Yogyakarta, 18 dan 19 November 2024 – Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada sukses menyelenggarakan Pelatihan Skema Kualifikasi Kultur Jaringan Level II, bertempat di Ruang Sidang Atas dan Laboratorium Bioteknologi, Fakultas Biologi UGM. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Uji Kompetensi Skema Kualifikasi Kultur Jaringan Level II yang akan diselenggarakan Kamis (21/11) nanti, yang dikelola oleh Tempat Uji Kompetensi (TUK) Bioteknologi Fakultas Biologi UGM.
Prof. Dr. Endang Semiarti, Ketua Pelaksana TUK, menyampaikan dalam sambutannya bahawa kegiatan tersebut diikuti oleh 12 peserta dari latar belakang mahasiswa, dosen, dan peneliti diantaranya dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Riau (UnRi), Universitas Negeri Medan, PPKS Unit Bogor, dan PUIPT Microalgae Biorefinery UGM.
Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., turut hadir dan membuka Pelatihan Skema Kualifikasi Kultur Jaringan Level II, Senin (19/11) lalu. Beliau menyampaikan dukungannya terhadap keberlangsungan penyelenggaraan Uji Kompetensi Bioteknologi di Fakultas Biologi yang didukung oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pertanian di bawah Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) tersebut. Kehadiran Dekan Fakultas Biologi tersebut turut didampingi oleh Dr. Slamet Widiyanto, M.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia, serta Abdul Razaq Chasani, Ph.D. selaku Kepala TUK Bioteknologi Fakultas Biologi UGM.
Pelatihan hari pertama diisi oleh pematerian dan diskusi bersama dengan narasumber Prof. Dr. Endang Semiarti, M.S., M.Sc. bertajuk “Pengenalan dan Dasar-Dasar Teknik Kultur Jaringan”, serta narasumber Aries Bagus Sasongko bertajuk “Kompetensi Teknik Kultur Jaringan”.
Hari kedua merupakan agenda praktikum yang diselenggarakan di Laboratorium Bioteknologi serta Stasiun Riset Karanggayam, Fakultas Biologi UGM. Praktikum terdiri atas penyiapan tanaman induk dan eksplan, pengenalan alat yang digunakan, medium, hingga teknik-teknik dasar yang digunakan dalam kultur jaringan, serta praktikum di stasiun riset.
Penyelenggaraan pelatihan ini merupakan bagian dari dukungan Fakultas Biologi UGM terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) khususnya dalam inklusifitas pendidikan dan kontribusi pelestarian ekosistem. Pelatihan ini diharapkan dapat memberi wawasan khususnya pada para partisipan, dan masyarakat pada umumnya.
Pada hari Sabtu, tanggal 02 November 2024 telah dilaksanakan KSATwork yaitu kegiatan workshop terarium di Fakultas Biologi UGM dengan mengangkat tema ‘Ghibli in the Halloween Season’. Tujuan dari diadakannya kegiatan ini adalah untuk menyebarluaskan ilmu tentang estetika dan ilmu ekologi pertamanan kepada masyarakat luas melalui workshop pembuatan terarium. Pada workshop ini pematerian terkait pembuatan terarium dilakukan oleh narasumber dari Tamankecil dan bersifat terbuka untuk umum sehingga dapat diikuti oleh berbagai pihak eksternal KSAT.
Kegiatan KSATwork diawali dengan pembukaan oleh MC yaitu Fathma ‘Ainushifa’ (KSAT 2023) dan Talitha Daris Nirwasita (KSAT 2023), serta dilanjutkan dengan pengenalan dan pematerian oleh Endra Ade Winata dari Tamankecil. Sesi pematerian dilakukan secara indoor di Ruang 1 Fakultas Biologi UGM. Sesi pematerian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan Ice breaking. Setelah sesi Ice breaking, peserta diarahkan menuju selasar selatan Gedung B Fakultas Biologi untuk melakukan workshop pembuatan terarium. Dalam sesi ini, peserta membuat terarium sendiri dengan menggunakan peralatan dan bahan-bahan yang telah disediakan oleh KSAT sesuai dengan langkah-langkah pembuatan yang diberikan pada saat sesi pematerian. Sesi pembuatan terarium dilanjutkan dengan pemberian kesan pesan dari peserta acara, penutupan, dan dokumentasi.
Kegiatan KSATwork tahun 2024 berjalan lancar dan tepat waktu. Harapannya dengan diadakan kegiatan ini seluruh peserta workshop memperoleh ilmu baru tentang estetika dan ekologi pertaman, khususnya tentang terarium. Selain itu diharapkan juga melalui kegiatan ini KSAT dapat menjalin kerjasama yang baik dengan pihak eksternal sehingga dapat semakin mengakar kuat agar Berakar Kokoh Menembus Peradaban sehingga dapat menjadi kelompok studi yang memiliki kebermanfaatan bagi sekitar lingkungan akademisi hingga ke masyarakat luas. [Penulis: Panitia KSATwork 2024]
Kelompok Studi Herpetologi (KSH) telah melaksanakan rangkaian Diklat Anggota Muda KSH XXXV: Diklat Ruang (Dikru) III di Ruang 4B dan Hutan Biologi Fakultas Biologi UGM pada hari Sabtu, 9 November 2024 pukul 07.30-13.05 WIB. Pada kegiatan ini Calon Anggota Muda (CAM) XXXV mendapatkan pematerian dari UKESMA UGM (Unit Kesehatan Mahasiswa UGM) dan MATALABIOGAMA (Mahasiswa Pecinta Alam Fakultas Biologi UGM). Adapun pematerian oleh UKESMA UGM mencakup Pembebatan dan Pembidaian serta KGD (Kegawatdaruratan) Medis dan DAGURILA sedangkan oleh MATALABIOGAMA berupa teknik hidup alam bebas. Pada tiap pematerian juga dilakukan praktik langsung mencakup pembidaian, mountaineering (penataan barang dalam carrier), dan pembuatan bivak. Pada kali ini diharapkan CAM telah siap dan mengetahui berbagai ilmu penting untuk kegiatan di lapangan.
Acara Dikru III dibuka oleh MC yakni Az-Zahra Blazei Damara Putri kemudian dilanjutkan doa, menyanyikan mars KSH, dan pembacaan kode etik KSH. Acara kemudian dilanjutkan dengan pematerian oleh UKESMA UGM dan praktik pembidaian serta tanya jawab. Setelah pematerian oleh UKESMA UGM dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat untuk narasumber yakni Naeli Syarifah dan Nur Ulya Zakiyyah Ali. Selanjutnya, dilaksanakan pematerian oleh MATALABIOGAMA kemudian dilakukan praktik langsung mountaineering dan bivak di Hutan Fakultas Biologi UGM. Setelah dari pematerian dan praktik langsung, peserta CAM XXXV melakukan kembali secara berkelompok untuk pendirian bivak yang kemudian akan dinilai oleh panitia. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat untuk narasumber MATALABIOGAMA yakni Layla Oktavia dan Nur Baehaki Romadhon. Acara ditutup dengan sedikit sharing session, evaluasi singkat, dan dokumentasi bersama serta penutupan oleh MC. Acara sendiri dihadiri oleh 7 orang CAM XXXV KSH. Secara keseluruhan acara berjalan dengan lancar dengan penuh antusias peserta. [Penulis: KSH]
Dr. Eko Agus Suyono, S.Si., M.App.Sc., dosen Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama tim yang terdiri dari Prof. Ir.Wiratni, M.T., Ph.D., IPM., Prof. Arief Budiman, D.Eng. dan Dr. Nugroho Dewayanto dari Fakultas Teknik UGM berhasil meraih pendanaan riset dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) untuk tahun anggaran 2024. Pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri, mengingat dari 43 proposal yang diajukan UGM, hanya lima yang lolos ke tahap presentasi, dan tim dari Dr. Eko menjadi satu-satunya perwakilan UGM yang mendapatkan pendanaan.
Penelitian yang diajukan berjudul “Transformasi Limbah Cair Kelapa Sawit Palm Oil Mill Effluent (POME) menjadi Produk Bernilai Tinggi Astaxanthin menggunakan Agensia Mikroalga Haematococcus pluvialis” dengan total pendanaan yang disetujui adalah lebih dari Rp 4,5 miliar untuk durasi dua tahun. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan solusi berkelanjutan bagi pengelolaan limbah cair kelapa sawit yang selama ini menjadi tantangan besar industri sawit.
Grant Riset Sawit dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) merupakan program pendanaan strategis yang bertujuan mendukung riset dan pengembangan inovasi di sektor kelapa sawit Indonesia. Program ini berfokus pada penguatan daya saing industri kelapa sawit melalui pendekatan ilmiah dan teknologi terkini, termasuk di bidang peningkatan produktivitas, pengelolaan limbah, keberlanjutan lingkungan, serta diversifikasi produk turunan kelapa sawit.
Setiap proposal yang diajukan dalam program ini dinilai melalui proses seleksi ketat meliputi evaluasi administratif, substansi ilmiah, dan presentasi. Proposal yang lolos harus memiliki dampak signifikan, baik dari sisi lingkungan, sosial, maupun ekonomi. Fokus utama riset yang didanai meliputi Bioenergi, Biomaterial/Oleokimia, Lahan/Bibit/Budidaya, Pangan/Kesehatan, Pasca Panen/Pengolahan, Penanganan Limbah/Lingkungan, dan Sosial/Ekonomu/Manajemen/ICT.
Di tahun 2024, Grant Riset Sawit dari BPDPKS mendanai total 52 judul penelitian dari 26 lembaga riset di seluruh Indonesia dengan nilai total 95 miliar. Dari awalnya terdapat 785 proposal yang mengajukan, 680 lolos administrasi, 73 lolos presentasi, dan hanya 52 proposal yang lolos untuk didanai. Penelitian-penelitian ini mencakup berbagai topik inovatif yang bertujuan memperkuat daya saing dan keberlanjutan industri kelapa sawit nasional.
Limbah cair kelapa sawit (POME) merupakan salah satu jenis limbah yang dihasilkan dalam proses produksi minyak sawit. Limbah ini memiliki potensi besar untuk dikonversi menjadi produk bernilai tinggi. Melalui penelitian ini, Dr. Eko akan memanfaatkan mikroalga Haematococcus pluvialis sebagai agen transformasi pengolah limbah menjadi produk biomassa bernilai tinggi. Mikroalga ini dikenal memiliki kemampuan menghasilkan astaxanthin yang kaya antioksidan dalam jumlah tinggi, dan dapat menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan nilai tambah limbah kelapa sawit sekaligus mengurangi dampaknya terhadap lingkungan.
Keberhasilan ini menunjukkan komitmen UGM dalam mendukung riset berkelanjutan yang memberikan dampak nyata bagi industri dan lingkungan. Sebagai satu-satunya kelompok riset dosen UGM yang lolos pendanaan dari BPDPKS tahun ini, Dr. Eko dan tim berharap hasil penelitiannya dapat menjadi model pengelolaan limbah sawit yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis tinggi.
“Dengan mengolah limbah POME dari kelapa sawit menggunakan mikroalga dapat mengatasi limbah sekaligus memberikan nilai tambah dari produk biomassa yang dihasilkan serta berkontribusi dalam pengurangan emisi karbondioksida”, ujar Dr. Eko selaku ketua peneliti.
Penelitian ini sejalan dengan beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya: SDG 12 dengan meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan limbah sawit; SDG 13 karena mendukung mitigasi perubahan iklim dengan mengurangi emisi yang dihasilkan dari limbah cair kelapa sawit; SDG 9 dengan mendorong inovasi teknologi yang dapat diadopsi oleh industri kelapa sawit serta SDG 15 dengan mendukung pelestarian ekosistem daratan melalui praktik pengelolaan limbah yang ramah lingkungan.
Informasi lebih lanjut mengenai grant riset ini dapat diakses melalui laman resmi BPDPKS di bpdp.or.id.
Tim Mahasiswa Fakultas Biologi UGM angkatan 2022 berhasil meraih Juara 2 Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) yang diselenggarakan oleh Universitas Tidar pada 5 Oktober 2024 dengan tema kegiatan “Pemanfaatan IPTEK sebagai Inovasi dalam Menciptakan Modern Agricultural Technology”.

Tim diketuai oleh Annisa Nur Baety (Biologi 2022) dengan anggota Aulia Robiatul Adawiyah (Biologi 2022) dan Dyta Dwi Ardiana (Biologi 2022) mengangkat judul karya “Potensi Polisakarida Xanthan dari Fermentasi Xanthomonas campestris sebagai Pengembangan Edible Film dalam Perlindungan Struktur Daging Mentah”
Isu yang dibahas, dilatar belakangi oleh peningkatan konsumsi daging sapi di Indonesia memicu tindakan penjual yang mengesampingkan kualitas, seperti menjual daging tak layak atau menggunakan zat pengawet. Tidak hanya itu, masyarakat sering menggunakan plastik konvensional untuk membungkus daging. Meskipun murah dan praktis, bahan ini sulit terurai, dapat mencemari lingkungan, serta mengandung zat berbahaya berupa timbal (Pb). Selain itu, Indonesia masih mengandalkan impor bahan pangan salah satunya daging, karena kualitas dan pengelolaannya yang dianggap lebih baik dibandingkan produk lokal.
Inovasi pengembangan edible film menjadi solusi untuk mempertahankan masa simpan daging mentah dengan bahan ramah lingkungan. Salah satu bakteri yang berpotensi dijadikan sebagai pengembangan edible film, yaitu Xanthomonas campestris yang memiliki kemampuan dalam memproduksi xanthan gum atau polisakarida xanthan. Bahan tersebut merupakan produk hasil fermentasi bakteri. Xanthan gum biasa ditambahkan dalam produksi makanan kemasan guna meningkatkan tekstur atau kekentalan pada makanan sehingga aman untuk dikonsumsi. Pemanfaatan bakteri tersebut dalam pengembangan edible film berpotensi untuk mendukung peningkatan masa simpan daging mentah serta mempertahankan kualitas dan struktur daging agar tetap segar.
Isu ini sejalan dengan SDGs poin 2, yakni tentang mengakhiri kelaparan, serta poin 12 yang berfokus pada produksi dan konsumsi berkelanjutan, melalui upaya peningkatan kualitas dan masa simpan daging mentah, menciptakan pembungkus makanan yang food grade dan biodegradable, serta mengurangi ketergantungan impor daging di Indonesia.
Karya tulis ini telah dipublikasikan pada Journal Institute for Advanced Science, Social and Sustainable Future (IASSSF) pada tautan berikut: https://journal-iasssf.com/index.php/ENJUST/article/view/1288
[Penulis: Annisa Nur Baety dan Aulia Robiatul Adawiyah]
Tim mahasiswa Fakultas Biologi UGM yang terdiri dari Sekar Jasmine Canitri (Biologi 2023), Pamastadewi Pryankha Hijrianto (Biologi 2023), dan Rahil Aufa Astagina (Biologi 2022) dibawah bimbingan Tyas Ikhsan Hikmawan, S.Si., M.S., Ph.D. berhasil meraih Juara 2 dalam kompetisi essay ilmiah SFE9: National Essay Competition 2024 subtema “Creative Industry” yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen Keuangan Syariah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kompetisi ini terdiri dari babak penyisihan dan babak final yang diselenggarakan dari tanggal 21 September – 19 Oktober 2024 secara online dan offline.
SFE9: National Essay Competition 2024 merupakan lomba bagi mahasiswa aktif seluruh Indonesia di tingkat nasional yang bertujuan untuk meningkatkan critical thinking mahasiswa yang kreatif dan inovatif. Kegiatan ini mengangkat tema “Critical Thinking in Starting an Inclusive Economic System”. Dengan pendekatan ilmu Mikrobiologi, Tim Mahasiswa Biologi UGM mengusung konsep “Microbe-Bank Penyedia Strain, Super Strain, dan Preservasi Bakteri “Bionus” Menuju Stabilitas Industri Bioteknologi Nasional” yang dikemas dalam karya tulis essay ilmiah pada kompetisi ini. Karya ini dilatarbelakangi akan pentingnya peran biologi molekuler yang terintegrasi di abad ke 21 sebagai salah satu fondasi dalam kemajuan peradaban. Selaras dengan hal tersebut, kenaikan industri berbasis bioteknologi menyebabkan peningkatan permintaan terhadap produk dan layanan bioteknologi di Indonesia. Menurut Biotech Indonesia, pasar jasa bioteknologi meningkat dengan Compounded Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 7,7% pada tahun 2021 dan diperkirakan akan terus terjadi hingga tahun 2026, dengan CAGR sebesar 9.1%. Akan tetapi, hingga saat ini, solusi yang ditawarkan masih berupa layanan identifikasi dan penyediaan isolat melalui universitas-universitas di Indonesia. Sementara, masih terdapat permasalahan lain yang belum terselesaikan, seperti terbatasnya strain dan super strain bakteri yang dimiliki suatu instansi. Selain itu, strain dan super strain bakteri yang berasal dari luar negeri mayoritas dibeli secara eceran tanpa kerjasama mitra sehingga berpotensi dikenakan biaya ekstra, serta keterbatasan sumber daya manusia dan fasilitas laboratorium yang kurang memadai. Oleh karena itu, perlu adanya inovasi yang selaras dengan perkembangan bioteknologi berbasis biologi molekuler sebagai solusi dari permasalah-permasalahan tersebut.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pengadaan layanan Microbe-Bank sebagai terobosan dalam penyediaan strain, super strain, dan preservasi bakteri di Indonesia. Dalam realisasinya, penggunaan IoT pada layanan tersebut penting agar dapat menjangkau berbagai daerah di Indonesia secara efisien dan terjangkau. Oleh karenanya, Bionus hadir sebagai jasa layanan penyedia strain, superstrain, dan preservasi bakteri yang mampu menyediakan berbagai spesies bakteri untuk berbagai keperluan spesifik menyesuaikan kebutuhan konsumen. Selain layanan preservasi dan penyediaan strain, Bionus mampu memenuhi kebutuhan konsumen dalam hal penyimpanan, pemurnian, karakterisasi, dan identifikasi strain melalui fasilitas laboratorium yang memadai terstandarisasi ISO/IEC 17025. Tentunya layanan ini dapat dimanfaatkan oleh berbagai sektor industri seperti agrikultur, pertambangan, konservasi lingkungan, hingga sektor kesehatan dan farmakologi. Keberadaan Bionus tidak hanya mendukung perkembangan industri bioteknologi Indonesia, namun juga penyerapan tenaga kerja terutama lulusan biologi, peningkatan kelayakan fasilitas penelitian bagi peneliti Indonesia, dan berkomitmen dalam melengkapi database biodiversitas bakteri di Indonesia. [Penulis: Pamastadewi Pryankha Hijrianto.]
Mahasiswa Pascasarjana Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada berhasil meraih prestasi pada ajang kompetisi internasional dengan mendapatkan medali perunggu (bronze medal) dalam Kompetisi Esai Internasional dan Mini Seminar 2nd IYS (International Youth Summit) 2024. Lomba ini diselenggarakan oleh Sentosa Foundation yang berkolaborasi dengan Setara Prisma Nusantara (Nusantaramuda), World Association of Young Scientists (WAYS) and Universiti Putra Malaysia (UPM) pada 9-10 November 2024, dengan mengangkat tema “Reflection and Future Ideas from Young Generation.”
Tim HortiPure terdiri atas Aryan Mustamin, Ni’ma Ainul Fuadi Nurkhalis, dan Putri Dyah Astari angkatan 2023 menyusun karya ilmiah berjudul “HortiPure: Dry Mass of Duckweed and Water Hyacinth as Bioremediators of Heavy Metals Pollution in Horticulture”, dibawah bimbingan dosen Prof. Dr. rer. nat. Andhika Puspito Nugroho, S.Si., M.Si. Karya ini berfokus pada pengembangan Suistainable Development Goals (SDGs) pada lingkungan dengan menghasilkan solusi efektif melalui pemanfaatan rumput bebek (duckweed) dan eceng gondok (water hyacinth) untuk bioremediasi logam berat pada sektor pertanian dan perkebunan. Logam berat yang terakumulasi di dalam tanah dapat menyebabkan degradasi kualitas tanah, penurunan produktivitas tanaman, kontaminasi air tanah hingga mengancam kesehatan manusia. Penggunaan kedua tanaman air ini tidak hanya dapat meningkatkan kualitas tanah dan lingkungan, namun juga berdampak positif pada SDGs. Duckweed dan water hyacinth merupakan pemanfaatan tanaman akuatik yang sangat efektif berdasarkan kapasitas penyerapan logam berat dan biomassanya yang tinggi, aksessibilitas dan pembiayaan produksi yang rendah, serta dampak ekologis positif yang dihasilkan. Pemanfaatan kedua tanaman ini juga dapat membantu dalam mengontrol pertumbuhan dan perkembangan berlebihan (blooming) yang kerap kali mengganggu ekosistem akuatik.
The 2nd IYS 2024 merupakan ajang kompetisi karya ilmiah berupa esai dan mini seminar dalam meningkatkan inovasi dan ide-ide terbarukan dari generasi muda mengenai berbagai permasalahan dan isu di dunia. Kegiatan ini terbagi dalam dua rangkaian utama, yaitu perlombaan yang meliputi tiga kategori: kompetisi esai, poster, dan video serta mini seminar yang membahas mengenai peningkatan teknologi dan generasi muda masa depan. Kompetisi ini mencakup beberapa subtema meliputi lingkungan, pertanian, edukasi, makanan, teknologi, kesehatan, serta hukum, sosial dan ekonomi yang diselenggarakan dalam bentuk ekshibisi.
Kompetisi ini diikuti oleh ratusan karya ilmiah yang kemudian diseleksi menjadi puluhan finalis dari berbagai universitas di Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Karya yang dipresentasikan oleh tim UGM mengusung subtema lingkungan, khususnya dalam pengembangan sumber daya hayati berupa tanaman akuatik yang dikeringkan kemudian diaplikasikan pada tanah yang terkontaminasi oleh logam berat. Karya HortiPure ini diharapkan dapat menjaga kualitas tanah dan air, lingkungan, dan kesehatan manusia, serta dapat berkontribusi dan sejalan dalam mencapai beberapa tujuan SDGs meliputi SDG 3 (Good Health and Well-Being), SDG 6 (Clean Water and Sanitation), SDG 12 (Responsible Consumption and Production), dan SDG 15 (Life on Land). Dengan demikian, HortiPure mempunyai potensi besar dalam meningkatkan kesehatan manusia dan kelestarian lingkungan melalui bioremediasi.
Pencapaian ini tidak hanya membuktikan kemampuan inovatif mahasiswa pascasarjana Fakultas Biologi UGM, namun juga menunjukkan komitmen mereka untuk terus berkontribusi terhadap pengembangan disiplin ilmu pengetahuan terhadap kelangsungan kehidupan dan kesehatan manusia, khususnya di bidang lingkungan. Berangkat dari keberhasilan dan prestasi tersebut, UGM terus mendukung upaya pencapaian Suistainable development Goals (SDG) pada aspek lingkungan dan keberlanjutan ilmu pengetahuan di masa yang akan datang. [Penulis: Ni’ma Ainul Fuadi Nurkhalis]
Yogyakarta, 16 November 2024 – Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Seminar Purna Tugas bertajuk “Revealing the Transformative Power of Indonesia’s Inland Waters” di Auditorium Fakultas Biologi UGM. Acara ini digelar untuk mengantarkan purna tugas Prof. Dr. Suwarno Hadisusanto, S.U. setelah 41 tahun pengabdian sebagai dosen. Seminar ini juga menjadi momen spesial yang bertepatan dengan ulang tahun ke-70 Prof. Suwarno.
Kegiatan ini menghadirkan 13 narasumber yang merupakan alumni bimbingan Prof. Suwarno dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga penelitian, serta dihadiri oleh lebih dari 170 peserta dari berbagai kalangan.
Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Panitia, Prof. Dr. rer. nat. Andhika Puspito Nugroho, S.Si., M.Si., yang menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi Prof. Suwarno. “Banyak hal yang kita terima dari Prof. Suwarno. Kami mengucapkan terima kasih dan sangat menghargai kontribusi luar biasa beliau,” ungkapnya.
Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi S. Daryono, M.Agr.Sc., dalam sambutannya sekaligus membuka acara, menyatakan, “Esensi paling penting dalam acara ini adalah penghormatan kepada Prof Suwarno dan ungkapan terima kasih khususnya dari Fakultas Biologi UGM atas dedikasi, komitmen, serta kecintaan beliau terhadap almamater dan ilmu pengetahuan”. Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan pengenalan Program Studi Profesi Kurator Keanekaragaman Hayati Fakultas Biologi, sebuah program inovatif yang mendukung pelestarian biodiversitas di Indonesia.
Seminar ini dibagi menjadi empat sesi yang menghadirkan beragam materi terkait potensi dan tantangan pengelolaan perairan Indonesia.
Sesi 1, Moderator: Siti Nurleily Marliana, Ph.D., sesi ini menghadirkan:
- Prof. Dr. Suwarno Hadisusanto, S.U. – Variasi dan Multifungsi Perairan Pedalaman.
- Prof. Dr. Tri Retnaningsih Soeprobowati, M.App.Sc. (Universitas Diponegoro) – Paleolimnologi sebagai Pengelolaan Danau Berkelanjutan.
- Prof. Dr. Agatha Sih Piranti, M.Sc. (Universitas Jenderal Soedirman) – Eutrofikasi Kultural Danau atau Waduk dan Upaya Pengendaliannya.
- Prof. Dr. Suhestri Suryaningsih, M.Si. (Universitas Jenderal Soedirman) – Peran DAS sebagai Pendukung Eksistensi Ikan Sungai dan Danau atau Waduk.
Sesi 2, Moderator: Prof. Dr. rer. nat. Andhika Puspito Nugroho, S.Si., M.Si.
- Dr. Ir. Sri Puji Saraswati, DIC., M.Sc. (UGM) – Eko-Hidrologi Eksistensi Komunitas Perairan di Tengah Perkembangan Infrastruktur.
- Dr. Puguh Sujarta, S.Si., M.Si. (Universitas Cenderawasih) – Budaya Konservasi Laut Dangkal.
- Dr. Ervina Indrayani, S.Si., M.Si. (Universitas Cenderawasih) – Danau Sentani: Keunikan dan Kekayaan Sumber Daya Hayati.
Sesi 3, Moderator: Mukhlish Jamal Musa Holle, S.Si., M.Env.Sc., D.Phil.
- Dr. Ike Nurjuwita Nayasilana, S.Si., M.Si. (Universitas Sebelas Maret) – Konservasi Air terhadap Satwa Liar.
- Dr. Susintowati, S.Si., M.Si. (Universitas 17 Agustus 1945) – Ancaman Serius terhadap Komunitas Pesisir.
- Dr. Tatag Bagus Putra Prakarsa, S.Si., M.Sc. (Universitas Negeri Yogyakarta) – Perairan Bawah Tanah: Daya Dukung Kehidupan Kelelawar Penghuni Gua.
Sesi 4, Moderator: Dr. Rury Eprilurahman, M.Sc.
- Dwinda Mariska Putri, S.Si., M.Sc. (Badan Riset dan Inovasi Nasional) – Distribusi Vertikal Zooplankton di Danau Laut Tawar.
- Heni Wahyu Sartika, S.Si., M.Sc. (UGM) – Sungai Belik sebagai Model Pengelolaan Perairan Mengalir pada saat Pandemi Covid-19.
- Maria Eva Kristiyani, S.Si., M.Sc. (SMA Kolese De Britto) – Perairan Pesisir untuk Budidaya.
- Carolina A. Inlandia, S.Si., M.Sc. (Konsultan Lingkungan) – Potensi Pencemaran Air dan Pengelolaan Embung Tambakboyo, Sleman.
Sebagai penutup, Prof. Suwarno membagikan 70 buku karyanya yang berjudul “Kantong Terakhir Anak Adalah Amanah Tuhan” kepada para peserta. Seluruh hadirin menyampaikan doa dan harapan terbaik untuk Prof. Dr. Suwarno Hadisusanto, S.U., yang telah memberikan dedikasi luar biasa selama 41 tahun bagi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada. Semoga beliau senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan keberkahan dalam menjalani masa purna tugas. Warisan ilmu dan inspirasi yang telah beliau torehkan diharapkan terus menjadi pendorong kemajuan bagi generasi mendatang. Terima kasih, Prof. Suwarno, atas pengabdian tanpa batas yang telah menjadi teladan bagi kami semua.
Pada tanggal 14 -17 November 2024, Asian Ornithological Conference telah diadakan di Beijing, China. Acara ini dihadiri oleh 528 delegasi dari 39 negara (yaitu sebanyak 505 delegasi dari Asia dan 23 delegasi dari non-Asia), yang terdiri dari 76 Universitas, 37 Lembaga Penelitian, dan 28 peserta merupakan gabungan dari peserta pameran, sponsor dan pendukung acara. Konferensi ini merupakan acara rutin empat tahunan dimana acara sebelumnya dilaksanakan di Zhuhai – China, namun dilaksanakan secara virtual disebabkan oleh pandemik Covid-19. Konferensi ini merupakan peningkatan pertukaran akademik antar negara dikawasan Asia, mempromosikan penelitian dan konservasi di bidang ornithology di Asia dan meningkatkan status dan pengaruh internasional organisasi ornithology di Asia. Acara yang berlangsung meriah ini didukung dan dipromosikan oleh International Ornithology Union (IOU) dan diselengarakan oleh Institute of Zoology, Chinese Academy of Sciences serta bekerja sama dengan International Zoological Society, China Ornithological Society dan jurnal Avian Research.
Kegiatan konferensi yang berlangsung selama empat hari ini merupakan pertukaran informasi program penelitian yang berhubungan dengan burung dibeberapa perwakilan negara-negara peserta AOC. Acara dibagi menjadi beberapa sesi yaitu: Plenary talk, dari delapan pembicara, Indonesia diwakili oleh Prof. Dr. Dewi M. Prawiradilaga yang merupakan senior dunia ornithology (Badan Riset dan Inovasi Nasional – BRIN); Keynote talk, ada empat pembicara dan dari Indonesia di wakili oleh Mohammad Irham, M. Sc. (BRIN), Youth Talk diwakili tiga pembicara. Kemudian untuk group Symposium (oral presentation) dibagi menjadi 26 sesi dan diikuti oleh 190 delegasi. Dalam Symposium ini, Indonesia diwakili oleh empat delegasi yaitu Dr. Anik Budhi Dharmayanthi dan Yohanna Dalimunthe, M.Si dari BRIN, Prof. Pramana Yuda dari Universitas Atmajaya Yogyakarta dan Dwi Agustina yang merupakan mahasiswa pascasarjana dari Universitas Gadjah Mada dan Program Koordinator di Perkumpulan Konservasi Kakatua Indonesia (KKI). Dalam konferensi ini juga, beberapa perwakilan negara mengadakan dua diskusi meja bundar, yaitu Editor-in Chief Meet and Greet. Rangkaian acara juga diramaikan dengan sesi poster presentation yang diikuti oleh lebih dari 70 delegasi dan dari Indonesia diwakili oleh Dudi Nandika, M.Si mahasiswa doktoral dari Universitas Gadjah Mada dan Ketua di Perkumpulan Konservasi Kakatua Indonesia (KKI).
Kemeriahan acara konferensi juga ditambah dengan adanya bazaar alat dan perlengkapan penelitian yang diikuti oleh beberapa perusahaan terkemuka dibidangnya baik dari China maupun di dunia. Mengikuti konferensi regional Asia ini merupakan kesempatan berharga bagi dua delegasi mahasiswa Fakultas Biologi di Universitas Gadjah Mada yang diwakili oleh Dudi Nandika dan Dwi Agustina. Walaupun keduanya telah lama menjadi praktisi dalam dunia konservasi burung khususnya burung paruh bengkok dalam Lembaga KKI, namun konfrensi ini tentu merupakan ajang mempromosikan diri dan meningkatkan jaringan di dunia yang lebih luas, serta menambah wawasan.
Dalam kesempatan berharga ini, Dudi Nandika dan Dwi Agustina tidak hanya mendapatkan Travel Award dari AOC Committee, akan tetapi keduanya juga mendapatkan perghargaan “First Prize Poster Award” untuk Dudi Nandika dan “First Prize Presentation Awards” untuk Dwi Agustina. Dalam posternya Dudi mempresentasikan tentang “Recent data analysis feeding guilds bird community as a bioindicator for Manusela National Park management, in Maluku, sedangkan Dwi mempresenatsikan tentang “Aligning cockatoo conservation efforts with local Huaulu customary wisdom on Seram Island, Maluku, Indonesia.
Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., yang merupakan Dekan Fakultas Biologi UGM sekaligus promotor Dudi menyatakan: “Alhamdulillah, selamat dan turut bangga atas perolehan award untuk kategori presentasi oral dan poster terbaik pada Asian Ornithological Conference, semoga tambah barokah”. Ucapan selamat dan rasa bangga juga diberikan oleh Dr. Dwi Sendi Priyono, M.Si., yang merupakan Dosen pembimbing keduanya.
“Rasa syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, dan ucapkan terima kasih kepada pada pembimbing Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., Prof. Dewi Malia Prawiradilaga, Dr. Dwi Sendi Priyono, M.Si., serta George Olah, Ph.D atas bimbingan dan arahannya. Terimakasih pula pada seluruh staf KKI, kolega kami Dr. La Eddy dan Dr. Paulus dari Universitas Pattimura, Dr. Herlina Agustin dari Universitas Padjajaran atas kerjasamanya, serta seluruh rekan dan keluarga yang selalu mendukung kami berdua” ungkap Dudi. Semoga apa yang saat ini telah diraih oleh Dudi dan Dwi dapat memberi manfaat dan pemacu semangat dalam upaya penelitian dan konservasi burung di Indonesia.
Dr. Tyas Ikhsan Hikmawan, M.S., Ph.D., dosen Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM), telah memenuhi undangan Jakarta Montessori School (JMS) untuk menjadi pembicara pada acara Career Day yang diselenggarakan pada hari Kamis, 14 November 2024. Jakarta Montessori School dikenal sebagai pusat keunggulan sekolah Montessori. Sekolah ini merupakan Sekolah Montessori yang terakreditasi penuh oleh Montessori Evaluation and Accreditation Board, London, dan menerima Akreditasi untuk Balita hingga Sekolah Menengah Pertama dari Badan Akreditasi Nasional Indonesia. Sekolah ini berafiliasi dengan International Montessori Council di Amerika Serikat dan bekerja sama erat dengan The Montessori Foundation dan Lab School mereka – NewGate Montessori IB School. Semua guru utamanya memiliki Diploma Montessori Internasional.
Dalam kesempatan ini, Dr. Tyas memberikan presentasi tentang Career Prospect and Registration pada program International Undergraduate Program (IUP) Fakultas Biologi UGM. Presentasi yang dihadiri oleh siswa, orang tua, dan perwakilan dari berbagai kampus luar negeri tersebut membahas berbagai peluang karier yang dapat diraih melalui pendidikan di Fakultas Biologi UGM, serta prosedur pendaftaran dan manfaat mengikuti program internasional di salah satu fakultas terkemuka di Indonesia. Dr. Tyas juga menjelaskan berbagai keunggulan dari IUP Biologi UGM, termasuk fasilitas pendidikan, kurikulum berbasis internasional, dan peluang riset yang dapat diakses oleh mahasiswa internasional.
Selain itu, acara Career Day yang berlangsung di Jakarta Montessori School juga dihadiri oleh sejumlah perwakilan dari universitas-universitas terkemuka luar negeri yang turut membuka booth untuk memberikan informasi lebih lanjut kepada para siswa tentang berbagai kesempatan pendidikan dan karier global.
Acara ditutup dengan sesi boothwalk, di mana para siswa berkesempatan untuk berinteraksi langsung dengan perwakilan kampus, serta mengeksplorasi lebih jauh tentang berbagai peluang pendidikan dan karier di tingkat internasional.
[Aulia]








































































