Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada telah mencanangkan diri untuk mengimplementasikan pembelajaran dengan menerapkan pendidikan dengan kurikulum berbasis outcome (outcome-based education) sesuai dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI http://www.kkni-kemenristekdikti.org/) untuk pendidikan program studi sarjana (S1) dan pascasarjana (S2 dan S3). Seluruh program studi biologi di Fakultas Biologi UGM telah terakreditasi A oleh BAN – PT. Akreditasi tersebut berlaku hingga 24 Januari 2020 untuk Prodi S1, dan masing-masing hingga 20 Maret 2021 dan 7 Nopember 2020 untuk Prodi S2 dan S3. Selain itu, Prodi S1 juga telah terakreditasi internasional oleh Accreditation Agency Specialized in Accrediting Degree Programs in Engineering, Informatics, the Natural Sciences and Mathematics (ASIIN Jerman). Hal ini menunjukkan bahwa Fakultas Biologi UGM telah diakui sebagai program studi yang unggul di Indonesia dan juga diakui secara internasional. Dalam tahun mendatang Prodi S2 juga akan mengajukan akreditasi ASEAN University Network Quality Assurance (AUN – QA).
Untuk selalu meningkatkan kualitas pembelajaran dari waktu ke waktu dan dalam rangka persiapan re-akreditasi, Fakultas Biologi UGM melaksanakan audit mutu internal terintegrasi (AMI terintegrasi) pada 16 Agustus 2018. Kali ini, Fakultas Biologi di audit oleh Dr. rer.nat. Nurul Hidayat, Aprilita, S.Si., M.Si. (Fakultas MIPA UGM), Dr. drh. Agustina Dwi Wijayanti, M.P. (Fakultas Kedokteran Hewan UGM), dan Ir. Eny faridah, M.Sc., Ph.D. (Fakultas Kehutanan UGM) sebagai auditor eksternal. Sedangkan untuk auditor internal, dalam audit ini melibatkan Prof. Dr. Tjut Sugandawaty, M.Sc., Dra. Tuty Arisuryanti, M.Sc., Ph.D. dan Drs. Ign. Sudaryadi, M.Kes. Audit pada siklus ini meliputi audit pada tingkat Fakultas, Audit Prodi S1, S2, dan S3, serta visitasi ke laboratorium.
Pada acara pembukaan AMI, Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. selaku Dekan Fakultas Biologi UGM menyampaikan bahwa audit mutu internal telah dilaksanakan secara regular untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan sesuai dengan visi UGM “ Ginong Prati Dino”.
Setelah pembukaan, audit tingkat Fakultas dilaksanakan dan dihadiri oleh jajaran pengelola Fakultas, yaitu Dekan, segenap Wakil Dekan, Kepala dan Sekretaris Departemen. Untuk Audit Prodi, masing-masing menghadirkan masing-masing ketua Prodi, staf dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Kemudian dilanjutkan dengan visitasi ke laboratorium di Fakultas Biologi yang terdiri dari 12 laboratorium. Seluruh temuan dan observasi auditor akan ditindaklanjuti dalam Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) untuk melakukan respon perbaikan mutu sesuai dengan rekomendasi para auditor.











Dalam acara ini I Wayan Swarautama Mahardhika mahasiswa S1 Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada berhasil meraih Juara I Kategori Lomba Penulisan Iptek dan Inovasi Kategori Umum serta mendapat penghargaan piala bergilir. Karya tulis ilmiah yang dikompetisikan berjudul Selamat Datang Kambro telah diterbitkan di Majalah Trubus pada bulan Juni 2018. Kambro sendiri merupakan ayam hibrida F1 Broiler yang berhasil dikembangkan oleh Gama Ayam Fakultas Biologi UGM dibawah bimbingan Dr. Budi Setiadi Daryono M. Agr. Sc.. Gama Ayam telah melakukan penelitian mengenai pemuliaan ayam selama kurun waktu 2008 hingga sekarang dengan pencapaian riset yang potensial untuk diimplementasikan di masyarakat. Ayam F1 Broiler atau Kambro sendiri merupakan ayam dengan kualitas yang unggul sebagai pedaging dengan karakteristik daging seperti ayam Pelung dan rasio FCR lebih rendah dibandingkan ayam Broiler dengan laju pertumbuhan mendekati ayam Broiler. Jangka panjang yang diharapkan dari penelitian ayam Kambro sendiri tentunya penerapan teknologi pemuliaan di lapisan peternak lokal untuk memberdayakan galur ayam lokal Indonesia dan mengikis ketergantungan Indonesia terhadap impor produk ayam dan DOC ayam. Penghargaan yang diberikan sebagai bentuk apresiasi ini merupakan pemotivasi bagi peneliti untuk semakin giat dan fokus menjalankan penelitian hingga dapat diimplementasikan dalam jangka panjang.
Kemudian pada sesi kedua seluruh peserta berpindah tempat menuju Fakultas Biologi UGM guna melanjutkan pelatihan dengan topik tentang akses e-resources yg dimiliki UGM. Pada sesi kedua ini acara di mulai pukul 13.00 sampai pukul 15.00 dengan lokasi di ruang pelatihan Perpustakaan Fakultas Biologi UGM. Narasumber pada sesi ini disampaikan oleh Purwani Istiana, SIP., M.A dengan materi tentang pengetahuan dan ketrampilan cara mengakses format digital atas fitur-fitur yang ada dalam format digital yang disediakan perpustakaan UGM. Pengetahuan tentang sumber-sumber informasi digital yang dapat diakses oleh mahasiswa, serta strategi mengakses sumber informasi ilmiah yang layak dijadikan rujukan juga penting dipahami dan diketahui oleh mahasiswa. Pada kesempatan ini juka dikenalkan tentang bagaimana cek antiplagiasi menggunakan fitur AIMOS serta tips dan trik dalam membekali Mahasiswa Baru yang akan mendapatkan pelatihan serupa di waktu yang akan datang.
Pelatihan dimulai pukul 09.00 WIB, acara dibuka oleh Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc. dilanjutkan dengan pematerian oleh Ir. Kadarso, M.S.. Materi yang disampaikan meliputi cara budidaya anggrek dengan sistem aeroponik dan hidroponik yang dapat dilakukan pada jenis tanaman anggrek Dendrobium, Grammatophyllum, Cattleya dan Phalaenopsis. Kemudian dijelaskan mengenai alat dan bahan yang diperlukan, yaitu bibit tanaman anggrek, arang kayu, larutan pupuk, talang air plastik, lem paralon, kain flanel, pot plastik ukuran 10 cm dan lain-lain. Masyarakat juga dijelaskan mengenai cara pengenceran pupuk, penanaman tanaman anggrek dan prosedur pemeliharaan anggrek terkait penempatan tanaman pada lingkungan tumbuh yang benar, pengkabutan air dan pemupukan, pengendalian hama dan penyakit pada tanaman anggrek. Setelah pematerian selesai, masyarakat diajak untuk mempraktikkan secara langsung pembuatan instalasi penanaman anggrek secara aeroponik dan hidroponik yang dipandu langsung oleh Ir. Kadarso, M.S. Selain itu masyarakat juga diberikan pemahaman bahwa dengan menggunakan teknik ini akan mempermudah dalam perawatan anggrek, lebih efisien dan juga lebih murah sehingga diharapkan masyarakat mampu merawat anggrek dengan lebih baik.

