SDG 3 : Kehidupan Sehat dan Sejahtera Pembanguan Berkelanjutan
Salah satu rangkaian kegiatan dalam program PkM-MBKM Fakultas Biologi UGM telah dilaksanakan pada hari Sabtu, 4 November 2023 bertempat di Kampung Satwa, Kedung Banteng, Sumberagung, Moyudan, Sleman. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Microalgae Research yang diketuai oleh Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. dengan tiga anggota mahasiswa diantaranya yaitu, Aulia Setyo Nurul Hida, Wildan Hilmi Azharul Hakim, dan Muhammad Naufal Azzamrafif. Kegiatan ini terlaksana pada pukul 15.30 hingga 17.00 WIB. Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan setelah terlaksananya evaluasi dari program pengabdian yang telah berjalan pada tahun sebelumnya. Program pengabdian Microalgae Research pada tahun ini mengangkat tema besar “Pengembangan Pakan Satwa Berbasis Mikroalga di Kampung Satwa (Tahap III)” dengan fokus bukan lagi pada pemanenan produk skala besar, akan tetapi berfokus pada pengenalan mikroalga pada masyarakat awam dengan sistem kultivasi yang menarik serta maintenance yang mudah.
Kunjungan kali ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memperkenalkan fotobioreaktor sederhana sebagai instalasi untuk mengkulturkan mikroalga sekaligus praktik secara langsung mengkulturkan mikroalga dalam fotobioreaktor. Kultivasi mikroalga dalam fotobioreaktor diaplikasikan menggunakan spesies Spirulina sp. dengan menggunakan inokulan yang berasal dari kultur stok Laboratorium Bioteknologi Fakultas Biologi UGM. Setelah dilakukannya praktik kultivasi secara langsung, diharapkan masyarakat dapat meneruskan kultivasi mikroalga secara mandiri. Selain bertujuan untuk mengenalkan fotobioreaktor kepada masyarakat di Kampung Satwa, kegiatan ini sekaligus bertujuan untuk meningkatkan ketertarikan serta pemahaman masyarakat awam, baik masyarakat di Kampung Satwa, maupun wisatawan yang melakukan kunjungan di Kampung Satwa mengenai kultur mikroalga beserta beragam manfaatnya. Fotobioreaktor ini juga diharapkan dapat menjadi ikon untuk menarik wisatawan di Kampung Satwa.
Menyikapi beberapa kasus dengan masalah mental akhir-akhir ini di kalangan mahasiswa, Jumat (13/10/2023) Fakultas Biologi UGM menyelenggarakan pelatihan bagi Buddy Counselor. Buddy Counselor sendiri adalah para mahasiswa yang menjadi konselor teman sebaya bagi temannya yang membutuhkan pendampingan masalah mental, dan diresmikan oleh Dekan Fakultas Biologi UGM pada 1 Juni 2023.
Pelatihan yang diikuti oleh 19 mahasiswa dan diadakan secara luring di Ruang Kuliah 3 Fakultas Biologi UGM ini diawali dengan makan siang bersama untuk lebih menumbuhkan rasa kebersamaan. Pelatihan kali ini diberikan oleh Psikolog Fakultas Biologi UGM, Yudhistira Adi Perdana, M.Psi. Psikolog. Materi pelatihan yang mengambil tema kesehatan mental dan peran konselor sebaya diikuti dengan antusias oleh semua peserta yang hadir. Dalam paparannya, mas Yudhis menyampaikan bahwa sehat mental adalah keadaan sejahtera, dimana ketika seseorang menyadari kemampuan yang ia miliki, mampu menghadapi tekanan dalam hidup, beraktivitas secara produktif, dan berkontribusi pada komunitas. “Walaupun tidak berarti tidak pernah sakit, tidak pernah merasakan perasaan negatif, terbebas dari masalah atau tekanan”. Lebih lanjut mas Yudhis menyampaikan tugas Buddy Counselor adalah menjadi teman curhat yang mampu memberikan motivasi, informasi tambahan, maupun saran (jika dibutuhkan) bagi teman yang sedang mengalami permasalahan.
Di akhir kegiatan, peserta diberi pelatihan praktik konseling. Masing-masing peserta diminta berperan sebagai mahasiswa yang mempunyai masalah mental dan yang lainnya berperan sebagai konselor. Untuk menjadi konselor yang ideal dibutuhkan kemampuan untuk mendengar aktif, kemampuan mengendalikan emosi, terbuka terhadap pengalaman baru dan tidak menghakimi, menunjukkan empati, mampu mengidentifikasi masalah dan memberikan saran (jika dibutuhkan), mampu berkomunikasi efektif, jujur, dan asertif, serta mampu menjaga rahasia.
Pelatihan ini juga dihadiri oleh Tim Kesehatan Mental Fakultas Biologi yang terdiri dari para Dosen Konselor yaitu Dwi Umi Siswanti, S.Si.,M.Sc. (Koordinator Dosen Konselor), Dr. Dwi Sendi Priyono, S.Si., M.Si. (Anggta Dosen Konselor), dan Dr.rer.nat. Abdul Rahman Siregar, M.Biotech., serta PIC HPU Fakultas Biologi UGM, Titin Fauziah, S.E., M.B.A.
Pelatihan-pelatihan maupun sharing informasi terkait kesehatan mental bagi Buddy Counselor Fakultas Biologi UGM akan diadakan secara rutin dengan harapan semakin dapat memperkuat Tim yang bergerak dalam mewujudkan lingkungan kampus yang sehat dan sejahtera secara mental, juga dalam rangka mendukung SDG’s Kehidupan Sehat dan Sejahtera. “Karena Setiap Tindakan Kita Berarti”.
Mahasiswa S1 Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, angkatan 2022, yaitu Ridho Nur Alam dan Azra Belva Naprilian, berhasil meraih Medali Emas dalam Lomba Esai Nasional “Futuristics and Prestige Research, Technology and Art Fair” di bawah bimbingan Tyas Ikhsan Hikmawan, M.Sc., Ph.D. Lomba ini melibatkan sebanyak 243 karya yang kemudian melalui beberapa seleksi hingga mencapai Grand Final yang diadakan di Universitas Dhyana Pura, Bali pada tanggal 28-29 Oktober 2023. Kompetisi ini melibatkan serangkaian tahapan, termasuk pengumpulan full paper, pembuatan video presentasi, pembuatan presentasi dengan bantuan power point, serta presentasi poster secara langsung di hadapan tim penilai.
Dalam kesempatan ini, Ridho dan Azra mempresentasikan esai berjudul “Smartwatch SART: Detektor Kondisi Psikis Berbasis GSR (Galvanic Skin Response) untuk Menciptakan Lingkungan Kesehatan Mental yang Berkelanjutan.” Inovasi ini dipicu oleh meningkatnya perhatian terhadap isu kesehatan mental di masyarakat, terutama di kalangan mahasiswa dan remaja di Indonesia yang sayangnya tidak sebanding dengan jumlah tenaga kesehatan mental yang tersedia. Smartwatch ini dilengkapi dengan beragam sensor yang berbasis pada Galvanic Skin Response (GSR). SART, singkatan dari Smartwatch Stress and Anxiety Relief Tracker, akan mempermudah interaksi antara pengguna dan keluarga, teman-teman dekat, serta profesional kesehatan mental yang berkompeten. Selain itu, SART juga terintegrasi dengan Internet of Things (IoT), sehingga penggunaannya menjadi lebih efektif dan efisien.
Inovasi ini diharapkan dapat menjadi solusi praktis dalam menangani masalah pelayanan psikologis di Indonesia. Selain itu, diharapkan juga dapat membantu mengurangi angka bunuh diri di Indonesia dan mengatasi kasus gangguan kesehatan mental, sejalan dengan upaya pemerintah dalam mencapai tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 3 yang bertujuan untuk menciptakan Indonesia yang Sehat Mental. [Penulis: Ridho Nur Alam]
Sejumlah 5 mahasiswa biologi UGM yakni Rachmawati Dwi Hasanah, Vida Rahma Lathifah, Tiara Amelia Putri, Novia Noor Rachmawati, dan Karso Suryo Putro pada 7-18 Juni 2023 telah melakukan kegiatan Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). Kelima mahasiswa ini dibimbing oleh Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. dan Bapak Gede Sangu Gemi sebagai pembimbing mita MBKM.
Kegiatan MBKM dilakukan secara online (daring) untuk memaparkan materi mengenai berbagai jenis melon dan aplikasi hidroponik. Melon yang digunakan sebagai subjek penelitian MBKM adalah melon kultivar ‘Hikapel’. ‘Hikapel’ merupakan melon hasil persilangan dari kultivar ♀ ‘Sun Lady’-3 dan ♂ ‘Hikadi’. ‘Hikapel’ merupakan salah satu kultivar melon yang dikembangkan oleh Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada. Hikapel memiliki kulit buah yang halus tanpa jaring dengan bentuk buah cenderung bulat. Warna kuning yang mencolok dari hikapel membuat buah ini menjadi popular di kalangan buah melon lainnya.
Kegiatan penanaman melon dilakukan di lahan green house hidroponik Dusun Jamusan, Desa Bokoharjo, Kec. Prambanan, Kab. Sleman, DIY. Melon kultivar ‘Hikapel’ ditanam menggunakan media tanam cocopeat. Kemudian Teknik hidroponik yang digunakan yaitu drip irrigation system.
Selama kegiatan MBKM, mahasiswa belajar mengenai jenis-jenis teknik hidroponik, berbagai macam medium yang dapat digunakan, dan juga pengaplikasian IoT (Internet of Things) dalam hidroponik. Kemudian kegiatan diakhiri dengan pengambilan data untuk karakter fenotipik dan juga berbagai macam penyimpangan yang terjadi pada ‘Hikapel’ selama penanaman berlangsung seperti mengamati adanya segregasi dan tanaman yang terserang virus.
Matalabiogama merupakan organisasi kepecintaalaman Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada yang didirikan pada 5 Oktober 1974. Pada 2023 ini, setelah banyak sekali yang terjadi, Matalabiogama akhirnya berumur 49 tahun, hampir setengah abad lamanya. Maka dari itu, diadakanlah Malam Perayaan HUT Matalabiogama ke-49 dengan tema ‘Matalabiogama Revival’ di lobby Gedung Sinarmas Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada pada Sabtu, 21 Oktober 2023.
Malam Perayaan HUT Matalabiogama merupakan acara yang diadakan sebagai sarana pertemuan kembali para alumni Matalabiogama dengan anggota aktif saat ini. Tema yang dipilih pada HUT kali ini, ‘Matalabiogama Revival’ sendiri merepresentasikan Matalabiogama yang kembali aktif berkegiatan di lapangan setelah setahun lalu mulai dibangun ulang disebabkan pandemi. Selain alumni, acara ini juga dihadiri oleh beberapa dosen seperti Prof. Dr. Suwarno Hadisusanto, S.U. dan Drs. Trijoko, M.Si. selaku salah dua sesepuh Matalabiogama serta Dr.biol.hom. Nastiti Wijayanti, S.Si., M.Si. selaku dosen pembimbing Matalabiogama sekaligus alumni. Terdapat juga beberapa CAM 26 Matalabiogama yang sedang dalam masa Diklatsar yang antusias menghadiri acara ini.
Malam Perayaan HUT Matalabiogama ke-49 dimulai pada pukul 18.00 WIB, diawali dengan open gate dan kehadiran para tamu undangan. Rangkaian acara sendiri baru dimulai pada pukul 19.00 WIB oleh MC dengan menyanyikan lagu Mars Matalabiogama. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Irfan Ari Prasetyo selaku ketua Matalabiogama, Dr.biol.hom. Nastiti Wijayanti, S.Si., M.Si. selaku dosen pembimbing Matalabiogama, serta Mas Daru Perwita selaku perwakilan alumni. Selanjutnya, dilakukan pemotongan tumpeng oleh Prof. Dr. Suwarno Hadisusanto, S.U. untuk diserahkan kepada ketua Matalabiogama dan perwakilan CAM 26. Pemotongan tumpeng ini juga merupakan acara utama pada Malam Perayaan HUT Matalabiogama ke-49. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian oleh para alumni yang hadir, sesi obrolan santai, serta makan malam. Selanjutnya, Mas Daru selaku perwakilan alumni menyerahkan pin Matalabiogama untuk ketua Matalabiogama 2023 dan 2022 sebagai simbolis kepanitiaan HUT emas Matalabiogama ke-50 yang insyaAllah akan dilaksanakan pada Oktober tahun 2024 nanti.
Malam Perayaan HUT Matalabiogama ke-49 diakhiri dengan sesi dokumentasi oleh seluruh hadirin dan penutupan oleh MC pada pukul 22.00 WIB. Dengan diadakannya acara ini, diharapkan hubungan anggota aktif Matalabiogama dengan alumni tetap akan terjalin dan tidak terputus oleh waktu. Diharapkan juga Matalabiogama akan semakin aktif berkegiatan di alam yang merupakan laboratorium terbesar bagi mahasiswa Biologi. Vivat et Floreat!! [Penulis: Matalabiogama]
Dua mahasiswa yang tergabung dalam Tim MBKM Penelitian Klanceng 2023 Fakultas Biologi UGM, yakni Luthfan Zidane M. dan Corina Missy R. telah melakukan kegiatan penelitian terkait analisis produk hasil budidaya lebah klanceng dengan mitra “Kebon Pasinaon” PKBM Ibnu Hajar, Sirahan, Magelang. Penelitian ini dibimbing langsung oleh Drs. Ign. Sudaryadi, M.Kes (Lab. Entomologi). dengan judul “Analisis Kuantitas dan Kualitas Produk Budidaya Lebah Stingless Klanceng (Tetragonula laeviceps) Peternakan Lebah PKBM Ibnu Hajar Dengan Metode HMF-SNI 3545:2013, SEM, dan X-Ray Fluorencence”. Kegiatan penelitian yang dilakukan meliputi pengambilan dan preparasi sampel, analisis sampel dengan XRF, HMF, dan SEM, pengolahan data, serta penyusunan laporan dan publikasi hasil penelitian. Selain itu, juga dilakukan pelatihan budidaya lebah klanceng bersama mitra dengan PIC Bpk. Nicko Awan Gumilang, S.Si.
Lebah Klanceng (Tetragonula laeviceps) dapat menghasilkan beberapa produk dengan potensi pemanfaatan sebagai additional nutrition dan alternative medicine. Produk tersebut diantaranya seperti madu, bee pollen, dan propolis. Karakter fisik dan kimia dari ketiga produk tersebut dipengaruhi oleh faktor internal seperti sumber pakan dan jenis lebah, serta faktor eksternal seperti musim, kondisi tanah, proses pengolahan, dan penyimpanan. Pada saat ini, di pasaran terdapat banyak produk hasil budidaya lebah yang telah dipalsukan. Komposisi dan struktur produk dapat digunakan sebagai indikator keaslian dan kemurnian suatu produk. Melalui penelitian ini, dilakukan analisis kandungan mineral pada propolis dan kandungan Hydroxymethylfurfural (HMF) pada produk madu. Hasil analisis pada kedua produk tersebut dapat menjadi standar kemurnian produk lebah klanceng. Selain itu, dilakukan identifikasi dan karakterisasi sumber makanan lebah klanceng (polen) yang ditemukan di dalam sarang koloni mereka. Diversitas jenis polen yang ditemukan berpengaruh secara langsung terhadap kualitas produk yang dihasilkan, dimana polen mengandung protein, lipid, dan mikronutrien lain yang menjadi sumber nutrisi bagi koloni lebah.
Berdasarkan rangkaian kegiatan penelitian yang dilakukan, ditemukan setidaknya terdapat enam jenis polen pada sarang lebah klanceng. Polen tersebut berasal dari tumbuhan dominan yakni Pinus sp. serta ditemukan polen lain dari kelompok tumbuhan Citrus sp., Arecaceae, Fabaceae, Loranthaceae, dan Myrtaceae. Disisi lain, analisis propolis menunjukkan kandungan mineral dan ion Ca, SiO2, SO3, Fe, dan K yang cukup tinggi. Untuk sampel madu, ditetapkan standar kemurnian berdasarkan kandungan HMF sebesar 3,74 mg/kg.
Salam lestari
#Mbkm Penelitian 2023 – Kebon Pasinaon
Sejumlah 5 mahasiswa biologi UGM yakni Rachmawati Dwi Hasanah, Vida Rahma Lathifah, Tiara Amelia Putri, Novia Noor Rachmawati, dan Karso Suryo Putro pada 7-18 Juni 2023 telah melakukan kegiatan Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM). Kelima mahasiswa ini dibimbing oleh Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. dan Bapak Gede Sangu Gemi sebagai pembimbing mita MBKM.
Kegiatan MBKM dilakukan secara online (daring) untuk memaparkan materi mengenai berbagai jenis melon dan aplikasi hidroponik. Melon yang digunakan sebagai subjek penelitian MBKM adalah melon kultivar ‘Hikapel’. ‘Hikapel’ merupakan melon hasil persilangan dari kultivar ♀ ‘Sun Lady’-3 dan ♂ ‘Hikadi’. ‘Hikapel’ merupakan salah satu kultivar melon yang dikembangkan oleh Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada. Hikapel memiliki kulit buah yang halus tanpa jaring dengan bentuk buah cenderung bulat. Warna kuning yang mencolok dari hikapel membuat buah ini menjadi popular di kalangan buah melon lainnya.
Kegiatan penanaman melon dilakukan di lahan green house hidroponik Dusun Jamusan, Desa Bokoharjo, Kec. Prambanan, Kab. Sleman, DIY. Melon kultivar ‘Hikapel’ ditanam menggunakan media tanam cocopeat. Kemudian teknik hidroponik yang digunakan yaitu drip irrigation system.
Selama kegiatan MBKM, mahasiswa belajar mengenai jenis-jenis teknik hidroponik, berbagai macam medium yang dapat digunakan, dan juga pengaplikasian IoT (Internet of Things) dalam hidroponik. Kemudian kegiatan diakhiri dengan pengambilan data untuk karakter fenotipik dan juga berbagai macam penyimpangan yang terjadi pada ‘Hikapel’ selama penanaman berlangsung seperti mengamati adanya segregasi dan tanaman yang terserang virus. [Penulis: Tim MBKM]
Etnobotani merupakan sebuah disiplin ilmu yang mempelajari cara pemanfaatan dan klasifikasi tanaman yang berada di alam. Indonesia memiliki keanekaragaman suku dan budaya yang berkontribusi besar dalam studi etnobotani. Selain itu, pemanfaatan tanaman lokal sebagai sumber obat terus dikaji untuk dijadikan sebagai sumber alternatif pengobatan.
Tiga mahasiswa Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada yakni Muhammad Hafid Dinata, Cinta Alivia Atha, dan Erinda Putri telah melakukan survei penggunaan tanaman tradisional Indonesia untuk perawatan kulit atau rambut. Kegiatan ini dibimbing langsung oleh Woro Anindito Sri Tunjung, M.Sc., Ph.D. dan Dr. Fajar Sofyantoro, S.Si., M.Sc. serta Khairul Anam, Ph.D. selaku pembimbing Mitra di BRIN. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) yang bekerja sama dengan mitra Pusat Riset Mikrobiologi Terapan, BRIN, Bogor, Indonesia.
Survei dilakukan pada periode bulan Februari hingga Mei 2023 melalui platform google form. Analisis data dilakukan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil survei menunjukkan berbagai jenis tanaman tradisional Indonesia yang biasa dimanfaatkan untuk perawatan kulit atau rambut. Berdasarkan hasil survei ini diharapkan para masyarakat mampu memanfaatkan tanaman di sekitarnya dengan lebih baik serta lebih paham mengenai kandungan fitokimia dan juga manfaat pada tanaman tersebut. Survei ini juga merupakan sebuah langkah awal bagi para peneliti untuk memberikan kontribusi positif dalam mengembangkan inovasi pembuatan obat dari bahan alam tanaman endemik Indonesia. Dengan demikian, tanaman endemik Indonesia mampu dimanfaatkan sebagai produk perawatan kulit dan rambut bermanfaat bagi masyarakat. [Penulis: Tim MBKM]












































