• UGM
  • Portal Simaster
  • IT Center
  • Webmail
  • KOBI
  • Bahasa Indonesia
    • English
  • Informasi Publik
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Biologi
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Visi, Misi & Tujuan
    • Organisasi
    • Staff
      • Tenaga Pendidik
      • Adjunt Professor
      • Tenaga Kependidikan
      • Kepakaran dan Topik Riset Dosen
    • Fasilitas
      • Animal House
      • Kebun Biologi
      • Konsultasi Kesehatan Mental
      • Laboratorium
      • Museum Biologi
      • Perpustakaan
    • Galeri
      • Gedung Fakultas
      • Museum Biologi
      • Penelitian
      • Gama Melon
  • Akademik
    • Program Sarjana
      • Visi, Misi, dan Tujuan
      • Matakuliah S1
      • Pendaftaran Skripsi
      • Pendaftaran Ujian Skripsi
      • Pendaftaran Yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Klaim MK Ekstrakurikuler
    • IUP
    • Program Profesi
      • Apa itu PKKH ?
      • Sejarah Pendirian Program Studi PKKH
      • Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran Program Studi PKKH
      • Kompetensi Lulusan Program Studi PKKH
      • Bahan Kajian dan Profil Lulusan Program Studi PKKH
      • Kurikulum Program Studi PKKH
      • Pendaftaran Mahasiswa Baru PKKH
      • Informasi dan FAQ Program Studi PKKH
    • Program Magister
      • Deskripsi Program Magister Biologi
      • Mata Kuliah S2
      • Struktur Kurikulum Program Magister
      • Info Pendaftaran
      • PENDAFTARAN UJIAN KOMPREHENSIF
      • Pendaftaran Ujian Tesis
      • pendaftaran yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Tracer Study
    • Program Doktor
      • Visi, Misi, Tujuan, & Sasaran Program Doktor Biologi
      • Kurikulum Program Doktor
      • Info Pendaftaran
      • Pendaftaran Ujian Komprehensif
    • Akreditasi dan Jaminan Mutu
  • PENELITIAN & PENGGABDIAN
    • Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology
    • Berkala Ilmiah Biology
    • Pengelolaan Sampah
  • Kerja Sama
  • Alumni
    • Berita Alumni
    • BCADC (Web Alumni)
    • Data Kabiogama Pascasarjana
    • Data Kabiogama Sarjana
  • Beranda
  • Prestasi
Arsip:

Prestasi

Tim Mahasiswa Fakultas Biologi UGM Raih Bronze Medal pada 2nd International Student Summit 2026

Prestasi Kamis, 5 Maret 2026

Yogyakarta, 4 Maret 2026 – Tim mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil meraih Bronze Medal dalam ajang 2nd International Student Summit Health Category yang diselenggarakan pada 14–15 Februari 2026 di Malaysia. Kompetisi ini diadakan oleh Sentosa Foundation bekerja sama dengan Universiti Sains Islam Malaysia dan dilaksanakan secara luring (offline). Kompetisi ini diikuti oleh beberapa universitas dari enam negara, yaitu Malaysia, Somalia, Turkmenistan, Kenya, Indonesia, dan Filipina. Ajang tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa internasional untuk mempresentasikan inovasi dan gagasan ilmiah di bidang kesehatan di hadapan dewan juri internasional.


Tim UGM mengangkat karya berjudul “TAKOTELANG: A Synergistic Herbal Tea of Clitoria ternatea Flower and Solanum torvum Root as a Natural Chemopreventive Agent Against Breast Cancer.” Inovasi ini merupakan formulasi teh herbal berbasis bunga telang (Clitoria ternatea) dan akar takokak (Solanum torvum) yang dikembangkan sebagai kandidat agen kemopreventif alami terhadap kanker payudara.

Secara ilmiah, kedua tanaman tersebut diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, antosianin, polifenol, dan triterpenoid yang berpotensi menghambat proliferasi sel kanker, menginduksi apoptosis, serta menekan stres oksidatif. Inovasi ini dikembangkan melalui pendekatan etnosains yang mengintegrasikan kearifan lokal dengan kajian biologi molekuler modern.

Tim ini diketuai oleh Natasyabrina (S1 Biologi Angkatan 2024) dengan anggota Widyadhari Tara Jagaddhita (S1 Biologi Angkatan 2024), Olga Davina Felisha (S1 Biologi Angkatan 2024), Nabilla Raihana Vildha (S1 Farmasi Angkatan 2024), dan Madeline Manik (S1 Farmasi Angkatan 2024). Tim dibimbing oleh Prof. Dr. Rarastoeti Pratiwi, M.Sc.

Melalui inovasi TakoTelang, tim tidak hanya menawarkan solusi preventif berbasis biodiversitas lokal Indonesia, tetapi juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui pengembangan alternatif pencegahan kanker yang lebih terjangkau dan berkelanjutan. Selain itu, inovasi ini juga berkontribusi pada SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) dan SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pemanfaatan sumber daya hayati lokal secara inovatif dan berkelanjutan.

Prestasi ini menjadi bukti komitmen mahasiswa Fakultas Biologi UGM dalam mengembangkan riset berbasis biodiversitas Indonesia serta berkontribusi pada solusi kesehatan global melalui kolaborasi lintas disiplin dan forum internasional. [Penulis: Natasyabrina]

Angkat Inovasi Susu Nabati Probiotik Kacang Hijau, Tiga Mahasiswa Biologi UGM Raih Medali Perak di Lomba Esai Cipta Nusantara Fest

PrestasiRilis Berita Rabu, 4 Maret 2026

Yogyakarta, 15-16 November 2025 – Tim mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada yang terdiri dari Karina Raihana Salsabila (23/513869/BI/11187), Khilda Aquilatin Nada (23/515256/BI/11220), dan Layly Salsabila (23/513771/BI/11185) berhasil meraih prestasi sebagai peraih medali perak dalam ajang Cipta Nusantara Fest (CNF) 2025 melalui kategori Esai Gizi dan Kesehatan. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Eduhub Incubator dan UKMF MCC FMIPA UNY dengan mengusung tema besar inovasi untuk pembangunan berkelanjutan yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.


Tim UGM mengusung esai berjudul “PROBEAN: Inovasi Susu Nabati Probiotik Kacang Hijau Berbasis Fermentasi untuk Alternatif Susu Sapi serta Perbaikan Gizi dan Kesehatan di Indonesia.” Karya ini lahir dari keprihatinan terhadap masih tingginya prevalensi intoleransi laktosa, alergi protein susu sapi, rendahnya konsumsi serat, serta angka stunting di Indonesia yang masih berada di atas target global.

Dalam esainya, tim mengembangkan konsep PROBEAN yaitu susu nabati berbasis kacang hijau (Vigna radiata) yang difermentasi menggunakan probiotik seperti Lactobacillus plantarum dan Bifidobacterium bifidum. Kombinasi ini dirancang untuk menghasilkan minuman fungsional bebas laktosa dengan viabilitas bakteri minimal 10⁶ CFU/ml sesuai standar nasional minuman susu fermentasi. Produk ini tidak hanya menjadi alternatif bagi individu dengan intoleransi laktosa dan alergi protein susu sapi, tetapi juga berperan dalam meningkatkan kesehatan usus, memperbaiki penyerapan nutrisi, serta mendukung sistem imun.

Kacang hijau dipilih sebagai bahan utama karena kandungan protein nabati yang tinggi, serat, vitamin, dan mineralnya. Selain itu, pemanfaatan komoditas lokal ini dinilai strategis untuk mengurangi ketergantungan impor susu sapi yang masih mendominasi kebutuhan nasional. Dengan pendekatan fermentasi, PROBEAN memiliki nilai tambah dibandingkan susu nabati konvensional karena mengandung probiotik aktif yang membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus.

Proses pengembangan PROBEAN meliputi tahapan perendaman, ekstraksi susu kacang hijau, pasteurisasi metode HTST, inokulasi probiotik, fermentasi, hingga pengemasan. Skema ini dirancang untuk menjaga stabilitas produk sekaligus memastikan manfaat fungsional tetap optimal selama masa simpan.

Dari sisi dampak, inovasi ini dinilai memiliki potensi kontribusi di berbagai sektor. Pada aspek kesehatan, PROBEAN dapat mendukung program pencegahan stunting melalui penyediaan sumber protein nabati dan probiotik. Pada aspek ekonomi, inovasi ini membuka peluang hilirisasi produk berbasis kacang hijau bagi petani dan UMKM lokal. Sementara pada aspek ketahanan pangan, PROBEAN menjadi langkah strategis menuju diversifikasi sumber protein nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Prestasi ini menunjukkan komitmen mahasiswa Biologi UGM dalam menghadirkan solusi berbasis riset terhadap permasalahan nyata di masyarakat. Ke depan, tim berharap PROBEAN dapat dikembangkan lebih lanjut melalui uji klinis, fortifikasi mikronutrien, serta kolaborasi dengan sektor industri dan pemerintah agar dapat diimplementasikan secara luas sebagai pangan fungsional di Indonesia. [Penulis: Layly Salsabila]

Kata kunci: Cipta Nusantara Fest, gizi masyarakat, intoleransi laktosa, kacang hijau, probiotik, stunting.

Mahasiswa UGM Raih Dua Medali Perak dan Satu Medali Perunggu pada International Student Summit 2026 di Malaysia

PrestasiRilis Berita Selasa, 3 Maret 2026

Malaysia, 13–16 Februari 2026 – Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang International Student Summit 2026 yang diselenggarakan di Malaysia. Dalam kompetisi internasional tersebut, tim mahasiswa UGM berhasil meraih dua medali perak melalui karya Coaterra dan Heat Potato, serta satu medali perunggu melalui inovasi Astavita.

Tim yang berkontribusi dalam kompetisi ini terdiri atas Fahima Ellya Wulandari, Ayu Nawang Wulan, Sri Garcinia Lathifah, dan Tika Permatasari. Keikutsertaan mereka mencerminkan kolaborasi lintas bidang yang mengangkat solusi inovatif berbasis sains dan keberlanjutan.

Coaterra merupakan inovasi material pelapis pangan berbasis biopolimer yang dirancang untuk memperpanjang umur simpan produk hortikultura dengan menekan kehilangan bobot, mempertahankan kekerasan, serta menghambat pertumbuhan mikroba. Karya ini dibimbing oleh Prof. Dr. Eko Agus Suyono, S.Si., M.App.Sc. dan memperoleh medali perak.

Heat Potato adalah teknologi pemanfaatan bahan alami berbasis kentang sebagai sumber panas ramah lingkungan yang berpotensi digunakan sebagai alternatif pemanas portabel. Inovasi ini dibimbing oleh Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc. dan juga meraih medali perak.

Sementara itu, Astavita merupakan inovasi produk fungsional berbasis bahan alami yang diformulasikan untuk mendukung kesehatan. Karya ini berfokus pada pemanfaatan sumber hayati secara berkelanjutan dan memperoleh medali perunggu, di bawah bimbingan Prof. Dr. Eko Agus Suyono, S.Si., M.App.Sc.

Ketiga karya tersebut mengangkat tema besar keberlanjutan, pemanfaatan sumber daya hayati, serta pengembangan produk ramah lingkungan yang memiliki potensi aplikasi nyata di masyarakat. Prestasi ini diharapkan dapat memperkuat peran mahasiswa UGM dalam menghasilkan inovasi berbasis riset yang berdampak global.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional melalui kreativitas, kolaborasi, dan pendampingan akademik yang kuat. [Penulis: Fahima Ellya Wulandari ]

Mahasiswa Magister Biologi UGM melalui Inovasi KARSTIVA.ID Raih Silver Medal dan Poster Favorit pada 2nd International Student Summit 2026

PrestasiRilis Berita Selasa, 24 Februari 2026

Inovasi pertanian cerdas berbasis sains dan teknologi digital kembali mengantarkan mahasiswa Magister Biologi UGM meraih prestasi di kancah internasional. Melalui ajang 2nd International Student Summit (2nd ISS) 2026, tim KARSIVA.ID berhasil memperoleh Silver Medal sekaligus penghargaan Favorite Poster pada Subtema Agriculture dalam kompetisi esai dan poster yang diselenggarakan pada 14-15 Februari 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Tim inovator terdiri atas Nur Aini (ketua tim), Indah Ayu Lestari, Anisa Handani Uno, Brenda Febrina, dan Inez Maylida. Pada babak final, tiga mahasiswa yaitu Nur Aini, Indah Ayu Lestari, dan Anisa Handani Uno bertindak sebagai delegasi yang hadir dan mempresentasikan karya secara langsung di Malaysia. Tim KARSTIVA.ID di bawah bimbingan Ibu Prof. Dr. Diah Rachmawati, S.Si., M.Si.

Dalam kompetisi tersebut, tim mengusung karya berjudul “KARSTIVA.ID: Smart Eco-Farming Innovation for Karst Soil Revitalization in Gunungkidul, Yogyakarta” . Karya ini terlebih dahulu melalui proses seleksi dan dinyatakan lolos sebagai finalis oleh tim reviewer internasional sebelum berkompetisi pada babak final.

2nd International Student Summit (2nd ISS) merupakan forum ilmiah internasional yang mempertemukan mahasiswa dari enam negara dalam rangkaian exhibition, penjurian, dan presentasi final sebelum awarding ceremony . Pada kategori yang diikuti, penilaian mencakup kualitas gagasan ilmiah dalam esai serta kemampuan visualisasi dan komunikasi ilmiah melalui poster.

KARSTIVA.ID dikembangkan sebagai respons terhadap tantangan pengelolaan lahan karst di Gunungkidul yang didominasi kawasan karst hingga 53% . Kondisi tanah dengan retensi air rendah dan kerentanan degradasi menjadi latar belakang pengembangan solusi berbasis biochar–microbial synergy yang dikombinasikan dengan praktik regenerative agriculture serta integrasi teknologi Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) .

Platform digital KARSTIVA.ID menghadirkan prototype fitur seperti Smart Soil Dashboard, AI AgroPredict, Biochar Bank, TaniBot AI, dan Srawung Tani Forum . Sistem ini dirancang untuk membantu petani dalam memantau kondisi tanah secara real-time, merencanakan irigasi dan pemupukan berbasis prediksi, serta meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan sistem pertanian.

Integrasi pendekatan ekologis, teknologi, dan pemberdayaan komunitas menjadi kekuatan utama inovasi ini. Capaian Silver Medal mencerminkan kualitas substansi ilmiah karya, sementara penghargaan Poster Favorit menunjukkan keberhasilan tim dalam mengkomunikasikan solusi secara efektif kepada audiens internasional.

Melalui semangat “Turning Dryland into Smartlands” , inovasi KARSTIVA.ID diharapkan dapat menjadi model pengembangan pertanian cerdas berbasis riset yang aplikatif untuk kawasan karst di Indonesia.

Angkat Inovasi iThalDetect (Intelligent Thalassemia Detection), Mahasiswa Biologi Raih Silver Medal dalam LETIN 7 (Lomba Essay Tingkat Nasional 7)

Prestasi Senin, 23 Februari 2026

Mahasiswa  Program Magister Biologi, Universitas Gadjah Mada, Mifta Mardiah dan Mardian Isnawati berhasil meraih Silver Medal I (Subtema Kesehatan) dalam ajang LETIN 7 (Lomba Essay Tingkat Nasional 7) yang diselenggarakan oleh Nusantara Muda bekerja sama dengan Universitas Janabadra. Kompetisi bertema “Gagasan Generasi Muda Menuju Indonesia yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan” ini diikuti oleh siswa, mahasiswa, serta peserta kategori umum dari berbagai daerah di Indonesia.

Prestasi tersebut diraih melalui gagasan inovatif bertajuk iThalDetect, sebuah solusi berbasis artificial intelligence untuk skrining dini thalassemia. Inovasi ini berangkat dari peningkatan kasus thalassemia di Indonesia yang belum diimbangi dengan sistem skrining yang optimal, pemerataan fasilitas kesehatan, serta deteksi dini pada individu carrier.

Melalui iThalDetect, kami menghadirkan alat bantu skrining yang dikembangkan melalui pendekatan multidisiplin, mengintegrasikan ilmu biologi molekuler, hematologi klinis, dan machine learning. Model ini memanfaatkan algoritma Random Forest dan Support Vector Machine untuk menganalisis pola parameter hematologis sehingga dapat membantu proses skrining yang lebih efisien dan akurat. Sistem ini yang dirancang untuk mendukung deteksi dini, pemantauan risiko, sistem rujukan, serta edukasi pranikah sebagai langkah pencegahan jangka panjang. Inovasi ini diharapkan dapat berkontribusi pada penguatan upaya pencegahan penyakit tidak menular sekaligus mendukung pencapaian target global Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 3.4 dan 3.8 terkait penurunan angka penyakit tidak menular dan perluasan akses layanan kesehatan yang merata. “Kami berharap iThalDetect dapat menjadi solusi skrining awal yang lebih mudah diakses masyarakat” ujar  Mifta Mardiah dan Mardian Isnawati. [Penulis: Mifta Mardiah]

Dari Kampus ke Konservasi: BIOVOX Antar Tim SABA UGM Juara di Kompetisi Riset Nasional

Prestasi Senin, 2 Februari 2026

Tim SABA yang terdiri dari mahasiswa S1 Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 2 sekaligus penghargaan Best Presentation dalam ajang Research Plan Competition AGRIFASCO yang diselenggarakan oleh Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, Institut Teknologi Bandung (ITB). Kompetisi ini berlangsung selama kurang lebih lima bulan tahap perancangan, sebelum mencapai babak final yang digelar pada 19 Desember 2025. Tim SABA beranggotakan Birrul Qisty Mutmainnah Nazara (ketua), Kaka Pria Ananta, dan Natasyabrina, di bawah bimbingan Mukhlish Jamal Musa Holle, M.Env.Sc., D.Phil. Prestasi ini menunjukkan kapasitas mahasiswa sarjana biologi dalam mengembangkan solusi riset inovatif yang relevan dengan tantangan lingkungan masa kini.


Dalam kompetisi tersebut, Tim SABA mengangkat isu degradasi biodiversitas di zona riparian perkebunan kelapa sawit, kawasan penyangga ekosistem yang memiliki peran penting namun kerap terabaikan dalam pengelolaan lanskap perkebunan. Penurunan kualitas habitat di area ini berdampak pada hilangnya keanekaragaman hayati, terganggunya fungsi ekologis, serta menurunnya peran zona riparian sebagai koridor satwa dan penyangga mikroiklim. Berangkat dari permasalahan tersebut, tim merancang solusi berbasis teknologi yang tidak hanya berfokus pada pemantauan, tetapi juga mampu memberikan sistem peringatan dini terhadap perubahan kondisi ekosistem.

Solusi yang ditawarkan adalah BIOVOX, sebuah sistem cerdas berbasis bioakustik untuk pemantauan restorasi biodiversitas di zona riparian perkebunan sawit di Riau. BIOVOX mengintegrasikan perangkat keras perekam suara lingkungan dengan perangkat lunak berupa aplikasi gawai yang didukung kecerdasan buatan (AI) serta sistem early warning. Melalui analisis suara satwa secara otomatis, sistem ini mampu mendeteksi perubahan komunitas hayati secara cepat dan berbasis data. Inovasi ini diharapkan dapat membantu pengelola lanskap dalam mengevaluasi keberhasilan restorasi, mencegah degradasi lebih lanjut, serta mendorong praktik pengelolaan perkebunan yang lebih berkelanjutan dan ramah biodiversitas. [Penulis: Birrul Qisty Mutmainnah Nazara]

Konsistensi Inovasi Mahasiswa UGM: ALGENIX Kembali Meraih Gold Medal di GYIIF 2026

Kegiatan MahasiswaPrestasi Senin, 26 Januari 2026

Yogyakarta, 2026 — Konsistensi inovasi mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mendapat pengakuan internasional. Karya inovatif bertajuk ALGENIX – Algae Energy Innovation eXperiment kembali berhasil meraih Gold Medal pada ajang Global Youth Invention And Innovation Fair (GYIIF) 2026, menandai perolehan medali emas kedua di tingkat internasional.

Inovasi ini dikembangkan oleh tim mahasiswa lintas disiplin UGM yang terdiri atas Fahima Ellya Wulandari, Tika Permatasari, Aryan Mustamin, Ogilvy Galang Rizki, dan Syarafina Azzahra dari Fakultas Biologi, serta Ajie Prasojo dari Fakultas Teknik. Penelitian dan pengembangan ALGENIX berada di bawah bimbingan Prof. Dr. Eko Agus Suyono, S.Si., M.App.Sc., dosen Fakultas Biologi UGM, yang berperan sebagai supervisor dalam memastikan kekuatan ilmiah dan keberlanjutan konsep inovasi yang dikembangkan.

ALGENIX merupakan inovasi lampu ramah lingkungan berbasis Microbial Fuel Cell (MFC) yang mengintegrasikan simbiosis mikroalga Euglena sp. dan bakteri elektrogenik Bacillus subtilis untuk menghasilkan energi listrik dari limbah organik, khususnya limbah cair tahu. Inovasi ini tidak hanya berfungsi sebagai sumber pencahayaan berkelanjutan, tetapi juga berperan dalam pengolahan limbah, penyerapan karbon dioksida (CO₂), serta produksi oksigen, sehingga memberikan dampak ekologis yang nyata.

Keunggulan ALGENIX terletak pada pendekatan ekonomi sirkular dan zero waste, di mana limbah cair tahu yang selama ini berpotensi mencemari lingkungan dimanfaatkan sebagai substrat utama dalam sistem MFC. Melalui aktivitas metabolisme mikroorganisme, bahan organik dalam limbah dikonversi menjadi energi listrik, sementara di sisi katoda mikroalga melakukan fotosintesis yang mendukung keberlanjutan produksi energi sekaligus meningkatkan kualitas udara.

Selain aspek teknologinya, ALGENIX juga dirancang dengan prototipe transparan dan futuristik yang memungkinkan pengguna mengamati langsung proses biologis di dalam sistem. Desain ini memberikan nilai edukatif dan estetis, serta mendorong peningkatan literasi masyarakat terhadap potensi energi terbarukan berbasis bioteknologi.

Pada ajang GYIIF 2026, dewan juri menilai ALGENIX unggul dalam aspek kebaruan inovasi, keberlanjutan lingkungan, serta potensi implementasi di kawasan urban yang memiliki keterbatasan ruang hijau dan akses energi bersih. Keberhasilan meraih Gold Medal untuk kedua kalinya menjadi bukti bahwa inovasi mahasiswa UGM memiliki daya saing global dan relevansi yang kuat terhadap isu lingkungan masa kini.

Inovasi ALGENIX sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 (Affordable and Clean Energy), SDG 11 (Sustainable Cities and Communities), SDG 13 (Climate Action), serta SDG 14 (Life Below Water) melalui pengurangan pencemaran limbah organik ke lingkungan perairan.

Ke depan, pengembangan ALGENIX akan difokuskan pada peningkatan efisiensi sistem, penguatan skalabilitas, serta integrasi teknologi pemantauan digital. Kolaborasi lintas sektor dengan pemerintah, industri pengolahan limbah, dan komunitas energi terbarukan diharapkan dapat memperluas penerapan dan dampak inovasi ini bagi masyarakat.

Prestasi ini menjadi bukti nyata komitmen mahasiswa UGM dalam menghadirkan solusi inovatif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran generasi muda Indonesia dalam menjawab tantangan energi dan lingkungan di tingkat global. [Penulis: Fahima Ellya Wulandari]

Menang di Ujung Perjuangan: Tim MYCOBIOME Raih Gold Medal Kompetisi Internasional IYMIA 2026 di Penghujung Masa Studi

Kegiatan MahasiswaPrestasi Senin, 26 Januari 2026

Mahasiswa Pascasarjana Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Tim MYCOBIOME berhasil meraih Gold Medal dalam ajang International Young Moslem Inventor Award (IYMIA) 2026, sebuah kompetisi inovasi internasional yang diselenggarakan pada 15–18 Januari 2026.

International Young Moslem Inventor Award (IYMIA) merupakan ajang yang bertujuan mendorong generasi muda dalam mengintegrasikan kemajuan sains dengan nilai-nilai religius, serta menghadirkan solusi nyata bagi permasalahan global. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) bekerja sama dengan Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Institut Pertanian Bogor (IPB). Ajang ini menjadi salah satu platform strategis bagi pelajar dan mahasiswa dari Indonesia maupun mancanegara untuk mempresentasikan karya inovasi berbasis riset.

Tim MYCOBIOME yang terdiri dari Aryan Mustamin, Ni’ma Ainul Fuadi Nurkhalis, Shuha Ma’muriyah Halim, Siti Aeniah, dan Wiwin Ariesti, berhasil menunjukkan keunggulan inovasi mereka di antara peserta internasional. Tim ini juga didampingi oleh Sari Darmasiwi, S.Si., M.Biotech., Ph.D. sebagai supervisor dalam proses pengembangan inovasi.

Yang membuat capaian ini semakin istimewa, kemenangan Tim MYCOBIOME diraih di tengah situasi yang penuh tekanan. Seluruh anggota tim berada pada fase krusial akademik—mulai dari persiapan sidang, penyusunan dokumen akhir, hingga proses pendaftaran yudisium. Dalam kondisi waktu yang sangat terbatas, tim tetap memutuskan untuk mengambil tantangan mengikuti kompetisi internasional dan menyelesaikan seluruh persyaratan lomba secara maksimal.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur bisa membawa nama UGM dan Indonesia di ajang internasional ini. Jujur, ini kami jalani di tengah masa-masa paling padat, karena sebagian dari kami sedang berada di penghujung sidang dan proses menuju yudisium. Tapi kemenangan ini membuktikan bahwa keterbatasan waktu tidak menghalangi kami untuk tetap berkarya dan memberikan yang terbaik,” ungkap Aryan Mustamin selaku ketua tim.

Pada ajang IYMIA 2026, Tim MYCOBIOME mengusung inovasi bertajuk MYCOBIOME™ Postbiotic Gel Moisturizer, sebuah produk skincare microbiome-friendly yang dikembangkan melalui pendekatan bioteknologi hijau dengan memanfaatkan biodiversitas Indonesia. Inovasi ini dirancang sebagai solusi untuk menjawab tantangan kulit tropis modern, seperti kerusakan skin barrier, kulit sensitif, serta ketidakseimbangan mikrobioma kulit (disbiosis) yang sering dipicu oleh polusi, paparan sinar UV, dan penggunaan produk sintetis secara berlebihan.

“Di tengah padatnya agenda akademik, kami tetap berusaha menjaga semangat riset. Kami ingin menghadirkan produk skincare yang tidak hanya fokus pada hasil instan, tetapi juga memperhatikan keseimbangan mikrobioma kulit sebagai dasar kesehatan kulit jangka panjang, terutama untuk kondisi iklim tropis seperti Indonesia,” ujar Ni’ma Ainul Fuadi Nurkhalis.

Keunggulan utama MYCOBIOME terletak pada kombinasi biomaterial lokal, yaitu fungal chitosan sebagai alternatif non-alergenik dari chitosan berbasis udang, alginat rumput laut Indonesia sebagai pembentuk bio-hydrogel alami untuk hidrasi tahan lama, serta postbiotic Lactobacillus plantarum yang diperoleh dari fermentasi kopi lokal. Sinergi ketiga komponen ini menghasilkan gel moisturizer yang mampu memberikan hidrasi adaptif, membantu memperkuat lapisan pelindung kulit, serta menjaga keseimbangan mikroorganisme baik pada kulit.

“Bagi kami, MYCOBIOME bukan hanya inovasi untuk lomba. Ini adalah bentuk keyakinan bahwa biodiversitas Indonesia bisa diolah menjadi produk bernilai tinggi dan mampu bersaing di tingkat global. Meski kami berpacu dengan waktu, kami tetap ingin menjaga kualitas dan pesan ilmiah dari inovasi ini,” kata Shuha Ma’muriyah Halim.

Selain menawarkan manfaat fungsional bagi kesehatan kulit, inovasi MYCOBIOME juga menekankan aspek keberlanjutan melalui pemanfaatan biomassa terbarukan, metode produksi hemat energi, serta pendekatan ramah lingkungan. Inovasi ini sejalan dengan komitmen terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being), SDG 12 (Responsible Consumption and Production), serta SDG 13 (Climate Action).

“Kemenangan ini terasa sangat bermakna karena kami meraihnya di tengah masa yang melelahkan secara akademik. Namun, justru di situ kami belajar bahwa riset dan inovasi harus tetap berjalan—karena manfaatnya bisa melampaui ruang kelas dan berdampak untuk masyarakat,” tutur Siti Aeniah.

Perjalanan menuju kemenangan tentu tidak mudah. Tim MYCOBIOME menghadapi tantangan besar dalam menyusun konsep, menyempurnakan ide, serta mempersiapkan presentasi secara maksimal dalam waktu yang terbatas. Mulai dari penyusunan naskah, finalisasi materi, hingga latihan presentasi dilakukan secara intensif di sela-sela jadwal akademik yang padat.

“Kompetisi ini benar-benar menguji manajemen waktu dan kekompakan kami. Ada momen kami harus menyelesaikan revisi lomba di sela-sela urusan sidang dan administrasi akhir. Tapi pengalaman ini sangat berharga karena mengajarkan kami untuk tetap fokus, disiplin, dan percaya pada kerja tim,” ujar Wiwin Ariesti.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia mampu menghadirkan inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan terhadap kebutuhan masyarakat dan perkembangan industri global. Keberhasilan Tim MYCOBIOME meraih Gold Medal di IYMIA 2026 diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya, berinovasi, serta memberikan kontribusi nyata melalui riset dan pengembangan teknologi berbasis potensi lokal Indonesia. [Penulis: Aryan Mustamin]

Soroti Tantangan Malaria Indonesia Timur, Mahasiswa Magister Biologi UGM Raih Juara Nasional

Prestasi Selasa, 20 Januari 2026

Dua mahasiswa Program Magister Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Mardian Isnawati dan Mifta Mardiah, berhasil meraih Juara 2 Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional yang diselenggarakan secara daring oleh BEM FKIP Universitas Wiraraja dalam ajang Education Day Competition (EDC) pada Desemebr 2025. Kompetisi ini mengangkat subtema “Pendidikan Karakter dan Literasi Sosial di Era Digital” dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Capaian ini menunjukkan peran mahasiswa Magister Biologi UGM dalam menyusun gagasan ilmiah yang relevan dengan isu pendidikan dan kesehatan masyarakat. Keberhasilan Mardian Isnawati dan Mifta Mardiah juga sejalan dengan upaya UGM dalam mendorong penelitian aplikatif yang dapat dimanfaatkan untuk menjawab permasalahan kesehatan, khususnya di wilayah dengan risiko penyakit yang masih tinggi. “Kami mengangkat topik ini karena malaria masih menjadi salah satu tantangan penyakit menular di Indonesia bagian timur, khususnya di Papua Barat, dan kami melihat pendidikan di sekolah sebagai langkah penting untuk membangun pencegahan sejak dini,” ujar Mardian Isnawati dan Mifta Mardiah.

Karya ilmiah yang mengantarkan prestasi tersebut berjudul “Best Practice: Inovasi Implementasi Mulok Malaria untuk Penguatan Karakter Siswa Era Digital di Papua Barat”. Tulisan ini mengangkat permasalahan tingginya kasus malaria di kalangan pelajar Papua Barat, salah satu wilayah yang menyumbang sebagian besar beban malaria nasional, serta menekankan pentingnya muatan lokal (mulok) malaria sebagai pembelajaran kontekstual untuk membentuk karakter pencegahan penyakit sekaligus meningkatkan literasi sosial dan digital siswa. Melalui pendekatan Social and Behavior Change Communication (SBCC), Mardian Isnawati dan Mifta Mardiah mendokumentasikan praktik terbaik implementasi mulok malaria berbasis pembelajaran digital, kolaboratif, dan kontekstual di sekolah dasar daerah endemis tinggi. Inovasi seperti Detektif Jentik Cilik, Malaria Melody Project, dan Malaria Digital Challenge menunjukkan bahwa integrasi pendidikan, teknologi, dan kesehatan mampu menjadikan siswa sebagai agen perubahan dalam mendukung target eliminasi malaria Indonesia tahun 2030. [Penulis: Mardian Isnawati]

Dosen Biologi UGM Menjadi Best Presenter di International Conference Of Applied Science And Education (i-CASE) Malaysia

Prestasi Minggu, 21 Desember 2025

Malaysia (13/12), salah satu dosen Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, Dr. Dwi Umi Siswanti, S.Si., M.Sc., mengikuti International Conference of Applied Science and Education (i-CASE) in conjunction with 13th International Postgraduate Conference On Science And Mathematics (IPCSM) 2025  di Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Tanjong Malim  Perak, Malaysia. Tema yang diusung oleh konferensi ini adalah “Empowering Generations: Advancing Knowledge through Science and Education” dengan peserta lebih dari 300 peneliti dari ASEAN dan Afrika serta puluhan mahasiswa pasca sarjana UPSI Malaysia. Konferensi diselenggarakan pada 12-14 Desember 2025,  diawali dengan workshop yang terbuka untuk seluruh peserta. Beberapa workshop  yang ditawarkan adalah Chemistry Education Workshop, Glass Blowing Workshop, Thermogravimetry Analysis Workshop dan UV-Visible Spectrophotometry Workshop. Hari berikutnya dilaksanakan acara utama yaitu paparan keynote speaker dilanjutkan dengan presentasi peserta baik oral maupun poster presentation. Seminar internasional ini menyuguhkan empat orang keynote speaker, yaitu Professor Emeritus Dato’ Dr. Musa Ahmad (UPSI, Malaysia), Professor Dr. Suyanta, Msi. (UNY, Indonesia), Professor Dr. Ong Eng Tek (UCSI, Malaysia) dan Professor Dr. Azmi Mohamed (UPSI, Malaysia).

Dwi Umi menjadi salah satu oral presenter pada i-CASE kali ini dengan mengusung topik penelitian  “Biofertilizer as Anthracnose Control Agent: Inhibition Colony of Colletotrichum sp. and Accelarate Plant Growth of Chili (Capsicum frutescens L.)”. Manuskrip penelitian ini merupakan hasil riset dan tulisan bersama dengan Rindha Amarsita (mahasiswa Fakultas Biologi UGM), Oryza Enwiera Rain (University of Toronto, Canada), Wiwin Tyas Istikowati (Universitas Lambung Mangkurat) dan Azlan Kamari (Universiti Pendidikan Sultan Idris, Malaysia). Dwi Umi juga tergabung dalam STEMinist, yaitu tim penelitian yang didanai oleh LPDP dan berfokus pada riset “Plastic Composite Product Toward Zero Waste in Banjarbaru, South Kalimantan, Indonesia”. Hasil riset ini juga dipresentasikan di perhelatan i-CASE UPSI 2025.

Presentasi penelitian terkait biofertilizer oleh Dwi Umi dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari Dr. Shazwan bin Saidin, Dr. Faridah Lisa Supian dan Dr. Izan Roshawaty binti Mustapa serta audiens. Pada sesi penutupan konferensi diumumkan pemenang terbaik oral presenter dan poster presenter serta pameran alat hasil riset mahasiswa pascasarjana UPSI. Dwi Umi terpilih menjadi best oral presenter  di i-CASE in conjuction IPCSM 2025. “Saya apresiasi  hospitality panitia i-CASE yang sangat baik dan saya bangga menjadi best oral presenter di event ini”, ungkap Dwi Umi sesaat setelah menerima piala dari Wakil Rektor UPSI dan Ketua Komite i-CASE. Lebih jauh Dwi Umi menyampaikan bahwa,” Saya menyiapkan presentasi terbaik saya sejak saya memutuskan untuk mengikuti konferensi ini di bulan Oktober silam”. Dwi Umi berharap pengalaman mendapatkan hospitality terbaik ini akan diadopsi oleh instutusi pengelola konferensi internasional, terutama di UGM.

Keikutsertaan Dwi Umi dalam i-CASE 2025 di UPSI merupakan pangejawantahan dari SDGs 13 (Penanganan Perubahan Iklim) dan SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). (DUS)

123…25

Akreditasi

Berita Terakhir

  • Tim Mahasiswa Fakultas Biologi UGM Raih Bronze Medal pada 2nd International Student Summit 2026
  • Angkat Inovasi Susu Nabati Probiotik Kacang Hijau, Tiga Mahasiswa Biologi UGM Raih Medali Perak di Lomba Esai Cipta Nusantara Fest
  • Mahasiswa UGM Raih Dua Medali Perak dan Satu Medali Perunggu pada International Student Summit 2026 di Malaysia
  • Dharma Wanita Persatuan UP Fakultas Biologi UGM Selenggarakan Pelatihan Budidaya Anggrek
  • Upacara Melepas Wisudawan-Wisudawati Program Sarjana Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada Periode II Tahun Akademik 2025/2026
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA

FAKULTAS BIOLOGI
Jalan Teknika Selatan, Sekip Utara,
Yogyakarta 55281
biologi-ugm@ugm.ac.id
Telepon/Fax: +62 (274) 580839

Tentang Kami

  • Sejarah
  • Organisasi
  • Staff
  • VISI, MISI & TUJUAN
  • Biodiversitas
  • Informasi Publik

KEMAHASISWAAN

  • Pelayanan Mahasiswa
  • Organisasi Mahasiswa
  • Pengajuan Kerja Praktik Lapangan
  • Izin Penelitian Lapangan
  • Layanan Konseling Mahasiswa

Akademik

  • Peraturan Akademik
  • Pengumuman Akademik

Survei Kepuasan Layanan

  • Survei Layanan Akademik
  • Survei Layanan KASDM
  • Survei Layanan P2MKSA
  • Survei Layanan Laboratiorum
  • Survei Layanan K5L dan Driver

Akreditasi

  • Image 1
  • Image 2
  • Image 3

© 2024 FAKULTAS BIOLOGI UNIVERSITAS GADJAH MADA

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju