Yogyakarta, Sabtu 6 Oktober 2018, PKM Corner Fakultas Biologi UGM mengadakan kegiatan “Brainstorming Ide PKM” yang diadakan di Auditorium Fakultas Biologi UGM. Kegiatan yang berlangsung pada pukul 13.00 – 18.00 WIB ini, menghadirkan tiga orang narasumber yang ahli dalam bidangnya masing-masing, yaitu Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc., Dr. Eng. Fahrudin Nugroho, M.Si., dan Luqman Hakim S.Si. Kegiatan ini diikuti 90 mahasiswa Fakultas Biologi UGM.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi tentang PKM-GT oleh Dr. Eng. Fakhrudin Nugroho, M.Si., dengan moderator acara Muhammad Haekal (2016). Fakhrudin Nugroho, merupakan dosen FMIPA UGM. Beliau mengatakan bahwa Indonesia sendiri adalah Negara yang “RAWAN”. Rawan dalam artian selalu menjadi negara pengimpor baik dalam hal sandang maupun pangan, tercatat hampir 90% bahan pakaian seperti kapas, beras, jagung, bahkan gandum pun harus diimpor.
Selain masalah impor bahan pangan dan sandang, Beliau juga memaparkan bahwa masalah lingkungan dan energi juga masih menjadi PR besar bagi Indonesia. Maka, untuk meminimalisir masalah tersebut diperlukan ide-ide yang berdampak baik bagi lingkungan. Contohnya, pemanfaatan selulosa pada tanaman, pemrosesan limbah plastik menggunakan bantuan jamur dan ulat, kemudian penamanan mangrove untuk menghindari banjir, selain itu perlu adanya inovasi penataan pembangunan.
Selanjutnya pematerian tentang PKM-K oleh Luqman Hakim S.Si., pembicara muda alumni Fakultas Biologi UGM. Pada kesempatan ini, beliau menyampaikan bahwa agar lolos PKM, seperti PKM-K, mahasiswa harus memiliki partner terlebih dahulu, menggali permasalahan baru, selanjutnya menemukan gagasan serta dilakukan penawaran terhadap masyarakat tentang hal yang kita tawarkan itu. Hal ini dapat diamati pada model “Market Place”, yaitu sekelompok orang dengan permasalahan yang sama memiliki daya beli tertentu, sehingga, mereka berpeluang untuk membeli solusi yang kita tawarkan.
Pematerian selanjutnya oleh Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc., selaku dosen Fakultas Biologi UGM yang fokus penelitiannya pada mikroalga. Beliau menyampaikan tentang pentingnya brainstorming dan bagaimana cara melakukan brainstorming. Brainstorming merupakan penyampaian ide yang ada dalam pikiran dan ide tersebut tidak boleh dikritik, tetapi dapat dievaluasi. Dari ide-ide yang banyak dapat discreening, kemudian developing, melakukan research, dan testing, pada akhirnya launching. Untuk mempermudah brainstorming dapat menggunakan mind mapping. Beliau menyampaikan agar mudah mendapat ide, kita dapat membuat kelompok atau berkumpul dengan komunitas inovatif.
Acara berakhir dengan pengenalan dosen-dosen PKM per bidang yang bertujuan agar para peserta mengetahui sekiranya mereka ingin berdiskusi sesuai dengan bidang PKMnya masing-masing. Kegiatan ini diharapkkan dapat meningkatkan minat mahasiswa dalam PKM dan memunculkan gagasan ide dari mahasiswa terkait PKM sehingga semakin banyak mahasiswa dari Fakultas Biologi yang dapat lolos PKM didanai bahkan hingga ke PIMNAS.










Penghargaan Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (KRENOVA) adalah bentuk apresiasi dari Gubernur Jawa Tengah kepada para mitra dan inovator yang secara nyata mendukung dalam memajukan produk inovasi untuk masyarakat luas. Sebagaimana tujuan awal bahwa fasilitasi Penyelenggaraan Lomba Krenova tidak hanya berhenti pada pemberian penghargaan saja, tetapi para pemenang lomba diberikan fasilitasi dan pembinaan, serta pendampingan menuju Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT), melalui kolaborasi antar lembaga penelitian, Inkubator, Technopark dan Kabupaten / Kota di Jawa Tengah. Selain itu, para peserta Lomba Krenova juga mendapatkan beberapa fasilitasi lanjutan, antara lain: Pelatihan HKI, Hilirisasi Teknologi, Business Technology Center (BTC), Diseminasi dan Penyertaan Pameran, Layanan Inkubasi serta fasilitasi dalam program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) dari Kemenristekdikti. Dalam upaya meningkatkan kreativitas di bidang inovasi masyarakat perlu didorong untuk dapat menciptakan, merekayasa alat/produk yang dapat bermanfaat bagi masyarakat melalui lomba Krenova. Oleh karena itu, masyarakat perlu dipacu agar secara nyata dapat lebih kreatif dan inovatif, sehingga berkontribusi secara nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah.








Abdul memaparkan bahwa untuk melakukan riset tentang virus ini memerlukan pengetahuan dasar Biologi Molekular yang baik sehingga meskipun pernah mendapatkan matakuliah Biologi Sel dan Molekular serta Genetika Molekular, tetap harus belajar lebih banyak, terutama tentang perkembangan Biologi Molekular terkini. Selain itu pemahaman tentang savety procedure juga mutlak diperlukan karena objek yang diteliti adalah partikel yang sangat infectious yang dapat membahayakan diri sendiri. Oleh karena itu sebelum memulai kegiatan riset di laboratorium, setiap peneliti akan diperkenalkan dengan kondisi laboratorium beserta alat-alat yang tersedia, demikian juga dengan safety procedure terutama yang akan menggunakan laboratorium dengan safety level 3 (BSL 3). Abdul merasa bahwa Biologi Sel dan Molekular beserta Genetika Molekular yang pernah diajarkan di Fakultas Biologi UGM sangat bermanfaat untuk mendukung studinya demikian juga dengan pengalaman meneliti tentang virus dengue yang pernah dilakukan saat menempuh studi master di Pusat Studi Bioteknologi delapan tahun silam.
Obat-obatan, antibiotik dan resitensi merupakan hal yang sangat umum di dunia farmasetikal. Hal ini berkaitan dengan kemampuan mikroorganisme dalam beradaptasi setelah terpapar antibiotik atau obat-obatan dalam dosis yang non-letal. Pada kuliah umum berjudul “Waging Chemical Warfare on Microorganism: Drugs and Drug-resistance”, Prof Kiaran Kirk, peneliti sekaligus Dean of College of Science, Australian National University Australia memaparkan secara umum bagaimana suatu obat-obatan dan antibiotik bekerja pada manusia dan bagaimana resistensi dapat terjadi secara terus menerus akibat adanya proses mutasi.
