Arsip:
Prestasi
Minggu, 24 Agustus 2025, Tim mahasiswa Fakultas Biologi UGM angkatan 2022 yang terdiri dari Avriena Lintang Aulia Riefa’i, Fatiha Esti Murwani, dan Nova Nana Nadiya berhasil meraih prestasi pada ajang kompetisi ilmiah yang diselenggarakan oleh UKM Forces IPB University, Dramaga. Kompetisi karya tulis ilmiah PIMPI (Pekan Inovasi Mahasiswa Pertanian Indonesia) dilaksanakan sejak seleksi naskah abstrak pada 28 Maret 2025 hingga presentasi final dan expo yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 23 Agustus 2025. Pada kompetisi yang bertema besar “Agrointegration to Achieve Empowered Agriculture” tersebut, tim dari Fakultas Biologi berfokus pada subtema “Penerapan Bioteknologi untuk Perlindungan Genetik” dengan mengangkat topik mengenai pengembangan aplikasi Biocatharantine pada salah satu varietas padi lokal unggulan untuk ketahanan terhadap cekaman kekeringan ekstrem sebagai upaya ketahanan pangan nasional.
Pengembangan inovasi ini tidak hanya menjawab permasalahan nyata di sektor pertanian Indonesia tetapi juga sejalan dengan komitmen global dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dan poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Tim berhasil meraih Juara 1 setelah tahap presentasi final dan expo secara luring yang diikuti oleh 6 tim finalis lain dari berbagai universitas di Indonesia. Prestasi ini diharapkan dapat memacu semangat dan motivasi bagi seluruh mahasiswa UGM, khususnya Fakultas Biologi, untuk terus berkarya, berinovasi, dan aktif berkontribusi dalam kompetisi-kompetisi ilmiah baik di tingkat nasional maupun internasional. Pencapaian ini juga menegaskan peran strategis UGM dalam mencetak generasi muda yang unggul dan mampu menjawab tantangan zaman. [Penulis: Fatiha Esti Murwani]
Yogyakarta (UGM) – Mahasiswa Program Studi Pascasarjana Biologi, Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada, menorehkan prestasi gemilang di ajang Internasional yaitu Indonesia International Invention Expo 2025 (IIIEX 2025) dengan meraih Gold Medal dan IYSA Special Award dalam kategori Bidang Bioteknologi yang berlangsung pada tanggal 1-4 Agustus 2025 di Politeknik Negeri Semarang.

Tim yang beranggotakan Anggistina Wulansari, Siti Zulaikha, Anisa Kurniati dan Maria Virgine Lilyana Manumanas di bawah bimbingan Dr. rer. nat. Abdul Rahman Siregar, S.Si., M. Biotech. mempresentasikan inovasi berjudul “Herbal Hand Soap ZIP” sebagai bentuk upaya dalam mencegah infeksi Nosokomial”.
Infeksi nosokomial adalah jenis infeksi yang umum terjadi di rumah sakit yang disebabkan oleh bakteri Proteus sp., Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Candida albicans, dan Pseudomonas aeruginosa. Pencegahan infeksi ini dapat dilakukan melalui kebiasaan mencuci tangan. Oleh karena itu, hand soap ZIP menawarkan solusi sebagai antimikroba alami.
Mengusung konsep “from nature to health”, inovasi ini meramu ekstrak rimpang bangle (Zingiber cassumunar), minyak atsiri bunga kamboja (Plumeria alba), dan ekstrak kulit jeruk menjadi formula sabun cuci tangan herbal dengan daya antibakteri tinggi. Dalam hasil pengujian membuktikan kemampuannya dalam menekan pertumbuhan bakteri penyebab infeksi nosokomial seperti Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, dan Escherichia coli. Lebih dari sekadar produk kebersihan, Hand Soap ZIP menawarkan solusi preventif yang alami, ramah lingkungan, sekaligus mengubah limbah organik menjadi inovasi bernilai untuk meningkatkan keamanan dan higienitas di fasilitas kesehatan serta guna mencegah infeksi nosokomial di Indonesia.
Hand Soap ZIP dinilai unggul karena mampu menjawab tantangan tingginya kasus infeksi nosokomial di fasilitas kesehatan, sekaligus berkontribusi terhadap beberapa poin utama SDGs seperti peningkatan kesehatan dan kesejahteraan (SDGs 3), inovasi dan infrastruktur industri (SDGs 9), konsumsi dan produksi berkelanjutan (SDGs 12), serta kemitraan untuk mencapai tujuan (SDGs 17). Produk ini hadir sebagai solusi nyata dengan memanfaatkan bahan alami dan limbah organik dan memiliki nilai guna untuk menghasilkan sabun cuci tangan antibakteri yang efektif, ramah lingkungan, dan mendukung upaya preventif kesehatan dan keselamatan pasien dan tenaga kesehatan.
“Infeksi nosokomial bukan hanya angka di laporan rumah sakit, tapi nyata mengancam keselamatan pasien dan tenaga kesehatan. Melalui Hand Soap ZIP, kami ingin menghadirkan perlindungan yang dimulai dari kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan,” ujar Anggistina Wulansari, ketua tim.
Siti Zulaikha menambahkan, “Kami percaya bahwa solusi kesehatan tidak selalu harus mahal atau berbahan kimia dengan konsentrasi tinggi. Bahan alami dari alam Indonesia bisa menjadi tameng efektif melawan bakteri berbahaya, sekaligus ramah lingkungan.”
“Bagi kami, ini bukan sekadar lomba. Ini adalah bukti bahwa riset yang kami kerjakan di laboratorium bisa melahirkan inovasi nyata yang bermanfaat dan digunakan secara masif oleh masyarakat,” tutur Anisa Kurniati.
Maria Virgine Lilyana Manumanas menambahkan, “Hand Soap ZIP bukan hanya tentang membersihkan tangan, tapi juga tentang memberdayakan potensi alam dan mengubah limbah menjadi solusi kesehatan. Kami ingin membuktikan bahwa inovasi sederhana pun bisa memberikan dampak besar jika dikerjakan dengan riset yang tepat.”
Ajang Indonesia International Invention Expo 2025 (IIIEX 2025) menjadi wadah bagi inovator muda dari berbagai negara untuk menampilkan karya kreatif dan solutif berbasis sains dan teknologi terhadap berbagai tantangan global.
Keikutsertaan dalam kompetisi internasional ini menjadi bukti konkret kontribusi mahasiswa Pascasarjana Biologi UGM dalam mengintegrasikan ilmu biologi, bioteknologi, dan prinsip keberlanjutan untuk menjawab permasalahan kesehatan, khususnya dalam pencegahan infeksi nosokomial. Di masa mendatang, tim berharap riset ini dapat dikembangkan lebih lanjut dan menjalin kemitraan dengan sektor industri maupun fasilitas kesehatan untuk mewujudkan implementasi nyata di lapangan. [Penulis: Anggistina Wulansari]
Tim kolaborator Blue Food Youth Leadership for Climate Crisis: Blue Food Camp 2025 yang terdiri dari mahasiswa dan aktivis lintas bidang dari UGM dan mitra organisasi, telah berpartisipasi dalam 5th International Conference on Integrated Coastal Management and Marine Biotechnology (ICMMBT) yang diselenggarakan oleh IPB University, didukung oleh konsorsium MPA-OECM, pada tanggal 30–31 Juli 2025 di Yogyakarta. Dalam forum ini, Apriliawati S.Si (mahasiswa program magister Biologi), mempresentasikan hasil kajian berjudul “Traditional Harvesting Practices and Blue Food Sovereignty Potential: A Social-Ecological System Perspective from Sidoharjo, Gunungkidul, Yogyakarta.” dibimbing secara akademis oleh Akbar Reza dari Laboratorium Ekologi Konservasi dan Arifah Handayani Hakim sebagai pembimbing lapangan. Kajian cepat ini juga terpilih sebagai salah satu presentasi terbaik dalam konferensi.
Studi ini mengangkat praktik panen laut tradisional dan strategi masyarakat pesisir Kalurahan Sidoharjo dalam menjaga sumber daya alam secara lestari dan berdaulat. Dengan menggunakan pendekatan Social-Ecological System (SES) sebagai system thinking framework, kajian ini menyoroti hubungan erat antara ekosistem laut, pengetahuan lokal, serta partisipasi berbagai pemangku kepentingan khususnya pemuda dan perempuan dalam mendukung kedaulatan pangan laut (blue food sovereignty). Penelitian ini menjadi salah satu luaran penting dari rangkaian kegiatan Blue Food Youth Camp 2025. Kegiatan Blue Food Youth Camp 2025 diselenggarakan oleh Departemen Sosiologi dan Social Research Center FISIPOL UGM, bekerja sama dengan The Climate Reality Project Indonesia, serta melibatkan dukungan dan kolaborasi dari berbagai komunitas seperti Kalurahan Sidoharjo (Lurah, Carik, Jagabaya, Kamituwo, Ulu-Ulu, Kaur Pangripto), Laboratorium Ekologi dan Konservasi, Keluarga Mahasiswa Pascasarjana Fakultas Biologi UGM, Kelompok Studi Kelautan UGM, Arah Pangan Indonesia, dan The Climate Reality Project Indonesia. Bagi tim, pencapaian ini bukan hanya keberhasilan akademik, tetapi bentuk penghormatan terhadap pengetahuan lokal dan perjuangan komunitas pesisir yang menjadi inspirasi utama kajian ini. Kegiatan Blue Food Camp dan presentasi hasil kajiannya merupakan bentuk kolaborasi lintas disiplin dan sektor yang melibatkan pemuda, akademisi, serta komunitas pesisir. Kajian ini masih jauh untuk dianggap memiliki berkontribusi nyata dalam membangun kebijakan pangan laut berkelanjutan yang berpihak pada ekologi dan keadilan sosial, namun inisiatif ini diharapkan berkontribusi menggerakan simpul-simpul kolaborasi yang lebih berdampak nyata kedepan.
Tim penulis yang terlibat dalam penyusunan artikel konferensi terdiri dari:
- Puji Lestari (2023) – Arah Pangan Indonesia, Mahasiswa program Magister Biologi UGM, Laboratorium Entomologi dan Laboratorium Ekologi dan Konservasi.
- Fauza Bahtiar Alim (2021) – Penggalang Herpetologi Indonesia (PHI), Mahasiswa program Sarjana Biologi UGM, Laboratorium Entomologi dan Laboratorium Ekologi dan Konservasi.
- Apriliawati (2024) – Mahasiswa program Magister Biologi UGM, Laboratorium Ekologi dan Konservasi
- Shri Rahmat Rafidpattra (2023) – Mahasiswa program Sarjana Sosiologi UGM, Dewan Energi Mahasiswa (DEM) UGM
- Risky Prasetya (2023) – Mahasiswa program Sarjana Sosiologi UGM
- Tika Permatasari (2025) – Mahasiswa program Magister Biologi UGM
- Catherine Tedjasaputra (2021) – Mahasiswa program Sarjana Biologi UGM, Laboratorium Ekologi dan Konservasi.
- Arifah Handayani Hakim dan Adi Adipratomo – The Climate Reality Project Indonesia
- Akbar Reza – Laboratorium Ekologi dan Konservasi Biologi UGM
Mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada berhasil meraih Juara 3 dalam ajang Ocean Science Essay Competition (OSEC) tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Udayana. Tim yang beranggotakan Nabila Anggun Kusuma Wardhani, Amarthya Aulia Vadela, dan Fajar Ayu Febriani Mifakhul Jannah, di bawah bimbingan Akbar Reza, S.Si., M.Sc., Mengusung karya berjudul: “Ketimpangan Sarana Prasarana dan Ketergantungan Tengkulak: Program Sekolah Nelayan sebagai Solusi Kemandirian Finansial Masyarakat Pesisir”.
Ocean Scientific Essay Competition adalah sebuah kompetisi esai ilmiah yang diselenggarakan oleh Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Udayana tiap tahun yang bertujuan meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap isu-isu di lingkungan perairan. Essay yang berjudul:”Ketimpangan Sarana Prasarana dan Ketergantungan Tengkulak: Program Sekolah Nelayan sebagai Solusi Kemandirian Finansial Masyarakat Pesisir” memberikan tawaran solusi untuk meningkatkan kemandirian finansial masyarakat pesisir melalui pendekatan pendidikan dan bentuk inovasi generasi muda yang peduli isu-isu lingkungan perairan. Solusi yang ditawarkan dalam permasalahan ini adalah “SEKOLAH NELAYAN” yang dapat diikuti oleh semua kalangan masyarakat pesisir. Program yang ditawarkan juga meliputi :
- 1. Pembagian kelompok 2 golongan untuk nelayan (tua dan muda)
- 2. Sekolah nelayan akan menerapkan kurikulum yang di bagi menjadi beberapa poin dasar yaitu pengajaran adab, ekosistem laut, biodiversitas dan keselamatan kerja
- 3. Pengajaran kewirausahaan mencakup pengolahan hasil tangkap, pengelolaan limbah, serta pengembangan produk unggulan berbasis hasil tangkap khas daerah.
- 4. Pelatihan pembuatan sarana prasarana berupa alat tangkap, kapal, hingga tempat penyimpanan.
Essay ini menjadi bukti bahwa mahasiswa biologi saat ini masih sangat peduli dan paham akan isu lingkungan, terkhusus lingkungan perairan yang memiliki potensi Blue Economy. Dengan tagline “Berlaut; Sekolah Nelayan, Ciptakan Inovasi, Jaga kestabilitas Negeri” diharapkan menjadi langkah untuk masyarakat pesisir dapat mengolah dan memasarkan hasil tangkap secara mandiri sehingga mengurangi ketergantungan terhadap tengkulak.
Mahasiswi program sarjana Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, Enjang Sekaryati Prasetyaningrum, mahasiswi dengan dosen pembimbing skripsi Prof. Dr. Niken Satuti Nur Handayani, M.Sc., berhasil meraih gelar Winner dalam program internasional “2025 Sookmyung UNESCO UNITWIN Women in Digital and Entrepreneurship (WiDE)”. Program ini diselenggarakan oleh Sookmyung Women’s University, Korea Selatan, sebagai bagian dari kolaborasi dalam jaringan UNESCO-UNITWIN yang mendukung pemberdayaan perempuan di bidang digital dan kewirausahaan.
WiDE 2025 merupakan program tahunan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan potensi kepemimpinan perempuan di era transformasi digital. Program ini diikuti oleh 40 peserta terpilih dari Universitas Gadjah Mada, yang terbagi menjadi dua kelompok besar: 20 orang di bidang Digital dan 20 orang di bidang Entrepreneurship. Para peserta mengikuti berbagai tahapan kegiatan, mulai dari pelatihan daring, mentoring intensif, pengembangan proyek inovatif, hingga sesi pitching di hadapan panel juri internasional.
Mahasiswa yang akrab dipanggil Sekar ini berpartisipasi dalam Training Digital dan tergabung dalam Team 5, bersama dengan tiga mahasiswa UGM lainnya, yaitu: Windy Susanty (Fakultas Psikologi), Riandita Lareka Permata Azzahrah (Fakultas Teknik) Fanny Adelia Permatasari (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam).
Tim lintas fakultas ini mengembangkan proyek digital berbasis logika dan data sederhana. Melalui pendekatan kreatif dan aplikatif, ia dan timnya mengeksplorasi penggunaan bahasa pemrograman Python untuk mengembangkan fitur interaktif dan analitis, termasuk simulasi berbasis angka serta sistem kalkulasi otomatis yang mendukung pemahaman isu kesehatan dengan cara yang ringan namun fungsional. Kolaborasi ini menunjukkan keterampilan interdisipliner mahasiswa Biologi yang kini tak hanya bergerak dalam bidang sains murni, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.
Team 5 dianugerahi gelar Winner WiDE 2025, dan berhak mengikuti Hackathon Workshop Internasional di Seoul, Korea Selatan, pada akhir tahun 2025. Workshop ini akan menjadi forum global bagi para pemenang dari berbagai negara untuk mengembangkan solusi digital secara kolaboratif dan lintas budaya. Partisipasi mahasiswa Fakultas Biologi dalam program ini mencerminkan perluasan peran perempuan dan keilmuan biologi di luar laboratorium, termasuk dalam menjawab tantangan global yang berkaitan dengan teknologi, sosial, dan pembangunan berkelanjutan.
Program WiDE 2025 turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG 5: Kesetaraan Gender. Dengan fokus pada pemberdayaan perempuan melalui pendidikan digital dan kepemimpinan sosial, program ini sejalan dengan komitmen Universitas Gadjah Mada dalam mencetak lulusan yang berintegritas, inklusif, dan siap bersaing di kancah global.
Adhelia Intan Sabhira, Alumni Program Sarjana Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM), mencatatkan prestasi membanggakan dengan berhasil diterima enam beasiswa internasional bergengsi untuk melanjutkan studi magister di luar negeri. Beasiswa tersebut meliputi VLIR-UOS Scholarship ke KU Leuven; Erasmus Mundus Joint Master Programme ke Universidad Católica de Valencia, La Rochelle Université, dan Agricultural University of Athens; Invest Your Talent in Italy dan MAECI scholarship ke University of Padua; dan Vrije Universiteit Fellowship Programme (VUFP) dan NL Scholarship ke Vrije Universiteit Amsterdam. Setelah melalui pertimbangan mendalam, Adhelia memilih melanjutkan studi magisternya di Vrije Universiteit Amsterdam (VU Amsterdam) dengan program M.Sc. Management, Policy Analysis, and Entrepreneurship in Health and Life Sciences karena selaras dengan passion dan rencana kariernya untuk berkontribusi dalam peningkatan akses masyarakat terhadap inovasi teknologi kesehatan. Beasiswa NL Scholarship merupakan beasiswa yang didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Belanda; universitas-universitas riset Belanda; dan universitas- universitas terapan Belanda. Di sisi lain, Beasiswa VUFP merupakan beasiswa yang didanai oleh VUvereniging. Menurut Adhelia, kesempatan studi lanjut magister ini bukan hanya menjadi kesempatan berharga untuk mendalami ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi suatu platform ekspansi network yang bermanfaat untuk menyebarkan holistic impact yang ingin ia berikan setelah kelulusan.

Sejak awal menempuh pendidikan di Biologi UGM, dirinya sudah berkomitmen untuk melanjutkan studi ke jenjang magister. Selama masa perkuliahan, Adhelia aktif terlibat dalam berbagai kegiatan yang memperkuat minatnya untuk menempuh studi MPA in Health and Life Sciences. Di antara lain, Adhelia menjadi awardee IISMA (Indonesian International Student Mobility Awards) ke Radboud University, Belanda, untuk mempelajari Global Health and Infectious Diseases di Radboud University Medical Center. Adhelia juga menjadi Human Practice Coordinator iGEM UGM 2023, sebuah tim kompetisi rekayasa genetika internasional, yang berhasil meraih Gold Medal dan Inclusivity Award di ajang iGEM Grand Jamboree Paris, dengan inovasi teknologi diagnostik untuk kanker kolorektal. Selain itu, Adhelia bersama tim iGEM UGM menjadi Juara 1 Kompetisi Bioinformatika dan Biologi Sintetik 2022 dengan proyek drug delivery system untuk triple negative breast cancer. Berbagai pengalaman ini membentuk fondasi kuat baginya untuk memperdalam pemahaman tentang kebijakan dan manajemen inovasi di sektor kesehatan.
Proses seleksi beasiswa yang Adhelia jalani memerlukan waktu dan tenaga tersendiri dikarenakan persiapan yang tidak instan, tetapi perlu adanya beberapa tahapan. Dimulai dari listing beasiswa-beasiswa yang dapat didaftar berdasarkan universitas-universitas yang diminati, tes kemampuan bahasa Inggris, persiapan dokumen-dokumen seperti surat rekomendasi dan motivation letter, hingga wawancara. Adhelia merekomendasikan bagi teman-teman UGM yang berminat lanjut studi untuk sudah menyiapkan strategi pendaftaran beasiswa ataupun universitas sejak masih dibangku perkuliahan, dan jangan takut untuk reach out ke alumni dan penerima beasiswa untuk konsultasi.
Adhelia berharap wawasan dan pengalaman yang diperoleh nantinya bisa ia aplikasikan untuk menumbuhkan kolaborasi antara sektor akademik, pemerintah, dan industri dalam menghadirkan solusi kesehatan berbasis teknologi yang inklusif bagi masyarakat meluas.
Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada dalam kompetisi Essai Nasional Agrithon 2025 yang berlangsung pada 21 Juni 2025 yang diselenggarakan oleh IAAS Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Dalam ajang yang diikuti oleh peserta dari berbagai kampus, tim UGM berhasil menyabet Juara 3 dalam kategori Inovation Technology Essay.

Tim terdiri dari Ikhlasul Amal, Hafizh Wahyu Sukmawan, Zikra Fataha Al Mutansir. Mereka mempresentasikan sebuah aplikasi teknologi inovatif bernama PIPAS (Pipa Air Sehat), sebuah integrasi 2 alat yang dirancang untuk menjembatani bidang agrikultur, zero waste, dan pengelolaan limbah untuk dimanfaatkan kembali. Pengelolaan sampah rumah tangga di Indonesia menghadapi tantangan yang signifikan, terutama di daerah perkotaan. Meningkatnya jumlah sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga berkontribusi terhadap masalah lingkungan, sosial, dan kesehatan masyarakat. Berbagai strategi dan kebijakan telah diterapkan untuk mengatasi masalah ini, tetapi efektivitasnya bervariasi di setiap daerah.
Hadirnya PIPAS (Pipa Air Sehat) menunjukan kebaruan inovasi dengan pemanfaatan Limbah Rumah Tangga dengan karakteristik limbah cair & padatan terlihat dari sisa makanan seperti butiran nasi, potongan sayur dan buah, maupun lauk dalam ukuran kecil serta Pencucian alat makan dengan deterjen dengan bahan kimia yang berbahaya bagi lingkungan. Teknologi Pengolahan Limbah menggunakan Biofilter sederhana dengan media: sabut kelapa, biochar bentuk arang, gabus, pasir, kerikil kecil. Sistem paralon modifikasi untuk distribusi air limbah terfilter dalam ukuran paralon vertikal awal dengan diameter lebih besar dibandingkan diameter paralon vertikal akhir. Saringan, Katup Pemisah dan penahan, untuk memisahkan jenis pengolahan limbah, kemudian pompa untuk mendorong air menuju ke irigasi hidroponik Metode pengomposan wadah yang dapat ditutup dan dibuka secara manual yang diisi oleh media mikroorganisme dekomposer. yang bekerja secara sinergis untuk mempercepat dekomposisi bahan organik menjadi pupuk cair. Penerapan PIPAS dilakukan pada penempatan wastafel yang menempel pada dinding, dengan berseberangan langsung pada bagian luar bangunan rumah, kemudia pemasangan alat dapat dilakukan dengan integrasi komponen untuk menjadi pengairan tanaman hidroponik. Masyarakat mikro dalam ruang rumah tangga dapat menerima kebermanfaatan dengan menerapkan PIPAS dengan bijak.
Agrithon 2025 menjadi media bagi generasi muda untuk menghadirkan solusi nyata atas tantangan ketahanan pangan. Kompetisi ini digelar oleh International Association of Students in Agricultural and Related Sciences Universitas Gadjah Mada. Capaian ini mempertegas peran aktif mahasiswa Fakultas Biologi UGM dalam menghadirkan inovasi berbasis ilmu hayat dan teknologi untuk menjawab tantangan agrikultur berkelanjutan. [Penulis: Ikhlasul Amal]
Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada dalam kompetisi internasional Bali International Science Fair (BISF) 2025 yang berlangsung pada 11–24 Juni 2025 di Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali. Dalam ajang yang diikuti oleh peserta dari berbagai negara ini, tim UGM berhasil menyabet Silver Medal dalam kategori Technology and Environmental Innovation.
Tim terdiri dari Aryan Mustamin, Fahima Ellya Wulandari, Syarafina Azzahra, dan Ogilvy Galang Rizki, di bawah arahan Dr. Eko Agus Suyono, S.Si., M.App.Sc. Mereka mempresentasikan sebuah aplikasi digital inovatif bernama SeedLink, sebuah sistem cerdas yang dirancang untuk menjembatani kebutuhan informasi pertanian, perdagangan hasil panen, hingga pengelolaan lingkungan berbasis data.
SeedLink merupakan platform terintegrasi yang memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) untuk memberikan rekomendasi pertanian, mendeteksi penyakit tanaman, serta menyediakan layanan pasar digital dan edukasi bagi petani dan masyarakat umum. Dengan berbagai fitur seperti Let’s Plant, Eco-Market, Plantopedia, dan Plant Insight, aplikasi ini menjadi solusi digital untuk mendukung pertanian presisi sekaligus ramah lingkungan.
“SeedLink lahir dari keresahan terhadap rendahnya akses informasi pertanian yang akurat di kalangan masyarakat. Kami ingin menghadirkan teknologi yang bisa diakses siapa saja, kapan saja,” tutur Aryan Mustamin.
“Dengan pendekatan berbasis data lingkungan, kami berharap pengguna bisa mengambil keputusan bertani yang lebih tepat dan efisien, tanpa mengabaikan aspek ekologi,” ujar Fahima Ellya Wulandari.
“Pengalaman mengikuti BISF 2025 membuktikan bahwa kolaborasi lintas bidang—biologi, teknologi, dan sosial—bisa menjadi kekuatan untuk menghadirkan perubahan nyata,” tambah Syarafina Azzahra.
“Kami ingin menjadikan SeedLink bukan hanya aplikasi, tapi juga gerakan pertanian masa depan yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Ogilvy Galang Rizki.
BISF 2025 menjadi panggung bagi generasi muda untuk menghadirkan solusi nyata atas tantangan global, mulai dari ketahanan pangan hingga krisis iklim. Kompetisi ini digelar oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) bekerja sama dengan berbagai institusi pendidikan tinggi.
Capaian ini mempertegas peran aktif mahasiswa Fakultas Biologi UGM dalam menghadirkan inovasi berbasis ilmu hayat dan teknologi untuk menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan. Ke depan, tim berharap pengembangan SeedLink dapat diperluas melalui kolaborasi dengan komunitas pertanian, pelaku usaha hijau, dan instansi pemerintah. [Penulis: Aryan Mustamin]
Bali, Indonesia – Tim SeahaTea dari Program Pascasarjana Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil meraih Silver Medal di kategori kesehatan pada perlombaan National Essay Competition (NEC) 2025. Proyek inovatif mereka, berjudul “SeahaTea: Sinergi Teh Kaya Antioksidan dalam Balutan Edible Coating Karagenan Pencegah Anemia,” menjawab kekhawatiran akan masalah kesehatan terutama anemia di Indonesia.
Inspirasi di balik SeahaTea muncul dari kekhawatiran yang semakin meningkat tentang budaya makan masyarakat Indonesia, yang sering kali tak terpisah dari teh yang dapat meningkatkan risiko anemia. Tim yang terdiri dari Faradilla, Anisa Diana Nastiti, dan Siti Aeniah, di bawah bimbingan Dr.biol.hom. Nastiti Wijayanti, S.Si., M.Si., telah mengembangkan perpaduan unik antara fikosianin (antioksidan biru dari Spirulina platensis) dan bunga chamomile kering, masing-masing dibalut dalam edible coating lamda karagenan, sebagai alternatif berkelanjutan untuk tea bag yang ramah lingkungan.
Fikosianin berperan penting sebagai agen antioksida, anti-inflamasi, dan meningkatkan bioavailabilitas ion zat besi agar lebih mudah diserap oleh usus. Bunga chamomile dipilih karena memiliki ekstrak bening dan pH netral sehingga menjaga warna biru fikosianin sekaligus memberikan apigenin, yang dikenal memiliki efek relaksasi dan membantu mencegah insomnia serta depresi. Edible coating karagenan membantu mengatur proses ekstraksi teh dan memastikan kestabilan fikosianin.
Selain perannya dalam mencegah anemia, proses produksi fikosianin mendukung aksi iklim karena Spirulina platensis dikenal memiliki kemampuan sebagai carbon capture. Selain itu, penggunaan karagenan sebagai pengganti tea bag mendukung keberlanjutan lingkungan dengan mengurangi potensi mikroplastik yang biasanya ditemukan pada kantong teh konvensional.
SeahaTea bukan hanya inovasi pencegah anemia; tetapi juga wujud komitmen dan kepedulian terhadap lingkungan. Tim berharap SeahaTea dapat dikembangkan dan direalisasikan sebagai produk komersial di industri pangan pada masa mendatang. NEC 2025 menjadi langkah awal untuk menyebarkan inovasi SeahaTea dan membuktikan bahwa mahasiswa Pascasarjana Biologi juga dapat memberikan solusi terhadap masalah lingkungan dan kesehatan.
Penghargaan di NEC 2025 menyoroti pentingnya pendekatan interdisipliner dalam mengatasi tantangan global, terutama dalam bidang kesehatan dan keberlanjutan. Proyek SeahaTea sejalan dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), termasuk kesehatan yang baik dan kesejahteraan, aksi iklim, serta konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Saat dunia menghadapi perubahan iklim dan krisis kesehatan, inovasi seperti SeahaTea menawarkan harapan untuk masa depan yang lebih sehat. Komitmen tim UGM terhadap solusi ekologis dan biomedis menunjukkan potensi peneliti muda untuk memberikan dampak signifikan bagi masyarakat.
Sebagai kesimpulan, pencapaian Tim SeahaTea di NEC 2025 adalah bukti kerja keras dan dedikasi mereka. Pendekatan inovatif mereka tidak hanya mengatasi anemia tetapi juga mempromosikan gaya hidup yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Masa depan terlihat cerah untuk SeahaTea dan tim sangat antusias untuk melihat visi mereka terwujud dalam industri pangan.
Tim mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) yang terdiri dari Pamastadewi Pryankha Hijrianto (Biologi 2023), Salma Farah Yumna (Biologi 2023) dan Geofani Karine Apriliana (Biologi 2023), berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Nasional 2025. Tim tersebut mengangkat karya tulis dengan judul “AnChanna Gel – Formulasi Wound Gel Ulkus Diabetikum Berbasis Ekstrak Mukus Channa striata dengan Adisi Ekstrak Etanol Daun Anredera scandens” di bawah bimbingan Dr. Fajar Sofyantoro. LKTI ini diselenggarakan dari tanggal 10 Maret hingga 30 Mei 2025 oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Anafarma, Poltekkes Kemenkes Surakarta.
Kegiatan ini merupakan ajang kompetisi ilmiah tingkat nasional yang ditujukan bagi mahasiswa aktif seluruh Indonesia untuk menggali potensi riset terapan dalam bidang kesehatan dan farmasi berbasis sains dan teknologi lokal. Dengan mengangkat isu kesehatan kronis yang berdampak besar terhadap kualitas hidup masyarakat, tim Biologi UGM berinovasi melalui pendekatan biomaterial dan fitofarmaka sebagai solusi atas tingginya prevalensi ulkus diabetikum di Indonesia. Karya ilmiah yang diusung berangkat dari keprihatinan terhadap keterbatasan akses dan efektivitas perawatan luka kronis, terutama ulkus diabetikum, yang banyak dialami oleh pasien diabetes di Indonesia. Di sisi lain, Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai bahan baku medis dan farmasi. AnChanna Gel hadir sebagai solusi wound care yang memanfaatkan kandungan albumin tinggi dari mukus Channa striata (ikan gabus) yang terbukti mempercepat regenerasi jaringan, serta senyawa bioaktif dari daun Anredera scandens seperti flavonoid dan saponin yang berperan sebagai antiinflamasi dan antibakteri. Inovasi ini tidak hanya memperhatikan efektivitas bahan secara ilmiah, namun juga mempertimbangkan aspek keberlanjutan, ketersediaan bahan lokal, serta peluang komersialisasi produk perawatan luka berbasis sumber daya alam Indonesia. Dengan formula yang dikembangkan, AnChanna Gel diharapkan dapat menjadi produk wound care yang alami, terjangkau, dan adaptif terhadap kondisi pasien Indonesia. Penyusunan karya ini juga disertai dengan pernyataan orisinalitas oleh tim penulis bahwa AnChanna Gel merupakan karya asli yang belum pernah dipublikasikan atau dilombakan di luar kegiatan Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional 2025. Tim menyampaikan komitmen untuk menjunjung tinggi integritas ilmiah dan siap bertanggung jawab penuh atas isi karya tulis apabila terbukti melanggar aturan kompetisi.
Dengan semangat kontribusi untuk bangsa melalui inovasi berbasis biologi dan kearifan lokal, tim mahasiswa Biologi UGM berharap karya ini dapat menjadi pijakan awal dalam pengembangan produk medis berbasis sumber daya hayati Indonesia yang aplikatif dan berdampak nyata. [Penulis: Geofani Karine Apriliana]




















