Lomba karya masyarakat yang sering disingkat dengan LKM adalah ajang bergengsi yang diadakan oleh Keluarga Alumni Universitas Jendral Soedirman. LKM merupakan kompetisi Nasional dengan karya-karya yang diinovasikan dari masyarakat untuk masyarakat. LKM diadakan secara UMUM yaitu SMA, Mahasiswa, Guru, Dosen, Peneliti ataupun Instansi perusahaan.
Lomba Karya Masyarakat (LKM) dilaksanakan pada hari Minggu, 9 September 2018 di Hotel Pose-in yang berjumlah 25 Finalis. Untuk Universitas Gadjah Mada sendiri yaitu berjumlah 3 finalis. Para-finalis mempresentasikan karya-karya terbaiknya. Pada tim yang beranggotakan Giyantolin, Ilzam Shadik Maulidi, Firman Dwi Dewanto serta Alfianto maju dengan membawakan karya “filter limbah berabsorban”. Tim ini berhasil meraih juara 2 dalam ajang tersebut.
“Kami bersyukur mendapatkan juara, karena penilaian sangat ketat dan karya-karya yang dibawakan oleh para finalis juga sangat bagus-bagus. Hal ini kamu syukuri, karena semua ini hanyalah usaha yang kami lakukan selebihnya hanya Allah SWT yang menentukannya”, ujar mereka.
Seluruh keluarga disambut dengan beraneka warna balon yang menyemarakkan minggu pagi yang cerah. Sembari mengisi registrasi yang sekaligus merupakan undian door prize, terpancar keceriaan dari adik-adik yang siap berpartisipasi di dalam berbagai perlombaan tradisional. Acara dibuka dengan sambutan singkat Dekan Fakultas Biologi, Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., dan segera dilanjutkan dengan senam pagi bersama. Berkat senam pagi rutin setiap Jum’at pagi, semua gerakan senam instruktur diikuti dengan penuh kekompakan oleh peserta senam. Bubur ayam hangat, aneka jajanan tradisional beserta sumbangan lagu dari tiap unit kerja merupakan resep jitu melepas lelah pasca senam pagi.
Semarak acara siang itu kemudian dilanjutkan dengan seremonial pembukaan dengan ditampilkannya tarian selamat datang dan selanjutnya sambutan oleh Dr. Sugeng sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. Dalam sambutannya Beliau menghimbau agar kawasan ini nantinya akan memperluas kiprah dalam meningkatkan tingkat ekonomi masyarakat dengan cara membuat homestay, sanggar tari sebagai pusat budaya dan tak kalah penting adalah greenhouse dalam mewujudkan pengembangan tanaman hias. Selain pengembangan greenhouse ini nantinya juga diharapkan sebagai sarana pembelajaran dalam hal budidaya anggrek skala rumah tangga bagi masyarakat sekitar. Oleh karena itu, kerja sama dengan pihak akademisi dinilai memiliki peranan yang sangat krusial. Setelah itu acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) antara pihak Kampung Flory dan pihak bisnis start up. Secara simbolis bantuan program sosial ini dilakukan dengan penandatangan prasasti Greenhouse didampingi oleh Dinas Pertanian Kabupaten Sleman dan dilanjutkan foto bersama. Tidak hanya berhenti sampai disana antusiasme acara kala itu juga dilanjutkan dengan dilaksanakannya sarasehan dan diskusi mengenai pengembangan Cluster dan Digital Tourism Agrowisata di kawasan Kampung Flory. Di dalam era revolusi industri 4.0 segala bentuk publikasi dan sistem haruslah bersifat digital dan ini merupakan salah satu tantangan yang cukup sulit jika masyarakat tidak dituntun untuk beralih ke arah sana. Oleh sebab itu kegiatan sosial yang melibatkan banyak elemen masyarakat dirasa menjadi kunci sukses dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat.

Biofest 2018 dilanjutkan pada hari Minggu, 26 Agustus 2018 dalam bentuk stand-stand dari setiap KS/Lembaga. Bersamaan dengan berlangsungnya Music Corner dan Pembukaan Biosphere #1 yang dibuka oleh Lalu Gunawan Fadliansyah (2015) selaku Ketua BEM Biologi dan didampingi oleh Achmad Mustofa Huda (2016) selaku Ketua Pelaksana 1 Biosphere #1 . Pembukaan dilakukan dengan pemotongan pita dan perilisan timeline rangkaian kegiatan Biosphere #1.Biofest 2018 terlihat sangat meriah. Seluruh KS/Lembaga dan angkatan, yang terdiri dari sebelas KS/Lembaga dan 4 angkatan, juga tampak bersemangat bersaing menampilkan kemampuan dan bakatnya dalam bernyanyi di Music Corner. Music Corner dilaksanakan mulai pukul 10.15 hingga 13.35 WIB, yang diawali dengan penampilan pertama dari perwakilan KMK/PMK dan ditutup dengan penampilan hiburan dari perwakilan angkatan 2018.




