan proses poliploidisasi dikarenakan dapat meningkatkan ekspresi gen-gen fungsional serta selalu menurunkan karakteristik mutasinya pada generasi berikutnya. Untuk itu, pada riset ini kami melakukan analisis performa, level ploidi, dan studi metabolomik Colchicine-mutated Euglena sp. Strain lokal sebagai sumber alternatif asam amino esensial dan value-added bioproducts.”
“Euglena sp. yang dimodelkan dari Dieng, Jawa Tengah dengan variasi konsentrasi mulai dari 0% hingga 5% dan waktu induksi selama 24 jam. Tujuannya kami memperoleh Euglena poliploid dengan peningkatan morfologi, konsentrasi DNA, performa, ploidy level, serta profil asam amino dan metabolit”, jelas Haris. Penelitian dilaksanakan dengan 3 tahapan utama dimulai dari perbanyakan kultur, pengamatan pengamatan morfologis, fisiologis, genetis, dan analisis flowcytometry, metabolit, serta profiling asam amino. “Penelitian ini mengungkapkan bahwa bahwa perlakuan efektif untuk menginduksi mutasi ploidi kromosom pada Euglena sp. 1%, konsentrasi 1% meningkatkan level ploidi, produksi karbohidrat, paramylon, klorofil, serta karotenoid, profil asam amino antara colchicine-mutated Euglena sp. dengan strain wild type menunjukkan peningkatan konsentrasi pada 3 asam amino esensial (L-lisin, L-leusin, dan L-histidine). Dalam analisis profiling asam amino diperoleh hasil bahwa Euglena sp. IDN 26 memiliki produksi senyawa asam amino khas meliputi L-Alanin, L-Arginin, L-Tirosin, L-Serin, dan L-As. Aspartat”, ucap Sabrina.
Tiara menambahkan, “Pengujian lanjut terkait konsentrasi dari masing-masing perlakuan menunjukkan peningkatan asam amino. Khususnya pada asam amino esensial L-Lisin, L-Leusin, L-Histidin memiliki konsentrasi tertinggi. Oleh karenanya, ketiga asam amino esensial tersebut berperan penting dalam pencegahan stunting karena memiliki fungsi dalam perkembangan tulang, peningkatan sistem imun, dan pembentukan sel darah merah.” Tim kemudian mempromosikan penemuan mereka di platform media sosial seperti Instagram, X, Tik Tok, YouTube, dan Facebook. Sebagai ketua tim, Novia berharap penelitian ini dapat bermanfaat dan berkontribusi dalam perkembangan modifikasi genetik Euglena sp. melalui aplikasi mutagenik agensia poliploidisasi kolkisin, dapat menambah sumber informasi bioteknologi mikroalga, dan menjadikan Euglena sp sebagai alternatif protein bioproduk yang bernilai tinggi. [Penulis: Sabrina Gita Pramesti]
Prevalensi obat merugikan di Indonesia berkisar antara 0,9% hingga 99% berdasarkan penggunaan obat, durasi, dan dosis terapi. Sementara setiap individu manusia dapat memberikan respon yang berbeda terhadap pemberian obat yang sama. Hal ini dikarenakan pada pemberian obat dipengaruhi oleh reaksi genom yang berbeda pada masing masing individu. Konsep pengobatan ini disebut dengan sistem farmakogenomik. Namun, dalam pendekatan farmakogenomik perangkat medis pendukung berupa sensor yang dipakai tidak dapat menjangkau beberapa titik di dalam tubuh. Selain itu, permasalahan penting dalam klasifikasi data genom, melibatkan jumlah gen individu yg sangat besar yaitu mencapai puluhan ribu, sedangkan perangkat medis terbatas dan kurang memadai. Oleh karena itu Feny seorang mahasiswi biologi UGM mengusulkan gagasan pengembangan Farmakogenomik Berbasis Biosensor Terintegrasi Machine Learning sebagai Upaya Pengobatan Menuju Indonesia Maju pada kompetisi Gebyar Essay Nasional Mahasiswa dan Siswa (Genesis) di bawah bimbingan Dosen Tyas Ikhsan Hikmawan, M.Sc., Ph.D. Lomba ini diadakan oleh Fatepa English Community di Universitas Mataram pada tanggal 6-7 Juli 2024 yang melibatkan sebanyak 315 karya kemudian diseleksi hingga mencapai Grand Final. Kompetisi ini melibatkan serangkaian tahapan, yaitu pengumpulan full paper, pembuatan video presentasi, pembuatan presentasi dengan bantuan power point, serta presentasi poster secara langsung di hadapan juri. Atas ide dan inovasi yang diusung, Feny berhasil meraih Silver Medal dalam kompetisi Genesis ini.
Inovasi ini menggunakan biosensor yang dapat memonitor interaksi molekuler dalam pengobatan pasien secara real-time. Biosensor dalam tubuh pasien bersifat ingestable dan memberikan informasi mengenai parameter fisiologis dalam organ, sehingga dapat memantau beberapa gambaran gen yang berkaitan dengan kondisi internal dan penyakit pada tubuh. Pendekatan yang digunakan menerapkan random tree dengan model klasifikasi yang dilatih dan menghasilkan menghasilkan prediksi berupa respon obat yang dipersonalisasi, efek samping, dan varian farmakogenomik pasien.
Kombinasi sistem pengobatan farmakogenomik dengan biosensor yang terintegrasi machine learning akan meningkatkan keamanan obat. Implementasi sistem ini di Indonesia akan mengurangi efek samping dan reaksi merugikan obat pada pasien. Respon intervensi obat pasien akan dipantau dengan cepat oleh profesional kesehatan, sehingga tenaga kesehatan dengan mudah dan cepat membuat keputusan terbaik dalam pengobatan pasien. [Penulis: Feny Nur Nucifera]
Mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam Tim Averin (Antivenom use Tamarind) berhasil mengungkap potensi biji asam jawa (Tamarindus indica) sebagai alternatif pengobatan gigitan ular tanah (Calloselasma rhodostoma) menggunakan mencit sebagai hewan model. Riset ini dijalankan oleh Oktaviani Nisa Hanafiah (Kedokteran Hewan), bersama rekan-rekannya, yaitu Fauzela Azira Ainaya (Biologi), Fani Nur Maftukhah (Farmasi), Rahmadina Nur Azizah (Farmasi), dan Khansa Fortuna Putri (Kedokteran Hewan).
Penelitian ini didukung oleh dana dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) serta Universitas Gadjah Mada. Dengan bantuan tersebut, diharapkan penelitian ini dapat mengatasi masalah akses dan biaya dalam penanganan gigitan ular. “Penelitian ini diharapkan dapat memberikan dasar teori dan data riset praklinis tentang efektivitas antibisa dari ekstrak biji T. indica terhadap gigitan ular C. rhodostoma. Harapannya, di masa depan, hasil penelitian ini bisa berkontribusi pada pengobatan alternatif untuk mengurangi angka kematian akibat gigitan ular C. rhodostoma di Indonesia,” ungkap Oktaviani.
Oktaviani Nisa mengungkapkan bahwa penelitian ini sangat penting dan mendesak. “Berdasarkan data dari WHO, Indonesia mengalami sekitar 135.000 kasus gigitan ular setiap tahun, dengan tingkat kematian antara 5-10%. Ular C. rhodostoma adalah salah satu penyebab kematian yang signifikan di Jawa. Namun, masalahnya adalah Serum Antibisa Ular (SABU) untuk gigitan ular ini belum tersedia secara luas dan harganya masih terlalu tinggi,” tambah Oktaviani.
Ekstrak biji asam jawa telah diuji pada bisa ular C. rhodostoma secara in vivo menggunakan mencit sebagai hewan model. “Pada kelompok yang diberi perlakuan ekstrak biji asam jawa, luas area hemoragi (perdarahan) pada mencit berkurang secara signifikan dibandingkan dengan perlakuan injeksi bisa ular. Oleh karena itu, T. indica berpotensi sebagai solusi baru dalam pengobatan gigitan ular, khususnya untuk C. rhodostoma. Dengan usaha dan dedikasi, penelitian ini memotivasi kami untuk terus mengeksplorasi potensi alam demi meningkatkan kualitas hidup manusia,” ujar Oktaviani. Sebagai catatan penting, hasil penelitian ini belum dapat diaplikasikan untuk kasus gigitan ular pada manusia, karena masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Korban gigitan ular sebaiknya tetap meminta bantuan dari tenaga medis terlatih dan menghubungi Rumah Sakit terdekat untuk immediate treatment. Hasil penelitian ini juga telah dipresentasikan pada Seminar Nasional Biologi Tropika (SNBT) pada 20 Juli 2024. [Penulis: Fauzela Azira Ainaya]
Adanya kegelisahan masyarakat Kampung Terban mengenai kasus kenakalan remaja yang semakin meningkat disebabkan oleh adanya kemajuan teknologi yang begitu cepat. Kampung Terban RW 5 yang merupakan pemukiman padat penduduk di tengah pusat Kota Yogyakarta, akan menjadi sasaran empuk dari dampak negatif kemajuan teknologi apabila tidak diberi antisipasi dan kesiapan masyarakat menghadapi kemajuan teknologi. Kekerasan seksual merupakan salah satu dampak negatif dari kemajuan teknologi. Hal ini dibuktikan dengan akses pornografi sangat mudah di internet, adanya kasus cybersex, hingga pergaulan bebas dikalangan anak-anak dan remaja. Walaupun secara geografis masih sangat dekat dengan UGM sebagai pusat pendidikan di Yogyakarta, ternyata pendidikan seksualitas masih belum menjamah masyarakat Kampung Terban RW 5. Anggapan tabu dari masyarakat juga menjadi alasan mengapa pendidikan seksual sangat jarang diajarkan oleh orang tua atau guru di sekolah kepada anak. Padahal pendidikan seksual merupakan pondasi penting untuk mengurangi kasus kekerasan seksual.
Ketabuan masyarakat yang masih menyebabkan pendidikan seksual belum dianggap urgent oleh masyarakat melatar belakangi rangkaian kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) SCASE. Mereka adalah Hafifah Nur Ainiyah (Biologi 2022), Aulia Robiatul Adawiyah (Biologi 2022), Diyan Ulsa (Psikologi 2022), Danila Nur Rahmawati (Geografi Lingkungan 2022), dan Alma Puska Falasyifa (Biologi 2022) dibawah dampingan Dr. Dwi Sendi Priyono, S.Si., M.Si. melalui program “SCASE: Sekolah Cakap Seksualitas melalui Permainan Ular Tangga Pintar sebagai Media Pembentukan Karakter Pada Warga Kampung Terban”. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dengan memfokuskan pendidikan seksualitas dengan materi pembelajaran yang dikemas sesuai tingkat umur menurut WHO dengan menggunakan media pembelajaran interaktif Ular Tangga Pintar agar penyampaiannya dapat dipahami dengan baik dan benar sekaligus tetap mengusung konsep pembelajaran yang menyenangkan.
Melalui program SCASE ini, Hafifah dan kawan-kawan berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat dengan pemberdayaan Desa Mitra menggunakan metode sosialisasi, pengajaran, dan pembinaan kepada Karang Taruna Kampung Terban RW 5 (R05TER). Adina, salah satu anggota R05TER mengungkapkan “keinginan masyarakat untuk mempelajari pendidikan seksual memang ada, namun masih bingung harus memulai dari mana karena masih dianggap bahasan yang saru dan belum pernah terdapat penyuluhan mengenai pendidikan seksualitas di kampung ini”.
Sementara Supriyanto, ketua RW 5 Kampung Terban mengungkapkan bahwa “program ini sangat membantu masyarakat yang masih bingung untuk memulai pembahasan pendidikan seksualitas khususnya orang tua kepada anak-anaknya, serta kegiatan ini sangat berdampak positif kepada warga, terutama anak-anak yang sekarang mulai paham bagian mana saja yg tidak boleh disentuh orang lain dan tau bagaimana cara melindungi diri untuk mengantisipasi terjadinya kasus kekerasan seksual”.
Melalui program SCASE, masyarakat Kampung Terban RW 5 dapat mendapatkan pendidikan seksualitas dengan baik dan benar. Dengan adanya peningkatan pemahaman menganai pendidikan seksualitas, masyarakat Desa Mitra akan lebih siap menghadapi potensi-potensi yang bisa menyebabkan terjadinya kasus kekerasan seksual. Harapan, program yang diusung oleh tim PKM-PM SCASE dapat menjadi pematik kegiatan-kegiatan lain yang bertemakan pendidikan seksual, baik oleh pemerintah atau lembaga pemberdaya masyarakat lainnya. [Penulis: Hafifah Nur Ainiyah]
Tim mahasiswa Biologi UGM yang terdiri dari Irfan Agus Nugroho (Biologi 2021), Laila Nurul Ilma (Biologi 2021), dan Fika Zulfiani (Biologi 2021) berhasil meraih nominasi Bronze Medal Quartile dalam kompetisi Scientific Paper pada perlombaan Agritech Research and Entrepreneurship Innovation (AGREETION) 2024 subtema “Environmental Sustainability Innovation”. AGREETION 2024 merupakan kompetisi scientific paper dan business plan tingkat internasional yang diselenggarakan oleh Agritech Research and Study Club (ARSC) Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya dengan tema “Accelerating Agriculture and Agro-Industry Towards Sustainable Welfare with Eco-Friendly and Clean Production Principles”. Kompetisi ini diikuti oleh total 42 Universitas dari 3 Negara berbeda dan dilaksanakan pada tanggal 20 April – 1 Juni 2024 yang dilakukan secara daring.
Karya tulis ilmiah yang diusung pada kompetisi ini berjudul “Algae Screens: Eco-friendly Sunscreen Based on Red Algae (Palmaria palmata) as an Effort to Prevent Damaged Coral Reef Ecosystems.” Karya ini dilatarbelakangi oleh potensi terumbu karang di Indonesia yang melimpah namun terancam mengalami degradasi, salah satunya akibat penggunaan tabir surya (sunscreen) yang larut ke dalam air. Paparan senyawa utama pada sunscreen konvensional seperti oxybenzone dan octinoxate dapat mengakibatkan pemutihan pada terumbu karang. Oleh karena itu, dilakukan eksplorasi pembuatan sunscreen ramah lingkungan dari bahan alam. Senyawa bahan alam yang diangkat pada penelitian ini adalah Mycosporine Like-Amino Acid (MAAs) yang banyak terkandung dalam alga merah, misalnya Palmaria palmata. Penelitian ini dilakukan menggunakan studi literatur dan metode molecular docking anatara senyawa anggota MAAs (mycosporine glycine, porphyra-334, dan shinorine) sebagai ligan dan protein target Procollagen C-endopeptidase 1 (PCOLCE1). Protein PCOLCE1 merupakan protein yang berperan dalam regulasi penuaan kulit akibat paparan sinar UV, sedangkan ketiga senyawa anggota MAAs yang digunakan diketahui memiliki sifat antioksidan terbaik diantara senyawa anggota MAAs lainnya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diketaui bahwa ketiga senyawa anggota MAAs dapat berikatan dengan protein target PCOLCE1, dengan senyawa paling efektif adalah porphyra-334. Oleh karena itu, produk Algae-Screen memiliki potensi untuk menjadi alternatif sunscreen dari bahan alam yang efektif untuk mencegah photoaging sekaligus ramah untuk ekosistem terumbu karang. Namun demikian, diperlukan penelitian lebih lanjut dalam pengembangan dan penyempurnaan formulasi produk Algae-Screen. [Penulis: Irfan Agus Nugroho]
Tim CEREALGAE Biologi UGM yang terdiri dari Kamilia Hana Salwa (Biologi 2022) sebagai ketua dan Irfan Agus Nugroho (Biologi 2021) sebagai anggota, berhasil meraih Silver Medal Quartile pada ajang Agritech Research and Entrepreneurship Innovation (AGREETION) 2024 dengan subtema Functional Food Innovation for Human Wellbeing. AGREETION 2024 merupakan perlombaan scientific paper dan business plan tingkat internasional yang diselenggarakan oleh Agritech Research and Study Club (ARSC) Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya dengan mengusung tema “Accelerating Agriculture and Agro-Industry Towards Sustainable Welfare with Eco-Friendly and Clean Production Principles”. Sebanyak 42 Universitas dari 3 negara berpartisipasi dalam kompetisi AGREETION 2024 yang dilaksanakan secara daring pada 20 April – 1 Juni 2024.
Pada kesempatan ini, tim mahasiswa Biologi UGM mengangkat esai yang berjudul “CEREALGAE: Cereal Formulation Based on Brown Algae (Sargassum sp.) Fortified with Moringa Leaves as a Food Diversification Strategy to Prevent Stunting”. Esai tersebut dilatarbelakangi oleh tingginya kasus stunting di Indonesia. Sejalan dengan upaya pemerintah dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-2 yakni mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan, dan meningkatkan gizi, serta adanya program “Gerakan Nasional (GerNas)” yang digaungkan, upaya diversifikasi pangan mampu menjadi salah satu langkah preventif yang dapat dilakukan dan diprioritaskan sehingga anak balita mendapatkan nutrisi yang sesuai. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencapai target tersebut adalah dengan optimalisasi pemanfaatan bahan alam, seperti Sargassum sp. dan daun kelor, sebagai bahan pangan fungsional. Sargassum sp. merupakan jenis alga coklat dengan tingkat kemelimpahan yang tinggi dan mengandung makronutrien seperti karbohidrat, protein, dan lipid, serta beberapa mikronutrien. Protein pada Sargassum sp. dapat membantu regenerasi sel-sel tubuh pada masa pertumbuhan dan perbaikan sel sehingga dianjurkan untuk fase pertumbuhan anak.
Fortifikasi bahan dengan menggunakan tepung kelor mampu meningkatkan kandungan protein, zinc, zat besi, kalsium, dan magnesium pada pangan. Protein yang terkandung dalam tepung kelor sangat tinggi, yaitu sekitar 27,1 g, sehingga mampu menjadi sumber protein alternatif pengganti protein hewani. Sebuah studi menyatakan bahwa fortifikasi daun kelor mampu meningkatkan berat badan balita secara signifikan dan mengurangi defisiensi nutrisi akut dua bulan setelah dikonsumsi. Kecenderungan masyarakat Indonesia dalam mengkonsumsi makanan instan atau cepat saji mendorong tim mahasiswa biologi untuk menciptakan inovasi pangan fungsional berupa sereal berbahan dasar Sargassum sp. dan daun kelor. Inovasi ini diharapkan mampu menjadi salah satu solusi untuk menurunkan prevalensi kasus stunting di Indonesia melalui diversifikasi pangan fungsional dengan memanfaatkan bahan alam. [Penulis: Kamilia Hana Salwa]
Menurut Nasional Geografi Indonesia (2019), Indonesia menduduki urutan keenam sebagai negara dengan penurunan biodiversitas tertinggi di dunia menyebabkan banyak spesies mengalami ancaman kepunahan. Salah satu spesies yang terancam punah adalah Dendrobium capra. Anggrek ini tercatat berada dalam status Appendix II dalam CITES dan Endangered dalam IUCN. Kurangnya perhatian terhadap anggrek ini menyebabkan Dendrobium capra mengalami penurunan populasi yang cukup signifikan. Selain itu, salah satu populasi yang ditemukan berada pada wilayah hutan produktif di Gunungkidul yang rawan terhadap intervensi manusia. Permasalahan tersebut kemudian menarik perhatian mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta (PKM-RE). Mereka berinisiatif untuk melakukan penelitian terkait Dendrobium capra yang mulai langka sekaligus new record karena baru ditemukan di wilayah Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta beberapa waktu lalu.
Tim PKM yang akrab disapa D’caprangers diketuai oleh Akmal Bunyamin (angkatan 2021) yang beranggotakan Syafira Nurul Aisya (angkatan 2021), Astrid Rayna Afandi (angkatan 2022), Nimas Sukma Puspita (angkatan 2022), dan Dary Saka Fitrady (angkatan 2023) dibawah bimbingan Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M. Agr. Sc. Tim PKM ini melakukan studi struktur populasi anggrek Dendrobium capra sebagai upaya pemantauan eksistensi anggrek ini di habitat aslinya, dilakukan juga konstruksi DNA barcoding untuk memudahkan proses identifikasi spesies ini karena sulitnya membedakan antarspesies Dendrobium hanya dengan pengamatan morfologinya dan menyediakan barcode sebagai identitas Dendrobium capra pada database.
Survei studi populasi dilakukan di hutan kecil yang berlokasi di Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul pada ketinggian 192-211 mdpl dengan suhu rata-rata 33,9°C dengan tingkat kelembaban 33%. Dalam populasi tersebut, ditemukan sebanyak 103 individu D. capra yang hidup secara epifit menempel pada pohon mahoni (Swietenia sp.) dan pohon jambu air (Syzygium sp.). Selain itu, dilakukan pula analisis filogenetik menggunakan gen ITS2 yang menghasilkan bahwa D. capra memisah dengan spesies Dendrobium lainnya dan membentuk klaster dengan spesies Dendrobium lain dalam section Spatulata.
Akmal Bunyamin, ketua tim PKM-RE D’Caprangers mengatakan bahwa melihat hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa gen ITS2 berhasil digunakan sebagai penanda molekuler yang efektif dalam mengidentifikasi anggrek D. capra hingga tingkat spesies. Kemudian hasil sekuensing dari D. capra digunakan untuk menciptakan barcode sebagai identitas dari D. capra. Tentu tidak mudah dalam merancang penelitian ini hingga akhirnya selesai menghasilkan sebuah produk barcode.
“Dengan dilakukannya penelitian ini, Dendrobium capra dapat diselamatkan dari ancaman kepunahan dengan memantau kondisi di habitat alaminya dan data ini dapat digunakan untuk menyusun strategi konservasi lebih lanjut,” ungkapnya.
Ia juga mengatakan bahwa produk barcode dapat disetorkan ke basis data genetik publik seperti NCBI sebagai identitas resmi D. capra secara molekuler. Hal ini penting dilakukan karena sekuens tersebut belum tersedia dalam database dan diperlukan untuk memudahkan proses identifikasi D. capra yang semakin langka. Ia berharap dengan adanya penelitian ini dapat menjadi salah satu upaya dalam melestarikan biodiversitas Indonesia khususnya anggrek Dendrobium capra sebagai salah satu puspa pesona Indonesia agar tidak mengalami kepunahan. [Penulis: Nimas Sukma Puspita]
Permasalahan limbah merupakan isu yang tak pernah habis dibahas karena dampaknya yang signifikan terhadap lingkungan. Berbagai kegiatan sehari-hari seperti konsumsi makanan dan kegiatan produksi berpotensi menghasilkan limbah. Indonesia menjadi salah satu penyumbang sampah makanan terbesar di dunia, dengan ubi kayu sebagai salah satu bahan makanan yang bisa terbuang. Yogyakarta merupakan salah satu daerah yang memiliki produktivitas pertanian ubi kayu yang termasuk tinggi. Dalam hal ini, limbah ubi kayu dapat meningkat seiring dengan tingginya hasil panen.
Kegiatan produksi lainnya juga banyak menghasilkan limbah, salah satunya dari industri kulit. Produk industri kulit umumnya terbuat dari kulit sintetis atau kulit hewani. Namun, produk kulit sintetis yang tidak awet dapat memperparah masalah limbah fesyen di Indonesia. Industri kulit hewani juga tidak lepas dari dampak terhadap lingkungan, karena proses penyamakan kulit dapat menghasilkan limbah berbahaya seperti krom yang mencemari lingkungan.
Melihat permasalahan ini, mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) yang diketuai oleh Marcella Devina Handoko (Fisipol 2023) serta beranggotakan Laura Silka (Biologi 2021), Nasywa Ramadhisa (Geografi 2021), Husna ‘Ainun R. (Biologi 2022), dan Muhammad Daffa (Ekonomika dan Bisnis 2023) membuat alternatif produk bernama “Macteria”, sebuah produk kerajinan kulit yang dibuat dari ubi kayu yang difermentasi oleh bakteri Acetobacter xylinum. Proses fermentasi ini menghasilkan selulosa yang kemudian digunakan sebagai bahan baku kulit untuk berbagai aksesori multifungsi seperti lanyard dan card holder. Oleh karena itu, Macteria tidak hanya mengatasi masalah limbah fesyen tetapi juga memanfaatkan limbah pangan berupa ubi kayu yang melimpah.
Berdasarkan uji yang telah dilakukan yaitu uji tekan dan uji tarik, Marcella, menyatakan bahwa produk buatan tim PKM ini mampu memiliki kualitas yang tidak kalah bila dibandingkan dengan kulit sintetis maupun hewani. Selain itu, proses pembuatan materialnya juga relatif mudah, cepat, dan bisa diproduksi dalam skala besar maupun kecil sehingga sangat potensial.
“Kami berharap mampu membawa inovasi ini supaya lebih dikenal oleh masyarakat. Terlebih, produk kami cukup unik dan belum banyak dikenal masyarakat.” Husna menambahkan. “Kami menggunakan bakteri yang mampu membantu menghasilkan selulosa sebagai material yang ramah lingkungan.” [Penulis: Husna ‘Ainun R.]
Sekelompok mahasiswa dari berbagai fakultas yang ada di Universitas Gadjah Mada (UGM) Ribka Wijayanti dan Dwina Aulia (Kedokteran Gigi 2022), Anisah Qurrotu Aini (Biologi 2022), serta Naila Nurfadhilah dan Atikah Nur Hanifah (Farmasi 2022), dibawah bimbingan Prof. drg. Supriatno, M.Kes., MD.Sc.,Ph.D melakukan penelitian untuk menggali potensi bawang dayak sebagai agen antiproliferasi dan induksi apoptosis sel kanker lidah manusia.
Bawang dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) merupakan tanaman herbal medicine yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat asli Dayak. Tanaman bawang dayak dapat dibudidayakan di berbagai daerah, sampel yang digunakan didapatkan dari UMKM lokal kelompok Tani di Danurejan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain memiliki manfaat dalam bidang kesehatan, riset ini juga berdampak baik terhadap ekonomi UMKM sekitar.
“Kanker terjadi karena aktivitas gen proto-onkogen yang menyebabkan proliferasi sel berlebihan dan inhibisi gen suppressor tumor. Kami menggunakan PDENs karena terbukti mampu menghambat proliferasi dan menginduksi apoptosis dalam berbagai jenis penyakit kanker. Melalui dasar ini, kami ingin menggali potensinya untuk pengobatan kanker lidah. Hasilnya, jumlah sel kanker yang hidup mengalami apoptosis (kematian sel terprogram) dan mengalami penurunan jumlah sel yang berproliferasi pada penggunaan PDENs bawang dayak,” terang Ribka.
Penelitian ini memiliki fokus dalam mengembangkan terapi alami kanker lidah dengan memperbaiki kekurangan metode terapi yang sudah ada sebelumnya. Hal ini yang menjadi keterbaruan penelitian kami. Plant derived exosome like nanoparticles atau PDENs Bawang Dayak sebagai suatu metode drug delivery yang diambil dari exosome Bawang Dayak.
“Bawang dayak memiliki IC50 sangat kuat setara dengan 38,97 ppm. Nilai ini lebih unggul dibandingkan dengan tanaman obat yang lain, seperti daun sirsak dan akar bajakah. Beragam senyawa terapi yang terkandung dalam bawang dayak tidak akan mampu dimanfaatkan sebagai agen terapi apabila menggunakan metode ekstraksi pada umumnya. Namun, dengan menggunakkan PDENs, seluruh senyawa terapi dapat dibawa ke organ target,’ jelas Anisah.
Proyek penelitian ini diajukan sebagai bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Riset Eksakta (PKM-RE) dengan dukungan pendanaan riset dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam melakukan penelitian dan analisis mendalam terkait potensi ekstrak PDENs bawang dayak. Diharapkan penelitian kolaborasi antar jurusan ini dapat mengilhami untuk terus menggali potensi alam yang dapat meningkatkan kualitas hidup manusia. [Penulis: AQA]
Diabetes melitus (DM) menjadi masalah kesehatan masyarakat global yang dapat menyebabkan komplikasi makrovaskular dan mikrovaskular. Di Indonesia, angka prevalensi DM pada usia dewasa mencapai 10,6%. Pengelolaan DM yang tidak efektif dapat menyebabkan komplikasi metabolik, neurologis atau vaskular jangka panjang, sehingga penderita DM lebih rentan terhadap infeksi kaki yang dapat meningkatkan insiden amputasi. Berdasarkan data dari Kemenkes pada tahun 2023, lebih dari satu juta penderita DM di Indonesia telah mengalami amputasi kaki, dan sekitar 80% dari kasus amputasi pada pasien DM dimulai dengan adanya ulkus kaki. Lamanya infeksi luka diabetes disebabkan oleh infeksi akibat tingginya glukosa darah yang meningkatkan proliferasi bakteri. Hal ini juga diperburuk dengan adanya defisiensi sistem imun, sehingga menyebabkan penderita DM mengalami keterbatasan gerak, sehingga menurunkan tingkat produktivitas harian.
Permasalahan yang muncul melatarbelakangi kolaborasi penelitian antara tiga mahasiswa fakultas biologi, yaitu Zahwa Khoirun Nisa (Angkatan 2022), Zatun Nithoghani Hafni (Angkatan 2021), dan Muhammad Nur Ikhsan (Angkatan 2021), serta dua mahasiswa fakultas farmasi, yaitu Sekar Ayu Kusumawardani (Fakultas Farmasi, Angkatan 2022), dan Alvian Chesyar Burhanudin (Fakultas Farmasi, Angkatan 2022) dengan dosen pendamping Dr. apt. Adhyatmika, M.Biotech. dalam membuat sediaan patch topikal dengan mengangkat nilai dua produk alami lokal Indonesia, yaitu minyak ikan patin dan silika ampas tebu untuk digunakan sebagai alternatif pengobatan luka diabetik. Penelitian yang dilakukan oleh tim sobatepat ini didanai oleh Kemendikbudristek dan merupakan bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Riset Eksakta (PKM-RE).
Pengobatan yang umum diberikan pada pasien dengan luka diabetik adalah terapi antibiotik. Namun, penggunaan antibiotik yang berlebihan dapat menyebabkan resistensi antibiotik dan berimbas pada proses pengobatan yang kurang efektif. “Alasan kami memilih sediaan patch dalam penelitian ini adalah untuk mencegah penggunaan antibiotik yang berlebihan sekaligus memastikan penghantaran obat pada luka dengan dosis yang lebih terukur dan terkontrol”, tutur Zahwa selaku ketua tim. Hafni turut menambahkan bahwa sediaan patch juga cocok untuk pasien yang tidak cocok dengan sediaan oral serta dapat menghindari first pass effect dan menjaga bioavaibilitas pada obat.
Pemilihan bahan baku berupa minyak ikan patin dan ampas tebu bukan tanpa alasan khusus. Minyak ikan patin sendiri mengandung asam lemak esensial omega-3 yang telah diketahui dapat membantu proses penyembuhan luka. Sebuah kebaharuan dilakukan dalam penelitian ini dengan menambahkan biosilika ampas tebu kedalam formulasi patch. Biosilika ampas tebu tersebut telah terbukti memiliki aktivitas antibakteri dalam membantu penyembuhan luka.
Bahan baku ampas tebu didapatkan dari hasil sisa penggilingan tebu yang ada di PT. Madubaru. “Kami mengambil limbah ampas tebu yang menumpuk, lalu difurnace dengan suhu 600 °C selama 1 jam. Abu ampas tebu yang dihasilkan selanjutnya dilarutkan dalam NaOH dan diasamkan dengan HCl hingga terbentuk gel. Gel inilah yang kemudian dioven hingga terbentuk serbuk silika”, jelas Ikhsan. Biosilika yang dihasilkan selanjutnya dikombinasikan dengan minyak ikan patin untuk membuat 3 jenis formulasi dengan konsentrasi bahan aktif (minyak ikan patin : biosilika) yang berbeda-beda, yaitu F1 = 25:75; F2 = 50:50; dan F3 = 75:25). “Kami membuat nanoemulsi dengan 3 formulasi yang berbeda, kemudian diukur partikelnya. Selanjutnya, dari nanoemulsi ditambahkan basis gel membentuk nanoemulgel dan diolah hingga membentuk sediaan patch”, jelas Alvian.
Tak selesai disitu, patch yang dihasilkan diujikan pada tikus model diabetes mellitus. “Tikus model diabetes dilukai dan diberi perlakuan yang berbeda-beda, termasuk diberikan ketiga formulasi patch. Proses pengamatan diameter lukanya dilakukan dari hari ke-1 hingga ke-7”, jelas Sekar. Data pengamatan diameter luka dianalisis dan diketahui bahwa terdapat pengaruh yang signifikan perlakuan pemberian patch terhadap proses penyembuhan luka diabetik. Berangkat dari Kesimpulan tersebut, data dianalisis lebih lanjut dan didapatkan Formulasi 1 (25:75) sebagai formulasi yang paling optimal dalam membantu proses penyembuhan luka diabetik. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan teori dalam pengembangan terapi komprehensif untuk membantu mempercepat proses penyembuhan luka diabetik. Dengan kemajuan ini, kami berharap dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup para penderita diabetes dan membantu mereka mencapai kesehatan serta kehidupan yang lebih Sejahtera. [Penulis: Zahwa Khoirun Nisa]
Luka bakar adalah jenis cedera yang melibatkan kerusakan jaringan akibat transfer energi berupa adanya kontak langsung dengan panas, radiasi, bahan kimia, ataupun listrik. Luka bakar termasuk cedera yang sulit disembuhkan dan penanganannya berkaitan dengan stabilisasi pasien, pencegahan infeksi, serta optimalisasi pemulihan fungsional. Penderita luka bakar berisiko mengalami komplikasi infeksi dan sistemik bergantung pada luas dan kedalaman luka bakar, usia dan kondisi umum penderita, serta adanya penyakit penyerta. Di Indonesia, luka bakar memiliki prevalensi yang cukup tinggi mencapai 1,3% dari seluruh populasi Indonesia.
Menyadari signifikansi dari pengembangan pengobatan luka bakar, lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada yang tergabung dalam Tim Acenofer menciptakan pendekatan baru dalam menangani masalah tersebut dengan memanfaatkan limbah kulit bawang bombai dalam bentuk sediaan nanofiber berlapis dua atau biasa disebut bilayer nanofiber. Penelitian ini dilakukan oleh tim yang terdiri atas Naufal Ahmad Fauzy (Farmasi 2021) sebagai ketua, bersama empat orang rekan yaitu Zulfa Nailil Muna (Fisika 2022), Puspita Nur Rahmawati (Biologi 2022), Tika Nur Amini (Biologi 2022), dan Erwinda Dwi Chofifah (Biologi 2022), dengan bimbingan dari Ibu drh. Retno Murwanti, MP, Ph.D.
Penelitian ini diajukan dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta atau PKM-RE dan telah berhasil memperoleh dukungan pendanaan untuk kelangsungan penelitian secara keseluruhan. Dukungan diberikan langsung oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan atau Belmawa.
“Aktivitas penelitian yang dilakukan sangat menarik karena kami bisa turut serta dalam meneliti kandungan ekstrak dan mengujinya kepada hewan uji tikus. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya” tutur Tika.
“Dalam penelitian ini, kami menggunakan kulit bawang bombai kuning karena memiliki kandungan kuersetin yang tinggi. Penggunaan limbah kulit yang tidak terpakai juga akan turut serta dalam menjaga kelestarian lingkungan. Dalam penelitian ini, kami melakukan modifikasi sediaan berupa bilayer nanofiber atau nanofiber lapis dua untuk meningkatkan penetrasi ekstrak ke dalam luka dan mencegah terjadinya infeksi” ungkap Naufal selaku ketua tim mengenai penelitian yang sudah dilakukan.
Dalam proses penelitian, dilakukan beragam tahapan selama periode 4 bulan. Mulai dari proses ekstraksi, pembuatan sediaan, karakterisasi, pengujian secara in vivo, dan analisis data. Proses karakterisasi dilakukan dengan beragam parameter mulai dari analisis SEM, FTIR, uji kuat tarik, dan uji sudut kontak. Pengujian in vivo dilanjutkan dengan analisis histopatologi untuk mengamati proses penyembuhan yang terjadi di dalam lapisan kulit.
“Penelitian yang kami lakukan menunjukkan hasil yang cukup menarik. Nanofiber berhasil dibuat dengan kualitas yang baik, tidak mudah rusak, memiliki struktur dengan ukuran yang sesuai, dan hasil pengujian in vivo yang menunjukkan penutupan luka oleh sediaan” ucap Zulfa.
Penggunaan kulit bawang bombai diharapkan dapat menjadi pengobatan alternatif dengan memanfaatkan kekayaan alam Indonesia dengan dilanjutkannya penelitian menuju tahapan uji klinis dan dikomersialisasikan menjadi pengobatan yang dapat digunakan oleh masyarakat luas. [Penulis: Erwinda Dwi Chofifah]
Tim Mahasiswa S1 Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, angkatan 2022 yang diketuai oleh Azra Belva Naprilian bersama dengan dua rekannya, yaitu Kotimah dan Ridho Nur Alam, berhasil meraih Juara Harapan 1 dalam ajang essay competition AGRIXPLOSION yang diadakan oleh Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS). Essay competition ini disponsori oleh Pertamina dengan mengangkat tema “Implementing Inovation to Reach Net Zero Emmision for Sustainable Future” yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Kompetisi ini melibatkan serangkaian tahapan, meliputi tahap administrasi dan pengumpulan naskah essay, kemudian dilanjutkan dengan tahap presentasi yang diselenggarakan secara online pada Minggu, 30 Juni 2024.
Pada kesempatan ini, tim mahasiswa biologi mempresentasikan esai yang berjudul “Pemanfaatan Biofertilizer dan Spirulina sp. sebagai Mikroremediator dalam Upaya Konservasi Hutan Acacia mangium pada Ekosistem Pasca Tambang Timah Bangka Belitung” dibawah bimbingan Tyas Ikhsan Hikmawan, M.Sc., Ph.D. Inovasi ini didasarkan atas permasalahan kerusakan lingkungan yang ditimbulkan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai wilayah penghasil timah terbesar. Hal ini berakibat terjadinya eksploitasi sumber daya alam tanpa upaya pemeliharaan sehingga menyebabkan pencemaran ekosistem. Pada esai ini, formula biofertilizer yang digunakan merupakan kombinasi beberapa jenis mikrobia yang memiliki kemampuan dalam mikroremediasi lahan pasca tambang. Selain itu, inovasi yang dikembangkan berupa penggunaan kombinasi biofertilizer dan Spirulina sp. untuk meningkatkan biofertilizer sebagai penyedia nutrien tambahan bagi mikroorganisme di dalamnya.
Reklamasi lahan pasca tambang timah di Bangka Belitung merupakan langkah krusial dalam mengatasi kerusakan ekosistem akibat aktivitas penambangan. Kombinasi mikroremediator dan pemanfaatan mikroalga Spirulina sp., dapat dilakukan untuk remediasi logam berat yang efektif. Selain itu, penggunaan biofertilizer mampu menyediakan kembali unsur hara esensial dan memperbaiki struktur tanah. Penanaman Acacia mangium sebagai fitoremediator juga terbukti efektif dalam mengembalikan keseimbangan ekosistem lahan bekas tambang, mengingat kemampuan adaptifnya terhadap kondisi tanah yang terkontaminasi logam berat. Inovasi ini diharapkan tidak hanya meminimalkan dampak negatif dari penambangan, tetapi juga mendukung konservasi hutan dan keberlanjutan lingkungan di wilayah tersebut. Strategi ini dapat menjadi implementasi The Sustainable Development Goals (SDGs) poin 15 terkait dengan pengelolaan lahan bekas tambang yang berkelanjutan, memastikan pemulihan ekologi, dan produktivitas tanah untuk masa depan. [Penulis: Azra Belva Naprilian dan Kotimah]
Yogyakarta, 1 Juli 2024 – Tim mahasiswa dari Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada berhasil meraih prestasi gemilang dengan meraih juara 3 dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah CEWAMA Research Competition yang diselenggarakan oleh Politeknik Penerbangan Indonesia Curug. Lomba yang berskala nasional ini berlangsung dari tanggal 29 Mei hingga 25 Juni 2024 untuk tahap karya tulis ilmiah, dan ditutup dengan presentasi final pada tanggal 1 Juli 2024.
Tim yang bernama “ALNOCO” (Algae Non Carbon) terdiri dari K. William Hendri Panjaitan (angkatan 2021), K.H. Mahadhevy Ryrathna Vidhantyka (angkatan 2022), dan Aqil Muhammad Hafiz (angkatan 2021), dengan bimbingan dosen Dr. Eng. Thoriq Teja Samudra, M.Sc. dan Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc, mengusung karya tulis berjudul “INOVASI POME SEBAGAI SUBSTRAT MIKROALGA (Neochloris oleoabundans) UNTUK DIVERSIFIKASI DERIVAT BAHAN BAKAR PESAWAT TERBARUKAN DAN RAMAH LINGKUNGAN”.
Dalam karya tulisnya, tim ALNOCO mengangkat isu alternatif bioavtur dari biomassa mikroalga dengan memanfaatkan limbah dalam bentuk POME (Palm Oil Mill Effluent) sebagai substrat pertumbuhannya. Biomassa N. oleoabundans yang kaya akan kandungan lipid nya dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar pesawat alternatif yang ramah lingkungan serta dapat diperbarui. Pertumbuhan biomassa dan kandungan lipid dari N. oleoabundans sendiri dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kandungan nutrisi (N: P: C) yang optimal. Limbah POME sendiri memiliki kadar N:P:C yang dapat dimanfaatkan oleh mikroalga N. oleoabundans untuk tumbuh dan mengakumulasi kandungan lipid didalam sel nya.
Inovasi ini berpotensi besar untuk mendukung produksi bioavtur yang ramah lingkungan sebelum tahun 2030, dengan dukungan dari semua pihak yang terlibat dalam tahapan-tahapan uji berikutnya, termasuk penyusunan roadmap untuk komersialisasi. Namun demikian, masih diperlukan pembahasan lebih lanjut mengenai optimalisasi pertumbuhan mikroalga pada limbah POME dan ekstraksi lipid dari mikroalga untuk pembuatan bahan bakar pesawat yang minim mencemari udara. Selain itu, pemanfaatan mikroalga dan POME sebagai opsi alternatif juga telah terbukti aman diproses sehingga memenuhi sistem transportasi yang berenergi bersih, yang akan memberikan dampak positif bagi lingkungan.
Lomba ini diikuti oleh 56 tim dari berbagai universitas di Indonesia. Prestasi yang diraih tim ALNOCO ini menunjukkan komitmen mereka dalam mengembangkan penelitian yang inovatif dan aplikatif. Prestasi ini juga menjadi bukti bahwa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada terus berupaya untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkelanjutan, sesuai dengan tujuan SDGs UGM dalam bidang energi baru terbarukan.
Selama dekade terakhir, industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) di Indonesia telah mengalami pertumbuhan pesat seiring dengan meningkatnya kebutuhan sandang dan gaya hidup masyarakat. Namun, industri tekstil masih menggunakan metode konvensional yang menghasilkan limbah berbahaya, terutama dari proses pewarnaan yang merupakan penyumbang terbesar limbah lingkungan. Selain itu, pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang diterapkan saat ini belum mampu secara efektif mengatasi limbah yang dihasilkan.
Berangkat dari keresahan akan hal ini, Erwinda Dwi Chofifah dan Kotimah, mahasiswi Fakultas Biologi angkatan 2022 berinisiasi menciptakan solusi yang berfokus pada proses hulu produksi tekstil, yakni dengan menciptakan biomaterial ramah lingkungan berbasis selulosa bakteri dengan kemampuan menghasilkan pigmen warna secara mandiri (self-pigmented biotextil). Di bawah bimbingan Tyas Ikhsan Hikmawan, S.Si., M.S., Ph.D., inovasi yang dijuluki dengan I-CHERA ini diperkenalkan pada ajang essay competition Olimpiade Geografi dan Geosains (OGG) yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) Institut Teknologi Bandung (ITB).
Setelah melalui rangkaian seleksi administrasi dan berkas, I-CHERA berhasil masuk ke dalam 10 besar karya terbaik dan berkesempatan untuk dipresentasikan secara langsung pada 21-23 Juni 2024 di Institut Teknologi Bandung (ITB). Dengan menyasar sub-tema Green Industrial Revolution through Sustainable Industrialization Practices, I-CHERA berhasil mengungguli karya-karya lain yang digagas oleh ratusan tim mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia dan berhasil menjadi Juara 1 dalam ajang ini. Erwinda dan Kotimah berharap inovasi ini dapat menghantarkan Indonesia dalam mewujudkan revolusi industri hijau di kemudian hari. [Penulis: Erwinda Dwi Chofifah].
Problematika serangan patogen pada tanaman padi menjadi salah satu fokus besar upaya pemberdayaan pertanian di Indonesia. Serangan patogen yang menyebabkan wabah penyakit berperan serta dalam penurunan produktivitas tanaman padi. Dalam menangani permasalahan ini, sebagian petani cenderung mengandalkan pestisida tanpa terlalu memperhatikan kondisi padi. Alhasil, upaya penanganan yang diambil tidak efektif dan justru mengancam kesehatan lingkungan sekitar akibat pencemaran oleh zat kimia dari penggunaan pestisida secara berlebihan.
Berangkat dari isu ini, Adzkiya Aqmaliza Rahmattillah dan Sheva Rimma Dhanty, mahasiswi Biologi angkatan 2021, menginovasikan aplikasi pemindai pintar terintegrasi smartphone berbasis Artificial Intelligence bernama ORYSMART yang dapat mendeteksi penyakit pada tanaman padi sekaligus memberikan rekomendasi solusi penanganannya dibawah bimbingan Dr. Wiko Arif Wibowo, S.Si. ORYSMART diperkenalkan pada ajang kompetisi FAPERTA FAIR (Futuristic and Prestige Research, Technology and Art) 5 di Universitas Dhyana Pura, Denpasar, Bali, pada 18-19 Mei 2024. Pada batch 5 ini, FAPERTA FAIR mengusung tema “Peran Inovator Muda untuk Menghadapi Persaingan Global Guna Menyongsong Indonesia Emas 2045”. Pada ajang tersebut, bersama ORYSMART, Adzkiya dan Sheva berhasil memperoleh Bronze Medal dan gelar Poster Terfavorit subtema Teknologi sebagai inovasi solutif futuristik yang dapat membantu menangani penyakit pada tanaman padi. Dengan kemampuan pemindaian dan rekognisinya, ORYSMART dapat mendeteksi jenis, gejala, penyebab, dan solusi penanganan terhadap penyakit pada padi. Tak hanya itu, aplikasi ini juga menawarkan analisis lanjutan yang mengkolaborasikan kecerdasan manusia dan buatan sehingga dapat menganalisis penyakit pada tanaman padi dengan lebih akurat dan menawarkan solusi penanganan yang lebih efektif. ORYSMART juga memfasilitasi akses konsultasi dengan para ahli proteksi tanaman yang berpengalaman dan andal di bidangnya.
Aplikasi ini ditargetkan untuk memberdayakan para petani padi di Indonesia sehingga dapat mengelola lahan padinya dengan lebih baik dan efektif. Oleh karena itu, ORYSMART didesain praktis dan mudah digunakan, khususnya bagi pengguna yang belum ramah terhadap teknologi. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi langkah jitu pemberdayaan pertanian di Indonesia dalam mendukung ketahanan pangan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Inovasi dan gagasan ini juga menjadi bagian dari upaya terhadap pencapaian SDG 2 (zero hunger), yaitu kontribusi gagasan ORYSMART dalam peningkatan produktivitas padi sebagai makanan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia. [Penulis: Sheva Rimma Dhanty]
Tim Universitas Gadjah Mada dengan nama Copowerment yang diketuai oleh mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian berhasil memperoleh 1st Winner Global Social Enterprise Competition 2024 dan satu-satunya tim dari Indonesia yang mendapatkan juara. Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh Faculty of Business Administration, Rajamangala University of Technology Isan, Thailand pada 21 Mei 2024. Tim tersebut beranggotakan Muhammad Haris Yulianto (Teknik Pertanian 2020), Hanif Nur Wahid (Teknik Pertanian 2021), Eva Yunizar Reza Permana Putri (Biologi 2021), Salsabila Khoirunnisa (Politik dan Pemerintahan 2021), dan Mahira Ghina Mumtaza (Geofisika 2022), serta didampingi Siti Mariyam, S.T.P., M.Sc selaku dosen Teknik Pertanian yang sekaligus dosen pendamping. Lewat topik social enterprise berbasis produk agroindustri dan empowerment dengan menggabungkan potensi sumber daya pertanian, pemberdayaan masyarakat, serta bio-circular-green economy, mampu menghantarkan tim UGM menuju final bahkan menjadi juara pertama, berhasil mengalahkan beberapa tim dari negara-negara lain.
Kegiatan kompetisi dimulai dengan pembuatan proposal karya dengan menitikberatkan pada beberapa kriteria penyelesaian masalah, social enterprise impact, practical, creative idea, serta sustainability. Kemudian diambil 5 besar dengan ide dan proposal terbaik untuk masuk ke babak final, tim Copowerment berhasil masuk ke babak final dan mempresentasikan karya terbaiknya di depan para juri yang berasal dari Taiwan, Indonesia, dan Thailand. Setelah proses penjurian yang ketat, tim Copowerment UGM berhasil membawa pulang juara 1 dan menjadi satu-satunya tim Indonesia yang berhasil menjadi juara.
Capaian ini menjadi acuan semangat dan kontribusi nyata bagi masyarakat untuk dapat berkembang dan berkelanjutan. Karya yang diangkat dalam lomba Global Social Enterprise Competition 2024 di Thailand harapannya dapat membawa kemajuan lewat sosial, ekonomi, dan lingkungan yang bekelanjutan. [Penulis: Eva Yunizar Reza Permana Putri]
Pada tanggal 13 hingga 16 Mei 2024, gelaran Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (ON-MIPA) menyapa peserta-peserta dari berbagai belahan tanah air di Universitas Hasanudin, Makassar. Acara prestisius ini menjadi panggung bagi para mahasiswa untuk menampilkan kemampuan mereka dalam bidang matematika dan ilmu pengetahuan alam.
Pada ajang ini, Universitas Gadjah Mada (UGM) menorehkan prestasi gemilang dengan menyandang predikat sebagai juara umum ke-3, di belakang ITB dan UI, dengan mengumpulkan 12 medali dan 3 penghargaan honorable mention dari 4 bidang yang dipertandingkan.
Tak lupa, bidang Biologi turut menyumbangkan prestasi gemilang bagi UGM dengan meraih 4 penghargaan bergengsi, yang terdiri dari 1 medali perak, 1 medali perunggu, serta 2 penghargaan honorable mention.
Kehadiran mahasiswa Fakultas Biologi UGM menjadi kebanggaan tersendiri dalam pencapaian ini. Dari keempat penghargaan tersebut, dua di antaranya diraih oleh mahasiswa Fakultas Biologi UGM. Tsaqifa Zuhayra Emery Bagus, angkatan 2023, mampu meraih medali perak, sementara Syafira Nurul Aisya, mahasiswa angkatan 2021, berhasil memperoleh predikat honorable mention.
Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa dedikasi dan kerja keras mahasiswa Fakultas Biologi UGM tidaklah sia-sia. Semangat juang mereka telah membawa nama baik almamater ke tingkat nasional, memberikan inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berprestasi di masa mendatang. Semoga prestasi ini juga menjadi pijakan untuk meraih keberhasilan yang lebih gemilang di masa yang akan datang.
Mahasiswa S1 Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada Angkatan 2022, yaitu Genoveva Ristining Tyas dan Ridho Nur Alam berhasil meraih prestasi berupa Gold Medal, Juara 2 Poster, dan Juara 2 Umum pada Lomba Esai yang diselenggarakan oleh Universitas Jenderal Soedirman Tingkat Nasional 2024 di bawah bimbingan Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc. Karya esai ini diajukan dengan subtema “Pertanian” yang berjudul “Inovasi Biofertilizer dengan Bakteri Halotoleran dan Eco Enzyme untuk Bioremediasi Lahan Non Produktif di Wilayah Pesisir”.
Inovasi biofertilizer dengan bakteri halotoleran dikombinasikan dengan eco enzyme dari pemanfaatan limbah sampah organik dan blotong tebu menjadi solusi yang berkelanjutan dalam mengelola sampah organik industri rumah tangga dan limbah pabrik. Dengan mengintegrasikan biofertilizer, memanfaatkan lahan pesisir untuk pertanian bawang merah, serta mengoptimalkan produk eco enzyme dapat mewujudkan pertanian yang inovatif, berkelanjutan, produktif, serta ramah lingkungan. Inovasi ini memegang peranan penting dalam mengoptimalkan produktivitas lahan dan meningkatkan komoditas bawang merah di Indonesia. Hal ini dapat berdampak pada pemenuhan konsumsi bawang merah bagi masyarakat Indonesia dan berpotensi untuk meningkatkan angka pendapatan perkapita nasional. Hal ini sesuai dengan 5 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (SDGs) yang telah disepakati di KTT PBB pada tahun 2015 yaitu tujuan #1 Tidak ada kemiskinan; #2 Tidak ada kelaparan; #3 Kesehatan dan Kesejahteraan yang baik; #7 Energi yang terjangkau dan bersih; serta #12 Konsumsi dan Produksi yang bertanggung jawab sehingga diharapkan dapat mendukung visi Indonesia Emas 2045. [Penulis: Genoveva Ristining Tyas]
Mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (S1) kembali menorehkan prestasi dengan meraih bronze medal pada 4-5 Mei 2024 dalam Lomba Esai Nasional “Soedirman Event of Animal Husbandry 7.0” setelah berkolaborasi dengan mahasiswa Fakultas Peternakan UGM (S1). Prestasi ini diraih oleh Muhammad Syahrul Firdaus (Biologi 2022), Annisa Nur Baety (Biologi 2022), dan Dzakiyyah (Peternakan 2023) dibawah bimbingan Moh. Sofi’ul Anam, S.Pt.,M.Sc. Lomba esai tingkat nasional ini diselenggarakan oleh Unit Penelitian dan Pengembangan Peternakan (UP3), Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman dengan tema “Inovasi dan Kreativitas Gen Z dalam Mencegah Global Boiling Melalui Peningkatan Ketahanan Iklim untuk Indonesia Pulih Lebih Cepat dan Bangkit Lebih Kuat”. Dalam kompetisi ini melibatkan beberapa tahapan, mulai dari pengumpulan proposal, pembuatan presentasi dengan power point, serta presentasi secara langsung di depan juri penilai.
Dalam esai ini, tim ini mengambil subtema peternakan dengan judul “Potensi Ekstrak Spirulina sp. dan Yucca schidigera sebagai Feed Additive untuk Menurunkan Emisi Gas Metana pada Ternak Ruminansia”. Inovasi ini di latar belakangi oleh peningkatan suhu bumi yang semakin hari semakin meningkat, salah satunya disebabkan oleh peningkatan gas metana dari sektor peternakan. Peningkatan suhu bumi dapat menurunkan kualitas pakan ternak dan produktivitas ternak, serta menyebabkan penyakit hingga kematian hewan ternak. Dari permasalahan tersebut, maka dibutuhkan inovasi berupa Feed Additives dengan kombinasi dua bahan Spirulina sp. dan Yucca schidigera. Spirulina sp. merupakan mikroalga berfilamen yang memiliki kandungan 50-70% protein dan senyawa tanin 11-18%. Sedangkan, Yucca schidigera merupakan tumbuhan yang mampu beradaptasi di lingkungan ekstrem dan mengandung senyawa saponin 30-60%. Dengan menjadikan kedua bahan tersebut sebagai feed additives, maka kebutuhan nutrien ternak akan terpenuhi, jumlah bakteri metanogen dan protozoa dalam rumen menurun, emisi gas metana menurun, efisiensi pakan meningkat, serta produktivitas dan kesehatan hewan ternak stabil.
Inovasi ini diharapkan dapat menjadi solusi dalam menangani masalah sektor peternakan di Indonesia. Selain itu, tim juga berharap dengan mengikuti kompetisi ini dapat memberikan motivasi kepada generasi muda Indonesia untuk menciptakan ide-ide kreatif dan berperan dalam pembangunan berkelanjutan (SDGs). [Penulis: Annisa Nur Baety]
Berdasarkan hasil Pemilihan Mahasiswa Beprestasi (Pilmapres) Tingkat Fakultas di Universitas Gadjah Mada yang dilaksanakan pada 19 Maret 2024 dan memperhatikan hasil rapat penetapan pemenang oleh tim juri universitas dan tim juri fakultas, Direktur Kemahasiswaan menetapkan Eva Yuniar Reza Permana Putri (Biologi 2021) sebagai pemenang Pilmapres Tingkat Fakultas di Universitas Gadjah Mada Tahun 2024. Pelaksaan Pilmapres tersebut telah dilakukan sejak tanggal 29 Februari-8 Maret sebagai seleksi tahap awal, yakni pendaftaran dan pengumpulan berkas. Berkas-berkas tersebut meliputi Capaian Unggulan (CU) yang memuat prestasi peserta, Naskah Gagasan Kreatif (GK) dengan tema “Sustainable Development Goals” yang sesuai dengan bidang ilmu peserta, dan sertifikat bahasa inggris (TOEFL/ITP/IELTS/ACEPT/TOEP/TOEIC). Berkas kemudian diseleksi oleh Komunitas Mahasiswa Berprestasi (Kommapres) UGM pada tanggal 12 Maret 2024. Selanjutnya, dilakukan tahap seleksi oleh fakultas pada tangga; 16-17 Maret 2024. Tahap seleksi oleh Fakultas yang dilaksanakan meliputi wawancara Capaian Unggulan dan Gagasan Kreatif berdasarkan naskah yang telah dibuat peserta. Pengumuman Mahasiswa Beprestasi Fakultas adalah pada tanggal 19 Maret 2024.
Eva Yuniar Reza merupakan Mahasiswa Fakultas Biologi angkatan tahun 2021 yang telah dikenal sebagai mahasiswa yang aktif dalam bidang akademik maupun non-akademik. Eva aktif mengikuti berbagai macam kegiatan serta perlombaan, diantaranya menjadi pemenang Nutrifood Leadership Award 2023 yang diadakan oleh PT Nutrifood Indoneisa, terpilih untuk ASEAN+ Youth Summit 2023 dan SDGs Annual Conference 2023, menjadi Delegasi pada The 27th National Congress IAAS Indonesia, menjadi juara 2 Essay Competition Festival Ilmiah Mahasiswa, dan juara ketiga dalam Business Competition ENVROTECH 4.0 yang diadakan oleh PERTAMINA Hulu Indonesia. Eva juga aktif dalam organisasi yang ada di dalam maupun di luar kampus, yakni menjadi sebagai Ketua Internal ormada Ikatan Mahasiswa Magelang (IMAGE), Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa BEM Biologi, dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia. Eva telah menjadi awardee BSI Scholarship Prestasi, Mahasiswa Berprestasi Non-Akademik UGM Kategori Pegiat Kegiatan Kemanusiaan, Fully Funded Volunteering oleh Indonesian Youth Action di Banda Neira, serta Fully Funded Sakura Science Program di Yamagata University, Jepang untuk memperdalam minatnya dalam Molecular Biology and Biochemical Engineering.
Topik yang diangkat Eva pada gagasan kreatif adalah mengenai Biosprospeksi Tanaman Pangan Lokal Jali – Jali Sebagai Upaya Eksplorasi Biodiversitas Untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan Indonesia. Topik ini diadaptasi dari kegiatannya bersama Climate Reality Indonesia di Gunung Kidul Yogyakarta yang sesuai dan sejalan dalam pengimplementasian poin Sustainable Development Goals (SDGs). [Penulis: BEM]
Adhelia Intan Sabhira, Sofyan Maulana, dan Ulfah Nur Azizah yang merupakan mahasiswa Fakultas Biologi UGM tergabung dalam Tim iGEM UGM kembali meraih prestasi berupa Gold Medal, Best Computational Project, dan Best Human Centered Design pada ajang Global Open Genetic Engineering Competition (GOGEC) 2024, yang berlangsung secara daring pada tanggal 23-25 Februari 2024. Kali ini merupakan pertama kalinya tim dari UGM berpartisipasi dalam kompetisi yang sudah diadakan sejak tahun 2021 silam.
Tim iGEM UGM merupakan tim mahasiswa multidisiplin yang terdiri 16 anggota dari berbagai fakultas di Universitas Gadjah Mada. Pada kompetisi ini, tim iGEM UGM diwakili oleh sembilan dari enam belas mahasiswa, yakni Adhelia Intan Sabhira, Sofyan Maulana, Ulfah Nur Azizah (Fakultas Biologi); Farrel Alfaza Marsetyo, Nayaka Bagus Wahyu Agung Hertanto (Fakultas KKMK); Afra Majida Hariono, Kayla Queenazima Santoso, (Fakultas Teknik); Melodia Rezadhini (Alumni Fakultas Pertanian); Muhammad Bagus Sajiwo (Fakultas Teknologi Pertanian).
Global Open Genetic Engineering Competition (GOGEC) 2024 adalah ajang lomba internasional bergengsi di bidang Rekayasa Genetika yang tahun ini diikuti oleh 15 tim dari 11 negara yang terdiri atas mahasiswa S1 dari seluruh dunia. GOGEC Competition berusaha mewujudkan gagasan kompetisi internasional yang mudah diakses dan terjangkau sehingga tim yang berkompetisi dapat sepenuhnya fokus ke proyek yang mereka kerjakan. GOGEC juga mengadakan seri kuliah tentang rekayasa genetika dan biologi sintetik yang mengundang ahli dari seluruh dunia.
Dalam GOGEC 2024, Tim iGEM UGM turut berpartisipasi dan membawakan projek komputasional dengan judul “Novel Biodevice for Colorectal Cancer Screening using Escherichia coli Nissle 1917 (EcN) with miRNAs as Biomarker“. Tim berhasil mengembangkan lebih lanjut proyek sebelumnya di ajang iGEM 2023, dimana tim merekayasa bakteri EcN untuk mendeteksi miR-92a dan miR-21 sebagai biomarker sel kanker kolorektal dan meningkatkan sensitivitas Loop-Initiated RNA Activator (LIRA) melalui pemodelan matematis dan simulasi komputer. Dalam mengembangkan proyek penelitian, tim iGEM melakukan diskusi dengan peneliti, stakeholders, dan instansi pemerintah, serta melakukan komunikasi dengan masyarakat pedesaan dan pasien kanker kolorektal. Pada ajang ini tim mengembangkan lebih lanjut sekuens LIRA yang digunakan menggunakan dataset yang tersedia secara daring dan mengembangkan kill switch sebagai upaya biocontainment. Dari penelitian dan pemberdayaan masyarakat inilah tim meraih Gold Medal serta penghargaan Best Computational Project dan Best Human Centered Design. Informasi mengenai project tim iGEM UGM dapat diakses di laman: https://www.gogecconference.org/projects2024.
Prestasi yang ditorehkan Tim UGM-Indonesia tidak terlepas dari dukungan Universitas Gadjah Mada, Fakultas Farmasi, Fakultas Biologi, Fakultas Teknik, Fakultas Pertanian, pembimbing yang terdiri atas Dr. Yekti Asih Purwestri (Fak. Biologi) sebagai pembimbing utama, bersama Widhi Dyah Sawitri, Ph.D (Fak. Pertanian) dan M. Saifur Rohman, Ph.D (Fak. Pertanian) sebagai pembimbing pendamping, Setyowati Triastuti Utami, Ph.D (Fak. Farmasi) sebagai instruktur, dan didukung oleh dosen dari Fakultas Biologi: Dr. Niken Satuti Nur Handayani, Aries Bagus Sasongko, M.Biotech, Lisna Hidayati, M.Biotech, Indra Lesmana, M.Sc., dan Matin Nuhamunada, M.Sc; Fakultas KKMK: dr. Mohamad Saifudin Hakim, M.Sc. Ph.D. dan Dewi Kartikawati Paramita, S.Si., M.Si., Ph.D.; Fakultas Teknik: Ir. Agus Prasetya, M.Eng.Sc., Ph.D dan Himawan Tri Bayu Murti Petrus, ST., M.E., D.Eng; Fakultas Teknologi Pertanian: Imam Bagus Nugroho, S.Si., M.Sc.; PAU Bioteknologi: Afif Pranaya Jati, S.P., M.Sc.; dan alumni: dr. Azzahra Asysyifa, Farhan Wali Bachtier, S.Si., Waffiq Maaroja, S.Kom, dan Yustika Sari, S.Si., M.Res.; serta berbagai donatur dan sponsor yang turut mendukung kebutuhan tim. [Penulis: Tim iGEM UGM]
Permasalahan stunting merupakan permasalahan yang tergolong menjadi permasalahan berjangka lama dalam proses penyelesaian akar permasalahannya, hal ini disebabkan oleh adanya keadaan malnutrisi pada balita. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Bantul Tahun 2023, menyebutkan bahwa kasus stunting di Kabupaten Bantul tergolong tinggi dengan tingkat pemusat kasus dalam satu tempat yaitu di Kecamatan Imogiri dengan total anak 857 dengan 21% berada pada Desa Selopamioro pada kuartal data per Mei 2023. Upaya untuk mengatasi masalah tersebut, Mahasiswa UGM menginovasikan Cheese Stick dari Olahan Dada Ayam dan Wijen melalui Pemberdayaan Posyandu di Desa Selopamioro untuk Mencegah Stunting Berbasis Sosiopreneurship. Inovasi ini diciptakan oleh Adam Satria Buana (Fakultas Geografi 2020) dan Sekar Alya Maharani (Fakultas Biologi 2021) dengan bimbingan Dr. Rika Harini., S.Si., MP.
Inovasi penelitian karya ilmiah ini diajukan dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional PUBLIC HEALTH PROJECT (PHP) 2023 yang diselenggarakan oleh HMD Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Malang dengan tema “Driving Change with innovative ideas: Generation Z’s Impact on Global Equality and a Sustainable Future through SDGs”. Presentasi Grand Final dilaksanakan pada Sabtu, 14 Oktober 2023 melalui Zoom Meetings dengan mendapatkan Juara 2 dari total 10 tim Grand Finalis yang berasal dari perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia.
Penelitian ini dilakukan mulai dari Agustus hingga September 2023 di Desa Selopamioro dan Universitas Gadjah Mada yang dimulai dari perencanaan hingga pembuatan laporan. Sesuai dengan Permenkes Nomor 51 Tahun 2016, formulasi bahan cheese dibuat dengan fokus pada kandungan protein dan kalsium yaitu penambahan makanan pendamping pada anak stunting memiliki kandungan protein 8-12 gram dan kalsium 225-450mg. Berdasarkan hasil uji yang didapatkan dari Pusat Studi Pangan dan Gizi Universitas Gadjah Mada, dalam 100 gram sampel yang diujikan, kandungan protein sebagai makronutrien memiliki kadar 12,20% dari total jumlah kandungan gizi yang tersedia. Sedangkan pada kalsium yang tergolong dalam mikronutrien di mana nutrisi ini hanya dibutuhkan dalam skala kecil didapatkan sebesar 0,45%. Kandungan yang dimiliki cheese stick sehat memenuhi batas minimum snack tambahan untuk penderita stunting yaitu 9,38% dan sesuai dengan Permenkes Nomor 51 Tahun 2016 yang memerlukan protein 8-12 gram dan kalsium 225-450mg. Mayoritas masyarakat dalam presentase 80% belum paham mengenai urgensi penambahan makanan sampingan yang sehat untuk mencegah maraknya kasus stunting di Desa Selopamioro. Melalui adanya sosialisasi pelatihan sosiopreneurship cheese stick sehat, 90% masyarakat sadar akan pentingnya mencegah kasus stunting semakin marak terjadi salah satunya dengan memberikan snack tambahan yang sehat untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi balita per harinya.
Hasil dari penelitian yang telah dilakukan menunjukan tingkat keberhasilan pemberian chesee stick sebagai pembantu dalam pemenuhan protein dan kalsium harian balita dan anak yang mengalami stunting. Hal ini dibuktikan presentase keberhasilan kenaikan tinggi badan sebesar 89,01% atau total 81 balita dan anak yang mengalami kenaikan tinggi badan, dari 91 balita dan anak. Selain itu tingkat keberhasilan inovasi chesee stick juga mempengaruhi dalam kenaikan berat badan balita dan anak dengan presentase keberhasilan 93,41% atau total 85 balita dan anak mengalami kenaikan berat badan, dari total anak yang diberikan perlakukan 91 balita dan anak. [Penulis: Sekar Alya Maharani]
Kesehatan mental kini merupakan isu yang hangat dibicarakan oleh Generasi Z. Dengan maraknya isu yang beredar, banyak Generasi Z yang melakukan self-diagnose sesuai dengan ciri-ciri ganggungan mental yang beredar. Upaya untuk mengatasi masalah tersebut, Mahasiswa UGM menginovasikan Platform Konsultasi Kesehatan Mental dengan Pendekatan Group Mentoring. Platform ini diinovasikan oleh Adam Satria Buana (Fakultas Geografi 2020) dan Sekar Alya Maharani (Fakultas Biologi 2021).
Inovasi penelitian yang dimulai dari banyaknya kasus self-diagnose yang saat ini banyak dialami oleh kaum remaja hingga dewasa Generasi Z ini diajukan dalam Next Gen Entrepreuner Competition (NGEC) 2023 yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknologi Industri Universitas Ahmad Dahlan pada 22 Juli 2023 dan telah berhasil memperoleh Juara 3 dari total 10 tim Grand Finalis yang berasal dari perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia. Tema yang diusung pada kompetisi ini yaitu “Stand Out With Your Inovative Bussines Plan as a Future Entrepenuer”, sehingga kedua mahasiswa menginovasi dan menyajikan ide kreatif berupa pembuatan aplikasi konsultasi kesehatan mental dengan pendekatan group mentoring.
Mental issues kini semakin marak dibicarakan oleh khalayak ramai terutama dikalangan remaja Generasi Z. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Annury, dkk, 2021 menunjukan bahwa 24,80% total dari 100 remaja generasi Z SMA di seluruh Indonesia melakukan self diagnose. Salah satu cirinya yaitu Generasi Z yang menyukai hal yang sedang trending, sehingga FOMO (Fear of Missing Out) dengan apa yang terjadi saat ini terkhususnya mengenai kesehata mental. Self diagnose merupakan keadaan dimana seseorang berasumsi tentang masalah kesehatan yang dialami dan mengdiagnosis diri sebagai pengidap gangguan mental tanpa bantuann professional (Kaligis, 2021). Hal tersebut dapat berdampak pada tingkat kecemasan yang terjadi di dalam diri semakin meningkat.
Platform yang diciptakan berupa Web-Aplikasi dengan nama TEMU GEN-Z. TEMU GEN-Z merupakan singkatan dari Teman CeritaMU Generasi Z. Nama ini dirumuskan karena penanganan dari masalah kesehatan mental dapat dimulai dengan konsultasi melalui cerita mengenai permasalahan yang dihadapinya. TEMU GEN-Z hadir dengan personal touch melalui monitoring yang dilakukan dalam grup diskusi. Web-aplikasi ini sebagai penunjang kesehatan mental dengan fitur konsultasi, tes psikologi, grup diskusi, pelayanan obat, dan konten #YukCerita. TEMU GEN-Z memiliki logo yang diartikan sebagai jiwa yang bebas tanpa adanya gangguan di dalamnya. [Penulis: Sekar Alya Maharani]
Universal Islamic Event (UNITE) merupakan program International Conference yang melibatkan mahasiswa dari berbagai universitas ternama di dunia. Kegiatan ini merupakan bagian dari Rumah Kepemimpinan, yaitu program pembinaan diri untuk mahasiswa/pelajar di Indonesia. Konferensi ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi para pemuda untuk berdiskusi, memaknai sejarah Islam, dan menciptakan suatu gagasan yang dapat meningkatkan dampak bagi lingkungan dengan semangat peradaban Islam.
Pada tahun ini, UNITE diselenggarakan pada 14 – 22 November 2023 di Istanbul, Turki, dan menjadi kedua kalinya program terlaksana. Kali ini, UNITE memberangkatkan 7 delegasi mahasiswa Indonesia dari berbagai kampus. Dua di antaranya ialah mahasiswa Universitas Gadjah Mada, yaitu Fathur Syahrian Ramadhani (Biologi 2020) dan Luthfia Nurul Atikah (Hubungan Internasional 2019). Sementara konferensi juga dihadiri delegasi mahasiswa dari berbagai negara, seperti Turki, Yaman, Mesir, Maroko, Pakistan, Ethiopia, dan Myanmar. Delegasi tersebut dipilih berdasarkan berbagai rangkaian seleksi, yaitu tes administrasi, wawancara, dan project presentation.
Sebelumnya, kurang lebih 4 bulan Fathur mengikuti pembekalan sebelum keberangkatan, seperti Islamic historical insight, mentoring project, team management, dan fundraising. Kemudian, setiap delegasi menyiapkan ideas pitching yang nantinya akan dipresentasikan pada saat konferensi. Konferensi yang diadakan di Turkish Youth Foundation (TÜGVA), sebuah yayasan untuk memberdayakan pemuda dalam menegakkan keadilan dan menciptakan berbagai karya di dunia, ini berjalan dengan baik. Kegiatan dimulai dengan seminar dari 3 orang pembicara, yaitu Mohammed Abdulhameed, Fatema Soliman, dan Muhammad Anas. Masing-masing membawa 3 materi berbeda, yaitu “The Role of Youth as Innovator”, “Research as The Initial Gate to Innovate”, and “The Spring of Islamic Civilization”. Selain itu, kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) dari delegasi mahasiswa untuk mendiskusikan topik edukasi di dunia bagi pemuda.
Dari konferensi tersebut, ketiga pembicara juga sekaligus menjadi juri untuk project delegasi dan Fathur mendapatkan penghargaan “Best Presentation”, sedangkan Luthfia mendapatkan penghargaan “Best Social Project”, dari 3 penghargaan yang tersedia. Prestasi tersebut menjadi pencapaian yang membanggakan bagi Universitas Gadjah Mada. “Mengikuti UNITE merupakan salah satu hal yang syukuri karena bisa mendapatkan berbagai manfaat, mulai belajar dari pembekalan mentor, kemampuan english speaking, berdiskusi dengan international students, dan belajar sejarah islam dari berbagai tempat historis di Turki. Lebih lanjut, atas berbagai dukungan dari delegasi dan juri saya tergerak untuk melanjutkan project plan saya di masa datang”, ujar Fathur. Fathur sendiri membawa ide project yang pernah dijalankannya pada 2021 silam, yaitu Hirau, sebuah komunitas oleh para pemuda yang berfokus untuk memperjuangkan isu lingkungan. Pencapaian ini tentu tak lepas dari dukungan dari fakultas, universitas, dan orang-orang sekitar. [Penulis: Fathur Syahrian Ramadhani]
Pada tanggal 26 November hingga 1 Desember 2023, Universitas Padjajaran, Bandung, menjadi panggung bagi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-36. PIMNAS, sebuah kompetisi prestisius yang melibatkan perguruan tinggi di seluruh Indonesia, menjadi ajang unggulan untuk mengevaluasi dan merayakan keunggulan akademis, kreativitas, dan kemampuan riset mahasiswa.
Kontingen PIMNAS dari Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) mengirimkan 15 mahasiswa yang didampingi oleh Prof. Dr. Rarastoeti Pratiwi, M.Sc., Woro Anindito Sri Tunjung, M.Sc., Ph.D., dan Dr. Dwi Sendi Priyono, S.Si., M.Si. Dalam semangat kebersamaan dan upaya keras yang tak kenal lelah, kontingen UGM berhasil meraih gelar juara umum dengan total 29 medali, meliputi kategori presentasi dan poster. Keberhasilan ini mencerminkan tingginya dedikasi, keterampilan riset, dan persiapan matang yang telah dilakukan oleh seluruh anggota kontingen. Kontingen Fakultas Biologi tercatat berhasil membawa pulang 1 medali perunggu, 1 medali perak, dan 3 medali emas. Akmal Bunyamin dan tim memperoleh medali perunggu dalam kategori presentasi, sementara Mia Fadilah dan tim mendapatkan medali perak untuk kategori yang sama. Keberhasilan ini tidak hanya terbatas pada kategori presentasi, tetapi juga terlihat dalam kategori poster. Dua tim dari Fakultas Biologi, yaitu tim yang dipimpin oleh Mia Fadilah dan tim yang dipimpin oleh Fauzela Azira Ainaya, berhasil meraih medali emas. Selain itu, prestasi membanggakan juga datang dari Zahira Shofa dan tim yang berhasil meraih medali emas dalam kategori presentasi.
Prestasi gemilang ini tidak hanya mencerminkan keunggulan akademis mahasiswa Biologi UGM tetapi juga menciptakan kisah inspiratif di kancah nasional. Keberhasilan ini, selain membawa kehormatan bagi Fakultas Biologi UGM, diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh civitas untuk terus berkembang, berinovasi, dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.
Dalam konteks PIMNAS, keberhasilan ini tidak hanya mencerminkan tentang kemenangan dalam perlombaan dan kompetisi. Lebih dari itu, PIMNAS menjadi wahana pembelajaran luar biasa yang memungkinkan mahasiswa Biologi untuk mengasah keterampilan komunikasi, riset, dan kolaborasi tim. Melalui kompetisi ini, mahasiswa Biologi dapat merasakan atmosfer persaingan sehat dan belajar dari teman-teman sejawat mereka di berbagai universitas. Penghargaan tinggi disampaikan kepada seluruh anggota kontingen, mahasiswa, dan dosen pendamping yang telah menunjukkan dedikasi, semangat juang, serta kemampuan luar biasa dalam menghadapi dan bersaing di tingkat nasional. Semoga prestasi ini menjadi tonggak awal bagi perjalanan akademis yang semakin cemerlang di masa depan. [Penulis: PKM Corner]
Tim Mahasiswa S1 Fakultas Biologi UGM angkatan 2022 Nur Farah Susilowati bersama satu rekannya yaitu Iqlima Safitri berhasil memperoleh juara 2 pada Science Writing Competition Tingkat Perguruan Tinggi Gebyar Ilmiah Science (GIS) 11th Version Tingkat Nasional yang diselenggarakan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Surabaya. Lomba ini dilaksanakan secara langsung (Luring) di Universitas Negeri Surabaya dengan presentasi tahap final pada 15 Oktober 2023. Pada kompetisi ini, Farah dan Iqlima menyusun karya tulis ilmiah berjudul membahas suh-tema Etnosains dengan judul “Kearifan Lokal Sarana Aksi: Adaptasi Adat Mane’e dan Eha di Sulawesi Utara untuk Mengurangi Eksploitasi Sumber Daya Alam Laut”.
Penulisan karya tulis ilmiah ini dilatarbelakangi oleh banyaknya ekosistem perairan terutama laut, banyak mengalami eksploitasi berlebih dan tidak ramah lingkungan. Eksploitasi ini bisa mengakibatkan rusaknya habitat dan mendukung punahnya spesies. Penulisan karya tulis ilmiah ini bertujuan menganalisis penggunaan tradisi Eha dan Mane’e dalam penanganan eksploitasi di Sulawesi Selatan guna diadaptasi dalam sistem penangkapan ikan nelayan lainnya dan menjadikan tradisi Eha dan Mane’e sebagai instrumen yang efektif untuk diadaptasikan terhadap teknologi tangkap ikan modern dengan penanganan eksploitasi, mengintegrasikan pengetahuan tradisional dan kebijakan modern serta pendekatan yang berkelanjutan dalam jangka waktu panjang, sehingga dapat membantu menjaga lingkungan alam dan memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Karya Tulis Ilmiah ini disusun dengan metode pendekatan kajian literatur atau kepustakaan. Metode yang dipakai akan menjelaskan topik dan permasalahan secara analisis studi kasus deskriptif. Bahwasanya ada Mane’e dan Eha sangat menjunjung tinggi larangan-larangan eksploitasi dengan memperhitungkan masa panen, serta penggunaan alat tangkap ikan yang sederhana atau disebut dengan Sam’mi. Dengan demikian, melibatkan masyarakat dalam pemanfaatan adat Mane’e dan Eha bukan hanya menjaga kearifan lokal, tetapi juga menjaga keberlanjutan sumber daya alam untuk generasi mendatang. Karena itu kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait lainnya penting untuk memastikan implementasi yang efektif dan berkelanjutan dari pemanfaatan adat ini dalam menunjang mutu dan hasil sumber daya alam. [Penulis: Nur Farah Susilowati, Iqlima Safitri]
Mahasiswa sarjana Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada kembali meraih prestasi dengan mendapatkan silver medal untuk research idea proposal pada 2nd International Conference of Biology for Students (ICOBIOS) x Open Bioproject Competition (OBC) 2023 yang diadakan di Universitas Brawijaya pada tanggal 12-14 November 2023. Prestasi secara daring tersebut diraih oleh tim Denova yang beranggotakan Darren Nicholas Rahmanto (Biologi 2021), dan Muhammad Naufal Dzakwan Luzen (Biologi 2021) selaku presenter, di bawah bimbingan Dr. Aprilia Sufi Subiastuti, S.Si.
The 2nd International Conference of Biology for Students (ICOBIOS) x Open Bioproject Competition (OBC) 2023 mengangkat tema ”Inovative Approach in Investigating Biological Problem through Multidisciplinary Research and Startup” yang bertujuan untuk mengakselerasi kolaborasi serta meningkatkan pemahaman terkait berbagai aspek biologi bagi peneliti muda. Kompetisi ini terdiri dari beberapa tahapan yaitu pengumpulan abstrak, pengumuman abstrak, pengumpulan proposal, serta presentasi dan acara seremonial yang diadakan dari bulan Juli hingga November 2023.
Tim Denova mengangkat kasus maraknya terjadinya penyakit kentang yang disebabkan oleh Streptomyces scabies, yang mengurangi produktivitas produksi kentang secara signifikan. Oleh karena itu, tim mengusulkan solusi untuk mempercepat dan meningkatkan sensitivitas deteksi Streptomyces scabies pada kentang. Diharapkan dengan inovasi berikut, petani dapat mengimplementasikan inovasi berikut dalam deteksi penyakit sehingga produktivitas kentang dapat menjadi optimal [Penulis : Darren Nicholas Rahmanto]
Mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil menemukan khasiat neuroprotektif dari kombucha cabai jawa sebagai minuman fungsional penderita Diabetes Melitus (DM) dengan risiko komplikasi Alzheimer’s Disease (AD). Penelitian ini diketuai oleh Eri Dwi Suyanti dengan melibatkan rekan-rekannya, yaitu Salma Mutiara Tsani, Fithratun Nastiti, Wafiq Hanifah, dan Marcellino Maatita. Para peneliti berasal dari lintas jurusan di UGM, meliputi kedokteran, biologi, dan farmasi, yang berkolaborasi untuk mengungkap khasiat kombucha cabai jawa dalam bidang kedokteran. Penelitian ini dilaksanakan di bawah dampingan dr. Arta Farmawati, Ph.D.
Penelitian yang bertema cabai jawa ini diajukan dalam Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Riset Eksakta (PKM-RE) dan telah berhasil memperoleh dukungan pendanaan untuk kelangsungan penelitian secara keseluruhan mulai dari pengurusan ethical clearance, hingga pembiayaan eksperimen. Dukungan diperoleh dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).
DM Tipe 2 (DMT2) dan AD merupakan penyakit dengan prevalensi yang meningkat seiring bertambahnya usia. Diprediksi penderita AD di Indonesia pada tahun 2050 menjadi 3.999.285 orang. Sayangnya, terapi pengidap DMT2 terkini menimbulkan efek samping gangguan gastrointestinal seperti mual dan muntah. Cabai jawa mengandung senyawa bioaktif piperin yang memiliki efek antidiabetes, dan dapat dikembangkan dalam bentuk minuman fungsional kombucha. Kombucha merupakan minuman fermentasi yang memiliki efek antihiperglikemik.
Hasil penelitian mengungkap bahwa senyawa bioaktif kombucha cabai jawa menunjukkan khasiatnya yang bernilai tinggi. Kombucha cabai jawa dapat memberikan khasiat neuroprotektif dengan menghambat suatu aktivitas enzim penyebab AD pada penderita DMT2. Selain itu, uji pada hewan coba membuktikan bahwa kombucha cabai jawa mampu mempertahankan memori spasial tikus hewan coba.
Penelitian ini membawa harapan baru dalam pengobatan AD melalui manfaat kekayaan alam Indonesia. Besar harapan peneliti, pengetahuan ini dapat dilanjutkan ke fase uji klinis hingga suatu saat kelak, penelitian ini dapat secara aktif memberikan proteksi bagi penderita DMT2 dengan risiko komplikasi AD. [Penulis: Marcellino Maatita]
Kanker kolon merupakan kanker yang berasal dari bagian terpanjang usus besar. Insidensi kanker kolon berada di peringkat 3 dunia dan diperkirakan pada tahun 2040 akan mengalami peningkatan kasus sebesar 63%. Namun, pengobatan kanker kolon saat ini yang meliputi pembedahan, radioterapi, dan kemoterapi cenderung menimbulkan toksisitas yang tinggi dan hasil yang kurang memuaskan. Saat ini, pengembangan pengobatan kanker kolon yang lebih aman dengan efek samping minimum masih menjadi tantangan.
Permasalahan tersebut membuat 5 mahasiswa UGM yang tergabung dalam Tim PKM-RE yang lolos PIMNAS 2023, yaitu Atikah Nurunnissa’, Anisa Dewi Rahayu, Lathief Al Umami, Ilma Tazkiya, dan Dwi Ardyan Syah Mustofa dari Fakultas Biologi dengan dosen pendamping Woro Anindito Sri Tunjung, S.Si., M.Sc., Ph.D. melakukan eksplorasi bahan alam sebagai obat kanker kolon yang lebih aman.
Anisa menjelaskan bahwa nanas merupakan salah satu buah yang banyak ditemukan di Indonesia. Bahkan, Indonesia termasuk negara nomor empat penghasil buah nanas terbesar di dunia. Bagian bonggol, kulit, dan mahkota nanas menyumbang 50% dari berat total buah nanas. Padahal, bagian tersebut mengandung senyawa golongan fenolik, terpenoid, serta enzim bromelain yang berpotensi sebagai antikanker.
Pengaplikasian bonggol, kulit, dan mahkota nanas untuk antikanker dilakukan melalui proses fermentasi untuk memecah senyawa kompleks menjadi senyawa turunan. Rhizopus.oryzae digunakan sebagai starter fermentasi untuk meningkatkan nilai dan kandungan senyawa antikanker, khususnya antikanker kolon. Keberhasilan proses fermentasi, terbukti menghasilkan senyawa turunan antikanker yang lebih spesifik. [Penulis: Anisa Dewi Rahayu]
Universitas Gadjah Mada kembali mengadakan salah satu agenda rutin yang digelar untuk memperingati Dies Natalis ke-74 yaitu Malam Anugerah Insan Universitas Gadjah Mada Berprestasi Tahun 2023. Acara tersebut dilaksanakan pada rabu malam, tanggal 15 November 2023 bertempat di Grha Sabha Pramana UGM. Dr. Andi Sandi Antonius Tabusassa Tonralipu, S.H., LL.M selaku Sekretaris UGM menyampaikan dalam laporannya sebanyak 72 orang diberikan penghargaan dalam Anugerah Insan Berprestasi tahun 2023. Kategori penghargaan tersebut antara lain alumni berprestasi, dosen dan peneliti berprestasi, publikasi terbaik, pengabdian kepada masyarakat, dosen berprestasi tingkat UGM, diseminasi pengetahuan melalui video dokumenter, inovasi pembelajaran melalui MOOC, Kaprodi penggerak MBKM, tenaga kependidikan berprestasi, dan mahasiswa berprestasi. Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., menyatakan dalam sambutannya bahwa tujuan dari pemberian penghargaan adalah untuk memotivasi dan mengapresiasi para alumni, civitas, dan seluruh unit kerja di UGM yang telah menunjukan kontribusi dan kinerja terbaiknya sehingga bermanfaat bagi UGM dan berdampak bagi masyarakat luas.
Fakultas Biologi UGM patut berbangga, salah satu dosennya yaitu Ganies Riza Aristya, S.Si, M.Sc., Ph.D. merupakan salah satu penerima penghargaan tersebut. Kategori penghargaan yang dianugerahkan adalah Dosen Berprestasi Internasional di Bidang Pengabdian. Penghargaan tersebut diperoleh berkat kegiatan pengabdian dengan tema “Smart Integrated Education System of Agrotourism Community Services” yang sebelumnya telah mendapatkan penghargaan sebagai Outstanding Flagship Project dalam RCE Awards for Innovative Projects on Education for Sustainable Development (ESD) 2023. Program tersebut mengangkat potensi agrikultur di Desa Sendangsari dan Desa Sidomulyo, Pengasih, Kulon Progo beserta tim KKN UGM dalam upaya membangun Desa Wisata berbasis pertanian berkelanjutan. Kontribusi dan partisipasi aktif dari pemangku kepentingan dan masyarakat kedua desa tersebut menjadi salah satu faktor keberhasilan program tersebut.
Ganies Riza Aristya, Ph.D. menyatakan bahwa penghargaan Insan UGM berprestasi merupakan apresiasi terhadap kinerja tim khususnya tim mahasiswa KKN UGM yang mampu berkarya dengan program yang mengangkat isu-isu strategis, dedikasi, dan bersinergi dengan masyarakat. Selain itu, beliau berharap bahwa kegiatan pengabdian di UGM terus berinovasi, berkembang, dan berdampingan serta menjawab permasalahan di masyarakat dan pada akhirnya menghasilkan solusi secara bersama-sama.
(Dyah Subositi, Mahasiswa Program Studi Doktor Fakultas Biologi UGM)
Merck Young Scientist Award (MYSA) 2023 telah memilih para peneliti muda yang lolos 12 besar semifinalis pada tanggal 25 Oktober 2023. Program MYSA bertujuan untuk mengajak para ilmuwan muda untuk berdiskusi bersama, berbagi ide, mengembangkan penelitian ilmiah, dan berkolaborasi untuk menciptakan terobosan baru sekaligus juga untuk menghargai dedikasi para ilmuwan dalam menciptakan solusi berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat Indonesia. Selain itu, MYSA juga bertujuan untuk menginspirasi dan mendorong ilmuwan muda untuk menciptakan inovasi life science dan menghadirkan solusi untuk mengatasi berbagai tantangan di bidang kesehatan. Program ini telah dimulai sejak tahun 2018, sehingga tahun 2023 ini merupakan penyelenggaraaan yang ke lima. Tahun ini, Merck berkolaborasi dengan Organisasi Riset Ilmu Hayati dan Lingkungan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (“BRIN”) dan Universitas Gadjah Mada yang juga berperan selaku dewan juri untuk memberikan penilaian yang optimal terhadap para peserta.
12 besar semifinalis Merck Young Scientist Award (MYSA) 2023 berasal dari berbagai institusi diantaranya Institut Teknologi Sumatera, Sumbawa University of Technology, Universitas Gadjah Mada, Indonesia International Institute for Life Sciences, Universitas Indonesia, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), IMERI FKUI, dan PT Bio Farma. Peserta diseleksi oleh dewan juri yang dipimpin oleh Prof. Dr. apt. Edy Meiyanto M.Si dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, beranggotakan Iman Hidayat., Ph.D dan Prof. Dr. Nurul Taufiqu Rochman., M.Eng., Ph.D dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ilma Equilibrina., Ph.D dari Merck, dan Dr. Riza Arief Putranto., D.E.A dari The Indonesian Society for Bioinformatics & Biodiversity.
Melalui hasil penjurian yang sangat ketat, Sigit Dwi Maryanto., S.Si., M.Sc dari Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada berhasil menjadi salah satu peserta yang masuk ke dalam 12 besar semifinalis. Tema yang diangkat mengenai efisiensi penyerapan nutrisi di kelapa sawit. Secara umum, Sigit Dwi Maryanto., S.Si., M.Sc menjelaskan bahwa penelitiannya akan menghasilkan produk hilirisasi jangka pendek berupa target marka molekular terkait efisiensi nutrisi di kelapa sawit, sedangkan target jangka panjangnya adalah progeni kelapa sawit efisiensi nutrisi. Penelitian ini tentu saja memberikan kontribusi yang baik bagi produksi kelapa sawit.
Acara puncak kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 23 November 2023 di Jakarta. Pada acara puncak nanti ke-12 finalis akan mempresentasikan terkait risetnya dan akan diumumkan pemenangnya. Oleh karena itu, Sigit Dwi Maryanto., S.Si., M.Sc berharap semoga pada saat presentasi nanti dapat memberikan performa terbaik sehingga dapat pulang dengan membawa kemenangan, yang tentunya membawa harum Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada.(Vita Meylani, Mahasiswa Program Doktor Semester Gasal 2023, Fakultas Biologi)
Mahasiswa S1 Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada kembali menoreh prestasi dengan mendapatkan dua penghargaan pada 2nd International Conference Biology for Students x Open Bioproject Competition (OBC) 2023 yang diadakan pada tanggal 12-14 November 2023. Penghargaan tersebut berupa Gold Medal untuk Kategori Research Project for College Student serta Runner up-1 untuk Kategori Grand Award Research Project for College Student. Prestasi-prestasi tersebut diraih oleh tim dari Laboratorium Genetika dan Pemuliaan yang beranggotakan Azizah Tyas Nugrahanty (Biologi 2020), Bagas Alfian Dwiaryanda (Biologi 2020), dan Lucia Arum Sekar Meysari (Biologi 2020) di bawah bimbingan Ganies Riza Aristya, S.Si., M.Sc., Ph.D serta berkolaborasi dengan Raden Afif Pranaya Jati, S.P., M.Sc dari Institut Bioinformatika Indonesia (INBIO-Indonesia).
The 2nd International Conference of Biology for Students (ICOBIOS) x Open Bioproject Competition (OBC) 2023 mengangkat tema ”Innovative Approach in Investigating Biological Problem through Multidisciplinary Research and Startup” yang bertujuan untuk mengakselerasi kolaborasi serta meningkatkan pemahaman terkait berbagai aspek biologi bagi peneliti muda. Kegiatan tersebut terdiri dari beberapa tahapan yaitu pengumpulan abstrak, pengumuman abstrak, pengumpulan proposal, presentasi, dan acara seremonial yang diadakan dari bulan Juli hingga November 2023.
Poly-hydroxy butyrate (PHB) Team mengkaji isu biodegradable plastic karena perkembangan plastik pada masa kini tidak dapat terpisahkan dalam kehidupan manusia modern dan akan berkembang terus-menerus setiap tahunnya. Di samping itu, berbagai usaha telah ditempuh dan terus dilakukan, salah satunya adalah mencari alternatif pengganti plastik konvensional yang lebih ramah lingkungan dan sustainable. Melihat adanya tantangan dan peluang yang dihadapkan tersebut, maka Azizah, Bagas, dan Lucia fokus melakukan pengembangan organisme sebagai produsen PHB yang efektif dan efisien dengan memanfaatkan teknologi transformasi genetik. Sampai saat ini, tim PHB telah berhasil mengkombinasikan gen sintetik hasil konstruksi plasmid ke dalam sel bakteri sebagai kandidat untuk mikroba penghasil PHB secara alami. Solusi tersebut diharapkan mampu menjadi alternatif pengganti plastik konvensional. Selain itu, dosen dan anggota tim juga berharap penelitian ini akan berkembang secara terus-menerus tiap tahunnya agar menciptakan lingkungan yang nyaman tanpa adanya plastik konvensional. [Penulis: Azizah Tyas Nugrahanty, Bagas Alfian Dwiaryanda, dan Lucia Arum Sekar Meysari]
Mahasiswa sarjana Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada kembali meraih prestasi dengan mendapatkan silver medal untuk research idea proposal pada 2nd International Conference of Biology for Students (ICOBIOS) x Open Bioproject Competition (OBC) 2023 yang diadakan di Universitas Brawijaya pada tanggal 12-14 November 2023. Prestasi tersebut diraih oleh tim Templus yang beranggotakan Muhammad Helmi Fauzan (Biologi 2020), Nisa Abidah (Biologi 2021), dan Anandita Amalia (Biologi 2021) di bawah bimbingan Dr. Miftahul Ilmi, S.Si., M.Si. serta kolaborasi dengan Aditya Aryandi, alumnus Fakultas Biologi tahun 2010.
The 2nd International Conference of Biology for Students (ICOBIOS) x Open Bioproject Competition (OBC) 2023 mengangkat tema ”Inovative Approach in Investigating Biological Problem through Multidisciplinary Research and Startup” yang bertujuan untuk mengakselerasi kolaborasi serta meningkatkan pemahaman terkait berbagai aspek biologi bagi peneliti muda. Kompetisi ini terdiri dari beberapa tahapan yaitu pengumpulan abstrak, pengumuman abstrak, pengumpulan proposal, serta presentasi dan acara seremonial yang diadakan dari bulan Juli hingga November 2023.
Tim Templus mengangkat kasus stunting yang tidak hanya dilatarbelakangi dengan kurangnya sosialiasi pada masyarakat, tetapi juga kurangnya variasi nutrisi pada porsi makan, terutama untuk mikronutrient, salah satunya vitamin A. Di sisi lain, keberadaan tempe sebagai salah satu makanan di Indonesia dengan harga yang terjangkau dan nutrisi yang cukup dapat menjadi salah satu alternatif dalam fortifikasi pangan. Oleh karena itu, salah satu solusi yang diangkat oleh tim Templus dalam menangani kasus stunting yaitu dengan fortifikasi tempe melalui rekayasa genetik oleh agent fermentasi Rhizopus oryzae yang diinduksi gen prekursor karatenoid oleh Mucor circinelloides.
Sempat mengalami kebingungan dalam konstruksi metode, tim Templus akhirnya berhasil merampungkan proposal secara baik dengan harapan bahwa solusi yang telah ditawarkan berkemungkinan besar dapat dilanjutkan pada tahap penelitian serta berhasil pada tahap uji. Kemudian, solusi ini diharapkan mampu menjadi alternatif untuk menurunkan angka stunting di Indonesia. [Penulis: Anandita Amalia]
Tim UGM-Indonesia, yang terdiri dari mahasiswa lintas Fakultas di Universitas Gadjah Mada (UGM), telah meraih prestasi luar biasa dengan memenangkan medali emas, inclusivity award, dan nominasi untuk best diagnostic project pada ajang Grand Jamboree – International Genetically Engineered Machine (iGEM) Competition 2023, yang berlangsung di Paris, Prancis, dari tanggal 2- 5 November 2023.
Empat dari enam belas anggota tim UGM-Indonesia adalah mahasiswa Fakultas Biologi angkatan 2020, yaitu Sofyan Maulana, Fathur Syahrian Ramadhani, Adelia Intan Sabhira, dan Ulfah Nur Azizah. Momen ini adalah pertama kalinya dalam 20 tahun berlangsungnya kompetisi iGEM, tim dari Indonesia berhasil meraih special award serta masuk dalam nominasi untuk best project. Sebelumnya, pada tahun 2021, tim UGM-Indonesia yang dipimpin oleh Yustika Sari (Biologi 2017) berhasil memperoleh medali perak.
iGEM adalah kompetisi bergengsi di bidang Synthetic Biology yang berawal dari sebuah kegiatan summer school di Massachusetts Institute of Technology (MIT) pada tahun 2003. Dalam kompetisi ini, setiap tim diberikan iGEM Distribution Kit yang mengandung ratusan “BioBrick Parts”, yaitu komponen DNA yang dapat dirangkai menjadi sirkuit genetik untuk mengatasi berbagai masalah di dunia nyata. Kompetisi ini telah mendorong lahirnya inovasi riset, Perusahaan, serta startup bioteknologi terkemuka seperti Ginkgo Bioworks, Asimov, dan Benchling. Dalam perayaan dua dekade iGEM, kompetisi tahun ini diikuti oleh 400 tim dari 66 negara dengan partisipasi lebih dari 3000 siswa SMA, mahasiswa S1, dan S2 dari seluruh dunia.
Di bawah kepemimpinan I Made Rhamandana Putra (Farmasi 2019), tim UGM-Indonesia mengambil tema teknologi diagnostik dengan proyek berjudul “Novel Biodevice for Colorectal Cancer Screening using Escherichia coli Nissle 1917 (ECN) with miRNAs as Biomarker“. Tim telah berhasil merekayasa bakteri ECN untuk mendeteksi sel kanker dan meningkatkan sensitivitas Loop-Initiated RNA Activator (LIRA) melalui pemodelan matematis dan simulasi komputer. Kerja keras, inovasi dan kreatifitas dari tim ini telah meyakinkan 5 juri internasional untuk memberikan medali emas dan nominasi untuk best diagnostic project1. Selain melakukan penelitian di laboratorium, tim iGEM juga harus melakukan pendekatan sosial dan inklusivitas ke berbagai komponen masyarakat. Dari 400 tim yang berkompetisi, tim UGM-Indonesia terpilih memenangkan special prize: best Inclusive award2.
Prestasi ini tidak lepas dari kerja keras dan bimbingan dari berbagai macam pihak. Dr. Yekti Asih Purwestri dari Fakultas Biologi UGM bertindak sebagai pembimbing utama, didukung oleh Widhi Dyah Sawitri, Ph.D (Fak. Pertanian), M. Saifur Rohman, Ph.D (Fak. Pertanian), dan Setyowati Triastuti Utami, Ph.D (Fak. Farmasi). Selain itu, tim juga dibantu oleh 15 pembina yang terdiri dari dosen, alumni, dan mahasiswa UGM, termasuk enam dosen dari Fakultas Biologi: Dr. Yekti Asih Purwestri, S.Si., M.Si., Dr. Niken Satuti Nur Handayani, Aries Bagus Sasongko, M.Biotech, Lisna Hidayati, M.Biotech, Indra Lesmana, M.Sc., dan Matin Nuhamunada, M.Sc. [Penulis: Tim iGEM UGM]
Sumber:
Mahasiswa S1 Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada kembali berhasil menorehkan prestasi tingkat nasional dengan meraih Juara 2 Essay Competition (E-Comp) “BIOCOMPACT (Biology Competition and Application) Season 14” yang diadakan di Universitas Negeri Surabaya pada 29 Oktober 2023. Prestasi tersebut berhasil diraih oleh Muhammad Fityatul Haq dan Ulfah Nur Azizah yang merupakan mahasiswa S1 Biologi angkatan 2020, di bawah bimbingan Ibu Laksmindra Fitria, S.Si., M.Si.
BIOCOMPACT SEASON 14 mengangkat tema “The Role of the Younger Generation in Realizing the Millennial Generation (Potential, Critical Thinking, and Innovation)”, dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan keilmuan dan pemahaman generasi muda dalam meningkatkan kualitas SDGS 2040, khususnya di bidang biologi yang erat kaitannya dengan permasalahan makhluk hidup dan lingkungan. Serangkaian tahapan seleksi dalam kompetisi ini, meliputi pendaftaran dan submisi esai, seleksi 5 besar finalis, pengumpulan poster esai, dan diakhiri presentasi finalis. Kompetisi ini berlangsung dari 3 Juli 2023 hingga 29 Oktober 2023.
Melalui kompetisi tersebut, tim ini menyoroti holistikasi penerapan Interdisciplinary Project-Based Learning (I-PjBL) di tengah segmentasi pendidikan serta urgensinya terhadap pendidikan anak berkebutuhan khusus. Bagi anak berkebutuhan khusus, PjBL dapat menjadi alternatif meningkatkan pembelajaran anak dalam kehidupan nyata karena PjBL sifatnya konstruktif, utamanya dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis yang dapat mendorong mereka untuk lebih mandiri dan tidak bergantung pada orang lain. Selain itu, tim ini juga menyoroti pengimplementasian I-PjBL pada pembelajaran berbasis STEM.
Melalui kompetisi ini, tim berharap agar terobosan dan isu yang telah diangkat mampu membantu mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan SDG 4 terkait pendidikan berkualitas yang inklusif. Selain itu, tim juga berharap dengan mengikuti kompetisi ini dapat memberikan dorongan dan motivasi para mahasiswa dan generasi muda Indonesia untuk berkontribusi positif dalam memajukan pendidikan di Indonesia. [Penulis: Ulfah Nur Azizah]
Mahasiswa S1 Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, angkatan 2022, yaitu Ridho Nur Alam dan Azra Belva Naprilian, berhasil meraih Medali Emas dalam Lomba Esai Nasional “Futuristics and Prestige Research, Technology and Art Fair” di bawah bimbingan Tyas Ikhsan Hikmawan, M.Sc., Ph.D. Lomba ini melibatkan sebanyak 243 karya yang kemudian melalui beberapa seleksi hingga mencapai Grand Final yang diadakan di Universitas Dhyana Pura, Bali pada tanggal 28-29 Oktober 2023. Kompetisi ini melibatkan serangkaian tahapan, termasuk pengumpulan full paper, pembuatan video presentasi, pembuatan presentasi dengan bantuan power point, serta presentasi poster secara langsung di hadapan tim penilai.
Dalam kesempatan ini, Ridho dan Azra mempresentasikan esai berjudul “Smartwatch SART: Detektor Kondisi Psikis Berbasis GSR (Galvanic Skin Response) untuk Menciptakan Lingkungan Kesehatan Mental yang Berkelanjutan.” Inovasi ini dipicu oleh meningkatnya perhatian terhadap isu kesehatan mental di masyarakat, terutama di kalangan mahasiswa dan remaja di Indonesia yang sayangnya tidak sebanding dengan jumlah tenaga kesehatan mental yang tersedia. Smartwatch ini dilengkapi dengan beragam sensor yang berbasis pada Galvanic Skin Response (GSR). SART, singkatan dari Smartwatch Stress and Anxiety Relief Tracker, akan mempermudah interaksi antara pengguna dan keluarga, teman-teman dekat, serta profesional kesehatan mental yang berkompeten. Selain itu, SART juga terintegrasi dengan Internet of Things (IoT), sehingga penggunaannya menjadi lebih efektif dan efisien.
Inovasi ini diharapkan dapat menjadi solusi praktis dalam menangani masalah pelayanan psikologis di Indonesia. Selain itu, diharapkan juga dapat membantu mengurangi angka bunuh diri di Indonesia dan mengatasi kasus gangguan kesehatan mental, sejalan dengan upaya pemerintah dalam mencapai tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 3 yang bertujuan untuk menciptakan Indonesia yang Sehat Mental. [Penulis: Ridho Nur Alam]
Mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (S1) lagi-lagi kembali menorehkan prestasi dengan menjadi Juara 1 Lomba Esai Nasional. Prestasi ini diraih oleh Rima Arvisya Natania Putri, Reny Ras Ninta Br Tarigan, dan Gafra Favian Ratmoro mahasiswa Fakultas Biologi angkatan 2022 dibawah bimbingan Dr. Miftahul Ilmi. Lomba esai tingkat nasional ini diselenggarakan HIMA Jurusan Biologi Universitas Islam Negeri Walisongo dengan Tema “Optimalisasi Peran Generasi Muda yang Cerdas, Proaktif, dan Inovatif dalam Menghadapi Revolusi 5.0 sebagai Upaya Mewujudkan Indonesia Emas 2045”. Periode lomba dibuka dari 1 Juli 2023 dan penentuan juara diumumkan pada 24 Oktober 2023.
Pada lomba ini, tim mengambil subtema Ecotechnology dengan judul ”Integrasi Metode Activated Sludge pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di TPST Piyungan, Yogyakarta”. Dalam esai ini, tim membahas bahwa air merupakan sumber kehidupan makhluk hidup di muka bumi. Sayangnya, perairan di sekitar wilayah TPST Piyungan tercemar oleh air lindi dari hasil pengolahan yang masih belum optimal. Berdasarkan hasil penelitian dari Kartikasari et al. (2020) menunjukkan bahwa setelah melalui proses pengolahan dengan metode aerasi, kualitas air lindi di TPST Piyungan masih belum memenuhi standar baku mutu yang telah ditetapkan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan kandungan air lindi yakni, TSS 235 mg/L, BOD 241 mg/L, COD 3511 mg/L, TN 700 mg/L, Hg 0,1015 mg/L, Cd 0,035 mg/L, Cr 0, 021 mg/L. Adapun baku mutu tersebut yakni TSS 100 mg/L, BOD 150 mg/L, COD 300 mg/L, TN 60 mg/L, Hg 0,005 mg/L, Cd 0,1 mg/L, Cr 0, 1 mg/L. Komparasi data tersebut dapat menunjukkan belum optimalnya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang diterapkan di TPST Piyungan. Kandungan tersebut tentunya akan sangat berbahaya bila berkenaan secara langsung dengan makhluk hidup.
Berangkat dari permasalahan tersebut, maka dibutuhkan pengembangan metode activated sludge untuk mengolah air lindi agar lebih efisien dan efektif dengan tujuan menghilangkan kontaminan organik dan zat kimia berbahaya yang terkandung di dalamnya. Inovasi yang dibawakaan oleh tim ini, berupa pengembangan metode activated sludge dengan optimasi penggunaan lahan, pemanfaatan flocs, pengadaan bak penampung biomassa dan pemanfaatan PAC sebagai agen penjernih. Dengan demikian, inovasi tersebut diharapkan mampu menciptakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang sesuai standar sehingga mampu memulihkan kualitas air menjadi lebih baik dan meningkatkan kemandirian masyarakat yang mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. [Penulis: Reny Ras Ninta Br Tarigan]
Upaya mitigasi perubahan iklim dari sektor peternakan kurang terdengar gaungnya di Indonesia. Meskipun angka kontribusi dari sektor ini masih kecil apabila dibandingkan dengan sektor industri dan sektor energi, kontribusi sektor peternakan dalam menurunkan emisi gas rumah kaca dapat membantu menurunkan suhu bumi serta mencegah pemanasan global yang ekstrem. Berdasarkan data BMKG (2022), rata-rata konsentrasi emisi gas metana di dunia terus mengalami kenaikan sejak Januari 1980 sebesar 1.620 ppb hingga Desember 2021 yang mencapai angka 1.909,3 ppb. Sektor peternakan menjadi penyumbang gas metana terbesar ketiga dengan kontribusi gas metana mencapai 20 hingga 25% emisi dari keseluruhan emisi gas metana di dunia. Emisi gas metana yang dihasilkan dari sektor peternakan sebagian besar dihasilkan oleh ternak ruminansia melalui proses fermentasi di dalam lambungnya yang kompleks (rumen). Nantinya gas metana akan dikeluarkan oleh ternak pada feses dan saat bersendawa.
Permasalahan tersebut menarik perhatian Ahmad Rizal Riswanda Danuartha (Program studi Ilmu dan Industri Peternakan, angkatan 2022), Akmal Bunyamin (Program studi Biologi, angkatan 2021), Anggi Abdillah Surya Amni (Program studi Kimia, angkatan 2022), Yessa Juliaputri (Program studi Manajemen Sumberdaya Akuatik, angkatan 2021), dan Siti Komariyah (Program studi Ilmu dan Industri Peternakan, angkatan 2022) yang tergabung dalam Tim PKM-RE dengan dosen pendamping Moh. Sofiul Anam, S.Pt. M.Sc. untuk memanfaatkan rumput laut (Macroalgae Sargassum sp. dan Gracilaria sp.) yang ada di Pantai Gunung Kidul, Yogyakarta untuk dijadikan sebagai pelet suplemen pakan ternak ruminansia. Pelet suplemen tersebut diharapkan dapat memodifikasi keadaan rumen sehingga dapat mengurangi produksi dari gas metana.
Macroalgae atau yang biasa kita kenal dengan rumput laut berpotensi menjadi sumber pakan yang kaya akan protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, asam amino, dan senyawa bioaktif lainnya. “Alasan kami memilih macroalgae sebagai bahan utama suplemen pakan ternak ruminansia adalah dengan adanya kandungan tanin dan saponin pada makroalga yang memiliki kemampuan menurunkan produksi gas metana. Rumput laut sudah banyak dimanfaatkan pada bidang pangan, pakan dan farmakologi. Tetapi di bidang peternakan terkait pakan aditif merupakan tantangan bagi kami untuk melakukan eksplorasi dan identifikasi senyawa penting yang bisa kami manfaatkan, apalagi menjadikan ini menjadi produk yang siap pakai, berkualitas, dan terjangkau bagi peternak” tutur Ahmad Rizal selaku ketua tim.
Yessa menambahkan bahwa penelitian mengenai potensi rumput laut untuk mitigasi gas metana sudah banyak dilakukan, tetapi belum ada inovasi berupa produk pelet yang siap pakai untuk para peternak. “Produk penelitian kami dijadikan pelet agar peternak lebih mudah mengaplikasikannya sehingga lebih efisien. Selain itu, dengan inovasi berupa suplemen berbentuk pelet, suplemen pakan ternak menjadi lebih awet dan dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama,” sambung Siti.
PELLETAN dikembangkan melalui pelaksanaan Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Riset Eksakta (PKM-RE) dengan sumber dana dari Kemendikbud Ristek. Melalui integrasi dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan dan kemampuan yang diperoleh di bangku kuliah, mereka berhasil membuat suplemen pakan berbentuk pelet dari macroalgae yang nantinya akan diuji keefektifannya melalui uji in vitro di Laboratorium TMT (Teknologi Makanan Ternak) Fakultas Peternakan dan Laboratorium KIMOR (Kimia Organik) UGM.
Di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta sendiri, kabupaten Gunungkidul memiliki deretan pantai yang sangat luas sehingga memiliki potensi budidaya rumput laut, salah satunya terdapat di pantai Trenggole. “Awalnya kami mencari sampel rumput laut di pantai Trenggole Gunung Kidul, lalu rumput laut yang ditemukan diolah menjadi pelet. Setelah itu, kami melakukan uji in vitro di Lab TMT menggunakan cairan rumen yang diambil dari sapi fistula bangsa bali. Kemudian dari uji in vitro tersebut kita ambil gas nya untuk dilakukan analisis produksi gas karbon dioksida dan metananya. Dan setelah hasil uji gas test-nya keluar positif bahwa pakan suplemen ini mampu menurunkan emisi gas metana hasil dari fermentasi rumen.” jelas Akmal.
Berdasarkan uji gas test di Balai Pengujian Standar Instrumen Lingkungan Pertanian Pati terhadap pelet suplemen rumput laut yang dikembangkan Rizal dan kawan kawan, pelet suplemen tersebut berhasil menurunkan produksi gas metana sebanyak 21,19% untuk suplementasi 3% dan 21,38% untuk suplementasi 6%. Selain itu, berdasarkan analisis data dari uji in vitro yang telah mereka lakukan, pelet suplemen rumput laut tersebut mampu meningkatkan kecernaan dari pakan kering sebesar 7,11% hingga 7,29%. Hal ini tentunya merupakan angin segar bagi peternak karena berdasarkan penelitian sebelumnya 3 sampai 12% energi tercerna dari pakan tidak dapat terserap maksimal karena hilang untuk produksi gas metana.
“Kami berharap, dengan adanya inovasi ini, dapat mengurangi gas metana yang dihasilkan dari sektor peternakan, karena selama ini sektor peternakan sering dijadikan kambing hitam atas permasalahan iklim yang terjadi akhir-akhir ini.” Pungkas Anggi. Penelitian ini tentunya menjadi prestasi yang membanggakan dan berpotensi besar membantu mengurangi produksi gas metana dunia. Dengan begitu, target pengurangan emisi karbon bisa didorong lebih jauh hingga perubahan iklim dapat teratasi. [Penulis: Akmal Bunyamin]
Nutrifood Leadership Award (NLA) merupakan sebuah inisiatif dari perusahaan Nutrifood Indonesia yang bertujuan untuk memberikan penghargaan untuk para mahasiswa Indonesia yang memiliki potensi dalam bidang kepemimpinan. NLA 2023 mengusung tema “Contribution for Our Nation“, dengan value Nutrifood, yaitu : Health, Green, Education, dan Inclusivity. Program ini memberikan kesempatan dan terobosan bagi mahasiswa untuk meningkatkan kapasitas diri dalam rangka berkontribusi lebih untuk masyarakat.
Beranjak dari tekad yang kuat untuk memberikan kebermanfaatan, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga berdampak buat orang lain. Eva Yunizar Reza, mahasiswa Biologi angkatan 2021, mengikuti serangkaian seleksi administrasi hingga dinyatakan lolos tahap audisi semifinal yang diadakan di 4 kota: Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya. Dari 132 semifinalis, Eva terpilih menjadi finalis untuk karantina di Jakarta. Eva bersama 19 finalis lainnya terbagi menjadi 4 kelompok untuk mengikuti mentoring dan melaksanakan project sosial yang melibatkan NGO’s yaitu Rumah Harapan Indonesia (Health), Food Cycle (Green), Istana Belajar Anak Banten (Education), dan Indika Foundation (Inclusivity).
Eva Yunizar Reza (Biologi 2021) bersama 4 mahasiswa lainnya dari Universitas Diponegoro dan Universitas Lampung tergabung dalam tim Health yang berkolaborasi bersama Rumah Harapan Indonesia. Berkat panggilan dan dorongan hati, mereka berhasil menginspirasi lebih banyak orang melalui berbagai program yang diinisiasi dengan melibatkan komunitas, volunteers, dan audience di sosial media. Eva dan tim berhasil menjadi The Winner of Nutrifood Leadership Award 2023 dan menjadi The Most Inspiring Movement.
Menurut Eva, segala pencapaian itu tidak berarti apabila tidak diimbangi dengan memberikan kebermanfaatan kepada orang lain. Eva percaya bahwa semua bermula dari langkah kecil untuk menjadi sesuatu yang besar. This is not the end, but the first step to taking an action, inspiring others, and making a better impact for our surroundings. [Penulis: Eva Yunizar Reza]
Anggrek hitam dengan nama ilmiah Coelogyne pandurata Lindl. merupakan flora endemik langka dari Indonesia. Anggrek ini hanya dapat dijumpai di Kalimantan Timur dan Papua. Keistimewaan anggrek ini terletak pada labellumnya yang berwarna hitam dengan garis-garis hijau dan berbulu serta perhiasan bunga berwarna hijau dengan kelopak berbentuk segitiga. Anggrek ini bernilai ekonomis tinggi sebagai tanaman hias dan koleksi tanaman langka. Sayangnya, proyek pembangunan infrastruktur di Kalimantan Timur meningkatkan tingkat kepunahan di alam. Padahal, anggrek ini dikategorikan Apendiks I menurut Convention on International Trade in Endangered Species (CITES) dan dilindungi berdasarkan PP RI No. 7 Tahun 1999.
Permasalahan tersebut membuat 3 mahasiswa UGM yang tergabung dalam Tim PKM-RE UGM 2023 yang didanai oleh Kemendikbud Ristek, yaitu Anisa Dewi Rahayu, Lathief Al Umami, dan Shiddharta Arya Anggoro Cen dari Fakultas Biologi dengan dosen pendamping Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc. untuk melakukan konservasi ex situ dengan mikropropagasi melalui teknologi berupa Temporary Immersion Systems (TISs).
Sentuhan teknologi yang diaplikasikan melalui TISs tergolong metode mutakhir untuk mempercepat pertumbuhan dan perkembangan anggrek hitam. Kelebihannya antara lain, tidak perlu disubkultur, aerasi optimal, dan mencegah hiperhidrisitas. Inovasi sistem TISs terintegrasi sensor dapat mempermudah dalam kontrol parameter lingkungan seperti pH, suhu, kelembaban, intensitas cahaya, dan gas karbon dioksida.
Lathief menjelaskan bahwa pengembangan alat TISs menggunakan sensor real time diatur oleh Arduino Uno untuk memudahkan kontrol parameter lingkungan. Hasil dari pengukuran sensor terhadap kondisi parameter lingkungan ditampilkan dalam LCD display. Shiddharta menambahkan bahwa desain ruang inkubasi di bagian atas sebagai tempat eksplan serupa biji hingga planlet dapat diatur secara fleksibel sesuai kebutuhan tanpa perlu memodifikasi sistem sensor dan aktuator.
Anisa menjelaskan bahwa pengaplikasian TISs terintegrasi sensor yang telah dilakukan terhadap planlet anggrek hitam di Laboratorium Bioteknologi Biologi UGM terbukti dapat mempercepat pertambahan parameter pertumbuhan. Pengaplikasian alat ini dapat menginisiasi pengembangan upaya konservasi ex situ secara modern dan efisien pada tanaman lainnya yang terancam punah, hingga produksi tanaman yang lebih berkualitas dengan biaya produksi yang minimal. [Penulis: Anisa Dewi Rahayu]
Kelompok mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada berhasil meraih prestasi berupa medali perak pada Lomba Karya Tulis Ilmiah Universitas Brawijaya Tingkat Nasional 2023. Kelompok ini dibimbing oleh Dr. Wiko Arif Wibowo, S.Si. selaku dosen pembimbing dan diketuai oleh Johs Carlo Edison Abon (Biologi 2022) dengan beranggotakan Adi Citra Prima Pranata (Biologi 2022), Agnetta Danastri Dardjito (Biologi 2022), Chandra Rifana Arifin (Biologi 2022), dan Muhammad Fathin Setya Daffa (Biologi 2022). Lomba ini adalah lomba penulisan karya ilmiah yang diselenggarakan oleh Universitas Brawijaya pada 1 Juni – 13 September 2023 dengan tema “Bersinergi Membangun Negeri dengan Inovasi Terapan Teknologi Menuju Indonesia Mandiri”.
Karya ilmiah yang diajukan mengusung sub tema “Perubahan Iklim dan Lingkungan Hidup” berjudul “Implementasi Tanaman Bioluminescent Trembesi (Albizia saman (Jacq.) Merr) sebagai Penerangan dan Bioakumulator Polusi di Lingkungan Urban Indonesia”. Karya tulis ilmiah ini dilatarbelakangi oleh permasalahan polusi udara dan polusi cahaya pada daerah urban di Indonesia. Polusi udara ini disebabkan oleh peningkatan mobilitas penduduk yang mengakibatkan peningkatan penggunaan kendaraan bermotor. Pada tahun 2019, sebanyak 232,974 kematian di Indonesia disebabkan oleh polusi udara. Selain itu, jalanan di perkotaan memerlukan penerangan yang merata yang menghasilkan polusi cahaya dan peningkatan kebutuhan energi fosil.
Solusi yang diangkat pada karya tulis ilmiah ini berupa pohon trembesi (Albizia saman (Jacq.) Merr) yang direkayasa secara genetik menjadi tanaman bioluminescent yang dapat memancarkan cahaya tanpa memerlukan daya listrik. Hal ini dilakukan dengan penyisipan kluster gen penghasil kompleks enzim luciferin-luciferase berupa Luz, HispS, H3H, dan CPH ke dalam pohon trembesi melalui metode kloning DNA dan penginjeksian melalui stomata daun pohon trembesi. Kluster gen tersebut diperoleh dari jamur bioluminescent berupa Neonothopanus nambi yang mampu memancarkan cahaya dengan sendirinya serta dapat ditemukan di Indonesia, tepatnya di Sumatera Barat. Dengan kata lain, proses yang menghasilkan cahaya di N. nambi yang telah dijelaskan sebelumnya dipindahkan ke pohon trembesi melalui rekayasa genetika.
Dibalik pemilihan pohon trembesi, terdapat suatu alasan ekologis. Pohon trembesi memiliki kemampuan untuk menyerap polutan logam berat dan karbon dengan efektif dan efisien. Setiap tahunnya, satu pohon trembesi dapat menyerap gas CO2 sebanyak 28,5 ton. Oleh karena itu, pohon trembesi yang bioluminescent diharapkan mampu men-tackle permasalahan polusi cahaya dan polusi udara di jalanan urban. Selain itu, penanaman pohon trembesi bioluminescent akan melejitkan nilai estetika di daerah urban Indonesia. [Penulis: Johs Carlo Edison Abon]
Tim mahasiswa dari S1 Fakultas Biologi UGM Angkatan 2022 yang diketuai oleh Firchamy Vuqi Aulia dengan empat rekannya yaitu Annisa Nur Baety, Azra Belva Naprilian, Muhammad Syahrul Firdaus, dan Ridho Nur Alam berhasil memperoleh Juara 2 pada Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional dibawah bimbingan Dr.Wiko Arif Wibowo, S.Si. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Universitas Brawijaya pada tanggal 1 Juni-13 September 2023 dengan tema “Bersinergi Membangun Negeri dengan Inovasi Terapan Terapan Teknologi Menuju Indonesia Mandiri”. Kompetisi ini berlangsung dalam dua tahap yaitu, pengumpulan full paper dan pembuatan power point serta presentasi bagi para finalis yang lolos dari tahap pertama.
Pada kompetisi ini, Fika (sapaan akrab Firchamy Vuqi Aulia) dan empat rekannya memilih subtema agrokompleks, dengan judul karya “Penerapan Konsep Precision Farming dengan Teknologi Digital Twins dalam Pertanian Vertikal di Era Industri 5.0 untuk Mendukung Pembangunan Berkelanjutan”. Penulisan karya ilmiah ini dilatarbelakangi oleh sektor pertanian Indonesia yang semakin berjalannya waktu semakin mengalami kemunduran. Hal tersebut disebabkan ketersediaan lahan pertanian yang semakin terbatas karena alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan pemukiman akibat meningkatnya populasi penduduk. Selain itu, sektor pertanian di Indonesia masih dikelola secara konvensional dengan kurangnya keterlibatan teknologi didalamnya. Hal ini menjadi salah satu faktor sering terjadinya gagal panen. Peristiwa tersebut menjadi penyebab meningkatnya kegiatan impor karena persediaan pangan dari sektor pertanian di Indonesia tidak mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat yang populasinya terus meningkat.
Berdasarkan permasalahan-permasalahan tersebut, Fika dan keempat rekannya menggagas sebuah inovasi yang diharapkan dapat menjadi solusi atas permasalahan tersebut. Inovasi ini berupa penerapan pertanian vertikal yang diiringi konsep precision farming dengan dukungan teknologi Digital Twins. Penerapan pertanian vertikal akan menjadi solusi bagi petani yang tidak memiliki lahan yang luas, terutama petani di daerah perkotaan. Namun, pertanian vertikal ini tidak akan memberikan hasil maksimal jika tidak diberikan tambahan inovasi lainnya. Oleh karena itu, kami menawarkan sebuah inovasi untuk mengelola pertanian vertikal menggunakan konsep precision farming. Precision farming sendiri akan diterapkan menggunakan sistem informasi geografis (GIS), pemantauan jarak jauh, dan sensor tanah sebagai alat utama. Selanjutnya, konsep precision farming ini akan semakin terlengkapi dengan adanya teknologi berupa Digital Twins yang menggunakan pemodelan virtual dari objek secara real time dengan bantuan AI (Artificial Intelligence) dan IoT (Internet of Things).
Gagasan yang dicanangkan oleh tim ini diharapkan dapat menjadi gagasan yang efektif dan solutif bagi sektor pertanian di Indonesia. Apabila gagasan ini diimplementasikan, maka akan berdampak pada sektor pertanian Indonesia yang semakin canggih sehingga dapat mencukupi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia dan dapat bersaing secara global di era Industri 5.0 saat ini. Selain itu, dengan inovasi dari gagasan ini diharapkan sektor pertanian di Indonesia akan berkembang secara berkelanjutan sehingga tidak ada lagi masalah keterbatasan lahan serta mutu dan kualitas hasil pertanian juga semakin meningkat. [Penulis: Firchamy Vuqi Aulia]
Tim Mahasiswa S1 Fakultas Biologi UGM angkatan 2022 yang diketuai oleh Nur Farah Susilowati bersama rekannya yaitu Kotimah berhasil memperoleh juara 1 pada lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional yang diselenggarakan HIMA Pendidikan Biologi Universitas Tidar dengan mengangkat tema lomba “Optimizing the Ability to Conserve a Paradise of Biodiversity“. Lomba ini dilaksanakan secara daring dengan presentasi tahap final pada 18 Agustus 2023 dan pengumuman juara pada 22 Agustus 2023.
Pada kompetisi ini, Farah dan Kotimah berada dibawah bimbingan Dr. Siti Nurbaiti, S.Si. dengan membahas sub-tema “Upaya Mengatasi Kerusakan Biodiversitas”, serta menyusun karya tulis ilmiah berjudul “Biodiversitas Mikroalga sebagai Indikator Potensial Kualitas Ekosistem Pusat Konservasi Gajah”.
Penulisan karya tulis ilmiah ini dilatarbelakangi oleh mikroalga yang dapat dijadikan suatu implementasi dalam mengatasi permasalahan biodiversitas pada ekosistem gajah. Penulisan karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk menganalisis peran mikroalga sebagai bioindikator dengan indeks keanekaragaman sebagai parameter stabilitas suatu komunitas dalam ekosistem atau gangguan yang terjadi pada faktor-faktor lingkungan maupun biotik. Karya Tulis Ilmiah ini disusun dengan pendekatan literasi jurnal ilmiah, dengan merujuk pada identifikasi perhitungan jumlah keanekaragaman jenis mikroalga dari sampel air dan sedimentasi di lokasi ekosistem gajah. Jenis keanekaragaman mikroalga digunakan sebagai indeks kualitas ekosistem dengan keterkaitan karakteristik mikroalga yang memiliki batas toleransi tertentu terhadap faktor fisika-kimia, sebagai bahan bioremediasi, sumber makanan, bahan bioaktif, serta kandungan hidrokarbon rantai panjang yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi. Hasil dari penelitian ini menunjukan tingkatan keanekaragaman mikroalga yang bervariasi sebagai identifikasi kualitas perairan di Pusat Konservasi Gajah dalam kestabilan ekosistemnya. [Penulis: Kotimah & Nur Farah]
Tim Mahasiswa S1 Fakultas Biologi UGM Angkatan 2022 yang diketuai oleh Ghefira Nur Fatimah dengan empat rekannya Jauza Hanifah Azzahra, Meinawa Amaliah, Fadilla Nur Hidayat, dan Nimas Ayu Pramesthi berhasil memperoleh Juara 1 pada Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional di bawah bimbingan Dr. Wiko Arif Wibowo S.Si. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Universitas Brawijaya pada tanggal 1 Juni-13 September 2023 dengan tema “Bersinergi Membangun Negeri dengan Inovasi Terapan Teknologi Menuju Indonesia Mandiri”. Kegiatan tersebut berlangsung dalam beberapa tahap, yaitu pengumpulan karya, penilaian karya, pengumuman finalis, pengumpulan video presentasi, penilaian video presentasi, serta pengumuman pemenang.
Subtema yang dipilih adalah Teknologi Pengolahan Pangan dan Pertanian dengan judul karya “Pupuk Organik Kapsul Berbahan Dasar Limbah Organik Rumah Tangga sebagai Wujud Ekonomi Sirkular dan Pelestarian Lingkungan”. Penulisan karya ilmiah ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan timbunan sampah yang terus meningkat di Indonesia. Indonesia merupakan daerah penghasil sampah dengan 21,2 ton sampah per tahunnya yang didominasi oleh sampah rumah tangga, seperti sampah sisa makanan (food waste), daun-daun kering, kayu, ranting pohon, serta industri makanan. Salah satu jenis limbah industri rumah tangga yang digunakan oleh Ghefira dan rekan-rekannya adalah limbah cangkang kepiting bakau (Scylla serrata). Tubuh kepiting bakau sebagian besar berupa cangkang sekitar 80% dari beratnya dan sisanya berupa daging yang dapat dikonsumsi sekitar 20%. Mereka memilih cangkang kepiting bakau karena memiliki sifat biocompatible, biodegradability (dapat terurai secara alami), toksisitas yang rendah, mudah disintesis, dan aman diaplikasikan.
Dalam inovasinya, Ghefira dan empat rekannya menerapkan dua teknologi, yakni vermicomposting dan teknologi microwave. Teknologi ini mengubah limbah organik menjadi suatu produk inovasi, yaitu pupuk organik kapsul larut air. Pupuk organik terbuat dari limbah organik rumah tangga, sedangkan untuk cangkang kapsul larut air terbuat dari limbah kepiting bakau. Teknologi vermicomposting diterapkan dalam pembuatan pupuk organik, sedangkan teknologi microwave diterapkan dalam pembuatan cangkang kapsul yang larut air. Teknologi vermicomposting adalah teknologi pengomposan yang memanfaatkan cacing tanah berjenis Eisenia foetida dan Eisenia Eugeniae. Cacing tanah memiliki kemampuan alami dalam merombak bahan organik menjadi pupuk kompos. Hasil akhir dari teknologi Vermicomposting adalah vermikompos yang merupakan campuran kotoran cacing (casting) dan pupuk kompos.
Teknologi kedua adalah teknologi microwave untuk pembuatan cangkang kapsul larut air dengan bahan baku cangkang kepiting bakau. Pada cangkang kepiting bakau terkandung senyawa kitin yang dapat ditransformasi menjadi kitosan sebagai bahan pembuatan cangkang kapsul. Kitosan dari cangkang kepiting bakau memiliki berat molekul yang besar, maka teknologi microwave ini diterapkan untuk menghasilkan kitosan dengan derajat deasetilasi tinggi serta memiliki berat molekul yang rendah, sehingga akan memiliki kelarutan dalam air yang tinggi. Proses pembuatan cangkang kapsul kitosan terdiri dari beberapa langkah yang harus dilakukan secara berurutan, yaitu preparasi sampel, isolasi kitin (proses deproteinasi, demineralisasi, dan dekolorisasi), sintesis kitosan (menggunakan microwave untuk dideasetilasi berulang), pembuatan Glukosamin Hidroklorida (GLcN HCl) (melalui proses hidrolisis dan sentrifugasi), serta yang terakhir pembentukan cangkang kapsul menggunakan cetakan kapsul modifikasi.
Melalui dua teknologi tersebut akan dihasilkan pupuk organik kapsul yang memiliki banyak keunggulan. Penggunaan pupuk yang sebelumnya perlu mencampur beberapa bahan akan menimbulkan kesan yang ribet. Melalui bentuk produk yang berupa kapsul akan memudahkan dalam pengaplikasiannya pada tanaman. Masyarakat tidak perlu lagi resah menakar pupuk, karena di dalam pupuk organik kapsul sudah terdapat unsur-unsur yang diperlukan tanaman secara lengkap dan tepat. Selain itu, bentuk kapsul juga akan memudahkan penyimpanan karena ukuran yang relatif kecil akan menghemat tempat penyimpanan. Pupuk organik kapsul memiliki waktu larut dalam air yang relatif cepat, sehingga dalam penggunaanya tidak menimbulkan sampah kembali. Dengan demikian, pupuk organik kapsul menerapkan sistem ekonomi sirkular dan diharapkan dapat melestarikan lingkungan. [Penulis: Ghefira Nur Fatimah]
Tiga mahasiswa Magister Biologi yang tergabung dalam tim Chaetomorpretty berhasil memborong juara pada lomba esai nasional, Nusantara Writing Festival 2023. Tim yang diketuai oleh Indah Nur Fauziah (Magister Biologi 2021) dengan anggota Anggi Rehulina Sitepu (Magister Biologi 2021) & Olvita Mayani (Magister Biologi 2021) berhasil menyabet Juara 1, Gold Medal kategori Esai Kesehatan, dan Best Video. Prestasi ini diraih dibawah bimbingan Dr. med.vet. Hendry TSSG Saragih, MP dan mengantarkan tim Chaetomorpretty yang merupakan satu-satunya wakil UGM pada kompetisi ini menjadi Juara Umum.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga Setara Prima Nusantara (Nusantaramuda) & STMIK Pradnya Paramita Malang. Kegiatan bergengsi yang mengusung tema “Inovasi dan Kreativitas untuk Indonesia Lebih Baik” dengan 8 bidang/subtema yang diangkat, mencakup pertanian, kesehatan, pendidikan, lingkungan, pangan, teknologi, hukum sosial ekonomi, serta pariwisata dan budaya.
Nusantara Writing Festival (NWF) 2023 tidak hanya menghadirkan kompetisi yang sengit, tetapi juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk berbagi pengetahuan dan inovasi yang dapat diaplikasikan dalam masyarakat. Tim Chaetomorpretty berfokus pada sub tema kesehatan dengan mengusung topik polisakarida arabinogalactan dari makroalga laut Chaetomorpha linum yang berpotensi sebagai prebiotik & gut health modulator pada pediatric functional gastrointestinal disorder.
Dalam esai yang mengantarkan tim Chaetomorpretty menjadi juara umum, mereka menyoroti kasus gangguan dan kelainan sistem pencernaan pada anak di indonesia atau pediatric functional gastrointestinal disorder (PFGID) cukup serius, namun studi dan risetnya belum banyak diperhatikan. PFGID ini memang umum terjadi, namun dapat menurunkan kualitas hidup anak. Salah satu strategi untuk mengelola kesehatan sistem pencernaan, khususnya pada usia anak, adalah dengan mengonsumsi prebiotik. Salah satu jenis prebiotik yang berpotensi untuk dimanfaatkan adalah arabinogalactan. Arabinogalactan termasuk dalam salah satu jenis prebiotik yang dapat ditemukan pada makroalga. Salah satu makroalga yang ketersediaannya melimpah adalah Chaetomorpha linum. Chaetomorpha linum merupakan makroalga yang mampu bertahan pada kondisi lingkungan yang ekstrem, memiliki laju pertumbuhan yang cepat, dan tersedia sepanjang tahun (perennial). Sifat-sifat ini merupakan keunggulan yang dimiliki Chaetomorpha linum secara fisiologis, sehingga spesies ini berpotensi untuk dimanfaatkan secara massal. Suplementasi prebiotik menggunakan Chaetomorpha linum sebagai upaya untuk menurunkan angka penderita pediatric functional gastrointestinal disorder merupakan suatu inovasi yang tepat dalam meningkatkan kekebalan sistem pencernaan anak.
Perbaikan status kesehatan sistem pencernaan pada anak merupakan suatu investasi bagi masa depan. Sehingga sehatnya sistem pencernaan anak akan meningkatkan daya tahan tubuh anak secara menyeluruh. Generasi muda yang sehat tentu akan memberikan sumbangsih bonus demografi di masa depan bagi Indonesia. [Penulis: INF]
Panasonic Scholarship Indonesia pertama kali diluncurkan pada tahun 1998 oleh Panasonic Corporation Japan sebagai bentuk perayaan usia ke-80 tahun. Beasiswa diberikan melalui PT. Panasonic Manufacturing Indonesia berupa beasiswa studi Paska Sarjana pada universitas terbaik di Jepang bagi lulusan S1 terbaik dari berbagai universitas di Indonesia. Sejak tahun 2014, Panasonic mengubah kebijakan beasiswa menjadi Bantuan Biaya Pendidikan dan Uang Saku bulanan bagi mahasiswa Program Sarjana (S1) dan Magister (S2), serta pada tahun 2019 ditambahkan mahasiswa Diploma (D3/D4). Seleksi Panasonic Scholarship dimulai dari seleksi kandidat melalui Universitas/Fakultas/Prodi dan seleksi oleh Panasonic. Penetapan kandidat penerima beasiswa dilakukan dengan mempertimbangkan kelengkapan dokumen administrasi, IPK mahasiswa, kemampuan bahasa, kondisi ekonomi keluarga, keaktifan di organisasi, dan essay “Future Plan”, serta kesiapan menjadi penerima beasiswa Panasonic Scholarship. Panasonic menetapkan 22 mahasiswa penerima Panasonic Scholarship 2023 yang terdiri dari 12 orang Program S1, 4 Orang Program S2, dan 6 Orang Program Vokasi D3/4.
Adhisa Fathirisari Putri dan Aji Sukma Iqbal Najibulloh berturut-turut merupakan mahasiswa Program Sarjana dan Magister Biologi yang menerima beasiswa Panasonic Scholarship 2023. Pada seleksi essay “Future Plan”, Adhisa mengangkat tema “To Understand Oneself, To Be A Leader of Our Own Self” yang menjelaskan kaitan antara neurosains serta kemampuan manusia dalam memahami dirinya sendiri, menjadi self-leader, dan meningkatkan kualitas hidup. Essay yang ditulis Aji mengangkat tema “Researcher is A Leader for Their Research Object” yang menjelaskan langkah memahami jati diri dan tipe kepemimpinan, manajemen rencana studi, dan peluang riset taksonomi untuk kemajuan Indonesia. Upacara penyerahan beasiswa bagi para awardee dilaksanakan secara langsung (luring) di PT. Panasonic Manufacturing Indonesia pada hari Kamis, 27 Juli 2023. Dalam sambutannya, Mr. Tomonobu Otsu, selaku Presiden Direktur PT. Panasonic Manufacturing Indonesia, menyatakan bahwa 22 Mahasiswa yang ditetapkan sebagai awardee merupakan mahasiswa berprestasi dan diharapkan dapat berkontribusi pada masyarakat luas. Aji menjadi awardee yang dipilih untuk memberikan gratitude speech dan menjelaskan bahwa mahasiswa yang bijak tidak hanya meningkatkan ilmu dan kemampuan, namun juga mengembangkan sikap dan kepemimpinan untuk memahami kapasitas diri. [Penulis: Aji Sukma Iqbal Najibulloh]
Pada rangkaian Festival of Ideas The Indonesian Scholars International Convention (ISIC) 21st, Indonesia meraih kehormatan atas keberhasilan Jimmy Al Fa’is dan Elvian Indah Nilamsari yang berhasil merebut juara pertama dalam kompetisi esai internasional. Mereka telah mengalahkan kompetitor dari berbagai penjuru dunia dengan gagasannya pada topik Sustainable Transition. Kedua mahasiswa tersebut menggagas peluang Indonesia untuk dapat meraih kemandirian energi dengan memanfaatkan potensi yang kita miliki.
ISIC sendiri merupakan forum ilmiah yang dilaksanakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia United Kingdom pada setiap tahunnya. Pada tahun 2023, salah satu kegiatannya adalah kompetisi esai dan poster ilmiah yang terbuka untuk seluruh akademisi Indonesia di seluruh negara. Kompetisi ini sangat ketat karena diikuti oleh mahasiswa Indonesia yang tersebar di 10 negara. Tahun ini, terdapat 3 topik esai dengan 2 nominasi yang diperebutkan (1st and 2nd Place). Atas pencapaian tersebut, mereka diundang untuk menghadiri konferensi internasional di Nottingham University, UK.
Elvian dan Jimmy menggagas langkah hulu-hilir transisi energi berkelanjutan di Indonesia. Mereka memaparkan langkah-langkah strategis bagi Indonesia untuk mencapai swasembada energi melalui konversi limbah makanan. Dengan menggunakan bioreaktor, mereka menunjukkan bagaimana mikroorganisme dapat secara efisien mengubah limbah makanan menjadi bahan kaya lipid, yang dapat diubah menjadi biodiesel sebagai sumber energi bersih dan terbarukan. Pendekatan ilmiah yang dilakukan menekankan pentingnya mengurangi limbah, mendorong tanggung jawab lingkungan, dan memanfaatkan potensi Indonesia di sektor energi terbarukan.
Ide tersebut berawal dari adanya permasalahan populasi penduduk yang semakin meningkat dan disertai kebutuhan energi yang semakin tinggi. Dengan demikian, pemerintah Indonesia diharuskan untuk memenuhi kebutuhan energi, salah satunya energi berupa bahan bakar. Di lain sisi, energi fosil yang selama ini menjadi penggerak utama dunia terus menurun ketersediaannya serta menimbulkan ancaman lingkungan yang besar. Berangkat dari hal-hal tersebut, Elvian dan Jimmy mengusulkan inovasi bioreaktor mini yang dapat dioperasikan mulai dari skala kecil hingga besar. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan produksi biodiesel dan akan menghantarkan Indonesia pada ketahanan energi secara mandiri. [Penulis: Elvian Indah Nilamsari]
Mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (S1) lagi-lagi kembali menorehkan prestasi dengan menjadi Juara 2 Lomba Esai Nasional setelah berkolaborasi dengan mahasiswa Elektronika dan Instrumentasi (S1), Fakultas MIPA UGM. Prestasi ini diraih oleh Zildan Basara, mahasiswa Fakultas Biologi angkatan 2020, dan Ferdian Arvin Nayandra, mahasiswa Elektronika dan Instrumentasi Fakultas MIPA. Lomba esai tingkat nasional ini diselenggarakan UKM MAPALA LOKA SAMGRAHA Universitas Pendidikan Ganesha dengan tema “Jaga Bumi Tetap Lestari”. Periode lomba dibuka dari 1 Mei 2023 dan penentuan juara diumumkan pada 10 Juni 2023.
Pada lomba ini, tim mengambil subtema Teknologi dan Inovasi Lingkungan dengan judul ”Integrasi Teknologi Microfluidics dan Peran Mikroorganisme sebagai Agen Biosorpsi dalam Pendeteksian dan Penanggulangan Pencemaran Logam Berat pada Sungai Code, Yogyakarta”. Dalam esai ini, tim membahas bahwa Sungai-sungai di Indonesia merupakan sumber daya alam yang sangat penting untuk kehidupan manusia, baik sebagai sumber air minum, irigasi pertanian, transportasi, maupun ekosistem yang kaya biodiversitas. Namun, sayangnya, banyak sungai di Indonesia mengalami pencemaran yang serius, termasuk tercemarnya air sungai oleh logam berat. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang tahun 2021, tercatat 10.683 desa/kelurahan di Indonesia mengalami pencemaran air sungai. Selain itu, berdasarkan data yang sama, sekitar 46 persen sungai di Indonesia mengalami pencemaran berat, 32 persen mengalami pencemaran sedang berat, 14 persen mengalami pencemaran sedang, dan 8 persen mengalami pencemaran ringan (Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2022).
Salah satu contoh sungai yang tercemar adalah Sungai Code yang terletak di Yogyakarta. Sungai Code memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Yogyakarta, baik sebagai sumber air bagi kebutuhan sehari-hari, pengairan sawah, maupun sebagai tempat rekreasi. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, Sungai Code mengalami tingkat pencemaran yang signifikan, termasuk terkontaminasinya air sungai oleh logam berat. Pencemaran logam berat dalam Sungai Code seperti timbal (Pb) dan kadmium (Cd) dapat masuk ke dalam sungai melalui limbah industri dan limbah domestik yang tidak terkelola dengan baik (Harian Jogja, 2022). Data ini didukung oleh BPS (2021), yaitu sebanyak 6.160 desa/kelurahan mengalami pencemaran air sungai dari limbah rumah tangga. Paparan jangka panjang terhadap logam berat dapat memiliki dampak negatif pada organisme hidup di ekosistem sungai, termasuk manusia. Logam berat dapat terakumulasi dalam organisme hidup, menyebabkan keracunan dan berbagai masalah kesehatan, seperti gangguan sistem saraf, kerusakan organ, dan kerusakan genetik.
Oleh karena itu, penting untuk mengembangkan metode pendeteksian yang sensitif dan efektif untuk mengidentifikasi tingkat kontaminasi logam berat dalam air Sungai Code. Selain itu, diperlukan juga upaya untuk mengatasi pencemaran logam berat dengan menggunakan pendekatan bioremediasi, di mana mikroorganisme yang memiliki kemampuan mengurangi atau menghilangkan logam berat dapat dimanfaatkan untuk membersihkan air sungai secara alami. Dalam konteks ini, esai ini bertujuan untuk mengintegrasikan teknologi microfluidics sebagai sensor biologi yang sensitif dalam mendeteksi logam berat, dan memanfaatkan mikroorganisme sebagai agen bioremediasi yang dapat mengurangi tingkat pencemaran logam berat dalam air Sungai Code. Dengan demikian, esai ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya penanganan dan pengurangan pencemaran logam berat di air sungai, khususnya Sungai Code di Yogyakarta. Tim berharap dengan adanya kolaborasi antara dua keilmuan ini bisa menciptakan ide-ide menarik yang berperan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. [Penulis: Zildan Basara]
Rangkaian event Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (ON-MIPA) tingkat nasional tahun 2023 telah dilaksanakan di Institut Tekonologi Bandung pada 13-17 Juni 2023. Pada ajang tersebut, UGM sukses menyandang predikat sebagai juara umum ke 2 setelah tuan rumah ITB dengan perolehan 11 medali dan 4 honorable mention dari 4 bidang. Dari perolehan medali tersebut, bidang Biologi berhasil menyumbang 3 penghargaan berupa 1 medali perak, 1 medali perunggu, serta 1 honorable mention. Dimana hal ini berarti masing-masing dari ketiga wakil bidang biologi berhasil membawa pulang penghargaan.
Dari ke 3 penghargaan tersebut, 2 diantaranya disumbangkan oleh mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, yaitu Pratama Atha Nafi dari Biologi angkatan ‘20 yang berhasil mendapatkan penghargaan medali perak dan Syafira Nurul Aisya dari biologi angkatan ‘21 yang berhasil mendapatkan predikat honorable mention. Sedangkan medali perunggu disabet oleh Kevin Lensrich Kar dari angkatan ’22 Fakultas Farmasi. Perolehan medali tersebut tentu merupakan suatu hal yang sangat membanggakan bagi Fakultas Biologi dan harapannya akan menjadi motivasi serta semangat bagi mahasiswa lain sehingga kedepannya akan terus ada prestasi-prestasi membanggakan lain. [Penulis: Deanova Fitriandaru]
Mahasiswa S1 Biologi Universitas Gadjah Mada kembali menorehkan prestasi dengan meraih Juara Runner Up 1 di event “Mini Seminar: Research Project of INBIO Interns”. Prestasi tersebut diraih oleh Ulfah Nur Azizah (Biologi 2020) bersama teman satu timnya Eri Dwi Suyanti (Biologi 2020) di bawah bimbingan Muhammad Rezki Rasyak, S.Si selaku pembimbing INBIO dan Lisna Hidayati, S.Si., M.Biotech. serta Dr. Yekti Asih Purwesti, M.Si. selaku pembimbing MBKM Penelitian.
Mini Seminar merupakan salah satu rangkaian program Internship INBIO berisi presentasi pemaparan proyek riset peserta selama periode magang. Acara ini berlangsung pada tanggal 3 dan 10 Juni 2023, dengan sejumlah 30 peserta magang dari berbagai instansi meliputi Universitas Gadjah Mada, Calvin Institute of Technology, Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Padang, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Universitas Lampung, dan Universitas Negeri Surabaya.
Pada proyek riset ini, diusung judul “Penghambatan Plak Lupa pada Penyakit Alzheimer melalui Pendekatan Machine Learning di INBIO Indonesia”. Dalam bidang penemuan dan pengembangan obat, diperlukan proses yang panjang, rumit, dan bergantung pada banyak faktor. Pendekatan Machine Learning dapat menjadi alternatif dalam meningkatkan penemuan dan pengambilan keputusan, salah satunya pada pengobatan Alzheimer’s Disease. Rivastigmine, donepezil, galantamine, dan donepezil merupakan obat yang telah di-approve FDA untuk mengobati gejala kognitif pasien AD yang bekerja dengan menarget Asetilkolinesterase (AChE). Namun, obat-obat tersebut hanya dapat meringankan gejalanya saja dan belum ada pengobatan yang terbukti mampu menghentikan perkembangan AD. Maka dari itu, pada project ini dilakukan eksplorasi senyawa bahan alam yang berpotensi sebagai inhibitor Asetilkolinesterase (AChE) melalui pendekatan bioinformatika dengan machine learning. Riset ini diharapkan mampu memberikan kontribusi positif dalam pengembangan pengobatan Alzheimer. [UNA]
Mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (S1) kembali menorehkan prestasi dengan menjadi Juara 1 Lomba Esai Nasional setelah berkolaborasi dengan mahasiswa Elektronika dan Instrumentasi (S1), Fakultas MIPA UGM. Prestasi ini diraih oleh Zildan Basara, mahasiswa Fakultas Biologi angkatan 2020, dan Ferdian Arvin Nayandra, mahasiswa Elektronika dan Instrumentasi Fakultas MIPA. Lomba esai tingkat nasional ini diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Kimia Universitas Sumatera Utara dengan tajuk Decent Essay and Infographic of Goal and Suggestion on National Chemical Revolution 2023. Periode lomba dibuka dari 23 Maret 2023 dan penentuan juara diumumkan pada 13 Mei 2023. Kompetitor lomba ini berasal dari 19 perguruan tinggi berbeda, termasuk Universitas Brawijaya, Institut Teknologi Sepuluh November, dan Universitas Diponegoro.
Pada kompetisi ini, tim mengambil subtema kesehatan dengan judul “Pemanfaatan Molecular Docking dan Teknologi Biosensor Elektrokimia dalam Deteksi Dini dan Pengembangan Obat Kanker Payudara”. Dalam esai ini, tim membahas bahwa kanker payudara adalah penyebab kematian paling umum kedua akibat kanker di kalangan wanita di dunia. Pada tahun 2020, terdapat 2,3 juta wanita terdiagnosis kanker payudara dan 685.000 kematian secara global. Pada tahun yang sama, WHO (2021) menyebutkan kanker payudara di Indonesia merupakan kanker dengan kasus terbanyak, yaitu 65.858 kasus dengan angka kematian terbanyak kedua sebanyak 22.430 jiwa. Dengan angka yang begitu besar, maka diperlukan alternatif obat antikanker payudara, salah satunya dengan memanfaatkan rempah-rempah seperti kunyit, bawang putih, dan bawang merah.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kandungan dari rempah-rempah seperti senyawa allicin milik bawang putih, curcumin milik kunyit, dan quercetin milik bawang merah memiliki potensi sebagai antikanker. Salah satu design penelitian untuk membuktikannya adalah melalui molecular docking. Molecular docking adalah metode komputasi yang digunakan untuk memprediksi interaksi antara molekul yang berbeda, seperti ligand dan protein, dengan cara memperkirakan kemungkinan terjadinya pengikatan antara keduanya. Teknik molecular docking memprediksi interaksi antara senyawa aktif dalam rempah-rempah dengan protein atau target molekuler yang terlibat dalam perkembangan kanker payudara.
Upaya pencegahan dini kanker payudara dapat dilakukan dengan mendeteksi biomarker yang berada di dalam tubuh manusia. Biomarker merupakan zat biologis yang berada dalam matriks atau jaringan biologis yang dapat memberikan informasi dalam diagnosis, prognosis, terapi, dan pemahamahan tentang etiologi kanker. Terdapat berbagai macam biomarker untuk kanker payudara, di antaranya adalah HER2. Pada kondisi normal dan terkontrol, HER2 diekspresikan pada sel-sel normal di dalam tubuh. Namun, pada beberapa kasus kanker payudara, terjadi mutasi pada gen HER2 yang menyebabkan produksi protein HER2 berlebihan atau overexpression. Hasil analisis molecular docking menunjukkan bahwa senyawa-senyawa aktif seperti allicin, curcumin, dan quercetin dari rempah-rempah memiliki ikatan yang kuat dan stabil dengan protein target HER2. Hal ini menunjukkan bahwa bawang putih, kunyit, dan bawang merah memiliki potensi yang besar sebagai obat antikanker payudara.
Setelah dilakukan molecular docking, selanjutnya adalah melakukan uji deteksi dini kanker payudara menggunakan teknologi biosensor elektrokimia. Biosensor merupakan sebuah sensor pintar berdasarkan parameter-parameter komponen biologis yang menggabungkan elemen biologis dengan elemen transduser (pemroses sinyal) untuk menghasilkan sinyal yang dapat diukur atau diinterpretasikan. Biosensor elektrokimia menjadi teknologi terbaru berbasis sensor pintar yang mengintegrasikan unsur keilmuan dari berbagai bidang pengetahuan, yaitu elektronika, biologi, dan kimia.
Dalam aplikasi biosensor, elektroda dimodifikasi dengan molekul atau protein seperti allicin, curcumin, atau quercenntin sehingga keduanya dapat berinteraksi dengan biomarker target HER2 di atas permukaan elektroda. Ketika kedua molekul tersebut terikat dengan biomarker target, maka akan terjadi perubahan sinyal listrik yang dapat diukur sebagai respons dari biosensor elektrokimia. Jumlah reseptor HER2 yang terdeteksi oleh biosensor elektrokimia dapat digunakan sebagai parameter untuk menentukan indikasi adanya kanker payudara dengan reseptor HER2 positif.
Oleh karena itu, dengan perpaduan antara molecular docking dan teknologi biosensor, maka diharapkan akan terbentuk sistem yang terintegritas sebagai upaya pencegahan dan pengobatan kanker payudara. Tim berharap dengan adanya kolaborasi antara dua keilmuan ini bisa menciptakan ide-ide menarik yang berperan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan (SDGs). [ZB]
Elvian Indah Nilamsari (Magister Biologi, 2021) dan Jimmy Al Fais (Magister Biologi, 2021) berhasil meraih juara 3 dalam Lomba Esai Nasional yang diadakan oleh Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman. Prestasi tersebut merupakan suatu capaian besar bagi mereka karena berhasil mengalahkan mahasiswa magister lain dari berbagai universitas di Indonesia. Kompetisi tersebut merupakan rangkaian dari Dies Natalis yang diselenggarakan oleh Fakultas Biologi Unsoed. Selain kegiatan lomba esai, rangkaian acara lainnya ialah lomba poster ilmiah. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa/i magister di seluruh Indonesia.
Kategori lomba esai, dimaksudkan sebagai wadah lahirnya ide dan gagasan mahasiswa Indonesia, melestarikan dan menumbuhkan minat membaca dan menulis, dan melatih mahasiswa agar lebih kritis dan peka terhadap problem sekitar. Tema lomba ini adalah “SDG’s: Sustainability Mindsets Building of Young Scientists” dengan subtema sesuai dengan poin-poin SDGs. Lomba ini diselenggarakan secara online dengan pembukaan pendaftaran tanggal 17 Februari. Presentasi tahap final dilaksanakan pada 16 Mei dan juara diumumkan pada tanggal 22 Mei 2023.
Elvian dan Jimmy mengangkat sub tema poin ke-6 SDGs, yaitu energi bersih dan terjangkau. Mereka menggagas inovasi bernama Foosel. Foosel merupakan sistem pengolahan limbah makanan menjadi biodesel berbasis bioreaktor dengan memanfaatkan mikroorganisme. Inovasi yang dirancang tersebut berhasil memberikan ulasan produksi biodiesel yang lebih efisien dengan meminimalisir byproduct yang terbuang. Selain itu, pemilihan limbah makanan menjadi salah satu keunggulan dari inovasi ini karena dapat mengatasi permasalahan limbah makanan yang melimpah. Akhirnya, pemanfaatan limbah makanan tersebut mampu menghasilkan produk bermanfaat berupa biodiesel dengan harga yang lebih rendah dari HPP biodiesel nasional per 31 Maret 2023.
Inovasi ini dilatarbelakangi dengan keresahan kedua peneliti muda dengan krisis energi serta dampak penggunaa energi fosil terhadap lingkungan. Kepekaan terhadap lingkungan khususnya terhadap limbah makanan yang melimpah pada akhirnya membuahkan ide untuk memanfaatkan bahan potensial yang masih terkandung pada limbah makanan tersebut. Besar harapan Elvian dan Jimmy agar ide sistem Foosel yang telah dirancang tidak hanya berhenti sebagai karya esai. Harapannya, ide ini dapat direalisasikan sehingga kebermanfaatannya lebih luas. Dengan demikian, semangat yang tinggi akan didapatkan oleh mereka serta para peneliti muda lainnya untuk terus berinovasi. [EIN]
Tim dari Fakultas Biologi UGM berhasil menorehkan prestasi nasional dengan meraih 2 penghargaan sekaligus yaitu Best Presentation dan Juara 1 Nasional dalam Lomba Karya Tulis ILMIAH (LKTI) LOBI XX UNAND yang diselenggarakan oleh HIMABIO FMIPA Universitas Andalas Tahun 2023. Lomba ini merupakan perlombaan penulisan ilmiah dalam bentuk LKTI dengan kategori Mahasiswa Perguruan Tinggi se-Indonesia dengan tema “One vision, take action, for the ecosystem restoration”. Lomba yang diselenggarakan dari 1 Januari – 6 Mei 2023 ini diikuti oleh Fikri Ramadhan sebagai ketua tim (Biologi 2019), Ardan Putra Saleh Hutasuhut (Biologi 2019), dan Maulida Meilana Dewi (Biologi 2019). Tim ini dibimbing oleh dosen Fakultas Biologi UGM yaitu Bapak Dr. Wiko Arif Wibowo, S.Si dengan judul karya ilmiah yaitu “Kajian Etnobiologi Masyarakat Adat sebagai Strategi Konservasi Biodiversitas yang Berkelanjutan: Studi Kasus Kearifan Lokal Masyarakat Lereng Gunung Merapi, Yogyakarta”.
Karya ilmiah yang diangkat membahas masyarakat lereng Gunung Merapi sebagai subjek utama penelitian. Gunung Merapi yang dikenal mempunyai tingkat biodiversitas tinggi ternyata menyimpan segudang kearifan lokal yang masih lestari sampai sekarang. Beberapa kearifan lokal yang masih dilestarikan oleh masyarakat bahkan sejalan dengan prinsip konservasi biodiversitas. Hal ini menjadi menarik untuk diteliti lebih lanjut, mengingat ancaman terhadap biodiversitas di kawasan lereng Gunung Merapi semakin meningkat seiring masifnya pembangunan, serta dampak perubahan iklim akibat ulah manusia. Kearifan lokal yang masih dilestarikan oleh masyarakat tanpa disadari ternyata turut berperan dalam menjaga keasrian alam di lereng Gunung Merapi. Pengetahuan lokal secara turun temurun berperan penting dalam mengatur tindak perilaku masyarakat termasuk bagaimana masyarakat mengelola lingkungannya. Sehingga masyarakat yang masih bertahan dengan kearifan lokal ini akan bijak dalam melakukan pengelolaan SDA di lingkungannya sendiri. Kearifan lokal ini memiliki ancaman utama yaitu modernisasi. Namun karena adanya dukungan dari pemerintah, antusias masyarakat, dan peran dari Keraton Yogyakarta akhirnya kearifan lokal ini tetap eksis dan ada keberlanjutan.
Berdasarkan penelitian, terdapat integrasi antara kearifan lokal masyarakat lereng Gunung Merapi dengan konservasi misalnya kearifan lokal Bersih Dusun dan Dandan kali yang berkaitan dengan upaya menjaga kebersihan lingkungan, Labuhan Gunung Merapi dan Merti Bumi dianggap sebagai bentuk ucapan rasa syukur kepada alam. Kearifan lokal ini didukung oleh beberapa hal lain yaitu terdapatnya keistimewaan Gunung Merapi, landasan etnobiologi, dan landasan filosofis. Gunung Merapi memiliki keistimewaan tersendiri oleh masyarakat sekitar karena sebagai sumber kehidupan dan bisa juga menyebabkan kehancuran karena bencana. Landasan etnobiologi sebagai suatu bidang ilmu menjelaskan bahwa kegiatan masyarakat (praxis), sistem turun temurun (corpus), dan kepercayaan lokal (cosmos) saling berikatan sehingga bisa memiliki dampak biologis. Selain itu, Landasan filosofis masyarakat jawa yaitu “Memayu hayuning bawono, ambrasta dur hangkara” mengajarkan masyarakat sekitar lereng gunung merapi untuk berusaha menghindari sifat murka, serakah, dan tamak kepada alam atau hidup selaras dengan alam.
Pemerintah melalui Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) mendukung kearifan lokal melalui beberapa program misalnya: sosialisasi, masyarakat peduli api, masyarakat mitra polhut, dan pendanaan mitra. Selain itu, TNGM juga mengalokasikan wilayah hutan khusus sebagai penunjang kegiatan kearifan lokal yaitu pembuatan zona religi, budaya, dan sejarah. TNGM juga mendukung kegiatan komunitas masyarakat yang diinisiasi dari nilai kearifan lokal yang sejalan dengan konservasi biodiversitas yaitu kegiatan dari Forum Peduli Lingkungan Pencinta Alam Lereng Merapi (FPL-PALEM) dan juga hutan rakyat.
Terkait dengan strategi konservasi biodiversitas berbasis etnobiologi. Dalam bidang etnobiologi terdapat interaksi yang kuat antara sistem sosial dan sistem ekologi. Adanya persepsi masyarakat terhadap kesakralan gunung, mengakibatkan masyarakat mengambil seperlunya dari alam dan mengungkapkan rasa syukur ketika kebutuhannya telah terpenuhi dari alam. Rasa syukur ini dituangkan dalam bentuk mengembalikan apa yang sudah diambil ke alam misalnya sistem merumput yang berpindah-pindah yang mengakibatkan tumbuhan bisa memulihkan keadaannya lagi dan juga penanaman bibit pohon di hutan rakyat. Perilaku ini membentuk adanya lingkungan biologis yang berkelanjutan. Ketersediaan SDA yang berkelanjutan ini juga akan mendukung kesejahteraan manusia.
Topik kearifan lokal memiliki peran krusial dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam konteks konservasi biodiversitas. Kearifan lokal sendiri, mencakup pengetahuan dan praktik tradisional yang telah berkontribusi pada pelestarian lingkungan alam. Ketika kearifan lokal diakui dan dihormati, hal ini dapat mendukung SDG 15 (ekosistem daratan) dengan menjaga keanekaragaman hayati dan ekosistem alami. Selain itu, penggunaan sumber daya alam yang bijaksana sesuai dengan kearifan lokal juga dapat mendukung SDG 12, yaitu Produksi dan Konsumsi Bertanggung Jawab dengan mempromosikan praktik produksi yang berkelanjutan.
Kami berharap beberapa bagian penelitian yang masih rumpang seperti dampak perilaku yang ditimbulkan dari kearifan lokal terhadap kegiatan konservasi biodiversitas dan tingkat keberhasilan dari kearifan lokal terhadap konservasi biodiversitas dapat diteliti lebih dalam lagi. Selain itu, diharapkan masyarakat bisa teredukasi tentang peran dari kearifan lokal yang bisa mengakibatkan kelestarian alam. Sesuai dengan falsafah “Memayu hayuning bawana” bahwa untuk menjaga harmonisasi hubungan tuhan, alam, dan manusia maka bisa melalui instrumen kearifan lokal masyarakat. [FR]
Dua mahasiswa Biologi Angkatan 2019 yang tergabung dalam tim “Organic Sheet Mulch” di bawah bimbingan Dwi Umi Siswanti, S.Si., M.Sc. berhasil meraih bronze medal pada 21 Maret 2023 dalam lomba karya ilmiah internasional. Tim yang diketuai oleh Vykra Aulia Firdiana dengan satu anggota, yakni Fatika Soraya Taufik mengikuti kompetisi Agritech Research and Entrepreneurship Innovation (AGREETION) yang diselenggarakan dari kerja sama beberapa organisasi di Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya, meliputi Agritech Research and Study Club (ARSC), Agritechno Business Centre (ABC), Himpunan Mahasiswa Teknologi Industri Pertanian (HIMATITAN), Himpunan Mahasiswa Keteknikan Pertanian (HIMATETA), dan Himpunan Mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian (HIMALOGISTA). Perlombaan ini berlangsung dari tanggal 1 Februari 2023 s.d. 21 Maret 2023 dan berhasil diikuti oleh 243 tim dari tiga negara (Indonesia, Malaysia, dan Filipina).
Tema besar yang diusung pada perlombaan ini adalah “Development and Innovation on Sustainable Agro-Based Industry Technology to Achieve Human Welfare” dengan 4 subtema. Pada kompetisi ini, Vykra dan Soraya menyusun sebuah karya ilmiah pada subtema “Green Agroindustry and Bio-economy” yang berjudul “Organic Mulch from Sewage Sludge and Banana Pseudostem Waste to Reduce the Impact of Drought Due to El Nino Phenomenon on Horticultural Crops to Improve Human Welfare”. Persoalan yang melatarbelakangi penyusunan karya ilmiah tersebut yakni pernyataan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait peningkatan kekeringan hingga tiga kali lebih buruk akibat peningkatan indeks El Nino yang diprediksi akan terjadi pada pertengahan 2023. Hal ini berpotensi semakin meningkatkan puso akibat kekeringan yang sejak lama menjadi masalah bagi para petani meskipun indeks El Nino rendah.
Pada karya ilmiah ini, lumpur limbah (sewage sludge) dan limbah pelepah pisang digunakan sebagai mulsa organik yang mampu menjaga kandungan air tanah selama fase kekeringan sehingga kelembaban lahan tetap terjaga. Bahan-bahan organik yang terdapat dalam inovasi mulsa ini turut menambah peran mulsa sebagai pemasok nutrien tambahan pada tanah untuk mendukung pertumbuhan tanaman yang optimal. Penggunaan kedua bahan ini merupakan salah satu upaya dalam memanfaatkan biowaste dan menciptakan green agroindustry. Harapannya, inovasi ini dapat digunakan sebagai referensi dalam mengantisipasi dan mengurangi puso akibat kekeringan. [VAF, FST]
Mahasiswa Biologi Universitas Gadjah Mada (S1) kembali menorehkan prestasi dengan meraih Bronze Medal dan Favorit Poster pada Kegiatan El Bajo Essay Competition tingkat nasional. Prestasi ini diraih oleh tim yang diketuai Amelia Rifki Alifiah (Biologi 2019) dan anggotanya Fatika Soraya Taufik (Biologi 2019) di bawah bimbingan Sukirno, S.Si., M.Sc., Ph.D. Kompetisi ini mengusung tema “Ide, Inovasi, dan Kreatifitas untuk Mewujudkan MDGs” dan dilaksanakan melalui dua tahap. Tahap pertama meliputi seleksi naskah esai secara daring oleh dewan juri dengan total sebanyak 265 karya dari Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Indonesia, sehingga didapatkan 28 tim finalis. Tahap kedua dilaksanakan pada 18-19 Maret 2023 dengan presentasi final secara luring di Kantor Bupati Manggarai Barat, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Penyelenggara juga mengadakan field trip untuk para finalis dengan destinasi yang dituju meliputi Pantai Pink, Pulau Komodo, dan Pulau Padar.
Pada kompetisi ini, Amelia dan Fatika mengusung judul “BOBESTEA: Diabetes-Friendly Boba Milk Tea dengan α‐Amylase dan α‐Glucosidase Inhibitor dari Pati Kernel Biji Mangga (Mangifera indica L.) serta Pemanis Alami Stevia rebaudiana Bertoni sebagai Alternatif Minuman Kekinian Rendah Gula”. Dalam esai ini, Amelia dan Fatika membahas bahwa tren minuman boba yang mengalami pertumbuhan pesat pada beberapa tahun terakhir ternyata turut berkontribusi terhadap kenaikan kasus diabetes di Indonesia. Kandungan gula dalam satu porsi minuman boba sendiri dapat mencapai 73,44%, sehingga melebihi batas konsumsi gula harian. Berdasarkan permasalahan tersebut, Amelia dan Fatika menggagas inovasi BOBESTEA dengan boba pearl dari pati kernel biji mangga yang mengandung inhibitor enzim α‐Amylase dan α‐Glucosidase, serta milk tea yang berasal dari kombinasi unsweetened almond milk, black tea, dan pemanis alami Stevia nol kalori. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi solusi alternatif minuman kekinian yang jauh lebih sehat, rendah resiko diabetes, dan dapat diterima oleh konsumen, khususnya para millenial dan generasi Z sebagai konsumen utama minuman boba. [ARA]
Mahasiswa Biologi Universitas Gadjah Mada (S1) kembali menorehkan prestasi tingkat nasional dengan meraih Juara I untuk Lomba Esai Nasional. Prestasi ini diraih oleh Zildan Basara, mahasiswa Fakultas Biologi angkatan 2020. Lomba esai tingkat nasional ini diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa STIKes Respati Tasikmalaya pada event tahunan, yaitu Festival Tanggap Stunting. Pada tahun ini, Festival Tanggap Stunting mengangkat tema “Satu Langkah Untuk Indonesia: Optimasi Zero Stunting Untuk Indonesia Emas”. Perlombaan dilaksanakan secara daring dengan jumlah pendaftar 103 peserta dari 79 Perguruan Tinggi, lomba dibuka tanggal 16 Februari 2023, dan pengumuman juara diumumkan pada 23 Maret 2023.
Pada kompetisi ini, Zildan mengangkat judul ”Memastikan Pertumbuhan Anak yang Sehat untuk Mewujudkan Indonesia Emas: Menjelajahi Tantangan dan Solusi Optimalisasi Zero Stunting”. Dalam esai ini, Zildan membahas bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan prevalensi stunting yang tinggi di dunia. Menurut data dari World Bank (2021), prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2020 sebesar 27,4% dari jumlah anak di bawah usia 5 tahun. Hal ini berarti sekitar 7,8 juta anak di Indonesia mengalami stunting pada tahun tersebut. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan tingkat stunting tertinggi keempat di dunia. Ini merupakan masalah serius karena stunting dapat menyebabkan dampak buruk pada perkembangan fisik, kognitif, dan sosial anak-anak, dan dapat mempengaruhi kualitas hidup mereka di masa depan. Oleh karena itu, mengatasi stunting merupakan salah satu prioritas utama dalam mencapai visi Indonesia Emas.
Optimalisasi zero stunting merupakan program penting dalam mencegah terjadinya stunting pada anak-anak di Indonesia. Program ini melibatkan berbagai aspek seperti pemberian ASI eksklusif, pemberian MP-ASI, akses ke air bersih dan sanitasi yang baik, edukasi kesehatan bagi ibu hamil dan keluarga, peningkatan ketersediaan pangan yang sehat dan bergizi, serta pemberdayaan masyarakat. Pengembangan program ini perlu melibatkan berbagai pihak dan didukung dengan kebijakan yang mendukung.
Keikutsertaan Zidan dalam menulis esai terkait topik ini juga memiliki kesesuaian dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 yaitu masyarakat tanpa kelaparan dan SDG 3 yaitu kehidupan masyarakat yang sehat dan sejahtera. Upaya-upaya yang dilakukan untuk pencegahan stunting merupakan langkah penting dalam mencapai target SDG 2 untuk menghakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan meningkatkan gizi. Selain itu, optimalisasi zero stunting juga mendukung SDG 3 dengan memastikan kesehatan yang baik dan kesejahteraan bagi semua individu, termasuk anak-anak.
Dengan adanya kompetisi ini dan dengan judul yang diangkat, Zildan berharap bahwa masyarakat Indonesia melek akan permasalahan stunting yang masif di negeri ini. Zildan juga berharap dengan mengikuti kompetisi ini dapat mendorong dan memotivasi mahasiswa lainnya, terutama mahasiswa Fakultas Biologi UGM, untuk turut aktif dalam bidang kepenulisan dan pembuatan karya. [ZB]
Pada tanggal 18 Maret 2023 dilaksanakan presentasi inovasi Business Plan ENVIROTECH 4.0 oleh PT Pertamina Hulu Indonesia dengan subtema pengelolaan limbah padat organik, sekaligus memperingati Hari Daur Ulang Sampah Dunia. Tim STARGAZE yang digawangi oleh Eva Yunizar Reza Permana Putri, Fanny Najmi Faza, dan Fika Zulfiani berpartisipasi dalam kompetisi tersebut. Judul yang diangkat adalah “MoldtoPlast” Inovasi Produk Suspensi Spora Aspergillus niger sebagai Agen Biodegradasi Sampah Plastik Kemasan” dibawah pendampingan Dr. Miftahul Ilmi, S.Si., M.Si.
Awalnya, dilakukan proses seleksi abstrak pada skala nasional. Tim STARGAZE mampu lolos dan masuk 10 besar diantara 444+ abstrak. Tahap semifinal atau proposal tim Stargaze kembali masuk dalam skala 5 besar hingga melanjutkan di tahap final atau presentasi melawan ide inovasi terbaik dari tim lain dan berhasil meraih prestasi sebagai Juara 3.
Penggunaan plastik, khususnya plastik kemasan semakin meningkat jumlahnya. Hal tersebut tentunya membawa dampak buruk bagi lingkungan karena sampah plastik memiliki masa daur ulang yang cukup lama. Tim STARGAZE melirik adanya potensi mikroorganisme yang memiliki kemampuan dalam mendegradasi plastik, salah satunya kapang (mold) yang menjadi salah satu alternatif dalam biodegradasi sampah plastik berbahan dasar Low Density Polyethylene (LDPE).
Produk inovasi dalam bentuk Suspensi Spora Aspergillus niger dikemas dalam bentuk bubuk dan kemasan kertas ramah lingkungan. Produk ini ditargetkan untuk jangkauan pasar yang luas karena penggunaannya yang mudah, efektif, dan ramah lingkungan. Dengan produk ini dalam kurun waktu tertentu akan terjadi pengurangan berat sampah plastik kemasan efek kerja dari spora kapang dengan bantuan medium pendukungnya.
Melalui kegiatan ini, Eva Yuniar dan Tim turut serta berpartisipasi dalam Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 12 (Produksi dan Konsumsi Bertanggung Jawab) yang mendorong penggunaan sumber daya secara berkelanjutan dan pengurangan limbah. Penggunaan MoldtoPlast dapat mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, menghembat sumber daya alam dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Selain itu, penggantian penggunaan plastik dengan MoldtoPlast juga dapat mengurangi emisi gas rumah kaca yang timbul dari penggunaan ulang bahan-bahan plastik (SDG 13). [EYRPP]
Berdasarkan hasil Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Tingkat Fakultas di Lingkungan Universitas Gadjah Mada yang dilaksanakan pada 25-26 Februari 2023 dan memperhatikan hasil rapat penetapan pemenang oleh tim juri universitas dan tim juri fakultas pada 6 Maret 2023, Direktur Kemahasiswaan menetapkan Adiva Aphrodita (Biologi 2020) sebagai pemenang Pilmapres Tingkat Fakultas di Lingkungan Universitas Gadjah Mada Tahun 2023. Pelaksanaan Pilmapres tersebut telah dilakukan sejak tanggal 12 – 28 Januari 2023 sebagai seleksi tahap awal, yaitu pendaftaran dan pengumpulan berkas panitia. Berkas-berkas tersebut meliputi Capaian Unggulan (CU) yang memuat prestasi peserta, Naskah Gagasan Kreatif (GK) bagi peserta kategori sarjana dengan tema “Sustainable Development Goals” yang sesuai dengan bidang ilmu peserta, dan Sertifikat Bahasa Inggris (TOEFL/ITP/IELTS/ACEPT/TOEP/TOEIC). Berkas kemudian diseleksi oleh Komunitas Mahasiswa Berprestasi (Kommapres) UGM pada rentang waktu 7-9 Februari 2023. Pengumuman lolos final dilaksanakan pada tanggal 22 Februari 2023 yang kemudian dilanjutkan tahap final pada tangal 25-26 Februari 2023. Tahap final tersebut meliputi wawancara Capaian Unggulan (CU) dan presentasi Gagasan Kreatif (GK) berdasarkan naskah yang telah dibuat oleh setiap peserta.
Adiva Aphrodita telah dikenal sebagai mahasiswa yang aktif baik di bidang akademik maupun non-akademik selama menjadi mahasiswa di Fakultas Biologi sejak semester 1 hingga semester 6. Adiva aktif menjadi anggota dan violinist di organisasi Gadjah Mada Chamber Orchestra (GMCO), yang merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa yang bergerak di bidang seni musik. Pada tahun 2021, Adiva menjadi panitia Pelatihan Pembelajar Sukses bagi Mahasiswa Baru (PPSMB) Fakultas Biologi sebagai anggota Divisi Materi. Selain itu Adiva menjadi wakil Republik Cuba di bidang Food and Agriculture Organization (FAO) pada Model United Nations yang diselenggarakan oleh Global Millennial serta wakil Republik Indonesia pada ASIA Youth Speak-Up Forum yang diselenggarakan oleh Korean National Committee for UN Habitat. Pencapaian lain yaitu Adiva berhasil meraih juara 3 kompetisi INHESION (International Health and Nutrition Symposium) Scientific Essay Competition tingkat Internasional yang dilaksanakan oleh FK-KMK UGM. Pada Januari 2022, Adiva menjadi salah satu awardee pada Program Sakura Science yang merupakan program pertukaran pelajar antara Fakultas Biologi dengan Yamagata University. Pada Oktober 2022, Adiva menjadi awardee program pertukaran pelajar mahasiswa Fakultas Biologi ke Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) selama 1 semester hingga Februari 2023. Pencapaian terbesar Adiva yang lainnya yaitu Adiva berhasil memimpin salah satu tim PKM-RE Fakultas Biologi dan membawa tim mencapai tahap PIMNAS pada Desember 2022 lalu bertempat di Malang, Jawa Timur. Pada PKM tersebut, Adiva dan tim mengangkat topik pencegahan stunting melalui penciptaan Sprouted Snack Bar.
Topik yang diangkat oleh Adiva mengenai pencegahan stunting melalui penciptaan Sprouted Snack Bar ini sangat sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs 1, 2, 3, dan 12) yaitu kehidupan masyarakat yang bebas akan kemiskinan dan kelaparan, masyarakat yang hidup sehat dan sejahtera, serta konsumsi dan produksi produk yang bertanggung jawab.[AA]
Bimo Rizki Abdusshamad, mahasiswa program IUP Biologi UGM angakatan 2020, telah berhasil menjadi intern NIGINTERN 2023 di National Institute of Genetics (NIG)/ Department of Genetics, SOKENDAI, Japan, berdasarkan pengumuman yang diberitahukan pada website resmi NIGINTERN 1 Maret silam. Sepulang dari USA melalui program IISMA (Indonesian International Student Mobility Award) dan menjadi pelajar exchange ke UC Davis, keingintahuan Bimo akan program dan peluang dalam international exposure terus meningkat. Ketertarikan dan passion Bimo dalam bidang kopi juga meluas hingga akar dimana dia berkuliah dari awal, yakni Fakultas Biologi UGM. Dia merasa bahwa potensi kopi Indonesia dalam dunia industri dan juga ekspor telah terbukti sangat besar. Maka dari itu, dia akan juga mendalami kopi tidak hanya dalam dunia bisnis, namun juga dari sektor penelitian, yaitu dalam bidang Bioteknologi tanaman yang mempunyai laboratorium ternama di Fakultas tersebut.
Pada awal Januari, dengan bantuan surat rekomendasi dari Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc. dan Nur Indah Septriani S.Si., M.Sc., Bimo dengan gigih memberanikan diri untuk mendaftarkan diri menjadi salah satu intern di Perusahaan/Institusi Genetika Nasional di Jepang, NIG (National Institute of Genetics). Di institusi tersebut, dia akan menjalani program intern tersebut dalam jangka satu setengah bulan di laboratorium Plant Cytogenetics.
Tingkat seleksi dan peluang penerimaan internship ini sangat ketat, pada setiap tahun, hanya jumlah 9 orang dari seluruh penjuru dunia akan menjadi intern dan akan bekerja di NIG. Pada tahun ini, lebih dari 1000 orang, baik program sarjana dan magister dari banyak universitas di dunia telah mendaftar, dan Bimo menjadi salah satu-satunya orang Indonesia yang terpilih pada tahun 2023. Pada tahun 2021 silam, mahasiswa Biologi UGM lain, Nareta Defiani, juga telah terplilih, menjadi orang Indonesia pertama yang magang di perusahaan genetika ini. Dapat disimpulkan bahwa, Bimo adalah orang Indonesia nomor 2 yang akan datang dan bekerja di perusahaan yang terletak di Mishima, Shizuoka ini.
Bimo akan berangkat ke Jepang pada 15 Juni 2023, dengan biaya transportasi penerbangan, kereta dan darat, maupun biaya akomodasi tempat tinggal pada guest house NIGINTERN telah disediakan dan dibiayai oleh perusahaan NIG. Selama di Jepang, Bimo juga akan mengeksplorasi negara Sakura ini untuk lebih memahami budaya dan kehidupan sosialnya. Bimo mengira ini adalah kesempatan bagus untuk menjelajahi Jepang untuk pertama kalinya, dan juga bertemu kembali dengan teman-teman sesame program exchange yang berasal dari Jepang selama dia mengikuti program IISMA di University of California, Davis di USA. Terlebih, Bimo juga sangat bersemangat dalam mencari pola pikir dan pengalaman baru terhadap kopi dalam bidang bisnis maupun penelitian di negara yang tentunya sangat berbeda baik dengan Indonesia maupun USA.
Partisipasi Mahasiswa Fakultas Biologi sebagai Intern di Program NIGINTERN Jepang 2023 memiliki dampak yang positif terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Program ini akan dapat memberikan kesempatan yang luas kepada Sdr. Bimo untuk dapat terlibat langsung dalam penelitian-penelitian ilmiah dan proyek-proyek inovatif diberbagai bidang, khususnya dibidang sains, yang dapat berguna bagi masyarakat secara umum nantinya (SDGs 4 dan SDGs 9).[BRA]
Tim Mahasiswa dari S1 Fakultas Biologi UGM Angkatan 2022 yang diketuai oleh Birrul Qisty Mutmainnah Nazara dengan dua rekannya Firchamy Vuqi Aulia dan Anisah Qurrotu’Ainii berhasil memperoleh Juara 3 pada Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional di bawah bimbingan Dr. Wiko Arif Wibowo S.Si. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Porseni Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara pada tanggal 5 Januari-25 Februari 2023 dengan tema “Implementasi Konsep Smart Farming dalam Mewujudkan Pertanian Berkelanjutan di Indonesia Pasca Pandemi Covid-19”. Kegiatan tersebut berlangsung dalam tiga tahap, yaitu pengumpulan abstrak, pengumpulan full paper, dan puncak acara berupa presentasi karya bagi 10 tim yang lolos di depan para dewan juri.
Pada kali ini, Qisty dan dua rekannya memilih subtema agrokompleks, dengan judul karya “Implementasi Metode Grafting-Digital Gene Expression pada Tanaman Cokelat (Theobroma cacao) sebagai Komoditas Unggulan di Wilayah IKN (Ibu Kota Nusantara)”. Penulisan karya ilmiah ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan banjir yang terjadi di salah satu kecamatan IKN dan ancaman penurunan produksi komoditas cokelat di wilayah tersebut. Berdasarkan permasalahan yang telah dipaparkan di wilayah tersebut, Qisty dan kedua rekannya berencana untuk mencari jalan keluar dengan menggagas sebuah terobosan baru berupa metode grafting berbasis Digital Gene Expression Profile yang menunjukkan kompatibilitas dua tanaman yang akan di-grafting. “Dengan menerapkan metode Digital Gene Expression Profile, grafting dapat dilakukan lebih efektif karena dalam waktu dua jam saja ekspresi gen dari tanaman hasil grafting yang kompatibel dapat diketahui” ujar Qisty.
Melalui metode grafting dengan menerapkan Digital Gene Expression Profile, Qisty, Fika, dan Tata menggabungkan dua jenis varietas tanaman cokelat guna menghasilkan tanaman mutu tinggi dan tahan terhadap hama serta penyakit akibat banjir. Diharapkan tanaman kakao hasil grafting ini dapat menjadi komoditas unggulan dari IKN. Melalui karya ini, Qisty dan kedua rekannya juga berharap mampu memberikan manfaat berupa pemahaman mengenai penerapan teknologi grafting berbasis Digital Gene Expression Profile sebagai salah satu inovasi atau terobosan baru kepada masyarakat. Selain itu, melalui kompetisi ini Qisty dan tim berharap dapat memberikan semangat kepada rekan-rekan mahasiswa lainnya supaya tidak takut memulai dan turut termotivasi mengembangkan ide maupun gagasannya dalam kompetisi kepenulisan dan pembuatan karya.
Implementasi Smart Farming yang menjadi tema penulisan karya ilmiah ini menjadi sangat berkaitan dengan pelaksanaan program Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia. Penerapan konsep yang dicanangkan oleh Qisty dan kawan-kawan, memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk membantu meningkatkan produktivias, efisiensi dan keberlanjutan sektor pertanian. Hal tersebut mendukung beberapa landasan SDGs, yaitu Industri, Inovasi dan infrastruktur (SDGs 9) dengan mendorong inovasi teknologi terbaru dalam sektor pertanian. Penggunaan yang efisien dari sumber daya seperti air dan energi yang digunakan dalam terobosan baru ini juga mendukung SDGs 7 yaitu energi bersih dan terjangkau. Tidak hanya itu, karya ilmiah ini juga turut serta mendukung SDGs 4, yaitu dengan mencanangkan keilmuan baru yang dapat meningkatkan pendidikan yang berkualitas bagi masyarakat sekitar. [AQA]
Perwakilan Duta Kampus SDGs Universitas Gadjah Mada dengan anggota Anis Rahmatillah S1 Biologi angkatan 2021 dan Sulthan Aflahudin S1 Pembangunan Wilayah angkatan 2020 berhasil mendapatkan penghargaan Juara 3 Kategori Inovasi pada Kompetisi Pemilihan Duta Kampus SDGs 2022 pada Desember 2022. Penghargaan diberikan pada hari kedua acara SDGs Annual Conference, 2 Desember 2022 yang dilakanakan secara hybrid.
Penilaian pada kompetisi dilakukan berdasarkan pada proposal kegiatan yang mendukung tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Suistainable Development Goals (SDGs) di lingkungan universitas dan masyarakat serta mendukung program SDGs Center tiap univeritas. Pemenang kompetisi dibagi menjadi 5 kategori, yaitu kategori inspirasi, kategori implementasi, kategori inovasi, kategori sosialisasi, dan kategori partisipasi. Pembagian kategori ini didasarkan pada substansi proposal kegiatan yang dibuat oleh peserta.
Pada kesempatan ini, Anis Rahmatillah mengangkat judul proposal “OPTIMALISASI RUANG TERBUKA HIJAU DI LINGKUNGAN KAMPUS YANG RAMAH DISABILITAS SEBAGAI UPAYA MENSUKSESKAN SDGS 2030.” Dengan judul ini Anis menyoroti tentang ruang terbuka hijau di lingkungan kampus UGM yang masih kurang ramah disabilitas. Selain itu, dalam risetnya selama pembuatan proposal, UGM sendiri belum memiliki aturan tertulis mengenai penyediaan fasilitas ramah disabilitas pada setiap pembangunan ruang terbuka hijau di lingkungan kampus UGM. Anis mencanangkan adanya penyusunan kajian strategis (policy brief) mengenai standar pembangunan ruang terbuka hijau yang ramah disabilitas dan juga sosialiasi mengenai kajian strategis tersebut kepada seluruh civitas academica UGM. Dengan hal ini, Anis berharap bahwa kelompok masyarakat dengan disabilitas dapat lebih leluasa dalam menggunakan ruang terbuka hijau di lingkungan kampus UGM sehingga tidak ada kesenjangan seperti yang Tujuan Pembangunan Berkelanjutan poin kesepuluh. [AR]
Tim lomba esai mahasiswa Biologi Angkatan 2019 yang diketuai oleh Fatika Soraya Taufik dengan 4 anggota yaitu Amelia Rifki Alifiah, Alodia Marisa Artamevia, Hasna Nur Aini, dan Alifa Amalia pada 10 Januari 2023 berhasil meraih bronze medal pada lomba esai berskala internasional dibawah bimbingan Sukirno, S.Si., M.Sc., Ph.D. International Agriculture Technology Essay Competition (INTEGRATION) diadakan oleh Agritech Research and Study Club Universitas Brawijaya. Perlombaan ini berlangsung dari tanggal 12 Desember 2022 s.d. 10 Januari 2023. Tema yang diusung adalah “Innovation on Multidiscipline Integration for Agriculture Development” dengan 4 subtema, yaitu (1) Food Security and Innovation; (2) Bioinformatic Application on Agricultural Technology; (3) Agriculture for Human Welfare; dan (4) Sustainable Bioenergy. Dari ke-4 subtema tersebut, Soraya dan tim menyusun sebuah esai yang menjurus pada subtema Agriculture for Human Welfare, dengan judul “Phymose: Innovation of Eco-Friendly Organic Pesticide Using Leaf Extract of Cutleaf Groundcherry (Physalis angulata var. pendula (Rydb.) Waterf.) and Sensitive Plant (Mimosa pudica L.) as an Alternative for Controlling Pests and Diseases in Horticultural Plants to Increase Agricultural Productivity System”.
Esai tersebut disusun berdasarkan permasalahan yang terjadi akibat normalisasi penggunaan pestisida sintetis/kimia yang merugikan berbagai aspek kehidupan. Tanpa disadari, penggunaan pestisida sintetis dalam jangka panjang mampu menimbulkan berbagai penyakit pada manusia, mendorong pencemaran pada lingkungan, dan menyebabkan terjadinya resistensi pada hama dan penyakit tanaman. Berdasarkan hal tersebut, Soraya dan tim menggagas sebuah inovasi pembuatan pestisida organik yang berasal dari pemanfaatan tanaman gulma, yaitu ciplukan dan putri malu, yang ekstrak daunnya dapat digunakan sebagai bahan alami untuk mengontrol hama dan penyakit pada tanaman hortikultura. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan manusia dengan cara yang jauh lebih aman dibandingkan dengan penggunaan pestisida sintetis. Harapannya, karya esai ini dapat menjadi sarana tambahan bagi para pembaca mengingat akan urgensi kebutuhan pestisida organik yang diperlukan untuk menunjang kualitas produktivitas pertanian dan juga kesejahteraan masyarakat di Indonesia. Inovasi pestisida organik tersebut juga menunjukkan partisipasi Soraya dan tim dalam pelaksanaan Sustainable Development Goals (SDGs) terutama dalam konservasi dan pengelolaan ekosistem di air dan darat (SDG 14 dan SDg 15) dan menunjang pengembangan riset selanjutnya untuk peningkatan kualitas pendidikan (SDG 4). Hasil yang luar biasa tersebut juga sesuai dengan komitmen untuk menjalin kerja sama tim yang baik (SDG 17) untuk mendapatkan prestasi yang diharapkan.
Dari ± 200 tim yang turut serta dalam perlombaan ini, Soraya dan tim berhasil meraih bronze medal pada kategori Agriculture for Human Welfare dengan perolehan nilai total 8420 poin. Soraya dan tim berharap dengan mengikuti kompetisi ini, mahasiswa lain juga turut termotivasi untuk dapat menuangkan ide-ide kreatif dan inovatif dalam sebuah karya di bidang kepenulisan pada perlombaan lainnya. [FST]
Tim ConQ-r Mi! yang terafiliasi dengan iGEM UGM berhasil menorehkan prestasi tingkat nasional dengan meraih Juara 1 dan memperoleh penghargaan Gold Medal dalam ajang Bioinformatics and Synthetic Biology Competition (BIOS) 2022. Prestasi tersebut berhasil diraih oleh Ulfah Nur Azizah dan Adhelia Intan Sabhira yang merupakan mahasiswa Biologi angkatan 2020 serta I Made Rhamandana Putra (Fakultas Farmasi, 2019), Nadya Lela Ainika (Fakultas Farmasi, 2019), dan Farrel Alfaza Marsetyo (Fakultas KKMK, 2021) di bawah bimbingan Dr.rer.nat. Abdul Rahman Siregar, S.Si., M.Biotech. Selain itu, tim tersebut juga mendapatkan bimbingan dari Dr. Med. dr. Indwiani Astuti, Imam Bagus Nugroho, M. Sc., dan Pamungkas Bagus Satriyo, Ph.D.
BIOS Competition merupakan kompetisi bioinformatika dan biologi sintetik yang diselenggarakan oleh Synbio.id. Kompetisi ini bertujuan untuk memberikan solusi dari berbagai permasalahan lokal melalui pendekatan Bioinformatika dan Biologi Sintetik. Trek/subtema yang dapat diangkat dalam kompetisi ini meliputi diagnostik, energi, lingkungan, pangan dan nutrisi, serta obat-obatan/terapi kesehatan. Terdapat serangkaian tahapan seleksi dalam kompetisi ini, meliputi submisi abstrak, seleksi administratif, submisi elevator pitch, riset dan pengisian JOGL, submisi laporan dan poster penelitian, seleksi babak final, presentasi project, dan diakhiri dengan final showcase berupa presentasi tim yang lolos dalam 3 besar. Kompetisi ini berlangsung dari 22 Mei 2022 hingga 11 Desember 2022 yang ditutup dengan kegiatan Synbiotechfest.
Melalui BIOS Competition ini, tim ConQ-r Mi! mengangkat judul “Desain Drug Delivery System Bakteriofag Qβ dalam Terapi Triple Negative Breast Cancer (TNBC) Menggunakan Anti-miRNA 105/93-3p”. Penelitian tersbeut dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa kanker payudara di Indonesia menempati posisi pertama tingkat insidensi tertinggi (16,6%), posisi kedua kasus kematian tertinggi (9,6%), serta prevalensi lima tahunan tertinggi sebanyak 148,11/100.000 kasus. Triple negative breast cancer (TNBC) dipilih karena tidak memiliki reseptor estrogen (ER) dan reseptor progesteron (PgR), serta ekspresi HER-2 negatif berlebih. Sejauh ini, pengobatan pada TNBC dilakukan dengan operasi, radioterapi, dan kemoterapi. Namun, TNBC tidak memiliki target terapi yang jelas dan bersifat resisten terhadap kemoterapi sehingga memiliki prognosis yang sangat buruk. Oleh karena itu, untuk meningkatkan efektivitas terapeutik dan mengoptimalkan pengobatan TNBC saat ini, digunakan drug delivery system tertarget yang membawa agen terapi menuju lokasi TNBC. Maka dari itu, pada penelitian ini didesain bakteriofag Qβ rekombinan sebagai drug delivery system yang mampu menarget miRNA 105/93-3p sebagai biomarker TNBC dan mengekspresikan antibodi yang diinginkan untuk meningkatkan spesifisitas target. Hasil penelitian secara in silico tersebut menunjukkan bakteriofag Qβ rekombinan dengan linker anti-EGFR cetuximab memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi terapi TNBC. Namun, diperlukan penelitian in vitro dan in vivo lebih lanjut untuk memastikan efikasi terapi dan rendemen hasil produksi. Inovasi pengembangan drug delivery system tersebut juga menunjukkan partisipasi tim dalam pelaksanaan Sustainable Development Goals (SDGs) terutama dalam pengembangan riset dan pendidikan (SDG 4) melalui inovasi yang sesuai perkembangan ilmu pengetahuan yang juga berdampak jangka panjang dalam peningkatan kualitas kesehatan (SDG 3) terutama terapi kanker. Kolaborasi yang dilakukan oleh tim tentunya menunjukkan kerja sama yang baik (SDG 17) diperlukan dalam perwujudan suatu tujuan, dalam hal ini pengembangan riset bioinformatik tersebut.
Dengan adanya kompetisi ini, tim berharap dapat memberikan sumbangsih terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam penemuan obat TNBC. Selain itu, tim juga berharap dengan mengikuti kompetisi ini dapat memberikan dorongan dan motivasi para mahasiswa yang tertarik di bidang bioinformatika dan biologi sintesis untuk mengembangkan ide dan gagasannya guna menjawab isu permasalahan di sekitarnya. [UNA]
Mahasiswa Biologi Universitas Gadjah Mada (S1) kembali menorehkan prestasi tingkat nasional dengan meraih Juara 3 dalam ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional. Prestasi ini di raih oleh mahasiswa Susy Wijayanti dan Umi Salamah dari Biologi Angkatan 2018 di bawah bimbingan Dr. Ardaning Nuriliani, S. Si., M. Kes. Kompetisi ini merupakan kompetisi yang diadakan oleh Universitas Sumatera Utara dengan mengangkat tema “Inovasi dan Strategi Gen Z dalam Gerakan Hidup Ramah Lingkungan”. Kegiatan ini bertujuan untuk sebagai wadah penyaluran kreasi & inovasi mahasiswa untuk generasi yang sehat.
Kegiatan final ini berlangsung pada tanggal pada tanggal 25 November 2022 secara daring di Universitas Sumatera Utara yang diikuti oleh mahasiswa dari Universitas di seluruh Indonesia. Kegiatan ini dilakukan dalam empat tahap yaitu submisi abstrak, penilaian karya tulis ilmiah, pengumuman 10 besar, serta puncaknya berupa presentasi karya tulis di depan para juri
Pada kompetisi ini tim tersebut mengangkat judul yaitu “Fikoremediasi Limbah Cair Domestik, Industri, dan Pertanian Oleh Mikroalga Berbasis Fotobioreaktor”. Menurut tim, ide tersebut dilatarbelakangi karena tingginya peningkatan populasi global, industrialisasi, dan kemajuan ekonomi yang berdampak pada peningkatan limbah dan penurunan kualitas air. Hal tersebut mendorong tim melakukan riset untuk menemukan metode yang efisien dalam mengelola limbah tersebut. Salah satu agen hayati yang dapat berperan sebagai bioremediator alami untuk mengelola limbah adalah mikroalga. Sehingga limbah tersebut menjadi lebih aman untuk lingkungan. Inovasi pengelolaan limbah tersebut juga menunjukkan partisipasi tim dalam pelaksanaan Sustainable Development Goals (SDGs) terutama dalam konservasi dan pengelolaan ekosistem di air (SDG 14) dan menunjang pengembangan riset selanjutnya untuk peningkatan kualitas pendidikan (SDG 4).
Persiapan tim dilakukan seminggu sebelum kegiatan presentasi daring dengan mempersiapkan bahan dan materi presentasi. Tim tersebut melakukan latihan presentasi secara rutin sehingga mampu memberikan penjelasan secara jelas dan tegas mengenai karya tulis yang dipresentasikan. Tim tersebut mampu menyampaikan gagasan dan menjawab seluruh pertanyaan juri dengan lugas. Mereka mengatakan bahwa hal ini tidak lain karena hasil kerja keras dari tim dan dukungan semua pihak.
Dengan adanya kompetisi ini, mereka sangat berharap dapat memberikan semangat dan dukungan bagi para mahasiswa yang teratrik dengan bidang karya ilmiah untuk menyampaikan ide terbaiknya melalui kecerdasan dalam berpikir yang dimilikinya. Selain itu, tim juga berharap melalui kompetisi ini dapat membawa dan mengharumkan nama baik Fakultas Biologi dan Universitas Gadjah Mada ke depannya. Hasil yang luar biasa tersebut juga sesuai dengan komitmen untuk menjalin kerja sama yang baik (SDG 17) untuk mendapatkan hasil sesuai yang diharapkan. [US]
Mutiara Wahyu Nirmalasari merupakan mahasiswa program sarjana Fakultas Biologi angkatan 2022. Pada semester ini, Mutiara berkesempatan untuk merasakan kuliah di Korea University melalui program IISMA (Indonesian International Student Mobility Awards).
“Belajar di luar negeri akan memperluas pandangan kita tentang kehidupan bermasyarakat dan mengembangkan diri,” ujar mahasiswi yang tertarik di bidang bioteknologi ini.
Mutiara memilih Korea Selatan karena sudah tertarik dengan budaya Korea Selatan sejak lama sehingga ia merasa tidak terlalu sulit untuk menyesuaikan diri. Selain itu, Korea University merupakan perguruan tinggi yang termasuk dalam Top 3 di Korea Selatan, dan memiliki beberapa mata kuliah yang menarik. Mutiara mengambil 4 mata kuliah: Intermediate Korean 1, Marketing Management, New Media Cinema, dan Media Technology.
Mempelajari mata kuliah di luar biologi, Mutiara merasa kesulitan pada awalnya, seperti penggunaan istilah-istilah tertentu dan wawasan dasar suatu materi. Namun karena keempat mata kuliah tersebut merupakan mata kuliah yang masih umum, Mutiara dapat menyesuaikan diri dengan baik. Mutiara selalu membaca “Required Reading” yang sudah disampaikan oleh profesor sebelum kelas sehingga ia akan lebih mudah memahaminya saat kuliah berlangsung. Selain itu, Mutiara juga banyak kepo tentang mata kuliah yang diambil, seperti mencari contoh kampanye marketing unik di YouTube untuk kelas Marketing Management, serta sering-sering berlatih bahasa Korea dengan ahjussi dan ahjumma ketika berbelanja, dan mengeksplorasi tempat sekitar.
Pada walnya, Mutiara tidak menyangka akan bertemu lagi dengan biologi di mata kuliah yang ia ambil. Namun saat kelas New Media Cinema, kelasnya mendiskusikan tentang film berjudl Gattaca (1997) yang bercerita tentang rekayasa genetika. Mereka mendiskusikan mengenai nilai etik dalam rekayasa genetika, juga bagaimana pandangan masyarakat kedepannya mengenai rekayasa genetika. Sementara itu, pengetahuan dari beberapa mata kuliah lain dapat diaplikasikan dalam bidang biologi, seperti marketing produk inovasi biologi dan integrasi informasi biologi pada media digital.
Setelah menyelesaikan program IISMA dan kembali ke Indonesia, Mutiara akan kembali fokus untuk menyelesaikan studinya di Fakultas Biologi UGM. Karena ketertarikannya di bidang bioteknologi, Mutiara berharap dapat belajar lebih dalam tentang bioteknologi di luar negeri sembari mencoba untuk membuat konten untuk mengaplikasikan pengetahuannya di bidang media yang ia peroleh dari Korea University.
“I’m more than happy to go since I haven’t experienced that through my IISMA journey,” pungkas Mutiara. (MWN/AS)
Pada Rabu, 30 November 2022 hingga 4 Desember 2022, telah dilaksanakan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 35. Adapun pelaksanaan PIMNAS 35 tahun ini dilaksanakan secara luring dengan protokol kesehatan ketat yang bertempat di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur. PIMNAS ini merupakan puncak acara dari serangkaian kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang dilaksanakan sejak bulan Juni hingga September 2022. Melalui program ini, Tim PKM Biologi yang diketuai oleh Eri Dwi Suyanti (Biologi 2020) dengan anggota Siti Mudrikah (Biologi 2020), Nafatia Zulfa (Farmasi 2020), Muhammad Fityatul Haq (Biologi 2020), dan Sabrina Novia Ramadani (Farmasi 2020) dibawah dampingan Lisna Hidayati, S.Si. M.Biotech. mengusung sebuah riset berjudul “Induksi Apoptosis Nanopartikel Kitosan Fraksi Alkaloid Daun Tapak Dara (Catharanthus roseus L.) terhadap Sel Lini Kanker Payudara MCF-7.”
Kasus kanker payudara merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Hingga tahun 2020 lalu, diperkirakan sebanyak 2,3 juta wanita di seluruh dunia terdiagnosis mengidap kanker payudara dan sebanyak 6 juta jiwa meninggal akibat kanker payudara. Pengobatan umum yang sering dilakukan terhadap penderita kanker payudara seperti kemoterapi, radiasi, dan operasi, umumnya menimbulkan banyak efek samping, sehingga diperlukan alternatif penggunaan agen antikanker yang lebih aman. Hal tersebut mendorong Tim PKM Biologi untuk melakukan sebuah riset pencarian agen antikanker dari bahan alam potensial yang dapat dimanfaatkan dalam alternatif pengobatan kanker payudara dengan efek samping lebih minimal dibandingkan obat antikanker berbahan kimia.
Beranjak dari permasalahan tersebut, Tim PKM Biologi mengkaji senyawa alkaloid dalam Daun Tapak Dara (Catharanthus roseus L.) yang memiliki aktivitas antitumor dan berpotensi menginduksi apoptosis sel kanker. Senyawa alkaloid dari daun tapak dara ini kemudian dikombinasikan dengan teknologi nanopartikel kitosan untuk meningkatkan efikasi obat dalam mencapai daerah tertarget sehingga meningkatkan efektivitas senyawa alkaloid dalam menarget sel kanker. Riset ini berhasil menyabet juara 2 atau penghargaan setara perak dalam kelas presentasi PKM-RE 1 pada penutupan PIMNAS 35. Kedepannya, Tim PKM Biologi berharap pengembangan riset terkait agen antikanker dari bahan alam lainnya dengan kombinasi nanopartikel terus dikembangkan guna menemukan alternatif pengobatan kanker payudara yang lebih efektif dan dengan efek samping yang minimal.
Sebagai salah satu anak perusahaan PT. Astra International Tbk., PT. Pamapersada Nusantara berfokus pada bidang pertambangan batubara, emas, dan berbagai cabang usaha lain terkait pertambangan. Dalam pengelolaan bisnisnya, PT. Pamapersada Nusantara menerapkan lima pilar pengabdian meliputi bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan sosial. Sebagai bentuk manifestasi pilar pengabdian, program Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Pamapersada Nusantara mencanangkan pemberian beasiswa Gerakan Orang Tua Asuh (GOTA). Program beasiswa GOTA ini diwujudkan dalam bentuk bantuan beasiswa Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga selesai jenjang Strata 1 (S1).
Salah satu mahasiswa Fakultas Biologi, Anis Rahmatillah, merupakan penerima beasiswa GOTA dari PT. Pamapersada Nusantara pada tahun 2022. Penyerahan beasiswa tersebut dilaksanakan pada hari Jumat, 18 November 2022 pada pukul 09:00 WIB di Fakultas Biologi. PT. Pamapersada Nusantara diwakili oleh Maidi Irvan selaku CSR Department Head dan Suryadi selaku staff CSR. Pihak PT. Pamapersada Nusantara diterima oleh Abdul Razaq Chasani, S.Si., M.Si., Ph.D. selaku Sekretaris Departemen Biologi Tropika didampingi oleh Emi Dwi Suryanti, S.Si., M.Sc. (Kepala Seksi Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Biologi) dan Dr. Fajar Sofyantoro (UP Kemahasiswaan). Maidi Irvan, mewakili PT. Pamapersada Nusantara, memberikan pesan agar Anis bisa semangat menempuh studi dan mendoakan semoga bisa mendapatkan hasil yang baik selama kuliah. Abdul Razaq Chasani selaku perwakilan Fakultas memberikan apresiasi yang luar biasa kepada segenap jajaran pimpinan PT. Pamapersada Nusantara atas program CSR dan beasiswa yang diberikan kepada salah satu mahasiswa Fakultas Biologi. Abdul juga menambahkan semoga kerja sama antara Fakultas Biologi dan PT. Pamapersada Nusantara bisa berkembang ke depannya. Dalam kesempatan ini, Anis Rahmatillah selaku penerima beasiswa juga menyampaikan rasa terima kasih kepada PT. Pamapersada Nusantara atas beasiswa yang diberikan. [FS]
The 3rd Bioinformatics and Biodiversity Conference (BBC) merupakan konferensi tahunan yang diselenggarakan oleh Masyarakat Bioinformatika dan Biodiversitas Indonesia (MABBI) dan AKADEMISI. Konferensi BBC tahun ini diadakan bersamaan dengan the 6th International Symposium on Bioinformatics in conjunction with the 2nd Synthetic Biology and Biotechnology pada 5-6 November 2022 secara virtual dengan bekerjasama dengan APBioNet. Tema yang dibawakan pada tahun ini ialah “Omics Study for Environment and Human Health”.
Mahasiswa S1 Biologi angkatan 2019, Adhisa Fathirisari Putri, mengikuti forum ilmiah internasional tersebut dan meraih penghargaan sebagai Best Oral Presenter dari total 40 presenter yang ada. Proyek riset yang dipresentasikan Adhisa mengangkat tema penyakit Alzheimer, penyakit neurodegeneratif yang menjadi penyebab utama demensia. Hingga saat ini, obat-obatan yang tersedia untuk Alzheimer hanya dapat mengurangi beberapa gejala saja, sehingga terdapat urgensi untuk menemukan obat alternatif yang lebih efektif. Sebagai suatu penyakit yang multifaktorial seperti Alzheimer, tanaman herbal menjadi kandidat obat yang tepat karena mekanismenya yang multitarget. Beberapa tanaman herbal di Indonesia yang diketahui memiliki aktivitas anti-Alzheimer di antaranya ialah pegagan, daun sage, dan akar manis. Pada penelitian ini, Citrus hystrix DC. (jeruk purut) dipilih karena juga memiliki potensi sebagai anti-Alzheimer dan melimpah di Indonesia. Oleh karena itu, pada akhirnya, dibentuk proyek riset yang berjudul “Anti-Alzheimer Potential of Citrus hystrix DC. Peel, Leaf, and Essential Oil Bioactive Compounds by Network Pharmacology Study”. Riset tersebut sebelumnya telah lolos Hibah Penelitian Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan berfokus pada penemuan obat Alzheimer menggunakan jeruk purut dengan pendekatan bioinformatika berupa analisis jejaring protein dan senyawa yang divalidasi dengan metode molecular docking. Penelitian tersebut berada di bawah bimbingan dosen Fakultas Biologi UGM Wahyu Aristyaning Putri, Ph.D. dan peneliti INBIO Indonesia, Didik Huswo Utomo, Ph.D. Riset ini diharapkan dapat menjadi bentuk kontribusi yang signifikan untuk mengembangkan pengobatan Alzheimer yang lebih efektif. [AFP]
Mahasiswa Biologi Universitas Gadjah Mada (S1) kembali menorehkan prestasi tingkat nasional dengan meraih Juara I untuk Lomba Esai Nasional. Prestasi ini diraih oleh Zildan Basara, Mia Fadilah, dan Merlynda Efriliani dari Biologi Angkatan 2020 di bawah bimbingan Sari Darmasiwi, S.Si., M.Biotech., Ph.D. Lomba esai tingkat nasional ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Biologi Semut Merah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dengan tema “Peran dan Kontribusi Generasi Muda Indonesia dalam Optimalisasi Biodiversitas Lingkungan Demi Keberlanjutan Kehidupan di Masa Depan”. Pendaftaran lomba dibuka tanggal 26 September 2022 dan sesi presentasi final dilaksanakan tanggal 29 Oktober 2022 secara daring.
Pada kompetisi ini, tim tersebut mengangkat judul ”INDONESIAN CULTURE COLLECTION: OPTIMALISASI KEKAYAAN DIVERSITAS MIKROBA INDONESIA UNTUK KEMAJUAN BANGSA”. Tujuan pencetusan ide ini adalah karena menurut mereka, kultur mikroba di Indonesian Culture Collection harus selalu dikelola dengan baik dan berkelanjutan agar tetap fungsional guna untuk memajukan bangsa Indonesia sendiri. Menurut mereka, mahasiswa sebagai agen perubahan bisa turut membangun InaCC sebagai wadah besar untuk menjaga diversitas mikrobia di Indonesia. Melalui komunitas alam dan kelompok studi, mahasiswa bisa melakukan penelitian mikroba dan bisa ikut serta menjaga dan mengawasi mikroba yang ada di alam. Kemudian, melalui kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta lembaga lain dapat meningkatkan pengawasan mikroba dan meminimalisir pencurian mikroba oleh pihak asing. Dengan pengoptimalan peran InaCC dan adanya kerja sama dari semua pihak, termasuk mahasiswa, maka akan dapat menjaga diversitas mikroba yang ada di Indonesia. Hal ini karena diversitas mikroba memiliki prospek menjadi agen utama kesuksesan berbagai sektor industri nasional. Melalui pengelolaan dan teknologi yang memadai, bukan tidak mungkin Indonesia akan dikenal sebagai bangsa yang maju karena peran dari mikrobanya yang melimpah. Dengan doa dan kerja keras, tim tersebut bisa lolos pada babak 5 besar yang diumumkan pada tanggal 24 Oktober 2022. Pada babak final, tim tersebut mendapatkan urutan pertama untuk mempresentasikan karya esai mereka. Tim mampu mempresentasikan isi naskah dengan baik dan menjawab pertanyaan ketiga juri dengan sangat apik sehingga tim bisa menjuarai lomba esai nasional ini dengan predikat juara 1. Dengan adanya kompetisi ini dan dengan judul yang diangkat, tim berharap bahwa masyarakat Indonesia, terutama mahasiswa, harus melek akan biodiversitas mikroba Indonesia yang sangat melimpah, yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai sektor industri. Tim tersebut juga berharap dengan mengikuti kompetisi ini dapat mendorong dan memotivasi mahasiswa lainnya, terutama mahasiswa Fakultas Biologi UGM, untuk turut aktif dalam bidang kepenulisan dan pembuatan karya. [ZB]
Mahasiswa Biologi Universitas Gadjah Mada (S1) kembali menorehkan prestasi tingkat nasional dengan meraih penghargaan Juara 1 dalam ajang Essay Competition. Prestasi ini di raih oleh mahasiswa Umi Salamah yang berkolaborasi dengan mahasiswa dari Institut Teknologi Bandung. Kompetisi ini merupakan kompetisi yang diadakan oleh Universitas Indonesia dengan mengangkat tema “Implementing Indonesia Maritime Towards Renewable Energy Transition for Sustainable Development”. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan ide-ide kreatif terkait penggunaan energi terbarukan yang bermanfaat bagi maritim Indonesia. Kegiatan final ini berlangsung pada tanggal pada tanggal 24 September 2022 secara daring di Universitas Indonesia yang diikuti oleh mahasiswa dari Universitas di seluruh Indonesia. Kegiatan ini dilakukan dalam empat tahap yaitu submisi abstrak, penilaian essay, pengumuman 10 besar, serta puncaknya berupa presentasi essay di depan para juri
Pada kompetisi ini tim tersebut mengangkat judul yaitu “BIOMIDE (BIOFUEL FROM MICROALGAE & CARBON DIOXIDE) PRODUKSI BIOFUEL DARI MIKROALGA TERINTEGRASI DENGAN PENYERAPAN EMISI GAS CO2 INDUSTRI METALURGI UNTUK MENDUKUNG PENERAPAN ENERGI TERBARUKAN DI SEKTOR MARITIM”. Menurut tim, ide tersebut dilatarbelakangi karena Indonesia sebagai negara maritim memiliki keragaman biota laut yang sangat melimpah. Salah satunya yaitu mikroalga yang memiliki kandungan karbohidrat dan lipid yang tinggi sehingga dapat dikonversi menjadi biofuel. Biofuel merupakan energi terbarukan yang ramah lingkungan sehingga dapat mengurangi tingkat polusi dan sebagai transisi dari energi fosil untuk menjaga ketersediaan energi di masa depan.
Persiapan tim dilakukan seminggu sebelum kegiatan presentasi daring dengan mempersiapkan bahan dan materi presentasi. Tim tersebut melakukan latihan presentasi secara rutin sehingga mampu memberikan penjelasan secara jelas dan tegas mengenai essay yang dipresentasikan. Tim tersebut mampu menyampaikan gagasan dan menjawab seluruh pertanyaan juri dengan lugas. Mereka mengatakan bahwa hal ini tidak lain karena hasil kerja keras dari tim dan dukungan semua pihak. Dengan adanya kompetisi ini, mereka sangat berharap dapat memberikan semangat dan dukungan bagi para mahasiswa yang teratrik dengan bidang menulis untuk menyampaikan ide terbaiknya melalui kecerdasan dalam berpikir yang dimilikinya. Selain itu, tim juga berharap melalui kompetisi ini dapat membawa dan mengharumkan nama baik Fakultas Biologi dan Universitas Gadjah Mada ke depannya. [US]
Civitas Akademika Universitas Gadjah Mada sekali lagi menorehkan prestasi sebagai Peneliti Terbaik (Best Researcher) Indofood Riset Nugraha 2021-2022 setelah sebelumnya predikat yang sama diraih pada tahun 2018. Nareta Defiani, mahasiswi dari Fakultas Biologi berhasil menjadi peneliti terpilih Program Indofood Riset Nugraha 2021-2022 dibawah bimbingan Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M. Agr. Sc. Penganugerahan peneliti terbaik dilaksanakan pada Kamis, 27 Oktober 2022 pukul 09.00 – 12.00 melalui channel Youtube Indofood Riset Nugraha. Peneliti terbaik dipilih karena dianggap memenuhi kriteria penilaian yang meliputi lima aspek yakni; pelaksanaan penelitian, mutu penelitian, teknik presentasi, penguasaan materi, dan sikap peneliti.
Sekilas tentang Indofood Riset Nugraha, IRN merupakan salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Indofood Sukses Makmur Tbk. yang mulai digulirkan pada tahun 2006. Program IRN bertujuan untuk memberikan bantuan dana penelitian kepada para mahasiswa S1 dari Perguruan Tinggi seluruh Indonesia yang proposalnya telah dinyatakan lolos dalam tahapan seleksi dan berpartisipasi dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional melalui penelitian pangan berbasis komoditas lokal dan sekaligus menghasilkan akademisi tangguh, khususnya peneliti-peneliti unggul muda di bidang pangan. Program IRN pada tahun 2021 mengangkat tema khusus “Penelitian milenial pangan fungsional berbasis potensi dan kearifan lokal pada era pandemi COVID-19”. Sesuai dengan tema yang diangkat, riset Nareta mengobservasi potensi mikroalga (Chlorella vulgaris) dan tanaman mata air (Azolla microphylla) sebagai sumber protein dalam pakan ayam alternatif yang dipersonalisasikan untuk ayam hibrida lokal hasil pemuliaan yang dilakukan oleh Gama Ayam, yaitu Golden Kamper.
Golden Kamper merupakan ayam dwiguna yang unggul secara kuantitas bobot dan kualitas fenotipnya. Sebagai pedaging, ayam kamper sudah bisa dipanen pada umur 49 hari, sedangkan lazimnya ayam pedaging lokal baru bisa dipanen pada umur 100 hari. Sementara itu, sebagai ayam petelur, kamper memiliki produksi telur yang sangat tinggi. Panen pertama sudah bisa dilakukan ketika ayam berumur 120 hari atau empat bulan. Produktivitas telur kamper tergolong tinggi, mencapai 140 telur per 300 hari. Namun, dalam praktiknya penggunaan pakan untuk ayam dwiguna masih didominasi oleh pakan broiler yang memiliki harga lebih tinggi (Rp. 10.500/kg) dibandingkan pakan ayam kampung (Rp. 6000/kg). Selain itu, penggunaan pakan broiler untuk Golden Kamper dirasa tidak efisien karena galur ayam kampung membutuhkan energi sebesar 2900kkal/kg sedangkan ayam broiler sebesar 3200kkal/kg. Kebutuhan protein ayam juga berbeda berdasarkan jenisnya, Golden Kamper yang difungsikan sebagai ayam petelur dan pedaging tentu saja membutuhkan protein yang lebih tinggi. Berdasarkan urgensi yang ada, Nareta menginisiasi penelitian terkait pengaruh pakan alternatif campuran mikroalga C. vulgaris dan tanaman air A. microphylla terhadap gen cGH dan PRL sebagai marka gen yang mengontrol pertumbuhan dan perkembangan.
Pengujian lebih lanjut yang dilakukan adalah uji proksimat, atau uji kandungan nutrisi pakan dari masing – masing perlakuan, yaitu: pakan broiler (A), pakan kampung (B), pakan campuran 10% (C), dan pakan campuran 5% (D). Kemudian, pakan diberikan secara ad libitum sebanyak 2 kali sehari dalam interval waktu 9 minggu. Nareta kemudian melakukan pengujian RT-qPCR menggunakan sampel jaringan yang telah diambil dari ayam pada masing-masing kelompok. Terbukti dari hasil yang didapatkan bahwa pemberian mikroalga dan tamanan mata air dapat menaikkan kandungan protein hingga 24% dan kalori hingga 2900kkal/kg. Setelah dilakukan perlakuan dalam jangka waktu 9 minggu kelompok C dapat menunjukkan performa pertumbuhan yang unggul, mulai dari kenaikan bobot yang berbeda signifikan dibandingkan kelompok lainnya. Pemberian mikroalga dan tanaman mata air juga dapat menurunkan nilai FCR namun tetap menghasilkan persentase karkas >50% dan berbeda secara signifikan. Tidak hanya itu, hasil RT-qPCR menunjukkan bahwa penambahan bahan lokal tersebut dapat meningkatkan level gen cGH dan PRL dalam sitoplasma. Maka dari itu, formulasi pakan alternatif yang diinisasi dan diteliti oleh Nareta dapat menjadi kandidat pakan yang optimal untuk ayam hibrida maupun ayam dwiguna lainnya. “Semoga kedepannya penelitian tersebut dapat bermanfaat terutama untuk peternak lokal di sekitar saya.” ucap Nareta.
Setelah dinyatakan lolos pada September lalu, penerima IRN melakukan penandatanganan kontrak antara Peserta, Dosen Pembimbing dengan Ketua Program IRN. Kemudian dilakukan pelaporan dalam proses penelitian dalam logbook untuk dapat dipertanggungjawabkan pada saat monitoring dan evaluasi oleh Tim Panelis. Selama program IRN dilakukan audit dalam 2 tahap yakni tahap 1 dan tahap 2. Audit dilaksanakan untuk memastikan pelaksanaan berlangsung dengan baik dan peserta wajib mempresentasikan proses dan kemajuan penelitiannya di hadapan Tim Panelis. Audit tahap 1 telah dilaksanakan pada tanggal 23-26 Februari 2022 yang diikuti 62 peserta penerima hibah dana penelitian Indofood Riset Nugraha dari berbagai universitas di Indonesia. Audit tahap 2 dilaksanakan pada tanggal 8-12 Agustus 2022 yang diikuti 57 peserta IRN. “Saya sangat berterimakasih kepada auditor IRN, Prof. Dr. Ir. Budi Prasetyo Widyobroto, DESS, DEA dan Prof. Dr. Ir. Bustanul Arifin, MS yang telah memberikan banyak input dan feedback selama jalannya penelitian saya. Saya ingat betul masukan dari Prof. Bus dan Prof. Budi pada Audit tahap 1 bahwa semua data harus dijustifikasi dengan uji statistika agar tidak ada kebiasan yang terjadi. Mulai saat itu, saya tergerak untuk belajar lebih lanjut terkait uji-uji statistika dan validitas data. Karena dalam skripsi, data merupakan pembuktian jerih payah yang dilakukan oleh peneliti, sehingga harus disampaikan secara komprehensif pula.” tambah Nareta. [ND]
Mahasiswa Biologi Universitas Gadjah Mada berhasil meraih juara 3 nasional dalam Lomba Esai Biodiversitas yang diselenggarakan oleh HIMABIO FKIP Universitas Syiah Kuala Tahun 2022. Lomba ini merupakan perlombaan menulis dalam bentuk esai dengan kategori Mahasiswa Perguruan Tinggi se-Indonesia dengan pilihan tema yaitu, Pendidikan, Ekonomi, dan Kebudayaan. Lomba yang diselenggarakan dari 19 September s.d 12 Oktober 2022 ini diikuti oleh Fikri Ramadhan yang merupakan mahasiswa jurusan Biologi angkatan 2019 dengan dosen pembimbing yaitu Bapak Dr. Wiko Arif Wibowo, S.Si. Judul penelitian yang diangkat adalah “Strategi Pengelolaan Hutan di Sekitar IKN Nusantara dengan Kereta Gantung Energi Surya dan Kajian Ekowisata, Edukasi, Serta Konservasi Biodiversitas”.
Pembangunan Ibu Kota Negara Nusantara dinilai masih banyak pro dan kontra terutama dalam bidang kajian ilmu lingkungan. Hutan disekitar IKN berpotensi terdegradasi dengan adanya pembangunan kawasan permukiman dan perkebunan yang semakin masif. Untuk itu, diperlukan strategi dalam menjaga kelestarian ekosistem hutan. Untuk mendukung konservasi hutan yang berkelanjutan, maka dapat diciptakan suatu peluang ekonomi yang nantinya dapat mendukung adanya pengelolaan konservasi hutan yang baik. Salah satu inovasi yang bisa diterapkan yakni dengan pembuatan kereta gantung energi surya untuk pengoptimalan kawasan hutan sebagai kawasan ekowisata, edukasi, dan konservasi biodiversitas.
Ekowisata di hutan sekitar IKN akan jadi prospek ekonomi yang bagus dan tidak akan sepi peminat, mengingat di kawasan sekitar IKN akan ditempati banyak masyarakat menengah keatas dan bisa menjadi rujukan wisata masyarakat untuk melepas stress setelah menempuh waktu seminggu bekerja. Dengan adanya kolaborasi bidang ilmu ekonomi dan lingkungan, memungkinkan adanya keberlanjutan konservasi hutan di sekitar IKN. Keuntungan ekonomi dari aktivitas ekowisata kereta gantung bisa digunakan lagi baik untuk pembangunan daerah di sekitar hutan ataupun untuk pengelolaan hutan. Wisatawan yang berada di dalam kereta gantung yang cukup tinggi jaraknya dari permukaan tanah akan merasa aman karena tidak akan berpapasan langsung dengan hewan liar. Ekowisata ini juga cukup berperan dalam bidang edukasi. Pembelajaran biologi/lingkungan di hutan sekitar IKN kepada pelajar baik siswa ataupun mahasiswa akan berjalan efektif dan efisien. Pelajar akan belajar secara langsung di alam terbuka, bukan hanya melalui video, buku, atau artikel saja. Dalam waktu yang singkat, pelajar tersebut akan cukup memahami jenis dan perilaku flora dan fauna liar terutama yang ada di Kalimantan Timur. Kereta gantung di hutan IKN juga dapat mendukung konservasi biodiversitas. Umumnya jalur mobilitas wisata hutan yang ada di berbagai tempat bisa menimbulkan pembatasan ekosistem, namun tidak dengan kereta gantung di hutan IKN. Kereta gantung di hutan IKN memiliki jalur mobilitasnya yang berada di atas kawasan hutan dan tidak mengganggu interaksi alami flora dan fauna. Keberadaan tiang-tiang penyangga kereta gantung juga tidak akan mengganggu aktivitas flora dan fauna secara signifikan. Hewan-hewan liar yang sebelumnya ditangkarkan juga dapat dilepasliarkan di wilayah hutan ini.
Berdasarkan penelitian, Kereta gantung yang disarankan adalah kereta gantung yang memanfaatkan energi surya untuk beroperasi sehingga ramah lingkungan. Pengoptimalan penggunaan energi surya ini dinilai cukup tepat mengingat Indonesia merupakan negara yang setiap tahunnya memiliki intensitas cahaya matahari yang selalu cukup. Selain itu, emisi karbon sangat bisa dikurangi dan akan terhindar dari pajak karbon. Keberadaan kereta gantung energi surya di hutan sekitar IKN dapat terwujud dengan adanya kolaborasi instansi pemerintah yang membawahi di bidang pariwisata dan konservasi hutan. Besarnya biaya dalam penyelenggaran kereta gantung energi surya ini akan sebanding dengan keuntungan dampak positif lingkungan yang ditimbulkan di masa depan nanti.
Dengan adanya perlombaan ini diharapkan pembangunan IKN di Kalimantan Timur dapat meminimalkan adanya degradasi hutan. Tulisan ini juga memuat harapan agar hutan Kalimantan agar tetap dapat menjadi paru-paru dunia . Semoga kedepannya para mahasiswa terutama Fakultas Biologi UGM dapat terus menuangkan ide-ide kreatifnya dalam rangka kontribusi terhadap pembangunan Nasional misalnya inovasi mengenai IKN yang lebih berkelanjutan dan mematuhi aspek-aspek lingkungan. [FR]
Mahasiswa Biologi Universitas Gadjah Mada (S1) kembali menorehkan prestasi tingkat nasional dengan meraih 3 penghargaan sekaligus meliputi Juara I, Best Presentation, dan Best Poster dalam ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional. Prestasi ini di raih oleh mahasiswa Umi Salamah, Wulan Usfi Mafiroh, dan Maria Bening Wohingati YT dari Biologi Angkatan 2018 di bawah bimbingan Dr. Ardaning Nuriliani, S. Si., M. Kes. Kompetisi ini merupakan kompetisi yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Kimia Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan mengangkat tema “Finding Untapped Potential of Indonesia Natural Resources for a Better Quality Life With Chemistry ”. Kegiatan ini bertujuan untuk sebagai wadah penyaluran kreasi & inovasi mahasiswa untuk generasi yang sehat.
Kegiatan final ini berlangsung pada tanggal pada tanggal 15 Oktober 2022 secara daring di Institut Pertaian Bogor (IPB) yang diikuti oleh mahasiswa dari Universitas di seluruh Indonesia. Kegiatan ini dilakukan dalam empat tahap yaitu submisi abstrak, penilaian karya tulis ilmiah, pengumuman 10 besar, serta puncaknya berupa presentasi karya tulis di depan para juri
Pada kompetisi ini tim tersebut mengangkat judul yaitu “Optimalisasi Potensi Ekstrak Kalus Daun Krokot (Portulaca oleracea) dengan Penambahan Elisitor sebagai Alternatif Agen Antikanker Payudara T47D”. Menurut tim, ide tersebut dilatarbelakangi karena tingginya insidensi kasus kanker payudara baik secara global maupun di Indonesia. Akan tetapi pengobatan yang sudah dikembangkan memiliki efek samping yang menurunkan kualitas hidup pasien. Sehingga tim berusaha mengeksplorasi sumber bahan alam yang berpotensi sebagai antikanker tetapi minim efek samping. Salah satu bahan alam yang ditemukan memiliki potensi antikanker yaitu tanaman Krokot (Portulaca oleracea).
Persiapan tim dilakukan seminggu sebelum kegiatan presentasi daring dengan mempersiapkan bahan dan materi presentasi. Tim tersebut melakukan latihan presentasi secara rutin sehingga mampu memberikan penjelasan secara jelas dan tegas mengenai karya tulis yang dipresentasikan. Tim tersebut mampu menyampaikan gagasan dan menjawab seluruh pertanyaan juri dengan lugas. Mereka mengatakan bahwa hal ini tidak lain karena hasil kerja keras dari tim dan dukungan semua pihak.
Dengan adanya kompetisi ini, mereka sangat berharap dapat memberikan semangat dan dukungan bagi para mahasiswa yang teratrik dengan bidang karya ilmiah untuk menyampaikan ide terbaiknya melalui kecerdasan dalam berpikir yang dimilikinya. Selain itu, tim juga berharap melalui kompetisi ini dapat membawa dan mengharumkan nama baik Fakultas Biologi dan Universitas Gadjah Mada ke depannya. [US]
Bimo Rizki Abdusshamad yang akrab dipanggil Bimo berhasil terpilih untuk mengikuti kegiatan Indonesian International Mobility Awards (IISMA) ke University of California, Davis (UC Davis). IISMA adalah program beasiswa dari pemerintah Indonesia yang memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar di luar negeri. Bimo memulai proses seleksi awal pada pertengahan semester 4 dengan mendaftarkan diri melalui laman resmi IISMA. Selanjutnya, Bimo diminta untuk memilih course dan universitas yang diminatinya. Proses pendaftaran IISMA juga dibantu oleh Fakultas Biologi seperti memberikan surat rekomendasi dan persetujuan mengenai course yang akan diambil di Host University sehingga bisa dilakukan transfer credit. Tak hanya itu, Bimo juga melakukan test kemampuan bahasa inggris, membuat SKCK, menulis essay diri, planning, dan alasan mengikuti program IISMA. Seluruh berkas selanjutnya dikirim ke universitas melalui kantor urusan internasional (OIA UGM) dan Kementerian Pendidikan melalui website IISMA. Selain berkas, proses seleksi juga meliputi test kebhinekaan dan sesi interview. Hasil seleksi final diumumkan pada tanggal 15 Mei 2022.
Salah satu alasan yang membuat Bimo tertarik untuk menjadikan UC Davis sebagai tujuan IISMA karena universitas ini memiliki departmen dan research terkait agriculture dan food science. Ketertarikan Bimo terhadap kopi berhasil membawanya ke UC Davis yang terkenal dengan course design of coffee dengan menganalisis kopi secara sensor dan chemical engineering. Menjadi kebanggaan tersendiri bagi Bimo untuk berada di UC Davis. Tak hanya universitas yang bagus, terdapat banyak tempat dan lokasi yang luar biasa di sekitar California untuk dikunjungi, seperti San Fransisco, Los Angeles, dan Sacramento. Selain itu, Bimo juga menganggap pengalaman di Amerika juga menjadi perjalanan yang luar biasa, karena banyak sekali company dan business terkemuka yang berasal dari sini.
Perjalanan Bimo untuk mengikuti IISMA dimulai pada tanggal 24 Juli 2022. Bimo berangkat dari Semarang menuju Jakarta untuk berkumpul dengan seluruh peserta IISMA lainnya. Perjalanan dari Jakarta menuju USA dilakukan pada keesokan harinya setelah sebelumnya dilakukan meeting pelepasan oleh perwakilan IISMA. Peserta IISMA melakukan transit satu kali di Taipei hingga akhirnya perjalanan dilanjutkan menuju San Fransisco. Selama berkuliah di USA, duka yang pertama kali dirasakan Bimo yaitu kesulitan melakukan adaptasi dengan makanan USA serta adaptasi terkait berbagai macam toko di sana yang memiliki jam tutup cukup awal. Namun, dibalik duka yang dialami, banyak sekali sukacita yang Bimo rasakan seperti memiliki relasi baru dari berbagai kalangan, tinggal bersama host family yang sering mengajaknya berkeliling melihat orchestra, mengunjungi peach farm, dan mengunjungi berbagai tempat terkenal di New York, seperti Statue of Liberty dan Empire State Building. Harapan Bimo setelah selesai mengikuti kegiatan IISMA ini adalah membuka start-up mengenai kopi dan dapat memperkenalkan kopi Indonesia ke luar negeri, terutama Amerrika. Bimo berharap bisa hadir pada pameran kopi di San Fransisco, dan akan menjadi panitia pada stand kopi sebagai representasi Konsulat Jenderal Republik Indonesia yang berlokasi di San Fransisco. Besar harapan Bimo untuk memperluas koneksi dan membuka jalur untuk memperkenalkan American audience terhadap kopi Indonesia.
Pada event Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (ON-MIPA) tingkat nasional yang dilaksanakan di Universitas Brawijaya 18-23 September 2022, UGM sukses menyandang predikat sebagai juara umum 3 dengan perolehan 13 medali dari 4 bidang. Dari perolehan medali tersebut, bidang Biologi berhasil menyumbang 3 penghargaan berupa 1 medali emas, 1 medali perunggu, serta 1 honorable mention.
Dari ke 3 penghargaan tersebut, 2 diantaranya berhasil disumbang oleh mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, yaitu Syallom Gita Maharani dari Biologi angkatan 2019 yang berhasil mendapat juara ke-3 Nasional dengan medali perunggu dan Pratama Atha Nafi dari Biologi angkatan 2020 yang berhasil mendapatkan penghargaan honorable mention. Sedangkan medali emas disabet oleh Farrel Alfaza Marsetyo dari fakultas FKKMK. Perolehan medali tersebut tentu merupakan suatu hal yang sangat membanggakan bagi Fakultas Biologi dan harapannya akan menjadi motivasi serta semangat bagi mahasiswa lain sehingga kedepannya akan terus ada prestasi-prestasi membanggakan lain. [DF]
Mahasiswa Biologi Universitas Gadjah Mada (S1) kembali menorehkan prestasi tingkat nasional dengan meraih Juara I untuk Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional. Prestasi ini di raih oleh mahasiswa Umi Salamah dan Susy Wijayanti dari Fakultas Biologi Angkatan 2018 yang tergabung dalam Tim Saricus di bawah bimbingan Dr. Ardaning Nuriliani, S.Si., M.Kes. Kompetisi ini merupakan kompetisi yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Negeri Semarang dengan mengangkat tema “Inovasi Generasi Z dalam Meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat Guna Mewujudkan SDGs 2045”. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong keaktifan mahasiswa untuk mendukung terwujudnya Sustainable Development Goals tahun 2045 (SDGs 2045) serta sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menuangkan ide, gagasan, dan inovasi melalui bidang kesehatan dan karya ilmiah dengan tujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Kegiatan final kompetisi ini berlangsung pada tanggal pada tanggal 18 September 2022 secara daring di Universitas Negeri Semarang yang diikuti oleh mahasiswa dari Universitas di seluruh Indonesia. Kegiatan ini dilakukan dalam empat tahap yaitu pengiriman abstrak, penilaian karya tulis ilmiah, pengumuman 5 besar, serta puncaknya berupa presentasi karya tulis di depan para juri.
Pada kompetisi ini Tim Saricus mengangkat judul “OPTIMALISASI POTENSI SARI BUAH Ficus hispida SEBAGAI KANDINDAT PANGAN FUNGSIONAL ANTIDIABETIK MELALUI PENDEKATAN IN SILICO”. Menurut Tim Saricus, ide ini dilatarbelakangi dengan banyaknya buah Ficus hispida di lingkungan Fakultas Biologi, UGM yang jatuh, busuk, dan tidak dimanfaatkan secara optimal. Kemudian tim mencoba mempelajari dan menemukan beberapa senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antidiabetes pada Ficus hispida. Setelah itu, tim melanjutkan pengujian melalui pendekatan in silico dan didapatkan bahwa Ficus hispida memiliki ektivitas antidiabetik yang cukup signifikan. Akan tetapi buah tersebut memiliki rasa yang cukup pahit dan sepat, sehingga tim memiliki ide untuk mengolahnya menjadi sari buah untuk meningkatkan nilai guna dari buah Ficus hispida. Melalui produk sari buah ini, diharapkan masyarakat lebih mudah mengonsumsi dan menikmati rasanya.
Persiapan final dilakukan seminggu sebelum kegiatan presentasi daring dengan mempersiapkan bahan dan materi serta latihan presentasi sehingga mampu menyampaikan gagasan dan menjawab seluruh pertanyaan juri dengan lugas. Umi dan Susy mengatakan bahwa hal ini berkat kerja keras dari tim dan dukungan semua pihak. Dengan adanya kompetisi ini, mereka sangat berharap dapat memberikan semangat dan dukungan bagi para mahasiswa yang tertarik dengan bidang karya ilmiah untuk menyampaikan ide terbaik melalui kecerdasan dan kreativitas dalam berpikir. Selain itu, Tim Saricus juga berharap melalui kompetisi ini dapat membawa dan mengharumkan nama baik Fakultas Biologi dan Universitas Gadjah Mada ke depannya. [US]
Jumat, 16 September 2022, Mahasiswa Biologi Universitas Gadjah Mada (S1) kembali mendulang prestasi tingkat nasional dengan meraih Juara I dan Best Presentation untuk lomba Bussines Plan Competition. Prestasi ini di raih oleh mahasiswa Umi Salamah dan Susy Wijayanti dari Biologi Angkatan 2018 yang tergabung dalam Littlethings Team. Kompetisi ini merupakan kompetisi perancangan bisnis dengan mengangkat tema “ Mengoptimalkan peran dan potensi mahasiswa dalam sektor ekonomi kreatif untuk menggapai Indonesia emas 2045. yang bertujuan untuk menumbuhkan jiwa enterpreneur di kalangan mahasiswa Indonesia dan juga sebagai wadah untuk mengakomodasikan ide bisnis maupun ide-ide penciptaan produk yang kreatif dan inovatif dari mahasiswa seluruh Indonesia.
Kegiatan final ini berlangsung pada tanggal pada tanggal 13 September 2022 secara daring di Universitas Bangka Belitung yang diikuti oleh mahasiswa dari Universitas di seluruh Indonesia. Kegiatan ini dilakukan dalam empat tahap yaitu submisi abstrak, penilaian proposal, pengumuman 10 besar, serta puncaknya berupa presentasi ide bisnis di depan para juri
Pada kompetisi ini tim tersebut mengangkat judul yaitu “Bio In Style: Motives Batik Inspired By Microorganism”. Ide bisnis ini dilatarbelakangi karena adanya ketertarikan terhadap struktur dan morfologi dari mikroorganisme yang sangat unik dan cantik ketika dilihat dari mikroskop. Hal tersebut kemudian dituangkan dalam seni berupa kain batik dengan motif yang terinspirasi dari mikroorganisme seperti plankton, bakteri, fungi, mikroalga, dan sebagainya. Selain mengagumi kecantikannya, tetapi juga menjadi upaya untuk pengenalan kepada masyarakat akan kehadiran mikroorganisme dan manfaatnya baik bagi lingkungan maupun kehidupan manusia. Salah satu hal yang digalakkan saat ini adalah peduli lingkungan dan kelestarian bumi. Bio In Style hadir untuk menjawab permasalahan lingkungan dengan display dan strategi pemasaran yang unik. Hal tersebut tentunya menjadi kelebihan bagi produk Bio In Style.
Persiapan tim dilakukan seminggu sebelum kegiatan presentasi daring dengan mempersiapkan bahan dan materi presentasi. Tim tersebut melakukan latihan presentasi secara rutin sehingga mampu memberikan penjelasan secara jelas dan tegas mengenai ide bisnis yang dipresentasikan. Tim tersebut mampu menyampaikan gagasan dan menjawab seluruh pertanyaan juri dengan lugas. Mereka mengatakan bahwa hal ini tidak lain karena hasil kerja keras dari tim dan dukungan semua pihak.
Dengan adanya kompetisi ini, mereka sangat berharap dapat memberikan semangat dan dukungan bagi para mahasiswa yang teratrik dengan dunia entrepreneur untuk menyampaikan ide terbaiknya melalui kecerdasan dalam berpikir yang dimilikinya. Selain itu, Littlethings Team juga berharap melalui kompetisi ini dapat membawa dan mengharumkan nama baik Fakultas Biologi dan Universitas Gadjah Mada ke depannya. [US]
Melonjaknya harga minyak goreng di Indonesia selama beberapa bulan terakhir menjadi permasalahan bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia. Terlebih lagi meningkatnya harga minyak goreng biasa diikuti oleh peningkatan harga kebutuhan pokok yang lain seperti beras, telur, gula, dan sebagainya. Permasalahan tersebut menggugah 5 mahasiswa UGM yang tergabung dalam Tim PKM-RE untuk memanfaatkan mikroalga sebagai bahan alternatif pengganti kelapa sawit sebagai bahan pokok minyak goreng komersial di Indonesia. Dari biomassa mikroalga tersebut dihasilkan minyak goreng yang dinamakan CHOIL (Chlorella Healthy Frying Oil).
CHOIL dikembangkan oleh Jody Ashrib Satriayudistira (Jurusan Biologi angkatan 2019), Fikri Ramadhan (Jurusan Biologi angkatan 2019), Lathief Al Umami (Jurusan Biologi angkatan 2019), Anindya Destifany Salsabila (Jurusan Kimia angkatan 2019), dan Mohammad Yuzer Irosoneri (Jurusan Teknik Kimia angkatan 2020) melalui pelaksanaan Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Riset Eksakta (PKM-RE) dengan sumber dana dari Kemendikbud Ristek. Dengan mengintegrasikan pengetahuan dan kemampuan yang diperoleh di bangku kuliah, bersama-sama mereka berhasil melakukan ekstraksi minyak dari biomassa kering mikroalga Chlorella vulgaris di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Biologi UGM dan Laboratorium Proses Pemisahan Departemen Teknik Kimia UGM.
Jody menjelaskan alasan pemilihan mikroalga sebagai bahan alternatif minyak goreng yaitu jika dibandingkan dengan tanaman konvensional, mikroalga memiliki laju fotosintesis yang lebih cepat sehingga waktu panennya lebih singkat, mampu menyerap lebih banyak karbondioksida di udara, tidak memakan banyak lahan, dan kaya akan zat gizi.
“Chlorella vulgaris adalah salah satu spesies mikroalga yang sering dikultivasikan untuk diambil lipidnya, sehingga pada umumnya mikroalga ini dimanfaatkan sebagai bahan baku biofuel. Padahal, mikroalga ini diketahui mengandung banyak zat gizi yang bermanfaat seperti berbagai macam asam lemak esensial (palmitic acid, myristic acid, linoleic acid, eicosatrienoic acid, erucic acid, nervonic acid, dan oleic acid), karbohidrat, protein, klorofil a dan b, serta antioksidan berupa karotenoid” urainya.
Fikri Ramadhan menambahkan bahwa Chlorella vulgaris memiliki potensi untuk dapat digunakan sebagai bahan alternatif pengganti kelapa sawit dalam pembuatan minyak goreng. Secara umum, mikroalga dikenal dapat menghasilkan minyak paling banyak dengan luas lahan lebih sedikit dibandingkan tanaman teresterial yang kita kenal saat ini. Mengingat kelapa sawit dari segi Ekologi juga dinilai cukup merusak dan dalam proses produksinya membutuhkan lahan yang sangat besar. Ia menambahkan bahwa dengan adanya CHOIL, diharapkan persediaan minyak goreng di Indonesia semakin melimpah sehingga akan mengembalikan stabilitas harga minyak goreng di pasaran dan juga tentu lebih ramah lingkungan.
“Proses ekstraksinya sendiri sangat mudah untuk dilaksanakan, dengan kualitas minyak yang cukup baik menyamai kualitas minyak goreng yang umum ada di pasaran. Hal ini sesuai dengan fakta bahwa mikroalga C. vulgaris memang mengandung kandungan lemak dalam jumlah banyak sehingga menjadikan produk ini ekonomis untuk diterapkan dalam skala lanjut”, tambah Mohammad Yuzer Irosoneri sebagai penanggung jawab ekstraksi dan distilasi minyak mikroalga. Selain itu, CHOIL juga kaya akan zat gizi sehingga diharapkan mampu meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia. [LAA]
Seminar Nasional XXV Perhimpunan Biokimia dan Biologi Molekuler Indonesia (PBBMI) dilaksanakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Lampung sebagai rangkaian Dies Natalis ke-57 Universitas Lampung. Seminar dilaksanakan secara luring di Grand Krakatau Ballroom Swiss-Belhotel dan daring melalui zoom meeting pada Kamis dan Jumat, 25-26 Agustus 2022.
Seminar Nasional XXV PBBMI mengusung tema “Sumbangan Biokimia dan Biologi Molekuler untuk Kemandirian dan Daya Saing Bangsa”. Kegiatan ini dibuka Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Unila Prof. Dr. dr. Asep Sukohar, S.Ked., M.Kes., dan turut dihadiri Ketua pengurus pusat PBBMI Dr. Dra. Rahmawati Ridwan, Apt., M.S. Adapun keynote speaker pada kegiatan ini, Guru Besar International Islamic University Malaysia Prof. Dr. Irwandi Jaswir dengan topik “Halal Industry and Recent Advances in the Halal Authentication and Analysis”. Seminar juga menghadirkan beberapa invited speaker untuk berbincang terkait berbagai topik menarik di bidang biokimia dan biologi molekuler. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan presentasi oral serta presentasi poster baik secara luring maupun daring yang menampilkan berbagai inovasi dan disampaikan oleh para peneliti, dosen dan profesional di bidang biokimia dan biologi molekuler.
Kegiatan presentasi pada seminar ini dilakukan oleh 118 peserta, yang terdiri dari 105 peserta presentasi oral dan 13 peserta presentasi poster. Mahasiswa Fakultas Biologi yang merupakan tim penelitian Electro-Capacitive Cancer Therapy (ECCT) dibawah bimbingan Dra. Rarastoeti Pratiwi, M.Sc., Ph.D. turut andil dalam pelaksanaan seminar ini sebagai presenter dalam presentasi oral via daring. Topik yang dibawakan berjudul “mRNA relative expression of IL-10 and TNF-α genes of kidney and spleen tissues in rat with and without mammary tumor after exposed to static electric field” yang dipresentasikan oleh Anysah Nur Fauziyah (Biologi 2018). Dengan topik penelitian tersebut, Nafisa Khoirun Widiasri (Biologi 2018) dan Anysah Nur Fauziyah (Biologi 2018) juga berhasil mendapatkan penghargaan sebagai “Best Full Paper” pada Seminar Nasional XXV PBBMI. Dengan prestasi dan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan publikasi oleh Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada. [NKW]
Dapat disebut sebagai tahun pasca Pandemi COVID-19 berakhir, ide inovasi terkait pengembangan sektor perekonomian Indonesia mulai bermunculan. Salah satunya yakni berasal dari seorang mahasiswi Fakultas Biologi Program Studi S-1 Biologi Universitas Gadjah Mada yakni Ane Tefvy Styorini. Mahasiswi yang kerap disapa dengan nama Tefvy ini berhasil mencetuskan inovasi terkait pemanfaatan Gen Z untuk mengafinitas perekonomian mikro di Indonesia dengan memanfaatkan Lembaga Keuangan Syariah dalam menunjang bisnis remaja hingga memperoleh predikat Juara 1 pada Kompetisi Esai Nasional FISION (FoSEI Essay Competition) yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Kompetisi yang mengangkat tema “Optimalisasi Peran Lembaga Keuangan Syariah guna Pemulihan Ekonomi Nasional di Era Society 5.0” ini diselenggarakan secara bauran yakni acara daring dilakukan melalui Google Meet dan Zoom Meeting, kemudian acara luring dilakukan di Ruang Seminar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta. Kompetisi ini menyisakan 10 mahasiswa dari berbagai universitas untuk maju ke tahap semi-final dan kemudian menyisakan 5 mahasiswa untuk maju ke babak final. Final dari kompetisi esai nasional ini memberikan predikat kepada masing-masing mahasiswa yakni Juara 1, 2, 3, Harapan 1, dan Harapan 2. Sebagai juara, Tefvy berharap supaya karya esai miliknya dapat menjadi inovasi dalam implementasi bisnis syariah utamanya di kalangan remaja. [ATS]
Kerja.io x Tiket.com Global Case Competition merupakan kompetisi kasus bisnis tingkat internasional yang diselenggarakan oleh platform penyedia lowongan kerja, Kerja.io, berkolaborasi dengan perusahaan startup unicorn yang bergerak di bidang jasa akomodasi, Tiket.com. Kompetisi ini diselenggarakan dari tanggal 21 Maret hingga 11 April 2022 dan terdiri dari 2 babak, yaitu babak penyisihan berupa penyusunan deck PPT dan babak final berupa deck pitching.
Kompetisi ini membawakan kasus bisnis berupa conversion rate aplikasi Tiket.com dan sales yang rendah, khususnya di bagian layanan akomodasi (hotel, villa, penginapan). Untuk mengatasi masalah tersebut, tim Cakrawala yang beranggotakan Sasangka Adhita Nugraha (Biologi UGM 2019), Alvin Filipi (Teknik Elektro UI 2019), Evelyn Velencia Febita (Teknik Biomedis UI 2020), Yasna Masye Tiurma (Teknik Biomedis UI 2020), dan Aleyda Najwa Rahmadini (Teknik Biomedis UI 2020) menawarkan serangkaian solusi holistik berupa pengembangan fitur-fitur baru di aplikasi Tiket.com. Tim Cakrawala menawarkan pengembangan fitur-fitur baru seperti Tiket Planner, Tiket Robo Advisor, Tiket Explore, Tiket Social Network, serta partnership antara Tiket.com bersama platform investasi reksadana ternama, Bibit, untuk meningkatkan conversion rate dan sales dari layanan-layanan akomodasi yang tersedia di aplikasi Tiket.com. Kompetisi internasional ini diikuti oleh sekitar 150 tim yang beranggotakan 3-5 orang mahasiswa dari berbagai negara. Dari 150 tim tersebut, diambil 5 tim terbaik untuk berkompetisi di babak final yang berlangsung di tanggal 11 April 2022, dengan mempresentasikan deck PPT yang telah disusun di babak sebelumnya. Tim Cakrawala berhasil menjadi salah satu dari kelima tim yang berkompetisi di babak final. [SAN]
StudentsxCEOs Youth Leader Summit 2022 Business Case Competition merupakan kompetisi kasus bisnis tingkat nasional yang diselenggarakan oleh StudentsxCEOs Semarang berkolaborasi dengan grup perusahaan multinasional terbesar di Indonesia yang bergerak di berbagai bidang usaha, Astra Group (PT Astra International). Kompetisi ini diselenggarakan dari tanggal 18 Juni hingga 24 Juli 2022 dan terdiri dari 2 babak, yaitu babak penyisihan berupa penyusunan naskah paper dan babak final berupa deck pitching.
Kompetisi ini membawakan kasus bisnis berupa Astra Group yang memiliki kesulitan dalam melakukan transisi bisnis menuju perusahaan yang lebih sustainable sesuai dengan Paris Agreement, Nawa Cita, dan Astra 2030 Sustainability Aspirations. Untuk mengatasi masalah tersebut, tim Cakrawala yang beranggotakan Sasangka Adhita Nugraha (Biologi UGM 2019), Alvin Filipi (Teknik Elektro UI 2019), dan Evelyn Velencia Febita (Teknik Biomedis UI 2020) menawarkan serangkaian solusi holistik. Tim Cakrawala menawarkan instalasi panel surya, pendirian recycle center, serta pengembangan aplikasi digital seperti Astra Station untuk memenuhi kebutuhan pengisian daya mobil listrik dan Astra Peduli untuk mengatasi permasalahan sampah plastik melalui pengumpulan sampah dari rumah tangga menuju recycling center. Solusi-solusi yang ditawarkan tersebut diharapkan dapat meningkatkan sustainability dan business resilience dari Astra Group. Kompetisi nasional ini diikuti oleh sekitar 90 tim yang beranggotakan 3 orang mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia. Dari 90 tim tersebut, diambil 10 tim terbaik untuk berkompetisi di babak final yang berlangsung di tanggal 23–24 Juli 2022, dengan mempresentasikan deck PPT yang telah disusun dari paper. Tim Cakrawala berhasil keluar sebagai juara 1 dari kesepuluh tim finalis tersebut. [SAN]
Business Case Competition Pekan Wirausaha Teknik “Technospace” 2022 merupakan kompetisi kasus bisnis tingkat nasional tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif, Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Fakultas Teknik UGM (BEM KMFT UGM) berkolaborasi dengan perusahaan startup yang bergerak di bidang jasa akomodasi dan transportasi, Tiket.com. Kompetisi ini diselenggarakan sebagai acara puncak dari Pekan Wirausaha Teknik “Technospace” 2022, bersamaan dengan penyelenggaraan Seminar Kewirausahaan “Integration of Human Resources”. Kompetisi ini diadakan dari tanggal 6 – 28 Mei 2022 dan terdiri dari 2 babak, yaitu babak penyisihan berupa pengerjaan paper dan babak final berupa deck pitching. Kompetisi ini mengangkat tema “New Generation of Technopreneur: Creative Tech Business in Society 5.0”.
Kasus bisnis yang dibawakan dalam kompetisi ini yaitu berupa sulitnya perusahaan baru bernama Startup X yang bergerak di bidang jasa akomodasi untuk memasarkan produk-produk barunya ke pasar yang sudah ada (market entry). Untuk mengatasi masalah tersebut, tim Cakrawala yang beranggotakan Sasangka Adhita Nugraha (Biologi UGM 2019), Alvin Filipi (Teknik Elektro UI 2019), dan Evelyn Velencia Febita (Teknik Biomedis UI 2020) menawarkan serangkaian solusi holistik yang bertujuan untuk meningkatkan user acquisition dan conversion rate dari Startup X. Tim Cakrawala mengusulkan berbagai solusi, mulai dari fitur Vacation Planner Berbasis Artificial Intelligence, 360o Virtual Room Experience, Explore & Social Network, serta Live Navigation Berbasis Augmented Reality. Selain itu, untuk memaksimalkan pemasaran dari fitur-fitur baru dari produk digital Startup X tersebut, tim Cakrawala juga mengusulkan strategi pemasaran yang meliputi KOL Marketing & Social Media Ads, B2C Referral Program, Offline VR Travel Booth, serta Loyalty Program. Kompetisi ini diikuti oleh sekitar 50 tim yang beranggotakan 3-5 orang dari berbagai universitas di seluruh Indonesia. Dari 50 tim tersebut, diambil 5 tim terbaik untuk berkompetisi di babak final yang berlangsung di tanggal 27 Mei 2022, dengan menyusun PPT dan mempresentasikan PPT tersebut dari paper yang telah dibuat di babak sebelumnya. Dari 5 tim yang berkompetisi di babak final, tim Cakrawala berhasil meraih juara 2. [SAN]
“Hack the Product” Apiary Academy x Shopee merupakan kompetisi kasus bisnis tingkat nasional yang diselenggarakan oleh ekosistem pelatihan Product Management terbesar di Indonesia, Apiary Academy, berkolaborasi dengan perusahaan startup e-commerce terbesar di Asia Tenggara, Shopee. Kompetisi ini diselenggarakan dari tanggal 7 Juni hingga 2 Juli 2022 dan terdiri dari 2 babak, yaitu babak penyisihan berupa pengerjaan deck PPT dan babak final berupa deck pitching. Kompetisi ini membawakan kasus bisnis berupa kesulitan yang dialami oleh pengguna Shopee dan ShopeeFood dalam mengklaim dan menggunakan voucher di aplikasi.
Untuk mengatasi masalah tersebut, tim Cakrawala yang beranggotakan Sasangka Adhita Nugraha (Biologi UGM 2019), Alvin Filipi (Teknik Elektro UI 2019), dan Evelyn Velencia Febita (Teknik Biomedis UI 2020) menawarkan serangkaian solusi holistik berupa pengembangan fitur-fitur baru dan peningkatan user interface. Tim Cakrawala menawarkan pengembangan fitur-fitur baru seperti penghapusan tombol “Klaim”, pembuatan fitur “Auto apply voucher”, dan penambahan fitur “Klaim semua” pada aplikasi ShopeeFood untuk meningkatkan conversion rate, meningkatkan user lifetime value, serta mengurangi churn rate. Kompetisi ini diikuti oleh sekitar 50 tim yang beranggotakan 2-3 orang dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa hingga para profesional. Dari 50 tim tersebut, diambil 5 tim terbaik untuk berkompetisi di babak final yang berlangsung di tanggal 2 Juli 2022, dengan mempresentasikan deck PPT yang telah disusun di babak sebelumnya. Dari 5 tim yang berkompetisi di babak final, tim Cakrawala berhasil meraih predikat sebagai best team. [SAN]
Tiara Putri S.Si., M.Sc., mahasiswa program Doktor Fakultas Biologi, UGM berhasil meraih beasiswa
Bayer Foundation Fellowship Award 2022. Bayer Foundation merupakan organisasi asal Jerman yang memberikan beasiswa bagi peneliti-peneliti muda di seluruh dunia yang bekerja di bidang sains untuk melakukan kolaborasi riset di negara lain selama masa studi. Terdapat 3 kategori fellowship yang disediakan oleh Bayer Foundation, antara lain: Otto Bayer – Fellowship untuk bidang Drug Discovery, Jeff Schell – Fellowship untuk bidang Agriculture dan Carl Duisburg – fellowship Medical Sciences. Tahun ini, sejumlah 41 peneliti muda telah terpilih untuk yang mendapatkan fellowship dari ketiga kategori tersebut. Tiara merupakan salah satu peneliti muda yang terpilih dari Indonesia untuk kategori Drug Discovery dan akan menjalankan program double degree di Department of Molecular Genetics and Infection Biology, Universität Greifswald, Germany sebagai perwujudan kolaborasi risetnya.
Sebelumnya, Tiara merupakan lulusan program S1 dan S2 dari Fakultas Biologi, UGM dan meraih predikat predikat Cum Laude untuk kedua gelar tersebut. Dalam studi doktoralnya, Tiara dipromotori oleh Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. (Dekan Fakultas Biologi, UGM) dan Prof. Dr. rer. Nat. Sven Hammerschmidt (Kepala Department of Molecular Genetics and Infection Biology, Universität Greifswald). Topik penelitian Tiara adalah mengenai koinfeksi pneumokokus pada pasien anak yang terinfeksi virus COVID-19. Penelitian ini juga merupakan kolaborasi dengan Pusat Riset Biologi Molekular Eijkman – BRIN yang telah banyak berkontribusi dalam menghadapi pandemi COVID-19 di Indonesia, termasuk penelitian plasma konvalesen dan pengembangan vaksin.
Penelitian Tiara utamanya dilatarbelakangi oleh pandemi Covid-19 yang telah menyebar dengan cepat ke seluruh dunia dan menjadi pandemi pertama di abad ke-21. Tiara menyampaikan bahwa ketika studi awal anak-anak tidak banyak berkontribusi terhadap penyebaran virus ini, namun penelitian terbaru menunjukkan bahwa anak-anak mampu menyebarkan infeksi. Selain itu juga diketahui bahwa beberapa bakteri oportunistik di saluran pernapasan bagian atas berperan penting dalam tingkat morbiditas pasien, salah satunya bakteri Streptococcus pneumoniae. Hingga saat ini, hanya sedikit penelitian yang mempelajari tentang ko-infeksi bakteri pada pasien COVID-19, terutama pada anak-anak. Hasil penelitian kolaborasi ini diharapkan akan memberikan kontribusi yang signifikan sebagai upaya peningkatan dalam penanganan dan pengobatan pasien anak-anak yang terinfeksi virus COVID-19 serta membantu memberikan informasi terkait prevalensi bakteri S. pneumoniae pada pasien anak-anak yang terinfeksi virus COVID-19 di Indonesia.
Beasiswa Panasonic adalah beasiswa yang diberikan oleh Panasonic Corporation Japan melalui PT. Panasonic Manufacturing Indonesia untuk mahasiswa Program Strata 1 (Sarjana) atau Strata 2 (Paska Sarjana) dan Diploma, yang mencakup Uang Saku bulanan dan Bantuan Biaya Kuliah/Pendidikan. Rangkaian seleksi Panasonic Scholarship 2022 meliputi 3 tahapan, yaitu seleksi di tingkat Universitas/Fakultas/Prodi, seleksi oleh Panasonic, dan wawancara. Rekomendasi seleksi kandidat penerima beasiswa dilakukan dengan mempertimbangkan prestasi akademis dan non akademis (aktivitas organisasi), kemampuan bahasa, leadership, dan personal plan yang dievaluasi melalui wawancara dan penulisan esai. Panasonic menetapkan 22 mahasiswa penerima Panasonic Scholarship 2022 yang terdiri dari 12 orang Program S1, 4 Orang Program S2, dan 6 Orang Program Vokasi D3/4.
Della Blatama merupakan mahasiswa Program Magister Fakultas Biologi yang menerima beasiswa Panasonic Scholarship 2022. Pada seleksi wawancara dan penulisan esai, Della mengangkat tema “Eastern Region Children’s Expectations for School and Achievement” yang menjelaskan serangkaian prestasi dan kontribusinya kepada masyarakat baik dalam proses pembelajaran maupun penelitian. Penyerahan beasiswa dilaksanakan secara daring pada hari Rabu, 27 Juli 2022 di PT. Panasonic Manufacturing Indonesia. Tomonobu Otsu, selaku Presiden Director PT. Panasonic Manufacturing Indonesia, mengatakan bahwa 22 mahasiswa yang ditetapkan sebagai penerima beasiswa ini merupakan mahasiswa berprestasi dari Universitas dan Politeknik di Indonesia. [DB]
Komunitas pegiat biologi sintetik di Indonesia yang tiap tahunnya rutin mengadakan perlombaan ilmiah biologi sintetik dengan basis rekayasa organisme pada tahun ini mengadakan cabang perlombaan baru berupa penulisan artikel blog dengan tujuan memperkenalkan biologi sintetik beserta manfaatnya pada masyarakat awam yang besar kemungkinan tidak semuanya memiliki latar belakang di bidang biologi atau bidang terkait. Synbio Blog Competition yang diadakan oleh Synbio Indonesia pada tahun ini mengusung tema “Growing Stronger, Growing Together: Synbio Application for Current Problems in Indonesia”. Perlombaan tersebut diadakan pada tanggal 24 Mei hingga 24 Juni dan diperpanjang hingga tanggal 30 Juni. Perlombaan tersebut diikuti oleh 15 peserta dari 10 instansi berbeda dengan latar belakang beragam, mencakup siswa, mahasiswa, karyawan, hingga peneliti dari berbagai daerah dan basis keilmuan yang beragam.
Salah satu mahasiswa Program Studi Biologi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada bernama Muhammad Helmi Fauzan ikut serta dalam kompetisi tersebut. Mahasiswa angkatan tahun 2020 ini mengusung tema terkait bioremediasi atau pemulihan lingkungan berbasis biologi sintetik dengan menggunakan bakteri pembentuk kurli dan selulosa dalam proses sekuestrasi logam berat di kawasan bekas tambang. Objek yang diangkat dalam artikel ilmiah populer tersebut adalah rekayasa sirkuit pada operon csgBA(C) melalui pendekatan modifikasi mer operon, MerR (regulator), dan PmerR (promoter) dari plasmid Shigella flexneri memungkinkan vektor bakteri yang digunakan dapat mensintesis curli-selulosa. Curli berperan sebagai sink dengan keberadaan metallothionein pengikat ion merkuri dan selulosa sebagai komponen struktural untuk memudahkan pemisahan biofilm dari medium, serta meminimalisir proses Flocculation.
Melalui tema tersebut, Helmi berhasil meraih juara kedua pada kompetisi tersebut, dengan judul artikel “Memelihara dengan Produk Rekayasa” Sebagai bentuk penghargaan juara, Muhammad Helmi Fauzan memperoleh sertifikat kejuaraan dan uang pembinaan sebagai sarana pendukung mahasiswa ini untuk terus berkarya. Karya ilmiah populer yang ditulis oleh Helmi diharapkan dapat menjadi pendekatan baru bagi masyarakat awam mengenai biologi sintetik serta dapat menjadi insight baru bagi peneliti lainnya dalam perkembangan biologi sintetik, terlebih perkembangannya di Indonesia. [MHF]
Minggu, 17 Juli 2022, mahasiswa Fakultas Biologi (S1) kembali menorehkan prestasi tingkat nasional pada Lomba Karya Tulis Ilmiah yang diadakan oleh Universitas Brawijaya. Kegiatan tersebut diikuti oleh 80 tim dari universitas di seluruh Indonesia. Prestasi ini diraih oleh mahasiswa Umi Salamah, Maria Bening Wohingati, dan Wulan Usfi Mafiroh dari Biologi Angkatan 2018 di bawah bimbingan Dr. Ardaning Nuriliani, S.Si., M.Kes. Kompetisi ini merupakan salah satu cabang lomba pada acara tahunan KATULISTIWA 14 dengan mengangkat tema “Innovative Mindset: Let’s Build Society 5.0 for Indonesia” yang bertujuan untuk menuangkan inovasi dan gagasan mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan berpikir ilmiah mahasiswa di seluruh Indonsesia.
Kegiatan ini dilakukan dalam lima tahap yaitu submisi abstrak, penilaian paper, pengumuman 10 besar, penilaian video dan poster, serta puncaknya berupa presentasi hasil karya di depan para juri. Pada kompetisi ini, kami mengangkat judul yaitu “Dekolorisasi Limbah Pewarna Tekstil Berbasis Enzyme Mediator System oleh Mikroalga”. Hal tersebut dilatarbelakangi dengan banyaknya industri tekstil yang membuang limbahnya tanpa pengelolaan yang tepat sehingga berdampak pada kerusakan lingkungan dan kematian organisme. Kami menyampaikan ide untuk memanfaatkan kemampuan mikroalga dalam menyintesis enzim yang berperan dalam dekolorisasi limbah pewarna tekstil dan terintegrasi dengan produksi biofuel. Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang sudah mendukung dan mengantarkan kami mendapatkan JUARA I di ajang KATULISTIWA 14. [US]
Dalam rangka memperingati Hari Nutrisi Nasional, Program Studi Gizi Universitas Darussalam Gontor menyelenggarakan suatu kompetisi nasional yang dapat diikuti oleh para pemuda/i atau mahasiswa/i dari universitas di seluruh Indonesia. Kompetisi ini merupakan kompetisi tahunan yang dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan wadah kepada para pemuda/i atau mahasiswa/i di Indonesia dalam menyalurkan ide ilmiah mereka, serta untuk mengembangkan pola kreativitas dan berpikir kritis para peserta. Lomba ini menerapkan kreativitas masing-masing peserta yang terpacu dalam tema besar yakni “The Impact of Sedentary Lifestyle on Obesity and Mental Health in Adolescent”. Cabang perlombaan yang tersedia secara berkelompok yakni kompetisi Call for Paper dan kompetisi Video. Sedangkan untuk cabang perlombaan secara individu yakni kompetisi Infografis, Photo Contest, dan Esai Ilmiah. Kompetisi yang dinamakan sebagai Nutrizone Competition ini dilaksanakan pada tanggal 15 Januari – 27 Februari 2022. Kompetisi ini diikuti oleh puluhan mahasiswa yang berasal dari perwakilan universitas di Indonesia.
Salah satu mahasiswi Program Studi Biologi Fakultas Biolog Universitas Gadjah Mada bernama Ane Tefvy Styorini turut serta dalam kompetisi kali ini. Mahasiswi tahun angkatan 2020 ini mengusung tema terkait inovasi teh degradasi lemak tubuh manusia untuk mengatasi kasus obesitas remaja Indonesia menggunakan bunga telang dengan tanpa menyulitkan seseorang dalam fase dietnya. Objek sasaran inovasi ini yakni para remaja dengan permasalahan obesitas serta para remaja yang terjebak dalam pola gaya hidup sedentari. Dengan mengusung tema ini, Ane Tefvy berhasil maju ke babak final untuk kemudian melakukan presentasi pada tanggal 26 Maret 2022 bersama 10 finalis lainnya yang turut lolos. Dengan pembawaan yang mumpuni serta kompleksitas materi yang disajikan berhasil membawa nama Ane Tefvy menggaet juara 1 dalam kompetisi kali ini. Sebagai bentuk penghargaan juara, Ane Tefvy memperoleh sertifikat kejuaraan dan uang pembinaan sebagai sarana pendukung mahasiswa ini untuk turut berkarya. Karya inovasi yang diciptakan oleh Ane Tefvy harapannya dapat menjadi pengetahuan tambahan bagi para pembaca artikel esai tersebut atau bagi para seseorang yang sedang mencari inovasi diet yang mudah, praktis, serta terjangkau. [ATS]
Pada tahun 2022 ini, Himpunan Mahasiswa Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Tanjungpura menyelenggarakan LBSK atau Lomba Bidang Studi Kimia dengan salah satu cabang lomba yaitu Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat Nasional yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia. LKTI kali ini bertema “Kreativitas dan Inovasi Mahasiswa dalam Mengembangkan Sumber Daya Alam untuk Mewujudkan SDGs 2045 di Era Society 5.0”.
Tiga mahasiswa Fakultas Biologi, UGM angkatan 2018 yang beranggotakan Khintan Maulin Paquita (ketua), Ulin Ni’mah (Anggota I), serta Muhammad Berliando Gavintri (Anggota II), dengan didampingi oleh Dr. Ardaning Nuriliani, S.Si., M.Kes., berhasil mendapatkan Juara Harapan I setelah sebelumnya berhasil masuk tahap 5 besar seleksi naskah dan seleksi final berupa presentasi secara daring pada tanggal 21 Mei 2022 lalu. Tim dari Fakultas Biologi, UGM pada LKTI ini mengangkat judul “POTENSI CANGKANG DAN DURI LANDAK LAUT UNGU (Echinometra mathaei) SEBAGAI ANTI-AGING” serta berhasil bersaing dengan beberapa universitas antara lain ITS, UNY, UNTAN, dan UNMUL. [KMPP]
Mahasiswa Biologi (S1) kembali mendulang prestasi tingkat nasional untuk lomba Paper Competition. Prestasi ini diraih oleh mahasiswa Umi Salamah dari Biologi Angkatan 2018 yang berkolaborasi dengan mahasiswa Jurusan Metalurgi Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB. Kompetisi ini merupakan salah satu mata acara dari rangkaian Lomba Metalfest 2022 diadakan oleh Ikatan Mahasiswa Metalurgi Institut Teknologi Bandung (IMMG ITB). Kompetisi ini mengangkat tema “Realization of Clean Energy in Indonesia Through Metallurgical Innovation” yang bertujuan untuk menuangkan inovasi dan gagasan dalam sains teknologi terutama industri metalurgi. Kegiatan ini dilakukan dalam tiga tahap yaitu penilaian paper, pengumuman 10 besar, dan puncaknya berupa presentasi hasil karya di depan para juri.
Pada kompetisi ini, Umi dan tim mengangkat judul: Penyerapan Emisi Gas Karbon Dioksida dari Industri Besi dan Baja untuk Meningkatkan Biomassa Mikroalga Menggunakan Sistem Photobioreactor Sebagai Sumber Biofuel. Hal tersebut dilatarbelakangi dengan banyaknya gas buangan seperti karbon dioksida yang dihasilkan oleh industri besi dan baja yang akan menjadi polusi udara. Umi menyampaikan ide untuk memanfaatkan gas karbon dioksida yang dihasilkan untuk meningkatikan produksi dan biomassa mikroalga yang nantinya akan dikonversi menjadi bahan bakar Biofuel yang ramah lingkungan. Umi dan tim mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang sudah mengdukung dan mengantarkan mereka mendapatkan juara I di ajang Metalfest 2022. [US]
Penjaringan Mahasiswa Berprestasi (MAPRES) tingkat fakultas merupakan langkah awal UGM dalam menyiapkan perwakilan MAPRES untuk berlaga di kancah nasional. Kegiatan PILMAPRES memiliki serangkaian seleksi mulai dari seleksi berkas, kemampuan bahasa inggris, seleksi portofolio atau capaian unggulan (CU), hingga seleksi gagasan kreatif (GK). Berdasarkan hasil rapat penetapan oleh tim juri fakultas dan tim juri universitas pada 18 Februari 2022, Direktur Kemahasiswaan UGM menetapkan Adhelia Intan Sabhira sebagai salah satu pemenang PILMAPRES Tingkat Fakultas Universitas Gadjah Mada tahun 2022. Kami ucapkan selamat kepada calon yang terpilih.
Adhelia dinilai telah mengharumkan nama fakultas dan universitas dengan sejumlah prestasi diantaranya, juara 3 pada INHESION 2021 International Scientific Essay Competition dan International Video Competition 2020 yang diselenggarakan oleh IPB University, finalis Alsa National English Spelling Bee Competition 2021, terpilih menjadi Students’s Halodoc’s program, serta menjadi delegasi Universitas Gadjah Mada pada Asian Cooperative Program International Bootcamp and Symposium dan delegasi Indonesia pada Asia Youth Speak-Up Forum 2021 yang diselenggarakan oleh Korea.
Dalam kesehariannya Adhelia terlibat dalam sejumlah organisasi diantaranya pengurus UGM Buddy Club, Office of International Affairs (OIA) UGM, dan tergabung dalam konten penulis Crocus Society, copywriter Girlspress Remote Indonesia serta masih banyak kegiatan keorganisasian mahasiswa lainnya. Selain menorehkan sejumlah prestasi dirinya juga tetap mempertahankan nilai akademiknya yang cukup tinggi dan mengikuti Summer course di Institut Pertanian Bogor (IPB) University.
Dengan diberikannya informasi mengenai kemenangan Pilmapres 2022, kegiatan ini diharapkan dapat membantu pemahaman mahasiswa dalam mengetahui manfaat dan keuntungan dari menjadi mahasiswa berprestasi. Selain itu, diharapkan dapat memberikan motivasi dan menarik minat mahasiswa fakultas biologi UGM untuk mengembangkan potensi dalam diri mereka dalam mengikuti perkuliahan mahasiswa. [ROPM]
Mahasiswa Program Sarjana (S1) Prodi Biologi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada kembali meraih prestasi yang membanggakan. Prestasi yang baru saja diraih yaitu prestasi tingkat nasional yang diikuti oleh mahasiswa angkatan 2020 bernama Ane Tefvy Styorini dalam kompetisi Esai Nasional Pubtrition Festival di Universitas Ahmad Dahlan yang menjunjung tema “Bersama Lestarikan Budaya Kembangkan Pengetahuan dan Prestasi Untuk Memupuk Masa Depan yang Lebih Cerah”.
Dalam kompetisi ini Ane Tefvy Styorini mengangkat ide terkait ekstrak Kulit Alpukat sebagai komoditas daerah dalam pengobatan sel kanker. Puncak kompetisi ini adalah presentasi lomba oleh 10 finalis yang berasal dari berbagai universitas lain pada tanggal 3 Februari 2022. Dengan ide tersebut, Tefvy berhasil meraih Juara 1 dan mendapatkan beberapa penghargaan seperti uang pembinaan, sertifikat juara, dan LoA mahasiswa yang diberikan pada saat Acara Puncak Pubtrition Festival FKM UAD 3 Maret 2022. [ATS]
Mahasiswa Biologi (S1) kembali mendulang prestasi tingkat nasional. Prestasi yang diraih kali ini di bidang kewirausahaan. Tim Pisang Endeus merupakan tim kontingen UGM yang diketuai oleh Susy Wijayanti (Biologi 2018). Tim ini beranggotakan Umi Salamah (Biologi 2018), Daud Fernando Marpaung (Teknik Fisika 2019), Ayu Febri W. (PWK 2018), dan Ribka Absoni (Akuntansi 2017). Pisang Endeus merupakan usaha bisnis kuliner yang terletak di Jalan Kaliurang Km 5 dan Jalan Tantular. Pisang Endeus mengikuti seluruh rangkaian kegiatan LIKMI (Lomba Inovasi Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia) yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Yogyakarta pada tanggal 8-19 Februari 2022. Kompetisi ini diikuti oleh 468 kelompok usaha dengan total peserta 1421 mahasiswa dari 146 perguruan tinggi dan 23 provinsi.
Kegiatan ini dilakukan dalam tiga tahap yaitu tahap penilaian administrasi dokumen, penilaian substansi profil usaha, dan tahan penilaian presentasi online. Pisang Endeus memberikan penampilan terbaiknya melalui presentasi tim secara daring yang diselenggarakan pada tanggal 19 Februari 2022 tersebut. Melalui dukungan seluruh pihak, baik tim pisang endeus, pelanggan, hingga pihak Universitas Gadjah Mada mengantarkan Pisang Endeus meraih podium juara II di LIKMI Universitas Negeri Yogyakarta.
Pisang Endeus merupakan usaha olahan pisang goreng krispi dilengkapi dengan berbagai varian rasa dan topping. Pisang Endeus telah berdiri sejak tahun lalu (2020) berawal dari ide kreatif tim Pisang Endeus. Pisang Endeus berharap dapat menjadi percontohan bagi mahasiswa yang memiliki minat di bidang wirausaha. [US]
Permasalahan yang sering kali ditimbulkan oleh tumpukan sampah selain menimbulkan penyakit adalah mengenai bau sampah yang tidak sedap. Pembusukan sampah akan menghasilkan gas metan (CH4) dan gas hidrogen sulfida (H2S) yang berbau busuk. Bau busuk ini mengundang tikus atau serangga untuk mencari makan dan berkembang biak.
Rania Naura Anindhita, mahasiswi International Undergraduate Program (IUP) Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada angkatan tahun 2019 berhasil menciptakan inovasi untuk permasalahan bau sampah dengan menciptakan cairan penetral bau sampah yang dinamakan “Eco Lindi”. Selain dapat menetralkan bau menyengat sampah, cairan ini juga dapat dimanfaatkan untuk mengembangbiakkan belatung/maggots dalam bubur sampah organik.
Eco Lindi lahir dari hasil diskusinya bersama sang ayah, Bahrul Amig yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup (DLHK) Kabupaten Sidoarjo. Rania yang awal mulanya berkunjung bersama ayahnya di TPA Sidoarjo, mengaku prihatin dengan timbunan sampah yang tidak tertata dan memiliki bau yang sangat menyengat,bahkan banyak pekerja dan warga sekitar yang memprotes dan mengeluhkan bau tersebut. Sehingga Rania berdiskusi dengan ayahnya mengenai solusi permasalahan tersebut dan terinspirasi dari cara orang-orang menghilangkan bau durian dari kulit durian itu sendiri. Dari sini, formulasi Eco Lindi terbentuk dan akhirnya berhasil diaplikasikan.
Bahan yang dibutuhkan dalam proses pembuatan Eco Lindi pun sederhana, diantaranya dari molase/sisa air tebu, katalis penghasil enzim, serta asam sulfat, yang dicampurkan pada komposisi tertentu. Cara penggunaannya pun terbilang sangat mudah yaitu dengan hanya mencampurkan 1 liter cairan Eco Lindi dengan 50 liter air kemudian menyeprotkannya pada lokasi yang diinginkan. Adapun reaksinya hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit saja.
Inovasi ini telah dimanfaatkan pada truk pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Pemerintah Kabupaten Sidoharjo, diaplikasikan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), serta telah diuji coba untuk mengatasi bau di sekitar peternakan dan di lingkungan pasar.
Hasil inovasi Rania mendapatkan apresiasi dari Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali dengan memberikan penghargaan Trash Control Heroes.
Porsenigama atau Pekan Olahraga dan Seni Universitas Gadjah Mada merupakan salah satu event besar UGM. Event ini diselenggarakan setiap tahun dengan mempertemukan berbagai fakultas di UGM dalam berbagai ajang lomba olahraga maupun seni untuk menjadi yang terbaik. Porsenigama dilaksanakan pada tanggal 31 Oktober hingga 17 November 2021 dengan sistem bauran.
Pekan Olahraga dan Seni Universitas Gadjah Mada (Porsenigama) merupakan suatu ajang kejuaraan olahraga dan seni yang dilaksanakan atas dasar Rancangan Kegiatan Awal Tahun (RKAT) atau program kerja Forum Komunikasi (FORKOM) UKM Universitas Gadjah Mada. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kreativitas dan sportivitas dalam perlombaan yang adil di kalangan mahasiswa UGM. Porsenigama 2021 mengangkat tema “Gelora Ombak” yang dapat menjadi slogan untuk mendorong kreativitas dan inovasi generasi muda untuk menjadi sang juara. Tahun ini, Porsenigama memiliki tagline berupa “Semarak Baru Porsenigama, Bersinergi Maju Melegenda”.
Pada agenda Porsenigama kali ini, Fakultas Biologi turut berpartisipasi pada 18 cabang lomba yang terdiri atas 8 cabang olahraga dan 10 cabang seni, dengan perolehan juara didominasi oleh cabang lomba olahraga Pencak Silat, diikuti oleh cabang olahraga Taekwondo dan Judo. Meskipun demikian, Fakultas Biologi juga berhasil menorehkan prestasi yang sangat membanggakan pada bidang seni, khususnya pada lomba seni tari tunggal klasik.
Dalam cabang olahraga bela diri Pencak Silat mata lomba Seni Tunggal Putri diwakili oleh Kinanti A. dari angkatan 2019 yang berhasil mendapatkan medali perunggu. Pada cabang lomba yang sama, khususnya dalam kategori Tanding Putra kelas E dan kelas B, berturut-turut diwakili oleh Anwar Rasyid angkatan 2018 dan Ahmad Asrofi Ahnaf angkatan 2018 juga telah berhasil mendapatkan medali perunggu. Sementara itu, pada cabang lomba bela diri Taekwondo kategori Speedkick Putri diwakili oleh Naely Muna Camelia angkatan 2021 berhasil mendapatkan medali perunggu dalam kelas 60-70 kg. Begitu pula dengan cabang bela diri Judo kategori Putri +52 kg yang diwakili oleh Silvian Haryono angkatan 2019 juga berhasil mendapatkan medali perunggu. Tak hanya itu, pada cabang seni tari tunggal klasik yang diwakili oleh Eva Yuniar Reza P.P., dari angkatan 2021 Fakultas Biologi berhasil menyabet medali emas.
Menurut Angellia Melliana Pramesthi selaku Menteri Minat dan Bakat BEM Fakultas Biologi periode 2020-2021 mengungkapkan bahwa keseluruhan acara Porsenigama tahun ini telah dilalui dengan baik dan lancar, serta berhasil meningkatkan perolehan medali dari tahun sebelumnya. “Segala persiapan dan perjuangan telah berbuah manis dan membanggakan. Kami ucapkan selamat kepada para juara dan terima kasih kepada seluruh atlet, peserta, dan juga official lomba kontingen Fakultas Biologi dalam ajang Porsenigama yang telah berusaha semaksimal mungkin dalam mengharumkan nama fakultas tercinta”.
Kedepannya, kami juga akan terus berusaha memperbaiki kekurangan terkait dengan persiapan dan pelaksanaan Porsenigama berdasarkan evaluasi tahun ini, guna memaksimalkan pencapaian di tahun berikutnya. Oleh karena itu, diharapkan partisipasi yang lebih dari mahasiswa serta dukungan dari pihak Fakultas Biologi baik dukungan moral maupun material.
Seluruh prestasi yang telah didapatkan patut diapresiasi dan diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa Fakultas Biologi dalam menorehkan prestasi-prestasi selanjutnya di bidang olahraga dan seni. Namun, bukan berarti pencapaian tersebut menjadi puncak kepuasan, melainkan dapat lebih membakar api semangat Porsenigama di tahun-tahun berikutnya. [BEM]
Di tengah masa pandemi yang masih sulit untuk dijalani, salah satu dosen Fakultas Biologi UGM, Ganies Riza Aristya, berhasil meraih Double Excellent Achievement ketika sedang menjalani tugas belajar di luar negeri. Tak tanggung-tanggung, Ganies, nama sapaan dari dosen yang lahir di Madiun 37 tahun silam ini, memperoleh peringkat terbaik di Faculty of Science, Department of Life Science, Tunghai University, Taiwan. Kedua award ini Ganies dapatkan dari Doctoral Program Scholarship of Professor Paul Alexander dan Professor H. F. Chen Memorial Scholarship, setelah melalui seleksi ketat berupa evaluasi prestasi akademik, riset dan kolaboratif terbaik. Untuk academic achievement scholarship dari Professor H. F. Chen Memorial Scholarship, tahun ini Ganies memperoleh award tersebut untuk yang kedua kalinya, setelah tahun lalu, tepatnya pada tahun 2020, Ganies juga memperoleh prestasi yang sama. Dua penghargaan ini Ganies raih setelah menyelesaikan semua kegiatan akademik, menghasilkan satu publikasi ilmiah dengan reputasi Internasional-Q1 dan menyusun research proposal.
Walaupun jauh dari keluarga, tetapi semangat juang untuk segera menyelesaikan dan memberikan kontribusi positif untuk bangsa Indonesia tidak boleh surut, komentar Ibu yang telah mempunyai putri 3 orang ini. Memang tidak mudah, akan tetapi dengan dukungan dan doa dari keluarga serta pendampingan yang maksimal dari Professor atau Dosen Pembimbing, maka hal yang sulit dan seakan tidak mungkin akan menjadi kenyataan, tambahnya. Selain itu, dukungan dari teman-teman seperjuangan yang bersama-sama belajar di Taiwan, sangat penting untuk menjaga mood-booster selama menjalani study, pungkasnya. [GRA]
Mahasiswa Program Sarjana (S1) Program Studi Biologi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada kembali meraih prestasi yang membanggakan. Prestasi kali ini diraih pada kompetisi perlombaan tingkat nasional oleh mahasiswa bernama Ane Tefvy Styorini (Biologi 2020) yang berkompetisi dalam FoSEI Essay Competition (FISION 2021) dengan tema “Optimalisasi Literasi Keuangan Syariah dalam Mewujudkan Kemajuan Ekonomi Islam” dan berhasil meraih Juara 1 dan mendapatkan reward sebesar Rp800.000,00.
Dalam ajang kompetisi perlombaan tersebut, Ane Tefvy Styorini mengambil topik berjudul “Literasi Digital Sebagai Upaya Kesadaran Urgensi Perekonomian Bangsa Indonesia Melalui Perantara Ekonomi Syariah”. Karya esai ini membahas tentang gerakan literasi digital yang dicanangkan melalui sosialisasi masyarakat secara realtime dengan fokus ekonomi syariah yang sasaran utamanya adalah anak muda. Sosialisasi diadakan melalui expo, seminar, bincang santai, dan praktik lapangan tentang bisnis industri halal umat muslim di Indonesia. [ATS]
Mahasiswa Biologi (S1) kembali mendulang prestasi tingkat nasional. Prestasi yang diraih kali ini di bidang kewirausahaan. Tim Pisang Endeus merupakan tim kontingen UGM yang diketuai oleh Susy Wijayanti (Biologi 2018). Tim ini beranggotakan Umi Salamah (Biologi 2018), Muhammad Arya Sadewo (Biologi 2018), Daud Fernando Marpaung (Teknik Fisika 2019), Ayu Febri W. (PWK 2018), dan Ribka Absoni (Akuntansi 2017). Pisang Endeus merupakan usaha bisnis kuliner yang terletak di jalan Kaliurang. Pisang Endeus mengikuti seluruh rangkaian kegiatan KBMI (Kegiatan Berwirausaha Mahasiswa Indonesia) hingga puncaknya pada pagelaran KMI (Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia) Expo ke-12 tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Kemendikbud Ristek yang bertempat di Universitas Brawijaya Malang.
Puncak kegiatan wirausaha tersebut adalah pada rangkaian KMI Expo. Seluruh tim membuka expo kewirausahaan baik secara offline maupun online. Kegiatan dibuka pada tanggal 17 November dimulai dengan expo pada masing-masing booth. Pisang Endeus memberikan penampilan terbaiknya melalui poster dan presentasi tim pada booth online yang diselenggarakan selama dua hari tersebut. Penjurian presentasi produk dilakukan pada tanggal 11 November 2021. Berkat dukungan seluruh pihak dari mulai tim pisang endeus, pelanggan, hingga pihak Universitas Gadjah Mada, Pisang Endeus meraih podium Juara 1 di Universitas Brawijaya Malang.
Pisang Endeus merupakan usaha olahan pisang goreng krispi dilengkapi dengan berbagai varian rasa dan topping. Pisang Endeus telah berdiri sejak tahun lalu (2020) berawal dari ide kreatif tim Pisang Endeus. Pisang Endeus berharap dapat menjadi percontohan bagi mahasiswa yang memiliki minat di bidang wirausaha. [US]
Tiga mahasiswa Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada angkatan 2018 yang beranggotakan Umi Salamah, Khintan Maulin Paquita, dan Ulin Ni’mah, berhasil meraih Juara Harapan 1 dalam ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah, Animal Science Paper Competition (ASPC) 2021. ASPC merupakan salah satu ajang kompetisi tahunan yang diselenggarakan oleh Jamaah Muslim Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Airlangga. Tahun ini tema yang diangkat oleh panitia adalah “Building Collaboration in the Health Sector for Implementation of One Health“.
Pada kegiatan ini Umi Salamah dan kawan-kawan mengangkat subtema bioteknologi dengan judul karya ilmiah “Potensi Ekstrak Gonad Landak Laut Ungu (Echinometra mathaei) sebagai Anti-aging” di bawah bimbingan Dr. Ardaning Nuriliani, S.Si., M.Kes. Umi Salamah dan kawan-kawan berhasil melaju ke babak final pada tanggal 6 November 2021 lalu bersama dengan 9 finalis lain setelah berhasil menyisihkan sekitar 50 kelompok lainnya. Ajang ini diikuti oleh berbagai universitas dari seluruh Indonesia antara lain Unair, UGM, Undip, dan lain-lain.
Mahasiswa Biologi UGM yang tergabung dalam tim iGEM UGM Indonesia berhasil memamerkan proyek penelitian “Auviola” dan menyabet silver medal di kompetisi internasional tahunan bergengsi iGEM Giant Jamboree, acara inovasi terbesar industri biologi sintetis yang diselenggarakan oleh International Genetically Engineered Machine (iGEM) Foundation. Kompetisi ini berlangsung selama hampir 7 bulan, dimulai pada bulan Mei 2021 dengan serangkaian tahapan kegiatan hingga puncaknya pada Giant Jamboree berupa Judging Session dan Award Ceremony pada 4–14 November 2021. Mahasiswa program sarjana (S1) Program Studi Biologi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada turut andil sebagai perwakilan dalam tim iGEM pada tahun ini. Prestasi ini diraih oleh tim yang digawangi oleh Yustika Sari (team leader) dan Farhan Wali Bachtier (Biologi 2017) bersama sebelas mahasiswa dari fakultas lainnya. Tim ini dibimbing oleh dosen dan alumni dari berbagai fakultas, termasuk diantaranya yang utama dari Fakultas Biologi UGM dengan pembimbing utama atau primary principal investigator yaitu Dr. Yekti Asih Purwestri, M.Si. Dalam ajang kompetisi tersebut, tim ini hadir dengan mengusung tema proyek penelitian tentang potensi bakteri sebagai agen bioleaching emas (Auviola).
Setiap tahun, kompetisi ini menyatukan lebih dari 6.000 peserta dari seluruh dunia untuk mengeksplorasi dan menciptakan aplikasi unik dari biologi sintetik dengan misi untuk memberikan kontribusi positif bagi komunitas lokal dan masyarakat luas. iGEM Competition diselenggarakan oleh iGEM Foundation yang berbasis di Boston, Amerika Serikat. Kompetisi ini diperuntukkan bagi pelajar, mahasiswa, hingga perusahaan yang berasal dari berbagai negara. Kompetisi iGEM 2021 diikuti oleh 352 tim yang berasal dari lebih dari 40 negara, termasuk diantaranya tim-tim dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), Stanford University, The University of Edinburgh, dan universitas top dunia lainnya. Puncak dari kompetisi yaitu iGEM Giant Jamboree yang pada kali ini dilaksanakan di Paris, Prancis dan diikuti oleh seluruh tim secara daring. Pada acara iGEM Giant Jamboree, dilakukan pameran proyek dari tiap tim yang berpartisipasi, salah satunya dari tim iGEM UGM Indonesia.
Berdasarkan pengumuman yang dirilis dalam Award Ceremony iGEM 2021 pada Minggu (14/11), UGM berhasil menyabet silver medal dalam track environment dengan mengusung judul proyek penelitian “Auviola: a cyanide-regulating system for gold bioleaching and waste treatment towards sustainable non-mercury gold processing”. Proyek penelitian ini menggunakan bakteri Chromobacterium violaceum, yang dapat memfasilitasi proses bioleaching emas tetapi selanjutnya dapat mendegradasi sianida. Bakteri ini direkayasa dengan konsep biologi sintetik untuk menciptakan sistem on-off yang optimal dalam regulasi sianida. Diantara beberapa gen pendegradasi sianida, rhodanese dipilih sebagai gen tambahan yang regulasinya tidak terpengaruh oleh keberadaan glisin dan metionin, tidak seperti yang lain. Dengan demikian, proses bioleaching emas akan lebih ramah lingkungan. Penjelasan tentang proyek Auviola lebih lanjut dapat disimak pada video maupun website berikut https://linktr.ee/igemugm.
Pengumuman kompetisi ini tentunya berkat hasil perjuangan keras tim dari mahasiswa maupun pembimbing. Tim iGEM UGM Indonesia terdiri atas 12 mahasiswa dari berbagai latar bidang ilmu, yaitu Yustika Sari (Fakultas Biologi) sebagai student team leader, Farhan Wali Bachtier (Fakultas Biologi), Setianing Wikanthi (Fakultas Pertanian), Ridwan Fathoni (Fakultas Pertanian), Wilda Asyrina Maris (Fakultas Pertanian), Azzahra Asysyifa (Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan), I Gusti Agung Arvin Nanda Pratama (Fakultas Teknik), Ahmad Zidan (Fakultas Teknik), Yafi Surya Permana (Fakultas Farmasi), Dennaya Kumara (Fakultas Farmasi), Shina Aulia Hassanah (Fakultas Ekonomika dan Bisnis), dan Waffiq Maaroja (Fakultas MIPA).
Yustika Sari, team leader iGEM UGM, menuturkan “Tim ini sebenarnya sudah diinisiasi sejak 2019, sehingga bukan perjuangan yang singkat hingga kami bisa berada di posisi ini. Sebagai tim pertama dari UGM, kami berusaha maksimal tidak hanya untuk rekan-rekan satu tim dan para pembimbing, tapi kami ingin membuka jalan dan membangun wadah untuk adik-adik tingkat kami dalam mempelajari synthetic biology dan berpartisipasi di kompetisi synthetic biology terbesar yaitu iGEM. Kami harap tim ini dapat menginspirasi dan memberi semangat untuk adik-adik yang kedepannya akan menjadi penerus kami,” ucap Yustika.
Tim iGEM UGM dibimbing oleh dosen dan alumni dari berbagai bidang sebagai representasi multidisiplin ilmu. Pembimbing utama atau primary principal investigator Tim iGEM UGM yaitu Dr. Yekti Asih Purwestri, M.Si., dari Fakultas Biologi. “Menjadi pembina tim iGEM UGM pertama adalah suatu kebanggaan bagi saya untuk bersama belajar dan memperkenalkan tentang biologi sintetik sebagai cabang ilmu multidisipliner untuk menciptakan sistem baru atau redesain sistem yang ditemukan di alam. Menjadi passion saya untuk bersama-sama menggunakan berbagai metode dari berbagai disiplin ilmu seperti bioteknologi, rekayasa genetika, biologi molekuler, biologi sistem, rekayasa biokimia, biofisik, bioinformatik dan komputer,” ungkap Yekti selaku pembimbing utama. Tim iGEM UGM juga dibersamai oleh dosen serta alumni dari berbagai fakultas, yakni Matin Nuhamunada, M.Sc., Aries Bagus Sasongko, S.Si., M.Biotech., Lisna Hidayati, S.Si., M.Biotech., Ahmad Ardi, S.Si. (Fakultas Biologi); Muhammad Saifur Rohman, S.P., M.Si., M.Eng, Ph.D., Widhi Dyah Sawitri, S.Si., M.Agr., Ph.D., Prof. Ir. Irfan Dwidya Prijambada, M.Eng., Ph.D. (Fakultas Pertanian); R. Afif Pranaya Jati, S.P., M.Sc., Imam Bagus Nugroho, M.Sc. (PAU Bioteknologi); serta Himawan Tri Bayu Murti Petrus, ST., M.E., D.Eng. dan Ir. Agus Prasetya, M.Eng.Sc., Ph.D. (Fakultas Teknik).
Proyek penelitian Auviola yang diusung dalam iGEM Competition 2021 tidak akan berjalan lancar tanpa adanya dukungan dari berbagai pihak. “Perolehan silver medal adalah sebagai buah dari kerja keras tim yang melibatkan mahasiswa dan dosen pembimbing dari beberapa fakultas di lingkungan UGM. Hal ini menunjukkan bahwa semangat kolaborasi dari berbagai disiplin ilmu yang ada di UGM merupakan kekuatan yang harus kita kembangkan di masa mendatang, bahwa ilmu tidak dapat berdiri sendiri. Harapan ke depan semoga capaian ini akan lebih menyemangati kita untuk berkolaborasi antar disiplin ilmu dan memanfaatkan keberagaman ilmu di UGM untuk mengembangan biologi sintetik dalam membantu menjawab berbagai permasalahan bangsa,” tutur Yekti.
Terima kasih yang sebesar-besarnya disampaikan kepada berbagai pihak, terutama dari Fakultas Biologi serta pihak sponsor yang telah memberikan dukungan dan fasilitas kepada tim iGEM UGM. Prestasi ini dipersembahkan untuk Indonesia dan almamater Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I‑4) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang berbadan hukum di Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor AHU-04131.50.10.2014 yang memiliki visi menciptakan dan mengoptimalkan kerjasama yang timbal-balik (mutual) dan selaras (sinergis) antara ilmuwan diaspora, ilmuwan dalam negeri, dan juga semua entitas terkait. Oleh karena itu, I‑4 dan juga semua ilmuwan diaspora bertujuan memberikan akses bagi semua pihak terkait, terutama ilmuwan dalam negeri, sehingga muncul komunikasi dua arah yang aktif antara ilmuwan dalam negeri dan diaspora. Dalam perkembangan selanjutnya, I-4 melalui kegiatan kerjasama, lowongan dan penelitian, telah melahirkan inovasi yang berguna bagi peningkatan dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Salah satu kegiatan tahunan yang dilakukan untuk mendukung visi I-4 adalah I-4 Research Grant yang memberikan bantuan dana untuk pembiayaan riset dan publikasi. Program ini telah diikuti oleh Yustina Carolina Febri Salsinha, salah satu mahasiswi S-3 Biologi UGM tahun 2018 yang sedang menempuh perkuliahan semester 7. Mahasiwi yang sedang dalam masa penyusunan tugas akhirnya ini melakukan penelitian di bidang Fisiologi Tumbuhan dengan topik umum “studi toleransi cekaman kekeringan padi lokal Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui aplikasi osmoprotektan eksogen dan regulasinya” di bawah bimbingan Dr. Diah Rachmawati, M.Si, Dr. Yekti Asih Purwestri, M.Sc, dan Prof. Dr. Ir. Didik Indradewa, Dip. Agr. Sc. Dengan mengusung proposal bertemakan regulasi genetis metabolisme prolin pada tanaman padi lokal NTT, penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan dalam upaya pengembahan kultivar padi lokal toleran kekeringan serta menjadi dasar dalam pemanfaatan osmoprotektan sebagai salah satu agen dalam upaya peningkatan toleransi tanaman pangan terhadap cekaman kekeringan.
INHESION (International Health and Nutrition Symposium) merupakan kompetisi rutin tingkat internasional yang diselenggarakan oleh Department of Health and Nutrition UGM bekerja sama dengan Health and Nutrition Student Association (HIMAGIKA). Kegiatan ini diselenggarakan untuk memfasilitasi forum diskusi bagi aktivis yang bekerja dalam bidang nutrisi meliputi mahasiswa, akademisi, dan juga peneliti baik dari dalam maupun luar negeri. INHESION sudah dilaksanakan sejak tahun 2017, dan pada tahun ini, INHESION 2021 mengangkat tema “Innovative Strategies to Prevent and Manage Malnutrition in Developing Countries” yang diikuti oleh tim dari berbagai negara. Kompetisi INHESION 2021 mencakup bidang public poster, literature review, scientific essay dan case study.
Mahasiswa Program Sarjana (S1) Program Studi Biologi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada berhasil meraih prestasi yang membanggakan dalam INHESION 2021. Prestasi ini diraih oleh tim yang beranggotakan Adhelia Intan Sabhira (Biologi UGM 2020) dan Adiva Aphrodita (Biologi UGM 2020) dengan dosen pembimbing Drs. Heri Sujadmiko, M.Si. Adhelia dan Adiva menunjukkan performa terbaiknya dalam kompetisi tingkat internasional ini dan berhasil membawa pulang juara 3 bidang scientific essay competititon serta mendapatkan grand prize sebesar 70 USD. Dalam ajang kompetisi tersebut, tim ini mengambil topik yang berjudul The Friendly VegBar: A Remedy for Stunting in School-Aged Children yang membahas tentang solusi stunting pada anak-anak usia sekolah melalui inovasi snack bar bergizi: The Friendly VegBar.
PON XX Papua 2021 merupakan Ajang Olahraga Nasional yang pertama kali digelar sekaligus menjadi sejarah untuk masyarakat Papua dalam mengadakan event Olahraga Nasional yang diselenggarakan pada tanggal 02 Oktober hingga 15 Oktober di Stadion Lukas Enembe. Semula ajang ini akan dilaksanakan pada 20 Oktober hingga 02 November 2020, namun ditunda ke tahun 2021 sehubungan dengan pandemi Covid-19. PON XX Papua 2021 telah resmi ditutup pada Jumat (15/10/2021). Andari Sekar, salah satu Atlet dari Cabang Olahraga Softball Putri Perwakilan DKI Jakarta yang berasal dari Club Garuda. Persiapan demi persiapan telah dilalui untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Tak luput dukungan dan doa dari orang-orang tercinta membuat semangat kemenangan terus berkibar dalam diri Andari Sekar. Andari juga tercatat sebagai salah satu Mahasiswa IUP Fakultas Biologi UGM Angkatan 2020 yang saat ini masih menempuh kuliah semester 3.
Perjalanan menuju PON XX Papua 2021 dimulai dari Pra-Kualifikasi PON di Banten tahun 2019, persiapan latihan untuk mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON XX) Papua 2021 dilalui selama 3 tahun. ”Saya sendiri mulai mewakili DKI Jakarta dalam Cabang Olahraga Softball dari kelas 2 SMP dalam liga Kejuaraan Nasional Junior”, ungkap Andari Sekar. Dalam mempersiapkan ajang PON XX Papua 2021, Andari Sekar bertolak ke Jakarta untuk mengikuti seleksi ketat yang berlangsung 1 bulan sebelum berangkat ke Papua. Andari mengungkapkan bahwa latihan bersama dengan Club garuda dimulai dari tahun 2019, program bekal latihan yang diberikan untuk menunjang kesiapan ajang PON XX Papua 2021 meliputi program pelatihan intensitas tinggi hingga Training Camp kurang lebih 3 bulan. Intensitas latihannya dilakukan 2x sehari selama pagi dan sore 6x dalam seminggu. Training Camp dilakukan guna memastikan bahwa semua Atlet berada pada satu lingkup dan saling menjaga mengingat pandemi Covid-19 belum usai.
Hal yang tersulit dalam menjalani Training Camp ialah menyeimbangkan antara waktu kuliah dengan latihan persiapannya. Dalam kondisi yang dituntut harus serba cepat dan terlatih mentalnya, Andari Sekar yang biasa disapa akrab dengan panggilan Andari ini merasa sangat beruntung mendapatkan banyak support dari Koordinator Kemahasiswaan, Dosen, dan Asisten Laboratorium yang dapat memahami kondisinya hingga sampai di titik ini. PON XX Papua 2021 berlangsung selama 10 hari. Tim DKI Jakarta Putri keluar dengan 3 kemenangan dan 3 kekalahan. Tim DKI Jakarta Putri berhasil mengalahkan Tim dari Jawa Tengah, Kalimantan Tengah, dan Papua Barat. Namun, kekalahan juga dialami ketika melawan Tim dari Jawa Barat, Papua, dan Sulawesi Tenggara. “Tahun ini merupakan pencapaian yang belum sesuai dengan harapan dan target, akan tetapi mendapat kesempatan untuk bertanding dan ikut serta terpilih mewakili DKI Jakarta dalam Ajang Olahraga PON XX Papua 2021 merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi saya”, tutur Gadis manis kelahiran Jakarta, 04 Januari 2002 ini.
INDOFOOD RISET NUGRAHA selanjutnya disingkat IRN merupakan salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Indofood Sukses Makmur Tbk yang mulai digulirkan pada tahun 2006. Program IRN bertujuan untuk memberikan bantuan dana penelitian kepada para mahasiswa S-1 dari Perguruan Tinggi seluruh Indonesia yang proposalnya telah dinyatakan lolos dalam tahapan seleksi dan berpartisipasi dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional melalui penelitian pangan berbasis komoditas lokal dan sekaligus menghasilkan akademisi tangguh, khususnya peneliti-peneliti unggul muda di bidang pangan. Laras Nur Janah dan Nareta Defiani, mahasiswa S-1 Biologi UGM angkatan 2018 saat ini sedang menempuh perkuliahan di semester tujuh. Mahasiswa yang lebih akrab dipanggil Laras dan Nareta saat ini sedang mengambil skripsi bidang Genetika di bawah bimbingan Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc.
Perjuangan Laras dan Nareta untuk mengejar program Indofood Riset Nugraha (IRN) ini dimulai dari Bulan Agustus 2021. Indofood Riset Nugraha menerima proposal dengan tema umum yaitu “Upaya Mewujudkan Penganekaragaman Pangan, Pengembangan Nilai Tambah Produk Pangan Berbasis Komoditas Lokal, untuk Menunjang Pembangunan Ketahanan Pangan Nasional”. Tema khusus setiap tahunnya akan ditetapkan sesuai dengan kondisi dan permasalahan khas di tahun tersebut. Misalnya, ketika dunia dan Indonesia mengalami Pandemi COVID-19 dan bersiap memasuki era kenormalan baru, maka tema yang diangkat adalah “Milenial dan Penelitian Pangan Era Kenormalan Baru menuju Indonesia Maju”. Salah satu syarat pendaftaran program IRN yaitu harus mengumpulkan proposal penelitian yang akan digunakan sebagai tugas akhir atau skripsi.
Judul proposal yang Laras ajukan yaitu “Ekspresi Gen AhCHI Pengkode Antosianin dan Analisis Kandungan Metabolit Sekunder pada Kacang (Arachis hypogaea L.’Lurik’)”. Sedangkan judul proposal yang Nareta yaitu “Pengaruh Pakan Alternatif Campuran Mikroalga (Chlorella vulgaris) Dan Tanaman Mata Air (Azolla microphylla) Terhadap Ekspresi Gen Prl Pada Ayam Hibrida Unggul.”Tentu saja hal tersebut juga hasil kerjasama yang solid dengan dosen pembimbing skripsi yaitu Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. Proposal tersebut di-submit secara daring untuk kemudian diseleksi. Calon peserta yang lolos termasuk Laras dan Nareta telah diumumkan pada tanggal 12 September 2021 yang kemudian dibimbing untuk melengkapi data dan mengikuti persiapan signing ceremony dan couching clinic pada 29 September 2021 mendatang.
Economic Fair merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa jurusan Ilmu Ekonomi Universitas Andalas yang memiliki beberapa rangkaian acara. Salah satu rangkaian acara tersebut adalah Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI). Kegiatan karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk menyerukan dan menghadapi keberlanjutan sumber daya yang tersedia di Indonesia. Lomba karya tulis ilmiah Economic Fair ini mengangkat tema “Optimalisasi Sumber Daya Ekonomi untuk Keberlanjutan Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia” yang diikuti oleh mahasiswa aktif di seluruh Indonesia. Pada 27 Agustus 2021, tim dari Universitas Gadjah Mada berhasil meraih juara 3 dengan mengangkat judul “Analisis Ekonomi dan Lingkungan Biofuel Mikroalga Sebagai Alternatif Bahan Bakar Nabati Berkelanjutan Pengganti Kelapa Sawit”. Tim ini beranggotakan 3 orang dengan ketua Fikri Ramadhan (Biologi 2019) yang ditemani oleh 2 anggota lainnya yakni Agung Setia Adi (Akuntansi 2019) dan Ardan Putra Saleh Hutasuhut (Biologi 2019). Dalam berkompetisi, tim ini diarahkan dan dibina oleh Bapak Dr. Eko Agus Suyono M.App.Sc. selaku dosen pembimbing.
Bahan bakar yang berasal dari minyak bumi saat ini sering mengalami kelangkaan. Akibatnya, diperlukan alternatif bahan bakar terbarukan lain seperti Biofuel atau bahan bakar yang dikonversi dari biomassa. Biofuel yang paling umum diketahui itu berasal dari kelapa sawit. Sementara itu, jika terjadi permintaan yang tinggi dari biofuel kelapa sawit, maka akan terjadi peningkatan luas wilayah perkebunan kelapa sawit. Berkaitan dengan itu, menurut referensi yang digunakan, cukup berdampak negatif terhadap lingkungan. Dampak negatif yang dapat terjadi antara lain deforestasi hutan, degradasi biodiversitas, peningkatan gas rumah kaca, dan dapat menyebabkan konflik agraria. Pada penelitian yang kami lakukan, ditemukan bahwa terdapat alternatif biofuel lain yang tentunya lebih unggul dari segi ekonomi maupun lingkungan. Alternatif Biofuel itu adalah Biofuel dari Mikroalga. Diketahui bahwa mikroalga dapat memproduksi biofuel lebih optimal dan membutuhkan lahan yang lebih kecil dibandingkan kelapa sawit. Mikroalga juga diketahui memiliki wilayah tanam yang tidak bersaing dengan tanaman pangan di mana mikroalga dapat menggunakan lahan-lahan kritis. Selain itu, pemanfaatan dan pembuatan biofuel mikroalga akan berdampak baik terhadap lingkungan. Bahkan, bisa menurunkan emisi CO2 yang bisa memicu terjadinya pemanasan global. Hal ini dikarenakan pada dasarnya mikroalga merupakan organisme yang mampu menyerap CO2 secara maksimal untuk proses fotosintesis. Jika dilihat dari segi ekonomi, dapat diketahui bahwa biofuel mikroalga memiliki margin laba, net present value, interest rate of return, dan payback period yang lebih tinggi dibandingkan biofuel kelapa sawit. Oleh karenanya, produksi biofuel mikroalga menawarkan profitabilitas dan peluang ekonomi baru bagi industri biofuel berbahan dasar nabati terutama di Indonesia.
Penelitian ini diharapkan bisa dijadikan sebagai rekomendasi kebijakan kepada pemerintah dan stakeholder terkait untuk memprioritaskan pengembangan biofuel dari mikroalga dibandingkan dengan kelapa sawit. Salah satu perwakilan tim, Agung Setia Adi berpesan “Kompetisi ini menurut kami menjadi wadah yang bagus sekali. Selain kami bisa mengaktualisasikan diri melalui kompetisi, kami juga dapat memberikan edukasi dan pemahaman akan potensi biofuel mikroalga yang ekonomis dan berkelanjutan ke dewan juri serta mahasiswa lainnya. Mari kita bersama terus dukung energi terbarukan demi kelestarian lingkungan.”
Lomba video konservasi yang diadakan oleh Museum Biologi UGM dan Dinas Kebudayaan DIY pada tahun 2021 mengangkat tema “Konservasi Keanekaragaman Hayati”. Lomba yang diadakan pada tanggal 11 juli hingga 19 agustus tersebut mendapat perhatian lebih dari kalangan mahasiswa hingga kelompok masyarakat yang bergerak dalam bidang konservasi. Setidaknya, ada 40 orang peserta yang mendaftarkan diri mengikuti lomba tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat melalui video edukasi akan pentingnya konservasi keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia.
Khoiruddin Anshori (2017), salah satu mahasiswa biologi masuk ke dalam urutan 5 besar dalam pengumuman pemenang. Pengumuman lanjutan dilaksanakan pada tanggal 19 agustus yang bertempat di Museum Biologi UGM. Penilaian video dilaksanakan berdasarkan konten, visual, dan kreativitas dimana terdapat 3 juri yang masing-masing berasal dari Museum Biologi, video kreator, dan LHK. Judul yang diangkat oleh Khoiruddin Anshori adalah “Konservasi Ikan Wader Pari untuk Ketahanan Pangan Nasional dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan Masyarakat Yogyakarta”. Video tersebut menjelaskan tentang pentingnya konservasi ikan lokal Indonesia untuk menjaga kelestarian populasinya di alam. Salah satu metode konservasi yang digunakan adalah dengan budidaya masal melalui teknik pemijahan buatan untuk perbanyakan individu. Selain itu, video tersebut juga menjelaskan potensi dari ikan wader pari sebagai penguatan ketahanan pangan nasional dan meningkatan ekonomi bagi masyarakat/ petani lokal DIY.
Pengumuman akhir menempatkan Khoiruddin Anshori di posisi Juara II dalam perlombaan video konservasi. Pemberian hadiah diberikan langsung oleh Bapak Donan Satria Yudha, S.Si., M.Sc. selaku Kepala Museum Biologi UGM. Khoiruddin Anshori berpesan untuk memberikan atensi terhadap kelestarian populasi ikan lokal yang ada di Indonesia dengan cara tidak mengambil ikan secara berlebihan dan tidak menggunakan alat alat yang merugikan bagi ekosistem sungai.
Pada Juli lalu, salah satu mahasiswa S1 UGM, Nareta Defiani (Biologi, 2018) baru saja menyelesaikan program magang yang diselenggarakan oleh National Institute of Genetics, Graduate University for Advanced Studies (SOKENDAI) melalui program NIGINTERN 2021. Program NIGINTERN ke-14 yang dilaksanakan dari tanggal 17 Juni hingga 28 Juli 2021 ini, berlangsung selama 6 minggu, meliputi welcoming party, colloquium, lectures dari dosen dan professor di NIG maupun di luar NIG, farewell party, dan social night yang diselenggarakan oleh intern NIG.
“Meskipun NIGINTERN 2021 dilaksanakan secara virtual karena situasi COVID-19, saya sangat berterima kasih kepada pihak NIG yang telah memberi saya kesempatan untuk lebih memahami peluang riset di bidang genetika molekuler. Saya juga sangat bersyukur karena dapat mengikuti rangkaian acara yang diselenggarakan oleh NIG, serta saya dapat bertemu dua belas intern lainnya dari seluruh dunia terlepas dari zona waktu dan hambatan bahasa. Selain itu, seminar dan kuliah yang dilaksanakan dalam bahasa Inggris, sehingga memudahkan pemahaman saya selama agenda magang.” kata Nareta.
Setiap tahunnya, program NIGINTERN menerima dua belas mahasiswa S1 (pada semester akhir) dan S2, sementara Nareta adalah mahasiswa pertama dan satu-satunya yang berasal dari Indonesia dan diterima pada program magang tahun ini. Intern terpilih akan melakukan penelitian mandiri di bawah bimbingan principal investigators (PI) NIG. Program ini mencakup pelatihan penelitian ilmiah, dan kunjungan laboratorium untuk berdiskusi dengan PI. Di akhir program, peserta akan mempresentasikan hasil riset di “NIGINTERN Reports Symposium” (tidak diterapkan untuk NIGINTERN 2021), serta NIG akan memberikan sertifikat sebagai bentuk apresiasi karena telah berhasil menyelesaikan program.
Nareta sendiri ditempatkan di Laboratorium Biologi Molekuler dan Perkembangan dengan PI, yaitu Prof. Koichi Kawakami, dengan fokus pada zebrafish (Danio rerio). Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk membuat galur ikan transgenik yang mengekspresikan aktivator transkripsi Gal4 dalam sel, jaringan, dan organ tertentu. Selain itu, lab Kawakami telah mengembangkan sistem transposon yang dinilai efisien pada vertebrata dengan menggunakan elemen transposabel Tol2 dari ikan medaka Jepang. Serta, Koichi’s lab juga telah mengembangkan metode genetik, seperti transposon-mediated transgenesis, gene trap, enhancer trap, dan metode Gal4-UAS.
“NIGINTERN 2021 sangat menarik juga sangat intens. Terima kasih kepada anggota lab dan intern lainnya yang telah banyak membantu saya. Meskipun tahun ini kegiatan hanya dilakukan secara virtual, namun setelah mengikuti keseluruhan acara, NIGINTERN 2021 jauh di luar ekspektasi saya, karena semua kegiatan direncanakan dan terlaksana dengan baik. Bagi mahasiswa Biologi UGM yang tertarik untuk mendalami penelitian biologi molekuler, saya harap teman-teman mendaftarkan diri pada NIGINTERN 2022.” tambah Nareta
Kompetisi Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (KN MIPA) adalah ajang kompetisi sains tingkat nasional jenjang pendidikan tinggi yang rutin diadakan oleh Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Tahun ini merupakan tahun kedua KNMIPA diselenggarakan secara daring dikarenakan pandemi yang masih belum mereda.
Seleksi KNMIPA yang meliputi bidang Fisika, Kimia, Matematika, dan Biologi dilaksanakan melalui 3 tahap, yaitu seleksi tingkat universitas, wilayah, dan nasional. KNMIPA tingkat nasional tahun ini diikuti oleh 260 peserta dari berbagai universitas ternama di Indonesia dan berlangsung pada tanggal 27-30 Juli 2021. Peserta KN-MIPA bersaing dan berkompetisi dengan sehat untuk memperebutkan 4 kategori juara, yaitu Medali Emas, Medali Perak, Medali Perunggu dan Honorable Mention.
Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) resmi menutup ajang Kompetisi Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (KNMIPA) pada tanggal 30 Juli 2021. Di dalam upacara penutupan tersebut, sekaligus dilaksanakan pengumuman pemenang dan peraih medali dari masing-masing bidang yang dipertandingkan di KNMIPA 2021. Tiga mahasiswa Fakultas Biologi berhasil mempertahankan tradisi prestasi dan keluar sebagai juara dalam KN MIPA 2021 bidang Biologi. Medali perak disumbangkan oleh I G M Raka Alpin A, medali perunggu diraih oleh Sasangka Adhita Nugraha dan Honorable Mention oleh Pratama Atha Nafi.
Segenap civitas akademik Fakultas Biologi mengucapkan terima kasih atas sumbangsih para mahasiswa yang menjadi juara. Semoga perjuangan ini dapat menginspirasi dan membawa kesuksesan selanjutnya. Salam Juara!
Pada tanggal 27 dan 28 Juli 2021, tiga orang mahasiswa Prodi Magister Biologi Fakulats Biologi UGM mengikuti The II International Symposium on Tropical and Subtropicals Ornamental (TSO), merupakan konferensi internasional yang diadakan setiap empat tahun sekali. Konferensi TSO yang ke 2 diselenggarakan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) bekerjasama dengan International Society for Horticultural Science (ISHS), dan didukung oleh Perhimpunan Hortikultura Indonesia (PERHORTI), Indonesia Ornamental Crop Research Institute (IOCRI) dari Kementrian Pertanian Indonesia, dan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Melaka, Malaysia. Konferensi ilmiah ini dilaksanakan secara daring menggunakan Zoom Meeting. Meskipun diadakan dengan sistem online presentation antusiasme peneliti muda maupun senior sebagai peserta yang mengikuti konferensi ini tidak surut, hal tersebut didukung dengan adanya peserta konferensi yang berasal dari beberapa negara Asia, Eropa, dan Amerika; Korea, Malaysia, Indonesia, Japan, Cina, Taiwan, Tailand, UK, Italia, Costa Rica, dan Hawaii.
Keynote speaker pada TSO 2021, yaitu Dr. Ir. M. Taufiq Ratule, M.Si, (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Indonesia) dan diundang lima invited speaker, diantaranya Prof. Fure-Chyi Chen (NPUST, Taiwan), Ir. Hesti Widayani, M.M (Indonesian Flower Association, Indonesia), Dr. Su-Chiung Fang (Academia Sinica Biotechnology Center in Southern Taiwan / AS-BCST Taiwan), Prof. Kanchit Thammasiri (Mahidol University, Thailand), dan Prof. Seiichi Fukai (Kagawa University, Japan). Pada TSO 2021, terdapat 90 presentasi yang terbagi menjadi presentasi oral, poster, dan Young Minds Award (YMA), yaitu kompetisi untuk para peneliti muda. Artikel ilmiah yang dipresentasikan mencakup lingkup ilmu genetika, pemuliaan tanaman, bioteknologi, mikropropagasi, dan fisiologi tanaman hias baik pada tumbuhan tropis maupun sub-tropis.
UGM mengirimkan tiga mahasiswa dibawah bimbingan Prof. Endang Semiarti, M.S, M.Sc yaitu, Aditya Nur Subchan (19/447325/PBI/01604) dengan judul artikel ilmiah Agrobacterium-mediated transformation by using immerse and agroinfiltration method for genome editing of orchids with CRISPR/Cas9, Nailatun Nikmah (19/447355/PBI/01634) dengan artikel ilmiah Structure analysis of genes involved in flower color formation of the orchid Spathoglottis plicata Blume, dan Lailia Zubaidah (19/447348/PBI/01627) yang mempresentasikan artikel ilmiah Establishment of CRISPR/Cas9 genome editing system in Indonesian orchid Dendrobium lineale Rolfe) pada ajang perlombaan YMA. Semua perwakilan menunjukkan kemampuan yang baik dalam presentasi. Moderator sekaligus juri pada YMA terdiri dari, Prof. Margherita Beruto (ISHS), Prof. Asmah Awal (UiTM, Malaysia), dan Dr. Trikoesoemaningtyas (IPB, Indonesia). Pengumuman pemenang diumumkan pada sesi terakhir sebelum penutupan dimana perwakilan UGM memperoleh 2nd winner YMA, yang diraih oleh Lailia Zubaidah. Pencapaian ini merupakan kabar yang baik, sekaligus lecutan semangat untuk semua peneliti muda.
Karya ilmiah tersebut menjabarkan tentang CRISPR/Cas9 sebagai sistem penyuntingan genom yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas anggrek, baik pada Dendrobium macrophyllum, ataupun pada Dendrobium lineale. Penggunaan gen kloroplas pada artikel ilmiah berfungsi sebagai gen indikator yang memungkinkan deteksi mutasi yang lebih cepat, terihat dari perubahan warna daun pada tanaman transforman. Sedangkan analisis fungsi gen pada anggrek Spathoglottis plicata Blume merupakan langkah awal untuk mengetahui masing-masing motif warna bunga dan keterkaitan dengan gen pembentuk pigmen, dimana disetiap karakter warna bunga terdapat gen kunci untuk pigmentasi warna bunga.
Pusat Prestasi Nasional Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan kembali menyelenggarakan Kompetisi Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (KNMIPA) pada tahun 2021. Seluruh tahap seleksi dan teknis pelaksanaan KNMIPA tahun ini dilakukan secara daring dikarenakan pandemi Covid-19 yang masih belum mereda di Indonesia. Topik yang dilombakan dalam KNMIPA ini meliputi 4 bidang, yakni Fisika, Matematika, Kimia dan Biologi. Seleksi bidang Biologi di tingkat Universitas dikuti oleh perwakilan mahasiswa dari Fakultas Biologi, Fakultas Pertanian dan Fakultas lain di Universitas Gadjah Mada. Berdasarkan seleksi internal tingkat UGM tersebut, terpilihlah 5 perwakilan mahasiswa dari Fakultas Biologi, yakni Muhammad Arya Sadewo (2018), I G M Raka Alpin A (2019), Sasangka Adhita Nugraha (2019), Fachreza Aqilla Asy-Syarief (2020) dan Pratama Atha Nafi (2020) sebagai perwakilan UGM yang berkompetisi ditingkat wilayah.
Setelah melalui seleksi tingkat wilayah yang diadakan pada tanggal 23-24 Juni 2021, kontingen Fakultas Biologi berhasil meloloskan 3 mahasiswa untuk ikut berlaga ditingkat Nasional. Kontingen Fakultas Biologi atas nama I G M Raka Alpin A (2019), Sasangka Adhita Nugraha (2019), dan Pratama Atha Nafi (2020) akan berlaga di seleksi Nasional KN MIPA pada tanggal 27-30 Juli 2021 mendatang melalui platform daring. Segenap civitas akademik Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada mengucapkan selamat atas prestasi yang ditorehkan dan selamat berjuang dalam kompetisi tingkat nasional. Semoga prestasi ini bisa menjadi motivasi dan semangat bagi rekan-rekan mahasiswa lain untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan bernilai positif yang dapat memicu inovasi dan kreatifitas. Semoga kontingen Fakultas Biologi bisa memboyong medali emas di KNMIPA 2021 nanti.
Pada tahun 2021, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trunojoyo Madura mengadakan Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional sebagai wadah bagi mahasiswa untuk berperan aktif dalam menanggulangi masalah ekonomi akibat COVID-19 dengan tema “Meningkatkan Peran Milenial dalam Upaya Mengoptimalisasi Pengembangan Ekonomi Indonesia di Masa Pandemi”. Tim yang diketuai oleh mahasiswa prodi Biologi Fakultas Biologi UGM berhasil meraih juara 2 dengan mengangkat judul pada subtema Lingkungan. Tim tersebut beranggotakan 3 orang dengan ketua Nurlita Putri Bela Nasution (Biologi 2019) dengan 2 anggota lainnya Natasya Meri Auliadani (Biologi 2019) dan Zulfa Munawwaroh (Kimia 2018) yang dibimbing oleh Bapak Dr. Eko Agus Suyono M.App. Sc. Karya ilmiah yang disusun terinspirasi dari masalah lingkungan berupa akumulasi hasil insinerasi sampah medis akibat Covid-19 yang dapat menimbulkan polusi serta bahaya kesehatan. Selain itu, pandemi juga menyebabkan peningkatan permintaan protein nabati karena perubahan gaya hidup masyarakat untuk menghindari penularan penyakit oleh hewan.
Inovasi yang diajukan pada karya tulis ilmiah ini berupa pemanfaatan limbah insinerasi yang diolah terlebih dulu hingga didapatkan karbon dioksidanya sebagai sumber karbon pada kultur alga Chlorella vulgaris. Alga ini dipilih karena memiliki kandungan proteinnya yang tinggi dan mudah untuk dikulturkan. Karya tulis ini disusun dengan judul “Strategi Pemanfaatan Hasil Insinerasi Limbah Medis COVID-19 Sebagai Sumber Karbon pada Kultur Chlorella vulgaris untuk Meningkatkan Ekonomi Indonesia di Masa Pandemi”. Strategi ini memberikan solusi pada multiproblematika akibat COVID-19 berupa masalah kesehatan, masalah lingkungan, krisis ekonomi, dan gizi masyarakat di masa pandemi.
Inovasi tersebut aman karena hanya menggunakan karbon dioksida yang berasal dari pengolahan limbah medis dan mudah diimplementasikan oleh masyarakat. Inovasi ini diharapkan dapat diaplikasikan untuk membantu ekonomi masyarakat di masa pandemi. Nurlita selaku ketua tim juga menyampaikan harapan kepada mahasiswa lain, “Harapannya adalah kita sebagai mahasiswa dapat berperan aktif dalam penanggulangan bahaya dan krisis yang ditimbulkan oleh Covid-19 di masyarakat. Salah satunya adalah mengikuti kompetisi yang dapat memunculkan inovasi dan strategi untuk membantu masyarakat dan pemerintah di masa lalu pandemi. Saya berharap mahasiswa UGM terus berkompetisi dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional”
Mahasiswa Program Sarjana (S1) Program Studi Biologi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada tidak hentinya menorehkan prestasi yang sangat membanggakan. Kali ini prestasi tingkat internasional datang dari Tim “AMRETA : Creating less-plastic world” yang berkompetisi dalam Osaka University Student Video Contest dengan topik “3 Minutes of Inspiration for Sustainable Development”. Dalam ajang ini, Tim yang terdiri dari Rafelinta Daradwinta (BIO 2017), Nareta Defiani (BIO 2018), dan Rahmat Kurniawan Talib (BIO 2017) berkolaborasi dengan 2 mahasiswa UGM lainnya (Ragil Puspita Megaranu, dan Asthony Purwanda Febriawan) berhasil menyabet juara I dan berhak meraih grand prize 50.000 yen. Dalam kontes ini, Tim mengambil topik pemanfaatan gulma enceng gondok (Eichhornia crassipes Solms) dijadikan paper bag untuk pengganti kantong plastik. Video lengkap dapat disimak di https://www.youtube.com/watch?v=lnBQl8e-oIo. Pemanfaatan tanaman gulma ini bertujuan untuk memanfaatkan gulma menjadi alternative pengganti kantong plastic, sehingga kantong yang digunakan lebih ramah lingkungan dan dapat mengurangi pencemaran lingkungan
Selain itu, 2 mahasiswa yang lainnya yaitu Sylvia (BIO 2018) dan Aisyah Rahmah Tantri (IUP BIO 2019) berhasil lolos dalam program pertukaran mahasiswa Internasional, Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) Kemendikbud 2021. Pada kesempatan ini Sylvia berhasil diterima di Boston University USA, sedangkan Aisyah di Newcastle University UK. Mereka berhak untuk kuliah di universitas tersebut selama satu semester dengan beasiswa dari Kemendikbud.
Selamat berkarya dan menorehkan prestasi tiada henti.
Dalam ajang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2021, Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mengantarkan 348 proposal yang mendapatkan dana hibah dari Ditjen DIKTI Kemendikbud. Di antara fakultas-fakultas yang ada di UGM, Fakultas Biologi menorehkan prestasi dengan berhasil meloloskan 35 proposal PKM dan menjadi Fakultas dengan tim terbanyak yang lolos PKM di UGM. Berdasarkan pengumuman pendanaan PKM 2021 yang dilaksanakan oleh Ditjen Dikti Kemendikbud, 35 proposal dari tim PKM Fakultas Biologi tersebut terdiri atas 1 proposal PKM bidang Gagasan Futuristik Konstruktif (PKM-GFK), 2 proposal PKM bidang Kewirausahaan (PKM-K), 2 proposal PKM bidang Karsa Cipta (PKM-KC), 1 proposal bidang Penerapan IPTEK (PKM-PI), 1 proposal bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-PM), dan 28 proposal bidang Riset Eksakta (PKM-RE). Selain ketujuh bidang yang sudah diumumkan tersebut, ada dua bidang PKM lain yang masih dalam proses penilaian, yaitu PKM Gagasan Tertulis (PKM-GT) dan proposal PKM Artikel Ilmiah (PKM-AI).

Atas prestasi yang dicapai oleh tim PKM Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. selaku Dekan Fakultas Biologi UGM menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada seluruh tim PKM Biologi UGM yang lolos dan mendapatkan pendanaan. Beliau juga menyampaikan ucapan selamat dan terima kasih kepada dosen pembimbing, pembina dan PKM Centre Biologi UGM yang telah memberikan dukungan sehingga bisa meraih prestasi yang membanggakan tersebut. Selain itu, sebagai bentuk dukungan terhadap tim yang berhasil mendapatkan dana hibah PKM, Fakultas Biologi UGM melalui PKM Centre Biologi telah menyusun program-program yang bertujuan untuk meningkatkan dan memperkuat kualitas tim PKM Fakultas Biologi UGM. Dekan Fakultas Biologi UGM menyatakan bahwa Fakultas Biologi akan mendukung sepenuhnya program-program yang diadakan oleh PKM Centre Biologi dan berharap agar tim PKM Fakultas Biologi UGM dapat meloloskan banyak proposal yang berkualitas untuk bersaing ditingkat nasional dan memberikan sumbangsih medali di PIMNAS 2021. Bagi mahasiswa Biologi yang dapat meraih medali, Fakultas Biologi akan memberikan sertifikat dan tambahan bonus agar mahasiswa bersemangat dalam meraih prestasi dan medali di PIMNAS mendatang.
The 1st ICAVESS merupakan konferensi internasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada pada tanggal 28-29 Maret 2021. ICAVESS dilaksanakan pertama kali secara daring melalui Zoom. Tema yang diusung pada konferensi ini adalah “Synergizing Science for Sustainable Animals, Human, and Environmental Qualities in Global Change”.
Kegiatan konferensi ICAVESS menampilkan inovasi dan hasil penelitian terkini dibidang ilmu Kedokteran Hewan, Biologi dan Pertanian. ICAVESS dihadiri oleh dosen-dosen ahli dalam bidangnya baik dari luar dan dalam negri. Peserta yang mengikuti ICVES berasal dari berbagai Fakultas dan Universitas seluruh Indonesia. Kelompok Studi Kelautan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada menjadi salah satu peserta dengan mengusung 3 paper dari 3 Kelas Keilmuan berbeda yaitu: Kelas Keilmuan Mollusca dengan judul “Gastropod Diversity in Intertidal Zone of Porok Beach, Gunungkidul, Yogyakarta, Indonesia” yang dipresentasikan oleh Lu’lu’ul Aulia (Biologi 2018/KSK/DXIX), Kelas Keilmuan Crustacea dengan judul “Dynamics of Diversity Decapods in The Intertinal Zone at Porok Beach, Gunungkidul, Special Region of Yogyakarta, Indonesia” yang dipresentasikan oleh Wahyu Febriani (Biologi 2018/DXIX), dan dari Kelas Keilmuan Echinodermata yang berjudul “Diversity of Echinoderms in Intertidal Zone of Krakal Beach, Gunungkidul, Yogyakarta” yang dipresentasikan oleh Salma Dewi Pratita (Biologi KSK/DXIX). Dengan partisipasi Kelompok Studi Kelautan ini, diharapkan dapat meningkatkan publikasi ilmiah yang dihasilkan oleh anggota-anggota KSK BIOGAMA lainnya serta Fakultas Biologi UGM.
International Conference On Biodiversity (ICB) 2020 adalah konferensi Internasional tentang Keanekaragaman Hayati yang bertujuan untuk mengumpulkan para profesional dan peneliti dari bidang keanekaragaman hayati dan sumber daya alam serta konservasi dari seluruh dunia. Tema yang diusung tahun ini yaitu “Biodiversity for Bioeconomy” yang diharapkan dapat mengambil pemanfaatan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan untuk membantu pertumbuhan ekonomi suatu negara sekaligus menjaga kesehatan ekosistem dan lingkungan. Konferensi ini diselenggarakan oleh Universiti Tun Hussein Onn Malaysia dan bekerja sama dengan Universitas Gadjah mada dan Universiti Malaysia Sabah pada tanggal 4-5 November 2020. Topik yang diusung pada ICB 2020 ada 4 topik, yaitu : Systematics and Taxonomy, Ecology Processes, Advancement of Biodiversity, dan Product Development and Commercialization.
International Conference On Biodiversity (ICB) 2020 turut mengundang beberapa tokoh sebagai keynote speaker, seperti Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M. Agr.Sc. (Universitas Gadjah Mada); Prof. Emer. Datin Dr. Maryati Mohamed (Universiti Tun Hussein Onn Malaysia); Assoc. Prof. Dr. Monica Suleiman (Universiti Malaysia Sabah); dan Datuk Dr. Glen Reynolds (Royal Society SE Asia Rainforest Research Programme). Konferensi ini dilaksanakan secara online melalui aplikasi Google Meet yang dikelompokkan berdasarkan bidangnya masing-masing. Setiap tim peneliti mempresentasikan hasil penelitian mereka kepada hadirin yang hadir.
Terdapat sekitar 97 artikel ilmiah yang berhasil dipresentasikan. Mahasiswa Fakultas Biologi UGM yang tergabung dalam Kelompok Studi Entomologi (KSE) berhasil mempresentasikan 2 artikel ilmiah hasil penelitian mereka di Gumuk Pasir Parangkusumo, Yogyakarta yang termasuk dalam topik Systematics and Taxonomy dengan judul “The Diversity of Odonata in Parangkusumo Sand Dune Yogyakarta, Indonesia” dipresentasikan oleh Elvian Indah Nilamsari (Biologi 2017/ KSE XIX) dan “Comparison of Damselfly (Odonata: Zygoptera) Diversity in Wet Dune Slack Habitat with Canopied and Non-canopied Areas of Gumuk Pasir Parangkusumo, Yogyakarta, Indonesia” yang dipresentasikan oleh Andra Carel Nicolla (Biologi 2017/KSE XIX). Sedangkan untuk mahasiswa lainnya yang bertindak sebagai author artikel ialah Aliya Nadira Irsyad (Biologi 2017/KSE XIX), Nafiatul Umah (Biologi 2017/KSE XIX), Rafelinta Daradwinta (Biologi 2017/KSE XIX), Wanny Firdasia (Biologi 2017/KSE XIX), dan Zakiyatus Sarifah (Biologi 2017/KSE XIX). Dengan adanya prestasi ini, diharapkan dapat menjadi stimulan bagi mahasiswa untuk meningkatkan publikasi ilmiah dan penelitian mereka serta membanggakan Fakultas Biologi UGM di kancah internasional.
Tim “Mikroalga” Fakultas Biologi UGM berhasil mendapatkan medali emas pada kategori Environmental Science dalam kompetisi ASEAN Innovative Science Environmental and Entrepreneur Fair (AISEEF) 2021 yang diadakan pada tanggal 17-22 Februari 2021. Tim tersebut terdiri atas tiga mahasiswa Biologi UGM yakni Nareta Defiani (Biologi UGM 2018), Nudia Mufidah Azasi (Biologi UGM 2018), dan Nur Novia Hidayah (Biologi UGM 2018) yang dibimbing oleh Dosen Fakultas Biologi UGM spesialis mikroalga yaitu Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc.
Kompetisi ini diikuti oleh 505 tim dari berbagai negara yaitu diantaranya Indonesia, Malaysia, Korea Selatan, Thailand, India, Mexico, dan Singapura. Pada kompetisi ini topik yang diangkat oleh tim tersebut adalah “P3HB Extraction from Microalgae (Chlorella vulgaris) using WLEP Biorefinery Process as a Polypropylene (PP) Substitute in Biodegradable Medical Masks Production”. Inovasi tersebut diinisiasi karena terjadi lonjakan penggunaan masker medis sekali pakai di era pandemi COVID-19 yang menimbulkan masalah baru berupa limbah plastik dan dapat mengancam environmental sustainability. Sehingga, muncullah ide untuk mengganti polimer polypropylene (PP) karena sifatnya yang susah untuk terdegradasi dan kemudian digantikan oleh Poly-3-Hydroxybutyrate (P3HB), bioplastik dengan sifat biodegradable untuk diaplikasikan sebagai material pada lapisan masker medis.
Selain itu, inovasi yang ditawarkan adalah dengan menggunakan Biorefinery process serta mengkulturkan alga dengan media waste water untuk menurunkan cost-production sehingga material P3HB tersebut nantinya profitable dan dapat diproduksi dalam skala industri. “Kami berharap dengan inovasi penggantian petroleum-based polymer menjadi biopolymer pada medical mask dapat menguatkan konsep blue economy dan dapat menjadi solusi atas limbah B3 yang mencemari lingkungan” ujar salah satu anggota tim.
Penerima program pengembangan kepemimpinan TELADAN, atau yang dikenal Tanoto Scholars, merayakan kelulusan dan membangun jejaring dengan alumni dalam Virtual Graduation and Alumni Gathering 2020 yang dilaksanakan secara daring pada Kamis, 12 November 2020. Acara dibuka oleh Global CEO Tanoto Foundation, J. Satrijo Tanudjojo yang berpesan “Kalau kita selalu mencari sesuatu di dalam kegelapan, maka hal negatiflah yang kita dapatkan. Sebaliknya, jika kita mencari dalam sisi positif, maka hal positif juga yang akan didapatkan”. Para Graduates adalah penerima program TELADAN dari sembilan perguruan tinggi mitra. Selama menjadi Tanoto Scholars, mereka mendapat berbagai pelatihan pengembangan kepemimpinan terstruktur dan dukungan untuk membangun jejaring profesional. Diharapkan, setelah lulus mereka bisa menjadi pemimpin yang memberi dampak positif bagi lingkungan tempat mereka tinggal dan bekerja.
Acara yang diikuti oleh 195 Graduates dan Alumni ini juga ditandai dengan perkenalan wadah alumni PANUTAN, atau Perkumpulan Alumnus Tanoto Foundation. Turut bergabung untuk berbagi pengalaman dalam berkarya adalah Muhammad Iman Usman, Chief Product Officer Ruangguru; Monica Oudang, Chairperson Yayasan Anak Bangsa & Chief Human Resources Officer GoJek dan dimeriahkan oleh stand-up comedian Sakdiyah Ma’ruf. Pada acara ini, salah satu penerima program pengembangan kepemimpinan TELADAN dari Fakultas Biologi UGM, Bartolomius Renaldy berhasil menjadi salah satu Best Graduates dari sekitar 100 Graduates program TELADAN yang dinyatakan lulus kuliah pada tahun 2020. Predikat ini berhasil diraihnya berkat berbagai prestasi yang telah didapatkan selama tergabung dalam program TELADAN Tanoto Foundation. Beberapa prestasi yang ditorehkannya selama berkuliah antara lain adalah sebagai Best Delegates dalam Yogyakarta Youth Strategic Forum 2019, Juara 1 dalam LKTIN STC KSE 2019, Finalist ATLANTA National Paper Competition 2019, Best Ministry Representative Future Leader Summit 2018, penerima beasiswa PPA tahun 2017 dan 2018, serta menerima 3 kali pendanaan PKM (PKM-PE pada tahun 2017; PKM-PE dan PKM-K pada tahun 2019). Selain itu, Bartolomius juga aktif dalam organisasi sebagai Menteri Koordinator Eksternal BEM Biologi tahun 2019, Humas Fakultas Biologi PKM Center tahun 2018, dan sebagai Head of Social Media Tanoto Scholars Association UGM tahun 2018.
Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., Ph.D. memperoleh penghargaan insan UGM berprestasi tahun 2020 dalam kategori Penelitian Kolaboratif Klaster Sains dan Teknologi Terbaik. Penghargaan insan berprestasi ini diberikan sebagai bentuk apresiasi dari Universitas Gadjah Mada kepada segenap sivitas akademika termasuk alumni yang memiliki prestasi dan kontribusi di lingkungan masyarakat. Penghargaan ini diberikan setiap tahunnya dalam rangka Dies Natalis Universitas Gadjah Mada, dan pada tahun ini di tengah pandemi Covid-19, maka malam puncak penghargaan diumumkan secara daring dalam kanal YouTube UGM pada tanggal 4 November 2020.
Prof. Budi Setiadi Daryono, yang saat ini juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Biologi UGM, merupakan salah satu dosen dari Laboratorium Genetika dan Pemuliaan yang aktif dalam berbagai kegiatan penelitian. Karya penelitian yang menjadikannya sebagai pemenang kategori Penelitian Kolaboratif Klaster Sains dan Teknologi Terbaik UGM 2020 yaitu “Kolaborasi Integratif Akademisi Dalam Pengembangan Bahan Baku Industri Kosmetik Bersama PT. Gizi Indonesia”. Kegiatan penelitian ini berhasil memperoleh pendanaan dari RISPRO-LPDP Kementerian Keuangan RI pada tahun 2020 – 2022 yang bertujuan untuk mengkomersialisasikan produk kosmetik berbahan baku buah melon GMP (Gama Melon Parfum) dan melibatkan 3 Fakultas untuk saling berkolaborasi, diantaranya yaitu Fakultas Biologi, Fakultas Teknologi Pertanian, dan Fakultas Farmasi.
Di Fakultas Biologi sendiri, Prof. Budi S. Daryono juga berkolaborasi dengan beberapa laboratorium untuk mengembangkan riset melon GMP, diantaranya Laboratorium Genetika dan Pemuliaan, Laboratorium Fisiologi Hewan, Laboratorium Mikrobiologi dan Laboratorium Sistematika Tumbuhan. Sementara dibidang komersialisasi, Prof. Budi S. Daryono menggandeng mitra industri diantaranya PT. Gizi Indonesia yang bergerak pada sektor industri kosmetik dan PT. Nudira Sumber Daya Indonesia yang bergerak pada sektor agrikultur dalam pemenuhan bahan baku industri. Kolaborasi lintas sektor dan sarat akan multidisiplin ilmu menjadikan salah satu kunci keberhasilan Prof. Budi S. Daryono dalam meraih penghargaan sebagai salah satu insan UGM berprestasi tahun 2020.
The 5th International Biology Conference (IBOC) 2020 merupakan konferensi internasional yang diselenggarakan dua tahun sekali untuk mendapatkan informasi dan teknologi terkini secara luas yang mengangkat isu-isu utama dunia di bidang Biologi. Acara ini diselenggarakan oleh Departemen Biologi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada 17 Oktober 2020 secara daring melalui Zoom Meeting.
IBOC 2020 mengusung tema umum “Ecofarming, Ecotourism & Green Management for Sustainability of Natural Resources”. Pada IBOC 2020, diundang beberapa keynote speaker, yaitu Dr. (HC) Susi Pudjiastuti (Former Minister of Fisheries and Marine Affairs of Republic of Indonesia); Dr. Dian Saptarini, M.Sc (Biology Department of ITS; Research Center for Infrastructure and Sustainable Environment of ITS); Prof. Dr. Suraini Abd. Aziz (Faculty of Biotechnology and Biomolecular Science, University Putra Malaysia); dan Prof. Dr. Friedrich Götz (Microbial Genetics, Interfaculty Institute of Microbiology and Infection Medicine, University Tübingen, Germany). Kegiatan konferensi ini meliputi presentasi oral yang menampilkan inovasi dan hasil penelitian terkini di bidang ilmu biologi, serta menghadirkan para peneliti, dosen dan profesional dari semua bidang ilmu biologi dari dalam dan luar negeri untuk berpartisipasi.
Terdapat kurang lebih 112 paper penelitian yang dipresentasikan. Mahasiswa Fakultas Biologi UGM yang merupakan anggota dari Kelompok Studi Kelautan juga turut andil pada kegiatan ini, topik Physiology and Development dengan judul paper “Vitamin C content in marine macroalgae from Sepanjang Gunungkidul Yogyakarta and its potential use as a vitamin source in nutrition” yang dipresentasikan oleh Alifah Evi Scania (Biologi 2017/KSK DXVIII) dan topik Biodiversity dengan judul paper “Diversity of echinoderms (Echinoidea and Ophiuroidea) in intertidal zone of Porok Beach, Yogyakarta, Indonesia” yang dipresentasikan oleh Alfiah Niky Rizkyta (Biologi 2018/KSK DXIX). Alifah Evi Scania juga berhasil meraih penghargaan sebagai The Best Presenter of The 5th IBOC 2020. Dengan prestasi atau partisipasi mahasiswa pada kegiatan seperti ini, diharapkan dapat meningkatkan publikasi ilmiah yang dihasilkan oleh KSK BIOGAMA dan Fakultas Biologi UGM.
Tim Mahasiswa UGM yang terdiri dari Rafelinta Daradwinta (Biologi 2017), Ragil Puspita Megaranu (Teknologi Hasil Perikanan 2017), dan Asthony Purwanda Febriawan (Akuakultur 2017) meraih Juara 1 dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional Research and Development Competition (RnDc) 2020.
LKTI Nasional RnDc diselenggarakan oleh Universitas Negri Yogyakarta melalui 2 tahap yaitu tahap pengumpulan paper dan tahap final secara daring dengan mengumpulkan video presentasi. Tahapan final RnDc diikuti oleh 10 finalis yang berasal dari Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Diponegoro, Universitas Jember, Universitas Negri Yogyakarta, Universitas Brawijaya, dan Universitas Gadjah Mada.
Pada lomba yang diselenggarakan oleh Universitas Negri Yogyakarta ini, Mahasiswa UGM berhasil mendapatkan juara 1 dengan mengajukan judul inovasi “Integrated Geo Salter: Sistem Intensifikasi Produksi Garam berbasis Ground to Air Heating System”. Inovasi tersebut merupakan jawaban atas permasalahan sistem pergaraman di Indonesia yang saat ini terbatas menggunakan teknologi konvensional serta intervensi cuaca yang turut memberikan pengaruh besar terhadap proses produksi. Konsep yang digagas oleh Rafelinta dan kawan-kawan merupakan hasil integrasi sistem GAHT dan teknologi prisma guna optimalisasi sumber panas sehingga dihasilkan garam dengan kualitas dan kuantitas optimal.
Dalam kompetisi RnDc 2020 diplih 3 juara utama. Juara pertama diraih oleh tim dari Universitas Gadjah Mada, juara kedua diraih oleh Institut Teknologi Sepuluh November, dan juara ketiga diraih oleh Universitas Negri Yogyakarta.
Tim “BIOGAMA” Universitas Gadjah Mada berhasil mendapatkan predikat Juara 1 dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional Pekan Raya Biologi Universitas Riau 2020. Lomba karya tulis yang diadakan oleh) Universitas Riau tersebut dilaksanakan pada tanggal 31 januari 2020 dengan membawa tema “inovasi teknologi tepat guna dalam mewujudkan pembangunan indonesia berkelanjutan”. Kegiatan ini diikuti oleh 18 tim dari universitas seluruh Indonesia. Lima finalis terbaik diundang untuk melaksanakan presentasi hasil karya tulis di Universitas Riau.
Tim “BIOGAMA” yang terdiri dari Khoiruddin Anshori (2017), Hana Widiwati (2017), Alifia Safputeri (2018) dengan pembimbing Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. mengembangkan inovasi teknologi tepat guna berbasis energi baru dan terbarukan berjudul “konversi biochar feses kambing domba menjadi briket biomassa sebagai solusi sumber panen energi limbah peternakan dan pengembangan potensi desa di Indonesia”
Karya tulis tersebut didasarkan pada masalah banyaknya populasi kambing-domba di Indonesia menyebabkan produksi limbah peternakan meningkat. Sejauh ini feses kambing-domba belum dimanfaatkan secara optimal oleh para peternak, sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan. Salah satu solusi dalam menangani masalah tersebut adalah konversi kotoran kambing-domba menjadi briket biomassa. Limbah ternak kambing-domba memiliki biomassa yang dapat digunakan sebagai sumber energi terbarukan. Proses pemanenan energi dari biomassa dapat dilakukan dengan cepat menggunakan teknologi pirolisis. Prosedur pembuatan briket biomassa diawali dengan penumbukan kotoran dan dikeringkan di bawah sinar matahari untuk mengurangi kadar air. Selanjutnya, dimasukan kedalam reaktor pirolisis untuk didapatkan biochar, biochar yang telah didapat ditambahkan adonan pati, dicetak dan dikeringkan di bawah sinar matahari. Briket biomassa yang dihasilkan tersebut memiliki energi yang hampir setara dengan bahan bakar fosil. Teknologi tepat guna yang mengonversi limbah kambing-domba menjadi briket biomassa memiliki nilai ekonomi yang layak dipertimbangkan. Biaya produksi dapat dikurangi dengan menggunakan kembali bio oil yang dihasilkan dalam proses pirolisis sebagai bahan bakar dalam reaktor pirolisis.
Salah satu mahasiswi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) yaitu Nadyatul Khair (Angkatan 2016) bersama dengan rekan-rekannya dari fakultas lain yaitu Azizah Nur Ilmi (Pasca-sarjana Teknik Industri, 2017), Anggun Avissa (Pariwisata, 2015), Annisa Rakhma Sari (Pertanian, 2017), Tri Retno Setyawati (Pasca-sarjana Teknik Industri 2017), Ihsan Tri Rengganis (Ilmu Sosial Politik 2015), Anindita Pristina (Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, 2015), dan Hanik Rahmatin (Teknologi Pertanian, 2015) yang tergabung dalam Tim Tunggadewi (UGM-B) berhasil menjadi pemenang (best winner) pada 2019 UNESCO-UNITWIN ICT & Leadership Advanced Workshop and International Competition. Program tingkat internasional ini diselenggarakan oleh Asia Pasific Women Information Center (APWINC) pada tanggal 2 – 6 Desember 2019 di Sookmyung Women’s University (SMU), Seoul, Korea Selatan. Kegiatan ini disponsori oleh Kementerian Pendidikan Republik Korea, dan didukung oleh United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) serta University Twinning and Networking (UNITWIN). Peserta kegiatan terdiri atas 6 tim dari 5 universitas di 4 negara (Universitas Gadjah Mada (Indonesia), Quy Nhon University (Vietnam), National University of Laos (Laos), Souphanouvong University (Laos), dan Royal University of Phnom Penh (Kamboja)). Tiap tim beranggotakan 8 orang mahasiswi.
Kegiatan ini merupakan program lanjutan dari UNESCO-UNITWIN Local Training yang diselenggarakan oleh APWINC di 5 universitas tersebut. Di UGM sendiri APWINC bekerjasama dengan Pusat Studi Wanita (PSW). Kontingen UGM mengirim 2 tim (gelombang Januari (UGM-A) dan gelombang Agustus (UGM-B)) pada kejuaraan ini.
Peserta program ini juga diberi pelatihan bertema Enterpreneurship for Future Talent oleh Nn. Miran Kim (APEC Best Award Grand-Prix Winner). Selain itu, selama 4 hari pertama peserta diampu oleh dosen dan profesor dari SMU meliputi Prof. Hideki Isoda, Dr. Myeonghee Kim, Dr. Youngmin Park, Dr. Swoo-kyung Suh, dan Nn. Hojung Lee. Materi yang diajarkan untuk program Information and Communication Technology (ICT) meliputi Smart Clock dan Advanced Arduino Project. Sedangkan materi untuk program leadership antara lain berjudul Policy & Program Design for Women’s Empowerment, Career & Life Design, dan Your Iconic Color. Peserta juga diajak untuk study tour ke pabrik kosmetik Amore Seongsu. Tak hanya itu, peserta turut mengenyam pengalaman mengenal kebudayaan Korea lebih dalam dengan mengunjungi Bukchon Hanok Village.
Adapun proyek yang diusung oleh Tim Tunggadewi untuk kompetisi internasional tersebut berjudul “Coffention Project as Proposed Solution to Empower Women Coffee Farmer in Indonesia”. Coffention Project sendiri terdiri dari Coffention RnD dan Coffention Tool. Dalam hal ini, Coffention RnD merupakan sebuah program untuk mengembangkan kemampuan wanita petani kopi dalam RnD (Research and Development) atau riset dan pengembangan produk kopi. Sedangkan Coffention Tool merupakan sebuah alat dan aplikasi yang dibuat dengan Arduino UNO dan MIT App Inventor untuk membantu penyortiran dan fermentasi buah kopi. Coffention Tool berperan sebagai media fasilitator dari visi Coffention RnD.
Nama Coffention sendiri diambil dari penggabungan dua buah kata yaitu Coffee (kopi) dan Invention (cipta). Proyek ini diharapkan dapat membantu wanita petani kopi dalam meningkatkan variasi rasa dan aroma kopi lokal sehingga dapat memajukan industri kopi di Indonesia. Dengan demikian, proyek ini tidak hanya mendukung penguatan perempuan, namun juga membantu pengembangan industri.
Tiga Mahasiswa UGM yang terdiri dari Rafelinta Daradwinta (Biologi 2017) sebagai ketua tim bersama kedua anggota tim yang lain yaitu Ragil Puspita Megaranu (Teknologi Hasil Perikanan 2017) dan Muhammad Zainurrohim (Peternakan 2017) berhasil meraih juara pertama dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa tingkat Nasional TANIN#1 yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Peternakan Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat pada tanggal 11-14 November 2019.
Mengusung tema “Gerakan Inovasi Milenial dalam Pengembangan IPTEK serta Potensi Lokal untuk Menghadapi Generasi Indonesia Emas Tahun 2045” diharapkan para Mahasiswa mampu memberikan inovasi ide terbaik sebagai kontribusi nyata terhadap kemajuan Bangsa Indonesia. Pada kompetisi tersebut Tim UGM berhasil memukau dewan juri dan audiens melalui penyampaian inovasi ide mengenai pemanfaatan limbah jerami padi dan ceker ayam menjadi produk sedotan ramah lingkungan sebagai solusi atas permasalahan lingkungan yang disebabkan oleh tingginya penggunaan sedotan plastik oleh masyarakat Indonesia.
LKTI Mahasiswa tingkat Nasional terdiri 2 tahap meliputi pengumpulan full paper dan presentasi. Pada acara presentasi diikuti oleh 15 finalis yang berasal dari Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Universitas Negri Yogyakarta, Universitas Negri Surabaya, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Mataram, Universitas Islam Arsyad Al Banjari Universitas Ahmad Dahlan, Telkom University, Universitas Pendidikan Ganesha, dan Universitas Sriwijaya.
Dalam kompetisi ini dipilih 4 juara utama. Juara pertama diraih oleh tim dari Universitas Gadjah Mada, juara kedua diraih oleh tim dari Universitas Negri Yogyakarta, juara ketiga diraih oleh tim dari Universitas Negri Surabaya, dan juara harapan 1 diraih oleh tim dari Universitas Airlangga.
(24/11)
Dua mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada berhasil meraih juara 1 dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional Student Technology Competition Karya Salemba Empat (STC KSE) 2019 yang diselenggarakan di Universitas Indonesia (UI), pada tanggal 23-24 November 2019.
STC KSE 2019 adalah kompetisi ilmiah yang diselenggarakan oleh Karya Salemba Empat (KSE) se-Jabodetaser yang meliputi paguyuban KSE UI, UIN Syarif Hidayatullah, UNTIRTA, IPB, dan UNJ yang terdiri dari beberapa kegiatan, yaitu Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Nasional, lomba poster ilmiah dan talkshow yang diselenggarakan pada tanggal 24 November 2019. Mengusung tema “Technology for Transformation” penyelenggaraan Student Technology Competition (STC), diharapkan dapat menjadi platform bagi buah pemikiran anak bangsa untuk dapat tersampaikan dalam sebuah karya yang selanjutnya dapat berkontribusi secara luas kepada masyarakat. Acara ini juga diharapkan dapat merangsang daya kreativitas mahasiswa untuk berkarya dan berinovasi guna menemukan solusi kreatif dalam memecahkan berbagai problematika bangsa Indonesia di berbagai bidang salah satunya agrikultur. Manfaat nyata dari agenda ini adalah terbentuknya generasi muda Indonesia yang berkualitas dan memiliki karakter yang dapat menjadi motor penggerak kemajuan demi masa depan Indonesia yang lebih baik. “Kolaborasi dan inovasi adalah bagian terpenting dalam kemajuan,” cetus Nadiem Makarim (Mendikbud RI).
Peserta yang lolos dalam tahap Final Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Nasional STC KSE 2019 berjumlah 10 tim dari berbagai universitas di Indonesia meliputi Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Indonesia, Universitas Halu Oleo, Universitas Sriwijaya, Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, serta Institut Pertanian Bogor.
Pada kesempatan kali ini, tim Universitas Gadjah Mada mengirim perwakilan dua mahasiswa Fakultas Biologi yaitu Bartolomius Renaldy (2016) dan Dyah Prakasita Monisa Hapsari (2017). Keduanya berhasil meenyabet juara 1 dalam Lomba KTI tingkat Nasional dengan penelitian yang berjudul Karakterisasi Kromosom Dua Kultivar Paprika Guna Meningkatkan Produktivitas Hortikultura Nusantara dibawah bimbingan Ganies Riza Aristya, S.Si., M.Sc. Laboratorium Genetika dan Pemuliaan.
Bartolomius sendiri merupakan anggota Formasigen dan terlibat dalam pengembangan penelitian mengenai sitogenetika tanaman sayuran tropis khususnya kromosom paprika. Penelitian ini merupakan suatu inovasi baru yang belum pernah dilakukan di Indonesia dan merupakan bagian dari dari roadmap penelitian di Laboratorium Genetika dan Pemuliaan, Fakultas Biologi UGM tentang sitogenetika tanaman sayuran tropis di Indonesia. “Paprika merupakan salah satu sayuran dengan kadar vitamin dan antioksidan yang tinggi serta termasuk kedalam komoditas bernilai jual tinggi di Indonesia, tetapi dari tahun ke tahun produksinya justru menurun dan tidak dapat memenuhi permintaan pasar,” tutur Bartolomius.
“Penelitian ini menggunakan metode pemuliaan tanaman guna meningkatkan produktivitasnya melalui rekayasa kromosom khususnya dengan teknik poliploidisasi. Untuk dapat melakukan hal tersebut maka diperlukan informasi dasar berupa karakterisasi kromosom dari tanaman target,” Dyah.
“Penelitian sitogenetika terutama tentang kromosom merupakan dasar awal untuk proses pemuliaan tanaman. Harapannya, hasil penelitian mengenai sitogenetika ini dapat dimanfaatkan oleh para pemulia tanaman sebagai dasar acuan untuk meningkatkan produktivitas tanaman budidaya bernilai jual tinggi,” tutup Pembina Formasigen sekaligus Dosen pembimbing, Ganies Riza Aristya, S.Si., M.Sc.
Karya fullpaper hasil kolaborasi Dosen Fisiologi Hewan, Dra. Mulyati, M.Si. bersama mahasiswanya Lasmini Syariatin (Biologi 2015) mendapatkan Award sebagai Best Paper pada acara The 2nd Health Science International Conference (HSIC) 2019. Acara tersebut diselenggarakan pada hari Sabtu, 5 Oktober 2019 di Aula GBK IV Lt.9 Kampus III Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jawa Timur. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 200 peserta dan 60 orang diantaranya adalah sebagai presenter. Kegiatan publikasi ini merupakan bagian dari hibah Rekognisi Tugas Akhir (RTA) Tahun 2019 dengan ketua Dra. Mulyati, M.Si.
Kegiatan HSIC merupakan kegiatan rutin yang diadakan oleh Fakultas Ilmu Kesehatan UMM Tema konferensi HSIC 2019 adalah Inovasi terbaru dalam Praktek Kesehatan, Pendidikan, dan Penelitian yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas perawat melalui ilmu kesehatan dengan intervasi dan inovasi yang terbaru. Topik fullpaper yang dipilih Mulyati dan Lasmini Syariatin dalam HSIC 2019 ini adalah mengenai Ilmu Kesehatan Dasar dengan judul “Effect of Arthrospira maxima Setchell et Gardner and Chlorella vulgaris Beijerinck on The Erythrocyte and Thrombocyte Profile of Hyperglycemia (Rattus norvegicus Berkenhout, 1769) Wistar Strain”. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai acuan bagi para praktisi ilmu kesehatan terutama dalam menuntaskan permasalahan diabetes mellitus. Selain itu, juga diharapkan penelitian ini dapat memotivasi masyarakat dalam memanfaatkan bahan alam yang melimpah di Indonesia.
(23/10)
Dalam malam Penghargaan Insan Berprestasi UGM 2019 yang dihadiri oleh sejumlah mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan dan alumni, dihadirkan beberapa kategori penghargaan meliputi, mahasiswa berprestasi, dosen berprestasi, pustakawan terbaik dan beberapa kategori bidang penelitian. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc. peneliti Anggrek Fakultas Biologi meraih penghargaan dalam kategori paten terbaik 2019. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc. merupakan pakar Anggrek Indonesia dengan rekam jejak penelitian mengenai konservasi dan pengembangan teknik budidaya Anggrek Indonesia selama kurang lebih 20 tahun.
Mengawali penelitian Anggrek Indonesia semenjak tahun 2001, setelah menuntaskan studi di Jepang, Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc. fokus dalam penerapan teknik transformasi genetik dan identifikasi fungsi gen-gen tertentu pada tanaman dengan metode insersi gen. Diawal penelitian tanaman model yang digunakan adalah spesies tanaman subtropis Arabidopsis thaliana. Dengan penyesuaian terhadap tanaman asli Indonesia dan berbekal pengetahuan mengenai teknik transformasi genetik maka Dr. Endang Semiarti M.S., M.Sc. dibawah bimbingan Prof. Muso memilih Anggrek sebagai tanaman model yang tepat untuk dikembangkan di Indonesia. Prof. Muso sendiri merupakan pakar kultur jaringan tumbuhan dan pendiri Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI). “Teknik transformasi genetik pada Anggrek menggunakan gen ES2 dan NAT1 dengan medium kultur menunjukkan pertumbuhan optimal,” tutur Dr. Endang Semiarti M.S., M.Sc.
Keberhasilan aplikasi transformasi genetik pada Anggrek dilanjutkan dengan kolaborasi penelitian internasional terutama peneliti Jepang. Beberapa grant penelitian berhasil didapatkan dengan luaran pertama berbentuk publikasi mengenai transformasi genetik Anggrek pada jurnal internasional di tahun 2007. Karakteristik Anggrek sendiri yaitu memiliki protocorm (embrio anggrek) dengan banyak biji namun tidak memiliki endosperma sehingga dikulturkan menggunakan medium tumbuh. “Metode yang digunakan menggunakan protocorm utuh (intact protocorm) dilengkapi dengan medium kultur. Metode ini dikembangkan dengan tujuan mempersingkat jangka waktu pertumbuhan, dimana umumnya menggunakan kalus. Keberhasilan insersi gen ditunjukkan dengan observasi pertumbuhan transforman sebesar ±1,7% yang masih tergolong kecil,” terang Dr. Endang Semiarti M.S., M.Sc. Metode tersebut dipatenkan pada tahun 2009 di World Intellectual Property Organization (WIPO). Peningkatan efisiensi insersi pada tanaman transforman lebih tinggi meski masih tergolong rendah. Penggunaan intact protocorm merupakan inovasi baru dimana pada umumnya insersi gen dilakukan pada kalus dengan resiko rentan mutasi dan memakan waktu lama. “Penggunaan intact protocorm dan gen NAT1 menghasilkan satu biji dengan banyak embrio sehingga dapat dikatakan sangat potensial bagi upaya konservasi dan pengembangan Anggrek budidaya,” tutur Dr. Endang Semiarti M.S., M.Sc. Terobosan terhadap metode dalam paten sebelumnya didapatkan dengan penambahan ekstrak tomat dan air kelapa. Penambahan tersebut meningkatkan efisiensi transformasi genetik sebesar 10 kali lipat atau ± 17%. “Kandungan Likopen pada tomat dan air kelapa yang mengandung beberapa hormon dan protein dapat meningkatkan efisiensi pertumbuhan. Protocorm tumbuh jauh lebih cepat dan responsif dengan peningkatan 10x lipat,” tutur Dr. Endang Semiarti M.S., M.Sc.
Terobosan tersebut dipatenkan tahun 2014 dengan harapan dapat mendukung konservasi dan budidaya Anggrek, khususnya spesies Anggrek endangered atau langka di Indonesia.
Dalam perjalanan penelitian mengenai Anggrek beberapa hambatan yang ditemui adalah banyaknya spesies Anggrek itu sendiri. Laboratorium Bioteknologi sendiri menggunakan Phalaenopsis amabilis, spesies Anggrek asli Indonesia serta beberapa Anggrek dengan status endangered atau langka. Penggunaan beberapa metode terbaru salah satunya CRISPR-Cas9 diharapkan dapat meningkatkan efisiensi transformasi dan gene editing pada Anggrek.
Beberapa hal yang menjadi fokus perhatian dalam diskusi tersebut salah satunya adalah pengembangan teknik transformasi yang lebih mudah dan akomodatif. Disamping itu juga keberlangsungan penelitian Anggrek Indonesia oleh peneliti-peneliti muda, khususnya Fakultas Biologi UGM. Penerimaan masyarakat Indonesia terhadap tanaman Anggrek hasil transformasi diharapkan akan semakin lebih baik. Dalam penuturannya Dr. Endang Semiarti M.S., M.Sc. mengungkapkan adanya kekhawatiran terhadap tanaman hasil transformasi genetik yang seharusnya dapat ditanggulangi dengan pemahaman yang lebih baik mengenai transformasi genetik. “Anggrek transformasi dapat dilepasliarkan secara luas dan tidak mengancam plasma nutfah Anggrek liar karena adanya segregasi,” tutur Dr. Endang Semiarti M.S., M.Sc.
Dalam penutup beliau turut memberikan beberapa tips bagi peneliti muda yang sedang atau akan memulai sebuah penelitian agar konsisten dan menikmati penelitiannya. “Enjoy!. Enjoy dengan landasan yang jelas, rancangan roadmap dan target capaian yang jelas. Ilmu berdinamika. Perkembangan keilmuan atau metode terbaru dapat dihubungkan dengan penelitian terkait. Sebagai contoh di bidang Anggrek sendiri teknik terbaru yang diaplikasikan adalah genome editing dengan CRISPR-Cas9. Jika ingin eksis dan mendalami suatu penelitian maka harus enjoy dan memulai dengan sesuatu yang jelas dan berlandaskan kuat bertujuan jelas dengan kajian dasar yang jelas. Bukan tanpa alasan, namun agar ketika publikasi atau menyebarkan informasi tersebut di masyarakat dapat diterima dan dipertanggungjawabkan,” tutur Dr. Endang Semiarti M.S., M.Sc.
Diharapkan akan lebih banyak paten yang dihasilkan dari hasil penelitian peneliti Fakultas Biologi UGM yang berdampak signifikan terhadap kemajuan Biologi dan Indonesia.
Enam Inovasi karya mahasiswa UGM berhasil meraih penghargaan di ajang bergensi WINTEX 2019. Dalam kegiatan yang diselenggarakan Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA), 9-12 Oktober 2019 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) itu UGM meraih 4 medali emas dan 2 medali perak. Ajang ini diikuti 1.100 inovator dari 18 negara di dunia. Kegiatan selama satu minggu tersebut meliputi expo dan penjurian serta awarding pada hari terakhir.
Pada kegiatan tersebut Aisya Fitri Abdillah (Biologi 2016) bersama dengan Andika Prima Sandi (Teknik Fisika 2015), Haris Hendrik (Silvikultur 2017), Al Sahril (Pembangunan Wilayah 2016), dan Ahmad Zaini Pratama (Teknologi Informasi 2016) sukses mendapatkan medali emas atas inovasi IoTanam: Smart Urban Farming.
IoTanam merupakan platform yang terintegrasi sebagai sebuah teknologi pertanian presisi yang dilengkapi dengan Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) untuk monitoring dan mengontrol serta memberikan rekomendasi penanggulangan jenis penyakit tanaman berbasis hidroponik dan agroforestri secara real time.
Pengembangan IoTanam berawal dari keprihatinan terhadap besarnya pembukaan lahan yang menyebabkan terjadinya degradasi hutan dan deforestasi serta minimnya lahan untuk melakukan aktivitias pertanian. Platform tersebut dikembangkan dengan sejumlah fitur, yaitu mentor, pengendali debit air dan nutrisi tanaman, sistem rekomendasi, serta pengisian air dan nutrisi otomatis.
Selain itu, juga dilengkapi dengan IoT untuk mengontrol dan memonitor suhu, kelembapan, suplai air, dan tinggi air dalam tandon. Kemudian AI untuk mendeteksi jenis penyakit tanaman dan rekomendasi penanggulangan jenis penyakit. Dengan IoTanam ini kita bisa memantau kegiatan agroforestri dari jarak jauh dan mengatur suplai air, kelembapan, derajat keasaman tanah secara otomatis bahkan ketika sedang berada di luar kota.
Universitas Gadjah Mada berhasil meraih juara kembali di ajang Lomba Poster Ilmiah Nasional 2019 yang diadakan oleh UKMF LIMLARTS Universitas Negeri Yogyakarta. Kali ini yang mewakili menjadi juara adalah kolaborasi tim dari Mahasiswa Biologi dan MIPA (Fisika). Acara lomba tersebut dilaksanakan pada tanggal 5 Oktober 2019.
Lomba Poster Ilmiah Nasional ini sudah dilakukan selama 3 kali. Pada tahun 2019 ini mengangkat tema “Kreativitas Mahasiswa sebagai Upaya Mewujudkan Sustainable Development Goals 2030”. Presentasi Finalis diikuti oleh berbagai macam universitas/institusi yaitu UNY, UPI, UNESA, UNDIP, UPNV Yogyakarta, UGM, Universitas Teuku Umar, POLINEJ. Tim UGM yang berkolaborasi dari mahasiswa Biologi (Giyantolin) dan MIPA Fisika (Said Ahmad) mengambil subtema IPTEK dan SDGs 2030 pada bidang kesehatan. Kolaborasi yang dilakukan mendapatkan sebuah inovasi program pemberdayaan masyarakat melalui kesehatan dalam menanggapi permasalahan penyakit DBD yang selama ini masih menjadi masalah besar bagi Indonesia setiap tahunnya.
Berbagai penilaian yang meliputi deasin poster, cara presentasi, media yang dibawakan (prototype), penguasaan materi dan ketepatan waktu. Hasil penilaian saat pengumuman membuat Inovasi yang dibawakan tersebut menjadi juara 2 pada Lomba Poster Ilmiah Nasional #3 UNY 2019. Hal ini membuat Tim UGM bersyukur meraih juara tersebut, karena presentasi semua tim sangat memukau dan penilaian dari dewan juri yang sangat ketat. Hasil tersebut juga digunakan sebagai cambuk untuk lebih optimal lagi dalam mengikuti lomba selanjutnya.
(29/04)
Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam-Perguruan Tinggi (ONMIPA-PT) merupakan salah satu ajang bergengsi yang dilaksanakan oleh Pemerintah untuk meningkatkan minat dan daya saing mahasiswa di bidang MIPA. ONMIPA-PT memiliki 3 tahap seleksi yaitu seleksi tingkat universitas, wilayah, dan nasional. ONMIPA-PT tingkat nasional tahun ini diselenggarakan di Makassar, 26-29 April 2019. Ajang ini diikuti oleh 256 mahasiswa dari seluruh Indonesia, 64 diantaranya berkompetisi di bidang Biologi. Tiga mahasiswa Fakultas Biologi mewakili kontingen UGM untuk bidang Biologi. Mereka adalah Yustika Sari (Biologi 2017), Muhammad Malhan Amin (Biologi 2016), dan Ahmad Suyoko (Biologi 2015).
Tes dilaksanakan secara terpusat di Universitas Muslim Indonesia (UMI). Seleksi bidang Biologi dilaksanakan selama dua hari (27 dan 28 April) dengan 2 sesi tes setiap hari. Pertanyaan setiap sesi berjumlah 8 soal. Pertanyaan bersifat komprehensif yang mencakup materi Biologi Sel, Genetika, Anatomi dan Fisiologi Tumbuhan, Fisiologi Hewan, Sistematika, Ekologi, dan Evolusi. Excursion dilaksanakan setelah tes kedua hari kedua. Peserta ONMIPA-PT diajak menelusuri sejarah dan keindahan kota Makassar di Fort (Benteng) Rotterdam dan Pantai Losari.
Penutupan dan pengumuman juara dilaksanakan pada Senin, 29 April 2019. Duapuluh mahasiswa terbaik per bidang dinyatakan sebagai juara dengan 3 peraih medali emas (juara I), 5 peraih medali perak (juara II), 7 peraih medali perunggu (juara III), dan 5 honorable mention. Tiga mahasiswa Fakultas Biologi berhasil keluar sebagai juara. Medali emas disumbangkan oleh Yustika Sari. Sementara itu, medali perak disumbangkan oleh Muhammad Malhan Amin dan Ahmad Suyoko.
Berdasarkan wawancara yang dilakukan, ketiganya memiliki beberapa persamaan yang menjadikan mereka juara. Beberapa diantaranya adalah ketertarikan yang tinggi dalam mendalami ilmu Biologi sedari SD serta frekuensi keikutsertaan dalam ajang kompetisi bidang Biologi. Pengalaman inilah yang dapat diteladani oleh peserta/peminat di tahun selanjutnya.
Tradisi seorang juara adalah persiapan, kerjasama dan doa.
“Materi Biologi banyak banget maka mau tidak mau harus menyicilnya sedini mungkin”, ungkap Suyoko. Malhan mengungkapkan bahwa belajar dalam kelompok merupakan model yang ideal disertai pula dengan doa.
Ketika ditanya mengenai apakah usaha dapat dikalahkan dengan kemampuan dasar kognitif belaka Suyoko mengungkapkan bahwa kemampuan kognitif tidak menjadi faktor penentu utama. “Buktinya anak IBO tidak mendapatkan hasil yang cemerlang dalam laga ONMIPA disebabkan perbedaan sistem antara OSN atau IBO terhadap ONMIPA. Dari segi materi seharusnya lebih unggul dibandingkan saya ditambah faktor angkatan yang lebih muda”, pungkas Suyoko. Menurut Yustika kemampuan kognitif penting, namun dapat dilatih. “Saya rasa memiliki basic concept dan kemampuan analisis itu cukup penting. Tapi yang tak kalah penting adalah kemauan dan konsisten untuk mau melatih itu, saya yakin InsyaAllah bisa. Jangan mudah pesimis setiap orang memiliki cara belajarnya masing-masing. Mental dan fokus serta ketenangan saat menjawab soal hanya bisa didapatkan dengan berdoa dan beribadah, serta persiapan yang matang sebelumnya”, tutur Yustika.
Ketika ditanya mengenai arti penting kompetisi menurut Suyoko hal tersebut sangatlah penting sebab merupakan indikator kesuksesan seorang mahasiswa di bangku perkuliahan. Yustika menambahkan bahwa semua tergantung terhadap tujuan dan niat masing-masing mahasiswa. “Bagi saya, bukan hanya kompetisi tetapi juga mengikuti kegiatan/ajang lain di luar lingkup universitas itu penting, karena manfaatnya sendiri bukan hanya persoalan menang dan kalah tetapi juga pengalaman baru dan teman-teman dengan kelebihannya masing-masing, sebagai motivasi untuk terus belajar dan lebih baik lagi”, ungkap Yustika.
Menurut Yustika perlu adanya wadah atau perkumpulan untuk memfasilitasi mahasiswa dengan minat kompetisi di ajang ONMIPA. “Saya rasa saya ingin ada wadah untuk kami yang memiliki ketertarikan yang sama di ajang-ajang ini untuk berkumpul dan berdiskusi bersama, dan mungkin kami dapat menginisiasi terbentuknya hal ini di tingkat Fakultas Biologi. Hal ini didorong oleh banyaknya pertanyaan dari teman-teman yang memiliki ketertarikan namun merasa bingung harus memulai dari mana”, ungkap Yustika.
Mereka berpesan kepada mahasiswa UGM manapun yang akan mengikuti ONMIPA-PT 2020 khususnya untuk bidang Biologi agar dapat mempersiapkan diri sedini dan sebaik mungkin, memperbanyak membaca referensi, dan membiasakan diri berlatih mengerjakan soal baik soal-soal yang lalu ataupun soal sejenis.
International Conference on Science, Engineering & Technology – ICSET 2019 merupakan konferensi yang diselenggarakan oleh Researchfora bertempat di Village Changi Hotel, Singapura pada tanggal 2-3 April 2019. Tujuan konferensi ini adalah untuk mewadahi platform bagi mahasiswa, insinyur, ilmuwan, peneliti, dan akademisi untuk saling berbagi ilmu dan tren penelitian terkini mengenai sains dan teknologi.
Konferensi ini meliputi seminar dengan 1 keynote speaker dari Korea Selatan dilanjutkan dengan presentasi penelitian oleh para peserta dan diakhiri dengan sesi pengumuman “Best Paper” serta pembagian sertifikat. Dalam kesempatan tersebut dipilih 2 best paper dari penelitian yang dipublikasikan. Melalui konferensi ini, mahasiswa biologi mampu mengetahui cabang ilmu lain yang dapat dikaitkan dengan ilmu biologi.
Tim BiOSC mempublikasikan penelitian berjudul “Diversity of Orchid Species and Its Consevation Strategy on Karst Land in Mudal River Park Ecotourism, Kulon Progo, Yogyakarta” yang dipresentasikan oleh Amru Rizal Basri (BiOSC AD XII). Adapun anggota tim yang berangkat adalah Fauzana Putri (BiOSC AD X), Febri Yuda Kurniawan (BiOSC AD X) dan Nureni Dhuha Mustika (BiOSC AD XII). Penelitian ini dilakukan di bawah bimbingan Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc. Penelitian ini diharapkan mampu mengenalkan anggrek Yogyakarta dan usaha untuk melestarikan keberadaan spesies di alam dalam forum internasional.
Tim Mahasiswa Biologi berhasil meraih juara 1 dalam LKTI Nasional 4th Annual Biology Exhibition yang diselenggarakan pada tanggal 11 April 2019 di Universitas Negeri Medan, Sumatera Utara.
Pada lomba yang mengusung tema “Revitalisasi Peran Mahasiswa Dalam Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Untuk Mewujudkan Sustainable Development Goals di Era Revolusi Indusri 4.0”, tim yang mewakili Fakultas Biologi beranggotakan Faridatul Hidzroh (2015), Adib Fakhruddin Yusuf (2016), dan M. Fikri Al Rasyid (2016) yang ketiganya merupakan mahasiswa yang tergabung dalam Tim Peneliti Gama Melon dan Forum Mahasiswa Peneliti Genetika (Formasigen). Dalam lomba tersebut, Tim Biologi membawa karya tulis dengan judul “Pengembangan Budidaya Labu Susu dalam Upaya Meningkatkan Perekonomian dan Kemandirian Pangan Nasional”. Karya tulis kemudian disajikan dalam bentuk bentuk presentasi oral dan poster.
“Hasil penelitian yang digunakan untuk karya tulis ini sebenarnya merupakan penelitian dari Tim Gama Melon yang berada di bawah bimbingan Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. dan sudah dimulai sejak dari tahun 2017 dan masih dikembangkan hingga kini.” ungkap Farida (14/4).
Labu susu yang dikembangkan dalam penelitian ini merupakan hasil pemuliaan Tim Gama Melon Laboratoriun Genetika dan Pemuliaan Fakultas Biologi UGM serta telah dibudidayakan oleh Kelompok Tani Tunas Jaya di Madurejo, Sleman, Yogyakarta dalam skema Hibah Teknologi Tepat Guna.
“Labu susu ini masih memiliki 4 variasi bentuk buah yaitu pir/gitar, mangkuk, leher angsa dan paprika. Namun bentuk pir/gitar sebagai bentuk buah yang diharapkan menduduki persentase paling tinggi dari total populasi yaitu sebanyak 52%. Probabilitas bentuk pir dapat ditingkatkan dengan penggaluran murni menggunakan teknologi kastrasi-polinasi dan screen house yang berkelanjutan” ungkap Adib.
Labu susu yang potensial dan memiliki nilai jual yang tinggi memiliki karakter berbentuk pir/gitar, berwarna terang dengan tingkat kemanisan tinggi dan daya simpan buah yang lama.
“Sesuai dengan tema kegiatan ini, upaya pengembangan labu susu merupakan upaya dalam mewujudkan Sustainable Development Goals di Era Revolusi Indusri 4.0” pungkas Fikri.
“Harapan kedepannya mahasiswa biologi khususnya yang tergabung dalam Formasigen mampu menorehkan prestasi lain untuk mengharumkan nama Universitas Gadjah Mada dan Indonesia di kancah yang lebih tinggi” pesan Pembina Formasigen, Ganies Riza Aristya, S.Si., M.Sc.
(10/04)
Sebanyak 132 peserta dari sekitar 70 perguruan tinggi dari seluruh Indonesia mengikuti kegiatan Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT) Boot Camp 2019 yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) di Hotel Grand Mercure, Jakarta. Dari ribuan proposal dan serangkaian proses yang panjang, akhirnya hanya terpilih 5 pemenang dari UGM untuk mendapatkan pendanaan Hibah CPPBT tahun 2019, salah satunya diketuai oleh Dekan Fakultas Biologi UGM, Dr. Budi Setiadi Daryono M. Agr. Sc.
Agenda kegiatan selama CPPBT Boot Camp 2019 ini meliputi Seminar, Workshop, Inspirational Talk dan Success Story dari Calon PPBT yang berhasil naik kelas ke Program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT).“Pada pelatihan ini, banyak informasi didapatkan dari berbagai narasumber. Diantaranya mekanisme pendaftaran paten Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan produk, BPOM, sertifikasi halal, SNI, ijin edar pertanian dan sebagainya. Tentunya nanti bermanfaat dalam pengembangan produk dan bisnis yang dimiliki masing-masing inovator. Selain itu, dipelajari juga bagaimana cara untuk menyelesaikan permasalahan dan menciptakan peluang bisnis. Mulai dengan membuat thinking design, business model canvas dan business plan. Tiap peserta diuji dengan membuat Business Plan individu dan kelompok yang kemudian dipresentasikan dan mendapatkan penilaian dari juri Kemenristekdikti”, tutur Muhammad Alif Ishak, S.Si., perwakilan anggota tim peneliti Fakultas Biologi UGM.
Pada kesempatan tersebut, Tim Sebatik yang beranggotakan 9 peserta yang berasal dari UGM, UB, UNPAD, IPB dan UII yang diketuai oleh Muhammad Alif Ishak menjadi Juara I Presentasi Roadmap Kelompok Terbaik dengan membuat Platform “CATROL” Cathering Online. Latar belakang pembuatan platform daring ini adalah keresahan masyarakat terutama kaum ibu yang membutuhkan berbagai macam makanan untuk berbagai acara seperti meeting, arisan dll. Media ini merangkul berbagai macam katering terpilih dalam suatu aplikasi yang memiliki berbagai macam pilihan makanan, kualitas terjamin, praktis dan cepat sehingga dapat memenuhi memenuhi permintaan pelanggan.
Diakhir pelatihan, seluruh peserta Boot Camp CPPBT 2019 mengikuti acara Indonesia Startup Summit 2019 di Jakarta International Expo (JIExpo).
Temu Akbar Perusahaan Pemula Indonesia merupakan upaya dalam membuka jejaring antara startup dengan industri dan investor. Pelatihan ini diharapkan akan menumbuhkan semangat inovasi, kompetitif dan kolaboratf para inovator muda sehingga dapat bersaing di mancanegara. Tentunya diharapkan pula dapat mendukung perekonomian nasional Indonesia.
Mahasiswa sebagai agent of change, moral force, iron stock dan social control dituntut untuk kritis, kreatif, serta inovatif dalam menghadapi tantangan zaman di industri 4.0 ini yang berlandaskan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Untuk mewujudkan hal tersebut Universitas Negeri Padang mengadakan acara Gebyar Mahasiswa Bidikmisi Nusantara 2019 yang bertemakan “Optimalisasi Peran dan Fungsi Mahasiswa Bidikmisi dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0 Menuju Indonesia Emas 2045”. Acara tersebut terdiri dari Seminar Nasional dan Talkshow Inspiratif, Kompetisi Debat, Esai, Pidato, dan Cerita Inspiratif Mahasiswa tingkat Nasional. Hal ini diharapkan dapat memberikan motivasi bagi mahasiswa Bidikmisi untuk selalu aktif, kreatif, dan inovatif dalam pembangunan bangsa.
Dalam penyeleksian yang ketat Fakultas Biologi menjadi salah satun Finalis dan Mewakili UGM untuk perlombaan Cerita Inspiratif Mahasiswa Bidikmisi Nasional dengan membawa judul “hidupku untuk berkarya, matiku untuk menginspirasi”. Beliau adalah Avia Purnama Saputri atau sering dipanggil Avia. Avia mengambil judul ini karena beliau ingin sekali dalam hidupnya untuk selalu berkarya, dan diharapkan nantinya dapat menginspirasi bagi masyarakat Indonesia bahkan Dunia.
Pada perlombaan ini dilakukan dengan seleksi yang sangat ketat, dimana untuk tahap awal diseleksi dengan penulisan Cerita Inspiratif dan untuk tahap final dilakukan penilaian dari Video Inspiratif dan Wawancara. Pelaksaanan Final diselenggarakan di Universitas Negeri Pada pada tanggal 3-7 April dengan urutan acara seperti Technical Meeting, Final Kompetisi, Seminar, Field Trip, Penutupan dan Pengumuman.
Setelah dilakukan Final Kompetisi, Alhamdulillah mendapatkan hasil juara. Walaupun juara yang didapatkan hanya sebatas Harapan, namun tetap bangga karena pemilihan ini secara ketat dimana jumlah Finalis sebanyak 30 peserta dari berbagai macam Universitas seperti UMK Kudus, UNRAM, POLINES, Universitas Siliwangi, Universitas Sahid Jakarta, IPB, USU, UNP, UNJA, UT Banjarmasin, UNS, Universitas Bengkulu, UNNES, UNTIDAR, UNIMED, UIN Fatah Pelmbang, UII, IAIN SAS Babel, UB, UNRI, dan UIN Alauddin Makasar.
Dari hasil yang didapatkan Avia berpendapat bahwa “Ini mungkin sebagai evalusi saya untuk tetap berkarya dan lebih baik lagi serta bisa membanggakan bagi kampus tercinta dalam perlombaan kedepan”.
Conference of Indonesian Student Association in Korea CISAK adalah konferensi tahunan yang diselenggarakan oleh Persatuan Pelajar Indonesia di Korea Selatan (Perpika) sebagai wadah bagi para pelajar baik di dalam maupun di luar negeri untuk mempublikasikan hasil penelitiannya. Tahun 2019 merupakan kali ke-11 diadakannya kegiatan CISAK. Dengan mengangkat tema “Empowering National Innovation and Prosperity through Industry 4.0 in Indonesia”. CISAK 2019 dilaksanakan pada tanggal 30-31 Maret 2019 bertempat di Korea Maritime and Ocean University Busan, Korea Selatan
Kegiatannya mencakup : seminar dengan empat keynote speaker, presentasi paper terpilih secara oral, dan sharing session mengenai beasiswa dan perkuliahan Univeritas di Korea. Pada pembukaan acara, perwakilan Kedutaan Besar RI untuk Korea Selatan menyatakan bahwa CISAK merupakan sarana bagi generasi muda Indonesia untuk mempublikasikan karya-karya ilmiahnya dalam menciptakan solusi untuk memperbaiki permasalahan di tanah air tercinta dan meningkatkan inovasi bangsa dalam persaingan internasional.
Keynote Speaker dalam CISAK 2019 ini yaitu Prof.Tomi Suryo Utomo,S.H., LL.M,Ph.D yang merupakan Profesor Fakultas Hukum Universitas Janabadra Yogyakarta, Chusnul Tri Judianto, S.T yang merupakan kepala dari ICT Center of Indonesia National Institute of Aeronautics and Space, Jonathan Barki selaku Vice President of Corporate Strategy GOJEK, dan Muhammad Farras Bari Zain yang merupakan Co-Founder damoGO.co.kr
CISAK 2019 telah menerima ratusan paper dari berbagai bidang pada conference ini yaitu bidang digital social science, enterpreneurship & business, healthcare & pharmacy, fisheries & biology, social science & humanities, energy, food & agriculture, dan natural sciences & engineering. Setelah melalui tahapan seleksi, sembilan tim dari Fakultas Biologi UGM berkesempatan untuk mempublikasikan papernya secara oral. Sembilan tim tersebut merupakan perwakilan mahasiswa dari Laboratorium Ekologi yang diwakili oleh Ilham Cahyo Nugroho, Sevina Rahmi, dan Arisma Kusuma Dewi dengan Dr. rer.nat. Andhika Puspito Nugroho, S.Si.,M.Si sebagai dosen pembimbing. Selain itu terdapat perwakilan mahasiwa dari Laboratorium Sistematika Hewan yang diwakili oleh Chalvia Zuyyina dengan dosen pembimbing Rury Epilurahman, S.Si., M.Sc. Selain itu terdapat tim dari Kelompok Studi Kelautan (KSK) dari kelas keilmuan Algae yang terdiri dari Arisa Ayuda Prasmiasari, Nofita Ratman, dan Afifah Nur Aini Putri serta dari kelas keilmuan Ehinodermata yang terdiri dari Alfi Fathona Putri dan Septi Lutfiatun N.
Tim KSK, Laboratorium Ekologi, dan Laboratorium Sistematika Hewan mempublikasikan paper penelitiannya pada sesi oral presentation dengan judul masing-masing yaitu “Analysis of Pigment Concentration Common Macroalgae in the South Coast of Gunungkidul, Yogyakarta by Spectrophotometric Method” dan “Comparison of Macroalgae Abundance and Diversity in Intertidal Zone of Porok Beach, Gunungkidul between Two Seasons” yang merupakan paper dari kelas keilmuan Algae KSK. Paper dari kelas keilmuan Echinodermata KSK yang berjudul “ The Diversity of Echinoderms (Echinoidea, Ophiuroidea, and Holothuroidea) in Slili Beach, Gunungkidul, Yogyakarta. Paper dari Laboratorium Ekologi yang berjudul “Accumulation of Pb and Cu in Padina sp. at Tawang and Pidakan Beach, Pacitan, East Java” oleh Ilham Cahyo Nugroho, “ Bioapsorption of Copper (Cu) from Silver Industrial Wastewater Using Chitosan” oleh Sevina Rahmi, dan paper “Bioapsorption of Silver (Ag) in Silver Industrial Waste Using Chitosan” oleh Arisma Kusuma Dewi. Sedangkan paper dari Laboratorium Sistematika Hewan yang berjudul “ Diversity of Biota Marine in Intertidal Zone of Reudeup Beach, Nasi Island, Aceh Besar” oleh Chalvia Zuyyina
Diharapkan paper yang telah dipublikasikan oleh mahasiswa Fakultas Biologi UGM pada CISAK tersebut dapat memberikan manfaat, baik secara ilmiah maupun kepada masarakat. Karena pada hakikatnya, mahasiswa merupakan agen penerus bangsa yang akan menjadi problem solver dan inovator untuk memajukan bangsa Indonesia. (Arisa Ayuda P dan Alfi Fathona P).
MIPA EXPO yang di selenggarakan oleh FMIPA Universitas Riau merupakan rangkaian acara yang ditujukan bagi siswa-siswi SMA sederajat se-Sumatra dan mahasiswa seluruh Indonesia. Acara ini terdiri dari beberapa kategori yaitu Academic Competition dan Artfest Competition. Academic Competition terdiri dari Olimpiade Sains Mahasiswa tingkat Nasional, Olimpiade Sains Siswa regional se-Sumatra, Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional, Essay Nasional, dan Pesona Sains Siswa regional se-Sumatra. Olimpiade Sains Mahasiswa terdiri dari bidang Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, dan Ilmu Komputer.
Olimpiade Sains Mahasiswa dilaksanakan dalam beberapa tahap yaitu Penyisihan secara online, Semifinal, dan Final. Penyisihan online dilaksanakan secara serentak untuk semua bidang pada tanggal 19 Februari 2019, sedangkan babak Semifinal dan Final dilaksanakan pada tanggal 17 dan 19 Februari 2019 di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Riau. Setelah tahap Penyisihan online, empat Mahasiswa menjadi perwakilan Universitas Gadjah Mada di tahap Semifinal dan Final, dua diantaranya merupakan mahasiswa dari Fakultas Biologi yaitu Ahmad Suyoko dan Muhammad Malhan Amin yang mengikuti Olimpiade Sains Mahasiwa bidang Biologi. Dua mahasiwa lainnya yaitu Muhammad Roihan Munajih dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan mengikuti Olimpiade Sains Mahasiwa bidang Kimia dan Muhammad Ihsan dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam mengikuti Olimpiade Sains Mahasiwa bidang Matematika. Semua juara perbidang diumumkan pada puncak acara yang diselenggarakan pada tanggal 21 Februari 2019. Dalam ajang ini Ahmad Suyoko meraih juara 1 bidang Biologi, sedangkan Muhammad Malhan Amin meraih juara 3 bidang Biologi. Dua mahasiswa UGM lainnya yaitu Muhammad Roihan Munajih meraih juara 1 di bidang Kimia dan Muhammad Ihsan meraih juara 1 di bidang Matematika.
“Kami bersyukur bisa meraih predikat juara. Semua ini bukan sekedar hasil kerja keras kami, namun juga ada peran serta semua pihak yang ikut mendoakan kami dan Allahlah yang menentukannya”, ujar mereka. Menurut mereka, kunci untuk menjadi juara adalah selalu berusaha keras dan tidak lupa untuk selalu berdoa dan mengharapkan hasil terbaik kepada Allah SWT.
Dalam wisuda Periode II Februari 2019 lalu, Akrima Syahidah, S.Si. merupakan wisudawati dengan IPK tertinggi yaitu 3,83 dengan jumlah SKS 146 dan masa studi 4 tahun 4 bulan. Pencapaian prestasi akademik yang tinggi ini patut diteladani sebab tingkat kesulitan perkuliahan di Fakultas Biologi yang tergolong tinggi. Perkuliahan di Fakultas Biologi terdiri atas SKS yang padat dan praktikum serta laporan praktikum yang pengerjaannya membutuhkan urat baja dan manajemen waktu yang mumpuni. “Bukan Biologi jika tidak ada laporan praktikum”, tutur Dr. Budi Setiadi Daryono M.Agr.Sc. dalam sambutan beliau selaku Dekan Fakultas Biologi UGM (20/02).
Dalam kesempatan kali ini Akrima Syahidah, S.Si. akan berbagi pro-tips kiat dalam bermanuver menghadapi lika-liku proses akademik sembari aktif dalam kegiatan organisasi. Pertanyaan dibuka dengan How in the world that you do that?. ”Pertama, buat to do list dan berkomitmen. Buatlah to do list untuk 1 pekan kedepan untuk dapat mencakup sekian banyak kegiatan, deadline tugas, laporan, kuliah dan agenda di luar perkuliahan. Setelah membuat to do list, buatlah skala prioritas untuk mengukur fleksibilitas pengerjaan tugas”, ujar Akrima Syahidah, S.Si.
Tentunya beberapa diantara mahasiswa mungkin telah membuat to do list mereka masing-masing, namun pencapaian akademik yang didapatkan masih bersifat relatif dan tergantung terhadap komitmen masing-masing. Ketika ditanya mengenai cara menjaga komitmen terhadap to do list yang dibuat, Akrima Syahidah, S.Si. mengatakan semua hal memiliki konsekuensi. “Titik kesadaran dimana jika tidak dikerjakan hari ini akan ada efek atau konsekuensi terhadap agenda lain dalam to do list tersebut. Bukan berarti saya tidak pernah menjadi deadliner, namun saya selalu berusaha untuk mengikatkan komitmen terhadap suatu pekerjaan diantaranya menjadi asisten laboratorium yang terkait dengan topik skripsi yang saya pilih. Hal ini saya rasakan sangat membantu untuk meningkatkan fokus dan secara tidak langsung menjadi arena dalam mengasah kemampuan dalam materi tersebut. Selain itu salah satu faktor yang mendukung yaitu menemukan gaya belajar yang tepat. Saya sendiri mengandalkan tulisan sendiri dalam belajar melalui catatan perkuliahan dan ringkasan. Saya juga menerapkan aturan jeda per 30 menit dalam mendengarkan dan menyimak suatu materi perkuliahan, sebab 30 menit adalah batasan waktu belajar saya. Dalam menghadapi ujian sendiri saya memberdayakan list pertanyaan yang saya buat dan jawab secara mandiri, bisa dibilang ini trik dalam mengantisipasi pertanyaan dalam ujian sesuai dengan materi catatan yang saya miliki”, tutur Akrima Syahidah, S.Si.
“Yang terpenting berdoa sembari berusaha dan dukungan dari orang tua”, tutup Akrima Syahidah, S.Si.
Akrima Syahidah, S.Si sendiri aktif dalam berbagai organisasi baik di dalam Fakultas ataupun di luar Fakultas. “Penyesuaian waktu harus lebih ekstra. Cepat tidaknya lulus dan menjaga keseimbangan antara organisasi dan perkuliahan tergantung terhadap setiap orang. Saya sendiri masih dikuasai oleh tingkat kemalasan yang tinggi. Keputusan terletak dalam pilihan masing-masing individu dalam menyesuaikan perkuliahan dan organisasi. Jika sudah memilih maka harus konsekuen dan tidak menyesal”, tutur Akrima Syahidah, S.Si.
Pernah patah semangat? , tidak hanya malas. “Patah semangat sih tidak, hanya rasa malas hingga menjadikan organisasi sebagai tempat pelarian, kuliah hambar dan datang untuk presensi saja. Tapi kembali lagi kepada tekad yang kuat dari masing-masing orang. Rasa malas dimiliki setiap orang dan itu manusiawi”, tutur Akrima Syahidah, S.Si.
Lanjut S2?, tunggu beasiswa atau biaya mencukupi. “Keinginan melanjutkan studi S2 tentu ada namun ingin mengandalkan uang hasil kerja sendiri atau beasiswa”, tutur Akrima Syahidah, S.Si.
Matkul dan Dosen Favorit?, banyak. ”Matkul favorit sendiri banyak namun yang mungkin kurang bisa kupahami adalah evolusi dan mikrobiologi. Semua dosen berperan banyak dalam pencapaian saya namun yang paling berkesan adalah Ibu Wawien sebagai dosen pembimbing seminar yang sabar dan tekun mengajari dari nol seembari memperluas wawasan”, tutur Akrima Syahidah, S.Si.
Pencapaian akademik yang dicapai oleh Akrima Syahidah, S.Si seharusnya dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi mahasiswa/i yang sedang berkutat dengan perkuliahan dan organisasi. “Tiada hasil yang mengkhianati proses”, tutup Thomi Asy’ari, S.Si.
Peningkatan mutu publikasi penelitian baik mahasiswa, dosen dan peneliti turut ditentukan oleh tata kelola jurnal yang baik. Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology (JTBB) Fakultas Biologi UGM menjadi bagian dari upaya peningkatan tersebut. Terbukti dengan diraihnya peringkat akreditasi Sinta 2 berdasarkan Surat Keputusan Peringkat Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode III 2018 Kemeristekdikti.
Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology (JTBB) Fakultas Biologi resmi diluncurkan tahun 2016. Periode terbitan elektronik jurnal ini setiap bulan April, Agustus dan Desember dengan jumlah judul tiap terbitan sebanyak lima artikel berbahasa Inggris. Implementasi dan inisiasi penggunaan bahasa Inggris sendiri merupakan upaya peningkatan kualitas dan jangkauan artikel yang diterbitkan. Seperti yang diungkapkan oleh Chief Editor JTBB Dr. Miftahul Ilmi M.Si “penggunaan bahasa Inggris sebagai upaya peningkatan kualitas jurnal Indonesia sesuai visi yang ditetapkan oleh Kemenristekdikti”. Diseminasi penggunaan bahasa Inggris sendiri juga sebagai upaya peningkatan kapabilitas penulis artikel ilmiah.
Tata kelola jurnal bersifat vital bagi perkembangan sebuah jurnal. Sebagai salah seorang inisiator jurnal ini Dr. Miftahul Ilmi M.Si mengungkapkan “tata kelola yang benar akan berujung pada akreditasi yang tinggi”. JTBB menggunakan Open Journal System yang dapat diakses dan dibaca secara luas melalui media elektronik. “Tren yang terjadi umumnya orang mengakses jurnal melalui perangkat elektronik”, tutur beliau.
Fokus dan cakupan JTBB spesifik dengan sasaran keanekaragaman biodiversitas dan perkembangan bioteknologi region Asia Tenggara. Jurnal yang telah terindeks dalam Directory Open Access Journal (DOAJ) semenjak April 2018 ini berada di bawah Badan Penerbit dan Publikasi (BPP) UGM. BPP UGM berperan dalam memfasilitasi publikasi, pendaftaran digital object identifier (doi) dan web hosting. Fasilitas ini seharusnya dapat mendorong jurnal-jurnal di UGM untuk dapat meraih akreditasi tinggi.
Dalam wawancara tersebut terdapat beberapa permasalahan yang menjadi evaluasi perbaikan manajemen kelola jurnal. Permasalahan etik penulis menjadi fokus utama perbaikan tersebut. “Perdebatan mengenai waktu tunggu sebuah artikel untuk ditindaklanjuti sedang dirancang oleh dewan editor. Kasus yang pernah terjadi adalah ketika tidak ada pemberitahuan dari penulis ternyata artikel tersebut telah terdaftar di jurnal lain”, tutur beliau. Permasalahan etik ini seharusnya menjadi perhatian bersama terutama oleh penulis.
Ketika ditanya mengenai visi kedepannya Dr. Miftahul Ilmi M.Si menuturkan rencana untuk menjalin kerjasama dengan beberapa peneliti dari universitas luar untuk berpartisipasi sebagai dewan editor. “Kerjasama yang telah terjalin antara Fakultas Biologi UGM dengan beberapa universitas luar diantaranya UTHM Malaysia, Murdoch University Australia dan National University of Taiwan diharapkan mampu meningkatkan kualitas editorial JTBB. Langkah yang dapat dilakukan dengan rekrutmen peneliti atau dosen muda sebagai bagian dari dewan editor”, tutur beliau.
Sebagai penutup Dr. Miftahul Ilmi M.Si mengungkapkan beberapa kiat bagi penulis yang ingin mendaftarkan jurnalnya di JTBB. Diantaranya validitas penelitian, ketepatan penggunaan bahasa Inggris dan pemahaman fokus dan cakupan jurnal. “Tulislah artikel dalam bahasa Inggris, tidak dalam bahasa Indonesia lalu diterjemahkan menjadi bahasa Inggris untuk meminimalisir ambiguitas bahasa”, tutur beliau.
Turnamen futsal dosen dan pegawai UGM dalam rangka peringatan Dies Natalis UGM ke-69 2018 diadakan di Gelanggang Mahasiswa hari Rabu (19/12/18).
Dalam turnamen tersebut Fakultas Biologi mengirimkan kloter pemain terbaiknya untuk berkompetisi. Tim Fakultas Biologi UGM diantaranya Luthfi Nurhidayat, Eka Mega Sempurna, Ngadi, Nasta’in, Dwi Nuryanto dan Mulyono.
Fakultas Biologi berkompetisi di babak semifinal namun dikandaskan oleh tim Bolo Kurowo WRP2M dengan skor 2-0. Dalam perebutan juara ketiga Biologi (Hijau) vs FEB (Oranye) terjadi pertarungan sengit, balas membalas kedudukan terjadi hingga babak akhir pertandingan. Perolehan skor di babak pertama diungguli oleh Fakultas Biologi dengan skor 3-2. Kurun waktu 15 menit di babak kedua dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh tim FEB untuk membalik perolehan skor. Skor hingga akhir babak kedua akhirnya imbang 5-5 dengan gol yang dicetak Luthfi di menit-menit akhir.
Penentuan juara akhirnya dilanjutkan dengan adu penalti. Dalam adu penalti akhirnya Fakultas Biologi harus puas di posisi keempat dengan skor akhir 9-8 untuk FEB.
Sportivitas yang tinggi dijunjung oleh masing-masing tim. Tidak lupa dukungan dari suporter Biologi yang kerap kali dihiasi gelak tawa, menjiwai kemeriahan turnaman tersebut.
https://youtu.be/SZXHp1yeQ80
Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) 2018 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaaan tanggal (5 s/d 9 Desember 2018) kemarin turut dihadiri oleh Presiden Joko Widodo. Kongres Kebudayaan Indonesia 2018 yang bertajuk Berkepribadian dalam Kebudayaan tersebut diisi oleh penampilan paduan suara pemuda pemudi Indonesia, Gita Bahana Nusantara (GBN) angkatan 2015, 2016 dan 2017. KKI sendiri diadakan dengan tujuan pemajuan kebudayaan dalam rangka Undang-Undang No. 5/2017 untuk meningkatkan ketahanan dan kontribusi budaya Indonesia.
Viola Fedriana S. yang akrab disapa Viola sendiri menjadi solis dengan membawakan lagu Simfoni Raya ciptaan Guruh Soekarno Putra. Viola adalah anggota GBN angkatan 2015. Setelah melalui proses seleksi dan latihan yang cukup singkat Viola dapat membawakan lagu tersebut dengan sangat baik. “Proses latihan solo sangat singkat untuk menghapal lirik, mempersiapkan mental dan sebagainya. Tapi Puji Tuhan tugas dapat terlaksana dengan baik”, tutur Viola.
Tentunya pencapaian ini sangat membanggakan baik bagi Viola, Fakultas Biologi UGM dan Gita Bahana Nusantara (GBN). Tetap berprestasi dan torehkan pencapaian yang gemilang.
Pemajuan dan pelestarian kebudayaan Indonesia merupakan tanggung jawab kita bersama sebagai sebuah bangsa yang besar “Sadarlah Hatinya, Sadarlah Budinya, untuk Indonesia Raya”-bait dua Indonesia Raya.
Pekan Olahraga dan Seni Universitas Gadjah Mada (Porsenigama) 2018 diselenggarakan pada tanggal 20 Oktober hingga 2 Desember yang terdiri atas 28 cabang lomba.
Fakultas Biologi UGM berpartisipasi dalam 23 cabang lomba. Menurut Ketua Departemen Minat dan Bakat BEM Biologi UGM perolehan tahun ini didominasi oleh cabang perorangan seperti karate, panahan, judo dan cabang perorangan lain.
Medali Emas Biologi diraih oleh Ainurrizqi angkatan 2017 yang meraih Juara I dalam cabang beladiri Judo. Medali Perak yang diraih Biologi berjumlah 3 medali dari beberapa cabang lomba yaitu beladiri pencak silat, karate dan panahan.
Dalam cabang beladiri pencak silat Biologi diwakili oleh Ahmad Asrofi Ahnaf angkatan 2018 berhasil meraih medali perak dalam kategori tanding kelas B putra. Dalam cabang karate Ainurrizqi dan Innovatyandra P. angkatan 2016 berhasil meraih medali perak dalam kategori enbu putra-putra. Dalam cabang panahan Yakini Al Khaaliq angkatan 2017 berhasil meraih medali perak dalam kategori 30 meter perorangan putra.
Fakultas Biologi UGM mendulang medali perunggu dari cabang lukis, pencak silat, panahan dan vokal grup. Dari cabang lukis Biologi diwakili oleh Maura Indria M. angkatan 2018 meraih medali perunggu. M. Fauzan Adhim angkatan 2018 meraih medali perunggu dari cabang pencak silat kategori tanding kelas D putra. Yakini Al Khaaliq angkatan 2017 meraih medali perunggu dari cabang panahan dalam kategori aduan putra. Meraih perunggu turut diraih oleh vokal grup Fakultas Biologi UGM yang terdiri atas 11 anggota yaitu Sas Retno D. (2015), Viola Fedriana (2015), Anggoro Chandra (2016), Alfisyahrin H. (2016), Aditiana V. G. (2016), Destrian Ramadhandhi (2018), Hilda Tamara (2018), Maria Bernadeth T. (2018), Cintya Sekar (2018), Moses A. Polela (2018) dan Ani Fitriyani (2018).
Ketua Dep. Minkat BEM Biologi UGM Amadea Risanggita Kinanthi mengungkapkan bahwa prestasi yang diraih tidak dapat dikatakan naik/turun disebabkan adanya beberapa cabang yang tahun lalu mendapatkan medali namun tahun ini tidak membuahkan medali. “Kita belum dapat mempertahankan prestasi di satu cabang karena belum terlalu konsisten terkait masalah latihan bersama”, tutur Amadea Risanggita Kinanthi.
Departemen Minat dan Bakat telah memfasilitasi latihan bersama, namun kendala yang dihadapi adalah mengatur jadwal latihan bersama dan kedisiplinan dalam mengikuti jadwal latihan. “Kami Minkat ingin menetapkan target misalnya tiap mau lomba diawali dengan latihan minimal sebulan sebelumnya”, tutur Amadea Risanggita Kinanthi. Tambah Gita permasalahan klasik yang timbul adalah jadwal praktikum yang berbeda sehingga mengurangi jadwal pertemuan untuk latihan bersama.
Kedepannya diharapkan akan ada pelatih yang difasilitasi oleh fakultas, “untuk cabang tari, pasti menggunakan jasa pelatih, namun untuk cabang olahraga lain kami mengandalkan alumni untuk masalah sparring dan latihan teknik”, tutur Amadea Risanggita Kinanthi.
Prestasi yang berhasil diraih patut diapresiasi dan diharapkan evaluasi yang dihasilkan dapat menemukan solusi yang kreatif untuk semakin meningkatkan perolehan medali Fakultas Biologi di tahun-tahun selanjutnya.
Mia Risliana Putri mahasiswi Fakultas Biologi UGM berhasil meraih juara ketiga dalam Festival Batik Dies Natalis ke-69 UGM pada tanggal 1-2 Desember 2018. Acara tersebut terselenggara atas kerjasama antara Dharma Wanita Persatuan UGM dan Griya Batik Lestari.
Akrab disapa dengan Mia, keikutsertaannya dalam Lomba Peragaan Kain Batik Mahasiswi 2018 tersebut sebagai Duta Biologi UGM. Mia memperagakan 5 batik Nusantara dengan kriteria penilaian yaitu tata rias wajah dan rambut, keserasian busana, pembawaan/cara berjalan dan cara membawa atau memperagakan kain batik.
Mia Risliana Putri meraih juara ketiga dari 19 peserta yang berpartisipasi di dalam lomba tersebut. Peserta tersebut berasal dari Fakultas, Sekolah Vokasi dan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada. Mia melalui penjurian yang ketat dari tanggal 1 Desember 2018 dan turut tampil dalam Fashion Show yang diselenggarakan pada tanggal 2 Desember 2018. Tujuan dari lomba tersebut sendiri untuk mengembangkan budaya penggunaan batik dalam kehidupan sehari-hari sebagai upaya memperkenalkan batik. Batik sebagai karya bangsa dapat dilestarikan dari generasi ke generasi. Ketika ditanya mengenai pengembangan batik Indonesia kedepannya “harapannya semua generasi dapat mengenal batik, bangga menggunakan batik dan mau belajar melestarikan batik sehingga tidak ada klaim dari negara lain”, jawab Mia.
Ketika ditanya mengenai perkembangan motif batik dan pandangannya sebagai mahasiswi Biologi dalam pengimplementasian motif biologis/organik seperti Batik Histo Ikan menurut Mia, batik memiliki nilai-nilai kreativitas yang tinggi dengan semakin berkembangnya kreativitas seseorang maka motif yang dihasilkan jumlahnya tak terhingga sehingga keragamannya meningkat. “Motif organik sudah diterapkan baik di motif batik terdahulu hingga sekarang, sebab tumbuhan dan hewan memiliki keberagaman yang tinggi, contohnya bunga beraneka jenis yang menginspirasi seniman batik. Saya sendiri lebih menyukai batik dengan motif organik sebab tingkat kemenarikannya dari segi pola lebih tinggi”, tutur Mia.
Dalam Malam Anugerah Insan Universitas Gadjah Mada Berprestasi pada tanggal 14 November 2018, selain mahasiswa terdapat pula prestasi membanggakan yang ditorehkan oleh dosen dan tenaga kependidikan civitas akademika UGM.
Fakultas Biologi UGM pada berhasil menorehkan penghargaan yaitu Dr. Slamet Widianto, S.Si., M.Sc., Siti Nurleily Marliana, S.Si., M.Sc., Ph.D. dan Rusna Nur Aini, A.Md.
Dalam acara tersebut Dr. Slamet Widianto, S.Si., M.Sc. (Dosen dari Lab. Fisiologi Hewan Biologi) mendapatkan penghargaan sebagai Koordinator Wilayah KKN PPM UGM Terbaik, Dr. Siti Nurlaely (Dosen dari Lab. Ekologi Biologi) sebagai Pengelola Jurnal Terbaik (Indonesian Journal of Biotechnology) dan Rusna Nur Aini, A.Md. (Pustakawan Biologi) sebagai Pustakawan Terbaik UGM.
Ibu Rusna Nur Aini, A.Md. mendapatkan penghargaan dalam kategori pustakawan terbaik I berprestasi UGM. Dalam wawancara diungkapkan bahwa penghargaan tersebut didapatkan dengan melalui sejumlah tahapan yaitu ujian tertulis, wawancara, dan presentasi karya inovasi. Inovasi yang dijawarakan oleh Ibu Rusna sendiri yaitu tenaga pustakawan volunteer (Library Volunteer). Pustakawan volunteer berasal dari mahasiswa dilatarbelakangi oleh kurangnya SDM pustakawan yang ada. Kegiatan perpustakaan yang padat seperti sosialisasi awal tahun dan pelayanan harian, membutuhkan SDM yang banyak. Setelah melalui tahapan seleksi administrasi, tes tertulis dan presentasi akhirnya berhasil meraih juara pertama.
Tentang visi lanjutan dari program Library Volunteer “library volunteer akan meningkatkan softskill mahasiswa yang berasal dari ragam angkatan dengan 2017 angkatan termuda, di tahun kedua diharapkan akan terdapat peningkatan mutu manajemen perpustakaan serta SDM perpustakaan”, ujar beliau.
Motivasi yang disampaikan oleh beliau bahwa “kontribusi yang bisa dirasakan oleh institusi atau masyarakat luas sangat penting, kerja untuk ibadah maka rejeki akan mengikuti jadi orang yang bermanfaat dimanapun kita berada”, pesan beliau.
Dalam rangkaian Fisheries Week 5.0 Universitas Padjajaran mengadakan berbagai lomba yang salah satunya adalah Lomba Karya Tulis Ilmiah Fiscience 2018, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menuangkan pemikiran sesuai standar penulisan jurnal ilmiah. Dengan kegiatan tersebut diharapkan mampu mengantarkan peserta kepada keterampilan atau kemahiran menulis. Dari seluruh pendaftar, dipilih 5 karya terbaik untuk mengikuti seleksi tahap selanjutnya, dan kemudian dipilih 3 karya terbaik yang diundang dan mempresentasikan hasil karya tulis di depan juri, sekaligus menentukan posisi kejuaraan. Final Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Fiscience 2018 tersebut dilaksanakan pada hari Jum’at, 16 November 2018 dan dilanjutkan dengan acara Seminar Nasioanal Save Our Sea pada hari Sabtu, 17 November 2018, yang bertempat di Bale Sartika, Universitas Padjajaran, Jatinangor. Sejumlah 25 Finalis dari berbagai kategori lomba berusaha merebut kejuaraan pada acara tersebut.
Tim Padina sp. dari Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada menjadi salah satu finalis dalam ajang bergengsi tersebut. Tim terdiri dari Alfino Sebastian, Ilham Cahyo Nugroho dan Bening Larasati yang merupakan mahasiswa Fakultas Biologi tahun angkatan 2015. Dengan mengusung konsep Biokamulator dan sistem Fitoremidiasi, tim ini berhasil merebut gelar sebagai Juara 1 dalam Lomba Karya Tulis Fiscience 2018. “Jadi kami mengusung suatu trobosan untuk mengatasi akumulasi logam berat akibat tumpahan minyak di laut, yang sering membahayakan ekosistem laut dan bahkan akibat proses biomagnifikasi dapat membahayakan kesehatan manusia” Tutur Ilham Cahyo Nugroho.
Alfino Sebastian menambahkan “Jadi kalau sebelumnya Fakultas saya tercinta ini pernah mencetuskan karya besar berupa aplikasi mikrobia sebagai agen pengurai tumpahan minyak, maka kita mencoba untuk menggunakan salah satu jenis algae cokelat dalam mengatasi masalah akumulasi logam berat yang dapat membahayakan lingkungan dan kesehatan, sehingga masalah akumulasi logam berat di laut dapat teratasi dengan baik”.
“Kami kaget sekaligus bersyukur karena mendapatkan juara 1, melihat ide – ide dari lawan kami sangatlah bagus dan juga berkualitas, pertanyan dewan juri juga sangat kritis, sehingga penilainnya sangat ketat”, ujar Bening Larasati yang merupakan salah satu anggota dari tim Padina sp. Diharapkan kedepannya Karya tulis yang mereka hasilkan tidak hanya selesai di meja penelitian saja, tetapi benar – benar dapat diaplikasikan di masyarakat, sehingga pengamalan Tri Dharma Perguruan tinggi dapat optimal dan berjalan dengan baik.

Muhammad Malhan Amin, Mapres Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada 2018
Dalam Malam Anugerah Insan UGM Berprestasi pada tanggal 14 November 2018, Malhan sapaannya, mahasiswa S1 Biologi dianugerahi penghargaan Mahasiswa Berprestasi (Mapres) Fakultas Biologi UGM. Dalam acara tersebut terdapat mahasiswa dari sejumlah fakultas di UGM serta Sekolah Vokasi. Turut serta dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan civitas akademika UGM.
Malhan dinilai telah mengharumkan nama fakultas dan universitas dengan sejumlah prestasi diantaranya Juara 1 Quick and Smart Jateng – DIY Pekan Ilmiah Biologi Terpadu XXIV, peserta ONMIPA PT 2018 dan Olimpiade Mahasiswa Dikpora.
Dalam kesehariannya Malhan terlibat dalam sejumlah organisasi diantaranya Staff Ahli Departemen Pengembangan Keilmuan BEM Fakultas Biologi UGM, Pengurus PHBD Center UGM, Kelompok Studi Entomologi, BioMSC JMMB dan masih banyak kegiatan keorganisasian mahasiswa lainnya.
Selain menorehkan sejumlah prestasi dirinya juga turut serta dalam mengembangkan kapasitas keilmuan di luar fakultas dengan berpartisipasi dalam kelompok pengajar Olimpiade Biologi SMA tingkat Nasional.
Kesibukannya sehari-harinya “sama seperti mahasiswa pada umumnya” pungkasnya. Dalam kegiatan penelitian, Malhan pernah mendapatkan pendanaan penelitian dari Mohamed bin Zayed Conservation Fund 2017 yang dituangkan menjadi Seminar Penelitian. “PKM adalah target selanjutnya” sebutnya.
Dalam wawancara yang dilakukan tidak lupa Malhan berpesan agar mahasiswa khususnya mahasiswa angkatan baru tidak terpaku terhadap teori dan kuliah, tetapi juga mengimplementasikan teori tersebut dalam bentuk ide penelitian. Pengalaman dalam berorganisasi dan penelitian penting didalam membentuk karakter yang unggul. Motivasi Malhan sendiri adalah hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini. “Harus ada kemajuan dalam setiap perjalanan hidupku” lanjutnya.
Aisya Alma Asmiranti Kartika (mahasiswi Fakultas Biologi UGM angkatan 2016) terpilih sebagai salah satu penerima beasiswa Cargill Global Scholars (CGS) 2018. Beasiswa Cargill Global Scholars adalah program beasiswa yang diberikan oleh Perusahaan Cargill yang merupakan perusahaan swasta internasional terbesar di Amerika Serikat yang bergerak dalam bidang bioindustri, agrikultur, bahan baku, pakan ternak dan sebagainya. Beasiswa ini diberikan kepada 10 mahasiswa terbaik di Indonesia setiap tahunnya berdasarkan penilaian terhadap pencapaian akademik, non-akademik dan kemampuan dalam bidang kepemimpinan. Selain Aisya Alma, sembilan peraih beasiswa Cargill Global Scholars pada tahun ini berasal dari Jurusan Teknik Industri dan Teknologi Pertanian UGM serta beberapa universitas lain yaitu IPB, Universitas Brawijaya, UNS, dan Universitas Hasanuddin.
Sebelum dinyatakan lolos, 10 penerima beasiswa ini telah melewati proses seleksi yang ketat oleh The Indonesian International Education Foundation (IIEF). Proses seleksi yang dilakukan yaitu seleksi berkas dan dilanjutkan dengan tahapan wawancara oleh panelis independen ahli. Fasilitas yang diberikan bagi penerima beasiswa CGS ini berupa dukungan keuangan selama dua tahun senilai USD 2,500 yang diberikan per tahun serta difasilitasi dengan mentoring secara intensif oleh para petinggi PT Cargill. Dalam kesempatan ini, Aisya Alma mendapatkan mentor Derek Schoonbaert yang merupakan Cargill Protein Southeast Asia Regional Commercial Director and Country Director-Indonesia.
Beasiswa CGS ini berfokus pada pengembangan kemampuan kepemimpinan pemuda (leadership softskill), sehingga penerima beasiswa CGS ini juga diberi fasilitas In-Country Seminar (ICS) yang telah diadakan di Fairmont Hotel, Senayan, Jakarta pada tanggal 4-7 September 2018 lalu. In-Country Seminar ini diadakan dengan tujuan untuk memberikan pengenalan awal tentang beasiswa ini sendiri dan peningkatan kemampuan kepemimpinan. Dalam kegiatan ICS ini, peserta mendapatkan banyak sharing pengalaman dari alumni peraih beasiswa dan petinggi-petinggi PT Cargill Indonesia, kegiatan sosial ke sekolah mitra PT. Cargill, kunjungan ke salah satu pusat industri dan head office PT. Cargill Indonesia, serta pematerian mengenai autenthic leadership, core value, dan berbagai kegiatan yang mengasah kemampuan kepemimpinan melalui rangkaian sesi leadership activities. Selain itu, pada tahun kedua penerima beasiswa juga akan bergabung dalam pelatihan kepemimpinan bersama secara global (Global Leadership Seminar) beserta penerima CGS dari negara lain yaitu Brazil, China, India, USA dan Rusia yang akan diadakan di Minneapolis, Amerika Serikat. Selain itu, apabila masa periode beasiswa habis, penerima beasiswa selanjutnya akan menjadi bagian dari jaringan alumni penerima beasiswa Cargill dan berkesempatan untuk memperluas jaringan kerja secara global.
Melalui program-program dan dukungan yang diberi oleh beasiswa Cargill Global Scholars, diharapkan penerima beasiswa mampu memperluas networking secara global, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, mampu memberikan kontribusi penting bagi dunia global dan bangsa Indonesia khususnya, serta menyiapkan para peraih beasiswa dengan berbagai softskill yang diperlukan untuk menjadi pemimpin masa depan yang berguna bagi bangsa Indonesia.

Aisya Alma (kanan) dan Chika Hutauruk, Senior HR Director of Cargill (kiri) pada sesi awarding In-Country Seminar Cargill Global Scholars Program, 4-7 Septermber 2018.
Lomba karya masyarakat yang sering disingkat dengan LKM adalah ajang bergengsi yang diadakan oleh Keluarga Alumni Universitas Jendral Soedirman. LKM merupakan kompetisi Nasional dengan karya-karya yang diinovasikan dari masyarakat untuk masyarakat. LKM diadakan secara UMUM yaitu SMA, Mahasiswa, Guru, Dosen, Peneliti ataupun Instansi perusahaan.
Lomba Karya Masyarakat (LKM) dilaksanakan pada hari Minggu, 9 September 2018 di Hotel Pose-in yang berjumlah 25 Finalis. Untuk Universitas Gadjah Mada sendiri yaitu berjumlah 3 finalis. Para-finalis mempresentasikan karya-karya terbaiknya. Pada tim yang beranggotakan Giyantolin, Ilzam Shadik Maulidi, Firman Dwi Dewanto serta Alfianto maju dengan membawakan karya “filter limbah berabsorban”. Tim ini berhasil meraih juara 2 dalam ajang tersebut.
“Kami bersyukur mendapatkan juara, karena penilaian sangat ketat dan karya-karya yang dibawakan oleh para finalis juga sangat bagus-bagus. Hal ini kamu syukuri, karena semua ini hanyalah usaha yang kami lakukan selebihnya hanya Allah SWT yang menentukannya”, ujar mereka.
10 Agustus 2018 Komplek Gubernuran Provinsi Riau Jl. P. Diponegoro Kota Pekanbaru
Malam Apresiasi Iptek dan Inovasi merupakan malam inagurasi pemberian penghargaan kepada insan iptek dan inovasi atas jasanya dalam bidang iptek dan inovasi. Pemberian penghargaan sendiri diserahkan oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang meliputi kategori Lomba Produk Inovasi, Kekayaan Intelektual 2018, Lomba Penulisan Iptek, Lomba Foto Inovasi Iptek dan Anugerah Ipteek dan Inovasi Tahun 2018. Acara tersebut dihadiri oleh beberapa Kementerian Republik Indonesia, pimpinan daerah, Perguruan Tinggi dan Pejabat di lingkungan wilayah Provinsi Riau dan beberapa provinsi lain.
Dalam acara ini I Wayan Swarautama Mahardhika mahasiswa S1 Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada berhasil meraih Juara I Kategori Lomba Penulisan Iptek dan Inovasi Kategori Umum serta mendapat penghargaan piala bergilir. Karya tulis ilmiah yang dikompetisikan berjudul Selamat Datang Kambro telah diterbitkan di Majalah Trubus pada bulan Juni 2018. Kambro sendiri merupakan ayam hibrida F1 Broiler yang berhasil dikembangkan oleh Gama Ayam Fakultas Biologi UGM dibawah bimbingan Dr. Budi Setiadi Daryono M. Agr. Sc.. Gama Ayam telah melakukan penelitian mengenai pemuliaan ayam selama kurun waktu 2008 hingga sekarang dengan pencapaian riset yang potensial untuk diimplementasikan di masyarakat. Ayam F1 Broiler atau Kambro sendiri merupakan ayam dengan kualitas yang unggul sebagai pedaging dengan karakteristik daging seperti ayam Pelung dan rasio FCR lebih rendah dibandingkan ayam Broiler dengan laju pertumbuhan mendekati ayam Broiler. Jangka panjang yang diharapkan dari penelitian ayam Kambro sendiri tentunya penerapan teknologi pemuliaan di lapisan peternak lokal untuk memberdayakan galur ayam lokal Indonesia dan mengikis ketergantungan Indonesia terhadap impor produk ayam dan DOC ayam. Penghargaan yang diberikan sebagai bentuk apresiasi ini merupakan pemotivasi bagi peneliti untuk semakin giat dan fokus menjalankan penelitian hingga dapat diimplementasikan dalam jangka panjang.

Dalam rangka memeriahkan HUT ke-45, PT. Petrokimia Gresik mengadakan sebuah acara pameran Petro Agrifood Expo 2017 dengan kegiatan utama berupa bazar produk hasil pertanian, olahan hasil pertanian, alat, dan sarana prasarana pertanian dalam mengekspose kegiatan riset PT. Petrokimia. Kegiatan Petro Agrifood Expo telah menjadi agenda rutin tahunan yang dimulai sejak tahun 2003 dan memperoleh respon besar bagi pengunjung, khususnya bagi masyarakat Gresik dan sekitarnya. Gama Melon sebagai salah satu tim riset Fakultas Biologi UGM dari Laboratorium Genetika dan Pemuliaan pada tahun ini turut ikut ambil bagian dalam pameran Petro Agrifood Expo 2017 yang berlangsung dari tanggal 20 – 23 Juli 2017 di Kebun Percobaan PT. Petrokimia, Gresik, Jawa Timur.
Gama Melon merupakan tim riset yang berfokus pada penelitian dan pengembangan kultivar melon lokal yang unggul dan memiliki kualitas mumpuni tidak kalah dari benih melon impor yang beredar di pasar Indonesia saat ini. Dalam pameran ini, Gama Melon memamerkan dan menjual beberapa kultivar baik buah maupun benih yang telah berhasil didiseminasi, yaitu kultivar Hikapel, Melona, Meloni, Tacapa GB, Tacapa Silver, dan Tacapa Gold sekaligus menggandeng mitra binaan Gama Melon dalam budidaya dan pengolahan produk diversifikasi olahan melon, yaitu ‘Kampoeng Melon’ Desa Modangan, Kec. Nglegok, Blitar.
Selama pameran berlangsung, antusiasme pengunjung sangat tinggi untuk mengetahui lebih jauh terkait produk-produk Gama Melon dan Kampoeng Melon. Beberapa produk dari stand Gama Melon dan Kampoeng Melon bahkan ludes terjual diborong pengunjung pada hari kedua pameran. Hal ini dikarenakan produk yang dipamerkan dan dijual oleh dua tim ini merupakan sebuah produk baru hasil riset yang belum merambah pasaran agrikultur Indonesia, selain itu juga memiliki kualitas produk yang baik seperti tingkat kemanisan dan daya simpan buah. Tingginya antusiasme pengunjung membuat tim Gama Melon dan Kampoeng Melon masuk kedalam jajaran stand terbaik selama pameran dan dianugerahi juara 2 stand terbaik kategori umum pada saat penutupan Petro Agrifood Expo 2017.
Bapak H. Sudjari selaku ketua kelompok tani Kampoeng Melon menyatakan bahwa “bentuk kerjasama yang baik bersama UGM membuat kami mulai mandiri dalam pengelolaan desa agrowisata melon serta pengolahan buah melon itu sendiri”. Beliau juga tidak menyangka berhasil masuk kedalam jajaran stand terbaik selama pameran karena baru pertama kali mengikuti dan persiapan yang masih sangat kurang. “Melalui pameran ini kami menjadi yakin, bahwa produk yang kami ciptakan dari hasil riset ternyata diterima dengan baik oleh masyarakat. Kami menjadi semakin bersemangat untuk terus berkarya melalui riset-riset yang kami lakukan di kampus” ujar Annas Rabbani, S.Si.,M.Sc. selaku ketua tim pameran dari Gama Melon. Hal senada juga disampaikan oleh Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. sebagai dekan Fakultas Biologi UGM sekaligus ketua peneliti Gama Melon “selamat untuk tim Gama Melon atas prestasinya dalam inovasi karya riset dan diseminasinya, semoga ilmu biologi dapat terus diaplikasikan dan berkontribusi dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia”.
Tim Mahasiswa UGM berhasil meraih juara 1 International Paper Competition yang diselenggarakan pada 20-21 Mei 2017 di Nippon University and Life Sciences, Tokyo . Mahasiswa tersebut adalah Noviana Nur Sari (Biologi 2014), Kinanti Indah Safitri (PSDK 2014), Firdha Aulia (Peternakan 2014), Astuti Purwaningsih (Ilmu Komputer 2014), dan Asaduddin Hazazi (Ilmu komputer 2014). Pada kesempatan ini Universitas Gadjah Mada mengirimkan 3 tim delegasi mahasiswa tersebut untuk mempresentasikan karya tulis ilmiah mereka.
Conference and Training Animal Science and Veterinary (CTASV) merupakan salah satu event yang diselenggarakan oleh Youth Association Animal Science and Veterinary. Dalam lomba ini 9 finalis terpilih yang diundang melakukan presentasi mengenai paper karya inovasi masing-masing tim di hadapan 3 orang juri dari akademisi Jepang. Lomba ini mengusung tema mengenai inovasi di bidang peternakan dan kedokteran hewan.
Kegiatan paper competition ini dilaksanakan selama 2 hari pada tanggal 20-21 Mei 2017. Hari pertama diawali dengan pembukaan kemudian presentasi tim finalis yang diundang di depan dewan juri. Masing-masing tim diberi waktu selama 10 menit presentasi dan 15 menit sesi diskusi atau tanya jawab. Pada hari kedua seluruh peserta finalis melaksanakan kegiatan symposium dan Forum Group Discussion (FGD) yang dibimbing para akademisi dan mahasiswa Tokyo University dan Nippon University and Life Sciences mengenai tema peternakan dan kedokteran hewan. Selanjutnya adalah penutupan sekaligus pengumuman pemenang serta penghargaan. UGM berhasil menjadi juara 1 dalam ajang perlombaan ini. “Walaupun dengan persiapan yang singkat, kami akhirnya memantapkan hati untuk berangkat. Kami sangat bersyukur dan mengucapkan banyak terimakasih, karena prestasi yang telah diraih ini tidak terlepas dari dukungan pihak Universitas dan Fakultas”, ujar Noviana.
Dekan Fakultas Biologi UGM, Dr. Budi Setyadi Daryono, M.Agr.Sc., menerima penghargaan YARSI Researcher Award yang diserahkan oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, dalam peringatan Dies Natalis ke-50 Universitas YARSI, Kamis (27/4) di Kampus Universitas YARSI. Ia menerima penghargaan dalam kategori the Best Indonesian Researcher in Life Science berkat capaian riset yang ia kerjakan dalam bidang Biologi.
“Diseleksi berdasarkan evaluasi CV, poster, dan ada executive summary yang dalam bahasa Inggris semua. Posternya diambil dari outstanding publikasi, dan kebetulan saya ambil yang di plant breeding journal tahun 2005. Minggu lalu kita telah diminta untuk presentasi,” ujarnya saat diwawancara, Jumat (28/4) di Fakultas Biologi UGM.
Di hadapan para juri penilai, ia memberikan presentasi mengenai beberapa riset penting yang telah ia kerjakan, utamanya terkait upaya yang ia lakukan untuk mengatasi persoalan di dalam bidang pertanian, termasuk kontribusinya dalam meneliti virus tanaman. Penyakit ini, menurutnya, menjadi salah satu yang paling mengancam dan karena itu perlu menjadi perhatian penting. Meski demikian, belum banyak pakar yang terjun untuk meneliti penyakit ini secara spesifik.
“Yang pertama, saya menyelesaikan permasalahan hulu dulu. Saya memetakan dulu, ternyata di Indonesia ini masalah utamanya hama dan penyakit. Setelah saya mengetahui problemnya kemudian baru saya menggunakan genetika dan pemuliaan untuk menanggulangi tadi, saya merekayasa dan memproduksi tanaman melon yang tahan terhadap penyakit dan bisa dikonsumsi,” jelasnya.
Setelah mengerjakan dua hal tersebut, ia menggunakan aplikasi biologi molekuler dengan teknologi terbaru untuk mempercepat dan meningkatkan akurasi dalam memproduksi varietas-varietas tanaman yang baru dan unggul tersebut. Kontribusi inilah yang membuat ia menerima apresiasi dari tim penilai.
“Mereka cukup apresiasi karena saya menyelesaikan hulu sampai hilir. Dan kebetulan produk kita sebagian juga sudah bisa dikomersialisasi,” ucap Budi.
Pengakuan atas riset-riset yang ia lakukan bukan baru pertama kali ini ia terima. Sebelumnya, ia pernah memperoleh berbagai penghargaan nasional maupun internasional, diantaranya penghargaan Young Scientist Award dalam The 2nd Internasional Symposium on Cucurbits di Tsukuba Japan pada tahun 2001 silam, penghargaan dari Indonesia Science Foundation untuk kategori Sains dan Teknologi pada tahun 2008, serta Best Presenter dalam The 2nd International Environment and Health Conference tahun 2014. Meski demikian, ia mengaku tidak pernah berusaha untuk mengejar capaian penghargaan, melainkan hanya fokus untuk menekuni kegiatan penelitian yang ia senangi.
“Riset itu bagi saya hobi dan passion, nggak pernah capek karena selalu ada tantangan yang baru. Kuncinya menyenangi. Karena passion itu kita dididik untuk tekun, sabar, dan fokus, di samping juga ada nilai kerja sama dan kebersamaan,” ungkapnya.
Penghargaan yang ia terima, menurutnya, menjadi pemicu untuk terus berkontribusi melalui penelitian yang ia kerjakan. Ia mengisahkan pengalamannya ketika menerima penghargaan peneliti muda terbaik UGM pada tahun 1997 ketika ia masih menjadi dosen muda di Fakultas Biologi. Bagi Budi, penghargaan inilah yang membuat ia lebih percaya diri akan kemampuan yang ia miliki dan membuatnya tertantang untuk terus meneliti.
“Itu yang membuat saya pede, ternyata saya bisa penelitian. Sebelumnya saya juga tidak pede. Meskipun saya masih dosen muda, tapi bisa terpilih menjadi peneliti muda terbaik UGM, terus terang saja itu menambah kepercayaan diri,” kata Budi.
Karena itu, ia pun berharap agar melalui penghargaan yang ia terima kali ini, ia juga dapat memotivasi sivitas akademika di Fakultas Biologi maupun di UGM secara umum untuk dapat lebih banyak terjun ke dalam bidang penelitian, bukan sekadar untuk menerima penghargaan atau demi publikasi, melainkan untuk memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa.
“Sebagai dekan saya ingin memotivasi staf-staf saya, dan mudah-mudahan menginspirasi mahasiswa. Dekannya saja masih senang meneliti, apalagi mereka memiliki waktu yang lebih luang. Kita sering kali dilematis pikirannya kalau sudah tua kita nggak bisa berkarya, khususnya di bidang riset. Tapi saya buktikan itu hanya masalah manajemen waktu. Kalau kita disiplin semua pasti bisa dikerjakan,” pungkasnya. (Humas UGM/Gloria)
Dua orang mahasiswa UGM berhasil meraih juara 2 se-Nasional dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) yang diselenggarakan pada 18-20 Maret 2017 di Universitas Hasanuddin, Makassar. Mahasiswa tersebut adalah Rendi Mahadi (Biologi, 2013) dan Mustafid Rasyiid (Biologi, 2013) dari Fakultas Biologi UGM. Pada kesempatan ini Universitas Gadjah Mada mengirimkan 2 orang delegasi mahasiswa tersebut untuk mempresentasikan karya tulis ilmiah mereka dengan judul “Aktivitas Imunomodulator dan Antioksidan Ekstrak Daun Cincau Hijau (Cyclea barbata Miers.) secara In Vitro”. Adapun karya tulis ilmiah tersebut merupakan hasil penelitian PKM-Penelitian yang dilaksanakan pada tahun 2016. Penelitian dan karya tulis ilmiah ini dibimbing oleh dosen pembimbing Dr. Tri Rini Nuringtyas, M.Sc. serta pada proses penelitian dibantu oleh 3 orang mahasiswa lainnya yaitu Krisnanda Surya Dharma (Biologi, 2013), Lindia Angraini (Biologi, 2013), dan Rahma Nurdiyanti (Biologi, 2014).
LKTIN (Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional) Biology Event VIII Reborn merupakan salah satu rangkaian kegiatan Biology Event VIII Reborn yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Biologi FMIPA Universitas Hasanuddin (UNHAS). Selain lomba karya tulis ilmiah, kegiatan ini juga menyelenggarakan lomba olimpiade tingkat SMA, olimpiade tingkat SMP, dan lomba Bio-recycle tingkat SMA se-Sulawesi. Pada lomba karya ilmiah ini diikuti oleh sebanyak 75 tim mahasiswa dari seluruh universitas di Indonesia, masing-masing tim beranggotakan maksimal 3 orang. Seleksi lomba dimulai dengan pengiriman karya tulis ilmiah (full paper) kepada panitia, kemudian diseleksi dan diambil 10 tim terbaik sebagai finalis. Selanjutnya, para finalis diundang untuk mempresentasikan karya tulis ilmiahnya didepan para juri di UNHAS, Makassar. 10 tim tersebut yang dinyatakan lolos yaitu diantaranya adalah delegasi dari UNILA, UNDIP, UI, UNSRI, UNPAD, UNS, USU, UNHAS, Unversitas Pertamina, dan salah satunya adalah UGM. Lomba Karya Tulis Ilmiah ini mengusung tema “Peran Sains dan Teknologi dalam Upaya Meningkatkan Kesejahteraaan Masyarakat Indonesia” dengan sub tema yaitu kesehatan, teknologi, agrokompleks, lingkungan, pangan, dan energi.
Kegiatan LKTIN ini dilaksanakan selama 3 hari, pada hari pertama diawali dengan opening ceremony sekaligus pembukaan Biology Event VIII Reborn, kemudian dilanjutkan presentasi karya tulis ilmiah di depan dewan juri. Masing-masing tim diberi waktu selama 10 menit presentasi dan 15 menit sesi diskusi atau tanya jawab. Kemudian hari kedua seluruh peserta finalis LKTIN melaksanakan kegiatan fieldtrip ke Taman Nasional Bantimurung, pusat oleh-oleh, dan Pantai Losari. Selanjutnya pada hari ketiga, dilakukan pameran poster karya tulis ilmiah yang telah dibuat dan terakhir adalah pengumuman pemenang serta penghargaan dimana UGM kemudian berhasil menjadi juara 2 dalam ajang ini. “Alhamdulillah kami berhasil meraih juara 2 LKTIN se-Indonesia, awalnya pada saat pengumuman 10 tim finalis yang lolos, tim kami hanya berada pada posisi waiting list. Kemudian pada H-2 perlombaan presentasi, kami ternyata dinyatakan lolos dan diundang ke Makassar untuk presentasi karena ada 1 tim finalis yang gugur. Walaupun dengan persiapan yang singkat dan seadanya, kami akhirnya memantapkan hati untuk berangkat. Kami bersyukur dan mengucapkan banyak terimakasih, karena prestasi yang telah diraih ini tidak terlepas dari dukungan pihak Universitas dan Fakultas”, ujar Rendi. (Rendi Mahadi)
Makassar (8-10/12), tahap final Lomba Karya Tulis Mahasiswa Kemaritiman (LKTM) 2016 selesai dilaksanakan. Ajang lomba yang diselenggarakan Universitas Hasanuddin, Makassar sejak Bulan September 2016 ini meloloskan 45 finalis dan 6 finalis cadangan dari 186 karya tulis ilmiah mahasiswa-mahasiswa terbaik seluruh Indonesia. Ada beberapa kategori yang ditawarkan oleh panitia dalam ajang lomba ini, yaitu Kategori Bidang Kelautan, Kategori Bidang Pesisir, dan Kategori Bidang kajian Umum, serta Perlombaan Poster Ilmiah dari seluruh kategori. Delegasi UGM atas nama tim penelitian Fakultas Biologi, UGM yang terdiri dari tiga mahasiswa, Afidati Milati Priana, Nuraini Wahyu Jayanti, dan Risqinia Maharani berhasil lolos menjadi finalis dalam Kategori Bidang Kajian Umum. Rangkaian lomba tersebut berlangsung selama tiga hari, tanggal 8-10 Desember 2016.
“OLGA GUNDUL (Olahan Alga Khas Gunungkidul) : Pemanfaatan Senyawa Metabolit Sekunder Sargassum sp. sebagai Produk Makanan Antikanker” adalah judul Karya Tulis Ilmiah yang diikutsertakan oleh tim UGM dalam Lomba Karya Tulis Mahasiswa Kemaritiman (LKTM) 2016.
“Gagasan yang kami lombakan di LKTM 2016 ini sebenarnya adalah hasil modifikasi dari ide penelitian yang pernah saya ikutsertakan dalam PKM tahun 2014 akan tetapi belum lolos,” tutur Nuraini.
“Karya tulis ini dapat menjadi rencana peluang usaha dengan prospek yang menjanjikan untuk memanfaatkan rumput laut Sargassum sp. menjadi dodol sehingga dapat dijadikan sebagai inovasi produk baru yang memiliki potensi obat anti kanker karena kandungan senyawa metabolit sekunder didalamnya yang belum pernah dibuat sebelumnya,” sambung Afidati.
Presentasi yang dilaksanakan dalam Kategori Kajian Umum berkompetisi dengan 15 tim lain yang merupakan delegasi dari berbagai universitas dari seluruh Indonesia. Dalam presentasinya, tim UGM membawakan protype berbentuk makanan dodol yang diolah dari rumput laut Sargassum sp., dari ke-45 finalis, tim UGM memperoleh juara 3 poster ilmiah dan peringkat 6 pada Kategori Bidang Kajian Umum. Selain Lomba Karya Tulis Ilmiah, panitia LKTM juga memberikan fasilitas City Tour Kota Makassar untuk seluruh peserta lomba.
“Terimakasih banyak untuk semua pihak yang telah mendukung kami hingga kami bisa sampai di Makassar. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut membuat kami mengerti akan perbedaan dan keberagaman kebudayaan di Indonesia terutama Kota Daeng, Makassar,” terang Risqinia. (amp13)
Selama seminggu ini menjadi salah satu waktu yang mengesankan bagi civitas Fakultas Biologi karena Amadea Kinanthi Risanggita (2016), Fertin Julian Hotniel Gultom (2013), Nur Ahmad Rudin (2016) dan Achmad Mujaddid Rizky Wardana (2016) menjadi pemenang dalam perlombaan yang diselenggarakan baik skala universitas maupun skala nasional. Gita (sapaan Amadea Kinanthi Risanggita) menjadi sinden terbaik kedua dalam lomba Pagelaran Budaya untuk memeriahkan Dies Natalis UGM ke-67. “Aku masih gak percaya bisa menang, saingannya ada dari FIB yang notabene kuat banget aplikasi budayanya” ungkap Gita. Selain Gita, Fakultas Biologi mengirimkan delegasi pada lomba pidato berbahasa jawa yaitu Jundi Faaris Alhazmi A. (2015), lomba macapatan yaitu Achmad Mujaddid Rizky Wardana (2016) dan lomba paduan suara yaitu tim Biotimbre. Pagelaran budaya ini dilaksanakan dalam menyatukan ragam seni budaya yang mencirikan slogan UGM yaitu Locally Rooted, Globally Respected.
Pada perhelatan Green Ambassador yang dilaksanakan oleh BEM KM UGM, Fakultas Biologi berhasil menembus babak final dengan meloloskan Fertin Julian Hotniel Gultom (2013), Nur Ahmad Rudin (2016) dan Hanifah Tantri (2016). Green Ambassador dibentuk dengan tujuan untuk menyebarluaskan kepekaan diri terhadap lingkungan yang menjadi amanah BEM KM UGM pada tahun ini dalam memimpin isu lingkungan di kalangan mahasiswa di Indonesia. Menjadi sebuah kebanggaan bagi Fakultas Biologi dengan terpilihnya Fertin Julian sebagai Ray (Juara 1) Green Ambassador dan Nur Ahmad Rudin sebagai juara ketiga. Isu lingkungan menjadi topik yang dirasa sangat melekat bagi civitas Fakultas Biologi, sehingga dengan terpilihnya mahasiswa Fakultas Biologi menjadi duta lingkungan diharapkan menjadi pelecut semangat civitas dalam mengatasi problema lingkungan di Indonesia.
Tak cukup dengan pentas Pagelaran Budaya dan Green Ambassador, Fakultas Biologi juga mendapatkan pengakuan mengagumkan melalui Achmad Mujaddid Rizky Wardana yang meraih posisi Runner Up pada Pemilihan Putra Putri Maritim Indonesia (P3MI) 2016 yang diselenggarakan di Jakarta. Kontes ini diselenggarakan oleh Yayasan Dharma Ayu Bahari Jaya dengan capaian untuk mempersiapkan duta maritim Indonesia yang mampu membangun karakter maritim Indonesia dan mengkomunikasikan kekayaan maritim Indonesia di kancah global. Hal menarik dari kegiatan ini yaitu puncak Grand Final dilaksanakan di KRI Surabaya 591 yang sedang bersandar di Markas Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Menguak potensi bakat dari mahasiswa Fakultas Biologi tak akan habis rasanya. Dengan disokong bantuan dari pihak dekanat dan dengan dukungan masif dari mahasiswa Fakultas Biologi, tak aneh rasanya jika penghargaan demi penghargaan akan silih berganti mewarnai dinamika kehidupan akademisi seorang mahasiswa. Tak lupa banyaknya seminar yang diikuti mahasiswa Fakultas Biologi seperti rangkaian UASC (UGM Annual Scientific Conference) yang meliputi 2nd ICST (International Conference of Science and Technology), 1st ICHS (International Conference of Health Science) dan 1st ICTA (International Conference on Tropical Agriculture). Pun halnya keikutsertaan pada agenda 1st International Conference on Marine Biodiversity (COMBI), CISAK (Conference of Indonesian Students Association in South Korea) dan seminar berskala nasional lainnya. Hal ini membuktikan bahwa potensi yang luar biasa besar dari mahasiswa Fakultas Biologi dalam mengeksplor lebih dalam kapasitas akademik sekaligus berkontribusi dalam pembangunan bangsa melalui minat dan bakat yang dimiliki.
Medan, 13 Oktober 2016 – Ikatan Mahasiswa Fisika (IMF) mengadakan Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) dalam event “Innovation Science Writing Competition” (INSTINCT) di tingkat nasional dengan tema “Peran Sains dan Teknologi untuk Mewujudkan Indonesia Maju dan Mandiri”. Acara LKTI ini guna menumbuhkan daya inovasi dan kreativitas mahasiwa Indonesia untuk berperan dan berkontribusi khususnya dalam hal pengembangan sains dan teknologi melalui karya tulis ilmiah. Harapannya mahasiswa juga bisa menyumbangkan ide dan solusi untuk membantu mewujudkan Indonesia yang maju dan mandiri kedepannya. Hal Ini juga untuk menumbuhkan dan meningkatkan ketrampilan mahasiswa dalam menulis terutama menulis sebuah karya tulis ilmiah.sesaat setelah serangkaian lomba usai pada sore hari. Acara ini dikuti 15 tim yang lolos full paper dari berbagai unversitas di Indonesia. Para pemenang yang berhasil dari acara ini adalah sebagai berikut:
Para pemenang lomba “Innovation Science Writing Competition” (INSTINCT) selain mendapatkan piala juga mendapatkan penghargaan berupa sertifikat dan sejumlah uang. Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta berhasil meraih juara 2 dengan delegasi 2 orang dari Fakultas Biologi UGM yakni An Sahal Sabilil Muttaqin dan Wachda.
Serangkaian acara sebelumnya telah dilaksanakan seleksi abstrak terlebih dahulu kemudian seleksi full paper dan pengumuman finalis yang lolos persentasi di Universitas Sumatra Utara (USU). Di akhir acara diadakan field trip berkeliling Medan dan pulau Samosir. Acara berakhir pada tanggal 15 Oktober 2016.
Pengalaman yang berharga telah kami peroleh setelah mengikuti event nasional ini. Selain pengalaman bagaimana cara persentasi serta cara menulis Karya Ilmiah yang baik dan menarik juga dapat saling sharing mengenai keadaan kampus masing-masing peserta. Rasa kekeluargaan tumbuh dari berbagai Universitas di Indonesia. Point utama yang telah kami capai tentunya kami sangat bangga membawa nama harum almamater tercinta Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. (Wachda)

Mahasiswi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada bernama Elory Leonard (Angkatan 2014) dinyatakan terpilih sebagai salah satu penerima beasiswa Cargill Global Scholars (CGS) 2016. Beasiswa Cargill Global Scholars adalah program beasiswa yang diberikan oleh perusahaan Cargill yang merupakan perusahaan swasta internasional terbesar di Amerika Serikat yang bergerak dalam bidang agrikultur, industri, bahan baku, peternakan dan banyak lainnya. Beasiswa ini disediakan bagi 10 mahasiswa terbaik di Indonesia setiap tahunnya berdasarkan penilaian terhadap performa akademik maupun non-akademik serta kemampuan dalam bidang kepemimpinan. Selain Elory, sembilan peraih beasiswa lainnya pada tahun ini berasal dari Teknik Sipil UGM serta berbagai universitas lain yaitu IPB, Universitas Brawijaya, ITS, Universitas Lampung, dan Universitas Hasanuddin.
Sebelumnya, 10 penerima beasiswa ini telah melewati proses seleksi ketat oleh Institute of International Education (IIE). Proses tersebut yakni seleksi berkas dan setelah lulus dilanjutkan dengan tahapan wawancara dengan panelis independen ahli. Sebagai penerima beasiswa Elory Leonard mampu menyingkirkan lebih dari 700 pendaftar dalam tahap-tahap seleksi tersebut. Fasilitas yang diberikan bagi penerima beasiswa CGS ini berupa dukungan keuangan selama dua tahun senilai USD 2,500 per tahunnya dan juga difasilitasi dengan mentoring secara intensif oleh para petinggi PT Cargill.
Oleh karena beasiswa CGS menekankan dalam pengembangan kemampuan kepemimpinan pemuda, maka penerima beasiswa CGS ini juga diberi fasilitas In-Country Seminar yang telah diadakan di Fairmont Hotel, Senayan, Jakarta pada tanggal 6-9 September 2016 lalu. In-Country Seminar ini diadakan dengan tujuan untuk memberikan pengenalan awal tentang beasiswa ini sendiri, mendapatkan banyak sharing pengalaman dari petinggi-petinggi PT Cargill Indonesia serta mengasah kemampuan kepemimpinan melalui rangkaian sesi leadership activities. Selain itu, untuk selanjutnya pada tahun kedua penerima beasiswa juga akan bergabung dalam pelatihan kepemimpinan bersama secara global beserta penerima CGS dari negara lain yaitu Brazil, China, India, USA dan Rusia yang akan diadakan di Minneapolis, Amerika Serikat. Selain itu, apabila masa periode beasiswa habis, penerima beasiswa selanjutnya akan menjadi bagian dari jaringan alumni penerima beasiswa Cargill dan berkesempatan untuk memperluas jaringan kerja secara global.
Melalui program-program dan dukungan yang diberi oleh beasiswa CGS, diharapkan penerima beasiswa mampu untuk membentuk networking global, meningkatkan kemampuan berpikir kritis serta memperlengkapi mereka dengan hal-hal yang diperlukan untuk menjadi pemimpin masa depan yang berguna bagi bangsa Indonesia.
Conference of Indonesian Student Association in Korea atau sering dikenal dengan sebutan CISAK adalah konferensi tahunan yang diselenggarakan oleh Persatuan Pelajar Indonesia di Korea Selatan (Perpika) sebagai wadah bagi para pelajar Indonesia, baik di dalam maupun di luar negeri untuk mempublikasikan hasil penelitiannya. Tahun 2016 merupakan kali ke-9 diadakannya kegiatan CISAK. Dengan mengangkat tema “Encouraging Knowledge Collaboration for National Resilience Towards ASEAN Economic Community”. CISAK 2016 dilaksanakan pada tanggal 3-4 September 2016 bertempat di Kota Seoul, Korea Selatan.
Kegiatannya mencakup Workshop: “how to deliver a presentation and write a scientific paper”, sharing session mengenai beasiswa dan perkuliahan Universitas di Korea Selatan, seminar dengan dua keynote speaker, presentasi paper terpilih baik secara oral maupun poster, serta presentasi pemenang dari essay competition. Pada pembukaan acara, perwakilan Kedutaan Besar RI untuk Korea Selatan menyatakan bahwa CISAK merupakan sarana bagi generasi muda Indonesia untuk menuangkan karya-karya ilmiahnya dalam menciptakan solusi untuk memperbaiki permasalahan di tanah air tercinta dan meningkatkan inovasi bangsa dalam persaingan internasional
Keynote Speaker dalam CISAK 2016 ini yaitu Bapak Dr. Eng Khoirul Anwar, seorang peneliti asal Indonesia yang menjadi asisten professor di JAIST Jepang, serta merupakan salah satu penemu bagian Teknologi 4G dan memiliki paten teknologi broadband yang menjadi standard internasional ITU, baik untuk sistem teresterial maupun satelit. Beliau memotivasi peserta untuk lebih memilihi mimpi dengan melihat pada banyak dan lama waktu persiapan bukan dari hasil semata, perbandingannya antara orang yang hanya bermimpi mendaki Tangkuban Perahu dan mendaki Gunung Everest. Keynote speaker kedua yaitu Bapak Trio Adiono, ST., MT., Ph.D, Director of Chipset PT. Xirka Silicon Technology. Beliau menyampaikan konsumsi Indonesia pada produk elektronik yang tinggi melahirkan potensi tinggi pula dalam pengembangan Industri Elektronik dalam negeri. Beliau juga menyampaikan usaha dan mimpi beliau untuk membangun Indonesia dengan meningkatkan Industri Elektronik di Indonesia. Pada kesimpulannya, kedua pembicara menyampaikan dalam mencapai tujuan diperlukan adanya kolaborasi yang baik dari berbagai pihak yang terlibat.
CISAK 2016 telah menerima 700 paper dari berbagai Universitas di Indonesia. Setelah melalui tahapan seleksi, tiga tim dari Fakultas Biologi UGM berkesempatan untuk mempublikasikan papernya secara oral dan poster. Tiga tim tersebut merupakan perwakilan mahasiswa dari Laboratorium Genetika yang diwakili oleh Nailil Husna dengan Dr. Niken Satuti M. Sc. sebagai dosen pembimbing, Kelompok Studi Entomologi (KSE) yang terdiri dari Danu Ardiancahyo, Atikah Fitria M., dan Ahmad Al Arif dengan Dr. R.C. Hidayat Soesilohadi, M.S. sebagai dosen pembimbing. Tim terakhir dari Kelompok Studi Kelautan (KSK) yang terdiri dari Dewi Permatasari, Pretty Khoirunnisa, Muhammad Azri, Ayu Safitri, Achmad Baihaqi, dan Kirana Dira Anjani.
Tim KSK dan Laboratorium Genetika mempublikasikan paper penelitiannya pada sesi oral presentation dengan judul masing-masing yaitu “Seaweed Abundance and Diversity in Porok Beach, Gunungkidul, D.I. Yogyakarta” dan “Comparative Study of Thalassemia Trait Diagnostic Through Hematogical and HPLC Assesment”. Sedangkan, Tim KSE berkesempatan untuk mempublikasikan papernya yang berjudul “Studies on The Diversity and Play Role of Lepidoptera in Cocoa Crop, Nglanggeran, Gunung Kidul District of Yogyakarta Special Region” pada sesi poster presentation.
Pada akhir sesi, Tim KSK UGM berhasil mendapatkan penghargaan sebagai Best Oral Presentation. Selain itu, kategori Best Paper Presentation didapatkan oleh tim perwakilan UI, Best Poster Presentation didapatkan oleh tim perwakilan ITB, dan Best Essay didapatkan oleh tim perwakilan UNPAD. Diharapkan paper yang telah dipublikasikan oleh mahasiswa Fakultas Biologi UGM pada CISAK tersebut dapat memberikan manfaat, baik secara ilmiah maupun kepada masarakat. Karena pada hakikatnya, mahasiswa merupakan agen penerus bangsa yang akan menjadi problem solver dan inovator untuk memajukan bangsa Indonesia. (Pretty Khoirunnisa dan Nailil Husna).
Mahasiswa UGM menjuarai ASEAN Youth Initiatives (AYI) Paper Competition Malaysia 2016 di Kuala Lumpur pada tanggal 2-4 September 2016. Ketiga mahasiswa tersebut adalah Noviana Nur Sari (Biologi), Qurrota A’yun (pertanian), dan Alif Kurniwan (Kedokteran hewan). Presentasi finalis 6 terbaik AYI paper competition diselenggarakan di Universiti Teknologi Malaysia pada tanggal 3 September 2016.
ASEAN Youth Initiatives (AYI) Paper Competition 2016 merupakan kompetisi acaedemic paper untuk mahasiswa tingkat ASEAN-Australia. AYI diselenggarakan oleh PPI Malaysia yang didukung oleh Kedutaan Besar Indonesia di Malaysia. Tujuan utama AYI paper Competition adalah ikut berkontribusi kepada ASEAN dengan meningkatkan ketertarikan mahasiswa terhadap solusi permasalahan dan riset. Pada tahun ini AYI paper competition mengusung tema unfolding youth potential in facing community issues dengan subtema pendidikan, ekonomi, budaya, dan perkembangan teknologi digital.
Kompetisi paper competition merupakan pra-event dari ASEAN Youth Initiatives 2016, dan merupakan ajang kompetisi bagi mahasiswa dari seluruh ASEAN dalam academic paper. Topik paper sesuai dengan sub-tema dari acara tersebut. Paper competition melewati tahap seleksi administrasi, seleksi abstrak dan full paper, seleksi 6 finalis paper terbaik, dan presentasi finalis. Seleksi abstrak dan full paper dimulai pada bulan Juli 2016, sedangkan presentasi finalis terbaik bersama dengan pengumuman pemenang diumumkan pada tanggal 3 September 2016, merupakan hari kedua acara ASEAN Youth Initiatives (AYI) Paper Competition 2016 tersebut. Keseluruhan peserta full paper yang mendaftar AYI paper competiiton diikuti oleh berbagai negara di ASEAN –Australia seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Australia, dan negara ASEAN lainnya. Namun, hanya 6 finalis terbaik yang diundang untuk mengikuti presentasi final di Kuala Lumpur. ASEAN Youth Initiatives (AYI) 2016 juga menyelenggrakan event one day with ASEAN leaders dan, youth forum pada tanggal 2 September dan 4 September.
Pada kesempatan terpisah, Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. selaku. Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Biologi UGM, menyambut baik dan mendukung kegiatan ASEAN Youth Initiatives (AYI) 2016 serta berharap tahun depan, mahasiswa UGM akan kembali menjuarai AYI tersebut.
Matalabiogama merupakan organisasi pecinta alam yang berada di bawah naungan Fakultas Biologi UGM sebagai salah satu unit kegiatan mahasiswa. Pada bulan Oktober 2016 mendatang, Matalabiogama genap berusia 42 tahun. Usia yang sudah tidak lagi muda, tentunya menjadi tantangan tersendiri untuk tetap berkarya. Seperti semboyan Matalabiogama yang selalu menjadi api penyemangat, yaitu Vivat et Floreat, Matalabiogama kembali menunjukkan eksistensinya sebagai Juara 1 Lomba Wana Lestari Kategori Kelompok Pecinta Alam (KPA) Tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2016. Lomba Wana Lestari tersebut diadakan oleh Pusat Penyuluhan Kehutanan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan HIdup. Tujuan dari lomba ini adalah untuk mengapresiasi masyarakat, aparat pemeritah, dan kelompok pecinta alam yang berprestasi dalam pembangunan kehutanan. Lebih dari sekadar itu, melalui lomba ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan peran aktif masyarakat dalam kegiatan-kegiatan yang bersifat konservatif.
Proses seleksi lomba Wana Lestari Kategori Kelompok Pecinta Alam melibatkan seluruh Kelompok Pecinta Alam se-D.I.Yogyakarta. Kemudian setelah melalui beberapa tahap seleksi administratif, terpilihlah 2 nominasi Kelompok Pecinta Alam yang dianggap konsisten berperan aktif dalam bidang konservasi. Hingga akhirnya Matalabiogama dinyatakan sebagai wakil D.I.Yogyakarta untuk seleksi tahap selanjutnya. Saat ini Matalabiogama sedang menjalani tahap verifikasi data Tingkat Nasional dari 34 Provinsi di Indonesia. Prestasi tersebut tidak lepas dari peran aktif anggota Matalabiogama, dukungan dari segenap alumni dan pihak Fakultas Biologi UGM, serta bimbingan dari BKSDA Yogyakarta dan Dinas Kehutanan dan Perkebunan YogyakartaProses seleksi lomba Wana Lestari Kategori Kelompok Pecinta Alam melibatkan seluruh Kelompok Pecinta Alam se-D.I.Yogyakarta. Kemudian setelah melalui beberapa tahap seleksi administratif, terpilihlah 2 nominasi Kelompok Pecinta Alam yang dianggap konsisten berperan aktif dalam bidang konservasi. Hingga akhirnya Matalabiogama dinyatakan sebagai wakil D.I.Yogyakarta untuk seleksi tahap selanjutnya. Saat ini Matalabiogama sedang menjalani tahap verifikasi data Tingkat Nasional dari 34 Provinsi di Indonesia. Prestasi tersebut tidak lepas dari peran aktif anggota Matalabiogama, dukungan dari segenap alumni dan pihak Fakultas Biologi UGM, serta bimbingan dari BKSDA Yogyakarta dan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Yogyakarta.
Pada kesempatan terpisah, Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Biologi UGM mengucapkan selamat atas prestasi yang diraih Matalabiogama serta berharap semoga Matalabiogama dapat terus berkarya, berkontribusi, mengabdi dan menginspirasi bagi masyarakat pada umumnya dalam menjaga kelestarian alam. Salam Lestari! Vivat et Floreat!!!