Arsip:
SDG 16 : Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh Pembanguan Berkelanjutan
Dusun Playen, Gunungkidul, menjadi dusun yang menarik perhatian lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM). Dusun ini dihuni oleh ratusan kepala keluarga yang sebagian besar menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Meskipun demikian, potensi pertanian yang dimiliki dusun ini masih menghadapi berbagai tantangan, salah satunya terkait pengelolaan limbah organik rumah tangga.
Wilayah Gunungkidul menjadi penyumbang limbah dengan angka yang cukup besar dengan kenaikan 20% terjadi pada tahun 2020 mencapai 79.143 kg. Dengan kondisi wilayah yang sebagian besar menghasilkan limbah organik dari aktivitas rumah tangga, pengelolaan yang belum optimal tentu menjadi isu penting. Apabila tidak ditangani, limbah organik dapat menimbulkan bau tidak sedap, mencemari lingkungan, dan berkontribusi terhadap peningkatan emisi metana sebagai salah satu penyebab perubahan iklim.
Lima mahasiswa UGM yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) kemudian berinisiatif menghadirkan program KOSMOT-ZeroGRK (Komposter Otomatis Zero Gas Rumah Kaca) sebagai solusi. Tim terdiri atas Miftakhul Ulum (Fakultas Pertanian), Muhammad Irfan Anwari, Krisna Budhiantoro M.K (Sekolah Vokasi) Desta Satria Candrawinata, dan Aila Anisa Zahra (Fakultas Biologi). Mereka mendapat pendampingan dari Andi Syahid Muttaqin, S.Si, M.Si., Ph.D. salah satu dosen Fakultas Pertanian UGM. Melalui program ini, mereka menginisiasi pengolahan limbah organik rumah tangga dengan teknologi sederhana dan ramah lingkungan, serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat khususnya Ibu PKK Rumah Kreatif Dusun Playen I.
“Permasalahan emisi gas rumah kaca sebenarnya bisa ditekan dari lingkup kecil, salah satunya dengan pengelolaan limbah organik rumah tangga. Dusun Playen I memiliki potensi besar untuk menjadi contoh dusun mandiri dan lestari berbasis Zero-Waste dan Zero-GRK,” ujar Miftakhul Ulum salah satu ketua tim PKM-PM UGM.
Dalam pelaksanaannya, Program KOSMOT-ZeroGRK memanfaatkan sistem pengolahan limbah organik berkelanjutan melalui pengembangan Komposter Otomatis ZeroGRK, pemasangan Biokompos “Biopori Kompos”, dan penggunaan Ember Tumpuk. Komposter Otomatis ZeroGRK dirancang dengan teknologi terintegrasi yang terdiri atas mesin pencacah, penyemprot bakteri dekomposer, serta terdapat mikrokontroler yang dilengkapi dengan layar LED, dan sensor pengontrol suhu serta kelembapan. Teknologi ini memungkinkan mitra untuk memantau dan mengendalikan proses pengomposan secara lebih mudah, cepat, dan efisien, sehingga kualitas kompos yang dihasilkan menjadi lebih optimal.
Metode Biopori Kompos berfungsi untuk mempercepat proses dekomposisi limbah organik sekaligus meningkatkan daya serap air ke dalam tanah, sehingga dapat mengurangi genangan air dan meningkatkan kesuburan tanah. Sementara itu, metode Ember Tumpuk menghasilkan pupuk organik cair (POC) yang berfungsi sebagai nutrisi tambahan bagi tanaman, meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah, serta memperbaiki struktur dan kesuburan tanah secara alami.
Selama pelaksanaannya, Ibu PKK Rumah Kreatif Dusun Playen I berperan aktif dalam mengelola limbah organik menjadi pupuk kompos dan pupuk cair. Nantinya, Pupuk GREEN-KOSMOT, hasil dari program ini, dapat diimplementasikan pada lahan kosong untuk budidaya tanaman pangan dan sayuran. Selain itu, tim juga memberikan edukasi mengenai mitigasi perubahan iklim serta pemanfaatan hasil olahan kompos untuk mendukung ekonomi produktif masyarakat.
“Harapannya, program ini dapat berdampak positif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah organik secara berkelanjutan, mengurangi pencemaran lingkungan, dan membangun dusun mandiri dan lestari” tutup Muhammad Irfan Anwari.
Melalui penerapan teknologi sederhana KOSMOT-ZeroGRK, harapannya program ini dapat mendorong kemandirian masyarakat Dusun Playen I untuk meningkatkan peluang ekonomi dan memperkuat ketahanan gizi keluarga. Selain itu, masyarakat juga dapat berkontribusi aktif dalam mencapai tujuan pemerintah Net Zero Emission 2060 sekaligus mengelola limbah organik secara mandiri dan berkelanjutan. [Penulis: Miftakhul Ulum]
Tim Pengabdian kepada Masyarakat – Merdeka Belajar Kampus Merdeka (PkM-MBKM) Fakultas Biologi UGM 2025 yang diketuai oleh Woro Anindito Sri Tunjung, S.Si., M.Sc., Ph.D., melaksanakan kegiatan bertema “Pelatihan Pembuatan Hair Oil dan Hand Gel Alami bagi Masyarakat” di RT 1 (rembug Dahromo Indah) dan RT 3 (rembug cempaka), Segoroyoso, Pleret, Bantul, Yogyakarta. Kegiatan ini dipresentasikan oleh tim mahasiswa yang terdiri atas Lusiyana Prihatini, Zahra Karimah Nuha, Kholish Naufal Pamungkas, dan Elisabeth Kurniawati, dengan dukungan dari tim teknis. Acara yang berlangsung interaktif ini dihadiri oleh 15 anggota rembug mitra GEMI (Gerakan Ekonomi Kaum Ibu) serta turut dihadiri pula oleh dua pengurus GEMI, yang berperan aktif dalam mendukung kegiatan pemberdayaan masyarakat tersebut.
Acara digelar pada Senin, 13 Oktober 2025, pukul 10.30–12.30 WIB di rumah Ibu Zanimah (RT 1). Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai kandungan dan manfaat sereh dan lidah buaya sebagai bahan alami perawatan tubuh. Peserta belajar bahwa sereh mengandung minyak atsiri yang dapat mengurangi ketombe daan rasa gatal, mendinginkan kulit kepala, dan memberikan aroma segar alami. Sementara lidah buaya kaya akan gel dengan kandungan vitamin, mineral, dan senyawa bioaktif yang berfungsi melembapkan serta menutrisi kulit dan rambut.
Sesi selanjutnya adalah praktik pembuatan hair oil dan hand gel alami. Tiga demonstrasi dilakukan: (1) pembuatan hair oil dari lidah buaya yang dicampur dengan minyak zaitun, (2) pembuatan hand gel dari lidah buaya dan perasan jeruk nipis yang dicampur alkohol sebagai antiseptik alami, dan (3) pembuatan hair oil dari sereh dan cengkih yang dipanaskan bersama minyak, kemudian ditambah vitamin E yang berfungsi sebagai antioksidan untuk memperpanjang lama simpan produk.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab seputar variasi bahan, manfaat tambahan, dan daya tahan produk. Peserta paling aktif mendapat doorprize, menambah semangat suasana kegiatan. Sebagai bentuk keberlanjutan program, setiap peserta juga menerima bibit lidah buaya dan sereh untuk ditanam di rumah agar dapat langsung mempraktekan materi pelatihan.
Program PkM-MBKM ini menjadi bagian dari komitmen Fakultas Biologi UGM dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 15 (Menjaga Ekosistem Daratan). Kegiatan ini dirancang untuk berlangsung selama dua semester, yaitu Semester Genap TA 2024/2025 dan Semester Gasal TA 2025/2026, sebagai upaya berkelanjutan dalam mengedukasi masyarakat mengenai pemanfaatan bahan alam secara mandiri dan berkelanjutan.
Laboratorium Biokimia, Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, kembali menyelenggarakan kegiatan tahunan Workshop Biokimia Analitik dengan tema “Integrative Bioprospecting: Eksplorasi Senyawa Bahan Alam dalam Era Multi-Omics” mulai tanggal 8 hingga 11 Oktober 2025 dalam bentuk Pelatihan Paket 1 dan 2 di Laboratorium Biokimia Fakultas Biologi UGM. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi peserta dalam hal identifikasi, dan analisis senyawa bioaktif dari bahan alam yang berperan dalam pengembangan bidang bioprospecting. Kegiatan ini sebagai bagian penting dalam pengembangan riset, inovasi, serta industri berbasis sumber daya hayati di Indonesia.
Workshop ini terdiri atas tiga paket pelatihan intensif yang dilaksanakan secara bertahap. Paket I berlangsung pada 8–9 Oktober 2025 dengan fokus pada “Preparasi dan Identifikasi Awal Senyawa Bioaktif Bahan Alam yang akan dikembangkan dalam bioprospecting”. Materi pelatihan mencakup teknik ekstraksi, fraksinasi, evaporasi, serta pengujian golongan senyawa dari bahan alam secara kualitatif dan semi kuantitatif dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Kegiatan dibuka dengan sambutan oleh Prof. Dr. Rarastoeti Pratiwi, M.Sc. selaku Kepala Laboratorium Biokimia, dilanjutkan dengan Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc., selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja sama dan Alumni. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Fakultas Biologi UGM dalam memperkuat ekosistem riset bahan alam di Indonesia melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang biokimia analitik. Pelatihan ini tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan teknis yang aplikatif, sehingga mampu diterapkan dalam penelitian, industri, maupun pendidikan.
Tahun ini, jumlah peserta pada masing-masing paket 1 dan 2 mencapai 28 orang peserta yang berasal dari berbagai penjuru Indonesia dengan latar belakang akademik dan profesi yang beragam. Para peserta datang dari berbagai instansi pendidikan tinggi dan lembaga riset, baik dari lingkungan internal UGM maupun eksternal. Dari internal UGM, kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa serta tenaga akademik dari Fakultas Biologi, Bioteknologi, Pertanian, Teknik Kimia, dan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK). Sementara itu, dari eksternal, peserta berasal dari sejumlah universitas dan lembaga ternama seperti UIN Sunan Kalijaga, Universitas Pattimura, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Muhammadiyah Palopo, Universitas Cenderawasih, Universitas Papua, Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Bhakti Pertiwi, Politeknik Negeri Jember, Akademi Farmasi Prayoga, STIKES Panti Waluya Malang, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Keikutsertaan peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sarjana hingga doktoral, serta dari kalangan profesional seperti dosen, peneliti, dan laboran menunjukkan luasnya antusiasme terhadap pengembangan riset biokimia dan eksplorasi senyawa bahan alam di Indonesia.
Selama pelatihan, untuk sesi teori, peserta memperoleh empat materi utama yang disampaikan oleh dosen dan peneliti ahli di bidang biokimia bahan alam, yaitu Prof. Dr. Rarastoeti Pratiwi, M.Sc. dengan topik Laboratory Safety dan Identifikasi Fitokimia (Kualitatif), Tyas Ikhsan Hikmawan, M.S., Ph.D. dengan topik Pengantar Bioprospecting, serta Dr. Tri Rini Nuringtyas, S.Si., M.Sc. dengan materi Ekstraksi, Evaporasi, Fraksinasi, dan KLT. Peserta juga memperoleh pengalaman dalam pengenalan dan praktek penggunaan alat laboratorium TLC Scanner dari pihak PT Merck sebagai mitra kegiatan. Sementara itu, Paket II diselenggarakan pada 10–11 Oktober 2025 dengan tema “Analisis Aktivitas dan Karakterisasi Senyawa Bioaktif”. Pelatihan ini menitikberatkan pada pengenalan dan praktek terkait metode spektrofotometri, uji aktivitas antioksidan, penentuan Total Phenolic Content (TPC), serta teknik molecular docking untuk menganalisis interaksi antara senyawa bioaktif dan target molekuler. Sesi teori dan praktik Paket II diampu oleh para pengajar berkompeten di bidang biokimia dan bioinformatika, yaitu Tyas Ikhsan Hikmawan, M.S., Ph.D. dengan materi Good Laboratory Practice, apt. Navista Sri Octa Ujiantari, S.Farm., M.Sc., Ph.D. dengan materi dan praktik Uji Bioaktivitas dengan Pendekatan Molecular Docking, serta Dr. Woro Anindito ST, M.Sc. dengan materi Uji Aktivitas Antioksidan dan Identifikasi Senyawa dengan Spektrofotometer serta Penentuan Kadar Flavonoid, yang dilanjutkan dengan melakukan serangkaian praktik laboratorium meliputi analisis fingerprint extract menggunakan UV-Vis spectroscopy, dibawah pendampingan dari mitra, PT Kairos. Kegiatan Paket II ditutup dengan sesi post-test, dokumentasi, dan sambutan penutupan oleh Prof. Dr. Rarastoeti Pratiwi, M.Sc. selaku Kepala Laboratorium Biokimia Fakultas Biologi UGM. Adapun Paket III akan diselenggarakan menyusul pada 7–9 November 2025, dengan fokus pada “Pengenalan Metabolomik dan GC-MS dalam Drug Discovery” sebagai lanjutan dari dua paket sebelumnya yang menitikberatkan pada teknik eksplorasi, karakterisasi, dan analisis senyawa bioaktif dari bahan alam.
Jama’ah Mahasiswa Muslim Biologi (JMMB) Universitas Gadjah Mada sukses menyelenggarakan Sowan Dakwah JMMB x KMIB dengan tema “SINERGI : Silaturahmi Inspiratif, Eratkan Relasi, Gagas Inovasi” yang telah dilaksanakan pada hari Sabtu, 13 September 2025, bertempat di Masjid Al-Hayat Fakultas Biologi. Kegiatan ini berhasil mengumpulkan sekitar 35 orang peserta dari kedua lembaga, yang terdiri atas pengurus maupun anggota aktif. Acara silaturahmi LDF diadakan dengan tujuan mempererat persaudaraan antara JMMB dan KMIB, menjadi wadah berbagi ide bersama, dan memperkuat komitmen dakwah di lingkungan kampus. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana dalam melahirkan kolaborasi yang berkesinambungan antar lembaga.
Kegiatan diawali dengan pembukaan acara secara resmi dipandu oleh MC yaitu Nadiya Rahma Ihsan dan pembacaan tilawah Al-Quran Surat Al-Isra’ ayat 77–82 oleh Abdullah Zhafran Aly Bamsyah yang memberikan suasana khidmat serta untuk mengharap keberkahan dan kelancaran acara. Acara dilanjutkan dengan penyampaian sambutan oleh Ketua dari masing-masing lembaga. Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua JMMB (Rafli Nur Muhammad Fahrezi) dan dilanjutkan sambutan kedua yang disampaikan oleh Ketua KMIB (Muhammad Faiz Ahnaf) Sambutan-sambutan yang diberikan memperkuat tekad bersama untuk menyukseskan acara hingga selesai dan menjadi penyemangat terjalinnya ikatan persaudaraan antara LDF JMMB dan KMIB.
Kegiatan inti pada sowan dakwah adalah presentasi program kerja masing-masing LDF. Program kerja JMMB disampaikan oleh Ketua JMMB (Rafli Nur Muhammad Fahrezi) dan dilanjutkan dengan program kerja KMIB yang disampaikan oleh Ketua KMIB (Muhammad Faiz Ahnaf). Presentasi program kerja ini memberikan wawasan tidak hanya mengenai program kerja,
tetapi juga pengenalan masing-masing anggota, struktur lembaga, pengenalan divisi, dan kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh masing-masing LDF. Usai pemaparan program kerja dari masing-masing LDF, agenda dilanjutkan dengan diskusi terbuka antar LDF bersama masing-masing bidang. Pada sesi ini, setiap anggota dari bidang terkait diberi ruang untuk saling bertukar pandangan sehingga dapat semakin memperdalam pemahaman terhadap program kerja yang telah disampaikan. Selain rangkaian pemaparan program kerja dan diskusi terbuka, acara juga diselingi dengan berbagai permainan interaktif dan kolaboratif sebagai sarana untuk mempererat persaudaraan antara JMMB dan KMIB. Melalui permainan tersebut, peserta diajak untuk berinteraksi lebih dekat sehingga dapat menumbuhkan ikatan yang semakin kuat. Terakhir, dilaksanakan serah terima kenang-kenangan dan dokumentasi sebagai penutup dari seluruh rangkaian acara Sowan Dakwah JMMB x KMIB.
Kami menyampaikan penghargaan dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah berperan, berpartisipasi aktif, dan menunjukkan antusias yang luar biasa selama berlangsungnya acara Sowan Dakwah JMMB x KMIB dengan tema “SINERGI : Silaturahmi Inspiratif, Eratkan Relasi, Gagas Inovasi” ini. Dengan semangat persatuan, kolaborasi yang kokoh, dan komitmen dakwah yang terus diperkuat, kami percaya JMMB UGM akan terus berkembang sebagai wadah yang inspiratif untuk pembinaan serta pengembangan potensi mahasiswa dan civitas akademika Muslim Biologi. JMMB, One Big Family! [Penulis: Panitia Silaturahmi LDF JMMB x KMIB]
Jama’ah Mahasiswa Muslim Biologi (JMMB) Universitas Gadjah Mada sukses menyelenggarakan Rihlah Jaulah JMMB x GAMAIS dengan tema “Connecting Hearts, Empowering Movements” yang telah dilaksanakan pada hari Ahad, 21 September 2025, bertempat di Ruang 1 dan 2 Gedung B Fakultas Biologi. Kegiatan ini berhasil mengumpulkan sekitar 40 orang peserta dari kedua lembaga, yang terdiri atas pengurus maupun anggota aktif. Acara rihlah jaulah diadakan dengan tujuan mempererat persaudaraan antara JMMB dan GAMAIS, menjadi wadah berbagi ide bersama, dan memperkuat komitmen dakwah di lingkungan kampus. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana dalam melahirkan kolaborasi yang berkesinambungan antar lembaga.
Kegiatan diawali dengan pembukaan acara secara resmi dipandu oleh MC yaitu Nisrina Rahma Adihapsari. Acara dilanjutkan dengan penyampaian sambutan oleh Ketua dari masing-masing lembaga. Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua JMMB (Rafli Nur Muhammad Fahrezi) dan dilanjutkan sambutan kedua yang disampaikan oleh Wamas’ulah GAMAIS (Nur Khayati). Sambutan-sambutan yang diberikan memperkuat tekad bersama untuk menyukseskan acara hingga selesai dan menjadi penyemangat terjalinnya ikatan persaudaraan antara LDF JMMB dan GAMAIS.
Kegiatan inti pada rihlah jaulah adalah presentasi program kerja masing-masing LDF. Program kerja JMMB disampaikan oleh Ketua JMMB (Rafli Nur Muhammad Fahrezi) dan dilanjutkan dengan program kerja GAMAIS yang disampaikan oleh Wamas’ulah GAMAIS (Nur Khayati). Presentasi program kerja ini memberikan wawasan tidak hanya mengenai program kerja, tetapi juga pengenalan masing-masing anggota, struktur lembaga, pengenalan divisi, dan kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh masing-masing LDF. Usai pemaparan program.
kerja dari masing-masing LDF, agenda dilanjutkan dengan diskusi terbuka antar LDF bersama masing-masing bidang. Pada sesi ini, setiap anggota dari bidang terkait diberi ruang untuk saling bertukar pandangan sehingga dapat semakin memperdalam pemahaman terhadap program kerja yang telah disampaikan. Terakhir, dilaksanakan serah terima kenang-kenangan dan dokumentasi sebagai penutup dari seluruh rangkaian acara Rihlah Jaulah JMMB x GAMAIS.
Kami menyampaikan penghargaan dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah berperan, berpartisipasi aktif, dan menunjukkan antusias yang luar biasa selama berlangsungnya acara Rihlah Jaulah JMMB x GAMAIS dengan tema “Connecting Hearts, Empowering Movements” ini. Dengan semangat persatuan, kolaborasi yang kokoh, dan komitmen dakwah yang terus diperkuat, kami percaya JMMB UGM akan terus berkembang sebagai wadah yang inspiratif untuk pembinaan serta pengembangan potensi mahasiswa dan civitas akademika Muslim Biologi. JMMB, One Big Family! [Penulis: Panitia Rihlah Jaulah JMMB x GAMAIS]
Tim Pengabdian kepada Masyarakat – Merdeka Belajar Kampus Merdeka (PkM-MBKM) Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada 2025, di bawah bimbingan Prof. Dr. Kumala Dewi, M.Sc.St. sukses melaksanakan rangkaian kegiatan edukatif di Dusun Blotan, Wedomartani, Sleman Yogyakarta. Pada tanggal 27 September 2025, mulai pukul 08:00 sampai 14:30 WIB. Judul kegiatan yang dilaksanakan yaitu “Dari Kebun ke Kain: Budidaya Indigofera tinctoria dan Pewarnaan Batik dengan Indigo Alami bersama Anggota PKK RT 01 dan RT 02 Dusun Blotan, Wedomartani, Sleman, Yogyakarta. Tim pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan empat mahasiswa aktif Fakultas Biologi UGM Angkatan 2022 yaitu Karima Salsabila (22/497198/BI/11012), Ristya Nadaa Shabrina (22/498042/BI/11033), Ainu Lifah Windia Sari (22/494555/BI/20973), dan Salma Dwiyanti (22/502511/BI/11064). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta pemanfaatan tanaman pewarna alami di masyarakat, untuk mempromosikan praktik ramah lingkungan dalam industri fashion, dan melestarikan teknik pewarnaan tradisional Indonesia.
Kegiatan pelatihan membatik dengan pewarna alami indigo berhasil menarik perhatian anggota PKK RT 01 dan RT 02 Dusun Blotan dan berlangsung dengan penuh antusias. Jumlah peserta yang hadir ada 35 orang dan kegiatan juga dihadiri oleh ibu Dukuh Blotan serta didukung penyediaan tempat pelatihan oleh bapak dan ibu Suwardi. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan potensi pewarna alami yang ramah lingkungan sekaligus melestarikan budaya membatik. Kegiatan diawali dengan penjelasan tentang prospek budidaya tanaman Indigofera tinctoria yang disampaikan oleh Prof. Dr. Kumala Dewi MSc.St. Selanjutnya dalam praktik pewarnaan, para peserta menggunakan teknik pencelupan kain ke dalam larutan indigo sebanyak empat kali untuk mendapatkan warna biru indigo yang khas. Setelah proses pencelupan, dilakukan tahap penguncian warna menggunakan larutan cuka dengan hasil warna biru muda atau larutan tunjung yang menghasilkan warna biru tua. Penguncian warna pada kain ini berfungsi agar hasil pewarnaan lebih tahan lama. Tahap akhir adalah “melorot” malam batik, yaitu proses menghilangkan lilin pada kain sehingga motif batik tampak jelas dengan warna biru alami yang menawan. Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan rasa ketertarikan yang sangat tinggi. Banyak peserta yang aktif bertanya dan mencoba langsung setiap tahapan proses. Mereka mengaku senang mendapatkan pengalaman baru sekaligus menambah wawasan tentang pewarna alami yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga menghasilkan karya batik yang unik dan bernilai seni tinggi. Kegiatan ini didukung oleh ibu Asti dan tim, yang merupakan salah satu pelaku bisnis batik dan ecoprint dari dusun Blotan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam mendorong penggunaan pewarna alami serta meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap batik sebagai warisan budaya bangsa. Kegiatan pengabdian yang mengusung tema pewarna alam ini juga mendukung pelaksanaan SDGs terutama pilar 12 yaitu tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab serta pilar ke 15 yaitu tentang Ekosistem Daratan, dimana pada pilar ini ditekankan pentingnya upaya melindungi, memulihkan, dan meningkatkan penggunaan ekosistem bumi secara berkelanjutan yang dapat dimulai dengan tindakan mengelola hutan secara tepat, menjaga biodiversitas, dan keanekaragaman hayati.
Pada hari Sabtu tanggal 6 September 2025 BiOSC (Biology Orchid Study Club) Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, telah menyelenggarakan kegiatan Meet & Greet dan Diklat ruang Keorganisasian sebagai langkah awal dari rangkaian Forum Diskusi Keilmuan dan Keroganisasian. Pada tahun ini Forum Diskusi Keilmuan dan Keorganisasian mengangkat tema “Mekar Bersama Pengetahuan”. Pada kegiatan Meet and Greet dan Dikru Keorganisasian ini berisi pengenalan mengenai BiOSC yang meliputi sejarah, struktur kepengurusan harian, bidang, dan divisi-divisi yang ada di BiOSC. Tujuan dari kegiatan ini yaitu memperkenalkan calon anggota dengan struktur organisasi BiOSC dan memberikan peluang untuk mempererat hubungan antara calon anggota dan anggota.
Kegiatan ini dihadiri oleh Prof. Dr. Bambang Retnoaji, S.Si., M.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan , Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc. selaku Dosen Pembina Biology Orchid Study Club serta calon anggota dasar Biology Orchid Study Club. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan sambutan dari Saudara Muhammad Zaki Bramasta selaku ketua pelaksana Forum Diskusi Keilmuan dan Keorganisasian, Ramadhan Nur Khoiruddin selaku Ketua BiOSC, Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc. selaku Dosen Pembina BiOSC, serta Prof. Dr. Bambang Retnoaji, S.Si., M.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan.
Sesi selanjutnya yaitu pengenalan BiOSC yang mencakup penjelasan pengurus harian, bidang, dan divisi di BiOSC. Pada sesi ini, calon anggota dasar memperoleh informasi mendalam mengenai beberapa bidang dan divisi di BiOSC. Terdapat pula Post to Post bidang bidang yang terdapat di BiOSC, meliputi bidang Sekretaris, Bendahara, PSDM, Humas dan Jaringan, Media dan Publikasi, Kerumahtanggaan serta Kewirausahaan, Post to Post ini ditujukan agar CAD XX lebih mengenal bidang apa saja yang ada di BiOSC. Pemahaman calon anggota dasar mengenai kepengurusan, bidang dan divisi di BiOSC diuji melalui kegiatan Post Test. Kegiatan ini ditutup dengan penyampaian penugasan kepada CAD XX dan dokumentasi bersama peserta yang hadir. [Penulis: BIOSC]
Kulon Progo, 28 September 2025 – Telah terlaksana Aksi Sosial Coastal Care: Mangrove Tahun 2025 di kawasan Wisata Hutan Mangrove Wana Tirta, Kulon Progo, Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara BIOSPHERE 8 yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan melalui aksi penanaman mangrove. Selain berperan dalam menjaga ekosistem pesisir, kegiatan ini juga mendorong partisipasi aktif dari para peserta, komunitas, hingga masyarakat dalam upaya restorasi yang berbasis kolaborasi.
Rangkaian acara dibuka oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan sambutan oleh Saudari Lanaa Naila Najiha selaku Koordinator Umum Panitia BIOSPHERE 8, disusul dengan pemaparan materi mengenai ekosistem mangrove dan teknik penanaman oleh Bapak Warso, selaku pengelola Wisata Hutan Mangrove Wana Tirta. Pada sesi ini, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pemilihan bibit mangrove, metode penanaman berdasarkan kondisi tanah, hingga monitoring pertumbuhan agar mangrove dapat tumbuh dengan optimal.
Usai pematerian, seluruh peserta akan diarahkan ke lokasi konservasi untuk melakukan penanaman bibit mangrove sekaligus aksi bersih-bersih di sekitar kawasan, untuk mengumpulkan sampah, terutama plastik dan limbah lain yang berpotensi merusak keseimbangan ekosistem. Usai penanaman, acara dilanjutkan dengan sesi games, di mana seluruh peserta diarahkan menuju area pantai untuk bermain games secara berkelompok. Pada sesi ini, seluruh peserta tampak antusias dalam menyusun strategi bersama tim untuk memenangkan games.
Menjelang penutupan, panitia menyerahkan kenang-kenangan kepada Bapak Warso sebagai bentuk aspirasi, sekaligus pemberian hadiah kepada pemenang games. Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama seluruh peserta. Aksi Sosial Coastal Care: Mangrove 2025 diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun kepedulian generasi muda terhadap kelestarian lingkungan, khususnya di kawasan pesisir. [Penulis: Panitia BIOSPHERE]
Tim Pengabdian kepada Masyarakat – Merdeka Belajar Kampus Merdeka (PkM-MBKM) Fakultas Biologi UGM 2025 berhasil melaksanakan rangkaian kegiatan edukatif di Dusun Pajangan, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, berjudul “Hubungan Antara Kesehatan Mental dan Kesehatan Fisik”. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya kesehatan mental sebagai bagian integral dari kesehatan secara keseluruhan, selaras dengan pelaksanaan pembangunan berkelanjutan menuju kehidupan sehat dan sejahtera (SDGs No. 3). Tim ini melibatkan lima mahasiswa aktif Fakultas Biologi, UGM Angkatan 2022 dengan pembimbing Dr. Ardaning Nuriliani, S.Si., M.Kes.
Kegiatan ini diawali dengan penyebaran kuesioner dan wawancara langsung terhadap 50 warga pada tanggal 5-7 September 2025 untuk mengetahui persepsi dan kebiasaan mereka terkait kesehatan mental dan fisik. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar warga menyadari pentingnya kesehatan mental, namun masih banyak yang kurang memahami cara menjaga dan meningkatkan kesehatan mental mereka. Temuan ini menjadi dasar bagi tim untuk melanjutkan program edukasi lanjutan yang lebih mendalam mengenai cara-cara menjaga kesehatan mental dan fisik yang seimbang. Antusiasme warga semakin menegaskan bahwa pendekatan berbasis komunitas efektif dalam mengoptimalkan potensi lokal untuk kesehatan.
Kegiatan lanjutan yang dilaksanakan adalah penyuluhan dan diskusi interaktif yang diselenggarakan di Masjid Jami’ Darussalam Dusun Pajangan pada Minggu, 28 September 2025. Materi penyuluhan disampaikan oleh Namaskara Tawang Kusuma, S.Psi. (Alumni Fakultas Psikologi, UGM) yang membahas pengenalan konsep kesehatan mental, dampaknya terhadap kesehatan fisik, serta strategi untuk menjaga keseimbangan keduanya. Sesi tanya jawab berlangsung secara hangat dan interaktif, ditandai dengan partisipasi aktif warga yang mengajukan berbagai pertanyaan terkait pengalaman pribadi maupun kondisi yang pernah mereka alami. Narasumber menekankan bahwa dalam kesehatan mental terdapat aspek stres yang dapat bersifat positif maupun negatif, bergantung pada bagaimana seseorang menyikapinya. Selain itu, beliau juga menegaskan pentingnya peran orang tua dalam berbagi pengalaman dan pengetahuan, sehingga dapat menjadi bekal dalam menghadapi berbagai persoalan hidup.
Sebagai penutup, kegiatan ini dilengkapi dengan Pengecekan Kesehatan Gratis yang didampingi oleh Andika Jatra Pratama, mahasiswa aktif Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan, UGM. Pemeriksaan kesehatan meliputi pengecekan tekanan darah serta kadar gula darah, sehingga warga memperoleh kesempatan untuk mengetahui dan mengevaluasi kondisi kesehatan mereka secara langsung. Selain itu, warga juga mendapatkan pengarahan langsung mengenai hasil pemeriksaan, termasuk saran dan langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga serta meningkatkan kesehatan mereka. Ke depan kegiatan ini juga diharapkan dapat semakin memperkuat kemitraan antara Dusun Pajangan, Wedomartani, Ngemplak, Sleman dengan Fakultas Biologi, UGM (SDGs No.17).
Kontributor: Ardaning Nuriliani, Chelsy Ammara Septiani, Syifa Aneira, Meinawa Amaliah, Nimas Ayu Pramesthi, Muhammad Fathin Setya Daffa
Yogyakarta, 1 Oktober 2025 – Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) turut berperan aktif dalam Workshop Pengelolaan Biodiversitas dan Penguatan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk Masa Depan Berkelanjutan yang menjadi wujud sinergi antara UGM dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Acara yang berlangsung di Balai Senat, Kantor Pusat UGM pada Rabu (1/10) pukul 12.00–16.00 WIB ini dihadiri oleh Ketua Dewan Pengarah BRIN, Prof. Dr. (H.C.) Megawati Soekarnoputri, serta menghadirkan narasumber utama yaitu Dr. Bambang Kesowo, S.H., LL.M. (Dewan Pengarah BRIN), Dr. Laksana Tri Handoko (Kepala BRIN), dan Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. (Dekan Fakultas Biologi UGM). Acara dipandu oleh Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc., Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni Fakultas Biologi UGM.
Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K), Ph.D., dalam sambutannya menegaskan komitmen UGM dalam pemanfaatan dan perlindungan biodiversitas. UGM, katanya, terus mendorong kapasitas riset dan inovasi berbasis biodiversitas melalui berbagai fasilitas unggulan seperti Manajemen Laboratorium Terpadu (MLT), Bank Genetik PIAT, serta fasilitas yang dikembangkan di Fakultas Biologi, yakni Integrated Genome Factory (IGF) sebagai National Sequencing Center, Porok Marine Research Station, Gedung Moeso Suryowinoto Indonesia Biodiversity Center (MSIBC), hingga Profesi Kurator Keanekaragaman Hayati (PKKH) yang menjadi program pertama di Asia Tenggara. Selain itu, UGM juga berperan dalam inisiasi penyusunan Indeks Biodiversitas Indonesia (IBI). “Semoga UGM bersama BRIN dapat menciptakan pusat riset biodiversitas tropika kelas dunia yang menjadi gerakan dan capaian untuk masa depan yang lebih gemilang,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Kusno Wibowo, S.T., M.Si., Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY yang mewakili Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, menekankan pentingnya perlindungan kekayaan hayati. Ia memaparkan pengembangan kebun plasma nutfah pisang di Yogyakarta yang kini menjadi pusat genetik pisang terbesar di Indonesia. Selain itu, ia menyoroti pentingnya program pendaftaran merek bagi pelaku ekonomi kreatif dan UMKM untuk melindungi karya cipta dari pembajakan sehingga mampu bersaing di pasar nasional maupun global. “Workshop ini semoga memperkuat komitmen kita menuju masa depan yang lestari, berdaya saing, dan bermartabat,” ungkap Kusno.
Sesi paparan narasumber kemudian menghadirkan berbagai perspektif. Dr. Bambang Kesowo menyoroti aspek politik dalam perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Dr. Laksana Tri Handoko menyampaikan arah kebijakan riset biodiversitas yang saat ini tengah dijalankan oleh BRIN. Sementara itu, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono memaparkan status dan tren Indeks Biodiversitas Indonesia (IBI).
Dalam penjelasannya, Prof. Budi menegaskan sejarah panjang peran Fakultas Biologi UGM dalam pengelolaan biodiversitas Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan penelitian, termasuk sebagai inisiator penyusunan IBI bersama Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI) dan Yayasan WWF-Indonesia. IBI diharapkan dapat menjadi instrumen ilmiah untuk mengukur status, tren, serta dampak pembangunan terhadap keanekaragaman hayati, sekaligus menjadi dasar perumusan kebijakan pengelolaan lahan dan konservasi di Indonesia.
Acara workshop ditutup dengan pesan penutup dari Prof. Megawati Soekarnoputri yang memberikan dorongan moral kepada seluruh peserta. Ia menekankan bahwa menjaga dan melestarikan kekayaan biodiversitas Indonesia merupakan tanggung jawab seluruh bangsa. “Kita sebagai putra putri bangsa harus lebih mengenal Indonesia, mencintai, dan menjaga tanah air kita. Semoga Indonesia tetap Jaya, Abadi, dan Lestari,” pesan Prof. Megawati.
Seusai penutupan, beliau bersama Rektor UGM Prof. Ova Emilia dengan didampingi Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc. selaku dosen Fakultas Biologi UGM, melakukan kegiatan penyilangan anggrek epifit endemik Gunung Merapi, Vanda tricolor. Hibrida baru hasil budidaya ini kemudian diberi nama Vanda tricolor var. suavis form. Merapi “Megawati Soekarnoputri” sebagai bentuk penghargaan terhadap peran beliau dalam penguatan riset biodiversitas nasional.
Selama workshop, Fakultas Biologi UGM juga menggelar mini expo bersama BRIN dan UGM Science Technopark yang menampilkan hasil-hasil riset unggulan. Beberapa di antaranya adalah inovasi pengembangan tebu (Saccharum officinarum L.) melalui Smart Breeding System oleh Dr. Ganies Riza Aristya, produksi biodiesel dari lipid mikrobia Mucor irregularis asal Indonesia oleh Dr. Miftahul Ilmi, pengembangan bakteriofaga sebagai biokontrol patogen food borne oleh Dr. rer. nat. Abdul Rahman Siregar, serta standarisasi Bio-Cathrantine (Tapak Dara, Paten IDP00038766) untuk pemuliaan tanaman pangan oleh Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono. Empat penelitian ini merupakan hasil pendanaan dari BRIN melalui program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) 2025.
Selain riset tersebut, Fakultas Biologi juga memamerkan capaian penelitian lain, seperti penemuan spesies baru, aktivitas Center for Tropical Biodiversity (CENTROBIO), serta layanan multi-omik dari Integrated Genome Factory (IGF) untuk mendukung pendataan genomik biodiversitas Indonesia.
Keterlibatan Fakultas Biologi UGM dalam workshop ini semakin menegaskan posisinya sebagai pusat keunggulan riset biodiversitas tropika di Indonesia. Sinergi yang dibangun antara UGM, BRIN, dan pemerintah daerah diharapkan menjadi langkah strategis dalam mewujudkan masa depan yang berkelanjutan, dengan menekankan perlindungan biodiversitas, penguatan HKI, serta inovasi riset yang mampu bersaing secara global.
























































