Sebagai organisasi yang didirikan di Yogyakarta 7 tahun lalu tepatnya 22 September 2011, KOBI bertujuan untuk berperan aktif dalam pengembangan pendidikan tinggi biologi dalam penguasaan keanekaragaman hayati, untuk pemanfaatan sumber daya alam hayati (bioresources) secara optimal dan berkelanjutan bagi kesejahteraan umat manusia dan kelestarian lingkungan. Dalam mengejawantahkan tujuan tersebut, KOBI memiliki misi yaitu:
1. Menghimpun lembaga-lembaga Pendidikan Tinggi dibidang Biologi baik pemerintah maupun swasta.
2. Melakukan komunikasi, menjalin kerjasama dan bersinergi dengan lembagalembaga yang bergerak dalam bidang biologi dan bidang terkait, baik di dalam maupun di luar negeri.
3. Membantu pemerintah dalam pembangunan berbagai sektor kehidupan yang terkait dengan bidang biolog.
Dalam rangka mengimplementasikan misi utama yaitu menghimpun lembaga-lembaga Pendidikan Tinggi di bidang Biologi, maka pada Kongres KOBI ke-2 ditandatangani nota kesepahaman antara 9 Perhimpunan dan Asosiasi Peneliti dan Program Studi Bidang Biologi. Adapun Nota kesepahaman ini dibuat untuk penguatan riset dasar berbasis megabiodiversitas, pengembangan SDM dan program studi life sciences, kerjasama pengelolaan jurnal, pembenahan kurikulum Pendidikan tinggi, standardisasi kualitas lulusan, kerjasama pembentukan Asosiasi Profesi Biologi dan yang terkait di Indonesia. Nota kesepahaman ini ditandatangani oleh:
- Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI)
- Ikatan Program Studi Bioteknologi Indonesia (IPSBI)
- Perhimpunan Mikrobiologi Indonesia (PERMI)
- Konsorsium Bioteknologi Indonesia (KBI)
- Asosiasi Program Studi Pendidikan Biologi (APSPBI)
- Perhimpunan Mikologi Indonesia (Mikoina)
- Fakultas Teknobiologi Universitas Surabaya (FTb-UBAYA)
- Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya (FK-UBAYA)
- Fakultas Farmasi Universitas Surabaya (FF-UBAYA)
Kongres ini berhasil menetapkan Ketua Umum KOBI untuk Periode 2018-2020 yaitu Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc, melanjutkan periode kepemimpinan sebelumnya yang juga dijabat oleh Dr. Budi S Daryono. Pada kesempatan ini, Ketua Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI), yang juga Dekan Fakultas Biologi Dr. Budi S Daryono menegaskan kembali visi utama pendirian KOBI yaitu berperan aktif dalam pengembangan pendidikan tinggi biologi dalam penguasaan keanekaragaman hayati, untuk pemanfaatan sumber daya alam hayati (bioresources) secara optimal dan berkelanjutan bagi kesejahteraan umat manusia dan kelestarian lingkungan. Selain itu, Dr. Budi juga menyampaikan pentingnya profesi biolog di Indonesia. “Profesi biolog memegang peran penting di Indonesia yang merupakan negara megabiodiversitas. Terutama, sebagai salah satu garda terdepan penyelematan, pemanfaatan dan pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.” Pungkas Dr. Budi


Seluruh keluarga disambut dengan beraneka warna balon yang menyemarakkan minggu pagi yang cerah. Sembari mengisi registrasi yang sekaligus merupakan undian door prize, terpancar keceriaan dari adik-adik yang siap berpartisipasi di dalam berbagai perlombaan tradisional. Acara dibuka dengan sambutan singkat Dekan Fakultas Biologi, Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., dan segera dilanjutkan dengan senam pagi bersama. Berkat senam pagi rutin setiap Jum’at pagi, semua gerakan senam instruktur diikuti dengan penuh kekompakan oleh peserta senam. Bubur ayam hangat, aneka jajanan tradisional beserta sumbangan lagu dari tiap unit kerja merupakan resep jitu melepas lelah pasca senam pagi.
Semarak acara siang itu kemudian dilanjutkan dengan seremonial pembukaan dengan ditampilkannya tarian selamat datang dan selanjutnya sambutan oleh Dr. Sugeng sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. Dalam sambutannya Beliau menghimbau agar kawasan ini nantinya akan memperluas kiprah dalam meningkatkan tingkat ekonomi masyarakat dengan cara membuat homestay, sanggar tari sebagai pusat budaya dan tak kalah penting adalah greenhouse dalam mewujudkan pengembangan tanaman hias. Selain pengembangan greenhouse ini nantinya juga diharapkan sebagai sarana pembelajaran dalam hal budidaya anggrek skala rumah tangga bagi masyarakat sekitar. Oleh karena itu, kerja sama dengan pihak akademisi dinilai memiliki peranan yang sangat krusial. Setelah itu acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) antara pihak Kampung Flory dan pihak bisnis start up. Secara simbolis bantuan program sosial ini dilakukan dengan penandatangan prasasti Greenhouse didampingi oleh Dinas Pertanian Kabupaten Sleman dan dilanjutkan foto bersama. Tidak hanya berhenti sampai disana antusiasme acara kala itu juga dilanjutkan dengan dilaksanakannya sarasehan dan diskusi mengenai pengembangan Cluster dan Digital Tourism Agrowisata di kawasan Kampung Flory. Di dalam era revolusi industri 4.0 segala bentuk publikasi dan sistem haruslah bersifat digital dan ini merupakan salah satu tantangan yang cukup sulit jika masyarakat tidak dituntun untuk beralih ke arah sana. Oleh sebab itu kegiatan sosial yang melibatkan banyak elemen masyarakat dirasa menjadi kunci sukses dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat.
