SDG 2 : Tanpa Kelaparan
Sesi 1, Moderator: Siti Nurleily Marliana, Ph.D., sesi ini menghadirkan:
- Prof. Dr. Suwarno Hadisusanto, S.U. – Variasi dan Multifungsi Perairan Pedalaman.
- Prof. Dr. Tri Retnaningsih Soeprobowati, M.App.Sc. (Universitas Diponegoro) – Paleolimnologi sebagai Pengelolaan Danau Berkelanjutan.
- Prof. Dr. Agatha Sih Piranti, M.Sc. (Universitas Jenderal Soedirman) – Eutrofikasi Kultural Danau atau Waduk dan Upaya Pengendaliannya.
- Prof. Dr. Suhestri Suryaningsih, M.Si. (Universitas Jenderal Soedirman) – Peran DAS sebagai Pendukung Eksistensi Ikan Sungai dan Danau atau Waduk.
Sesi 2, Moderator: Prof. Dr. rer. nat. Andhika Puspito Nugroho, S.Si., M.Si.
- Dr. Ir. Sri Puji Saraswati, DIC., M.Sc. (UGM) – Eko-Hidrologi Eksistensi Komunitas Perairan di Tengah Perkembangan Infrastruktur.
- Dr. Puguh Sujarta, S.Si., M.Si. (Universitas Cenderawasih) – Budaya Konservasi Laut Dangkal.
- Dr. Ervina Indrayani, S.Si., M.Si. (Universitas Cenderawasih) – Danau Sentani: Keunikan dan Kekayaan Sumber Daya Hayati.
Sesi 3, Moderator: Mukhlish Jamal Musa Holle, S.Si., M.Env.Sc., D.Phil.
- Dr. Ike Nurjuwita Nayasilana, S.Si., M.Si. (Universitas Sebelas Maret) – Konservasi Air terhadap Satwa Liar.
- Dr. Susintowati, S.Si., M.Si. (Universitas 17 Agustus 1945) – Ancaman Serius terhadap Komunitas Pesisir.
- Dr. Tatag Bagus Putra Prakarsa, S.Si., M.Sc. (Universitas Negeri Yogyakarta) – Perairan Bawah Tanah: Daya Dukung Kehidupan Kelelawar Penghuni Gua.
Sesi 4, Moderator: Dr. Rury Eprilurahman, M.Sc.
- Dwinda Mariska Putri, S.Si., M.Sc. (Badan Riset dan Inovasi Nasional) – Distribusi Vertikal Zooplankton di Danau Laut Tawar.
- Heni Wahyu Sartika, S.Si., M.Sc. (UGM) – Sungai Belik sebagai Model Pengelolaan Perairan Mengalir pada saat Pandemi Covid-19.
- Maria Eva Kristiyani, S.Si., M.Sc. (SMA Kolese De Britto) – Perairan Pesisir untuk Budidaya.
- Carolina A. Inlandia, S.Si., M.Sc. (Konsultan Lingkungan) – Potensi Pencemaran Air dan Pengelolaan Embung Tambakboyo, Sleman.
Semburat mendung datang perlahan
Hadirkan cemas di dalam sanubari
Meski hujan deras akhirnya mengguyur jalanan
Semangat pengabdian tetap jalan menuju Desa Wukirsari
Setelah penyampaian mengenai topik TOGA, kegiatan dilanjutkan dengan penjelasan cara pemanenan mikroalga Spirulina yang telah dibudidayakan pada pertemuan sebelumnya. Dibantu oleh empat orang mahasiswa yaitu Tia Erfianti, Renata Adaranyssa Egistha Putri, Seisha Salsabila Rosandi, dan Abdurrahman Muhammad Fikri Rasdi, disampaikan proses pemanenan mikroalga yang dimulai dengan penyaringan, pengeringan, penghalusan (menjadi bubuk), dan pengemasan. Secara bersama-sama, peserta ibu-ibu PKK menyaring Spirulina dari beberapa galon kultur yang ada. Hasil yang telah saring kemudian dikeringkan dengan dijemur di bawah terik matahari atau menggunakan oven sehingga diperoleh bentuk lembaran kering. Bentuk ini dapat dikonsumsi langsung atau dapat juga dibuat menjadi bubuk menggunakan blender. Banyaknya produk yang diperoleh sangat tergantung dengan kepekatan atau banyaknya jumlah mikroalga dalam kultur. Semakin berwarna hijau pekat kebiruan maka akan diperoleh hasil yang lebih banyak. Dalam setiap sesi hari ini selalu dibarengi dengan diskusi dan tanya jawab dengan para peserta. Sesi kuis berhadiah doorprize dengan menjawab pertanyaan menjadikan suasana semakin ramai dan seru.
Selasa, 15/10, Tim Desa Mitra Kedungpoh bertemu dengan Lurah Kedungpoh dan Direktur Lumbung Mataraman Kedungpoh untuk menyampaikan progres pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat di kalurahan ini. Tim Desa Mitra diketuai oleh Dr. Hari Purwanto, MP. dengan anggota Dr. Bambang Retnoaji, M.Si., Ludmilla Fitri Untari, S.Si.,M.Sc., Dwi Umi Siswanti, S.Si.,M.Sc. dan Soenarwan Hery P., S.Si.,M.Kes. Tim ini mengangkat tema “Ekskalasi Potensi Agro-Eduwisata Berbasis Organik untuk Mewujudkan Desa Mandiri Sejahtera di Kalurahan Kedungpoh Kapanewon Nglipar, Gunungkidul”.
Program Desa Mitra ini telah berlangsung sejak Februari dan akan berakhir pada November 2024. Beberapa program yang dilaksanakan di kalurahan ini antara lain penyelenggaraan pelatihan pembuatan pupuk organik dari limbah peternakan; pelatihan pembuatan pestisida dan insektisida organik; pelatihan budidaya lebah madu; pelatihan budidaya ikan wader; dokumentasi serta konservasi tanaman dan serangga di Kedungpoh. Program-program ini digawangi oleh anggota Tim Desa Mitra yang dibantu oleh mahasiswa.
Sampai saat ini, hampir semua program telah terlaksana. Lurah Kedungpoh, Dwiyono, mengharapkan adanya kesinambungan program pendampingan potensi agro-eduwisata Kedungpoh ini oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Biologi UGM. Seperti diketahui, Kedungpoh telah didampingi oleh Tim Pengabdian Fakultas Biologi sejak 2019 dan secara bertahap mengalami kemajuan menuju desa mandiri sejahtera. Tim Pengabdian Fakultas Biologi tidak hanya membawa program dan pendanaan dari Fakultas Biologi UGM namun juga mengajak mitra CSR dari PT PLN Tbk UP3 Yogyakarta. Sinergi antara Program Desa Mitra dan program pengabdian CSR PT PLN mempercepat ekskalasi agro-eduwisata yang dicanangkan oleh pemerintah Kalurahan Kedungpoh.
“Kami telah menjalankan beberapa program sesuai rencana kami dengan beberapa mitra, mulai dari Kelompok Wanita Tani, Lumbung Mataraman, Kelompok Peternak Sapi sampai Kelompok Peternak lebah Madu Sari Alami”, ungkap Hari dalam laporan progres pengabdian masyarakat kepada Lurah Kedungpoh. “ Kami berharap Fakultas Biologi UGM terutama Tim Desa Mitra tidak berhenti sampai di sini, kami masih membutuhkan pendampingan Bapak dan Ibu sekalian,” kata Dwiyono, menanggapi laporan Ketua Tim Desa Mitra. ”Apalagi dengan budidaya krisan di greenhouse kami, ini hal baru bagi kami sehingga kami masih membutuhkan pendampingan Tim dari Fakultas Biologi UGM”, tukas Didik Purnomo menambahkan. Didik Purnomo adalah direktur Lumbung Mataraman Kedungpoh.
Ke depannya, seluruh program Tim Desa Mitra akan dilanjutkan oleh Tim Pengabdian Desa Mitra maupun stakeholder dari Kedungpoh baik dengan pendanaan UGM, CSR maupun pendanaan dana desa untuk mewujudkan Kedungpoh sebagai desa agro-eduwisata menuju desa mandiri sejahtera.
Kegiatan ini merupakan pelaksanaan SDGs 1 (Tanpa Kemiskinan), SDGs 2 (Tanpa Kelaparan), SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggungjawab) serta SDGs 17 (Kemitraan untuk mencapai Tujuan).(DUS)
Tagline:
# SDG 2: Tanpa Kelaparan
# SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
# SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.






























































