Yogyakarta – Inovasi pemanfaatan kulit ikan nila sebagai biomaterial untuk smart wound dressing mengantarkan tim mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) meraih Gold Medal pada kategori Life Science dalam 6th World Science, Environment and Engineering Competition (WSEEC) 2026. Kompetisi ilmiah tingkat internasional ini diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) bekerja sama dengan Universitas Pancasila Jakarta, dan berlangsung secara hybrid pada 5–7 Agustus 2026.

Tim yang diketuai oleh Kamila Islamiati, bersama Anggistina Wulansari, Putri Amalia Sholehah, Sabrina Labista Wibowo, Aulia Fadila, dan Yesi Noviatun, merupakan mahasiswa Program Studi Magister Biologi, Fakultas Biologi UGM. Di bawah bimbingan Prof. Dr. Rarastoeti Pratiwi, M.Sc., Ph.D., tim mengembangkan inovasi berjudul “NilaDerm: A Colorimetric Smart Hydrogel Wound Dressing Derived from Nile Tilapia Skin Collagen for Early Detection of Diabetic Wound Infection.”
NilaDerm dikembangkan sebagai smart wound dressing untuk mendukung pemantauan kondisi luka diabetikum. Inovasi ini mengintegrasikan kolagen kulit ikan nila (Oreochromis niloticus) sebagai biomaterial dengan antosianin bunga telang (Clitoria ternatea) sebagai sensor kolorimetri yang responsif terhadap perubahan pH lingkungan luka.
Ulkus diabetikum merupakan salah satu komplikasi diabetes mellitus yang memiliki proses penyembuhan kompleks dan berisiko mengalami infeksi. Perubahan pH pada lingkungan luka dapat menjadi salah satu indikator perubahan kondisi luka. Melalui sistem kolorimetri, NilaDerm dirancang untuk memvisualisasikan perubahan tersebut melalui perubahan warna sehingga kondisi luka dapat dipantau secara lebih sederhana dan non-invasif.
Selain menawarkan fungsi pemantauan, pemanfaatan kulit ikan nila dalam NilaDerm juga menjadi upaya untuk meningkatkan nilai guna limbah hasil perikanan. Kolagen dari kulit ikan dikembangkan sebagai material biomaterial, sedangkan bunga telang dimanfaatkan sebagai sumber antosianin untuk sistem sensor.
Ketua tim, Kamila Islamiati, mengatakan bahwa NilaDerm dikembangkan untuk menggabungkan fungsi balutan dan pemantauan kondisi luka dalam satu inovasi. “Kami ingin menghadirkan balutan luka yang tidak hanya menutup luka, tetapi juga dapat memberikan informasi visual mengenai perubahan kondisi lingkungan luka,” ujarnya.
Menurut Kamila, raihan Gold Medal menjadi motivasi bagi tim untuk terus mengembangkan penelitian tersebut. “Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk membawa inovasi berbasis sumber daya lokal ke tahap pengembangan yang lebih lanjut,” tambahnya.
Anggistina Wulansari menyampaikan bahwa proses kompetisi memberikan pengalaman bagi tim untuk mengembangkan ide ilmiah menjadi inovasi yang lebih aplikatif. “Kami belajar bahwa inovasi perlu memiliki kebaruan sekaligus menjawab kebutuhan nyata di masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Putri Amalia Sholehah menyoroti pemanfaatan bahan lokal dalam pengembangan NilaDerm. “Kami mencoba memberikan nilai tambah pada bahan yang mudah ditemukan di Indonesia melalui pengembangan biomaterial untuk bidang kesehatan,” katanya.
Menurut Sabrina Labista Wibowo, aspek deteksi dini menjadi salah satu keunggulan konsep yang dikembangkan. “Kami ingin perubahan kondisi luka dapat dikenali secara lebih sederhana melalui indikator warna,” ujarnya.
Aulia Fadila menuturkan bahwa kompetisi internasional tersebut juga menjadi ruang bagi tim untuk mengembangkan kemampuan komunikasi ilmiah. “Pengalaman ini membantu kami belajar menyampaikan hasil riset secara sistematis kepada komunitas ilmiah internasional,” tuturnya.
Sementara itu, Yesi Noviatun berharap NilaDerm dapat terus dikembangkan melalui penelitian lanjutan. “Kami berharap NilaDerm dapat terus dioptimalkan hingga memiliki potensi aplikasi yang lebih luas,” ungkapnya.
Prestasi Gold Medal pada kategori Life Science di 6th WSEEC 2026 turut memperkuat kontribusi mahasiswa Fakultas Biologi UGM dalam pengembangan inovasi berbasis ilmu pengetahuan. NilaDerm juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui pengembangan pendekatan pemantauan kondisi luka, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui inovasi biomaterial dan teknologi kesehatan, serta SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pemanfaatan limbah kulit ikan sebagai bahan bernilai tambah.
Raihan Gold Medal ini menjadi salah satu capaian mahasiswa Fakultas Biologi UGM dalam membawa inovasi berbasis sumber daya lokal ke kompetisi ilmiah tingkat internasional. Melalui NilaDerm, tim berharap pengembangan biomaterial dan teknologi smart wound dressing dapat terus dilakukan untuk menghasilkan solusi yang inovatif, berkelanjutan, dan berpotensi memberikan manfaat bagi masyarakat. [Penulis: Kamila Islamiati]




















