Arsip:
Prestasi
Sekar Jasmine Canitri, mahasiswa Program Studi Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM), bersama tim lintas universitas yang terdiri dari Adillah Rizki Indriyati dari dan Anjar Maulana Afriansah dari Universitas Brawijaya, berhasil meraih Juara 1 dalam ajang National Essay Competition 2026 yang diselenggarakan oleh Akademi Rumah Mahasiswa. Kompetisi ini merupakan perwujudan dari inisiatif pengembangan kapasitas akademik mahasiswa Indonesia yang turut didukung oleh berbagai pihak strategis, di antaranya Direktorat Inovasi dan Kawasan Sains dan Teknologi (DIKST) Universitas Brawijaya, program Diktisaintek Berdampak, Akademi Karya Ilmiah, serta Rumah BUMN. Kolaborasi ini mencerminkan sinergi lintas sektor dalam mendorong inovasi mahasiswa yang berorientasi pada solusi nyata bagi masyarakat. Kompetisi ini mengangkat tema besar mengenai pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 serta inovasi solusi atas berbagai isu strategis di Indonesia, yang mendorong mahasiswa untuk menghadirkan gagasan kreatif, inovatif, dan aplikatif. Babak final kompetisi ini dilaksanakan secara daring pada 28 Februari 2026. Kompetisi tingkat nasional ini
Dalam kompetisi tersebut, Sekar Jasmine Canitri bersama tim mengusung karya berjudul “ReMiner Brush: Pasta Gigi Remineralisasi Aktif Berbasis Nanohidroksiapatit Tulang Ikan Cakalang”. Inovasi ini dilatarbelakangi oleh tingginya prevalensi masalah kesehatan gigi dan mulut di dunia. Secara global, sekitar 3,5 miliar penduduk mengalami gangguan kesehatan gigi dan mulut, dengan prevalensi karies pada anak usia sekolah mencapai 60–90%. Di Indonesia, Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan prevalensi karies sebesar 82,8%, sementara Riskesdas 2018 mencatat angka yang lebih tinggi yaitu 88,8%, terutama pada kelompok usia anak.
Selama ini, upaya pencegahan karies masih didominasi oleh pendekatan berbasis fluoride. Namun, pendekatan tersebut memiliki keterbatasan dari sisi keamanan penggunaan pada anak serta aksesibilitas produk, khususnya di negara berkembang. Di sisi lain, inovasi berbasis teknologi yang berkembang saat ini cenderung meningkatkan harga produk sehingga kurang terjangkau bagi masyarakat luas. Menjawab tantangan tersebut, tim mengembangkan ReMiner Brush, yaitu gel pasta gigi edible berbasis nano-hidroksiapatit (nHAp) yang diekstraksi dari limbah tulang ikan cakalang (Katsuwonus pelamis). Hidroksiapatit merupakan biomaterial yang memiliki kemiripan dengan struktur alami enamel gigi, sehingga mampu mendukung proses remineralisasi secara biomimetik.
Inovasi ini menawarkan berbagai keunggulan. Dari sisi kesehatan, ReMiner Brush berpotensi menurunkan prevalensi karies pada anak usia sekolah, mendukung remineralisasi enamel secara biologis, serta menjadi alternatif produk yang lebih ramah anak sehingga dapat mengurangi dental anxiety. Dari sisi lingkungan, pemanfaatan limbah tulang ikan cakalang mampu mengurangi pencemaran organik sekaligus mendukung konsep ekonomi sirkular. Sementara dari sisi ekonomi, inovasi ini membuka peluang pengembangan rantai nilai baru berbasis limbah perikanan serta mendorong keterlibatan UMKM dalam produksi biomaterial bernilai tambah. Lebih lanjut, inovasi ReMiner Brush turut berkontribusi terhadap pencapaian beberapa tujuan SDGs, di antaranya Good Health and Well-being (SDG 3), Industry, Innovation and Infrastructure (SDG 9), serta Responsible Consumption and Production (SDG 12).
Prestasi yang diraih oleh tim ini menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas universitas serta pemanfaatan ilmu biologi dan sumber daya lokal mampu menghasilkan solusi inovatif yang berdampak nyata bagi masyarakat. Ke depan, inovasi ReMiner Brush diharapkan dapat dikembangkan hingga tahap implementasi dan komersialisasi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas, khususnya dalam meningkatkan kesehatan gigi anak di Indonesia. [Penulis: Sekar Jasmine Canitri]
Mahasiswa Fakultas Biologi UGM Raih Penghargaan Nasional berupa Juara 1, Gold Medal, dan Best Poster pada lomba Esai Nasional Nusantara Creative Competition (NCC) 3 tanggal 11 – 12 April 2026. NCC 3 2026 merupakan salah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh Lembaga Setara Prisma Nusantara (Nusantara Muda) Bekerjasama dengan Politeknik TEDC Bandung setiap satu tahun sekali. Kegiatan NCC 3 dilaksanakan secara offline pada jenjang siswa dan mahasiswa yang terdiri dari lomba esai. Perlombaan ini mengusung tema “Ide, Inovasi, dan Keberanian Berpikir Generasi Muda Sebagai Fondasi Kemajuan Nusantara”.

Mahasiswa S1 Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada Angkatan 2022, yaitu Salsabila Arwa Maharani, Winda Lutfiana Hafidz, dan Intan Nur Aprilia, dan berhasil meraih prestasi berupa Juara 1, Gold Medal, dan Best Poster pada Lomba Esai yang diselenggarakan oleh Lembaga Setara Prisma Nusantara (Nusantara Muda) Bekerjasama dengan Politeknik TEDC Bandung 2026 di bawah bimbingan Ibu Wahyu Aristyaning Putri, S.Si., M.Sc., Ph.D. Karya esai ini diajukan dengan subtema “Lingkungan” yang berjudul “Rekayasa Comamonas thiooxidans Berbasis PETase, MHETase, dan LuxCDABE sebagai Biosensor Bioluminesensi dan Agen Biodegradasi PET pada Lingkungan Tercemar Mikroplastik”.
Meningkatnya pencemaran mikroplastik di Indonesia menjadi latar belakang penyusunan karya esai ini. Inovasi yang diangkat berupa rekayasa Comamonas thiooxidans berbasis PETase, MHETase, dan luxCDABE sebagai biosensor bioluminesensi sekaligus agen biodegradasi PET, menawarkan solusi berkelanjutan dalam mendeteksi serta mengurangi pencemaran mikroplastik di lingkungan. Sistem ini memungkinkan deteksi produk degradasi plastik PET secara real-time melalui sinyal bioluminesensi, sekaligus mempercepat proses penguraian polimer PET menjadi senyawa yang lebih sederhana. Inovasi tersebut tidak hanya menghadirkan metode pemantauan lingkungan yang ramah lingkungan dengan biaya rendah, tetapi juga memiliki nilai aplikatif tinggi karena dapat menjadi alternatif dari metode konvensional yang cenderung mahal dan kurang praktis di lapangan. Diharapkan, penerapan biosensor rekombinan ini menjadi strategi berkelanjutan dalam pengendalian pencemaran mikroplastik, serta mendukung perlindungan ekosistem dan kesehatan masyarakat di sekitar area terdampak. Dengan demikian, lingkungan yang terpapar mikroplastik dapat dipantau secara efektif sehingga risiko dampak negatif terhadap organisme hidup dapat ditekan. Lingkungan yang lebih bersih dan aman akan mendorong keberlanjutan ekosistem, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta mendukung pengelolaan sumber daya alam yang lebih bertanggung jawab di masa depan, sehingga mampu mendukung tercapainya SDGs ke-3, ke-6, ke-12, dan ke-14. [Penulis: Salsabila Arwa Maharani]
Prestasi gemilang ditorehkan oleh tiga mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam ajang IGNITE FUTURE FEST 2026 yang diselenggarakan oleh Futura Innovation Hub bekerja sama dengan UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada 3–6 April 2026. Tim mahasiswa Fakultas Biologi UGM yang diketuai oleh Widya Arum Prastanti, bersama Husna Nadia dan Regina Siska Ekaristi Nainggolan, berhasil meraih Honorable Medal pada esai kategori Gizi & Kesehatan dengan judul “Abon BioFerra: Inovasi Pangan Fungsional Berbasis Belut dan Ampas Tahu sebagai Upaya Pencegahan Anemia.”
Esai yang ditulis mengangkat isu serius tentang tingginya prevalensi anemia di Indonesia. Kondisi ini berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia, menurunkan daya tahan tubuh, performa belajar, serta meningkatkan risiko komplikasi kehamilan. Tim ini menilai bahwa pendekatan suplementasi tablet tambah darah selama ini belum sepenuhnya efektif karena rendahnya kepatuhan konsumsi dan efek samping yang dirasakan masyarakat. Oleh karena itu, mereka merancang solusi berbasis pangan fungsional yang dapat diintegrasikan langsung ke dalam pola konsumsi harian.
Gagasan utama yang mereka tawarkan adalah Abon BioFerra, sebuah inovasi pangan fungsional berbentuk abon yang memanfaatkan dua bahan utama: belut sebagai sumber zat besi heme dengan bioavailabilitas tinggi, serta ampas tahu yang merupakan limbah industri pangan namun masih kaya akan protein dan serat. Pemilihan bentuk abon didasarkan pada tingkat penerimaan masyarakat Indonesia yang sudah sangat akrab dengan produk abon, baik dari segi rasa, kepraktisan, maupun daya simpannya yang lama. Selain itu, pemanfaatan ampas tahu juga mengusung prinsip ekonomi sirkular dan keberlanjutan lingkungan. Hal ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger), SDG 3 (Good Health and Well-being), dan SDG 12 (Responsible Consumption and Production).
Keberhasilan tim ini tidak lepas dari kedalaman analisis, orisinalitas gagasan, serta kemampuan mereka dalam mempresentasikan solusi yang aplikatif dan berkelanjutan. Para juri memberikan apresiasi tinggi terhadap pendekatan holistik yang mengintegrasikan isu gizi, lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi lokal dalam satu produk pangan.
Dalam langkah selanjutnya, tim BioFerra berharap inovasi ini tidak hanya berhenti sebagai gagasan dalam kompetisi, tetapi benar-benar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas, terutama kelompok rentan seperti ibu hamil dan remaja putri. Mereka juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk akademisi, pemerintah, dan industri pangan, untuk mewujudkan pencegahan anemia yang lebih efektif, terjangkau, dan berkelanjutan di Indonesia. [Penulis: Widya Arum Prastanti]
Tim dari Mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada berhasil meraih prestasi membanggakan pada ajang Sriwijaya Innovation National Essay and Poster Award SINEPA 2026 dengan memperoleh Juara 1 kategori esai jenjang perguruan tinggi pada subtema pertanian. Tim tersebut terdiri dari Widya Arum Prastanti sebagai ketua, serta beranggotakan Okcarinda Wahyu Romadani dan Rahma Amalia, dengan dosen pendamping Dr. Wiko Arif Wibowo, S.Si. Prestasi ini menjadi wujud kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan inovasi melalui karya tulis ilmiah yang relevan terhadap permasalahan aktual di sektor pertanian Indonesia.

Kompetisi tingkat nasional ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dengan tujuan mendorong lahirnya gagasan inovatif dan solutif dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan. Pada subtema pertanian, peserta dituntut untuk mampu merancang solusi yang aplikatif terhadap permasalahan ketahanan pangan nasional. Adapun gelombang 3 pendaftaran dibuka pada 17 Februari–3 Maret 2026, kemudian dilanjutkan tahap penilaian pada 4 – 7 Maret 2026, dan selanjutnya pengumuman juara dilaksanakan pada 9 Maret 2026.
Dalam kompetisi tersebut, tim mahasiswa Fakultas Biologi UGM mengangkat esai yang membahas konsep TriBioFit Smart Agro Network, yaitu model sistem pengendalian hama berbasis desa yang mengintegrasikan bioinsektisida hayati dengan monitoring berbasis data serta koordinasi kolektif petani. Gagasan ini dilatarbelakangi oleh permasalahan penurunan produksi padi nasional yang salah satunya disebabkan oleh serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) serta sistem pengendalian hama yang masih bersifat individual dan reaktif di tingkat lapangan.
TriBioFit dikembangkan sebagai inovasi bioinsektisida hayati berbasis kombinasi jamur entomopatogen Beauveria bassiana dengan bahan alami seperti biji jarak (Jatropha curcas) dan gulma siam (Chromolaena odorata). Inovasi ini tidak hanya berfungsi sebagai agen pengendali hama yang ramah lingkungan, tetapi juga diintegrasikan dalam sistem berbasis desa yang memungkinkan pencatatan, analisis, serta pengambilan keputusan secara kolektif.
Melalui pendekatan ini, pengendalian hama tidak lagi dilakukan secara parsial, melainkan secara serempak dalam satu hamparan berbasis data lapangan. Sistem ini juga dilengkapi dengan fitur monitoring, evaluasi, serta perencanaan tindakan berjenjang yang bertujuan meningkatkan efektivitas pengendalian sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pestisida sintetis. Dengan demikian, konsep ini diharapkan mampu mendukung stabilitas produksi padi, meningkatkan efisiensi biaya produksi, serta menjaga keseimbangan agroekosistem.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam mendukung pertanian berkelanjutan. Selain itu, gagasan yang dihasilkan diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut melalui implementasi di tingkat desa sebagai model pertanian berbasis komunitas dan data di era Society 5.0. Pemikiran dalam karya tulis ilmiah ini memberikan kontribusi terhadap SDGs nomor 11 (Sustainable cities and communities), 12 (Responsible consumption and production), dan 15 (Life on land). [Penulis: Okcarinda Wahyu Romadani]
Yogyakarta, 4 Maret 2026 – Tim mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil meraih Bronze Medal dalam ajang 2nd International Student Summit Health Category yang diselenggarakan pada 14–15 Februari 2026 di Malaysia. Kompetisi ini diadakan oleh Sentosa Foundation bekerja sama dengan Universiti Sains Islam Malaysia dan dilaksanakan secara luring (offline). Kompetisi ini diikuti oleh beberapa universitas dari enam negara, yaitu Malaysia, Somalia, Turkmenistan, Kenya, Indonesia, dan Filipina. Ajang tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa internasional untuk mempresentasikan inovasi dan gagasan ilmiah di bidang kesehatan di hadapan dewan juri internasional.
Tim UGM mengangkat karya berjudul “TAKOTELANG: A Synergistic Herbal Tea of Clitoria ternatea Flower and Solanum torvum Root as a Natural Chemopreventive Agent Against Breast Cancer.” Inovasi ini merupakan formulasi teh herbal berbasis bunga telang (Clitoria ternatea) dan akar takokak (Solanum torvum) yang dikembangkan sebagai kandidat agen kemopreventif alami terhadap kanker payudara.
Secara ilmiah, kedua tanaman tersebut diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, antosianin, polifenol, dan triterpenoid yang berpotensi menghambat proliferasi sel kanker, menginduksi apoptosis, serta menekan stres oksidatif. Inovasi ini dikembangkan melalui pendekatan etnosains yang mengintegrasikan kearifan lokal dengan kajian biologi molekuler modern.
Tim ini diketuai oleh Natasyabrina (S1 Biologi Angkatan 2024) dengan anggota Widyadhari Tara Jagaddhita (S1 Biologi Angkatan 2024), Olga Davina Felisha (S1 Biologi Angkatan 2024), Nabilla Raihana Vildha (S1 Farmasi Angkatan 2024), dan Madeline Manik (S1 Farmasi Angkatan 2024). Tim dibimbing oleh Prof. Dr. Rarastoeti Pratiwi, M.Sc.
Melalui inovasi TakoTelang, tim tidak hanya menawarkan solusi preventif berbasis biodiversitas lokal Indonesia, tetapi juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui pengembangan alternatif pencegahan kanker yang lebih terjangkau dan berkelanjutan. Selain itu, inovasi ini juga berkontribusi pada SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) dan SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pemanfaatan sumber daya hayati lokal secara inovatif dan berkelanjutan.
Prestasi ini menjadi bukti komitmen mahasiswa Fakultas Biologi UGM dalam mengembangkan riset berbasis biodiversitas Indonesia serta berkontribusi pada solusi kesehatan global melalui kolaborasi lintas disiplin dan forum internasional. [Penulis: Natasyabrina]
Yogyakarta, 15-16 November 2025 – Tim mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada yang terdiri dari Karina Raihana Salsabila (23/513869/BI/11187), Khilda Aquilatin Nada (23/515256/BI/11220), dan Layly Salsabila (23/513771/BI/11185) berhasil meraih prestasi sebagai peraih medali perak dalam ajang Cipta Nusantara Fest (CNF) 2025 melalui kategori Esai Gizi dan Kesehatan. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Eduhub Incubator dan UKMF MCC FMIPA UNY dengan mengusung tema besar inovasi untuk pembangunan berkelanjutan yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Tim UGM mengusung esai berjudul “PROBEAN: Inovasi Susu Nabati Probiotik Kacang Hijau Berbasis Fermentasi untuk Alternatif Susu Sapi serta Perbaikan Gizi dan Kesehatan di Indonesia.” Karya ini lahir dari keprihatinan terhadap masih tingginya prevalensi intoleransi laktosa, alergi protein susu sapi, rendahnya konsumsi serat, serta angka stunting di Indonesia yang masih berada di atas target global.
Dalam esainya, tim mengembangkan konsep PROBEAN yaitu susu nabati berbasis kacang hijau (Vigna radiata) yang difermentasi menggunakan probiotik seperti Lactobacillus plantarum dan Bifidobacterium bifidum. Kombinasi ini dirancang untuk menghasilkan minuman fungsional bebas laktosa dengan viabilitas bakteri minimal 10⁶ CFU/ml sesuai standar nasional minuman susu fermentasi. Produk ini tidak hanya menjadi alternatif bagi individu dengan intoleransi laktosa dan alergi protein susu sapi, tetapi juga berperan dalam meningkatkan kesehatan usus, memperbaiki penyerapan nutrisi, serta mendukung sistem imun.
Kacang hijau dipilih sebagai bahan utama karena kandungan protein nabati yang tinggi, serat, vitamin, dan mineralnya. Selain itu, pemanfaatan komoditas lokal ini dinilai strategis untuk mengurangi ketergantungan impor susu sapi yang masih mendominasi kebutuhan nasional. Dengan pendekatan fermentasi, PROBEAN memiliki nilai tambah dibandingkan susu nabati konvensional karena mengandung probiotik aktif yang membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus.
Proses pengembangan PROBEAN meliputi tahapan perendaman, ekstraksi susu kacang hijau, pasteurisasi metode HTST, inokulasi probiotik, fermentasi, hingga pengemasan. Skema ini dirancang untuk menjaga stabilitas produk sekaligus memastikan manfaat fungsional tetap optimal selama masa simpan.
Dari sisi dampak, inovasi ini dinilai memiliki potensi kontribusi di berbagai sektor. Pada aspek kesehatan, PROBEAN dapat mendukung program pencegahan stunting melalui penyediaan sumber protein nabati dan probiotik. Pada aspek ekonomi, inovasi ini membuka peluang hilirisasi produk berbasis kacang hijau bagi petani dan UMKM lokal. Sementara pada aspek ketahanan pangan, PROBEAN menjadi langkah strategis menuju diversifikasi sumber protein nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Prestasi ini menunjukkan komitmen mahasiswa Biologi UGM dalam menghadirkan solusi berbasis riset terhadap permasalahan nyata di masyarakat. Ke depan, tim berharap PROBEAN dapat dikembangkan lebih lanjut melalui uji klinis, fortifikasi mikronutrien, serta kolaborasi dengan sektor industri dan pemerintah agar dapat diimplementasikan secara luas sebagai pangan fungsional di Indonesia. [Penulis: Layly Salsabila]
Kata kunci: Cipta Nusantara Fest, gizi masyarakat, intoleransi laktosa, kacang hijau, probiotik, stunting.
Malaysia, 13–16 Februari 2026 – Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang International Student Summit 2026 yang diselenggarakan di Malaysia. Dalam kompetisi internasional tersebut, tim mahasiswa UGM berhasil meraih dua medali perak melalui karya Coaterra dan Heat Potato, serta satu medali perunggu melalui inovasi Astavita.

Tim yang berkontribusi dalam kompetisi ini terdiri atas Fahima Ellya Wulandari, Ayu Nawang Wulan, Sri Garcinia Lathifah, dan Tika Permatasari. Keikutsertaan mereka mencerminkan kolaborasi lintas bidang yang mengangkat solusi inovatif berbasis sains dan keberlanjutan.
Coaterra merupakan inovasi material pelapis pangan berbasis biopolimer yang dirancang untuk memperpanjang umur simpan produk hortikultura dengan menekan kehilangan bobot, mempertahankan kekerasan, serta menghambat pertumbuhan mikroba. Karya ini dibimbing oleh Prof. Dr. Eko Agus Suyono, S.Si., M.App.Sc. dan memperoleh medali perak.
Heat Potato adalah teknologi pemanfaatan bahan alami berbasis kentang sebagai sumber panas ramah lingkungan yang berpotensi digunakan sebagai alternatif pemanas portabel. Inovasi ini dibimbing oleh Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc. dan juga meraih medali perak.
Sementara itu, Astavita merupakan inovasi produk fungsional berbasis bahan alami yang diformulasikan untuk mendukung kesehatan. Karya ini berfokus pada pemanfaatan sumber hayati secara berkelanjutan dan memperoleh medali perunggu, di bawah bimbingan Prof. Dr. Eko Agus Suyono, S.Si., M.App.Sc.
Ketiga karya tersebut mengangkat tema besar keberlanjutan, pemanfaatan sumber daya hayati, serta pengembangan produk ramah lingkungan yang memiliki potensi aplikasi nyata di masyarakat. Prestasi ini diharapkan dapat memperkuat peran mahasiswa UGM dalam menghasilkan inovasi berbasis riset yang berdampak global.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional melalui kreativitas, kolaborasi, dan pendampingan akademik yang kuat. [Penulis: Fahima Ellya Wulandari ]
Inovasi pertanian cerdas berbasis sains dan teknologi digital kembali mengantarkan mahasiswa Magister Biologi UGM meraih prestasi di kancah internasional. Melalui ajang 2nd International Student Summit (2nd ISS) 2026, tim KARSIVA.ID berhasil memperoleh Silver Medal sekaligus penghargaan Favorite Poster pada Subtema Agriculture dalam kompetisi esai dan poster yang diselenggarakan pada 14-15 Februari 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Tim inovator terdiri atas Nur Aini (ketua tim), Indah Ayu Lestari, Anisa Handani Uno, Brenda Febrina, dan Inez Maylida. Pada babak final, tiga mahasiswa yaitu Nur Aini, Indah Ayu Lestari, dan Anisa Handani Uno bertindak sebagai delegasi yang hadir dan mempresentasikan karya secara langsung di Malaysia. Tim KARSTIVA.ID di bawah bimbingan Ibu Prof. Dr. Diah Rachmawati, S.Si., M.Si.
Dalam kompetisi tersebut, tim mengusung karya berjudul “KARSTIVA.ID: Smart Eco-Farming Innovation for Karst Soil Revitalization in Gunungkidul, Yogyakarta” . Karya ini terlebih dahulu melalui proses seleksi dan dinyatakan lolos sebagai finalis oleh tim reviewer internasional sebelum berkompetisi pada babak final.
2nd International Student Summit (2nd ISS) merupakan forum ilmiah internasional yang mempertemukan mahasiswa dari enam negara dalam rangkaian exhibition, penjurian, dan presentasi final sebelum awarding ceremony . Pada kategori yang diikuti, penilaian mencakup kualitas gagasan ilmiah dalam esai serta kemampuan visualisasi dan komunikasi ilmiah melalui poster.
KARSTIVA.ID dikembangkan sebagai respons terhadap tantangan pengelolaan lahan karst di Gunungkidul yang didominasi kawasan karst hingga 53% . Kondisi tanah dengan retensi air rendah dan kerentanan degradasi menjadi latar belakang pengembangan solusi berbasis biochar–microbial synergy yang dikombinasikan dengan praktik regenerative agriculture serta integrasi teknologi Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) .
Platform digital KARSTIVA.ID menghadirkan prototype fitur seperti Smart Soil Dashboard, AI AgroPredict, Biochar Bank, TaniBot AI, dan Srawung Tani Forum . Sistem ini dirancang untuk membantu petani dalam memantau kondisi tanah secara real-time, merencanakan irigasi dan pemupukan berbasis prediksi, serta meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan sistem pertanian.
Integrasi pendekatan ekologis, teknologi, dan pemberdayaan komunitas menjadi kekuatan utama inovasi ini. Capaian Silver Medal mencerminkan kualitas substansi ilmiah karya, sementara penghargaan Poster Favorit menunjukkan keberhasilan tim dalam mengkomunikasikan solusi secara efektif kepada audiens internasional.
Melalui semangat “Turning Dryland into Smartlands” , inovasi KARSTIVA.ID diharapkan dapat menjadi model pengembangan pertanian cerdas berbasis riset yang aplikatif untuk kawasan karst di Indonesia.
Mahasiswa Program Magister Biologi, Universitas Gadjah Mada, Mifta Mardiah dan Mardian Isnawati berhasil meraih Silver Medal I (Subtema Kesehatan) dalam ajang LETIN 7 (Lomba Essay Tingkat Nasional 7) yang diselenggarakan oleh Nusantara Muda bekerja sama dengan Universitas Janabadra. Kompetisi bertema “Gagasan Generasi Muda Menuju Indonesia yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan” ini diikuti oleh siswa, mahasiswa, serta peserta kategori umum dari berbagai daerah di Indonesia.

Prestasi tersebut diraih melalui gagasan inovatif bertajuk iThalDetect, sebuah solusi berbasis artificial intelligence untuk skrining dini thalassemia. Inovasi ini berangkat dari peningkatan kasus thalassemia di Indonesia yang belum diimbangi dengan sistem skrining yang optimal, pemerataan fasilitas kesehatan, serta deteksi dini pada individu carrier.
Melalui iThalDetect, kami menghadirkan alat bantu skrining yang dikembangkan melalui pendekatan multidisiplin, mengintegrasikan ilmu biologi molekuler, hematologi klinis, dan machine learning. Model ini memanfaatkan algoritma Random Forest dan Support Vector Machine untuk menganalisis pola parameter hematologis sehingga dapat membantu proses skrining yang lebih efisien dan akurat. Sistem ini yang dirancang untuk mendukung deteksi dini, pemantauan risiko, sistem rujukan, serta edukasi pranikah sebagai langkah pencegahan jangka panjang. Inovasi ini diharapkan dapat berkontribusi pada penguatan upaya pencegahan penyakit tidak menular sekaligus mendukung pencapaian target global Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 3.4 dan 3.8 terkait penurunan angka penyakit tidak menular dan perluasan akses layanan kesehatan yang merata. “Kami berharap iThalDetect dapat menjadi solusi skrining awal yang lebih mudah diakses masyarakat” ujar Mifta Mardiah dan Mardian Isnawati. [Penulis: Mifta Mardiah]
Tim SABA yang terdiri dari mahasiswa S1 Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 2 sekaligus penghargaan Best Presentation dalam ajang Research Plan Competition AGRIFASCO yang diselenggarakan oleh Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, Institut Teknologi Bandung (ITB). Kompetisi ini berlangsung selama kurang lebih lima bulan tahap perancangan, sebelum mencapai babak final yang digelar pada 19 Desember 2025. Tim SABA beranggotakan Birrul Qisty Mutmainnah Nazara (ketua), Kaka Pria Ananta, dan Natasyabrina, di bawah bimbingan Mukhlish Jamal Musa Holle, M.Env.Sc., D.Phil. Prestasi ini menunjukkan kapasitas mahasiswa sarjana biologi dalam mengembangkan solusi riset inovatif yang relevan dengan tantangan lingkungan masa kini.
Dalam kompetisi tersebut, Tim SABA mengangkat isu degradasi biodiversitas di zona riparian perkebunan kelapa sawit, kawasan penyangga ekosistem yang memiliki peran penting namun kerap terabaikan dalam pengelolaan lanskap perkebunan. Penurunan kualitas habitat di area ini berdampak pada hilangnya keanekaragaman hayati, terganggunya fungsi ekologis, serta menurunnya peran zona riparian sebagai koridor satwa dan penyangga mikroiklim. Berangkat dari permasalahan tersebut, tim merancang solusi berbasis teknologi yang tidak hanya berfokus pada pemantauan, tetapi juga mampu memberikan sistem peringatan dini terhadap perubahan kondisi ekosistem.
Solusi yang ditawarkan adalah BIOVOX, sebuah sistem cerdas berbasis bioakustik untuk pemantauan restorasi biodiversitas di zona riparian perkebunan sawit di Riau. BIOVOX mengintegrasikan perangkat keras perekam suara lingkungan dengan perangkat lunak berupa aplikasi gawai yang didukung kecerdasan buatan (AI) serta sistem early warning. Melalui analisis suara satwa secara otomatis, sistem ini mampu mendeteksi perubahan komunitas hayati secara cepat dan berbasis data. Inovasi ini diharapkan dapat membantu pengelola lanskap dalam mengevaluasi keberhasilan restorasi, mencegah degradasi lebih lanjut, serta mendorong praktik pengelolaan perkebunan yang lebih berkelanjutan dan ramah biodiversitas. [Penulis: Birrul Qisty Mutmainnah Nazara]














