Arsip:
SDG 16 : Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh Pembanguan Berkelanjutan
Pada hari Sabtu, tanggal 23 Agustus 2025 telah dilaksanakan kegiatan Misa Penyambutan Mahasiswa Baru Katolik Fakultas Biologi UGM yang diselenggarakan di Pendopo Pusat Pastoral Mahasiswa Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk menyambut mahasiswa baru Fakultas Biologi yang beragama Katolik dan sebagai bentuk ucapan syukur kepada Tuhan atas terselenggaranya tahun ajaran baru 2025/2026. Acara ini dihadiri oleh anggota KMK dari angkatan 2023, 2024, dan 2025, Bapak Ign. Sudaryadi selaku dosen pembina KMK, Romo Agustinus Daryanto, SJ selaku Ketua Tim Kerja Pusat Pastoral Mahasiswa Yogyakarta, dan Romo Aloysius Gonzaga Ristata Kusnar Prabawa, Pr.
Rangakaian kegiatan dimulai dengan persiapan panitia dan registrasi peserta. Lalu dilanjutkan dengan Misa Ekaristi yang dipimpin oleh Romo Agustinus Daryanto, SJ. Setelah Misa selesai, kegiatan dilanjutkan dengan perekenalan dari pembina KMK dan seluruh anggota KMK yang terdiri dari angkatan 2023, 2024, dan 2025 diikuti dengan games bincang-bincang yang bertujuan untuk semakin mengenal seluruh anggota dari tiap-tiap angkatan. Pada sesi ini dilakukan sharing dari tiap angkatan, pembina, dan Romo yang bertujuan untuk semakin mempererat persaudaraan dalam KMK. Pesan singkat untuk mahasiswa baru disampaikan oleh Romo Rista untuk memotivasi mahasiswa angkatan 2025 yang baru memasuki dunia perkulaiahan. Kegiatan diakhiri dengan doa penutup bersama dan dokumentasi bersama.
Kegiatan Misa Penyambutan Mahasiswa Baru Katolik Fakultas Biologi UGM 2025 berjalan lancar dan tepat waktu. Diharapkan melalui kegiatan ini KMK Fakultas Biologi dapat menjadi wadah bagi seluruh Mahasiswa Fakultas Biologi UGM, terutama mahasiswa baru yang beragama Katolik dan semakin mengenal satu sama lain sehingga dapat menumbuhkan rasa perasudaraan seiman. Diharapkan pula dengan terlaksananya kegiatan ini KMK Fakultas Biologi dapat semakin berkembang di kemudian hari. [Penulis: Keluarga Mahasiswa Katolik Fakultas Biologi]
Pada hari Minggu, 10 Agustus 2025 pukul 07.00 – 13.45 WIB telah dilaksanakan acara Biology Festival 2025 di Fakultas Biologi UGM. Biology Festival ini merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh BEM Biologi UGM sebagai sarana untuk memperkenalkan kelompok studi dan lembaga yang ada di Fakultas Biologi UGM, kepada mahasiswa baru angkatan 2025. Biology Festival pada tahun 2025 ini mengangkat tema “Petala Bumi Terbuka, Menyibak Warna-Warni Kehidupan Lewat Jejak Sang Petualang”. Tema ini mengajak mahasiswa baru untuk mengeksplorasi kekayaan hayati Nusantara melalui pendekatan petualangan ilmiah yang inspiratif. Acara ini dihadiri oleh Bapak Prof. Dr. Bambang Retnoaji, S.Si., M.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, serta Bapak Sukirno, S.Si., M.Sc., Ph.D. selaku Ketua Program Studi Sarjana Biologi Fakultas Biologi UGM, perwakilan Kelompok Studi dan Lembaga Fakultas Biologi UGM, serta 149 mahasiswa baru Fakultas Biologi UGM.
Biology Festival 2025 diawali dengan sesi indoor, yang dilaksanakan dalam Auditorium Biologi Tropika Fakultas Biologi UGM. Sesi indoor dimulai dengan pembukaan oleh Master of Ceremony (MC) Muhammad Husein Chesta Adabi dan Rachel Aleya Andriana, dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne Gadjah Mada, seta Mars Fakultas Biologi UGM oleh Biotimbre, juga terdapat penampilan tari tradisional. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan berbagai rangkaian sambutan dari Fajar Ayu Febriani Mifakhul Jannah selaku Ketua Pelaksana Biology Festival 2025, Muhammad Haidar Ali selaku Ketua BEM Fakultas Biologi UGM, juga sambutan dan simbolisasi oleh Prof. Dr. Bambang Retnoaji, S.Si., M.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan.
Selesai pembukaan dan sambutan, acara dilanjutkan dengan presentasi yang dilakukan oleh setiap perwakilan Kelompok Studi dan Lembaga Fakultas Biologi UGM untuk memperkenalkan nama, visi dan misi, serta kegiatan rutin atau program kerja yang dilakukan kepada mahasiswa baru. Rangkaian presentasi secara berurutan dilakukan oleh Jama’ah Mahasiswa Muslim Biologi (JMMB), Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK), Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK), Kelompok Studi Entomologi (KSE), Kelompok Studi Arsitektur Taman (KSAT), Biology Orchid Study Club (BiOSC), Kelompok Studi Herpetologi (KSH), Mahasiswa Pecinta Alam Biologi UGM (Matalabiogama), Kelompok Studi Kelautan (KSK), Formasigen, Senat Mahasiswa (SEMA), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Biology’s Euphoria in Science and Art (Biosphere), dan Gen Kreativ. Kemudian, sesi indoor diakhiri dengan penyampaian pesan dan kesan oleh beberapa mahasiswa baru.
Selanjutnya, mahasiswa baru dibagi menjadi kelompok yang kemudian ditemani oleh pemandu untuk melanjutkan sesi outdoor acara di halaman parkiran Fakultas Biologi UGM. Pada sesi outdoor ini, dilaksanakan penampilan kolaboratif berupa drama yang diperankan oleh mahasiswa perwakilan Kelompok Studi dan Lembaga Fakultas Biologi UGM. Kemudian, setiap kelompok dipandu untuk melakukan pengunjungan pada setiap stand outdoor Kelompok Studi dan Lembaga secara bergantian. Pada sesi outdoor, terdapat juga stand Pengembangan Potensi Mahasiswa (PPM), Beasiswa Expo dari Adkesma, serta Biology’s Euphoria in Science and Art (Biosphere). Mahasiswa baru juga diberi free time untuk mengunjungi stand yang diinginkan secara bebas agar dapat mengetahui lebih lanjut mengenai Kelompok Studi dan/atau Lembaga yang menarik perhatian. Selain itu, sesi outdoor ini memberi kesempatan bagi perwakilan dari Kelompok Studi dan Lembaga untuk menunjukkan bakat musiknya dengan melakukan penampilan di Music Corner.
Sesi outdoor acara ini diakhiri dengan pengumuman pemenang juara 1 dan 2 dalam kategori “Kelompok Ter-Aktif” dan “Kelompok Studi/Lembaga Ter-Favorit”. Juara 1 dan 2 dalam kategori “Kelompok Ter-Aktif” diperoleh kelompok Lizard dan Bee, serta juara 1 dan 2 dalam kategori “Stand Kelompok Studi/Lembaga Ter-Favorit” diperoleh Kelompok Studi/Lembaga Adkesma dan Kelompok Studi Herpetologi (KSH). Setelah pengumuman pemenang, acara ditutup oleh Master of Ceremony (MC) dan dilanjutkan oleh persembahan serta penampilan oleh Syrinx. [Penulis: BEM]
Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada kembali menyelenggarakan acara pelepasan wisudawan-wisudawati Program Sarjana pada Periode IV Tahun Akademik 2024/2025 yang berlangsung pada Rabu, 27 Agustus 2025 di Auditorium Biologi Tropika Fakultas Biologi UGM. Sebanyak 147 wisudawan-wisudawati dilepas untuk secara resmi menyandang gelar Sarjana Sains (S.Si.) maupun Bachelor of Science (B.Sc.). Acara yang penuh khidmat sekaligus meriah ini terlaksana berkat kerja sama dari seluruh civitas academica Fakultas Biologi UGM serta dengan dukungan 33 panitia dari BEM Biologi UGM yang turut memastikan acara berjalan dengan baik.
Sejak siang hari, suasana kampus dipenuhi semangat dan kebahagiaan para wisudawan-wisudawati beserta keluarga yang hadir untuk menyaksikan salah satu momen paling berharga dalam perjalanan akademik mereka. Upacara pelepasan dimulai tepat pada pukul 13.00 WIB yang diawali dengan pembukaan oleh Master of Ceremony yang kemudian mempersilakan seluruh peserta wisuda dan pimpinan fakultas memasuki Auditorium. Acara selanjutnya yakni menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Hymne Gadjah Mada, dan Mars Biologi yang dipandu oleh Biotimbre.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan laporan wisuda oleh Ketua Program Studi S1 yakni Sukirno, S.Si., M.Sc., Ph.D. Dalam laporannya, disampaikan bahwa sebanyak 147 wisudawan-wisudawati berhasil menyelesaikan masa studinya di Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada. Setelah laporan disampaikan, acara berlanjut ke pembacaan hasil kelulusan sebanyak 147 wisudawan-wisudawati yang disambut tepuk tangan meriah keluarga dan tamu undangan.
Setelah pembacaan hasil kelulusan selesai, kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan dari wakil wisudawan-wisudawati yakni Vincencio Valdy Putra Sasangka, S.Si., yang juga tercatat sebagai peraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi sebesar 3,99. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan keluarga, dosen, serta seluruh civitas academica yang telah mendampingi perjalanan studinya. Setelah acara tersebut, dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan orang tua dari wisudawan dan wisudawati yang pada kesempatan kali ini diwakilkan oleh orang tua dari Vincencio Valdy Putra Sasangka S.Si., yakni Bapak Tresnawan Budi Sasangka, S.E. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bimbingan yang telah diberikan Fakultas Biologi UGM, sekaligus menyampaikan doa restu agar para lulusan dapat menapaki kehidupan baru dengan penuh keberanian, keikhlasan, dan semangat berkontribusi untuk masyarakat.
Momen penting lainnya adalah prosesi penyematan pin KABIOGAMA oleh Wakil Dekan Bidang P2MKSA yakni Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. kepada perwakilan wisudawan-wisudawati. Penyematan ini bukan hanya simbolis, tetapi juga menandai bergabungnya para lulusan ke dalam Keluarga Alumni Biologi Gadjah Mada (KABIOGAMA), jaringan alumni yang senantiasa berperan dalam kontribusi akademik maupun sosial. Acara berlanjut dengan sambutan Dekan Fakultas Biologi yakni Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. yang berisi apresiasi atas dedikasi para mahasiswa, sekaligus dorongan agar para lulusan tetap menjunjung tinggi nama baik Fakultas Biologi UGM di manapun mereka berkarya.
Tidak ketinggalan, para wisudawan-wisudawati menyerahkan kenang-kenangan kepada fakultas sebagai bentuk rasa terima kasih atas bimbingan selama menempuh pendidikan, kenang-kenangan yang diberikan yakni berupa 1 unit air cooler dan 5 unit meja lipat laptop. Acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk mendoakan kelancaran langkah para wisudawan-wisudawati dalam perjalanan baru mereka. Acara ditutup secara resmi oleh Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. selaku Dekan Fakultas Biologi, diikuti dengan sesi foto bersama yang penuh kegembiraan antara para wisudawan, pimpinan fakultas, serta dosen.
Sebagai penutup, kemeriahan semakin terasa dengan prosesi arak-arakan wisudawan-wisudawati yang dipandu oleh Double Helix. Sorak-sorai keluarga, rekan, dan sahabat mengiringi langkah para lulusan keluar dari auditorium, menandai babak baru yang akan mereka jalani. Upacara pelepasan wisudawan-wisudawati Periode IV ini bukan hanya menjadi momen perayaan kelulusan, tetapi juga titik awal perjalanan baru untuk mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan dunia. Fakultas Biologi UGM berharap para lulusan dapat membawa ilmu, pengalaman, dan semangat kebersamaan untuk mewujudkan perubahan positif di berbagai bidang kehidupan. [Penulis: Aulia Annisa Azzahra]
Pada tanggal 21-22 Juni, Kelompok Studi Herpetologi UGM telah melaksanakan acara Upgrading Anggota Muda 2 yang berlangsung di Camp Joyo, Pentingsari, Sleman. Acara dihadiri oleh 17 anggota aktif KSH yang terdiri dari Anggota Muda dan Dewan Senior. Dalam acara ini, Anggota Muda bersama dengan Dewan Senior KSH berkesempatan untuk melakukan kegiatan bersama dengan tujuan memperoleh & meningkatkan ilmu serta skill terkait herpetofauna sekaligus mempererat hubungan antara Anggota Muda & Dewan Senior KSH. Kegiatan yang dilakukan meliputi belajar mengidentifikasi herpetofauna, sampling bersama, bebakaran, & belajar lebih dalam mengenai Divisi Keilmuan dalam KSH.
A
cara pada hari pertama diawali dengan pembukaan oleh Dewan Senior, diikuti dengan pematerian mengenai identifikasi herpetofauna dan kuis yang dikerjakan secara berkelompok. Setelahnya dilakukan sesi presentasi terkait hasil identifikasi herpetofauna. Pada malam hari, kegiatan dilanjutkan dengan sampling dan identifikasi bersama di area Camp Joyo. Hari pertama ditutup dengan sesi sharing & bebakaran. Acara dilanjutkan pada pagi hari dengan sesi pengenalan Divisi Keilmuan yang ada di KSH, yaitu Divisi Amphibia, Testudinata, Crocodylia, Serpentes, dan Lacertilia. Acara Upgrading Anggota Muda 2 diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama.
Acara ini diharapkan dapat menjadi media praktik bagi anggota dalam pemahamannya terkait sampling dan identifikasi Herpetofauna yang menjadi salah satu hal utama dalam KSH. Dengan adanya pengenalan terhadap Divisi Keilmuan di KSH juga diharapkan mampu meningkatkan semangat dan kesiapan Anggota Muda dalam proses dan dinamika Kelompok Studi Herpetologi kedepannya. [Penulis: KSH]
Yogyakarta, [23 Agustus 2025] — Kelompok Studi Entomologi (KSE) Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan Evaluasi Tengah Tahun (ETT) Kabinet Entovismaya sekaligus perayaan Hari Ulang Tahun yang ke-27. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kinerja setengah periode kepengurusan sekaligus mempererat rasa kebersamaan antar anggota. Evaluasi ini tidak hanya menjadi ajang refleksi, tetapi juga forum terbuka untuk saling memberi masukan sehingga dapat memperkuat soliditas internal organisasi.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan perayaan HUT KSE. Momen ini diramaikan dengan tukar kado, games, pemotongan tumpeng, hingga doa bersama. Harapannya, usia baru KSE dapat menjadi langkah awal menuju inovasi, semangat baru, serta kontribusi nyata bagi pengembangan keilmuan entomologi di Fakultas Biologi UGM. Melalui kegiatan gabungan ini, KSE Fakultas Biologi UGM menegaskan komitmennya untuk terus menjaga semangat belajar, berorganisasi, berkarya, serta mempererat persaudaraan antar anggota dalam satu keluarga besar entomologi. [Penulis: KSE]
Mahasiswa Program Magister Biologi, Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada, Rindu Aurantika, mengikuti kegiatan internship pada Bidang Kimia dan Biologi Forensik, Subbidang Biologi Serologi, di Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri, Sentul, Jawa Barat, pada tanggal 1–31 Juli 2025. Kegiatan ini berlangsung di bawah bimbingan akademik Prof. Dr. Niken Satuti Nur Handayani, M.Sc. dan sebagai pembimbing lapangan adalah Penda Riski Suranto, S.Si. Program internship ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa UGM, tetapi juga melibatkan mahasiswa dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Diponegoro (UNDIP), dan Universitas Brawijaya (UB).
Selama lima minggu, rangkaian kegiatan internship disusun secara bertahap untuk membantu mahasiswa memahami alur pemeriksaan forensik dari awal hingga akhir. Minggu pertama diisi dengan pengenalan struktur organisasi Puslabfor, peran Subbidang Biologi Serologi, serta kegiatan administrasi berupa pengarsipan berita acara pemeriksaan dari berbagai Polda dan Polres di Indonesia. Dari tahap awal ini, mahasiswa belajar bahwa pengelolaan arsip bukan hanya sekadar administrasi, melainkan bagian penting yang berhubungan langsung dengan proses hukum. Pada minggu kedua dilanjutkan dengan pengenalan laboratorium yang ada pada subbidang Biologi Serologi seperti laboratorium serologi, human DNA, non-human DNA dan mikrobiologi. Minggu ketiga, mahasiswa diajak berpartisipasi dalam pemeriksaan barang bukti biologis seperti bercak darah, sperma, rambut, dan jaringan tubuh; serta barang bukti lain seperti pakaian, tisu, botol minuman, puntung rokok, maupun benda lain yang sering ditemukan di tempat kejadian perkara.
Pada minggu keempat, fokus kegiatan beralih pada sampel kompleks seperti tulang dan kuku. Dan melakukan analisis genetik dengan Genetic Analyzer yang berbasis elektroforesis kapiler. Pada minggu terakhir kegiatan difokuskan pada pengulangan praktik ekstraksi, serta input data DNA ke dalam sistem database tahanan. Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan penyusunan laporan akhir yang merangkum pengalaman belajar selama satu bulan penuh.
Pengalaman ini menjadi kesempatan berharga bagi Rindu dalam perjalanan akademiknya. “Internship di Puslabfor memberi saya kesempatan untuk melihat bagaimana ilmu biologi digunakan dalam dunia kerja. Setiap tahap, mulai dari uji serologi hingga interpretasi DNA, menuntut ketelitian tinggi karena hasilnya berimplikasi langsung terhadap penyidikan,” ungkapnya. Selain menambah keterampilan teknis di bidang biologi forensik, kegiatan internship juga turut memperkuat sikap disiplin dan tanggung jawab. Melalui kegiatan ini, diharapkan perkembangan ilmu forensik di Indonesia dapat semakin terbuka, baik dalam bentuk peningkatan mutu pendidikan maupun riset. [Penulis: Rindu Aurantika]
Dalam acara Biofest pada hari Minggu, 10 Agustus 2025 telah dilaksanakan rangkaian kegiatan pertama dari Open Recruitment KSAT 2025 yang bertema Adventure: The Magic Game Begins dimana seluruh anggota Kelompok Studi Arsitektur Taman Fakultas Biologi UGM mempromosikan kelompok studi ini melalui stand dan penampilan festival. Melalui acara ini, KSAT berkesempatan memperkenalkan seluruh program kerja yang disampaikan dalam bentuk presentasi indoor, stand informasi, permainan, dan lain-lain. Kegiatan ini telah terlaksana dari pukul 08.00-14.00 WIB di sisi selatan Masjid Al-Hayat Fakultas Biologi UGM.
Kegiatan KSAT Biofest dimulai di Auditorium Tropika dengan menampilkan mini drama oleh Adika Pramudya Nugraha dan Roger Marcelino Johanes Therik dilanjutkan presentasi perkenalan program kerja oleh Anggita Rahmayanti serta Lintang Sekar Madya Ratri yang ditemani oleh maskot Anak Ayam Kuning KSAT bernama Snukum. Kemudian diadakan pertunjukan drama kolaborasi dengan KS/L Fakultas Biologi lainnya. Setelah menonton, pertunjukan, bioda mendatangi stand KSAT untuk penyampaian informasi dan tanya jawab mengenai keseruan kegiatan dan manfaat apabila bergabung dengan KSAT. Dihadirkan pula beberapa permainan seperti menulis pohon harapan, menyusun puzzle, dan permainan bola gelas. Selanjutnya dilaksanakan sesi Music Corner sebagai penutup acara Biofest 2025 dengan KSAT membawakan lagu Jogja Istimewa dari Jogja Hip Hop Foundation.
Kegiatan KSAT Biofest 2025 berjalan dengan baik dan memuaskan. Dengan terlaksananya acara ini, diharapkan banyak bioda yang tertarik untuk mendaftar dan bergabung dengan KSAT sehingga KSAT dapat terus mewariskan ilmu terkait arsitektur taman dan melaksanakan kegiatan yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar, civitas akademika, hingga ke masyarakat luas. KSAT Berakar Kokoh Menembus Peradaban! [Penulis: Panitia Open Recruitment KSAT 2025]
Lokasi: The Alana Hotel & Convention Center, Yogyakarta
Waktu: 19-20 Agustus 2025
Empat mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada yang aktif dalam riset pengelolaan hama serangga berkesempatan menghadiri The 4th Indonesia Pest Academy & APMA National Conference 2025 yang berlangsung pada 19–20 Agustus 2025 di The Alana Palagan Hotel & Convention Center, Yogyakarta. Acara ini diinisiasi oleh Indonesia Pest Academy (IPA) bekerja sama dengan Asian Pest Management Association (APMA) dan ASPPHAMI. Keempat mahasiswa tersebut adalah Aryo Seto Pandu Wiranto, Sidiq Permana Putra, dan Syarafina Ratna Putri dari program doktor (S3), serta Alfido Listyo Kartiko dari program sarjana (S1). Undangan ini diberikan oleh Bapak Heri Susanto, alumni Fakultas Biologi UGM Angkatan ‘86 dan sekaligus juga Managing Director dari Rentokil Initial Indonesia, perusahaan global yang bergerak di bidang pengendalian hama.
Konferensi ini mengusung tema “Sustainable Urban Pest Management” dan menghadirkan 14 pembicara nasional dan internasional, termasuk Prof. Chow-Yang Lee (University of California, Riverside), Prof. dr. Adi Utarini (UGM), Prof. Intan Ahmad (ITB), Dr. Bramantyo Wikantyoso (BRIN), dan Dr. Partho Dhang (Filipina). Selama dua hari, para peserta mengikuti berbagai sesi ilmiah dan diskusi panel yang membahas isu-isu strategis dalam pengelolaan hama.
Topik utama yang dibahas mencakup regulasi pengendalian vektor dan fumigasi oleh Kementerian Kesehatan RI dan Badan Karantina Indonesia, ukuran pasar industri pengendalian hama, serta tren merger dan akuisisi global dalam industri pengendalian hama. Konferensi ini juga menyoroti ledakan populasi tikus sawah dan dampaknya terhadap lingkungan pemukiman dan industri, menekankan perlunya strategi pengurangan risiko bencana yang efektif.
Salah satu solusi inovatif yang dibahas adalah penggunaan teknologi Wolbachia dalam pengendalian demam berdarah, yang menunjukkan hubungan antara perubahan iklim dan penyakit menular. Selain itu, strategi pengelolaan terpadu untuk kecoa Jerman dan rayap juga dieksplorasi, menekankan penggunaan sumber daya yang efisien dalam praktik pengendalian hama.
Peran digitalisasi dalam pengelolaan hama terpadu juga menjadi fokus, terutama pentingnya dalam sistem audit keamanan pangan. Hal ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam memastikan akses terhadap air bersih dan sanitasi, karena pengelolaan hama yang efektif berkontribusi pada lingkungan hidup yang lebih sehat.
Partisipasi mahasiswa Fakultas Biologi UGM dalam konferensi ini tidak hanya memperkuat jejaring akademik dan industri, tetapi juga menunjukkan komitmen institusi dalam mendukung riset yang relevan dengan tantangan global dan pembangunan berkelanjutan. Kehadiran mereka menjadi representasi kontribusi generasi muda dalam membangun masa depan pengelolaan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Sebagai kesimpulan, Indonesia Pest Academy & APMA National Conference 2025 menjadi platform penting untuk pertukaran pengetahuan dan kolaborasi antara para ahli dan mahasiswa. Wawasan yang diperoleh dari acara ini pasti akan mempengaruhi penelitian dan praktik di masa depan dalam pengelolaan hama berkelanjutan, berkontribusi pada tujuan yang lebih luas dalam keberlanjutan lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Kamis (14/8/25) Fakultas Biologi UGM menyelenggarakan sarasehan bagi purnakarya baik purnakarya dari unsur Dosen maupun Tenaga Kependidikan. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka Dies Natalis ke-70 yang sekaligus Lustrum XIV Fakultas Biologi UGM. Acara yang bertempat di Stasiun Penelitian Sawitsari dan dimulai pukul 08.00 ini dihadiri oleh para purnakarya dan pegawai yang masih aktif, serta perwakilan dari Dharma Wanita Persatuan Fakultas Biologi UGM.
Acara dibuka dengan jalan santai bersama yang diikuti oleh seluruh peserta. Jalan santai mengambil rute sepanjang jalan di sekitar Stasiun Penelitian Sawitsari dengan jarak tempuh sekitar 600 meter, diikuti oleh seluruh peserta dengan riang gembira dan saling melakukan obrolan di sepanjang perjalanan. Jalan santai ini dilakukan dalam upaya tetap menjaga kesehatan dan kebugaran, selaras dengan tema sarasehan kali ini yaitu Sehat dan Bugar Sepanjang Hayat.
Setelah jalan santai, acara dilanjutkan di lokasi di Stasiun Penelitian Sawitsari yang dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, hymne Gadjah Mada, dan mars Biologi.
Selanjutnya disampaikan sambutan-sambutan. Sambutan yang pertama disampaikan oleh koordinator panitia sarasehan, Abdul Razaq Chasani, S.Si., M.Si., Ph.D. Dalam sambutannya Bapak Razaq yang juga menjabat sebagai Ketua Departemen Biologi Tropika Fakultas Biologi UGM menyampaikan harapan agar kegiatan sarasehan ini dapat dijadikan ajang bagi yang masih aktif dapat meneladani apa yang telah dikerjakan oleh Bapak/Ibu purnakarya. Sarasehan kali ini dihadiri oleh kurang lebih 70 Bapak/Ibu purnakarya dan 30 pegawai yang masih aktif. “Tempat duduk dibuat meja bundar dengan harapan Bapak/Ibu purnakarya dapat berbincang dengan pegawai yang masih aktif. Karena bagaimanapun kita semua dapat berhasil seperti sekarang ini adalah karena peran Bapak/Ibu yang sudah purnakarya”.
Sambutan kedua disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia Fakultas Biologi UGM, Dr. Slamet Widiyanto, S.Si., M.Sc. Dr. Slamet menyampaikan bahwa sarasehan bagi purnakarya ini adalah yang kedua yang diselenggarakan oleh Fakultas Biologi dalam rangka Dies ke-70 dan Lustrum XIV. “Sarasehan ini diselenggaralan dalam rangka menjalin silaturahmi yang lebih baik lagi antara Bapak/Ibu purnakarya dengan kami yang masih aktif, semoga Bapak/Ibu dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik dan bahagia”. Di akhir sambutannya, Dr. Slamet menyampaikan permintaan maaf jika dalam penyelenggaraan masih banyak kekurangan.
Sambutan ketiga disampaikan oleh perwakilan purnakarya, Drs. Trijoko, M.Si. Bapak Trijoko menyampaikan terima kasih atas undangan kegiatan yang sangat menyenangkan. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan imun tubuh dan dapat menjalani hidup dengan penuh kesehatan dan kebahagiaan. Pak Trijoko juga menyampaikan bahwa Fakultas Biologi UGM telah mencapai kiprah yang luar biasa dalam keilmuan dan keilmiahan serta prestasi yang lain, yang mana hal ini dapat dicapai karena peran serta para purnakarya.
Memasuki acara inti, disampaikan paparan materi oleh Dr. dr. Zaenal Muttaqien Sofro, Circ&Med, AIFM. Beliau merupakan dosen FKKMK UGM yang sekaligus sebagai pakar fisiologi. Mengawali paparannya, dr. Zaenal menyampaikan bahwa masa lalu adalah kunci bagi masa mendatang, kondisi sekarang tidak lepas dari para pendahulu kita. Sejak usia 30 tahun fisik kita mengalami penurunan, dan manusia ada yang cepat dan ada yang lambat mengalami penurunan. Hal ini dipengaruhi oleh salah satunya adalah pola makan dan aktifitas fisik. FFA (Fusiform Face Area) adalah area yang bisa menterjemahkan wajah orang, ketika misal seseorang sedang tersenyum, sedang marah dan sebagainya. Untuk sehat syarat utama adalah aman, tidak merasa terancam, tidak merasakan life rate. Dalam paparannya dr. Zaenal juga memberikan pelatihan singkat untuk menjaga kesehatan saat bangun tidur, yaitu miring ke kanan setengah menit, selanjutnya duduk setengah menit, kemudian berdiri jinjit delapan kali. Jantung tidak boleh dibebani beban tambahan saat bangun tidur langsung berdiri. “we are not human being having spiritual experience, we are spritual being having human experience”.
Peserta semakin bersemangat dan berbahagia dengan mengikuti games kecil yag dipandu oleh panitia. Semua peserta diminta untuk menebak foto-foto jaman dahulu, menebak nama berikut kegiatan apa yang sedang dilakukan di foto yang ditayangkan. Bagi yang dapat menebak, disediakan hadiah kecil dari panitia. Panitia juga membagikan doorprize bagi peserta, dan acara ditutup dengan makan siang sambil bernyanyi bersama.
Kegiatan sarasehan yang diisi dengan doa bersama, jalan santai, dan makan siang bersama ini juga dalam rangka mendukung Sustainable Development Goals (SDGs): 2. Tanpa Kelaparan, 3. Kehidupan Sehat dan Sejahtera, 16. Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh.
Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada berkesempatan menerima kunjungan ilmiah dari Dr. Cecilia Winata, Kepala Laboratorium Genomik Perkembangan Zebrafish di International Institute of Molecular and Cell Biology, Warsaw. Dalam kuliah tamu bertajuk “Understanding the Heart Using Zebrafish as a Model Organism,” yang berlangsung pada Kamis, 14 Agustus 2025, Dr. Winata membagikan hasil riset mendalam mengenai perkembangan jantung dengan pendekatan genomik menggunakan zebrafish sebagai organisme model.
Dr. Winata menekankan pentingnya memahami proses perkembangan jantung untuk mengungkap penyebab penyakit jantung bawaan (congenital heart disease). Dalam hal ini, zebrafish menjadi model yang sangat berguna karena memiliki detak jantung yang sebanding dengan manusia, serta transparansi embrionya yang memudahkan observasi secara langsung.
Beberapa poin penting yang disampaikan dalam kuliah ini meliputi:
- Dinamika transkriptom kardiomiosit dan lanskap kromatin: Riset ini memetakan perubahan ekspresi gen dan struktur kromatin selama perkembangan jantung, yang mengungkapkan tahapan penting dalam proses tersebut.
- Profil transkriptom dari sinoatrial ring: Struktur ini merupakan pacemaker alami jantung zebrafish. Analisis yang dilakukan menunjukkan adanya program genetik yang konservatif maupun baru, yang relevan dengan sistem pengatur ritme jantung pada manusia.
- Analisis wilayah atrioventrikular canal: Melalui pendekatan genomik dan fisiologis, ditemukan blok-blok molekuler yang membentuk pacemaker sekunder, memberikan pemahaman baru terhadap koordinasi kontraksi jantung.
- Peran SNP (Single Nucleotide Polymorphism): Dr. Winata menjelaskan bahwa variasi genetik kecil seperti SNP berperan penting dalam perkembangan jantung serta potensi risiko terhadap penyakit jantung bawaan dan aritmia.
Dalam penutup, Dr. Winata membuka peluang kolaborasi riset dengan Fakultas Biologi UGM, termasuk bagi mahasiswa yang tertarik untuk melakukan penelitian atau magang di laboratoriumnya di Warsaw.
Kuliah tamu ini tidak hanya memperkaya wawasan mengenai biologi perkembangan jantung, tetapi juga menjadi jembatan menuju kolaborasi ilmiah internasional yang memperkuat peran Fakultas Biologi UGM dalam pengembangan ilmu hayati dan biomedis di tingkat global.




































































