Kebutuhan akan pengembangan institusi untuk menjawab tantangan global dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya di bidang biomedis telah dicanangkan oleh Fakultas Biologi UGM sejak 10 tahun terakhir. Hal ini ditandai dengan adanya penyiapan road-map penelitian biomedis dan juga penyiapan tenaga ahli, terutama dari kalangan dosen, untuk dapat mewujudkan program studi Biomedis yang telah dimandatkan oleh UGM kepada Fakultas Biologi.
Salah satu wujud kongkret untuk menyiapkan tenaga ahli yang akan menggerakkan penelitian Biomedis, Fakultas Biologi telah mengirimkan salah seorang dosen dari Laboratorium Mikrobiologi, Abdul Rahman Siregar, untuk melakukan studi S3 pada Göttingen Graduate School of Neurosciences, Biophysics, and Molecular Biosciences (GGNB), Georg-August-Universität Göttingen. Selama melaksanakan studi doktoral, Abdul akan mempelajari karakter biologis herpes B virus (BV) pada Makaka dan patogenisitasnya pada manusia yang dikerjakan di di Laboratorium Infection Biology Unit, German Primate Center (DPZ – Deutsche Primatenzentrum), di bawah bimbingan Prof. Stefan Pöhlmann (https://www.dpz.eu/en/unit/infection-biology-unit/infection-biology-unit.html) .
Abdul memaparkan bahwa untuk melakukan riset tentang virus ini memerlukan pengetahuan dasar Biologi Molekular yang baik sehingga meskipun pernah mendapatkan matakuliah Biologi Sel dan Molekular serta Genetika Molekular, tetap harus belajar lebih banyak, terutama tentang perkembangan Biologi Molekular terkini. Selain itu pemahaman tentang savety procedure juga mutlak diperlukan karena objek yang diteliti adalah partikel yang sangat infectious yang dapat membahayakan diri sendiri. Oleh karena itu sebelum memulai kegiatan riset di laboratorium, setiap peneliti akan diperkenalkan dengan kondisi laboratorium beserta alat-alat yang tersedia, demikian juga dengan safety procedure terutama yang akan menggunakan laboratorium dengan safety level 3 (BSL 3). Abdul merasa bahwa Biologi Sel dan Molekular beserta Genetika Molekular yang pernah diajarkan di Fakultas Biologi UGM sangat bermanfaat untuk mendukung studinya demikian juga dengan pengalaman meneliti tentang virus dengue yang pernah dilakukan saat menempuh studi master di Pusat Studi Bioteknologi delapan tahun silam.
Studi tentang BV ini akan sangat bermanfaat bagi Indonesia mengingat Makaka merupakan hewan yang mudah ditemui di sekitar kita bahkan tidak jarang kita jumpai adanya interaksi langsung antara masyarakat dengan hewan tersebut tanpa adanya kekhawatiran tertular virus yang menginfeksi Makaka termasuk BV. Sejauh ini belum ada laporan tentang patogenitas BV pada Makaka, karena begitu menginveksi, BV akan masuk ke vase laten dan jarang sekali menunjukkan gejala klinis pada hewan tersebut. Herpes B virus ini akan ditrasmisikan ke manusia melalui gigitan, cipratan cairan biologis yang mengenai mata atau luka pada bagian tubuh. Sekali terinfeksi, maka BV dapat menyerang sistem saraf pusat dan menyebabkan encephalomyelitis dengan fatality rate mencapai 70% jika tidak ditangani dengan cepat.
Dengan meneliti tentang virus, Dekan Fakultas Biologi UGM, Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., mengharapkan Fakultas Biologi, terutama Laboratorium Mikrobiologi akan memiliki variasi keilmuan yang lebih lengkap. Selama ini Laboratorium Mikrobiologi telah memiliki pengalaman yang sangat baik dalam mengembangkan Mikrobiologi Tanah/Lingkungan, Mikrobiologi Bahan Makanan, Mikrobiologi Industri, dan juga Sistematika Mikrobia yang banyak memanfaatkan aktivitas bakteri dan fungi sebagai objek kajian dalam penelitian, dan di masa mendatang, virologi akan menjadi menjadi salah satu matakuliah yang menarik yang harus diampu oleh Laboratoium Mikrobiologi karena perkembangannya yang begitu cepat, terutama yang berkaitan dengan viral disease di Indonesia sebagai negara tropis.
Obat-obatan, antibiotik dan resitensi merupakan hal yang sangat umum di dunia farmasetikal. Hal ini berkaitan dengan kemampuan mikroorganisme dalam beradaptasi setelah terpapar antibiotik atau obat-obatan dalam dosis yang non-letal. Pada kuliah umum berjudul “Waging Chemical Warfare on Microorganism: Drugs and Drug-resistance”, Prof Kiaran Kirk, peneliti sekaligus Dean of College of Science, Australian National University Australia memaparkan secara umum bagaimana suatu obat-obatan dan antibiotik bekerja pada manusia dan bagaimana resistensi dapat terjadi secara terus menerus akibat adanya proses mutasi.
Pada sesi seminar kedua, materi disampaikan oleh Dr. Tri Rini Nuringtyas, M.Sc dari Fakultas Biologi dengan tema How to write a good research paper. Beliau membahas mengenai gambaran singkat mengenai karya tulis ilmiah, berbagai kriteria jurnal terindeks, jurnal terakreditasi, hal-hal yang harus dihindari dalam penulisan karya tulis ilmiah (plagiarism), dan jurnal predator. Pemaparan utama mengenai kiat-kiat agar karya tulis ilmiah hasil penelitian dapat memenuhi kriteria yang diinginkan oleh penerbit sehingga output jurnal ilmiah sebagai syarat kelulusan program pascasarjana Fakultas Biologi UGM dapat dipenuhi oleh mahasiswa.



Dalam rangka mengimplementasikan misi utama yaitu menghimpun lembaga-lembaga Pendidikan Tinggi di bidang Biologi, maka pada Kongres KOBI ke-2 ditandatangani nota kesepahaman antara 9 Perhimpunan dan Asosiasi Peneliti dan Program Studi Bidang Biologi. Adapun Nota kesepahaman ini dibuat untuk penguatan riset dasar berbasis megabiodiversitas, pengembangan SDM dan program studi life sciences, kerjasama pengelolaan jurnal, pembenahan kurikulum Pendidikan tinggi, standardisasi kualitas lulusan, kerjasama pembentukan Asosiasi Profesi Biologi dan yang terkait di Indonesia. Nota kesepahaman ini ditandatangani oleh:
Kongres ini berhasil menetapkan Ketua Umum KOBI untuk Periode 2018-2020 yaitu Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc, melanjutkan periode kepemimpinan sebelumnya yang juga dijabat oleh Dr. Budi S Daryono. Pada kesempatan ini, Ketua Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI), yang juga Dekan Fakultas Biologi Dr. Budi S Daryono menegaskan kembali visi utama pendirian KOBI yaitu berperan aktif dalam pengembangan pendidikan tinggi biologi dalam penguasaan keanekaragaman hayati, untuk pemanfaatan sumber daya alam hayati (bioresources) secara optimal dan berkelanjutan bagi kesejahteraan umat manusia dan kelestarian lingkungan. Selain itu, Dr. Budi juga menyampaikan pentingnya profesi biolog di Indonesia. “Profesi biolog memegang peran penting di Indonesia yang merupakan negara megabiodiversitas. Terutama, sebagai salah satu garda terdepan penyelematan, pemanfaatan dan pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.” Pungkas Dr. Budi


Seluruh keluarga disambut dengan beraneka warna balon yang menyemarakkan minggu pagi yang cerah. Sembari mengisi registrasi yang sekaligus merupakan undian door prize, terpancar keceriaan dari adik-adik yang siap berpartisipasi di dalam berbagai perlombaan tradisional. Acara dibuka dengan sambutan singkat Dekan Fakultas Biologi, Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., dan segera dilanjutkan dengan senam pagi bersama. Berkat senam pagi rutin setiap Jum’at pagi, semua gerakan senam instruktur diikuti dengan penuh kekompakan oleh peserta senam. Bubur ayam hangat, aneka jajanan tradisional beserta sumbangan lagu dari tiap unit kerja merupakan resep jitu melepas lelah pasca senam pagi.
