Pelatihan Teknik Sitogenetika, Genetika Molekuler, & Bioinformatika telah memasuki setengah perjalanan dengan pelaksanaan paket 2 pada tanggal 25-26 Juli 2018. Tema 2 dengan tema Teknik Identifikasi Spesies dengan Barcoding diikuti oleh 42 peserta dari 22 institusi/perguruan tinggi yang tersebar di 16 provinsi. Dekan Fakultas Biologi, Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. berkesempatan hadir dan membuka pelaksanaan paket 2 pada tanggal 25 Juli 2018 yang dimulai pada pukul 08.00 WIB yang juga dihadiri oleh Kepala Laboratorium Genetika dan Pemuliaan, Dra. Tuty Arisuryanti, M.Sc.,Ph.D. Dalam sambutannya Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. yang juga sebagai pemateri pertama menyampaikan bahwa pelatihan saat ini berhasil terlaksana atas kerjasama antar laboratorium yang menginterpretasikan indahnya kerjasama sehingga diharapkan pelatihan ini dapat memberikan manfaat yang positif untuk kedepannya.
Setelah acara pembukaan dan materi pertama, yaitu aplikasi penanda molekuler, peserta melakukan praktik isolasi DNA hewan atau tumbuhan sesuai dengan objek penelitian masing-masing yang dilanjutkan secara berturut-turut dengan uji kuantitas DNA dan amplifikasi DNA dengan PCR (Polymerase Chain Reaction) sesuai gen target, pada hewan gen target yang digunakan yaitu gen 16S rRNA dan COI, sementara pada tumbuhan menggunakan gen target MatK di Teaching Laboratory Gedung B Fakultas Biologi UGM. Sebelum pelaksanaan praktik sekuensing di Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu, sponsorship dari acara pelatihan tahun 2018 ini, yaitu PT. Genetika Science, PT. Indolab Utama, dan PT. Nutrilab Pratama berkesempatan untuk memaparkan produk berupa alat dan reagen molekuler yang dipasarkan sekaligus untuk mencapai tujuan pelatihan ini, yaitu menunjang peningkatan kualitas penelitian molekuler diberbagai institusi/perguruan tinggi di Indonesia.
Pada hari kedua, acara dimulai dengan elektroforesis hasil PCR yang dilakukan pada hari pertama dan dilanjutkan materi identifikasi spesies secara molekuler yang dibawakan oleh Dra. Tuty Arisuryanti, M.Sc.,Ph.D. Analisis data sekaligus pengenalan software dilakukan setelah pematerian hingga sebelum penutupan, diantaranya yaitu GeneStudio untuk contig editing, Mesquite untuk alignment sekuens DNA menggunakan OPAL, Mega untuk analisis jarak genetik dan konstruksi pohon filogeni, serta DnaSP untuk analisis heterozigositas dan polymorphic site. Penutupan acara ditutup pada pukul 15.45 WIB oleh Dra. Tuty Arisuryanti, M.Sc.Ph.D. selaku kepala Laboratorium Genetika dan Pemuliaan yang diakhiri dengan foto bersama dengan seluruh peserta. Respon positif ditunjukkan oleh peserta pelatihan dengan adanya inisiasi untuk pembentukan media komunikasi yang diharapkan dapat digunakan sebagai media diskusi dan kolaborasi penelitian di masa yang akan datang.

Tahun 2018 merupakan tahun ke-4 pelaksanaan yang terdiri atas 4 tema dan terdapat pengembangan pada tema 4 dibandingkan tahun sebelumnya yaitu dengan adanya analisis metabarcoding mengikuti trend penelitian global saat ini. Paket 1 dengan tema Analisis Sitogenetik dan Karakterisasi Kromosom Hewan dan Tumbuhan dimulai pada tanggal 23 Juli 2018, pembukaan dilaksanakan pada pkl 08.00 WIB oleh Dekan Fakultas Biologi yang diwakilkan oleh Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Kerjasama yang juga dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset dan Sumber Daya Manusia, Dr. Niken Satuti Nur Handayani, M.Sc. “Saat ini, mengikuti revolusi industri 4.0 kolaborasi antar disiplin ilmu sangat diperlukan, seperti yang kita ketahui teknologi bioinfiormatika berkembang sangat cepat, pengembangan database genom dilakukan besar-besaran sebagai dasar dalam inisiasi bio-economy” ujar beliau dalam sambutan yang dilakukan.





Di hari pertama, kegiatan yang diketuai oleh Ketua Departemen Biologi Tropika Dr. Endang Semiarti, M.Sc. ini, dibuka dengan sambutan oleh Dekan Fakultas Biologi UGM, Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. diteruskan dengan pemkulan Gong oleh Direktur Penjaminan Mutu Kemenristekdikti, Prof. Dr. Aris Djunaedi. Walaupun program Doktor Biologi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada telah terakreditasi “A”, proses evaluasi dan pengembangan kurikulum tetap harus dilakukan untuk memperbaiki dan menjaga mutu pembelajaran di Fakultas Biologi UGM. Dalam sambutannya, Dekan menyampaikan bahwa workshop ini bertujuan untuk melakukan evaluasi kurikulum 2013 program Doktor Biologi, mengumpulkan informasi mengenai relevansi kurikulum S3 dari alumni dan pengguna lulusan serta melakukan studi banding dengan Program Doktor Biologi dari berbagai Perguruan Tinggi terkemuka lainnya, dan akhirnya workshop ini diharapkan mendapatkan masukan untuk merumuskan Kurikulum Program Studi Doktor Biologi 2018.
Setelah menerima pemaparan materi oleh para narasumber di hari pertama, peserta workshop dibagi menjadi dua kelompok untuk mendiskusikan usulan perbaikan dan kebijakan kurikulum program Doktor Biologi. Setelah hasil diskusi dari masing-masing kelompok dipresentasikan dalam sidang pleno, Dr. Endang Semiarti, M.Sc. menyimpulkan luaran dari Workshop yang akan diusulkan ke Tim Kurikulum untuk finalisasi Draft Kurikulum Program Studi Doktor Biologi Fakultas Biologi UGM tahun 2018. (Mukhlish Jamal Musa Holle)
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Genetika dan Pemuliaan, Fakultas Biologi UGM. Metode PCR-ISSR dan RAPD dengan 6 primer acak digunakan untuk mengevaluasi karakter molekular melon Tacapa. Dari hasil penelitian, dengan menggunaan metode ISSR didapatkan tingkat similaritas Tacapa Green Black dan Tacapa Silver sebesar 91,2 %, Tacapa Green Black dan Tacapa Gold sebesar 77,8 %, dan Tacapa Silver dengan Tacapa Gold sebesar 80%. Sedangkan menggunakan metode RAPD dapat diketahui tingkat similaritas Tacapa Green Black dan Tacapa Silver sebesar 93 %, Tacapa Green Black dan Tacapa Gold sebesar 90,5 %, dan Tacapa Silver dengan Tacapa Gold sebesar 92,9 %. Dari data tersebut menunjukkan bahwa melon kultivar Tacapa Gold, Tacapa Green Black dan Tacapa Silver memiliki variasi secara genetik. Selain itu diketahui pula bahwa metode ISSR lebih efektif untuk menganalisis variasi genetik melon Tacapa dibandingkan metode RAPD karena menghasilkan polimorfisme yang paling tinggi dan waktu amplifikasi yang lebih efisien.
Beragam materi diberikan dalam kegiatan summer course tersebut, diantaranya adalah analisis vegetasi bakau, belajar memahami pengelolaan kawasan bakau berbasis masyarakat, serta menganalisis ancaman anthropogenik di kawasan sand dune yang dipaparkan oleh 
