• UGM
  • Portal Simaster
  • IT Center
  • Webmail
  • KOBI
  • Bahasa Indonesia
    • English
  • Informasi Publik
Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada
Fakultas Biologi
  • Tentang Kami
    • Sejarah
    • Visi, Misi & Tujuan
    • Organisasi
    • Staff
      • Tenaga Pendidik
      • Adjunt Professor
      • Tenaga Kependidikan
      • Kepakaran dan Topik Riset Dosen
    • Fasilitas
      • Animal House
      • Kebun Biologi
      • Konsultasi Kesehatan Mental
      • Laboratorium
      • Museum Biologi
      • Perpustakaan
    • Galeri
      • Gedung Fakultas
      • Museum Biologi
      • Penelitian
      • Gama Melon
  • Akademik
    • Program Sarjana
      • Visi, Misi, dan Tujuan
      • Matakuliah S1
      • Pendaftaran Skripsi
      • Pendaftaran Ujian Skripsi
      • Pendaftaran Yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Klaim MK Ekstrakurikuler
    • IUP
    • Program Profesi
      • Apa itu PKKH ?
      • Sejarah Pendirian Program Studi PKKH
      • Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran Program Studi PKKH
      • Kompetensi Lulusan Program Studi PKKH
      • Bahan Kajian dan Profil Lulusan Program Studi PKKH
      • Kurikulum Program Studi PKKH
      • Pendaftaran Mahasiswa Baru PKKH
      • Informasi dan FAQ Program Studi PKKH
    • Program Magister
      • Deskripsi Program Magister Biologi
      • Mata Kuliah S2
      • Struktur Kurikulum Program Magister
      • Info Pendaftaran
      • PENDAFTARAN UJIAN KOMPREHENSIF
      • Pendaftaran Ujian Tesis
      • pendaftaran yudisium
      • Pendaftaran Wisuda
      • Tracer Study
    • Program Doktor
      • Visi, Misi, Tujuan, & Sasaran Program Doktor Biologi
      • Kurikulum Program Doktor
      • Info Pendaftaran
      • Pendaftaran Ujian Komprehensif
    • Akreditasi dan Jaminan Mutu
  • PENELITIAN & PENGGABDIAN
    • Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology
    • Berkala Ilmiah Biology
    • Pengelolaan Sampah
  • Kerja Sama
  • Alumni
    • Berita Alumni
    • BCADC (Web Alumni)
    • Data Kabiogama Pascasarjana
    • Data Kabiogama Sarjana
  • Beranda
  • SDG 11 : Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan
  • SDG 11 : Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan
  • hal. 3
Arsip:

SDG 11 : Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan

Tim INUCoST Fakultas Biologi UGM Laksanakan Survei Area Bernilai Konservasi Tinggi di Daerah Penyangga Ibu Kota Nusantara

Rilis Berita Selasa, 22 Juli 2025

Tim Working Package (WP) 1 INUCoST (Indonesia-Netherlands Universities Consortium for Sustainable FuTures) yang dikoordinasikan oleh Prof. Dr. Ratna Susandarini, M.Sc. telah melakukan survei lapangan terkait Area Bernilai Konservasi Tinggi (High Conservation Value Areas/HCVA) di Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur pada 14 – 18 Juli 2025. Tim tersebut beranggotakan dosen dan mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada dan Universitas Mulawarman (Unmul). Anggota tim dari UGM terdiri dari sivitas akademika Fakultas Biologi, Pusat Studi Pengelolaan Sumber Daya Lahan, dan Fakultas Kehutanan; sementara anggota tim dari Unmul terdiri dari sivitas akademika FMIPA Unmul. Kegiatan terdiri dari Focus Group Discussion (FGD) dan survei biodiversitas di kawasan hutan bakau Delta Sungai Mahakam, Kecamatan Muara Jawa.


Kegiatan survei diawali dengan FGD bersama mitra dan pihak terkait. Mitra kegiatan yang dilaksanakan yaitu FMIPA Unmul dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Unmul. Selain Unmul, turut diundang pula lembaga pemerintahan/dinas terkait, antara lain Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Timur, Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur, serta Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Timur. FGD dilaksanakan untuk mengumpulkan data-data dasar terkait keanekaragaman hayati dan konservasinya di Kalimantan Timur, khususnya di Kecamatan Muara Jawa.

Survei lapangan di Kecamatan Muara Jawa dilakukan di kawasan Delta Sungai Mahakam dan permukiman sekitarnya. Penjelajahan kawasan hutan bakau dilakukan di wilayah administratif Kelurahan Muara Kembang untuk mengetahui keanekaragaman flora dan fauna di kawasan tersebut. Aktivitas survei biodiversitas dilakukan untuk mendukung penentuan poin Nilai Konservasi Tinggi (NKT), yaitu NKT 1 (Keanekaragaman Spesies), NKT 2 (Ekosistem, Mosaik pada Level Lanskap dan Lanskap Hutan Utuh), serta NKT 3 (Ekosistem dan Habitat) di Kecamatan Muara Jawa. Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Penyuluh Swadaya Kelompok Tani Hutan (KTH) Delta Mahakam untuk mendapatkan informasi terkait program-program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh KTH. Kunjungan dilakukan untuk mendukung penentuan poin NKT 5 (Kebutuhan Masyarakat) di Kecamatan Muara Jawa.

Kunjungan dilakukan di Kantor Dermaga Handil II, Kelurahan Muara Jawa Pesisir. Pada kunjungan tersebut, tim berdiskusi dengan staf Dinas Perhubungan Dermaga Handil II untuk menjaring informasi terkait lokasi survei dan informan yang dapat diwawancara. Kunjungan ke Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kelurahan Muara Jawa Ulu dilakukan untuk mendapatkan informasi terkait hasil pertanian di kawasan tersebut. Penjelajahan kawasan hutan bakau dilakukan kembali di wilayah administratif Kelurahan Muara Jawa Pesisir dan Kampung Muara Pegah, Kelurahan Muara Jawa Tengah. Dilakukan dua kegiatan di Kampung Muara Pegah, yaitu penjelajahan flora dan fauna serta kunjungan ke Ketua RT setempat untuk mendapatkan informasi dasar terkait kondisi sosial dan perekonomian warga Muara Pegah. Kunjungan ke Ketua Gapoktan Muara Jawa Ulu dan Ketua RT di Kampung Muara Pegah dilakukan untuk memenuhi kelengkapan informasi untuk mendukung penentuan poin NKT 5.

Rangkaian kegiatan lapangan berjalan dengan lancar. Survei flora dan fauna yang dilakukan menghasilkan data yang menunjukkan bahwa Kecamatan Muara Jawa sebagai Daerah Penyangga Ibu Kota Nusantara merupakan area dengan nilai konservasi yang tinggi, ditunjukkan dengan adanya satwa dilindungi, misalnya bekantan (Nasalis larvatus) dan ekosistem bakau yang menyediakan habitat bagi satwa tersebut serta menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat sekitar. Wawancara dengan berbagai pihak di Kecamatan Muara Jawa menghasilkan data-data penting yang merepresentasikan keadaan sosial ekonomi masyarakat Kecamatan Muara Jawa. (BK)

Poin Tujuan Pembangunan Berkelanjutan:
15: Ekosistem Daratan
11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan
12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggungjawab
13: Penanganan Perubahan Iklim

Inovasi Pengendalian Nyamuk: Pendekatan Biologi dan Minyak Atsiri untuk Lingkungan Sehat di Dusun Belimbing Sari

Pengabdian kepada Masyarakat Sabtu, 19 Juli 2025

Pengabdian Masyarakat Fakultas Biologi UGM kembali digelar pada Jumat, 18 Juli 2025, di Balai Dusun Belimbing Sari, Desa Caturtunggal, Depok, Sleman. Kegiatan yang bertajuk “Pengendalian Vektor Nyamuk Melalui Pendekatan Biologi dan Pemanfaatan Minyak Atsiri” ini menghadirkan 35 ibu‑ibu anggota PKK setempat yang antusias mengikuti rangkaian sesi materi dan praktik interaktif.

Tim Dosen Desa Mitra Caturtunggal terdiri dari Dr. Dra. Rr. Upiek Ngesti W.A., B.Sc., DAP&E, M.Biomed (Laboratorium Sistematika Hewan), Woro Anindito Sri Tunjung, S.Si., M.Sc., Ph.D (Laboratorium Biokimia), Nur Indah Septiani, S.Si., M.Sc., Ph.D (Laboratorium Struktur dan Perkembangan Hewan), dan Sari Darmasiwi, S.Si., M.Biotech., Ph.D (Laboratorium Mikrobiologi).

Dr. Dra. Rr. Upiek Ngesti W.A., B.Sc., DAP&E, M.Biomed memaparkan jenis‑jenis nyamuk dan penyakit vektor yang berbahaya—seperti demam berdarah dan malaria—serta habitat dan daur hidupnya. Beliau menjelaskan strategi pengendalian biologis menggunakan ikan dan predator, langkah fisik melalui 3M (menguras, menutup, mengubur), dan metode kimiawi fogging sebagai upaya preventif. Penyajian materi yang komprehensif ini memberikan gambaran jelas kepada para peserta tentang pentingnya sinergi berbagai metode pengendalian.

Dilanjutkan oleh Woro Anindito Sri Tunjung, S.Si., M.Sc., Ph.D., sesi kedua mengupas tuntas pemanfaatan minyak atsiri untuk mengusir nyamuk. Dalam gaya penyampaian yang ringan namun informatif, Dr. Woro menjelaskan definisi minyak atsiri, beragam sumber tanaman penghasil seperti sereh, jeruk purut, daun kemangi dan lain-lain, serta dua pendekatan praktis: menanam tanaman pengusir di pekarangan rumah dan membuat pengharum ruangan alami. Para peserta terlihat antusias menyimak langkah‑langkah destilasi sederhana hingga aplikasi langsung di rumah.

Puncak acara berupa praktik pembuatan kantong pengharum ruangan dari campuran bahan kering berupa buah dan batang cengkeh, bunga lawang, serta serai yang dikemas dalam kantong goni. Kantong aromatik ini mudah dipraktikkan, ekonomis, dan hasilnya cantik sekaligus fungsional untuk mengusir nyamuk. Diskusi ringan antarpeserta menambah keakraban, sekaligus bertukar tips agar aroma bertahan lebih lama.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Biologi UGM mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi khususnya pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yaitu SDG 3: Good Health and Well‑being, SDG 11: Sustainable Cities and Communities, dan SDG 17: Partnerships for the Goals. Diharapkan, pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh akan mendorong upaya pengendalian nyamuk secara berkelanjutan di Dusun Belimbing Sari dan memperkuat kesehatan lingkungan masyarakat.

FAKULTAS BIOLOGI KIRIM PERWAKILAN DOSEN UNTUK PROGRAM RI-SING UNIVERSITY NETWORK FACULTY IMMERSION DI NANYANG TECHNOLOGICAL UNIVERSITY, SINGAPURA

Rilis Berita Jumat, 18 Juli 2025

Singapura (16/7), Program RI-SING University Network Faculty Immersion  yang merupakan kerjasama antara lima universitas terkemuka di Indonesia ( UGM, UI, ITB, IPB dan ITS)  dengan lima universitas di Singapura yaitu Nanyang Technological University (NTU), National University of Singapore  (NUS), Singapore Management University (SMU), Singapore University of Social Sciences (SUSS), Singapore University of Technology and Design (SUTD) dan Singapore Institute of Technology (SIT). Program ini ditujukan untuk menguatkan kerja sama dan membangun hubungan antar perguruan tinggi di Indonesia dan Singapura.  Faculty Immersion Programe diselenggarakan pada tanggal 14 hingga 16 Juli 2025 di NTU Singapura yang bertujuan untuk menjajagi kolaborasi riset dan project antara NTU dengan lima universitas terkemuka di Indonesia di bidang food science, food security & agritech, sustainability in the life and social sciences.

Program kali ini dikelola oleh International Engagement NTU dengan terencana dan menarik, dikawal  rundown acaranya oleh staf yang profesional.  Peserta berjumlah 25 orang dari lima universitas diajak untuk mengikuti paparan dan diskusi dengan pimpinan departemen (school) di NTU. Hari pertama diisi dengan perkenalan dengan seluruh tim International Engagement NTU, INSPIRASI  (Associate Prof. Dalton Tay) dan narasumber yang akan memberikan materi paparan penelitian di hari berikutnya. Hari ke-dua dan hari ke-tiga diisi oleh pimpinan departemen (school) diantaranya:   Prof. Md. Saidul Islam dari School of Social Sciencce;  Prof. Viswanathan S. dari Business School;  Prof.  Peter Preiser dari School of Biological Science; Prof. Yusuf Ali dari Experimental Medicine; Assoc Prof.Tan Lay Poh dari School of Materials Science and Engineering;  Associate Prof. Janice Lee, Dr. Shawn Lum, Assistant Prof. Yi Wen Zeng, dan Assistant Prof. Pierre Taillardat dari The Asian School of Environmental. NTU juga memberikan kesempatan bagi peserta program untuk mengunjungi INSPIRASI Laboratory, Vertical Farming Laboratory di Sky Green, Botanical Garden of  Singapore, MSE Laboratory, dan Tropical Ecology Laboratory.

Universitas Gadjah Mada sebagai salah satu anggota konsorsium RI-Sing  University Network Faculty Program mengirimkan lima dosen dalam program ini, salah satunya Dr. Dwi Umi Siswanti, S.Si.,M.Sc. dari Fakultas Biologi. Dwi selain concern di bidang  sustainable agriculture juga merupakah Tim Ahli Satgas Pengelolaan Sampah Organik Fakultas Biologi dan anggota Tim Pengelolaan Sampah di PIAT UGM. Kesempatan ini dimanfaatkan Dwi untuk berdiskusi mendalam dengan Prof. Dalton dari INSPIRASI. INSPIRASI merupakan program kolaborasi riset dan pendidikan berbasis riset yang digagas oleh Kementerian Pendidikan Singapura (MOECRT) dan Kemdiktisaintek RI untuk lima universitas yaitu UGM, UI, ITB, ITS dan NTU. INSPIRASI selama ini berfokus pada smart and sustainable campus, integrated sustainable waste management system dan  eco-campus technological research. Program  integrated sustainable waste management beririsan dengan program pengelolaan sampah organik Fakultas Biologi maupun PIAT UGM. Dwi menyampaikan sistem pengelolaan sampah oleh Fakultas Biologi UGM serta pemanfaatan limbah untuk pertanian organik berbasis riset yang telah dilakukan Dwi selama ini. INSPIRASI tertarik untuk membuat kolaborasi pengelolaan sampah di UGM.

Program INSPIRASI juga menawarkan pengiriman mahasiswa sarjana dari UGM untuk mengikuti  undergraduate immersion yaitu perkuliahan yang dilakukan di dua universitas.  Perkuliahan selama tiga tahun pertama di UGM (home university) dan satu tahun di NTU dengan perolehan gelar dari UGM. Program ini dapat dilanjutkan dengan  Post Graduate Immersion dengan menambah satu tahun kuliah di NTU oleh mahasiswa bersangutan dan gelar Master akan diperoleh dari NTU. Program Studi Doktoral (PhD) NTU juga menerima lulusan S2 dari anggota INSPIRASI dengan dua skema beasiswa yaitu LPDP-NTU PhD Scholarship untuk 30 orang mahasiswa doktor per tahun dan skema beasiswa PhD dari NTU.

Prof. Preiser dari School of Biological Science membuka peluang kerjasama riset di bidang mekanisme molekuler parasit malaria dalam beradaptasi dengan perubahan lingkungan sel inang serta riset di bidang  food security.  Sementara Prof. Jennice Lee dan tim menawarkan kerjasama penelitian di bidang biodiversitas, restorasi lahan gambut dan  pertanian berkelanjutan. Lebih lanjut Prof. Pooi See Lee sebagai Vice President International Engagement NTU menyampaikan, “ Kami sangat berharap program ini melahirkan riset-riset kolaborasi antara NTU dan lima universitas terkemuka di Indonesia”. Wanda Preiser,  Head of Office International Engagement   NTU menambahkan, “ Bila Ibu menghubungi salah satu dari peneliti kami, mohon kami diberitahu agar kami dapat membantu kelancaran kerjasama ini”. “ Kami akan segera melaporkan hasil pertemuan ini ke pimpinan dan berharap segera terjadi kolaborasi riset dan project dengan NTU, terutama terkait waste management di UGM”, tukas Dwi menanggapi permintaan Wanda.

Program faculty immersion ini mendukung SDGs 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDGs 4 (Pendidikan yang Berkualitas), SDGs 7 (Energi Bersih dan Terjangkau); SDGs 10 (Berkurangnya Kesenjangan), SDGS 11 ( Kota dan Komunitas Berkelanjutan); SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggungjawab) serta SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). (DUS).

 

 

PkM Desa Mitra 2025: Edukasi Budidaya Vertikultur untuk Siswa SDN Pusmalang Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman #2

Pengabdian kepada MasyarakatRilis Berita Rabu, 16 Juli 2025

Wukirsari, Cangkringan – 19 Juni 2025

Fakultas Biologi UGM kembali melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Mitra Wukirsari, Cangkringan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada hari Kamis, 19 Juni 2025. Kegiatan ini mengangkat tema “Teknik Budidaya Vertikultur: Solusi Urban Farming Ramah Lingkungan” dan menyasar edukasi lingkungan sejak dini kepada generasi muda.


Sebanyak 24 murid kelas 4 dari SDN Pusmalang, Dusun Sruni, menjadi peserta dalam kegiatan yang berlangsung meriah dan interaktif. Para siswa tampak antusias mengikuti serangkaian kegiatan yang dimulai dengan pengenalan teknik budidaya vertikultur oleh Prof. Dr. Diah Rachmawati, S.Si., M.Si., yang menjelaskan pentingnya inovasi pertanian di lahan sempit sebagai solusi urban farming masa kini.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktik bersama Dr. Aprilia Sufi Subiastuti, S.Si., yang mengajak siswa untuk memanfaatkan botol plastik bekas sebagai media tanam tanaman hias. Para siswa tidak hanya menanam, tetapi juga mengecat dan mendekorasi botol sesuai kreativitas masing-masing, menjadikannya sebagai bagian dari ornamen dinding sekolah yang fungsional sekaligus estetis.

Kegiatan ini juga didukung oleh dosen Fakultas Biologi lainnya, yaitu Prof. Rina Sri Kasiamdari, Ph.D., Dr. Dra. Maryani, M.Sc., Utaminingsih, S.Si., M.Sc., dan Novita Yustinadiar, S.Si., M.Si., yang turut membimbing anak-anak selama kegiatan berlangsung.

Sebagai bentuk apresiasi dan edukasi gaya hidup berkelanjutan, seluruh peserta mendapatkan doorprize berupa tumbler yang dapat digunakan sehari-hari. Hadiah ini diharapkan dapat mendorong anak-anak untuk mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai dan lebih peduli terhadap lingkungan.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Biologi UGM menegaskan komitmennya dalam membina desa mitra sekaligus menanamkan nilai-nilai pelestarian lingkungan kepada generasi muda. Edukasi praktis seperti ini diharapkan dapat menjadi langkah awal perubahan gaya hidup masyarakat menuju lingkungan yang lebih hijau dan berkelanjutan. Kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Fakultas Biologi UGM Lakukan Kunjungan ke Rumah Mahasiswa Baru Kembar Inspiratif: Misi Humanis di Pegunungan Pemalang

Rilis Berita Selasa, 8 Juli 2025

Yogyakarta, Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menunjukkan komitmennya terhadap pendekatan humanis dalam pendidikan dengan melakukan kunjungan langsung ke rumah mahasiswa baru Tahun Ajaran 2025/2026 pada Kamis, 3 Juli 2025.

Kunjungan dipimpin oleh Prof. Dr. Bambang Retnoaji, M.Sc., selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, didampingi oleh beberapa staf fakultas. Mereka menyambangi kediaman Dwi Ira Vanisa Handayani dan Dwi Ira Vanina Handayani, sepasang saudari kembar asal Dusun Jurangjero, Badak, Belik, Pemalang, Jawa Tengah.


Dusun Jurangjero terletak di wilayah perbukitan yang cukup terisolasi, dengan akses jalan yang sempit, curam, dan rawan longsor, terutama saat musim hujan. Kondisi geografis ini turut membentuk tantangan tersendiri bagi masyarakat setempat, termasuk dalam hal mobilitas dan akses pendidikan. Secara ekonomi, desa ini masih tergolong dalam wilayah dengan keterbatasan sumber daya dan lapangan pekerjaan, sehingga sebagian besar penduduknya menggantungkan hidup dari sektor informal dan hasil alam.

Dibesarkan dalam situasi ekonomi yang sederhana, Vanisa dan Vanina berhasil menembus seleksi nasional SNBT 2025 dan diterima di Fakultas Biologi UGM melalui program KIP-Kuliah. Mereka adalah lulusan SMA Negeri 1 Belik dan menyampaikan bahwa kecintaan terhadap mata pelajaran Biologi serta dorongan untuk ikut menjaga lingkungan menjadi motivasi utama dalam memilih program studi ini. Keberhasilan mereka bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, melainkan juga harapan baru bagi keluarga mereka bahwa pendidikan adalah jalan nyata untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Orang tua mereka, Bapak Sukirno—seorang buruh bongkar kayu, dan Ibu Mairah, ibu rumah tangga—menyambut tim UGM dengan penuh haru. Mereka mengungkapkan bahwa tidak pernah terbayang sebelumnya anak-anak mereka dapat menempuh pendidikan tinggi di universitas ternama, mengingat kondisi ekonomi keluarga. Anak sulung mereka, Deni Andriyanto, bahkan harus mengubur impiannya melanjutkan kuliah dan kini bekerja di pabrik kayu lapis untuk membantu keuangan keluarga.

Dalam sambutannya, Prof. Bambang menyampaikan rasa bangganya atas semangat juang kedua mahasiswi. Ia menegaskan bahwa Fakultas Biologi UGM berkomitmen kuat terhadap prinsip inklusivitas dan keberagaman sosial dalam pendidikan tinggi. Fakultas Biologi UGM sendiri telah meraih akreditasi Unggul dari LAMSAMA dan akreditasi internasional dari ASIIN (The Accreditation Agency for Study Programmes in Engineering, Informatics, Natural Sciences and Mathematics) di Jerman—sebuah pengakuan atas mutu akademik yang bertaraf global.

“Keduanya memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan terbaik dan mengeksplorasi potensi akademiknya secara maksimal di UGM,” ujar Prof. Bambang.

Lebih dari sekadar seremoni, kunjungan ini merupakan wujud nyata dari semangat Fakultas Biologi UGM dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya dalam bidang pendidikan berkualitas (SDG 4), pengurangan kesenjangan (SDG 10), dan pembangunan masyarakat yang inklusif serta tangguh (SDG 11). Melalui pemberdayaan mahasiswa dari latar belakang marjinal, Fakultas Biologi UGM turut berkontribusi dalam menciptakan akses pendidikan tinggi yang merata dan adil.

Penyiapan Tempat Pembibitan Sebagai Keberlanjutan Kegiatan Optimalisasi Lahan Untuk Mendukung Ketahanan Pangan di Dusun Kledokan, Kelurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Sleman

Pengabdian kepada MasyarakatUncategorized Selasa, 8 Juli 2025

Pada Sabtu, 5 Juli 2025 berlokasi di lahan kebun Agromedicine yang dikelola oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Rejosari,  Dusun Kledokan, Caturtunggal, Depok, Sleman  telah dilakukan penyiapan tempat pembibitan. Kegiatan ini sekaligus dilanjutkan dengan peninjauan lahan yang telah digunakan untuk penanaman berbagai jenis sayuran, seperti : sawi (Brassica chinensis) , kangkong (Ipomoea aquatica dan Ipomoea reptans) , kacang tanah (Arachis hypogaea), terong (Solanum melongena), jagung (Zae mays), singkong (Maniot utilissima), kemangi (Ocimum basilicum forma citratum) dan jenis-jenis tanaman obat seperti sereh (Cymbopogon citratus) dan lengkuas (Alpinia galanga). Pada kegiatan penyiapan tempat pembibitan dihadiri oleh Dr. Dra. Rr. Upiek Ngesti Wibawaning Astuti, B.Sc., DAP&E, M.Biomed sebagai dosen dari Fakultas Biologi, dan Dr. Djoko Santosa, M.Si., dosen di Departemen Biologi Farmasi, Fakultas Farmasi UGM. Selain penjelasan pemanfaatan dan penggunaan bahan-bahan yang sudah tidak terpakai untuk pembibitan, juga manfaat kesehatan dari berbagai jenis tanaman yang telah dibudidayakan, seperti kegunaan daun singkong (Manihot utilissima)  dan umbi talas (Colocasia esculenta). Upaya pembuatan tempat pembibitan ini akan mendukung keberlanjutan sumber pangan guna memenuhi kebutuhan dan kecukupan keluarga di wilayah Dusun Kledokan dan sekitarnya yang berdampak pada kehidupan yang layak, peningkatan pertumbuhan ekonomi, dan kemandirian warga masyarakat.

Kegiatan ini mendukung komitmen global dan nasional dalam upaya untuk mensejahterakan Masyarakat melalui SDGs: (3) Kehidupan sehat dan sejahtera; (8) pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi; (11) Kota dan Permukiman yang berkelanjutan, (12) Konsumsi dan Produksi yang bertanggungjawab; (15) Menjaga Ekosistem Darat;  dan (17) Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Pembukaan dan Courtesy Dinner Summer Course Internasional: Kolaborasi Fakultas Biologi UGM dan University of Technology Sydney Yogyakarta, 30 Juni 2025

Rilis Berita Selasa, 1 Juli 2025

Yogyakarta, 30 Juni 2025

Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) secara resmi membuka program International Summer Course on Sustainable Fisheries and Marine Biodiversity Conservation melalui acara makan malam yang hangat pada Senin, 30 Juni 2025, bertempat di Restoran Ikan Bakar Cianjur (IBC), Palagan, Yogyakarta. Acara ini menjadi momen penting dalam menyambut tujuh mahasiswa dari University of Technology Sydney (UTS), yang akan mengikuti program selama 26 hari penuh dengan aktivitas akademik dan budaya di Yogyakarta dan sekitarnya. Program ini disponsori oleh New Colombo Plan.

Acara pembukaan ini dihadiri oleh para pimpinan dari UGM dan UTS, termasuk Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., selaku Dekan Fakultas Biologi UGM; Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc., selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni; Dr. Tyas Ikhsan Hikmawan, selaku Kepala Office of International Affairs (OIA) UGM; serta Dr. Nur Indah Septriani, S.Si., M.Sc., Ph.D., selaku Ketua OIA Fakultas Biologi UGM. Dari pihak UTS hadir Dr. Megan Murray, dosen pendamping program summer course. Turut hadir pula Dr. Wulan Rahmiati, M.Hum., Koordinator Program INCULS UGM; Ibu Destina Kawanti, S.Si., M.IP., Ketua Tim Kerja Kemitraan dan Program KKN dari Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM) UGM. Para liaison officer (LO) dan panitia dari kalangan mahasiswa Fakultas Biologi UGM juga turut mendampingi para peserta internasional selama kegiatan berlangsung.

Dalam sambutannya, Dr. Eko Agus Suyono menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata komitmen UGM dalam mendukung kolaborasi internasional yang mengangkat isu-isu keberlanjutan, khususnya dalam bidang perikanan dan konservasi biodiversitas laut. Ia juga menyoroti pentingnya interaksi lintas budaya serta keterlibatan aktif mahasiswa dalam kegiatan berbasis komunitas sebagai bagian dari pendekatan pendidikan holistik yang diusung oleh UGM.

Dr. Wulan Rahmiati menambahkan bahwa selain pembelajaran akademik, para peserta juga akan memperoleh pembelajaran kontekstual melalui kelas Bahasa Indonesia dan pengenalan budaya lokal yang difasilitasi oleh INCULS. Pelatihan bahasa ini diharapkan menjadi pintu masuk penting untuk membangun interaksi yang bermakna antara peserta dan masyarakat lokal.

Sementara itu, Dr. Megan Murray menyampaikan apresiasi tulusnya atas sambutan hangat dari UGM. Ia menyatakan bahwa mahasiswa UTS sangat antusias untuk belajar, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga dari kehidupan sosial, budaya, dan alam Indonesia yang kaya akan keanekaragaman hayati.

Sebagai penutup acara, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono menyampaikan harapannya agar program ini menjadi wadah pertukaran pengetahuan, penguatan jejaring internasional, dan penumbuhan kesadaran lintas negara mengenai isu-isu lingkungan, khususnya yang berkaitan dengan ekosistem laut dan pesisir. Ia juga menekankan peran penting generasi muda dalam membangun masa depan yang berkelanjutan melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Selama sekitar satu bulan ke depan, para peserta akan mengikuti berbagai kegiatan seperti kelas Bahasa Indonesia di INCULS, kegiatan pengabdian masyarakat bersama program KKN UGM, kuliah daring dari para pakar akademik dari berbagai institusi seperti Universitas Gadjah Mada, University of Technology Sydney, Universiti Tun Hussein Onn Malaysia, Universiti Tunku Abdul Rahman, Chiba University, University of Leiden, University of the Philippines Los Baños, Universiti Malaysia Sabah, Universitas Hasanuddin dan lainnya. Program ini juga mencakup ekskursi lapangan ke Pantai Porok, pelatihan permakultur di Bumi Langit, kunjungan edukatif ke Museum Biologi, serta eksplorasi budaya ke situs-situs bersejarah penting seperti Candi Prambanan, Candi Sojiwan, Museum Sonobudoyo, Keraton Yogyakarta, kawasan heritage Kotagede, Makam Raja-raja di Imogiri, dan lainnya

Malam itu ditutup dengan suasana hangat dan penuh keakraban, menandai dimulainya perjalanan pembelajaran lintas budaya dan lintas disiplin yang akan memperkaya pengalaman akademik dan personal seluruh peserta.

Program ini juga secara langsung berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa, khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pembelajaran lintas budaya dan peningkatan kapasitas mahasiswa secara global; SDG 14 (Ekosistem Lautan) dengan mendorong pemahaman dan konservasi biodiversitas laut; SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi internasional antara UGM dan UTS; serta SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan) dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui kegiatan pengabdian masyarakat, pelatihan permakultur, dan peningkatan kesadaran tentang pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.
(Nur Indah Septriani)

 

Transformasi Pertanian Digital: “SeedLink” Karya Mahasiswa Pascasarjana Biologi UGM Raih Prestasi Internasional Silver Medal

Kegiatan MahasiswaPrestasi Rabu, 25 Juni 2025

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada dalam kompetisi internasional Bali International Science Fair (BISF) 2025 yang berlangsung pada 11–24 Juni 2025 di Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali. Dalam ajang yang diikuti oleh peserta dari berbagai negara ini, tim UGM berhasil menyabet Silver Medal dalam kategori Technology and Environmental Innovation.


Tim terdiri dari Aryan Mustamin, Fahima Ellya Wulandari, Syarafina Azzahra, dan Ogilvy Galang Rizki, di bawah arahan Dr. Eko Agus Suyono, S.Si., M.App.Sc. Mereka mempresentasikan sebuah aplikasi digital inovatif bernama SeedLink, sebuah sistem cerdas yang dirancang untuk menjembatani kebutuhan informasi pertanian, perdagangan hasil panen, hingga pengelolaan lingkungan berbasis data.

SeedLink merupakan platform terintegrasi yang memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) untuk memberikan rekomendasi pertanian, mendeteksi penyakit tanaman, serta menyediakan layanan pasar digital dan edukasi bagi petani dan masyarakat umum. Dengan berbagai fitur seperti Let’s Plant, Eco-Market, Plantopedia, dan Plant Insight, aplikasi ini menjadi solusi digital untuk mendukung pertanian presisi sekaligus ramah lingkungan.

“SeedLink lahir dari keresahan terhadap rendahnya akses informasi pertanian yang akurat di kalangan masyarakat. Kami ingin menghadirkan teknologi yang bisa diakses siapa saja, kapan saja,” tutur Aryan Mustamin.

“Dengan pendekatan berbasis data lingkungan, kami berharap pengguna bisa mengambil keputusan bertani yang lebih tepat dan efisien, tanpa mengabaikan aspek ekologi,” ujar Fahima Ellya Wulandari.

“Pengalaman mengikuti BISF 2025 membuktikan bahwa kolaborasi lintas bidang—biologi, teknologi, dan sosial—bisa menjadi kekuatan untuk menghadirkan perubahan nyata,” tambah Syarafina Azzahra.

“Kami ingin menjadikan SeedLink bukan hanya aplikasi, tapi juga gerakan pertanian masa depan yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Ogilvy Galang Rizki.

BISF 2025 menjadi panggung bagi generasi muda untuk menghadirkan solusi nyata atas tantangan global, mulai dari ketahanan pangan hingga krisis iklim. Kompetisi ini digelar oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) bekerja sama dengan berbagai institusi pendidikan tinggi.

Capaian ini mempertegas peran aktif mahasiswa Fakultas Biologi UGM dalam menghadirkan inovasi berbasis ilmu hayat dan teknologi untuk menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan. Ke depan, tim berharap pengembangan SeedLink dapat diperluas melalui kolaborasi dengan komunitas pertanian, pelaku usaha hijau, dan instansi pemerintah. [Penulis: Aryan Mustamin]

Kembali ke Almamater: Genza Education Siap Dukung Kolaborasi Edukasi dan Lustrum XIV Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada

Rilis Berita Jumat, 20 Juni 2025

Yogyakarta, 20 Juni 2025 — Dalam upaya memperkuat sinergi dalam bidang edukasi, Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar pertemuan kerja sama dengan PT Genza Edukasi Indonesia pada Kamis, 19 Juni 2025. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Sidang KPTU Fakultas Biologi ini menjadi momentum penting dalam membangun kolaborasi untuk mendukung pengembangan potensi siswa di bidang biologi.


Pertemuan tersebut dihadiri oleh Direktur Utama PT Genza Edukasi Indonesia, M. Syamsul Maarif, dan Direktur Marketing & IT PT Genza Edukasi Indonesia, Agung Supriyawan. Dari pihak Fakultas Biologi UGM, turut hadir Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., Ketua Lustrum XIV Fakultas Biologi UGM, Ganies Riza Aristya, S.Si., M.Sc., Ph.D., Ketua Tim Kerja Bidang Administrasi, Keuangan dan Umum, Titin Fauziah, S.E., MBA., serta Annisa Mawarni, S.Si.

Dalam diskusi yang berlangsung hangat dan penuh semangat kolaboratif, dibahas sejumlah poin kerja sama penting antara Fakultas Biologi UGM dan Genza Education. Beberapa di antaranya meliputi pelaksanaan Genza Olympiad, dukungan penyediaan juri lomba, pelaksanaan kegiatan “Road to UGM” dalam bentuk kunjungan siswa ke Fakultas Biologi, serta dukungan materi publikasi yang edukatif untuk siswa-siswa sekolah.

Selain bentuk kerja sama programatik, Genza Education juga menyampaikan komitmennya untuk memberikan kontribusi dana dalam mendukung pelaksanaan Lustrum XIV Fakultas Biologi UGM yang akan diselenggarakan pada tahun ini. Donasi ini merupakan bentuk kepedulian dan kontribusi alumni, mengingat M. Syamsul Maarif selaku Direktur Utama Genza Education merupakan alumnus Fakultas Biologi UGM angkatan 1994.

Prof. Budi Setiadi Daryono menyambut baik inisiatif kerja sama ini. “Kami sangat mengapresiasi dukungan dari Genza Education, khususnya dalam rangka Lustrum XIV dan upaya memperkenalkan Biologi UGM lebih luas kepada generasi muda. Ini menjadi bukti nyata kontribusi alumni dalam memajukan almamater,” ujar beliau.

Kerja sama ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang berkelanjutan, sekaligus menjadi inspirasi bagi alumni dan mitra lainnya untuk turut serta dalam mendukung pengembangan pendidikan bersama Fakultas Biologi UGM.

Mahasiswa Magister Asal Belanda Selesaikan Program Magang Penelitian di Fakultas Biologi UGM

Rilis Berita Jumat, 20 Juni 2025

Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) baru saja selesai menyelenggarakan program magang bersama Jens van Bijsterveld, seorang mahasiswa magister dari Leiden Institute of Advanced Computer Science (LIACS), Belanda. Selama lima bulan terakhir, Jens terlibat dalam penelitian akademik yang berfokus pada sekuensing genom, perakitan, dan anotasi genom ikan lokal Rasbora lateristriata dari wilayah Yogyakarta.


Selama program magangnya, Jens dibimbing oleh tim pembimbing internasional dan nasional yang terdiri dari Prof. Dr. Fons Verbeek (Leiden University), Prof. Dr. Herman P. Spaink (Leiden University), Prof. Dr. Bambang Retnoaji (Fakultas Biologi UGM), dan Dr. Luthfi Nurhidayat (Fakultas Biologi UGM).

Di usianya yang baru 22 tahun, Jens telah menunjukkan antusiasme yang besar terhadap bioinformatika dan dunia riset. Perjalanan Jens ke UGM bisa dikatakan cukup unik dan beruntung—berawal dari percakapan dengan Prof. Verbeek mengenai keinginan melakukan tesis di luar negeri, hingga akhirnya diarahkan ke Yogyakarta melalui koneksi Prof. Spaink. “Seperti yang saya bilang, saya benar-benar beruntung,” ungkap Jens.

Dalam kegiatan magangnya, Jens terlibat langsung dalam proyek penyusunan genom referensi untuk Rasbora lateristriata. Ia merasa pengalaman ini sangat berharga karena memberikan kesempatan untuk menerapkan teori yang selama ini dipelajari dalam konteks nyata. “Setelah belajar banyak teori mengenai sekuensing genom dan algoritma perakitannya, saya sangat menikmati bisa menerapkannya langsung di sini,” jelasnya.

Menurut Jens, magang ini memperkuat kecintaannya terhadap riset ilmiah. “Saya sudah tahu saya menyukai penelitian di Leiden, tapi pengalaman di UGM semakin memperjelas bahwa saya mencintai proses ilmiah itu sendiri, di mana pun itu dilakukan,” katanya. Ia juga mengakui pentingnya pengalaman internasional dalam dunia akademik yang semakin global.

Selain mengembangkan keterampilan dalam bioinformatika, Jens juga belajar banyak hal lain selama tinggal di Yogyakarta—termasuk mengendarai motor di lalu lintas kota yang padat. “Tanpa bercanda, saya rasa kemampuan paling berguna yang saya pelajari di sini adalah menyesuaikan diri dengan jadwal yang fleksibel,” ujarnya. Ia bahkan sempat belajar membuat perhiasan!

Selama di Fakultas Biologi UGM, Jens merasa sangat diterima. “Saya sangat menyukai semua orang di sini. Tidak ada keluhan,” katanya dengan penuh antusias. Meskipun awalnya merasa asing dengan kondisi lingkungan yang berbeda, ia akhirnya mampu menyesuaikan diri dan menikmati keunikan kota Yogyakarta, termasuk ragam kafe dan restoran yang menarik.

Jens juga sangat menikmati pengalaman budaya dan sosial selama di Indonesia. “Saya sangat suka makanannya—terutama lotek dan tahu goreng dari Luthfi,” candanya. Salah satu momen favoritnya adalah perjalanan motor ke pantai, di mana ia bisa menyaksikan langsung kehidupan masyarakat Jawa sepanjang jalan.

Menjelang akhir masa magangnya, Jens mengenang interaksi hangat dengan masyarakat dan rekan-rekannya di UGM. “Saya akan sangat merindukan semua orang di sini. Mereka sangat baik dan membantu,” ujarnya. Ia merekomendasikan mahasiswa internasional lain untuk mencoba pengalaman magang di Indonesia, seraya mengingatkan pentingnya kesiapan terhadap perbedaan budaya. “Pengalamannya luar biasa, tapi butuh waktu untuk beradaptasi.”

Fakultas Biologi UGM merasa bangga telah menjadi bagian dari perjalanan akademik Jens, dan berharap kolaborasi internasional seperti ini dapat terus berkembang di masa mendatang.
12345…9

Akreditasi

Berita Terakhir

  • Pengajian Ramadhan 1447 H Fakultas Biologi UGM
  • Sosialisasi Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Fakultas Biologi 2026
  • Tim Mahasiswa Fakultas Biologi UGM Raih Bronze Medal pada 2nd International Student Summit 2026
  • Angkat Inovasi Susu Nabati Probiotik Kacang Hijau, Tiga Mahasiswa Biologi UGM Raih Medali Perak di Lomba Esai Cipta Nusantara Fest
  • Mahasiswa UGM Raih Dua Medali Perak dan Satu Medali Perunggu pada International Student Summit 2026 di Malaysia
Universitas Gadjah Mada

UNIVERSITAS GADJAH MADA

FAKULTAS BIOLOGI
Jalan Teknika Selatan, Sekip Utara,
Yogyakarta 55281
biologi-ugm@ugm.ac.id
Telepon/Fax: +62 (274) 580839

Tentang Kami

  • Sejarah
  • Organisasi
  • Staff
  • VISI, MISI & TUJUAN
  • Biodiversitas
  • Informasi Publik

KEMAHASISWAAN

  • Pelayanan Mahasiswa
  • Organisasi Mahasiswa
  • Pengajuan Kerja Praktik Lapangan
  • Izin Penelitian Lapangan
  • Layanan Konseling Mahasiswa

Akademik

  • Peraturan Akademik
  • Pengumuman Akademik

Survei Kepuasan Layanan

  • Survei Layanan Akademik
  • Survei Layanan KASDM
  • Survei Layanan P2MKSA
  • Survei Layanan Laboratiorum
  • Survei Layanan K5L dan Driver

Akreditasi

  • Image 1
  • Image 2
  • Image 3

© 2024 FAKULTAS BIOLOGI UNIVERSITAS GADJAH MADA

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju