Arsip:
SDG 14 : Ekosistem Lautan
Yogyakarta, 21 Maret 2026 Dekan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., dipercaya menjadi khotib dalam pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah yang diselenggarakan pada Sabtu, 21 Maret 2026, di Lapangan Graha Sabha Pramana (GSP) Universitas Gadjah Mada. Pelaksanaan Shalat Idul Fitri berlangsung berjalan lancar dan khusuk serta dihadiri ribuan jamaah dari civitas akademika UGM serta masyarakat umum.
Dalam khutbahnya, Prof. Budi Setiadi Daryono mengajak jamaah untuk memaknai Idul Fitri tidak sekadar sebagai perayaan kemenangan setelah menjalani ibadah Ramadan, tetapi sebagai momentum memperkuat ketakwaan, mempererat silaturahmi, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
Mengawali khutbahnya, Prof. Budi menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan Allah SWT sehingga umat Islam dapat melaksanakan Shalat Idul Fitri dalam suasana aman dan penuh kebahagiaan. Ia juga mengajak jamaah untuk bersyukur atas kondisi Indonesia yang masih diberikan keamanan dan kenyamanan, berbeda dengan sebagian saudara muslim di berbagai negara yang tengah menghadapi konflik dan kesulitan.
“Marilah kita panjatkan syukur kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Negara kita masih merasakan kenyamanan dan keamanan. Ini adalah anugerah yang patut kita syukuri,” ungkapnya.
Selanjutnya Prof. Budi menyampaikan bahwa Idul Fitri merupakan momentum untuk kembali kepada fitrah sebagai manusia yang bertugas menjadi khalifah di bumi. Ia mengingatkan bahwa nilai-nilai Ramadan seperti disiplin ibadah, kepedulian sosial, serta semangat berbagi hendaknya tetap dijaga dan dilanjutkan setelah bulan Ramadan berakhir.
“Idul Fitri bukan sekadar perayaan, bukan hanya tentang pakaian baru atau hidangan, tetapi momentum untuk menguatkan tekad menjadi hamba Allah yang lebih taat, menjaga kesucian hati, dan mempererat silaturahmi,” jelasnya.
Dalam khutbah tersebut, Prof. Budi juga menekankan pentingnya kesalehan sosial sebagai bagian dari implementasi nilai Ramadan. Ia mengajak jamaah untuk memperkuat hubungan kekerabatan, saling memaafkan, serta membangun kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, silaturahmi merupakan salah satu amalan penting yang ditekankan dalam ajaran Islam.
Selain itu, sebagai akademisi di bidang biologi, Prof. Budi turut mengangkat tema eko-spiritualitas, yakni hubungan antara spiritualitas manusia dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Ia menyampaikan bahwa puasa mengajarkan manusia untuk mengendalikan diri dari perilaku konsumtif yang menjadi salah satu penyebab kerusakan lingkungan.
Prof. Budi mengingatkan bahwa Indonesia menghadapi tantangan serius terkait masalah lingkungan, termasuk meningkatnya jumlah sampah dan dampak pemanasan global. Oleh karena itu, ia mengajak jamaah untuk menjadikan Idul Fitri sebagai momentum meningkatkan kesadaran ekologis.
Beberapa langkah konkret yang disampaikan dalam khutbahnya antara lain mengurangi penggunaan plastik, menghemat energi, mengurangi emisi karbon, serta menanam dan merawat pohon sebagai bentuk sedekah lingkungan.
“Setiap manusia membutuhkan pohon sebagai sumber oksigen. Pertanyaannya, apakah kita sudah menanam minimal lima pohon selama hidup kita? Ini menjadi refleksi sekaligus ajakan untuk menjaga bumi yang Allah amanahkan kepada kita,” ungkapnya.
Di akhir khutbah, Prof. Budi mengajak jamaah untuk menjadikan Idul Fitri sebagai awal baru dalam memperbaiki hubungan dengan Allah (Hablum Minallah), hubungan dengan sesama manusia (Hablum Minannas), serta hubungan dengan alam (Hablum Minal ‘Alam).
Melalui khutbah Idul Fitri tersebut, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono berharap semangat Ramadan dapat terus terjaga dan menjadi landasan dalam membangun kehidupan yang lebih baik, penuh kepedulian, serta berkelanjutan bagi masa depan.
Pada Selasa, 24 Februari 2026, Kelompok Studi Kelautan Fakultas Biologi UGM (KSK Biogama) menyelenggarakan Sosialisasi Program Kerja Kabinet Arnavya Widyakara di Ruang 2 Gedung B Fakultas Biologi UGM pada pukul 15.30–17.00 WIB. Kegiatan ini dihadiri oleh Pembina KSK Biogama, Dewan Pengawas Organisasi (DPO), anggota aktif KSK Biogama, serta perwakilan Kelompok Studi dan Lembaga di lingkungan Fakultas Biologi UGM.
Acara dipandu oleh Muhammad Humam Rafi’i dan Najma Camilla Dhiya, serta diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Himne Gadjah Mada, Mars Fakultas Biologi, dan Mars KSK sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai kebangsaan serta identitas keorganisasian.
Sambutan pertama disampaikan oleh Pembina KSK Biogama, Abdul Razaq Chasani, S.Si., M.Sc., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada kepengurusan sebelumnya atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan selama masa bakti. Beliau juga memberikan dukungan kepada kepengurusan baru untuk melanjutkan estafet organisasi dengan penuh tanggung jawab, serta menekankan pentingnya konsistensi dan kolaborasi dalam menjalankan setiap program kerja.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua KSK Biogama 2026, Andika Edwin Novianto Ramadhan. Ia menegaskan komitmen Kabinet Arnavya Widyakara untuk menjalankan program kerja secara terarah, sistematis, dan berdampak. Selain itu, ia mengajak seluruh anggota untuk berpartisipasi aktif, menjaga solidaritas, serta membangun lingkungan organisasi yang produktif dan harmonis.
Pada sesi inti, dilaksanakan pelantikan dan pengucapan sumpah Pengurus Harian KSK Biogama 2026 Kabinet Arnavya Widyakara yang dipimpin oleh Andika Edwin Novianto Ramadhan sebagai bentuk pengesahan kepengurusan baru. Selanjutnya, Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Kabinet Winaya Adiwidia disampaikan oleh Ahmad Aris Budi Rohman selaku Ketua KSK Biogama periode sebelumnya sebagai bentuk pertanggungjawaban dan syarat demisioner.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan perkenalan jajaran kepengurusan serta pemaparan program kerja Kabinet Arnavya Widyakara masa bakti 2026 yang mencakup bidang Ketua dan empat kepilaran, yaitu Sekretaris Jenderal, PSDM, Eksternal, dan Keilmuan.
Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama. Melalui Sosialisasi Program Kerja ini, KSK Biogama berharap dapat memperkuat sinergi antaranggota serta membangun kolaborasi yang solid dengan berbagai pihak. Dengan demikian, seluruh program yang telah dirancang diharapkan dapat terlaksana secara optimal dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan organisasi serta civitas akademika Fakultas Biologi UGM. [Penulis: KSK]
Yogyakarta, 2026. Aisyah Amalia Salsabila, mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 2024, menorehkan prestasi di tingkat internasional melalui partisipasi dalam Youth Leaders Exchange and Conference (YLEC) Chapter Bangkok 2026 yang diselenggarakan pada 4-7 Februari 2026 di Bangkok, Thailand. Program ini merupakan forum global yang mempertemukan pemuda dari berbagai negara untuk mengembangkan kapasitas kepemimpinan, memperluas jejaring internasional, serta membangun kolaborasi lintas budaya dan disiplin ilmu.
Kegiatan YLEC 2026 menghadirkan serangkaian agenda strategis, antara lain international leadership conference, diskusi panel bersama pembicara internasional, cultural exchange session, serta presentasi proyek kolaboratif. Dalam forum tersebut, Aisyah aktif terlibat dalam pembahasan isu-isu global seperti pembangunan berkelanjutan, inovasi berbasis sains, peran generasi muda dalam mitigasi perubahan iklim, serta kontribusi akademisi muda dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Partisipasi ini menjadi wujud nyata komitmen Fakultas Biologi UGM dalam mendukung internasionalisasi pendidikan dan penguatan kompetensi mahasiswa sebagai global citizen. Melalui interaksi langsung dengan delegasi dari berbagai latar belakang budaya dan akademik, mahasiswa mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, berpikir kritis, kepekaan sosial, serta keterampilan kolaborasi global.
Selain mengikuti konferensi, para delegasi juga melakukan kunjungan akademik dan institusional di KBRI Bangkok untuk mempelajari praktik pendidikan dan pengembangan kepemudaan di tingkat regional Asia Tenggara. Kegiatan ini memberikan perspektif baru mengenai pentingnya kolaborasi lintas negara dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Keikutsertaan mahasiswa Fakultas Biologi UGM dalam YLEC Chapter Bangkok 2026 diharapkan menjadi inspirasi bagi sivitas akademika untuk terus berinovasi, berprestasi, dan berkontribusi di tingkat internasional. Fakultas Biologi UGM akan terus mendorong mahasiswa untuk aktif dalam berbagai forum global sebagai bagian dari upaya mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing internasional. [Penulis: Aisyah Amalia Salsabila]
Sebagai tahap awal pembentukan kader baru, Kelompok Studi Kelautan (KSK) Biogama Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada kembali menyelenggarakan Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar). Pada tahun ini, Diklatsar ke-XXVI mengusung tema “Jelajahi Laut, Temukan Dirimu: Bersama KSK Menjadi Generasi Tangguh Penjaga Laut”. Tema tersebut merefleksikan semangat untuk melahirkan kader baru yang kompeten, terampil, dan berkomitmen tinggi dalam memajukan kelautan di Indonesia.
Diklatsar XXVI terdiri atas dua rangkaian besar. Rangkaian pertama telah terlaksana pada bulan September hingga November 2025 yang meliputi Diklat Ruang (Dikru), Wawancara, dan Forum Santai Berenang (Forsakerang). Sementara rangkaian kedua meliputi Outbound, Gelar Pasukan (Gerpas), dan Diklat Lapangan (Diklap).
Outbound telah terlaksana pada tanggal 5 Februari 2026 di lingkungan Universitas Gadjah Mada. Dalam kegiatan ini, peserta yang disebut sebagai Baby Octopus mengunjungi beberapa pos untuk memperoleh pembekalan dasar mengenai cara penyusunan carrier, pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), pembuatan api unggun, serta pembangunan bivak. Selain pematerian, Baby Octopus juga diberikan kuis dan games sebagai sesi bonding antar sesama anggota.
Rangkaian selanjutnya, yaitu Gerpas yang dilaksanakan pada tanggal 12 Februari 2026 di lingkungan Fakultas Biologi UGM. Kegiatan ini berfokus pada pengecekan perlengkapan Baby Octopus yang akan digunakan pada Diklap. Selain pengecekan, dilakukan pula sesi evaluasi dan menjadi kesempatan bagi Baby Octopus dalam melengkapi perlengkapan yang belum tersedia.
Sebagai puncak kegiatan rangkaian Diklatsar XXVI, Diklat Lapangan (Diklap) dilaksanakan pada tanggal 13- 15 Februari 2026 di Pantai Krakal, Pantai Ngrumput, Pantai Watu Bolong, dan Pantai Drini, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebelum keberangkatan ke lokasi acara, kegiatan diawali dengan sambutan oleh Bapak Abdul Razaq Chasani S.Si., M.Si., Ph.D. selaku pembina Kelompok Studi Kelautan.
Pada rangkaian Diklap, Baby Octopus melakukan pembangunan bivak di area pantai serta kegiatan susur pantai diikuti dengan pematerian mengenai Kelompok Studi Kelautan, medis, serta lima kelas keilmuan yang terdiri dari Algae, Crustacea, Echinodermata, Mollusca, dan Pisces. Sebagai bentuk evaluasi pemahaman materi, diadakan kuis yang dilaksanakan setelah rangkaian susur pantai. Kegiatan ini ditutup dengan prosesi pelantikan Anggota Muda ke- XXVI KSK Biogama yang dipimpin oleh saudara Andhika Edwin selaku Ketua KSK Biogama periode 2026.
Rangkaian Diklatsar XXVI diharapkan dapat melahirkan kader Anggota Muda yang kompeten secara akademik maupun keterampilan, serta memantik semangat untuk menjaga kelestarian laut Indonesia. [Penulis: KSK]
Bandung, 9 Februari 2026 — Matin Nuhamunada, M.Sc., Ph.D., selaku Ketua Office of International Affairs (OIA), Fakultas Biologi UGM, ikut berpartisipasi dalam kegiatan Erasmus+ ECoGREEN Project Closing yang dirangkaikan dengan Information Session dan Partner Matchmaking Program Erasmus+, bertempat di Lecture Theater Gedung PPAG, Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR), Bandung.
Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperluas pemahaman mengenai berbagai skema pendanaan hibah Erasmus+, sekaligus membuka peluang kolaborasi internasional dalam pengembangan pendidikan tinggi, khususnya melalui skema Erasmus+ Capacity Building in Higher Education (CBHE).
Dalam sesi diskusi, disampaikan pentingnya penyelarasan topik proposal Erasmus+ dengan kata kunci utama yang menjadi fokus Uni Eropa, yaitu digital/AI, sustainability, serta future skills. Arah pengembangan proposal ke depan diusulkan sebagai proyek berskala nasional untuk memperkuat kapasitas perguruan tinggi Indonesia dalam menyiapkan lulusan yang memiliki kesadaran dan kompetensi masa depan, termasuk dalam konteks green economy dan sustainable development melalui pendekatan kurikulum interdisipliner.
Tujuan utama yang dibahas dalam forum tersebut meliputi: (1) penguatan kurikulum program Sarjana (S1) dan pengembangan program Magister di bidang sustainability, (2) Pembentukan konsorsium pendidikan dan pusat riset kolaboratif lintas institusi, serta (3) pengembangan kegiatan co-curricular kemahasiswaan yang mendukung isu sustainable development dan transformasi digital.
Sesi informasi Erasmus+ dibuka oleh Dr. Johanna Renny Octavia Hariandja (UNPAR) selaku Primary Coordinator proyek hibah CBHE ECoGREEN, sekaligus menandai penutupan resmi proyek tersebut dan menjadi ajang sosialisasi peluang kolaborasi Erasmus+ ke depan. Materi utama disampaikan oleh Arief Budiman, Ph.D., selaku Erasmus+ National Focal Point (ENFP) untuk Indonesia, yang memaparkan peran ENFP dalam membantu perguruan tinggi Indonesia mengakses berbagai skema Erasmus+, mulai dari pendampingan teknis, pencarian mitra Eropa, hingga penjaminan kualitas proposal. Disampaikan pula pentingnya kepemilikan Participant Identification Code (PIC) dan Organisation ID (OID) dari institusi perguruan tinggi Indonesia sebagai prasyarat partisipasi.
Berbagai skema Erasmus+ yang diperkenalkan antara lain: (1) International Credit Mobility (ICM), (2) Erasmus Mundus Joint Masters (EMJM), (3) Capacity Building in Higher Education (CBHE), dan (4) Jean Monnet Actions. Dalam sesi khusus CBHE, UNPAR berbagi pengalaman sebagai anggota konsorsium hingga koordinator proyek. Ditekankan bahwa kunci keberhasilan proposal CBHE terletak pada pembentukan konsorsium yang kuat, kejelasan pembagian peran, serta komunikasi intensif antar mitra di Eropa sejak tahap penyusunan concept note. Sementara itu, skema Jean Monnet diperkenalkan sebagai langkah awal strategis untuk membangun kapasitas institusi, khususnya melalui pengembangan modul dan kegiatan pengajaran terkait kebijakan Uni Eropa.
Sebagai hasil kegiatan, disepakati beberapa langkah tindak lanjut, antara lain diskusi lanjutan dengan former grantee dan calon kolaborator, penentuan topic of interest bersama, serta pembentukan konsorsium untuk pengajuan proposal Erasmus+ CBHE mendatang. Fokus kolaborasi diarahkan pada tema biosustainability dan pendekatan berbasis data. Partisipasi Fakultas Biologi dalam kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat jejaring internasional, meningkatkan kualitas perencanaan proposal hibah internasional, serta berkontribusi pada pengembangan pendidikan tinggi yang berorientasi pada sustainable development.
Seminar Proposal Penelitian Tesis Mahasiswa Program Magister Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada telah sukses dilaksakan pada hari Selasa, 6 Januari 2026. Pembukaan acara seminar dilakukan secara luring (luar jaringan) bertempat di Gedung A Ruang Sidang Atas, Lantai 3 Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada. Kegiatan Seminar Proposal Penelitian Tesis dihadiri oleh Prof. Dr. Diah Rachmawati, S.Si, M.Si selaku Ketua Program Magister Biologi. Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc sebagai Dekan Fakultas Biologi, dan Prof. Bambang Retnoaji, M.Sc., Dr. Slamet Widiyanto, S.Si., sebagai Wakil Dekan Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada. Acara Seminar Proposal Penelitian Tesis ini ditujukan untuk mahasiswa program magister angkatan 2024 (Semester Genap) dan mahasiswa “by research” dengan total peserta sebanyak 42 mahasiswa dan dibersamai oleh 22 dosen pembimbing atau supervisornya. Seminar Proposal Penelitian Tesis Mahasiswa Program Magister Angkatan 2024/2025 (Semester Genap) dimulai dengan pembukaan oleh MC, saudari Citra Rizkia Agusni. Para peserta kemudian bersama-sama secara syahdu menyanyikan lagu Indonesia Raya, diikuti lagu Hymne Gadjah Mada serta Mars Biologi.
Acara dilanjutkan dengan sambutan oleh ketua program studi magister Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Diah Rachmawati, S.Si, M.Si. Beliau menyampaikan terima kasih untuk seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan seminar proposal, khususnya mahasiswa dan panitia yang mendukung terlaksananya kegiatan seminar proposal. Ketua program studi mengamanahkan agar para mahasiswa lebih interaktif dan menjalin komunikasi lebih sering dengan dosen pembimbingnya, sehingga selalu mendapat arahan dan masukan yang berguna untuk perbaikan proposalnya. Selain itu, mahasiswa diharapkan untuk menjaga semangat, motivasi dan fokus menuju tahap ujian komprehensif agar bisa segera melakukan penelitian dan lulus tepat waktu dengan hasil dan nilai yang memuaskan.
Sambutan berikutnya sekaligus pembukaan acara, disampaikan oleh dekan Fakultas Biologi, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. Beliau mengucapkan terimakasih atas kehadiran seluruh mahasiswa dan dosen yang antusias mengikuti acara. Beliau menyampaikan rasa bangga atas kuantitas jumlah mahasiswa yang memiliki progress cepat dalam menjalankan tahapan tugas akhir tesis. Namun, beliau juga menambahkan bahwa peningkatan kuantitas harus diikuti dengan peningkatan kualitas penelitian yang baik. Mahasiswa diharapkan dapat berkontribusi di masa depan, dalam pengabdiannya kepada masyarakat, sebagai dosen maupun berbagai profesi membanggakan lainnya untuk memajukan nusa dan bangsa. Sambutan diakhiri dengan himbauan kepada seluruh mahasiswa agar tetap menjaga konsentrasi dan memanajemen waktu penelitian dengan efektif agar tugas akhir tesis dapat selesai tepat waktu tanpa hambatan maupun perpanjangan masa studi.
Acara dilanjutkan dengan presentasi proposal masing-masing peserta didampingi oleh dosen pembimbing dan dilaksanakan di ruangan yang telah ditentukan. Seminar dilaksanakan di Gedung A lantai 3 dengan menggunakan 3 ruangan yang berbeda, yakni Ruang Sidang Atas, Ruang Kuliah 6 dan Ruang Kuliah 7. Pelaksanaan seminar dibersamai oleh moderator Nadya Syalsabillah dan notulensi Nur Azizah Ibrahim di Ruang Sidang Atas, moderator Safira Nurullita dan notulensi.
Angeline Stefanny Sirami di Ruang 6, dan moderator Ruvarashe Rambwawasvika dan notulensi Brenda Febrina Zusriadi di Ruang 7. Agenda seminar dibagi menjadi empat sesi dan setiap sesi terdiri dari tiga sampai empat mahasiswa presenter. Masing-masing presenter menyampaikan proposal tesisnya dalam waktu 10 menit, sehingga penyampaian proposal berjalan dalam waktu 40 menit dalam setiap sesi.
Seminar proposal tesis ini umumnya dilaksanakan dengan tujuan utama untuk menelaah kelayakan rencana penelitian serta menghimpun masukan konstruktif demi penyempurnaan studi. Forum ini memfasilitasi mahasiswa dalam memaparkan gagasan, metodologi, dan kerangka teoretis di hadapan dosen pembimbing guna memperoleh persetujuan untuk melanjutkan penelitian. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi, tanya jawab, serta pemberian umpan balik dari hadirin yang berlangsung selama 20 menit. Seluruh saran dan arahan perbaikan yang disampaikan dalam forum ini menjadi catatan penting guna melengkapi substansi proposal. Sebagai penutup sesi, Dosen Pembimbing menyampaikan simpulan mengenai urgensi penelitian, hasil diskusi, serta klarifikasi atas pertanyaan yang diajukan. Kegiatan diakhiri pada pukul 12.00 WIB yang ditutup oleh moderator pada setiap ruang dengan ucapan selamat kepada para peserta seminar beserta ucapan terima kasih untuk seluruh partisipan acara.
(Ditulis oleh: Maria Kleofania Adja & Annisa Latifah Kotada)
Telah dilaksanakan Micro Scientific Discussion (MicroSD) 2025 yang terdiri dari dua rangkaian acara, yaitu MicroSD #1 dan MicroSD #2. MicroSD #1 dilaksanakan dengan topik “Pengukuran dan Analisis Morfometri Biota Laut” dengan narasumber Dr. Rury Eprilurahman, S.Si., M.Sc. MicroSD #1 ini diselenggarakan oleh Kelompok Studi Kelautan (KSK) melalui divisi Kurikulum dengan tujuan untuk menambah pengetahuan anggota mengenai metode analisis dan berbagai software penunjang untuk pengukuran morfometri biota laut. MicroSD #1 dilaksanakan pada Sabtu, 10 Mei 2025 pukul 08.30 WIB sampai dengan pukul 11.30 WIB. Acara ini diikuti oleh anggota internal KSK, meliputi Anggota Muda, Anggota Madya dan Anggota Ahli dari lima kelas keilmuan di KSK. Acara berjalan lancar sesuai susunan acara dan diliputi antusiasme peserta yang tinggi.
MicroSD #2 dilaksanakan dengan topik “Teknik Penulisan Buku dan Pemotretan yang Efektif” dengan narasumber Siti Aisah, M.Si. selaku dosen dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan dua narasumber perwakilan dari Biologi Pecinta Alam Sunan Kalijaga (BIOLASKA), yaitu Isnaini Fitriana dan Salma Nabilah Safirahaq. MicroSD #2 ini diselenggarakan oleh Kelompok Studi Kelautan (KSK) melalui divisi Kurikulum dengan tujuan untuk menambah pengetahuan anggota mengenai teknik penyusunan buku, cara mencari publisher, cara merancang tata letak buku, dan cara melakukan fotografi biota laut. MicroSD #2 dilaksanakan pada Minggu, 21 September 2025 pukul 11.00 WIB sampai dengan 14.30 WIB. Acara ini diikuti oleh anggota internal KSK, meliputi Anggota Muda, Anggota Madya dan Anggota Ahli dari lima kelas keilmuan di KSK. Acara berjalan lancar sesuai susunan acara dan diliputi antusiasme peserta yang tinggi. [Penulis: KSK]
Yogyakarta – KSK Biogama Universitas Gadjah Mada melaksanakan Evaluasi Akhir Tahun (EAT) dan Musyawarah Anggota 2025, sebuah agenda tahunan yang bertujuan untuk meninjau dan mengevaluasi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta mengevaluasi program kerja satu tahun kepengurusan. Acara ini diselenggarakan di Ruang IV B Fakultas Biologi selama dua hari pada tanggal 20 dan 21 Desember 2025. Kegiatan ini dilaksanakan dengan serangkaian sesi diskusi dengan melibatkan anggota aktif KSK Biogama.
Pada hari pertama EAT dibuka oleh moderator, Mila Atati (DXXIV) dengan memberikan sambutan dan menjelaskan rangkaian acara kegiatan. Acara dilanjutkan dengan sambutan oleh pembina KSK Biogama, Bapak Abdul Razaq Chasani S.Si., M.Sc., Ph,D. Dalam sambutannya beliau mengungkapkan bahwa Evaluasi ini sangat penting untuk menjaga integritas organisasi sekaligus mendorong forum untuk aktif bertanya dan berdiskusi selama sesi pemaparan Laporan Pertanggungjawaban Kabinet. Selain itu beliau juga mengungkapkan apresiasi terhadap kepengurusan tahun ini sekaligus berharap bahwa kepengurusan di tahun berikutnya dapat menjadi lebih baik lagi.
Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan Tata Tertib Musyawarah Anggota dan AD/ART yang dipimpin oleh pimpinan sidang Alif Afzalurrohman (DXXV), Ashma’ Nabila (DXXV), dan Milka Nata P. (DXXIV). Ketiga pimpinan sidang juga memimpin pemaparan laporan pertanggungjawaban kabinet Winaya Adiwidia untuk kepengurusan selama satu tahun. Setelahs sesi pemaparan, dilakukan sesi tanggapan oleh forum dan DPO. Pada hari pertama EAT juga dilakukan pelantikan anggota Madya dan Ahli KSK Biogama serta pra uji kelayakan ketua KSK Biogama 2026.
Pada hari kedua Musyawarah Anggota, ketiga calon ketua diharuskan untuk memaparkan grand design yang telah dibuat. Ketiga calon ketua juga melewati sesi uji kelayakan ketua melalui sesi tanya jawab. Berdasarkan hasil kesepakatan forum dan diskusi alot, diputuskan bahwa Andika Edwin N. (DXXIV) dari kelas keilmuan Pisces menjadi ketua KSK Biogama untuk periode 2026. [Penulis: KSK]
Kelompok Studi Kelautan (KSK) Biogama Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada kembali menyelenggarakan Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar) sebagai tahap awal pembentukan kader baru. Pada tahun ini, Diklatsar ke-XXVI mengusung tema “Jelajahi Laut, Temukan Dirimu: Bersama KSK Menjadi Generasi Tangguh Penjaga Laut”. Tema ini dipilih dengan harapan dapat membentuk kader baru yang berkompetensi, terampil, dan berdedikasi tinggi dalam memajukan kelautan di Indonesia.
Rangkaian tersebut dimulai dari Diklat Ruang (Dikru), Wawancara, dan Forum Santai Berenang (Forsakerang). Kegiatan ini bertujuan untuk melatih Baby Octopus atau calon Anggota Muda KSK menjadi pribadi yang berbudi luhur, bertanggung jawab, dan memiliki wawasan kelautan yang luas di internal KSK Biogama maupun di masyarakat. Selain itu, Diklatsar juga menjadi tahapan seleksi untuk menjaring Anggota Muda KSK Biogama.
Dikru ke-1 telah terlaksana pada tanggal 27 September 2025 di Ruang 1 Gedung B Fakultas Biologi UGM. Pada kegiatan ini, Baby Octopus diperkenalkan pengetahuan dasar mengenai literasi kelautan. Rangkaian acara meliputi pengenalan pemandu, pemaparan materi, penugasan, presentasi hasil karya, games, hingga penutupan dan awarding.
Rangkaian selanjutnya, yaitu Dikru ke-2 yang telah terlaksana pada tanggal 23 Oktober 2025 di ruang Biodas Atas Timur Fakultas Biologi UGM. Kegiatan ini berfokus pada pengenalan dasar mengenai materi survival, mitigasi bencana di wilayah pesisir, dan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K). Pematerian yang disampaikan diikuti dengan sesi tanya jawab, ice breaking, kuis kelompok, games, penulisan kesan dan pesan, evaluasi, serta pemberian hadiah kepada pemenang kuis.
Sebagai bentuk penguatan komitmen, para Baby Octopus mengikuti sesi wawancara yang telah dilaksanakan pada tanggal 29 November 2025 di lingkungan Fakultas Biologi UGM. Wawancara dilakukan secara luring dengan metode tanya jawab langsung untuk menggali informasi mengenai motivasi, minat, serta kesiapan calon anggota dalam mengikuti seluruh rangkaian Diklatsar XXVI.
Rangkaian Diklatsar #1 ditutup dengan kegiatan Forsakerang yang juga dilaksanakan pada tanggal 29 November 2025 di Kolam Renang Tirtasari Yogyakarta. Pada kegiatan ini, Baby Octopus memperoleh materi mengenai teknik dasar renang, pengenalan alat sekaligus pelatihan snorkeling, serta pelatihan keselamatan di dalam air yang dibimbing oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Renang UGM.
Melalui rangkaian Diklatsar XXVI ini, diharapkan dapat melahirkan kader Anggota Muda KSK Biogama yang tidak hanya kompeten secara akademik dan keterampilan, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap pelestarian laut Indonesia. [Penulis: KSK]
Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Seminar Hasil Penelitian Mahasiswa Program Doktor Biologi pada Kamis, 18 Desember 2025, bertempat di Fakultas Biologi UGM. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Mata Kuliah Penelitian yang wajib diikuti oleh mahasiswa Program Doktor Biologi.
Kegiatan seminar diawali dengan laporan Ketua Program Studi Doktor Biologi, Prof. Rina Sri Kasiamdari, S.Si., Ph.D., yang memaparkan pelaksanaan Mata Kuliah Penelitian serta perannya dalam memantau capaian penelitian mahasiswa. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan secara resmi oleh Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., yang menegaskan komitmen fakultas dalam menjaga mutu akademik serta mendorong penelitian yang berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
Seminar ini diikuti oleh mahasiswa doktor yang sedang menempuh Mata Kuliah Penelitian, dengan tujuan untuk memaparkan perkembangan dan capaian hasil penelitian yang telah dilakukan selama satu semester. Dalam forum akademik ini, mahasiswa mempresentasikan hasil penelitian sementara, menguraikan berbagai kendala yang dihadapi selama proses penelitian, serta menyampaikan rencana dan strategi penelitian ke depan. Selain presentasi lisan, mahasiswa juga menampilkan poster penelitian mereka sebagai sarana publikasi ilmiah, sehingga mereka dapat melatih kemampuan menyajikan hasil penelitian secara profesional dan komunikatif.
Topik-topik penelitian yang dipresentasikan mencerminkan kontribusi keilmuan Fakultas Biologi UGM terhadap sejumlah SDGs, antara lain SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui kajian di bidang kesehatan dan biologi medis, SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan pendidikan dan riset doktoral, SDG 13 (Climate Action) terkait respons biologis terhadap perubahan iklim, SDG 14 (Life Below Water) dan SDG 15 (Life on Land) melalui penelitian biodiversitas, ekologi, serta konservasi sumber daya hayati.
Setiap mahasiswa mempresentasikan penelitiannya di hadapan Tim Promotor, yang bertindak sebagai penilai sekaligus pemberi masukan akademik. Proses penilaian dilakukan secara komprehensif, mencakup kesesuaian antara rencana dan hasil penelitian, kedalaman analisis ilmiah, kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi permasalahan penelitian, serta kejelasan rencana tindak lanjut penelitian yang selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan.
Melalui kegiatan seminar ini, Fakultas Biologi UGM mendorong terciptanya budaya akademik yang kritis dan konstruktif, sekaligus memastikan bahwa pelaksanaan penelitian mahasiswa doktor berjalan sesuai dengan standar mutu akademik dan peta jalan keilmuan yang telah ditetapkan, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian SDGs di tingkat nasional dan global.













































