Yogyakarta, 19 September 2023 – Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) merayakan Dies Natalisnya yang ke-68 dengan suatu perayaan yang penuh makna. Acara tersebut dibuka dengan hangat oleh Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., yang juga memimpin acara soft launching Gedung Moeso Suryowinoto Indonesia Biodiversitas Center (MSIBC).
Gedung MSIBC menjadi simbol komitmen Fakultas Biologi UGM sebagai salah satu institusi yang sangat memperhatikan kelestarian biodiversitas di Indonesia, melalui kerja sama dan sinergi dari berbagai pihak lahirlah gedung MSIBC sebagai fasilitas guna mendukung penelitian dalam bidang biomedis dan juga biodiversitas. Dalam sambutannya, Prof. Budi menjelaskan sejarah perjalanan pembangunan gedung ini dan mengungkapkan bahwa gedung ini adalah perwujudan dari semangat civitas fakultas Biologi UGM untuk melanjutkan misi Alm. Prof. Ir. Raden Mas Moeso Suryowinoto, pendiri laboratorium bioteknologi tumbuhan pertama di Indonesia pada tahun 1974. Alm. Prof. Ir. Raden Mas Moeso Suryowinoto adalah tokoh yang mendedikasikan dirinya dalam pengembangan bioteknologi tumbuhan melalui kultur jaringan. Gedung MSIBC juga akan dijadikan kantor bagi Center for Tropical Biodiversity (Centrobio).
Acara peresmian MSIBC dipandu oleh Angellia Melliana Pramesthi, S.Si., dan dihadiri oleh berbagai tamu penting dari mitra Fakultas Biologi serta keluarga Alm. Prof. Ir. Raden Mas Moeso Suryowinoto. Suasana penuh haru terasa dalam momen ini, sebagai penghormatan terhadap perjalanan panjang dalam pengembangan ilmu biologi di Indonesia.
Setelah peresmian, acara dilanjutkan dengan doa dan pemotongan tumpeng di Gedung Auditorium Biologi Tropika Fakultas Biologi UGM dengan dipandu oleh Faya Nur Annisa Damantya, A.Md.Sek. dan Asrindon, S.I.Kom. Selanjutnya, kenang-kenangan diberikan kepada dosen dan tenaga kependidikan yang telah purna tugas sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka dalam mengembangkan fakultas ini.
Acara dilanjutkan dengan pengumuman penerima beasiswa dari hasil keuntungan Jasmine Corner, kantin yang dikelola oleh Dharmawanita Fakultas Biologi UGM. Dua mahasiswa beruntung menerima beasiswa ini sebagai dukungan terhadap pendidikan mereka. Selain itu, penghargaan diberikan kepada mahasiswa berprestasi dan tenaga kependidikan terbaik yang telah memberikan kontribusi luar biasa dalam pengembangan kampus.
Lomba Dies Natalis ke-68 Fakultas Biologi UGM juga telah sukses diadakan, dan juara dari berbagai cabang lomba seperti solo vokal, gerak semarak, dan video pendek diumumkan dengan bangga.
Sebagai bagian dari perayaan ini, Yayasan Satriabudi Dharma Setia (YSDS) memberikan sumbangan berharga berupa alat Next Generation Sequencing (NGS) dan Bahan Habis Pakai senilai 2 miliar rupiah. Ini adalah langkah besar dalam akselerasi teknologi genomik dan biomedis di Indonesia sebagai wujud dari SDGs 3 yaitu kehidupan sehat sejahtera, SDGs 4 yaitu pendidikan berkualitas serta SDGs 9 yaitu industri, inovasi, dan infrastruktur.Tak hanya itu, Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) Bangka Belitung turut berkontribusi dengan memberikan 150 bibit anggrek Vanda hookeriana khas Bangka Belitung kepada Fakultas Biologi UGM untuk dikembangkan, sebagai upaya untuk melestarikan keanekaragaman flora Indonesia (SDGs 15).
Momentum yang dinanti-nantikan adalah acara pembagian doorprize kepada peserta yang beruntung, dengan total 99 doorprize yang disiapkan. Semua peserta menyatu dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan dalam momen penutupan acara ini.
Dies Natalis Fakultas Biologi UGM ke-68 ini bukan hanya sebuah perayaan, tetapi juga sebuah peringatan akan komitmen yang kuat untuk terus berkontribusi dalam pelestarian biodiversitas, pengembangan ilmu biologi, dan pendidikan yang berkualitas. Selamat ulang tahun yang ke-68, Fakultas Biologi UGM! Semoga semangat dan visi untuk masa depan yang lebih baik terus menggelora.
Yogyakarta, 18 September 2023 – Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-68 Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM), kuliah umum edisi spesial digelar dengan tema yang menginspirasi, yaitu “Peran Alumni Kabiogama dalam Mengembangkan Pemberdayaan Masyarakat di Kalimantan Timur.” Acara ini berhasil menarik lebih dari 200 peserta yang antusias mengikuti pembahasan yang kaya akan pengalaman dan wawasan.
Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., selaku Dekan Fakultas Biologi UGM. Prof. Budi Setiadi Daryono menyampaikan terima kasih kepada Drs. Lalu Fauzul Idhi, M.Si., alumni Fakultas Biologi UGM angkatan 80 dan founder Woody Park Borneo, yang juga menjabat sebagai Ketua KAGAMA Kalimantan Timur. Prof. Budi mengungkapkan, “Ini merupakan kuliah tamu yang spesial karena besok pagi kita akan merayakan ulang tahun Fakultas Biologi UGM, dan kalau bukan karena kecintaan almamaternya pasti akan sulit mengundang Pak Fauzul Idhi dikarenakan kesibukannya.”
Dalam kuliah tamu yang inspiratif ini, Drs. Lalu Fauzul Idhi, M.Si., menjelaskan peran penting alumni Kabiogama dalam mengembangkan pemberdayaan masyarakat di Kalimantan Timur. Beliau merinci berbagai inisiatif dan proyek yang telah dilakukan oleh alumni Fakultas Biologi UGM di wilayah tersebut. Salah satu upaya utama adalah mendukung pencapaian 17 Poin Sustainable Development Goals (SDGs), mulai dari mengatasi kemiskinan hingga menciptakan kemitraan untuk tujuan pembangunan berkelanjutan.
Alumni UGM di Kalimantan Timur telah aktif terlibat dalam beragam kegiatan, termasuk Desa Inklusi, EcoPrint Academy, Gerakan Memanen Air Indonesia, budidaya anggur, budidaya bambu untuk ekowisata, budidaya kopi, dan banyak lagi. Semua kegiatan ini dilakukan dengan tujuan mengembangkan desa dan masyarakat setempat serta terdapat kegiatan membangun Tempat Uji Kompetensi (TUK) untuk bidang pertanian.
Dalam penutupannya, Pak Fauzul Idhi membagikan motto yang menjadi semangat para alumni UGM, yaitu “Garda Terdepan Beramal Nyata, Benteng Negara Indonesia.” Ini mencerminkan komitmen mereka untuk menjadi agen perubahan yang aktif dalam memajukan masyarakat dan bangsa.
Dalam penutupannya, Pak Fauzul Idhi membagikan motto yang menjadi semangat para alumni UGM, yaitu “Garda Terdepan Beramal Nyata, Benteng Negara Indonesia.” Ini mencerminkan komitmen mereka untuk menjadi agen perubahan yang aktif dalam memajukan masyarakat dan bangsa.
Kuliah umum ini bukan hanya menjadi wadah untuk berbagi pengalaman dan inspirasi, tetapi juga menjadi momentum perayaan Dies Natalis Fakultas Biologi UGM yang ke-68. Semangat dan semakin aktifnya partisipasi alumni dalam membangun masyarakat dan menjaga lingkungan semakin memantapkan Fakultas Biologi UGM sebagai lembaga yang mendukung pembangunan berkelanjutan dan kelestarian alam. Selamat Dies Natalis ke-68, Fakultas Biologi UGM! Semoga semangat perubahan ini terus berkobar dalam diri para alumni dan mahasiswa.
Yogyakarta, 16 September 2023 – Sarasehan Kabiogama, sebuah acara yang bertujuan memperkuat koneksi antara keluarga alumni Fakultas Biologi UGM, digelar dengan sukses pada tanggal 16 September 2023. Acara ini dihadiri oleh 30 peserta dari perwakilan mahasiswa dan alumni dari berbagai wilayah.
Ketua Senat Fakultas Biologi UGM, Prof Dr. Suwarno Hadisusanto serta Pimpinan Fakultas lainnya, seperti Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc., Dr. Slamet Wijayanto, M.Sc. (Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia), Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. (Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni), dan Sukirno, S.Si., M.Sc., Ph.D. (Kepala Program Studi Sarjana Fakultas Biologi), hadir dalam acara ini. Mereka turut memberikan dukungan yang berarti dalam membangun jaringan antara alumni dan mahasiswa.
Acara dibuka dengan sambutan dari Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc., selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni. Kemudian, dilanjutkan dengan sambutan oleh Drs. Heri Susanto, S.Si., MM. selaku Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat (PP) Kabiogama dengan dipandu oleh oleh Dra. Hj. Yundaru Nurantini.
Acara inti diisi dengan diskusi yang dipimpin oleh Drs. Lalu Fauzul Idhi, M.Si. selaku Ketua KAGAMA Kalimantan Timur, Drs. Ario Setra Setiadi, MM., Ph.D., CPM., ACIM., Ketua PP Kabiogama, Drs. M. Husain Kassim, M.P. selaku Ketua Bidang Organisasi PP Kabiogama, dan Yusril Ihza Farhan Wijaya, S.Si. selaku Ketua Umum Keluarga Mahasiswa Pasca Sarjana Fakultas Biologi UGM.
Diskusi tersebut mengangkat isu penting mengenai hubungan yang harus dibangun antara Kabiogama dengan mahasiswa yang tengah aktif dan yang juga merupakan calon Kabiogama di masa depan. Ini tidak hanya untuk memperkuat jaringan alumni (SDGs 17), tetapi juga untuk meningkatkan potensi mahasiswa dalam mengelola dan meningkatkan kapabilitas mereka selama berkuliah dan setelah menjadi alumni.
Kabiogama menekankan pentingnya Background Checking dalam proses melamar pekerjaan. Keterlibatan alumni dalam program-program yang diadakan oleh mahasiswa, dan sebaliknya, akan mendukung mahasiswa dalam mencari pekerjaan di masa depan. Ini adalah langkah yang penting dalam menjembatani dunia pendidikan dengan dunia kerja yang seringkali memiliki tantangan tersendiri.
Selain itu, dalam acara ini juga diharapkan agar mahasiswa saat ini mulai mengembangkan relasi dan jejaring di luar Fakultas. Hal ini akan membantu mereka dalam memperluas wawasan, mendapatkan pengalaman yang berharga, dan mempersiapkan diri pasca kelulusan untuk pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi sesuai SDGs 8.
Sarasehan Kabiogama tahun ini menjadi bukti nyata bahwa komunitas alumni Fakultas Biologi UGM sangat peduli dengan pendidikan dan perkembangan mahasiswa. Dengan semangat kolaborasi antara alumni dan mahasiswa, kedepanya setiap kegiatan pengembangan karir mahasiswa akan selalu dibimbing dan didampingi oleh Kabiogama.
Yogyakarta, 12 September 2023 – Fakultas Biologi bekerja sama dengan National Center University (NCU) dan National Health and Research Institute (NHRI), Taiwan menyelenggarakan Mini Simposium and Scholarship Interview, bertempat di Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada. Kedatangan delegasi dari NCU dan NHRI, Taiwan diterima oleh pimpinan fakultas di Ruang Sidang KPTU, Fakultas Biologi UGM. Delegasi tersebut diantaranya Prof. Chien-Chia Wang, Prof. Shen-Liang Chen, Prof. Yueh-Hsia Luo, Raden Aditya Aryandi, M.Sc. dari NCU, serta Prof. Tsung-Hsien Chuang, Prof. Jyh-Lyh Juang, Prof. Hsiu-Jung Lo, Prof. Ya-Hui Chi, Prof. Hsien-Jen Cheng dari NHRI, Taiwan. Dari Fakultas Biologi dihadiri oleh, Dr. Bambang Retnoaji, M.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni, serta Arief Muammar, S.Si., M.Sc. dari Laboratorium Mikrobiologi.
Dr. Eko selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama,dan Alumni menyampaikan profil Fakultas Biologi. Pemaparan tersebut terkait sejarah Fakultas Biologi, prestasi, program studi yang ditawarkan, fasilitas, hingga kolaborasi-kolaborasi yang terlah terjalin antara Fakultas Biologi UGM dengan berbagai lembaga dan perusahaan serta universitas di seluruh dunia.
Selanjutnya, Prof. Chien-Chia Wang, Head of Department of Life Science, National Central University menyampaikan apresiasinya dalam kesempatan berkolaborasi dengan Fakultas Biologi. NCU dan NHRI berfokus pada biomedis dan pengembangan inovasi seputar bioinformatika hingga pemfaatan AI dalam lingkup biologi.
Mini Simposium diselenggarakan bertempat di Ruang Kuliah 1 dan 2, Gedung B, Fakultas Biologi UGM. Acara tersebut dipandu oleh Indah N Fauziah, mahasiswa Pascasarjana Fakultas Biologi UGM, sebagai pembawa acara.
“Our collaboration with NCU has been establish since years. We’re confident to continue the strength collaboration,” ujar Prof. Budi selaku Dekan, pada sambutannya (12/9). Prof. Budi juga menyampaikan sudah banyak lulusan dari Biologi UGM yang melanjutkan studi dan penelitian di NCU. Sambutan tersebut dilanjutkan dengan pembukaan Mini Simposium oleh Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc.
Prof. Wang selaku Head of Department of Life Science menyampaikan sambutannya beserta presentasi profil National Central University terutama Departement of Life Science. Beliau menyampaikan fokus riset departemennya yang berada dilingkup biomedis serta terdapat Department of Medical Engineering yang mengembangkan riset terkait peralatan medis dan pengembangan inovasi bioinformatika dan AI. Sambutan dilanjutkan oleh Prof. Ya Hui Chi, selaku Chief of Student Affairs Office, NHRI. Beliau menyampaikan fokus NHRI dalam isu kesehatan bekerja sama dengan berbagai universitas dan juga pemerintah.
Sesi utama mini simposium dipandu oleh Tyas Ikhsan Hikmawan, M.Sc., Ph.D. selaku moderator. Presentasi pertama disampaikan oleh Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. yang menyampaikan materi bertajuk “Integration of Biorefinery Concept in Biofuel Production from Microalgae”. Presentasi kedua disampaikan oleh Prof. Tsung-Hsien Chuang dari NHRI. Prof. Chuang menyampaikan materi mengenai risetnya tentang Respon Imun dan TLR (Toll Like Receptor). Presentasi selanjutnya disampaikan oleh Dr. Bambang Retnoaji, M.Sc yang menyampaikan materi terkait risetnya tentang Kultivasi Ikan Wader Pari. Prof. Yueh-Hsia Luo dari NCU menyampaikan presentasi selanjutnya. Prof. Luo menyampaikan materi mengenai Interaksi Mikrobiota dan Immunitas. Selanjutnya, presentasi disampaikan oleh Dr.rer.nat. Abdul Rahman Siregar, S.Si., M.Biotech. yang menyampaikan materi bertajuk “Recombinant System and Reporter Viruses for Primate Simplexviruses”, dan dilanjutkan dengan presentasi oleh Prof. Hsiu-Jung Lo dari NHRI. Prof. Lo memaparkan materi terkait pusat riset yang ada dibawah NHRI yang berfokus pada riset-riset dibidang biomedis diantaranya Industry Innovation Research, Public Health and Policy Advocacy, dan Basic and Translational Medical Research. Presentasi mini simposium ditutup dengan pemaparan materi oleh Wahyu Aristyaning Putri, S.Si., M.Sc., Ph.D. mengenai deteksi varian Quasispessies dari Virus Hepatitis B di Indonesia.
Scholarship Interview selanjutnya dilaksanakan bertempat di Gedung KPTU Fakultas Biologi. Wawancara tersebut dihadiri oleh mahasiswa Sarjana dan Pascasarjana Fakultas Biologi UGM yang berminat untuk melanjutkan studi dan penelitian di Taiwan terutama di NCU-NHRI.
Diskusi kerja sama selanjutnya dilaksanakan di Ruang Sidang KPTU. Fakultas Biologi menginisiasi kerja sama Double Degree untuk program studi master dan doktoral serta kolaborasi UGM, NCU, dan NHRI dalam rencana pendirian Biomedical Center di UGM. Prof. Wang menyambut baik inisiasi kerja sama tersebut dan diharapkan dapat turut serta dalam peningkatan kuantitan dan kualitas riset di UGM khususnya di Fakultas Biologi UGM.
Kolaborasi Fakultas Biologi dengan NCU dan NHRI dalam pelaksanaan Mini Simposium dan Scholarship Interview menunjukkan komitmen Fakultas Biologi dalam perannya dalam pembangunan berkelanjutan sesuai dengan Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu kehidupan sehat (SDG 3), kualitas pendidikan yang baik (SDG 4), serta kemitraan (SDG 17).
Yogyakarta, 7 September 2023 – Fakultas Biologi UGM menjalin kerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Udayana dalam lingkup pelaksanaan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Kerja sama tersebut diresmikan dalam penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Ruang Senat Fakultas Biologi UGM. Agenda tersebut dihadiri oleh mitra dari Universitas Udayana diantaranya Dr. Ida Ayu Putri Darmawati selaku Kepala Program Studi Sarjana Agroteknologi, Prof. Dr. Ir. Rindang Dwiyanti, M.Sc. selaku Dosen Pembimbing MBKM beserta 4 mahasiswa yang akan berpartisipasi dalam kegiatan MBKM di Fakultas Biologi UGM selama 4 bulan kedepan. Dari Fakultas Biologi dihadiri oleh Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. selaku Dekan, Dr. Bambang Retnoaji, M.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Slamet Widiyanto, M.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia, Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni, Sukirno, S.Si, M.Sc., Ph.D. selaku Kepala Program Studi Sarjana Biologi, dan Prof. Dr. Endang Semiarti, MS., M.Sc. dari Laboratorium Bioteknologi.
Dr. Ida Ayu dan Prof. Rindang menyampaikan kedatangan mereka ke Fakultas Biologi disamping untuk penandatanganan kerja sama namun sekaligus mengantarkan keempat mahasiswanya yang akan melaksanakan MBKM Penelitian sekaligus Sit In Kelas di Fakultas Biologi UGM selama 4 bulan kedepan hingga 5 Januari 2023. Pelaksanaan MBKM tersebut juga merupakan implementasi dari kerja sama yang dijalin antara Fakultas Biologi UGM dengan Fakultas Pertanian Universitas Udayana.
Dr. Eko selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni, menyambut baik kedatangan Dr. Ida Ayu, Prof. Rindang, maupun mahasiswa-mahasiswa yang akan melaksanakan magang MBKM di Fakultas Biologi. Beliau juga menyampaikan Fakultas Biologi merupakan kampus yang beragam dengan banyak mahasiswa dari berbagai daerah termasuk dari pertukaran mahasiswa di universitas dalam maupun luar negeri. Dr. Bambang sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan dan Sukirno, Ph.D. selaku Kepala Program Studi Sarjana Biologi selanjutnya menyampaikan menyambut baik keempat mahasiswa tersebut yang akan berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran. Mahasiswa magang akan difasilitasi untuk dapat melaksanakan perkuliahan maupun magang secara efektif dan nyaman selama di Fakultas Biologi UGM.
Prof. Endang dari Laboratorium Bioteknologi yang menjadi pembimbing keempat mahasiswa Universitas Udayana tersebut selama di Fakultas Biologi menyampaikan keempat mahasiswa membawa spesimen anggrek dari Bali yang akan dipelajari dan dikembangkan di Fakultas Biologi. Harapannya kerja sama ini sekaligus menjadi kolaborasi yang baik antara Fakultas Biologi UGM dengan Fakultas Pertanian Universitas Udayana serta menghasilkan luaran yang penelitian maupun kolaborasi pendidikan yang dapat bermanfaat kedepannya.
Kolaborasi tersebut merupakan bentuk komitmen Fakultas Biologi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan sesuai dengan Target Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) diantaranya kualitas pendidikan yang baik (SDG 4) dan kolaborasi yang berkelanjutan (SGD 17).
Yogyakarta, 7 September 2023 – Center for Tropical Biodiversity (Centrobio) Fakultas Biologi UGM melaksanakan seminar bertajuk “Muda Mudi Konservasi: Ngobrolin A-Z Tentang Biodiversitas”, yang dilaksanakan secara hybrid dengan daring melalui zoom meeting dan luring bertempat di Auditorium Biologi Tropika Fakultas Biologi UGM. Seminar tersebut diisi oleh dua narasumber diantaranya Ardiantiono, Ph.D. (Cand) dari Durrell Institute of Ecology and Conservation, University of Kent, United Kingdom, dan Dr. Dwi Sendi Priyono, S.Si., M.Si. dari Fakultas Biologi UGM, dan dipandu oleh Akbar Reza, S.Si., M.Sc., serta dihadiri oleh Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. selaku Dekan, Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni, dan Abdul Razaq Chasani, S.Si., M.Si., Ph.D. selaku Ketua Departemen Biologi Tropika Fakultas Biologi UGM. Seminar tersebut dihadiri oleh lebih dari 200 peserta dari berbagai universitas dan lembaga di Indonesia.
Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc., Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni Fakultas Biologi memberikan sambutannya. Dr. Eko menyampaikan seminar ini merupakan upaya yang baik untuk mengajak muda mudi berpartisipasi dalam pelestarian biodiversitas. Beliau juga mengharapkan kontribusi terhadap konservasi dan biodiversitas tidak terhenti sampai disini namun terus berkesinambungan dan dapat diteruskan oleh pemuda pemudi selanjutnya.
Prof. Budi selaku Dekan selanjutnya memberikan sambutannya pula (7/9), “Centrobio sebagai Pusat Studi Bidang Konservasi dan Biodiversitas menghasilkan benih-benih muda mudi yang sadar akan konservasi dan penggiat pelestarian konservasi”. Prof. Budi juga menyampaikan bagaimana kerja sama Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI) yang sejalan dengan Centrobio dalam mendukung konservasi dan pelestarian biodiversitas dan dilanjutkan dengan pembukaan seminar tersebut.
Sesi diskusi selanjutnya dipandu oleh Akbar Reza, S.Si., M.Sc., dengan narasumber pertama Ardiantiono, Ph.D. (Cand). yang membawakan materi bertajuk “Tren Riset Populasi Mamalia di Indonesia: Kesenjangan dan Arah Ke Depan”. Beliau memaparkan ancaman biodiversitas di Era Anthropocene ini diantaranya; tingginya tekanan manusia, ancaman biodiversitas dan penurunan populasi yang signifikan, serta defaunation akibat aktivitas manusia yang menyebabkan ancaman terhadap ekosistem maupun kehidupan manusia itu sendiri, ditambah dengan kurangnya perhatian terhadap ancaman tersebut yang berimbas pada climate change dan biodiversity loss. Ardiantiono selanjutnya menjelaskan tren populasi satwa di Indonesia dan kajian literatur terkait konservasi dan biodiversitas satwa baik jumlah dan tren publikasi hingga distribusi publikasi di seluruh wilayah Indonesia. Kesenjangan yang terjadi dalam lingkup penelitian dan publikasi selanjutnya dipaparkan yang ditunjukkan dengan adanya bias spesies, distribusi kajian yang tidak merata, keterbatasan kajian dengan metode dan analisis yang baik, kurangnya jalian populasi jangka panjang hingga keterbatasan bahasa dan biaya dalam publikasi di tingkat internasional.
Narasumber selanjutnya yaitu Dr. Dwi Sendi Priyono, S.Si., M.Si. yang memaparkan materi bertajuk “Melawan Kejahatan Satwa Liar dengan DNA Forensik”. Dr. Sendi membuka materi dengan pemaparan fenomena juali-beli satwa dilindungi secara illegal serta penganiayaan terhadap satwa liar yang masih banyak terjadi hingga saat ini. Peran DNA Forensik Satwa Liar menjadi penting dalam investigasi terhadap hewan liar maupun spesies yang terancam punah. Beliau menjelaskan setiap makhluk hidup memiliki DNA yang bersifat unik dan analisis DNA berkerja dengan membaca kode dalam tubuh organisme untuk dicocokkan pada database. Analisis tersebut akan menjadi vital saat mengindentifikasi spesimen yang tidak utuh, morfologi satwa yang sangat mirip, maupun penelusuran asal usul satwa. Proses analisis dari pengambilan spesimen, identifikasi, dan analisis lab serta penyimpanan dipaparkan Dr. Sendi beserta kemungkinan kontaminasi yang sebaiknya diantisipasi. Di akhir pemaparannya, Dr. Sendi menyampaikan analisis DNA Forensik Satwa Liar akan terus berkembang di masa depan dan memerlukan peran muda-mudi biology saat ini untuk turut berpartisipasi dalam konservasi dan pelestarian biodiversitas tersebut.
Diskusi dilanjutkan dengan tanya jawab dengan kedua narasumber. Peserta yang hadir sangat antusias dalam menyimak dan menyampaikan pertanyaan menarik selama berlangsungnya seminar. Diharapkan seminar tersebut menjadi langkah yang baik terutama dalam mengajak anak muda dalam berpartisipasi di lingkup pelestarian biodiversitas.
Seminar bertajuk konservasi dan biodiversitas tersebut menunjukkan komitmen Fakultas Biologi dalam perannya dalam pembangunan berkelanjutan sesuai dengan Target Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yaitu kualitas pendidikan yang baik (SDG 4), aksi penanganan perubahan iklim (SDG 13) serta pelestarian biodiversitas yang berdampak pada kehidupan air dan darat (SDG 14 dan SDG 15).
Keanerkaragaman hayati yang tinggi di bumi Nusantara menyimpan berbagai potensi untuk dimanfaatkan dan dikelola seacra bijak demi kesejahteraan manusia. Pemanfaatan dan pengelolaan yang tepat harus dilandasi dengan pengetahuan yang benar mengenai identitas spesies. Hal tersebut memerlukan penelitian dasar di bidang Taksonomi Tumbuhan. Dalam rangka memotovasi mahasiwa Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Tadulako, maka Prof. Dr. Ratna Susandarini, M.Sc. Sebagai seorang Guru Besar bidang Taksonomi Tumbuhan di Fakultas Biologi UGM memberi kuliah umum dengan tema Penelitian Biosistematika untuk Pengelolaan Keanekaragaman Hayati.
Kuliah umum yang dilaksanakan pada Selasa, 29 Agustus 2023 diikuti oleh mahasiwa Jurusan Biologi angkatan 2020, 2021, dan 2022. Mahasiswa Universitas Mataram yang sedang mengikuti program MBKM di Jurusan Biologi juga mengikuti kuliah umum tersebut. Hadir pula Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, dan segenap dosen yang semuanya antusias mengikuti kuliah umum tersebut. Kuliah umum tersebut dirancang oleh Jurusan Biologi FMIPA Universitas sebagai kegiatan yang berkontribusi dalam pencapaian salah satu Indikator Kinerja Utama. Kehadiran Prof. Ratna Susandarini tersebut juga membawa misi penjajagan kerjasama riset, yang dibahas dalam pertemuan informal dengan Dekan Fakultas MIPA Universitas Tadulako, Dr. Lufsyi Mahmudin, S.Si., M.Si.
Dalam sambutan pembukaannya, Ketua Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Tadulako yaitu Dr. Asri Pirade Paserang, S.Si., M.Si. mengharapkan melalui kuliah umum ini para mahasiswa mendapat inspirasi dan motivasi untuk meneliti keanekaragaman hayati di kawasan Sulawesi yang sangat kaya, sebagaimana telah dikenal luas di dunia ilmu pengetahuan sebagai bagian wilayah Wallacea. Diksusi yang berlangsung setelah kuliah umum makin menambah motivasi bagi bagi mahasiswa maupun dosen untuk mengkaji keanekaragaman hayati di Sulawesi melalui penelitian bidang Biosistematika.

Prof. Dr. Ratna Susandarini, M.Sc. sedang memberikan kuliah umum di hadapan pada dosen dan mahasiswa Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Tadulako
Yogyakarta, 5 September 2023 – Fakultas Biologi menerima kunjungan alumni Fakultas Biologi angkatan 1973 beserta Paguyuban Teratai yang terdiri atas pensiunan dosen, untuk bernostalgia dan mempererat tali silaturahmi. Kunjungan alumni tersebut disambut oleh Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, M.Agr.Sc. selaku Dekan dan Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni bertempat di Auditorium Biologi Tropika Fakultas Biologi UGM. Kunjungan tersebut juga dihadiri oleh dosen aktif Fakultas Biologi diantaranya Dr. Dra. Rr. Upiek Ngesti Wibawaning Astuti, DAP., M.Kes., Drs. Hari Purwanto, MP, Ph.D., Dr. Siti Sumarmi, Prof. Dr. Suwarno Hadisusanto, S.U., dan Prof. Dr. Tjut Sugandawaty Djohan, M.Sc.
Dekan Fakultas Biologi, menyampaikan sambutan hangatnya terhadap kunjungan alumni 1973. “Kami merasa terhormat dapat menyambut kembali kedatangan alumni 1973 di Fakultas Biologi dan tugas kami kini adalah meneruskan perjuangan para alumi,” tukas Prof. Budi dalam sambutannya (5/9) lalu.
Selanjutnya, sambutan diberikan oleh Prof. Jusup Subagja selaku Ketua Paguyuban Teratai. Paguyuban Teratai sendiri merupakan kelompok untuk mewadahi silaturahmi antar pensiunan dosen Fakultas Biologi UGM, harapannya Teratai akan memberikan kebermanfaatan dan dapat mengikat tali persaudaraan bahkan setelah di masa pensiun.
Prof. Harini Muntasib selanjutnya menyampaikan sambutannya selaku Koordinator Alumni Angkatan 1973. Prof. Harini menyampaikan apresiasi dan kebahagiaannya atas terlaksananya temu alumni hari itu yang sekaligus berharap pertemuan tersebut menjadi momentum luar biasa untuk bersilaturahmi.
Kunjungan tersebut dilanjutkan dengan serah terima buku dari alumni 1973 kepada Fakultas Biologi yang diserahkan oleh Dr. Enny Yuniwarti kepada Dr. Dra. Rr. Upiek Ngesti Wibawaning Astuti, DAP., M.Kes. Selanjutnya dilaksanakan serah terima kenangan dari alumni 1973 kepada Fakultas Biologi dan Paguyuban Teratai. Kenangan tersebut disampaikan oleh Dra. Titin Agustina kepada Dr. Dra. Rr. Upiek Ngesti Wibawaning Astuti, DAP., M.Kes sebagai perwakilan Fakultas Biologi dan Prof. Jusup Subagja dari Paguyuban Teratai. Terdapat pula penyerahan sumbangan dari Dra. Siti Fatimah kepada Paguyuban Teratai. Sumbangan tersebut diharapkan dapat bermanfaat untuk kebutuhan Paguyuban Teratai.
Instrumentasi penelitian mikrostruktur dan ultrastruktur yang banyak digunakan dalam aktivitas penelitian saat ini salah satunya adalah pemanfaatan partikel elektron. Aktivitas partikel elektron yang diamati dalam perangkat mikroskop dalam menginvestigasi ultrastruktur sampel yang diamati dapat memberikan banyak informasi dan data seperti topografi surface (permukaan), komposisi, hingga termasuk mapline komposisi unsur pada sampel. Dalam mengikuti perkembangan, pendalaman, dan penerapan instrumen tersebut, 3 orang staf dari Laboratorium Struktur Perkembangan Tumbuhan, yaitu Utaminingsih, S.Si., M.Sc., Novita Yustinadiar, S.Si., M.Si., dan Dr. Wiko Arif Wibowo, S.Si. mengikuti pelatihan dan hands-on yang dilaksanakan oleh LPPT (Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu) UGM.
Pelatihan FE-SEM (Field Emission-Scanning Elctrone Microscopy) dilaksanakan pada tanggal 31 Agustus – 1 September 2023 di LPPT UGM bagian Laboratorium FE-SEM. Kegiatan pelatihan terbagi menjadi teori yang disampaikan oleh Prof. Dr. Eng. Yusril Yusuf, S.Si., M.Si., M.Eng. dan Yusuf Umardani, S.T., M.Eng. serta praktikum yang didampingi oleh Yusuf Umardani, S.T., M.Eng. dan Virginia Fahriza, S.Si. Dalam kegiatan pematerian ini teori disampaikan konsep dasar dari FE-SEM, perbedaan dengan SEM, analisis hasil uji SEM+EDX dan mapping serta teknik pengambilan gambar yang baik. Kegiatan dilaksanakan secara hybrid dengan jumlah 34 peserta yang berasal dari berbagai instansi di Indonesia.
Materi yang disampaikan Kegiatan ini memberikan pemahaman dan wawasan lebih terkait penggunaan instrumen SEM dalam penelitian Biologi, termasuk perkembangannya saat ini yang telah memanfaatkan probe current dalam memancarkan partikel elektron pada FE-SEM. Diskusi interaktif tercipta terkait preparasi sampel biologis yang diperlukan dalam persiapan sebelum pengamatan, hal ini disebabkan karakeristik sampel biologis yang umumnya mengandung banyak cairan sementara dalam pengamatan melalui SEM idealnya dalam keadaan kering. Sehingga diperlukan preparasi dan teknis khusus tergantung dari jenis sampel biologis yang digunakan.
”Pelatihan ini sangat bermanfaat untuk menambah kedalaman analisis struktur anatomis dan kami berharap nantinya juga dapat meningkatkan kualitas penelitian serta pendidikan di laboratorium SPT” ujar Wiko dalam tanggapan terhadap kegiatan pelatihan ini. Penggunaan mikroskop elektron dalam penelitian biologi telah banyak digunakan dan membantu analisis struktur dari berbagai bidang ilmu biologi, tidak hanya botani, namun juga zoologi, mikrobiologi, hingga ekologi dan lingkungan, termasuk juga biomedis, biologi forensik, biodiversitas, dll. Layanan analisis sampel untuk pengamatan menggunakan FE-SEM sendiri saat ini tersedia di LPPT UGM dan SEM di FKG UGM.
Pada Jumat, 1 September 2023, Dekan Fakultas Biologi UGM, Prof. Dr. Budi Setiadi Daryono, S.Si., M.Agr.Sc., Ph.D. berkesempatan menjadi narasumber dalam acara Diseminasi Penelitian yang diselenggarakan oleh Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Sunan Gunung Djati, Bandung secara hybrid, menggabungkan sesi daring melalui Zoom dan sesi tatap muka di Aula FST. Acara ini terdiri dari dua sesi, yaitu seminar pada jam 09.00-12.00 WIB dan sesi paralel pada jam 13.00-15.30 WIB.
Dalam acara tersebut, Dekan Fakultas Biologi UGM, tampil sebagai narasumber dengan tema “Hilirisasi Hasil Penelitian Bidang Biologi.” Pemaparannya dimulai dengan menjelaskan kiat-kiat dan tantangan dalam mengembangkan ide karya ilmiah. Beliau juga memaparkan siklus pertumbuhan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimulai dari penelitian, publikasi, prototype, patent, rencana bisnis, produksi, hingga inovasi berkelanjutan.
Dalam pemaparannya, Prof. Budi tidak hanya memberikan wawasan umum. Beliau juga membagikan pengalaman sukses dari penelitian melon Hikapel, yang telah dikembangkan sejak tahun 1997. Menurutnya, kunci kesuksesan beliau dalam mengembangan riset melon Hikapel tersebut terletak pada ketekunan, konsistensi, kepercayaan diri, serta menjaga integritas sebagai seorang akademisi.
Selain itu, Prof. Budi menjelaskan bahwa melon Hikapel hasil risetnya memiliki keunikan dan keunggulan tersendiri, dimana buah ini berukuran kecil sebesar buah apel, memiliki rasa manis, dan aroma harum yang berbeda dari melon biasanya. Risetnya mengenai melon Hikapel juga menghasilkan kolaborasi dengan beberapa perusahaan, seperti PT Nudira Swadaya Indonesia, PT Gizi Indonesia, dan Nahla. Buah melon ini tidak hanya nikmat untuk dinikmati, tetapi juga dapat digunakan sebagai bahan baku dalam industri kosmetik, parfum, dan shampo. Selain riset melon, beliau juga memaparkan tentang riset bioakustik pada ayam. Penelitian ini menyoroti jika jenis ayam memiliki jenis suara yang berbeda, baik dalam hal durasi, energi suara, maupun melodinya.
Dalam kesimpulannya, diakhir Prof. Budi menekankan beberapa poin penting yang dapat menjadi pedoman bagi dosen dan peneliti. Pertama, diperlukan penelitian unggulan sebagai landasan dalam menghilirisasi hasil riset. Kedua, perlunya perencanaan roadmap penelitian yang dapat mengukur dan mengevaluasi pencapaian yang diharapkan. Ketiga, diperlukan ketekunan, fokus, dan kerja keras dalam membangun rekam jejak penelitian. Terakhir, kolaborasi dan kerjasama yang kuat adalah kunci keberhasilan dalam mengembangkan penelitian.
Setelah pemaparan, acara berlanjut dengan sesi tanya jawab yang diharapkan dapat memberikan motivasi dan inspirasi bagi para dosen dan peneliti untuk lebih giat dalam menghilirisasi hasil riset mereka. Semoga acara ini sukses dan bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.

























































