Berikut disampaikan jadwal uas semester gasal 2018/2019 selengkapnya dapat diakses disini

Tak terasa, salah satu program teknologi tepat guna (TTG) yang dicanangkan oleh Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat UGM ini akan berakhir. Kegiatan panen yang menjadi salah satu output kegiatan menjadi symbol penutupan kegiatan ini sekaligus. Seperti tujuan awalnya yaitu mengenalkan teknologi kastrasi polinasi ke masyarakat yang diharapkan akan menghasilkan produk semangka orange, maka dalam kegiatan panen ini sekaligus sebagai ajang pembuktian dari tercapainya salah satu tujuan tersebut. Setelah dilakukan penanaman semangka merah var. Puteri Delima dan semangka kuning var. Maduri, kemudian dilakukan teknik kastrasi polinasi tersebut dan ditunggu selama kurang lebih 2 bulan lamanya.
Kegiatan panen ini kemudian dilakukan pada hari Minggu, 7 Oktober 2018 pada pukul 09.00-10.00 WIB di lahan Desa Depokrejo, Ngombol, Purworejo. Kegiatan dihadiri oleh ketua program TTG, Drs. Heri Sujadmiko, M.Si, dekan Fakultas Biologi yaitu Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., kepala Desa Depokrejo yaitu Legino, dan 25 orang dari kelompok tani yang membantu selama proses penanaman hingga pemanenan. “Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah, kegiatan panen ini dilakukan cukup lancar. Para petani juga terlihat sangat bersemangat menantikan momentum panen ini karena sebagai pembuktian hasil yang telah kita lakukan bersama ini” ujar Drs. Heri sujadmiko saat ditemui pada saat kegiatan panen berlangsung. “Buah yang dipanen juga cukup banyak ya dari ketiga varietas semangkanya. Dihasilkan sebanyak kurang lebih 220 buah yang berdaging merah dari 250 tanaman, 236 buah yang berdaging buah kuning dari 250 tanaman, dan semangka orange yang dihasilkan sekitar 198 buah namun masih ada juga yang daging buah berwarna parsial.
Namun buahnya sangat terasa manis untuk yang orange ini” sambungnya. Petani terlihat cukup puas dengan hasil panen tersebut. Kegiatan di lapangan kemudian dilanjutkan penutupan di balai Desa Depokrejo sekaligus penyampaian materi oleh Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. dilanjutkan tanya jawab oleh peserta panen hari itu. “Kami sangat apresiasi dengan program yang telah dilakukan ini, namun harapan ke depannya kami para petani diberikan kesempatan lain dalam pelatihan kastrasi polinasinya kembali agar hasilnya lebih maksimal” ujar Eko Buntoro, salah satu anggota kelompok tani tersebut. Acara ditutup secara simbolis, dipimpin oleh ketua pelaksana hibah pada pukul 12.00 WIB dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Penutupan ini sekaligus menjadi akhir dari kegiatan program TTG tahun ini. “Insya Allah tahun depan apabila masih ada rezeki bisa melakukan program di sini kembali. Kami sangat menantikannya” tambah Eko Buntoro.
Minggu, 02 September 2018 Tim Pelaksana Hibah Teknologi Tepat Guna dari Fakultas Biologi UGM memperkenalkan teknik kastrasi dan polinasi pada semangka. Pada kegiatan ini dihadiri oleh beberapa orang petani dan petani mitra. Kegiatan ini bertujuan untuk sharing ilmu pengetahuan kepada petani lokal yang harapannya melalui kegiatan ini tranfer ilmu dapat berjalan dengan baik. Kegiatan ini dilaksanakan di kebun pertanian semangka yang telah ditanam pada 02 Agustus 2018 lalu, saat ini umur tanaman telah mencapai 30 HST (Hari Setelah Tanam).

Kegiatan pelatihan ini diawali dengan pembukaan, dan dilanjutkan dengan penjelasan mengenai teknik kastrasi dan polinasi semangka serta diakhiri dengan praktek di lapangan. Kastrasi merupakan pembuangan alat kelamin jantan pada bunga semangka sedangkan polinasi merupakan penyerbukan kelamin jantan (benang sari ) ke atas kepala putik (kelamin betina). Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyilangkan antara bunga jantan semangka merah “Putri Delima” dengan bunga betina semangka kuning “Maduri”. Harapan kedepannya dari kegiatan ini yaitu diperoleh buah semangka berwarna orange yang merupakan sifat intermediet dari hasil penyilangan kedua indukan tersebut.

Dalam prakteknya, alat dan bahan yang perlu dipersiapkan adalah kertas minyak wajik, tali rafia, dan gunting. Kertas minyak wajik berfungsi untuk menutup bakal buah setelah dipolinasi tetap terjaga baik dan terhindar dari polinasi bunga jantan yang lain. Tali rafia berfungsi untuk mengikat kertas minyak dengan bakal buah yang telah dipolinasi sementara gunting berfungsi untuk memotong mahkota bunga jantan maupun bunga betina. Selanjutnya dilakukan pengambilan benang sari bunga jantan dari semangka merah dan dibubuhi ke atas kepala putik bunga betina setelah itu ditutup menggunakan kertas minyak dan diikat pada tangkai daun menggunakan tali rafia untuk menjaga agar hasil polinasi terhindar dari lalat buah.
Menurut Titur yang merupakan salah seorang petani yang hadir, “teknik penyilangan seperti ini baru pertama kali dilakukan untuk menyilangkan dua individu yang berbeda jenis. Selain itu metode yang diterapkan juga menarik, disebabkan karena pengenalan metode ini menjadi salah satu referensi baru dalam menjaga buah agar terhindar dari lalat buah”. Mereka berharap setelah kegiatan ini dapat menerapkan metode kastrasi dan polinasi ke lahannya masing-masing. Mereka juga berharap semoga buah semangka yang telah dikastrasi dan polinasi hasil praktek tersebut dapat berhasil dengan kualitas panen yang baik.
Berikut disampainkan pengumuman mengenai info klaim dana insentif prestasi & pendaftaran partisipasi kompetisi 2018 selengkapnya dapat dilihat di tautan ini
Sabtu (27/10) Kelompok Studi Arsitektur Taman melakukan kegiatan Social Project yang bertempat di Desa Mardikorejo, Tempel, Kabupaten Sleman. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memfasilitasi mahasiswa khususnya anggota Kelompok Studi Arsitektur Taman untuk mengabdikan diri secara langsung dengan ilmu yang telah didapatkan kepada masyarakat.

Kegiatan pengabdian ini diawali dengan penataan ulang taman dari beberapa rumah warga oleh anggota Kelompok Studi Arsitektur Taman. Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan melakukan penanaman tanaman hias pada tiap-tiap rumah masyarakat untuk menghasilkan lingkungan yang lebih tertata dan terlihat rapi serta indah. Kegiatan pengabdian ini dilanjutkan sesi pematerian tentang tanaman hidroponik oleh dosen Fakultas Biologi Sidiq Permana Putra S.Si., M.Sc dengan berkolaborasi bersama Terasponik. Sesi pematerian bersama Terasponik tersebut dihadiri oleh masyarakat setempat dengan sangat antusias, mengingat Desa Mardikorejo merupakan salah satu desa yang telah mengembangkan desanya melalui bidang pariwisata, khususnya pemberdayaan tanaman hias.
Menurut pembicara dari Terasponik, tanaman hidroponik merupakan tanaman dengan proses penanaman menggunakan media air atau media lain seperti arang sekam dan cocopit. Hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan hidroponik adalah syarat media tanam tidak mengandung unsur hara. Tanaman hidroponik sangat mudah untuk diterapkan pada tanaman sayur terutama dalam mengatur waktu masa panen, sehingga hasil produksinya lebih banyak, dan menghasilkan keuntungan yang besar. Proses penanaman dan perawatannya pun sangat mudah, selain itu tanaman hidroponik merupakan proses penanaman tanaman dengan pemanfaatan lahan yang tidak terlalu luas.


Kegiatan terakhir diisi dengan kegiatan sosialisasi tentang Konservasi Lingkungan dan Ekowisata yang disampaikan langsung oleh Raditya Nugraha, S.Si. dari Badan Lingkungan Hidup Yogyakarta. Acara tersebut dihadiri oleh para masyarakat dan mahasiswa. Pada presentasi tersebut disampaikan tentang urgensi dari lingkungan hidup, pengembangan wanadesa disertai manfaat dan pengelolaan wanadesa yang baik serta kiat-kiat dalam pengembangan desa wisata. Pematerian ini sekaligus sebagai penutup dari kegiatan Sosial Project yang diselenggarakan Kelompok Studi Arsitektur Taman. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan mahasiswa dapat saling berkontribusi dan bermanfaat bagi masyarakat serta menjadikan desa Mardikorejo menjadi desa wisata yang lebih baik lagi.
Dalam rangka tindak lanjut Kongres KOBI ke-2 yang diselenggarakan di Universitas Surabaya (UBAYA) bulan Agustus lalu, selanjutnya KOBI melaksanakan Rapat Kerja Nasional yang bertempat di Aula Timur Institut Teknologi Bandung pada 9 Oktober 2018.
Acara diawali dengan pemilihan dan penetapan pengurus KOBI tahun 2018-2020 dimana bendahara KOBI selanjutnya diamanahkan kepada Dr. Sri Kasmiyati, M.Si dari Universitas Kristen Satya Wacana. Untuk koordinator kerjasama jurnal wilayah Indonesia Timur yaitu Dr. Puguh Sujarta (UNCEN), serta wilayah Indonesia Barat adalah Dr. Berry (IPB). Selain itu, Dr. Hadi Suwono dari Universitas Negeri Malang yang merupakan ketua asosiasi program studi biologi Indonesia dipercayakan sebagai koordinator bidang kurikulum pendidikan biologi.
Rakernas dilanjutkan dengan pemaparan ulang visi dan misi KOBI oleh Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc selaku ketua periode 2018-2020 serta pembahasan ulang program kerja KOBI tahun 2018-2020. Secara garis besar, program kerja KOBI 3 tahun mendatang difokuskan pada pembinaan program studi, peran akreditasi program studi, pembentukan ikatan profesi, pengembangan MOOC, kerjasama akademik, pembinaan jurnal ilmiah, dan peningkatan peran KOBI. KOBI juga memfasilitasi atau mewadahi organisasi lainnya terkait, antara lain mikrobiologi dan bioteknologi. Adapun program kerja secara detail dapat di akses disini http://ugm.id/KongresKOBI2. Pada kesempatan ini pula dibahas terkait rencana penyelenggaran dan penganugerahan nobel biologi Indonesia di Pontianak pada tahun 2019. Selanjutnya, dalam rangka pengejawantahan salah satu program kerja KOBI khususnya poin pembentukan Ikatan Profesi Biologi, KOBI akan menginisiasi kerjasama dengan Puslabfor POLRI dalam rangka penyusunan naskah akademik profesi biologi forensik sesuai KKNI level 7. Pada kesempatan ini, dibahas pula rencana sertifikasi profesi mikrobiologi dan rencana pembuatan Massive Open Online Course (MOOC).
Peneliti Fakultas Biologi Sinergikan Riset Tebu Indonesia Di Ajang Seminar Internasional Di Filipina
Pada tanggal 19- 20 Oktober 2018 tiga mahasiswi Fakultas Biologi yaitu Bening Larasati, Christy Ariesta dan Cindy Gresyllia Permadani berkesempatan mengikuti Konferensi International Conference on SAFE (Sustainable Agriculture, Food and Energy) #6 yang diinnisiasi oleh Pampage State Agricultural University (PSAU), Philippines Centre for Postharvest and Mechanization (PhilMech), dan Central Bicol State Universit of Agriculture (CBSUA) di Manila, Filipina, sebagai presenter. Kegiatan konferensi yang bertemakan “Inclusive Agri-food Energy Production for Comuntiy Empowerment in a Changing World“ ini diawali dengan kegiatan pre-conference tour pada tanggal 19 Oktober dengan mengunjungi IRRI (International Rice Research Institute) yang merupakan pusat penelitian padi terbesar di Asia, UPLB dan juga salah satu tempat wisata popular di Filipina yaitu Tagaytay.
Hari selanjutnya pada tanggal 20 Oktober diselenggarakan konferensi yang bertempat di I’M Hotel, Makati, Filipina. Kegiatan dimulai dari pukul 7.30 hingga 18.00 waktu setempat yang terbagi kedalam dua sesi. Sesi pertama pada pukul 9.00 hingga 14.00 merupakan sesi diskusi dan presentasi hasil penelitian oleh Key Note Speakers yang merupakan Guru Besar dari berbagai negara seperti Sri Lanka, Filipina, Thailand, Vietnam, Taiwan, USA, Irak, India, dan Malaysia.Pada sesi kedua pukul 14.00 hingga 18.00 merupakan sesi presentasi kelas paralel yang dibagi ke delapan ruangan kelas presentasi dan diskusi hasil penelitian. Konferensi Internasional ini merupakan sarana bagi peneliti untuk bertukar pikiran melalui hasil penelitian mengenai agrikultur, pangan, dan energi yang terbaharui.
Tiga mahasiswa delegasi Fakultas Biologi UGM dibawah pembimbingan ibu Ganies Riza Aristya, S.Si., M.Sc., berkesepatan untuk mempresentasikan hasil penelitian kami yang berjudul Evaluation of Pest Control Based on Morphological Character Variation on 20 Varieties and Genetic Variation Based on RAPD of Sugarcane (Saccharum officinarum L.) in Indonesia. Adapun dari presentasi ini kami mendapat masukan dari berbagai pihak untuk penelitian yang lebih komprehensif dan harapannya hasil peneltian ini akan di publikasikan pada International Journal of Advanced Science, Engineering and Information Technology (IJASEIT) ISSN: 2088-5334 (SCOPUS-INDEXED JOURNAL) atau IOP Proceeding (Scopus-indexed Proceeding). Kami selaku mahasiswa delegasi Fakultas Biologi UGM mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kami dalam kegiatan Konferensi Internasional ini diantaranya Ditmawa Universitas Gadjah Mada, Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, Potma Fakultas Biologi UGM, Tanoto Foundation dan Kegiatan Kerja sama Penelitian, Pengkajian, dan Pengembangan Pertanian Strategis (KP4S), Badan Pengembangan dan Penelitian Pertanian Republik Indonesia sehingga kegiatan ini dapat berjalan lancar.
Berikut disampaikan mengenai rekrutmen tenaga taruh Waktu pengelola website fakultas selengkapnya dapat dilihat di gambar bawah ini

Formasigen kembali menghadirkan Seminar Rutin ‘GenTalk’ pada Rabu, 17 Oktober 2018 . Sudah bukan menjadi rahasia lagi bahwa Laboratorium Genetika dan Pemuliaan, Fakultas Biologi UGM telah menghasilkan berpuluh-puluh peneliti unggul setiap tahunnya. Hal ini tidak hanya didukung dengan metode yang semakin maju, namun hasil penelitiannya pun telah banyak digunakan sebagai acuan maupun referensi di berbagai penelitian di Indonesia. Berangkat dari hal tersebut, Laboratorium Genetika dan Pemuliaan melakukan terobosan dengan menghadirkan seminar rutin yang dikenal dengan GenTalk.
Seminar ini berupa seminar rutin hasil penelitian dari berbagai peneliti maupun dosen di Laboratorium Genetika dan Pemuliaan, Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada. Kegiatan Seminar rutin ini dilaksanakan sejak 2012 dengan tujuan menambah wawasan bagi para peneliti di dalam maupun luar Universitas Gadjah Mada yang tertarik dalam bidang Genetika dan Pemuliaan.
GenTalk kali ini mengundang tiga alumnus Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada sebagai narasumber yaitu Ahmad Al Arif, S.Si. (2014), Muh. Nashrurokhman, S.Si. (2014), dan Chyntia Putri, S.Si. (2014) dengan mengangkat tema “Pengembangan Bentuk Deteksi Mutasi pada Thalassemia dan Hamoglobinopati”. Acara dimulai pukul 16.00 WIB di Laboratorium Genetika dan Pemuliaan, Fakultas Biologi, UGM. Acara dibuka oleh Himawan Masyhuri selaku MC. “Harapannya acara-acara seperti ini dapat dilaksanakan semakin rutin bahkan dua minggu sekali, ungkapnya”.
Acara dilanjutkan dengan pemaparan hasil penelitian dari ketiga alumnus Fakultas Biologi, UGM tersebut. Ahmad Al Arif, S.Si. memaparkan mengenai Patofisiologi, Jenis, serta Dasar Molekuler Thalassemia dan Hemoglobinopati. Pola hereditas Thalassemia dan Hemoglobinopati. Distribusi dan frekuensi pembawa Thalassemia di Indonesia. Pemaparan mengenai pentingnya upaya pencegahan serta deteksi melalui pemeriksaan Complete Blood Count, apusan darah perifer, serta analisis hemoglobin. Deteksi mutasi Thalassemia dan Hemoglobinopati dengan diagnosis klinis maupun data klinis.
Kemudian pemaparan dilanjutkan oleh Muh. Nashrurokhman, S.Si. dan Chyntia Putri, S.Si. yang menjelaskan mengenai metode deteksi Thalassemia maupun Hemoglobinopati secara molekuler antara lain dapat dengan menggunakan sekuensing, RFLP (Restriction Fragment Length Polymorphism), T-ARMS-PCR (Tetra Primer Amplification Refractory Mutation System), Tm-Shift Real Time PCR, dan HRMA (High Resolution Melting Temperature).
Acara berlangsung sangat menarik, dibuktikan dengan antusiasme peserta seminar yang mengajukan beberapa pertanyaan dan diskusi singkat. Chalvia Zuyyina, Ketua Formasigen periode tahun 2018, mengungkapkan dengan diadakannya acara seperti ini, diharapkan mampu meningkatkan ide-ide maupun kreatifitas dari mahasiswa serta peneliti sekaligus sebagai ajang mempererat tali silaturahmi antar peneliti.
Pada hari Selasa, 9 Oktober 2018, Dosen beserta mahasiswa Fakultas Biologi dan Fakultas Pertanian UGM, kembali mengadakan kegiatan Pelatihan dalam rangka Pengabdian kepada Masyarakat berbasis Teknologi Tepat Guna di Dusun Banyunganti, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulonprogo. Pelatihan Wirausaha Anggrek dan Pembuatan souvenir, diikuti oleh 22 orang ibu-ibu rumah tangga yang tergabung dalam Kelompok Tani Wanita (KWT) Anggrek Banyunganti. Kegiatan dilaksanakan mulai pukul 10.00 sampai 15.00 WIB, bertempat di rumah kepala Dusun, Bapak Sutarman. Acara dibuka dengan semangat oleh MC, Oktaviana Herawati, S.Si, alumni Fakultas Biologi UGM. Diawali kata sambutan dari Ketua Tim Pengabdian Masyarakat berbasis TTG Anggrek Kulon Progo Fakultas Biologi UGM, Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc, yang menegaskan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan kegiatan kita bersama untuk dapat menggali potensi-potensi yang ada di Dusun Banyunganti yang telah terkenal dengan Ekowisata Taman Sungai Mudalnya, untuk dapat dikembangkan sebagai Desa Mandiri di Kulon Progo.
Pemilihan lokasi kegiatan sebagai tempat dilaksanakan pengabdian masyarakat, bukan tanpa alasan dikarenakan kawasan tersebut sedang dikembangkan menjadi kawasan Sentra Wisata Anggrek Kabupaten Kulon Progo. Kawasan Banyunganti sendiri merupakan daerah yang memiliki jenis tanaman anggrek lokal khas Kulon Progo. Anggrek lokal menjadi salah satu potensi besar daerah yang harus dikembangkan agar dapat menjadi pendapatan lebih bagi masyarakat. Perlu adanya fokus dari masyarakat dalam berbisnis untuk menambah pendapatan bagi masyarakat. Hal itulah yang menjadi topik yang disampaikan oleh narasumber dalam kegiatan ini yaitu Dr. Ir. Aziz Purwantoro, M.Sc. dari Fakultas Pertanian UGM. Beliau selaku penggiat bisnis, memberikan tips dan trik dalam membangun usaha bisnis dengan melihat potensi kawasan Banyunganti yang dapat diangkat. Dapat berupa membuat souvenir khas daerah tersebut atau makanan khas yang dapat menarik minat wisatawan. Beliau juga menekankan tentang pentingnya berinovasi dalam membangun suatu usaha.
Semangat dan antusias yang begitu besar terpancar dari raut wajah para peserta. Kegiatan kali ini dikemas sangat menarik dengan mengajak seluruh peserta untuk belajar melukis hijab cantik bermotif bunga anggrek. Tidak hanya itu saja, pembuatan bros dan gantungan kunci dari bunga anggrek asli dengan pelapisan resin yang sangat menarik juga turut mewarnai rangkaian acara yang belangsung kurang lebih 4 jam tersebut. Semua hasil karya peserta dapat dibawa pulang sebagai kenang-kenangan dan tentunya hal ini menjadi harapan besar kita bersama agar lewat kegiatan ini, masyarakat menjadi lebih terpacu untuk bereksplorasi, mengembangkan kemampuan, dan memacu diri agar dapat membuat usaha mandiri untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Saya sangat senang dengan kegiatan ini, semoga kegiatan ini sering-sering dilakukan agar kami dapat menambah ilmu untuk membuat kerajinan dari tanaman anggrek” ucap ibu Partinah.
Ibu Endang dan seluruh anggota Tim Pengabdian TTG Anggrek yang tidak lain ialah mahasiswa S1 dan S2 Fakultas Biologi UGM juga turut mengambil bagian bersama peserta membuat aneka

kerajinan tangan. Bu Endang berpesan agar lewat kegiatan ini, masyarakat Banyunganti dapat melihat peluang yang baik dalam berbisnis untuk meningkatkan potensi daerahnya sebagai Sentra Wisata Anggrek khas Kulon Progo.
Di akhir kegiatan, Pak Sutarman mengajak seluruh peserta dan Tim Pengabdian berfoto bersama dan menutup rangkaian kegiatan pada hari ini dengan sangat meriah yaitu bersama-sama meneriakkan “Bela Kulon Progo, “Beli Kulon Progo”!!!. (Zulwanis/KMP F. Biologi UGM)




















